Enchanted {part 9}

enchanted

Title : Enchanted

Genre : Fantasy, Comedy, Romance, Angst

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Kris Wu
  • Im Yoona

Other Cast :

  • Lee Donghae
  • Jessica Jung
  • Victoria Song
  • Shim Changmin
  • Taeyeon
  • Leeteuk
  • Kwon Yuri
  • Choi Minho

~Sooyoung POV~
“Ini,” ujarku sambil memberikan segelas hot chocolate padanya
“Gomawo.”
Aku duduk di sampingnya dan memandang ke langit. Bintang-bintang terlihat jelas dari atas atap ini. Aku menengok ke arah namja di sebelahku. Dia tersenyum sambil meminum hot chocolatenya perlahan
“Apa tak masalah..kau tidak mengikuti prom?” tanyaku
Dia menggeleng
“Lagipula aku malas menghadiri acara membosankan itu.”
“Tapi..itu kan hanya sekali dalam seumur hidupmu.”
“Kau sendiri?” tanyanya
“Aku tidak memiliki dress untuk pergi. Lagipula aku tidak biasa mendengar dentuman musik keras sampai larut malam. kau tahu kan daerah ini berbahaya di malam hari?”
Dia mengangguk
“Justru karena itu, aku ada disini untuk menemanimu. Mana mungkin aku berpesta di saat yeojachinguku sedang sendirian di rumahnya?”
“Kau membuatku merasa bersalah,” aku meneguk hot chocolateku perlahan
“Hei. Itu memang sudah tugasku. Justru, kau harusnya berpikir untuk memutuskanku kalau aku pergi.”
“Waeyo?”
“Waeyo? Kau ini benar-benar babo.”
“Yaaa! Aku kan hanya bertanya.”
“Sudah jelas. Kalau saat masih pacaran saja aku berpesta sedangkan kau sendirian, bagaimana saat kita menikah nanti? Bayangkan. Kau sedang menungguku di rumah, sedangkan aku sedang berpesta bersama yeoja lain di–”
“Shireo!” ujarku
“Nah. Itu dia poinnya. Kau mengerti kan kenapa aku ada disini?”
Aku mengangguk
“Gomawo.”
Dia merangkulku. Kepalanya bersandar di bahuku. Matanya terpejam. Nafasnya yang pelan bisa kurasakan.
“Kau tidak akan pernah bisa lari dariku.”
“Oh ya?”
Dia mengangguk

———————————————————

~Yoona POV~
“Benar-benar membosankan,” ujar yuri sambil memandang jendela. Aku mengangguk kecil. Tahun ajaran baru sudah dimulai. Kehidupan normal kembali, kecuali satu. Tidak ada cho kyuhyun lagi disini. Tik..tik..tik. Aku menengok ke arah yuri. Dia sedang mengetik pesan ke minho. Haish..menyebalkan. Aku menopang wajahku dengan tangan. Membayangkan cho kyuhyun dan choi sooyoung ada di universitas yang sama..rasanya menyebalkan

~Donghae POV~
“Tolong..serahkan ini pada Choi Sooyoung, sonsaengnim. Tapi jangan katakan kalau ini dariku.”
“Aku benar-benar heran padamu, donghae. Kenapa kau sangat memperhatikan anak itu?”
“Dia anak yang pandai sonsaengnim. Aku ingin dia memfokuskan kuliahnya. Jadi..kumohon berikan itu padanya.”
“Lalu apa yang harus kukatakan?”
“Katakan saja..itu uang saku yang didapatnya dari universitas sebagai beasiswa.”
“Arra..”
“Gamsamida.”
“Ne. Kuharap..dia bisa menjadi mahasiswa yang berbakat seperti jessica. Hahahaha.”
Seketika aku terdiam mendengar nama itu
“Ah ya. Kau…apa kau menikah dengan jessica?”
Aku menggeleng kecil
“Jinjja? Padahal sebagai dosen kalian, kukira kalian akan menikah. Kalian memiliki hobi yang sama, ketertarikan yang sama, dan bahkan dijuluki Romeo and Juliet di kamus ini.”
“Tidak ada yang tahu takdir.”
“Ne, kau benar. Tapi ngomong-ngomong soal jessica… dia dimana sekarang? Kenapa aku tidak pernah mendengar namanya?”
“Sica..sudah meninggal.”
“M…..mwo?”
“Dia mengalami kecelakaan. Oleh karena itu… aku ingin membantu Choi Sooyoung untuknya.”
“Choi Sooyoung? Memang…apa relasinya dengan sica?”
“Dia..putrinya.”
“Lalu…appanya bagaimana? Mengapa bukan dia yang–”
“Appanya…bukan namja yang baik.”
“Aigoo….sica. Bagaimana bisa dia memilih namja semacam itu hah? Padahal ada kau yang sangat baik dan tulus padanya. Bahkan kau menolong putri mereka. Sica.. padahal anak itu sangat pintar. Benar-benar memprihatinkan”
Aku hanya diam. Pertanyaannya menusukku. Bagaimana bisa dia memilih namja semacam itu hah? Anda benar, sonsaengnim. Tidak seharusnya dia memilihku

——————————————–

~Kyuhyun POV~
“Sejak kris pergi ke Taiwan…rumah ini sepi,” ujar nenek sihir itu
“Ne,” appa menanggapi
Aku berlalu begitu saja. Tidak bergabung bersama mereka di ruang tengah. Kulihat grand piano berwarna hitam itu tak lagi dimainkan. Kau memang useless. Aku memasuki ruang piano itu dan menekan tuts nya perlahan.
“Eomma, kuharap bukan namja itu saja yang pergi. Tapi eommanya juga.”
Aku menghubungi nomor itu untuk melepaskan kebosananku
“Annyeong, chagi. Bisakah kau ke rumahku sekarang?”

~Sooyoung POV~
Ting. Aku menekan tuts itu satu per satu. Kyuhyun sedang mengambil snack untuk kami. Tiba-tiba kulihat bayangan seorang yeosong berdiri di sampingku.
“Annyeonghaseyo..ahjumma.”
Dia tersenyum kecil
“Ahjumma…mengapa ahjumma baru menampakkan diri?”
“Aku menunggu saat yang tepat, sooyoungssi.”
“Apa yang…ingin ahjumma katakan?”
“Mengenai kyuhyun.”
“N..ne?”
“Katakan padanya..dia tidak boleh membenci appanya.”
“Tapi..ahjumma..”
“Aku tidak bisa menyalahkan siapapun..atas kematianku dan pernikahannya.”
“Ahjumma..”
Aku dan appanya..kami dijodohkan. Meskipun kyuhyun sudah lahir, hubungan kami masih canggung satu sama lain. Tapi..aku mencintai appanya. Dan itulah kesalahan terbesar dalam hidupku. Kau tahu..kau tidak boleh mencintai orang..yang tidak mencintaimu. Karena rasanya akan menyakitkan. Dan akhirnya… appanya menjalin hubungan dengan cinta pertamanya, eomma tiri kyuhyun. Saat mengetahui hal itu.. aku pulang ke rumah dengan segala emosi dan akhirnya menabrak sebuah truk pengangkut besi. Appa kyuhyun pun merasa bersalah atas hal itu. Tapi kyuhyun..dia tidak mengetahuinya. Kalau dia sampai tahu, dia bisa membenci appanya.”
“Kenapa ahjumma..ingin kyuhyun tidak membenci appanya?”
“Kau akan mengertinya di saat kau sudah mencintai seseorang dan akhirnya memiliki anak darinya. Kau tidak ingin anakmu membenci appanya.”
Seketika aku terdiam. Perkataan itu..kenapa sesuatu dengan diriku. Apa eomma..juga menginginkan hal itu?Ani. Tidak mungkin. Appa sudah membuang kami selama bertahun-tahun, menyakiti eomma, dan bahkan berperan dalam kematiannya. Eomma menemuinya di cafe sebelum kejadian itu. Sama seperti eomma kyuhyun. Eomma pasti mengalami kecelakaan karena emosi yang membuatnya tidak hati-hati. Dan itu semua karena namja bernama choi donghae
“Tidak ada eomma..yang ingin anaknya.. membenci orang yang sangat dicintainya.”
“Meski dia berperan dalam membunuhmu sekalipun?”
“Semuanya hanya kecelakaan, sooyoungssi.”
“Aniyo. Itu bukan kecelakaan. Dia membuatmu–”
“Apa menurutmu, kau bisa lahir tanpa appamu?”
“Tidak. Tapi kalau tidak ada dia, setidaknya aku tidak perlu lahir dan mengalami semua ini.”
“Eommamu mencintai appamu. Begitu pula sebaliknya. Dulu kau mempercayai hal itu kan? Kau bahkan meyakinkan eommamu..kalau appamu tidak bisa bersatu dengannya karena perjodohan.”
“Ne. Itu dulu. Tapi bukan sekarang. Appa saja yang tidak mau berjuang dan takut untuk bertanggung jawab. Alasan itu terlalu klise dan penakut.”
“Kau menyangkal karena kau tahu hal itu benar.”
“Hentikan, ahjumma.”
“Eommamu tidak mungkin senang melihatmu membenci appamu.”
“Hentikan, ahjumma.”
“Sadarlah sooyoungssi. Appamu mencintaimu karena kau adalah putri kandungnya. Terlepas dari bagaimana prosesnya.”
“HENTIKAN AHJUMMA! AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA LAGI!”
“Posisi appamu serba salah. Bayangkan jika dia pergi dari pernikahannya dengan yeoja pilihan bumonimnya lalu berselingkuh dengan eommamu. Kau lihat sendiri bukan..bagaimana perasaanku dan perasaan kyuhyun? Kyuhyun memandang yeoja itu sebagai nenek sihir, perusak keluarganya. Begitu pula jika appamu pergi, dia  akan membahayakan nyawamu dan nyawa eommamu. Dia serba salah”
“Hentikan ahjumma. Aku tidak mau mendengarnya lagi..”
Tes. Air mataku terjatuh. Aku tidak terima eommaku dibandingkan dengan nenek sihir itu. Aku tidak bisa mendengarnya lagi.
Sooyoungssi..”
“Jebal ahjumma..aku tidak bisa mendengarnya lagi..kumohon berhentilah.”
Sret. Kurasakan seseorang memelukku. Dia mengusap kepalaku perlahan
“Kyu–”
“Aku tidak akan membiarkanmu mendengar apapun lagi..”

—————————————————-

~Kyuhyun POV~
Dia meminum teh itu perlahan. Aku menepuk pundaknya
“Siapa..yang mengganggumu?”
Dia menggeleng kecil
“Yaa. Kau tidak bisa membohongiku.”
“Oppa.”
“Ne?”
“Terkadang aku berpikir. Apa seorang eomma..memang tidak ingin anaknya membenci appanya?”
Seketika aku tidak bersuara. Pertanyaan itu tepat mengenai sasaran
“Kenapa..kau bertanya seperti itu?”
“Ada seseorang yang mengatakan padaku..dia tidak ingin putranya membenci orang yang sangat dicintainya.”
“Maksudmu..eommaku? Kau melihatnya?”
Dia tidak menjawab apapun. Hanya meminum tehnya
“Eomma..ingin aku.. memaafkan appa?”
Dia mengangguk kecil
“Dia tidak ingin..hubunganmu dan appamu memburuk hanya karena yeoja itu. Kau membuat nenek sihir itu menang dengan menjauhi appamu.”
“Kau benar.”
“Kau tidak akan bisa lahir..jika tak ada appamu. Dan eommamu ingin kau tahu soal itu.”
“Apa dia..yang mengganggumu?”
“Perkataannya…ada benarnya.”
“Apa yang dia katakan padamu?”
“Tanyakan hal itu padanya.”

——————————————-

~Sooyoung POV~
“Eomma…apa kau bisa pergi dengan tenang..karena kau mempercayaiku pada appa?”
Aku memejamkan mataku. Eomma. Tidak seharusnya kau menghilang terlalu cepat sebelum mengatakan apapun. Aku menghela nafas kecil. Perlahan, aku mengambil amplop yang diberikan sonsaengnim. Katanya salah satu bagian dari beasiswa. Hal itu jelas-jelas bohong. Aku tahu pengirimnya adalah appaku.
“Appa..kenapa kau selalu berpikir..cara untuk membuat seseorang bahagia hanyalah materi?”

~Kyuhyun POV~
Hari sudah malam. Perkataannya tentang eomma mengusikku. Dia benar. Kenapa aku jadi memberikan kesempatan bagi nenek sihir itu untuk mendekati appaku? Aku membuka pintu kamarku karena tidak bisa tidur. Kulihat appa ada di ruang tengah. Dia menonton pertandingan bola. Aku duduk di sebelahnya. Dia menengok ke arahku dan tersenyum kecil
“Tumben…kau belum tidur.”
“Sudah lama, kita tidak menonton bola seperti ini. Biasanya saat aku masih SMP, kita selalu menontonnya dengan popcorn.”
“Ne. Sudah lama sekali.”
“Mianhae.”
“Ne?”
“Aku…selama ini aku menjauhimu karena aku tidak bisa menerima keputusanmu untuk menikah lagi.”
“Kyuhyun ah.”
“Mianhae karena aku melawanmu, appa.”
“Kau..bagaimana bisa?”
“Seseorang berkata padaku. Tidak seorangpun eomma yang ingin anaknya membenci orang yang paling dicintainya. Dan aku tidak akan lahir tanpa seorang appa.”
“Appa juga meminta maaf..karena telah keras padamu. Apalagi..menggeser pianomu.”
“Gwaenchanha. Kita sama-sama salah.”
“Jadi..kita damai?”
“Ne. Tapi..aku masih butuh waktu untuk menerima ibu tiriku.”
“Gwaenchanha. Kurasa dia akan mengerti.”

————————————-

~Kris POV~
“Jadi…mereka sudah berdamai? Secepat itu?”
“Ne. aku tidak mengerti, apa yang terjadi dengan anak itu? Yang jelas kita dalam bahaya, kris.”
“Apa menurut eomma…aku harus kembali ke Korea?”
“Tapi–“
“Aku bisa bilang kalau..aku tidak betah tinggal disini. Hal itu lebih baik untuk mengantisipasi hubungan mereka yang semakin membaik. Lagipula, aku tidak bisa membiarkan eomma diasingkan sendirian.”
“Kurasa…kau benar. “
“Aku akan berangkat dengan penerbangan besok pagi. Jika appa bertanya mengapa, katakan saja kalau aku mengalami bullying.”
“Arra.”

———————————-

~Sooyoung POV~
“Mwo? Hanya seminggu dan dia kembali?”
Kyuhyun mengangguk
“Sepertinya dia dan eommanya merencanakan sesuatu.”
“Kau tidak bisa menuduh sembarangan, oppa.”
“Ne. Tapi..entah kenapa aku merasa…ini ada hubungannya dengan aku dan appa yang berdamai kemarin.”
“Mungkin..dia memang mengalami bullying.”
“Mungkin. Dia memang tidak pandai bergaul dan menyebalkan.”
“Kau juga sama menyebalkannya.”
“Tapi dia tidak bisa melakukan aegyeo.”
“Memangnya kau bisa?”
“Kau mau lihat?”
“Ne.”
Dia membentuk tangannya seperti pistol
“Dor dor dor!”
“Hahahahahahaha oppa!!! Aegyeomu menggelikan!”
“Hahahahahahha”

———————————

~Kris POV~
Aku mencari kelasku. Saat menemukannya, aku masuk ke dalam. Kulihat choi sooyoung ada di sana
“Sudah lama..kita tidak bertemu sooyoungssi.”
“Ah…kris ssi?”
“Kau masih mengingatku?”
“Ne. Tentu saja.”
“Apa aku boleh duduk disini?”
“Ah, ne.”
Aku menaruh tas di sebelahnya dan melihat bukunya
“Kau suka cerita Romeo and Juliet?”
“Ne.”
“Padahal itu kisah cinta yang tragis.”
“Kau benar.”
“Kadang aku berpikir, seandainya..romeo yang merupakan orang kaya..apakah dia akan memperjuangkan cintanya?”
“Mungkin.”
Aku kembali duduk di kursiku. Kudengar dia bertanya
“Kau..tidak berangkat bersama kyuhyun?”
Aku menggeleng “Mana mungkin dia mau berangkat bersamaku? Dia sangat membenciku dan eommaku.”
“Arra..”
“Hei..apa kau pernah berpikir..seandainya romeo adalah orang kaya dan dia lebih memilih cinta pertamanya dibanding juliet?”
“Tidak. Karena romeo dan juliet ditakdirkan untuk saling mencintai.”
“Itu sastranya. Tapi dalam kehidupan nyata, jarang sekali terjadi. Kalaupun terjadi..rasanya hanya menyakitkan kedua belah pihak.”
“Maksudmu?”
“Romeo. Jika dia adalah sang pangeran yang dikagumi, dielukkan, dan kaya raya. Sedangkan juliet hanya yeoja biasa, kurasa mereka tidak akan dapat menyatu karena latar belakang keluarga mereka berbeda jauh.”
“Itu menurut teori. Tapi cinta adalah insting. Bukan teori.”
“Kau benar.”

~Kyuhyun POV~
“Yang ini dikerjakan dengan rumus ini. Lalu untuk managementnya..”
Aku menatap dua orang itu dengan kesal. Tidak tahukah yeoja itu kalau namjachingunya duduk di sebelahnya?
“Ah..aku mengerti. Gomawo.”
“Ne, cheonmanaeyo.”
“Bisakah aku meminjam catatanmu?”
“Bi–”
Aku merebut catatannya
“Aku harus meminjamnya chagi karena telat masuk. Kris bisa meminjam catatan yang lain. Bukan begitu?” tanyaku sambil tersenyum
“Oppa!” dia menggumam pelan
“Ah..gwaenchanha,” ujar kris

—————————————-

~Kris POV~
Aku tersenyum kecil mengingat kejadian itu. Dia sangat cemburuan. Sepertinya yeoja itu sangat spesial baginya. Choi Sooyoung. Dia memang cukup manis. Pintar dan baik. Wajar saja kalau banyak orang yang mengaguminya. Yeoja yang menarik

~Sooyoung POV~
“Hei!” sapa orang itu saat memasuki kelas
“Hei.”
“Kau selalu datang pagi,” ujar kris
“Itu lebih baik daripada kesiangan karena aku naik bus.”
“Kyuhyun tidak menjemputmu?”
“Dia selalu menawarkan. Tapi dia selalu bangun siang. Jadi, aku tidak ingin mengambil resiko.”
“Hahaha. Dia memang sulit dibangunkan.”
“Ah..bisakah kau bercerita padaku. Bagaimana kyuhyun di rumah?”
“Dia.. aku tidak terlalu memahaminya karena kurang dekat.”
“Arra..”
“Padahal, aku ingin menjadi sahabat baginya. Aku ingin menjadi hyung yang baik baginya. Tapi dia.. malah menutup diri. Tapi aku tidak bisa menyalahkan keadaannya. Siapapun yang ada di posisinya pasti akan membenciku.”
Aku mengangguk kecil. Aku mengerti perasaan itu. Bayangkan saja. Aku tinggal di rumah appa bersama choi yoona dan eommanya. Pasti yoona akan menyudutkanku seperti kyuhyun menyudutkan kris
“Aku mengerti perasaanmu.”
“Sejujurnya aku ingin dekat dengannya. Tapi dia selalu berpandangan negatif padaku. Apa kau..bisa membantuku?”
“Ne?”

~Kyuhyun POV~
Baik. Aku tidak mengerti mengapa bisa seperti ini. Tapi aku terjebak untuk membuat presentasi bersama kris. Daritadi aku hanya diam, sedangkan sooyoung dan kris tertawa sambil membuat presentasi
“Yaa! Kau tidak bisa menaruh gambar monyet di sana!”
“Hahahahhaa.”
Menyebalkan. Kenapa aku jadi ‘figuran’ disini?
“Yaa! Jangan bercanda terus. Cepat selesaikan!”
“Oppa! Sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan dulu?”
“Ne. Aku juga lapar,” ujar kris
Aku menghela nafas. Yang jelas, aku tidak mungkin membiarkan si kris ini makan siang berdua dengan yeojachinguku
“Arra. Kaja.”

~Kris POV~
“Satu es krim chocomint, satu vanilla, dan.. kris, apa yang kau suka?” tanya sooyoung
“Coklat.”
“Dan satu es krim coklat.”
Aku tersenyum sambil melihat ke arah kyuhyun yang duduk di kursi. Setelah pesanannya jadi, dia memberikan es krim vanilla padanya
“Rasanya pasti menyenangkan jika ada seseorang yang tahu rasa es krim favoritmu,” ujarku
“Makanya, kau harus cepat mencari yeojachingu. Banyak yeoja di kampus yang mengagumimu, kau tahu?” ujar sooyoung
“Dia tidak sepopuler itu,” ujar kyuhyun. Dingin.
“Hahahahahaha. Dia memang suka bercanda seperti itu,” ujar sooyoung
“Aku bisa mengerti.”
Aku memakan es krimku sambil melihat ke mereka berdua yang hanya diam. Kulihat ada gantungan karakter disney di sana
“Kau suka disney?” tanyaku
“Ne!”
“Kau harus pergi ke Disneyland di Jepang!”
“Kau juga menyukainya?”
Aku mengangguk
“Kekanak-kanakkan,” ujar kyuhyun
“Ish. Dia memang tidak mengerti mana yang bagus dan tidak,” ujar sooyoung
“Yaa! Kau sudah 18 tahun, nona choi!”
“Ne. Itu masih tergolong muda. Daripada kau, oppa! 99 tahun.”
“Yaa! kurangi 80!”
“Tua!”
“Sok muda!”
“Memang muda!”
Aku menahan tawa mendengar dua pasangan itu. Benar-benar lucu

———————————————–

~Sooyoung POV~
“Aku tidak mengerti. Kenapa kita harus pergi ke Lotte World untuk membuat presentasi?” tanya kyuhyun
“Tema kita adalah management taman hiburan. Tentu saja harus survey,bukan begitu, kris?” ujarku. Padahal tujuan utamanya bukan itu. Aku tidak ingin mereka terus bermusuhan. Masalah mereka hanya salah paham. Seharusnya bisa diselesaikan dengan baik
“Ne!”
“Kajaa!! kita naik roller coaster!”

~Kyuhyun POV~
Hosh..hosh.. aku dan kris duduk di kursi. Benar-benar gila. Aku baru tahu yeojachinguku memiliki energi super untuk menaiki semua wahana.
“Yaaa! Ayo kita main lagi!”
“Aku tidak kuat. Kau saja sendiri,” ujarku
“Kris~!”
“Aku lelah, sooyoungssi.”
“Aish..payah. Ya sudah. Aku naik itu dulu. Annyeong!”Aku menggeleng melihatnya. Benar-benar hebat. Sekarang aku tidak heran. Kenapa dia tidak bisa gemuk meski menjadi shiksin
“Aku tidak mengerti. Bagaimana bisa energinya tersimpan sebanyak itu. Sudah enam jam dia menaiki wahana-wahana nonstop,” ujar kris
“Kau  benar. Dia benar-benar mau membunuh kita.”
“Hahahahahha. Begitulah yeoja. Mereka memiliki tingkat overjoy yang tinggi.”
“Ne. Kadangkala pun memiliki jiwa melankolis yang tinggi.”
“Majayo.”
“Kau mau jus?” tanyanya
“Ne. Kaja.”

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihat mereka mengobrol dari kejauhan. Sepertinya misi ini berhasil.
“Annyeong!” ujarku pada mereka
“Kau mau?” tanya kyuhyun sambil menyodorkan jus jeruknya
Aku menggeleng
“Kalian sudah mengumpulkan energi. Kaja! Kita main lagi!”
Aku merangkul tangan mereka berdua. Dan mau tidak mau, mereka harus mengikutinya

——————————————

~Kris POV~
Aku menempel polaroid itu di meja belajarku. Entah kenapa rasanya sangat menyenangkan. Seperti tiga sahabat yang pergi bersama. Aku mengusap wajahku. Bimbang. Baik, aku memang bukan tipe orang yang suka menyingkirkan orang lain. Itu sejujurnya. Tapi kondisi memaksaku. Ibaratnya..jika aku menjadi antagonis, kurasa ‘feel’ nya tidak akan dapat. Aku tersenyum kecil. Bimbang. Aku bukan tipe pengkhianat yang bisa mengkhianati dua orang setelah mereka berbuat baik padaku. Setidaknya..eomma tidak boleh tahu soal kebimbangan ini. Dia bisa membunuhku.

~Kyuhyun POV~
“Kurasa..kris bukan orang yang jahat.”
Aku berpikir sejenak di kamarku. Baik. Dia memang menyebalkan pada awalnya. Menggeser pianoku. Menyinggung perasaanku. Merebut perhatian appa. Tapi.. kenapa sekarang..aku semudah ini diluluhkan? Apa selama ini kami salah paham? Atau.. Haish..ini benar-benar memusingkan. Tokoh bulat. Di semua drama mereka memang memusingkan. Memiliki 2 kepribadian yang bertolak belakang.

————————————————–

~Sooyoung POV~
Musim panas mulai tiba. Sengsara. Aku berdiri di halte bus sambil memegang kipas. Kenapa busnya tidak kunjung datang?
“Sooyoungssi!” kudengar seseorang memanggilku
Aku tersenyum melihat orang itu dengan helm dan motornya
“Annyeong kris!”
“Mau ikut bersamaku?”
“Apa tidak..merepotkan?”
“Haish.. kita satu tujuan. Ke kampus kan? Cepat naik.”
“Ne. Gomawo.”
Dia memberiku helm kecil dan menyetir ke kampus.
“Kau tergolong orang yang tenang untuk menyetir.”
“ne. Semua orang bilang begitu.”
“Kenapa kau naik motor kesini?”
“Aku tidak suka naik mobil. Naik motor lebih cepat. Lagipula, kau bisa menikmati angin dan pemandangan secara langsung.”
“Kau benar. Meskipun panas, anginnya terasa.”

~Kris POV~
“Kita akan menurun. Bersiap… Hiaaaa!!”
“Aaaaaaa!!!”
Dia memegang bahuku. Deg. Aku merasakan degupan kecil.
“Yeaaayy!! Kita sampai!”
Aku tersenyum mendengarnya. Dia turun dari motor, melepas helm dan memberikannya padaku. Aku terdiam sejenak hingga akhirnya dia membuyarkan lamunanku
“Hei! Ppali! Jangan melamun!”
“Ah..ne.”

—————————————–

~Yoona POV~
Aku membanting foto-foto itu
“SIAL! Bagaimana bisa dia menipuku!”
Aku menatap asistenku
“Cari informasi lebih banyak lagi mengenai tiga orang itu.”
“Algesseumnida.”
Aku melihat kalenderku. Choi Sooyoung. Tunggulah sebentar lagi.

~Kyuhyun POV~
“Yaa! Kau harus lihat wajahnya saat berkata ‘BUKAN ITU MAKSUD SAYA!’. Hilarious!”
“Hahahahahahaha. Itu benar-benar mirip!”
“Yaa! Kalau dia melihatmu, tamatlah kau kris.”
Musim gugur. Kami bertiga makan jjangmyeon di kantin sekolah. Kondisi ini berbeda jauh dengan 6 bulan lalu.
“Ah! Ayo kita bertanding makannya. Siapa yang paling lambat, harus membayar semua billnya!” ujar kris
“Yaaa! Itu–”
“Satu..dua, tiga!”
Mereka berdua melahapnya. Aku ikut memakannya. Lima menit kemudian, sooyoung menaruh mangkuknya
“Habis!”
Kris masih memakannya. Begitu pula aku. Kris mengangkat mangkuknya dan menghabiskannya dengan cepat
“Kyuhyun yang bayar!”
“Yaaa! Apa-apaan itu! Kalian curang! Kalian mulai duluan!”
“Hahahahahha”

—————————————-

~Kris POV~
“Kuperhatikan..kau akrab dengan kyuhyun dan yeojachingunya,” ujar eomma
Aku hanya diam dan melanjutkan ketikanku
“Kris. kau tidak lupa dengan rencana kita kan?”
“Eomma. Kebahagiaan itu..tidak harus dengan harta bukan?”
“Apa…maksudmu?”
“Kurasa…sebaiknya kita menjalani kehidupan yang biasa saja namun menyenangkan. Kyuhyun orang yang baik, begitu pula sooyoung. Bukankah kalau kita berempat bisa menjadi keluarga yang rukun..akan menjadi lebih menyenangkan?”
“Kris. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Kau melupakan tujuan awal kita.”
Aku hanya melanjutkan ketikanku
“Kris. Kuperingatkan. Kau dalam bahaya.”
“Aku atau eomma yang dalam bahaya?”
“Kau…melawanku?”
“Bukan maksudku untuk melawan, eomma. Tapi aku hanya merasa ini semua useless. Untuk apa kita ingin menguasai harta keluarga cho?”
“Kau.. baiklah. Terserah kau bergabung atau tidak. Yang jelas, aku akan memperjuangkannya untukmu, kris.”
Aku menghela nafas melihatnya membanting pintu. Kenapa harta bisa membutakanmu dan bisa membutakanku dulu?

—————————————–

~Sooyoung POV~
“Wah…”
Aku pemandangan itu dengan takjub. Lampu-lampunya gemerlapan di malam hari. Hari ini adalah malam natal. Aku berada di atas atap rumahku bersama kyuhyun. Memakai topi natal
“Katanya santa clause akan datang dengan kereta rusa.”
“Kau mempercayainya?” tanyanya
“Tidak. tapi itu dongeng yang indah.”
“Haish..yeoja. Kenapa mereka suka sekali dengan dongeng?”
“Haish..namja. kenapa mereka tidak bisa mengerti fairytale?”
“Jangan membalik pertanyaanku, nona.”
Aku melihat jam tanganku. Sudah jam 12 malam
“Ah! Cepat buat permohonan.”
Aku memejamkan mataku dan membuat permohonan. Kudengar kyuhyun meneriakkannya dengan keras
“SEMOGA CHOI SOOYOUNG BERSEDIA MENJADI ISTRIKU”
“Oppaaa!!!”

—————————————–

~Kris POV~
Awal tahun ajaran baru. Aku melangkahkan kaki ke perpustakaan. Mencari buku referensi. Tiba-tiba kudengar seseorang memanggilku
“Kris.”
Aku berbalik menghadapnya. Dia…Choi Yoona?
“Lama tidak bertemu.”
“Choi Yoona?”
“Kau kaget? Ini tahun ajaran baru.”
“Kau..kuliah..disini?”
“Ne. Karena aku bukan orang labil sepertimu yang bisa berganti ide dalam waktu yang singkat.”
“Yoona..”
“Aku tahu semuanya kris. Tentang kau, choi sooyoung, dan cho kyuhyun.”
“Stalker sejati.”
“Memang. Tapi itulah yang kulakukan melalui mata-mataku. Sepertinya kau lupa bahwa aku adalah choi yoona. Dan tak satupun bisa mengkhianatiku.”
“Oh ya?”
“Kris. Kau lupa dengan rencanamu.”
“Ne. Aku memang lupa. Dan tidak ingin mengingatnya. Jadi kau hanya buang-buang waktu.”
“Sayang sekali. Aku sangat bodoh dulu, mempercayaimu begitu saja.”
“Kau cukup pintar sekarang.”
“Kris. Dengar ini baik-baik. Kau akan menyesal karena mengkhianatiku. Karena aku, choi yoona. Akan mendapatkan apapun yang kumau.”
“Oh ya? Buktikan.”
“Baik. Kau yang menantangku,” gumamnya lalu pergi. Aku menggeleng melihatnya. Maniak.

——————————————–

~Sooyoung POV~
Aku duduk di kantin sambil menyedot jusku. Menunggu dua orang itu. Kulihat seseorang duduk di depanku. Dia…
“Kau masih mengingatku?”
“YURI!!!!!”
Aku memeluknya
“Bogoshipo.”
“Nado!! Haish..ini semua karena kau ikut akselerasi.”
“Itu..kebijakan sekolah.”
“Kau tahu. Choi Yoona ada disini.”
“Jinjja?”
Dia mengangguk
“Kau harus berhati-hati. Sepertinya dia mengincar kyuhyunmu.”
Aku hanya tersenyum dan menyedot jusku
“Hei. Kau tidak bisa santai saja. Yoona punya banyak cara. Kau tahu itu kan?”
“Ne. Tapi aku tidak peduli karena aku mempercayai namjaku.”

—————————————————

~Donghae POV~
Aku berada di kampusnya kini. Menitipkan uang saku itu pada dosennya dan dosenku dulu. Park sonsaengnim. Beliau hanya menggeleng kecil
“Donghae. Aku heran padamu. Bagaimana bisa kau seperhatian ini dengan putri jessica?”
Aku hanya tersenyum kecil. Kulihat sonsaengnim keluar dari ruangannya
“Tunggu sebentar disini.”
Aku menurutinya dan duduk di sana. Melihat ke arah jendela. Kampus ini tidak berubah kehangatannya meski gedungnya direnovasi. Krek..kudengar pintu terbuka. Aku menoleh ke belakang. Kulihat yeoja itu berdiri di sana. Putriku.
“Sooyoungssi, bicaralah dengannya sampai aku kembali,” ujar Park sonsaengnim
Aku hanya diam. Kulihat dia membungkuk dan duduk di depanku. Putriku sudah menjadi mahasiswi yang dewasa. Rambutnya tergerai dengan cantik dan penampilannya manis
“Appa.”
Aku teridam mendengarnya. Dia..menyebutku appa?
“Selama ini..aku sudah mencapmu sebagai penyebab kematian eomma. Padahal aku tahu..itu kecelakaan.”
“Youngie..”
“Aku hanya kesepian. Karena hanya eomma yang kupunya. Aku sangat terpukul saat mendengar kepergiannya yang tiba-tiba. Dan aku membencimu..karena sampai detik terakhir eomma, appa membuatnya terluka.”
“Kau benar. Bahkan aku belum bisa menemukan pelakunya.”
“Appa. Aku hanya akan berbicara padamu untuk terakhir kalinya hari ini.”
Aku menatapnya. Kulihat dia memberikan amplop itu
“Selama ini, aku tahu kalau ini dari appa jadi tidak kugunakan satu won pun.”
“Youngie–”
“Aku mengerti bagaimana perasaan yoona dan eommanya. Jadi kumohon..mulai saat ini, berhentilah mengikutcampuri urusanku. Aku sudah memaafkanmu. Tapi aku tidak bisa tinggal begitu saja denganmu, apalagi menikmati bantuanmu. Permisi.”
Kakiku terasa kaku. Tanganku terasa mati saat mendengar pintu itu ditutup. Aku mengusap wajahku perlahan. Donghae. Kau benar-benar bukan appa yang baik baginya.

——————————————

~Kris POV~
“Kurasa teori ini lebih baik,”ujar kyuhyun
“Ne.”
“Ini beberapa buku yang kusarankan. Aku pulang dulu. Annyeong!”
“Ne, annyeong.”
Aku melihat mereka berjalan menjauh. Kyuhyun merangkulnya. Mereka tertawa bersama. Aku menghela nafas kecil dan mulai mengerjakan tugasku. Kudengar kursi sebelahku ditarik
“Bagaimana rasanya melihat yeoja yang kau sukai..lebih memilih sahabatmu?” tanya yoona
Aku hanya diam dan mengetik di laptopku
“Kris, kris. kau benar-benar bodoh sekarang. Bagaimana bisa kau memberi semua yang kau mau untuk kyuhyun?”
“Bisakah kau diam?”
“Kris. Aku ingin menawarkan sebuah kerjasama denganmu.”
“Kerjasama?”
“Ne. Kau bisa mendapatkan yeoja itu. Dan aku mendapatkan kyuhyun. Mutualisme bukan?”
“Maaf. Sayangnya mereka sahabatku. Dan aku tidak menyimpan perasaan apapun pada choi sooyoung.”
“Munafik,” gumam yoona
Aku tidak mempedulikannya
“Aku tahu kris. Kau menjemputnya di halte setiap pagi dengan motor, mengantarnya ke kampus, belajar bersamanya, memperhatikan mereka diam-diam, pura-pura sibuk makan padahal kau cemburu dengan mereka–”
“Kau benar-benar stalker,” ujarku
“Berarti..kau mengakui hal itu benar?”
Aku mentup laptopku
“Kalaupun iya, aku tidak akan merebut yeojachingu adikku. Arra?”
“Dia adik tirimu kris. Dan kalian tidak punya ikatan darah.”
“Lalu apa masalahmu hah?” ujarku lalu pergi. Aku malas menjawab yeoja itu

~Yoona POV~
“Bodoh,” gumamku sambil mengentakkan kaki ke lantai. Baiklah. Kris. Jika kau tidak bisa diajak bekerja sama, maka aku akan bekerja sendiri. Benar-benar gila. Bagaimana bisa dia berubah sejauh itu dalam kurun waktu yang singkat? Sepertinya dia memang memiliki dua kepribadian.

~Kris POV~
Aku melihat langit-langit kamarku. Seseklai menengok ke arah tempelan polaroid di meja belajarku. “Aku tahu kris. Kau menjemputnya di halte setiap pagi dengan motor, mengantarnya ke kampus, belajar bersamanya, memperhatikan mereka diam-diam, pura-pura sibuk makan padahal kau cemburu dengan mereka.”
Haish..kenapa kata-kata itu sangat menggangguku. Aku menutup wajahku dengan bantal. Tidak. Mana mungkin aku menyukai choi sooyoung?

—————————————–

~Kyuhyun POV~
“Saengil chukkhamnida! Saengil chukkhamnida! Saranghae uri youngie, saengil chukkhamnida!!!”
Youngie meniup lilinnya. Aku mencium keningnya cepat
“Chukkhae, nona. Umurmu memasuki kepala 2.”
“Chukkhae, umurmu 21 seminggu yang lalu.”
“Aaaa..”
Aku menyuapi kue itu padanya
“Enak?”
“Mashita.”
“Baiklah. Semua ini untukku.”
“Yaaaa!! Oppa!!! Berikan sedikit saja untukku!”
“Shireo!”
“Oppaaaa!!”
“Hahahahahaha.”
Aku mencoret wajahnya dengan kue
“Yaaa! Sayang kuenya!!”
“Daripada kue, kau akan lebih menyayangkan momen yang lain.”
“Maksudmu?”
Aku menariknya ke mobilku
“Kita mau kemana?”
“Ke momen terindah dalam hidupmu.”
“N..ne?”

——————–TBC——————-

108 thoughts on “Enchanted {part 9}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s