Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?)

Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Leeteuk
  • Kim Taeyeon
  • Tiffany Hwang
  • Victoria f(x)
  • Choi Sulli
  • Kang Sora
  • Jessica Jung

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-15

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11-End
After Story
The Wedding | The Marriage Life | Where’s Kang Sora sonsaengnim?

~Sooyoung POV~
Sekarang aku dan siwon sedang berada di perjalanan menuju Seoul High School, sekolah lama kami. Untuk apa? Hari ini kami ingin menyerahkan undangan pernikahan kepada seseorang yang berperan paling besar menyatukan kami. Kang Sora sonsaengnim.

Flashback
“Kalian berdua akan mewakili sekolah kita di lomba cerdas cermat.”
“MWO?” ucap kami bersamaan
bagaimana bisa aku disuruh bekerja sama dengan kuda si namja sombong dan tidak berperasaan ini? Andwe!!
“Sonsaengnim apa tidak ada orang lain?” tanya kami berdua serempak. Kenapa sih ucapannya sama denganku.
“Choi Sooyoung, Choi Siwon. Kalian berdua ini murid terpintar di sekolah ini. Bagaimana bisa saya menyuruh orang lain. Tolong turunkan ego kalian. Demi sekolah ini,” ujar Kang Sora sonsaengnim. Aish kalau bukan kang sonsaengnim yang memintaku aku pasti sudah menolaknya.
“Baiklah, sonsaengnim.” Aish kenapa ucapan kami sama lagi. Dia mengikuti omonganku ya?
“Ohya, mulai besok kalian juga harus belajar bersama setelah kegiatan klub di sekolah bersamaku atau Lee sonsaengnim.”
“Mwo?” lagi lagi ucapan kami sama kenapa sih dia selalu mengikuti ucapanku.
“Dan mengenai kegiatan klub, harus dilakukan bersama mulai besok.”
“Kenapa begitu sonsaengnim.”
“Karena permusuhan kalian ini. Kalian itu harus kompak dan akrab untuk lomba. Bagaimana bisa kalian bertengkar dan ikut lomba yang membutuhkan kerjasama. Kegiatan organisasi sosial hari senin, selasa, rabu. Basket kamis, jumat, sabtu. Pas kan?Pokoknya kegiatan bakti sosial sooyoung, siwon harus ikut. Saat siwon di klub basket, sooyoung harus ikut. sampai lomba selesai. berarti 1 bulan”
“Aigoo. sonsaengnim itu lama sekali.”
“Kalian mau menang atau kalah?”
“menang.”
“Makanya turuti saja. Nah, bel sudah berbunyi ayo masuk kelas.”
Aish hari buruk apa lagi ini harus bersama namja menyebalkan ini selama 1 bulan. andweeeeee

Akupun tertawa kembali mengingatnya.
“Kenapa kau tertawa chagi?”

“Kau ingat oppa? Kalau tidak ada ide Kang Sora sonsaengnim agar kita ikut kompetisi, belajar, dan ikut kegiatan klub bersama, mungkin kita masih bermusuhan sampai sekarang.”
“Ne. kau benar haha.”
Aku tak sabar memberikan undangan ini padanya. Jeongmal gomawoyo Sonsaengnim. Kamipun tiba di sekolah, tak lupa aku mengambil 2 undangan. Yang satu untuk Leeteuk sonsaengnim, karena dia juga berperan mengajar kami saat jam pelajaran tambahan. Kamipun masuk ke gedung sekolah. Sekolah ini sudah sangat berbeda, lebih modern dan sudah diberi wallpaper.
“Oppa, kau lihat gedung ini bagus sekali sekarang.”
“Ne, berbeda sekali dengan yang dulu, tapi denahnya masih sama.”
Kamipun menunggu jam istirahat tiba. Kami melihat sekeliling lapangan
“Kau tahu youngie, dulu di sinilah tempat Yoona ditembak donghae.”
“ne, sayang aku tak melihatnya haha.”
“Hahaha. Kalau ingat masa SMA dulu sangat seru ya.”
“Ne. haha.”
Kamipun pergi ke kantin dan penjaga kantin itu berbeda. Tapi tak lama kemudian kami melihat pemilik kantin yang lama datang dan sedang hamil.
“Wuah. Kau lihat oppa, kantinnya sudah lebih bagus sekarang dan pemiliknya sudah hamil!”
“Ne, kau benar youngie. 3 tahun tidak ke sini banyak perubahan”
Akupun makan bersama siwon dan akhirnya bel istirahat berbunyi. Kamipun pergi menuju ruangan guru mencari leeteuk sonsaengnim.
“Annyeonghaseyo sonsaengnim.” sapa kami
“WUAH! Annyeonghaseyo! Ayo kita berbicara di kantor kepala sekolah saja.”
Kamipun masuk ke ruangan kepala sekolah di sebelah ruang guru.
“Ada apa kalian ke sini?”
“Kami ingin mengundang sonsaengnim ke pernikahan kami.”
“WAH! Chukkhae! Aku tak menyangkanya haha.”
“Kami juga sonsaengnim haha.”
Kulihat seseorang membuka pintu, itu adalah Kim Taeyeon sonsaengnim. Dia menggendong seorang anak
“Annyeonghaseyo sonsaengnim”
“Ne, annyeonghaseyo.”
“Kalian menikah?”
“Ne, haha. Setelah itu Kim sonsaengnim berhenti jadi guru.”
“Wuah! Chukkhae!”
“gomawoyo.”
“yeobo, mereka ingin mengundang kita ke acara pernikahannya!”
“WUAH! Daebak! Chukkhae!”

“Ne sonsaengnim.”
“Annyeong.”
Kim sonsaengnim keluar dari ruangan
“Lee sonsaengnim, apa Kang Sora sonsaengnim ada?”
“Justru itu yang kami bingungkan soo ah, siwon ah. Dia berhenti sejak kalian lulus, setelah itu dia tidak pernah ke sekolah ini lagi. Kami mendatangi alamatnya dan katanya dia sudah pintah sejak lama.”
“Sayang sekali.. padahal kami juga ingin mengundangnya.”
“ne. Dia juga guru yang sangat berprestasi, kami juga bingung kenapa dia berhenti.”
“Gomawo sonsaengnim. Kami menunggu kedatanganmu. Annyeong.”
“ne, annyeong.”
Aku dan siwon oppa pulang dan di perjalanan aku masih memikirkan ke mana kang sora sonsaengnim.
“Chagi, kau memikirkan apa?”
“Aku hanya bingung, kemana kang sora sonsaengnim oppa.”
“Aku juga bingung sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Kita tidak tahu alamatnya chagi..”
“Ne, sayang sekali ya oppa, padahal aku yakin dia pasti sangat terkejut saat kita mengundangnya haha.”
“Dia pasti bertanya ‘JINJJA?’ dengan gayanya yang lucu hahaha.”
Kamipun tertawa, di manapun kau berada, jeongmal gomawoyo sonsaengnim

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Author POV~
Setelah kelulusan angkatan soowon, kang sora sonsaengnim memang mengundurkan diri. Tapi kemana dia sebetulnya?
Flashback-Kang Sora
Aku memutuskan tidak ikut kemoterapi dan terapi lainnya yang dianjurkan dokter Park padaku. Aku memutuskan membiarkan penyakit ini. Aku memang sudah kehilangan segalanya. Dari kecil, aku hidup sendiri. Dan kurasa ini memang saatnya aku menyusul kedua orang tuaku. Kini aku menghabiskan sisa hidupku membantu orang-orang di jalan. Kurasa, jika hanya mengajar di sekolah, perlahan semua orang akan tahu penyakitku ini. Lebih baik aku menggunakan hidupku untuk hal yang lebih berguna. Kini aku mengajar anak-anak yang tidak mampu sekolah, mengajar mereka untuk punya mimpi dan cita-cita. Lambat laun kurasakan tulang belakangku sakit dan aku mengajar sambil duduk. Anak-anak itu sangat baik padaku dan mereka terkadang memijit bahuku.
“Sonsaengnim jangan memaksakan diri.”
“Ne, min ah.”
“Sonsaengnim dulu mengajar di mana?”

“Di Seoul High School.”
“Sonsaengnim kenal siwon hyung dan sooyoung noona?”
“ne. aku sangat mengenal mereka. kau mengenalnya?
“ne. mereka sangat baik pada kami. Setiap hari senin mereka datang bersama chingunya dan memberi kami makan serta mengajar kami tapi sekarang mereka jarang ke sini.”
“Karena mereka sudah lulus min ah.”
“Lulus itu apa sonsaengnim?”
“lulus itu artinya sudah tidak sekolah. Mereka sudah bekerja, jadi mereka tidak bisa ke sini lagi karena sudah terlalu sibuk. Bukan berarti mereka tidak mau ke sini min ah.”
“Ooh, ne. Kalau begitu min tidak mau lulus. Nanti min berpisah dengan sonsaengnim.”
“Jangan begitu min ah. kau harus lulus dengan nilai bagus seperti mereka. Jadi kau bisa menggantikanku mengajar nanti. arraseo?”
“Ne. arraseo sonsaengnim.”
Melihat min ah aku teringat kembali dengan dua choi itu. Aku ingat saat dulu aku meminta mereka ikut lomba dan mereka sangat membencinya. Tapi aku senang melihat mereka sudah berdamai dan bahkan menjadi sepasang kekasih. Benar-benar lucu mengingatnya lagi.Aku tidak bisa melupakan ekspresi mereka saat itu..

“Kalian berdua akan mewakili sekolah kita di lomba cerdas cermat.”
“MWO?”

2 murid yang paling kukagumi. Mereka juga yang menyadarkanku untuk menempuh sisa hidupku bersama anak-anak ini

Aku bingung melihat sooyoung ikut organisasi sosial. Untuk apa ia membagi kepintarannya padahal tidak ada yang ia dapat?
“Choi Sooyoung.”
“Annyeong sonsaengnim.”
“Kau sedang apa?”
“Menghitung jumlah makanan untuk anak-anak nanti.
“Kenapa kau ikut organisasi sosial? bukankah waktumu banyak tersita kalau begini?”
“Ne. memang waktuku banyak tersita. Tapi aku senang bisa berguna bagi orang lain sonsaengnim.”
“Ooh… ne…”

Awalnya kukira dia aneh. Ternyata benar. Menjadi berguna bagi orang lain memang sangat menyenangkan. Hari demi hari berlalu, kulihat mukaku semakin lama semakin pucat.
“Gwaenchanhayo sonsaengnim?” tanya min padaku
“Ne, min ah. Gwaenchanhayo.”
“Muka sonsaengnim pucat sekali.”
“Oh ya? Mungkin aku kecapean.”
“Ne, makanya sonsaengnim harus istirahat, aku akan menggantikanmu mengajar.”
Akupun melihat min mengajar di papan. Dia masih 14 tahun tapi entah kenapa dia sangat hebat. Dia bisa mengajar teman-temannya. Akupun membawa banyak buku untuknya.
“Min, ini buku untukmu. Kau harus rajin membaca dan membuat teman-temanmu juga pintar. Arraseo?”
“Ne, sonsaengnim.”
Aku merasa tugasku telah selesai. Kini aku memiliki penggantiku. Min sudah bisa menggantikanku mengajar teman-temannya dan aku bisa pergi dengan tenang sekarang. Selamat tinggal Seoul. Aku akan mendoakan kalian semua di atas sana. Kurasa ini adalah happy ending. Aku bisa pergi dengan tenang sekarang. Hidupku tidak berantakan. Hidupku sudah berakhir berguna. Inilah akhir cerita yang kualami di kota penuh perjuangan, Seoul. Meski aku patah hati, kehilangan orang tuaku di sini. Aku menemukan satu cerita baru yang bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain. Mencari tujuan hidupnya untuk berguna bagi orang lain yang penuh harapan

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

Wuahh gimana readers? RCL ^^
Don’t be a siders

7 thoughts on “Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?)

  1. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding) « naturalstarsoowon

  2. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story-Wedding Life) « naturalstarsoowon

  3. keren abiiiis!! bikin cerita baru lagi doong tp yg awalnya soowonnya udah nikah trus ngurus anak gituuu hehehe;;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s