My Oh My {Part 2}

my oh my

Title : My Oh My

Genre :Romance

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Other Cast :

  • Kwon Yuri
  • Seo Joohyun
  • Tiffany Hwang
  • Kris Wu
  • Park Jungso
  • Kim Taeyeon
  • Im Yoona

*bow* jeongmal mianhaeyo karena lamaa sekali ga post
ceritanya laptop author nge hang
Jadi harus diservis dulu –”
So now… ENJOY <3

~Sooyoung POV~
Aku merebahkan diri di kamarku. Perasaan hatiku lebih kacau dibanding kemarin. Hidup ini tidak terprediksi. Begitu pula bagaimana aku bisa berbaring di tempat tidur ini dan tinggal di rumah semewah ini. Apalagi ke Seoul. Aku memejamkan mataku. Aku memang menginginkan ini, tapi bukan dengan cara seperti ini. Appa, eomma. Aku sudah berjanji pada mereka untuk memperbaiki diriku dan aku akan memulainya.. sekarang. Krek…pintu kamarku terbuka. Beberapa orang pelayan masuk ke rumah bersama eomma angkatku. Para pelayan menaruh tas karton kemudian pergi
“Itu adalah seragam dan buku-buku teksmu. Eomma sudah membelikan alat tulis dan perlengkapan lainnya,” ujarnya sambil tersenyum. Aku benar-benar tidak mengerti. Padahal aku bukan putrinya. Bahkan tidak ada hubungan darah dengannya. Tapi kenapa dia sangat baik padaku? Kenapa appa tidak pernah menceritakan keluarga choi ini padaku?
“Gamsahamnida, eomma.”
“Aigoo.. jangan berbicara formal padaku. Arrachi?”
“Ne eomma.”
“Kalau ada kesulitan di pelajaran, kau bisa bertanya pada siwon. Dia sangat pintar. Dia pasti bisa menjawab pertanyaanmu. Beristirahatlah dulu. Jangan lupa ikut makan malam jam 6. Annyeong.”
“Ne.”
Eomma menutup pintunya perlahan. Aku tersenyum kecil. Bahkan eomma kandungku tidak pernah memperlakukanku semanis itu. Aku membuka tas karton itu. Melihat seragam yang akan kukenakan. Seragam ini seperti seragam yang kulihat di televisi. Seragam sekolah elite. Aku membuka tas karton lainnya. Menaruh seragam itu di tempat tidurku. Aku mengambil sebuah buku petunjuk di sana. Seragam musim semi : rok berwarna kakis,dasi, dan kemeja. Musim panas : rok berwarna biru tua, kemeja musim panas dan dasi biru. Musim gugur : rok kotak dengan kemeja, jas, dan dasi warna coklat. Musim dingin : seragam musim gugur + sweater. Aku menggeleng melihatnya. Kebanyakan seragam. Kenapa mereka membuat semuanya berbeda? Bahkan membuat kemeja khusus untuk musim panas. Aku mengambil tas karton berikutnya. Berisi tas dan perlengkapan alat tulis. Aku mengambil buku teks matematika di sana. Seketika mengerutkan dahi. Ini… AKU TIDAK MENGERTINYA SAMA SEKALI!

———————————-

~Siwon POV~
Aku berada di kamarku sekarang. Belajar. Kudengar pintu kamarku diketuk
“Masuk,” ujarku
Kulihat yeoja itu berdiri di sana. Membawa sebuah buku
“Banyak hal yang tidak kumengerti disini,” ujarnya sambil menatapku dengan mata berbinar. Meminta pertolongan. Aku mendengus kesal
“Apa pendidikan di Busan seburuk itu?”
“Ani. Ini..karena pendidikan di sekolahmu yang terlalu maju.”
“Lalu kenapa harus aku yang mengajarimu hah?”
“Eomma yang menyuruhnya. Kau keberatan?” tanya eomma yang entah kapan berdiri di sampingnya. Aku hanya diam. Menggigit bibir bawahku. Haish.. terpaksa
“Ya sudah. Cepat kesini.”
Seketika dia tersenyum dan duduk di kursi sebelahku
“Gomawo.”

~Sooyoung POV~
“Gunakan rumus ini untuk mendapatkan hasilnya. Kurasa metode coding akan lebih mudah. Lalu masukkan ke sini dan cari rata-ratanya dengan..”
Aku hanya diam. Tidak mengerti apa yang dikatakannya
“Yaa! Kau melamun?”
“Aku tidak mengerti.”
“Dari mana?”
“Dari awal.”
“MWOYA?! Ini bahkan sudah dipelajari konsepnya di SMP!”
“SMP mu dimana hah?”
“Haish… di sekolah lamamu, berapa peringkatmu?”
“Satu.”
“Di kelas..?”
“2-5.”
“Ada berapa kelas di sekolah lamamu?”
“Lima.”
“Berapa jumlah siswa per kelas?”
“30.”
“YAA! Itu berarti kau peringkat ke-121 dari 150 siswa!”
Aku mengusap tengkukku
“Haish..ini benar-benar membuatku depresi.”
“Aku hanya bodoh soal matematika!”
Dia mengenduskan nafas kesal dan mengambil sebuah buku di raknya. Buku SMP

—————————–

~Siwon POV~
“Kerjakan latihan soal ini. Selesaikan dalam waktu 10 menit.”
“Arra.”
Aku mengambil buku di rakku. Membacanya. Sepuluh menit kemudian, aku menoleh ke arahnya. Kulihat dia tertidur di meja
“Haish..padahal dia memintaku mengajarinya. Malah tidur. Benar-benar bodoh.”
Aku berniat membangunkannya. Seketika aku mengurungkan niatku saat melihat jam. Sudah pukul 11 malam. Wajar kalau dia mengantuk. Dia baru pindah hari ini. Pasti sangat lelah. Aku menarik nafas panjang dan merapikan buku-bukunya

~Taeyeon POV~
Jam sudah menunjukkan pukul  12 malam. Aku membuka pintu kamarnya perlahan. Kulihat dua anak itu sedang tertidur di meja belajar. Benar-benar manis. Aku mengambil kameraku dan memotretnya.

———————————

~Siwon POV~
Hari pertama masuk. Baru hari pertama. Tetapi dia sudah sangat, merepotkan. Sekarang sudah pukul enam lewat tiga puluh menit. Dia masih belum bersiap
“YAA! Ppali!” ujarku
“Sebentar siwon ah!” ujar eomma yang kudengar
Aku mendecak kesal sambil menyandarkan punggungku ke tembok. Lamaa.. sekali.
Krek.. pintu itu akhirnya terbuka. Aku menatapnya dengan sinis lalu berjalan
“Ppali.”

~Sooyoung POV~
Aku meniup-niup poniku di mobil karena bosan. Choi Siwon hanya diam sambil memainkan cellphonenya. Membiarkan suasana di dalam mobil hening karenanya. Aku mengeluarkan cellphoneku dari dalam tas. Mengirim pesan ke yoona
“Yoong. Namja yang tinggal di rumahku benar-benar dingin dan menyebalkan.”
Setelah mengirimnya, aku memasukkan cellphone ke dalam tas. Saat aku menoleh kudapati dia melihatku
“Kenapa?” tanyaku
“Cellphonemu sudah ketinggalan zaman.”
“Lalu kenapa? Memangnya aku butuh cellphone canggih seperti milikmu itu?”
Nit.Pintu mobil terbuka otomatis. Seketika aku tersadar kalau kami sudah sampai di sekolah
“Tunggu sampai kau melihat bagaimana para yeoja di sekolah ini,” ujarnya lalu pergi.
Aku turun dari mobil. Seketika yang ada di pandanganku..seperti.. ballroom hotel. Aku melangkahkan kaki perlahan memasuki gedung. Menengok ke sekitar. Aku..harus kemana. Sekolah ini benar-benar besar. Aku sampai pusing melihatnya. Jadi, apa yang kulihat di drama BBF ternyata benar. Ya Tuhan. Kukira mereka berilusi.

~Kyuhyun POV~
“Hei! Kau dengar? Katanya akan ada murid baru. Dan dia adalah yeoja,” ujar kris
“Aku tidak tertarik,” ujarku sambil membaca buku
“Anak-anak melihatnya turun dari mobil siwon.”
“Mungkin sepupunya,” jawabku. tetap tidak berpaling
“Kalau itu benar, kau tahu artinya? Dia pasti yeoja yang tinggi dan–”
Aku menaruh bukuku
“Dia hanya akan merepotkanku. Dia hanya akan menambah tugasku karena aku adalah ketua kelas disini.”
“Haish..benar-benar dingin.”
Krek.. kudengar bangku di sebelahku ditarik. Siwon duduk di sana. Wajahnya kusut
“Siwon ah! Kudengar murid baru nanti adalah sepupumu. Apa itu benar?” tanya kris
Aku menggeleng kecil. Sehebat itulah asumsi dijadikan rumor
“Dia bukan sepupuku. Dia adalah putri sahabat appaku. Dan sebagai catatan, dia amat sangat menyebalkan.”
“Menyebalkan?”
“Ne. Eommaku sangat menyayangi yeoja itu. Aku pun terkena imbasnya. Bayangkan. Aku harus mengajar matematika pada seorang yeoja babo!”
“Kau dengar sendiri kan, kris? Dia merepotkan,” ujarku
Krek.. Pintu kelas dibuka
“Jaryot,”aku memberi aba-aba agar seisi kelas berdiri
“Sonsaengnim kke insahabsida.”
“Sonsaengnim, annyeonghaseyo. Mannaseo panggapseumnida.”
“Ne, anjuseyo.”
Aku duduk dan memakai kacamataku.
“Hari ini kita kedatangan seorang murid baru.”
Aku melipat tanganku. Seorang yeoja memasuki kelas. Kris benar soal hal yang satu itu : dia tinggi dan terlihat manis dengan poni dan rambut panjangnya yang cukup wavy. Tapi aku juga benar soal aku tidak peduli dengan semua itu.
“Annyeonghaseyo, Choi Sooyoung imnida. Mannaseo panggapseumnida,”ujarnya
Aku menoleh ke samping. Kris terlihat antusias. Siwon terlihat kesal.
“Marganya sama denganmu,” ujarku pada siwon
“Ne. Itu kebetulan. Tapi dia memang bukan sepupuku.”
“Banjang,” panggil sonsaengnim padaku
Aku berdiri dari kursiku
“Kalau ada yang tidak kau mengerti, kau bisa menanyakannya pada kyuhyun, ketua kelas kami,” ujar sonsaengnim

~Sooyoung POV~
Awkward. Setelah aku memperkenalkan diri, keheningan tercipta.
“Banjang,” ujar sonsaengnim
Seorang namja berdiri dari kursinya. Aku tidak mengerti. Kenapa mayoritas namja di Seoul tinggi?
“Kalau ada yang tidak kau mengerti, kau bisa menanyakannya pada kyuhyun, ketua kelas kami,” ujar sonsaengnim
“Tempat dudukmu.. di sana, di samping kyuhyun.”
“Gamsahamnida.”
Aku berjalan ke sana. Beberapa orang di kelas memperhatikanku sampai aku sendiri bingung dengan tatapan mereka. Aku duduk di kursiku dan pelajaran langsung dimulai.

~Kyuhyun POV~
Jam istirahat. Daripada makan di kantin, aku lebih suka makan di bawah pohon yang rindang sambil mendengar musik. Autumn harus dinikmati. Melihat daun-daun berguguran dari sini sangat indah.

~Sooyoung POV~
Menjadi anak memprihatinkan di hari pertamaku. Aku duduk bersandar di pohon sambil menyantap makan siangku. Aku merindukan sahabatku, yoona. Aku ingin kembali ke saat dimana jam istirahat sangatlah menyenangkan dengan candaan dan obrolan. Sekarang.. aku sendiri. Masing-masing siswa punya grupnya sendiri. Dan aku, tidak menjadi bagian dari mereka. Entah kenapa aku merasa mereka tidak menyukaiku. Untuk pertama kalinya, aku tidak nafsu makan. Aku merindukan appa, eomma. Dan sekarang..rasanya benar-benar sendiri. Aku menutup bekalku dan menatap ke arah langit. Kira.kira.. apa yang mereka lakukan di sana? Tes. Setetes air mataku jatuh. Ayolah, choi sooyoung. Apa kau selemah ini? Kemana choi sooyoung yang tegar. Sejak awal.. sejak aku menjadi satu-satunya yang selamat, aku memang sudah tidak tegar. Seketika kudengar suara nyanyian dari belakang. Ini lagu geotjimal, penyanyi asilnya son ho young. Aku menoleh ke sumber suara itu. Seorang namja di sana. Bersandar pada pohon juga dengan handset dan bekalnya. Aku tersenyum kecil. Ternyata masih ada teman seperjuangan. Aku seperti berada di Cafe. Makan dengan iringan musik jazz. Dan akhirnya..aku terlelap dalam nyanyian dan tangisan

~Kyuhyun POV~
Aku menutup kotak bekalku. Beranjak dari tempatku bersandar. Tiba-tiba kulihat sesosok yeoja di sana. Choi Sooyoung. Si murid baru. Dia…tertidur atau pingsan? Pipinya sembab. Seperti habis menangis. Aku menghela nafas kecil. Cukup kasihan melihatnya.
“Irreona,” aku menepuk pundaknya. Dia tidak bangun.
“Irreona,” dia tetap tidak bangun. Apa dia pingsan?
“Appa..” gumamnya kecil
Aku hanya diam.
“busowoyo (aku takut).”
Simpatik. Baru kali ini aku merasa seperti ini. Perlahan, aku menggendongnya.Dia tidak terjaga. Mungkin kelelahan. Aku memperhatikan wajahnya perlahan. Dia terlihat lebih manis saat memejamkan mata. Kurasa..ada baiknya dia beristirahat di UKS.

~Seohyun POV~
“Jinjja? Hahahahha.”
Aku sedang mengobrol bersama teman-temanku. Hingga tiba-tiba yuri dan tiffany terdiam. Ekspresinya berubah menjadi tegang
“Apa yang kalian li–”
Aku ikut terdiam. Kyuhyun. Dia menggendong seorang yeoja.
“Sepertinya..dia benar-benar sudah melupakanmu,” ujar yuri
Aku hanya diam. Mencoba memungkiri perasaanku yang kesal sekarang.
“Bukankah itu bagus? Aku juga tidak sudi diingat oleh namja culun sepertinya. Dengar. Aku hanya menarik perhatiannya untuk taruhan itu. Kau lihat sendiri kan bagaimana aku menolaknya? Lagipula, orang yang kusukai bukan dia!”
“Maksudmu siwon?” tanya fany

————————

~Sooyoung POV~
Aku terjaga dari tidurku. Aku berada di sebuah ruangan serba putih. Ini..dimana?
“Haish..benar-benar merepotkan,” ujar siwon
“M..mwo?”
“Kau tahu, kau tertidur di lapangan. Kyuhyun membawamu ke sini karena kau tidak bisa dibangunkan.”
Jadi..namja itu kyuhyun?
“Kau itu manusia atau kerbau hah? Tidurmu lama sekali! Kau membuatku menunggu satu jam disini!”
“YAA! Kenapa kau memarahiku?!”
“Dasar menyebalkan!” ujarnya lalu pergi. Aku cepat-cepat mengikutinya
“Kau yang menyebalkan!”
“Dengar baik-baik bocah, kau benar-benar menyusahkanku. Aku benci menunggu.”
“Aku akan mengadukanmu pada eommamu!”
“MWO? Kalau kau berani melakukannya, kujamin kau akan menyesal.”

~Yuri POV~
“Sepertinya yeoja itu benar-benar mencari masalah denganmu,” ujarku pada seohyun
Dia hanya diam. Mengepalkan tangannya
“Baru sehari dia pindah kesini. Kyuhyun yang menyukaimu, menggendongnya. Dan siwon yang kau sukai, bercanda dan pulang bersamanya. Kudengar dia adalah putri dari sahabat appa siwon. Otomatis, peluang bagi mereka untuk bersama sangat besar.”
“Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.”

———————————

~Sooyoung POV~
“Jadi, kau menyukai teman-temanmu?”
Aku mengangguk. Dusta. Tapi aku tidak ingin memberi beban pikiran bagi Taeyeon ahjumma. Dia sangat baik. Dan itu sudah lebih dari cukup.
“Kalau begitu, tidurlah. Jaljayo,” ujarnya
“Ne, eomma.”
Setelah pintu tertutup, aku merebahkan diri di ranjang. Sepertinya besok akan menjadi hari yang panjang.

~Kyuhyun POV~
Aku menutup bukuku. Sudah pusing membaca. Aku menatap foto eomma yang terpasang di nakasku. Kulepaskan kacamataku
“Eomma, aku lelah berusaha menjadi sempurna.”
Seketika kejadian tadi siang terlintas di kepalaku
“Yeoja itu cukup manis. Tapi dia pasti sama saja dengan yang lain.”

——————————

~Sooyoung POV~
Hari kedua masuk sekolah. Sepatu putih yang berada di lokerku menghilang. Seharusnya, aku memakai sepatu itu selama berada di sekolah. Ada yang tidak beres. Akhirnya, aku melepas sepatuku dan berjalan tanpa sepatu. hanya beralas kaus kaki tipis. Saat aku sampai di mejaku, kulihat sebuah kotak menunggu di sana. Aku membukanya perlahan. Surat kaleng
“Pergilah dari Sekolah ini sebelum kamu menyesal.”
Baik. Ada yang berusaha membullyku di sini. Aku merobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Seketika kudengar seseorang berteriak
“PERGI!”
Saat aku menoleh, seluruh siswa sedang sibuk dengan grupnya masing-masing sampai aku tidak bisa melihat siapa yang mengatakannya. Saat aku kembali ke tempatku, kudengar seseorang berteriak
“BABO”
Saat aku menoleh, entah siapa yang mengucapkannya. Aku memutuskan untuk keluar dari kelas. Saat aku membuka pintunya.. tiba-tiba..
BYUR!
Sebuah ember menyiramku
“Hahahahahahhaa.”
Aku mengepalkan tanganku
“Apa menurut kalian ini lucu, hah?”
Mereka hanya diam. Tiba-tiba seseorang melemparkan telur ke arahku. Saat aku menoleh, orang yang berada di belakangku melemparku dengan tepung. Aku berusaha menutup wajahku. Membela diri. Tapi jumlah mereka lebih banyak. Cobaan apa lagi ini? Plak. Kudengar sebuah telur pecah. Tapi bukan di jasku. Tapi di jas orang yang berdiri di depanku. Kyuhyun
“Banjang..” mereka menggumam kecil
Kyuhyun melepas kacamatanya yang terkena noda. Terlihat sangat berbeda. Seperti apa yang kulihat di film : mereka berubah menjadi pangeran saat melepas kacamatanya
“Apa kalian pikir, kalian berhak melakukan hal ini? Hanya orang bodoh yang membuang-buang telur, air, dan tepung untuk hal semacam ini. Kalian adalah kalangan elite. Tidak sepantasnya berperilaku rendah seperti ini.”
Aku terdiam saat melihat jasnya ikut kotor karena menolongku
“Memang apa kesalahannya?”
Mereka hanya diam. Tidak berani menjawab apapun. Baru kali ini aku melihat kyuhyun marah.
“Atau jangan-jangan, kalian menghakiminya padahal dia tidak melakukan kesalahan?”
“Mianhamnida, banjang.”
“Jangan meminta maaf padaku. Tapi pada yeoja ini. Apa kalian tidak bisa berpikir secara manusiawi hah? Dia baru pindah ke sini dan itu bukan berarti kalian bisa berlagak lebih senior. Arraseo?”
“Ne. Mianhamnida, sooyoungssi,” ujar beberapa orang itu
Aku hanya diam. Kyuhyun memapahku menjauhi kerumunan orang itu.
“Mianhae..baju dan kacamatamu jadi kotor karenaku.”
“Aku bukan melakukan ini untukmu. Tapi untuk tanggung jawabku sebagai ketua kelas.”

——————–

~Seohyun POV~
Entah kenapa aku merasa kesal melihatnya membela yeoja itu. Aku menggigit bibir bawahku. Kenapa aku tidak terima?
“Seo, sepertinya kau mulai bimbang,” ujar fany
“Maksudmu?”
“Ya..kau membully anak itu karena kau cemburu orang yang menyukaimu membelanya, atau karena orang yang kau sukai bersamanya?”
“Jangan bercanda. ”
Aku memainkan kuku ku. Beberapa menit kemudian, seseorang menarikku
“Lepas–”
Aku tidak jadi berteriak saat melihat dia adalah choi siwon

————————

~Siwon POV~
“Apa yang ingin…kau bicarakan?” tanya seohyun
Aku menatapnya tajam
“Ini idemu kan?”
“Ne?”
“Kau yang membuat mereka membenci choi sooyoung. Iya kan?”
“Aniya aku..”
“Seo Joohyun. Aku tahu persis kekuatanmu di sekolah ini. Kau mampu melakukan apapun yang kau inginkan. Tak terkecuali mengomandokan seisi kelas untuk membullynya.”
“Kau menuduhku tanpa bukti.”
“Aku tidak perlu bukti.”
“Kenapa kau membelanya hah? Memangnya kau siapa? Namjachingunya?”
Aku terdiam sejenak. Baik. Aku tidak punya pilihan
“Dia sepupuku.”
“Geotjimal. mereka bilang, dia adalah putri sahabat appamu.”
“Pamanku adalah adik kesayangan appaku. Dia memang sahabat terbaiknya karena itu. Sayangnya, dia meninggal dalam sebuah kebakaran.”
“N..ne?”
“Setelah itu, choi sooyoung, sepupuku tinggal di rumahku. Jadi aku berhak memintamu untuk tidak mengganggunya kalau kau masih punya hati. Dia sudah kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kebakaran, jadi jangan tambah bebannya lagi”

—————————–

~Sooyoung POV~
Aku berada di UKS. Bukan karena aku sakit. Tapi aku takut bertemu mereka lagi. Jadi aku mengarang alasan sederhana : pusing. Aku merebahkan diri di tempat tidur. Menarik selimutku. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Seorang yeoja masuk ke dalam dan duduk di ranjang sebelahku
“Annyeong,” sapanya
“Annyeong.”
“Aku…seohyun imnida,”ujarnya
“Sooyoung imnida.”
“Aku..ingin meminta..maaf.”
Aku mengubah posisiku menjadi duduk
“Ne?”
“Aku..yang membuatmu…dikerjai anak-anak,” ujarnya
“Apa aku melakukan kesalahan padamu?”
Dia menggeleng
“Aku..salah paham. Aku..tadinya membencimu karena kupikir kau adalah sainganku.”
“Saingan?”
Dia mengangguk
“Siwon menegurku tadi. Dia bilang..kau adalah sepupunya.”
Bohong. Tapi aku hanya diam dan mendengar ceritanya
“Kalau saja sejak awal aku tahu kau adalah sahabatnya.. aku tidak mungkin mengerjaimu.”
“Aku tidak mengerti. Memang apa hubungannya?”
“Aku cemburu karena kau sangat dekat dengan siwon.”
Jujur sekali.
“Kukira..kau adalah sainganku. Jadi aku–”
“Mana mungkin aku menyukai namja itu? Aigoo..tidak mungkin,” ujarku
“ne, jelas mana mungkin. kau kan sepupunya.”
Aku mengangguk kecil. Lebih baik kau mempercayai kebohongan itu, seohyun ssi daripada kau menggangguku
“Jangan bilang-bilang siwon ya,” ujar yeoja itu dengan pelan
Aku mengangguk. Ternyata dia cukup baik
“Tenang saja. Kalau bisa, aku malah ingin membantumu mendekatinya.”
“JINJJA? Ani..maksudku..benarkah?”
“Ne. Sayangnya..aku tidak terlalu dekat dengannya. Dia menyebalkan dan dingin.”
“Ne.”
“Kenapa..kau bisa menyukai namja semacam itu?”
“Dia teman masa kecilku. Tapi setelah masuk SMA, dia berubah. Kami seperti stranger. Buktinya, aku tidak tahu dia memiliki sepupu.”

—————————

~Siwon POV~
“Kenapa kau berbohong pada seohyun?” tanyanya
“Berbohong apa?”
“Kita sepupu.”
“Itu bukan urursanmu.”
“Dia teman masa kecilmu?”
“Ne.”
“Kenapa tidak berteman sekarang?”
“Kenapa kau mau tahu segalanya hah?”
“Aku hanya bertanya.”
“Bagaimana kalau aku tidak mau menjawabnya?”
“Ya sudah.”
Aku terdiam sejenak. “Dia menyukaiku.”
“Ne?”
“Itu adalah penyebabnya.”
“Lalu kenapa? Kurasa..dia yeoja yang seimbang denganmu.”
“Aku sudah nyaman dengan ‘kami’ sebagai sahabat. Bukan ‘kami’ sebagai pacar. jadi…kuputuskan untuk menjaga jarak sehingga dia mengerti tanpa kutolak. Tapi dia malah menyalahartikannya dan hubungan kami jadi aneh.”
“Percaya diri tingkat akut.”
“Dia bercerita tentang ‘kami adalah teman masa kecil’ padamu. Itu berarti dia menemuimu dan meminta maaf setelah aku mengatakan kalau kau adalah sepupuku. Aku berteman dengannya sejak kecil. jadi aku tahu persis sifatnya.”
“Kenapa tidak bersamanya saja?”
“Kalau itu benar-benar bujan urusanmu.”

——————

~Yoona POV~
“Haish..coba saja aku ada di sana. Akan kuhabisi yeoja itu!”ujarku saat mendengar ceritanya di telepon
“Gwaenchanha. Dia kan sudah meminta maaf. Lagipula ini salah paham kan?”
“Ne. tapi tetap saja keterlaluan.”
“Sudahlah.”
“Tapi.. ketua kelasmu seperti Yoon Ji Hoo di BBF dan namja di rumahmu..seperti Goo Joon Pyo nya”
“Haish..berhentilah Im Yoona.”

———————-

~Sooyoung POV~
Daritadu aku mencium bau yang tidak enak. Aku mengendus-ngenduskan hidungku. Bau ini..bau hangus! Aku cepat-cepat berlari ke arah dapur. Kulihat ada asap di sana.
“KEBAKARAN!!”
Aku cepat-cepat menyiramnya dengan air. Tiba-tiba…
“YAAA! KENAPA KAU MENYIRAMKU!” teriak siwon
“Mianhae aku..kukira…”
Aku menoleh ke arah panci. Gosong.
“Yaa! Kalau tidak bisa memasak jangan memasak!” ujarku
“Yaa! Kau berkata seolah-olah kau sangat mahir. Sana buktikan!”
Aku hanya diam. Tidak bisa melupakan bau hangus dan asap itu.
“Untuk apa aku memasak untukmu?! Dasar namja random.”
“MWO?”
“Random!”
“Yaaa!”

—————TBC————–

36 thoughts on “My Oh My {Part 2}

  1. Akhirnya eonni update jugaa^^
    Seohyun sumpah ya ngeselin pake banget disini -_-
    Soo eonni sabar yaaa nanti pada waktunya kok (?)

    Next partnya ditunggu ya eonni ^^

  2. Ahhhh kyu kereen bgt bgt bgt,, #salah fokus, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ wah siwon baik jga nie sama soo..

  3. Akuirnya update juga ^_^
    Udah lama ditungguin
    Hueee…Kyu keren ♥_♥
    Aigo Siwon dingin banget deh
    Aish Seo semuanya mau diambil -.-
    Soo onnie SEMANGAT
    Next part jangan lama lama ne :)

  4. Akhir’a di post jga thor..:),daebak..:)
    Seru bngettt..:D,ksihan soo unnie..:(
    Dtnggu ne klnjtn’a..:),tpi jngn lma2 ya thor…:),soal’a gk sbran q’a hehehe…

  5. Ceritanya sedikit kayak playfull kiss trus ada unsur bbf nya juga,
    Kasian soo eonnie d bully sama seo,
    Ada kyuppa juga, jadi bimbang bakalan kyuyoung ato soowon,
    Lanjut deh part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s