Breath {Part 6-1}

Breath

Title :Breath

Genre :Romance,Revenge,Suspense

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Changmin
  • Victoria

Other Cast :

  • Im Yoona
  • Tiffany Hwang
  • Yunho
  • Sulli
  • Sungmin
  • Taemin
  • Sunny

3년 후

~Author POV~
odiboja ilgoboja ne mameul toroboja
emeraldeu humchyobwa geu nundongja seureukseureuk

Suara itu terdengar dari arah cellphone seorang yeoja. Yeoja itu hanya menghela nafas begitu melihat nama penelponnya
“Yeoboseyo?”
“Vict. Ini aku, Kyuhyun.”
Yeoja itu mencoba untuk tersenyum
“Meeting? Lagi?”
“Mianhae vict. Tapi aku tidak bisa–“
“Oppa. Apa kau tidak sadar? Kita sudah bertunangan. Tiga bulan lagi kita menikah. Tapi kelakuanmu masih saja seperti ini. Aku selalu dinomorduakan setelah perusahaan dan–“
“Ne. Aku tahu aku salah. Tapi aku harus mengurus resort yang berada di Jeju. kumohon mengertilah, vict.”
Yeoja itu menarik nafas dalam
“Ne. Aku memang harus selalu mengertimu. Kau tidak perlu mengertiku.”
“Vict–“
Yeoja itu memutus sambungannya
“Menyebalkan.”

~Victoria POV~
Perusahaan. Perusahaan. Semuanya perusahaan. Tidak pernah ada waktu yang ia berikan untukku. Bahkan makan malam hari ini pun dibatalkan.
“Kenapa kau marah-marah? Siapa yang menelponmu?” tanya eomma
“Kyuhyun. Dia membatalkan dinner hari ini. Lagi.”
“Sudahlah vict. Namanya juga presdir,” ujar appa
“Tapi appa, kami akan menikah tiga bulan lagi! Kalau sekarang saja dia tidak mau memberikan waktunya untukku, bagaimana jika kami menikah nanti?”
“Vict benar, yeobo,” ujar eomma. Dia memang selalu mendukungku
“Appa kan sudah bilang dari awal. Pikir-pikir dulu sebelum bertunangan dengannya.”
Aku berdiri dan masuk ke kamarku
“Vict–“
Aku menutup pintunya. Aku malas mendengar ceramahnya lagi. Appa dan eomma memang pernah mengatakannya padaku. Pikir-pikir dulu. Mereka masih mengkhawatirkan keadaan hatinya yang masih belum bisa merelakan yeoja itu. Choi Sooyoung.. Bahkan pertunangan ini pun adalah permintaan eommanya. Tapi aku tidak memedulikan masalah perasaannya. Karena jatuh cinta bisa dipelajari. Bukankah..begitu?

———————

~Kyuhyun POV~
“Aku akan pergi ke Jeju selama kurang lebih 2 bulan untuk mengurus masalah Choi Palace Resort.”
Appa dan eomma hanya diam.
“Lalu…bagaimana dengan pernikahanmu dan victoria?” tanya eomma
“Ada Wedding Organizer yang bisa mengurusnya.”
“Kau kan harus menemaninya fitting baju pengantin, foto prewedding dan–“
“Satu bulan cukup untuk mempersiapkannya.”
BRAK! Appa menggebrak meja
“Kyu ah. Sampai kapan kau mau terus seperti ini?”
“Terus seperti apa appa? Aku tidak mengerti.”
Eomma menarik nafas dalam
“Victoria adalah tunanganmu, calon menantu di keluarga ini. Bisa-bisanya kau berlaku seenaknya–“
“Justru karena dia adalah tunanganku dan calon menantu di keluarga ini, aku ingin dia bisa memahami kesibukanku. Ini pun demi masa depan keluarga ini kan, appa?”
“Inilah mengapa aku tidak suka jika kau masuk ke dunia bisnis. Kau akan mengutamakan bisnis di atas segalanya, termasuk keluarga.”
Aku tersenyum tipis
“Aku benci istri yang kekanak-kanakkan.”
“Kyu–“
“Jika dia dewasa, dia akan membiarkanku mengurus kewajibanku.”

———————–

~Sooyoung POV~
“Ne, sulli ah. Pokoknya kau tenang saja. Eonni akan mengirim uang ke rekening appa setiap bulan. Tolong jaga appa dan jangan malas belajar, arra?”
Ne, eonni. Tapi kau harus tetap berhati-hati. Ingat, kau adalah yeoja.
“Ne. Aku tahu itu, sulli ah.”
Aku melihat ke arah jam dinding.
“Sudah ya. Eonni harus mulai bekerja.”
“Ne. Annyeong.”
“Annyeong.”
Aku mematikan sambungannya dan menuju ke front office
Good morning, may I help you, Sir?

~Kyuhyun POV~
Jeju. Akhirnya aku berada di sini. Aku sedang berada dalam perjalanan ke resort. Kulihat pemandangan di sekitarku. Ladang bunga berwarna kuning yang sangat cantik. Seandainya dia masih hidup..dia pasti akan menyukainya
“Jika Anda membutuhkan rekomendasi tempat atau restoran, saya bisa memberikannya.”
“Gamsahamnida.”
Aku membuka tab ku
“Dan ah..sajangnim. Di sekitar sini ada restoran–“
“Mianhamnida, saya sudah kenyang.”
“Ah..kalau begitu ada–“
“Saya tidak ingin pergi ke manapun.”
“Kalau begi–“
“Bisakah kau diam?” tanyaku
“Mianhamnida.”
Aku memasang earphone di telingaku. Seketika aku tersenyum begitu melihat fotonya di layar tab ku. Choi Sooyoung…dimana dia sekarang? Apa kau melihatku dari sana…youngie?

~Victoria POV~
“Aku benar-benar meminta maaf atas nama Kyuhyun, victoria.”
“Gwaenchanhayo eomoni.”
“Dia benar-benar beruntung mendapatkan tunangan sepertimu. Jika yeoja lain, pasti sudah pergi meninggalkannya.”
Aku tersenyum kecut
“Sepertinya…dia masih belum bisa melepaskan Choi Sooyoung,” ujarku
Eomoni hanya diam dan menuangkan teh ke cangkirku
“Kau tahu sendiri, vict. Yeoja itu meninggal tanpa jejak apapun secara tiba-tiba. Tidak ada pemakaman maupun abunya yang tersimpan.”
“Ne..”
“Tapi kau harus tetap bersemangat. Aku yakin, suatu saat nanti ia akan melupakannya.”
“Kuharap..begitu eomoni.”

~Kyuhyun POV~
“Selamat datang, Tuan Cho,” ujar Manager Lee
Aku tersenyum tipis dan menjabat tangannya
“Mari, ikut saya ke ruang presdir. Biar bellboy yang membawakan koper tersebut ke kamar Anda.”
“Ne.”

~Sooyoung POV~
“Haish..benar-benar menyebalkan,” ujar Taemin begitu sampai di front office
“Waeyo?”
“Kau tahu, pemilik resort ini ternyata adalah seorang namja yang sangat dingin. Dan dia akan berada disini sampai dua bulan ke depan.”
“Jinjja?”
“Ne. Cepat ambilkan kunci untuk kamar Suite Room.”
“Ne.”
Aku memberikan kuncinya. Kulihat Taemin menarik koper itu dengan kesal. Aku jadi penasaran. Seperti apa wujud orang itu
“Sooyoung ah!”
“Ne, Sunny?”
“Kau dipanggil ke ruang Lee Sungmin.”
“Waeyo?”
“Molla.”
Firasatku buruk.

~Kyuhyun POV~
“Rencana pembangunan resort ini bagus,” ujarku pada manager Lee
“Kami memanggil tenaga ahli untuk membangunnya.”
“Kurasa sebaiknya kita membuat fasilitas untuk BBQ party di sebelah sini.”
“Akan saya sampaikan pada perancangnya.”
Krek… kudengar pintu itu terbuka
“Annyeonghasimnikka..”
Aku terdiam begitu mendengar suara itu. Suara..yang sangat familiar di telingaku
“Ah..ya. Mari Tuan saya perkenalkan.”
Aku menoleh ke arahnya. Seketika aku tercengang begitu melihatnya. Dia…
“Jika Anda mendapat kesulitan atau ingin berkeliling ke sekitar resort ini, ia akan menjadi asisten  yang memandu Anda.”
“Annyeonghasimnikka. Joneun Choi Sooyoung imnida.”
“Choi…..Sooyoung?”
Aku masih berdiri mematung di tempatku. Yeoja itu…wajahnya, namanya, suaranya…dan bahkan sama persis dengan Choi Sooyoung…youngieku

~Sooyoung POV~
Dia hanya diam. Tidak memperkenalkan dirinya atau bicara apapun. Dia menatap ke arahku, seolah-olah aku adalah hantu.
“Tuan?”
BRUK! Tiba-tiba dia terjatuh di sofa”Tuan? Tuan?”

—————————

~Victoria POV~
Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.”
Aku mematikan cellphoneku. Haish..benar-benar keterlaluan. Apa yang dia lakukan disana hah?

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Rasanya sangat silau..
“Tuan? Anda sudah sadar?”
Aku mencoba duduk. Kulihat yeoja itu berdiri di sampingku, memberi air hangat.
“Ini, Tuan.”
Aku masih terpaku melihat wajahnya. Aku sangat mengenal mata itu…Mata Choi Sooyoung..
“Tuan?”
Aku memeluknya. Seketika gelas itu terjatuh dari tangannya
“Aku tahu kalau kau masih hidup…”

~Sooyoung POV~
“Tuan–“
“Biarkan seperti ini..sebentar saja..”
Aku hanya diam. Entah kenapa segurat rasa dalam benakku tidak tega melihatnya. Entah apa yang membuatnya bersikap seperti ini..
Krek..pintu itu terbuka. Manager Lee masuk ke dalam ruangan
“Ehm..”
Dia melepaskan pelukannya
“Choi Sooyoung. Ikut aku.”
Aku menarik nafas dalam. Aku dalam masalah

~Kyuhyun POV~
Krek. Pintu itu tertutup. Aku mencoba menjernihkan kepalaku. Apa yang barusan kulakukan? Aku memandang ke arah jendela. Choi Sooyoung….bukankah dia sudah meninggal dua tahun lalu? Aku mengusap wajahku. Kyu ah..meski nama dan wajah mereka sama….kau harus tahu satu hal. Dia bukan Choi Sooyoung mu. Dia bahkan tidak mengetahuimu

~Sooyoung POV~
“APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!”
Aku memejamkan mataku begitu mendengar teriakannya
“APA KAU TIDAK TAHU, PRESDIR CHO AKAN MENIKAH TIGA BULAN LAGI! KAU BISA MENDAPAT MASALAH JIKA TUNANGANNYA MELIHATMU! PAHAM?”
“Joesonghamnida, Manager Lee. Tetapi saya pun tidak tahu. Tiba-tiba Presir Cho–“
“Aku tidak mau mendengar alasanmu. Yang jelas, kau harus menjaga sikapmu. ARRASEO!”
Aku mengangguk pelan
“Aku akan mengalihkan tugasmu ke Sunny.”
“Ne, algesseumnida.”
“Kau boleh keluar.”
Aku membungkuk dan keluar dari ruangan itu. Bahkan aku dimarahi untuk sesuatu yang tidak kuperbuat

—————————

~Kyuhyun POV~
“Annyeonghasimnikka, dengan Front Office.”
“Tolong panggilkan Choi Sooyoung.”
Kudengar pintu kamarku diketuk. Saat aku membuka pintu, kulihat seorang yeoja berambut pirang berdiri di sana
“Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku
“Tadi, tuan memanggil saya.”
“Aku tidak memanggilmu. Aku memanggil Choi Sooyoung.”
“Mengenai hal itu, Manager Lee mengalihtugaskan–“
“Panggil dia sekarang.”
“Ne?”
“Panggil Choi Sooyoung kesini. Sekarang. Katakan padanya, ia punya waktu 20 detik untuk sampia di depan pintu ini.”
“Algesseumnida.”
Aku mendecak kesal. Tak lama kemudian, pintu kamarku diketuk. Saat aku membuka pintu, kulihat dia berdiri di sana. Nafasnya terengah-engah
“Kau berlari?”
“Kata Tuan, saya hanya punya waktu dua puluh de–“
Aku menariknya masuk ke kamarku.
“Tolong buatkan teh dan mie instan untukku.”
“Ne?”
“Ppali.”
“Algesseumnida.”
Aku duduk di kursi sambil membaca buku. Kulihat dia mondar-mandir dan menyalakan pemanas air itu.
“Sudah berapa lama kau bekerja disini?”
“Baru satu minggu.”
“Dan kau dipercaya untuk menjadi asistenku?”
Dia hanya diam
“Kau berasal darimana?”
“Gyeongsangnam Do.”
“Kota Busan?”
“Ani. Aku tinggal di daerah desa.”
“Kau bisa bahasa Inggris?”
“Ne.”
“Pendidikan sudah lebih maju sekarang.”
Dia hanya tersenyum tipis. Bahkan senyumannya mirip Choi Sooyoung
“Kau..punya saudara?”
“Ne. Aku punya seorang yeodongsaeng yang duduk di bangku 3 SMA.”
“Ah..dia akan masuk daehaggyo tahun ini?”
“Ne.”
“Siapa namanya?”
“Choi Sulli.”
Dia memang bukan Youngie ku.
“Mengenai kejadian tadi..aku meminta maaf. Aku salah mengenalimu,” ujarku
“Apa..aku mirip seseorang?”
“Ne.”
“Nuguseyo?”
“Itu bukan urusanmu.”
“Joesonghamnida.”
Dia memberikan teh dan mie instan itu padaku. Aku mengamati teh itu.
“Kau memilih teh oolong dari sekian banyak sachet teh itu?”
“Ah..joesonghamnida. Anda tidak menyukainya?”
“Ani. Aku hanya heran. Karena mayoritas orang akan memilih teh import.”
“Karena teh oolong bisa menetralkan lemak.”
Seketika aku terdiam. Perkataannya mirip youngie
“Kau tidak memberi gula juga?”
“Joesonghamnida, Tuan. Saya terbiasa membuatnya untuk–“
“Aku memang tidak suka gula.”
“Algesseumnida.”
Aku tersenyum tipis
“Kau membuat semuanya sesuai seleramu. Kebetulan, selera kita sama. Jadi kau selamat.”
Dia hanya berdiri di depanku
“Apa..saya boleh kembali ke Front Office?”
“Ne. Dan katakan pada Manager Lee. Aku tidak mau gadis yang tadi menjadi asistenku.”
“Algesseumnida. Permisi.”
Aku mengambil mie instan itu. Bisakah aku mengatakannya kebetulan? Tapi rasanya..sama persis dengan buatan sooyoung

———————————-

~Victoria POV~
Aku melihat diriku di cermin itu. Gaun pengantin ini memang pas di tubuhku. Tapi… perasaanku tidak sesuai dengan gaun ini
“Bagaimana , agassi? Anda menyukainya?”
Aku hanya diam. Kulihat pasangan di sebelahku tengah tertawa sambil mengenakan baju itu. Aku mengepalkan tanganku
“Aku tidak suka. Cari gaun yang lain.”
“Algesseumnida.”

~Sooyoung POV~
Aku mengimbangi langkahnya sambil membawakan berkas-berkas itu
“Kenapa kau lama sekali hah?” tanyanya
Aku menarik nafas dalam. Jika dia bukan bosku, aku sudah melemparkan semua kertas ini ke wajahnya
“Mianhamnida, Tuan. tetapi berkas ini sangat banyak.”
“Aku tahu itu banyak. Maka, aku meminta bantuanmu,” ujarnya lalu pergi
Aku mengimbangi langkahnya dan menaruh berkas-berkas itu di meja rapat
“Tunggu disini,” ujarnya sambil memegang tanganku
“Ne?”
“Kau harus membawakan berkas ini lagi setelah rapat.”
“NE?”
“Kau mau protes?”
“Ani.”

————————–

~Kyuhyun POV~
Jam makan siang. Aku duduk sendiri di ruanganku. Aku merobek voucher makan siang itu. Aku malas memakan makanan seperti itu. Aku mengambil teleponku dan menghubungi nomor itu
“Yeoboseyo?”
Aku tersenyum begitu mendengar suara itu
“Buatkan aku satu makanan spesial. Aku tidak mau dimasakkan oleh koki.”
“N..ne?”
“Kau punya waktu 20 menit.”
Aku mematikan sambungannya. Berada di jeju tidak seburuk yang kubayangkan

~Sooyoung POV~
“Benar-benar seenaknya.”
Aku melangkahkan kakiku ke ruangan itu. Begitu sampai di depan ruangannya, aku menarik nafas dalam dan memaksakan bibirku untuk tersenyum. Sabar sooyoung ah..sabar..
Aku mengetuk pintunya dan menaruh makanan itu di mejanya. “Kelihatannya enak.”
“Apa saya sudah bisa kembali bekerja?”
“Duduklah,” ujarnya
“Ne?”
“Aku malas makan sendirian.”
Aku duduk di sampingnya dan menghela nafas. Benar-benar merepotkan

~Kyuhyun POV~
Aku  memilah sayur itu dari steakku. Kulihat dia terus mengamati tanganku
“Aku tidak suka sayur,” ujarku. Menerangkan
“Tapi sayur bergizi untuk kesehatan.”
“Aku tahu. Tapi aku tidak suka.”
“Seperti anak kecil.”
Seketika aku terdiam.
“Aegi…”
“…Joesong–“
“Jangan meminta maaf lagi.”
Aku menyungging senyuman tipis. Semakin lama..dia semakin mirip gadis itu

———————–

~Victoria POV~
“Kau yakin..akan tetap melanjutkan pernikahanmu?” tanya changmin
Aku hanya terdiam dan meminum kopiku. Sejujurnya aku pun menanyakan hal yang sama
“Aku harus melanjutkannya. Kami sudah melangkah sejauh ini.”
“Kau masih bisa mundur, vict.”
Aku menghela nafas
“Changmin. Semuanya sudah disiapkan. Hotel, menu, wedding organizer, dan bahkan undangan sudah didesain.”
“Kau seperti menikah dengan hantu.”
Aku mengangguk pelan
“Aku..terkadang juga merasa seperti itu. Namanya ada, tapi wujudnya tidak muncul di depanku. Bahkan saat aku butuh, yang ada malah kau.”
Dia tersenyum tipis
“Aku lebih suka melihatnya menjadi seorang pengacara.”
“Nado.”
“Sekarang dia terlihat berbeda. Apalagi tanpa kacamata itu.”
“Itulah yang kutakutkan.”
“Ne?”
“Aku takut…banyak yeoja yang menyukainya di sana.”
“Kau sendiri tahu kan, vict? Tidak peduli berapa yeoja yang menyukainya, dia tidak akan berpaling karena–“
“Karena dia masih mencintai bayangan bernama Choi Sooyoung itu. Begitu kan?”
Changmin hanya diam
“Aku yakin..suatu saat nanti aku bisa menghapus bayangan itu darinya.”
“Kurasa akan berat vict.”
“Tapi pasti terjadi, changmin ah.”

————————

~Sooyoung POV~
Aku mencuci tanganku. Sesekali, aku memandang ke arah kaca. Mata panda. Sepertinya akhir-akhir ini aku kelelahan.
Krek..
Pintu itu terbuka. Dua orang pelayan masuk ke dalam. Keduanya mencuci tangan dan memperbaiki make up nya di sebelahku
“Kau tahu, kudengar ada seorang yeoja yang tidak tahu diri.”
“Ne. Aku tidak habis pikir. Bagaimana bisa dia mendekati seseorang yang sudah bertunangan.”
Aku memejamkan mataku. Baik. mereka sedang menyindirku
“Kurasa…dia mencoba menggoda presdir.”
“Tentu. Siapa yang tidak ingin mendapatkan namja kaya seperti itu? Tapi kurasa…aku tidak akan memakai cara murah untuk–“
Aku melangkahkan kaki ke luar kamar mandi. Sabar sooyoung ah..sabar…

~Kyuhyun POV~”Sajangnim..”
Aku masih mengetik laporanku di back office
“Sajangnim..”
Aku menoleh ke arahnya sebentar. Kulihat wajahnya gelisah
“Apa..saya sudah boleh kembali ke front office?”
Aku melihat ke arah jam dinding. Pukul delapan malam
“Satu jam lagi.”
“Tapi–“
“Aku akan menambah bonus untuk lembur.”
Dia hanya diam. Sedangkan aku kembali mengetik. Saat aku menoleh lagi, kulihat dia sedang tertidur di sofa. Aku hanya menggelengkan kepala dan kembali membuat laporan. Tapi pandanganku malah tertuju padanya. Aku mengambil jasku dan menyelimutinya. Seketika aku terdiam begitu melihat wajahnya. Biar bagaimanapun….dia memang mirip youngie..
Apakah aku bisa mengatakan Dobelganger? Tapi mereka memang memiliki wajah yang mirip. Bahkan suara, postur, dan tingkah lakunya pun sama. Aku pun tidak mengerti, sebenarnya apa yang kulakukan. Kenapa aku memperlakukannya..seolah-olah dia memang Choi Sooyoung ku? Aku mengusap wajahku. Kyuhyun sadarlah….dia bukan youngiemu..

——————————

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kulihat cahaya matahari menembus jendela itu.
“Kau sudah bangun?”
Aku langsung berdiri dari sofa itu. Kyuhyun sajangnim memberikan segelas kopi padaku
“Kau tertidur sangat lelap. Aku tidak tega membangunkanmu.”
“Mianhamnida..”
“Kenapa kau senang sekali meminta maaf?”
Aku hanya diam dan mengusap tengkukku
“Bersiaplah dalam waktu satu jam. Setelah itu, kau harus menemaniku berkeliling.”
“Algesseumnida.”

~Victoria POV~
“Bagaimana dengan dekorasi bunga mawar putih?”
Aku menggeleng pelan
“Pink?”
Aku mengetuk-ngetuk jariku di meja. Aku benar-benar tidak berselera untuk menyiapkan pernikahan ini
“Vict…” eomma kyuhyun menepuk bahuku
“Mianhamnida, eomoni. Tapi kurasa..sebaiknya eomoni yang menentukan dekorasinya karena aku kurang ahli dalam memilihnya.”
“Ah…begitu..baiklah.”

~Kyuhyun POV~
“Kau punya namjachingu?” tanyaku di saat kami mengelilingi resort
“Ani. Aku tidak pernah memiliki namjachingu.”
“Jinjja?”
“Aku sibuk mengurus appa dan yeodongsaengku. Jadi aku belum bisa memikirkan mengenai masalah hubungan.”
“Berapa usiamu?”
“21 tahun.”
Usianya sama dengan youngie
“Menurutmu, kira-kira berapa usiaku?”
“Hm….25 tahun?
Aku tersenyum mendengarnya
“Ani. Aku tidak semuda itu.”
“26?”
“29 tahun.”
“Jinjja?”
“Untuk apa aku membohongimu?”
Dia tersenyum tipis
“Dan ah. Kuminta kau memanggilku ‘kyuhyun’ saat tidak ada orang lain. Aku tidak suka dipanggil ‘tuan’ ataupun ‘sajangnim.”
“Algesseumnida kyuhyunssi.”
“Yaa. Apa bedanya jika kau memanggilku dengan embel-embel ssi?”
“Jadi aku harus memanggilmu apa?”
“Oppa.”
“Mwo?”
“Kau lebih muda dariku. Kau tidak boleh menyebut namaku begitu saja.”
Dia terheran melihatku.
“Arra. Oppa.”
Aku menyungging sudut bibirku.
“Kudengar..kau sudah bertunangan,” ujarnya tiba-tiba
“Ne. Karena dipaksa.”
“Dipaksa?”
Aku memasukkan tanganku ke saku
“Yeoja itu adalah sahabatku, namanya victoria.”
“Bukankah menikah dengan sahabat..akan menjadi hal yang menyenangkan?”
“Ani. Aku tidak bisa memperlakukannya seperti dulu lagi.”
“Waeyo?”
“Kau akan mengertinya jika kau menikah dengan sahabatmu.”
Aku memperlambat langkahku
“Sudah berapa lama kalian bertunangan?”
“Setahun.”
“Dan kau tetap tidak mencintainya?”
“Dia bukan tipeku.”
“Lalu tipemu yang seperti apa?”
Aku menatap ke arah langit
“Dia sudah meninggal.”
“Ne?”
Aku menatap ke arahnya.
“Dia cinta pertamaku..mungkin yang terakhir juga.”

———————-

~Sooyoung POV~
Aku terus berpikir sambil melangkahkan kaki di sepanjang koridor. Apa…yeoja itu mirip denganku? Karena pertemuan pertamaku dengan namja itu sangatlah aneh…..
Sret. Kurasakan tanganku ditarik seseorang
“Ah..”
Saat aku menoleh, kulihat beberapa orang yeoja berdiri di depanku
“Mwoya…apa yang kau lakukan?”
“Apa yang kulakukan? Tidakkan kau ingin bertanya apa yang dirimu sendiri lakukan?”
Aku mencoba melepaskan tanganku. Dia malah mendorongku
“A…h..”
Aku memegang kakiku. Sepertinya terkilir
“Dengar anak baru, ada beberapa hal yang harus kuperingatkan padamu. Pertama–“
“Apa yang kalian lakukan?”
Aku terdiam mendengar suara itu. Kulihat Kyuhyun sajangnim berdiri di sana
“Sajangnim..”
Dia menatap mereka dengan tajam dan menyodorkan tangan padaku
“Irreona.”
Aku hanya diam
“Kau mau dianggap orang gila karena duduk di sana?”
Aku meraih tangannya dan berdiri
“A..h..”
“kakiku terkilir?”
“Mianhamnida sooyoung ah..aku tidak sengaja mendorongmu,” ujarnya
Aku menahan kekesalanku. Jika aku mempermalukannya di depan sajangnim, dia bisa menyerangku lebih parah lagi
“Ne. Gwaenchanha.”
“Kau bisa berjalan?”
“Ne.”
Aku cepat-cepat melepaskan pegangan tangan kyuhyun sebelum mereka bertambah kesal padaku. Tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan
“A..h..”
Dia menahan lenganku dan memapahku
“Sajangnim..”
“Diamlah.”

~Kyuhyun POV~
“Aaaaa..aphayo.”
“Haish..dasar cengeng.”
“Kenapa kau menarik dan menekan kakiku!”
“Yaa! Apa orang tuamu tidak mengajarkan bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkilir?”
“Tidak!”
“Haish… Lalu apa yang kau lakukan saat terkilir?”
“Faktanya, aku tidak pernah terkilir.”
“Orang macam apa kau. Hah?”
“Sakit..sakit..sakit.”
“Manja.”
“Yaa! Kau sendiri bagaimana hah!”
“Semakin lama kau semakin mirip dengannya.”
“Nugu?”
“Kau tidak perlu tahu.”

~Victoria POV~
“Tut..tut..tut..”
Aku mematikan cellphoneku dengan kesal. Kenapa dia tidak mau mengangkat teleponku? Apa dia sesibuk itu hah?
“haishh!!”
Aku membanting cellphoneku. Benar-benar keterlaluan

——————

~Sooyoung POV~
“Apa terjadi masalah di antara para karyawan?”
“Ne?”
Dia menutup map nya
“Mereka menindasmu?”
“Ani…kami hanya bercanda dan dia tidak sengaja mendorongku.”
“Jinjja?”
“Ne.”
“Jika mereka menindasmu, kau harus mengatakannya padaku.”
“Kenapa kau sangat peduli pada masalah itu?”
“Aku benci melihat penindasan.”
“Kau seperti pengacara saja.”
“Dulu, aku memang seorang pengacara.”
“N…ne?”
“Tapi tak lama setelah itu, keadaan memaksaku untuk terjun ke dunia bisnis.”
“Keadaan?”
“Karena aku harus mempertahankan satu-satunya peninggalannya.”
“Maksudmu…cinta pertamamu?”
Dia mengangguk
“Keadaan…seringkali berbeda dengan keinginan.”
“Ne. Akupun tadinya ingin menjadi diplomat. Tapi kondisi keungan keluargaku tidak mencukupiku untuk kuliah. Jadi, aku bekerja di hotel. Awalnya sebagai pelayan. Tapi karena aku banyak belajar, aku menjadi karyawan di front office.”
“Hebat.”
“Kau orang pertama yang mengatakannya.”

———————

~Changmin POV~
“Apa kau sudah gila hah?! Dia menghilang satu bulan tanpa kabar dan kau tetap ingin melanjutkan pernikahan ini?”
Victoria hanya diam. Sedangkan aku hanya bisa menatapnya tak percaya
“Aku tidak bisa mundur, changmin. Semuanya sudah disiapkan. Tinggal mencetak undangan dan foto prewedding.”
“Kau benar-benar gila vict.”
“Aku tahu changmin ah. Oleh karena itu…kuharap kau mendoakan kebahagiaanku. Semoga..setelah pulang dari Jeju dia belajar mencintaiku”
Aku hanya diam. Vict..bagaimana jika aku ingin menjadi kebahagiaan itu?
“Changmin…”
Aku mengambil cellphoneku
“Kita lihat, apa yang akan dia lakukan jika aku yang menghubunginya.”

~Kyuhyun POV~
Tininininit..
Aku mengangkat teleponku
“Maaf Tuan, ada seseorang dari Seoul yang ingin berbicara denganmu.”
“Nuguseyo?”
“Cho Changmin.”
“Sambungkan teleponnya.”
Aku menutup map itu
“Ne changmin ah? Kenapa kau menelponku?”
“….”
“Changmin?”
“CHO KYUHYUN! APA AKU HARUS MENJADI CHANGMIN AGAR KAU MAU MENGANGKAT TELEPONKU HAH?!”
Aku menjauhkan telepon itu
“Aku tidak tuli, vict.”
“Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?”
“Aku sibuk.”
“Sibuk? Dan kau mengangkat telepon changmin?”
“Karena dia tidak akan berbicara dalam kurun waktu yang lama denganku.”
“Maksudmu..kau malas kuganggu?”
Aku menaruh pen ku. “Ne,” ujarku berterus terang
“Oppa. Selama ini aku sudah mengalah. Aku membiarkanmu sibuk dengan pekerjaanmu. Aku mengurus semua detail tentang pernikahan kita. Aku–“
“Apalagi yang kau tuntut dariku, vict? “
“Aku cuma ingin waktumu, kyu. Sedikit.”
“Mianhae aku–“
“Aku memang bukan Choi Sooyoung. Tapi tidak bisakah kau sedikit melihatku, kyu?”
Aku hanya diam
“Dia sudah meninggal, kyu. Kau harus sadar itu.”
“Aku menyadarinya, vict. Tanpa kau katakan.”
“Maka lupakanlah dia. Berhentilah mengejar hantu. Lihatlah seseorang yang jelas-jelas ada untukmu.”
“Victoria–“
“DIA SUDAH MENINGGAL KYU! DAN APA YANG KURANG DARIKU SAMPAI AKU TIDAK BISA BERSAING DENGAN HANTU ITU?”
“BERHENTI VICTORIA!”
“AKU TIDAK MENGERTIMU DAN–“
Aku menutup teleponnya. Aku menekan tombol dua
“Jangan sambungkan telepon dari siapapun yang berada di Seoul padaku.”

~Victoria POV~
“Bagaimana?”
“Dia memutus sambungannya.”
Changmin menghela nafas
“Seharusnya aku bisa menahan emosiku… Tapi ini semua terlalu menyakitkan”
“Kadang, kita butuh untuk marah daripada menahannya dan membiarkan luka itu semakin dalam.”
Aku meminum kopiku dan menghapus air mataku
“Tapi aku tidak paham, changmin ah. Kenapa setelah tiga tahun, dia tidak bisa melupakan yeoja itu?”
“Molla vict..”

33 thoughts on “Breath {Part 6-1}

  1. yeayy..yeayy..yeayy..
    Akhrnya dipost jga klnjutan ff breath,stelah kumenunggu berabad2*abaikan –‘

    aishh..gregetan bngt bcanya,itu memang choi sooyoung, Kyu.Choi sooyoung yeojachingumu –‘ :(
    pernikahannya kyu sma vict gk boleh trjadi,karna choi sooyoung sudah kembali,,hahahah :D :D
    next partnya slalu kutunggu thor ;)

  2. andwae!!! kyu gaboleh sampe nikah sama vic, eonni jebal buat kyuyoung kembali lg:( buat sooyoung inget lg huhu:( next part eonn!

  3. Waaaaah ternyata soo masih hidup tp dia amnesia ckck
    Kyu setia banget sama soo
    Ayoooo soo cepet sadar dong kalo itu kyu

  4. daebakkkk. cerita nya makin komplikasi kesini
    eh, kemampuan soo yg bisa baca pikiran udah hilang juga ya…
    wah pengen tau giimana akhirnya kyu tau klo soo itu bener bener youngie nyaa
    lanjuutt baca

  5. ya ampun gregetan bcanya..
    ayolah kyuppa kenapa kau tidak klo choi soo young itu youngie mu.. dan ayo soo eon cepatlah sadar sebelum kyuppa nikah sma vict eomma..

  6. mwo ! vict am kyu tunangan ??? andwae !

    vict gk nydar ap slma n ad changmin yg jls2 sllu ad utk dia. bknny kyu yg msh stay am soo
    poor changmin

  7. ya ampun jd mksd vict nolong itu berusaha gantiin posisi soo?! skrg jd dia sendiri kan yg ngerasain bebanya. pdhl kyu selalu cinta sama soo -__-“

  8. Vict nih maksa aja.. Jadi kasian sendiri kan..
    Udah lepasin kyu aja, toh kyu juga cinta nya cuma sama syo.. Kekeke~
    syo buruan inget kyuhyun..

  9. Masalah nya makin rumit..
    Kyuppa dan vict mau nikah?
    Kyuppa ketemu lagi ma soo…
    Dlm keadaan soo gk ingat dia…
    Penasaran..
    Dan Changmin dia menyukai vict kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s