Glass Slippers {Part 7}

glass slippers

Title : Glass Slippers

Main Cast :
Choi Sooyoung
Seo Joohyun
Cho Kyuhyun
Jung Yonghwa

Other Cast
Choi Minho
Kwon Yuri

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-15

~Sooyoung POV~
Baiklah sekarang aku terjebak. Berada di dalam sebuah kantor Wedding Organizer bersama harabeoji. Bosan. Kenapa harus aku yang meluangkan waktu mendengar penjelasan panjang lebar ini? Kenapa bukan kyuhyun?
“Aku ingin pernikahannya dilangsungkan di Jeju,” ujar harabeoji
“Harabeoji, kenapa tidak di Seoul saja?” belaku
“Youngie, ini moment spesial untukmu. Hanya sekali seumur hidup. Maka harus dilangsungkan dengan baik dan sempurna. Jeju adalah surga impian para pengantin. Pemandangannya indah dan menenangkan. Ada sebuah gereja di sana, bernuansa putih. Resepsinya pun diselenggarakan dengan model garden party. Bukankah itu sangat romantis?”
Aku tersenyum kecil. Tidak bisa mengelak. Harabeoji terlihat sangat bahagia. Harabeoji, mianhamnida.
“Dekorasinya akan bernuansa gold dan putih. Bunga-bunga yang akan dirangkai ialah mawar putih. Kemudian cakenya terdiri atas lima susun dengan rangkaian acara sebagai berikut.”
Harabeoji membacanya dengan cermat. Aku ikut membaca di sampingnya
“Aku menyukainya. Tolong atur semuanya. Beserta dengan wedding dressnya. Aku ingin wedding dress berwarna putih yang elegant dengan penata rias terbaik.”
“Ne, kami akan memastikan semuanya berjalan sempurna, Tuan Choi.”

——————————————-

~Seohyun POV~
“Jadi, adikmu akan menikah bulan depan di Jeju?”
“Ne. Anak itu benar-benar. Aku saja yang lebih tua belum memiliki yeojachingu. Hahahha.”
Aku tersenyum kecil dan meneguk tehku.
“Romantis sekali menikah saat musim semi di Jeju.”
“Ne.”
“Kurasa akan lebih baik lagi jika resepsinya dilangsungkan di siang hari.”
“Resepsinya memang dilangsungkan di siang hari. Pukul 12.”
Aku mengambil tasku. Dengan ini semua informasi berhasil kudapatkan
“Mianhae, aku harus pergi ke showku selanjutnya. Annyeong.”
“Ne, annyeong. Hati-hati.”
Aku melangkah keluar memasuki mobil. Baiklah seohyun ah. Tugasmu tidak terlalu berat untuk mencari tahu segala informasi tentang mereka. Ada Cho Yonghwa.

~Yonghwa POV~
Aku tersenyum kecil sambil melambaikan tangan ke mobil itu. Seo Joohyun. Apakah aku salah jika aku berkata… aku sudah jatuh cinta pada yeoja itu

—————————————

~Kyuhyun POV~
Bridal. Itulah posisiku sekarang. Syukurlah disini tidak ada harabeojinya. Setidaknya aku tidak perlu berakting mesra dengannya. Aku tersenyum kecil melihat diriku di cermin. Mengenakan tuxedo. Tiga minggu lagi aku akan menikah. Tiga minggu? Kenapa cepat sekali? Aku menggeleng tak percaya. Setelah mengepaskannya, aku keluar dari fitting room. Menunggu yeoja itu. Kenapa dia lama sekali mengganti baju?

~Sooyoung POV~
“Bagaimana, agassi?”
Aku tercengang melihat diriku di cermin. Wedding dress. dari dulu aku sangat ingin mengenakannya. Perasaanku sekarang sulit diartikan.Di satu sisi, aku merasa senang memakainya. Tetapi di sisi lain, aku merasa kecewa lantaran wedding dress pertama yang kukenakan diperuntukkan bagi sebuah pernikahan pura-pura
“Apakah anda ingin keluar dan menunjukkannya pada tunangan anda?” tanya pegawai itu
Aku tersenyum kecil
“Tidak perlu.”

~Kyuhyun POV~
Srek. Kudengar suara itu berbunyi dari fitting room. Aku menengok ke sana. Kulihat dia mengenakan baju santainya
“Dimana wedding dressmu?” tanyaku
“Di dalam sana. Waeyo?”
“Kau tidak menunjukkannya padaku dulu eoh?”
“Kenapa aku harus menunjukkannya padamu?”
“Karena aku harus menjadi orang pertama yang melihatmu mengenakannya.”
“Yaa! Tuan Cho. Kita ini hanya pura-pura. Jadi jangan pernah berharap lebih kalau aku akan mengenakannya untukmu. Arra?”
“Mwo? Siapa yang berharap lebih? Kau pikir aku mau menikah dengan yeoja sepertimu?”
“Hei. Seharusnya aku yang berkata seperti itu! Memangnya aku mau menikah dengan namja sepertimu? Jika bukan karena harabeoji, aku tidak akan melakukannya!”
“Nado!”

—————————————–

~Yuri POV~
“Jadi kalian bertengkar lagi?”
Dia mengangguk sambil meminum tehnya
“Astaga…youngie. Kalian hampir menikah.”
“Pura-pura,” ujarnya
“Ne. Tapi tetap saja. Kau harus ingat kalau benci itu identik dengan cinta.”
“Itu di novel dan drama. Bukan di kisahku. Arra?”
“Haish…anak ini benar-benar.”
“Kau tahu, hari ini aku harus pergi ke percetakan undangan dan membagikannya. . Tidakkah itu menyebalkan?”
Aku menggeleng. Bagaimana bisa yeoja ini menikah 20 hari lagi?

~Kyuhyun POV~
“Ini undangan pernikahannya, tuan.”
Aku tersenyum memandang undangan pernikahan itu. Simple dan manis. Dengan ukiran berwarna pink pastel. Diikat dengan pita berwarna merah muda.
“Manis,” ujarnya singkat
“Ne.”

———————————————

~Sooyoung POV~
H-19. Hari ini aku menjalani pemotretan prewedding. Dan sekarang aku berada di amusement park. Ini semua adalah ide harabeoji. Dan kami hanya mengikuti
“Kalian berdua berjalan-jalan saja dengan santai. Konsepnya adalah paparazzi.”
“Arra.”
Aku mulai berjalan berdampingan dengannya. Kurasakan dia merangkulku
“Di belakang ada harabeojimu. Kau tidak mau ketahuan kan?” bisiknya
Aku mengangguk mengerti
“Baiklah. Kita mulai aktingnya disini.”
“Ne?”
Dia menarikku ke toko es krim
“Es krim apa yang kau suka?”
“Chocomint.”
“Satu es krim chocomint,” ujarnya pada pelayan toko.
Aku menatapnya bingung. Tumben dia baik padaku.
“Spot yang bagus.. ah disana. Kaja!”
Dia menarikku ke depan air mancur. Kemudian memberi es krim itu
“Kau mau?”
Aku mengangguk
“Tidak semudah itu.”
“Ne?”
Dia mencoret hidungku dengan es krim itu
“Kyu!!!”
“Hahahahaha. Kau terlihat lebih cantik seperti itu. Lebih baik lagi kalau es krimnya rasberry.”
Aku mengambil es krim itu dan membalasnya
“Yaaa! Nona Choi!!”
“Rasakan kau Cho Kyuhyun!!!”

~Seohyun POV~
Aku tersenyum melihat fotografer mengambil foto mereka dari jauh. Konsep yang menarik dan manis. Kurasa aku akan memberikan sedikit hadiah untuk kalian.

~Kyuhyun POV~
Kami menaiki banyak wahana. Entah sudah berapa foto yang diambil oleh mereka. Sekarang aku berada di bianglala bersamanya.
“Akhirnya kita bisa berhenti berakting aneh disini,” ujarnya sambil melepaskan bando kelinci yang dipakainya daritadi
“Ne.”
Setelah itu kami hanya diam. Aku pun tidak tahu harus membicarakan apa. Aku hanya memandang ke arah pemandangan kota Seoul di sore hari. Tiba-tiba kurasakan bianglalanya terhenti
“Ada apa?” tanyanya
“Sepertinya ada masalah.”
Hening. Itulah yang terjadi lima menit kemudian. Aku menengok ke arahnya yang kelihatan gelisah. Aku menarik nafas dalam. Baru pertama kali aku terjebak dalam suasana awkward saat berdua dengan seorang yeoja.

~Sooyoung POV~
Kenapa suasananya jadi tidak enak begini. Haish… aku berpikir. Aku harus menemukan topik pembicaraan
“Kau..pernah memiliki seorang yeojachingu?”akhirnya itu yang keluar dari mulutku
“Ne?”
“Maksudku..kau seorang player. Aku hanya penasaran. Apakah kau pernah mencintai seorang yeoja dengan sangat dalam?”
Dia tersenyum kecil “Ani. Aku tidak pernah memiliki hubungan serius dengan seorang yeoja.”
“Waeyo?”
“Pada dasarnya, cinta itu tidak ada. Setiap orang memiliki cikal bakal pengkhianat.”

~Kyuhyun POV~
“Dari cara bicaramu, alasanmu tidak jatuh cinta adalah karena kau takut untuk disakiti.”
“Ne?”
“Kau berbicara seolah-olah kau tidak butuh cinta, seolah-olah itu tidak ada. Padahal kau hanya takut dicampakkan.”
Aku terdiam. Perkataannya seperti pisau. Dia menatapku sebentar. Seolah menyadari kalau aku hanya diam
“mianhae..aku hanya berpendapat.”
“Kau benar.”
“Ne?”
“Aku takut disakiti. Seperti bagaimana appaku menyakiti eommaku. Kau tahu, saat eomma masih hidup, appa sangat menyayanginya. Keluarga kami baik-baik saja. Sampai akhirnya hyungku.. dia pergi dari rumah. Percekcokan pun mulai berdatangan. keharmonisan itu tinggal kenangan. Dan akhirnya…eomma meninggal. Sejak itulah hubunganku dengan appa tidak baik. Tanpa kami sadari, kami sama-sama dua orang namja yang merasa kehilangan seseorang yang kami cintai. Aku membencinya. Tapi tanpa kusadari aku justru menjadi dirinya. Sangat munafik.”
Puk. Kurasakan dia menepuk bahuku pelan
“Kau tahu, aku mengalami kecelakaan saat masih kecil. Aku tidak ingat bagaimana wajah kedua orang tuaku dan bahkan namaku saat terbangun. Hanya ada harabeoji di depan mataku. Sisa ingatan yang tertinggal dalam benakku ialah kedua bumonimku sudah meninggal.”
Aku menatapnya. Matanya berkaca-kaca
“Kau harus bersyukur kyu ah. Meski appamu seperti itu, kau masih memiliki seorang appa. Sedangkan aku, wajahnya saja aku tidak ingat. Dan keluargaku satu-satunya hanyalah harabeoji.”
Aku tersenyum kecil. Dia benar soal hal ini. Srek. Kurasakan bianglalanya kembali bergerak. Aku memandang ke arah pemandangan kota Seoul. Dia melakukan hal yang sama. Aku menatap ke arahnya sebentar. Dia bercahaya di tengah kelap-kelipnya lampu kota Seoul hari itu. Dan aku tidak menyangka kau setegar itu.

————————————————–

~Sooyoung POV~
Komedi putar. Itulah posisiku sekarang. Aku duduk di sebelahnya sambil tertawa. Fotografer dan harabeoji sudah tidak ada dalam benakku. Aku baru mengetahui sisi lain darinya hari ini. Bahwa dia juga seorang manusia yang memiliki keterbatasan. Dia memiliki hati yang rapuh, dan dia menutupinya dengan sikap sebagai seorang player. Setelah selesai bermain, kami turun dari sana. Kurasakan dia menggandeng tanganku. Dan kali ini sesuatu yang berbeda mengalir di sana. Hangat

——————————————————–

~Kyuhyun POV~
H-15. Aku melihat hasil foto-fotonya. Natural dan manis.
“Bagaimana, apakah masih ada yang kurang, Tuan Cho?”
Aku berpikir sejenak. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dalam benakku
“Ada satu lagi. Tembikar.”
“Ne?”
“Aku ingin konsep fotonya adalah paparazzi. Sama seperti kemarin. Tapi kali ini, pastikan dia tidak menyadarinya.”
“Algesseumnida.”

~Sooyoung POV~
Aku berada di kelas sekarang. Dua minggu lagi. Pernikahan itu tiba. Aku tersenyum kecil menatap kyuhyun yang sedang mengajar. Bagaimana bisa aku menikah dengan namja itu dua minggu lagi. Kelas praktik pun dimulai. Dua minggu lagi aku berpisah dengan meja bundar pembuat keramik itu.  Aku memutarnya perlahan. memperhatikan detailnya
“Jangan memberi terlalu banyak kekuatan di sana,” ujarnya
“Ne?”
Dia memegang kedua tanganku dari belakang. Menggerakannya. Aku bisa merasakan gerakannya yang tenang saat bersentuhan dengan tembikar. Deg. Entah kenapa konsentrasiku buyar dan terfokus pada sesuatu yang berdetak kencang. Apa-apaan ini? Aku tidak mengerti. Dia melepaskan tangannya perlahan
“Tiga belas hari lagi penentuan ujian. Aku ingin kau lulus dengan nilai sempurna,” ujarnya lalu pergi
Aku tersenyum kecil melihatnya. Aku baru tahu dia bisa menjadi sehangat itu saat mengajar

—————————–

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum puas melihat boneka beruang sebagai souvernir pernikahan kami.
“Kwiyeopta,” ujarnya
Aku memainkan boneka groom itu. Tujuh hari lagi. Semuanya berjalan dengan cepat. Dan aku tidak menyangka kalau pernikahannya akan menjadi secepat ini. Aku mendekatkan mulut beruang itu ke pipinya. Kulihat dia tersenyum. Aneh. Itulah diriku sekarang. Kenapa aku jadi seantusias ini dengan pernikahan kami? Padahal ini hanya pura-pura. Aku menatap boneka beruang bride itu. Aku penasaran. Seperti apa wedding dressnya nanti?

————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini adalah hari ujian. Tapi entah kenapa kepalaku bukan terfokus pada hal itu. Pernikahan. Itulah yang memenuhi otakku sekarang. Aku memasuki ruang ujian sambil membawa tembikarku. Di dalam sana ada kyuhyun dan seorang dosen lain. Kulihat kyuhyun tersenyum kecil dan bergumam ‘good luck’
“Annyeonghaseyo, joneun Choi Sooyoung imnida. Sekarang, saya akan mempresentasikan tentang karya saya. Tembikar ini berbentuk seperti tungku zaman dahulu dengan celah di bagian tengahnya dan sebuah wadah di bagian atasnya. Hal ini dimaksudkan untuk aromaterapi. Dimana tembikar yang kuat adalah bahan terbaik untuk pembakaran. Tembikar memiliki kekuatan lebih, dimana dibakar dalam suhu 1.300 derajat. Dan tidak akan hancur saat terjatuh. Sama seperti aromaterapi yang indah dan rapuh, namun sebenarnya memiliki kekuatan lebih. Ketegaran di balik kelembutannya”

~Yonghwa POV~
Aku berada di cafeku. Membalik tulisannya menjadi ‘close’. Aku tidak menyangka adikku menikah besok. Krek..pintu itu terbuka. Kulihat seorang namja di sana. Dia..
“Annyeong yonghwa hyung. Kau mengingatku? Choi Minho?”
“MWO? Minho ya!! Bagaimana kabarmu?” aku menjabat tangannya
“Baik. Sangat baik.”
“Yaa! Kapan kau pulang dari Amerika?”
“Sudah dua bulan lalu.”
“Haish..kenapa kyuhyun tidak memberitahuku?”
“Hahaha. entahlah.”
Aku menyediakan pesanan minho. Kemudian duduk di depannya. Kami mengobrol tentang banyak hal. Kulihat Minho melihat ke arah sebuah koper di dekat kasir
“itu kopermu?” tanyanya
“Ani. Itu koper pegawaiku, Yuri. Dia adalah teman baik sooyoung, tunangannya kyuhyun. Dia menitip kopernya disini karena terlalu jauh jika ia pulang ke kontrakannya.”
“Hyung, kalau begitu bagaimana kalau aku saja yang membawa kopernya?”
“Ne?”

~Yuri POV~
Aku menunggu di luar dengan cemas. Tak lama kemudian sooyoung keluar dari ruangan
“Bagaimana?” tanyaku
Dia memberi tanda jempol
“Kyaaaa!! Chukkhae!! Berarti besok, kau jadi me..Hmph!!”
“Diamlah kwon yuri!!” ujarnya
“ne, ne arra. mianhae.”
Aku memeluknya
“Kau harus datang! Arraseo!”
“Ne, aku pasti datang dan duduk di kursi terdepan.”

———————————

~Minho POV~
Aku berada di kampusnya sekarang. Mencari sosok kwon yuri disana. Kulihat dia turun dari tangga. Aku tersenyum dan langsung menariknya
“yaaa! Kau mau membawaku kemana kali ini!”
“Jeju.”
“MWO? Kau gila? Aku harus pergi ke cafe tempatku bekerja dan mengambil koperku di sana! Kapal yang kutumpangi berangkat tiga jam lagi!”
“Kau tidak naik kapal. Kau naik pesawat bersamaku dan kopermu sudah kuambil”
“MWO?!”

——————————————

~Kyuhyun POV~
Kami berada di pesawat sekarang. Penerbangan ke Jeju. Kulihat dia menatap ke arah jendela. Melihat awan putih musim semi. Entah kenapa aku merasa senang dia melewati ujiannya. Jika dia gagal, bagaimana bisa aku mengajar istriku di kampus? Tunggu dulu. Cho Kyuhyun..apa yang kau pikirkan..
“Aku penasaran bagaimana tempatnya nanti.”
“Nado.”

—————————–

~Sooyoung POV~
Hari mulai malam. Aku tidak bisa tidur. Aku terus memandang ke arah jendela kamar hotelku. Bagaimana bisa aku menikah besok? Tok..tok..tok.. seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku berjalan ke sana. membuka pintunya. Kulihat harabeoji di sana
“Harabeoji..”
Dia tersenyum sambil membawa bantalnya ke kamarku
“Aku tidak bisa tidur,” ujarnya
“Nado.”
Dia menepuk sofa di sebelahnya. Memintaku duduk di sana. Aku duduk di sebelahnya. Harabeoji memegang tanganku
“Besok akan ada cincin baru yang terpasang di sebelah sini,” ujarnya sambil menunjuk jari manis kananku
Aku tersenyum mendengarnya
“Bagaimana bisa kau tumbuh secepat ini? Rasanya baru kemarin aku bermain kejar-kejaran denganmu.”
“Harabeoji~”
“Youngie, aku merasa lega melihatmu menikah dengan kyuhyun. Karena aku yakin dia akan menjagamu dan bertanggung jawab atasmu.”
Harabeoji tersenyum dan mengusap kepalaku
“Jadilah istri yang baik. Jangan bangun siang-siang. Dan rawatlah kyuhyun, arra Cho Sooyoung?”
Aku mengangguk kecil
“Andai eommamu ada disini, dia pasti bahagia melihat putri tunggalnya menikah dengan namja yang baik.”
Harabeoji menarik tanganku perlahan. Mengalungkannya di tangannya
“Sekarang kita berlatih berjalan ke altar.”
Harabeoji, melihatmu tersenyum seperti itu.. entah kenapa kegelisahanku hilang semuanya

~Kyuhyun POV~
Sekarang aku berada di depan appa. Dia menuangkan wine untukku. Membuatku terheran dengan sikapnya
“Jarang-jarang kita bisa mengobrol seperti ini,” ujarnya
Aku menyungging senyuman kecil dan meminumnya perlahan
“Sebentar lagi kau akan menikah. Aku ingin kau berubah.”
“Maksudmu?”
“Berhentilah menjadiku. Karena kau akan menyakitinya.”
“Aku tahu.”
Dia meminum winenya perlahan
“Kau sangat beruntung mendapatkannya. Dia memiliki citra eommamu yang tenang.”
“Kenapa kau mengkhianati eomma?” tanyaku
“Kyuhyun ah. Sebentar lagi kau akan menikah. Dan kau akan mengerti bagaimana rasanya saat kau jauh dan bertengkar dengan istrimu. Aku ini manusia, kyuhyun ah. Yang bisa merasa sendiri dan berlarut dalam penyesalan. Dan di saat aku tidak punya solusi untuk kembali padanya, membuatnya membenciku adalah jalan yang terbaik.”

————————————-

~Sooyoung POV~
“Selesai.”
Aku membuka mataku. Tersenyum memandang ke cermin. Aku tidak percaya refleksi itu ialah diriku. Mengenakan wedding dress putih dengan tatanan rambut yang manis. Make up yang soft dengan kelembutan. Tidak terlalu glamour tapi berkesan. Harabeoji memasuki ruanganku. Tersenyum di sana. Perlahan dia memelukku
“Chukkhae. Cucu kecilku yang kini akan menjadi istri seorang Cho Kyuhyun”
“Gomawo harabeoji..”
“Hei..jangan menangis. Kau terlihat jelek nanti.”
Aku tersenyum kecil sambil memandangnya
“Neomu yeppo. Kurasa kyuhyun akan tercengang saat melihatmu.”

~Yuri POV~
Aku memegang kotak cincin itu dengan gugup. Sebentar lagi pemberkatannya dimulai. Aku benar-benar ingin melihat seperti apa sooyoung. Aku sudah melihat kyuhyun. Dia bahkan berdiri di depanku sekarang. Terlihat cukup gugup. Rasanya seperti pernikahan sungguhan. Apa mereka memang sudah saling mencintai? Entahlah. Aku tidak ingin menanyakan hal pribadi semacam itu. Kyuhyun terlihat gagah dengan tuxedonya, meski wajahnya terlihat melafalkan janji pernikahan dengan sempurna.
“Kau siap?” tanya sang pendeta
“ne,” jawabnya dengan tegas.
Kudengar musik dimainkan. Pendeta memasuki gereja bersamanya. Aku bersiap di posisiku. Gereja ini dipenuhi lilin dan bunga. Sangat mengesankan. Tak lama kemudian, pintu terbuka. Dan yang kulakukan hanyalah memandang kagum sambil tercengang

~Sooyoung POV~
“Kau siap?” tanya harabeoji sambil melingkarkan tanganku di lengannya
“Aku gugup.”
Dia tersenyum kecil
“Tenang disini ada aku. Di hitungan ketiga kita melangkah dengan baik. Seperti latihan, arra?”
Aku mengangguk. Rasanya benar-benar gugup. Entah kenapa hatiku menolak untuk berkata ini pernikahan pura-pura. Ada apa ini? Apa aku terbawa suasana? Entahlah. Pintu itu terbuka. Aku memasuki ruangan dengan langkah kaki yang tenang. Kulihat kyuhyun di sana. Memakai tuxedo hitam dan tersenyum padaku. Aku tidak pernah melihat senyuman itu. Sangat menenangkan dan hangat. Lebih daripada di prewedding dan lainnya. Langkahku berhenti di depan altar.
“Karena citra Allah berdiam di dalam kita, kita dapat mengenal dan mengalami kasih secara pribadi. Hal itu telah dikatakan,”Dia yang berdiam di dalam kasih, berdiam di dalam Allah.” ini merupakan sebuah perwujudan yang dirayakan dalam ibadah. Dimana ada kehadiran dari kasih, disana seharusnya ada penyembahan, sebagaimana Allah adalah penulis kasih dan Dia adalah Kekudusan satu-satunya yang kita sembah. Oleh karena itu, merupakan hasrat dari hati yang paling dalam dari Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung untuk menyambut anda – untuk menyambut anda untuk berbagi dan untuk merayakan janji mereka dan komitmen dari kasih mereka selama waktu ibadah ini. Cinta yang sejati adalah sesuatu yang ada dibalik sebuah kehangatan dan berpijar, kegembiraan dan romantisme yang semakin dalam di dalam kasih. Hal itu harus dijaga dengan baik tentang perjuangan dan kegembiraan dari pasangan pernikahan anda sebagaimana terhadap milik anda sendiri.  Tetapi cinta yang sejati bukan sebuah penerapan total dari satu sama lain; hal itu adalah melihat keluar di dalam arah yang sama—secara bersama-sama. Kasih membuat beban menjadi ringan, karena anda menanggungnya bersama-sama. Ia membuat sukacita makin dalam, karena anda membaginya bersama-sama. Ia membuat anda lebih kuat, sehingga anda saling mengulurkan dan menjadi saling terlibat dalam hidup pada jalan yang anda tidak takut untuk mengahadapinya sendirian.Keluarga dan sahabat terkasih, yang telah berkumpul dalam tempat yang indah ini untuk tujuan dari sebuah upacara yang suci dari ikatan pernikahan, apakah anda dengan tulus bersedia memberikan wanita ini kepada pria ini dalam kunci pernikahan?”
“Ne, saya bersedia,” ujar harabeoji sambil memberikan tanganku padanya. Kyuhyun meraihnya dan menggenggamku dengan lembut. Entah kenapa kegugupanku hilang entah dimana

~Kyuhyun POV~
“Saudara,Cho Kyuhyun, bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh sidang jemaat ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah kanan anda yang sekarang sedang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?”
Aku tersenyum sambil menatap ke arahnya “Ne saya bersedia”
“Saudari,Choi Sooyoung, bersediakah anda, dihadapan Allah dan disaksikan oleh sidang jemaat ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah dan senang, pria di sebelah kanan anda yang sedang anda pegang sekarang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama, menjadi istri yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?”
Dia menatapku. Memberikan senyuman terbaiknya. Membuatku melihat wajah itu dari balik kain kaca yang menutupi wajahnya. Yeppeuda. “Ne saya bersedia.”
“Di segala zaman dan diantara semua manusia, cincin telah menjadi sebuah symbol yang sangat berarti, lalu, pada waktu yang suci ini, sebuah symbol dari tindakan anda, kesetiaan yang tiada batas.  Cincin ini berbentuk lingkaran, tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir; sehingga sampai masa tua anda, hingga kematian dan sampai selamanya anda harus mempertahankan janji yang tidak dapat digugat ini yang telah ditandai dan dimateraikan oleh sebuah cincin. Sebagai sebuah ingatan yang terus-menerus dari makna yang dalam ini, maka tempatkanlah cincin ini pada jari pasangan anda.”
“Saya, Cho Kyuhyun, mengambil engkau, Choi Sooyoung, sebagai istriku yang sah, untuk memiliki dan menjaga dari hari ini hingga seteruusnya, baik dalam keadaan kaya maupun miskin, dalam kondisi susah maupun senang, untuk bergantung kepada engkau dan hanya engkau, selama kita masih hidup. Dengan cincin ini aku menikahi engkau, dengan kasih yang setia saya memberkahi engkau, semua ucapan-ucapan baik saya akan saya bagi bersama denganmu, di dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, memberkati sampai selama-lamanya. Amin.”
“Saya, Choi Sooyoung, menerima engkau, Cho Kyuhyun, sebagai suamiku yang sah, untuk memiliki dan menjaga dari hari ini hingga seterusnya, baik dalam keadaan kaya maupun miskin, dalam kondisi susah maupun senang, untuk bergantung kepada engkau dan hanya engkau, selama masa kita hidup berdua. Dengan cincin ini aku menikahi engkau, dengan kasih yang setia saya memberkahi engkau, semua ucapan-ucapan baik saya akan saya bagi bersama denganmu, di dalam nama Allah Tritunggal berkat dari Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus,  Amin.”

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum memandang cincin itu. Dengan ini, namaku resmi menjadi Cho Sooyoung.
“Kau diperkenankan mencium mempelaimu.”
Dia membuka kain kaca bening yang menutupi wajahku. Mencium keningku perlahan. Sorak sorai terdengar dari para undangan. Serasa ribuan kupu-kupu terbang di perutku. Ini aneh.

~Minho POV~
Resepsi pernikahannya digelar dengan manis dan berkesan. Kulihat yuri tersenyum sambil mengusap air matanya
“Mereka terlihat bahagia. Aku terharu,” ujarnya
Aku menepuk pundaknya
“Sebentar lagi mereka akan melempar bunganya. Kaja kita ke sana.”
Aku pergi ke sana sambil menunggu pelemparan bunganya
“Hana dul set!”
Hup! Aku berhasil menangkapnya. Kurasakan sebuah tangan juga menangkapnya. Tangan kami bersentuhan. Yuri.

———————-TBC——————–

92 thoughts on “Glass Slippers {Part 7}

  1. huaaaa kyuyoung uda nikah :) chukkae, ini baru awal, ujian pernikahan akan segera dimulai *blz dendam taecyeon*
    eciéeee minyul mau nyusul kyuyoung tuh wkwkwk

  2. Chukkae Kyuyoung, akhirnya nikah. Semoga langgeng, awet. Semoga Kyuyoung gak cepet nyerah sama gangguan yang bakal banyak muncul setelah ini.
    Minyullll cepet nyusul, ditunggu undangannya.
    Yongseo maju terus!!! Seo eon mudah2an cepet suka ma Yongppa.

    Daebak thor, kapan nih Kyuyoung terbuka & sadar kalo mereka emang saling suka.
    Cepetan dipost next partnya author..
    Keep writing ‘nd FIGHTING!!! ^^9

  3. Wah~ so sweet bangeeet!
    Dari foto prewedding sampe kyuyoung nikah bener2 bikin gregetan!
    Manis. Manis banget! :-D
    dan lagi, kyuyoung udah sama2 suka tapi masih aja gengsi..
    Astaga~
    well, smoga langgeng kyuyoung, dan rencana seo buat hancurin soo, gagal total! Kekeke~

  4. Chukkae kyuyoung atas pernikahannya, sweet banget acara nikahnya,
    ciee minyul barengan dapat bunganya,
    d tunggu lanjutannya :)

  5. Yeay~!!! Mereka sudah menikah, tinggal menunggu kisah cinta yuri dan juga minho
    Apa rencana tuan Ok berhasil? Dan apakah Seo dan Soo di beri jalan untuk saling kenal dan tau klo mereka saudara kembar

  6. Akhirnya udah nikah juga………
    Tapi apakah ini akan selamanya? Atau rencana tuan Ok akan berhasil????
    Apakah Seo dan Soo akan berhasil mengetahiu bahwa mereka kembar?
    Aku nanti kan drama queennya MinYul…..
    Fighting~!!!!!

    Next be wait…….

  7. uwaaa, kyuyoung uda menikah!! bagaimanakah kehidupan pernikahan mereka???
    kyaaa, kyuyoung mulai saling tertarik, meskipun sama2 belum menyadari perasaannya masing2, tapi itu awal yang baik!! setidaknya di hari pernikahan mereka uda diselimuti(?) perasaan cinta, keke
    Aigoo, bagaimanakah kelanjutan MinYul??
    dan kapankah perasaan yonghwa akan terbalaskan??
    sweet moment’a kyuyoung dong thoooorrrr >_<
    next part'a ditunggu, HWAITING.. 'O')9

  8. ff nya bagus akhirnya kyuyoung menikah semoga gk ada halangan apapun bagaimana kalau seo tahu kalau soo itu saudaranya ya d tubggu part berikutnya

  9. wah.. kyuyoung mnikah.. wah bgaimana nti ya.. seo jgan lakukan apapun ya.. jgn sakitin soo eonn..

    lanjut thor.. penasaran nih..
    abis makin seru aja nih.. hehe :)

  10. Akhirnya mereka menikah..
    Tapi balas dendam taecyeon terhadap soo ttp..
    Melalui seo..
    Gmn pernikahan mereka?
    Apa soo akan tersakiti oleh Kyuppa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s