Enchanted {Part 2}

Mianhamnida Readers lama post ^^
Datanya ilang gara-gara laptop author nge hang
Jadi harus ngetik ulang~
Enjoy RCL!

~Sooyoung POV~
Aku hanya melipat tanganku sambil meliriknya sesaat. Yeoja itu berjalan memutariku daritadi. Melihat penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mengesalkan. Sayangnya aku tidak mungkin berkata seperti itu padanya
“Baiklah. Selamat bergabung di tim kami,” ujarnya
Sebelum aku melompat karena senang, tiba-tiba dia memotongnya
“Latihan dimulai jam 2. Jangan terlambat.”
“Arraseo.”
Dia langsung berbalik dan pergi. Sedangkan seorang yeoja memberi tangannya padaku
“Yuri imnida.”
“Sooyoung imnida.”
“Rasanya kita sekelas.”
“1-1?”
“Ne. Selamat bergabung di tim kami sooyoungssi. Aku adalah kapten disini. Jadi kau tidak perlu ragu untuk mengatakan keluhanmu padaku,” ujarnya
Aku terdiam. Mencerna perkataannya sesaat. Kalau dia kaptennya…yeoja itu siapa?
“Yeoja yang tadi bernama Yoona,” ujarnya seakan bisa mengerti jalan pikiranku
“Kalau kau kaptennya, kenapa dia yang menentukan siapa yang boleh masuk tim dan siapa yang tidak?” tanyaku
“Dia adalah putri tunggal dari pemilik sekolah ini.”
“N..ne?”
Seketika aku terdiam. Putri tunggal dari pemilik sekolah ini…. MWO? Bagaimana bisa seorang namsong sebaik donghae ahjeossi memiliki putri seperti itu? Haish..pasti dia sangat dimanjakan.
“Dia memang keras kepala dan terkadang bossy. Tapi kita sangat membutuhkannya di tim. Kau mengerti maksudku kan?”
“Arra.”

———————————-

~Kyuhyun POV~
“One two three four five six seven eight!”
Aku menggelengkan kepala sambil melihat anggota timku bergelantungan di tralis. Mereka sedang melihat tim cheers berlatih. Apa-apaan mereka. Bukankah latihan tim cheers selalu sama?
“Kyuhyun ah! Ppali! Kau harus melihat tim cheers yang baru!” ujar leeteuk
Aku menghela nafas
“Yaa! Ahjeossi! Pertandingan kita dilangsungkan seminggu lagi. Bagaimana bisa kau menonton latihan tim cheers hah!”
“Aish.. terlalu banyak berlatih juga melelahkan. Bukan begitu?”
“Ne!”
“Tapi–”
Mereka menarikku ke tralis.
“Coba kau lihat yeoja itu!” ujar leeteuk sambil menunjuk seorang yeoja tinggi berambut coklat
“Namanya Choi Yoona. Dia putri tunggal pemilik sekolah ini,” ujar leeteuk
“Apa urusannya denganku?”
“Yaa! Tidakkah kau merasa dia cantik?”
“Biasa saja.”
“Haish.. Kau ini masih normal atau tidak hah!”
“Justru dia normal. yang paling cantik di sana itu Yuri,” ujar minho
“Yaa! Lihat! Choi Yoona berpaling ke sini!”
Aku hanya menggeleng dan meninggalkan tralis
“Kaja. Kita mulai latihannya.”

~Yoona POV~
“Sepertinya mereka melihatmu,” ujar yuri
“Jinjja?”
Aku menoleh ke sana. Kulihat beberapa orang namja berdiri di dekat tralis. Termasuk dia. Cho Kyuhyun. Tapi tidak sesuai harapanku. Saat aku menoleh, dia justru meninggalkan tralis. Aku menghela nafas dalam. Siapa yang tidak tahu Cho Kyuhyun? Dia adalah sunbaeku. Sempurna. Mungkin satu kata itu sudah mendeskripsikannya. Tampan, jenius, baik, jago olahraga, bisa memainkan piano dengan indah, bersuara merdu dan… tunggu. Kenapa aku jadi memujinya? Ani yoona. Choi Yoona adalah yeoja yang sulit didapatkan. Dan selamanya harus selalu seperti itu. Aku memalingkan wajahku. Tiba-tiba kulihat seorang yeoja berlari dari kejauhan. Aku menggelengkan kepalaku. Bisa-bisanya dia terlambat di latihan pertama. Lihat saja, aku akan memberinya orientasi setelah latihan
“Mianhamnida. Ada beberapa tugas yang harus kuurus dan–”
“Gwaenchanha.”
Tunggu setelah ini, anak baru.

~Kyuhyun POV~
BUK!
Masuknya bola basket itu menandakan latihan selesai. Aku mengambil botol minumku dan meneguknya. Para anggota tim sudah pulang. Aku duduk di pinggir lapangan sambil memandang kosong ke arah langit. Sudah sore tapi aku malas pulang ke rumah. Tepatnya, aku malas bertemu ‘keluarga’ baruku itu. Berbagai ekstrakurikuler pun sengaja kuambil sebagai alibi agar bisa pulang larut. Tiba-tiba kudengar suara keras dari lapangan sebelah
“Kau harus mengembalikan matras ini ke gudang. Arraseo!”
“Ne!”
Aku menoleh ke sana. Kulihat seorang yeoja yang mereka panggil ‘yoona’ meninggalkan lapangan. Sedangkan seorang yeoja lain tengah menarik matras besar itu. Aku terheran melihatnya. Bagaimana bisa yeoja yang dipuja para namja memiliki kepribadian seburuk itu. Biar bagaimanapun, membiarkan seseorang membawa matras besar itu sendirian bukanlah hal yang baik. Aku meninggalkan lapangan basket dan berjalan ke lapangan sebelah. Menaruh tasku di sana dan langsung membantunya

~Sooyoung POV~
Demi apapun. Matras ini lebih berat daripada yang kubayangkan. Bagaimana bisa yeoja itu menyuruhku memasukkannya sendirian ke gudang? Benar-benar seenaknya. Aku menyeretnya dengan dua tangan. Benar-benar berat. Tiba-tiba, matrasnya menjadi ringan. Aku mendongakkan kepalaku. Kulihat ada seorang namja yang berdiri di depanku
“Matrasnya ingin dimasukkan ke gudang kan?” tanyanya
Aku terdiam sejenak. Sepertinya wajahnya tidak asing…
Tunggu dulu.
Dia….MWOYAAA! GEU NAPPEUN NEOM! Dia yang menyipratkan air hujan ke bajuku waktu itu
“Jogiyo?”
Aku tersenyum kecil. Lihat saja. Akan kubalas namja ini
“Ah. Ne. Gomawo”

~Kyuhyun POV~
“Ah. Ne. Gomawo.”
Dia tersenyum kecil padaku.
“Cheonma,” aku membalas senyumannya
Aku belum pernah melihatnya di sekolah. Dia pasti siswi baru. Setelah membantunya memasukkan matras ke gudang, aku kembali ke tempatku. Tiba-tiba dia memanggilku
“Sunbae!”
Aku berbalik. Kulihat dia menyodorkan sebotol air sambil tersenyum. Aku tertawa kecil. Yeoja yang manis.
“Goma…”
BYUR! Dia menyiramku dengan air itu
“MWOYAA! Apa yang kau lakukan!”
“Itu pembalasanku! Kau duluan yang memulainya!”
“Yaa! Kau…! Aku bahkan membantumu memasukkan matras ke dalam gudang!”
“Ne! Terima kasih untuk itu! Tapi kau telah mengotori bajuku dengan air hujan waktu itu. Dan sekarang, adalah pembalasanku.”
Aku terdiam sejenak. Mencernanya. Dia…
“Kau…si loper koran?”
“Ne! Waeyo? Kau tidak mengenaliku? Wajar saja kau tidak mengenaliku. Mengenali nilai mata uang saja kau tidak bisa.”
“Yaa! Bagaimana mungkin ada yeoja sepertimu di sekolah ini. Haish… kau benar-benar menyebalkan!”
“Kau juga menyebalkan! Dan kau tidak perlu banyak protes. Kau memiliki banyak pelayan untuk mencuci seragammu. Annyeonghigaseyo!” ujarnya lalu pergi
Aku menatapnya dengan sengit. Demi apapun, akan kubuat kau menyesal, loper koran!

——————————————-

~Donghae POV~
Aku menghela nafas sambil memandang tagihan kartu kreditnya bulan ini. Bagaimana bisa seorang siswi SMA menghabiskan uang sebesar 1 juta won per bulan hanya untuk berbelanja? Aku berdiri di kamarnya. Menanti pemiliknya pulang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Satu..Dua..Tiga.. Krek..
Pintu kamar terbuka. Aku tersenyum penuh arti padanya. Kulihat dia menatapku dengan sengit
“Kenapa appa ada di kamarku?” tanyanya
Aku memberi tagihan itu padanya
“Choi Yoona. Kau benar-benar membuatku marah hari ini.”
Dia mengikuti gayaku. Melipat tangannya dan tersenyum
“Itu salah? Eomma tidak pernah melarangku membeli apapun.”
“Tapi aku melarangmu karena itu uangku.”
“Kurasa satu juta won hanya sepersekian persen dari penghasilan bulananmu.”
“Tapi aku tidak rela mengeluarkannya.”
“Terserah,” ujarnya
Dia berjalan melewatiku. Aku menghela nafas. Siapa yang mendidiknya menjadi anak manja seperti ini hah? Bodoh. Untuk apa aku bertanya. Jawabannya hanya satu : eommanya
“Kartu kreditmu kusita.”
“MWO?”
“Dan tidak ada protes,” aku membanting pintu kamarnya dan pergi. Kudengar dia berteriak
“APPAAAAAAA!!!”

————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku berjalan dengan cepat ke mobilku. Kulihat Kim ahjeossi sudah berdiri di sana
“Tuan Muda..kenapa bajumu ba–?”
“Jangan bertanya. Kau membuatku kesal.”
“Algesseumnida.”
Aku masuk ke mobil dan menggerutu. Kau. Demi apapun akan kubalas.

~Sooyoung POV~
“Hahahahahhahaa. Dia pasti sedang menggerutu sekarang.”
Baik. Aku terlihat seperti orang gila sekarang yang berbicara sendirian. Tapi membayangkannya saja membuatku puas. Orang kaya. Padahal dia hanya beruntung karena terlahir di keluarga yang berkecukupan. Itu bukan miliknya. Kenapa dia bisa menyombongkannya? Dia tidak berhak. Orang-orang seperti itu membuatku heran. Padahal orang tuanya mayoritas rendah hati. Tapi kenapa anaknya menyombongkannya? Aneh.

———————————————

~Kris POV~
Kondisi di sekolah belum normal. Dan sepertinya tidak akan pernah normal. Tapi siapa yang peduli? Aku berada di kelas piano sekarang. Masih sepi. Aku duduk sambil memainkan grand piano berwarna hitam itu. Sesekali tersenyum mengingat bagaimana appa menggantikan grand piano putih itu dengan grand piano hitam untukku. Cho Kyuhyun. Entah apa posisimu sekarang

~Sooyoung POV~
Aku membuka pintu kelas itu perlahan. Kudengar sebuah instrumen sedang dimainkan. Seorang namja duduk di grand piano itu. Terlihat sangat serius. Jari-jarinya bergerak dengan lincah. Aku berjalan perlahan ke arahnya. Benar-benar menakjubkan. Ting. Dia menekan tuts terakhirnya. Spontan, aku bertepuk tangan. Dia menoleh ke arahku. Terlihat bingung. Aku menghentikan tepuk tanganku
“Joesonghamnida…”
Tiba-tiba, dia tersenyum ke arahku dan mendekatiku
“Kita bertemu lagi.”
“Ne?”
“Saat itu aku menanyakan dimana ruang musik. Kau ingat?”
“Ah… ne. Annyeonghaseyo sunbae.”
Dia menyodorkan tangannya
“Kris imnida.”
“Sooyoung imnida.”
“Kau ikut ekstrakurikuler ini?” tanyanya
“Ne.”

~Kyuhyun POV~
“Hahahahhahahaa bagaimana mungkin seorang yeoja berani menyiram cho kyuhyun dengan air?” ujar minho
“Hahahahhaa ini benar-benar hebat.”
“Haish..kalian semua diamlah. Pokoknya, aku akan menemukan yeoja itu dan memberinya pelajaran.”
Aku membuka pintu kelas piano. Seketika aku tercengang melihat dua orang itu. Yang pertama adalah saudara tiriku. Ani, anak nenek sihir itu. Dan di sebelahnya, adalah si loper koran. Aku menarik nafas dalam. Tidak heran melihat mereka bercerita sambil tertawa. Sama-sama aneh dan menyebalkan.
“Ah! Dia masuk ke kelas ini,” ujar minho
“Nugu?” tanyaku
“Choi Sooyoung.”
“Choi Sooyoung?”
“Ne. Dia masuk ke sini karena beasiswa. Sangat terkenal di angkatannya karena pintar. Kudengar dia baru masuk tim cheers. Dan sekarang piano. Benar-benar yeoja berbakat.”
Aku menatap ke arahnya. Jadi dia masuk karena beasiswa…
“Manis,” ujar leeteuk
“Memangnya dia permen?” tanya minho
“Tidak lucu.”

—————————————–

~Sooyoung POV~
“Annyeonghaseyo, joneun Lee Sunkyu imnida. Saya akan mengajar piano untuk tahun ini. Sebelum kita memasuki pembelajaran, saya meminta tolong seorang siswa tahun kedua untuk memainkan pianonya. Cho Kyuhyun, bisakah?”
“Ne.”
Aku menoleh ke arah namja itu. Tercengang melihat dia di sana. Si anak manja. Si namja sombong. Si namja yang tidak tahu nilai mata uang! Dia berjalan ke arah grand piano itu. Duduk di sana. Aku menatapnya dengan serius. Aku ingin lihat seberapa hebat namja ini. Jarinya menekan tuts pertama, diikuti jari-jari berikutnya. Melodinya terdengar sangat tenang dan menenangkan. Lagu ballad. Miss You.
“Geureuritji mothaeso apahanayo
Geudaega isseul jariga yogin anin-gayo
Nareul wihan goramyon chameul piryon opjyo.
Onje-gan kkeutnaboril teni
Nae sarangi jejariro oji mothago.
Heulin nunmul mankeum molli ganeyo
Naneun ijoya hajyo geudae nomu geuriwo
Nareul apeuge haljineun mollado ijoyo”
Dia menekan tuts terakhir. Seketika aku tercengang. Seisi ruangan bertepuk tangan. Dia berdiri dan menoleh ke arahku. Tersenyum meremehkan. Aku menatapnya dengan kesal. Apa dia pikir suara dan pianonya bisa membuatku kagum? Tidak akan.
“Kau..mengenalnya?” tanya kris sunbae
“Ne. Dia adalah namja paling menyebalkan yang pernah kutemui seumur hidupku.”

———————————————-

~Kris POV~
Aku tersenyum kecil sambil mengingat yeoja itu. Choi Sooyoung. Mungkin aku bisa menobatkannya sebagai ‘temanku’. Ternyata ada orang di dunia ini selain aku dan eomma yang tidak menyukai namja itu.

~Kyuhyun POV~
“Eomma. Aku benar-benar puas membuat yeoja itu kesal. Hahahhaha.”
Aku menyandarkan punggungku di sofa. Memejamkan mata sambil menikmati kesendirian di dalam ruang pribadiku. Maksudku, mantan gudang yang kujadikan markas rahasiaku. Aku melihat ke arah jendela
“Eomma. Aku tahu kalau aku terlalu banyak mengeluh. Tapi aku juga ingin pergi bersamamu. Setidaknya aku tidak perlu mengalami ini semua. Bogoshipoyo.”

~Donghae POV~
Kudengar pintu ruang kerjaku terbuka. Aku menoleh ke sana sebentar. Kemudian berpaling ke pekerjaanku setelah melihat siapa yang datang
“Tumben kau kesini.”
“Kudengar kau memblokkir kartu kredit yoona.”
Aku menaruh penku
“Ne. Waeyo?”
“Donghae. Dia–”
“Kau terlalu memanjakannya vict. Kau membuatnya menjadi anak manja yang hanya bisa menghabiskan uang orang tuanya.”
“Maksudmu?”
“Kau lihat saja nilai pelajarannya. Semakin lama semakin menurun. Dia akan menghancurkan reputasiku di hadapan para sonsaengnim jika hal ini terus berlanjut.”
“Tapi donghae–”
“Vict. Ini demi kebaikannya. Lagipula aku sudah memasukkannya ke kelas khusus. Kelas 1-1. Apa itu masih kurang? Seharusnya dengan nilai seperti itu, dia masuk ke kelas terakhir.”
“Kau menghinanya?”
“Ani. Aku hanya berbicara kenyataannya.”
“Bagaimana kalau dia membutuhkan sesuatu. Misalnya untuk membuat tugas dan–”
“Dia kan bisa memintanya padaku. Aku ingin dia berlatih mengucapkan kata tolong.”
“Aku tidak mengerti jalan pikiranmu,” ujar vict lalu pergi
Aku menatapnya dengan bingung
“Aku lebih tidak mengerti jalan pikiranmu.”

—————————————————–

~Yuri POV~
“Jadi kartu kreditmu diblokkir?”
Dia mengangguk
“Benar-benar menyebalkan. Padahal tas J.Estina yang terbaru akan dilaunching hari ini.”
“Ya sudahlah. Kau juga sudah punya banyak.”
Dia menghentakkan kakinya dengan kesal
“Yaa! Jangan pasang wajah menyedihkan seperti itu! Ingat saja, besok tim basket bertanding dan kita akan menyemangatinya.”
“Haish..mana bisa begitu!”

——————————————–

~Yoona POV~
Hari pertandingan tiba. Sekolah kami dipenuhi orang-orang dan berbagai stand. Aku berada di ruang loker bersama timku
“Hana dul set. FIGHTING!”
Kami mulai keluar dari ruang loker. Menuju lapangan basket. Kedua tim sudah siap bertanding. Aku mencari sosoknya di tengah kerumunan itu. Cho Kyuhyun di sana. Tengah berdiskusi bersama timnya.
“Yoona! Ppali!” panggil Yuri
“Ah! Ne!”
Aku berdiri di pinggir lapangan. Satu…dua..tiga
Prit!!
Peluit dibunyikan
“Go S! E! H! S! Hwaiting!!!!”
15 menit…
30 menit….
Sepuluh menit lagi pertandingan berakhir. Skor yang diperoleh sangat jauh. Tim lawan kalah telak. Kami mulai membuat formasi. Aku berada di barisan kedua. Sementara si anak baru berdiri di paling atas.
“Sepuluh…Sembilan..Delapan…”
BUK! Kyuhyun terjatuh di tengah lapangan karena tim lawan
“O..”
“Yoona, jangan bergerak!” ujar yuri
“Arrgh!!!”

~Sooyoung POV~
“Tujuh…Enam…Lima..”
Aku bersiap untuk mengangkat pom-pomku. Tiba-tiba bagian bawah kiriku bergerak dan…
“KYAAAAA!!!!”

———————————————-

~Yoona POV~
Aku hanya menundukkan kepalaku. Para anggota cheers menatapku dengan serius. Terutama Yuri
“Aku…tadi..punggungku gatal. Jadi..”
“Yoona. Alasan apapun tidak bisa diterima. Kau nyaris menyelakakan seseorang. Untuk dia hanya keseleo. Bagaimana kalau dia jatuh dan kepalanya terbentur?”
“Mianhamnida.”
“Jangan katakan itu padaku. Katakan itu pada sooyoung. Kau membuatnya cedera!”
Aku menghela nafas
“ne.”

~Sooyoung POV~
“Aphayoo…”
“Tenanglah. Sebentar lagi juga sembuh,” ujar dokter UKS
Kulihat namja di sebelahku hanya tertawa
“Berlebihan,” gumamnya
“Yaa! Kau sendiri berteriak di tengah lapangan!”
“Yaa! Kalau aku terkilir setelah lelah berlari. Kau?”
“Yaa! Kau harus merasakan bagaimana rasanya jatuh dari atas!”
“KAU!”
“BIsakah kalian berdua tenang?!”
“Mianhamnida..sonsaengnim.”
“Saya harus pergi sebentar. Kalian berdua diam di sini dan jaga ketenangan. Choi Sooyoung, kompres kakimu terlebih dahulu sampai aku kembali”
“Ne.”
Setelah euisa pergi, aku mengambil es batu itu dan mengompresnya di kakiku. Kulihat namja itu menggeleng
“Wae!”
“Kau bahkan tidak tahu cara mengompres kakimu.”
Aku tidak mempedulikannya
“Kau mengataiku namja manja, padahal kau yang beteriak daritadi. Kau mengataiku namja bodoh, padahal kau tidak tahu cara mengompres kaki.”
“Daritadi kau hanya bisa protes! Memang kau tahu bagaimana caranya hah!”
“Haish.. kakimu harus diluruskan babo!”
“Maksudmu?”
Dia memegang kakiku dan mengambil es batunya
“Yaa! Yaa! Yaa!”
“Haish..diamlah! Aku sedang berbaik hati untuk membantumu. Arra!”
Dia mengambil selimut, menyelimuti plastik berisi es batu itu dan mengompresnya perlahan-lahan ke kakiku. Aneh. Bagaimana bisa aku melihat sisi baiknya secepat ini?
“Dingin..”
“Haish.. benar-benar manja.”
Aku menatapnya dengan kesal. Tetap saja dia menyebalkan.

~Yoona POV~
Aku berdiri di depan ruang UKS. Baik. Yoona. Kau harus meminta maaf untuk menjaga nama baikmu sendiri. Aku berniat membuka pintunya. Tiba-tiba sebuah pemandangan menyebalkan justru terpampang di sana. Aku sendiri tidak mempercayai penglihatanku. Bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun mengompres kaki seorang yeoja? Aku meninggalkan ruangan itu dengan kesal. Haish..untuk apa aku meminta maaf?

——————————————————-

~Kyuhyun POV~
Acaranya telah selesai. Tim kami menang. Aku berjalan dengan santai ke mobilku. Kulihat Kim ahjeossi di sana, menatap kakiku
“Ini..terkilir saat pertandingan.”
“Ah..algesseumnida.”
Aku masuk ke dalam mobil sambil memandang ke sekitar. Sekolah sudah sepi. Setelah keluar gerbang sekolah, kulihat yeoja itu masih berdiri di depan halte bus
“Kim ahjeossi, mundurkan mobilnya.”
“Ne?”
“Ppali juseyo.”
“Algesseumnida, Tuan muda.”

~Sooyoung POV~
Aku berdiri sambil menunggu bus selanjutnya. Aku tidak mungkin pulang dengan berjalan kaki. Aku menengok ke sekitarku. Sudah sepi. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depanku. Orang itu membuka kaca mobilnya. Si namja menyebalkan
“Naiklah,” ujarnya
“Ne?”
“Yaa! Aku masih memiliki rasa kemanusiaan. Bagaimana mungkin kau pulang dengan bus saat kakimu terkilir?”
“Gwaenchanha.”
“Yaa! Ini sudah sore. Bagaimana mungkin seorang yeoja pulang sendirian dengan keadaan kaki yang terkilir? Jika ada perampok, kau tidak bisa berlari.”
“Terlalu imajinatif.”
“Cepatlah naik sebelum aku berubah pikiran.”
Aku menatapnya dengan kesal. Tidak ada pilihan lain.

~Yoona POV~
Aku menghempaskan tubuhku ke ranjang. Hari ini benar-benar menyebalkan. Minggu ini benar-benar minggu terburuk dalam hidupku. Kartu krediku disita, aku membuat kesalahan di cheers, dan parahnya aku justru memberi kesempatan bagi si anak baru untuk mendekati kyuhyun oppa. Babo yoona. Jangan-jangan..mereka pulang bersama sekarang. Atau mengobrol. Atau jangan.. aish!!! Babo! Mana mungkin! Ingat yoona, kyuhyun adalah namja yang sangat sulit didapatkan. Mana mungkin dia memberi tumpangan dengan mudahnya?

~Sooyoung POV~
“Jadi kau tinggal sendiri?”
Aku mengangguk
“Eommaku di Busan.”
“Hebat.”
Aku terdiam mendengarnya. Aku tidak menyangka namja ini bisa berbicara dengan sopan
“Mianhamnida aku mengerjaimu saat kita bertemu pertama kalinya.”
“Gwaenchanhayo. Mianhamnida karena aku menyirammu, sunbae.”
“Gwaenchanha. Lupakan saja.”
Aku tersenyum kecil. Ternyata dia tidak seburuk yang kukira.
“Ah ya. Dari kemarin kau menyebutku namja yang tidak tahu mata uang. Itu bukan namaku.”
Aku tersenyum kecil “Kau juga menyebutku loper koran. Itu juga bukan namaku”
“Cho Kyuhyun imnida.”
“Choi Sooyoung imnida.”

—————TBC————-

101 thoughts on “Enchanted {Part 2}

  1. hei sepertinya akan ada cinta di balik musuh dan juga lawan……….
    apa setelah ini Hae akan mengungkap kan kalau dia ayah Soo? atau….?
    Kris dan Kyu siapa yang akan Soo pilih???

    be wait for next…..

  2. Huaa…
    Akhirnya Kyuyoung Damai..

    Gak jadi deh Sooyoung eonni jadi ”temannya” Kris buat ngancurin Kyuhyun…

    Next partnya di tunggu..
    :):):):):)

  3. entah knp pas bagian mereka sama2 jatuh itu bikin paling shock, terlebih krn soo jatuhnya kayak gitu X-(
    tp paling suka dgn mereka yg udh mulai deket. kayaknya bakalan jd makin deket stlh saling kenalan XD

  4. Cieee kyuyoung damai nih~ :-D
    kyu juga lebih perhatian sekarang sama soo!
    Suka.. Suka..
    Well, Jangan terlalu ngusilin hubungan kyuyoung ya, yoong! Kekeke~

  5. Yoona kok jahat -_- yee manja -_-
    Kyuppa niat nya baikan ama soo ini mau bales dendam atau karna hati malaikatnya lagi dateng/? ‘-‘

  6. wah… kyuyoung udah mulai nih..
    hehe…
    oh iya,, kris ama emaknya jahat ya..??
    psti nanti kris ska sma sooyoung
    #sotoy
    bgus bingitz ff nya #lebay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s