Glass Slippers {Part 6}

glass slippers

Title : Glass Slippers

Main Cast :
Choi Sooyoung
Seo Joohyun
Cho Kyuhyun
Jung Yonghwa

Other Cast
Choi Minho
Kwon Yuri

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-15

~Sooyoung POV~
Aku menatap ke arah jendela. Sesekali melihat ke arah kyuhyun yang menyetir mobil. Awkward. Itulah yang terjadi. Aku masih mengenakan jasnya. Entah kenapa rasanya sangat hangat dan menegangkan. Jaketnya kebesaran di tubuhku. Aku bisa mencium aroma gentle yang tidak menusuk. Oksigen menipis. Tiba-tiba dia menghentikan mobilnya
“Waeyo?” tanyaku
“KIta..sudah sampai di rumahmu.”
“Ne?”
Aku menengok ke arah jendela. Babo. Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya. Kulihat dia tersenyum kecil dan turun dari mobil. Membukakan pintu untukku. Aku melepaskan seatbeltnya dan turun dari mobil
“Gomawo,” ujarnya
“Ne?”
“Kau terlalu banyak bertanya agassi,” dia memberikan tangannya untukku. Membuatku bertanya-tanya
“Ayolah. kau mau membiarkanku pulang dengan kedinginan?”
Aku mengercutkan bibir dan memberikan jaket itu padanya
“Gomawo. Annyeong.”
Aku cepat-cepat masuk ke rumah. babo. kau berharap apa choi sooyoung? semua yang terjadi hari ini hanya pura-pura. Ingat itu. Dan berhati-hatilah. jangan membuat kyuhyun besar kepala

———————————-

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihat yeoja itu menjauh. Kenapa langkahnya cepat-cepat sekali? Dia tidak mempersilakanku masuk? Aku menggelengkan kepala. Nice girl. Itulah tipe orang yang mengganggap serius segala hal. Dan aku tidak akan jatuh kepada orang seperti itu. Hatinya terlalu lunak. Aku menutup pintu mobilku. Tiba-tiba kurasakan seseorang menepuk pundakku.
“Annyeonghaseyo harabeoji.”
“Ne annyeonghaseyo. Kau tidak masuk?” tanyanya
“Aniyo. Sudah malam. Nanti akan mengganggu.”
“Aigo..kyuhyun ah. Anggap saja ini rumahmu sendiri. Kau ini kan tunangan sooyoung, itu berarti kau bagian dari keluarga ini.”
“Dia sangat kelelahan, harabeoji. Jika aku masuk, dia tidak akan tidur.”
“Kau sangat memperhatikannya. bahkan kesehatannnya. Dia memang orang yang keras kepala. Tapi sebenarnya dia sangat lembut.”
“Ne.”
“Kalau begitu..bisakah besok kau datang ke sini untuk menjemputnya?”
“Tentu saja.”

—————————————

~Minho POV~
Hari sudah pagi. Sekarang aku berada di ruang tengah. Membaca koran sambil mengingat kejadian kemarin. Seketika aku tersenyum. Kwon Yuri. Kwon Yuri. Kwon Yuri. Kepalaku penuh nama itu. Nama yeoja pemilik seribu ekspresi dan… tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Membuatku menoleh
“Bagaimana bisa kau ada disini?” tanyaku
“Yaa! Ini rumah tunanganku. Wajar kan kalau aku ada disini?”
“Hahahahaha. Jadi sekarang kau mengakuinya?” tanyaku
“Harabeoji memintaku menjemputnya.”
“Dia belum bangun.”
“Ne, aku tahu. Siapa mahasiswa yang akan bangun jam 7 pagi di musim dingin?”
“Lalu kenapa kau datang sepagi ini?”
“Aku ingin mendengar ceritamu. Bagaimana? Setelah kami pulang, apa yang kalian lakukan?”
“Kami naik car cable.”
“Car cable?”

Flashback
Hening. Itulah yang terjadi. Aku tidak pandai mencairkan susana seperti kyuhyun. Aku menatap wajah itu perlahan. Kulihat dia memalingkan wajahnya saat mata kami bertemu. Dia meniup tangannya
“Kau kedinginan?”
“Ani. Aku kepanasan!” ujarnya
Aku tersenyum kecil. Rasanya aneh. Padahal para namja akan kesal jika dijawab sedingin itu. Tapi aku malah merasa dia lucu. Aku melepaskan jaketku dan memberikannya padanya
“Yaa! Aku tidak butuh jaketmu. Aku butuh pulang sekarang!” ujarnya
“Agassi, kau terlihat lebih cantik saat marah.”
“Neo miccheoso.”
“Tapi kau lebih gila karena kau bersama orang gila sekarang.”
“Aku terpaksa. Karena aku tidak membawa uang untuk pulang. Aku hanya membawa spidol dan kertas untuk mencatat pesanan.”
Aku tersenyum kecil dan mengambil spidol itu
“yaa! Apa yang kau lakukan!”
“Aku ingin menulis disini.”
“Yaa! Kau tidak boleh menulis di car cable! Ini pelanggaran!”
“AIsh..diamlah.”
Aku menulis tulisan kecil di sudut pintu ‘Kwon Yuri&Choi Minho-first night together’
“Yaaa! Apa-apaan itu!! Itu spidol permanen!” ujarnya
“MWO? Kenapa kau tidak bilang daritadi!”
“Aigo…ini benar-benar memalukan!! Kau bodoh!!!”
Flashback End

————————————–

~Kyuhyun POV~
“Hahahahahahahaahahahhahahaa.”
“Yaa! Kenapa kau tertawa!”
“Choi Minho! Sejak kapan kau jadi manusia drama hah?”
“Aish.. diamlah! Yeojaku adalah pengagum drama. Maka untuk membuatnya jatuh cinta,aku akan melakukan hal yang sama dengan drama untuk menarik perhatiannya.”
“Hahahahahahhaha. Caramu mainstream.”
“Aish…diamlah kau evil! Sudah sana pergi ke lantai dua! bangunkan TUNANGANMU! ” ujarnya dengan penuh penekanan
“Arra, kembalilah ke duniamu choi minho.”
“MWO?”
Aku melangkahkan kaki menjauh. Pergi ke lantai dua. Apakah setiap orang yang jatuh cinta akan seperti itu? Aku menggelengkan kepala. Kulihat ada seorang pelayan yang sedang membersihkan pajangan disana
“Jogiyo.”
“A…n..ne?”
“Dimana kamar nona choi?” tanyaku
“Ah..nona melarang orang lain untuk masuk ke…”
“Aku adalah tunangannya. Apakah tunangan termasuk ke daftar orang lain?”
“Algesseumnida. Mari saya antar.”
Dia mengantarku ke sebuah pintu bercat putih di sudut ruangan
“Gomawo.”
“Ne.”
Aku masuk ke dalam kamarnya. Tidak terkunci. Kamar ini terlihat manis. Wallpapernya soft, tidak menyakitkan mata. Perabotannya tertata rapi dengan pajangan foto. Ada ruang menonton dan belajarnya. Aku melangkahkan kaki memasuki ruang dimana dia tidur. Kulihat dia berada disana. Memejamkan matanya dengan selimut yang menghangatkannya dengan sempurna. Dia terlihat sangat manis saat tertidur. Tenang. Aish…apa yang kupikirkan?
“Irreona,” ujarku sambil menggoyangkannya pelan
“Hmph…”
“Yaa! Nona choi irreona.”
Dia mulai mengubah posisinya. Duduk sambil mengusap matanya. Menatap ke arahku kemudian…
“KYAAAAAAAA!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU!!” ujarnya sambil menarik selimut
“YAAAA! Apa yang kau pikirkan hah! Harabeoji memintaku menjemput dan membangunkanmu!”
“Bagaimana bisa pelayan mengizinkanmu masuk!”
“Kukatakan saja aku tunanganmu. Itu memang benar kan?”
“Ani! Aku tidak akan pernah sudi memiliki tunangan menyebalkan sepertimu!!”
Smirk. Baiklah nona choi. Kita lihat bagaimana kau bisa mengatakan hal itu lima menit lagi. Aku menahan tangannya. Membuatnya menatapku
“Jinjjayo?”
Dia hanya diam. Menatapku dengan mata bulatnya. Aku baru tahu irisnya berwarna coklat tua. Polos. Aku mendekatkan wajahku padanya
“Ka…kau mau apa hah?”
“HAHAHAHAHAHAHA. Kau takut eoh?”
“Aish…”
BUK! Dia memukulku dengan bantal
“Tidak lucu!” ujarnya
“Yaaa! Aku kan hanya bercanda. Lagipula pikiranmu itulah yang salah!”
“Kau menyebalkan!!!”
“Yaaa! Kau juga sama menyebalkannya! Karenamu , aku harus bangun pagi di musim dingin!”
Aku membalas lemparan bantalnya. Dia berdiri dan kami mulai memukul bantal demi bantal
“Yaaa! berapa umurmu hah!” ujarku
“Kau yang seharusnya sadar berapa umurmu,cho kyuhyun!”
“Hei! Aku ini dosenmu! Ingat itu!”
“Lalu kau mau apa hah? Disini kau tunanganku!”
“Jadi kau mengakuinya?”
“Ani! Kau yang mengatakannya. Kau mengganggapku tunanganmu. Sayangnya aku tidak mengganggapmu tunanganku.”
“Mwo? Bagaimana bisa kau sepercaya diri itu? Hei. Masih ada banyak yeoja yang lebih baik darimu!”
“Dan masih banyak namja yang jauh lebih tampan darimu!”
“ISH!!!!”
Dia terus mundur dan…
“KYAAA!!!”
Dia menarik bajuku dan BRUK! Aku terjatuh di atasnya. Untungnya dia terjatuh di sofa. Dia membuka matanya perlahan. Awkward. Deg. Kenapa aku merasa jantungku berdetak keras. Tidak normal. Tubuhku kaku. Tidak bisa bergerak sama sekali. Sampai akhirnya aku mendengar suara yang kukenal
“OMONAAAAA!!!”
Tamatlah riwayatku sekarang

~Minho POV~
Aku sedang berada di ruang makan bersama choi harabeoji. Kulihat harabeoji belum bergerak mengambil makannnya
“Kenapa kyuhyun lama sekali membangunkannya? Setahuku, sooyoung mudah dibangunkan.”
“Dia sudah naik sekitar sepuluh menit lalu.”
“Kalau begitu, aku akan naik dan melihatnya.”
“Ne, harabeoji.”
Aku mengikuti harabeoji ke atas. Harabeoji membuka pintunya.
“OMONAAAAAAA!!!”
Aku tercengang melihat dua orang di depanku. Mereka cepat-cepat bangun dari sofa. Sedangkan bibirku masih membeku. Tidak bisa berkata apa-apa
“CHOI SOOYOUNG! CHO KYUHYUN!”
~Sooyoung POV~
Aku terus menundukkan kepalaku. Aku sangat takut melihat harabeoji sekarang. Dia hanya diam. Pertanda dia marah. Kami berdua dihukum. Berlutut di depannya daritadi. Para pelayan melihat kami. Benar-benar memalukan.
“Kalian berdua memang sudah bertunangan. Tapi ingat. Kalian belum menikah.”
“Harabeoji, ini tidak seperti yang harabeoji lihat,” ujarku
“Diam choi sooyoung!”
Aku menggigit bibir bawahku. Merutuki kebodohanku yang malah tercengang saat terjatuh di bawahnya. Jika saja saat itu aku bangun, harabeoji tidak akan salah sangka
“Aku mengerti kalian adalah sepasang kekasih. Saling mencintai. Tetapi hal seperti itu belum tepat waktunya.”
“Harabeoji, joesonghamnida. Tetapi harabeoji salah sangka. Setelah membangunkan sooyoung, kami bermain perang bantal. Dan saat dia mundur, dia terjatuh di sofa. Dan tidak sengaja menarikku. Kami tidak..”
“Tapi jika saat itu harabeoji tidak masuk, bukan tidak mungkin hal yang tidak diinginkan terjadi.”
Aku mengumpat dalam hati. Mana mungkin aku melakukannya dengan manusia ini
“Anak muda zaman sekarang. Choi Sooyoung, aku selalu mewanti-wantimu batasan antara tunangan dan suami.”
“Harabeoji..tapi kejadiannya memang seperti itu. Lagipula kyuhyun bukan tipe namja seperti itu. Harabeoji tahu sendiri kan?” belaku
Harabeoji menarik nafas dalam
“Baiklah. Aku akan mengganggap perkataanmu benar jika kyuhyun berani berjanji padaku.”
“Berjanji apa harabeoji?” tanya kyuhyun
“Kalian berdua, harus menikah sebulan lagi.”
“MWO?”
“Sebulan lagi, semester satu selesai. Itu berarti, mata pelajaran yang diajar kyuhyun telah selesai, bukan? Kalian bisa menikah karena kyuhyun bukan dosenmu lagi.”
“Tapi harabeoji..kami masih sangat muda,” ujarku
“Yang penting kalian terikat status pernikahan dan tidak berdosa melakukannya. Soal anak kan bisa ditunda sampai kalian berdua siap.”
“Harabeoji, menikah bukanlah hal yang semudah itu diputuskan,” ujar kyuhyun
“Justru karena itulah aku menantangmu. Jika kau memang mencintainya, kau tidak akan takut untuk berkomitmen dengannya. Jika kau tidak mencintainya, kau akan takut untuk berkomitmen karena kau hanya menginginkan hal tertentu darinya. Kau mengerti maksudku kan?”
Kyuhyun hanya diam dan tercengang. Aigo..mana mungkin dia berkata ya
“Harabeoji…”
“Kyuhyun. Jika kau memang namja, kau tidak akan takut untuk menyanggupi permintaanku.”
Aku mengigit bibir bawahku. Jika kyuhyun berkata tidak dan penyakit harabeoji kambuh bagaimana…
“Algesseumnida.”
Aku menatapnya. Apa maksudnya?
“Aku menyanggupi permintaan harabeoji.”
Harabeoji tersenyum, “ternyata dugaanku tentangmu memang benar kyuhyun ah. Kau memang namja terbaik untuk cucuku.”
Aku menatap kyuhyun bertanya-tanya. Kurasakan dia menarikku menjauh
“Permisi harabeoji. Dia harus bersiap secepatnya ke kampus.”

~Kyuhyun POV~
Aku menutup pintu kamarnya. Kurasakan dia menamparku
“Yaa! kenapa kau menamparku!”
“Babo! kenapa kau berbohong hah! Harabeoji akan lebih kaget lagi nanti!”
“Yaa! Kau yang bodoh. Aku serius!”
“Mwo? Kau pikir pernikahan adalah hal yang mudah? Ini menyangkut masa depanku cho kyuhyun!”
“Aish.. kau pikir aku sudi menikah denganmu eoh? tapi jika aku tidak menyanggupinya, harabeojimu akan kambuh penyakitnya!”
“Lalu kita harus bagaimana?”
“Ya jalani saja! kita menikah pura-pura.”
“MWO? Pura-pura? Kau pikir semudah itu hah?”
“Kita jalani saja beberapa lama sampai kita menemukan pasangan masing-masing. Kemudian kita berpisah.”
“Aku dirugikan disini!” ujarnya
“Kau pikir aku tidak hah? Bahkan bertunangan saja sudah merugikanku. Sekarang aku terjebak sangat jauh!”
“Aku juga terjebak!”
“Ya sudah. Kita keluar sekarang dan kita katakan kalau selama ini kita berpura-pura. Sejak awal ini salahmu!”
Dia hanya diam. Tidak bersuara. Menggigit bibir bawahnya. Sedangkan aku hanya bisa mengatur emosiku yang kesal dengannya. Tes. Kulihat setetes air matanya jatuh.
“Hei..”
“….”
Astaga. Cho Kyuhyun. Sekarang kau di posisi bersalah. Kenapa aku tidak bisa melihat yeoja menangis hah?
“Yaa! Jangan menangis!”
“Huweeee….”
“Yaa! Bagaimana kalau harabeojimu mendengarnya hah!”
“Nappeun namja!!! Ini semua karenamu!”
Aku menarik nafas dalam
“Ne, ne. Mianhae. Uljima. Aku tidak tahan melihat wajah jelekmu saat menangis.”
“Huweee!!”
Aku memeluknya. Mengusap kepalanya perlahan.
“Jebal…uljima…”
Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kenapa aku sangat lemah melihat tangisannya? Haish… ini sangat menyebalkan
“Aku juga tidak tahu apa yang harus kulakukan..”
“Dengarkan aku. Kita buat perjanjian.”
“Perjanjian?”
Aku melepaskan pelukannya. Kulihat dia mengusap air matanya
“Kita buat perjanjian, pernyataan kalau kita hanya berpura-pura menikah. Dalam perjanjian itu, kita tidak boleh mengikut campuri urusan satu sama lain dan tidak boleh terjadi sesuatu.”
“Lalu?”
“Kau bisa tunjukkan perjanjian itu pada namjachingumu nanti, begitu pula aku. Jadi, kita menikah pura-pura, dan tidak akan terjadi apa-apa sesuai perjanjian. Makanya kau tenang saja. Arraseo?”
Dia terdiam sebentar
“Harabeojimu bisa terjaga, dan masa depanmu masih bisa kau pilih. Bukankah itu bagus hah? Kecuali kau takut.”
“Aku tidak takut! Baiklah. Deal!”
“Deal!”

———————————————————

~Yonghwa POV~
“MWO? MENIKAH?!”
Kyuhyun mengangguk
“Ini benar-benar gila. Terlalu jauh!” ujarku
“Ini hanya pura-pura.”
“Aish… kau ini benar-benar.”
“Lagipula kami terikat perjanjian. Jadi tenang saja”
“Aish…sudahlah aku tidak mengerti denganmu. Lalu bagaimana komentar appa?” tanyaku
“Dia mendukung.”
“Lalu aku harus mendukungmu juga?”
Dia menarik nafas dalam
“Hyung. aku tidak bisa melihat seseorang meninggal karenaku dan melihat yeoja menangis.”
“Baiklah. Ikutilah saja apa yang menurutmu benar.”

~Seohyun POV~
“Jadi mereka menikah?”
“Ne, tetapi terikat perjanjian.”
“Kerja yang bagus, seohyun ah.”
“Ini berarti rencana kita berubah total, sajangnim. lalu apa yang harus kita lakukan?” tanyaku
“Biarkan saja mereka menikmati saat-saat seperti drama.”
“Maksudnya?”
“Tetap pada rencana sama, persatukan mereka. Setelah itu, kita hempaskan.”
“Caranya?”
Dia tersenyum kecil
“Buat kyuhyun meninggalkan dia, di saat dia sudah mencintainya.”
“Maksudmu.. aku harus menghancurkan rumah tangga mereka..saat sudah harmonis?”
“Ne, waeyo? Kau mau menolak?”
Aku terdiam. Biar bagaimanapun..menghancurkannya…
“Seohyun ah. Kau tidak berniat mengkhianatiku kan?”
Aku menarik nafas dalam
“Algesseumnida.”

~Taecyeon POV~
Seohyun pergi meninggalkan kantorku. Aku menarik nafas dalam. Mengusap wajahku. Aku mengeluarkan sebuah foto yang berada di sakuku
“Yoona…jangan salahkan aku untuk semua hal ini.”
Aku tersenyum kecil dan memasukkan fotonya. Mengingat kenangan masa lalu itu. Kenangan memalukan yang tidak akan kulupakan seumur hidupku.
Flashback
Aku terus menunggu di depan altar. Menunggu mempelaiku untuk datang.
“Mempelai wanita dipersilakan memasuki ruangan.”
Aku memandang ke arah pintu dan pintu itu tidak kunjung terbuka. Seisi ruangan mulai bingung. Aku menarik nafas dalam. Sampai akhirnya seorang yeoja masuk ke dalam. Asisten appanya
“Nona Choi Yoona menghilang dari ruang make up. Hanya ada surat ini!”
Aku turun dari sana. Mengambil surat itu.
“Appa, maafkan aku atas tindakan bodoh ini. Tetapi aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak kucintai. Maafkan aku appa, aku tidak bisa berbakti pada perintahmu. Tetapi aku manusia yang punya perasaan. Dan aku berhak memilih takdirku appa. Seo In Guk, dia memang bukan namja yang kaya raya seperti Taecyeon oppa. Tapi pilihanku jatuh padanya appa. karena dalam kata cinta tidak ada perbedaan status dan golongan. Maafkan aku appa.”
“Taecyeon ah…”
Aku merobek kertas itu. Meninggalkan ruangan itu secepatnya. Memukul tembok itu sekeras mungkin
“ARRGHHH!!!”
Flashback End
Choi Yoona.. aku tidak akan pernah melupakan apa yang kau lakukan hari itu. bagaimana kau mempermalukanku dengan meninggalkanku di hari pernikahan kita. bagaimana kau lebih memilih seo in guk. dan akan kupastikan anak-anak kalian merasakan perasaanku. dan sekarang kau lihat, yoona. bahkan anakmu, seo joohyun membalas dendamk pada saudara kembarnya sendiri. aku tahu segalanya tentangmu yoona. aku tahu segalanya tentang si kembar seohyun dan sooyoung. aku juga yang menyelamatkan seohyun untuk rencanaku sendiri. tidak menarik rasanya membalas dendam pada seorang anakmu..jika yang melakukannya bukanlah saudara kembarnya sendiri. mereka harus merasakan perasaan dikhianati. seperti yang kurasakan, yoona

————————-TBC————————-

 

81 thoughts on “Glass Slippers {Part 6}

  1. Walah ternyata pak Ok yg jadi dalang balas dendam………
    Tapi sepertinya Seo dan Soo masih belum ada kesempatan untuk merasakan ikatan batin saudara kembar..
    Eehhh si Min sama Yul main drama drama-an

    Next be wait….

  2. oww,,,jadi,,taecyeon toh dalangnya,,,dia dendam ma yoona gitu,,,,ckckckckck,,,cuma berharap supaya seo cepet2 tau klo soo itu youngie kembarannya sebelum dia bener2 ngancurin soo,,,,

  3. wuahhhh….
    dah lama q g ngikutin cerita d blog ini…
    ceritanya bagus thor…
    buat ext partnya lbh cepet ya thor….
    hehehehe

  4. Uwah……:),kyuyoung mau nkah..
    Tpi cman pra2..:(
    Daebak thor..!!,oh trnyta si taecyeon dblik smua’a..
    Ihh ngslin bnget…

  5. Jadi GItU toh ceritanya. .
    Udah mudEng AKU. .
    AUW . . AuThor.y hebAt niH . .

    Aduh jgn smpai Seo mau jdi orang ke.3.y kyuyoun. .

    Next .

  6. ohh jadi yang punya dendam ntu taecyeon toh,
    jahat banget ya rencananya, ngebalas dendam dengan manfaatin seo,
    lanjut part 7

  7. ih jahatnya taecyeon kan soo ama seo mh gk tau apa2.. knp gk k yoon nya aja dlu.. anak2nyakn gk ngrti apa mslhnya.. ckck

    lanjuut

  8. kasian seo ama soo, gx salah apa2 tapi malah kena getahnya…
    di part ini juga udah keihatan asal mula konfliknya,
    daebak untuk karyamu chinguuu..^_^

  9. Ternyata taecyeon dlg ny..
    Dy mau blas dendam..
    Sampai skrg seo blm tau klo soo kembaran ny..
    Tidak ada ikatan batin kah?
    Nikah pura2?
    Seo mau hancurin soo dan Kyuppa?
    Soo terlalu rapuh..
    Kasihan lhat soo klo di campakkan ma Kyuppa setelaj dia jatuh cinta ke kyu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s