My Oh My [Part 3-End]

my oh my

Title : My Oh My

Genre :Romance

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Other Cast :

  • Kwon Yuri
  • Seo Joohyun
  • Tiffany Hwang
  • Kris Wu
  • Park Jungso
  • Kim Taeyeon
  • Im Yoona

Annyeong uri readers. Mianhae karena lamaaa banget post
Pertama : lagi-lagi internet author nge hang dan postnya hilang
Grr..
Kedua,Author harus UTS :”) jadi telat banget postnya
Mohon dimaklumkan~
RCL
~Siwon POV~
“Chankanman!”
“Tuan Muda, Nona. Jangan bermain di dapur!” ujar kepala pelayan Kim
Dia melempar tepung ke arahku
“Yaa!!”
Aku mengambil omeletku yang gosong lalu melemparkannya ke arah yeoja itu. Dia menunduk. Seketika aku tercengang melihat omelet itu jatuh ke wajah kepala pelayan Kim
“TUAN MUDAAAAAAAAAA!!!!!!”

~Sooyoung POV~
“Benar-benar keterlaluan!”
Aku berdiri dengan satu kaki sambil memegang telingaku. Begitu pula siwon.
“Tuan Muda. Nona Muda. Bagaimana bisa kalian membuat kerusuhan semacam ini hah?!”
“DIA YANG MULAI DULUAN!” ujar kami bersamaan
“Ada apa ini?” tanya eommanya
“Tuan muda melempar omelet gosong ke wajahku dan Nona muda mengotori dapur dengan tepung.”
“Eomma, yeoja ini mulai duluan!”
“Ani, dia yang mulai duluan!”
“Turunkan tangan dan kaki kalian,” ujar eomma
“Tapi, Nyonya–” kepala pelayan Kim mengelak
“Jangan senang dulu. Ini bukan berarti hukuman kalian dicabut. Beri mereka hukuman lain, kepala pelayan Kim.”

——————-

~Siwon POV~
Aku menyikat lantai pinggir kolam renang dengan kesal. Yeoja ini benar-benar menyebalkan. Gara-gara dia, aku ikutan dihukum.
“Yaa! Jangan kebanyakan air! Apa kau tidak bisa menyikat lantai hah?!” ujarnya
“Ini semua karenamu.”
“Dasar namja manja.”
“Apa katamu?”
“Manja.”
Dia menyipratkan air ke arahku.
“YAA!”
Aku membalasnya bertubi-tubi. Dia berdiri dari tempatnya. Berlari mengitar kolam sambil membalasku
“Yaa! Tunggu pembalasanku, choi sooyoung!”
Aku mengejar dan mendorongnya ke kolam renang
“KYAAAAAA!!!”
BYUR! Dia masuk ke dalam
“Hahahahaha. Rasakan itu!”
Aku menertawakannya dari pinggir kolam. Kulihat tangannya bergerak dengan cepat. Wajahnya tak kunjung keluar
“Yaa! Ini tidak lucu!” ujarku
“To..long!!” teriaknya
Aku cepat-cepat masuk ke kolam. Astaga. Yeoja ini tidak bisa berenang? Aku menolongnya. membawanya ke daratan.
“Yaa! Irreona!”
Dia pingsan. Baik. Matilah kau, choi siwon
“Yaa! Ini tidak lucu, Choi Sooyoung!”
Dia tetap diam. Aku memegang nadinya. Masih hidup. Mungkin aku bisa sedikit lega karena itu. Aku menepuk-nepuk pipinya. Tidak ada reaksi. Apa aku..harus memberi nafas buatan? Aku bertanya dalam hati. Hingga tiba-tiba dia mendorongku ke kolam
“YAA!”
“Hahahahaha! Rasakan, Choi Siwon! Memangnya hanya kau yang bisa mengerjaiku hah? Aku juga bisa!” ujarnya lalu pergi
“YAAA!”
Haish.. aku tertipu.

—————————-

~Kyuhyun POV~
“Chukkhae. Kau terpilih untuk memerankan drama musikal ini sebagai pemeran utama.”
Aku hanya tersenyum tipis melihat script nya.
“Kau akan bermain bersama Seohyun.”
Aku tersenyum tipis. Seketika semua rencana yang ada di kepalaku kembali berputar. Seo Joohyun. Tunggu tanggal mainnya.
“Arraseo.”
~Sooyoung POV~
“Jadi kau akan bermain musikal untuk acara sekolah?”
Dia mengangguk
“Satu bulan lagi. Aku ingin kau hadir dan menontonnya.”
“Itu pasti! Mana mungkin aku tidak menonton sahabatku sendiri?”
Dia hanya diam. Tersenyum tipis. “sahabat,” gumamnya pelan

 

~Siwon POV~
“Mereka semakin dekat,” ujar kris
Aku hanya diam dan mengaduk jusku.”Selera kyuhyun buruk. Bagaimana bisa dia menyukai yeoja seperti itu?”
“Menurutku dia manis.”
“Karena kau tidak tahu bagaimana dia aslinya.”
“Siwon ah. Apa dia memang benar-benar sepupumu?”
“Kenapa kau menanyakannya?”
“Kau seperti namja yang sedang jatuh cinta.”
“MWO? Apa kau gila hah? Kalaupun aku akan jatuh cinta, yang jelas yeojanya bukan si berisik itu.”
“Yaa..karena kau terus-terusan mengejeknya. Biasanya, namja yang mengejek seorang yeoja adalah namja yang menyukai yeoja itu. jadi dia menjelek-jelekkannya agar orang lain tidak menjadi saingannya.”
“Kurasa kau sudah gila, kris.”
“Aku kan hanya berpendapat. lagipula tidak mungkin kan kau menikah dengan sepupumu sendiri?”
Aku hanya diam dan meminum jusku.

———————–

~Kyuhyun POV~
Latihan pertama. Seohyun berdiri di depanku dengan kesal. Aku hanya menyungging sudut bibirku sambil melafalkan skenarionya. Seohyun membacanya dengan malas. Terlihat tidak niat
“Seohyun ah, beraktinglah yang benar,” ujar park sonsaengnim
“Sonsaengnim. kenapa harus dia? Apa tidak ada namja lain? Kurasa banyak namja dengan suara yang lebih indah daripada orang ini.”
Kasar. Aku tersenyum tipis dan menaruh scriptnya
“Kurasa dia akan bertambah buruk jika terlalu sering latihan.”
“Ne?”
“Sonsaengnim. Sebaiknya tidak perlu diadakan latihan. Kita langsung pentas di hari H nya saja.”
“MWO? Tapi kyu ah–”
“Aku setuju.”
“Seohyun ah–”
“Sonsaengnim tidak mempercayai kemampuanku?” tanya seohyun
Sombong. Aku tersenyum tipis. Tunggu saja Seo Joohyun.

—————————

~Yuri POV~
“Dia bilang begitu?”
Seohyun mengangguk
“Aku sedikit terbantu. lagipula siapa yang ingin dipasangkan dengan beast itu?”
“Aigo..seohyun,” tiffany menggeleng
“Padahal aku berharap..siwon oppa lah yang akan menjadi pangerannya,” ujar seohyun
“Suaranya tidak sebagus kyuhyun,” ujarku
Seohyun menyentil jidatku
“Yaa! Ini sakit!”
“Kau ini temanku atau bukan hah? Kenapa kau membela kyuhyun?”
“Aku tidak membelanya. Aku hanya bicara fakta.”
“Sudahlah seo. Terima saja. Lagipula hanya dua jam kan musikalnya?”
“Dengan berat hati kuterima sebagai bentuk keprofesionalan.”
“Itu baru seohyun.”
“Lalu apa rencanamu pada siwon?” tanya tiffany
“Itu urusan belakangan. Yang jelas, aku tidak punya saingan. Jadi aku tenang saja.”

——————–

~Sooyoung POV~
Aku duduk di kursiku sambil membaca novel. Tiba-tiba sekotak yoghurt muncul di depanku. Aku menoleh. Melihat tangan yang memberikannya. Tangan seohyun
“Untukmu.”
“Gomawo.”
Dia memutar kursi dan duduk di depanku
“Sooyoung ah. Aku butuh bantuanmu.”
“Bantuan?”
Dia mengangguk
“Apa kau tahu hadiah yang diinginkan siwon oppa?”
“Hadiah?”
“Ne. Untuk natal.”
“Hm… aku tidak terlalu tahu.Aku tidak terlalu dekat dengannya.”
“Ah..arra.”
Aku kembali membaca. Dalam hatiku, terdapat segurat rasa kesal. kenapa dia sebegitu gencarnya mengejar si choi siwon?

~Siwon POV~
“Oh Christmas Tree~ Oh Christmas Tree!”
Aku menggeleng mendengar eomma dan anak itu bernyanyi. Kami sedang mendekorasi pohon natal. Mereka seperti anak kecil yang sangat antusias. Sooyoung bahkan memanjat tangga untuk memasang ornamen di bagian paling atas
“Hati-hati,” ujar eomma
“Ne, eomma.”
Aku memasang beberapa ornamen di bagian bawah. Tiba-tiba kulihat mur tangganya hampir lepas
“Sebaiknya kau turun. Murnya hampir lepas,” ujarku
“Nanti saja. Tinggal satu lagi.”
Saat dia berjinjit dan akan memasangnya, tiba-tiba murnya lepas dan tangganya jatuh ke belakang
“KYAAA!!”
Aku cepat-cepat berlari menangkapnya. Tapi aku malah keseimbangan.

~Sooyoung POV~
BRUK! Aku memejamkan mataku. Kenapa…tidak terasa sakit?
“Arg..h..”
Aku membuka kelopak mataku. Kudapati Siwon di sana. Tertindih tubuhku. Dia..menolongku
“Yaa! Cepat berdiri!”
“Mianhae..”
“Dasar ceroboh. Sudah kubilang cepat turun!”
“Kenapa kau memarahiku?!”
“Bagaimana kalau kau jatuh dan terluka hah?”
“Kau..mengkhawatirkanku?”
Dia hanya diam. Perlahan, dia melangkah pergi. Aku menatapnya menjauh sambil terheran. Deg. Kurasakan jantungku berdetak kencang. Kenapa..rasanya seperti ini
“Kau tidak apa-apa?” tanya eomma
“Ne.”
~Siwon POV~
“Haish..”
Aku menggerutu sendiri. Dasar bodoh. kenapa aku pergi dari sana? Itu menunjukkan kalau aku mengamini perkataannya. Haish..babo. Deg..deg.. kenapa jantungku berdetak kencang begini? Apa aku benar-benar sudah gila seperti dugaan kris?

————————–

~Sooyoung POV~
Hari pertunjukkan. Aku tercengang melihat dekorasinya. Sangat indah. Aku tak sabar melihat pertunjukannya.
“Sooyoung ah, bisakah kau mengambilkan cat minyak warna biru di gudang?” ujar yuri
“Ne.”
Aku berjalan ke gudang dan mencari catnya. Aku tidak menemukannya.”
Krek.
Kudengar suatu bunyi dari sana. Aku cepat-cepat berlari ke pintu. Mencoba membukanya. Terkunci
“Tolong!! Masih ada orang di dalam!!”

~Tiffany POV~
Dia terus mengetuk pintunya
“Apa tak masalah menguncinya disini?”
“Gwaenchanha. Aku akan mengeluarkannya setelah pertunjukkan selesai.”
“Tapi..kenapa kau menguncinya?”
“Karena dia tidak mau membantu seohyun kita. mana mungkin dia tidak tahu apa yang siwon inginkan? Dia tinggal bersama sepupunya itu kan?”
“Kurasa..bisa saja dia memang tidak tahu.”
“Terlepas dia tahu atau tidak, aku sedang ingin mengerjainya. Sesekali saja.”
“Arra.”

———————-

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum tipis melihat bayanganku di cermin. Seo Joohyun. Sebentar lagi kau akan merasakan apa yang kurasakan setahun lalu.
“Tuan Muda, padahal Anda terlihat jauh lebih tampan tanpa kacamata tak berlensa itu. Kenapa Anda selalu memakainya?”
“Karena aku mencari putri yang mencintaiku apa adanya, Sekretaris Shim.”
“Apa maksud Tuan Muda..gadis yang memerankan tokoh utama wanita?”
“Ani. Dia bukan siapa-siapa. Dan hari ini aku akan membuatnya tak berarti.”

~Sooyoung POV~
Aku terduduk lemas di lantai. Apa mereka semua tuli sampai tidak bisa mendengar suaraku? Siapa yang berani-beraninya mengunciku disini? Ruangan ini sangat berdebu.
“Uhuk..”

~Siwon POV~
Aku menatap bangkunya yang kosong. Bukankah dia sangat antusias untuk menonton ‘sahabat’ nya disini? Kenapa dia belum datang? Aku mengalihkan perhatianku ke panggung. Sudahlah. Nanti dia juga datang.

~Seohyun POV~
Tirai dibuka. Aku mulai memerankan peranku sebagai tokoh utama. Aku memerankannya dengan piawai. Aku harus bisa membuktikan kehebatanku disini. Aku menyanyikan lagu dengan lancar. Tanpa kendala. Semua mengalir dengan cepat. Aku memang ingin mengakhiri kisah ini secepatnya karena aku malas berada di panggung yang sama dengan kyuhyun.
“Gongjunim,” panggil seseorang di belakangku. Itu dialog kyuhyun
Aku menarik nafas dalam. Aku pasti bisa. Saat aku menoleh, seketika aku tercengang. Seorang pangeran berdiri di depanku. Tinggi, putih, dan cool. Dia bukan si nerd . Ayolah, aku tidak mempercayai dongeng beauty and the beast dimana beast sebenarnya adalah pangeran tampan. Mungkin..sonsaengnim mengganti perannya.

~SIwon POV~
Aku menoleh ke kanan kiri. kenapa dia belum muncul juga? Apa dia menonton dari backstage? Entah kenapa feelingku buruk. Tapi aku mencoba tetap fokus pada panggung

~Sooyoung POV~
Setelah membersihkan matras berdebu itu, aku merebahkan diriku di sana. Empuk dan nyaman. Aku memandang langit-langit gudang yang gelap. Perlahan, aku memejamkan mataku dan akhirnya terlelap.

~Kyuhyun POV~
Aku sampai di bagian terakhir. Ending scene. Aku memegang tangan yeoja itu. Dia menatapku. matanya berbinar. Yang jelas aku tahu satu hal : Seo Joohyun tidak seprofesional ini dalam berakting. Dia tidak mengenaliku. Itu hipotesis yang akan kubuktikan sebentar lagi.
“Bulan,” aku mengucapkan dialognya.
Hanya satu kata itu. Selanjutnya berbeda. Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dia memejamkan mata. Aku menyungging senyuman kecil di sudut bibirku. Aku mendorongnya. Kudengar para penonton protes
“Kau sangat naif jika kau berpikir, aku mencintaimu,” ujarku dengan penuh penekanan
Seohyun terlihat kaget. Ini jelas di luar skenario
“Dengar baik-baik. Tak pernah terlintas di pikiranku untuk mencintaimu. Karena aku hanya memanfaatkanmu untuk takhta, putri.”
“Wangjanim.”
“Gongjunim, kau terlalu optimis kalau seisi dunia ini menyukaimu. Tapi dengar ini baik-baik. Aku mencintai putri lain yang jauh lebih baik daripadamu. Karena kau tidak ada artinya untukku. Sama sekali.”
Seohyun menitikkan setetes air mata. Aku tidak peduli arti di balik air matanya. Yang jelas aku cukup puas
“Kau harus lebih berhati-hati untuk jatuh cinta. Kau harus menyelidikiku dulu.”
“Pangeran..”
“Aku bukan pangeran. Aku adalah Cho Kyuhyun yang kau campakkan. Dan kini membalas dendam. Bagaimana rasanya..ditipu?”
“Kau–”
“Selamat tinggal, putri.”
Aku berlari meninggalkan panggung. Park sonsaengnim berdiri di backstage. menungguku. Wajahnya merah
“Apa yang kau lakukan?” dia mengatakannya dengan tegas dan penuh penekanan
“Aku hanya memberi kejutan.”
Aku berjalan menjauh dari panggung. Kulihat siwon di sana. Wajahnya panik
“Sooyoung hilang,” ujar siwon
“M…mwo?”

~Seohyun POV~
“WOHOO!!”
Para penonton memberi standing applause. Mereka mengira ini akting. Tidak. Aku tahu persis. Dia tidak berakting. Aku tahu dia mengucapkannya sungguh-sungguh. Dia menipuku dengan aktingnya. Skenarionya. Dan mempermalukanku di atas panggung. Aku menghapus air mataku. Bodoh. Bagaimana bisa aku terlena hanya karena wajah tampan itu?

~Kyuhyun POV~
“Jogiyo. Kau melihat sooyoung?”
“Ani.”
“Gomawo.”
Aku mencarinya di seluruh ruangan backstage. Tidak ada. Mustahil. Dia tidak mungkin pulang.
“Permisi, apa kau melihat seorang yeoja tinggi, berambut wavy panjang dengan poni?”
“Sepertinya..aku melihat yeoja yang mirip dengan ciri-ciri itu tadi.”
“Dimana dia?”
“Kalau tidak salah..dia ke gudang.”
“Gudang?”
Aku berlari ke sana. Saat aku akan membukanya. Gudangnya terkunci.
“Choi Sooyoung? Kau di dalam?” Aku mengetuk pintu. Tidak ada suara. Tapi entah kenapa, feelingku mengatakan dia ada di sana. Akhirnya, aku mendobrak pintunya. Satu..dua..
BRUK!
Baik. Kurasa sekolah akan meminta ganti rugi karena pintu gudangnya kurusak. Tapi aku tidak peduli. Saat aku menoleh, kudapati yeoja itu terbaring di matras. Aku menghela nafas lega. Yang jelas..seseorang menguncinya disini. Akan kubuat orang itu menyesal. Aku berjalan mendekatinya.
“Kau selalu membuatku khawatir.”

~Sooyoung POV~
Hangat. Aku mengerjapkan mataku perlahan. Saat aku membuka mataku, kulihat seorang namja menggendongku. Aku bisa merasakan deru nafasnya. Dia memakai tuxedo. Seperti seorang pangeran. Apa aku sedang bermimpi? Akhirnya aku memejamkan mataku lagi

~Siwon POV~
Aku tidak menemukanya dimana-mana. Akhirnya, kuputuskan kembali ke backstage. Setibanya aku di sana, kulihat kyuhyun tengah menggendongnya.
“Dimana kau menemukannya?”
“Di gudang.”
“Dia pingsan atau tidur?”
“Entahlah. Sulit dibedakan.”
“Biar aku saja yang menggendongnya.”
“Tidak perlu. Biar aku saja yang menggendongnya sampai ke mobilmu.”
“A…arra.”
Aku mengikutinya dari belakang. Entah kenapa aku merasa kesal melihat dia menggendong yeoja itu. Ada apa denganku?
“Kyuhyun, seohyun memanggilmu,” ujar seseorang
“Sudah biar aku saja yang menggendongnya. Kurasa itu penting,” aku beralibi
“Arra.”
Aku menggendongnya perlahan. Matanya terpejam sempurna. Dia terlihat sangat damai. Tenang dan manis. Deg.. Kenapa..jantungku kembali berdetak sekeras ini? Aku tersenyum tipis. Kau bodoh, siwon. kau tidak perlu bertanya lagi. kau menyukai gadis ini

~Seohyun POV~
“Ada apa?” tanyanya dengan santai
“Apa maksudmu mengubah dialognya? Kau mengerjaiku? membalas dendam?”
Dia tersenyum kecil.
“Kau tidak senang?”
“Ini tidak lucu kyuhyun.”
“Apa menurutmu dengan menjadikanku bahan taruhan itu lucu?”
“Itu masa lalu.”
“Baik. Anggap perlakuanku hari ini juga masa lalu. Itu terjadi lima menit lalu kan?”
“Kau keterlaluan.”
“Aku keterlaluan? Kau yang ketertlaluan bodohnya. Jadi kau menilai seseorang dari wajahnya?”
“Apa kau pikir kau setampan itu hah? Aku hanya kesal karena kau mengubah endingnya!”
“Bukannya kau kesal..karena aku terlihat seperti mempermainkan perasaanmu?”
“Jangan macam-macam denganku, kyu.”
Dia tersenyum tipis. mendekatkan wajahnya padaku hingga aku mundur beberapa langkah
“Kau takut?” tanyanya
Aku hanya diam.
“Jangan macam-macam.”
Dia memegang daguku. Mendekatkan wajahnya. Aku memejamkan mataku. Tiba-tiba dia melepaskan tangannya
“Kau memejamkan mata. Itu artinya kau berharap.”
Aku hanya diam. Menggigit bibir bawahku. merutuki kebodohanku
“Aku benci yeoja sepertimu. terlalu mudah didapatkan. Permisi.”
Dia menutup pintunya. meninggalkanku sendirian
“ARRGHH!!”

—————————–

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Ini..kamarku. Kudapati eomma ada di depanku
“Eomma..”
“Annyeong! Akhirnya kau bangun.”
Aku menoleh ke sekitar. Seingatku..aku ada di gudang
“Seharusnya kau melihatnya. Siwon menggendongmu kemarin.”
“Siwon?”
Eomma mengangguk
“Baru pertama kali dia menggendong yeoja. Bukankah ini hebat?”
aku hanya diam. Jadi..dia yang menemukanku di gudang itu? Dia..yang menolongku?

~Siwon POV~
kami berdua ada di meja makan. Aku mengamatinya diam-diam. Kulihat dia tersenyum tipis.
“Gomawo..sudah menolongku.”
“Ne.”
“Gomawo sudah menemukanku di gudang.”
“Kalau itu–”
Entah kenapa bibirku terasa berat mengucapkan ‘kalau itu, kyuhyun yang menemukanmu’
“Kalau itu–?” dia bertanya
“Ah..bukan apa-apa.”
Aku merasa menyembunyikan sesuatu. Tapi faktanya, aku tidak bisa mengucapkannya.
“Bagaimana musikalnya?”
“Keren.”
“Haish..menyebalkan. Siapapun yang mengunciku di gudang, dia akan mendapat balasan. Padahal aku sangat ingin menontonnya.”
Aku hanya diam. Sebegitu inginnya kah kau menonton kyuhyun?
~Tiffany POV~
“CHO KYUHYUN BURUK RUPA! AKU BENCI!!”
Aku menghela nafas sambil memberi tissue ke seohyun
“Sudahlah seo. Itukan hanya drama.”
“Tapi tetap saja aku merasa dipermainkan. Ini sangat memalukan!”
Yuri menarik nafas dalam
“Tapi kalau dilihat-lihat ternyata dia tampan juga,” ujar yuri
“YUL!! BERHENTI!” seohyun melempar tissuenya ke yuri
“Yaa! Tidak sopan!”
“Pokoknya. Aku harus membalas dendam ke namja itu!”
“Caranya?”
“Aku belum tahu. Tapi suatu saat nanti, aku akan membalas dendam padanya dengan caraku sendiri.”

——————————-

~Kyuhyun POV~
“Mianhae. Aku tidak menonton kemarin.”
“Gwaenchanha. Aku mengerti kondisinya.”
“Aku janji. Lain kali pasti menonton.”
“Aku pegang janjimu, Nona.”
Dia tersenyum lalu duduk di kursinya. Kudengar beberapa temanku mengobrol
“Jinjja? Tahayul penghapus itu benar?”
“Ne.”
“Apa yang mereka bicarakan?” tanyaku pada sooyoung
“Oh. Itu tahayul penghapus. Katanya, kalau kau menulis nama orang yang kau sukai di penghapusmu, dia akan menjadi pacarmu.”
“Omong kosong.”
“Tapi banyak orang yang mempercayainya.”
“Termasuk kau?”
“Sedikit.”
“Kau menulis nama siapa di penghapusmu?”
“Aku..tidak menulisnya.”
“Jinjja?”
Dia mengangguk
“Untuk apa…aku mengotori penghapusku?”

~Siwon POV~
“Masukkan rumus kedua. Kemudian dikali sin120. Kau mengerti?”
“Arraseo. Gomawo, sonsaengnim.”
Aku tersenyum tipis sambil meneruskan PR ku.
“Siwon, apa aku boleh meminjam penghapusmu.”
“Boleh.”
“Gomawo.”
“Ne.” Tiba-tiba aku teringat satu hal. Aku cepat-cepat merebutnya
“Tidak jadi,” ujarku
“Waeyo?”
“Karena..ada tulisan yang tidak boleh kau lihat disini!”
“Tulisan… kau mengata-ngatai seseorang?”
“Kenapa pikiranmu selalu negatif hah?”
“AH..aku mengerti. Kau menulis nama seseorang yang kau sukai?”
“Tidak.”
Dia merebut penghapus itu
“YAA! KEMBALIKAN!”
“Tidak mau.”
“Yaaa!!”
Seketika, kulihat sebuah penghapus terjatuh dari sakunya.
“Ini penghapusmu?”
“Kembalikan!”
Aku mengangkatnya ke atas.
“Kau membawa penghapus. kenapa kau meminjam penghapusku?”
“Kembalikan choi siwon!”
“Ah..kau menulis nama orang yang kau sukai di sini?”
“Aku akan mengembalikan penghapusmu kalau kau mengembalikan penghapusku!”
“Sayangnya aku tidak tertarik.”
Aku membuka pembungkus penghapusnya. Dia membuka penghapusku. Seketika aku tercengang menemukan namaku disana
“Kau…” ujar kami bersamaan
Hening. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Begitu pula dia. Dia menaruh penghapusku lalu beranjak pergi. Aku menahan tangannya
“Apa?”
“Kau berusaha untuk kabur setelah membaca isi penghapusku? Tidak semudah itu, Nona.”
“Kau…apa yang kau–”
Aku memeluknya. Dia hanya diam. Tidak membalas ataupun berontak
“Kau tahu. Aku cemburu melihatmu dekat dengan kyuhyun. Kukira kau menyukai namja itu.”
“Dia hanya sahabatku.”
Aku melepaskan pelukanku
“Apa…aku boleh berpacaran dengan ‘sepupuku’?”
“Siapa suruh berbohong?”
“Aku melakukannya untukmu. Agar mereka tidak mengganggumu.”
“Sebegitu hebatnya kah choi siwon?”
Aku mengangguk
“Lihat. Seohyun jadi baik padamu kan?”
“Kau menipunya.”
“Itu masalahnya. Bukan masalahku.”
“Lalu..bagaimana?” tanyanya polos
“Choi Sooyoung. Yang berisik. Menyebalkan. Dan kubenci dulu. Be my girlfriend?”
Dia hanya diam. Tersenyum tipis. “Tidak akan menarik jika semudah ini.”
“Maksudmu?”

—————————-

~Siwon POV~
Aku melangkah dengan cuek. Tidak peduli berapa yeoja yang memandang aneh penampilanku hari ini. Aku memakai kacamata bulat dan terlihat sangat culun. Apa menjadi namjachingu Choi Sooyoung harus diospek seperti ini?
“Kau benar-benar hebat. yeojachingu mana lagi yang akan mengerjai namjachingunya?”
“Calon namjachingunya.”
“Ne.”
“Aku tidak ingin para yeoja melihat seberapa tampannya namjachinguku. Hanya aku yang boleh tahu.”
Aku tersenyum tipis melihatnya tersenyum penuh kemenangan.

~Kyuhyun POV~
Aku menatap siwon dengan bingung. Dia mengenakan kacamata yang sama denganku hari ini. Bedanya, rambutnya seperti era ’70 an. Untungnya aku tidak. Aku menahan tawa melihat namja itu
“Yaa! Jangan menertawakanku!”
“Lagipula kenapa kau muncul dengan penampilan begini hah?!” protes kris
“Ini demi yeojachinguku.”
“Yeojachingu?” aku mengulangnya
Dia mengangguk
“Aku menyatakan cinta pada seseorang. Dia berjanji akan menerimaku bila aku bertahan untuk berpenampilan seperti ini selama sebulan.”
“Hahahahahahahaha. yeoja itu benar-benar hebat.”
Aku menggeleng mendengarnya
“Nuguya?” tanyaku
“Itu..rahasia.”
“Haish..” Kris menggerutu
“Yaa! Kyu! Kapan kita menyusulnya?” ujar kris
“Secepatnya.”

~Sooyoung POV~
Aku berada di bawah pohon rindang itu bersama kyuhyun. Dia memintaku mendengar permainan gitarnya dan memberi masukan. Aku memejamkan mata sambil mendengar notnya.
“Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudaeui gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo yeongwonhi. Love you..”
Aku bertepuk tangan mendengar petikan terakhirnya
“Perfect.”
“Gomawo.”
Dia menaruh gitarnya. Menatap ke langit
“Menurutmu..bagaimana jika seorang namja menyatakan cinta dengan lagu itu?”
“Itu hal yang manis.”
“Aku ingin menyatakan cinta pada seorang yeoja..dengan lagu itu.”

~Kyuhyun POV~
“Dia yeoja yang beruntung.”
“Waeyo?”
Dia hanya diam. Ikut menatap ke langit. Deg.. aku menarik nafas dalam. Setelah ini aku akan menyatakan semua perasaan yang kupendam. Pada yeoja di sebelahku. Choi Sooyoung
“Sooyoung ah.”
“Ne?”
“Bagaimana kalau kubilang.. yeoja itu adalah kau?”
Dia tidak menjawab apa-apa. Malah tertawa pelan
“Mana mungkin.”
“Kenapa tidak mungkin?”
“Kau ini ada-ada saja. Kita sudah nyaman menjadi sahabat. Mana mungkin salah satu di antara kita memiliki perasaan lebih?”
“Mungkin saja.”
“Yaa! Jangan mempermainkanku, cho kyuhyun. Aku tahu kau berbohong hahahaha.”
Aku tersenyum kecut. Sepertinya dia akan menolakku jika kulanjutkan. Dan setelah itu..hubungan kami akan menjadi awkward
“Lagipula..namjachinguku bisa menghabisimu kalau kau berani menyatakan cinta padaku.”
“Namjachingu?!”
“Ah. Aku belum cerita? Dua hari lalu, dia menyatakan perasaannya padaku.”
Sarafku terasa mati.
“Ah ya? Chukkhae”
Munafik. Hatimu tidak ingin menyelamatinya
“Gomawo. Kau harus cepat menyatakan cinta pada yeoja itu. Dia pasti menerimamu.”
Aku hanya diam. Tidak youngie. Dia tidak akan menerimaku. Kulihat dia berdiri dari tempatnya
“Aku harus ke dalam. Annyeong!”
“Ne.”
Aku menatapnya menjauh. Rasanya sesak. Aku menyandarkan punggungku ke pohon.  Ini namanya patah hati. Bodoh kau cho kyuhyun. Bagaimana bisa kau hampir menyatakan perasaanmu pada gadis yang sudah punya namjachingu? Tapi..siapa?
~Siwon POV~
Sebulan berlalu cepat.
Aku sedang menggoes sepeda. Sooyoung duduk di belakangku. tangannya merangkul pinggangku. kami berada di taman dekat sungai Han. Entah kenapa, dia mengajakku kesini. Aku hanya menurutinya. Aku mulai terbiasa dengan pemandangan aneh tiap kali aku bercermin. Ini demi dia.
“Berhenti,” ujarnya
Aku menghentikan sepedanya. Melihat ke arah Sungai Han. indah
“Sudah sebulan aku menjadi nerd. Apa belum cukup untuk mendengar jawabannya?” tanyaku
Dia tersenyum sambil memandang ke arah sunset
“Kalau sudah terbenam, aku akan memberi tahumu jawabannya.”
Aku berdiri di sebelahnya. Menunggu matahari terbenam. Lima..empat..tiga..dua..satu.
“Hoaam..aku mengantuk. Ayo kita pulang”
“Jawabannya?”
“Besok saja.”
“Tapi–”
“Hoaam..”
Aku menarik nafas dalam
“Arra.”
Aku naik ke sepedaku. Menggoesnya ke rumah. Di perjalanan, kudengar dia berkata
“It’s a yes.”
Apa..aku tidak salah dengar?
“Ne?”
“Kubilang aku menerimamu!”
“Aku tidak dengar!!”
“KUBILANG AKU MAU MENJADI YEOJACHINGUMU, SIWON”
Aku tidak bisa menahannya. Kakiku serasa ingin melompat ke dalam sungai han jika aku bisa
“CHOI SOOYOUNG MENRIMAKU!” teriakku dengan kencang sambil melepaskan peganganku dari sepeda
“KYAAA OPPAAAAAAA!!!!!! KAU MAU MEMBUNUHKU?!”

The End

24 thoughts on “My Oh My [Part 3-End]

  1. Aish manisnya(^o^)
    Meskipun sakit hati karena Kyu ga diterima Soo -_-
    Ini ff lumayan pendek yah , cuma 3part
    Next ff ditunggu
    Ff apapun asalkan cast yeoja nya Soo pasti aku suka apalagi kalo KyuYoung

  2. huwaaa emg so sweet neh couple awalnya sebel”an gt akhirnya baik u,u kyu oppa sabar yaa ~ kyu oppa pasti dpt soo unnie di ff lain nantinya wkwkwk ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s