Glass Slippers {Part 4}

glass slippers

Title : Glass Slippers

Main Cast :
Choi Sooyoung
Seo Joohyun
Cho Kyuhyun
Jung Yonghwa

Other Cast
Choi Minho
Kwon Yuri

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-15

Jeongmal mianhae uri readers ^^”
Internet author lemot dan mengalami gangguan selama beberapa hari ini :( jadi gabia update
Mianhae udah nunggu kelamaan ^^~ semoga hasilnya menyenangkan

~Seohyun POV~
“Ini di luar perkiraan.”
“Jeongmal mianhamnida.”
“Tenang saja. Ini bukan salahmu, seohyun ah. Hanya saja..anak-anak itu di luar perhitunganku. Sekarang, selidiki lebih lanjut mengenai namja bernama cho kyuhyun itu.”
“Algesseumnida.”
Aku keluar dari ruangan itu. Pergi ke cafe. Rasanya sangat memusingkan. Choi Sooyoung. Aku penasaran yeoja seperti apa dia. Aku membuka daum dan mencari detail tentangnya. Tapi aku cukup senang mengetahui yeoja itu pernah mengalami masa yang menyebalkan. Kukira hidupnya sempurna sejak dulu. Aku menemukan datanya di internet. Choi Sooyoung. Bahkan sejak usia muda, dia sudah memenangkan perlombaan nasional dan internasional. Dalam berbagai bidang. Aku tersenyum kecil. Tiba-tiba namja itu muncul di kepalaku. Cho Kyuhyun. Aku harus mencari tahu sosok namja yang menghancurkan rencana ini. Ternyata dia seniman yang diakui secara internasional. Memenangkan perlombaan. Pewaris tunggal museum art dan cho corp. Orang-orang yang terlalu sempurna, dan mereka akan menikah. Ya Tuhan. Dunia ini terlalu tidak adil
“Untuk apa kau mencari data tentang cho kyuhyun?” tanya yonghwa yang berdiri di belakangku
“Ah…ini..aku hanya penasaran karena banyak orang membicarakannya. Katanya dia seniman hebat.”
Yonghwa tersenyum kecil dan memberikan segelas green tea latte.
“Dia memang sangat hebat.”
“Kau mengenalnya?”
“Mungkin bisa dibilang begitu.”
“Pasti sangat menyenangkan bisa mengenal orang seperti itu.”
“Aniyo.”
“Ne?”
“Kau tahu. Mengenal orang yang jauh lebih sempurna darimu rasanya membuatmu tertekan.”
“Sesempurnanya seseorang, pasti ada kelemahannya.”

——————————————

~Sooyoung POV~
Aku melihat gaun yang tergantung di kamarku. Entah kenapa aku jadi merasa bingung. Kenapa dia menolongku? Haish..lupakan sooyoung. Dia hanya ingin sebuah hiburan. Tapi aku tidak bisa berhutang budi pada seseorang. Aku mengambil kunci mobilku
“Kau mau kemana?” tanya harabeoji
“Aku..ingin mencari angin sebentar.”

~Kyuhyun POV~
Aku memutar meja kecil itu. Memperhatikan detailnya. Tiba-tiba kudengar pintunya terbuka. Aku menoleh sebentar. Itu sooyoung. Aku kembali fokus ke keramikku. Mengabaikannya yang daritadi hanya diam dan memperhatikanku
“Apa aku setampan itu sampai kau memperhatikanku eoh?”
“A…aniyo. Aku hanya ingin mengantarkan ini.”
Dia menaruh sebuah paper bag di meja.
“Gomawo..sudah menolongku kemarin.”
Aku menghentikan keramikku
“Kau tidak perlu berterima kasih. Lagipula aku cukup senang melihat ekspresi orang-orang itu. Hiburan sesaat.”
“Mianhamnida. Karenaku…”
“Sooyoungssi. Aku melakukannya bukan untukmu. Tapi karena aku tidak suka melihat orang-orang seperti itu menindas orang lain. Jadi jangan menyalahartikannya sebagai bentuk perhatian, arrachi?”
“Mwo? Siapa yang menyalahartikannya sebagai bentuk perhatian? Aku hanya tidak suka berhutang budi. Annyeong.”
Dia pergi keluar ruanganku. Aku tersenyum kecil.
“Itulah kenapa aku tidak suka berkencan dengan nice girl. Sooyoungssi.”

—————————————–

~Yuri POV~
Aku tercengang membaca artikel di internet. Apa mereka benar-benar manusia? Aku menarik nafas dalam. Kenapa yang berada di sekelilingku adalah orang-orang seperti itu hah. Orang-orang dengan uang tanpa digit, tinggi, good looking, best body, dan Choi Minho. Pupuskan harapanmu yuri ah. Dia tidak mungkin untukmu

~Sooyoung POV~
“MENYEBALKAAN!! DASAR KAU MENYEBALKAN CHO KYUHYUN!!!”
Aku berteriak di pinggir sungai han. Mengeluarkan kekesalanku. Siapa juga yang menyukainya? Apa aku sudah gila eoh? Apa yang salah dengan otaknya? Haish..kepercayaan diri tingkat dewa
“DASAR JELEKK!! BABOO!!! MENYEBALKAN!! KAU PIKIR SEMUA YEOJA TERTARIK PADAMU HAH? AKU TIDAK AKAN!!!! ”

———————————————

~Seohyun POV~
“Cho Kyuhyun. 22 tahun. Dosen dan seniman internasional. Dia menghabiskan 4 jam untuk mengajar, 2 jam untuk mengelola museum, dan 3 jam untuk cho corp. Malamnya, dia terkadang pergi ke Bar Glamours’ Hotel. Khusus VIP. Dan…”
“Peningkatan. Tapi aku tidak butuh informasi itu, seohyunssi.”
“Lalu apa yang anda butuhkan sajangnim?”
“Aku butuh kelemahan Choi Sooyoung.”
Aku berpikir keras. Kelemahan?
“Cho Kyuhyun?”
“Aniyo. Tidakkah kau berpikir, mereka bertunangan bukan berdasarkan cinta?”
“Ne?”
“Pikirkan dengan logikamu.  Jika alasannya cinta, mereka akan menunggu sampai sooyoung lulus. Mereka bertunangan tanpa cinta. Maka Cho Kyuhyun bukan kelemahannya.”
“Lalu, apa yang harus saya lakukan sajangnim?”
“Begini. Pasang strategi agar Choi Sooyoung menyukainya.”
“N…ne?”
“Seperti tembikar yang dibakar di suhu tinggi. Kemudian kau jatuhkan.”
“Aku belum mengeri.”
“Kau pernah menonton Cyrano Agency?”
“Ne?”
“Kali ini, tragetnya Choi Sooyoung.”

—————————————

~MInho POV~
Aku berada di toko buku. Mencari majalah. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang di pojok sana. Dia..kalau tidak salah dia adalah yeoja yang kemarin.
“Annyeong. KIta bertemu lagi,” ujarku

~Yuri POV~
Aku menengok ke samping. Kulihat namja itu di sana. Choi Minho. Aku tidak mungkin melupakannya. Dia satu dari seribu. Maksudku, siapa yang akan melupakan seseorang seperti itu?
“Kau ingat?” tanyanya
Seketika aku terdiam. Tapi, kalau menurut film yang kutonton dan novel yang kubaca, jika kujawab aku mengingatnya, dia akan mengira aku mudah didapatkan. Tidak.
“Joesonghamnida. Nuguseyo?,” ujarku

~Minho POV~
Aku tersenyum kecil. “Kau yeoja pertama yang mengatakan itu padaku.”
“Ne?”
Aku menatapnya. Tatapan menyembunyikan sesuatu. Adegan novel. Ayolah. aku tahu trik itu
“Jadi sekarang kau pura-pura tidak mengingatku?”
“Mwo?”
Aku menyungging senyuman kecil lalu pergi. Baiklah nona kwon yuri. kita lihat saja nanti seberapa bisa kau berpura-pura

~Yuri POV~
Aku menatapnya menjauh. Aku memukul pelan kepalaku. Bodoh. Ini memalukan. Bagaimana bisa dia mengetahui hal itu?

—————————————

~Sooyoung POV~
“Sooyoung ah! Kaja!”
“Chankanman!”
Aku memakai topiku dan mulai meluncur ke bawah dengan papan ski. Kampusku mengadakan acara dalam rangka winter. Winter camp.
“WOHOO!!!”
Aku mendarat dengan sempurna.
“Kita naik itu bagaimana?” tanya yuri sambil menunjuk ke kereta gantung
Aku menengok ke atas. Tersenyum kecil
“Kau naik duluan saja.”
“Arraseo. Annyeong!!”
Aku menatapnya menjauh. Menghela nafas. Dari dulu aku ingin sekali naik ke sana. Sialnya, tidak pernah berani. Pengalaman terburukku di sana adalah saat keretanya terhenti. Dan…
“AWASS!!!”

~Kyuhyun POV~
“Cuacanya baik.”
“Ne.”
“Kudengar mahasiswamu memenangkan perlombaan matematika internasional.”
“Ne. Dia..”
Aku mulai merasa bosan dengan pembicaraan antar dosen ini. Ayolah. Aku satu-satunya disini yang berumur 30 tahun ke bawah. Aku menengok ke sekitar. Kulihat sooyoung disana. Berdiri di tengah jalan sambil menatap kereta gantung. Tiba-tiba seorang datang dari atas. Meluncur dan akan menabraknya
“AWASS!!!!”

~Sooyoung POV~
BRUK!
Aku memejamkan mataku. Perlahan membukanya. Melihat ke arah orang yang meluncur di bawah sana. Aku selamat.
“Gwaenchaha?”
Aku menengok ke sumber suara itu. Kyuhyun. Dia…menolongku?
“Nae gwaenchanha.”
Dia berdiri dari atasku dan mengulurkan tangan. membantuku berdiri
“Apa kau bodoh hah! Bagaimana bisa kau berdiri di tengah jalan!”
“Tapi seharusnya dia melihatku!” belaku
“Aish..lagipula kenapa kau mengamati kereta gantung itu hah? kalau ingin naik ya naik saja!”
Aku hanya diam. menggumam dalam hati
“Atau jangan-jangan..kau takut?”
“Aniyo! mana mungkin!”
“Kalau begitu naik saja sana!”
Aku menggigit bibir bawahku. Baru aku mengiranya menolongku. Sekarang dia menghancurkan imagenya lagi. Nappeun nom.
“Kau saja yang naik kalau kau berani!”
“Mwo? Kau menantangku?”
“Ne! Waegeurae? Kau takut?”
Dia tersenyum kecil dan menarik tanganku
“Yaa! Apa-apaan ini!”
“Kau tidak takut kan? Ya sudah cepat naik!”
Aku menatapnya. Dia tersenyum penuh kemenangan. Tidak. Aku tidak akan membiarkannya menertawakanku
“Arra! Siapa yang takut!”

~Seohyun POV~
Aku membuka kacamata ski ku. Bagus. Scene satu berhasil.  Scene kedua akan dimulai. Bersiaplah. Aku menelpon rekanku
“Luna, rusak mesin pengendalinya sekarang.”

———————————————-

~Kyuhyun POV~
Daritadi dia hanya diam. Memejamkan mata.Wajahnya pucat
“Kau takut?” tanyaku
“Ani!” dia tidak bergerak tetap
“Kau tahu, hanya anak kecil yang takut naik kereta gantung. Kita mengenakan sabuk pengaman. untuk apa takut?”
“siapa yang takut?”
“Kalau begitu kenapa kau terus memejamkan matamu?”
“Aku..”
NGIK! Tiba-tiba keretanya berhenti
“Ada apa ini?”
“Aku menengok ke belakang. Kurasakan dia memegang mantelku. Tangannya bergetar.
“Aish.. kalau takut katakan saja dari awal, bodoh!”
“Kau pasti menertawakanku!”
“Lebih baik ditertawakan daripada seperti ini.”
Orang-orang di sekitar kami mulai panik. Tiba-tiba terdengar suara
“Joesonghamnida pengunjung yang kami hormati. Ada sedikit kendala dalam mesin ini.”
“Aish…. bagaimana bisa penginapan semahal ini memiliki fasilitas yang buruk.”
Dia hanya memejamkan mata. sesengukan
“Yaa! Jangan menangis disini!!”
“Bagaimana kalau mesinnya tidak bisa diperbaiki..”
“Yaa! Berapa umurmu, choi sooyoung! Bagaimana bisa kau takut dengan..”
“Hiks..”
Aku menarik nafas dalam. Kenapa perasaanku jadi serba salah begini
“Hei..uljima..kalau mereka melihatmu, mereka akan mengira aku penyebabnya.”
“Memang kau penyebabnya!”
“Aku..haish.. ne. mianhada. uljimayo, jebal.. menangispun tidak akan bisa membuat mesinnya berjalan.”
“Hiks..”
Aku melihat tangannnya yang bergetar. Astaga, cho kyuhyun. Kenapa kau lemah sekali melihat yeoja menangis. Aku merangkulnya perlahan. Menepuk bahunya
“Ada aku disini. Kau tidak mungkin jatuh. Kalaupun jatuh, kita jatuhnya berdua”
“Itu lebih menyeramkan babo!
“Setidaknya tidak jatuh sendirian!”
“Perkataan macam apa itu”

~Sooyoung POV~
Dia menepuk bahuku perlahan. Aku membuka mataku sebentar. Dia terlihat panik. Aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Ngik.. tiba-tiba mesinnya kembali berjalan. Dia melepaskan rangkulannya. Aku tersenyum kecil. Memahami satu hal. Tidak peduli cap bad boy ada padanya, sejujurnya dia orang yang hangat dan pengertian

————————————–

~Kyuhyun POV~
“HATCHII!!!”
Pilek terkutuk. Hari kedua winter camp. Aku terserang flu. Aku mengusap tanganku. Bagaimana bisa udaranya sedingin ini. Sekarang, para mahasiswa berpetualang di hutan. Memecahkan misteri dari pos 1 sampai 5. Dan aku bertugas sebagai penjaga pos 5. Syukurlah. Setidaknya tidak terlalu jauh dengan tempat penginapan kami. Hari mulai sore. Udara bertambah dingin
“HATCHI!!”
“Cho sonsaeng, gwaenchanha?” tanya dosen fakultas hukum di sebelahku
“Nae gwaenchanhayo.”

~Sooyoung POV~
“Ah! Disana!” ujar yuri sambil menunjuk pos itu. Kulihat kyuhyun di sana.
“Annyeonghaseyo, selamat datang di pos lima. Disini yang harus kalian pecahkan adalah teka-teki. Aku hanya akan membacakannya sekali. jadi dengar baik-baik…”
“HATCHI!!”
Spontan, beberapa orang menengok ke arah kyuhyun
“Joesonghamnida.”
“Ehm..baiklah kita lanjutkan soalnya–”
Aku menengok ke arah kyuhyun. Hidungnya memerah. Dia flu? Kulihat dia terus mengusap tangannya. Menempelkannya di pipinya. Dia tidak memakai sarung tangan.
“Selesai!”
Aku menengok ke arah timku. Celaka. Aku tidak mendengar apapun
“Menurutmu apa jawabannya youngie?”
“Ah..aku..tidak memiliki ide.”
“Hm…film apa ya.. kata kuncinya one fine spring day, remember the auditorium.”
“Ah, itu death bell 1,” ujarku
“YAA! Katamu kau tidak memiliki ide!” ujar yuri
Aku mengusap tengkukku “Baru ada ide,” ujarku
“Jawabanmu benar! Sekarang penginapan berada di jarak 2 km dari sini.”
“MWO? Jauh sekali!”
“Yaa! Jangan banyak mengeluh!”
Aku menoleh ke arah kyuhyun lagi. Dia tersenyum kecil sambil mengusap tangannya. Aku tidak tahan melihatnya seperti itu. Setelah timku berjalan, aku kembali sebentar, mengeluarkan sarung tangan cadangan di kantongku. Biar bagaimanapun, aku tidak tega melihatnya seperti itu

~Kyuhyun POV~
“Ini,” ujarnya
Aku menoleh ke arahnya
“Pakailah, kau kedinginan.”
Aku tersenyum kecil dan mengambilnya
“Gomawo. Kapan aku bisa mengemba–”
“Aku..pergi dulu. Annyeong!” ujarnya lalu pergi
Aku menatapnya sarung tangan itu
“Kau populer. Bahkan mahasiswi itu memberikan sarung tangan untukmu. Heuh.. anak muda,” ujar dosen di sebelahku
Aku memakainya. Menyungging bibirku sedikit. Sarung tangan bergambar kelinci yang lucu

~Seohyun POV~
Aku tersenyum kecil melihat mereka berdua di sana. Beberapa orang timnya sudah berjalan maju
“ke kiri,” ujar mereka
Aku tersenyum kecil melihat mereka semua berbalik ke kiri. Bagaimana bisa mereka tidak sadar seorang anggotanya tertinggal? Aku membalik panahnya ke kanan
“Apa tidak masalah?” tanya Luna
“Tenang saja.”
Dia berjalan ke sini. Kemudian berbelok ke kanan. Mengikuti anak panah yang kuputar. Aku mengembalikannya ke kiri. Baiklah. Pertunjukkan dimulai sebentar lagi

———————————————–

~Yuri POV~
“SELESAI!!!!!!”
“MAKANAN!!!”
Kami semua mulai makan bersama di dalam ruangan. Rasanya sangat enak. Setelah lelah berjalan di hutan yang dingin, lalu makan di tengah ruangan hangat. Perutku terasa lapar. Tiba-tiba aku baru menyadari satu hal
“Sooyoung eodiyo?”
“Mungkin dia ke toilet.”
“Arra.”

~Sooyoung POV~
Aku mulai kebingungan. Dimana timku? Kenapa aku tidak menemukan mereka. Entah sudah berapa lama aku berjalan. Apa mereka berjalan secepat itu? Kalaupun iya, seharusnya aku sudah menemukan pos 5, penginapan. 2 km tidak sejauh ini rasanya. Hari mulai larut. Baiklah. Aku mulai ketakutan disini
“Apa ada yang mendengarku?”
Tidak ada jawaban. Aku mengusap tanganku yang mulai kedinginan. Ini dimana?

~Kyuhyun POV~
Petualangan telah selesai. Aku mencari sosoknya di tengah kerumunan mahasiswa yang sedang makan. Berniat mengembalikan sarung tangannya. Entah kenapa dia tidak ada. Kulihat seluruh timnya sudah sampai. Tapi dimana dia?
“Yuri, apa kau melihat sooyoung?” tanyaku
“mungkin dia ke toilet.”
“Arraseo.”
Aku berjalan ke sana. Kulihat seorang mahasiswi kelasku keluar dari sana”Jogiyo, apa choi sooyoung ada di dalam?”
“Aniyo. Tidak ada siapa-siapa, sonsaengnim.”
Aku terdiam. Baiklah feelingku buruk. Aku kembali ke ruang makan. Mencari sosoknya. Begitu pula di kamarnya. Tidak ada. Aku pergi ke timnya.
“Siapa ketua kelompoknya?” tanyaku
“Aku. Memangnya ada apa sonsaengnim?” tanya namja itu
“YA! Apa kau sudah mengecek kelengkapan anggotamu sebelum sampai di penginapan?”
“Aku….”
BRUK! Aku menggebrak mejanya
“YA! Kau ketuanya! Bagaimana bisa kau berjalan tanpa seorang anggotamu hah!”
Dia mulai menghitungnya. Menyadari satu orang yang kurang
“Sonsaengnim..”
“Jika dia tidak ditemukan malam ini, kau harus bertanggung jawab. Camkan itu!”
Aku mengambil mantelku dan pergi keluar.
“Cho sonsaengnim. Hari sudah malam. Mungkin dia ada di penginapan. Berbahaya,” ujar dosen yang lain
“Justru karena berbahaya, bagaimana bisa aku membiarkan mahasiswiku berada di sana?”
Aku berlari memasuki hutan. Kembali ke posku. Terakhir dia masih ada di sana

~Seohyun POV~
Kudengar langkah kaki mendekat. Aku memutar panahnya ke kiri
“Kenapa kau..”
“Dia harus tahu, kemana yeojanya pergi,” ujarku pada luna
“Haish..aku tidak mengerti dengan sajangnim. Kenapa dia meminta kita melakukan hal ini.”
Aku tersenyum kecil
“Kaja. Kita pergi sebelum ada yang melihat.”

~Kyuhyun POV~
Aku sampai di posku. Tidak ada orang
“CHOI SOOYOUNG!!!”
Tidak ada jawaban. Aku mulai berjalan ke rutenya. Tiba-tiba pemandangan aneh ada di depan mataku. Panahnya. Kenapa ke kiri? Bukankah seharusnya ke kanan? Seketika aku menyadari satu hal. Seseorang mengerjainya. Aku berlari ke arah kiri. Ya Tuhan.. tolong jaga dia

~Sooyoung POV~
Aku meniup tanganku. Udara sangat dingin. Kakiku terasa kaku. Wajahku memucat. Aku menempelkan tanganku di pipi. Kenapa penginapan tidak terlihat? Kurasakan kakiku menyandung sesuatu
“KYAAAAA!!!”
BRUK! Aku terjatuh. Kakiku terasa sangat sakit. Aku melihat sepatuku. Sepatuku robek dan menggores kakiku. Harabeoji…aku takut.. Tubuhku menggigil. Pandanganku memudar. Hingga semuanya gelap

~Kyuhyun POV~
“CHOI SOOYOUNG!!!”
Tidak ada jawaban. Aku menengok ke sekitar. Dimana dia? Haish..bagaimana bisa dia terpisah dengan kelompoknya, dan siapa pula orang bodoh yang mengubah panahnya? Aku berlari memasuki rute itu. Berharap menemukan sosoknya. TIba-tiba kulihat siluet dirinya bersandar ke pohon. Aku berlari ke arah sana.
“Yaa! Choi Sooyoung!”
Aku memegang wajahnya. Omona. Bagaimana bisa wajahnya sedingin ini. Tangannya sedingin es. Sepatunya robek. Wajahnya mucat. Dia pingsan. Aku cepat-cepat menggendongnya dan berlari ke penginapan. Demi apapun terkutuklah orang yang mengubah panah itu

——————————————–

~Yuri POV~
“Haish…apa dia sudah gila menerobos hutan?” ujar seorang dosen di sebelahku. Aku menggigit bibir bawahku dengan cemas. Kami sudah mencarinya ke penjuru penginapan. Tapi dia tidak ditemukan. Tiba-tiba kulihat kyuhyun sonsaengnim datang menggendongnya
“Omona!!”
“Dia pingsan. Dan seseorang mengubah arah panahnya.”
“MWO?”
“Cepat panggilkan dokter dan bawakan air panas.”
“A…algesseumnida!”

~Kyuhyun POV~
Aku mengompresnya dengan air hangat. Mengusap tangannya. Dasar bodoh. Sekarang dia hipotermia. Apa yeoja ini tidak bisa berhenti membuatku khawatir?
“Dia hipotermia. Tapi bisa ditangani. Pastikan dia tidak mengikuti aktivitas di musim dingin terlebih dahulu.”
“Algesseumnida. Gamsamida”
“Ne.”
Kulihat ada panggilan masuk di cellphonenya. Dari harabeojinya. Aku mengangkatnya
“Yeoboseyo harabeoji. Ini aku, kyuhyun” ujarku
“Ah…kyuhyun ah.. annyeonghaseyo. Bagaimana kabar sooyoung?”
Aku berpikir sebentar. Kalau kuberitahu, harabeojinya pasti kaget. Sebaiknya jangan. “Ah..soal itu harabeoji tenang saja. Dia baik-baik saja. Dan sedang bersenang-senang dengan teman-temannya. Oleh karena itu, aku yang memegang cellphonenya.”
“Syukurlah kalau begitu. Karena entah kenapa aku merasa khawatir padanya. Tolong jaga dia, kyu ah.”
Kontak batin itu memang ada. Aku memegang tangannya
“Ne, harabeoji. Tanpa diminta pun, aku akan menjaganya.”

~Yuri POV~
Aku dan timku mulai terdiam mendengar ceramahan para dosen. Kami memang salah karena egois, terlalu lapar dan tidak sadar ada yang tertinggal. Syukurlah dia ditemukan. Setelah selesai dikuliahi, kami semua terdiam di ruang tengah.
“Tapi aku iri pada sooyoung. Bahkan cho sonsaengnim menggendongnya dan mengkhawatirkannya,”
“Jangan-jangan cho sonsaeng menyukainya?”
“Haish, mana mungkin.”
“Mungkin saja. usia mereka berbeda 3 tahun. Lagipula choi sooyoung adalah tipe yang akan disukai semua namja. Bukankah begitu yuri ah?”
Andai kalian tahu itu tunangannya
“Sudahlah jangan bahas yang bukan-bukan.”
Aku kembali ke kamarku. Kulihat beberapa orang mahasiswi ada di sana”Yaa! Apa yang kalian lakukan disini!”
“Cho sonsaeng ada di dalam sana.”
“Lalu kenapa hah!”
Mereka semua terdiam. Memandangku dengan aneh. Baiklah sekarang pikirkan alasan yang logis
“Choi Sooyoung…adalah mahasiswinya. Sebagai dosen, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaganya bukan? Apalagi dia sakit saat acara sekolah. Bukankah wajar kalau cho sonsaengnim menjaganya?”
Mereka semua terdiam dan berpikir. Baiklah. Anggap alasan itu logis.

————————————————

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Tanganku masih terasa nyeri karena udara dingin kemarin. Tunggu dulu. Aku dimana? Aku menengok ke sekitar. Ini penginapan. Aku berniat berdiri. Kulihat di sampingku ada seseorang. Kyuhyun. Dia duduk di kursi. Kepalanya besandar ke tempat tidurku. Wajahnya terlihat lelah. Dia memegang tangan kiriku. Aku bisa melihat dua cincin itu di sana. Satu di jari manisku dan satu di jari manisnya. Aku menghela nafas dalam. Perlahan mengusap kepalanya
“Kau mengkhawatirkanku?”
Seketika aku tersenyum kecil
“Gomawo sudah menolongku.”

~Kyuhyun POV~
Kurasakan dia mengusap kepalaku. Aku hanya diam
“Kau mengkhawatirkanku?”
Jelas, aku sangat mengkhawatirkanmu babo. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?
“Gomawo sudah menolongku.”
Seketika aku terdiam. Baiklah. Yeoja ini tahu bagaimana caranya meredam amarahku karena khawatir padanya. Tunggu dulu. Kenapa aku jadi mengkhawatirkannya? Memangnya dia siapa? Dia hanya tunangan pura-puraku. Tidak lebih.
“ehm..” aku pura-pura terbangun. mengusap mataku perlahan. menengok ke arahnya. Kulihat dia menatapku penuh tanya. Mungkin takut aku mendengarnya
“bagaimana keadaanmu?”
“sudah baikan.”
“kemarin harabeojimu menelpon.”
“Lalu kau bilang apa?”
“Aku bilang kau sedang bersenang-senang dengan teman-temanmu. Jadi ponselmu ada padaku. Aku takut penyakitnya kambuh jika kuktakan yang sebenarnya.”
“Gomawo..”
“Dokter melarangmu mengikuti aktivitas. Jadi tunggulah disini. Aku akan membawakan makanan.”
“Arra..gomawoyo.”
“Memang sudah menjadi kewajibanku untuk menjagamu. Kau ini kan tu… ah. Maksudku kau kan mahasiswiku! aku bertanggung jawab atasmu sebagai dosen. Arra?Jadi tunggu disini,” ujarku lalu keluar. Kenapa aku hampir mengatakannya tunanganku? Haish…

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum kecil melihat pintu itu tertutup. Tunangan. Aku tahu dia hampir mengatakan itu. Aku menengok ke arah jendela. Para chinguku sedang bermain di sana. Ambil positifnya… kau tidak perlu naik kereta gantung

—————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku sedang mengambilkan makanan untuknya. Tiba-tiba kudengar seorang dosen bertanya
“Bagaimana? Dia sudah baikan?”
“Ne.”
“Kulihat, kau sangat mengkhawatirkannya.”
“Aku dosennya. Jika terjadi sesuatu padanya, bukankah itu memang tanggung jawabku?”
“Ne. Tapi kurasa perhatianmu berlebihan, cho sonsaeng. Kau harus berhati-hati. Kau bisa menjadi topik gossip para mahasiswa jika kau memperhaikannya terlalu berlebihan. Perhatianmu seperti perhatian seorang namjachingu ke yeojachingunya”
Aku tersenyum kecil
“Terima kasih atas peringatannya.”

———————-TBC———————-

83 thoughts on “Glass Slippers {Part 4}

  1. Akhirnya dipost, lumutan nunggunya thor :)
    Daebak ! makin seru !
    Kyknya kyuppa udh ada rsa sma soo eon :)
    Lanjuut~ cpet dipost thor, semangat !

  2. Penantian tertUndaku akhIr.y terjawaB juga. .

    Andai seo tau kalo syoo it kembran.y. .

    Asyik kyuyoung mulai dEkat. .
    Aku harap kyu gak semenjngkLkAN kimbum d BBf . AmiIn. .

    AuThor yang smangat ne. . D tngGu next part.y :D

  3. Haisssh orang2 mah pada sirik aja kyu perhatian bgt ke soo.. Jelas aja kyu segitu care-nya ke soo, orang soo tunangannya.. Meski ga ada yg tau sih, kecuali yuri. Kekeke~ :-D
    kyu nya so sweet!
    Dia udah mulai suka tuh sama soo, cuman blum sadar aja

  4. Kyaaa seohyun jadi kayak berubah profesi nih jadi biro jodoh hihi tapi setelah mereka saling jatuh cinta,seo mau ngancurin lg deh,kan kyu jadi kelemahan kyu :(
    Lagian kenapa sih soo diincer?

  5. Akhhh, baru sempet baca pdahal udah lama di post. Mian baru comment author…
    Usaha Seohyun buat bikin soo eon suka ma kyuppa bakal berhasil deh menurutku, dan gak cuma soo eon tapi kyuppa juga kayaknya bakalan suka ma Sooyoung eonni.

    Next author….^^9

  6. Mian kudet bgt nih jrg update ff disini bbrp hri..
    Ciee kyu khwatir cieee. Ehem ehem…
    Btw caranya seo keren bgt.. Smg aja rencanany seo yg jahat nggk jadii hehehe

  7. aigoo,,,mianhae thor,,baru bisa komen soalnya kemarin bacanya lewat hp dan gak bisa buat komen,,,,
    kyuyoung makin deket,,,,kyu kayknya dah punya rasa ke soo tpi dianya masih belum sadar dan masih terlalu gengsi buat sadar deh,,,,

  8. Chingu , mau nnya nih maaf sebelumnya kalau OOT (Out Of Topic) Chingu pasti nonton radio star yg guestnya snsd iya kan ? Pasti iya ! Chingu denger ngak kayak ada yg bilang “Saranghae” gitu waktu sooyoung mau pergi setelah seohyun bilang fighting dan itu suara “Namja” kayaknya

  9. Kyaaa Kyuppa seperti ny udah mulai ada rasa ma soo..
    Tapi gengsi jadi malas ngaku..
    Tu Kyuppa hampir blg klo soo tunangan ny..
    Klo seo tau soo tu kembaran ny..
    Apa yg akan di lakukan ny?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s