Enchanted {part 6}

enchanted

Title : Enchanted

Genre : Fantasy, Comedy, Romance, Angst

Rating : PG-15

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Kris Wu
  • Im Yoona

Other Cast :

  • Lee Donghae
  • Jessica Jung
  • Victoria Song
  • Shim Changmin
  • Kwon Yuri
  • Choi Minho

Cameo for part 6 :

  • IU
  • Eunhyuk
  • Hyoyeon

Recommended Song for this part
T Yoon Mi Rae-Touch Love

~Sooyoung POV~
Sebelum pulang, aku mampir ke minimarket di dekat rumahku. Aku mengambil susu coklat dan berniat membayarnya di kasir. Saat aku akan keluar, seorang yeoja menubrukku
“Joesonghamnida.”
“Ne.”
Aku tercengang melihat ‘seseorang’ di belakangnya. Dia…’yeoja’ yang ada di UKS..
“Kenapa kau ada disini?” bisikku pelan setelah yeoja yang menubrukku pergi
Dia hanya menatapku dan menyatukan kedua tangannya
“Kumohon, bantu aku.”
“Baiklah. Ikutlah ke rumahku dan ceritakan semuanya di sana. Aku bisa dianggap orang gila jika kau bercerita disini,” bisikku dengan hati-hati

—————————————-

~Kyuhyun POV~
“Kudengar dari kris, kau membawa yeojachingumu ke rumah,” ujar appa
Aku tidak memedulikannya dan tetap membaca
“Lalu kenapa? Apa itu masalah?”
“Ani. Aku…hanya heran. Sejak kapan kau dekat dengan seorang yeoja? Kenapa kau tidak menceritakannya padaku?” tanyanya
“Memangnya orang sibuk seperti appa masih memiliki waktu untuk mendengar ceritaku yang rasanya tidak penting?”
“Kyu ah. Aku bicara baik-baik denganmu. Masalah pasangan hidupmu merupakan hal yang penting.”
“Kami hanya pacaran. Belum tentu kami bertunangan. Belum tentu kami menikah. Kenapa appa seserius itu?””
“Terserah. Yang jelas aku hanya ingin memperingatkan hal ini padamu. Kau adalah penerusku. Dan yeoja pilihanmu harus juga merupakan pilihanku. Arrachi?”
Dia meninggalkan kamarku. Aku menatapnya dengan kesal
“Memangnya dia siapa?”

~Sooyoung POV~
“Jadi dia sahabatmu sejak kecil?”
Dia mengangguk
“Jadi..kau belum bisa pergi..karena mengkhawatirkannya dan ingin menjaganya?”
“Bukan karena itu. Tapi dia salah paham.”
“Salah..paham?”
Ne. Namanya Lee Ji Eun. Dia adalah teman masa kecilku. Sejak kecil, dia selalu mengalah untukku. Memberi semua yang kuinginkan, bahkan mainan kesukaannya sekalipun.”
“Lalu..?”
“Kami..menyukai namja yang sama.”
“Masalahmu rumit.”
“Ne. Dan parahnya saat itu, aku mengetahui kenyataan bahwa namja yang kusukai..ternyata menyukai Ji Eun. Tapi..”
“Tapi?”
“Aku terlalu egois dan tidak bisa mengalah untuknya. Akhirnya, aku menyatakan perasaanku pada namja itu. Dia pun menerimaku karena tidak ingin mempermalukanku.”
“Kalau dia menerimamu, bukankah artinya dia menyukaimu?”
“Aniyo. Aku tahu persis bagaimana Eunhyuk menyukai Ji Eun. Dia bahkan selalu meminjam catatan Ji Eun, memberinya nama panggilan IU, dan memerhatikannya di kelas. Dia hanya menerimaku karena aku menyatakan perasaan padanya duluan.Dan dia tahu, jika dia menolakku maka Ji Eun akan membencinya.”
“Maksudmu..namja itu serba salah?”
“Ne. Sampai saatnya kami pergi menonton di bioskop. Aku terpaksa mengajak Ji Eun agar diizinkan bumonimku. Tapi..aku justru melihatnya keluar dari bioskop. Eunhyuk mengejarnya. Karena penasaran, aku mengikuti mereka. Ternyata mereka sangat tersiksa dengan keegoisanku. Akhirnya..aku memutuskan untuk mengalah pada Ji Eun. Sekali dalam seumur hidupku.”
“Lalu? Bagaimana bisa dia salah paham?”
“Aku mengajak mereka bertemu di Kona Beans. Di hari itu, aku ingin mempersatukan mereka. Tapi..di tengah perjalanan ke sana, aku mengalami kecelakaan. Ji Eun salah sangka. Dia mengira aku meninggal karena melihat Eunhyuk memeluknya. Oleh karena itu, kumohon..hanya kau yang bisa membantuku, Sooyoungssi.”
“Tapi..bagaimana caranya? Bagaimana mungkin mereka mempercayaiku? Mereka siswa kelas 3.”
Dia terdiam dan berpikir
“Ngomong-ngomong..kenapa kau menunggu di UKS?”
“Di tempat itulah aku bertemu Eunhyuk untuk pertama kalinya. Dia menolongku saat terkilir di pelajaran olahraga. Dan di sana pula..Eunhyuk bertemu Ji Eun untuk pertama kalinya.”
“Berarti itu tempat yang spesial untuk kalian.”
“Ne. Bahkan aku tidak bisa melupakannya. Itu tanggal 12 Maret.”
“Ah! Kurasa aku tahu bagaimana caranya!”

—————————————–

~Yoona POV~
Aku berjalan di koridor dengan santai. Kulihat beberapa yeoja di sekolahku saling berbisik sambil melihat cellphone mereka
“Aigoo..aku benar-benar iri.”
“Lihat. Ini romantis sekali.”
Aku menggeleng mendengarnya. Apa itu kelakuan yeoja berkelas?
“Membayangkan kyuhyun sunbae memegang tanganku saja..rasanya aku hampir mati.”
Seketika aku menghentikan langkahku
“Apa yang kalian bicarakan?” tanyaku
“Ah..kau belum tahu yoong? Foto kyuhyun sunbae dan sooyoung bermain piano beredar di internet.”
“Mworagu?”
Aku merebut cellphonenya. Tercengang melihat foto itu. Yang jelas, ini bukan foto rekayasa. Tapi..bagaimana bisa? Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun bermain piano dengan seorang Choi Sooyoung? Memikirkannya saja membuatku pusing
“Bahkan ada gossip yang beredar kalau Sooyoung adalah yeojachingu Kyuhyun sunbae.”
“Mworagu?  Itu pasti rekaan sooyoung saja! Mana mungkin Kyuhyun sunbae menjadi namjachingunya! Apa dia sudah gila?!”
“Bagaimana jika itu benar?”
Aku terdiam mendengar suara itu. Perlahan, aku menengok ke belakang. Kulihat Kyuhyun sunbae berdiri di belakangku. Menyungging sudut bibirnya
“Sunbae..”
“Bagaimana bisa kau mengira itu rekaan Choi Sooyoung?” tanyanya dengan senyuman yang mengerikan menurutku
“Itu..”
“Bahkan kau mengataiku gila jika memilih yeoja itu.”
Aku hanya diam dan meringis. Benar-benar sial
“Dengar baik-baik. Choi Yoona.”
“Kau..tahu namaku?” tanyaku
“Ne. Kau sangat populer. Bukan begitu?”
Baik. Aku tidak tahu ini pujian atau sindiran
“Tapi dengar baik-baik. Justru, karena aku masih waras, aku memilih Choi Sooyoung sebagai yeojachinguku. Dia pintar, baik, cantik, berani, dan yang jelas dia tidak sepertimu. Arrachi?”
“Maksudmu?” aku menatapnya dengan tatapan sengit
“Kurasa kau sendiri tahu. Seperti apa dirimu. Annyeong.”
Dia melewatiku begitu saja. Seketika aku mengepalkan tanganku
“Yoong..”
Aku berlari ke kelas. Entah kenapa air mataku terjatuh. Benar-benar namja yang sarkastis

————————————

~Victoria POV~
“Dia ke Busan lagi?” tanya changmin
Aku mengangguk
“Ini benar-benar aneh. Setahuku, dia memang memiliki rencana untuk membangun dept store di sana. Tapi..rasanya ini aneh.”
“Sudahlah. Mungkin dia mengobservasi tempat.”
“Mungkin.”

~Sooyoung POV~
“Yang itu?” tanyaku
Hyoyeon mengangguk. Aku menatapnya dengan takut. Bagaimana mungkin.. aku mengatakan hal itu dengan mudahnya pada seorang sunbae? Apalagi dia duduk di kelas 3. Ini benar-benar menyusahkan
“Apa yang kau lakukan disini?”
Aku menoleh ke belakang. Kulihat kyuhyun di sana
“Oppa..”
“Kau benar-benar ingin ikut campur lagi?” tanyanya
“Kenapa kau disini?” aku mengalihkan perhatian
“Kau tahu, gossip itu beredar.”
“Maksudmu?”
“Kurasa kris yang membuatnya.”
“Aku masih tidak mengerti.”
“Gossip kalau kita pacaran. Babo!”
“MWO?”
“Yaa! Seharusnya kau bersyukur bisa digossipkan dengan namja sepertiku.”
“Haish.. kau benar-benar keterlaluan! Ini semua karena kau berbohong pada kris!”
“Yaaa! Memangnya kau tidak mau berada di dekatku hah? Bukankah kau tidak akan melihat ‘mereka’ jika ada aku?”
“Haish.. tetap saja ini menyebalkan. Setelah ini para yeoja akan membenciku.”
“Bersyukurlah untuk itu. Kau bisa fokus membantu ‘mereka’ bukan?”
“Kau pikir aku senang melakukan hal ini?”
“Setidaknya ini lebih menarik dibanding mendengar obrolan yeoja.”
Aku mendecak kesal dan menengok ke arah lapangan. Orang itu sudah menghilang
“Haish..kau itu benar-benar keterlaluan! Lihat! Namja itu menghilang!” protesku
“Kau–”
“Jangan menyentuhku! Nanti dia hilang!” ujarku
“Haish..ne.ne. Memang dia siapa?” tanyanya
“Kim Hyoyeon.”
“KIM HYOYEON?!”
“Wae? Kau mengenalnya?”
“Dia..sunbaeku. Dancing Queen, begitu mereka memanggilnya.”
“Terserah. Yang jelas, aku harus membantunya sekarang.”
“Caranya?”
“Aku harus bisa membawa namja bernama Eunhyuk itu ke ruang UKS bersama seorang bernama Lee Ji Eun dan menyatukan mereka.”
“MWO?””
“Itu permintaan Hyoyeon. Tapi masalahnya, aku tidak tahu caranya. Apa kau bisa membantuku?”
“Yaa! Aku tidak mengenal mereka!”
“Hm…. Ah! Kurasa aku tahu caranya!”
“Ne?”
“Kau pura-pura terjatuh di depan Eunhyuk. Dan aku akan pura-pura sakit di depan Ji Eun.”
“Kenapa aku harus membantumu?”
“Jebal! Katamu membantu mereka lebih menyenangkan dibanding mendengar gossip para yeoja!”
“Haish…arra. CHAGI,” ujarnya lalu pergi
Aku tersenyum kecil.
“Terdengar manis.”

~Eunhyuk POV~
Aku mengambil tas di lokerku. Seketika foto yang terpajang itu membuatku terdiam. Fotoku bersama Ji Eun dan Hyoyeon. Foto yang tidak bisa terulang lagi
“Mianhae..Hyo.”
Aku menutup loker itu perlahan. Menghela nafas. Rasa bersalahku tidak pernah bisa pergi. Tapi jujur. Aku masih mencintai gadis itu. Lee Ji Eun. IU. Aku melangkahkan kaki keluar ruang loker. Tiba-tiba kulihat seorang namja terjatuh di tengah lapangan
“Arrghh!!”
Aku menghampirinya
“Gwaenchanha?”
“Kakiku..sepertinya terkilir.”
“Kaja. Aku akan membantumu ke UKS.”
“Gamasamida.”
“Ne.”

~Ji Eun POV~
Hari sudah sore. Aku ber
“A..h..”
Aku menengok ke sumber suara itu. Kulihat seorang yeoja memegangi perutnya
“Gwaenchanha?”
“Perutku sangat sakit.”
“Kau..bisa berdiri?”
“Ah..manhi aphayo.”
Aku membantunya berdiri dan merangkulnya
“Aku..akan membantumu ke UKS.”
“Gomawo.”
“Cheonma.”

~Kyuhyun POV~
Aku sudah sampai di ruang UKS. Tapi yeoja itu belum juga datang. Haish…
“Kalau begitu..aku pulang dulu. Semoga lekas sembuh.”
Haish..cepat cari ide, Kyuhyun!
“Chamkanmanyo!”
“Waeyo?”
“Bisakah..kau mengambilkanku kain kasa yang ada di laci itu?”
“Ah..tentu saja.”
Dia berusaha mencarinya
“Tidak ada,” ujarnya
Haish..dasar namja babo. Padahal dia sudah berada disini 3 tahun. Bagaimana bisa dia tidak tahu kalau kain kasa berada di laci dokter?
Krek… pintu UKS terbuka. Akhirnya dia datang juga. Yeoja itu terdiam sesaat saat melihat namja itu mencari kain kasa di kotak obat. Dia cepat-cepat membantu sooyoung untuk duduk
“Aku..harus pulang dulu.”
Seketika namja bernama eunhyuk itu menoleh
“Ji Eun ah.”
Mereka terdiam beberapa saat. Sooyoung memberiku kode untuk berlari. Satu..Dua Tiga..
Kami cepat-cepat berlari keluar dan mengunci pintunya
“Apa menurutmu ini akan berhasil?”
“Ne. Pasti.”

~Eunhyuk POV~
“Yaaa! Bukakan pintunya!!” ji eun menggedor pintu itu
“Sepertinya..mereka berniat mengerjai kita.”
“Haish..benar-benar menyebalkan.”
Aku tersenyum kecil melihat wajah kesalnya. Tidak berubah
“Kau tidak berubah.”
Seketika dia terdiam dan menatapku
“Jangan berkata yang tidak-tidak. Cepat cari solusi untuk keluar dari sini.”
“Hei. Apa kau ingat. Setahun yang lalu. Di tanggal ini pula. Kita juga terkunci disini.”
Seketika dia terdiam. Duduk di pinggir ranjang pasien dan menghela nafas
“Ne. Dan Hyoyeon tidur disini sambil tertawa.”
Dia melihat lenganku. Ada gelang buatan hyoyeon di sana.
“Darimana..kau mendapat gelang itu?”
“Dari hyoyeon. Waeyo?”
Dia mengeluarkan tangan kanannya. Ada gelang yang sama di sana
“Bagaimana…bisa gelang ini sama?”  tanyanya
“Dia memberiku gelang ini sehari sebelum…kecelakaan itu.”
“Nado.”
“Dasar dua orang babo!”
Entah kenapa aku merasa mendengar suara hyoyeon. Seketika ingatanku kembali..ke hari itu

Flashback
“Oppa, bisakah kita bertemu besok di Kona Beans?”
“Memangnya..ada apa?” tanyaku
“Aku..ada hal penting yang ingin kukatakan padamu.”
“Kenapa tidak sekarang saja?”
Dia menggeleng
“Pejamkan matamu.”
Aku memejamkan mataku. Kurasakan dia memasangkan sesuatu di tanganku. Saat aku membuka mata, kulihat ada gelang yang terbuat dari tali berwarna coklat di sana.
“Oppa. Aku akan marah jika kau tidak menjaganya. Kau tidak boleh melepasnya sampai aku memerintahkanmu. Arrachi!”
“Bagaimana..jika aku melepasnya? Kau tidak akan tahu kan?”
“Ani. Aku pasti tahu.”
Flashback End

~Ji Eun POV~
“Di hari itu..dia memintaku untuk tidak melepaskan gelang ini. Dan sampai sekarang..aku baru ingat kalau aku…tidak pernah melepasnya.”
“Nado.”
Eunhyuk melepaskan gelang itu perlahan. Begitu pula aku. Seketika aku terdiam melihat ukiran nama di sana
“LHJ,”ujarku
“LJE,”ujarnya
Aku berpikir sejenak. LHJ itu..Lee Hyuk Jae? Dan LJE itu…Lee Ji Eun?
“Aiyo.”
Aku terdiam mendengar nama itu
“Tidakkah kau berpikir..di hari itu..sejujurnya dia ingin menyatukan kita?” tanyanya
“Aniyo. Tidak mungkin. Dia sangat menyukaimu. Mana mungkin dia menyatukan kita?”
“Kau bodoh Ji Eun.”
Aku terdiam mendengar suara itu
“Kau selalu mengalah untukku. Memberi semua barang kesukaanmu untukku. Tidakkah kau berpikir bahwa sekali-kali akulah yang harus mengalah untukmu?”
Aku terduduk lemas. Menitikkan air mata
“Mianhae hyoyeoniee…mianhae..”
“Akulah yang seharusnya meminta maaf, ji eun. Aku selalu iri padamu. Aku selalu menginginkan apa yang kau mau. Mianhae..”
“Hyoyeonie…”
Eunhyuk memelukku. Mengusap kepalaku perlahan. Angin memasuki jendela ruang UKS. Persis dengan kejadian setahun yang lalu. Dan jika aku bisa kembali..aku akan kembali di hari itu. Dimana kami terkunci bertiga sambil tertawa.
“Jaga dia untukku, Ji Eun.”

————————————-

~Kyuhyun POV~
Cklek. Sooyoung membuka pintu ruang itu lalu pergi. Aku mengikutinya
“Hyoyeon sudah pergi?”
Dia mengangguk dan menghapus air matanya
“benar-benar mengharukan.”
“Haish..dasar yeoja. Terlalu mudah tersentuh.”
Dia menepak lenganku
“Yaa! Kenapa kau memukulku!”
“Tidak berperasaan! Ini benar-benar mengharukan, kau tahu!”

———————————–

~Yoona POV~
Hari ini adalah latihan cheers. Aku melihat yeoja itu dengan kesal. Sekarang, dia jadi sangat populer di kalangan anggota cheers. Bahkan di kalangan para namja juga. Haish..menyebalkan. Karena dia, aku dipermalukan oleh kyuhyun. Aku menjauhi lapangan cheers. Kulihat seorang namja berambut coklat muda tersenyum padaku. Aku tidak memedulikannya dan pergi menjauh. Kudengar dia memanggilku
“Choi Yoona. Kurasa aku bisa membantumu.”
Aku menoleh ke sana
“Mwo? Maksudmu?”
“Kau membencinya bukan?” tanyanya
“Siapa yang kau maksud?”
“Choi Sooyoung.”
Aku terdiam sejenak
“Kau juga membenci Cho Kyuhyun yang telah mempermalukanmu bukan?”
“Kau…darimana kau..”
“Aku bisa membantumu.”
“Apa motivasimu?” tanyaku
“Sederhana. Cho Kyuhyun adalah saudara tiriku. Kau mengerti motivasiku kan.”
“Apa kau bisa dipercaya?”
Dia mengangguk “Seratus persen.”
“Arraseo.Jadi…apa rencana pertamamu?”

————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki sekolah. Kulihat para siswa bekerumun di depan papan pengumuman. Saat aku datang, seketika mereka semua terdiam dan seolah memberi jalan. Aku terheran melihatnya dan melangkahkan kaki ke papan pengumuman. Kulihat ada foto sooyoung di sana. Beserta kamar sewaannya
“Bagaimana bisa seorang pewaris Cho corp..menjalin hubungan dengan yeoja sederhana?” bisik beberapa yeoja yang kudengar.
“Kalian mempertanyakan foto ini?” tanyaku
mereka hanya diam
“Padahal, kalian mengaku berasal dari kalangan elit. Tapi untuk bersikap berkelas saja kalian tidak bisa. Mengapa kalian harus memandang seseorang dari status sosial? Benar-benar pemikiran yang rendah. Justru seharusnya kalian malu. Dia berjuang untuk bersekolah disini, tidak seperti kalian yang hanya bisa mengandalkan bumonim kalian. Arraseo?”
Aku pergi menuju kelasnya. Kulihat dia duduk di pinggir jendela. Saat aku memasuki kelas itu, mereka hening seketika. Aku menarik Choi Sooyoung dari kursinya keluar. Dia menatapku dengan bingung
“Yaa! Apa kau tidak marah hah mereka menstalk mu?”
Dia menggeleng
“Untuk apa aku marah? Itu memang benar,” ujarnya sambil tersenyum
Aku menghela nafas kecil dan ikut tersenyum
“Kau keren.”
“Ne?”
“Stay cool, no matter what happens.”
“Kau sendiri? Apa kau tidak masalah digossipkan dengan seorang loper koran?” tanyanya
“Tentu tidak. Aku justru bangga padanya.”
“Kita hanya pura-pura.”
“Bagaimana kalau aku ingin mengakhirinya?”
“Ne?”
“Mulai hari ini, aku sudah memutuskan. Kau menjadi yeojachinguku. Dan tidak seorangpun boleh mendekatimu.”
“N..ne?”
Aku mencium pipinya dengan cepat dan berjalan ke kelasku. Tersenyum kecil sambil membayangkan dia tercengang

——————————————-

~Sooyoung POV~
Aku mematung melihatnya menjauh. Yang tadi itu…apa….
“Sooyoungssi.”
Aku menoleh ke belakang. Choi Yoona di sana. Melipat tangannya. Beberapa anggota cheers juga di sana. Yuri menatapku dengan cemas
“Kau dikeluarkan.”
“N..ne?”
“Kau ingat peraturan anggota kami? Harus menjaga nama baik dan penampilan. Sayangnya, kau tidak bisa menjaga dua-duanya,” ujar yoona
“Maksudmu?”
“Kau akan merusak image kami jika tetap bergabung. Get lost!” ujarnya lalu pergi.
Aku terdiam sambil menghela nafas. Sepertinya orang-orang di sekolah ini memang aneh. Mereka semua pergi. Hanya Yuri yang tetap tinggal dan memelukku
“Mianhae. Aku tidak bisa membantumu. Suara mereka terlalu banyak.”
“Gwaenchanha.”
“Kau harus ingat. Sampai kapanpun, aku adalah temanmu. Kau bisa meminta tolong padaku.”
Aku tersenyum kecil. Ternyata masih ada orang yang cukup baik disini
“Gomawo.”

——————————————-

~Donghae POV~
“KETERLALUAN!”
Aku membanting kertas-kertas itu. Kepala sekolah hanya diam
“Bagaimana bisa ada murid yang merusak CCTV dan menempelkan foto ini? Benar-benar tidak berkelas!”
“Bersabarlah..sonsaengnim.”
“Bagaimana aku bisa sabar? Apa Anda tahu, hal ini akan berdampak lebih lanjut pada lingkungan sosialnya.”
Aku duduk dan berpikir keras. Hanya ada satu orang yang kucurigai kini. Yoona.
“Lantas..apa yang harus kita lakukan?” tanya kepala sekolah
“Tes dia untuk program akselerasi. Besok.”

————————————————

~Yoona POV~
Aku tertawa sambil merebahkan diriku di tempat tidur. Menyenangkan. Bisa menyingkirkannya dari cheers ternyata sangat menyenangkan. Bahkan kulakukan dengan mudah. Kris memang jenius.

Flashback
“Ikuti kegiatannya dan potret semuanya.”
“Ne?”
“Kau akan menemukan hal menarik, yoonassi. Dan setelah itu, kau bisa mengeluarkannya dari cheers.”
“Maksudmu?”
“Keluarkan dia dengan memanfaatkan aturan cheers. Kau akan mengerti maksudku setelah melihat kegiatannya.”
Flashback End

Bruk! pintu kamarku dibuka keras. Kulihat appa di sana. Membanting kertas itu ke sebelahku
“Apa-apaan ini!”
Aku duduk dan melihatnya
“Aku..tidak mengerti,” bohongku
“Kau tidak perlu berbohong yoona. Hanya kau satu-satunya orang yang sangat membencinya dan berkuasa untuk mematikan CCTV.”
“A…appa membelanya? Dan menuduhku?”
“Kau tidak perlu pura-pura yoona. Appa tahu semua tentangmu. Sekarang, mengakulah. Apa yang membuatmu membencinya hah?”
Baik yoona. aktingmu dimulai disini
“Aku benar-benar tidak mengerti dengan appa. Appa selalu membela yeoja itu seolah-olah dia adalah anak appa. Dan appa selalu menuduhku seolah-olah aku bukan anak appa!”
“CHOI YOONA!”
“Appa bahkan membentakku untuknya! Appa memperhatikannya lebih daripada yang appa berikan padaku!”
“Tidak perlu menangis. Appa tidak akan lengah oleh air matamu.”
“Lihat. Bahkan appa sangat kejam padaku. Sebenarnya aku anak kandung appa atau bukan?!”
Kulihat dia memandangku dengan tajam
“Ne. Appa meragukannya. Permisi.”
BRUK! Dia membanting pintunya. Aku terdiam. Sial. Bagaimana bisa dia tidak lengah?

—————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini adalah hari pengambilan rapor. Eomma tidak bisa datang karena sibuk. Aku pun terpaksa mengambilnya sendirian
“Chukkhae! Kau naik ke kelas 3,” ujar sonsaengnimku
“Sonsaengnim..bukankah..aku naik ke kelas 2?”
“Aniyo. Kau naik ke kelas 3. Kau berhasil melewati tes akselerasi.”
“Tes akselerasi..?”
“Ne. Saat kau ujian kenaikan kelas, ujian yang diberikan padamu adalah ujian untuk kelas 2. Apa kau tidak sadar?”
Aku menggeleng
“Seharusnya kau senang. Itu berarti, kau akan lulus dengan lebih cepat.”
“A…algesseumnida.”

~Donghae POV~
Aku tersenyum sambil menunggunya di mobil. Saat aku melihatnya, aku memmbunyikan klakson mobilku.
“Annyeonghaseyo ajjeosi.”
“Ne anneyonghaseyo. Masuklah.”
“N..ne?”
“Ppali.”
Dia membuka pintu mobil dan duduk di sebelahku. Aku mengeluarkan boneka beruang itu
“Chukkhae!! Kau naik ke kelas 3 sekarang.”
“Jeongmal gomawoyo ajjeosi!”
“Ne. Apa kau menyukainya?”
Dia mengangguk
“Tapi kejutanmu bukan hanya itu.”
“Ne?”
“Ajjeosi akan mengantarmu…ke BUSAN!”
“JINJJA?!”

—————————————–

~Jessica POV~
Ting..tong..
“Hoaaam..”
Aku berjalan dan melihat siapa yang datang dari jendela. Siapa yang beraninya datang di tengah malam? Awalnya aku berpikir seperti itu hingga aku melihat siapa yang datang
“YOUNGIE!!”
Aku cepat-cepat membuka pintunya. Dia memelukku dengan erat
“Eomma bogoshipoyo!!”
“Nado!!! Bagaimana kau bisa sampai disini?”
“Ah eomma! Kenalkan. Ini..donghae ajjeosi. Beliau adalah pemilik sekolahku.”
Aku terdiam melihatnya
“Youngie..kau masuk duluan saja.”
“Ne eomma.”
Setelah memastikan dia masuk, kulihat donghae tersenyum
“Kau tidak mempersilakanku masuk juga?”
“Sebenarnya apa maumu donghae?!”
“Sica…aku–”
“Sekarang ini aku mempersilakanmu masuk agar sooyoung tidak curiga. Tapi selebihnya. Jangan datang lagi. Arra?”

~Sooyoung POV~
Aku masuk ke dalam rumah. Saat aku akan mengganti baju, kulihat seorang ‘ahjuma’ berdiri di belakangku
“Oushhh!!! Ahjumma! Kau mengagetkanku!”
“Kau…bisa melihatku?”
Aku mengangguk pelan. Kenapa semua hantu menanyakan hal itu?
“Ahjumma…nuguseyo?”
“Kau…putri Jessica?” tanyanya
Aku mengangguk pelan “Ne.”
“Aku…sudah sejak lama berada di rumah ini. Bahkan saat eommamu masih SMA.”
“N…ne?”
“Aku tahu persis bagaimana eomma dan appamu saling mencintai.”
“Ahjumma..tahu..seperti apa appaku?”
“Ne. Dia bahkan berada disini sekarang.”
“N….ne?”

——————————————–

~Jessica POV~
“Kenapa dia lama sekali?” gumamku
“Kau tidak berubah. Tetap suka menggumam kalau menunggu terlalu lama.”
Aku hanya diam. Jebal.Sica. Kau tidak boleh mengingat masa lalu
~Sooyoung POV~
“Mereka saling mencintai. Bahkan berjuang keras untuk tetap bersama. Tapi appamu..dia meninggalkan eommamu dalam keadaan..mengandungmu.”
Aku terdiam mendengarnya.
“Maksud..ahjumma?”
“Jangan mengira appamu adalah namja brengsek yang tidak mau bertanggung jawab. Dia terpaksa meninggalkan eommamu untuk keselamatan eommamu dan keselamatanmu.”
“A…appa..”
“Dia pernah mencari eommamu disini, tapi saat itu, eommamu pulang ke kampung halamannya. Setelah 2 tahun kemudian, eommamu kembali kesini. Dan mereka bertemu.”
“Eomma..”
Tok..tok..tok.. kudengar pintu diketuk
“Youngie?”
“Ne eomma!”

——————————————–

~Jessica POV~
Sooyoung sudah tertidur. Sedangkan aku masih terdiam melihatnya. Wajahnya saat tidur sangat damai. Sama seperti donghae. Aku menutup pintu kamarnya perlahan. Kulihat donghae masih menonton televisi di ruang tengah. Dia memanfaatkan kesempatan ini sebagai sebuah alasan untuk menginap.
“Sooyoung sudah tidur?” tanyanya
Aku mengangguk
“Sebaiknya kau juga. Ini sudah malam. Kau bisa mengigau jika tidur kemalaman.”
“Kau bahkan masih mengingatnya.”
Aku hanya diam
“Bisakah..aku melihatnya?”
“Andwae. Dia bisa terbangun dan akan bingung saat melihatmu.”
“Mianhamnida.”
“Untuk apa? Kau tidak bersalah. Aku saja yang terlalu bodoh.”
“Aku pernah bilang padamu. Kau salah jika kau mengira aku lebih bahagia bersama vict dan yoona.”
“Sebenarnya apa maumu lee donghae?”
“Akhir-akhir ini aku curiga kalau yoona bukan putriku.”
“Kau gila. Kau memang namja brengsek yang tidak–”
“Aku hanya menyetujui pernikahan itu untuk melindungimu dan putri kita. Aku tidak bohong soal itu.”
“Kau lemah.”
“Aku tahu itu sica. Oleh karena itu, izinkan aku untuk–”
“Andwae. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya pada putriku. Dia akan kecewa padaku dan padamu.”
“Kau tahu. Sejak awal aku selalu bilang bahwa hanya ada satu yeoja disini. Yaitu jessica. Oleh karena itu aku tidak percaya jika aku melakukannya bersama vict. Saat kuingat, malam itu aku tertidur setelah meminum air dan saat terbangun-”
“Hentikan semua omong kosongmu. Yoona akan sangat sakit mendengarnya. Kau tahu itu?”
“Jika dia bukan putriku. Itu berarti kau harus menikah denganku.”
“Kau gila. Aku tidak mencintaimu lagi. Kau disini hanya karena kau adalah orang yang mengantarkan putriku ke Busan. Arraseo?”
“Aku selalu tahu jika kau bohong sica.”
Aku hanya berbalik dan menutup pintu kamarku.
“Kau selalu tahu, hae.”
Aku menoleh ke arah tempat tidur. Kulihat sooyoung tidak ada di sana
“Kenapa eomma menutupi semuanya dariku?”
Seketika aku tercengang mendengar suaranya di sebelahku. Dia..mendengar semuanya?
“Kenapa eomma tidak bilang kalau dia appaku?”
“Youngie..”
“Kenapa eomma sangat bodoh? Kenapa eomma membohonginya padahal eomma masih mencintainya? Kenapa–”
“Karena aku terpaksa youngie. Karena dia sudah memiliki keluarga dan aku tidak ingin disebut sebagai penghancur.”
“Alasanmu sama dengan kau takut, eomma.”
Aku hanya diam
“Jika eomma tidak mencintainya. Mengapa eomma memberiku marganya?”
“Youngie..”
“Aku tahu semuanya eomma. Dari awal pertemuanmu sampai bagaimana kau berpisah.”
“Kau..”
“Bukan appa yang mengatakannya. Tapi ekspresimu, eomma.”
“Youngie, jika kau menyayangi eomma, anggap kau tidak mengetahui apapun dan semuanya hanya mimpi.”
Aku menyelimuti diriku dan memejamkan mata. Kudengar dia menggumam kecil
“Sampai kapan kau akan membohongi perasaanmu sendiri?”

———————————–

~Kyuhyun POV~
Awal tahun ajaran baru. Aku melangkahkan kaki memasuki kelas baruku, 3-1. Kulihat ada seorang yeoja yang duduk di kursiku. Dia tertidur. Aku berjalan ke arahnya dan menyentuh pundaknya
“Jogiyo. Ini tempatku.”
“Emph..”
“Yaa! Irreona!”
“Yaaaa! Kenapa kau berisik seka…li…..oppa?”
“Ka….kau.. Bagaimana bisa kau berada di kelas ini?”
“Aku ikut program akselerasi dan dengan kata lain, aku berada di tahun yang sama denganmu.”
“Ah…kau ingin lulus bersamaku? Sheltermu?”
“Ani. Ini semua usul Donghae sonsaengnim.”
“Baiklah. Itu justru bagus. Aku bisa mematenkan kalau kau adalah milikku dengan lebih mudah.”
“M…MWO?”

TBC

108 thoughts on “Enchanted {part 6}

  1. smua udah mulai ketauan.
    tinggal mnunggu haesica kmbali, eomma kyu yg bkal crita k soo, dan kbejatan changtoria+kris dan eommanya yg akan ktauan jga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s