Breath {Part 6-2)

Breath

Title :Breath

Genre :Romance,Revenge,Suspense

Rating : PG-17

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Changmin
  • Victoria

Other Cast :

  • Im Yoona
  • Tiffany Hwang
  • Yunho
  • Sulli
  • Sungmin
  • Taemin
  • Sunny

~Sooyoung POV~
“Bagaimana ini?” tanya sunny padaku
Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku juga tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Sudah sekitar satu jam dia terus menuang minuman itu ke gelasnya. Tak satupun pegawai resort ini yang berani menghentikannya
“Waee….” gumamnya pelan
Aku menyenggol tangan taemin. Dia pun hanya diam
“Sebaiknya kita biarkan saja dia disini,”ujar taemin
“Tapi dia sudah mabuk berat,” ujar sunny
“Jadi bagaimana?”
“Choi Sooyoung..”
Seketika aku terdiam begitu mendengar namaku disebut
“Yaa! Kau kan asistennya! Kau yang harus mengurusnya! Aku tidak mau ikut campur,” ujar taemin. Kemudian dia pergi
“Aku juga tidak ikut campur,” ujar sunny lalu pergi
Aku menghela nafas dan menepuk pundaknya perlahan
“Sajangnim..”
Dia hanya diam. Aku menoleh ke sekitar. Tidak ada pelayan
“Kyuhyun–“
Sret.
Dia menarik tanganku dan memelukku
“Kyu–“
“Katakan padaku, dia bohong kan?”
“N..ne?”
“Choi Sooyoung masih hidup…benar kan? Katakan kalau kau hanya bersembunyi selama tiga tahun ini.”
Aku hanya diam.
“Apa..yeoja itu benar-benar mirip denganku?”
“Nee…dia mirip denganmu. Sangat mirip. Wajahnya, matanya, posturnya, suaranya, dan bahkan seleranya sangat mirip denganmu. Kau tahu bagaimana bisa seperti itu?”
“Bagaimana?”
“Karena kau adalah dia. Kau tidak pandai bersembunyi sooyoung ah. Seharusnya, kau pergi dan mengganti namamu jika memang ingin menipuku.”
Aku menarik nafas dalam
“Katakan kalau aku benar, sooyoung ah…kemudian aku akan membatalkan pernikahan yang bodoh itu.”
“Kau mabuk berat.”
“Katakan kau mencintaiku, dan kita batalkan pernikahan itu berdua.”
“Aku tidak bisa dan tidak mau melakukannya.”
“Wae?”
“Karena aku bukan dia. Dan aku tidak mencintaimu, sajangnim. Jadi kumohon berhentilah bersikap seperti ini.”
Dia melepaskan pelukannya dan menatapku. Entah kenapa aku jadi tidak tega melihatnya seperti ini. Segurat rasa dalam benakku seolah menolak perkataan itu
“Hmph..” Seketika dia tersenyum
“Wae usoyo?”
“Kau tidak berubah. Kau tidak pernah mau mengakuinya.”
Aku hanya diam dan melangkahkan kakiku. Tiba-tiba dia menahan tanganku
“Aku bisa mendapat masalah jika mereka melihatmu memegang tanganku seperti ini, kyuhyunssi.”
“Kalau begitu aku akan memberimu masalah yang lebih besar.”
“Ne?”
“Kau tahu. Aku selalu punya cara untuk membuatmu mengakuinya.”
“Apa?”
Dia menarik tanganku dan menciumku. Aku membelalakkan mataku. Tapi kakiku terasa kaku untuk bergerak. Seketika dia melepaskan tanganku, aku menampar pipinya dan pergi. Keterlaluan

——————————-

~Changmin POV~
“Aku membawakan sup rumput laut untukmu. Kuharap kau menyukainya.”
Dia hanya diam dan tersenyum
“Mianhamnida.”
“Ne?”
“Seharusnya..akulah yang menyiapkan makanan untukmu.”
“Jangan berkata seperti itu. Aku sudah cukup bangga karena kau mengakui keterlibatan keluarga choi dalam pembunuhan itu.”
“Choi Sooyoung…entah dia berada dimana sekarang.”
Seketika aku terdiam mendengarnya
“Dia pasti sudah berada di surga. Dia orang yang sangat baik.”

~Sooyoung POV~
“Kau benar-benar merepotkan.”
Aku mengompresnya dengan handuk. Setelah kejadian kemarin, bisa-bisanya dia demam dan menggigil seperti ini.
“Sooyoungie…”
Lagi-lagi aku merasa lemah. Entah iba atau sejenisnya. Aku jadi penasaran…seperti apa choi sooyoung itu sebenarnya. Artinya..pasti sangat besar baginya
“Kajima…”
“Mianhamnida…”
Aku menoleh ke arah nakasnya. Kulihat ada sebuah buku di sana. Aku membuka buku itu. Kulihat ada beberapa foto yang tertempel di sana

ImageAku mengusap mataku. Ini…benar-benar mirip denganku. Aku membalik halaman itu

Image“A…h..”
Aku memegang kepalaku. Rasanya sangat sakit. Seperti sebuah bayangan terlintas di kepalaku

“Kau menyesal karena menyukaiku?”
“Aku menyesal jika aku bertepuk sebelah tangan. Di luar sana banyak namja yang mengerjarku. Aku mengabaikan mereka semua untukmu. Tapi kau malah bersikap seperti ini padaku.”
“Bagaimana kalau tidak?”
“Maksudmu?”
“Bagaimana kalau aku benar-benar menyukaimu pada akhirnya?”

Aku membuyarkan lamunanku. Bayangan-bayangan ini muncul lagi…

————————–

~Sulli POV~
“Jadi..bayangan-bayangan itu muncul lagi?”
“Ne. Sulli ah. Kepalaku sangat sakit saat mengingatnya.”
“Eonni…apa…kau mengingat sesuatu tentang masa lalumu?”
“Entahlah.. Tapi kuharap..aku segera mengingatnya.”
“Nado..keluargamu pasti sangat mengkhawatirkanmu..”
“Kau dan appa juga keluargaku sulli ah.”
Aku tersenyum mendengarnya
“Sulli ah, eonni harus kembali bekerja, ne. Annyeong.”
“Annyeong.”
Aku mematikan sambungannya

————————–

~Victoria POV~
Sudah 90 persen. Tinggal mencetak undangan. Aku mengusap wajahku. Apa aku akan benar-benar melanjutkan pernikahan ini? Aku sendiri tidak tahu. SIapa yang akan menikah denganku? Seseorang yang tidak mencintaiku dan masih diliputi bayang-bayang masa lalu. Apa aku yakin? Aku menarik nafas dalam. Kurasakan seseorang menepuk pundakku perlahan
“Changmin–“
“Kurasa yang ini bagus,” ujarnya sambil menunjuk sebuah undangan
“Bukankah kau ada sidang?” tanyaku
“Sudah selesai.”
“Ah…”
“Kau sendiri?”
“Jadwalku kosong hari ini.”
Aku memasukkan undangan itu ke dalam tas
“Setelah kau menikah dengannya, kau akan berhenti?”
“Siapa yang mengatakannya?”
“Aku hanya bertanya.”
aku mengetuk-ngetuk penku ke meja
“Molla. Aku juga tidak tahu.”
“Jangan berhenti.”
“Waeyo?”
“Sekarang saja kau sudah depresi. Apalagi jika tidak punya kesibukan?”
Aku tersenyum tipis
“Gomawo sudah mengkhawatirkanku.”

——————————

~Sooyoung POV~
Aku melihat ke sekitarku. Kudapati beberapa pelayan memperhatikanku dengan tajam. Tak seorang pun yang duduk di sebelahku saat jam makan siang. Aku pura-pura tidak memedulikannya
“Lebih baik aku menjadi karyawan selamanya dibanding menjadi simpanan.”
“Ne.”
Aku memejamkan mataku. Sabar…sooyoung ah
“Apa dia merasa dirinya secantik itu?”
“Kurasa tunangannya jauh lebih baik.”
Aku pura-pura tidak mendengarnya
“Entah wajahnya tebal atau dia tidak punya malu.”
“Jelas dia tidak punya malu.”
“Apa dia pikir..dia pantas disandingkan dengan presdir?”
Aku berdiri dari kursiku. Nafsu makanku hilang.

~Kyuhyun POV~
“Masuk.”
Aku membereskan berkasku. Seketika aku tersenyum tipis begitu melihat yeoja itu
“Ada apa?” tanyaku
“Sajangnim..”
“Bukankah aku bilang kalau–“
“Aku ingin berhenti menjadi asistenmu.”
“Waeyo?”
Dia hanya diam
“Kau harus punya alasan yang logis”
“Karena..”
“Semua orang menuduhmu? membicarakanmu yang tidak-tidak? Untuk apa kau pedulikan.”
“Tapi..”
“Mereka hanya iri. Dan aku akan menambah bonusmu dua kali lipat. Jadi ikuti perintahku.”
“Apa kau melakukannya karena aku sangat mirip dengan yeoja itu?”
Seketika aku terdiam
“N..ne?”
“Jebal. Berhentilah memperlakukanku seperti ini sajangnim. Kau membuatku serba salah.”
“Sooyoung ssi.”
“Aku bukan yeoja itu. Kumohon Anda menyadarinya.”
“Aku tahu.”
“Lantas mengapa Anda–“
“Aku ingin kau menjadi asistenku karena kau berpotensi. Aku tidak suka dengan yang lain. mereka berisik.”

———————————

~Sooyoung POV~
“Kurasa kau benar-benar dalam masalah besar, sooyoung ah,” ujar sunny
Aku mengangguk pelan
“Aku heran. Bagaimana bisa ada yeoja yang sangat mirip denganku. Bahkan namanya sama denganku.”
“Itu kebetulan yang hebat.”
“Ne.”
“Kau tahu, saat aku baru masuk di resort ini..kurang lebih 3 tahun lalu, ada banyak hal terjadi.”
“Ne?”
“Awalnya, yang memegang choi corp adalah seorang nenek sihir menyebalkan. Dia sangat dingin dan bertangan besi. Tapi tak lama kemudian, dia ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan berencana.”
“Pembunuhan…berencana?”
“Ne. Kau tahu siapa yang dibunuh?”
“Nugu?”
“Cinta pertama sajangnim.”
“N…ne?”
“Karena nenek sihir itu ingin menguasai perusahaan ini. Jika dia dibiarkan hidup, perusahaan ini akan jatuh ke tangannya. Tapi karena polisi menangkapnya,sajangnim menjadi ahli warisnya karena dia merupakan wali yeoja itu.”
“Wali?”
“Usia mereka berbeda 8 tahun. Katanya, sajangnim menjadi walinya karena ia adalah satu-satunya saksi saat appa yeoja itu dibunuh.”
“Cerita yang rumit.”
“Ne. Tapi kurasa..itulah mengapa sajangnim tidak bisa melupakan yeoja itu.”
“Kurasa…begitu.”

——————————-

~Kyuhyun POV~
Srek..Srek..
Aku menahan tawa begitu melihat wajahnya yang kesal karena kusuruh membereskan berkas-berkas itu ke dalam map. Aku pura-pura tidak melihatnya dan meminum kopiku
“Apa kau tidak pernah membereskan folder hah?”
Aku mengangkat bahuku
“Sepertinya begitu.”
Aku melihat ke arah jam. Pukul 9 malam
“Berapa lama lagi kau akan tinggal di Jeju?” tanyanya
“22 hari lagi. Waeyo?”
“Aku hanya ingin bertanya.”
Cklek.
Tiba-tiba kudengar suara kunci
“Seperti suara kunci.”
“Mereka memang mengunci ruangan ini setelah pukul 9,” ujarnya sambil merapikan berkas
“Maksudmu mereka mengunci kita?”
“Ani. Aku sudah melapor– OMONA!”
Dia mencoba membuka pintu itu
“Bagaimana?”
“Dikunci.”
Dia menggedor-gedor pintunya
“Kami ada di dalam!!”
“Percuma,” ujarku sambil duduk di sofa
“Waeyo?!”
“Ruangan ini kedap suara. Tidak ada yang akan mendengar teriakanmu.”
“Haish…. Kenapa ruangan ini harus terletak di lantai dua?”
“Memangnya kenapa kalau di lantai lain?”
“Kita bisa keluar dari jendela.”
Aku menyentil jidatnya
“Yaaa!”
“Kau seperti pencuri kalau keluar dari sana.”
“Jadi apa yang harus kita lakukan?”
“Ya sudah. Menunggu disini. Apalagi?”

~Victoria POV~
“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Tekan satu untuk meninggalkan pesan. Tekan dua untuk–“
Aku menekan tombol satu untuk mengirim pesan suara
“Oppa. Aku meminta maaf karena mengatakan hal seperti itu. Kumohon..maafkan aku dan angkat telponku. Kau tahu kalau aku mencintaimu, oppa. Jebal…tidak bisakah aku menggantikannya?”

~Sooyoung POV~
Hujan turun lebat. Tapi ruangan ini terasa sangat panas. Lampunya pun mati. Hanya lampu dari taman resort yang menerangi sebagian kecil ruangan ini. Sejujurnya aku benci kegelapan. Tapi entah kenapa..aku merasa cukup aman disini
“Apa AC nya mati?” tanyanya
“Mereka mematikan lampu dan AC untuk back office sampai besok pagi.”
“Haish…”
Dia melepas dasi dan kemejanya. Sedangkan aku hanya bisa menunduk
“Mianhamnida..aku lupa memberi tahu petugas kalau kita berada di dalam.”
“Gwaenchanha.”

~Kyuhyun POV~
DUAARR!!
“KYAAAA!!!”
Dia memelukku tiba-tiba. Seketika kurasakan jantungku berdetak kencang. kejadian ini…rasanya pernah terjadi sebelumnya
“Kau takut petir?”
Dia hanya diam. Tangannya gemetar. Persis seperti youngie. Aku mengusap kepalanya perlahan
“Hujannya akan segera reda.”

~Sooyoung POV~
“Hujannya akan segera reda.”
Aku terdiam mendengarnya. Kata-kata itu…rasanya pernah diucapkan seseorang

“Kau takut kegelapan?”
“Hujannya akan segera reda”

Entah kenapa jantungku berdetak keras saat mengingatnya. Aku sendiri tidak mengerti. Aku menengadah ke atas. Wajahnya tepat berada di depanku sekarang. Entah kenapa…aku seperti sudah mengenalnya untuk waktu yang sangat lama..wajah itu tiba-tiba menjadi sangat menenangkan. Dia mendekatkan wajahnya. Aku hanya bisa memejamkan mata. Dia menciumku dan melumat bibirku. Entah setan apa yang merasuki tubuhku sampai aku membalasnya. Tapi aku menginginkan sentuhannya yang tenang. Seolah aku merindukannya…seperti ini

~Victoria POV~
Aku masih menunggu balasannya. Dia tak kunjung membalas, bahkan sampai pukul 12 malam. Apa dia sudah tidur? Aku menaruh cellphoneku dan memandang ke arah langit-langit kamar. Kyu ah, apalagi yang harus kulakukan agar kau melihatku dan melupakannya?

——————————-

~Changmin POV~
“Tinggal seminggu lagi dia akan pulang,” ujar vict sambil mencoret kalender. Aku hanya diam dan menatapnya dengan sendu
“Kau yakin akan meneruskan semua ini?”
Vict hanya diam
“Setelah dia pulang, kami akan memilih desain undangan. Dan dua minggu kemudian, kami akan menyebarnya. tiga minggu kemudian, kami menikah.”

~Sooyoung POV~
Dua minggu berlalu sejak kejadian itu. Aku tidak berani melihatnya lagi. Aku merutuki diriku sendiri karena hal itu. Bisa-bisanya aku terbawa suasana. Sejak kejadian itu, aku meminta sunny menggantikanku. Kyuhyun sempat memprotes, tapi dengan segala alasan, aku bisa membuatnya mengerti. Aku berdiri di front office sekarang. Yang bisa kulakukan hanya melihatnya mondar-mandir. Aku tahu dia memperhatikanku. Tapi rasanya terlalu klise untuk menyapa seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Tinggal 8 hari lagi, dia akan pulang ke Seoul. Entah apa yang harus kuberikan. Ekspresi senang atau kehilangan. Yang jelas..perasaan itu berkecamuk dalam pikiranku sekarang

~Kyuhyun POV~
Aku mematikan cellphoneku begitu mendengar pesan vict. Aku sendiri tidak mengerti dengan perasaanku. Entah apa yang terjadi. Aku melangkah terlalu jauh dan menyakiti banyak orang karena aku tidak bisa melupakannya. Apa aku melakukannya karena aku merasa Sooyoung adalah youngieku? Atau karena hal lain? Aku sendiri tidak mengerti apa yang harus kulakukan. Youngie…eotokkhe?

—————————-

~Victoria POV~
Besok hari lagi dia pulang. Aku berada di rumahnya, eommanya memperlihatkan beberapa desain interior kamar kami nanti
“Apa menurutmu ini bagus?”
“Kurasa aku lebih suka nuansa putih.”
“Kyuhyun tidak menyukai kamar yang bernuansa putih. Bagaimana kalau kamar yang bernuansa spring?”
“Terserah eomoni saja.”
“Ani. Kau juga harus menentukannya. Ini juga akan menjadi kamarmu.”
Aku hanya memaksa bibirku untuk tersenyum
“Bagaimana kalau yang ini?”

~Sooyoung POV~
“Ini,” ujar Sunny sambil memberiku secangkir teh manis hangat
“Gomawo..”
“Haish..kau tidak boleh terbawa stress! Apa yang kau pikirkan hah sampai perutmu kram seperti ini?”
Aku meneguknya perlahan.
“Kurasa sebaiknya kau pulang,” ujar sunny
Aku menggeleng pelan
“Haish..nappeuda! Kau sudah sakit seperti ini, bekerja pun tidak bisa. Sebaiknya kau pergi ke rumah sakit.”
“Tapi–“
“Kau tenang saja. Aku akan meminta sungmin memberimu dispensasi.”
Aku tersenyum tipis
“KKN.”

~Kyuhyun POV~
Aku mengetuk-ngetuk jariku sambil menghitung waktunya. Tak lama kemudian, yeoja itu masuk ke ruanganku.
“Kau telat 5 menit,” ujarku
“mianhamnida,sajangnim.”
“Berikan aku alasan.”
“Seorang karyawan sakit jadi aku harus–“
“Nugu?”
“Choi Sooyoung.”
Seketika aku terdiam mendengar namanya
“Dimana dia sekarang?”
“Rumah sakit.”
“Apa..sakitnya separah itu?”
“Kurasa–“
Aku berdiri dari kursiku
“Undur meeting ku dengan manager lee.”
“Ne?”
“Katakan padanya. Meeting dimulai 3 jam lagi.”

——————

~Sooyoung POV~
Aku terduduk lemas di kursi taman rumah sakit. Pandanganku kosong. Kakiku terasa lemas. Geuronika eobso.. Aku membuang amplop itu ke dalam tempat sampah. Aku cepat-cepat berjalan dari sana. Aku mengambil cellphoneku dan menelpon sulli
“Yeobseyo–“
“Sulli ah..”
Eonni? Kau..menangis?”
Aku hanya diam dan mencoba menahannya
“Ani. Aku flu.”
“Aigoo..seharusnya kau beristirahat.”
“Sulli ah….”
“Ne?”
“Dalam keadaan apapun, kau tetap yeodongsaengku. Majayo?”
“Ne, eonni. Waeyo..?”

Flashback
“Kurasa sebaiknya kau berhenti dari pekerjaanmu. Bekerja di hotel terlalu riskan untuk kondisimu.”
Aku hanya diam dan mengepalkan tanganku
“Kau memiliki riwayat kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Sekarang pilihanmu ada dua.”
“Apa..euisa?”
“Aku akan menyarankanmu untuk bedrest dan menjaga kandunganmu. Tapi jika kau memilih untuk tidak mempertahankannya, semua kuserahkan padamu.”
Flashback End

“Apa…aku harus mempertahankannya sulli ah?”
“Maksud eonni?”

—————————–

~Victoria POV~
hari ini adalah hari kepulangannya. Aku berada di rumahnya, membantu eommanya menyiapkan beberapa makanan kesukaannya
“Kurasa dia berada di bandara sekarang. Pesawatnya take off satu jam lagi kan?”
“Ne.”

~Sooyoung POV~
“Apa kau yakin…sudah baik-baik saja?” tanya sunny
Aku mengangguk pelan. Sejujurnya hatiku mengatakan kebalikannya. Tak lama kemudian, kulihat taemin berdiri di depan front office dan menaruh sebuah kunci
“Akhirnya dia pergi dari sini.”
“N…ne?”
Aku melihat kunci itu. Suite Room
“Pesawatnya take off satu jam lagi. Aku benar-benar lega. Akhirnya namja menyebalkan itu pulang ke Seoul.”
“Maksudmu..Kyuhyun sajangnim?”
“Siapa lagi hah? Haish..dia membuat banyak masalah disini. Terutama untukmu. Bukankah kau senang, noona?” tanyanya
Aku hanya diam. Kakiku terasa kaku.
“Sooyoung ah, gwaenchanha?” tanya sunny
Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku mengejarnya dan memberi tahu hal ini?
“Noona?”
Aku berlari ke luar resort dan menaiki taksi
“Ke Bandara, ajjeosi.”

~Changmin POV~
“Jadi…hari ini dia pulang?”
“Ne, appa.”
Aku terus memainkan jariku. Entah mengapa aku gelisah
“Changmin ah…tidakkah kau merasa…kalau victoria pantas mendapatkan namja yang mencintainya?”
“Maksud appa?”
“Jika aku adalah kau, aku akan datang ke rumah itu dan menghajar kyuhyun.”
Aku tersenyum tipis
“Itu bukan tipeku, appa.”

~Sooyoung POV~
Akhirnya aku sampai di bandara. Aku mencari terminalnya di antara banyak penumpang. Aku harus menemukannya. Secepat mungkin. Sebelum semuanya terlambat dan aku hanya bisa merutuk disini. Aku melihat ke arah jadwal penerbangan. Kulihat pesawatnya dalam status boarding dan tak lama kemudian…take off.
Seketika kakiku terasa lemas. Air mataku menetes. Kenapa rasanya sesakit ini? Kenapa aku menangis? Aku sendiri tidak mengerti. Apa karena aku takut? Kehilangan? Seketika kurasakan seseorang memelukku dari belakang
“Aku tahu kau pasti datang kesini.”
Aku berbalik ke belakang. Kulihat dia berdiri di belakangku
“Kyuhyun…”
Dia menunjukkan dua tiket pesawat
“Dua jam lagi kita berangkat ke Seoul.”
“N….ne?”
“Aku akan bicara pada orang tuaku. Mereka pasti memahaminya. Apapun yang terjadi nanti, aku ingin kau berada di pihakku.”
Aku masih tidak mengerti dengan maksud perkataannya. Tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya.
“Tidak satupun orang yang bisa menyembunyikan apapun dariku.”
“A–“
“Aku akan bertanggung jawab.”
“Kenapa kau melakukan hal ini?”
“Kau masih bertanya?”
“Apa karena kau menganggapku sebagai yeoja itu?”
Dia hanya diam
“Jika kau melakukannya karena–“
“Aku tidak mengerti dengan perasaanku. Tapi sekarang, izinkan aku untuk bilang kalau aku menyukaimu. Jadi ikutilah perintahku.”

————————————-

~Victoria POV~
Ting..tong..
“Itu pasti dia.”
Aku mengikuti langkah eomma. Saat pintu terbuka, aku hanya bisa berdiri mematung. Itu…
“Choi…Sooyoung…”
“VICT!”
Setelah itu..aku tidak mengingat apapun. Semuanya gelap.

~Sooyoung POV~
Situasi disini sangat tegang. Aku hanya bisa menunduk dan duduk di sebelahnya. bumonimnya hanya bisa menatapku dengan serius
“Inilah mengapa aku tidak mau kau berangkat ke Jeju sendirian,” ujar eommanya
Aku menarik nafas dalam
“Eomma–“
“Kyuhyun ah. Apa kau namja?” tanya appanya
“Ne.”
“Namja tidak lari dari tanggung jawab dan berani mengambil resiko atas perbuatannya.”
“Aku mengerti, appa.”
“Apa kalian sadar kalau perbuatan kalian sangat tercela?”
Kami berdua mengangguk
“Aku memberi kalian hukuman. Tiga minggu lagi. Itu harus menjadi tanggal pernikahan kalian.”
“Ne?”
Eommanya menatapku dengan sinis. Kyuhyun menarik tanganku
“Izinkan aku untuk berbicara dengannya appa.”

~Kyuhyun POV~
“Bagaimana bisa kita menikah tiga minggu lagi?” tanyanya
“Kau mau menunda sampai kapan hah? Sampai semua orang tahu tentang yang terjadi di Jeju?”
“Tapi appaku pasti kaget mendengarnya–“
“Dia akan lebih kaget lagi jika kau menundanya.”
“Tapi tiga minggu adalah waktu yang terlalu cepat untuk menyiapkan–“
“Semuanya sudah disiapkan.”
“Ne?”
“Dekorasi, tempat, menu, undangan. Semuanya sudah diatur.”
“Bagaimana bisa?”
“Karena seharusnya aku menikah dengan yeoja itu tiga minggu lagi.”
“Ini benar-benar gila. Bagaimana dengan perasaan–“
“Dia tidak pernah memikirkan perasaanku. kenapa aku harus memikirkannya?”
“Aku merasa seperti perebut yang luar biasa.”
Aku tersenyum tipis
“Kalau begitu, sebut saja ini takdir.”

———————————–

~Changmin POV~
“sejak awal, bukankah aku sudah bilang untuk berpikir ulang?”
Vict hanya diam dan menangis. Sedangkan aku tidak bisa melakukan apapun selain menepuk pundaknya untuk menenangkan
“Sebenarnya apa salahku, changmin ah? Bagaimana bisa dia berpaling ke seorang yeoja yang baru dikenalnya dua bulan sedangkan aku..”
“ini takdir vict.”
Victoria hanya diam dan menghapus air matanya
“Pokoknya aku tidak akan menyerah.”
“Maksudmu?”
“Aku akan merebutnya.”
“Mwoya? Kau ingin merebut seseorang yang sudah memiliki anak?”
“Ani. Aku akan merebut apa yang seharusnya kudapatkan.”

————————–

~Sooyoung POV~
Aku tidak percaya begitu melihat wajahku di cermin. Gaun ini benar-benar cantik dan pas di tubuhku.
“Bagaimana? Anda menyukainya?”
Aku berbalik begitu mendengar suara itu. Kyuhyun berdiri di sana dengan balutan tuxedo
“Yeppeuda.”
Aku tersenyum tipis. Kyuhyun ah…katakan padaku. Kau melihatku sebagai diriku…atau choi sooyoung yang lain?

~Kyuhyun POV~
Aku tidak pernah merasa kalau mempersiapkan pernikahan akan menjadi hal yang menyenangkan. Aku tersenyum begitu melihat undangan itu. dua minggu lagi…

—————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini, kedua keluarga kami bertemu. Appa tidak memberikan banyak reaksi saat aku menceritakan semuanya. Dia hanya bilang kalau dia ingin bertemu keluarga cho. Kami berada di ruang vip sebuah restoran. Suasananya hening. Tak satupun mulai bicara
“Kurasa..kau sangat beruntung Tuan. memiliki putri sepertinya,” ujar eomma kyuhyun. Nadanya seperti menyindir
“Ne. Dia putri yang berbakti dan sangat baik,” ujar appa
“Dia pun cerdik dalam mengubah masa depan keluargamu.”
“Yeobo,” appa kyuhyun menyenggol lengannya
Kyuhyun hanya diam dan memegang tanganku
“Kau pasti pernah mendengar nama Song Victoria,” ujar eommanya
“Ne. Dia pengacara publik.”
“Dia yeoja yang cantik dan pintar. Berbeda dengan seseorang.”
Aku menarik nafas dalam. Sabar..
“Aku sendiri tidak mengerti bagaimana seseorang mencampakkannya.”
“Eomma. Bisakah kau berhenti bicara?” tanya kyuhyun
“Ini benar-benar hebat. Seseorang bisa menikah di tanggal yang sama dan mengganti pengantinnya dalam waktu dua bulan. Seseorang mendidiknya dengan sangat buruk.”
“Ne. Memang. Seseorang seharusnya bisa mendidik putranya untuk menjaga kehormatan orang lain,” ujar appa
“Ani. Seseorang seharusnya bisa mendidik putrinya untuk tidak merebut tunangan orang lain,” ujar eommanya
“Bisakah kalian tenang?” tanya appa kyuhyun
Appa berdiri dari kursinya dan menarik tangan kyuhyun. Sedangkan sulli menepuk pundakku

~Kyuhyun POV~
BUK!
“Kau pantas mendapatkan pukulan itu.”
Aku menarik nafas dalam dan membungkuk
“Sekalipun dia bukan putri kandungku, tapi aku tidak bisa membiarkannya diperlakukan seperti itu!”
“N…ne?”
“Kau tahu, dia orang yang sangat baik. Dia tahu apa artinya membalas budi dan menghormati orang tua. Dia pantas mendapatkan namja yang lebih baik jika kau tidak merusak hidupnya!”
“Mianhamnida, ajjeosi.”
“Kata maaf mu tidak akan mengembalikan keadaan. Sekarang, hanya satu hal yang bisa kau lakukan.”
“Ne?”
“Buktikan kalau pandanganku salah. Dia beruntung mendapatkanmu. Setelah kalian menikah, aku tidak bisa membelanya lagi di hadapan bumonimmu. Jadi kau yang harus membelanya. Arraseo?”
“Ne, ajjeosi.”

—————————

~Sooyoung POV~
Hari pernikahan. Aku tidak tahu apa aku harus senang atau sedih. Jantungku berdegup kencang. Choi Sooyoung, cinta pertama kyuhyun, apa perbuatanku ini dibenarkan? Siapa yang dia lihat saat berada di depanku, kau atau aku? Aku sendiri tidak tahu.
“Eonni..”
Aku menoleh ke arah sulli dan tersenyum
“Neomu yeppo.”
“Gomawo.”
“Sepertinya ini akan menjadi pesta yang sangat besar. Kudengar mereka mengundang seribu tamu.”
“Jinjja?”
Dia mengangguk. Seketika dia melihat kakiku
“Kau tidak memakai heels?”
“Haish..mana mungkin aku memakai heels dalam kondisi seperti ini hah?”
“Untung gaunmu panjang.”
“Ne.”
Sulli memelukku
“Kau harus baik-baik di sana ya…eonni.”
“Ne.”

——————————

~Kyuhyun POV~
Resepsi pernikahan berlangsung megah. Aku tidak percaya mereka benar-benar mengundang ribuan tamu. Aku menoleh ke sebelah kanan. Kulihat wajahnya pucat, sekalipun dia tersenyum.
“Kau lelah?” tanyaku
Dia menggeleng pelan. Kulihat satu tangannya memegang perut. Aku langsung menggendongnya.Kudengar para undangan bersorak
“Apa yang kau lakukan?” protesnya
“Hukuman. Karena kau membohongiku.”

~Victoria POV~
“Aigoo…benar-benar romantis.”
“Tak kusangka tunangan..ah..maksudku istrinya secantik itu.”
Aku hanya diam dan menahan air mataku begitu mendengarnya. Seharusnya, akulah yang berdiri di sana. Seharusnya, akulah yang dibicarakan seperti itu.
“Wajar saja kita tidak tahu. Pertunangannya pun hanya dihadiri keluarga inti.”

———————————

~Sooyoung POV~
Hari pertama tinggal di rumah ini…bagiku seperti hari keseribu. Kyuhyun dan joabeoji pergi bekerja. Sedangkan aku harus berada di rumah. Hanya berdua, bersama joeomoni. Aku tidak keluar dari kamar karena takut.
Krek..
Tiba-tiba pintu kamarku terbuka. Aku membungkuk begitu melihat siapa yang berdiri di sana
“Annyeonghaseyo eomoni.”
“Jangan memanggilku dengan sebutan itu.”
Aku tersenyum tipis. Aku sudah tahu ini akan terjadi
“Kau harus ingat. Sampai kapanpun aku tidak akan menerimamu sebagai menantuku karena hanya Song Victoria yang pantas menyandang gelar itu.”
“Ne eomoni.”
“Kau menyahutiku?”
Aku hanya diam
“Kau harus mengingat hal ini baik-baik. Setelah anak itu lahir, aku tidak akan tinggal diam dan membiarkanmu menjadi nyonya rumah ini. Arrachi?”
“Begitu pula saya tidak akan membiarkan Song Victoria berada disini dan menjadi eomma dari anak ini.”
“Tidak sadarkah kau, kenapa kau bisa berada disini? Itu hanya karena wajahmu mirip dengan cinta pertamanya! Dia tidak mencintaimu, dia hanya memanfaatkanmu”
“Jangan mengatakan hal itu lagi.”
“Wae? Kau tahu kalau aku benar, sooyoungssi.”

—————————-

~Victoria POV~
“Apa…tidak masalah jika aku ikut makan malam?”
“Kau bagian dari keluarga ini vict.”
Aku tersenyum mendengarnya.
“Lihat saja kelakuannya. Daritadi mengurung diri di kamar dan tidak membantuku. Benar-benar berbeda jauh denganmu.”
“Mungkin karena dia lelah.”
“Vict, kau tidak perlu membelanya. Kau terlalu baik.”
Aku merapikan sendok dan garpu itu. Tak lama kemudian, kulihat yeoja itu turun dari tangga
“Annyeong,” sapaku
Dia hanya diam dan embali ke kamarnya
“Lihat, dia benar-benar angkuh.”
Aku menyungging sudut bibirku. Kau benar-benar buruk di matanya

~Kyuhyun POV~
“Aku pulang.”
Tidak ada suara. Saat aku masuk ke dalam, kulihat vict berada di dapur bersama eomma
“Vict–“
“Annyeong kyu.”
“Kenapa kau disini?” tanyaku
“Kenapa perkataanmu seperti itu? Eomma yang mengundangnya karena tidak ada yang membantu eomma memasak.”
“Sooyoung eodiga?”
“Daritadi dia mengurung diri di kamar. Apa-apaan itu. Apa itu sikap seorang menantu pada mertuanya?”
Aku tidak memedulikan perkataannya dan menaiki anak tangga. Saat aku memasuki kamar, kulihat dia tertidur di sofa
“Sooyoung ah..”
DIa mengerjapkan matanya
“Kau sudah pulang..”
“Kenapa kau tidur di sofa?”
“Aku ketiduran setelah menonton televisi.”
“Apa…eomma mengatakan sesuatu padamu?” tanyaku
“Ani.”
Entah kenapa aku merasa dia berbohong.
“Ayo turun dan makan malam.”
“Ne.”

~Victoria POV~
Ini benar-benar membingungkan. Kami berlima duduk di sana. Suasananya sangat hening dan canggung
“Aigoo..kau memang pandai memasak,” ujar eommanya
“Gamsahamnida.”
“Bagaimana kyu ah?” tanya eommanya
“Biasa saja.”

—————————-

~Sooyoung POV~
Hari kedua berada di rumahnya. Aku masih duduk terdiam di kamarku. Rumah ini besar, tapi terasa seperti neraka.
“Bagaimana rasanya?”
Aku menoleh ke sumber suara itu. Kulihat yeoja itu berdiri di pintu kamarku dan masuk ke dalam
“Maksudmu?”
“Seharusnya kau berpikir lebih cerdik.”
Dia melempar sebuah buku ke meja
“Setelah kau melihat buku itu, kau akan tahu seberapa tidak berartinya kau di mata kyuhyun.”
“Aku tidak mengerti.”
“Dia tidak melihatmu sebagai kau. Dia hanya melihatmu sebagai choi sooyoung nya yang sudah meninggal. Aku benar-benar prihatin padamu sooyoung ah. Bisa-bisanya kau terjebak dalam situasi seperti ini.”
Dia memegang wajahku
“Dengar baik-baik. Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkannya,” ujarnya lalu pergi.
Aku mengambil buku itu dan membukanya. Ada banyak foto di sana. Foto yeoja itu dan dia. Mereka tertawa bahagia. Seketika kepalaku terasa sangat berat
“A..h..”

“Aku ingin kau hadir di persidangan.”

“Sebelumnya, kau pernah membawa namja ke sini?”
“ANIYO! MALDO ANDWAE!”

“Wae? Kau mau dipanggil ajjeosi?”
“Aniyo! Arra. Mulai hari ini panggil aku oppa.”

Aku mencoba menenangkan diriku. Tapi semuanya sia-sia

“Syukurlah..”
“Sooyoung ah! Yaa! Irreona!”

“Yaa! Bisa-bisanya kau datang dan menjadi penyelamat di saat kau tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri! Kau bodoh atau gila hah?!”
”Aku gila. Wae?”
“Yaa! Jika terjadi sesuatu padamu apa aku bisa memaafkan diriku sendiri hah?”
“Kau..mengkhawatirkanku?”

“Sooyoung ah. Aku tidak pernah berlutut seumur hidupku. Sekarang, aku hanya ingin memohon satu hal. Tolong maafkan dia. Karena biar bagaimanapun, aku tidak ingin appaku mengalami ganjaran yang berat karena kesalahannya tak termaafkan.”

“Silakan. Kau akan semakin bersalah jika kau benar-benar membunuhku. Sama seperti kau merasa sangat bersalah karena telah menukar kyuhyun.”
“Kau–”
“Sebaiknya kau mengaku. Sebelum mereka mengetahuinya sendiri, apalagi dari mulut Jung Yunho. Semuanya akan menjadi lebih kejam bagi changmin. Putramu seorang jaksa. Semakin banyak kesalahan yang kau perbuat tanpa segi positif, dia akan semakin membencimu”
“DIAAM!”

Seketika semuanya gelap

———————–

~Kyuhyun POV~
“Aku pulang..”
Lagi-lagi tidak ada suara. Saat aku melangkah memasuki rumah, yang kulihat justru Vict
“Kyu–“
Aku tidak memedulikannya dan melangkahkan kaki ke lantai atas. Aku membuka pintu kamarku. Kulihat dia tertidur di sofa lagi. Aku menepuk pundaknya perlahan
“Sooyoung ah, irreona.”
Tidak ada jawaban.
“Sooyoung ah..”
Dia tidak kunjung membuka matanya
“Yaa..yaa…ini tidak lucu.”
Aku menepuk pipinya.
“Sooyoung ah? Sooyoung ah?”

~Victoria POV~
Drap…drap..drap..
Aku menoleh ke arah tangga. Kulihat kyuhyun menggendong yeoja itu
“Apa yang terjadi?” tanya eomoni
Dia tidak menjawab

————————

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Silau.. Cahaya itu menyakitkan mataku.
“Kau sudah sadar? Sooyoung ah?”
Aku menoleh ke arahnya.
“Kyu–“
Aku menoleh ke sebelah kiri. Kudapati joeomoni di sana. Aku menatap kyuhyun. Wajahnya terlihat khawatir. Seketika aku berpikir. Bagaimana mungkin aku menceritakan semuanya..di saat mereka mempercayai kalau aku sudah meninggal? Apa bukti yang bisa kuberikan? Aku memegang leherku. Bahkan kalungku tidak ada. Jadi bagaimana caraku membuktikannya?
“Mana yang sakit?” tanyanya
Aku menggeleng pelan
“Aku hanya kelelahan.”
‘Bagaimana bisa dia kelelahan di saat dia tidak bekerja?’
Kemampuan itu kembali lagi. Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Aku bisa merasakan kekhawatirannya. Kyuhyun ah..setelah tiga tahun, bagaimana bisa kau jatuh ke orang yang sama?
“Aku akan mengurus administrasinya.”
Aku menahan tangannya
“Kajima.”

~Kyuhyun POV~
“Kajima.”
Aku terdiam mendengarnya
“Aku ingin kau berada disini.”
Aku menatap eomma dan appa. Appa tersenyum
“Appa akan mengurusnya. Kau disini saja menungguinya.”
“Gamsahamnida.”
Appa dan eomma keluar dari ruangan. Sedangkan aku hanya bisa duduk di sebelahnya dengan bingung

—————TBC——————-

66 thoughts on “Breath {Part 6-2)

  1. Annyeong ^^
    maaf baru komen :D habis baru beres ujian kemarin, dan baru sempet baca :)
    wah…. Daebak!!!!
    cerita seru banget :D
    ku kira gk bakal d terusin :3 tpi tebakan ku salah :D

    Lanjut yah Thor ^^
    tpi jangan lama2 :)
    Hwaitting ^^v

  2. Annyeong ^^
    maaf baru komen :D habis baru beres ujian kemarin, dan baru sempet baca :)
    wah…. Daebak!!!!
    cerita .a seru banget :D
    ku kira gk bakal d terusin :3 tpi tebakan ku salah :D

    Lanjut yah Thor ^^
    tpi jangan lama2 :)
    Hwaitting ^^v

  3. Huahh daebakk tor..kmu memang favoritku sejak dulu..yidak diragukan lagi…
    Udah berbulan2 aq gg bca ff mu cz persiapan unas…setelah unas..kamu author yg pling terngiang ngiang dlm otakq. Dah gg sabar bca ff terbarumu… keren keren..
    Next yah..jgn lmalma…╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  4. kyyaaa ingatan sooeon kembali, ihh seneng banget daebak!! lanjutin.chingu penasaran sama.part selanjutnya gomawoyo chingu ^^ daebak!!

  5. Next part dong penasaran gmna mereka selanjutnya setelah soo udh inget semua memorinya. Jebal jgn lama2 ditunggu hwaiting!!!^^

  6. thor knpa blm dilanjut? ayo dong cepet publish ff nya seru bikin penasaran sama kelanjutannya ditunggu ya thor hwaiting!^^

  7. Makin seru…
    Soo udah ingat ttg masa lalunya?
    Tapi dia gk mgkn blg klo dia adalah cinta pertama kyuppa…
    Penasaran…trus apa jg yg bakal di rencana kan ma vict?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s