Enchanted {part 8}

enchanted

Title : Enchanted

Genre : Fantasy, Comedy, Romance, Angst

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Kris Wu
  • Im Yoona

Other Cast :

  • Lee Donghae
  • Jessica Jung
  • Victoria Song
  • Shim Changmin
  • Taeyeon
  • Leeteuk
  • Kwon Yuri
  • Choi Minho

Sebelum memulai kelanjutan enchanted, author ingin menyampaikan kalau…jengjengjengjeng…

 

SOOYOUNG WON “BEST K-STYLE” AWARD!!!

“Terima kasih untuk memberikanku sebuah penghargaan yang luar biasa pada hari yang spesial ini. Ini merupakan pertama kalinya aku mendapatkan sebuah penghargaan pribadi, jadi ini sangat membahagiakan. Aku bersyukur bisa berada di sini.

Pertama-tama, terima kasih untuk orang tua dan keluargaku yang mengajarkanku tentang style sejak aku masih kecil. Dan terima kasih SONE yang selalu mendukung kami.

Terima kasih untuk semua staff SM Entertaintment. Terima kasih pula untuk Direktur Suh Jookyung dan tim stylistnya. Terima kasih untuk manager oppa. Dan terima kasih untuk para member yang akan senang untuk menonton ini di rumah. Kami akan kembali secepatnya dengan lagu dan penampilan yang baik. Terima kasih”

Chukkhae eonni! ^^ SONE dan Sooyoungster akan selalu mendukungmu!

——————————————-

~Changmin POV~
“Choi Sooyoung?”
VIct mengangguk
“Yoona bilang,perhatian donghae pada anak beasiswa itu sangat mencurigakan. Aku memang pernah melihat mereka makan bersama di sebuah restoran Jepang. Tapi menurut yoona, donghae selalu memperhatikan yeoja itu. Entah kenapa ini terasa aneh bagiku.”
Aku berpikir sejenak
“Apa menurutmu..jangan-jangan…dia adalah putri kandungnya?”
“Maksudmu anaknya dengan yeoja bernama jessica itu?”
“Ne.”
Aku berpikir sejenak.
“Kurasa belum tentu. Bisa saja kan..dia memperhatikan orang lain. Kau kan tahu, seberapa sentimennya yoona dan yeoja itu.”
“Tapi..”
“Justru aku lebih curiga soal sica.”
“Maksudmu?”
“VIct, apa donghae ke Busan belakangan ini?”
“Besok dia akan ke Busan. Waeyo?”
“Kurasa….aku tahu dimana Jessica.”
“N…ne?”

~Kyuhyun POV~
Harii ini aku berada di kamar hotel karena harus menghadiri pesta peringatan sepuluh tahun berdirinya hotel milik appa. Karena bosan dengan pesta itu, aku pergi ke kamar hotel. Melepaskan jas dan mengganti pakaianku. Aku melihat ke arah ponsel. Tidak ada pesan ataupun panggilan dari yeoja itu. Artinya, dia baik-baik saja. Tapi tidak bisakah dia mengirim pesan padaku sekali saja? Aku tersenyum kecil melihat fotonya. Choi Sooyoung..inilah yang membuatmu menarik. Sangat sulit untuk didapatkan. Aku membuka contactnya dan mengirimnya sebuah pesan
“Kau sudah tidur?”
Aku memandangi tulisan itu. Kenapa aku jadi terkesan seperti orang bodoh?

2505_626315914078475_2095172166_nGanti.
“Apa ada yang mengganggumu hari ini?”
Kenapa rasanya menyebalkan?
“Apa yang sedang kau lakukan sekarang?”
Haish..bisa-bisa dia menjadi besar kepala. Tidak. Aku tidak boleh mengejarnya sampai segencar ini. Yeoja seperti pasir. Begitu kata minho. Semakin erat genggamanmu, mereka akan semakin keluar dari genggaman itu
“Bogoshipo.”
Aku tersenyum melihat tulisan itu. Klise. Tapi cukup manis. Aku berniat menghapus tulisan itu. Bisa-bisa dia menganggapku aneh jika melihat tulisan itu. Hingga aku mendengar suara itu
Tok…tok..tok..
Klik. Aku menekan tombol enter”ARRRGHH!!!!!!”
Klik. Kudengar sebuah bunyi dari pintu. Sekretaris Kim memasuki kamarku
“Tuan Muda, gwaenchanhayo?”
“Haish….” aku menggigit bibir bawahku. Baik itu benar-benar pesan yang aneh
“Ada apa?” tanyaku
“Tuan..memanggil Anda untuk kembali ke pesta.”
“Katakan padanya. Aku sakit dan ingin tidur.”
“Algesseumnida.”
Sebelum dia pergi, aku harus memperingatkan sesuatu terlebih dahulu
“Sekretaris Kim.”
“Ne?”
“Tolong..jangan bukakan kunci kamarku dengan kunci hotel yang kau pegang. Itu..agak mengganggu.”
“Joesonghamnida, Tuan Muda.”
“Ne.”
Setelah dia pergi, aku melihat cellphoneku. Meringis. Haish..benar-benar bodoh

~Sooyoung POV~
Aku sedang memakan ramen di kamarku. Tiba-tiba kudengar cellphoneku bergetar
Drrt..
Aku menyumpitkan ramen ke mulutku dan mengambilnya. Ternyata line dari kyuhyun
“Bogoshipo.”
“M….mwo?”
Aku hampir mengeluarkan ramen di mulutku. Apa dia se-random ini? Mengirim pesan bogoshipo padahal kami baru tidak bertemu satu hari? Aku menggeleng kecil. Tapi kalau dipikir-pikir, ini cukup manis. Aku mengetik balasannya.

~Kyuhyun POV~
Drrt.. Cellphoneku bergetar. Aku memejamkan mata sebentar. Mudah-mudahan dia tidak berprasangka buruk. Aku membuka pesan darinya
“Kau sedang terjebak di acara membosankan itu lagi, eoh?”
Aku menghembuskan nafas lega. Syukurlah dia tidak mengira yang bukan-bukan
“Darimana kau tahu?”
“Saking bosannya, kau sampai mengirim pesan seperti itu padaku. Hahahha.”
“Kau belum tidur?”
“Belum. Aku sedang memakan ramen.”
“Hei. Kau tidak boleh memakan ramen terlalu sering. Itu tidak baik bagi kesehatanmu. Kau kan baru sembuh.”
Tapi ini sangat enak :9″
“Kau membuatnya sendiri?”
“Tentu saja. Memangnya siapa yang akan membuatkannya untukku?”
“Kau harus membuatkannya untukku kapan-kapan.”
“Ne.”
“Kau berjanji.”
~Yoona POV~
Aku berada di pesta ulang tahun hotel itu. Tapi aku tidak menemukan sosok cho kyuhyun daritadi. Yang kutemui justru bumonimnya
“Kau adalah gadis yang sangat cantik,” ujar eommanya
“Gamsamida, ahjumma.”
“Kau sangat cocok untuk bersanding dengan uri kyuhyun,” ujarnya
Aku tersenyum kecil. Tentu saja. Memang siapa lagi yang pantas bersanding dengannya? Choi Sooyoung? Ayolah. Jangan bercanda
“Yoona juga aktif di sekolahnya sebagai anggota cheers,” ujar eommaku
“Aigoo.. Kau pasti sangat populer. Pasti banyak namja yang menyukaimu. Bukan begitu yeobo?” ujar eommanya
“Ne,” appanya mengamini
“Kyuhyun eodiyo?” tanya eommaku
“Dia kelelahan. Mungkin karena menyiapkan ujian masuk universitas,” ujar appanya
“Ah..ya. Dia sudah kelas tiga.”

——————————————-

~Sooyoung POV~
Hari ini adalah pelajaran olahraga : berenang. Taeyeon menunggu di sebelahku
“Apa tak masalah berenang setelah baru sembuh?”
“Tentu tidak. Aku terbiasa melakukannya.”
“Haish..kau ini benar-benar. Padahal, dua hari lalu wajahmu sangat pucat. Sekarang wajahmu sangat berseri,” ujarnya
Aku tersenyum kecil. Sepertinya apa yang ‘namja’ itu katakan padaku salah. Taeyeon tidak seburuk itu. Ngomong-ngomong soal ‘namja’ itu..aku tidak pernah melihatnya lagi dimanapun. Tapi ya sudahlah. Mungkin dia sudah pergi dengan tenang.
“Kaja.”

~Taeyeon POV~
“Yeaaayy!!! Kau benar-benar hebat!”
“Hahahahha. Namanya saja sooyoung, sudah jelas dia jago berenang,”ujarku
“Yaa! Sooyoung yang ada di namaku bukan berarti ‘berenang’!”
“Hahahahha.”
PRITT!!
“Semuanya! Mari kita adakan rally untuk berenang!”
“Yeaaayy!!!”
“Ayo atur strategi!”
Kami berkumpul dan menentukan perenang pertama hingga terakhir
“Kau berenang di akhir saja, sooyoungie. Kau paling cepat.”
“Arraseo, Nona Kim.”

~Sooyoung POV~
Aku bersiap di line. Memakai kacamata renangku sambil menunggu taeyeon kembali. Saat dia kembali, aku langsung meloncat ke air dan berenang secepat mungkin
“Hwaiting!!!”
Saat aku berenang dengan cepat, tiba-tiba kurasakan kakiku ditarik
“HMPPH!!!”
Aku menengok ke bawah. Kulihat seorang yeoja di sana. Wajahnya berwarna biru dan pucat. Matanya melotot ke arahku dengan sangat menyeramkan
“AAAAAAA..”
Aku berusaha untuk naik ke atas. Tapi sia-sia. Dia memegangku dengan erat. Nafasku sangat sesak. Tolong aku..

~Kyuhyun POV~
BLUB!
Aku langsung berdiri dari kursiku saat melihat dia menghilang dari garis air.
“YAAA!! Sonsaengnim!!! Sepertinya dia tenggelam!!!”
Aku langsung meloncat ke dalam air. Mencari sosoknya. Kulihat matanya sudah terpejam. Tapi anehnya, dia tidak mengambang. Pasti ada yang mengerjainya lagi. Aku langsung menariknya ke atas air. Teman-teman membantunya untuk naik ke atas. Aku menepuk pipinya
“omonaaa!! Dia pingsan!! Sonsaengnim!!!” ujar para yeoja
“Yaa! Choi Sooyoung irreona!!” aku menepuk pipinya
Aku memegang denyut nadinya. Sangat lemah. Aku berusaha memberikan pertolongan pertama untuk mengeluarkan air dari mulutnya.
“Ottokhe…”
Aku membuka mulutnya dan memberinya nafas buatan. Jebal..irreona.

~Sooyoung POV~
Aku merasakan sesuatu yang hangat di bibirku. Aku bisa merasakan kekhawatiran dan deru nafas itu. Kurasakan air yang berada di mulutku ingin dikeluarkan
“Uhk…”
“Syukurlah..akhirnya kau sadar.”
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Samar-samar. Yang terakhir kuingat justru hantu air itu. Sret. Kurasakan seseorang menggendongku
“Aku akan membawanya ke UKS.”
Aku hanya diam. Aku tahu persis suara itu. Cho Kyuhyun. Perlahan aku mendongakkan kepalaku. Mencoba melihatnya. Rambutnya basah dan deru nafasnya cepat. Dia…menolongku
“Gomawo..”
“Ne.”
Deg… kurasakan jantungku berdetak keras. Bagaimana tidak? Bayangkan saja kau digendong oleh seorang namja, topless, dan kau bisa merasakan kekhawatirannya? Aish..ani choi sooyoung. Apa yang kau pikirkan? Tapi aku tidak tahu rasanya akan senyaman ini.
“Kau bodoh jika kau akan kembali ke kolam renang itu untuk membantu hantu air.”
Aku menggeleng kecil
“Dia terlalu mengerikan. Aku tidak ingin melihatnya lagi.”
“Dengarkan aku. Jangan pernah membahayakan dirimu lagi. Arraseo?”
“Ne.”

——————————————–

~Yoona POV~
“MWOYAA?! Kyuhyun sunbae menggendongnya dan memberinya nafas buatan?”
Seohyun mengangguk
“Aku benar-benar iri. Bahkan minho belum pernah melakukannya untukku,” ujar yuri
“Nado,” ujar seohyun
“Yaaa!! Kau tahu darimana hah?!”
“Para sunbae kelas 3-1 yang mengatakannya. Mereka bahkan dijuluki Romeo and Juliet versi SEHS.”
“Haish..sebutan macam apa itu hah?! Sudah. jangan katakan itu lagi di depanku. Itu membuatku muak!”

~Sooyoung POV~
“Yang tadi itu..namjachingumu?” tanya dokter jaga
“A..aniyo.”
“Sudahlah. Kau tidak perlu berbohong padaku. Wajar kok kalau kau menjalin hubungan khusus dengan seorang namja saat masa SMA.”
“Tapi dia–”
“Anak muda, aku juga pernah berada di masa seperti itu. Bagaimana mungkin seorang namja memperhatikanmu sampai seintens itu jika dia tidak menyukaimu?”
“Maksud..sonsaengnim?”
“Kau sudah beberapa kali ke sini. Bahkan kau pernah kesini dua kali dalam sehari.”
“Dua kali..dalam sehari?”
“Ne. Saat kau meminta obat flu itu. Pertama, kau datang sendirian. Setelah itu kau keluar tanpa mengatakan apapun padaku. Aku sampai merinding karena matamu terlihat merah. Tetapi sekitar dua puluh menit kemudian, namja itu kembali ke sini sambil menggendongmu. Katanya kau pingsan di atas atap sekolah.”
“Atap..sekolah?”
“Kau tidak mengingatnya?”
Aku menggeleng. Bagaimana bisa…aku berada di atas atap sekolah? Apa yang terjadi..

—————————————-

~Kyuhyun POV~
Bel pulang sekolah berbunyi. Aku langsung pergi ke UKS untuk menjenguknya. Kulihat dia sudah bangun dan sedang meminum air hangat
“Bagaimana? Kau sudah merasa baikan?”
“Ne.”
Aku mengeluarkan catatanku
“Ini untukmu.”
“Kau mencatat?”
“Ne. Demimu. Karena kau tidak ikut jam pelajaran.”
“Aku kan bisa meminjam punya taeyeon.”
“Haish..sudahlah terima saja. Arrachi?”
“Gomawo.”
“Ne.”
Dia meminum air itu perlahan dan menatapku dengan bingung
“Apa..kau tahu bagaimana bisa aku berada di atas atap sekolah?”
Aku mengusap tengkukku perlahan. Bagaimana cara menceritakan hal ini padanya?
“Sonsaengnim bilang, aku keluar dari UKS tanpa mengatakan apapun dan mataku sangat merah. Aku merasa ini aneh karena aku tidak mengingat apapun tentang hal itu.”
“Kau mau tahu penyebabnya?”
Dia mengangguk
“Kangin. Dia merasukimu.”
“MWO?”
“Makanya, sudah kukatakan berkali-kali. Jangan mengikutcampuri urusan ‘mereka’. Jangan meminum obat sembarangan dan jaga kesehatanmu. Mereka selalu mencoba untuk mengganggumu.”
“Tapi dia–”
“Dia membohongimu. Taeyeon dan Leeteuk bukan orang yang jahat. Aku bisa menjaminnya.”
“Arra.. tapi..bagaimana bisa kau tahu..aku berada di atas atap sekolah?”
“Aku..mengkhawatirkanmu. Jadi aku menjengukmu setelah pulang sekolah. Tapi kau menghilang dan sonsaengnim bilang kau sangat aneh. Akhirnya aku bertanya pada petugas kebersihan. Katanya kau pergi ke atas atap sekolah. Saat aku sampai di sana…”
“Ne?”
“Kangin hampir membunuhmu, kau tahu?”
“N..ne?”
“Dia hanya memanfaatkanmu untuk membalas dendam pada taeyeon dan leeteuk. Dia ingin..mereka melihat kematian seseorang di depan matanya.”
“Jadi..karena itu..”
“Setelah ini. Kuminta kau belajar dari pengalaman. Jangan mau diperalat lagi, arrachi?”
Dia mengangguk kecil
“Gomawo..sudah menolong dan mengkhawatirkanku.”
“Ne.”
“Tapi…kenapa dia bisa menghilang? Bukankah dia hanya akan pergi sementara…saat kau menyentuhku?” tanyanyaAku mengusap tengkukku. Mana mungkin aku berkata kalau aku menciumnya?
“Aku juga tidak tahu.”

————————————————–

~Kris POV~
“Jadi..yeoja bernama choi yoona itu..menyukai kyuhyun?”
Aku mengangguk dan tersenyum kecil
“Bukankah ini justru berita buruk?”
“Ani. Ini berita yang sangat baik.”
“Waeyo?”
“Kita bisa memanfaatkan kondisi ini untuk membiarkan namja itu memilih. Apakah dia lebih memilih untuk bertunangan dengan yoona dan mendapatkan semua hartanya, atau choi sooyoung tetapi dia harus meninggalkan semuanya karena appa tidak akan merestui pernikahan itu. Dan kurasa dia pasti memilih yeojanya.”
“Bagaimana bisa kau seyakin itu kris?”
“Yoona memang populer. Tapi dia tidak pintar dan bukan tipe ideal kyuhyun. Sedangkan choi sooyoung adalah tipe idealnya dan yeojachingunya. Dia pasti akan lebih memilih yeoja itu.”

~Jessica POV~
Aku sedang berada di cafe bersamanya. Entah kenapa namja itu memanggilku. Aku hanya datang karena dia bilang, hal ini bersangkutan dengan youngieku.
“Tiga bulan lagi, dia akan lulus dari haggyo,” ujar donghae
“Aku tahu itu.”
“Aku berencana untuk menyekolahkannya di Amerika.”
“M…mwo?”
“Dia harus mendapatkan yang terbaik.”
“Ani. Aku tidak setuju.”
“Waeyo? Ini peluang yang bagus bgainya.”
“Donghae. Kami tidak butuh bantuanmu dalam hal seperti ini. Kurasa Seoul University akan menerimanya melalui jalur beasiswa.”
“Tapi sica. Dia–”
“Dia putriku. Jadi aku yang berhak mengaturnya.”
“Dia juga putriku. Jadi aku berhak memberi yang terbaik baginya.”
Aku berdiri dan akan meninggalkan tempat itu. Tapi dia malah menahanku
“Lepaskan.”
“Kau selalu kabur sica. Dan kali ini, aku ingin kau memutuskannya secara bijaksana.”
“Aku sudah memutuskannya secara bijaksana. Aku tidak ingin dia pergi ke luar negeri sendirian. Tidak ada yang menjaganya di sana. Aku tidak ingin dia terjerumus sepertiku!”
Air mataku menetes begitu saja. Mengingat kenangan masa lalu dimana aku sangat bodoh dan memberi segalanya untuk namja itu.
“Sica. Apa kau tidak bisa memaafkanku?”
“Tidak. Itu adalah pertanyaan terbodoh yang pernah kudengar.”
“Kau menyesal karena pernah mencintaiku?”
“Ne. Aku sangat menyesal. permisi.”
Aku menepis tangannya dan pergi dari sana. Air mataku menetes lagi. Tidak. Perkataanku tidak sesuai dengan hatiku. Lampu sudah berwarna hijau. Aku melangkahkan kakiku untuk menyebrang jalan. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang keras menghantam sisi kiriku
“SICAAAAAAAA!!!!”
Samar-samar aku melihat sosok namja itu merangkulku
“TOLONG PANGGILKAN AMBULANS!”
Aku tersenyum dan memejamkan mataku. Perlahan air mataku terjatuh. Aku bohong oppa. Aku sudah memaafkanmu. Karena aku tidak bisa membenci appa dari putriku. Dan aku tidak pernah menyesal telah mencintaimu. Karena kau memberi kebahagiaan terindah dalam hidupku, seorang putri cantik bernama Choi Sooyoung. Mencintaimu adalah kebodohan terbesar, dan terindah dalam hidupku. Selamat tinggal. Choi Donghaeku.

—————————————–

~Sooyoung POV~
Hosh..Hosh..
Aku berlari di lorong rumah sakit. Mencari ruang ICU. Saat aku sampai di sana, aku hanya bisa menitikkan air mataku. Tidak..tidak mungkin.. Aku melihat eomma memakai dress putih. Mengusap wajah appa perlahan. Ia menitikkan air mata dan tersenyum. Andwae..eomma..dia tidak boleh pergi.
“Youngie..” appa memanggilku dengan pelan
Aku berlari memasuki ICU. Kakiku melemas saat melihat tubuh eomma tertutup sebuah kain putih. Aku membuka kain itu perlahan. Berharap yang kulihat adalah salah.
“EOMMAAA!!! IRREONAAA!!”
“Youngie…jebal jangan seperti ini..”
Kulihat eomma tersenyum kecil dan mengusap kepalaku.
“Saranghae.”
perlahan dia menghilang menjadi butiran cahaya. Kakiku terasa lemas. Aku terjatuh. Eomma….setelah ini apa yang harus kulakukan
“Eo…mma….”
“Youngie…” kurasakan namsong itu memegang bahuku. Aku menoleh ke arahnya. Bajunya berdarah. Seketika sebuah bayangan kejadian terlintas di kepalaku. Dia…..
Aku menepis tangannya
“KAU ADALAH PENYEBAB KEMATIAN EOMMA!”
“Youngie…aku…”
“AKU MEMBENCIMU AJJEOSI! AKU SANGAT MEMBENCIMU!”

~Victoria POV~
“Ini 10 juta won yang kujanjikan.”
“Gamsamida, nyonya.”
“Menghilanglah dan tutup mulutmu. Atau kau akan berakhir seperti yeoja itu.”
“Ne. Algesseumnida.”
Aku tersenyum sambil bersandar ke sofa. Untunglah kami bergerak cepat. Changmin pun cepat mengetahuinya. Donghae benar-benar bodoh. Aku tersenyum kecil melihat foto yoona
“Aku akan melindungimu, chagi.”

————————————————————-

~Kyuhyun POV~
“Ayolah youngie, makanlah biarpun hanya sedikit. Kau bisa sakit.”
Dia hanya menggeleng kecil. Aku menghela nafas. Sepeninggal eommanya, dia jadi lebih banyak diam dan tidak seceria biasanya. Siapapun yang berada di posisinya pasti melakukan hal yang sama. Bahkan saat pelajaranpun, dia lebih banyak melihat ke arah jendela. Aku tidak kuat melihatnya seperti ini. Bel pulang sekolah berbunyi. Dia masih tetap di posisinya. Tidak bergeming. Aku mensejajarkan tinggiku dengannya
“Eommamu tidak akan senang melihatmu seperti ini.”
Dia hanya diam dan menitikkan air mata
“Oppa…selama ini aku pernah bilang..kalau aku tidak ingin melihat ‘mereka’ lagi. Tapi kenapa..aku justru bisa melihat ‘mereka’ yang tidak ingin kulihat di saat aku tidak bisa melihat eomma yang sangat ingin kulihat.”
“Berarti dia sudah pergi dengan tenang, youngie. Tidak ada dendam di hatinya.”
Dia berdiri dan menatapku. Matanya sembab karena air mata
“Oppa. Pernahkah kau merasakan..rasanya benar-benar sendiri?” tanyanya
Aku hanya diam dan memeluknya perlahan. Mengusap kepalanya dan membiarkannya menangis di pelukanku. Melihatmu menangis lebih menyakitkan daripada melihat appa menikah dengan nenek sihir itu
“Kau tidak sendirian. Kau punya aku, taeyeon, dan teman-teman yang lain.”
“Bagaimana..kalau mereka meninggalkanku..seperti tim cheers?”
“Kalaupun mereka meninggalkanmu, aku tidak akan meninggalkanmu.”
“Waeyo?”
“naega dangsineul saranghagi ttaemune (because i love you).”
“N…ne?”
“Aku bukan orang yang romantis dan bisa menyatakan perasaanku secara terang-terangan kapanpun. Sejujurnya aku bukan tipe namja yang suka menanyakan ‘apakah kau mau menjadi yeojachinguku?’. Tapi berhubung kau adalah yeoja babo yang tidak akan sadar jika tidak diungkapkan secara langsung, maka aku hanya akan mengatakan hal ini sekali di depanmu. jadi dengarkan baik-baik”
Aku menghapus air matanya dan menatap matanya lekat-lekat
“Saranghae.”
Dia hanya diam. Angin musim semi menembus jendela kelas. Meniup gorden putih itu. Perlahan dia berjinjit dan menciumku. Sangat lembut. Aku melepaskannya perlahan dan memeluknya
“Kau tidak akan pernah sendirian.”

——————————————

~Donghae POV~
Aku memandang foto lamaku dan sica. Saat kami masih berada di daehaggyo dimana aku menggendongnya sambil berlari. Sama seperti saat itu. Musim gugur. Kami menyatakan perasaan satu sama lain.
“Mianhae sica. Aku..bahkan….dia benar sica. Aku membunuhmu. Kalau saja saat itu aku tidak mengajakmu bertemu. Kalau saja saat itu kita tidak berselisih pendapat. Kalau saja saat itu… Kalau saja dulu kita tidak pernah bertemu, mungkin semuanya akan menjadi lebih baik.”
Aku mengusap foto itu perlahan
“Victoria salah, jika dia mengira dengan meninggalnya dirimu..dia bisa menggantikan posisimu. Sampai kapanpun..dia tidak akan bisa.”

—————————————

~Kyuhyun POV~
“Mianhamnida yeobo. Aku..gagal menjaganya”
“Gwaenchanhayo. Memang belum takdir kita untuk menjadi orang tua. Lagipula melahirkan di usia ini sangat berbahaya”
“yang terpenting kesehatan eomma.”
Aku tidak memedulikan adegan drama itu. Sejak awal sudah kuduga kalau nenek sihir itu hanya berakting. Dan setelah enam bulan, barulah dia mengakhirinya dengan ‘pura-pura’ keguguran. Aku pergi keluar dari kamar inap itu. Benar-benar bodoh. Aku saja bisa melihat dari wajahnya.
“Aktingmu kurang pro.”
~Kris POV~
“Anak itu..benar-benar keterlaluan. Tidakkah dia tahu kalau kau sangat sedih sekarang?!”
“Mungkin dia juga shock, yeobo,” ujarku
“Sudahlah. Kau tidak perlu membelanya. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran anak itu.”
Aku tersenyum tipis. Benar-benar bodoh. Bisa-bisanya dia berakting seperti itu
“Lihat saja. Dia memilih Seoul University tanpa berkonsultasi denganku. Tidak seperti kris yang bercerita padaku dan memutuskan bersekolah di Taiwan.”
“Mungkin…dia mengikuti yeojachingunya,” ujarku
“Yeojachingu?”
“Ne.”
“Nuguya?”
“Aku tidak mengenalnya,” ujar eomma
Aku terheran sedikit mendengarnya
“Kalau begitu..aku akan keluar sebentar untuk mencarikan makanan bagi kris.”
“Gamsamida, appa.”
Setelah memastikannya pergi, aku menoleh ke arah eomma
“Kita harus membuatnya mengetahui siapa yeoja itu sendiri,” ujar eomma
“Untuk?”
“Agar emosinya lebih bisa dipermainkan. Sudahlah. Kau tidak perlu memikirkannya. Pikirkan saja studimu di Taiwan. Arra?”
“Ne, eomma.”

———————————–

~Sooyoung POV~
Besok adalah hari ujian. Aku belajar dengan giat dengan ikat kepala bertuliskan “Hwaiting”. Kudengar pintu rumahku diketuk. Saat aku melihat siapa yang datang, aku langsung membukakan pintunya
“Ayam ginseng,” ujarnya
“Kenapa..kau disini?”
Dia masuk dan menaruh makanan itu di atas meja
“Memangnya aku tidak boleh belajar bersama yeojachinguku?”
Aku melihat ke arah jam
“Baiklah. Kau harus pulang pukul 9.”
“Waeyo?”
“Karena aku ingin tidur.”
“Kau tidak mau tidur sambil bergandengan tangan seperti dulu?”
“Shireo.”
“Waeyo? Padahal dulu kau sangat menyukainya. Kau jadi tidak perlu takut karena tidak melihat mereka.”
Aku hanya diam dan menatap namja itu dengan bingung. Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu dengan mudah? Apa dia lupa. Dulu aku bisa tenang saja karena pertama, aku memang sangat ketakutan dan kedua, saat itu dia bukan namjachinguku. Dia bahkan menganggapku ‘pengganggu’. Tapi sekarang? Dia namjachinguku dan keadaannya berubah

~Kyuhyun POV~
Dia hanya mengamatiku daritadi. Ekspresinya seolah bertanya ‘mengapa kau sangat bodoh?’. Aku hanya tersenyum kecil Sejujurnya aku mengerti jalan pikirannya. Aku menyentil jidatnya
“Yaa..kenapa kau menyentilnya..”
“Aku tidak mungkin berbuat macam-macam pada yeojaku sebelum kami mengucap janji di depan altar. Arra?”
Dia tersenyum kecil
“Arrayo.”

————————————-

~Sooyoung POV~
“Chukkhae! Appa bangga padamu!”
“Chukkhae ! Kau anak eomma yang terhebat!”
Aku mendengar ucapan itu di seisi aula ini. Hari ini adalah hari kelulusanku. Dan aku harus menerima penghargaan sebagai juara umum kedua tanpa kehadiran bumonimku. Aku melihat ke arah piagam itu. Eomma, apa kau melihatnya di surga? Aku menghapus air mataku dengan cepat. Kurasakan kyuhyun menepuk bahuku
“Kyu–”
“Chukkhae!!!! Yeojaku memang hebat!”
“Yaa! Kau yang lebih hebat! Bisa-bisanya bermain game dan mendapat juara umum pertama!”
“Hei. Nilai kita hanya beda 0.02.”
“Kau membuatku kesal dengan mengingatkan selisih yang hanya sedikit itu.”
“Hwanajima,” ujarnya dengan aegyeo
“Mana mungkin aku marah padamu. Chukkhae. Aku sangat bangga padamu.”
Dia mencium keningku dengan cepat
“Oppa yaaa!!”

~Donghae POV~
Aku tersenyum dari kejauhan melihatnya tertawa. Chukkhae youngie. Appa ingin sekali memelukmu. Tapi…kau pasti akan sangat membenciku jika aku melakukan hal itu. Karena aku tidak bisa menjadi appa yang baik untukmu…bahkan setelah eommamu meninggal sekalipun

—————–TBC——————–

 

112 thoughts on “Enchanted {part 8}

  1. uwaaaa, kyuyoung udah resmi pacarannya.
    sedihnya kenapa sica udah meninggal. sumpah benci sama vict, cepat amat bertindaknya ckck.
    omma kris juga gila, wah disini org jahatnya gila semua….
    sedih liat soo ambil kelulusan sendiri, tapi bisa napas lega pas ada kyu yang bisa bikin soo senyum lagi.
    wah penasaran gimana selanjutnya, kira2 apa yg bakalan appa kyu lakuin ya pas tau kyu cinta sama soo gadis miskin yg beruntung walau notabene nya di juga anak donghae yg tau sendiri termasuj jajaran anak org kaya. pengen tau juga gimana reaksi donghae pas tau yoona bukan anaknya…
    hahahaha, rasanya klo penasaran ditulis semua bakalan berpart-part hahahaha….
    oke chinggu next part ditunggu yaaa :)
    hwaiting

  2. Sicaaaa andwee, kenapa dia harus pergi?😭
    Padahal pengen banget nanti endingnya soohaesica bisa berkumpul jadi keluarga bahagia ☹.
    Ini semua gara gara vict dan changmin bukan salahnya donghae

  3. Sica meninggal?
    Perbuatan Vict dan changmin kah tu?
    Sedih lihat soo ambil nilai kelulusannya sendiri..
    Tapi untung ada Kyuppa yg bkin soo tersenyum..
    Soo malah nuduh haeppa yg bunuh sica..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s