Breath {Part 4-1}

Breath

Title :Breath

Genre :Romance,Revenge,Suspense

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Changmin
  • Victoria

Other Cast :

  • Im Yoona
  • Tiffany Hwang
  • Yunho

~Victoria POV~
Aku melangkahkan kakiku memasuki tempat itu. Rasanya sangat berat. Kudengar beberapa orang berbisik
“Anak itu benar-benar memprihatinkan. Bagaimana bisa appanya berniat membunuhnya?”
Aku menghela nafas. Kulihat Kyuhyun hanya bisa berlutut. Tatapannya kosong. Tidak ada air mata, tapi juga tidak tersenyum. Aku menepuk pundaknya
“Gwaenchanha?” tanyaku
Dia hanya diam. Aku menepuk punggungnya perlahan
“Molla vict.”

~Sooyoung POV~
Aku belum diizinkan keluar dari rumah sakit. Tapi setidaknya, aku sudah bisa turun dari tempat tidurku. Aku menatap ke arah langit Seoul. Ini masih terasa ganjil. Aku tidak habis pikir. Bagaimana bisa seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri? Apa…Jung Yunho ada sangkut pautnya? Aku mencoba memikirkannya. Sekalipun Jung Yunho memang ada hubungannya dengan semua ini, bagaimana bisa appanya tega dan bersikap egois seperti ini? Aku tidak mengerti. Dan lagi. Setelah dia menusukku, kenapa dia mengunci dirinya di kamar? Atau jangan-jangan dia anak buah Jung Yunho? Ani. Aku menggelengkan kepalaku.

——————————

~Yunho POV~
“Ternyata anak itu masih hidup. Benar-benar di luar prediksi.”
Dia hanya diam. Tangannya bergetar. Aku memainkan tongkat besi itu di depannya
“Kau..menipuku?”
“A..aniyo! Kau sendiri lihat kan? Pisau itu berdarah!”
“Siapa yang kau tusuk?”
“Cho–“
“SIAPA YANG KAU TUSUK?”
Aku membanting tongkat itu. Kulihat dia bergidik ngeri
“Jika memang Cho Kyuhyun, seharusnya dia masih berada di rumah sakit. Tapi dia berada di pemakamanmu. Apa menurutmu luka itu akan sembuh dengan mudah, eoh?”
“Sejujurnya…”

~Sooyoung POV~
Krek.. Kudengar pintu kamarku terbuka. Aku memejamkan mataku dan pura-pura tertidur. Aku malas bertemu dokter atau suster hari ini. Kudengar langkah kakinya semakin mendekat. Sosok itu memegang tanganku dan duduk di sampingku. Kudengar dia menghela nafas
“Aku tidak tahu, harus bercerita pada siapa lagi.”
Aku terdiam mendengarnya. Itu suaranya. Kyuhyun.
“Meski kau tertidur, biarkan aku bercerita. Setidaknya untuk membuatku tenang.”
Suaranya bergetar. Kurasakan setetes air mata jatuh di tanganku
“Sejak kecil, aku membencinya. Kau tahu kenapa? Baginya, aku selalu salah.”
“Aku harus mengalah pada changmin untuk segala hal. Mulai dari memberi contekan, membiarkan diriku menjadi kambing hitamnya, mengerjakan pr. Setiap kali dia menelponku, dia tidak pernah menanyakan kabarku, apa aku senang bekerja menjadi pengacara, dan mengucapkan selamat ulang tahun. Dia selalu menanyakan kapan aku akan mengirimnya uang. Dia bukan appa yang baik kan?”
“Tapi aku tidak tahu. Sebenarnya apa salahku hingga dia tega membunuhku? Sekalipun dia tidak menusukku, dia membunuh perasaanku. kau tahu itu kan?”
“Dan sekarang aku tidak tahu kenapa aku menjadi selemah ini. Aku tidak mengerti apa yang kutangisi. Karena aku kehilangan semua orang dalam hidupku atau karena aku kecewa?”
Aku mengeratkan genggaman tanganku. Aku tidak tahu bebanmu seberat itu.

~Yunho POV~
“…yang kutusuk adalah seorang yeoja.”
“M….mwo?”
“Aku juga tidak tahu! Tiba-tiba dia datang dan melindungi kyuhyun.”
“Seperti apa dia?”
“Sepertinya anak SMA. Rambutnya berwarna kecoklatan dengan poni. Dia tinggi dan–“
“Apa kau dengar, siapa namanya?”
“Kalau tidak salah…kyuhyun menyebutnya ‘sooyoung ah’.”
“Sooyoung…”
Aku tidak akan pernah melupakan nama anak itu. Dan segala kejadiannya.

Flashback
“Appa…apa aku akan mati?”
“Ani. Kau akan baik-baik saja, Krystal.”
Aku mencoba menahan tangisku. Wajah Krystal semakin memucat. Dia hanya bisa menitikkan air mata dan memegang tanganku
“Aku takut appa.”
“Kau akan baik-baik saja.”
“Gotjimal.”
“Ani. Mana mungkin appa membohongimu?”
Flashback End

“Arrghh!” Aku menendang tongkat itu dan membuyarkan lamunanku. Aku tidak akan menjadi lemah. Tidak akan

——————————-

~Sooyoung POV~
“Haish..kau benar-benar gila. Seharusnya kau beristirahat di rumah,” ujar fany sambil membopongku ke kelas
“Gwaenchanha. Sebentar lagi ujian. Aku tidak bisa bersantai-santai seperti itu.”
“Haish…anak ini.”
“Ish..” aku meringis saat duduk di kursiku
“Gwaenchanha?” tanya yoona
“Ne.”
“Aku tidak menyangka. Kau benar-benar berani,” ujar eunhyuk tiba-tiba
Aku mendongakkan kepalaku dan hanya tersenyum tipis
“Yaa! Choi Sooyoung! Aku memujimu!”
“Gomawo.”
Dia menyodorkan tangannya
“Mian.”
“Kau…meminta maaf?”
“Ne. Selama ini aku mencari masalah denganmu. Kukira kau hanya yeoja yang menyombongkan kekuatannya. ternyata kau memang benar-benar master. Hahahaha”
Aku menjabat tangannya
“Kau dimaafkan.”
Aku mengambil bukuku. Seketika aku teringat sesuatu
“tunggu dulu. kau tahu cerita itu dari–“
“Yaa! Semua orang yang tinggal di Korea pasti mengetahuinya babo!”
“M….MWO?”
“Yaa! Kami kan sudah bilang! Kau menjadi headline news,” ujar fany
“Apa yang mereka tulis?”
Eunhyuk menyodorkan sebuah koran. Aku cepat-cepat mengambil dan membacanya. Semuanya menuliskan…seolah aku adalah pahlawannya, kyuhyun adalah tokoh utama yang tragis
“Ngomong-ngomong, siapa namja itu?” tanya Eunhyuk
“Dia cin–“
“Dia sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri,”ujarku dengan cepat
“Ah..I see..”
Aku memasukkan koran itu ke dalam tas. Kyuhyun. Pasti dia mengalami masa yang sangat sulit

—————————-

~Victoria POV~
“Sudahlah kyu. Berhenti minum,” ujar ryeowook
Dia tidak mau mendengar. Dia hanya menuang soju dan meneguknya dengan cepat
“Kenapa dia tidak membiarkanku mati saja eoh?”
Aku menghela nafas. Dia memang berada di posisi yang sulit
“Kau tidak boleh berbicara seperti itu.”
Aku menoleh ke sumber suara itu. Kulihat yeoja itu berdiri di sana. Si anak SMA yang pernah berdiri di depan kantor pengacara sampai malam
“Choi Sooyoung,” gumam kyuhyun. Tak lama kemudian, dia memejamkan matanya dan terlelap
“Yaa! Irreona,” ujar yeoja itu sambil mengguncangnya
“Kau….kalau tidak salah, kau adalah yeoja yang menolongnya?” tanya ryeowook
“Annyeonghaseyo joneun choi sooyoung imnida. Cho Kyuhyun adalah wali ku.”
“Wali?”

~Sooyoung POV~
Bruk. Namsong itu merebahkannya di tempat tidur
“Jeongmal gomapseumnida sudah mengantarnya ajjeosi,” ujarku
“Ah..gwaenchanha. Dan jangan memanggilku ajjeosi. Aku tidak setua itu,” ujarnya
“Gomapseumnida, oppa.”
“Ne. Tolong jaga dia baik-baik.”
“Ne.”
Setelah mengantarnya pulang, aku kembali ke kamar itu. Kulihat wajahnya sangat merah. Bau alkoholnya sangat menyengat
“Dasar orang dewasa. Mereka tidak bisa mengontrol kapasitas minumnya.”
Aku menyelimutinya. Saat aku akan pergi, dia malah menahan tanganku
“Kenapa kau tidak membiarkan dia membunuhku?”
“N..ne?”
“Semuanya akan menjadi lebih mudah jika kau melakukannya. Aku tidak perlu hidup sebagai orang yang patut dikasihani seperti ini.”
Aku hanya diam. Kulihat matanya berkaca-kaca. Inikah isi hatimu yang sebenarnya?
“Aku sudah berjanji akan melindungimu.”
“Melindungiku? Ini yang disebut dengan melindungiku? kau tidak tahu apa-apa soal ‘melindungi’.”
“Kau mabuk berat.”
“Melindungi itu bukan menjadi pahlawan kesiangan bagi orang lain. Melindungi berarti membuat orang tersebut bebas dari penderitaan. Tapi kau malah membawaku pada penderitaan. Kau tahu seberapa besar aku bergelut dalam rasa tidak berguna setelah kejadian ini? Appaku berniat membunuhku. Jika saat itu kau tidak datang dan membelaku, aku akan meninggal dan tidak perlu menghadapi kenyataan itu. Apa kau mengerti perasaanku eoh?”
“Aku–“
“Tentu saja kau tidak mengerti. Kau tidak mengerti apapun mengenai hidup ini. Sama seperti bagaimana aku menjadi saksi di persidangan itu.”
Aku menahan air mataku sebisa mungkin. “Kau menyesal?” tanyaku
“Ne. Itu adalah keputusan terbodoh yang pernah kubuat. Keputusan kekanak-kanakkan yang ingin menjadi pahlawan kesiangan.”
“Ani. Saat itu kau terlihat lebih dewasa. Dirimu yang sekarang lah yang kekanak-kanakkan.”
“Mwo?”
“Kau kekanak-kanakkan.Kau hanya memikirkan dirimu.”
Dia menatap mataku. Tatapannya kosong dan penuh keputusasaan. Aku mengetahui hal itu
“Kau tahu siapa di antara kita yang kekanak-kanakkan, Choi Sooyoung.”
“Aku–“
Dia menarik tanganku dan menciumku. Aku hanya bisa tercengang. Ini adalah pertama kalinya dalam seumur hidupku. Dia melepaskannya dan langsung tertidur. Membiarkanku berdiri mematung. Barusan itu..apa?

———————————-

~Kyuhyun POV~
Cahaya matahari menembus jendela kamarku. Aku mencoba untuk duduk. Kepalaku terasa berat dan pusing. Sepertinya aku terlalu banyak meminum soju. Seketika bayangan sebuah kejadian muncul di kepalaku
“Kau tahu siapa di antara kita yang kekanak-kanakkan, Choi Sooyoung.”
Aku memegang bibirku. Omo..
Haish..
Aku memukul kepalaku sendiri. Bodoh. Bagaimana bisa aku berkata seperti itu? Bagaimana bisa aku menciumnya? Apa aku sudah tidak waras? Aku meringis karena kesal. Aku melangkahkan kaki ke luar kamar. Kulihat dia sedang makan di ruang tengah. Tenang, kyuhyun. Kau harus pura-pura melupakannya atau dia akan salah paham. Aku langsung mengambil ramenku dan memasaknya. Dia hanya diam
“Selamat makan,” ujarku
Dia tidak menjawab. Dia hanya memandangi cangkir kopinya
“Kyuhyunssi.”
Aku hanya diam. Dia tidak pernah memanggilku seperti itu
“Wae?”
“Aku ingin bertanya. Kenapa…kau menciumku?”
Aku menggerutu dalam hati. Sial. Dia itu polos atau apa hah?
“Jinjja? Aku menciummu?”
“Kau..tidak ingat?”
“Aku..benar-benar melakukannya?”
“Ah…ani. Aku hanya bercanda hahaha.”

~Changmin POV~
“Jaksa Cho, sebaiknya anda tidak meneruskannya lagi.”
“Ada yang aneh dengan kematiannya. Aku harus menyelidiki kasus ini.”
“Aneh? Aneh bagaimana?”
“Tidakkah kau merasa ini aneh Jaksa Kim? Yang teridentifikasi hanya bagian jarinya. Mana mungkin dia memutilasi dirinya sendiri sebelum membiarkan dirinya terbakar hidup-hidup di dalam api itu?”
“Ah..benar juga.”
“Ada yang tidak beres disini.”
“Maksudmu?”
“Kurasa… ada dua alternatif. pertama, kebakaran ini adalah dalang dari seorang yang lain.kedua, dia masih hidup.”
“MWO?”
“Sampai kasus ini terungkap, biarkan statement kalau dia sudah mati tetap ada di koran. jangan ungkapkan apapun. Algeseumnikka?”
“N….ne.”

—————————

~Sooyoung POV~
Kelas sastra. Padahal aku sangat menyukainya dulu. Tapi sekarang kelas ini sangat membuatku kesal karena..
“Cinta pertama. Adalah hal terindah dan akan diingat seseorang sepanjang hidupnya. Puisi ini pun mengisahkan tentang hal demikian. Cinta pertama yang tampan dan gagah berani..”
Aku mengumpat dalam hati. Ani. Dia tidak tampan dan berani lagi di mataku. Sangat. Amat. Sangat. Mengesalkan
“Dan ciuman pertama yang romantis di tengah salju..”

“Jinjja? Aku menciummu?”
“Kau..tidak ingat?”
“Aku..benar-benar melakukannya?”

“menjadi dambaan tiap ga–“
“ANIYO!”
Aku menggebrak mejaku. Seketika semua orang memandangku.
“Nappeun nyeon.”
Aku mengumpat dalam hati. Cho Kyuhyun. Benar-benar brengsek.

—————————-

~Kyuhyun POV~
“Haish..jinjja..”
Aku menyentuh bibirku. Bagaimana bisa aku memberikan first kissku pada yeoja itu? Aku benar-benar sudah gila. Dan bisa-bisanya aku pura-pura lupa. Tapi…yang kemarin kukatakan padanya..apa menyinggung? Aish..kenapa aku jadi mengkhawatirkan perasaannya?

~Yunho POV~
“Syukurlah. Mereka percaya kalau aku sudah mati.”
Aku mengambil koran itu dan membacanya.
“Mencurigakan.”
“Ne?”
“Apa jaksa sebodoh itu? Atau.. dia menipu kita?”
“Maksudmu?”
Katakan pada massa, dia sudah mati sehingga dia tidak waspada. Setelah itu, kita menangkapnya. Bisa saja itu yang dipikirkannya.”
“Jinjja? Seperti itu?”
Aku mencoba berpikir keras
“Tapi bisa juga tidak. Yang jelas, kita tetap harus berhati-hati.”
Aku menaruh koran itu dan bersulang dengannya
“Aku tidak akan mengikatmu lagi.”
“Kau mempercayaiku?”
Aku mengeluarkan smirk. “Kau tidak akan mengkhianatiku karena aku tahu rahasiamu. Setidaknya aku juga butuh teman untuk memahami ceritaku.”
“Cerita?”
“Kau tahu, target utama pembunuhan ini bukan Cho Kyuhyun.”
“Lalu?”
“Aku tidak tahu kalau dia masih hidup. Kukira dia sudah mati.”
“M…maksudmu?”
“Choi Sooyoung.”

Flashback
“Ada apa ? Mengapa operasinya dibatalkan? Mengapa putriku tidak bisa dioperasi?” tanyaku pada dokter.
Dia hanya diam. Aku berlutut di depannya
“Tuan..”
“Jebal, selamatkan putriku. Hanya dia yang kumiliki. Jebal..”
“Mianhamnida.”
Flashback End

Aku mengepalkan tanganku begitu mengingatnya
“Apa..yang dia lakukan padamu?”
“Kau benar-benar mau tahu?”

Flashback
“Dokter Park..Kumohon selamatkan putriku. Aku memiliki uang. Aku akan bekerja lebih untuknya. Jebal selamatkan dia..”
“Mianhamnida.”
Ia melangkah menjauh. Aku mengambil lampu rumah sakit dan melemparkannya ke lantai
“KYAAA!”
“Tuan! Hentikan!”
“KAU SUDAH BERJANJI KALAU PUTRIKU AKAN MENDAPAT DONOR ITU. KENAPA OPERASINYA DIBATALKAN?! BAGAIMANA BISA MEREKA BERLAKU SEPERTI ITU HAH?!”
“Tenanglah Tuan!”
Flashback End

Aku membuyarkan lamunanku. kulihat namsong di depanku hanya duduk diam. Tidak berani bertanya apapun
“Dia..membunuh putriku.”
“N…ne?”

Flashback
“UHUK…”
Aku tidak kuat lagi melihatnya. Darah keluar dari mulutnya
“Putriku..”
“Appa…aku tidak mau mati..”
“Ne. Kau tidak akan pergi. Ada appa disini.”
“Appa..Appa”
Dia menarik tanganku
“Krys..”
Nit…. Pegangan tangannya merenggang. Seketika ia memejamkan matanya
“KRYSTAL!!”
Aku menepuk-nepuk pipinya. Tidak ada reaksi. Aku cepat-cepat berlari memanggil dokter. Kulihat dia sedang berbincang dengan seseorang. Orang itu..aku mengenal persis wajahnya. Choi Siwon. Pengusaha terkemuka di Korea.
“Jeongmal gamsahamnida, park sonsaengnim. Saya tidak akan pernah melupakan budi baik Anda.”
“Bukan masalah. Yang terpenting adalah kesehatan putri Anda. Sekarang, kita tinggal menunggunya siuman
“Ne.”
M…mwoya?
Flashback End

“Jadi…kau ingin membunuhnya..karena putrimu–“
“Seharusnya, dialah yang meninggal. Bukan putriku. Tapi semua orang tidak ada yang mendengar ceritaku. Tidak ada yang mempedulikanku. Hanya karena aku lebih miskin dibanding namja itu.”

————————-

~Sooyoung POV~
Aku menghela nafas begitu duduk di kamarku
‘Kau harus lebih berhati-hati. Kau beruntung, tidak terjadi masalah besar’
Aku memejamkan mataku. Euisa benar. Aku beruntung.
Aku memeluk bantalku. Choi Sooyoung. Pengorbananmu yang sebesar ini bahkan menjadi bebannya.

30 thoughts on “Breath {Part 4-1}

  1. syoung sakit apa dlu???
    jd krn dendam donor buat krystal di ambil siwon buat syoung gt??? hueeeeee
    andwee syoung kumat kah?

  2. akhirnya ini ff publish juga,
    wih, baru tau target yunho itu sooyoung, trnyata ceritanya berawal dari soo dpt donor yg seharusnya krys yg dapat. pantes aja siwon dibunuh.
    lanjut..

  3. Wah syo yang bakal jadi incaran yunho?
    Yunho bener2 deh..
    Dan kyu! Aiiih pake bohong segala nih.. Malu2 kali.. Kekeke

  4. wah kyu.. kenapa soo d gituin.. :(
    kan niat na mau nyelametin km..

    eh eh..
    jd kyuyoyng sama sama first kiss.. wah kyu tdk bisa d percaya..

    makin penasaran.. lanjuut ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s