Glass Slippers {Part 11}

Prolog | Teaser to Part 1| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10

~Sooyoung POV~
Gelap. Hanya itulah yang kulihat. Aku menengok ke sekitar. Berjalan. Mencoba mencari jalan keluar. Hasilnya nihil
“Apa ada orang?” tanyaku
Tidak ada suara. Tiba-tiba aku mendengar suara tangisan dari sudut ruangan. Dengan segala keberanian, aku berjalan mendekatinya
“Youngie…” lirihnya saat melihatku
“Nuguseyo?”
“Kau tidak mengingatku?”
Yeoja itu berdiri menatapku.  Seketika sebuah cahaya menyinari sekitarku. Membuatku bisa melihat sosok yeoja itu. Dia…
“Kau tidak mengingat saudara kembarmu sendiri?”
“Apa maksudmu?”
“Aku takut youngie…aku takut..”

————————————

~Kyuhyun POV~
“Nuguseyo…” kudengar dia bergumam. Aku menyalakan lampu kamar tidur kami
“Youngie?”
Ternyata dia mengigau. Aku memegang dahinya. Agak demam
“Youngie..irreona.”
Dia membuka matanya perlahan. Duduk dengan pandangan kosong
“Kau mimpi buruk?” tanyaku
Dia menggeleng
“Ada seorang yeoja yang berkata padaku, kalau dia saudara kembarku.”
“Saudara kembar?”
“Dan dia…”
“Dia?”
“Dia mahasiswimu yang kemarin.”
“Maksudmu….seohyun?”
Dia mengangguk
“Mungkin kau kelelahan. Mana mungkin. Seohyun bermarga seo. Dan kau bermarga choi.”
“Ne. Mungkin kau benar.”
“Tidurlah, aku akan mengambilkan kompres untukmu.”
“Ne.”

———————————————

~Taecyeon POV~
“Setelah ini, bagaimana sajangnim? Kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan seojoohyun begitu saja. Bagaimana kalau dia kabur dan membocorkan semua rahasia kita?”
Aku berpikir keras
“Brain washing?” usul seorang pegawaiku
“Yaa! Kau pikir ini sinetron hah!” bentakku
“Lalu apa yang harus kita lakukan pada seojoohyun dan cho sooyoung?”
Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah ide
“Biarkan saja mereka aman.”
“Maksud sajangnim?”
“Kita ganti rencananya.”

~Yonghwa POV~
Klinting.. Aku terus menanti di depan pintu. Aku belum melihat seohyun daritadi.
“Sajangnim mencari seojoohyun?” tanya yuri
“Ah…ani..aku..”
“Kenapa tidak mencarinya di kampus saja?”
Aku terdiam sejenak. Memikirkannya. Yuri benar. Kenapa tidak kucari saja? Aku mengambil jaket motorku dan memicunya

~Sooyoung POV~
Karena demam, aku harus beristirahat di rumah. Seharian. Kyuhyun pergi ke kampus untuk mengajar. Aku mulai merasa bosan. Mimpi itu terus membayangiku. Saudar kembar? Kenapa aku tidak pernah mengingatnya? Apa itu hanya halusinasi? Entahlah. Aku keluar dari kamarku. mencoba mencari album foto yang ada. Aku membuka lembar demi lembar. Hasilnya nihil. Parahnya,aku tidak menemukan foto pernikahan eomma dan appa disana.
“Apa yang kau cari, youngie?” tanya harabeoji yang entah kapan sudah berdiri di belakangku
“Aku…mencari album foto.”
“Album foto?”
“Ne. Album foto saat pernikahan bumonimku dan saat aku baru lahir. Tapi aku tidak menemukannya daritadi. Apa harabeoji tahu dimana benda itu tersimpan?”
Harabeoji hanya diam dan malah menarikku untuk duduk di ruang tengah. Wajahnya tampak serius. Aku hanya pernah melihat harabeoji seperti ini ketika dia tahu kalau aku menyembunyikan kertas ulangan SD ku
“Youngie..sejujurnya aku merahasiakan hal ini darimu. Sudah sangat lama. Dan kurasa…kini kau cukup dewasa untuk mengetahuinya.”
Aku menatapnya lekat-lekat. Kulihat harabeoji menarik nafas dalam
“Sejujurnya, aku pernah menjodohkan eommamu dengan seorang pengusaha terkenal bernama taecyeon. Tetapi eommamu, dia melarikan diri di hari pernikahannya bersama appamu. Dan setelah itu..aku kehilangan jejaknya.”
Aku terdiam. Mencoba mencerna kata-katanya. Apa maksudnya?
“Aku menemukanmu..bisa dibilang itu sebuah takdir. Saat itu, aku sedang berada di rumah sakit untuk check up. Dan kudengar para suster sangat panik mencari golongan darah untuk seorang anak kecil yang mengalami kecelakaan. Akhirnya aku mendonorkan darahku untuk anak itu. Saat aku menjenguknya, anak itu sangat manis dan dia memakai kalung milik putriku.”
Aku menatapnya. Harabeoji tersenyum kecil
“Dan anak itu adalah kau, youngie. Dan kalung itu adalah kalung eomammu. Aku yang mendesainnya. Dan hanya ada satu di dunia. Karena aku curiga, aku mengetes DNA mu. Dan ternyata hasilnya positif dengan milikku. Saat kau sadar, kau tidak ingat apapun. Bahkan namamu kuketahui dari kalung itu.”
“Kalung..?”
Harabeoji mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya
“Aku sengaja membawanya karena aku tidak ingin kau melihatnya. Sejak kau hilang ingatan, segala sesuatu yang berhubungan dengan masa lalumu menyakitkan kepalamu. Aku takut itu berbahaya bagi kesehatanmu. Jadi kuputuskan..untuk merahasiakannya darimu.”
Aku melihat kalung itu. Liontinnya kecil dan manis. Ada namaku disana
“Aku bukan appa yang baik, youngie. Maka aku berjanji pada eommamu untuk menjagamu dengan baik. Menebus kesalahanku padanya. Dan aku sangat bersyukur karena kau memilih orang yang tepat. Aku bisa memercayakan dirimu untuk kyuhyun. Dia namja yang bertanggung jawab. Bukan maksudku menjelek-jelekkan appamu, tetapi aku takut kau salah memilih namja seperti eommamu. Namja yang bertanggung jawab tidak akan membawa yeojachingunya kabur di hari pernikahan.”
harabeoji memegang tanganku
“Kau..memaafkanku?” tanyanya
“Tidak ada yang perlu dimaafkan harabeoji. Semuanya terjadi sesuai takdir.”
Harabeoji memelukku
“Saranghae.”
“Nado saranghae.”
Seketika aku tersadar akan satu hal
“Harabeoji…apa aku..memiliki saudara?” tanyaku
“Soal itu…aku juga tidak tahu, youngie. Karena aku hanya menemukanmu dalam kecelakaan itu. Dan kau lupa ingatan. Memangnya…kau mengingat sesuatu?”
“Ani..kalau begitu.. siapa nama appa kandungku…jika aku boleh tahu, harabeoji?”
“Seo Inguk.”
“Seo?”
“Ne. waeyo?”
seketika aku terdiam. Jika appaku bermarga seo, itu berarti nama asliku adalah Seo sooyoung. Dan seo joohyun…marga kami sama

—————————————————-

~Seohyun POV~
“Makanlah! Sajangnim akan marah jika kau meninggal!” ujar namja itu
“Biarkan saja aku meninggal! Memang siapa yang peduli hah!”
“Ya sudah. terserah. Yang jelas, aku sudah menjalankan tugasku.”
Aku menatap namja itu menjauh. Melihat ke sekitar. Bagaimana caranya kabur dari tempat ini… Aku menghela nafas dalam. Melihat makanan itu. Sejujurnya, aku ingin cepat mati sekarang. Tapi tidak. Aku tidak bisa mati. Aku belum bertemu youngie untuk menceritakan semuanya. Aku belum boleh mati.

~Kyuhyun POV~
“Kim Naeun?”
“Hadir.”
“Lee Soonkyu?”
“Hadir.”
“Seo Joohyun?”
Tidak ada suara. Aku menoleh ke bangkunya. Kosong. Mungkin dia ada urusan
“Baiklah. Kita mulai pelajarannya.”

———————————————

~Yonghwa POV~
Aku menunggu yeoja itu keluar. Tapi hasilnya nihil. Kelas itu kosong. Hanya ada kyuhyun disana. Aku menghampirinya. Kyuhyun yang sedang sibuk dengan tembikarnya tidak bergerak
“Kau mencari seojoohyun? Dia tidak masuk hari ini,” ujarnya
“Ne?”
“Jadi benar, kau mencari seohyun?” tanyanya
“Aku…aish..ne. Aku mencarinya.”
“Mungkin dia mengundurkan diri dari kelas.”
“MWO?”
“Kau sekhawatir itu padanya?”
“Aniyo!”
“Kau menyesal datang kesini?”
“Haish..kenapa kau mengintrogasiku hah?”
Dia melihat segelas kopi yang ada di tanganku dan langsung merebutnya
“Yaa!”
“Seohyun tidak datang. Lebih baik kopinya untukku.”
Aku merebutnya kembali dan meminumnya
“Andwae. Ini milikku.”
“Haish..pelit.”

—————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku melihat ke arah jendela kamar. Sesekali memikirkannya. Seo Joohyun. Seo Sooyoung. Semua nama itu mengusikku. Apa aku bisa mempercayai mimpi? Entahlah. Tapi semua ini mengusikku. Jika aku memang memiliki seorang saudara kembar, kenapa aku melupakannya? Apa karena kecelakaan? Lalu bagaimana dia bertahan hidup sampai sekarang? Sendirian? Ini semua membuat kepalaku sakit. bayangan-bayangan masa kecil itu terus menggangguku. Aku memejamkan mataku dan memegang kepalaku. Tiba-tiba kurasakan seseorang meraih tanganku dan mengecup keningku. Aku membuka mata. Kyuhyun di sana. Wajahnya khawatir
“Kepalamu masih sakit?” tanyanya
“Ani. Aku hanya pusing memikirkan sesuatu.”
“Sesuatu?”
“Ne. Tentang Seo Joohyun.”
“Waeyo?”
“Kau tahu, tadi harabeoji menceritakan masa lalu bumonimku. Tanpa terkecuali.”
“Maksudmu?”
“Appaku bermarga Seo.”
“N..ne?”

—————————————————-

~Yonghwa POV~
Prang!!
“Haish..”
Aku merapikan gelas itu. Bagaimana bisa gelas itu pecah? Itu adalah gelas yang biasa dipakai seohyun saat kesini. Seketika perasaanku buruk. Seohyun… apa terjadi sesuatu padanya?

—————————————————-

~Yuri POV~
Tengah malam. Dan cellphoneku berbunyi tiba-tiba. Aku melihatnya. Kulihat nama pengirimnya adalah namja babo. Minho. Aku membukanya. Apa dia tidak bisa melihat waktu untuk mengirim pesan hah?
“Buka jendelamu.”
Aku membuka jendela kamarku. Kulihat dia di sana. Berdiri dan melambaikan tangan. Menyuruhku turun. Apa dia gila hah? Aku berlari ke luar apartmen sewaanku. Saat aku keluar, dia memelukku tanpa izin
“Yaa! Lepaskan a..”
“Kwon Yuri saranghae. Katakan kalau kau juga mencintaiku.”
“Aku…”
Dia menatapku lekat-lekat
“Katakan, yuri.”
Aku terheran menatapnya. Selama kami menjalin hubungan, dia tidak pernah menyuruhku berkata seperti ini
“Nado saranghae.”
Dia langsung menarikku ke motornya. Membuatku bertanya-tanya
“Yaaa! Kita mau kemana?”
“Kabur dari Seoul.”
“MWO? TENGAH MALAM?”
“Ne. Sebelum kau dibakar hidup-hidup oleh eommaku.”

—————————————

~Kyuhyun POV~
Drrrt…drrt…
Hari masih pagi. Kudengar cellphone ku bergetar. Aku mengambilnya dari nakasku. Kulihat sooyoung ikut terbangun
“Nuguya?”
“Minho?” aku bergumam
Kami saling bertatapan dan mengangkat teleponnya
“Yeoboseyo?”
“Kyuhyun ah! Sooyoung ah! Bisakah kalian datang ke Busan sekarang?”
“Ke Busan? Waeyo?”
“Menjadi saksi kami.”
“Saksi?”
“Ne. Kami akan menikah hari ini.”
“MWOOOYAAA!!”

——————————————–

~Sooyoung POV~
Aku benar-benar tidak habis pikir dengan dua orang ini. Bagaimana mungkin mereka menikah secepat ini? Ini benar-benar gila. Sepertinya zaman ini mulai terguncang
“Aku tidak ingin dijodohkan oleh orang lain, menikah dengan orang lain, dan bahkan hidup seperti robot,” ujar minho
Kyuhyun mengangguk mengerti. Sedangkan aku masih belum bisa menerima alasan itu. Tetapi kejadian ini mengingatkanku pada cerita harabeoji tentang bumonimku. Rasanya itu lebih gila.
“Soo ah…rahasiakan ini dari siapapun,” ujar minho
Aku mengangguk
“Tapi kau harus berjanji, suatu saat nanti kau akan mengatakannya.””Itu pasti.”
Aku memeluk yuri
“Aku turut bahagia untukmu.”
“Gomawo.”

———————————————————

~Kyuhyun POV~
Akhirnya kami memutuskan menginap di salah satu hotel di Busan. Jika kami langsung pulang, harabeoji pasti akan mengajukan banyak pertanyaan. Kami berdiri di balkon. Memandang pemandangan Busan di malam hari. tidak kalah indah dengan Seoul
“Aku tidak menyangka yuri dan minho oppa akan menikah dalam kurun waktu secepat ini”
“Dan kita liburan mendadak,” tambahku
“Ne.”
“Kau tahu, kalau saja bumonimku tidak menikah dengan cara seperti itu, mungkin aku tidak bersedia menjadi saksi mereka. Karena biar bagaimanapun, harus ada orang tua yang mendampingi.”
“Ne.”
“Tapi lebih baik menyetujui mereka sekarang, daripada melihat minho oppa kabur di hari pernikahannya bersama yuri.”
“Untung kita tidak seperti itu.”
“Kalau kau berani berbuat seperti itu, kupastikan kau menyesal,” ujarnya
“Oh ya?” tanyaku meremehkan
“Ne.”
Aku tersenyum menatapnya. perlahan mendekatkan wajahku padanya. mencium bibir mungil yang berwarna kemerahan itu
“kau tahu, menikah denganmu adalah kesalahan terindah dalam hidupku.”
“nado.”
“Masuklah. Udara mulai dingin.”

————————————————

~Sooyoung POV~
Hari sudah pagi. Kami sudah selesai membereskan koper dan tinggal pulang ke Seoul.
“Aku akan berpamitan pada yuri,” ujarku
Kyuhyun menahanku
“Nanti saja, kita mengirimnya pesan.”
“Waeyo?”
“Kau akan mengganggunya.”
“Ah..ya. Mungkin dia kelelahan setelah resepsi.”
Kyuhyun hanya tersenyum kecil
“Kaja.”

————————————————

~Seohyun POV~
“Youngie…aku takut…”
Aku tidak bisa berhenti mengatakan hal itu. Jujur, sudah empat hari aku disekap. Dan aku ketakutan. Aku tidak tahu rencana mereka. Dan aku khawatir pada youngie. Seseorang tolong temukan aku… Seketika pikiranku tertuju pada yonghwa oppa. Oppa…kau selalu bisa menyelamatkanku. Sekarang tolong kesini…aku takut

~Yonghwa POV~
Sudah empat hari dia tidak kesini. Yuri sudah berhenti dari pekerjaannya dengan alasan yang kurang jelas. Dan cafe ini sangat sepi. Aku selalu melihat ke arah pintu yang berbunyi. Tapi tidak pernah seohyun yang masuk. Seohyun ah, eodiga?

~Sooyoung POV~
Aku memasuki kelas. tersenyum melihat kalender. Sebulan lagi. Aku akan lulus dan terbebas dari tempat bernama kampus. Tiba-tiba yuri masuk ke dalam kelas. terengah-engah
“Dosennya belum datang,” ujarku
“Haish..padahal aku sudah panik karena takut telat kuliah.”
Aku menggeleng dan memperhatikan kepanikannya. Kulihat ada bercak merah di lehernya
“Lehermu kenapa?” tanyaku
“Ah..memangnya ada apa?”
“Molla.”
Yuri mengambil kaca dari dalam kotak pensilnya dan menggerutu
“AIsh…Choi Minho…”
“Minho oppa..apa yang dia lakukan?”
“Yaa! Cho Sooyoung kau pura-pura babo atau betulan babo?”
“Yaa! Choi Yuri! Kenapa kau bertanya seperti itu? Aku memang tidak tahu!”
“Haish..ini sangat memalukan.”
“Dia memukulmu?”
“Aniyo! Mana mungkin! Jika dia berani melakukannya, aku akan membalasnya seratus kali.”
“Lalu?”
“Memangnya…kau dan kyuhyun..”
“Kenapa?Apa?”
“Yaaa! Cho Sooyoung! Ige mwoya! Kau benar-benar bodoh dan tidak mengerti perasaan namja!”

————————————-

~Kyuhyun POV~
“Hahahahahahhaa. Kau benar-benar hebat, choi minho,” ujarku setelah mendengar ceritanya
“Dia pasti panik sekarang. Tapi lucu juga melihatnya marah.”
Aku menggeleng tak percaya. Tak lama kemudian minho menepuk pundakku
“Yaa! Kau sendiri kapan hah!”
“Aku akan menunggunya lulus kuliah dulu.”
“Jika semua namja sepertimu, kurasa semua yeoja akan menjadi yeoja terberuntung.”
“Berlebihan.”
“Yaa! Aku kan memujimu!”
Aku hanya tersenyum.
“Kau tahu, bahkan kurasa dia tidak menyadarinya.”

—————————————

~Sooyoung POV~
Hari mulai malam. Seoul hari ini dibasahi rintik hujan. Aku berada di rangkulannya. Menonton televisi. Sesekali menatap ke arahnya. Perkataan Yuri sangat mengusikku. Dia benar. Aku egois. Tidak memikirkan perasaannya.
“Apa aku lebih tampan dibanding aktor di film itu?”
Aku tersenyum kecil. Bersandar di bahunya dengan manja. Kenapa kau terlalu baik padaku, kyu? kau membuatku merasa bersalah. Terlalu banyak. Dia menoleh ke arahku. Tersenyum sambil mengusap kepalaku dengan lembut. Aku menatapnya. Kyu. Kali ini aku tidak mau menjadi egois.

~Kyuhyun POV~
Aku terheran menatapnya. Aku baru tahu dia bisa berubah menjadi sangat manja. Dia menatap mataku. Mengunci semuanya. Perlahan dia mendekatkan wajahnya padaku. Menciumku dengan sangat lembut hingga aku tidak mengerti setan apa yang merasuki diriku. Aku membalasnya. Udara kamar ini terasa sesak. Sekarang posisinya berada di bawahku. Dia mengalungkan tangannya di leherku. Sedangkan tanganku bergerak di pinggangnya.
“Ehm…”
desahannya terdengar manis di telingaku. Baik. Semuanya di luar kendaliku sekarang. Tanganku bergerak masuk ke piyamanya. Hingga akhirnya dia berhenti
“Haruskah kita lanjutkan disini?” tanyanya
Aku tersenyum mendengarnya. Mengunci pintunya dengan rapat kemudian menggendongnya ke tempat tidur. Dan hujan menjelang musim gugur menjadi saksinya

—————————————————-

~Sooyoung POV~
Matahari menembus jendela kamar kami. Aku membuka mataku perlahan. kulihat dia masih terlelap di sampingku. Wajahnya sangat damai dan tenang. Aku menggerakkan jariku. Bergerak menelusuri tiap inchi wajah itu. Sempurna.
“Ternyata aku memang setampan itu,” ujarnya
“Ne,” aku kembali memejamkan mata dan tertidur di pelukannya.
“Irreona. Kita harus ke kampus,” ujarku
“Sebentar lagi saja.”
“Arra.”

———————————————

~Yonghwa POV~
musim gugur sudah tiba. Aku belum menemukan seohyun. Ponselnya tidak aktif. Bahkan rumahnya kosong. Telepon rumahnya tidak ada yang menjawab. Ini aneh. Apa dia pergi ke luar kota? Show di luar negeri? Dia pasti bercerita padaku. Apa terjadi sesuatu padanya? Entah kenapa pertanyaan itu sangat mengusikku. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

~Seohyun POV~
Aku sudah mencoba memanjat jendela. hasilnya nihil. Aku benar-benar lelah disini. Sudah dua minggu aku disekap. Aku tidak bisa menunggu kematianku disini. Beri aku petunjuk..kumohon..

—————————————

~Kyuhyun POV~
Aku menulis diary itu sambil tersenyum. Kulihat sooyoung yang penasaran terus mencoba mengintipnya
“Sebentar lagi selesai.”
“Kenapa aku tidak boleh melihatnya?”
“Selesai!” ujarku
Dia langsung merebut dan membacanya. Dahinya mengerut melihat tulisan itu
“Kyuuu!!!! Yang ini sangat memalukan!” ujarnya sambil menunjuk tulisanku saat hari pertama musim gugur. It’s our first time.
“Aku kan hanya menulis sejujurnya.”
“Haish…ini sangat memalukan jika dibaca orang lain.”
“Ini kan rahasia kita.”
“tetap saja..”
Dia membalik halaman-halaman berikutnya. Hingga halaman terakhir
“Besok adalah hari kelulusanmu. Chukkhae. Saranghaeyo.”
Dia tersenyum dan menulis di sana
“Nado saranghaeyo, sonsaengnim.”

——————————————————-

~Kyuhyun POV~
Hari ini adalah hari kelulusannya. Aku sengaja berangkat lebih awal untuk membelikannya buket bunga. Merah muda. Wanginya lembut dan menenangkan. Aku memicu mobilku ke kampus. Setelah turun dari sana, aku berjalan ke aula. Hingga segerombol orang menarikku
“Yaaa! Apa-apaan ini!”

~Sooyoung POV~
“kyaaa!!! Chukkhae youngie!!” ujar yuri sambil memelukku
“Gomawo.”
“Kyuhyun dimana?”
“Mollayo. Padahal dia berangkat lebih awal. Katanya ada rapat dosen sebelum upacara kelulusan.”
“Mungkin masih di dalam.”
Aku mengangguk mengerti sambil mencarinya ke sekitar. Tetapi dosen Kim telah mengangkat micnya. Pertanda acara kelulusan sudah dimulai.

~Kyuhyun POV~
BUK! Orang itu menonjokku saat aku akan membalasnya
“Yaaa! Apa masalah kalian hah!”
Bruk! Mereka mendorongku ke bawah. Menginjak tangan kananku
“Arrgh!!!”
Setelah itu semuanya gelap

~Sooyoung POV~
“Cho Sooyoung, selamat atas kelulusanmu.”
“Gamsamida,” ujarku saat menerima piagam itu.
Aku masih mencari sosok itu di antara para dosen. Aku tidak menemukannya. Sekarang perasaanku bercampur aduk. Panik. Khawatir. kenapa dia belum datang juga?

~Yonghwa POV~
“Kami sudah mengetahui tempat terakhir yang dikunjungi nona seo joohyun.”
“Eodiga?”
“Daerah perkantoran Seoul. Dia mengunjungi rumah di jalan xx nomor x. Setelah kami menyelidikinya, kantor itu terdaftar sebagai kantor agency modelling. Padahal di dalamnya, mereka ialah aliansi yang memiliki tugas khusus sebagai mata-mata”
“Mata-mata?”

~Sooyoung POV~
Upacara sudah selesai. Kyuhyun masih belum terlihat. Aku mencarinya di pelosok kampus. Tapi aku tak kunjung menemukannya. Hingga kulihat sebuah pintu gudang terbuka lebar. Aku berjalan perlahan ke sana. Seketika aku menemukan sosok namja terbaring di sana. Aku mengenali punggung itu.
“Kyuhyunie!!!”
Aku membaliknya. Kulihat wajahnya penuh luka. Sudut bibirnya berdarah. Aku menepuk pipinya
“Kyu ah!! irreona!!!”
Jantungku berdetak keras. Aku mengeluarkan cellphoneku dan menelpon ambulan. Kyu..apa yang terjadi padamu?

————————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Silau. Semuanya putih. Ini…
“Kyu…” kurasakan dia memelukku. Terisak.
“Youngie…”
“Kau benar-benar membuatku khawatir. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu!”
Aku tersenyum kecil
“Nae gwaenchanha.”
“Bagaimana bisa kau berada di gudang itu sendirian?”
“Tadi.. ada segerombolan namja yang menyeretku.”
“Menyeretmu?”
“Ne. Mereka memukuliku. Entah apa masalahnya.”
Dia menarik nafas dalam. Aku mencoba untuk mengusap wajahnya. Tapi entah kenapa, tangan kananku tidak bisa digerakkan
“Argh…”
“Kyu..gwaenchanha?”
“Tangan kananku..rasanya sangat sakit..”
“Sebentar, aku akan memanggilkan euisa.”
“Ne.”

~Taecyeon POV~
“Semuanya berjalan sesuai rencana.”
Aku tersenyum kecil
“Baiklah. Kalian boleh pergi.”
Aku duduk di kursiku sambil tersenyum. Menatap ke arah foto yoona
“Setelah kupikir…menyakiti putrimu sama dengan menyakitimu kan, yoona? Oleh karena itu..rasanya menyakiti orang yang dicintai putrimu…sama dengan menyakiti inguk. Bukan begitu.. yoona?”
BRUK! Kudengar pintuku didobrak.
“Angkat tanganmu atau kutembak!”
Aku menatap orang-orang itu dengan bingung. Mereka…polisi?
“Apa-apaan ini!”
“Jelaskan semuanya di kantor polisi.”
Aku tersenyum kecut. Ada pengkhianat. Aku mengangkat tanganku dan mengikuti mereka. Berjalan ke depan. Setelah aku sampai di luar, aku cepat-cepat berlari dari menaiki motorku
“Yaaa! Berhenti!”
Aku berhasil menghindari peluru mereka. Sial. Siapa yang mengkhianatiku hah? Yang jelas, ini semua pasti ada hubungannya dengan seohyun.

~Yonghwa POV~
“Ikuti namja itu!”
“Baik!”
Kami mengikuti namja itu dari belakang. Aku yakin, dia pasti pergi ke tempat seohyun. Dan aku akan menyelamatkan yeojaku

—————————————————

~Kyuhyun POV~
“Saraf tangan kananmu mati. Mungkin bisa disembuhkan dengan terapi. Tapi kalaupun sembuh, hanya dapat dipakai untuk bergerak sedikit. Tapi kalau untuk membuat tembikar atau bermain musik, rasanya mustahil.”
Aku terdiam melihat tanganku. Pandanganku kosong. Tidak. Tidak mungkin. Bagaimana mungkin seorang pengrajin tembikar kehilangan tangan kanannya?
“Dan terapinya….”
“Keluar dari kamarku,” ujarku pada euisa itu
“Kyu..”
“KELUAR KATAKU!”
Euisa itu menghela nafas dan menurutinya. Sedangkan youngie tetap di tempatnya. Melihatku
“Kyu..”
Tes. Air mataku jatuh tanpa kendali. Aku tidak peduli lagi. Entah bagaimana aku di matanya sekarang. Lemah. Aku kehilangan apa yang menjadi hidupku. Tembikar
“Youngie..ottokhe?”
Dia memelukku. Mengusap kepalaku perlahan. Ikut menangis bersamaku. Dan aku tidak tahu lagi bagaimana cara membalas pelukannya dengan dua tangan.

—————————TBC———————

Mianhae lama ngepost ^^
Wifi author baru pulih kesehatannya (?)
RCL <3

65 thoughts on “Glass Slippers {Part 11}

  1. hiks.. kasian kyuppa…
    seo jg kasian cpet slametin yongppa..
    soo eonn hibur trus kyuppa ya..

    wah itu minyul couple ckck..
    haha

    daebak thor

  2. Daebakk bagus bgt!
    Syukur bgt yonghwa bisa cepet2 ngeringkus golongannya taecyeon. Bener2 Syukur bgt yonghwa bisa cepet2 ngeringkus golongannya taecyeon. Bener2 Syukur bgt yonghwa bisa cepet2 ngeringkus golongannya taecyeon. Bener2 Syukur bgt yonghwa bisa cepet2 ngeringkus golongannya taecyeon. Bener2 deh!
    Tan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s