Enchanted {Part 10}

enchanted

Title : Enchanted

Genre : Fantasy, Comedy, Romance, Angst

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Kris Wu
  • Im Yoona

Other Cast :

  • Lee Donghae
  • Jessica Jung
  • Victoria Song
  • Shim Changmin
  • Taeyeon
  • Leeteuk
  • Kwon Yuri
  • Choi Minho

Annyeong reader ^^ jeongmal mianhamnida karena lama ngepost
Ceritanya data part 10 nya ilang. Jadi author harus berjuang ngetik dari awal.
Kedua, author harus persiapin diri buat lomba di hari sabtu tanggal 2 kemarin
Syukurlah lombanya udah selesai dan author menang ^^ yeay
Maka sebagai hadiah, part ini author buat panjang *hahaha*
Enjoy reading~

~Sooyoung POV~
“Sudah sampai?”
“Sebentar lagi.”
“Sebenarnya kau membawaku ke mana oppa?”
“Kau akan tahu sebentar lagi.”
Aku hanya mengikutinya saja. Entah dia mau membawaku kemana. Dia menutup mataku dengan sapu tangannya
“Sudah sampai.”
Dia membuka penutup mataku. Perlahan, aku mengerjapkan mataku. Ini… gereja. Dengan hiasan bunga mawar putih di sekitarnya. Dia memasangkan sebuah mahkota bunga di atas kepalaku
“Choi Sooyoung. Kau tahu kalau aku bukan tipe namja romantis yang pandai merangkai kata-kata atau memberikan sejuta mawar untuk bertanya : apakah kau mau menjadi tunanganku. Jadi di hadapan Tuhan, jika kau menerimanya, terimalah tanganku.”
Aku masih berdiri mematung.
“Are you trying to propose me?”
Dia mengangguk.
“Bagaimana jika aku tidak mau?”
“Daripada aku memaksamu untuk membiarkan cincin itu terpasang di jari manismu, sebaiknya kau yang menyerahkan diri.”
Aku menyerahkan tanganku padanya. Menahan tawa sambil melihatnya memasangkan cincin itu
“Ini pemaksaan.”
“Sejak awal aku sudah bilang kalau kau tidak akan pernah lepas dariku. Dan aku tidak akan melepaskanmu untuk namja lain. Buktinya kau sendiri yang menyerahkan diri.”
“Kalaupun aku tidak menyerahkan tanganku, kau akan memasangkannya secara paksa.”
“Ayolah. Aku tahu kalau kau akan menjawab ya.”
“Ne. Kau tahu itu, kyu.”

—————————————————

~Yoona POV~
Aku berada di counter J.Estina sambil memilih tas yang kuinginkan. Saat aku berbalik, kulihat seorang yeosong yang kukenal berdiri sambil mencocokkan dua tas. Aku tersenyum kecil dan pergi ke arahnya
“Annyeonghaseyo, ahjumma.”
“Annyeonghaseyo..kau yoona, putri choi corp kan?”
“Senang rasanya Anda mengingatku.”
“Aigoo..mana mungkin aku melupakan seorang putri secantikmu?”
Aku tersenyum dan melihat dua tas itu
“Selera ahjumma sangat berkelas.”
“Tapi aku bingung.. menurutmu tas yang mana yang lebih cocok untukku.”
“Kurasa yang coklat. Itu sesuai dengan kepribadian ahjumma yang elegan.”
“Kurasa juga begitu. Baiklah tolong ambilkan yang ini,” ujarnya pada pramuniaga
“Kau tidak kuliah?”
“Tidak ada kelas hari ini. Jadi aku mampir ke sini.”
“Kau pergi sendirian?”
“Ne.”
“Tidak bersama namjachingumu?”
“Ani. Aku belum memiliki namjachingu.”
“Jinjja? Padahal kau sangat cantik.”
“Belum ada yang menarik untukku.”
“Uri kyuhyun?”
“Dia..memang namja yang bisa dikatakan mendekati sempurna. Tapi dia sudah memiliki yeojachingu.”
“Ah…maksudmu si choi sooyoung itu?”
“Ahjumma mengenalnya?”
“Ani. Aku hanya tahu namanya. Aku sendiri heran. Bagaimana bisa kyuhyun tertarik pada yeoja seperti itu di saat ada yeoja sepertimu yang sangat cantik dan berkelas?”
Tamat kau choi sooyoung
“Ahjumma, apa ahjumma suka minum kopi?”
“Ne. Waeyo?”
“Aku mengetahui sebuah cafe yang enak di dekat sini. Apa ahjumma ingin meminum secangkir bersamaku?”
“Tentu.”

~Kris POV~
Aku menulis not terakhirnya di kertasku. Dengan ini lagu buatanku selesai. Aku sendiri tidak mengerti untuk apa dan untuk siapa aku membuatnya. Aku menengok ke arah meja belajarku. Kulihat polaroid kami bertiga. Aku tersenyum kecil dan mencoba menulis liriknya dengan pensil.
“HYUNG!!!”
Aku menoleh ke pintu kamarku. Kyuhyun langsung memelukku
“Yaaa!! Kau! Lepaskan!”
“Kau tidak akan percaya ini,” dia langsung menghempaskan diri ke ranjangku
“Apa?”
“Aku bertunangan dengannya hari ini.”
“Maksudmu…dengan youngie?”
“Yaa! Memangnya dengan siapa lagi?”
“Bagaimana bisa?”
“Haish..tentu saja bisa.”
“Bagaimana caranya?”
“Aku membawanya ke sebuah gereja. Baru saja, di sana dilangsungkan pernikahan. Dan aku bertunangan dengannya di sana. Setidaknya, aku ingin menyatakan keseriusanku.”
“Dimana-mana, yang namanya bertunangan itu disaksikan orang yang paling penting.”
“Saksiku adalah orang paling penting, hyung.”
“Nugu?”
“Tuhan.”

—————————————————

~Sooyoung POV~
Aku berdiri di halte bus. Menunggu kris yang menjemputku. Kulihat motornya datang. Dia memberikan sebuah helm untukku. Kulihat dia tersenyum sambil memandang tanganku
“Cincin yang manis. Itu cincin tunangannya?”
“Ah..kyuhyun mengatakannya?”
Dia mengangguk
“Aku tidak akan mengatakan chukkhae karena kalian bertunangan tanpa kehadiranku.”
“Selama kami tidak menikah tanpa kehadiranmu, kau harus menerimanya.”
“Ne. Aku hanya bercanda. Chukkhae!”
“Gomawo.”
“Kurasa itu kado terindah dalam hidupmu.”
“Mungkin tidak jika kami menikah di hari ulang tahunku beberapa tahun yang akan datang.”
Aku naik ke motornya. Dia mulai menjalankannya
“Kau bahagia?” tanyanya
“Tentu. Meskipun kadang dia menyebalkan dan pemaksa, tapi anehnya semua yang dilakukannya menjadi romantis di mataku.”
“Semua orang bilang begitu saat jatuh cinta.”
“Ne. Kau sendiri kapan?”
“Ne?”
“Kapan kau memiliki yeojachingu? Apa tidak ada satu pun yeoja di kampus yang menarik untukmu?”
“Ada.”
“Nugu?”
“Yang jelas, dia bukan choi sooyoung.”
“Yaa! Aku juga tahu itu, kris! Seperti apa dia?”
“Dia yeoja yang manis dan pintar. Dia juga baik dan ceria. Tapi..”
“Dia sudah punya namjachingu?”
“Ani. Dia bahkan sudah punya tunangan.”
“Seperti apa tunangannya?”
“Tunangannya…namja yang lebih segalanya dibanding aku. Oleh karena itulah aku merelakan yeoja itu untuk tunangannya. Karena aku tahu, dia lebih pantas untuk bersanding dengan yeoja itu.”
“Tenang saja. Masih banyak ikan di laut.”
“Hahahahhaha. Kau benar. Tapi aku tidak yakin masih ada Ariel di sana.”

~Kris POV~
Dia melepaskan helmnya dan memberikannya padaku
“Gomawo atas tumpangannya!”
Aku tersenyum kecil
“Kau duluan saja ke kelas. Aku..ada yang harus kuurus sebentar.”
“Arra. Annyeong.”
Aku menatapnya menjauh. Menghela nafas dalam. Choi Sooyoung. Yeoja itu sukses membuatku berantakkan.
“Sudah kubilang dari awal. Kau menyukainya, kris.”
Aku menengok ke arah sumber suara itu. Choi Yoona
“Berhentilah untuk sok tahu tentang hidupku.”
“Ayolah, kris. Kenapa kau jadi lemah? Kau bukan Kris yang kukenal.”
“Diamlah. Kau sangat berisik.”
“Kau rela dimanfaatkan oleh mereka, Kris.”
“Kau sama saja dengan eommaku.”

————————————————

~Sooyoung POV~
“Hoaaaam..”
Aku mengetik tugas akhirku. Kyuhyun duduk di sebelahku dan tetap mengetik tugas akhirnya. Setahun berlalu cepat. Sebentar lagi aku akan menjadi sarjana muda yang lulus di usia 21 tahun. Aku tersenyum kecil sambil melihatnya serius di sampingku. Dia rela menemaniku untuk membuat tugas akhir agar aku tidak melihat apapun. Dan faktanya, selama bersamanya aku memang tidak pernah melihat apapun. Aku bisa tidur dengan tenang.
“Hoaam..”
“Tidurlah. Tugasnya bisa dilanjutkan besok,” ujarnya
“Aniyo. Aku tidak mungkin tidur dengan tenang jika kau masih bangun dan mengetik disini.”
“Haish..memangnya apa yang akan kulakukan hah? Aku sudah bilang. Sebelum kita melangkah ke altar, aku tidak akan pernah melakukan apapun padamu. Arrachi?”
“Haish..maksudku bukan itu! Aku tidak mungkin membiarkanmu sendirian berjuang di saat aku tidur.”
“Ya sudah. tidurlah bersandar di bahuku.”
“Nanti bahumu sakit.”
“Memang kepalamu seberat apa hah? Ppali.”
Aku menyandarkan kepalaku di bahunya dan terlelap. Rasanya sangat nyaman.

~Kyuhyun POV~
Tik. Aku menekan tombol save dan mematikan laptopku. Dia benar-benar sudah terjaga di bahuku. Aku menggendongnya perlahan ke tempat tidur dan menyelimutinya. Dia terlihat tenang saat tertidur seperti ini. Aku mengecup dahinya perlahan
“Jaljayo.”

———————————————

~Yoona POV~
Aku sedang makan siang bersama eomma kyuhyun. Sudah lima kali kami pergi berbelanja bersama. Kurasa aku sudah mendapatkan perhatiannya
“Yoona, aku sangat ingin memiliki putri sepertimu yang bisa memahami perasaanku dan menemaniku berbelanja.”
“Tapi ahjumma sangat beruntung memiliki dua orang putra yang sangat berbakat.”
“Ne.. tapi mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Kyuhyun dengan yeojachingunya dan Kris dengan musiknya. Untung ada kau yang menemani ahjumma.”
“Aku heran. Kenapa kyuhyun tidak pernah bercerita soal kris adalah kakaknya?”
“Kris adalah kakak tirinya. Wajar saja dia tidak bercerita. Tapi akhir-akhir ini mereka akrab.”
“Aku jadi kasihan pada kris. Awalnya dia tidak dianggap. Di saat sekarang dia dekat dengan Kyuhyun, dia harus menerima kenyataan kalau yeoja yang dia sukai..ternyata menyukai kyuhyun.”
“Maksudmu?”
“Choi Sooyoung.”
“Choi Sooyoung?”
“Ne. Mereka bertiga adalah sahabat yang akrab. Meski sebenarnya..diam-diam saling menyakiti.”
“Yoona, apa kau bisa bercerita lebih lanjut..tentang hal itu?”

———————————————–

~Kris POV~
Hujan. Aku menekan tombol shut down di laptopku. Memandang ke arah kertas berisi not balok dan polaroid itu. Aku menghela nafas kecil. Choi Sooyoung, kenapa sampai sekarang aku tidak bisa melupakan yeoja itu?
“Kau sangat bodoh kris, sepertiku dulu.”
Aku menoleh ke arahnya. Eomma duduk di tempat tidurku
“Kau tahu..kenapa aku berambisi seperti saat ini?”
Aku hanya diam.
“Dulu, aku, appa tirimu, dan eomma kyuhyun bersahabat dekat.”
“N..ne?”
“Diam-diam, kami berdua menyukai namja yang sama. Kau tahu, aku lah yang mendapatkan appa tirimu. Kami menjalin hubungan dan menyakiti eomma kyuhyun. Pada akhirnya, dia yang tersakiti lah yang menyakiti kami. Dia memisahkan kami dengan menerima perjodohan yang diinginkan kedua orang tuanya. Akhirnya, kami terpisah. Aku mencoba mencari penggantinya yaitu appa kandungmu. Dan dia..sudah meninggal. Di saat dia meninggal, barulah aku bertemu dengan appa kyuhyun. Rasa itupun tumbuh lagi dan akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Tapi jujur, aku tidak mencintainya sebesar dulu lagi karena dia pernah meninggalkanku untuk yeoja lain. Dan aku bertekad akan membalas dendam pada eomma kyuhyun dengan membuat putranya tidak memiliki sedikitpun bagian dari cho corp.”
“Eomma..”
“Tapi setelah aku berpikir…aku merasa kalau aku telah banyak menyakitimu dan terlalu berambisi. Kris, aku tidak ingin kau menjadi penghancur hubungan orang lain ataupun yang tersakiti. Jadi..aku akan berusaha untuk menjodohkan cho kyuhyun dengan choi yoona.”
“Choi…Yoona?”
“Appa tirimu pasti menyetujui hal ini. Mereka dari kalangan yang sama. Lambat laun kyuhyun bisa belajar untuk menerimanya.  Appa tirimu pun hanya akan memberi sebagian kecil dari cho corp karena dia sudah memiliki kehidupan yang nyaman dari choi corp. Dan kau, kau bisa mendapatkan yeoja itu dan sebagian besar cho corp. Appa tirimu di bawah kendaliku, kris. Aku bisa membuatnya menyukai yeoja itu untukmu dan membenci yeoja itu jika dia bersama kyuhyun. Bagaimana? Kau tertarik?”
Aku terdiam sejenak
“Mianhae eomma. Tapi aku tidak akan memisahkan mereka.”
“Waeyo?”
“Karena mereka saling mencintai dan–”
“Itu teori yang sama, yang dimiliki oleh eomma kyuhyun. Tapi akhirnya? Dia tersakiti, kris. Dan aku tidak mau posisimu sama dengannya.”
“Aku bukan dia, eomma. Aku tidak akan mengkhianati sahabatku. Jika aku memang mencintai yeoja itu, maka aku akan membuktikannya dengan merelakannya untuk kyuhyun. Kuharap eomma mengerti dan membantuku. Posisi mereka sama dengan posisi eomma dan appa tiriku bukan?”
“Ani, Kris. ini berbeda. Kyuhyun bukan appanya, dan dia akan berjuang untuk yeoja itu. Alhasil, kau hanya akan menyakiti mereka dengan membiarkan mereka bersama. Seperti Romeo dan Juliet.”
“Aku tidak akan mengikuti rencana eomma kali ini.”
“Baiklah. Aku akan bergerak sendiri demimu, Kris.”

——————————————–

~Sooyoung POV~
“Hana dul set! Kimchi!”
Aku berlari ke arah Kris dan melihat hasil fotonya
“Ah..johayo. Gomawo Kris!”
“Ne.”
Hari ini adalah hari kelulusanku. Akhirnya aku terbebas dari laptop dan lain-lainnya. Masa profesional dimulai
“Sooyoungssi, Kim sonsaengnim memanggilmu.”
“Ah. Ne. Sebentar ya, oppa, Kris.”
“Ne.”
Aku berjalan ke arah ruang Kim sonsaengnim. Saat aku membuka pintunya, kulihat seorang namsong di sana. Aku terpaku melihatnya
“Youngie..”
“Untuk apa lagi Anda datang ke sini?” tanyaku dengan bahasa seformal mungkin
“Aku..hanya ingin menyelamatimu. Chukkhae, nilaimu sangat memuaskan.”
“Gamsahamnida. Hanya itu yang ingin Anda katakan?”
“Ah itu…”
“Permisi.”
“Chamkanmanyo. Aku ingin menawarimu kerjasama.”
“Kerjasama?”
“Ne. Di salah satu dept storeku. Sebagai manager.”
“Terima kasih atas tawaran Anda. Tetapi saya memohon maaf karena saya tidak akan bekerja di salah satu perusahaan Anda. Annyeonghigaseyo.”
Aku menutup pintu itu dan pergi. Eomma, apa aku membuat kesalahan?
“Sooyoungssi!”
Baik suara seorang yeoja. Dan kuharap bukan roh halus. Aku berbalik. Kulihat sosok yeosong yang kukenal berdiri di sana. Eomma tiri kyuhyun
“Annyeonghaseyo, ahjumma.”
“Ne, annyeonghaseyo. Chukkhamnida atas kelulusanmu.”
“Gamsahamnida.”
“Maksud kedatanganku ke sini..karena aku juga ingin menawari sebuah pekerjaan untukmu sebagai sekretaris di salah satu hotel milik cho corp.”
“N..ne?”
“Aku tidak bisa menaruhmu di posisi yang terlalu tinggi karena kau fresh graduate. Tapi..jika recordmu bagus, aku bisa menaikkan jabatanmu. Bagaimana? Kau tertarik?”
“Ne. Gamsahamnida.”
“Kau bisa mulai bekerja besok. Dan kumohon, jangan beritahu kyuhyun. Dia pasti akan menyalahartikan kebaikanku. Padahal, aku menerimamu bekerja karena kau sangat berpotensi. kau mengerti maksudku kan, sooyoungssi?”
“Ne, ahjumma. Gamsahamnida.”

————————————-

~Kris POV~
“Kau terlihat gagah dengan seragam ini,” ujar eomma sambil memasangkan dasiku.
“Gomawo eomma. Annyeong.”
Aku berjalan keluar dari kamarku. Langsung ke mobilku. Eomma melarangku naik motor karena kurang wibawa katanya. Kulihat kyuhyun juga akan masuk ke mobilnya
“good luck,” ujarnya
“Ne, good luck.”
Aku masuk ke mobilku dan menyetir ke The Pasific. Hari pertamaku bekerja dimulai. Seoul tidak pernah terlihat seindah ini. Setelah sampai, aku turun dari mobilku dan berjalan menuju ke ruanganku. General Manager. Kulihat para karyawan sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sepertinya pekerjaan ini akan menjadi menyenangkan. Saat aku memasuki ruanganku, kulihat sosok yeoja yang kukenal berdiri di sana
“Annyeonghaseyo sajangnim.”
“Sooyoungie..”
“Mulai hari ini, sekretaris choi akan membantu anda. Mohon perhatiannya.”
“Kau..bagaimana bisa?”
Dia tersenyum dan memberi tanda ‘peace’
“Kau tahu, tadinya aku sangat takut. Kukira atasanku adalah namsong yang galak. Ternyata kris.”
Aku masih tercengang melihatnya dalam balutan seragam seorang sekretaris. Jas, rok sepan, high heels dengan rambut wavy panjang yang terurai.
“Ah, sudah jam 10. Sebentar lagi meeting dimulai.”
“Arra…”

————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku membawa berkas dan memasuki ruang meeting. Aku duduk di sebelah kris. Ruangan ini sudah ramai. Banyak orang penting disini. Klik. lampu dimatikan. Saat aku menoleh ke proyektor, kulihat seorang ‘yeoja’ berdiri di samping orang yang mempresentasikan laporannya. Aku langsung memalingkan wajah ke kertasku dan menyalakan tape recorder. Mencatat penjelasannya. Benar-benar payah. Berada di samping Cho Kyuhyun selama masa kuliah tanpa melihat ‘mereka’ membuatku tidak terbiasa. Tanganku mengeluarkan keringat dingin. Bulu kudukku merinding. Kulihat tangan ‘yeoja’ itu berada di sampingku sekarang. Tangannya hancur dan menakutkan. Aku pura-pura tidak melihatnya. tetap menulis meski tanganku gemetaran. Aku bisa merasakan kepalanya berada di sebelah kananku. Jebal..pergilah. Jangan menghancurkan hari pertamaku. Aku memejamkan mataku sambil tetap menulis. ‘Yeoja’ itu bergerak mundur. Aku menghela nafas lega. Setelah presentasi selesai, lampu dinyalakan. Orang-orang mulai keluar dari ruangan. Kurasakan kris menepuk bahuku
“Kaja,” ujarnya
“Ne.”
Saat aku berdiri, kulihat yeoja itu berdiri di belakang kris. Wajahnya biru dan matanya sangat mengerikan
“KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!”

~Kris POV~
“KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!”
Dia memelukku. Aku hanya diam. Jantungku berdetak keras. Tubuhnya gemetaran. Kudengar dia terisak
“Jebal..berhentilah menggangguku.”
“Sooyoungie?”
“Kris..jebal..kita harus keluar dari sini..”
Aku merangkulnya dan membawanya ke ruanganku. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Saat kami sampai, kulihat dia membuka matanya perlahan. Dia melepaskan pelukannya dan membungkuk
“Mianhamnida..”
“Kau kenapa? Di sana tidak ada serangga atau apapun yang mengerikan.”
Dia hanya diam dan menggigit bibir bawahnya
“Aku..bisa memberi alasan.”
“Ne?”
“Kris…sejujurnya…”
Aku memperhatikannya dengan seksama
“Aku bisa melihat ‘mereka’.”
“Mereka? Nuguya?”
Dia menunjuk ke arah gedung seberang
“Di sana, pernah ada yeoja yang bunuh diri dengan terjun dari lantai 10.”
Aku terdiam mendengarnya
“Di lobby hotel, ada seorang pegawai yang meninggal karena serangan jantung.”
Bahkan..hal itu dirahasiakan oleh hotel ini. bagaimana bisa dia…
“Pegawai itu seorang namsong berusia 40 tahun. Dia mengalami serangan jantung karena dipecat setelah mencuri uang salah satu pelanggan hotel ini.”
“maksudmu..kau bisa melihat ‘roh’ ?”
Dia mengangguk
“Mianhamnida aku memelukmu..aku refleks. Karena biasanya..jika aku memeluk kyuhyun..mereka menghilang.”
“Lalu kenapa kau masih ketakutan setelah memelukku?”
“Karena mereka tidak hilang.”
Aku mengusap kepalaku. Pusing memikirkannya
“Kenapa aku tidak pernah tahu?”
“Aku..takut kau kaget.”
“Bagaimana dengan kyuhyun?”
“Dia tahu. Makanya dia selalu berada di sampingku. Dan..selama masa kuliah, aku tidak melihat mereka lagi. Makanya..aku ketakutan saat melihat mereka lagi disini.”
Aku duduk di kursiku. Kyuhyun. Jadi karena itu dia sangat spesial di matamu?

———————————————————-

~Kyuhyun POV~
“Sepuluh dokumen ini harus diselesaikan pukul 8 malam,” ujar sekretaris Kim
“Algesseumnida. Taruh saja di mejaku.”
“Ne, Tuan Muda. Permisi.”
Aku menyandarkan punggungku ke kursi. Benar-benar masa orientasi. Dengan ini aku harus mengecek 30 dokumen. Jam menunjukkan pukul 4 sore. Aku menengok ke arah bingkai foto kami berdua
“Chagi. Kurasa ini akan menjadi hari yang panjang.”

~Yoona POV~
Aku berkunjung ke The Pasific Hotel untuk melihat yeoja itu. Kulihat dia sedang mengatur di Front Office
“Annyeong sooyoungssi.”
Dia menoleh ke arahku. Tersenyum kecil
“Annyeong yoonassi.”
“Kau bekerja disini?”
“Ne.”
Aku melihat ke arah jarinya. Ada sebuah cincin
“Cincin yang manis. Dimana kau membelinya?”
“Ani..ini dari kyuhyun.”
Aku menggerutu dalam hati. Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan disini?”
“Ah..aku ingin mencicipi makanan di restoran milik hotel ini. Annyeong.”

———————————————–

~Sooyoung POV~
Aku sedang berada di lobby hotel.  Kris menyuruhku meminta data dari front office. Tiba-tiba kudengar keributan dari pintu masuk
“Ppali juseyo!!”
Beberapa orang petugas menggendong seorang yeoja ke ambulans. Para petugas hotel melihatnya dengan cemas
“Ada apa?” tanyaku
“Yeoja itu tenggelam di kolam renang.”
“Sudah kedua kalinya dalam bulan ini.”
“Kedua kali?”
“Ne. Sebelumnya ada seorang namja.”
Aku berpikir sejenak. Ada yang tidak beres di sini.

~Kyuhyun POV~
The Pasific. Itulah lokasiku sekarang. Ada beberapa hal yang harus kuurus di sana berkaitan dengan perubahan struktur kepemimpinan. Aku masuk ke ruangan Kris Kulihat dia sedang mengecek dokumen
“Annyeonghaseyo sajangnim.”
Dia menoleh ke arahku dan tersenyum
“Annyeonghaseyo! Duduklah, kyu.”
Dia memberiku sebuah map
“Itu adalah struktur yang baru.”
Aku membuka datanya. Seketika aku terdiam melihat nama seseorang
“Choi Sooyoung..”
“Ah, dia pergi ke kolam renang. Katanya ada yang harus dia urus mengenai keselematan pengunjung.”
Aku hanya diam. Kenapa…dia tidak memberitahuku kalau dia bekerja disini?
“Memangnya…apa yang terjadi sampai dia harus mengurus masalah itu?”
“Bulan ini..ada dua orang yang tenggelam di sana.”
“Ne?”

~Sooyoung POV~
Aku memandang ke sekitar kolam renang. Tidak ada siapa-siapa. Aku mencoba melihat ke kamar bilas dan taman. Tidak ada siapapun juga. Ini aneh. Pasti ada yang tidak beres disini. Saat aku menoleh ke arah seaside cafe, kulihat seorang ‘yeoja’ di sana. Aku berjalan perlahan ke arahnya
“Jogiyo..”
Aku memejamkan mataku saat melihatnya menoleh
“Mianhamnida..tapi..saya harus mengatakan hal ini.. anda tidak bisa mencelakakan orang lain”
Dia hanya diam
“Kenapa…anda disini?”
“Mereka membunuhku.”
“N..ne?”
“Saat aku memergokinya bersama yeoja itu. Mereka membunuhku di kamar bilas. Mereka menaruh mayatku di bagasi mobilnya.”
“Yeo..yeoja?”
“Yang tadi pagi tenggelam dan kemarin.”
Aku hanya diam. Tiba-tiba yeoja itu menghilang
“Apa yang kau lakukan disini?” aku mengenali suara itu
“Oppa..”

——————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku menginjak rem setelah sampai di rumahnya. Kulihat dia hanya diam
“Kau harus ingat. Aku tidak ada di sana bersamamu. jadi berpura-puralah tidak melihat mereka. Jangan libatkan dirimu dalam urusan mereka. Mereka bisa menempatkanmu dalam bahaya. Arrachi?”
Dia mengangguk. Aku menghela nafas kecil
“Kau tahu kan, aku mengkhawatirkanmu.”
“Ne.”
“Bogoshipo.”
Dia hanya diam dan melihatku
“Do bogoshipoyo.”
“Aku akan menjemputmu besok.”
“Arra.”

————————————-

~Sooyoung POV~
Aku berada di kolam renang itu sekarang. Mencari yeoja kemarin. Mianhae oppa. Tapi aku tidak bisa mengabaikan perkataannya. Aku masuk ke kamar bilas. Mencari jejak bukti. Kulihat ada bekas noda darah yang tidak hilang
“Jogiyo,” kurasakan seseorang menepuk bahuku
“Ah..annyeonghaseyo agassi.”
“Apa yang..anda lakukan disini, nona?” tanyanya
“Ah. Ani. Aku hanya penasaran kenapa..ada bekas darah di sana. Annyeonghaseyo.”
Aku langsung pergi dari sana. Saat aku keluar, kulihat yeoja itu ada di sana
“Ikuti aku.”
~Kyuhyun POV~
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Perasaanku tidak tenang. Aku sedang berada di perjalanan ke The Pasific Hotel. Aku takut dia melanggar perkataanku. Saat aku sampai ke sana, aku masuk ke dalam hotel. Kulihat seorang bellboy berdiri di sana
“Annyeonghaseyo, Tuan Muda.”
“Annyeonghaseyo. Apa kau melihat Sekretaris Choi?”
“Sekretaris Choi…tadi keluar. Sepertinya ke parkiran.”
“Parkiran?”
Dia mengangguk. Apa dia menungguku di sana? Ada yang aneh.

~Sooyoung POV~
Yeoja itu menunjuk sebuah mobil
“Ka…kau disini?”
Dia mengangguk. Aku melihat ke sekitar. Tidak ada orang. Kurasakan bahuku ditepuk seseorang
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya yeoja yang kutemui di kamar bilas tadi
“Dia orangnya.”
“Aku…tidak. Aku hanya melihat kesini. Permisi.”
Aku berjalan menjauh. Tiba-tiba seorang namja menghalangiku
“Rupanya kau tahu sesuatu tentang kejadian itu.”
“Kalian pembunuh! Padahal dia adalah sahabat kalian! Dia akan selalu mengawasi kalian!”
Namja itu mengeluarkan sebuah pisau. Baik. Aku ketakutan sekarang
“Aku tidak akan membiarkan siapapun menangkapku.”
“TOL–Hmphh..”
Namja itu menutup mulutku. Yeoja itu akan menusukku. Aku berusaha memberontak. Tuhan..tolong..aku. Aku memejamkan mataku sebelum kurasakan seseorang memelukku
“Argh..”
“Gawat! Cepat pergi!”
Aku membuka mataku perlahan.
“OPPA!!!!”
“Syukurlah..kau..baik-baik..saja.”
“OPPAAA!!! TOLONG!!!!”

———————————–

~Kris POV~
Aku duduk di sampingnya. Dia tidak berhenti menangis daritadi
“Ini semua salahku.”
“Ani. Ini kecelakaan. Polisi sedang mencari orang itu. Mereka pasti tertangkap sebentar lagi.”
Aku menepuk bahunya perlahan. Kulihat dia berdiri dan berjalan menjauh

~Sooyoung POV~
Aku terduduk lemas di lantai rumah sakit. Tuhan..kumohon selamatkan dia. Aku tidak bisa membiarkan meninggal karenaku. Kurasakan seseorang mengusap kepalaku. Saat aku menengadahm kulihat kyuhyun di sana. tersenyum
“Kau terlihat jelek jika menangis”
“Oppa…”
“Sekarang aku mengerti..kenapa mereka mendatangimu. Kau terlihat seperti malaikat.”
“Andwae oppa…kau tidak boleh pergi..”
“Chagi…setelah ini aku tidak bisa menjagamu. Jadi jangan bahayakan dirimu lagi di situasi seperti itu. Arra?”
“Oppa…”
“Saranghae..”
Perlahan bayangannya memudar
“OPPAAA!!”
Aku mencoba melihat ke sekitar. Aku tidak menemukannya. Aku menoleh ke kanan. Eommanya di sana.
“Ahjumma, kumohon katakan padaku bagaimana cara mengembalikannya…”
Dia menggeleng
“Sooyoungssi…terima kasih karena kau membuatnya memaafkan appanya dan menerima kris sebagai kakak tirinya. Karena…aku tidak merasa terbebani lagi.”
“Terbebani?”
Terima kasih, sooyoungssi…annyeonghigyeseyo.”
Perlahan bayangannya memudar. Aku kembali ke ruangan itu. Kulihat mereka membawa kyuhyun ke luar
“Kyu…”
“Operasinya berhasil,”ujar kris
“Dia..selamat?”
Kris mengangguk
“Tinggal menunggu dia sadar.”
Aku terduduk lemas. Ini aneh.. kenapa aku bisa melihatnya di saat…operasinya baik-baik saja?
“Aku…pergi dulu,” ujar kris
Aku masih duduk lemas di kursi. Kulihat seorang yeosong duduk di sebelahku
“Agassi, kau…bisa melihat mereka?”
Aku menoleh ke sana. Kulihat yeosong itu tersenyum padaku
“Nuguseyo?”
“Aku adalah Madam Joo. Aku bisa membantumu untuk mengembalikannya.”
“N….ne?”
“Dia pergi karena dia merasa..tugasnya selesai. Aku bisa memanggilnya jika kau mau. Tapi tentunya ada sebuah penukaran.”
“Penukaran…?”
“Dia tidak akan mengingatmu. Dan kau harus membantuku menyelesaikan sebuah masalah. Bagaimana? Kau tertarik?”
Aku terdiam sejenak. Melupakanku?
“Jangan berpikir terlalu lama. Bisa-bisa..namjachingumu pergi dan tidak akan kembali jika kau terlambat.”
Tidak…aku tidak bisa berpikir lebih lama. Ini deminya..
“Arra. Aku menyetujuinya.”
“Pilihan yang bijaksana. Apa ada benda yang bisa dia kenali? Benda yang mengandung kenangan..yang sangat berharga.”
Aku melihat ke arah cincinku
“Ini.”
Dia mengambilnya dan memejamkan mata
“Siapa nama namjamu?”
“Cho Kyuhyun.”
“Cho Kyuhyunssi…eodiga…”

——————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku membuka mataku. Tempat yang sangat terang. Kulihat eomma berdiri di sana. Dia menyodorkan tangannya padaku
“Eomma…”
“Bogoshipo..”
“Do bogoshipoyo.”
“Kaja, kyu ah. Kita pergi dari sini.”
Aku hanya diam. Kakiku terasa kaku.
“Kyu ah?”
“Ne eomma…”
“Kyuhyun ssi.”
Kudengar seseorang memanggilku. Aku menoleh ke belakang. Kulihat sebuah benda bercahaya ada di tanganku. Seperti cincin
“Kembalilah..”
Aku menoleh ke depan. Semuanya memudar. Setelah itu..gelap. Aku membuka mataku perlahan. Sinarnya sangat menyilaukan.
“Kyu? Kyu?”
Aku menoleh ke samping. Kris di sana
“Sebentar. Aku akan memanggilkan euisa.”
Aku melihatnya dengan bingung. Sejak kapan namja itu peduli padaku?

~Sooyoung POV~
Aku berlari ke ruang inapnya. Kulihat kris di sana
“Dia sudah sadar.”
Aku menghela nafas lega
“Apa kau mau masuk dan melihatnya?”
“Dia akan melupakanmu. Jika kau mengatakan sesuatu, kau akan menyakitinya. Ingat janjimu.”
“Ani..aku…akan melihatnya nanti.”
“Arra.”
Setelah kris menjauh, aku melihatnya dari jendela. Oppa…saranghae

——————————————

~Yoona POV~
Aku masuk ke dalam kamar inap itu dan membawa sebuah buket bunga. Kulihat dia sudah sadar
“Annyeong oppa.”
Dia melihatku dengan bingung
“Nuguseyo?”
Aku tersenyum kecut sambil duduk di sampingnya. Kulihat dia memperhatikan cincin di jariku
“Cincin itu….rasanya aku pernah melihatnya.”
“Ah…kau tidak ingat…kau pernah memberikannya pada seseorang.”
“Seseorang?”
“Kau ingat choi sooyoung?”
“Choi Sooyoung? Siapa yeoja itu?”
“Kau benar-benar tidak mengingatnya?”
Dia menggeleng
“Kepalaku pusing.”
“Apa hal terakhir yang kau ingat?”
“Aku menghadiri pernikahan appaku dan eomma tiriku..lalu…apa aku mengalami kecelakaan?”
Aku terdiam sejenak. Itu….sudah bertahun-tahun yang lalu.
“Kau ingat..siapa namamu dan umurmu?”
“pertanyaan bodoh. namaku Cho Kyuhyun dan umurku 22 tahun.”
Aku terdiam mendengarnya. “Apa pekerjaanmu?”
“Wakil presidr cho corp.”
Aku tersenyum kecil. Jadi…dia melupakan yeoja itu?
“Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau siapa?”
“Aku adalah tunanganmu. Choi Yoona.”
“Tunangan?”
“Ne. Cincin ini..kau yang memberikannya padaku.”
Dia menatapku dengan bingung
“Mungkin kau belum ingat. Tapi aku akan menunggumu.”

—————————————-

~Sooyoung POV~
Aku berada di sebuah rumah megah sekarang. Madam Joo membawaku ke sana.
“Annyeonghaseyo,” ujar pemilik rumah itu
Aku membungkuk bersamanya
“Aku sudah punya solusi atas masalahmu, Nyonya,” ujar Madam Joo
“Jadi ini gadis itu?”
Dia mengangguk
“Kumohon…bicaralah dengan cucuku dan tanyakan padanya…siapa yeoja yang dia inginkan untuk menjadi pendampingnya?”
“Arra….ahjumma.”
Aku berjalan memasuki ruangan itu. Menarik nafas dalam
“Jogiyo…”
Namja itu berbalik ke arahku
“Aku..kesini ingin membantumu.”

~Kris POV~
Aku memasuki kamar inap kyuhyun. Kulihat yoona di sana dan menyuapinya
“Yaa! Choi Yoona! Apa yang kau lakukan?!”
“Aku menyuapinya. Apa itu salah?” tanya yoona
“Jelas-jelas itu salah! Cepat pergi dari kamar ini!” ujarku
“Yaa! Kris! Apa masalahmu? Kenapa kau menyuruhnya pergi?! Kau pikir kau siapa hah?” ujar kyuhyun
“M..mwo?”
“Dia tunanganku dan kau tidak punya hak untuk mengusirnya!” ujar kyuhyun
“Tunangan? Kau gila hah! Tunanganmu bukan dia! Tapi–”
“Apa yang kau tahu tentangku hah! Jelas-jelas kau dan eommamu bersekutu untuk menyingkirkanku,” ujarnya
“Kyu ah! Kau gila hah!”
“Kris, jangan paksa dia mengingat apapun,” ujar yoona
“Kyu! Kau tidak ingat pada sooyoungie dan aku?” tanyaku
“Sooyoungie? Siapa dia?Aku tidak mengenalnya. Jangan mengatakan hal yang membuatku pusing! Cepat keluar dari ruanganku!”
“Ini gila.”
Aku membanting pintu dan pergi. Aku harus mencari choi sooyoung untuk menyadarkan namja itu

————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku berada di rumah sakit itu sekarang. Mencari suster bernama Luna sekarang.

Flashback
“Halemonimu..merasa sedih karena kau meninggal sendirian..”
Dia hanya diam
“Kau..kenapa kau menolak semua yeoja yang akan dijodohkan denganmu?”
“Aku…menyukai seorang yeoja.”
“Ne?”
Flashback End

“Luna ssi, sudah waktu istirahat,” lamunanku terbuyar saat mendengar nama itu
“Ah, ne. Gomawo.”
Aku cepat-cepat mengejar suster itu
“Luna ssi!”
Dia menghentikan langkahknya dan menghadapku
“Ada apa?” tanyanya
“Aku…butuh bantuanmu.”
“Apa yang bisa kubantu?”
“Mengenai Onew.”
Dia hanya diam
“Kalau soal dia, maaf. Aku tidak bisa bertemu dengannya atau–”
“Dia sudah meninggal.”
Bruk. Papan jalannya terjatuh dari tangannya
“Jangan bercanda.”
“Aku serius, Luna ssi. Dan dia meninggalkanmu saat kencan..bukan karena dia membencimu. Tapi penyakit jantungnya kambuh dan…dia meninggal sebelum mengatakan padamu kalau dia…mencintaimu.”
“O…new..bilang begitu?”
Aku mengangguk
“Dan dia..ingin menujukkan sesuatu padamu.”

~Kris POV~
“Choi Sooyoung izin hari ini.”
“Izin?”
“Ne. Katanya ada keperluan penting yang mendesak.”
Aku berpikir sejenak. Keperluan…apa..

~Sooyoung POV~
Aku berada di kamar itu bersama Luna , Madam Joo, dan halmeoni itu. Kulihat yeoja itu terduduk lemas saat melihat panggung kertas itu
“Dia..menyelesaikan panggung kertas itu…sehari sebelum dia meninggal,” ujar halmeoni
“Onew…. Babo. Padahal dia bilang panggung kertas pasti terlihat jelek.”
“Dia tidak ingin hidup sebagai kenangan yang menyakitkan untukmu,” ujarku
Luna mengusap air matanya. Kulihat Onew tersenyum dan mengusap wajahnya
“Dia..ada disini?” tanya Luna
Aku mengangguk
“Onew… aku…mianhae…aku menuduhmu tanpa tahu apapun dan…nado saranghae.”
Kulihat onew mengecup dahinya perlahan dan…menghilang.. Aku menghela nafas kecil melihatnya menangis. Aku memegang cincinku perlahan. Kyu..aku merindukanmu..sekarang.

~Kyuhyun POV~
Kris datang ke kamarku dengan sebuah kotak. Aku menatapnya dengan bingung. Kulihat dia menaruhnya di depanku
“Kau bisa melihat isinya dan menyadari apa yang kau lupakan selama ini.”
“Terima kasih. Tapi aku tidak tertarik.”
Dia mengeluarkan isinya tanpa meminta izin
“Ini adalah foto kita bertiga.”
Aku melihat foto itu. Di sana memang ada aku, kris, dan seorang yeoja. Aku menaruh foto itu ke kotaknya
“Kau berniat memanipulasi otakku?”
“Aku tidak percaya. Kau benar-benar sudah gila, kyu. Bisa-bisanya kau mempercayai choi yoona di saat aku–”
“Aku sangat mengantuk. Jadi sebaiknya kau keluar dan mengurusi urusanmu.”
“Arra. Jika itu maumu.”

~Sooyoung POV~
“Terima kasih atas bantuanmu,” ujar Madam Joo
Aku tersenyum kecil “ne.”
“Kuharap….namjachingumu..mengingatmu. Meski sedikit,” ujarnya
“Kuharap juga begitu.”
“Kau tahu..ketulusan bisa mengalahkan apapun.”
“Semoga saja..Madam Joo.”

————————————–

~Kris POV~
“Tolong siapkan dekorasi untuk musim gugur. Kurasa pohonnya akan terlihat manis bila ditaruh di sana dan–”
Aku menghela nafas melihatnya sibuk dengan pekerjaannya. Aku menepuk bahunya perlahan
“Annyeonghaseyo sajangnim.”
“Kau tidak menjenguk kyuhyun?”
Dia hanya tersenyum dan menggeleng
“Waeyo?”
“Dia tidak mengingatku kan?”
“Darimana..kau…”
“Kris, banyak hal yang harus kita siapkan untuk musim gugur. Ada banyak berkas yang harus kau tangani di ruanganmu. Hwaiting!” ujarnya lalu pergi
Aku mengikutinya dari belakang. Kulihat dia bersandar di tembok. Menghapus air matanya dengan cepat. Kenapa kau harus berpura-pura seolah kau kuat..di saat kau sangat lemah?

——————————————

~Kyuhyun POV~
“Dekorasi ini didesain khusus untuk musim gugur.”
“Aku menyukainya.”
Baru kemarin aku pulang dari rumah sakit, tugasku sudah menumpuk. Hari ini, aku harus mengurus proyek di hotel milik cho corp.
“Siapa yang mendesainnya?” tanyaku
“Ah..Sekretaris Choi yang mendesainnya.”
“Sekretaris Choi?”
“Ne. Yeoja yang berdiri di sana.”
Aku melihat yeoja itu. Yeoja tinggi berambut wavy panjang. Kenapa aku belum pernah melihatnya?

~Sooyoung POV~
“Gamsahamnida.”
Saat aku berbalik, kulihat seorang ‘namja’ berdiri di depanku. Dia adalah pegawai itu
“Ajjeosi. Mianhamnida. Tapi aku sedang bekerja. Aku tidak bisa menemanimu mengobrol.”
Dia berpindah ke sampingku
“Kumohon ajjeosi,” bisikku pelan
Aku berjalan dengan cepat. Dia masih mengikutiku. Tiba-tiba dia pindah ke depanku dengan menampakkan wajah yang menyeramkan.
“Ajjeo..”
Sret. Tiba-tiba dia menghilang. Kurasakan seseorang memegang bahuku. Aku menoleh ke belakang. Kulihat kyuhyun di sana.
“Annyeonghaseyo sajangnim.”
“Jadi kau..yang mendesain lobby itu?”
Aku mengangguk “ne.”
“Aku menyukainya. Pertahankan pekerjaanmu.”
“Gamsahamnida sajangnim.”
“Namamu….sooyoungssi?”
Aku terdiam mendengarnya. Tuhan. Sekarang aku mengerti bagaimana berharganya seseorang mengingat namamu
“Apa aku salah?” tanyanya
“Ah. Ani. Joneun Choi Sooyoung imnida.”
“Choi Sooyoung?”
“Ne.”
“Sooyoungie!” panggil kris dari ujung lorong
“Permisi,” ujarku padanya

~Kris POV~
Aku terdiam melihat kyuhyun mengobrol dengannya. Tidak. Aku tidak akan membiarkan kyuhyun menyakitimu lebih dalam
“Sooyoungie!” panggilku
Kulihat dia menoleh dan pamit pada Kyuhyun. Mianhamnida kyu. Tapi aku tidak bisa melihatnya terluka..saat kau ada di depannya tapi tidak mengenalinya

~Kyuhyun POV~
Aku menatap yeoja itu menjauh. Sebuah benda di tangannya menarik perhatianku. Cincin. Entah kenapa aku merasa…cincin itu mirip dengan cincin yoona. Atau hanya perasaanku saja?

—————————————-

~Yoona POV~
Aku sedang makan malam bersamanya. Kulihat dia makan dengan sangat lambat. Seperti memikirkan sesuatu
“Yoona.”
“Ne?”
“Bisakah kau bercerita padaku..bagaimana hubungan kita..sebelum aku mengalami kecelakaan?”
Aku terdiam sejenak. Baik. Aku harus mengarang disini. Berpikirlah yoona
“Bagaimana kita bertemu?” tanyanya
“Kita berasal dari sekolah yang sama. Kau seniorku. Aku masuk ke tim cheers dan kau di tim basket. Karena sering bertemu dan mengobrol..akhirnya kita jadian. Setelah itu kita pergi ke banyak tempat. Nami, Amusement Park, dan–”
“Kau punya foto-fotonya?”
“Foto? Ah…kita tidak pernah mengambil foto karena kau bilang itu useless.”
“Jinjja? Aku bilang begitu?”
“Ne.”
“Kapan aku memberimu cincin itu?”
“Saat kita dinner.”
“Dinner?”
“Ne.”
“Tapi kenapa yang kuingat..aku memberikan cincin itu…pada suatu siang?”
“Ah..mungkin kau belum ingat oppa. Tapi aku akan menunggumu.”

~Kris POV~
Aku berada di ruanganku sambil mengurus berkas bersamanya. Kami harus lembur karena proyek ini. Aku terus memperhatikannya yang menulis dengan serius
“Youngie.”
“Ne?”
“Kau masih mencintainya?”
Dia hanya diam
“Dia mengalami kecelakaan karenaku. Dan kalau sekarang dia melupakanku..bukankah itu impas?”
Aku menghela nafas kecil. Krek. Kudengar pintu ruanganku terkunci dan tlik. lampunya mati.  Aku menggedor pintunya
“Kami masih ada di dalam!!”
Tidak ada yang menjawab. Aku mencoba menghubungi front office. Teleponnya mati dan cellphoneku tidak ada sinyal
“Apa cellphonemu ada sinyal?”
“Eobseoyo…eottokhe?”
“Mau tidak mau…kita harus menginap disini.”
Dia hanya diam. Aku melanjutkan berkasku. Sesekali menengok ke arahnya.
“Hoaam..” dia menguap
“Tidurlah di sofa. Aku akan menyelesaikan dokumen ini.”
“Tapi..”
“Sudahlah. Daripada kau sakit.”
“Gomawo.”
“Ne.”
Aku meneruskan dokumenku. Setelah semuanya selesai, aku membuka jasku dan menyelimutinya. Tiba-tiba kurasakan dia menahan tanganku
“Kajima…”
Deg. Aku berlutut di depannya. Mengusap wajahnya perlahan. Dia mengeluarkan keringat dingin. Agak demam
“Kajima..kyu..”
Seketika aku terdiam mendengar nama itu. Tidak kris. Dia tidak memintamu tetap tinggal. Dia meminta kyuhyun untuk tetap tinggal
“Tidak bisakah aku yang menggantikannya…youngie?”

—————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku berada di The Pasific sekarang. Bersama yoona, eommanya, appaku, eomma tiriku, dan kris.  Sejujurnya aku tidak mengerti maksud pertemuan ini. Tapi aku hanya mengikutinya saja
“Mianhamnida appa yoona tidak bisa datang. Ada proyek yang harus dia urus.”
“Gwaenchanhayo.”
“Permisi, hidangan utamanya.”
Aku menoleh ke sumber suara itu. Kulihat yeoja itu di sana. Choi Sooyoung
“Hotel ini indah. Kurasa sebaiknya pernikahannya dilangsungkan disini,” ujar eomma yoona
“Pernikahan?” tanyaku
“Kau belum memberi tahu putramu?”
“Ne. Biar menjadi kejutan,” ujar appaku
Aku menatap yoona. Kulihat dia tersenyum
“Kami sudah memutuskan akan menggelar pesta pernikahanmu dan yoona tiga bulan lagi.”
“Mwo?”
PRANG! Sebuah gelas wine terjatuh dari atas meja
“Yaa! Dimana matamu?” tanya yoona
“Joesonghamnida.”
aku melihat yeoja itu. Entah kenapa perasaanku terasa kacau.
“Ah..” kudengar dia merintih
Kris berdiri dari kursinya
“Jarimu berdarah. Tinggalkan saja belingnya. Biar pelayan yang membersihkannya.”
“Ne.”
“Aku..permisi,” ujar kris lalu pergi bersama yeoja itu
Aku mengamati mereka. Ini aneh. Kenapa perasaanku terasa terganggu? Kenapa aku merasa kesal melihat kris menolong yeoja itu?
“Kyu?” yoona membuyarkan lamunanku
“Ah..ne. Apa tidak terlalu cepat?”
“Yoona akan lulus bulan depan. Dan kau sudah bekerja. Kurasa tidak masalah,” ujar eomma yoona
“Kita sudah lama menjalin hubungan. Bahkan bertunangan. Bukankah sebaiknya pernikahan ini dipercepat?” tanya yoona
“Arra.”

————————————————–

~Kris POV~
“Kau benar-benar ceroboh. Lihat lukanya sangat dalam.”
Aku meneteskan obat itu ke lukanya. Dia hanya diam. Perlahan setetes demi setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya
“Padahal aku yang sudah memutuskan..sudah seharusnya aku siap dengan resikonya.”
“Aku akan berusaha menggagalkan pernikahan itu. Kau tenang saja.”
“Ani, kris.”
“Yaa! Apa ini choi sooyoung yang kukenal hah! Kyuhyun hanya dimanfaatkan karena amnesia!” ujarku
“Kris. Yoona memang yeoja yang cocok untuknya. Mereka dari kalangan yang sama dan–”
“Kenapa kau jadi selemah ini? Kau yang mengatakan padaku tentang perjuangan. Kau sendiri?”
Dia tidak mengatakan apapun dan malah menangis dalam diam. Aku memeluknya perlahan
“Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang.”
“Kris….”
Aku mengusap kepalanya perlahan. Aku tidak akan membiarkanmu terluka lebih lama, youngie. Aku berjanji.

————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku berada di kamarku sekarang. Memandang ke langit-langit. Ini aneh. Kenapa perasaanku terasa sesak? Bukankah yoona tunanganku? Seharusnya aku bahagia. Aku membuka laciku. Kulihat sebuah foto di sana. Polaroid. Fotoku dan yeoja bernama choi sooyoung itu. Kami memakai toga. Aku membalik polaroid itu. Kulihat tulisannya : Graduation day. Good luck chagi!
Aku terdiam membacanya. Chagi? Choi Sooyoung? Aku memandangi foto itu. Kris bilang choi sooyoung adalah yeoja yang berharga bagiku. Dan yoona..menanyakan nama itu padaku saat aku bertemu dengannya di rumah sakit. Ada yang tidak beres disini.

~Kris POV~
“Apa maksud eomma dengan menjodohkan mereka?” tanyaku
“Mereka saling mencintai,” ujar eomma dengan santainya
“Eomma. Eomma tahu kan yeoja itu hanya memanfaatkan kyuhyun yang amnesia? Kenapa eomma menyetujuinya?”
“Kris. Aku melakukan ini semua juga demimu. Dengan ini kau–”
“Lebih baik aku terluka melihat mereka menikah daripada melihat yeoja yang kucintai menangis karenanya.”
“Kau benar-benar sudah buta, kris.”

————————————————

~Sooyoung POV~
“Tolong atur penyambutan untuk para tamu. Jangan lupa untuk mengingatkan penjahit seragam karyawan untuk menyelesaikan seragam musim gugur secepatnya.”
“Ne, agassi.”
Aku  berjalan menjauh dari sana. Kulihat namsong itu masih berdiri di depanku
“Aku tidak bisa menolongmu ajjeosi. Aku sudah berjanji pada kyuhyun,” ujarku lalu pergi.
Dia masih belum menyerah dan mengikutiku.
“Sooyoungssi!”
Aku terdiam mendengar suara itu. Saat aku berbalik, kulihat dia berdiri di sana
“Annyeonghaseyo sajangnim,” ujarku lalu pergi
“Chamkanmanyo,” dia memegang tanganku. Seketika namsong itu menghilang dari hadapanku. Aku menatapnya. Mata itu. Sentuhan itu. Aku harus mengakui kalau aku merindukannya
“Ada apa?” tanyaku dengan ekspresi datar
“Katakan padaku dengan jujur. Apa hubungan kita sebelum kecelakaan itu?”
“N..ne?”
Dia mengeluarkan sebuah polaroid. Itu…polaroid yang difoto kris saat kelulusan
“Kenapa aku menulismu sebagai chagi disini?”
Aku hanya diam
“Kenapa aku selalu merasa terganggu melihatmu bersama kris? Kenapa kau selalu mengganggu pikiranku, choi sooyoung?”
Aku berusaha menahan air mataku. Kyu. Terima kasih untuk mengatakan kalau sebagian dair dirimu..masih mengkhawatirkanku.
“Kenapa aku merasa mengkhawatirkanmu di saat yoona tidak berarti apapun bagiku?”
“Kyuhyun ssi.”
Tes. Air mataku jatuh tanpa permisi. Tidak choi sooyoung. Kau kuat
“Jika aku memang yeoja yang sangat penting bagimu, kau akan mengingatku. Cepat atau lambat. Dan hatimu akan selalu tahu. Permisi.”
Aku melepaskan tanganku perlahan dan menghapus air mataku dengan cepat. Aku tidak akan melibatkanmu dalam bahaya lagi..oppa

~Kyuhyun POV~
Aku menatapnya menjauh dengan bingung. Entah kenapa tangannya terasa hangat. Tidak seperti saat yoona menggandeng tanganku. In benar-benar aneh. Kenapa perasaanku terasa sakit melihatnya menangis? Kenapa dia benar-benar mengganggu pikiranku? Aku tidak mengerti. Kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya?

—————————————————–

~Changmin POV~
Aku membuka pintu apartmentku. Kulihat beberapa orang polisi di sana
“Ada apa?”
Mereka langsung menangkapku
“Yaa! Apa-apaan ini!”
“Anda ditahan atas tuduhan pembunuhan.”
Aku terdiam mendengarnya. Kulihat seorang namja berdiri di depanku
“jadi dia orangnya?”
“Ne.”
Aku menengadah ke arahnya. Choi Donghae di sana
“Shim Changmin jika ini bukan jalur hukum, AKU SUDAH MEMBUNUHMU! Beri dia hukuman seberat mungkin!”

~Kris POV~
Bruk! Kurasakan seseorang menubrukku
“Joesonghamnida.”
“Youngie?”
Dia mencoba memalingkan wajahnya dariku
“Kau…menangis?”
Dia hanya diam dan memelukku
“Kenapa aku sangat lemah… seharusnya aku membiarkannya bahagia. Karena dia akan selalu terluka jika berada di sekitarku. Aku tidak ingin dia terlibat dengan duniaku, kris..”
“Youngie…”
Aku mengusap kepalanya pelahan. Tidak bisakah…kau melupakannya dan menggantikannya denganku..youngie?

————————————————–

~Kyuhyun POV~
“Katanya ada brand fashion terbaru yang akan di launching minggu ini.”
Aku terdiam mendengarnya. Pikiranku masih beranjak kemana-mana. Ini aneh. Padahal yoona adalah tunanganku. Tapi..kenapa aku tidak menyukai pembicaraannya dan biasa saja saat berada di sekitarnya?
“Oppa?”
“Ne? Tadi kau bilang apa?”
“Jadi daritadi oppa melamun?”
“Mianhae. Aku..banyak hal yang kupikirkan.”
Kulihat dia mengambil tasnya
“Kita pulang.”
“Ne?”
Dia langsung melangkahkan kaki menjauh. Aku teheran menatapnya. Rasanya..aku tidak mungkin menyukai yeoja seperti itu…

~Yoona POV~
Aku menggerutu dengan kesal di mobil. bagaimana bisa dia memperlakukanku seperti itu?
“Refleksikan kesalahanmu,” ujarku
“Aku benar-benar tidak mengerti. Bagaimana bisa aku memilih yeoja sepertimu sebagai pasanganku?”
“M…mwo? Maksudmu..Kau menyesal?”
“Ne.”
Aku menatapnya dengan kesal
“Apa menurutmu kau sesempurna itu hah! Sampai kau bisa mengatakan hal seperti itu padaku?”
“Apa menurutmu kau sesempurna itu hah? Sampai kau bisa seenanya padaku?”
“Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu oppa!”
“Nado!”
Aku memukulinya
“Kau benar-benar mengesalkan”
“Yaaa! Aku sedang menyetir! Kau mau mati hah!”
“Biarkan saja!”
“Yaaa! Berhenti!”
Kulihat sebuah mobil ada di depan kami
“KYAAAAAAAAAA!!!!!!”
Dia membanting setir ke sebelah kanan. Setelah itu..semuanya gelap

——————————————–

~Victoria POV~
“Suster, dimana kamar pasien bernama Choi Yoona?”
“Di kamar 101.”
“Gamsahamnida.”
Aku berlari ke sana. Donghae mengikuti di belakangku. Saat kami sampai, kulihat euisa memeriksanya
“Bagaimana euisa?”
“Dia baik-baik saja. Goresannya sudah tertutup dengan rapi.”
Aku menghela nafas lega.

~Donghae POV~
Aku melihat ke arah map yang dipegang dokter. Sebuah huruf di sana menggangguku
“Euisa, bisakah..saya melihat map itu?”
“Ini adalah data pasien. Dan..”
Aku langsung mengambilnya dan membacanya. Itu…. aku menutup map itu dan menatap vict dengan geram
“Bisakah kau jelaskan. Bagaimana mungkin golongan darahnya B, di saat golongan darahku dan darahmu adalah A?”
Dia hanya diam
“Itu..”
“Euisa, adakan tes dna. Sekarang juga.”
“Tapi…”
“Sekarang. juga.”

————————————

~Victoria POV~
Aku duduk dengan cemas. Kulihat donghae menatap map itu dengan geram. Dia membanting map itu ke kursi
“Dengar baik-baik Victoria. Selama ini aku sudah termakan tipu muslihatmu. Aku meninggalkan yeoja dan putri kandungku untukmu”
“Donghae… aku bisa jelaskan ini..”
“Siapa appanya?”
Aku hanya diam
“JAWAB AKU VICTORIA!”
“Shim Changmin.”
“Benar-benar hebat. Kau bersekongkol dengannya untuk membunuh sica?”
“Aku tahu kalau aku salah hae. Tapi aku punya alasan!”
“Apapun alasanmu, semuanya sangat memuakkan bagiku. Mulai detik ini juga. Kita berpisah.”
“Hae–”
“Permisi.”

————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku berada di rumahku sekarang. Tiba-tiba kudengar bel rumahku berbunyi. Aku membukanya. Kulihat namsong itu di sana
“Kenapa Anda–”
“Youngie..” kurasakan dia memelukku
“Lepaskan aku sebelum aku–”
“Mianhamnida karena selama ini appa tidak bisa menjadi appa yang baik untukmu. Mianhamnida karena selama ini appa meninggalkanmu dan eommamu. Mianhamnida karena aku membesarkan putri orang lain di saat putriku sendiri entah ada dimana. Mianhamnida youngie..”
Jujur, aku juga tidak tahan untuk bersikap formal di depanmu appa. Aku juga ingin hidup bersama appaku. Seketika aku terdiam saat menyadari perkataannya. Putri..orang lain..?
“Aku sudah menemukan pembunuh itu. Dan kupastikan dia dihukum berat.”
“Nugu?”
“Shim Changmin. Appa kandung yoona.”
Aku tercengang mendengarnya. Yoona? Dia…bukan.. Seketika aku terdiam melihat bayangan eomma di sebelah appa
Maafkan dia, youngie dan temani appamu. Jangan biarkan dia sendirian.”
“Jebal youngie… maafkan appa. Appa memang berdosa besar padamu dan eommamu tapi..”
“Aku memaafkan appa,” aku memeluknya. Rasanya sangat hangat. Baru kali ini aku mengerti..bagaimana rasanya memeluk seorang appa
“Mulai hari ini, tinggallah bersama appa. Kita mulai semuanya dari awal. Arra?”
Aku menengok ke arah eomma yang tersenyum sambil mengangguk. Perlahan, bayangannya menghilang
“Ne, appa.”

—————————————————

~Yoona POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kulihat eomma mengusap wajahnya di sampingku
“Eomma.”
“Kau sudah sadar?”
“Bagaimana..aku bisa sampai disini?”
“Kau mengalami kecelakaan.”
“Appa…”
“Yoona…ada yang harus eomma jelaskan..mengenai appa kandungmu.”
“Appa…kandungku?”

——————————–

~Sooyoung POV~
Aku memandang dengan takjub rumah ini. Benar-benar luas dan megah.
“Mulai hari ini, ini rumahmu.”
Aku tersenyum melihat sebuah grand piano putih di sana. Mengingatkanku pada masa lalu
“Appa akan mengurus pengunduran dirimu dari The Pasific.”
“N..ne?”
“Mulai besok, appa ingin putri appa menjadi wakil presidr di Choi corp.”
“Appa..”
“Itu adalah milikmu youngie. Dan hanya kau lah yang berhak meneruskannya.”
“Aku…merasa belum mampu memegang perusahaan sebesar itu..appa.”
Kulihat appa tersenyum
“Baiklah..kalau begitu appa memiliki rencana untukmu.”
“Rencana?”
“Appa memiliki sebuah Hotel di Amerika. Appa ingin kau belajar dulu di sana. Setelah 3 tahun bekerja, kau pasti sudah mendapat banyak pengalaman dan bisa memegang choi corp seutuhnya. Bagaimana?”
Aku berpikir sejenak. Aku bisa mendapatkan pengalaman berharga disini. Tapi..jauh dari Seoul dan…
“Di sana, kau bisa menemui banyak orang dan belajar berinteraksi.”
Aku sudah bertekad. Ini demi perkembanganku dan kemajuan perusahaan. Dan….cara terbaik untuk menghindari kyuhyun. Karena aku tidak akan menyeretnya dalam duniaku lagi..duniaku yang selalu membuatnya khawatir dan dalam bahaya
“Ne appa. Kapan aku akan berangkat ke sana?”
“Bagaimana kalau tiga hari lagi? Karena appa juga akan berangkat ke sana.”
“Arra.”
“Appa akan menelpon sekretaris appa dan biar dia yang mengurus semuanya dengan cepat.”

———————————————-

~Kris POV~
“Mengundurkan diri?”
Sekretaris kim mengangguk.
“Aku juga kaget saat mendengar tentang fakta itu. Ternyata Nona Choi adalah putri kandung choi corp.”
Aku mengusap dahiku
“Kenapa dia tidak berpamitan denganku?”
“Dia bilang, dia sangat buru-buru dan hanya menitip salam. Sore ini dia akan berangkat.”

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Terang. Kulihat bumonimku dan kris di sana
“Syukurlah. Akhirnya kau sadar.”
“Kau benar-benar suka membuat appa khawatir,” ujar appa
Aku terdiam dan mengingat sesuatu
“Dimana choi sooyoung?”
“Kau…mengingatnya?”
“Apa dia..baik-baik saja?” tanyaku
“Ne. Dia baik-baik saja.”
“Lain kali kau harus teliti dalam menyetir. Kau kecelakaan bersama yoona.”
“Yoona? Nuguya?”
“Kau..tidak mengingat yoona?”
“Maksud appa…yeoja manja itu? Bagaimana bisa aku kecelakaan bersamanya?”
“Syukurlah. Akhirnya kau mengingatnya,” ujar kris
“Apa yang terjadi?”

——————————————-

~Sooyoung POV~
Bandara Incheon. Aku duduk sambil melihat ke arah jam. Appa duduk di sampingku sambil menelpon Sekretaris Park. Dua  jam lagi kami akan masuk ke pesawat. Aku memejamkan mataku. Ini yang terbaik.
“Sebentar lagi, kita masuk ke imigrasi,” ujar appa
“Ne.”

~Kyuhyun POV~
“Permisi.”
Ini benar-benar hal tergila yang pernah kulakukan seumur hidupku. Kabur dari rumah sakit. Kris membantuku untuk kabur. Dia mengataiku tidak waras karena itu. Tapi ini semua lebih baik sebelum aku benar-benar terlambat. Aku berjalan dengan cepat. Kulihat sosok itu berjalan ke arah imigrasi. Aku cepat-cepat berlari mengejarnya
“KYU!”

~Sooyoung POV~
Aku terdiam merasakan seseoang memelukku dari belakang. Sangat hangat dan erat.
“Kajima,” ujarnya
Aku hanya diam. Aku berbalik menghadapnya. Cho Kyuhyun…
“Bagaimana bisa kau membiarkanku menjadi orang bodoh yang melupakan semuanya?” tanyanya
“Gomawo…karena mengingatku oppa.”
“Dasar bodoh. Bagaimana bia kau kabur seperti ini tanpa izinku hah?”
Aku menatapnya . Matanya berkaca-kaca
“Bogoshipo.”
“Do bogoshipo.”
“Saranghae..kumohon jangan pergi.”
Aku menggeleng
“Aku harus pergi dan belajar di sana kyu.”
“Tapi–”
“Aku tidak ingin menjadi yeoja yang selalu membuatmu khawatir. Aku tidak ingin menjadi yeoja dengan six sense nya yang selalu menempatkanmu dalam bahaya karena duniaku. Aku ingin menjadi yeoja normal yang mencintaimu bukan karena kau adalah ‘shelter’ ku.”
“Aku tidak peduli soal itu.”
“Tapi aku peduli kyu. Karena aku mencintaimu. Aku ingin menjadi yeoja normal yang mencintaimu karena dirimu. Terlepas kau adalah ‘shelter’ ku atau bukan. Jika kau mencintaiku, jebal, biarkan aku pergi.”
Aku terdiam melihatnya.
“Aku akan kembali ke Seoul setahun lagi. Dan jika aku sudah bisa menjadi yeoja normal itu, orang pertama yang akan kutemui di Seoul adalah kau. ”
“Aku akan menunggu saat itu datang.”
“Aku tidak berjanji.”
“Kalau begitu aku akan menunggumu selamanya.”
“Jangan buat aku terbebani. Jebal. Tell me to get lost.”
Aku menarik nafas dalam. Kulihat dia tersenyum. Matanya bekaca-kaca.
“Get lost.”
“Gomawo. Annyeong oppa.”
Aku menatapnya menjauh. Bitter Farewell.Aku melambaikan tangan padanya. Aku akan menunggumu kembali… youngie

TBC

108 thoughts on “Enchanted {Part 10}

  1. Part ini bikin greget..
    Pas kyuppa hilang ingatan..
    Kasihan lhat soo..
    Tapi kyuppa akhirnya ingat ma soo..
    Malah soo yg pergi..
    Apa kyuppa akan nunggu soo?
    Atau soo gk bakal kembali?
    Haeppa tau klo yoona bkan anak kandung ny..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s