Wait A Minute {Part 1}

wait a minute

Title :Wait A Minute

Genre :Romance, Family

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Victoria
  • Nickhun

Other Cast :

  • Tiffany Hwang
  • Choi Siwon
  • Jung Kyungho
  • Do Kyungsoo
  • Byun Baekhyun
  • Lee Taemin
  • Luhan

Part 1
Sacrifice

~Author POV~
Kringg….
Weker itu berbunyi dengan kencang. Tidak satupun di antara mereka yang beranjak dari tempat tidur hingga jam itu berbunyi lagi lima menir berikutnya. Sang yeoja membuka kelopak matanya. Ia melukiskan sebuah senyuman dan menepuk pundaknya
“Kyu ah..irreona.”
Sang namja mematikan wekernya dan kembali tidur.
“Kyu. Kau harus pergi untuk wawancara.”
Akhirnya sang namja benar-benar terjaga dari tidurnya. Ia tersenyum tipis dan mengecup kening yeoja itu, kemudian pergi ke kamar mandi. Sang yeoja pun merapikan kasur lipatnya. Setelah itu, ia memasak nasi di dapur kecilnya. Ia menghela nafas begitu melihat lemarinya. Hanya ada sebuah kaleng kacang kedelai hitam. Seketika dirinya merasa bersalah karena telah menyulitkan orang yang sangat dicintainya. Dialah yang menyeretnya ke dalam kesulitan ini. Begitu pintu kamar mandi terbuka, sang namja bergegas mengambil kaleng itu dan membukanya. Ia membagi isinya menjadi dua kemudian menunjukkan senyumannya. Ia tahu isi pikiran yeojanya
“Selamat makan!”
Sang yeoja tidak memberi ekspresi apapun. Ia tahu bahwa namja itu hanya mencoba untuk menghiburnya
“Mianhae…”
“Untuk apa? Makanan ini enak.”
“Kau tidak perlu berbohong.”
Namja itu menaruh sendoknya perlahan dan memegang tangannya
“Vict. Aku yang sudah memutuskan untuk ada disini bersamamu. Jangan mengatakan hal seperti itu lagi. Arrachi?”
“Tapi kalau saja aku tidak pernah bersamamu, mungkin sekarang kau masih tinggal di rumah yang besar dan nyaman. Atau bahkan menikah dengan yeoja yang sebanding dengan denganmu. Aku benar-benar merasa bersalah. Ini sama saja aku membuatmu sengsara.”
“Justru, akulah yang merasa bersalah karena belum bisa membahagiakanmu.”
Yeoja itu menatap mata namjanya. Ia bisa melihat ketulusan di sana, namun juga kesedihan. Bahkan sekarang, namja itu harus mencari pekerjaan untuk menghidupinya. Padahal jika namja itu tetap bersama keluarganya, mungkin ia tidak perlu mencari pekerjaan. Ia akan mendapatkannya dengan mudah. Barulah victoria menyadari penderitaan menjadi seorang chaebol. Jikalau ia melawan, ia akan dipersulit untuk melakukan apapun.
“Aku berangkat dulu. Doakan aku berhasil.”
“Ne. Semoga saja.”

—————————–

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kakiku keluar kantor dengan lemas. Appa benar-benar keterlaluan. Bahkan dia menutup jalanku untuk mencari pekerjaan di perusahaan manapun. Aku tidak tahu kalau dia berkuasa untuk melakukan hal ini. Kukira…itu hanya ancaman

Flashback
“APPA TIDAK AKAN MERESTUI PERNIKAHANMU. TITIK. SEKALIPUN KAU BERLUTUT ATAUPUN MENGANCAM AKAN BUNUH DIRI, APPA TIDAK AKAN PERNAH SETUJU!”
Aku mengepalkan tanganku. Aku tetap pada pendirianku. “Apapun yang terjadi aku akan tetap menikah dengannya.”
“LIHAT! SEBERAPA BURUK YEOJA ITU! DIA MEMBUAT PUTRAKU MELAWANKU!”
Aku menatap matanya. Wajahnya berubah menjadi merah.
“APA YANG KAU TAHU TENTANG DUNIA INI KYU AH?! YEOJA ITU HANYA MENGINCAR KEKAYAANMU! APA KAU PIKIR DIA HANYA BUTUH CINTA HAH? KAU TERLALU NAIF!”
“Appa…”
“KAU BILANG KAU MENIKAH? KAU AKAN MENGHIDUPINYA DENGAN APA HAH? KAU BARU LULUS KULIAH! JANGAN TERMAKAN CINTA MASA MUDA YANG MASIH KEKANAK-KANAKKAN!”
“Kalau begitu, aku akan keluar dari rumah ini.”
“Yeobo..” eomma merajuk padanya. Tapi aku tahu, appa tidak akan luluh karenanya
“Arraseo. Keluar saja dari rumah ini jika kau bersikukuh untuk menikah dengannya. Dan jangan harap aku akan membiarkan jalanmu mulus begitu saja.”
Flashback

Aku mengusap wajahku. Ini sudah perusahaan ke-10. Semuanya mengatakan hal yang sama : Mianhamnida, tapi kuharap kau memahami posisi kami.

Ya aku mengerti posisi mereka. Appa adalah Sekretaris Choi corp yang dipercaya untuk mengatur segalanya, termasuk relasi dengan perusahaan lain. Tapi tak kusangka pengaruhnya sebesar ini. Aku membuka dompetku. Isinya tinggal 100 won. ATM dan kartu kreditku diblokkir. Aku mengepalkan tanganku. Aku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang, setidaknya untuk makan. Saat aku menoleh, kudapati sebuah koran di sampingku. Mungkin..ada sesuatu yang bisa kulakukan

—————————

~Author POV~
‘It’s a beautiful night.
We’re looking for something dumb to do.
Hey baby! I think I wanna marry you!’

Yeoja itu ikut bernyanyi sambil memicu kencang mobilnya. Seoul di malam hari adalah saat yang tepat untuk memicu kecepatan tinggi. Namun permasalahannya bukan itu, tapi lebih kepada siapa yang menyetirnya. Ia adalah seorang yeoja yang baru lulus kuliah. Usianya 22 tahun. Dan dia berada dalam keadaan mabuk. Sesampainya yeoja itu di rumahnya, seseorang sudah menantinya. Ia melipat kedua tangannya dengan geram
“Kemana saja kau seharian hah?”
Yeoja itu hanya tertawa kecil dan masuk ke dalam rumah. Namsong itu menarik tangannya
“Appa! Sakit!”
“Mau sampai kapan kau bersikap seenaknya seperti ini hah?!”
“Wae? Aku tetap masuk kantor. Bukankah itu cukup?”
“MWO? CUKUP? Kau hanya masuk kantor dari jam 10 sampai jam 2 siang dan kau bilang itu cukup? Apa kau lupa hah? Kau adalah ahli waris Choi corp!”
Yeoja itu melepaskan tangannya
“Ne. Aku tahu! Tapi aku sudah muak dengan semuanya! Aku muak dengan keluarga ini, menjadi ahli waris, melakukan hal yang tidak kusukai.”
“CHOI SOOYOUNG!”
“Dan aku muak setiap saat aku pulang ke rumah, aku harus dimarahi. AKU MUAK DIKEKANG APPA!”
PLAK!
Tangan namja itu gemetaran. Sedangkan mata yeoja itu membulat. Ia benar-benar sadar sekarang.
“Youngie..”
“AKU SANGAT MEMBENCI APPA!”
Yeoja itu berlari masuk ke rumah. Sedangkan namja itu hanya bisa memandang tangannya. Memang ini adalah salahnya sejak awal yang memanjakan putri semata wayangnya itu. Akhirnyapun…seperti ini

—————————

~Victoria POV~
Hari ini adalah hari pertamaku bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran. Aku tidak bisa membiarkan kyuhyun bekerja sekeras itu sedangkan aku duduk tenang di rumah. Yang kudengar, dia diterima bekerja sebagai seorang sales. Itu berarti, dia akan pulang malam. Aku bisa bekerja dengan tenang tanpa perlu takut ketahuan.

~Kyuhyun POV~
“Kyuhyun ssi, bagianmu adalah lantai tiga. Tugasmu hanya menjamin kebersihannya sampai pukul 6 malam.”
“Ne. algesseumnida.”
Aku memakai name tag dan memejamkan mataku. Mianhae vict. Tapi aku tidak mungkin membuatmu mengkhawatirkanku

~Sooyoung POV~
Aku tidak pergi ke kantor hari ini. Apa yang appa lakukan padaku kemarin benar-benar membuatku marah dan hancur. Dia tidak pernah menamparku. Dan akhirnya dia melakukannya. Kemarin. Aku memegang pipiku. Masih ada bekas merah. Dia pasti menamparku dengan keras. Aku menatap cangkir kopiku. Dulu, aku selalu minum kopi bersamanya di pagi hari. Tapi seiring berjalannya waktu, kami semakin menjauh. Seolah-olah kami adalah orang asing. Aku mengambil cangkir itu dan meneguknya. Saat aku menoleh ke samping, aku mendapati seseorang yang kukenal. Dia berada jauh di sana, mengenakan pakaian celaning services. Aku memicingkan mataku. Dia…mirip sekali dengan kyuhyun. Ani. Aku membuyarkan lamunanku. Mana mungkin kyuhyun menjadi cleaning services? Yang kudengar dari appanya, dia melanjutkan studi ke Amerika. Ya. Pasti hanya mirip. Saat aku menoleh lagi, dia sudah menghilang. Apa aku hanya berhalusinasi? Apa aku merindukannya? Aku tersenyum tipis. Ya. Mungkin aku merindukan keberadaan sosok oppa yang bisa mendengarku dan mengertiku. Sayangnya..dia berada di tempat yang jauh.
Drrrt…
Cellphoneku bergetar. Aku membuyarkan lamunanku dan melihat penelponnya. Tiffany
“Yeoboseyo?”

~Kyuhyun POV~
Malam hari. Aku bekerja di sebuah lounge sebagai pelayan. Sejujurnya aku merasa cukup lelah. Tapi inilah yang harus kulakukan untuk menghidupinya.
“Hoaam..”
Aku menutup mulutku. Kuperhatikan orang-orang di sekelilingku tengah tertawa sambil meminum cocktail. Lounge executive. Terdapat ruangan tersendiri untuk smoking area. Aku cukup beruntung karena aku sangat membenci bau itu.
“Tolong antarkan menu ini ke meja nomor 6.”
“Ne.”

~Sooyoung POV~
“Jadi namjachingumu pulang dari Thailand besok?”
“Ne. Akhirnya setelah tiga tahun, aku akan bertemu dengannya lagi.”
“Kau harus berhati-hati. Ada banyak kamera yang akan mengabadikan momen itu.”
“Hahahahahaha. Apa menurutmu penyamaranku buruk hah?”
Aku memperhatikan penyamarannya dan mulai mencoba menilai. Masker, kacamata, topi, pakaian tebal dan bahkan kumis
“Ya. Sangat buruk. Seperti seorang pencuri.”
“Haish..”
“Permisi, dua Bloody Merry.”
Aku menoleh ke arah pelayan itu. Seketika aku hanya bisa duduk mematung begitu melihat wajahnya. Tidak aku tidak berhalusinasi sekarang. Bahkan nametagnya bernamakan Cho Kyuhyun. Dia pura-pura tidak melihatku dan pergi setelah menaruh minuman itu
“Sebentar tiff.”
“Ne.”
Aku berjalan ke arahnya dengan cepat. Dia berlari ke arah ruang staff dan seseorang menahanku
“Maaf, Anda tidak boleh masuk ke ruangan ini.”
Aku tidak menghiraukannya dan membuka pintu. Kosong. Tidak. aku tidak berhalusinasi. Aku yakin dia ada disini.

—————————

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kakiku ke rumah dengan lemas. Hampir saja aku ketahuan tadi. Untung aku cepat-cepat masuk ke dalam lemari loker. Aku membuka pintu rumah. Kudapati vict sudah tertidur. Aku menaruh makanan yang kubeli di dapur, kemudian tidur di sebelahnya
“Kau baru pulang?”
“Ne. Hari ini sangat melelahkan.”

~Sooyoung POV~
Aku masuk ke kantor hari ini. Bukan karena semangat bekerja. Tapi aku harus mencari tahu dari Sekretaris Cho.
“Annyeonghaseyo abeonim.”
Dia menoleh ke arahku dan tersenyum
“Annyeonghaseyo Sooyoungie.”
Aku berjalan mendekat ke arahnya
“Kenapa kau berjalan ke arah sini? Bukankah ruanganmu di sebelah kanan?”
“Aku ingin bertanya.”
“Ne?”
“Apa..Kyuhyun benar-benar berada di Amerika?”
“Ne. Dia melanjutkan studinya. Waeyo?”
“Ani. Hanya saja..kemarin aku melihat seorang pelayan yang sangat mirip dengannya.”
“Jinjja? Eodiga?”
“Di Palace Lounge. Dan yang lebih anehnya lagi, aku melihat seorang cleaning services yang sangat mirip dengannya. Kurasa…aku berhalusinasi.”

~Kyuhyun POV~
Aku tengah membersihkan lantai dengan kain pel hingga kaki seseorang menutupi jalanku.
“Joesonghamnida.”
Orang itu tidak bergerak. Saat aku mengubah arahnya, dia bahkan mengikutiku. Aku mendongakkan kepalaku untuk melihatnya. Seketika aku mendapati sosok appa berdiri di depanku
“Appa..”
“Apa menurutmu kau masih memiliki wewenang untuk memanggilku seperti itu, sekalipun kau sudah menikah dengan yeoja itu?”
Aku tidak memedulikannya
“Aku sedang bekerja.”
“Kau lihat kyu ah. Kau menyusahkan dirimu sendiri.”
“Aku lebih senang seperti ini daripada berada di rumah sebesar itu tanpa kebahagiaan.”
“Ini yang kau sebut kebahagiaan? Pergi bekerja dari pagi sampai malam, membanting tulang sedangkan kau tidak melihat istrimu. Kau tidak tahu apa yang dia lakukan di saat kau bekerja setengah mati seperti ini.”
“Jika hanya itu yang ingin Anda katakan, silakan pergi.”
“Kau mengusirku? Kau tidak mau mendengar hal ini? Palace Lounge dan dept store ini adalah milik Choi corp. Dengan kata lain, aku adalah atasanmu.”
Aku menarik nafas dalam. Aku benar-benar tidak tahu sebenarnya Choi corp adalah perusahaan sejenis apa.
“Hentikan kyu ah. Berpisahlah dengannya dan kembali ke rumah.”
“Aku tidak akan pernah melakukannya.”
Aku melangkah menjauh
“Kau masih muda dan emosional. Tapi aku memberimu satu kesempatan. Berpisahlah dengannya, kembalilah ke rumah dan aku akan menerimamu sebagai putraku lagi.”
Aku tidak menjawabnya. Aku terlalu lelah.

~Victoria POV~
“Victoria ssi. Perkenalkan, ini adalah Nikchun sajangnim, pemilik restoran ini.”
Aku tersenyum dan membungkuk padanya “Annyeonghasimnikka, Joneun Victoria imnida. Mannaseo panggapseumnida.”
“Nikchun imnida. Namamu bagus. Cocok denganmu.”
“Animnida. Anda terlalu memuji.”
Aku membuka file restoran dan mulai menjelaskannya
“Beberapa orang pelanggan mengeluh tentang menu restoran. Katanya, kurang inovasi dan–”
“Tunggu. Bagaimana bisa kau tahu? Ada angket atau sejenisnya?”
“Animnida. Saya hanya mendengarkannya saat akan mencatat pesanan. Kemudian jika kita melihat statistik ini, perusahaan semakin mengarah ke bawah. Debit dan kreditnya–”
“Kau orang yang pintar. Apa background pendidikan terakhirmu?”
“Akuntansi. Tapi hanya sampai semester tiga.”
“Sayang sekali. kenapa tidak dilanjutkan?”
“Masalah..finansial.”
“Jika aku memberimu bantuan untuk kuliah lagi sampai lulus, apa kau bersedia terikat kontrak pekerjaan dengan perusahaan ini? Maksudku bukan hanya cabang ini. Tapi di pusat.”
“JINJJA?”

————————

~Kyuhyun POV~
“Syukurlah kalau kau bisa mendapat beasiswa.”
Dia tersenyum dan menata rambutnya di cermin. Aku mengusap kepalanya perlahan
“Istriku memang hebat.”
“Tentu saja.”
Aku tersenyum tipis. Tapi entah kenapa..aku merasa ada sesuatu yang terasa ganjil

~Nickhun POV~
Aku memarkirkan mobilku di halaman kampus itu. Aku menoleh ke sekeliling. Kulihat yeoja itu melangkahkan kaki ke arah gerbang
“VICTORIA SSI!”
Dia menoleh ke arahku. Wajahnya terlihat sedikit bingung
“Annyeonghaseyo sajangnim. Apa yang Anda lakukan disini?”
“Menjemputmu.”
“Ne?”
“Kau pikir kuliah disini gratis? Kau harus tetap bekerja di restoran sebagai asistenku.”
“Ne?”
“Bahasa korea ku tidak terlalu baik. Kau harus membantuku.”
“Arra.”
Aku membukakan pintu untuknya. Apa aku boleh berkata kalau ini adalah orang yang kau kirimkan untukku..Qian?

~Sooyoung POV~
Aku masih berada di kantor. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Bukan karena niat dan sebagainya. Entah kenapa..aku merasa ada yang aneh dengan Sekretaris Cho. Dan lagi, kenapa kyuhyun tidak menghubungiku sama sekali? Rasanya ganjil. Seperti ada yang disembunyikan. Tapi untuk apa Sekretaris Cho berbohong? Kurasa..aku terlalu mencurigai seseorang. Ani. Dia tidak mungkin membohongiku. Dia bekerja disini puluhan tahun. Dia sangat setia. Mana mungkin dia berbohong? Kyuhyun ada di Amerika. ya. Aku harus yakin.

——————————-

~Kyuhyun POV~
“HATCHI!”
Aku duduk sebentar di kursi. Kepalaku terasa pusing. Aku memegang dahiku. Panas. Ya, aku tahu kalau aku demam. Tapi aku tidak mungkin mengambil cuti istirahat. Aku berdiri dari kursi dan mencoba menguatkan diriku.

~Victoria POV~
“Bukan seperti itu. Ini harus ditaruh di kas dan di kredit.” Nickhun menunjuk kesalahanku
Aku mulai bingung dengan namja ini. Padahal dia sangat mahir membuat laporan keuangan. Kenapa dia harus menyekolahkanku untuk menjadi akuntan disini? Aku menoleh ke samping. Entah kapan, kepalanya berada tepat di sampingku. Aku mengalihkan pandanganku lagi
“Nickhun ssi.” Ya, dia memintaku memanggilnya dengan sebutan itu. Katanya sajangnim terlalu tua untuknya.
“Ne?”
“Kenapa kau menyekolahkanku padahal kau bisa membuat laporan keuangan sendiri?”
“Karena aku pusing membuatnya sendirian.”
“Kalau begitu, kenapa kau tidak mempekerjakan lulusan sarjana saja?”
“Karena aku tidak mudah mempercayai orang.”
“Kenapa kau mempercayaiku?”
“Kenapa kau banyak bertanya?”
“Mianhae..”
Dia mengacak rambutku
“Hahahahahhaa aku hanya bercanda.”
“Yaa!!”
Krek…tiba-tiba pintunya terbuka. Kulihat seorang yeoja masuk ke dalam. Dia memakai kacamata hitam dan masker.
“Vict..bisakah kau meninggalkan ruangan ini sebentar?”
“Ne.”

~Tiffany POV~
Aku hanya bisa tercengang begitu melihat wajah yeoja itu. Dia…sangat mirip dengan Qian. Begitu pintu ruangan tertutup, aku membuka kacamata hitam dan maskerku. Aku tidak akan membahasnya di depan Nickhun.
“Susah sekali menemuimu,” aku menyindirnya
“Ne. Aku sangat sibuk belakangan ini.”
“Sibuk dengan asistenmu?”
Dia hanya diam dan memasukkan map itu ke dalam lemari
“Kau terlihat lelah.”
“Ne. Ada world tour yang harus kujalani.”
“Aku sudah mendownload lagu grupmu. Bagus. Bahkan kuputar berulang kali.”
Aku tersenyum tipis dan memberinya sebuah gantungan
“Aku membelinya saat pergi ke Jepang.”
“Gomawo.”
Aku mengeluarkan dua tanganku
“Kau baru pulang dari Thailand. Mana oleh-olehku?”
“eobso.”
“Oppa!!”

—————————-

~Sooyoung POV~
Aku berada bersamanya di dalam mobil. Ini hari jadi kami yang ke empat. Aku menatapnya yang sedang menyetir. Seketika muncul pertanyaan dalam benakku yang sangat ingin kuketahui
“Kapan kau akan bertemu appaku?”
Dia menghentikan mobilnya di sebelah kanan jalan. Dia hanya diam, tidak bicara ataupun bergeming
“Oppa. Kita sudah empat tahun bersama. Kurasa–”
“Youngie apa kau sadar? Kita bersama, padahal kita tahu kita tidak akan bisa melangkah ke jenjang yang serius.”
Dia menatapku. Matanya berkaca-kaca. Alisnya teduh. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan
“Sejak awal bukankah kita sepakat? Tidak masalah. Seperti ini selamanya juga tidak masalah,” ujarku
“Itu dulu, sekarang tidak. Bukankah kau sendiri menyadarinya?”
“Oppa-”
“Dengan kau bertanya kapan aku bertemu appamu, artinya kau mengharapkan keseriusan.”
“Ani. Maksudku, setidaknya kau harus–”
“Aku harus. Itu yang barusan kau katakan. Kau menuntut sebuah keharusan yang tidak bisa kuberikan. Kau tahu seberapa bencinya appamu padaku kan? Dia tidak akan pernah setuju jika putri semata wayangnya menikah dengan seorang pembalap yang tidak jelas masa depannya.”
Aku menoleh ke arah jendela. Aku malas melihatnya sekarang
“Sekarang apa yang kau tunggu lagi youngie? Kau tahu kalau aku tidak pernah bisa memberimu segala yang kau inginkan.”
“Kau pembalap. Kau seharusnya mengejar apapun yang kau inginkan.”
“Tapi jika yang kuinginkan tidak menungguku selamanya, apa yang harus kulakukan?”
Aku menatapnya. “Kurasa sebaiknya..kita rehat. Sampai kita tahu, apa yang kita inginkan”

————————–

~Victoria POV~
“Menurutmu mana yang lebih cocok. Yang kiri atau kanan?”
Aku mengernyitkan dahiku. Padahal aku adalah asistennya. Apa asisten juga harus membantunya berbelanja?
“Kurasa yang kanan lebih cocok.”
“arra.”
“Nickhun ssi.”
Dia berbalik menatapku. “Yaa! Aku sudah bilang. Kalau bukan di kantor, aku tidak suka dipanggil dengan sebutan ssi.”
“Ne. Nickhun oppa. Aku ingin bertanya.”
“Ne?”
“Apa asisten harus membantumu berbelanja juga? Maksudku..kurasa itu hal pribadi?”
“Aku sangat buruk soal memilih pakaian. Bukankah aku harus berpenampilan rapi untuk image perusahaan?”
“Itu benar tapi–”
Dia berjalan meninggalkanku ke kasir. Aku mempercepat langkahku untuk mengejarnya. Sesampainya di sana, dia memberiku sebuah kantong
“Ini apa?”
“Untukmu. Pakailah minggu depan untuk pesta perusahaan. Aku mengutusmu menjadi wakil cabang.”
“NE?”
“Aku lapar. Apa kau tahu restoran yang enak disini?”

~Kyuhyun POV~
Kruyuuk.. Aku memegang perutku. Lapar. Tapi aku belum bisa berhenti bekerja. Jam istirahat 30 menit lagi. Aku duduk di kursi dan mengusap keringat di wajahku. Jujur, aku mulai merasa jenuh dan lelah. Tapi apalagi yang bisa kulakukan?
BRUK!
Kudengar ada suara yang keras dari arah kanan. Astaga..aku dalam masalah. Aku lupa menaruh tanda peringatan kalau lantai itu basah
“Jeongmal joesonghamnida.”
“Nickhun oppa gwaenchanha?”
Seketika aku terdiam begitu melihat yeoja itu.
“Yaa! Seharusnya kau menaruh tanda peringatan disini! Bagaimana kalau yang jatuh anak-anak atau manula?”
“Jeongmal joesonghamnida.”
Namja itu berdiri. Kulihat dia memegang tangan vict
“Oppa, bisakah kau ke dalam. Aku harus ke toilet sebentar.”
“Arra.”
Namja itu melangkah menjauh. Vict masih berdiri mematung dan menatapku dengan penuh tuntutan. Begitu pula aku
“Bisakah kau jelaskan apa maksud dari ini semua?” tanya vict
“Aku yang seharusnya bertanya seperti itu. Siapa namja itu? Kenapa kau membiarkannya memegang tanganmu? Kenapa kau memanggilnya dengan sebutan oppa?”
“Kenapa kau bekerja sebagai cleaning services disini? Bukan menjadi sales? Kau membohongiku?”
Aku melihat pakaian vict
“Dan kau. Kenapa mengenakan seragam kantor seperti ini? Kau bekerja? Kau bukan kuliah?”
“Aku kuliah.”
“Ah. Aku mengerti. Namja itu yang membayarnya? Bukan beasiswa kan?”
“Jangan menghakimiku jika kau sendiri berbohong.”

~Tiffany POV~
“MWO? REHAT?”
Dia mengangguk dan menyandarkan punggungnya ke sofa
“Haish..jinjja.”
“Aku tidak tahu apa aku harus lanjut atau tidak. Kami berbeda. Prinsip, pikiran, semuanya.”
“Namja memang brengsek.”
Aku mengambil cocktailku dan meminumnya
“Kau tahu. Aku khawatir dengan asisten Nickhun.”
“Waeyo?”
“Wajahnya..mirip dengan cinta pertama Nickhun yang meninggal.”
“MWO?”

—————————–

~Victoria POV~
Sudah seminggu kami tidak saling bicara. Konsentrasiku buyar. Di satu sisi aku merasa bersalah karena membohonginya. Di sisi lain, aku juga kesal karena dia membohongiku. Tapi kenapa dia harus bekerja seperti itu.. Dia membuatku merasa tambah bersalah lagi. Aku menghela nafas. Kepalaku sampai terasa pusing dan nafsu makanku berkurang. Sepertinya aku stress berat.
“Kau tidak mau ke dokter saja?” tanya Nickhun yang entah kapan berdiri di depanku. Aku menggeleng pelan
“Wajahmu pucat.”
“Jinjja?”
“Apa kau yakin…bisa pergi ke pesta itu?”
“Ne. Tenang saja. Aku akan pergi ke rumah sakit, setelah mendapatkan obat aku akan pergi menemanimu.”

~Kyuhyun POV~
Aku tetap bekerja sekalipun eomma duduk di kursi itu dan memperhatikanku.
“Aku tidak tega melihatmu seperti ini, kyu ah. Appamu benar-benar keterlaluan.”
Aku tersenyum tipis dan duduk di sebelahnya
“Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Di satu sisi, aku tidak tega melihat putraku bekerja sekeras ini. Tapi..aku juga tidak bisa melakukan apa-apa.”
“Sudahlah eomma..”
Eomma mengeluarkan dompetnya dan memberiku sejumlah uang
“Ambillah. Pakailah untuk keperluanmu.”
Aku mengembalikan uangnya
“Aku tidak bisa menerimanya eomma. Itu artinya aku kalah. Artinya aku masih memerlukan uang appa dan tidak berkomitmen pada diriku sendiri.”

—————————

~Victoria POV~
Aku masih duduk termenung di kursi rumah sakit. Andwae. Ini tidak boleh terjadi. Aku mengusap wajahku. Aku tidak bisa membesarkan seorang anak di usia semuda ini. Aku tidak bisa berhenti dari pekerjaanku hanya karena anak ini.
“Kau benar-benar menghancurkan semuanya.”
Aku merobek kertas itu dan membuangnya. Bahkan gajinya dan gajiku tidak akan cukup untuk membesarkan seorang anak. Aku menghapus air mataku dengan cepat. Aku tidak tahu apa aku harus senang atau sedih untuk hal ini. Bahkan aku tidak tahu apa aku masih bisa mempercayai appanya atau tidak. Apa yang harus kulakukan..

~Kyuhyun POV~
Aku harus berdamai dengannya hari ini. Aku sudah menyiapkan makanan kesukaannya. Kuharap..kami bisa berbaikan.

~Nickhun POV~
Aku menggandeng tangannya. Aku harus menemui appa dan eomma. Aku akan menolak perjodohan yang mereka tawarkan
“Katamu..kita ke pesta perusahaan. kenapa kita ada di ruang VIP?”
Aku hanya diam. Appa dan eomma masuk ke dalam ruangan.
“Annyeonghasimnikka,” ujarnya
Aku ikut membungkuk dan kembali duduk
“Jadi ini yeoja yang kau ceritakan pada kami?”
“Ne.”
“Dia yeoja yang cantik,” ujar eomma
“Dia juga pintar eomma,” ujarku
Victoria menatapku dengan bingung
“Jadi sudah berapa lama kau mengenal Nickhun kami?”
“Tiga tahun,” ujarku
Victoria masih terlihat bingung. Tapi dia mencoba untuk diam
“Kenapa kau baru bercerita pada kami di tahun ini jika kau sudah mengenalnya selama itu?”
Aku hanya tersenyum.
“Jadi kapan kalian bertunangan?”
“NE?” Victoria mulai bersuara
“Ah..mianhae aku lupa memberi tahunya soal hal ini. Bisakah kami keluar sebentar?”
“Ne.”

~Victoria POV~
Aku melepaskan tangannya begitu keluar dari ruangan
“KAU GILA HAH?” tanyaku
“Ssst..jangan keras-keras.”
“Yaa! Bagaimana bisa kau membawaku kepada orang tuamu dan–”
“Karena aku menyukaimu.”
Seketika aku terdiam mendengarnya. Aku menatap matanya
“Nickhun dengarkan ini baik-baik. Aku sudah menikah.”
“Aku tahu.”
“MWO? Dan kau tetap–”
“Si cleaning services itu kan?”
“Dia punya nama.”
“Aku hanya ingin bertanya padamu vict. Apa kau merasa senang menikah dengannya?”
Aku hanya diam
“Dia membohongimu kan? Dia bilang kalau dia menjadi sales.”
“Kau..menguping pembicaraanku?”
“Ne. Karena caramu menatapnya terlalu mencurigakan.”
“Nickhun ssi–”
“Aku bisa memberimu apapun yang kau inginkan vict. Aku tidak akan membuatmu susah. Bumonimku adalah orang yang baik. Tidak seperti bumonimnya yang sangat gila pada status.”
“Kau tidak tahu apa-apa soal bumonimnya.”
“Aku tahu segala tentangmu vict. Termasuk orang-orang di sekitarmu”
“Kau memata-mataiku?”
“Ani. Orang suruhanku yang melakukannya.”
“Kau–”
Dia berlutut di depanku
“Mereka bilang, berlutut adalah hal paling hina yang akan dilakukan. Dan aku melakukannya sekarang. Victoria. Keluarlah dari tempat itu bersamaku selagi kita punya waktu.”
Aku hanya diam. Ini sama saja aku mengkhianati kyuhyun
“Tinggalkan namja itu. Tinggalkan segala kesulitanmu.”
“Kau benar-benar gila.”
“Ne. Dan aku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan.”
“Kau terbawa emosi sesaat Nickhun oppa.”
“Ani. Aku tidak terbawa emosi sesaat.”
“Apa buktinya?”
“Aku bersedia menjadi appa anak itu.”
“Kau benar-benar sudah gila.”
“Aku tidak bisa kehilangan yeoja yang kucintai lagi.”
“Ne?”
“Kau tahu vict kalau kau tidak akan bisa membesarkan anak itu jika kau bersamanya. Aku akan menunggu sampai kau benar-benar bisa melupakannya.”
“Nickhun.”
“Aku tahu kalau kau sangat mencintainya. Tapi jika memang itu alasannya, bukankah dengan melepaskannya, kau membuatnya bahagia?”
Aku hanya diam
“Kau tahu vict kalau kalian hanya akan saling menyakiti. Kau tahu kalau keberadaanmu membuatnya jauh dari keluarganya, bekerja keras, dan menderita. Bukankah sebaiknya..kita akhiri semuanya disini?”
“Aku tidak mencintaimu, Nickhun.”
“Aku tahu. Dan aku akan menunggu.”

—————————–

~Kyuhyun appa POV~
“Tidakkah kita terlalu keras padanya? Aku tidak tega melihatnya yeobo. Dia sangat menderita.”
Aku hanya duduk di kursiku dan diam.
“Tapi dia harus belajar tentang kepahitan untuk menyadari segalanya.Cepat atau lambat, yeoja itu akan meninggalkannya. Pasti.”

~Victoria POV~
Aku membuka pintunya perlahan. Kulihat dia tertidur dengan posisi duduk. Ada makanan kesukaanku di atas meja. Aku menahan air mataku sebisa mungkin. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Di satu sisi, aku membuatnya sangat menderita. Di sisi lain, sekalipun dia berbohong, aku tidak bisa memungkiri kenyataan kalau aku mencintainya. Sangat.. Aku menatap wajahnya yang kelelahan. Apa kau gila vict? Bagaimana bisa dua namja itu mencintaimu seperti ini? Aku memang baru mengenal Nickhun beberapa bulan. Tapi bukankah ini kesempatan yang baik, bila aku sendiri pun bisa membuat kyuhyun bahagia dan anak ini selamat? Aku mencoba membuka mataku untuk menyadari semuanya. Aku hanya akan membuatnya menderita jika bersamaku. Aku hanya akan membuat anak ini bersusah hati. Sedangkan jika aku meninggalkannya, dia bisa kembali kepada keluarganya, menikah dengan yeoja yang baik dan pantas untuknya, sedangkan anak ini bisa hidup nyaman. Aku memejamkan mataku. Aku sudah memutuskannya. Mianhae kyu. Tapi aku akan menyimpan semua ini sebagai rahasiaku dan Nickhun. Hanya kami berdua..yang akan tahu. Seberapa anak manusia ini mencintaimu

—————————–

~Nickhun POV~
Aku berada di mobil bersamanya. Kami baru saja menemui orang tuaku. Vict hanya diam dan duduk di kursinya
“Aku merasa seperti kriminal yang membohongi orang tuamu.”
“Bukankah sudah kubilang? Anggap anak itu adalah anakku dan kau tidak berbohong.”
Victoria menghela nafas dan memejamkan matanya. Dia sangat mirip dengan Qian dalam hal ini

~Kyuhyun POV~
Hari sudah malam. Aku membuka pintu rumah perlahan agar vict tidak terbangun. Tapi saat aku masuk, justru dia duduk di kursi dan menatapku dengan kaku. Seperti seorang anak yang ketangkap menyontek
“Kau belum tidur?”
“Ada yang harus kubicarakan denganmu.”
“Ne?”
“Duduklah.”
Dia mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya di depanku, beserta sebuah pena
“ini apa?”
Dia hanya diam. Aku mengambil kertas yang berada di dalamnya dan membacanya. Ini..
“Aku sudah tidak tahan dengan ini semua.”
Aku menatapnya dengan bingung. Dia tidak terlihat sedang bercanda
“Kau boleh membenciku karena hal itu. Tapi jujur. Selama ini aku tidak mencintaimu. Appamu benar. Aku hanya mengincar hartamu. Awalnya kukira, appamu akan melunak dan merestui kita karena melihatmu bekerja keras. Nyatanya tidak.”
“Vict–”
“Dan kemudian aku bertemu Nickhun. Orang yang tergila-gila padaku dengan bodohnya, sekalipun dia tahu aku sudah menikah. Siapa orang bodoh yang akan menyia-nyiakan kesempatan ini?”
“Ini tidak lucu vict.”
“Apa menurutmu ini lucu untuk dijadikan candaan?”
Aku terdiam menatapnya. Ini bukan victoria yang kukenal
“Kita hanya akan saling menyakiti satu sama lain jika bersama. Kita sama-sama dirugikan. Aku tidak bisa hidup susah seperti ini. Tujuanku menikah denganmu adalah bahagia dan mengangkat derajatku. Nyatanya aku malah dihina orang tuamu dan menderita.”
“JADI YANG SELAMA INI KAU TUNJUKKAN DI DEPANKU APA HAH?!”
“Aku hanya menunjukkan apa yang seharusnya kutunjukkan. Kau saja yang terlalu bodoh dan menganggapnya serius.”
Aku berniat mengambil kertas itu dan merobeknya. Tapi vict menahan tanganku
“Kau tidak perlu merobeknya karena kau akan menandatanganinya begitu kau mendengar ini.”
“Mwo?”
“Kyu ah. Apa kau tahu perasaanku saat melihatmu bekerja? Aku bukan marah karena kau membohongiku. Tapi karena aku malu. Aku bisa mengangkat wajahku bila bersama Nickhun. Tapi tidak saat bersamamu. Dan akhirnya, aku mengatur strategi agar orang tua Nickhun menerimaku.”
“Mwo?”
“Apa kau mau mempertahankan pernikahan kita, apabila aku mengkhianatimu? Aku hamil, dan anak ini adalah anak Nickhun.”
Seketika aku terdiam. Bibirku bergetar. Aku tidak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulut Victoria.
“Jadi tandatangani surat ini. Kita berpisah dan setelah itu, kita bisa hidup bahagia dengan kehidupan masing-masing.”
Jujur, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku merasa lemah. Aku merasa dikalahkan. Aku merasa tak berdaya.
“Cepat,” ujarnya
Aku mengepalkan tanganku dan menandatanganinya. Setelah itu, aku berdiri dari kursiku.
“Semoga kau bahagia. Chukkhae.”
Aku pergi meninggalkan rumah itu. Aku berlari menjauh secepatnya. Seketika air mataku terjatuh
“ARGHHH!”
Aku menonjok tiang itu.
“BRENGSEK!”
Aku menendang kaleng minuman dan apapun yang berada di sekitarku. aku benar-benar dikhianati

~Victoria POV~
Aku mengunci pintu dan menangis di lantai. Mianhae kyu. Tapi hanya ini cara yang bisa kulakukan..untuk kita

TBC

60 thoughts on “Wait A Minute {Part 1}

  1. Ya ampun … jujur aku terharu banget sama ff ini. Kyuppa.. aigoo Uri Kyuppa kerja keras banting tulang cuma buat ahjumma ahjumma itu oppa???? Andwe!! andwe!! udahlah oppa relain aja..
    Sooeon juga.. knp si Kyungho begitu???
    Tapi.. gapapa, kalo kaya gitu Kyuyoung lebih mudah bersatu.. oke, aku baca next partnya dulu eon.. Hwaiting!!

  2. Apa? Kyu udah nikah dan vict nya hamil? Oh my.. Nooo~ -__-
    tp syukur deh mereka udah pisah!
    Tinggal syo aja nih, buruan putus dong..
    Btw, pov nya syo krg bnyak

  3. Kyu bgitu buat vict, gak rela bnget😕 tpi kyutoria bkal pisah, syukur deh😬
    kyungsoo rehat, knpa gk putus skalian aja😬

  4. Wow pas awal aku kira itu soo, rupanya vict yg di cium keningnya ama kyu pagi”. Pregnant. Gk nyangka klu si vict bkal hamil. Tapi klu sooyoung dgn kyu apa bakal bersatu? Moga kyu suka lgi ke soo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s