Enchanted {Part 3}

Selamat Idul Adha bagi yang merayakan ^^

~Kyuhyun POV~
“Gomawo sunbae atas tumpangannya.”
“Ne. Annyeong. Semoga..cepat sembuh.”
“Ne. Gomawo.”
Aku tersenyum kecil dan melambaikan tangan dari mobil. Setelah memastikan dia masuk ke tempat tinggalnya, Kim ahjeossi melaju ke rumah. Di perjalanan aku terus berpikir. Aku baru tahu SEHS memberi beasiswa. Entahlah, aku malas mempertanyakannya.
“Yeoja yang tadi cantik. Dan sepertinya dia pintar,” ujar Kim ahjeossi
“Ne. Meski kadang menyebalkan.”

—————————————–

~Jessica POV~
“aigoo..seharusnya kau lebih berhati-hati.”
“Gwaenchanhayo eomma. Lagipula..ini hanya terkilir ringan.”
“Jika masih sakit, sebaiknya kau beristirahat dulu besok. Arrachi?”
“Ne eomma. Annyeong.”
“Annyeong.”
Klik. Aku mematikan cellphoneku. Rumahku sudah di depan mata. Seketika aku terdiam saat melihat siapa yang berdiri di sana. Donghae
“Sica..”
“Bagaimana..kau tahu tempat ini?”
“Tidakkah kau mengizinkanku masuk dulu?”
“Ani. Kau dilarang masuk ke rumahku sebelum kau mengatakan alasan kenapa kau datang ke sini, Tuan Choi Donghae yang terhormat?”
“Mengenai Choi Sooyoung.”
“Maksudmu?”
“Aku sudah mengatakan alasannya. Sekarang izinkan aku masuk untuk menjelaskan semuanya.”
~Kyuhyun POV~
Ting. Aku menekan tuts terakhirnya. Tiba-tiba sebuah gagasan mengusik kepalaku
“Kalau kakinya terkilir, artinya dia sulit berjalan.”
Aku berpikir sejenak. Itu berarti, besok dia harus berjalan untuk naik bus dan ke sekolah. Mana mungkin dia bisa melakukannya dengan kaki seperti itu? Aku menoleh ke arah foto eomma
“Eomma, jika aku menjemputnya besok, apa dia akan salah paham?”
~Jessica POV~
“Kau tidak berubah. Kau senang memajang frame foto,” ujarnya
Aku melipat tanganku dan menatapnya dengan bingung.
“Kau bilang, ada yang ingin kau jelaskan mengenai putriku.”
“Dia putri kita.”
“Sejak kau mencampakkanku, dia bukan putrimu.”
“Tapi kau memberinya margaku.”
Seketika aku terdiam mendengar ucapannya. Donghae berniat membuka laciku. Sebelum dia melakukannya, aku mencegatnya
“Kau tidak boleh mengganggu privasiku.”
“Apa yang kau sembunyikan?”
“Tidak ada.”
Dia menyingkirkan tanganku dan membukanya secara paksa
“Yaa! KAU!!”
Dia mengambil sebuah frame di sana. Berisi fotoku dan fotonya saat kami masih bersama. Dia menaruh frame itu dan memegang tanganku
“Jessica.”
Aku menatap matanya. Tatapan itu adalah tatapan yang paling kubenci. Tatapan yang mengisyaratkanku untuk memaafkan kesalahannya–dia mengeluarkannya dulu saat terlambat di kencan kami.
“Apa yang ingin kau bicarakan tentang putriku?” aku mengalihkan perhatian
“Katakan kau mencintaiku.”
“M..mwo?”
“Katakan kalau kau masih mencintaiku. Maka aku akan menceraikannya.”
Seketika aku terdiam. A..apa maksudnya?
“Katakan, sica.”
Aku menebas tangannya
“Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu. Setelah kau mencampakkanku, kau datang dan ingin bertemu putriku. Dan setelah itu, kau datang dan memintaku berkata kalau aku masih mencintaimu. Apa kau gila hah?!”
“Ne.”
Aku menatapnya dengan kesal
“Keluar dari rumahku sekarang!”
“Sica.”
“Kau hanya membuang-buang waktumu disini. Karena aku. Tidak akan menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang lain.”
“Sica aku–”
“PERGI DARI HIDUPKU DAN PUTRIKU! HIDUPLAH DENGAN BAHAGIA BERSAMA ISTRI DAN UANGMU!”
Aku berbalik ke kamarku. Tiba-tiba kudengar dia berkata
“Bertahun-tahun sica. Bertahun-tahun aku memendam rasa bersalah padamu dan putri kita. Aku sudah mencari kalian kemana-mana. Sampai akhirnya aku menemukan kalian disini. Kau salah jika kau merasa aku bahagia dengan pernikahanku sedangkan hanya kau yang terpuruk. Aku juga terpuruk sica. Aku berada di posisi yang serba salah. Saat itu, jika aku tidak mau menikah dengan yeoja pilihan bumonimku, nyawamu dan putri kita yang menjadi taruhannya.”
Seketika kakiku melemas mendengarnya. Aku berbalik menghadapnya. Kulihat matanya berkaca-kaca
“Jika taruhannya bukan kau dan putri kita, aku pasti pergi bersamamu sica.”
“Donghae..”
“Aku ingin menjelaskan hal itu padamu. Tapi kau malah menghilang entah kemana.”
“Bodoh.”
“Enam belas tahun. Aku harus berbohong di hadapan Tuhan saat mengucapkan janji pernikahan. Aku harus dicap sebagai namja yang tidak bertanggung jawab olehmu. Dan aku menjadi appa yang sangat buruk bagi putri kandungku. Oleh karena itu, izinkan aku memperbaiki semuanya sekarang,sica. Kumohon.”
“Kau egois, donghae. Kau hanya memikirkan perasaanmu. Bagaimana dengan anae dan putrimu hah!”
“Mereka..”
Aku menarik nafas dalam. Kau bisa sica
“Aku sudah tidak mencintaimu. Jadi kau sudah terlambat untuk memperbaiki semuanya.”
Dia hanya diam dan menatapku. Berusaha membaca jalan pikiranku. Aku mendorongnya ke luar rumah dan menguncinya. Kudengar dia mengetuk pintunya dengan pelan
“Sica, aku tahu kau berbohong,” ujarnya yang kudengar
Aku hanya duduk bersandar pada pintu. Entah mengapa air mataku menetes begitu saja.
“Kau mengetahuinya, oppa.”

—————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku berdiri di depan pintu kamar sewaannya sekarang. Bimbang. Apa dia akan salah paham dan mengira aku menyukainya? Atau dia akan marah karena aku datang ke tempat tinggalnya sembarangan? Atau..jangan-jangan dia tidak masuk sekolah? Aku menggaruk tengkukku. Bodoh. Padahal aku sudah berada disini. Tapi kenapa aku justru bimbang? Ingat kyuhyun, niatmu hanya membantu yeoja itu. Aku berniat mengetuk pintunya, sebelum sebuah benda keras mengantam kepalaku
“A..h..”

~Sooyoung POV~
Hari ini aku bangun kesiangan. Padahal, aku harus mengantarkan susu dan koran-koran itu. Aigoo.. Aku cepat-cepat mandi dan bersiap ke sekolah. Hanya memakan waktu 10 menit. Setelah itu, aku berlari ke luar. Saat aku membuka pintunya, kudengar bunyi yang keras
BUK!
“A…h…”
Gawat.. pintuku menghantam seseorang
“Gwaenhchanh…a?” Aku tercengang melihat sosok itu. Kyuhyun sunbae?
“Nae gwaenchanha.”
“Omona..sunbae, hidungmu mimisan!”
“Jinjja?”
Aku mengeluarkan sapu tanganku dan menghapus darahnya. Tiba-tiba dia menahan tanganku. Deg. Mata kami bertemu. Hening. 1..2..3.
“Biar..aku saja sendiri.”
Aku melepaskan tanganku
“Kenapa..sunbae berdiri di sana?”
“Kakimu..kan belum sembuh betul. Kau tidak bisa menggoes sepeda dengan kaki itu dan..kurasa aku sangat kejam jika membiarkanmu berjalan ke halte bus.”
Aku terdiam mendengarnya. Dia..mengkhawatirkanku?
“Tapi..ini kan masih sangat pagi. Kenapa kau sudah rapi?”
“Ah! Aku harus mengantar susu dan koran ini!”
Dia merampasnya dan pergi begitu saja
“Yaa! Itu–”
“Aku akan membantumu mengantarnya. Berterima kasihlah atas kebaikanku hari ini.”
Aku baru tahu ada orang yang memintaku untuk berterima kasih

———————————————-

~Victoria POV~
Aku berjalan dengan cepat ke Daily Cafe. Memakai kacamata hitam dan terusan coklat. Setelah aku menemukan sosok namja itu, aku duduk di depannya
“Kenapa kau memanggilku ke sini di pagi hari?”
“Bogoshipoyo,” ujarnya sambil tersenyum
Aku mendengus kesal
“Changmin. Berapa usiamu eoh? Memangnya kau namja berusia 17 tahun yang bisa memanggilku hanya untuk berkata bogoshipo?”
“Nampyeonmu kan sedang pergi ke Busan. Aku punya kesempatan menemuimu. Jadi aku akan memanfaatkannya. Memangnya kau tidak merindukanku?”
Aku tersenyum kecil
“Ne. Do bogoshipo.”
“Bagaimana kabar yoona?”
“Well. Donghae memblokkir kartu kreditnya.”
“Akhirnya namja itu melakukannya. Ternyata feelingnya cukup peka.”
“Maksudmu?”
“Ayolah vict. Setiap orang punya feeling. Donghae adalah tipe appa yang lembut. Dia tidak akan pernah melakukan hal itu pada anak kandungnya. Hahaha”
“Tidak lucu. Justru ini berbahaya bagi kita. Jika donghae sampai tahu tentang kau, bisa-bisa dia menceraikanku. Dan itu artinya, kita dalam masalah. Arrachi?”
“Kita aktor profesional vict. Sudah enam belas tahun rahasia itu tertutupi kan? Jadi kau tenang saja.”
“Aku tidak bisa tenang selagi aku tahu Jessica Jung dan anaknya masih hidup.”
“Ayolah. Kita tidak tahu dimana keberadaannya. Apalagi donghae.”
“Kau benar. Tapi akhir-akhir ini donghae menghina putri kita.”
“Maksudmu?”
“Karena yoona bodoh sepertimu.”
“Tapi dia bisa menarik perhatian semua namja seperti bagaimana aku menarik perhatian semua yeoja. Termasuk eommanya.”
“Ne, kau benar.”

———————————————————

~Sooyoung POV~
“Dua susu untuk rumah nomor 2 dan selesai!” ujar kyuhyun
Aku tersenyum kecil sambil mencentang listnya
“Gomawo sunbae untuk membantuku.”
“Gwaenchanha. Lagipula aku senang melakukannya.”
Baik. Aku mulai tidak mengerti dengan namja bernama cho kyuhyun ini. Dia bisa berubah dalam waktu yang singkat. Kemarin dia menyebalkan, sekarang dia baik. Dulu dia sombong, sekarang dia rendah hati. Sepertinya dia punya dua kepribadian. Entahlah. Yang jelas aku menyukai kepribadiannya yang sekarang.

——————————————–

~Kyuhyun POV~
“Sepertinya gadis yang tadi pagi sangat spesial,” ujar Kim ahjeossi saat perjalanan pulang
Aku tersenyum kecil
“Ne. Dia bisa membuatku menjadi loper koran.”
“Bukan hanya itu. Dia membuatmu tersenyum sekarang.”
“Kami hanya berteman.”
“Awalnya begitu,” gumam Kim ahjeossi yang kudengar

~Jessica POV~
“Syukurlah jika ada orang sebaik itu.”
“Ne eomma. Dia bahkan membantuku mengantarkan susu dan koran ke rumah-rumah.Padahal dia sunbaeku”
“Sunbae..di cheers?”
“Hahahaha. Aniyo eomma. Dia tidak mungkin masuk cheers.”
“Waeyo?”
“Dia masuk ke tim basket sekolah kami. Dan dia namja.”
“Kau..bagaimana bisa mengenalnya?”
“Dia membantuku saat terkilir kemarin. Waeyo eomma?”
Seketika aku terdiam. Ini..bahkan mengingatkanku pada kejadian dulu..

Flashback
“Kau bisa berdiri?”
Aku tidak pernah bisa melupakan kata-kata pertama yang keluar dari mulut seorang Choi Donghae padaku. Saat itu, sekolah kami mengadakan pertandingan basket. Dan aku terkilir karena terjatuh dari piramida. Dia mengulurkan tangannya padaku dan memapahku ke ruang UKS.
“Dimana mobilmu? Aku akan membantumu berjalan ke sana.”
“Aku…pulang sendiri dengan bus.”
“Tapi haltenya 500 meter dari sini.”
“Aku tahu.”
“Bagaimana..kalau aku yang mengantarmu ke rumahmu?”
“Ne?”
“Kau tidak perlu takut. Aku tidak akan menculikmu hahaha.”
“Tapi..aku tidak bisa mereporkan orang yang tidak kukenal.”
Dia tersenyum kecil dan menyodorkan tangannya padaku
“Donghae imnida. Kau harus memperkenalkan dirimu juga.”
“Sica imnida.”
“Sekarang kau sudah mengenalku, sica ssi. Berarti kau bisa merepotkanku.”
Awalnya hanya seperti itu. Hanya sebatas seorang sunbae yang menolong hoobaenya. Tapi kelanjutannya bukan seperti itu.. kami bertukar nomor telepon, saling mengirim pesan, hingga akhirnya di hari kedua musim semi..
“Saranghae sica.
Saat itu, kata-kata itu terdengar sangat manis. Empat tahun kami berstatus menjalin hubungan. Dan mempercayainya menjadi kebodohan terbesar sepanjang hidupku
Flashback End

“Eomma? Eomma?”panggilnya yang membuyarkan lamunanku
“Ah. Ne. Youngie. Syukurlah jika ada sunbae sebaik itu.”
“Ne eomma.”
“Tapi kau harus ingat. Pikirkan studimu terlebih dahulu dan jangan sampai terjerumus pada hal yang buruk, arrachi?”
“Arraseo, eomma. Annyeong”
“Annyeong.”
Aku mematikan cellphoneku
“Kau tidak boleh berakhir seperti eommamu, youngie. Tidak boleh.”

—————————————–

~Yoona POV~
Aku sedang menghadiri pesta pernikahan rekan bisnis appa. Bosan. Aku hanya berdiri di sebelah appa dan tersenyum. Eomma pun hanya tersenyum sambil berbisik padaku
“Jangan tunjukkan kebosananmu.”
“Arra,” jawabku dengan suara kecil
“Donghae!”
Aku menoleh ke arah suara itu. Tercengang melihat namja yang berdiri di sebelah pemilik suara itu. Cho Kyuhyun
“Putrimu sangat cantik, donghae. Hahahahha.”
“Putramu juga tampan. Dari wajahnya, sepertinya dia sangat pintar. Hahaha.”
Aku menoleh ke arah Cho Kyuhyun. Kulihat dia menyungging sudut bibirnya. Omona..dia tersenyum padaku?
~Kyuhyun POV~
Baik. Pesta ini ternyata sangat membosankan. Dihadiri semua orang membosankan. Tapi aku menemukan kejutan disini. Ternyata yeoja menyebalkan itu benar-benar putri seorang CEO. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Buktinya dia berdiri di depanku sekarang. Aku menyungging sudut bibirku. Dia terlihat salah tingkah dengan hal itu. Tipikal yeoja membosankan. Entah para yeoja memang seperti itu atau yeoja yang bernama Choi Sooyoung lah yang tidak peka.

—————————————–

~Sooyoung POV~
Perpustakaan. Itulah lokasiku sekarang. Aku harus membuat tugas sejarah. Masalahnya ialah : aku tidak memiliki laptop dan printer. Jadi aku harus membuatnya dengan komputer sekolah dan mencetaknya hari itu juga. Aku membalik halaman buku sambil mengetik di komputer itu. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 malam. Tugasku hampir selesai. Krykkk.. kudengar perutku berbunyi. Lapar. Tapi aku tidak mungkin pergi sekarang. Bersabarlah youngie. Tinggal sedikit lagi
~Donghae POV~
Setelah menandatangani semua berkas itu, aku menaruh penku dan keluar dari ruang kepala sekolah. Saat aku berjalan ke tempat parkir, sebuah hal menarikku. Perpustakaan. Lampunya belum dimatikan. Bukankah ini sudah larut? Aku masuk ke sana. Kulihat seorang petugas kebersihan sedang mengepel di sana
“Annyeonghaseyo,” ujarnya padaku
“Ne annyeonghaseyo. Kenapa..lampunya belum dimatikan ahjumma?”
“Ah..mengenai itu. Ada seorang siswi yang tertidur di dekat komputer. Saya ingin mengepel dahulu baru membangunkannya karena dia terlihat kelelahan.”
Aku melihat ke arah jam. Sudah jam 7 malam. Bagaimana bisa ada seorang siswi disini. Apa orang tuanya tidak menjemput atau mencarinya?
“Gamsamida ahjumma.”
“Ne.”
Aku berjalan ke sana. Kulihat ada seorang yeoja yang tertidur di sana. Tadinya aku berniat membangunkannya, sebelum aku melihat wajahnya. Putriku. Dia yang tertidur di sana. Wajahnya terlihat sangat kelelahan. Di sebelah kirinya ada sebuah essay yang baru dicetak. Sepertinya dia ketiduran setelah mengetiknya. Aku menghela nafas kecil dan merapikan helai rambut yang menutupi wajahnya. Akulah orang tua yang tidak menjemput atau mencarinya. Padahal putriku masih di sekolah sampai malam. Aku mengambil essaynya perlahan dan membacanya. Semuanya diketik dengan rapi tanpa kesalahan.
“Hoaaam..” kudengar dia menguap
“Kau sudah bangun?”
Seketika dia terdiam dan menatapku
“A…annyeonghaseyo sonsaengnim.”
Aku tersenyum kecil. Dia masih memanggilku dengan sebutan itu
“Kenapa kau masih berada di sekolah sampai larut?”
“Aku..harus menyelesaikan tugas sejarah.”
“Kenapa tidak diselesaikan di rumah saja?”
“Aku..tidak memiliki komputer dan printer. Mana mungkin diselesaikan di rumah.”
Dia tersenyum. Tapi aku tahu hatinya tidak. Putriku, bagaimana bisa aku membiarkanmu melakukan hal seperti ini sedangkan aku bisa memberimu apapun yang kau mau?
“Krryk…” kudengar perutnya berbunyi. Dia mengusap tengkuknya perlahan
“Sebagai hukuman karena kau berada di sekolah sampai larut, aku akan menculikmu.”
“N..ne?”
~Donghae POV~
Aku tersenyum sambil melihatnya makan. Sepertinya dia sangat kelaparan. Kami berada di restoran Jepang. Memesan chicken katsu dan tempura. Tiba-tiba dia memperlambat makannya. Menyadari kalau aku memperhatikannya
“Kau seharusnya tidak menahan lapar sampai malam.”
“Tapi, aku harus menyelesaikannya dengan cepat.”
Aku tersenyum kecil
“Kau persis eommamu.”
“N..ne?”
“Ani..maksudku.. Sepertinya eommamu juga seperti itu. Karena sifat seorang yeoja biasanya mengikuti sifat eommanya.”
“Ne, itu benar. Eomma pernah bilang, dia selalu menjadi ranking satu. Dia hanya pernah menjadi ranking dua sekali. Dan katanya, orang yang mengalahkannya adalah appaku.”
Seketika aku terdiam. Mengingat kejadian dimana aku menang dari sica untuk membuktikan kalau aku tidak bodoh. Aku menatap putriku yang melanjutkan makannya. Youngie, setidaknya eommamu mengakui kenyataan jika aku adalah appamu dan ada sebagian dari diriku yang kau tahu

———————TBC——————-

 

100 thoughts on “Enchanted {Part 3}

  1. Jadi yoona bkn anak hae? Baguslah hehehe
    Changtoria antagonis dah disini -.-
    Asiiik asa haesica walaupun nyesek hehehehe
    Kyuhyun ud berubah ya wkwk

    Next dtnggu

  2. akhhh kyuyoung mulai muncul benih cinta XD. terlebih kyu yg dingin jd berubah baik bgt didpn soo. tp gak nyangka ternyata yoona anak chang-vic. bagus deh jdnya kalo keluarga hae udh bersatu, gak ada penghalangnya hahah

  3. Ciat Hae jadi seorang ayah, selama ini yang jadi ayah kalo ga siwon ya Leeteuk
    Keren~
    Sayangnya scene Yoona dan Kris belum keluar full, di tunggu scene mereka^^
    Apa nantinya akan ada perjodohan???

    Next be wait…..

  4. Aaaa trnyata yoona anak vict ama changmin? Hoahh untg bkan anak donghae.. oh ya donghae vict prnh nglkuin ‘itu’ gak si thor???? Lanjut yaa..

  5. Jadi yoona anak changmin?? Bagus deh biar gak ada penghalang buat haesica bersatu, semoga cepet kebongkar deh
    Kyuyoung udah ada tanda tanda nih wkwk
    Next ditunggu

  6. Wooahhh..
    Baguslah Yoona bukan anaknya donghae…:>
    jadi Soo eonni bisa jadi anak tunggal donghae donghae dong..

    Kyu Oppa sepertinya mulai tubuh Cinta di hatimu…

  7. Wooahhh..
    Baguslah Yoona bukan anaknya donghae…:>
    jadi Soo eonni bisa jadi anak tunggal donghae dong..

    Kyu Oppa sepertinya mulai tubuh Cinta di hatimu…

  8. Wooaahh yoona bukan anak kandung haeppa?
    Kyuppa seperti ny suka ma soo..
    Sica masih cinta ma haeppa kah?
    Soo tau kah klo haeppa tu appa ny?

  9. donghae nya sdih bnget.
    jdi yoona itu anaknya changmin-victoria ya..??
    ok deh.
    ff nya makin k sni mkin bgus aja..
    jdi betah bcanya skaligus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s