Breath {Part 7-End}


Breath

Title :Breath

Genre :Romance,Revenge,Suspense

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Changmin
  • Victoria

Other Cast :

  • Im Yoona
  • Tiffany Hwang
  • Yunho
  • Sulli

~Kyuhyun POV~
Kondisinya pulih dengan cepat. Hari ini, ia diperbolehkan pulang ke rumah. Aku memapahnya ke kamar.
“Kau merasa lebih baik?”
Dia mengangguk pelan. Aku melihat ke arah jam dinding. Pukul 8 pagi. Saat aku akan beranjak, dia menahan tanganku
“Kau mau kemana?”
“Aku… harus ke kantor untuk mengurus beberapa hal.”
“Ada meeting?”
“Ani. Tapi–”
“Tinggallah disini sebentar.”

~Sooyoung POV~
‘Apa yang harus kulakukan? Di satu sisi aku mengkhawatirkan kondisinya. Tapi di sisi lain…kurasa aku bisa meminta tolong eomoni menjaganya’
Aku terdiam sejenak. Andwae. Aku tidak ingin dijaga olehnya. Tidak ada pilihan lain
“A…h..”
Aku pura-pura merintih.
“Mana yang sakit? Apa yang sakit? Disini?”
Mianhae kyu ah. Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi di saat seperti ini.
“Ani..gwaenchanha. Kau bisa pergi–”
Dia mengambil cellphonenya
“Sekretaris Kim, tolong kirim semua pekerjaan ke emailku. Akan kuselesaikan di rumah. Gamsahamnida.”
Berhasil.

—————————–

~Kyuhyun POV~
Dia sudah tertidur. Wajahnya sangat tenang dan polos. Setelah menyelesaikan semua pekerjaanku, aku mematikan laptopku. Aku merangkulnya perlahan dan membiarkannya tertidur di lenganku.

~Sooyoung POV~
Aku pura-pura tertidur di rangkulannya. Rasanya benar-benar nyaman. Dia mengusap kepalaku perlahan, seperti menidurkan anak bayi.
“Youngie..katakan. Aku melakukan ini untuk siapa?”
Seketika aku terdiam mendengarnya
“Apa aku salah jika aku bilang….kalau aku mencintainya?”
Aniya. Kau tidak salah. Tapi..kau membuatku bingung sekarang.
Apa aku harus membuktikan kalau aku adalah choi sooyoung yang selama ini kau anggap sudah meninggal atau tidak.
Aku berpikir sejenak.
Apa ini akan menyulitkanmu? Apa kau akan mempercayaiku? Atau malah berbalik membenciku?
Aku tidak tahu.
Tapi kurasa…ada dua seorang yang memaksaku untuk membuktikannya.
Pertama, Victoria
Kedua, eommamu

~Victoria POV~
“Bolos bekerja kemarin?”
“Ne. Yeoja itu benar-benar hebat, bukan?” ujar eomma kyuhyun sambil memotong buah
Aku mengepalkan tanganku. Apa-apaan ini
“Padahal dia adalah seseorang yang gila bekerja. Tapi sekarang? Malah mengutamakan yeoja itu. Seandainya dia memang Choi Sooyoung, cinta pertamanya, aku tidak heran. Tapi dia bukan siapa-siapa. Lihat saja orang tuanya.”
Rupanya..yeoja itu tidak mengindahkan perkataanku.
“Besok..kau ada sidang?”
“Ne,eomoni. Joesonghamnida, aku tidak bisa datang ke sini dan menemanimu.”
“Gwaenchanha.”

~Sooyoung POV~
Lagi-lagi yeoja itu datang kesini. Aku benar-benar terjebak. Tidak bisa keluar kamar apalagi ke luar rumah. Aku duduk di sofa kamarku sambil berpikir. Apa saja yang mungkin mengingatkan kyuhyun padaku? Aku mencoba mengira-ngiranya.
Mati lampu, petir, pengadilan, saksi, prisoner dilemma, dan…tunggu
Aku melihat sebuah iklan di televisi yang mengingatkanku pada sesuatu. Itu bisa menjadi alternatifnya. Sendok nasi. kacang kalengan. soy sauce.
Tapi..bagaimana cara memancingnya untuk memakan itu? Aku tidak bisa keluar rumah dan membeli bahan-bahannya. Seketika aku mendapatkan ide begitu melihat obat tetes mata itu. Mungkin cara ini bisa berhasil

~Kyuhyun POV~
“Selamat datang.”
Aku menghela nafas begitu melihat vict berdiri di sana. Tanpa berkata apapun, aku menaiki tangga, menuju ke kamarku. Sesampainya di sana, kulihat dia berdiri di balkon. Aku menghampirinya
“Hei, tidak baik berada disini. Anginnya–”
Dia hanya diam. Setetes air mata jatuh dari matanya. Dia cepat-cepat menghapusnya. Aku membuatnya menatapku. Aku mensejajarkan tinggiku dengannya dan menghapus air matanya
“Wae uleo?”
Dia hanya diam
“Siapa yang membuatmu menangis?”
Dia menggeleng pelan
“Kau tidak boleh menyembunyikan sesuatu dariku.”
“Aku kesal dengan diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa dekat dengan eommamu? Kenapa yeoja itu terus-terusan datang kesini? Apa eommamu tidak pernah memikirkan perasaanku?”
Aku memeluknya dan mengusap kepalanya perlahan. Jadi karena itu..
“Aku kesal. Padahal aku menantu di rumah ini. Tapi dia memperlakukanku seolah-olah aku orang asing. Aku tahu kalau aku tidak pantas disandingkan denganmu. Tapi–”
“Ssst…”
Aku menaruh telunjukku di bibirnya. Aku tidak ingin dia berkata seperti itu
Kruyukk…
Kudengar perutnya berbunyi
“Kau..belum makan dari siang?”
Dia mengangguk
“Kalau begitu kaja. Kita turun ke bawah.”
DIa menahan tanganku
“Aku tidak mau berada di meja yang sama dengan yeoja itu.”
“Tapi–”
“Kita makan di luar saja, ya.”
Aku mengangguk pelan
“Kaja.”

~Sooyoung POV~
Aku berhasil membuatnya keluar rumah. Sekalipun aku tahu, resikonya akan kutanggung besok. Dia memakaikanku sabuk pengaman
“Jadi kau mau makan dimana?”
“Kita ke Lotte.”
“Ne?”
Aku keluar dari kamarku. Aku menuruni anak tangga dan pergi ke dapur, mengambil pembuka kaleng, nasi,sendok nasi, dan sendok biasa. Aku tidak memedulikan yeoja itu dan eomoni yang menatapku dengan sinis.
“Kaja,” ujarku sambil menarik kyuhyun

~Victoria POV~
“Dasar dua anak itu. Benar-benar keterlaluan! Bagaimana bisa dia meninggalkan kita disini berdua dan tidak memakan makanan ini?!”
Sejujurnya aku juga kesal. Tapi aku tidak boleh menunjukkannya di depan eomoni
“Kurasa…mereka tidak menyukai kehadiranku.”
“Vict, kau kan juga bagian dari keluarga ini. Apa mereka tidak punya rasa kemanusiaan hah? Seharusnya kau lah yang tidak menyukai kehadirannya!”
“Aku pulang.”
Kulihat appanya masuk ke dalam dan menatapku dengan dingin
“Annyeonghaseyo, abeonim.”
“Mana kyuhyun dan sooyoung?”
“Mereka pergi keluar dan tidak mau memakan masakan kami! Benar-benar keterlaluan.”
Abeonim hanya duduk dan memakan makanannya, tanpa menanggapi perkataan eomoni
“Yeobo! Kau harus tegas menindakinya.”
“Tegas bagaimana?”
“Nasehati dia. Tidak sepatutnya dia memperlakukan victoria seperti ini!”
Suasananya menjadi tidak enak. Setelah menghabiskan makananku, aku langsung pamit. Entah apa yang mereka bicarakan. Yang jelas aku tahu kalau eomoni membelaku

~Kyuhyun appa POV~
Setelah yeoja itu pulang, aku menaruh sumpitku dan menarik nafas dalam. Ini tidak bisa dibiarkan
“Kau harus menegur mereka untuk bersikap lebih sopan pada victoria.”
“Memangnya victoria siapa?” tanyaku dengan tenang
“SIAPA?!Kau tidak sadar hah? Dia hampir menjadi menantu keluarga ini kalau–”
“Itu kan atas dasar paksaanmu. Dia bukan yeoja pilihan putra kita.”
“Haish..jinjja.Aku tak percaya ini. Bahkan kau juga dihasut mereka.”
“Aku bukan dihasut siapapun. Tapi tidakkah kau lihat kenyataannya? Menantu kita itu Sooyoung bukan Victoria.”
“Tapi aku tidak ingin Victoria diperlakukan seperti itu!”
“Kalau begitu, jangan bawa dia ke rumah ini lagi!”
“MWO?”
“Coba kau pikir. Seandainya kau adalah sooyoung, apa kau akan menerimanya?”
“Ne. Karena aku masih punya rasa malu dan tahu kalau dia adalah tunangan kyuhyun!”
“YEOBO”
“Sejak yeoja itu datang, rumah ini menjadi panas. Kau tidak mau mendengarku! Yeoja itu tidak pernah mau membantuku di dapur! Dia mengurung diri seharian di kamar!”
“Yeobo. Dia sedang hamil.”
“Aku juga pernah hamil! Aku tahu bagaimana–”
“Dan kondisinya berbeda denganmu.”
“Maksudmu?”
“Bayangkan. Dia akan menjadi seorang eomma di usia 22 tahun, usia yang tergolong sangat muda. Dan kandungannya cukup lemah. Kau dengar perkataan euisa kemarin kan?”
Dia hanya diam dan mendecak kesal
“Wajar kalau dia berada di kamarnya. Lagipula dia baru keluar dari rumah sakit.”
“Nah kan! Justru, bagaimana bisa seseorang yang baru keluar dari rumah sakit pergi ke luar rumah untuk makan?”
“Itu karena kau mengintimidasinya.”
“Kenapa kau terus-terusan membelanya?”
“Karena dia benar.”
“Jadi aku yang salah?”
“Ne.”
“Mwoya?! Seumur pernikahan kita, kau tidak pernah berkata kalau aku salah. Yang salah adalah dua anak itu! Mengapa mereka sulit sekali diatur!”
“Kita tidak bisa menyalahkan mereka yang sulit diatur. Mereka sudah dewasa. Mereka bukan anak kecil yang harus kita atur.”
“Terserah. Yang jelas aku tetap pada pendirianku. Yeoja itu membuat keluarga ini bersitegang.”
“Ani. Kau dan vict lah yang membuatnya.”
“Terserah!”

~Kyuhyun POV~
Kami berada di mobil sekarang. Aku menatapnya dengan bingung saat dia mengeluarkan satu kaleng kacang dari kantong plastik itu. Dia membukanya dan menuangkannya ke nasiku dan nasinya. Kemudian, dia menuangkan soy sauce nya.
“Ini,” Dia memberiku sendok nasi berwarna putih. Seketika aku terdiam. Ini….bahkan sangat mirip dengan makanan yang kumakan bersama sooyoung
“Mianhae, tadi aku buru-buru. Jadi aku salah mengambil sendoknya.”
Aku tersenyum tipis dan memakannya. Bahkan rasanya sama. Merk kacang dan soy sauce nya sama. Aku menatapnya. Caranya makan..persis seperti sooyoung

~Sooyoung POV~
“Bagaimana..kau bisa membuat makanan ini?”
Ini saatnya untuk menceritakan semuanya..
“Molla. Tapi entah kenapa..rasanya aku pernah memakannya.”
“N…ne?”
“Tiga tahun lalu, aku mengalami amnesia.”
“Amnesia?”
“Appa angkatku menemukanku tergeletak di dekat jurang. Dia bilang, saat itu kepalaku berdarah dan aku pingsan. Aku tidak sadarkan diri sampai dua hari. Appa menjual kalung yang terpasang di leherku untuk membayar tabib. Akhirnya..saat sadar, aku tidak mengingat identitas dan keluargaku. Yang kuingat justru beberapa bahasa asing dan cita-citaku.”
Dia hanya diam dan berpikir “Tiga tahun lalu….”
“Terkadang, beberapa bayangan muncul di kepalaku. Seperti bayangan tentang pengadilan, sekolah, dan sebuah kecelakaan mobil. Tapi aku belum mengingatnya dengan jelas.”
“Apa…kau ingat. Bagaimana kau bisa berada di dekat jurang itu?”
Aku menggeleng pelan. Aku harus memastikan dimana dia sekarang, barulah aku bisa mengakuinya. Kalau tidak…akan terlalu riskan
“Tunggu dulu. Bagaimana bisa…orang tua angkatmu memeberi nama ‘Choi Sooyoung’ padamu?”
“Me–”
‘Bwara Mr.Simple Simple’
Cellphonenya berbunyi. Pembicaraan kami terputus
“Ah..ne.”
“Algesseumnida.”
Dia mematikan cellphonenya
“Aku akan mengantarmu pulang. Setelah itu, aku harus pergi ke kantor.”
“Ah..ne.”

————————–

~Victoria POV~
“Tidak biasanya kau gagal memebela client,” ujar changmin
Aku menengadah ke arahnya yang berdiri di depanku
“Aku sendiri tidak tahu.”
“Kau terlalu sibuk menghabiskan waktumu secara percuma.”
“Ne?”
“Hentikan vict. Carilah kebahagiaan baru.”
Aku berdiri dari kursiku
“Jika hanya itu yang ingin kau katakan, sebaiknya kau diam.”

~Sooyoung POV~
Aku hanya bisa mengikuti eommanya di dapur hari ini. Dia tidak memperbolehkanku membantunya. Dia menatap sejenak ke arahku dan menghela nafas
“Sudahlah. Kau tidur saja.”
“Ani. Aku akan membantu eomoni.”
“Yaa. sejak kapan kau bisa memanggilku seperti itu?”
aku hanya tersenyum tipis
“Apa yang eomoni sukai dari victoria?”
Dia menaruh sarung tangan karetnya dan menatapku
“Menurutmu, apa yang kurang darimu yang dimiliki victoria?”
“Ne?”
“Pertama, dia berasal dari keluarga yang baik-baik. Kedua, dia selalu berlaku sopan. Ketiga, dia setia menemani kyuhyun. Dan kekuranganmu adalah karena kau tidak memiliki ketiganya.”
“Mianhamnida. Tetapi aku tidak pernah merasa melakukan hal yang tidak sopan.”
Dia menatapku dengan kesal
“Sekarang. Kau sudah berlaku tidak sopan. Dengar baik-baik. Aku tidak akan pernah mengizinkan kyuhyun menikah denganmu jika–”
“Aku mengerti. Tetapi tidak bisakah eomoni sedikit menghargaiku sebagai menantu di rumah ini?”
“Mwoya..”
“Mianhamnida eomoni. Tetapi–”
“Annyeonghaseyo.”
Aku menoleh ke sumber suara itu. Victoria. Haish..kenapa yeoja itu datang
“Omo..vict. Bukankah kau ada sidang?”
“Sudah selesai. Lebih cepat dari yang kubayangkan.”
Dia menoleh ke arahku
“Tapi kurasa…sepertinya ada yang tidak senang dengan kehadiranku,” ujar vict
“Aniya..kau kan bagian dari keluarga ini,” ujar eomoni
Aku menarik nafas dalam “Hentikan.”
“Ne? Apa kau bilang?”
“Aku harus bicara denganmu.”
Aku menarik tangan vict ke kamar dan menguncinya. Eomoni menggedor dari luar
“Yaa!”
Vict menatapku dengan dingin. Dia melipat tangannya
“Apa yang mau kau bicarakan?”
“Tidak bisakah kau berhenti menjadi yeoja seperti ini?”
“Ne?”
“Kurasa kau yeoja yang pintar. Tidak sepatutnya perilakumu seperti ini.”
“Apa maksudmu?”
“Maksudku? Bagaimana pendapatmu tentang seorang wanita yang masih mencoba untuk merebut namja milik orang lain?”
“Bukankah sepatutnya pertanyaan itu kuutarakan padamu?”
“mwo?”
“Kau harus ingat. Kenapa kyuhyun menikah denganmu.”
Aku menatapnya dengan tajam. Dia tersenyum sinis
“Aku yang datang dulu. Aku adalah tunangannya. Sampai akhirnya kau menghancurkan semuanya. Kau yang merebutnya dariku.”
“Bagaimana jika akulah yang datang terlebih dahulu?”
“Mwo?”
“Victoria. Kau lah yang merebutnya selagi semua orang merasa kalau aku sudah meninggal.”
“Apa yang kau bicarakan?”

~Kyuhyun POV~
“Yaa! Kalian berdua cepat buka pintunya!”
Kulihat eomma menggedor pintu kamarnya
“Ada apa eomma?”
“Victoria dan istrimu di dalam. Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi mereka mengunci pintunya.”
“Ne?”
~Victoria POV~
“Aku Choi Sooyoung. Yeoja yang kalian anggap sudah meninggal. Dimana saat itu kau memanfaatkan kesempatan untuk merebutnya dariku.”
Aku mundur dua langkah
“Geojitmal.”
“Aku tidak berbohong victoria. Dan aku pantas untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku. Kau mengerti maksudku kan?”
“Dia sudah meninggal. Bahkan para saksi mengakuinya.”
“Aku tidak tahu mengapa mereka bisa mengakui hal itu. Tapi yang jelas. Kau mengerti apa resikonya jika pada akhirnya aku bisa membuktikan bahwa aku memang choi sooyoung yang sama. Yang dulu dan sekarang. Kau mengerti maksudku kan?”
PLAK!
Aku menamparnya. Seketika pintunya didobrak
“VICTORIA!”
Kyuhyun langsung menghampirinya
“Gwaenchanha?”
Dia hanya diam. Setelah itu, kyuhyun menatapku dengan tajam
“Kuperingatkan padamu untuk yang terakhir kalinya. Jika kau berani menyentuhnya, kau akan berurusan denganku. Dan jangan pernah menginjakkan kakimu disini lagi!”
Mereka berdua meninggalkanku. Sedangkan aku hanya bisa berdiri mematung dan melihat tanganku. Ani…tidak mungkin…

~Sooyoung POV~
“Bagaimana dia bisa menamparmu?” ujarnya sambil mengompres pipiku. Yeoja itu menampar pipiku dengan keras sampai meninggalkan bekas merah.
“Aku hanya meminta pengertiannya untuk menghargaiku sebagai menantu di rumah ini.”
“Dasar yeoja gila. Tidak bisakah dia melihat kondisimu? Jika terjadi sesuatu padamu atau anak kita, aku akan menuntutnya.”
“Bagaimana bisa pengacara publik dituntut.”
“Kenapa tidak? Mereka juga manusia.”
Aku tersenyum tipis. Aku pasti bisa membuktikannya

————————

~Victoria POV~
Aku duduk di depan appa changmin sekarang. Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya
“Kenapa..pengacara Song menemuiku?” tanyanya
“Changmin appa. Ada yang ingin kutanyakan padamu.”
“Ne?”
“apa kau benar-benar membunuh choi sooyoung?”
Dia hanya diam
“Karena tiba-tiba seorang yeoja yang sangat mirip dengannya muncul dan berkata bahwa dia adalah choi sooyoung.”
“Jadi….dia..masih hidup? Dia tidak meninggal?”
“Jadi…kau tidak melihatnya benar-benar mati?”
Bibirnya bergetar. Setitik air mata jatuh dari pelupuk matanya.
“Ajjeosi–”
“Jika dia masih hidup..apa itu berarti…aku akan dikeluarkan dari penjara?”
Aku berdiri dari tempatku
“Seharusnya, sejak awal kau mengatakannya. Bahwa kau tidak benar-benar melihatnya mati di depanmu! Kau benar-bena rmembuatku hampir gila changmin abeonim!”
“Victoria–”
Aku berdiri dari kursi itu
“Lupakan saja.”
Aku berjalan ke luar ruangan. Seketika aku menghentikan langkahku dan terduduk lemas di kursi. Eottokhe..Jika dia benar-benar choi sooyoung, cinta pertamanya…maka inilah akhirnya. Eomoni tidak akan memperhitungkanku lagi. Kyuhyun pun tidak akan berpaling karena dia..menemukan permatanya yang hilang. Aku berpikir keras. ani. Aku tidak bisa membiarkan dia berhasil membuktikannya. Aku sudah berjalan sejauh ini. Aku tidak bisa membiarkannya menang. Seketika aku mendapatkan sebuah ide. Ada satu orang..yang bisa membantuku

~Yunho POV~
Aku duduk di depannya sekarang. Aku hanya menyungging senyuman sinis.
“Sebuah kehormatan bagiku..saat seorang pengacara mau menemuiku.”
Dia hanya diam
“ah ya… kudengar, kau bertunangan dengan cho kyuhyun? Salah satu namja terkaya di Seoul.”
“Hentikan omong kosongmu.”
Aku menatapnya
“Jadi apa masalahmu?”
“Aku hanya ingin tahu bagaimana pendapatmu. Jika seandainya temanmu menipumu dan ternyata choi sooyoung masih hidup. Apa yang akan kau rasakan?”
“Apa maksudmu?”
“Dia masih hidup.”
Aku tercengang mendengarnya
“Geuronika eobso.”
“Ani. Ini realita. Kau membusuk disini sedangkan dia masih hidup.”
Aku berpikir keras
“Kita berada di pihak yang sama, kau tahu.”
“Ne?”
“Kita sama-sama membencinya. Dia merampas nyawa putrimu dan dia merampas namja yang kucintai. Tidakkah menurutmu ini tidak adil?”
Aku menatapnya
“Jika kau bisa membuatku keluar dari penjara ini, aku akan membantumu menyingkirkannya.”
“Caranya?”

—————————-

~Victoria POV~
Aku mengecek berkas-berkasnya. Bagaimana pun caranya, aku harus bisa menemukan fakta itu. Kasus ini memang cukup aneh. Aku membuka kitab hukum itu. Berarti, aku harus bisa membuktikan bahwa changmin appa adalah pelaku utamanya. Aku mengusap wajahku. Berpikir vict…berpikir. Bagaimana cara membuktikannya? Aku melihat data rekam mediknya. Tunggu dulu…kurasa hanya ada satu cara. Aku harus mendapatkan datanya dari rumah sakit tempat ia menerima donor itu. Hanya itu caranya

~Changmin POV~
“Sooyoung…masih hidup?”
Appa mengangguk.
“Yang kudengar, Pengacara Song kembali mengajukan kasus ini ke pengadilan. Kuharap..aku bisa dibebaskan seandainya itu memang benar.”
Aku tersenyum tipis. Semoga saja artinya victoria menyadari kenyataan..kalau dia memang harus merelakannya

~Sooyoung POV~
“Dipotong seperti ini?”
“Ne.”
“Kurasa eomoni akan senang memakannya. Dari wanginya saja aku sudah tahu kalau makanan ini enak.”
“Kau berlebihan.”
“Hei, ini serius.”
Setelah memasaknya, aku menyajikannya di piring. Kudengar pintunya berbunyi
“Pasti eomoni. Sebentar, aku akan membukakan pintunya.”
Dia masuk ke dalam dan duduk di kursi. Aku menaruh ttokboki di atas meja
“Sooyoung memasak ttokboki. Eomma pasti menyukainya,” ujar kyuhyun
“Aigoo..kyu ah. Bagaimana bisa aku memakan ttokboki setelah selesai jogging?”
“Setidaknya..kurasa eomma bisa mencicipinya.”
Dia mengambil sendok dan memakannya
“Bagaimana?” tanya kyuhyun
“Masakan vict lebih enak. Ini terlalu pedas.”
“Eomma–”
Aku menahan kyuhyun agar tidak melanjutkan perkataannya. Aku tidak mau berdebat lebih panjang.

——————————

~Kyuhyun POV~
“Lihat. Ini matanya.”
Aku tersenyum melihat USG itu. Bahkan aku sudah tidak sabar menanti kehadirannya
“Pastikan Nyonya Cho beristirahat dan tidak stress. Karena kesehatannya kurang baik.”
“Ne.”
“Sepertinya dia pernah mengalami operasi tulang belakang saat masih kecil.”
Seketika aku terdiam mendengarnya.
“Saya akan memberikan beberapa resep. Pastikan dia meminumnya.”
“Algesseumnida.”

———————————–

~Kyuhyun eomma POV~
“Kau tidak bisa datang lagi untuk makan malam?”
“Mianhae eomoni. Tapi aku harus mencari bukti kasus ini.”
“Aigoo..vict jangan terlalu memforsir dirimu untuk bekerja. kau harus makan.”
“Ne, eomma.”
Aku mematikan teleponnya. Saat aku keluar dari kamarku, kulihat dia sedang menyiapkan makan malam. Sejujurnya aku merasa sedikit simpati dengan anak itu. Aku jadi teringat pada diriku sendiri saat mengandung kyuhyun. Dia pasti lelah, memasak sendirian tanpa dihargai mertuanya. Aku menarik nafas dalam. Biar bagaimanapun aku masih memiliki jiwa kemanusiaan. Aku berjalan ke arahnya dan membantunya menata piring
“Gamsahamnida eomoni,” ujarnya
“Kau itu bodoh atau apa hah? Apa kau tidak sadar? Kehamilanmu memasuki usia 5 bulan. Tidak seharusnya kau melakukan hal seperti ini.”
“Gwaenchanha.”
Aku menatapnya
“Kurasa appamu mendidikmu dengan keras.”
Dia hanya tersenyum. Setelah semuanya selesai, kulihat dia memegang punggungnya
“Punggungmu sakit?”
“Ani.”
“Kau tidak bisa membohongiku. Aku juga pernah merasakan hal yang sama.”
Aku duduk di ruang makan. Dia mengambil dua mangkok nasi dan memberikan satu padaku
“Hari ini Kyuhyun pulang telat. Dia makan di luar. Sedangkan abeoji berada di luar kota. Kurasa ini sudah jam makan malam.”
“Kau…memasak untukku?”
Dia mengangguk
“Sebentar lagi musim dingin. maka aku memasak samgyetang untuk eomoni.”
Aku cukup tersentuh mendengarnya. Ternyata dia cukup baik. Aku mengambil sendokku. Kulihat dia masih berdiri
“Kenapa kau tidak duduk?”
“Ne?”
“Aku tidak suka makan sendirian.”

~Kyuhyun POV~
Aku memegang gagang pintu itu. Tanganku bergerak perlahan untuk membukanya. Saat aku masuk ke dalam, kulihat dia sudah tertidur. Aku berjalan perlahan ke arahnya. Aku merapikan rambut yang menutupi wajahnya. Seandainya dia memang benar-benar choi sooyoung yang selama ini hilang…apa yang harus kulakukan?
Flashback
“Mianhae aku akan pulang telat karena ada meeting. Jangan menungguku, arrachi?”
“Ne. Hari ini aku pasti bisa membuat eomoni memakan masakanku”
“Ne. Tapi jangan terlalu memforsir tenagamu.”
“Siap, komandan.”
“Aku akan mematikan teleponnya. Annyeong.”
“Ne.”
Aku mematikan teleponnya. Tiba-tiba kudengar suara ribut-ribut di luar. Saat aku membuka pintu, kulihat vict bertengkar dengan sekretarisku
“Nona, anda tidak bisa masuk.”
“Aku membawa kabar penting!”
“Tapi–“
“Kyu!”
Aku menghela nafas
“Jangan biarkan dia masuk,” ujarku
“Tapi aku punya kabar penting untukmu!”
Aku membuka pintu ruanganku. Tiba-tiba kudengar dia berteriak
“Choi Sooyoung masih hidup!”
Aku berbalik menghadapnya
“Ne?”
“Choi Sooyoungmu. Yang selama ini kita anggap sudah meninggal.Biarkan aku masuk dan aku akan menjelaskan semuanya.”
Aku membiarkannya masuk ke ruanganku. Dia memberi satu amplop coklat. Saat aku membukanya, kulihat banyak rekam medis di sana beserta surat panggilan dari pengadilan
“Kami membutuhkan Cho Sooyoung, istrimu untuk menjalani penyelidikan”
Flashback End

“Hmph..”
Dia mengerjapkan matanya perlahan
“Kau baru pulang?” tanyanya
“Mian. Aku membangunkanmu.”
“Kau harus bertanggung jawab.”
“Ne?”
Dia menahan tanganku
“Aku ingin menonton film.”
“Tapi ini sudah malam. Aku takut kau kelelahan.”
“Aku tidak selemah itu.”
Dia berdiri dari tempat tidur dan menyalakan DVD. Aku hanya bisa menggeleng di sebelahnya
“Eomoni memakan masakanku.”
“Jinjja?”
Dia mengangguk
“Bahkan dia makan bersamaku.”
“Kemajuan yang baik.”
“Ne. Ini semua karena yeoja itu tidak datang lagi. Kurasa dia benar-benar takut pada ancamanmu.”
Aku hanya diam. Aku justru takut dia memiliki rencana lain yang tidak kuketahui
“Rencana?” ujarnya tiba-tiba
Seketika aku menatapnya
“Ne?”
“maksudku..bagaimana menurutmu.. kalau kita menonton film yang berjudul “gyehoig” (“rencana”) saja?”
“Ah..ne.”
Seandainya dia benar-benar choi sooyoung, pasti kalimat itu berarti dia sedang membaca pikiranku. Tapi…

Flashback
“Kemungkinan besar dia mengalami benturan di kepalanya”
“Ne?”
“Dan mungkin…dia amnesia. Tapi penyidik belum bisa menyimpulkan. Oleh karena itu kami butuh bantuannya untuk mengadakan peninjauan kembali.”
Flashback End

Aku tidak bisa berkonsentrasi selama menonton film itu. pikiranku kacau. Saat aku menoleh kusamping, kudapati dia kembali tertidur. Aku menggendongnya ke tempat tidur. Perlahan, aku mengusap perutnya. Aegi, apa yang harus appa lakukan? Jika dia memang choi sooyoung yang hilang…apa aku harus memintanya melakukan penyidikan itu? Jika bukan..apa ini akan menjadi beban baginya? Saat aku akan menyelimutinya, kulihat ada sebuah bekas di perutnya. Selama ini, au mengiranya stretchmark. Tapi ternyata bukan. Seperti..luka tusuk. Bahkan posisinya sama seperti waktu itu. Seketika aku terdiam. Apa aku boleh menganggapnya sebagai jawaban kecil..atas pertanyaanku? Tapi terlepas dari benar atau tidaknya…aku tidak ingin dia melakukannya. Karena ini hanya akan membahayakannya jika Jung Yunho dikeluarkan dari penjara

————————-

~Sooyoung POV~
Sinar matahari menembus jendela kamarku. Aku mengerjapkan mataku perlahan. kulihat dia tidak ada di kamar. Aku ketiduran semalam. Dari tempat tidurku, aku bisa melihat sebuah amplop coklat tergeletak di atas meja. Aku mendekat ke arah amplop itu dan membukanya. Isinya adalah surat panggilan untuk melakukan penyidikan dan rekam medisku. Sret. Tiba-tiba kyuhyun menyambar kertas itu
“Kenapa kau membukanya?” tanyanya
“Surat itu ditujukan untukku.”
“Lupakan,” ujarnya
“Waeyo?”
“Karena ini tidak penting.”
Dia menaruhnya di dalam laci
“Tapi itu panggilan dari pengadilan.”
Dia memegang tanganku dan menatap mataku
“Dengarkan aku baik-baik. Jangan datang.”
tatapan matanya mengisyratkan ketakutan
“Waeyo? karena kau takut mereka salah atau mereka benar?”
“Ne?”
“Jika kau takut mereka salah. Artinya selama ini, yang kau cintai  dan kau lihat dalam diriku adalah choi sooyoungmu yang hilang. Dan kau takut bahwa akhirnya mereka menyadarkanmu kalau aku bukan dia. Sedangkan jika kau takut mereka benar, artinya kau sudah melupakan choi sooyoung yang dulu dan kau takut kalau dia kembali ke ingatanmu.”
Dia hanya diam
“Apa yang kau takutkan kyu?”
“Aku tidak takut. Sama sekali tidak.”
“lalu kenapa aku tidak boleh memenuhi panggilan itu?”
Dia tidak menjawab. Dia malah memalingkan wajahnya. Dia selalu melakukannya saat bingung, apa yang harus dia katakan
“bagiku, ini sangat penting. Kau tahu, aku mengalami amnesia karena sebuah kecelakaan beberapa tahun lalu. Jika aku memang orang yang selama ini kau cari, bukankah itu kabar yang baik?”
Dia menatapku. Matanya berkaca-kaca. Mata yang paling kusukai. Tanpa kacamata
“Aku butuh untuk tahu identitasku yang sebenarnya kyu ah.”

——————————-

~Victoria POV~
“Jadi hari ini mereka melakukan tes DNA?”
Aku mengangguk. Yunho tersenyum mendengarnya
“Jika terbukti dia masih hidup, kira-kira kapan aku akan keluar dari penjara?”
“Mengingat kelakuanmu baik disini, kurasa 2 bulan lagi.”
“Aku benar-benar tidak sabar dengan permainannya.”

~Sooyoung POV~
“Ini hasilnya.”
Aku mengambil amplop itu dan berniat membukanya. Kurasakan kyuhyun menahan tanganku
“Kau yakin?”
Aku mengangguk pelan dan membukanya perlahan. Aku membalik halaman terakhir. Di sudut kanan bawah, kulihat hasilnya mutlak. Aku menatap kyuhyun. Dia hanya diam. Tidak memberi reaksi apapun. Berbeda dengan yang selama ini kupikirkan. Pikirannya bahkan kosong. Entah apa yang harus kukatakan untuk menerejemahkan ekspresinya saat ini. Kecewa?
“Kau tahu apa artinya ini?” tanyaku
Dia hanya diam. Dia mengambil surat itu dan merobeknya
“Kyu–”
“Anggap saja kita berdua tidak pernah melihatnya. Kau adalah Cho Sooyoung, istriku. Selamanya akan seperti itu. Tidak peduli apa identitasmu yang sebenarnya.”
Aku menatapnya tak percaya
“Bukankah selama ini kau mencariku? Kau menungguku dan sengsara seperti orang bodoh? Sampai orang tuamu menjodohkanmu dengan victoria agar berpaling dari bayang-bayang itu?”
“Kau tidak mengerti.”
“Ne. Aku memang tidak mengerti denganmu. Kau menderita selama beberapa tahun dan saat aku kembali, sekarang di depanmu. Kau malah berkata untuk melupakannya?”
“Apa kau tidak tahu resiko dari kertas ini? Jung Yunho akan dibebaskan.”
“Begitu pula appa changmin.”
“Kau–”
Aku memegang tangannya
“Oppa. Selama ini aku mencari cara untuk membuktikan kalau aku adalah Choi Sooyoung yang sama. Sekarang, saat aku berhasil menemukan caranya–”
Dia melepaskan tanganku perlahan.
“Aku butuh waktu untuk sendiri.”
Dia melangkah menjauh. Sedangkan aku hanya bisa menatapnya dengan bingung. Mwoya.. apa maksudnya? Apa dia lebih menyukai choi sooyoung yang baru? Atau apa? Aku mengusap wajahku. Kyuhyun. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau inginkan

~Kyuhyun POV~
Aku meneguk kopiku perlahan. Aku sendiri tidak mengerti apa yang kurasakan saat ini. Aku tidak tahu apa definisi yang tepat untuk perasaanku. Terasa ganjil. Rasa khawatirku lebih besar daripada segalanya. Bagaimana kalau Jung Yunho bebas? Ini akan membahayakan dirinya sendiri. Aku memejamkan mataku. Dia benar-benar tidak mengerti. Aku tidak peduli siapa dia. Choi Sooyoung yang dulu atau bukan, itu bukan masalah. Aku jatuh pada sosoknya. Siapapun itu, aku jatuh pada orang yang sama

————————-

~Sooyoung POV~
“Wah..benar-benar seperti takdir. Kau kembali pada orang yang sama,” ujar sulli
Aku hanya mengangguk pelan
“Eonni. Bukankah ini berita baik? Kenapa wajahmu seperti itu?”
“Entahlah sulli ah.”
“Ne?”
“Kurasa…dia sekarang sedang bimbang.”
“Maksud eonni?”
“Kurasa dia bingung. Siapa yang dia sukai. Choi Sooyoung yang dulu, yang dia anggap sudah meninggal. Atau yang sekarang.”
“Tapi bukankah dia jatuh pada orang yang sama? Tidak peduli yang mana, dia tetap menyukaimu.”
Aku hanya diam
“Aku tidak mengerti dengannya. Mendadak dia berubah menjadi sosok yang dingin. Seolah dia tidak senang saat mendengar Choi Sooyoung yang dia anggap sudah meninggal ternyata masih hidup.”
“Dia hanya butuh waktu.”
Memikirkannya saja sudah membuatku pusing
“A..h..”
Aku meringis pelan.Perutku terasa sakit
“Eonni? Eonni gwaenchanha?”
“Ne, sulli ah. Aku..baik-baik saja.”

——————————

~Kyuhyun POV~
Aku tidur membelakangi punggungnya. Sudah tiga hari kami tidur seperti ini. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Sejujurnya aku merasa bersalah. Bagaimana kalau dia stress? Bagaimana kalua terjadi sesuatu dengan dirinya?
“Besok..aku akan datang ke pengadilan,” ujarnya
Aku hanya diam.
“Bukankah kau adalah seorang pengacara? Seharusnya kau senang saat istrimu membela keadilan. bagaimana mungkin mereka dipenjara untuk sesuatu yang tidak mereka lakukan?”
Aku berbalik ke samping dan memeluknya dari belakang.
“Kajima.”
Dia hanya diam.
“Aku tidak bisa. Aku harus datang. Lagipula ini bukan sidang utamanya. Yang kulakukan besok hanya memberi kesaksian yang sebenarnya”
“Babo.”
“Kau juga seperti itu saat kau menjadi pengacara publik yang membela orang-orang bersalah.”
“Bagaimana..jika terjadi sesuatu padamu..dan anak kita?”
Dia berbalik menatapku. Meski lampunya dimatikan, aku tahu kalau dia memandang mataku
“Aku berjanji. Apapun yang terjadi, anak kita akan selamat.”

—————————–

~Victoria POV~
“Saya bersumpah bahwa saya memberikan kesaksian sebenar-benarnya. Dan saya bersedia dituntut secara hukum apabila saya memberikan kesaksian palsu.”
“Apa Anda menemukan gadis itu di dekat jurang?”
“Ne. Saat itu kepalanya berdarah.”
“Bagaimana Anda bisa mengetahui namanya?”
“Saya..melihat nama yang terukir di kalungnya.”
“Apa maksudmu..kalung ini?”
“Ne.”
Aku menyungging sudut bibirku dan menatap Yunho. Untung aku berhasil menemukan kalung itu
“Apa yang dia ingat saat bangun?”
“Dia tidak mengingat apapun.”

~Sooyoung POV~
“Apa..sekarang ini kau mengingat beberapa hal tentang masa lalumu?”
“Ne.”
“Apa saja yang kau ingat.”
“Kejadian kecelakaan itu.”
“Siapa yang memukul kepalamu?”
Aku menunjuk appa changmin.

————————–

~Victoria POV~
“Akhirnya..aku bisa keluar dari tempat busuk itu.”
Aku menyungging sudut bibirku. Yunho dibebaskan. Appa changmin masih ditahan satu tahun lagi karena memukul kepalanya. Kami berdua masuk ke mobil
“Jadi apa rencanamu?”
“Kita harus menunggu beberapa bulan.”
“Ne?”
“Kita tidak bisa menyerangnya secara langsung. Akan mencurigakan.”
“Bukankah kau ingin melenyapkannya secepat mungkin?”
Dia tersenyum tipis
“Ne. Memang. Akupun tidak takut dihukum mati. Aku sudah tidak punya alasan untuk bertahan. Kau tahu itu kan?”
“Lalu kenapa menunggu lama dan takut mencurigakan?”
Dia menatapku
“Kau mau ikut masuk penjara bersamaku?”
“Kau sudah bersumpah tidak akan menyebut namaku.”
“Tenang. Aku bukan Cho.”
Aku menggigit bibir bawahku dan berpikir
“Memang..kenapa kita harus menyingkirkannya dengan cepat?”
Aku menatapnya dengan tajam
“Karena aku tidak mau menjadi ibu tiri dari anaknya. Arrachi?”
“Ah…ya. Aku hampir lupa.”
“Jadi bagaimana?”
“Kurasa aku punya rencana yang sangat bagus.”
“Ne?”
“Kita pancing tikus itu memasuki perangkapnya sendiri.”

————————–

~Sooyoung POV~
Aku memilih baju di kamarku. Usia kandunganku memasuki bulan ketujuh. itu artinya,aku bisa membeli perlengkapan bayi yang kuinginkan. Krek..Kudengar pintu kamarku terbuka.
“Kau mau kemana?”
“Aku mau ke Lotte dept store.”
“Mwo?”
“Aku ingin membeli beberapa perlengkapan bayi. Kita harus mempersiapkan kelahirannya kan?”
Dia menahan tanganku.
“Kajima.”
“Wae irae?”
“Jung Yunho dibebaskan. Kau tahu artinya apa kan?”
Aku hanya diam
“Aku bisa memanggil interior designer yang kau inginkan. Aku juga akan membelikan apapun yang kau inginkan. Kau tinggal mencatatnya.”
“Tapi–”
“Jebal.”
Aku melepaskan tangannya
“Kau berlebihan.”
“Youngie. Tidak bisakah kau mendengarku? Sekali saja?”
Aku terdiam mendengarnya. Akhirnya dia memanggilku dengan sebutan itu.
“Aku bisa depresi jika terus berada disini.”
“Hanya dua bulan lagi.”
“Dua bulan lagi? Jadi yang kau khawatirkan memang hanya anak kita kan?”
“Ne?”
“Arra. Aku tidak akan pergi kemana-mana sampai dua bulan lagi. Setelah itu, jika aku meninggal sekalipun itu bukan masalah bagimu.”
“Kenapa kau berkata seperti itu?”
“Kau yang membuatku berkata seperti itu.”
“Aku benar-benar tidak bisa mengertimu.”
“Nado. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa menikah dengan orang sepertimu yang sama sekali tidak memedulikanku.”
“Mwoya..”
“Kurasa sekarang aku mengerti. Kau memang tidak peduli. Aku choi sooyoung yang dulu atau bukan. kau memang tidak peduli dengan istrimu.”
Aku masuk ke kamar mandi dan mengunci diriku disana. Kami bertengkar lagi.

~Kyuhyun POV~
“Haish..”
Aku mengacak rambutku. Ini benar-benar membuatku pusing. Bagaimana bisa dia bersikap seperti ini? Aku melangkahkan kaki keluar kamar. Kulihat eomma berdiri di depan pintu
“Eomma..”
“Maklumkan saja. Dia pasti menjadi sensitif. Eomma juga seperti itu dulu.”
Aku menghela nafas
“Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa dia menjadi emosional seperti itu.”
“Sebaiknya kau membelikannya apa yang dia cari. Dia pasti akan menjadi lebih baik.”

—————————–

~Victoria POV~
“yang perlu kita lakukan sekarang adalah melacak keberadaannya.”
“Arra.”
Aku mengambil cellphoneku dan menelponnya
“Yeoboseyo?”
“Eomoni..”
“Aigoo…vict. Jeongmal bogosipho.”
“nado. Mianhamnida aku tidak bisa menjengukmu karena penyidikan itu.”
“Gwaenchanha. Aigoo..vict kau benar-benar baik pada kyuhyunie.”
“Ani. Aku hanya membuktikan fakta dan keadilan.”
“Kuharap kau menemukan namja yang tepat.”
“Ne.”
Aku mencoba memikirkan kalimat berikutnya
“Apa eomoni sendiri?”
“Ani. Ada sooyoung disini. Waeyo?”
“Terdengar sepi.”
“Kyuhyun sedang pergi ke Lotte dept store.”
“Tidak biasanya.”
“Dia membeli beberapa barang untuk mempersiapkan kelahiran bayinya.”
“Ah..ya..”
Aku memberi tanda ok ke Yunho
“Eomoni aku harus menemui temanku. Aku akan menutup teleponnya.”
“Ne.”
“Annyeonghaseyo..”
Aku mematikan sambungannya
“Dia ke Lotte Dept Store.”
“Arra..”
Yunho memicu kecepatan tinggi
“Apa rencanamu?”
“Kita mainkan traumanya.”
“Ne?”
“Apa merk dan warna cellphonenya?”

~Kyuhyun POV~
Aku memilih beberapa barang di sana. Banyak yang terlihat lucu. Kaus kaki kecil dan mainannya. Aku mengambil cellphoneku. Apa..aku harus mengirimkan gambar ini padanya agar dia bisa ikut memilih? Bruk. Tiba-tiba seseorang menubrukku begitu aku berbalik.
“Joesonghamnida.”
Dia mengambil cellphonenya yang jatuh lalu pergi. Aku memungut cellphoneku. Saat aku menyalakannya, kulihat wallpapernya berbeda.
“Yaa!”
Aku mengejar orang itu. Dia berlari dengan cepat.
“Yaa! Berhenti!”

~Sooyoung POV~
Aku memainkan cellphoneku. Entah kenapa aku jadi merasa bersalah. Sepertinya…aku terlalu emosional. Aku mengusap wajahku. Kenapa aku bisa berkata seperti itu padanya? Aku melihat cellphoneku. Tidak ada panggilan atau bahkan pesan. Apa dia betul-betul marah?

~kyuhyun POV~
Aku melihat ke sekeliling tempat parkir. Aku tidak menemukannya. Dimana namja itu? Tiba-tiba cellphonenya bergetar. Aku mengangkat teleponnya
“Yeoboseyo”
“Apa kau mengenal pemilik cellphone ini? Cellphonenya–”
“Kyuhyun ssi. Lama tidak mendengar suaramu.”
Seketika aku terdiam mendengarnya. Suara itu
“Jung Yunho..”
“Kukirakau sudah melupakanku.”
“Apa maumu hah?”
“Bagaimana kalau kejadian dulu terjadi lagi? Aku menggunakan cellphonemu dan memancingnya kesini.”
“KAU MAU MATI HAH?!”
“Dengar baik-baik. Aku tidak sebodoh yang dulu dan kau akan terlibat dalam permainan ini.”
“M…mwo?”
BUK!

—————————

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kepalaku terasa pusing. Pandanganku agak kabur
“Kau sudah sadar?”
Aku menoleh ke sumber suara itu. Sinar lampu sangat terang. Aku menoleh ke bawah. Kaki dan tanganku diikat di kursi
“Kenapa kau melakukan hal ini?”
“Kenapa aku melakukannya? Bukankah kau sudah tahu alasannya?”
“Kau sudah merasakan bagaimana rasanya dipenjara dan dijatuhi hukuman penjara hukuman seumur hidup. Apa sekarang kau mau hukuman mati?”
“Aku tidak peduli dengan diriku. Karena aku tidak punya alasan untuk ada disini kecuali, menyingkirkannya.”
Dia mendekat ke arahku
“Kau terlihat banyak berubah. Ah…ya. Kau sudah menjadi pengusaha ternama.”
“Apa maumu?”
“Aku tidak menculikmu untuk uang. Kau bukan anak kecil yang bisa kumintai tebusan dari orang tuanya. Mauku adalah, kau menyaksikan bagaimana yeoja yang paling kau cintai meninggal.”
“KAU BRENGSEK! MANUSIA MACAM APA KAU HAH?!”
“Kita lihat apa yang bisa kau lakukan saat melihat ini.”
Dia mengambil cellphoneku
“Apa yang akan kau lakukan?”

~Sooyoung POV~
‘O…oh…kidari..o…oh~”
Aku mengambil cellphoneku. Kyuhyun menelponku. Aku menekan tombol hijaunya
“Kyuhyunie–”
“Apa kau masih mengenali suaraku. Choi Sooyoung?”
Seketika aku terdiam mendengarnya. Itu..suara Jung Yunho
“Atau..kau lebih mengenal suara ini?”
~Kyuhyun POV~
“Bicaralah padanya agar dia tahu kau disini,” ujarnya
Aku hanya diam. Aku tidak akan bicara. Aku tidak akan pernah membuatnya kesini
“Yaa! Ppalli!”
Dia menendangku. Aku tetap diam.
“Aku tidak ingin bermain dengan pisau. Cepat bicaralah!”
Dia menamparku. Aku tetap diam
“Yaa. Sekalipun kau diam, aku bisa mengirimnya foto. Kau tolol atau apa hah?”
Aku tetap diam.
“kau benar-benar mencari masalah denganku”

~Sooyoung POV~
Deg…deg…deg…
Jantungku berdetak kencang.
“Yaa! Cepat bicara!” ujar Jung Yunho
“Bicara atau kupatahkan kakimu!”
Aku menggigit bibir bawahku. Keringat dingin mengucur dari dahiku
“ARRRRGHHH!!!”
“KYUHYUNIE!!”
“Kau sudah mendengar teriakannya kan?”
“APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?!”
“Cepatlah datang ke alamat yang kukirimkan padamu. Jika kau membawa seseorang bersamamu..atau bahkan lebih. Kupastikan dia mati.”
Dia mematikan sambungannya

~Kyuhyun POV~
“Kerja yang bagus,” ujarnya
Aku meringis dan merutuki diriku sendiri dalam hati. Bodoh. Bagaimana bisa aku membuatnya kesini. Tidak peduli apa yang terjadi pada kakiku. Dia tidak boleh kesini. Jebal..

———————–

~Victoria POV~
“Yeoboseyo?”
“Terima kasih atas bantuanmu.”
Aku tersenyum tipis
“Bagaimana? Kau sudah menyingkirkannya?”
Kudengar dia tertawa pelan
“kau benar-benar bodoh. Apa menurutmu aku akan bekerja sama denganmu hah?”
“N..ne?”
“Aku akan menyingkirkan mereka berdua. Tidak hanya choi sooyoung.”
“Ne?”
“ARGHHH!!!” kudengar suara teriakan kyuhyun
“YAA! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?”
“Aku hanya memberinya pelajaran karena melawanku.”
“YAA! YAA!”
Dia mematikan sambungannya. Seketika jantungku berdetak kencang. Kyuhyun….bagaimana bisa aku membuatnya dalam bahaya. Apa yang harus kulakukan sekarang.. Dasar namja brengsek. Bisa-bisanya dia menipuku

~Sooyoung POV~
“Argh…”
Aku memegang perutku. Aegi…kau harus kuat. Kau harus bisa menyelamatkan appamu. Aku kembali menaiki tangga ke lantai teratas gedung itu. Saat aku tiba di sana, kulihat Jung Yunho duduk dan memakai kacamata hitam. Dia tersenyum saat melihatku
“Musim gugur ini…sangat dingin dan tidak baik bagi kesehatan bukan?”
“Dimana kyuhyun?”
Dia melempar sebuah kayu ke arahku. Warnanya merah darah
“Jugosseo.”
Aku hanya diam. “Geronika eobso.”
“Aku tidak bohong. Aku sudah membunuhnya. Bagaimana pendapatmu? Bagaimana rasanya..jika anakmu tidak pernah melihat appanya?”
Aku menatap kayu itu. Ani..tidak mungkin..
“Atau kau mau ikut bunuh diri dan terjun dari sini?”

~Kyuhyun POV~
“Atau kau ingin membunuhku?”
Aku berusaha melepaskan ikatannya. Sial. Dia mengikatku dengan sangat kencang. Youngie…jebal…cepatlah turun dari sana.

~Sooyoung POV~
‘Youngie..’
Aku terdiam mendengarnya
“Kau bohong,” ujarku
“Mwo?”
“Dia masih hidup”
“Kau tidak lihat kayu ini hah? Menurutmu ini darah siapa? Apa aku terlihat seperti orang yang akan memukul diriku sendiri?”
“Tapi aku bisa mendengar suaranya. Dia tidak mati.”
“DIA SUDAH MATI. KAU TIDAK DENGAR HAH?!”

~Victoria POV~
“Cepat ke sisi sana.”
Aku menaiki tangga dan mencari kyuhyun. Polisi sudah mengepung gedung itu. Saat aku berada di lantai dua, kudengar suara ribut dari sisi kanan ruangan. Aku berlari ke sana. Kulihat kyuhyun diikat di kursi. Kepalanya berdarah
“Kyu ah!”

~Sooyoung POV~
“AKU MEMBUNUHNYA. KAU PASTI MEMBENCIKU SEKARANG. JADI CEPAT BUNUH AKU!”
Dia menendang kayu itu ke arahku.
“Aku bukan sepertimu.”
“KAU TIDAK DENGAR HAH?!”
“Sekalipun dia meninggal, aku tidak akan membunuhmu. Karena aku bukan kau.”
“Kau berkata seolah-olah kau sangat suci. Appamu pembunuh! Appamu membunuh putriku!”
“Ini semua takdir. Appaku tidak membunuh putrimu.”
“KAU MENGATAKANNYA KARENA KAU TIDAK MERASAKANNYA!”
“Aku tahu kau menderita. Tapi itu bukan berarti, dengan membunuhku putrimu akan kembali.”
Dia hanya diam
“Aku tahu bagaimana perasaanmu. bagaimana sakitnya kehilangan seorang putri. Tapi jika takdir berkata demikian, apalagi yang akan kau lakukan?”
“DIAM!”
Kulihat beberapa orang polisi muncul dari sisi kiri dan kanan. Aku menghela nafas
“Sudah berakhir, Jung Yunho. Hentikan permainan ini.”

~Victoria POV~
Akhirnya aku berhasil melepaskan ikatannya. Tanpa berkata apapun, dia langsung berdiri. Dia berjalan dengan cepat meski kakinya pincang.
“Kajima! Di atas sangat berbahaya!”
“Jika kau tahu di atas memang berbahaya, itulah kenapa aku tidak bisa membiarkan istriku di sana!”
Aku tercengang mendengarnya. Seketika aku terduduk lemas. Sebegitu pentingnyakah dia..bagimu?

~Sooyoung POV~
Dia melepaskan kacamatanya
“Di musim gugur. Aku kehilangan putriku. Apa aku harus pergi..di saat yang sama?”
“Ne?”
Dia menarik tanganku
“Dan kau juga akan pergi di saat yang sama”
Dia menarik tanganku dan terjun ke bawah
“KYAAAAAAAAAA!!!”

~Victoria POV~
Aku belari menyusulnya ke lantai teratas. Sesampainya di sana, kulihat Yunho menariknya dan terjun dari atas
“SOOYOUNGIE!”
BRUK! Seketika Kyuhyun pingsan
“Kyu! Kyu ah!”

~Sooyoung POV~
BRUK! Aku terjatuh di atas sebuah balon udara. Saat aku membuka mataku, beberapa petugas menangkap Jung Yunho.
“Gwaenchanhayo agassi?”
“A…rgh..”
Perutku terasa sakit. Saat petugas membantuku berdiri, kurasakan kontraksi yang hebat
“A..h….Manhi apha..”
“Cepat bawa dia ke rumah sakit terdekat!”

———————–

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Sinar yang terang menusuk mataku. Seketika aku tersadar apa yang terjadi tadi
“Sooyoungie..”
Aku berdiri dan mendorong infusku. Aku keluar dari kamarku ke bagian informasi
“Tuan, anda tidak boleh keluar dari ruangan anda.”
“Dimana Choi Sooyoung?”
“Maksud anda..gadis yang terjun dari–”
“DIMANA DIA?”
“Kamar 210”
Aku berjalan secepatnya ke sana. Setibanya di sana, kulihat appa dan eomma duduk di luar ruangan
“Appa, eomma. Sooyoungie..”
Appa menepuk pundakku
“Masuklah ke dalam.”
Aku membuka pintunya perlahan. Entah kenapa perasaanku buruk. Kulihat selimut putih menutupi wajahnya.
“Geuronika eobso..”
Aku melangkahkan kakiku ke sana. Tanganku bergetar. Aku membuka selimut itu perlahan. Matanya terpejam sempurna.
“Yaaa! Sooyoungie! Irreona!”
Aku mengguncangnya. Dia tidak bereaksi.
“Youngie! Irreona!”
Setitik air mataku mulai jatuh. Aku menepuk pipinya
“Yaa! Ini tidak lucu!”
Aku menepuk pundaknya. Tidak ada reaksi.
“Kau marah padaku hah? Aku meminta maaf karena aku membuatmu kesal. Aku meminta maaf atas semua kesalahanku. Jebal…kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini.”
Aku menangis di sampingnya. Pipinya terasa dingin
“Aku meminta maaf…tidak bisakah kau kembali dan membiarkanku menebusnya? Aku meminta maaf karena tidak mengerti perasaanmu. Ne, aku salah. Seharusnya aku memperhatikanmu. Seharusnya aku tidak sibuk di kantor. Seharusnya aku menjaga perkataanku. Seharusnya aku berkata terus terang. Aku bukannya tidak peduli kau Choi Sooyoung yang dulu atau bukan dan sebagainya. Aku mencintaimu karena kau adalah kau. Hanya itu yang kutahu. Aku meminta maaf karena tidak bisa membahagiakanmu dan menyusahkanmu. Aku meminta maaf karena membuatmu kecewa. Aku benar-benar orang yang buruk. Aku benar-benar bodoh karena baru menyesalinya sekarang. Jebal…maafkan aku youngie..”
Aku memeluknya dengan erat.
“Kenapa aku harus berpura-pura seperti ini terlebih dahulu agar kau mengakui semuanya.”
Seketika aku terdiam. Aku menoleh ke arahnya. Dia membuka matanya. Aku mempererat pelukanku dan tersenyum
“Babo.”
“Apalagi kau. Menangis seperti anak kecil. Apa kau tidak lihat hah. Masih ada infus di sebelahku. Artinya aku masih hidup. Kau membangunkanku. Padahal aku sedang tidur.”
“Kenapa kau menutup wajahmu dengan selimut hah?”
“Udaranya sangat dingin. Pipiku sampai ikut dingin.”
Aku menghapus air mataku
“Haish..jinjja. Aku benar-benar seperti orang tolol. Kau tidak tahu seberapa takutnya aku hah? Kukira kau betul-betul meninggal.”
“Tapi kalau tidak begitu, aku tidak tahu perasaanmu. Ternyata kau tidak berubah. Kau tetap orang yang gengsi mengakui perasaannya.”
Aku menyentil jidatnya
“Yaa!”
“Tapi..kenapa ekspresi eomma dan appa seperti itu?”
“Ah..”

~Sooyoung POV~
Flashback
“Jantungku sampai berdetak kencang. Aku benar-benar khawatir padamu,” ujar eomoni
Aku tersenyum tipis.
“Kyuhyun benar-benar payah. Bagaimana bisa dia pingsan di saat anaenya melahirkan putrinya.”
“Pokoknya..aku harus membalas dendam setelah dia sadar. Hahaahhaha.”
Flashback End

“Jadi begitu?” ujarnya
Aku mengangguk
“Seharusnya kau berada di sana. Kau tahu, aku serasa hampir mati. Nafasku terengah-engah dan aku tidak ada namja yang berdiri di sebelahku dan menyemangatiku.”
“Mian,” ujarnya
“Apa kakimu masih sakit?”
“Lumayan. Sepertinya aku akan pergi ke kantor dengan tongkat.”
“Berarti aku tidak bisa membiarkanmu menggendong putri kita.”
“Putri?”
“Ne. Dia sangat mirip denganmu. Itu membuatku kesal.”
Dia menepuk kedua pipiku
“Gomawo.”
“Apa ini cara yang romantis untuk mengatakan terima kasih?”
“Ani. Itu bukan tipeku.”
“Ne. Kau memang tipikal dingin yang memiliki gengsi tinggi tetapi sok imut.”
Aku mengelitikinya
“Yaa! yaa! yaaa!”

——————————-

~Yunho POV~
“Kau lebih pintar dari yang kubayangkan.”
Victoria menatapku dengan dingin
“Gomawo.”
“Ne?”
“Karena kau menyadarkanku untuk melupakan kyuhyun. Kau tahu seberapa sakit hatinya aku saat melihatnya mengkhawatirkan anaenya dan mengabaikanku?”
Dia hanya diam
“Jika kau mencintai seseorang, biarkan dia bahagia. Mungkin itu yang bisa kupelajari darinya. Putrimu mungkin meninggal. Tapi bukankah penderitaannya berakhir? Dia tidak perlu menderita sakit.”
“Hentikan.”
Aku berdiri dari kursiku
“Selamat tinggal.”

~Sooyoung POV~
“Dia benar-benar lucu,”ujar kyuhyun saat melihatnya berada di inkubator itu
“Ne. Aku tidak mengerti. Kenapa aku bisa iri padanya saat kau berkata seperti itu.”
“Baby blues.”
Well.”
Dia merangkulku perlahan
“Setelah ini aku masih punya satu rencana.”
“Ne?”
“Aku ingin masuk kuliah.”
“MWO?”
“Aku harus bisa mengimbangimu. Setidaknya menjadi sekretarismu karena aku kesal melihat yeoja lain berada di dekatmu.”
“Kau cemburu?”
“Ani. Aku hanya kesal karena yeoja itu mencari perhatianmu.”
“Arra, Sarang eomoni.”
“Sarang?”
“Ne. Cho Sarang. Eoddae?”
Aku menatapnya dan tersenyum
“Johahae.”

———————-

~2 years later~

~Kyuhyun POV~
“Pangeran dan putri hidup bahagia selamanya.”
Aku menutup buku cerita itu. Aku melepas kacamataku dan menatapnya. Kulihat Youngie dan Sarang tertidur. Aku seperti seorang appa yang menceritakan dongeng pada kedua putrinya. Aku menggeleng pelan dan menyelimuti mereka berdua. Perlahan aku mengecup kening Sarang. Aku menaruh buku itu di meja dan berniat mematikan lampu. Tiba-tiba seseorang menahan tanganku
“Lihat. Appa yang sangat pilih kasih.”
Aku tertawa pelan
“Untuk apa mencium kening seorang big baby?”
“Ish..”
Dia mengercutkan keningnya.
“Childish.”
“Ne. Memang.”
Aku mengacak rambutnya
“Little anae.”
“Kyuhyun ah!!”
“Ssst! Kau bisa membangunkan Sarang.”
“haish..aku heran. Bagaimana bisa anak-anak kampusku menyukaimu.”
“Jinjja?”
“Sepertinya aku salah bicara.”
“Siapa saja yang menyukaiku? Apa mereka cantik?”
“Kyu ah!!”
“Hahahahaha. Aku hanya bercanda.”
“Menyebalkan.”
Dia berbalik memebelakangiku. Sebelum dia tidur, aku menarik tangannya dan menciumnya
“Hmph…”
“Appa…eomma.”
Seketika aku terdiam mendengarnya. Aku melepaskan ciumanku
“Sarang. Kau belum tidur?”
“Yang barusan itu apa?”
“Ani..itu bukan apa-apa,” ujar youngie
“Yaa! Kau tidak boleh bilang begitu. Nanti dia bisa mempraktikkannya karena ‘itu bukan apa-apa’.”
“Itu apa?”
Aku menatap youngie dan menarik nafas panjang. Well… ini akan menjadi sangat sulit untuk menjelaskannya pada anak yang baru berusia 2 tahun seperti Sarang. Tapi dari apa yang kulalui, aku mengetahui apa definisinya. Saat aku tidak tahu cara memahami perasaan ini, cara mengutarakannya, dan cara menghentikan pertengkaran. Waktu panjang yang kami lalui memang tidak akan berakhir dengan sebuah ciuman, seperti dongeng para putri. Tapi semuanya akan ditutup dengan akhir yang bahagia. Bahwa takdir akan membawamu kepada pemiliknya. Dan sekarang aku tahu bahwa tidak ada perasaan yang harus ditutupi karena Sarang sendiri mengajarkanku akan arti kejujuran. Jadi cara menjelaskannya yang paling mudah adalah “Kau akan mengertinya saat besar nanti. Sekarang, pergilah tidur dan mimpi indah. Semua yang kau lihat adalah akhir dari dongeng yang appa baca. Dan besok, kau akan melihat kelanjutannya.”
“Happy ending?”
Aku menatap youngie dan tersenyum
“Pasti.”

End

42 thoughts on “Breath {Part 7-End}

  1. Yeayyy happy ending!! Gomawo thor ff nya bagus banget^^ aku slalu mantengin ff ini dan akhirnya di publish jg. Ditunggu ff kyuyoung lainnya. Daebak & hwaiting!^^

  2. Akhirnya di publish juga.. Keren! Ini part mencekam sekaligus menyenangkan bgt!
    Aku pikir baby kyuyoung mau di kasih nama kyungsan.. Ternyata bukan. Cho saraaang.. Cute!
    Akhirnya kyuyoung bisa hidup bahagia dan damai juga! Chukkae~
    di tunggu ff kyuyoung lainnya~

  3. Wuaaah…akhirnya d post jg…
    Puas…dng part endnya..
    Mulai dr sedih, tegang,senang…kocak.n sempat emosi sm vict.
    suka momen terakhirnya.

  4. udah end aj chingu hueeee
    koq berasa kecepetan ya….
    hueeee aku kira td soo meninggal.udah mau protes….
    kyaaaa cho sarang…. sarangie><
    ayo next ff chingu^^ semangat semangat ^^

  5. happy ending dan engga ada kesalahpahaman lagi yeyeyeye.. sarang lucu banget nanya ke bumonimnya yg lagi kissing hahaha

  6. akhirnyaaaa….
    part 7 yg trnyata endingnya dh kluar. happy bacanya, smw mslah trpecah dg cara yg adil #menurut q…(reader terserang virus feel pengacara publik)
    *Lebay___»PLAK!!! :D
    hehehe

  7. Daebak akhirx post jga nungguin bgts n penungguan mehasil happy ending yg memuaskan astor nah thor n di tnggu ff baru lainx

  8. Yey happy ending…
    Thor,aq mau saran aja ya…Mendingan author selesain dulu ff yg lain ,baru bikin ff lagi…kasian readers yg nungguin ff one for me,fated,star3 dll…
    Gomawo

  9. mian baru comment thor ._.v
    aahhh suka banget sama ceritanya …
    sumpah pengen ngacak2 mukanya victoria sama yunho jadinya -_-
    vic kenapa ga dikasih kesempatan sama changmin aja ._.
    squelnya dong thor …
    kalo bisa sih ._.v
    haha kan nanggung tuh ..
    eommanya jyuhyun belom muncul as sarang udah umur 2 th._.v
    kira2 eommanya bakalan syang aa engga sama sarang terus sika eomma kyu ke vic jadi begimana .-.
    nanggung thor .-.v
    tapi at least .. daebak !!!

  10. yeaayy happy ending..
    stelah sekian lama nunggu nih ff akhirnya dipost juga…
    part ini bener” menegangkan,, kirain soo eon beneran meninggal…
    yaaa,,, baby kyuyoung ga tau knapa pas baca namanya cho sarang gemesin bgt…
    di tunggu ff kyuyoung yg lain…

  11. sebenarnya pas bagian kyu kayak orang bingung & kesensitifan soo rada nyebelin .__. tp itu emg bagian gregetin jg XD *labil*
    lucu… nama anaknya sarang XD lg pada demam bocah ini hahahahah

  12. wah kerreeennn chingu!!! akhirnya happy ending juga!! *prokprok
    gomawoyo chingu ffnya ^^ daebak! jjang!!”

  13. kyaa, eonni, seriusan, aku suka banget ff ini :3
    Seneng banget sama moment-momentnya kyuyoung.
    Aku juga suka sama tak-tiknya junho, hahaha. Serasa baca novel romance sekaligus komik Conan
    Ditunggu ff lainnya yaaa

  14. Yeyyy happy endingg ^-^ senengg bangettt liat mereka bersama lagi meskipun bagian Yunho bikinkesel -,-
    Untung Vict cepet sadar ^-^
    Ditunggu ff lainnya eonni^-^

  15. ya ampun kiyu.. kepergok kan sama anakmu.. haha
    daebakk chingu.. seru.. keren.. apa lagi happy ending.. ;) :D hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s