Breath {Part 5}

Breath

Breath

Title :Breath

Genre :Romance,Revenge,Suspense

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Changmin
  • Victoria

Other Cast :

  • Im Yoona
  • Tiffany Hwang
  • Yunho
  • Sulli

~Kyuhyun POV~
Hening. Itulah yang terjadi di ruang makan belakangan ini. Tak satupun dari kami yang angkat bicara selama seminggu. Sepertinya anak ini ingin membuatku tidak betah disini.
“Jika kau memang mengetahuinya, kenapa kau masih berada disini?” tanyanya
Ah ya aku lupa. Dia bisa membaca pikiranku. “Aku sudah bilang. Aku tidak bisa meninggalkanmu karena aku adalah walimu. Jika kau macam-macam, aku juga yang repot”
“Ta–”
“Dan aku adalah seorang pengacara. Tidak lucu jika seorang pengacara dituntut. Arra?”
Dia mendecak kesal
“Bukankah sebentar lagi kau ujian masuk universitas?”
“Memangnya kenapa?”
“Kau tidak bersiap hah?”
“Apa urusanmu?”
“Jelas itu urusanku. Kalau kau tidak bisa masuk daehaggyo–”
“Kau tidak akan dituntut karena itu kan?”
“Yaa! Kau harus kuliah! Untuk apa kau ditempatkan di sekolah terbaik jika pada akhirnya kau langsung bekerja!”
Dia menaruh sumpitnya
“Aku memiliki Changmin yang bisa membantuku.”
“Mwoyaa! Apa-apaan itu! Kau pikir changmin sepintar itu hah?”
“Jika dia tidak pintar. Dia tidak bisa menjadi jaksa.”
“Yaa itu karena appa–”
“Dan jika dia tidak pintar, dia tidak bisa menjebakmu dan dua anak kembar itu, padahal dia tidak punya bukti.”
Aku berdiri dari kursiku
“Yaa! Rupanya kau benar-benar mencari masalah denganku.”
“Jika kau tidak suka, kau bisa pulang ke rumahmu dan mencabut hak wali mu.”
“Arra. Jika memang itu maumu.”
~Sooyoung POV~
Blam!
Pintu itu ditutup. Aku menarik nafas dalam dan mengeluarkan kertas itu dari sakuku. Aku memejamkan mataku. Tidak ada pilihan lain
Flashback
Sudah tiga hari aku tidak berbicara dengannya. Rasanya sangat ganjil dan tidak nyaman. Ini seperti tinggal bersama seorang stranger yang tidak kau kenal. Aku mengambil surat yang berada di kotak pos. Tidak ada nama pengirimnya. Tidak biasanya aku menerima sebuah surat. Ini bukanlah zaman dimana semua orang bersurat-suratan untuk mengirim pesan. Aku membuka surat itu. Kulihat sebuah tulisan berwarna merah terukir di sana
‘Cho Kyuhyun, kau harus membayarnya dengan darahmu’
Aku melihat ke sekitar. Tidak ada orang. Tapi hanya satu yang kuketahui.. pengirimnya adalah Jung Yunho
Flashback End
Sret. Tiba-tiba kertas itu diambil dari tanganku
“Kembalikan!”
Dia hanya diam saat membacanya. Dia merobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah
“Apa yang kau lakukan?!”
“Jadi karena ini. Kau berniat mengusirku?”
“Aku…”
“Kau berniat mengamankanku dari sini, setelah itu dia membunuhmu? Begitu?”
Aku mengepalkan tanganku dan menarik nafas dalam
“Ne.”
“Kau gila hah?! Apa lukamu belum cukup untuk membuatmu jera?”
Aku hanya diam.
“Kemasi barang-barangmu sekarang.”
“Ne?”

————————

~Yunho POV~
“Setelah ini apa rencanamu?”
Aku mengetuk-ngetukkan jariku ke meja sambil berpikir
“Setelah ini mereka pasti mencari tempat persembunyian lain.”
“Mereka?”
Aku berdiri dari kursiku
“Sekarang aku memberimu dua pilihan.”
“Pi…lihan?”
“Membunuh mereka berdua….bukankah itu tidak akan menarik?”
“Maksudmu…?”
“Kau tahu apa bagian terbaik dari sebuah drama?”
“….ne?”
“Bagian terbaiknya…adalah ketika salah seorang dari mereka bergelut dalam luka karena kehilangan.”
“Aku…tidak mengerti. Lalu apa hubungannya denganku?”
“Kau berhak memilih salah satu dari dua pilihan.. Pertama, menyingkirkan kyuhyun. Kedua, menyingkirkan yeoja itu.”
“Kenapa harus aku yang memilihnya?”
Aku memutar kursinya ke arahku
“Karena aku tidak ingin mengakhirinya dengan cepat. Semuanya tidak akan menarik jika mereka berdua tidak membayar mahal atas apa yang kualami di penjara selama ini. Aku ingin mereka merasakan apa yang kurasakan. kehilangan dan menderita. Jika aku mengakhiri hidup mereka sekarang, bukankah mereka tidak akan merasakannya?”
“kau..”
“Pilihan manapun yang kau pilih, aku akan mengungkapkan siapa kyuhyun sebenarnya.”
“Kau tidak bisa melakukan–”
“Jika kau memilih pilihan pertama, mungkin keluarga cho akan tetap membiarkan changmin di sana. Tapi aku tidak bisa menjaminnya jika pada akhirnya mereka tahu, kau lah yang menukar putramu dengan putra mereka. Jika kau memilih pilihan kedua, aku akan mempertimbangkan bagian untuk changmin. Dan kupastikan hidupnya tentram dan berkecukupan.”
“Apa maksudmu..?”
Aku mengeluarkan amplop itu
“Itu baru depositnya. Keluarga choi berjanji akan membayar lebih jika aku bisa menyingkirkan yeoja itu.”
“m…..mwo?”
“Karena jika dia meninggal, semua harta itu akan jatuh ke tangan imo nya.”
“Bagaimana bisa kau…”
“Putuskan dalam waktu satu bulan. Mana yang kau pilih. Pilihan pertama..atau kedua?”

————————-

~Sooyoung POV~
Aku berada di ruang tengah bersamanya. Tapi tidak satupun dari kami bicara. Dia mempelajari kasus, aku belajar untuk ujian
‘Apa changmin benar-benar namjachingunya?’
Aku hanya tersenyum tipis “Bukan.”
“Ne?”
“Changmin oppa bukan namjachinguku. Kami hanya bercanda kemarin.”
“Jinjja?”
“Ne.”
“Baguslah kalau begitu.”
“Ne?”
“Maksudku..baguslah kalau dia bukan namjachingumu! Dia bukan orang yang baik.”
“Kau sendiri?”
“Maksudmu?”
“Apa ahjumma itu yeojachingumu?”
“Namanya victoria. Bukan ahjumma. Dan dia bukan yeojachinguku.”
“Jinjja? Kalian terlihat akrab.”
“Dulu, aku memang menyukainya. Tapi setelah itu, aku tidak punya perasaan apapun padanya.”
“Arra…”

~Kyuhyun POV~
Tlik. Tiba-tiba lampunya padam
“Ada apa ini? Kenapa lampunya mati sendiri?” Dia memegang bajuku
“Apa rumahmu tidak pernah mati lampu hah?”
Dia menggeleng
“Apa ini sering terjadi?”
“Ne.”
Tangannya bergetar.
“Kau takut kegelapan?”
Dia mengangguk pelan
“Dan disini tidak ada appa.”
Seketika aku terdiam mendengarnya

Flashback
Duaar!!
Aku tidak pernah melupakan petir hari itu. Bunyinya sangat keras. Kaca jendela bergetar dan kilat menyambar
“Appa…Musowoyo..”
“Haish..kenapa kau penakut sekali hah!”
Aku hanya menunduk dan menutup telingaku. Appa meninggalkanku sendirian di situ. Tiba-tiba Cho ahjumma datang dan memelukku
“Uljimayo…hujannya akan segera reda..”
Dia mengusap kepalaku. Bahkan seorang appa tidak pernah memperlakukanku seperti ini..
Flashback End

 

~Sooyoung POV~
Tiba-tiba dia merangkulku dan mengusap kepalaku perlahan
“Hujannya akan segera reda.”
Aku hanya bisa diam dan memegang bajunya. Ini persis dengan apa yang appa lakukan saat aku ketakutan.. Kurasakan jantungku berdetak cukup keras sekarang. Appa, bagaimana kalau aku benar-benar menyukainya lagi sekarang?

—————————

~Kyuhyun POV~
Matahari menembus jendela. Aku mengerjapkan mataku perlahan. kulihat dia masih tertidur di pundakku. Tangannya memegang tanganku dengan erat. Aku tersenyum tipis melihatnya. Kalau dilihat-lihat, dia sangat manis jika seperti ini. Aku memejamkan mataku kembali. Aku tidak ingin terbangun cepat dari mimpi ini
~Sooyoung POV~
“Sarapannya jadi!”
Aku masih terdiam di kursiku. Dia mencampurkan kacang kalengan dan nasi. Kemudian menambahkannya dengan kecap asin
“Kelihatannya memang buruk. Tapi ini sangat enak.”
“Kau benar-benar payah dalam hal memasak rupanya.”
“Yaa! Aku ini namja. Wajar bukan?”
“Tapi mayoritas koki adalah namja.”
“Jangan banyak protes. Cepat habiskan sarapanmu dan berangkat ke sekolah.”
Dia memberiku sendok nasi
“Aku hanya punya satu sendok.”
“Arra.”
Aku memakannya. Terasa agak aneh. Tapi lama-kelamaan cukup enak.
“Bagaimana?”
“Lumayan.”
“Kau orang pertama yang mencicipi dan mengatakan kalau makanan itu enak.”
“Kau tidak boleh memasakkannya pada orang lain.”
“Waeyo?”
“Karena hanya aku yang akan memujinya.”
“Haish…”
Aku berdiri dari kursiku dan mengambil buah di kulkas
“Kau harus makan buah karena kau tidak suka sayur.”
“Kau seperti seorang eomma.”
Aku hanya tersenyum tipis “Jinjja?”
“Ne.”
“Apa eommamu seperti ini?”
“Ani. Eomma meninggal setelah melahirkanku. Aku tidak tahu seperti apa wajahnya. Tapi ada seseorang yang sudah kuanggap sebagai eommaku sendiri.”
“Nuguseyo?”
“Eomma changmin. Dulu, saat appaku masih bekerja disana, dia memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri. Terkadang aku iri pada changmin karena hal itu. Dia memiliki keluarga yang baik.”
“Aku juga belum pernah melihat eommaku. Sama seperti eommamu, dia meninggal setelah melahirkanku. Jadi appa membesarkanku seorang diri.”
“Kenapa Jung Yunho mengincar appamu?”
Sret. Pisau itu menggores jariku
“A..h..”
“Seharusnya kau lebih berhati-hati.”
Dia mengambil sebuah kotak obat dan meneteskan obat itu ke jariku
“Perih..”
“Manja.”
“Haish..kau sendiri akan mengatakan hal yang sama!”
~Victoria POV~
“Jadi kau kembali ke rumahmu?”
“Ne. Biar bagaimanapun rumah itu lebih nyaman.”
Aku menarik kursiku ke dekat mejanya
“Anak itu ikut?”
“Maksudmu sooyoung?”
“Ne.”
“Tentu saja. Aku kan walinya.”
“Aku tidak mengerti denganmu kyu.”
“Waeyo?”
“Bukan maksudku ikut campur. Tapi…kau bahkan tidak ada ikatan darah dengan anak itu dan dia menyulitkanmu. Bagaimana bisa kau rela menjadi walinya?”
“Itu juga yang kutanyakan. aku sendiri tidak tahu.”
Dia memeriksa dokumen kasus itu dan membalik-balik halamannya
“Kau menyukainya?”
Dia menghentikan tangannya. Seketika membuatku tahu jawabannya
“Molla.”
“Kyu, sebaiknya kau berpikir ulang. Usia kalian berbeda delapan tahun. Cukup sulit untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang masih kekanak-kanakkan.”
“Aku tahu. Tapi banyak kan pasangan yang berbeda jauh? Bahkan dua puluh tahun.”
“Kau serius dengannya? Aku tidak yakin kalau dia–”
Dia berdiri dari kursinya
“Mianhae vict aku harus pergi ke sidang.”
Dia meninggalkanku begitu saja.
“Haish..”
aku menendang mejanya. Bagaimana bisa dia memperlakukanku seperti ini? Kulihat ada sebuah post it di mejanya. Nomor telepon itu..

————————

~Sooyoung POV~
Aku tidak pernah memasuki tempat ini sebelumnya jika yeoja itu tidak menelponku. Kulihat dia duduk di sana sambil menuang botol soju ke gelasnya
“Kenapa kau memanggilku? Darimana kau tahu nomorku?”
Dia hanya diam. Aku duduk di depannya
“Yaa! Lihat. Dari penampilanmu saja kau tidak cocok bersanding dengannya”
“Aku tidak mengerti.”
“Apa menurutmu yeojachingu seorang pengacara memakai celana pendek dan kaus oversized hah?”
“Kau memanggilku hanya untuk mengatakan itu?”
“Yaa! Apa kau tahu hah? Aku yang bertemu dengannya duluan. Aku adalah cinta pertamanya.”
“Lalu kenapa? Apa itu urusanku?”
Dia meminum soju itu
“Dengar baik-baik,haksaengi. Kau hanya anak kecil. Kau tidak bisa disejajarkan dengannya.”
“Dengar baik-baik,ahjumma. Aku bukan anak kecil. Umurku 18 tahun.”
Dia menyodorkan gelas itu padaku
“Kalau begitu kita buktikan siapa yang anak kecil.”
Aku berdiri dari kursiku
“Jika kau memanggilku hanya ingin membuktikan siapa yang lebih kekanak-kanakkan. Sebaiknya kau pulang.”
Aku melangkah menjauh. Kudengar dia berteriak
“Hanya anak kecil yang kabur dari tantangan!”
Aku menghentikan langkahku
“Jika kau bisa mengalahkanku, aku akan menjauhi kyuhyun.”
“Kau..serius?”
“Ne.””Baiklah. Kita lihat siapa yang menang.”
~Kyuhyun POV~
Aku berlari ke tempat itu begitu di telpon. Benar-benar gila. Bisa-bisanya mereka berdua menyusahkanku seperti ini. Setibanya di kedai itu, kulihat hanya mereka berdua yang tertidur di sana
“Haish..victoria. Bagaimana bisa dia sama kekanak-kanakannya dengan yeoja itu?” ujar ryeowook
Aku mendekatinya
“Sooyoung ah..irreona.”
“Oppa..mulai sekarang dia tidak bisa mendekatimu lagi.”
Aku menghela nafas dan menggendongnya di punggungku
“Ryeowook tolong antar victoria pulang.”
“Ne.”
Aku melangkah pergi dari sana. Untunglah dia tidak berat. Tapi dia cukup merepotkan. Bukan. Dia sangat merepotkanku hari ini.
“Kau benar-benar gila. Bagaimana bisa anak yang masih duduk di kelas tiga melakukan hal seperti ini hah?”
“Oppa…aku bukan anak kecil kan?”
Aku menghela nafas
“Kau anak kecil kalau seperti ini.”
Buk! Dia memukul punggungku
“Yaa! Kenapa kau memukulku?”
“Kau menyebalkan. Padahal aku berusaha keras mengalahkannya!”
“Itu yang kau sebut usaha hah? Mabuk-mabukkan seperti ini?”
“Aku tidak suka melihatnya berada di dekatmu.”
Aku terdiam mendengarnya
“Waeyo?”
“Dia bilang, dia duluan yang bertemu denganmu. Dia cinta pertamamu. Dia lebih pantas untukmu. Dia membuatku kesal.”
“Memangnya kenapa?”
“Aku tidak mengerti kenapa harus kau yang lewat di sana hari itu? Padahal kau orang yang dingin dan menyebalkan. Kau merampas first kissku begitu saja. Tapi aku masih saja menyukaimu. Bukankah itu aneh?”
Aku menghentikan langkahku dan menatapnya
“Kau menyesal karena menyukaiku?”
“Aku menyesal jika aku bertepuk sebelah tangan. Di luar sana banyak namja yang mengerjarku. Aku mengabaikan mereka semua untukmu. Tapi kau malah bersikap seperti ini padaku.”
“Bagaimana kalau tidak?”
“Maksudmu?”
Aku hanya diam dan berjalan ke rumah. Setibanya di sana, aku merebahkannya di tempat tidur dan menyelimutinya
“Bagaimana kalau aku benar-benar menyukaimu pada akhirnya?”

————————

~Sooyoung POV~
Matahari menembus jendela kamarku. Kepalaku terasa berat. Saat aku melangkahkan kaki ke luar kamar, kulihat sebuah post it tertempel di pintu
“Tidak perlu masuk sekolah hari ini. Aku akan membuatkan surat izin. Makanlah sarapanmu.”
Aku tersenyum tipis dan duduk di ruang makan. Ada segelas susu dan roti tawar. Aku mencoba mengingat-ingat kejadian kemarin. Tunggu dulu. Setelah aku mabuk dan mengalahkan vict…

Flashback
“Aku benar-benar menyesal telah menolaknya di hari itu. Saat itu, aku menolaknya karena aku marah. Aku baru tahu kalau dia adalah putra supir changmin.”
“Kau matrealistis!”
“Memang. Dan aku menyesalinya sekarang setelah dipermainkan. Ternyata, yang terpenting adalah namja yang benar-benar mencintaimu apa adanya. Aku benar-benar iri padamu. Dia memang menyukaiku dulu. Tapi tidak sebesar yang dia berikan padamu sekarang. Kau menang.”
Flashback End

Aku membuyarkan lamunanku. Apa itu mimpi atau betulan? Tapi..tunggu dulu. Setelah itu, bagaimana aku bisa sampai disini? Siapa yang membawaku? Kyuhyun? Tidak mungkin yeoja itu.
“Ah..”
Aku memegang perutku. Rasanya sakit. Haish..aku benar-benar peminum yang buruk. Padahal aku hanya minum dua gelas kemarin.

———————

~Victoria POV~
Aku merutuki kebodohanku sendiri. Bagaimana bisa anak itu mengalahkanku? Haish..benar-benar gila. Bagaimana bisa aku menantangnya seperti itu? Jadi aku yang kekanak-kanakkan
~Sooyoung POV~
“Kenapa kau terus-terusan membuat dirimu dalam bahaya hah! Apa kau tidak tahu resikonya jika tubuhmu tidak kuat menerimanya?!”
Aku membungkuk padanya. “Joesonghamnida.”
“Seumur hidup aku menjadi dokter, belum pernah ada pasien sepertimu. Kau harus ingat riwayat kesehatanmu sooyoung ah. Almarhum appamu pasti akan marah jika tahu kau seperti ini!”
“Joesonghamnida.”
“Kau mengerti kenapa aku marah padamu kan? Aku adalah sahabat almarhum appamu. Aku tahu persis bagaimana dia berjuang untuk mendapatkan donor itu.”
“Ne.”
“Kau harus menjaganya dengan baik. Arraseo?”
“Ne. Gamsahamnida.”
“Aku memberimu resep. Pastikan kau meminumnya dengan teratur.”
“Ne.”
Aku keluar dari ruangan itu. Seketika aku menghela nafas. Rumah sakit. Tempat yang paling kubenci…

Flashback
“APPA!!!! APPA!!!”
Aku tidak bisa melupakannya. Setiap hari, mereka melakukan prosedur pengobatan yang menyakitkan. Berbagai macam alat menakutkan mereka keluarkan setiap hari. Dan appa hanya bisa menatap dari jauh. Menahan tangisnya saat melihatku menderita seperti saat itu
“Youngie..”
“Appa. Aku tidak mau pergi bersama suster itu lagi. Dia jahat!”
“Youngie..kau tidak boleh seperti itu.”
“Appa. Beberapa anak bilang katanya aku akan mati sebentar lagi.”
“Siapa yang mengatakannya padamu? Mereka bohong, youngie. Kau akan bertahan. Percayalah pada appa. Appa akan melakukan apapun untuk itu.”
“Appa, bukankah kalau orang mati mereka akan pergi ke surga? Seperti eomma.”
Appa memegang tanganku
“Youngie…jebal..hanya kau yang appa punya. Kau harus bertahan. Kau tidak boleh meninggalkan appa”
Flashback End

Aku membuyarkan lamunanku. Aku tidak ingin mengingat masa itu lagi

————————–

~Kyuhyun POV~
Krek..akhirnya pintu itu terbuka.
“Kau darimana?”
“rumah sakit.”
Aku mengikuti langkahnya dan memegang dahinya
“Tidak demam.”
“Aku bukan peminum yang baik. padahal aku hanya minum dua gelas kecil.”
“Haish..kau itu masih–”
“Kecil? Dan tidak bisa meminum soju?”
“bukan itu maksudku. Kau masih belum berpengalaman.”
Dia tersenyum tipis
“Syukurlah jika kau memang ingin mengatakan itu. Aku benci disebut anak kecil.”
Dia duduk di sofa dan membaca bukunya
“Perlu bantuan?”
“Ne?”
~Changmin POV~
“Meninggal?”
“Ne. Berikut ini adalah datanya.”
Aku mengerutkan dahiku. Entah mengapa aku tidak percaya kalau Jung Yunho memang sudah meninggal. Tapi beginilah datanya. Kurasa..aku sudah tidak perlu mencari informasi dari yeoja itu
~Yunho POV~
“Kau masih bisa berhenti sekarang,” ujarnya
“Berhenti? Apa aku gila hah? Aku tidak akan bisa berhenti sebelum seseorang yang membunuh putriku kusingkirkan.”
“Kau bisa mendapat hukuman yang berat.”
“Hukuman berat.. aku sudah memikirkan hal itu.”
“Apa maksudmu?”
“Bukan aku yang akan membunuhnya sendirian. Tapi kita berdua.”
“N…….ne?”
“Katakan pada pengadilan. Motif pembunuhannya adalah karena dia menemukan kita masih hidup. Kau yang menusuknya. Aku otak pembunuhannya.”
“Ani. Aku..tidak bisa membunuhnya. Bahkan menusuknya saja sudah membuatku merasa bersa–”
“DIA MEMBUNUH PUTRIKU DAN DIA PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA SEKARANG KAU PAHAM HAH?”
“Dia tidak membunuh putrimu. Tapi ketidakberuntungan yang–”
“Tutup mulutmu!”
“Kenapa kau mau menyerahkan dirimu juga sekarang?”
“Karena bebas pun tidak ada yang menantiku dan menengarku. Jadi aku tidak punya alasan untuk bebas.”
“Aku tidak mengerti denganmu. Kenapa kau tidak membunuhnya dengan tanganmu?”
“Karena di dalam dirinya..ada satu harta milik putriku yang sangat beharga.”
“Apa?”
“Donor itu. Jadi aku tidak mau menusuknya. Kau yang harus melakukannya.”
“Jadi maksudmu, kau ingin membunuhnya tapi aku yang harus menusuknya?”
“Bingo.”

—————————

~Sooyoung POV~
Aku masih berdiri di depan gerbang sekolah. Aku tidak pernah segugup ini saat ada ujian. Tapi ujian hari ini…benar-benar membuatku cemas
“Kau pasti bisa mengerjakannya,” ujarnya sambil menepuk pundakku
Aku menarik nafas dalam
“Aku gugup.”
“Aku pernah merasakan hal yang sama saat akan menempuh ujian. Tapi ingatlah kalimat ini : Kau tidak perlu menjadi ranking satu. Yang kau butuhkan adalah lulus dengan perjuangan dan kerja terbaikmu.”
“Kau yakin..aku bisa melewatinya?”
“Hm.”
Dia memberi tangannya padaku
“High five.”
“High five.”
Dia mengusap kepalaku
“Aku akan menjemputmu sepulang sekolah nanti.”
“Arra.”
Aku melangkah memasuki gerbang. Kulihat sebuah pesan masuk ke cellphoneku
“Jika kau mendapat hasil terbaik, aku akan memberimu hadiah.”
Aku tersenyum dan memasukkannya ke dalam saku.

——————–

~Kyuhyun POV~
“Ada kiriman surat untukmu,” ujar ryeowook
Aku membukanya. Kulihat banyak guntingan koran ada di sana
“Choi Siwon, pemilik choi group mengembangkan sayap perusahaannya ke…”
Aku membaca artikel itu. Intinya tentang seorang namsong berusia 35 tahun yang sangat sukses. Kemudian artikel berikutnya
“Tuan Y membuat keributan di rumah sakit…”
Aku mengerutkan keningku. Apa-apaan ini.. Dan di koran berikutnya, ada fotoku saat dicekik di pengadilan itu. Seketika aku berdiri dari kursiku ke ruang operator
“Yaa! Kau mau kemana?”
~Sooyoung POV~
Aku masih duduk di bangku taman. Dia tidak kunjung datang. Sekolah mulai sepi. Aku mengetuk-ngetukkan jariku. Apa sebaiknya aku berjalan kaki ke rumah saja?
~Kyuhyun POV~
Aku mundur tiga langkah begitu melihat rekaman CCTV itu. Jung Yunho. Dia sudah mulai berani muncul seperti ini. Artinya……
~Sooyoung POV~
Haish..kenapa dia belum datang?Apa dia lupa dengan janjinya? Aku mengambil cellphoneku. Saat aku akan menelponnya, tiba-tiba cellphoneku mati. Baterainya habis. Haish.. kenapa dia selalu habis di saat seperti ini?
~Kyuhyun POV~
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.”
Jantungku berdetak kencang. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Jung Yunho sudah berani muncul untuk mengirimi surat ini di kantorku. Artinya…dia juga berani muncul di hadapan sooyoung. Setibanya di sekolahnya, kulihat dia tidak ada disana. Baik. Aku benar-benar panik sekarang.
~Sooyoung POV~
Tes..tes.. hujan turun sedikit demi sedikit. Aku harus secepatnya sampai di rumah sebelum hujannya semakin deras. Saat aku akan menyebrang jalan, tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan memelukku dengan erat
“A…”
“Syukurlah kau baik-baik saja.”
Aku masih tidak percaya dengan apa yang kullihat. Dia..ada apa dengannya?
“Oppa..”

~Kyuhyun POV~
“Minumlah selagi masih hangat.”
Aku menggerutu dalam hati. Tidak seharusnya aku berlari dan memeluknya seperti itu. Haish..seharusnya aku tidak menunjukkan kekhawatiranku
“apa yang terjadi?” tanyanya
Aku menutup mataku
“Kau membaca pikiranku lagi?”
“Karena sikapmu sangat aneh.”
“Aku…”
Jika kukatakan tentang Jung Yunho..apa reaksinya..
“Jung Yunho…tadi dia datang ke kantorku dan mengirim surat.”
“Apa…yang dia kirim?”
“Dia mengirimi beberapa artikel.”
“Artikel?”
“Siapa Choi Siwon? Apa hubungannya dengan Jung Yunho?”
Dia hanya diam dan memainkan tangannya
“Jika kau tidak ingin bercerita, tidak masalah.”
“Ani..aku akan menceritakanya..”
Aku menatapnya. Kulihat matanya sendu
“Saat aku masih berusia delapan tahun…aku mengidap leukimia.”
Aku terdiam mendengarnya
“Appa tidak sanggup melihatku menderita karena hanya aku yang ia miliki. Jadi akhirnya..dia membayar mahal untuk mendapatkan donor itu.. Padahal..”
“Padahal?”
“Seharusnya..donor itu diberikan pada putri Jung Yunho.”
“Maksudmu…?”
“Appaku merampasnya dengan uang. Setelah itu..putrinya tidak dapat diselamatkan. Dia sangat membenci kami karena hal itu. Sehingga…dia membunuh appa.”
Air matanya menetes
“Ini semua salahku. Jika saat itu aku mati dan–”
“Ssst.. kau tidak boleh bicara seperti itu.”
“Tapi tidakkah kau berpikir? Jika saat itu aku mati, dia tidak akan membunuh appa dan menerormu seperti ini.”
“Tapi tidakkah kau berpikir? Bagaimana appamu akan menderita jika kau meninggal dan kita tidak akan pernah bertemu?”
Dia hanya diam
“Aku tidak peduli apa yang mereka katakan tentangmu. Kekanak-kanakkan atau sebagainya. Aku bersyukur bisa bertemu denganmu.”
“Waeyo?”
“Naneun dangsineul saranghagiddaemune.”
“N….ne?”
“Meskipun kau kekanak-kanakkan. Merepotkan. Menyebalkan. Dan aku juga tidak tahu apa yang salah dengan otakku. Tapi aku menyukaimu. Kau puas?”
Dia hanya diam dan menatapku dengan bingung. Aku berdiri dari kursiku
“Aku akan menyiapkan makan malam.”
Sret. Dia memelukku dari belakang
“Gomawo.”
~Yunho POV~
“Kali ini, kau harus memastikan kalau dia benar-benar mati. Arraseo?”
Dia hanya diam. Tangannya bergetar
“Ne.”

—————

~Sooyoung POV~
“Aku baru tahu kalau kau juga bisa membuat kue,” ujarnya sambil menimbang terigu itu
“Aku tinggal sendiri sejak SMP. Memasak adalah pekerjaan yang kulakukan setiap hari.”
“Kalau dandan?”
“Ne?”
“Semua yeoja senang berdandan.”
“Aku tidak terlalu menyukainya.”
“Jinjja?” dia mencoret wajahku dengan terigu
“Oppa! Sayang terigunya!”
“Iya. Kau terlihat lebih jelek kalau make up.”
Aku membalasnya dengan coklat
“Kau juga”
“Yaa!Rupanya kau mencari masalah.”
Dia mengambil adonan telurnya dan mencoretnya di wajahku
“Oppa!!!!”
~Kyuhyun POV~
“Hasilnya hanya dua cupcake.”
“Gwaenchanha. Lagipula yang memakannya hanya kita berdua.”
“Haish..ini benar-benar pemborosan.”
“Cepat buka cupcakenya.”
“Bukannya langsung dimakan?”
“Aku tidak suka memakannya di dalam cup kertas.”
“Kalau begitu, namanya bukan cupcake. Tapi kue spons.”
“Biarkan saja.”
Dia memotong cupcake itu dan menyuapiku
“Enak?”
“Mashita. Sepertinya kau bisa masuk jurusan pastry dibanding hubungan internasional.”
“Haish..”
“Kau tidak ingin mempertimbangkan jurusan lain?”
“Kurasa tidak.”
“Kau akan bepergian keluar negeri.”
“Zaman sekarang sudah ada skype.”
“Haish..aku malas bertatapan dengan layar komputer.”
Dia tersenyum dan menyentil jidatku
“Yaa!”

—————————-

~Victoria POV~
“Kemana Kyuhyun?” tanyaku saat melihat bangkunya kosong
“Dia pergi ke upacara kelulusan sooyoung”
Aku mengangguk mengerti. Benar-benar menyenangkan. Lulus dengan seorang namjachingu yang menyelamatinya
~Kyuhyun POV~
“Ini bunganya.”
“Gamsahamnida ajjeosi.”
Aku cepat-cepat berlari kesini setelah sidang selesai. Aku ingin membelikannya hadiah kelulusan. Ingat-ingat tentang kelulusan…kenanganku buruk. Tidak ada bunga dan ucapan dari seseorang yang berarti.. Aku tidak ingin dia mengalami hal yang sama. Aku mengambil cellphoneku dan berniat menelponnya. Tiba-tiba seseorang menariknya
“Yaa!”

~Sooyoung POV~
Hari kelulusan. Aku berdiri di antara orang-orang yang memakai toga. Kyuhyun bilang, dia akan datang setelah sidangnya selesai. Tapi sampai sekarang..dia belum datang
“Youngie!! Chukkhae! Kau benar-benar hebat!” ujar fany
“Gomawo.”
“Aku akan merindukanmu,” ujar fany sambil memelukku
“Nado. Baik-baik di amerika.”
“Yaa! Kalian melupakanku!” Yoona ikut memeluknya
“Hahahahahaha.”
Tinininnit. Tiba-tiba cellphoneku berbunyi. Pesan singkat dari kyuhyun.
‘Pergilah ke luar sekolah. Aku menunggumu di halaman belakang ^^’
“Ehm..” Yoona bersuara
Aku hanya tersenyum tipis
“Aku pergi ke sana.”
~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki gedung itu. Haish..bagaimana bisa kesialan menimpaku di saat yang tidak tepat? Kulihat banyak anak tengah berfoto di depan gedung. Berarti acaranya sudah selesai. Aku cepat-cepat berlari ke tempat darimana mereka keluar. Kulihat yoona berdiri di sana bersama tiffany
“Yoona ssi.”
“ah…pengacara cho. Annyeonghaseyo.”
“Chukkhae atas kelulusan kalian.”
“Gomawo.”
“Sooyoung eodiyo?”
“Sooyoung? Bukankah dia bersamamu?”
“N….ne?”
“Tadi dia keluar dari ruangan setelah menerima pesan singkatmu.”
“Tapi aku tidak mengiriminya pesan.”
“Tapi aku benar-benar melihatnya. Pengirimnya adalah kau.”
Aku menjatuhkan buket itu. Maldo andwae…

—————————–

~Yunho POV~
“Kerja yang benar-benar bagus.”
Dia hanya diam. Aku mengambil cellphoneku dan menghubunginya
~Kyuhyun POV~
“Cellphone ini ditemukan di tempat beserta bunga dan topi toga.”
Aku hanya bisa terduduk lemas dan mengepalkan tanganku. Jung Yunho. Aku tidak akan membiarkanmu hidup jika terjadi sesuatu padanya
“Jebal..kau harus menemukannya..”
“Kami akan berusaha yang terbaik.”
Tinininininit. Tiba-tiba cellphone itu berbunyi.
“Yeobose..”
“Cho Kyuhyun..eoddaeyo? Kau menyukai pertunjukannya?”
“CEPAT KATAKAN! DIMANA DIA SEKARANG HAH!”
“Hahahahahaha. Kau harus tenang.”
“DASAR BRENGSEK! DIMANA CHOI SOOYOUNG HAH!”
“Dibanding menanyakan dia dimana…tidakkah lebih menarik jika kau menanyakan apa dia masih hidup? Hahahaha.”
“JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU JUNG YUNHO!”
“Hahahahaha. Bagaimana rasanya saat kau kehilangan orang yang paling berarti untukmu? Itu juga yang kurasakan saat itu.”
“Aku berbeda denganmu! Putrimu meninggal karena takdir. Bukan karena Sooyoung ataupun appanya”
“ITU KATAMU KYUHYUN!”
“Jebal. Katakan dimana dia sekarang.”
“Dia? Aku tidak bisa mengatakan dimana dia sekarang. Mungkin dia sudah tersebar di lautan atau–”
“CEPAT KATAKAN DIMANA KAU MENYEMBUNYIKANNYA!”
“Dia sudah meninggal.”
“JANGAN MEMBOHONGIKU!”
“Aku tidak berbohong. Dia sudah meninggal.
“M…mwo…”
Tinit. Cellphonenya dimatikan. Aku terduduk lemas di kursi. Ani..tidak mungkin
“Tuan..”
Bruk. Setelah itu..aku tidak ingat apapun lagi
~Yunho POV~
“Dia sangat marah hahahahaha.”
Dia hanya diam. Tidak menanggapi perkataanku
“Dimana kau meletakkan mayatnya?”
“Jauh dari kota.”
“Wae? Seharusnya kau meletakkannya agar cho kyuhyun bisa..ah..aku mengerti. Akan menjadi lebih berat lagi jika kau bahkan tidak bisa melihat orang itu untuk terakhir kalinya. Hahahahha.”
“Ne..”

—————-

~Victoria POV~
Aku benar-benar tidak bisa melihatnya seperti ini. Sudah tiga hari dia hanya duduk diam dan tidak makan.
“Kyu..”
“Ini salahku, vict. Karena aku tidak bisa menjaganya.”
“Itu bukan salahmu..”
“Kalau saja aku mengabarinya kalau cellphoneku dicuri. Kalau saja aku langsung pergi ke tempat upacara kelulusannya. Kalau saja…”
“Tidak ada gunanya menyesal. Polisi masih berupaya mencarinya.”
Aku menepuk pundaknya perlahan.
“Apa yang harus kulakukan, vict?”
~Changmin POV~
Aku hanya duduk diam di kursiku. Aku tidak percaya kasus ini akan sampai di mejaku. Pembunuhan..Choi Sooyoung. Aku mengusap wajahku. Jung Yunho ternyata ada hubungannya dengan kasus ini. Tidak seharusnya aku membiarkan namja itu mengelabui kami dengan sertifikat kematian. Benar-benar kriminal sejati.
“Aku akan menangkapmu. Aku bersumpah.”

——————————-

~Kyuhyun POV~
“Seharusnya kau bersistirahat di rumah sakit, kyu ah. Kondisimu masih kacau.”
“Ani. Aku harus melihat wajah keparat itu.”
“Percayalah padaku..kau tidak akan mau melihatnya.”
Baru saja ryeowook memberitahuku kalau pembunuhnya sudah ditangkap. Dua orang. Pembunuhan berencana. Kupastikan mereka mendapat pasal berganda. Setibanya di sana, kulihat sosok yang kukenal tengah duduk di dalam sel.
“A…ppa…”
Dia hanya tersenyum tipis
“Lama tak berjum…”
Aku mencengkram kerahnya
“Dimana Choi Sooyoung?”
Dia hanya diam
“KUTANYA DIMANA DIA?!”
“Tenang kyu ah..” ryeowook mencoba memisahkanku darinya
“Dia sudah meninggal. ”
“Geuronika eobso.”
“Aku yang membunuhnya. Kau masih tidak percaya hah?”
“KENAPA KAU MELAKUKANNYA HAH?!”
Dia hanya diam
“KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU, APPA? APA KESALAHANKU SEBENARNYA SAMPAI KAU TEGA MEMBUNUH ORANG YANG PALING BAGIKU HAH?”
“Kesalahanmu adalah karena kau bukan putraku.”
“M….mwo?”
~Changmin POV~
Aku mengusap dahiku. Kasus ini benar-benar berat
“Mereka melakukan pembunuhan berencana dan jaksa Park yang akan mengambil alih semuanya. Ini akan menjadi sidang yang sangat panjang.”
“Benar-benar gila. Membuat sertifikat kematian palsu dan merencanakan pembunuhan. Mereka berdua harus diberi hukuman yang setimpal.”
“Aku setuju.”
~Hakim Cho POV~
Aku sudah duduk di depannya sekarang,dibatasi oleh kaca
“Saya benar-benar kecewa dengan Anda. Sebenarnya apa salah anak itu? Mengapa Anda membunuhnya?”
Dia hanya diam
“Apa–”
“Saya ingin membuat sebuah pengakuan.”
“Katakan.”
“Apakah Tuan mengingat hari kelahiran putra Tuan?”
Aku mengerutkan dahiku
“Apa maksdumu?”
“Apa Tuan ingat, kalau Tuan menyuruh saya mengikuti perawat ke ruang bayi?”
“Ne?”
“Saya telah melakukan kesalahan fatal yang akan saya sesali. Selamanya.”
“Apa maksudmu?”
“Putra Tuan adalah Cho Kyuhyun, yang tuan usir dari rumahnya sendiri sepuluh tahun lalu.”
“M…mwo?”

———————

~Kyuhyun POV~
“Kau harus makan. Biarpun sedikit.”
Aku masih terdiam di tempatku. Semua ini membuatku frustasi. Semuanya begitu memusingkan. Satu demi satu fakta terungkap. Krek.. Kulihat pintu itu terbuka. Hakim Cho dan istrinya berdiri di sana. Vict tersenyum tipis dan meninggalkan ruangan
“Kau terlihat pucat,” ujar Nyonya cho padaku
Aku hanya diam
“Lama tak berjumpa.”
“Ne..sangat lama..”
Kulihat setetes air matanya terjatuh. Membuatku sendiri bertanya-tanya. Tiba-tiba dia memelukku dengan erat
“Maafkan eomma…Maafkan eomma…”
Aku masih mematung di tempatku. Apa..maksudnya
“Bagaimana bisa aku mengusir putraku dari rumahnya sendiri? Orang tua macam apa?”
“Eomma…”
~Victoria POV~
“Aku benar-benar kasihan pada Pengacara Cho,” ujar pengacara parkAku hanya diam dan mencoba mencernanya
“Benar-benar memprihatinkan. Setelah yeojachingunya dibunuh, dia harus tahu kenyataan bahwa dia diusir orang tua kandungnya sendiri.”
“Ne.”
“Setelah ini, salah satu di antara kita harus menjadi mengacara publik namsong itu.”
“Aku tidak mau,” ujarku
“nado.”
“Tapi salah satu dari kita harus.”
“Siapa yang bisa membela namsong itu hah? Dia tidak hanya membunuh yeojachingunya, tapi juga menukarnya saat baru lahir.”
“Haish…aku benar-benar benci keadaan seperti ini.”
“Song Victoria, Anda mendapat sebuah kasus.”
Aku menggerutu dalam hati “WAE NA?”
~Changmin POV~
Aku memasuki ruangan itu. Aku menatapnya dengan tajam. Benar-benar mengecewakan.
“Changmin..”
“Sekalipun kau adalah orang tua kandungku, aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan aboji.”
Dia hanya diam
“Aku benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana bisa kau melakukannya di saat Hakim Cho sangat mempercayaimu?”
“Aku tidak punya pilihan, changmin ah. Almarhum eommamu berpesan agar kau bahagia dan–”
“Apa menurutmu aku bahagia hidup di rumah itu? Ani. Aku bahkan selalu dianaktirikan di sana. Aku dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Aku terus dibanding-bandingkan dengan anak seorang supir yang ternyata adalah putra kandung mereka.”
“Changmin–”
“Apa kau tahu, seberapa aku kecewa saat ini? Kau bahkan seorang pembunuh.”
Dia hanya diam
“Semoga kau diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatanmu.”
Aku beranjak dari ruangan itu. Setelah menutup pintu, aku duduk bersandar di sana. Setetes air mataku menetes. Bagaimana bisa appa kandungku dituntut di pengadilan?
“Changmin ssi.”
Saat aku menoleh, kulihat vict di sana. Aku cepat-cepat berdiri dan pergi. Benar-benar memalukan.
~Victoria POV~
“Jadi, kenapa kau membunuhnya?”
“karena dia tahu..kalau changmin adalah putra kandungku dan dia tahu kalau aku masih hidup.”
“Apa dia tahu kalau kyuhyun adalah putra hakim cho?”
“Ani.”
“Bagaimana caramu membunuhnya?”
“Itu bukan urusanmu.”
“Tuan, ini jelas urusanku. Pengadilan harus tahu bagaimana caramu membunuhnya untuk menjatuhkan hukuman padamu.”
Dia hanya diam
“Dimana kau menyembunyikan mayatnya?”
“Kami membakarnya.”
“……..N..E?”
Dia tidak berkomentar lebih
“Kau bisa dikenakan pasal yang sangat berat.”
“Aku tahu itu.”
“Mengapa Jung Yunho membunuhnya?”
“Ada dua alasan. Pertama, karena dendam di masa lalu. Kedua, karena ia dibayar oleh keluarga choi.”
“N…ne?”

———————

~Kyuhyun POV~
Aku tidak percaya akan melihatnya disini. Tapi Changmin benar-benar berdiri di depank
“Kenapa kau datang kesini?”
Dia berlutut di depanku. Air matanya menetes
“Jebal..tolong jangan tuntut appaku dengan pasal berganda.”
“Kau tidak bisa memohonnya padaku. Jaksa yang memutuskan.”
Dia hanya diam
“Aku tahu..kalau dia tidak memperlakukanmu dengan baik. Dia membuatmu banyak menderita. Tapi jebal..dia–”
“Aku tidak bisa melakukannya changminssi.”
“Kyu..”
“Kau benar-benar tidak tahu seberapa semua hal ini menyiksaku.”
“Aku..”
“Choi Sooyoung. Yeoja itu adalah sosok yang sangat berarti bagiku. Dan dia meninggal di tangan appamu. Apa menurutmu aku bisa meringankan hukuman appamu? Ani. Aku tidak bisa.”
“Tapi..”
“Jika kau berada di posisiku. Apa kau akan melakukan hal yang berbeda changmin ah?”
~Changmin appa POV~
Aku duduk diam di selku. Kulihat Yunho menatapku dengan geram dari sel di sebrangku
“KEPARAT! KENAPA KAU MEMBAWA KELUARGA CHOI HAH!”
Aku hanya diam. Karena…perkataannya benar-benar menusukku

Flashback
Aku menghentikan mobilku di depan jurang itu. Aku menariknya keluar dari mobil. Saat aku akan mendorongnya, kudengar dia berkata
“Kenapa kau ingin membunuhku, changmin appa?”
Aku terdiam mendengarnya. Matanya berkaca-kaca. Dia masih sadarkan diri. Bahkan setelah kupukul dan kuikat tangannya
“Darimana kau…”
“Kau melakukan semua ini…karena kau mencintai changmin? Karena Jung Yunho bilang dia akan aman jika kau membunuhku?”
“Ka…kau”
“Kau salah. Changmin oppa akan kecewa padamu. Dia tidak akan melihat perbuatanmu sebagai pengorbanan untuknya. Dia hanya akan merasa malatas perlakuanmu.”
“DIAM!”
“Dan cepat atau lambat, keluarga cho akan mendepaknya.”
“Kau tidak tahu apa-apa soal keluarga cho dan keluargaku!”
“Apa kau tidak punya rasa kemanusiaan? Setelah kau menukar kyuhyun, membuatnya hidup sulit, dan bahkan diusir dari rumahnya sendiri, kau masih ingin membuatnya menderita dengan membunuhku?”
“Tutup mulutmu atau kubunuh kau sekarang!”
“Aku tidak masalah. Kau bisa membunuhku kapanpun kau mau. Kau tidak ada bedanya dengan keluargaku yang ingin menyingkirkanku untuk mendapatkan perusahaan appaku.”
“Kau–“
“Aku bisa membaca pikiranmu. Kau tidak bisa menyangkal perkataanku.”
Aku memegang tongkat kayu itu
“Diam..atau aku akan memukulmu dengan tongkat ini.”
“Silakan. Kau akan semakin bersalah jika kau benar-benar membunuhku. Sama seperti kau merasa sangat bersalah karena telah menukar kyuhyun.”
“Kau–“
“Sebaiknya kau mengaku. Sebelum mereka mengetahuinya sendiri, apalagi dari mulut Jung Yunho. Semuanya akan menjadi lebih kejam bagi changmin. Putramu seorang jaksa. Semakin banyak kesalahan yang kau perbuat tanpa segi positif, dia akan semakin membencimu”
“DIAAM!”
BUK! Aku memukul kepalanya. Kulihat dia tergeletak di sana. Kepalanya mengeluarkan darah. Aku cepat-cepat menjalankan mobilku.
Flashback End

Aku sendiri tidak tahu apa dia masih hidup atau tidak.. tapi yang jelas lebih baik kukatakan seperti itu daripada yunho membahayakannya..

———————–

~Kyuhyun POV~
Aku menapaki kakiku di laut itu. Tempat..dimana mereka membuangnya. Setitik air mataku menetes
“Youngie…jika kau mendengarku…kumohon katakanlah kalau ini semua hanya mimpi buruk… jebal.”
~Victoria POV~
Aku melangkahkan kaki ke arahnya. Aku menepuk punggungnya perlahan
“Jika kau terus-terusan seperti ini, kau juga menyiksanya.”
Dia hanya diam. Aku memeluknya
Jika melupakannya sesulit itu..izinkan aku membantumu, kyu ah

————-

~Sulli POV~
“Keadaannya memburuk.”
Aku menggigit bibir bawahku
“Bagaimana ini, appa. Kita harus memanggil tabib.”
“Tapi biayanya sangat mahal, sulli ah.”
Pandanganku tertuju pada kalungnya
“Kita jual saja kalung ini untuk biayanya.”
“Bagaimana kalau kalung itu penting baginya?”
“Appa. Yang mana yang lebih penting. Orang ini selamat atau kalungnya?”
“Haish…baiklah.”
Aku membuka kalungnya. Kulihat ada ukiran nama di sana
“Choi Sooyoung.”
“Marganya sama dengan kita.”
“Apa itu namanya?”
“Kurasa begitu.”

~Changmin POV~
“Pengadilan memutuskan hukuman penjara seumur hidup.”
Aku langsung keluar dari ruangan itu. Kulihat vict di sana
“Gomawo..setidaknya..aku tidak bisa melihatnya mati.”
Vict tersenyum tipis “berterima kasihlah karena kyuhyun mempertimbangkan hukuman itu.”
“Bagaimana..keadaannya?”
“Kacau. Sekarang dia berhenti menjadi pengacara.”
“Wae…yo?”
“Setelah imo choi sooyoung dituntut, perusahaan itu mengalami kekosongan jabatan. Berdasarkan surat kuasa, sebagai wali choi sooyoung, kyuhyun lah yang mengisi kekosongan jabatan itu.”
“Arra..”
“Tapi dengan dia melakukannya, kenangannya tidak akan bisa ia lupakan.”
“Kau benar..”

————————

~Kyuhyun POV~
“Kau yakin akan melakukan ini?”
“Setidaknya ini lebih baik. Apa gunanya menjadi pengacara yang tidak bisa membela keadilan bagi yeojachingunya yang meninggal secara tidak adil?”
Appa hanya diam. Aku tersenyum tipis dan memeluknya
“Kau pasti bisa melakukannya. Kau anak yang cerdas. Appa tahu itu.”
“Ne. Dan aku harus menjaga sesuatu yang sangat berharga yang ia percayakan padaku.”

~Victoria POV~
Aku datang ke kantornya untuk membawakan beberapa bekal. Kulihat dia sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
“Kau harus beristirahat kalau lelah.”
Dia hanya tersenyum tipis
“Jika pekerjaan ini berat bagimu, kurasa sebaiknya dihentikan. Bukankah dari dulu kau bilang, kau membenci segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis dan–”
“Pengacara memperjuangkan keadilan. Apa gunanya aku menjadi pengacara jika aku membuat hukuman appa changmin diringankan, padahal seharusnya dia dituntut seberat mungkin atas perbuatannya?”
Dia hanya diam
“Kau tahu, semakin kau lama disini, semakin kau tidak akan melupakannya.”
“Aku tidak bisa melupakannya vict.”
“Setidaknya kau harus melangkah lagi untuk bahagia.”
“Semuanya terlalu berat vict.”
“Kalau begitu aku akan membantumu.”
“Ne?”

————————-

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kepalaku terasa sangat sakit.
“A..h..”
“Kau sudah sadar, eonni?” tanya seseorang padaku
“Ini dimana…?”
“Appa! Dia sudah sadar!”
“Syukurlah..”
“Apa yang terjadi?” tanyaku
“Eonni, apa kau ingat dimana rumahmu?”
“Rumah?”
“Ah ya..apa namamu Choi Sooyoung?”
“Choi Sooyoung?”
“Eonni. Apa kau mengingat sesuatu. Misalnya, bagaimana bisa kau tergeletak di jalanan itu?”
“Tergeletak? Jalanan?”
“Apa kau datang dari–”
“Ah…”
Aku memegang kepalaku. Rasanya sangat sakit
“Eonni…”

TBC

48 thoughts on “Breath {Part 5}

    • Jadi Changmin sama Kyu tertukar
      Untung Soo ga meninggal
      Jangan bilang kalo Soo amnesia
      Astaga cerita nya makin rumit
      Next ditunggu

  1. wahh,, makin seru nih!!!
    terungkap juga kalo ternyata kyuppa itu anak kandungnya hakim cho..
    kyknya soo eon amnesia deh???
    ihh,, vict ahjumma mencari kesempatan dalam kesempitan nih..
    next!!!

  2. makin rumit -, soo amnesia sih vict nyari kesempatan .. semoga aja kyu gk berpaling ke vict ajhumma
    next ya ~ update soon

  3. Akhirnya kyu oppa ke keluarga yg benar yaaa .. lah nasib soo unnie gimana hiksss
    semoga kyu oppa cepet ketemuin soo unnie XD next

  4. yahhh so eonni hilang ingatan:( kembaliin ingatan soo eonn secepatnya jebal supaya kyuhyun ngga direbut vict:'( lanjut thor jgn lama2 hwaiting!!!

  5. Akhirnya ditangkepa juga yunho dan appanya changmin ck jahatnya mereka
    Jangan bilang sooyoung amnesia
    Lanjut chingu ^^

  6. Anyeong youngra iminda thor Suka bgts sma semua ff author yg kyuyoun mian aku bru sempat koment krn kemarin lpa email jdi bru buat dehh.. Semakin seru ajj next part jng lama2 ya thor aku ska nungguin ff kmu dng selalu bka WP kmu

  7. ahhhh sebel kalo udah ada yg hilang ingatan.. kyu pasti terpuruk deh, mungkin bisa jadi kyuvict jadian supaya kyu lupa sma syoo ato mungkin mereka nikah.. hadeeeehhh -_-

  8. hueeeee makin rumit T.T syoung amnesia…
    kyu jgn mau dibantu vic please….huaaaa
    kasihan syoung T.T
    next part semangat semangat!!!

  9. Akhirnya di post juga…. Jangan bilang kalau soo amnesia trus vic lagi berusaha buat dapetin hatinya kyu kembalii ??? Penasaran sama next partnya..

  10. kyaaaa kyuyoung sm2 ska
    tpiii syang knp dsaat mreka sdh brsma hrus dpisahkn. pke acara soo amnesia. andwae……

    pnts kyu dgtuin am ayahny.ndri. trnyta mereka dtkar…

    next dtnggu and smga kyuyoung cpet ktmuny..

  11. daebak. akhirnya soo g jadi mati..
    aduh, klo soo amnesia gimana kelanjutannya ya.
    aduh pengen bgt tuh ajjushi apa changmin itu dihukum mati.
    tapi klo dihukum mati g ada yg bakalan ngasih tau kebejatan yunho..
    hadeehhh,, tambah rumit aja.
    next part ditunggu ya

  12. Oh my god!oh my no!oh my wow!!! Bnar2 sprti drama,feelnya dapet thor,bnar2 buat aku geregetan,konfliknya ituloh hisshh –‘
    omg!soo hlang ingtan?trus si vict itu mw bntuin kyu ngelupain soo dgn cra dia yg dkat ataupun jdi pcarnya kyu?.
    Bnar2 konfliknya mnyulut emosiku thor :D good ff ;)
    bnar2 ditnggu klanjutannya,klw gk dilnjutin aku bnar2 gila krna pnsaran mah ini ff :D*lebay,kmbh :D
    LANJUT THOR :* !!!!

  13. Akhirnya dipost jga….:),sdih….:(,bru shari pcran tpi soo unnie udh dclik…,untng gk mninggal…,iss si victor ngpain sih dket2 kyuppa….
    Dtnggu klnjtn’a….

  14. disaat cinta terungkap & rahasia lainnya jg, knp mereka hrd terpisah lg ToT terlebih lg soo malah lupa ingatan huwahhhhh

  15. Yunhonya ga di tangkap juga kah?
    Ieuwh.. Syukurlah syo masih meski hilang ingatan. Sulli, adiknya syo kah?
    Kyu terus cari syo, jgn nyerah. Dan cuekin aja si vict

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s