The Musketeers { Part 7-End }

the musketeer

Title : The Musketeers

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Kris Wu
*Choi Siwon
*Victoria
*Shim Changmin

*Choi Minho
*Lee Sungmin
*Jessica Jung
*Kangin
*Yesung
*Leeteuk
*Kim Taeyeon
*Kang Sora
*Seo Joohyun

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-17

~Kangin POV~
“MWO? Dibatalkan?”
Sora mengangguk dan mematut kesal
“Ini benar-benar di luar dugaan. Kukira Ratu Victoria bisa bertindak lebih. Tapi faktanya.. dia benar-benar lemah pada raja.”
Aku menyandarkan punggungku ke kursi
“Kangin…apa yang harus kita lakukan?”
“Kau tenang saja. Aku sudah melenyapkan anak itu. Bahkan sudah kubuang ke jurang. Kita tidak punya deadline, chagi.”
“Ne. tapi tetap saja. lebih cepat kan lebih baik. aku malas melihat adegan drama dimana leeteuk diam sepanjang hari. Aku ingin cepat-cepat mendepaknya dari sana. Dan kita bisa tinggal di sana bersama kris. Lagipula kau tidak lelah terus menyembunyikan ini semua dari anakmu sendiri?”
Aku menghela nafas
“Baiklah ada satu cara.”
“Apa?”
“Kita bakar lumbung desa.”
“MWO?”
“Aish..babo. Setelah itu, choi palace butuh bantuan. Dan cho palace bisa saja memberinya bantuan bersyarat. Kurasa putri keras kepala itu akan mengalah untuk rakyatnya.”
“Ide yang brilian.”

——————————————

~Kyuhyun POV~
Hari ini, eomoni mengajakku berkeliling. Aku mengikutinya. Berkeliling pegunungan ini.
“Indah.”
Aku memandang ke sekitar. Salju masih menumpuk. Tapi terasa sangat menghangatkan. Aku menggenggam tangannya. Eomoni tersenyum menatapku. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah rumah. Sepertinya rumah itu tidak asing di mataku
“Apa yang kau lihat?” tanya eomoni
“KYAAAAAAAAA!!!! KENAPA KAU TIDAK MEMAKAI KEMEJA!!”
“Yaa! Memangnya aku yeoja? Kemejaku tidak kering di musim dingin, jadi aku mengeringkan salah satu di antaranya disini. Lagipula aku masih memakai celana panjang! Kenapa kau menutup mata?”
“A..h..”
“Kyu ah..gwaenchanha?”
“Eomoni..bisakah kita pergi ke sana?”
Eomoni menatapku sebentar. Kemudian kami berjalan ke sana. Eomoni mengetuk pintunya
“Permisi!!”
Tidak ada suara. Perlahan kami membuka pintunya. Isinya berantakkan
“Apa rumah ini tidak terurus?” tanya eomoni
Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam. Perabotannya ada yang patah. Bongkahan kayu ada dimana-mana. Aku memasuki kamar di lantai bawah. Kosong. Perlahan aku berjalan ke atas. Eomoni menahan tanganku
“Kyu ah…bagaimana kalau rumah ini…berbahaya?” tanyanya
Aku terdiam. Seketika pandanganku tertuju pada sebuah pedang yang tergeletak di lantai. Aku mengambilnya. Mencoba menggerakkannya. Benda ini tidak asing di mataku. Bahkan tanganku menggerakkannya begitu saja. Seolah-olah benda ini adalah sahabatku. Kulihat ada sebuah tulisan di ujung pegangannya
“Cho…Kyuhyun?”
Aku terdiam sejenak. Itu namaku. Kenapa bisa tertulis di sana? Aku mencoba menggerakkan tanganku
“Hati-hati,” ujar eomoni
Tanganku bergerak sendiri. Rasanya ini aneh. Aku berjalan ke lantai atas. Ini lancang memang. Tapi aku merasa rumah ini tidak asing. Aku membuka kamar di sana. Kulihat ada sebuah buku yang terjatuh di lantai. Buku itu terbuka. Aku membaca halaman yang terbuka itu
“Putri, inikah yang mereka sebut cinta terlarang? Tapi kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Putri, hidup ini misteri. Kau tidak pernah tahu ujungnya. Aku lelah putri. Lelah melihat dari jauh dan hanya bisa berharap. Aku ingin berkata, putri. Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu.”
“Musketeer, aku tidak peduli mereka berkata ini cinta terlarang atau bukan. Bagiku ini adalah hal terindah yang pernah terjadi. Hidup ini memang misteri, dan kita akan memecahkannya. Aku ingin berkata, musketeer. Aku juga mencintaimu, lebih dari yang kau tahu.”
Seketika beberapa bayangan muncul di kepalaku. Bayangan seorang yeoja tinggi berambut panjang dan wavy. Dengan poni yang membuatnya tampak manis. Bibir mungil kemerahan. Pipi yang merona saat aku memegangnya. Jari-jari lentik yang indah. Mata berkaca-kaca yang bulat. Sosok putri yang sempurna. Senyumannya yang khas. Eyesmile saat dia tertawa. Dan… musketeer. Seketika kejadian-kejadian itu terngiang di kepalaku
“OPPAAA!!!!”
teriakannya terngiang dalam benakku saat kayu itu mengenai kepalaku. Tangisan yang hanya ditunjukkan di depanku. Kejadian di dekat perapian. Salju. Sayap. Pelukan. Kecupan singkat. Semuanya terlintas begitu saja. Seperti kaleidoskop. Tapi hanya satu yang tidak terlintas di kepalaku daritadi. Siapa nama putri itu? Seohyun? Aku membalik halaman buku itu
“Putri. Aku tidak akan pernah melupakan saat dimana kau tersenyum ceria oleh sebuah benda berharga 5 keping emas. Teddy Bear. Bukan oleh harta kemewahan yang kau miliki”
Seketika aku tahu cara untuk mencarinya. Hanya satu kata kunci.

———————————————-

~Siwon POV~
Aku terdiam melihat vict yang hanya mengabaikanku daritadi. Sepertinya dia masih kesal dengan penolakan itu. Krek..pintu terbuka. Penasihat istana berlari ke dalam
“Raja..Raja!! Ini benar-benar gawat!”
“Ada apa, penasihat istana?” tanyaku
“Terjadi kebakaran di lumbung desa.”
“Kebakaran?” tanya vict
“Ne. Minyak yang tersimpan di sana terbakar habis.”
“Bagaimana bisa?”
“Kebakaran ini disengaja, yang mulia. Petugas keamanan di sana diikat dan ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Penyerangnya adalah komplotan berjubah hitam “
Seketika semua kejadian terlintas di kepalaku. Kejadian perampokan di villa. Kejadian kebakaran di lumbung desa. Semua terasa aneh. Jika mereka benar perampok, kenapa mereka tidak mencuri apapun? Dan jika mereka memang ingin mencelakakan tuan putri, kenapa mereka justru menculik musketeernya? Dan sekarang kebakaran di lumbung desa. Rasanya ini semua mencurigakan.
“Apa yang harus kita perbuat, yang mulia. Sekarang musim dingin. Tidak ada panen. Warga bisa kelaparan dan wabah ini membahayakan”
“Berilah bantuan pada warga, dengan apa yang kita punya di gudang istana.”
“Tapi, raja. Musim dingin masih ada 3 bulan lagi. Itu semua tidak akan cukup!” ujar ratu
“Ratu, kita adalah pemimpin bangsa. Kau harus memikirkan rakyatmu, baru dirimu sendiri.”
Vict meninggalkanku di sana. Aku menghela nafas dalam
“Laksanakan perintahku, penasihat istana.”

~Sooyoung POV~
“Benarkah?” tanyaku setelah mendengar cerita jessica
“Ne, putri. Dan sekarang istana dalam keadaan gawat. Meminta bantuan dari kerajaan lain tidak ada gunanya. Sekarang musim dingin. Pastilah sulit mencari bantuan panen.”
Aku menyandarkan punggungku ke kursi.
“Kurasa pelakunya sama dengan komplotan perampok di villa itu.”
“Kurasa juga begitu.”
Aku berdiri dari kursiku. Menghadap ke sang raja. Orang-orang itu harus ditangkap

————————————————-

~Victoria POV~
Aku merenung di kamarku. Dua hari berlalu. Warga terus berdatangan meminta bantuan. Kalau begini terus, bisa-bisa warga kerajaan yang meninggal karena kelaparan. Krek..pintu ruanganku terbuka. Kulihat selir kang ada di sana
“Lama tak berjumpa, yang mulia.”
Aku tersenyum kecil “ne.”
“Kudengar..choi palace sedang dalam masalah,” ujarnya
Aku menatapnya sebentar
“Aku tidak ingin berbasa-basi,” ujar selir kang
“Maksudmu?”
“maksud kedatanganku ke sini ialah menawarkan bantuan dari apa yang kami miliki di cho palace.”
Seketika aku terdiam dan menatapnya
“Tapi tentunya dengan sebuah syarat.”
“Syarat?”
Selir kang tersenyum kecil. “Langsungkan pernikahan putra mahkota cho kris dengan putri mahkota choi sooyoung, secepatnya.”
“n…ne?”
“Semakin cepat dilangsungkan, maka semakin cepat pula bantuan itu datang. Bagaimana?”
Aku hanya diam dan bermain dengan pikiranku. Bagaimana cara mengubah pandangan raja?
“Jika dia putri yang bijaksana, dia akan menikah untuk keselamatan rakyatnya dan warga istana. Dia adalah calon ratu. Tidak sepantasnya dia mengutamakan egonya. Hanya itu yang ingin kukatakan. Kurasa ini tawaran yang sangat menguntungkan bagi istanamu. Permisi. Aku akan menunggu kabarnya. Kerajaan kami hanya memberi waktu dua hari untuk sebuah jawaban,” ujarnya lalu pergi
Aku menatap pintu itu. Kemudian pergi ke gudang istana. Persediaan makanan hanya cukup untuk seminggu lagi. Itupun jika tidak kurang
“Ratu…bagaimana ini?”
Aku menghela nafas dalam. Tidak ada pilihan lain

 

~Kyuhyun POV~
“Bagaimana kabarmu oppa? Sudah lebih baik? Apa yang kau ingat hari ini?” tanyanya
Aku tersenyum kecil.
“Seohyun ah. Bisakah aku bertanya sesuatu padamu?”
“Apa?”
“Kau suka boneka beruang?” tanyaku
“Lumayan. Memangnya kenapa?”
“Apa kau punya salah satu boneka beruang di rumahmu?”
“Memangnya kenapa?”
“Aku hanya ingin melihatnya saja.”
“Hahahaha. Oppa kau ini ada-ada saja. Mana mungkin aku memilikinya? Aku tidak mungkin menghabiskan uang untuk hal tidak penting semacam itu. Jika kau ingin melihatnya, kau bisa pergi ke kota. Mereka menjualnya seharga sepuluh keping emas.”
“Bukan lima keping? Kenapa mahal sekali?” tanyaku
“Oppa, oppa. Barang-barang di kota tidak semurah itu. Kecuali itu barang di pasar. Tapi jahitannya kasar dan aku tidak menyukainya. Di toko teddy bear berkelas, teddy bear berharga 10 keping emas. Mungkin tidak berharga bagi anggota kerajaan. Kau pasti bisa membelinya dengan menjentikkan jari.”
Aku terdiam sesaat. Seketika aku menyadari satu hal. Putri itu…bukan seohyun. Aku hanya tersenyum kecil. Aku harus berada di sini. Setidaknya sampai aku mengingat siapa putri itu dan menemukan maksud di balik kebohongan seohyun

—————————————————

~Changmin POV~
“Andwae. Aku tidak setuju. Itu sama saja dengan menjual tuan putri!” ujarku
“Putra mahkota. Tapi kita tidka punya pilihan lain. Hanay cho palace yang ingin membantu kita. Siapa lagi yang bisa kau harapkan? ini musim dingin. tidak ada panen. dan warga kelaparan. hail peternakan tidak bisa mengenyangkan mereka. bertindaklah yang bijaksana, putra mahkota.”
Aku teduduk lemas.
“Ini benar-benar aneh,” ujar sungmin
“Aneh bagaimana?”
“Tidakkah ini semua kebetulan yang aneh? Terjadi perampokan di villa, tetapi mereka tidak menculik tuan putri atau mencuri benda apapun. Terjadi kebakaran yang disengaja di lumbung desa. Dan sekarang cho palace meminta kita mempersunting tuan putri dan putra mahkota cho kris sebagai syarat untuk dibantu dalam pemasokan bahan pokok warga. Tidakkah ini terlihat seperti… cho palace adalah dalang di balik ini semua?” tanya sungmin
“Jaga bicaramu, pangeran,” ujar ratu
“Tapi itu mungkin saja,” ujar minho
“Cho palace tidak mungkin melakukannya. Sehebat apapun mereka, mereka adalah kerajaan dan terkenal dengan rajanya yang bijaksana. Mana mungkin mereka melakukan ini semua?” tanya ratu
“Yang dibilang ratu benar,” ujar raja
“Tapi aku yakin. Pasti ada orang yang bermaksud memperlancar pernikahan ini. Dan dia menghalalkan cara apapun. Entah apa motifnya,” ujar minho
“Jangan menuduh jika kau tidak punya bukti,” ujar ratu
“berhati-hatilah dengan ucapan kalian. Kalian ini pangeran yang terpandang.”
Aku menghela nafas dalam
“Di satu sisi, aku mengerti perasaan tuan putri yang baru saja ditinggal musketeernya. Tetapi kali ini, kita tidak punya pilihan lain. Ini demi rakyat,” ujar raja
“Tapi..”
“Kita hidup untuk rakyat. Untuk mengayomi, menyejahterakan. Apalah gunanya raja, ratu, pangeran, dan putri jika rakyatnya meninggal karena wabah kelaparan?”

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di balik ambang pintu. Aku mendengar semua percakapan mereka. Tuhan…apa yang harus kulakukan? Aku menutup pintunya perlahan. Kemudian pergi berkeliling desa. Kulihat wajah mereka lesu dan kedinginan. Tak jarang yang memegang perutnya karena kelaparan. Bahkan ada anak kecil yang menggigil di tengah jalan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Aku mengeluarkan roti dari dalam sakuku dan memberikannya pada anak itu
“Ambillah,” ujarku
“Gamsamida.. semoga Tuhan memberkatimu!” ujarnya lalu memakan roti itu dengan lahap
“Dimana bumonimmu?” tanyaku
“Mereka sedang mengantri di istana untuk mendapatkan jatah makanan.”
Aku terdiam dan mengusap kepalanya perlahan. Rakyatku..kenapa kondisinya seperti ini? Ini jauh berbeda dengan kondisi mereka sebulan yang lalu. Dimana mereka tertawa, berlarian, bernyanyi, bermain musik. Putri macam apa aku, yang bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk rakyatku. Aku berjalan menjauh. Pergi ke arena latihan musketeer. Bahkan tidak ada siapapun disini. Gersang. Keramaian hanya ada di pintu gudang istana. Aku menatap ke arena itu. Membayangkan saat dimana kyuhyun di sana. Bertarung. Memainkan pedangnya dengan lincah
“Bogoshipoyo..oppa…”
Setetes air mataku terjatuh. Tuhan..dimanapun dia, lindungilah dia. Dan katakan padanya..aku merindukannya.
“Oppa…aku ini seorang putri. tapi kenapa aku hanya bisa meratapi rakyatku yang malang sekarang? suasananya terasa mati. Tidak ada musik. tidak ada tawa. tidak ada tarian dan pedagang.”
Seketika bayangan pembicaraan mereka menghantuiku
“Oppa…maafkan aku…aku tidak punya pilihan lain. Hanya ini satu-satunya cara.”

—————————————-

~Siwon POV~
“Kita harus memberikan jawabannya hari ini juga, raja!” ujar vict
Aku menghela nafas dalam. Di satu sisi…aku tidak mungkin memaksanya untuk menikah. Karena aku tidak ingin melukainya. Tapi di sisi lain..bagaimana dengan rakyatku yang menderita di luar sana? Krek..pintu ruanganku terbuka. Kulihat dia masuk ke dalam. Pakaiannya sederhana. Ada salju di pakaiannya
“Kau kabur lagi? Di saat seperti ini?” tanya vict
“Aku akan menikah dengannya.”
Seketika aku terdiam mendengarnya
“Putri…”
“Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan rakyat kita yang menderita di luar sana. Hanya ini satu-satunya cara untuk membuktikan kalau aku pantas menjadi seorang putri, yang bisa berbuat sesuatu untuk rakyatnya. Kita tidak punya pilihan lain,” ujarnya
“Tapi…”
“Kali ini aku ingin raja menatapku sebagai seorang putri. Ini demi rakyat kita.”
Aku menarik nafas dalam
“Baiklah.”

————————————————-

~Kangin POV~
“Cheers,” ujar sora
Kami meminum red wine itu bersama.
“Tinggal selangkah lagi dan…boom!” ujarku
“Kau benar-benar kriminal sejati,” ujar sora”Itu kelebihanku. Dan ini demi kris kita.”
Sora menggeleng tidak percaya. Tiba-tiba aku terpikir akan sebuah hal
“Sora.. sepertinya setelah ini raja akan mencurigaimu.”
“Wae?”
“Dia tidak bodoh, Dan dia menyewa detektif. Setelah ini, jangan pergi lagi ke sini. Sampai hari pernikahan kris,” ujarku
“Algesseumnida.”

~Leeteuk POV~
Aku hanya bisa diam setelah mendengar kabar kalau kris akan menikah minggu ini dengan putri mahkota choi palace. Rasanya terlalu cepat. Ini semua mencurigakan
“Jadi…bagaimana urutan kejadiannya?” tanyaku pada detektif itu
“Pertama, kebakaran terjadi di rumah yang ditinggali Ratu Taeyeon. Kemudian perampokan di villa yang ditinggali putri mahkota choi, dimana hanya sang musketeer, cho kyuhyun yang diculik. Dan kejadian terakhir adalah kebakaran di lumbung rakyat choi palace sehingga putri mahkotanya menikah dengan putra mahkota cho kris.”
“Ini terasa aneh. Dan disengaja,” ujarku
“Kurasa juga begitu. Para warga pun mengaku kejadian itu sepertinya disengaja oleh komplotan berjubah hitam. Dan menurut pengakuan sang putri, komplotan yang menculik musketeernya juga sama.”
Seketika aku mencurigai satu hal. Sora. Apa dia ada sangkut pautnya dengan ini semua? Kangin. Apa hubungannya dengan sora? Tapi dia tidak mungkin bertindak, jika tidak ada motif dan tidak ada informasi dari orang dalam.”
“Setelah ini, apa yang harus kita lakukan, yang mulia?”
“Selidiki gerak-gerik Selir Kang.”

—————————————————-

~Sooyoung POV~
Hari ini aku bertemu dengan kris. Calon suamiku. Aku hanya bisa menghela nafas dalam. Kami sedang berada di perpustakaan istana. Dan daritadi tidak bersuara
“Menarik sekali,” ujarnya
“Ne?”
“Aku tidak menyangka kau akan mengalah untuk rakyatmu. Aku cukup salut,” ujarnya
Aku hanya menghela nafas. Sabar… saat ini aku tidak bisa melawannya. Karena hanya dia yang bisa menolong rakyatku
“Dimana musketeermu?” tanyanya
Aku hanya diam. Tidak bersuara
“Dia..masih belum ditemukan?”
“Ne.”

~Kris POV~
“Ne.”
Setelah itu dia hanya diam. Memandang bukunya. Matanya berkaca-kaca dan sembab. Seperti akan menangis. Tes. Kulihat setetes air matanya jatuh dan dia cepat-cepat menghapusnya. Seketika aku tahu satu hal. Dia menyimpan perasaan khusus pada musketeer itu. Aku jadi tidak tega melihatnya seperti ini

—————————————————

~Kang Sora POV~
“Eomoni. Apakah aku harus menikah dengannya?”
Seketika aku menatapnya
“Memangnya kenapa, putra mahkota?”
“Sepertinya dia tidak mencintaiku.”
“Cinta bisa tumbuh perlahan-lahan.”
“Ne. Tapi jika tidak ada orang di hatinya.”
“Maksudmu?”
“Eomoni, dia jelas-jelas mencintai musketeernya yang hilang itu. Mana mungkin aku akan menikah dengan orang yang jelas-jelas mencintai namja lain?”
“Putra mahkota… sebentar lagi kau akan menjadi raja. Pikirkan rakyatmu yang membutuhkan pengisi kekosongan kekuasaan,” ujarku
“Eomoni. Kita bisa membantu mereka tanpa pernikahan, bukan?” tanya kris
“Putra mahkota. Bisakah kau mendengar nasihatku kali ini saja? Turuti dan jalani saja ini semua. ini demi kebaikanmu”
“Ne, eomoni.”

——————————————-

~Leeteuk POV~
“Tidak ada hal yang mencurigakan dari gerak-gerik selir kang.”
Aku menghela nafas dalam. Berarti sora tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua
“Jadi..bagaimana, raja?”
Aku menghela nafas. Melihat fotoku dengan taeyeon dan kyuhyun. Ratuku…putraku… bahkan sampai sekarang aku tidak menemukan tanda kehidupan cho kyuhyun. Apa selama ini aku salah paham? Salah paham kalau cho kyuhyun masih hidup, hanya karena namja yang memiliki nama yang sama dengannya? Hanya karena mimpi taeyeon? Aku menarik nafas dalam. Menghembuskannya. Maafkan aku, ratuku. Tapi semua ini tidak terbukti benar. Dan terlalu banyak kejadian yang justru kuanggap disengaja, atau bahkan menuduh selir kang dengan tuduhan yang aneh. Aku termakan imajinasi. Dan juga ketidakrelaan pada kepergianmu. Menyesali semuanya telah terlambat. Yang bisa kulakukan sekarang, hanyalah berbuat yang terbaik untuk kris…dan sora
“Terima kasih atas pekerjaanmu, detektif shin. Tugasmu telah selesai.”

~Kyuhyun POV~
“Ratu!! Ini berita gawat!!!” ujar seohyun pada eomoni
“Ada apa?”
“Cho Palace. Mereka akan menggelar pernikahan putra mahkota cho kris dengan putri mahkota choi palace.”
“MWO?”
Eomoni membaca selembaran itu. Aku ikut melihatnya. Royal wedding. Seketika pandanganku tertuju pada sosok putri itu
“Jika pernikahan ini terlaksana, putra mahkota cho kris akan menjadi raja!” ujar seohyun
“Tidak. Kita tidak bisa membiarkan ini semua terjadi!”
“Tapi apa yang harus kita lakukan, ratu? Kyuhyun belum mengingat semuanya. Dia tidak ingat siapa kang sora, kangin, dan yang lainnya.”
Eomoni mengambil sebuah buku dan menyerahkannya padaku
“Kyu ah..eomma mohon..hanya kau harapan eomma..”
Seketika aku terdiam. Aku membuka buku itu. Buku harian. Aku mulai membukanya. Ada fotoku bersama seorang yeosong berambut pirang pendek.
“Kyu ah..eomma menyayangimu.”
“Eomma!!!”
Kata-kata itu seakan terdengar di telingaku
“Pejamkan matamu,” ujar eomoni
Aku memejamkan mataku dan membiarkan semuanya terlintas begitu saja. Kenangan dimana aku terjatuh dan yeosong itu menggendongku. Kenangan di saat aku menyelamatkan nyawanya untuk menjadi seorang musketeer. Kenangan dimana aku merasa dikhianati kangin, yang kukira appaku. Aku membuka catatan itu. Tulisan-tulisan itu bermain di pikiranku. Seketika aku seperti melihat kejadian. Dimana seorang yeosong mengambilku lalu membakar paviliun. Yeosong itu menaruhku di sebuah rumah.Yeosong itu…
“Kangin…”
Aku mulai mengingat nama itu. Nama yang disebutkan sebagai tokoh antagonis di buku harian ini. Seketika ingatanku tertuju pada putri itu. Dimana aku merangkulnya. Memeluknya. Mengecup bibir mungilnya. Di tengah bulu-bulu angsa yang berjatuhan. Membuat sayap di salju. Memasak. Dan satu hal yang akhirnya kuingat. Sooyoungie. Choi Sooyoungku. Aku menatap ke arah selembaran itu. Seketika aku berdiri. Aku mengingat semuanya. Tanpa terkecuali. Kerasnya dunia musketeer. Tuan putri. Kekejaman istana. Fakta tentang ibu kandung tuan putri. Puisi di perpustakaan. Sekumpulan orang berbaju hitam. Suara yang membuangku ke jurang. Semuanya terdengar jelas. Dan aku mengenali suara itu. Kangin. Orang yang mengaku-ngaku menjadi abeojiku. Orang yang merekayasa semuanya. Dan menurut diary ini, bersama kang sora. Siapapun yeoja itu. Aku harus menghentikan pernikahan ini. Aku tidak bisa membiarkan pernikahan itu terjadi. Choi Sooyoung, dia milikku. Dan tidak seorang pun bisa mengubahnya. Aku akan melindungi putri, aku sudah bersumpah. Aku menarik eomoni keluar dari rumah itu.
“Kyu!!”
“Oppa!!”
“Jeongmal gamsamida seohyun ssi. Kupastikan istana mengganti rugi semuanya. Tetapi maaf. Kau bukan putri yang kucari selama ini.”
Aku menaiki kuda milik seohyun bersama eomoni. Membiarkan yeoja itu bertanya-tanya
“Aku akan menyuruh seseorang mengembalikan kuda ini. Terima kasih untuk semuanya.”
Aku memicu kuda itu dengan cepat. Meninggalkan yeoja itu dalam keadaan bertanya-tanya. Aku tidak punya waktu lebih untuk mencegat semuanya. Satu hari bukanlah hal yang sebentar. Perjalanan dari gunung ke istana cukup jauh. Melewati desa dan hutan.
“Kyu…seohyun…”
“Yeoja itu hanya mengincar kekuasaan, eomoni. Aku mengerti alasan kebohongannya. Dia memberi tahu kita tentang pernikahan cho kris yang akan menjadi raja jika kita tidak mencegahnya. Dia menyukai barang-barang elite. Dari sana kita bisa menilai eomoni. Dia membohongiku, mengaku-ngaku dia adalah yeojachinguku untuk posisi ratu.”
Seketika eomoni terdiam “Sulit dipercaya. Aku bahkan tidak tahu dia mengaku-ngaku menjadi yeojachingumu.”
“Aku tidak punya waktu lebih lama untuk menjelaskan semuanya pada yeoja itu. Kita harus sampai secepatnya di sana eomoni. Ini tidak hanya memutuskan nasib istana. Tetapi juga nasib cintaku.”
“CInta?”
“Dia adalah ratuku, eomoni. Dan itu takdir yang tidak bisa diubah siapapun. Termasuk kang sora.”

————————————————

~Changmin POV~
Aku membuka pintu kamarnya perlahan. Kulihat dia di balkon. Memandang ke arah langit
“Kau yakin akan menikah dengannya besok? Kau masih bisa kabur malam ini.”
Dia menatapku
“Ne. Ini demi rakyat kita.”
“Tuan putri…. tidakkah kau merasa berdosa karena membohongi dirimu sendiri dan Tuhan saat kau mengucap janji pernikahan yang tidak datang dari hatimu?”
Dia tersenyum kecil
“Kalau pun aku akan merasa berdosa…aku akan merasa paling berdosa pada Tuhan dan Cho Kyuhyun.”
Seketika aku terdiam “Cho Kyuhyun?”
“Mungkin…tragedi Romeo and Juliet terjadi atasku..dengan versi lain. Dimana kyuhyun hilang entah dimana.. entah masih hidup atau tidak.. dan aku menjadi manusia yang hidup tetapi serasa mati. Sekarang aku mengerti perasaan Juliet. Cinta membuatmu bodoh dan mati.”
“Tuan putri…”
“Aku…seperti mengkhianati hatinya. Seharusnya, aku menunggunya kembali. Entah sampai kapan. Tetapi yang kulakukan..justru menikah dengan namja lain.”
“Kau mencintainya?” tanyaku
“Kata orang..kau akan bahagia melihat orang yang kau cintai bahagia. Dan melakukan apapun untuknya. Tapi kurasa ada yang harus kuubah. Di saat tidak ada yang bisa kau lakukan, yang terbaik adalah melepaskannya. Biarkan dirimu menjadi satu-satunya orang yang tahu tentang cintamu padanya.”
Seketika tanganku terasa lemas. Bibirku beku. menelan semua kata-kata itu. Kata-katanya seakan mengena bagiku. Kurasa kau benar… putri. DI saat aku tidak bisa melakukan apapun untukmu..aku hanya bisa melepaskanmu. Dan memendam perasaan untukmu…dalam diriku sendiri. Selamanya

~Taeyeon POV~
BRUK! Kyuhyun terjatuh saat menarik kudanya
“Kyu…sebaiknya kita beristirahat sebentar. Kau sangat lelah,” ujarku
“Gwaenchanhayo, eomoni. Jika aku berhenti…kita akan terlambat sampai.”
“Tapi kyu…”
“Hari sudah malam. Kuda tidak akan berjalan saat kucambuk sekalipun. Aku harus berjalan dan menariknya.”
“Kalau begitu aku akan membantumu.”
“Eomoni… beristirahatlah.. aku tidak ingin eomoni sakit..”
“Tapi..”
“Kumohon..”
“Baiklah.”
Aku tersenyum kecil memandangnya. Meski aku tahu dia kelelahan, mata itu menunjukkan sebuah perjuangan. Seandainya dia berada di sini dan tahu perjuanganmu…kurasa dia adalah yeoja paling beruntung di dunia ini, putraku

——————————————————

~Sooyoung POV~
“Selesai.”
“Wah..tuan putri terlihat sangat mengagumkan.”
Aku hanya tersenyum tipis. Menatap diriku di cermin. Aku mengenakan wedding dress. Gaun yang diincar setiap gadis di dunai ini. Tapi kisah “pangeran dan putri menikah, lalu hidup bahagia selamanya” tidak berlaku padaku. Aku akan menikah dengan namja itu. Cho Kris. Namja yang bukan pilihanku. Aku memeluk boneka beruang itu. Kyuhyun oppa…maafkan aku.. rakyatku tidak bisa menunggu lebih lama lagi
“Tersenyumlah, putri, jika rakyat melihatmu seperti ini, mereka pasti merasa sedih,” ujar ratu
Aku tersenyum kecil. “Gamsamida untuk semuanya, ratu.””Jika eomonimu disini, dia pasti akan bahagia melihat putrinya menikah,” ujar ratu
Inilah perbedaan ibu kandung dan ibu tiri, ratu. Ibu kandungku..dia pasti akan ikut sedih melihatku terpaksa menikah dengan namja yang tidak kucintai. Tapi ibu tiriku..dia akan bahagia karena terlepas dari beban beratnya.

~Leeteuk POV~
“Kau terlihat gagah.”
“Gamsamida.”
Aku tersenyum kecil melihat kris. Seandainya kyuhyun masih hidup..dia pasti akan menikah hari ini. Aku menarik nafas dalam dan keluar dari ruangan. membiarkan dia berdua dengan eomoninya

~Kris POV~
Aku terduduk diam di kursiku. Memandang diriku di cermin dengan tuxedo. Inikah yang kuinginkan?
“Putra mahkota, kau tidak sedang berpikir untuk mundur kan?” tanya eomoni, seolah menebak isi pikiranku
“Eomoni..kurasa ini bukan jalan terbaik. Aku masih merasa ragu. Seharusnya hatiku bahagia di saat seperti ini. Tapi faktanya, aku merasa terbebani. Aku akan mengucap janji di depan Tuhan, yang tidak berasal dari hatiku.”
Eomoni memegang wajahku
“Kumohon.. lakukan ini semua demiku.”
“Eomoni, kenapa eomoni sebegitu inginnya melihatku menikah dengan putri itu, bahkan secepat ini?”
“Kali ini aku tidak berbicara padamu sebagai seorang selir pada putra mahkota. Tapi aku berbicara sebagai kang sora, eommamu pada anakku, kris. Aku sudah berjuang untukmu selama ini kris. Bertahan di istana ini, memanggil putraku dengan sebutan putra mahkota. Jangan sia-siakan pengorbananku untuk pikiran jangka pendekmu.”
“Algesseumnida.”
“Eomoni sangat mencintaimu…kris..”
“Nado.”

——————————————–

~Sooyoung POV~
Istana itu dipadati ribuan orang. Rakyat ikut menyaksikan. Aku menarik nafas dalam. Apapun yang terjadi ini yang terbaik. Abeoji memegang tanganku
“Kau yakin?” tanyanya
Aku mengangguk. Kami sampai di depan pintu besar itu. Aku melingkarkan tanganku di pergelangan tangan abeoji. Tiba-tiba kata-kata Pastur itu terlintas dalam benakku
“Percayalah..Tuhan selalu punya rencana baik untukmu.”
Aku percaya. Dan aku yakin itu akan terjadi. Pintu terbuka. Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam bersama abeoji. Para bangsawan datang. Beserta tokoh penting. Para rakyat melihat dari luar istana. Aku melangkahkan kakiku. Menatap kris yang berdiri di sana. Tuhan.. maafkan aku..karena sebentar lagi aku akan mengucap janji suci yang tidak datang dari hatiku…

~Kang Sora POV~
Kris meraih tangannya. Aku tersenyum. Sebentar lagi. Dan kris akan menjadi raja. Cho Palace akan menjadi milikku dan kangin. Dan leeteuk? Dia akan bernasib sama dengan putra dan ratunya
“Umat yang saya kasihi. Di hari yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan syukur dan pujian kita atas The Royal Wedding ini. Cho Kris dan Choi Sooyoung”

~Kyuhyun POV~
Akhirnya kami sampai di tempat itu. Para rakyat memadati istana. Penuh sesak. Aku dan eomoni berusaha untuk masuk ke dalam. Tanpa melepaskan pegangan tangan kami. Akhirnya kami berhasil keluar dari kerumunan. Dan tinggal masuk ke dalam istana itu. Pintunya dijaga pengawal. Aku mencoba untuk masuk
“Anda tidak diperkenankan untuk masuk.”
“Aku adalah musketeer Tuan Putri,” ujarku
“Anda tidak diperkenankan masuk.”
“Anda….orang yang mengaku-ngaku sebagai ratu?” tanya pengawal itu
“Aku memang Ratu Taeyeon. Ratu Cho Palace. Maka biarkan aku masuk!”
“Anda benar-benar membuat keributan. Tak hanya mengaku-ngaku sebagai ratu. Tapi juga mencoba mengacaukan pernikahan putra mahkota cho palace dan putri mahkota choi palace.”
“Apakah Engkau, Cho Kris bersedia untuk menjaga dan mencintai..”
Kudengar suara itu terdengar samar-samar. Itu…janji pernikahan?
“Ne, saya bersedia.”
“Dan apakah Engkau, Choi Sooyoung…”
“Minggir atau kau akan menyesal,” ujarku pada pengawal itu
“Oh ya? Menyesal?”
Aku mengeluarkan pedangku. Baiklah. Pertarungan dimulai

~Sooyoung POV~
“Dan apakah Engkau, Choi Sooyoung bersedia untuk mencintainya, merawat, dan memeliharanya dalam suka maupun duka. Dalam sehat maupun sakit. Dalam susah maupun senang. Dalam untung maupun malang. Menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Mendidiknya dalam iman akan Tuhan. Hingga maut memisahkan kalian?”
Aku terdiam. Bibirku terasa kaku. Tidak bisa berkata apapun. Kulihat kris menatapku. Begitu pula para orang-orang di sini. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa berkata “ne” dengan mudahnya. Karena hatiku tahu…aku tidak bisa. Dan aku tidak bisa membohongi Tuhan
“Choi Sooyoung?” tanya sang pastur
BRUK! Kudengar pintu terbuka.
“Hentikan pernikahan ini!”
Spontan, semua orang menatapnya. Aku memalingkan wajahku. Tercengang melihat namja itu. Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyunku.
“Maaf, saya tidak bisa.”
“NE?”
Aku berlari ke arahnya. Memeluknya. Menangis di sana.
“Oppa…bogoshipo…jeongmal bogoshipoyo…”
Dia tersenyum dan mengusap kepalaku
“Mianhae, aku membuatmu terlalu lama menunggu.”
Aku memegang wajahnya. Sangat dingin. Dan beberapa bagian tubuhnya terluka.
“Apa yang terjadi denganmu?”
“Ini semua dinamakan gila karena cinta,” ujar kyuhyun
“Pengawal! Cepat tangkap mereka!” ujar selir kang
“Hentikan semua sandiwara ini,” ujar seorang yeosong di belakangnya. Sosok itu….Ratu Taeyeon? Seketika semua undangan menatapnya. Terheran-heran.
“Ratuku..”
“Dan dia adalah dalang di balik ini semua!” ujar sang ratu sambil menunjuk selir kang. Aku terdiam menatapnya. Ratu menunjukkan sebuah buku tua beserta foto-foto
“Ini adalah catatan yang kutemukan, sebelum Kang Sora membakar rumah itu dan merekayasanya seperti sebuah kecelakaan. Selama ini dia menipu kita semua. Dan putra mahkota Cho Kris adalah putranya dengan Ahli Strategi Kim Kangin.”
“Mwo?” seketika semua undangan bertanya-tanya. Aku menatap ke arah kyuhyun yang hanya tersenyum
“Selama ini cho palace dibuat ambigu olehnya. Dia juga yang merekayasa kebakaran saat putra mahkota berusia 2 tahun. Tapi Tuhan berencana lain atasku. Putra mahkota masih hidup.”
Aku tercengang mendengarnya. Ratu menunjukkan sebuah tanda lahir di punggu bagian kanan atas itu. Tanda lahir mahkota itu. Seketika semua orang tercengang. Jadi..dia memang seorang putra mahkota?

~Kyuhyun POV~
“Perampokan itupun direkayasa olehnya agar cho kris bisa menjadi penguasa!”
“Pengawal, tangkap selir kang dan kris!” ujar abeoji. Seketika para pengawal menahan tangannya dan menyeretnya keluar istana
“Apa-apaan ini!”
Abeoji berjalan mendekat. memeluk eomoni. Aku tersenyum memandangnya.
“Mianhamnida…jeongmal mianhamnida..selama ini aku meragukanmu..aku sudah mencarimu..dan bahkan putus asa..terima kasih untuk datang,” ujarnya
“Saranghae..”
“Nado saranghaeyo.”
Seketika suasana menjadi hening. Benar-benar manis. Tiba-tiba kulihat seorang namsong mencoba keluar dari istana. Dia Kim Kangin
“BERHENTI!” ujarku
Aku mengejarnya keluar. Dia mengeluarkan pedangnya. Aku mengeluarkan pedangku. Pertempuran musketeer yang sesungguhnya..baru dimulai

~Sooyoung POV~
Prang! Prang! Prang!
“OPPA!!”
“Jangan mendekat, putri. Berbahaya,” ujar putra mahkota changmin
“tapi dia di sana oppa!”
“Dia musketeer. Dia bisa bertarung. Kau harus percaya itu.”
Aku menggigit bibir bawahku. Aku sering melihatnya berlatih bertarung. Tapi tidak pernah seperti ini. Ini benar-benar menegangkan. Mereka terus menggerakkan tangannya. Salah sedikit berarti fatal. Tangannya tidak berhenti. Terus tampak serius. Tuhan…kumohon selamatkan dia

~Kyuhyun POV~
“Aku tidak akan membiarkanmu menang,” ujarnya
“Kita lihat saja nanti.”
Aku terus bergerak memainkan pedangku. Tiba-tiba dia menghempaskan pedang itu
Prang! Pedang itu terjatuh. Tapi yang kudengar justru adalah teriakannya
“ARRGHHHH!!!!”

~Changmin POV~
“Tuhan..kumohon selamatkan dia..”
Dia terus bergumam. PRANG! Kulihat pedangnya terjatuh. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Dia bisa mati kalau seperti in terus. Aku mengambil pedang kyuhyun yang terjatuh.
“PUTRA MAHKOTA!!”
Aku tidak mempedulikan teriakan eomoni dan menusuk kaki kangin dengan pedang itu
“ARRGHHH!!!!!!”
BRUK! Dia jatuh di sana. Aku hanya diam. Tidak percaya aku bisa melakukannya
“YEAAAAH!! RASAKAN ITU!” ujar para rakyat yang kudengar
“Pengawal! Tangkap dia!”
Para pengawal mengangkap dan membawanya pergi. Aku masih menatapnya tak percaya. Aku menoleh ke samping. Kulihat putri memeluknya. Aku tersenyum kecil. Setidaknya melihatmu bahagia bersamanya lebih baik daripada melihatmu menangis, putri. Karena itu yang kupelajari dari kata yang disebut cinta olehmu. Dan aku akan menemukan seseorang yang bisa melihatku seperti kau melihat kyuhyun. Setidaknya…aku membuat orang yang kucintai bahagia dengan caraku. Bukan begitu, putri?

~Kyuhyun POV~
Aku tercengang melihatnya. Putra mahkota…menusuk kakinya? Seketika kurasakan putri memelukku. Sangat erat
“kau hampir membuatku mati ketakutan.”
Aku tersenyum kecil. Dia membantuku berdiri. Seketika aku menariknya dan menciumnya. Di hadapan seluruh rakyat yang bersorak
“WOOHOO!!!!!!”
Aku menahan tangannya yang mencoba memukulku. Membiarkan matanya terpejam perlahan.
“Itu hukuman karena kau membuatku mencintaimu,” ujarku
“GET MARRIED! GET MARRIED! GET MARRIED!” ujar para rakyat yang membuatku menoleh
“Sepertinya para rakyatmu menginginkan pesta pernikahannya tetap berlangsung.”
“Jika kita menikah hari ini, artinya kita gila,” ujarnya
“Aku memang gila, aku berjalan dari pegunungan ke sini semalaman. Kau tidak lihat wajahku pucat?”tanyaku
“Sepertinya aku ketularan olehmu, entah kenapa aku berpikir tentang pernikahan seorang putri dengan musketeer,” ujarnya
Aku tersenyum lalu menariknya memasuki istana. Membuat seisi ruangan ini bertanya-tanya. Eomoni dan abeoji tersenyum memandangku. Begitu pula keluarganya. Sang Pastur tersenyum melihat kami berdua. Tetapi pakaian bukanlah hal yang terpenting dalam sebuah pernikahan. Tapi janjinya. Aku mengambil buku itu dan mengucap janjiku
“Saya, Cho Kyuhyun bersedia dan berjanji. Di hadapan Tuhan dan seluruh umat yang ada disini. Bahwa saya akan memperistri dan menjaga Engkau, Choi Sooyoung dalam suka maupun duka. Dalam sakit maupun sehat. Dalam untung maupun malam. Menjadi ayah yang baik bagi anak-anak kita. Mendidik mereka dalam nama Tuhan. Dan akan mencintaimu selama-lamanya. Sampai maut memisahkan kita.”
“Saya, Choi Sooyoung bersedia dan berjanji. Di hadapan Tuhan dan seluruh umat yang ada disini. Bahwa saya akan merawat dan mengasihi Engkau, Cho Kyuhyun dalam suka maupun duka. Dalam sakit maupun sehat. Dalam untung maupun malam. Menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita. Mendidik mereka dalam nama Tuhan. Dan akan mencintaimu selama-lamanya. Sampai maut memisahkan kita.”
“WOOOHOOO!!!!” suara tepuk tangan rakyat terdengar. Pintu istana tetap terbuka. Membiarkan mereka menjadi saksi janji ini. Aku tersenyum menatapnya. Seorang yeoja membawakan cincin ke depan kami. Aku memasangkan cincin itu di jari manisnya. Begitu pula dia. Seketika dia menciumku. Mengundang tepuk tangan yang lebih meriah lagi
“Yang itu adalah hukuman karena kau membuatku gila dan menikah hari ini.”
“Kurasa kita harus menulis dongeng baru. The Princess and the Musketeer.”

——————————————————–

~Leeteuk POV~
“WOHOO!!!”
Suara tepuk tangan tiada henti. Taeyeon tersenyum dan menyandarkan pundaknya padaku
“Tidakkah kau lihat mereka sangat manis?”
“Ne. Dan pernikahan ini tergolong gila. Lihat, putra kita. Dia memakai baju musketeer.”
“Kau tidak akan mengatainya gila jika kau tahu perjuangannya sampai tiba disini.”
“Bagaimana?”
“Dia sempat lupa ingatan. Kemudian mengingat semuanya kembali. Tidakkah itu sangat manis?”
Seketika aku terdiam
“Mianhamnida ratuku. Seharusnya aku…”
Cup. Taeyeon menciumku. Membuatku berhenti berkata-kata
“Tanpa kau jelaskan, aku sudah percaya kalau kau masih mencintaiku. Dan itu yang terpenting. Semuanya hanya proses bagiku. Itu semua rencana Tuhan, bukan?”
Aku tersenyum padanya
“Kau tahu kenapa aku memilihmu?”
“Kenapa?”
“Karena kau selalu mempercayaiku dan mendukungku.”
Dia tersenyum dan melingkarkan tangannya di lenganku
“Kau tahu..putra kita anak yang tegar. Dia berjalan kaki dari pegunungan ke sini untuk menghentikan pernikahan yeoja yang dicintainya.”
“Hm..kalau begitu dari skala 1-10, aku mendapat nilai berapa, dan putra kita mendapat nilai berapa dalam hal mencintai seseorang?”
“Kau 8, Kyuhyun 10.”
“Waeyo?” protesku
“Kyuhyun lebih 2 poin darimu. Dua poin itu adalah dia tampan dan dia masih muda. Bukan ahjeossi sepertimu.”
“Hahahahahahahaa.”

~Kang Sora POV~
“BUKAKAN PINTUNYA!!!”
Aku menggedornya. Tidak seorang pun mendengarku
“Eomoni…”
“Kris…aku tidak mau berada disini..”
“Setidaknya bisakah eomoni jelaskan..apa maksud ini semua?”
“kau..”
“Apa benar, aku bukan putra Raja Leeteuk?”
Aku menarik nafas panjang
“Ne.”
“Kenapa eomoni melakukan ini semua? Menculik putra mahkota, membuat skenario seolah-olah dia sudah meninggal, aku putra kandung raja, berusaha menyingkirkan Ratu Taeyeon, menculik kyuhyun?”
“Ini demimu, kris. Aku ingin melihatmu menjadi raja. Penguasa.”
“eomoni. Raja bukanlah penguasa semata. Tapi seorang yang mengayomi warga. Apa yang sooyoung tunjukkan padaku membuatku berpikir. Aku tidak pantas. Dan posisi itu memang bukan untukku. Dia berkorban untuk rakyatnya. Itulah pemimpin yang sebenarnya. Bukan penguasa seperti di bayangan eomoni.”
“Kris…”
“Eomoni.. sekarang tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita hanya bisa berharap dosa kita terampuni. Karena semuanya terlalu keterlaluan.”
Krek…pintu itu terbuka. Kulihat kangin masuk ke dalam
“Kangin..”
“Mianhamnida,” ujarnya
Aku mencoba menamparnya. Tapi kris mencegatku
“Apa dia abeojiku?” tanya kris
Aku hanya diam. Kangin menatapku.
“Dia…”
“Ne,” ujar kangin
“Kenapa abeoji melakukan semua ini? Bukankah abeoji adalah ahli strategi choi palace?”
“Mianhamnida, kris.”
“Aku tidak mengerti jalan pikiran abeoji dan eomoni. Apalah arti kekuasaan jika semua berakhir seperti ini?”
“Kris…”
“Kita tidak bisa berbuat banyak. Dan jika eomoni dan abeoji memang ingin aku menjadi seorang raja. izinkan aku ikut menanggung semua kesalahan ini.”
“Maksudmu?”
Krek… pintu itu terbuka. Penasihat istana memasuki ruangan
“Joesonghamnida. Tapi aku harus menyampaikan ini semua. Hukuman mati akan dilaksanakan besok. Kejahatan ini sungguh keterlaluan. Rekayasa, Skenario, Penculikan, Penipuan, dan bahkan pencobaan pembunuhan. kejahatan ini tidak terampuni.”
Aku hanya menghela nafas dalam
“Penasihat istana. Aku turut andil dalam hal ini,” ujar kris
“KRIS!”
“Apa maksudmu?” tanya penasihat istana
“Aku mengetahui rahasia ini. Tapi aku hanya diam. Aku termasuk pihak yang melanggar aturan.”
“KRIS Jangan bergurau!” ujarku
“Aku bersedia menerima hukuman yang sama dengan eomoni dan abeojiku.”
“Apa kau sadar apa yang kau ucapkan?” tanya penasihat istana
“Ne.”
“Baiklah. Permisi.”
Aku menatap kris dengan tajam dan menamparnya
“Kenapa kau lakukan ini padaku, putra mahkota!”
“Aku bukan putra mahkota. Dan hanya ini cara untuk menebus apa yang telah kuambil dari putra mahkota yang sebenarnya.”

——————————————-

~Kyuhyun POV~
“A..h.. Pelan-pelan,”ujarku
Dia mencoba mengobati luka di punggungku. Setelah resepsi selesai, kami tinggal di Cho Palace. Aku tersenyum kecil. Tidak percaya yeoja ini sudah menjadi ratuku
“Bagaimana bisa punggungmu terluka seperti ini..”
“Aku terjatuh di perjalanan ke sini. Kau seharusnya merasa senang. Aku berjuang melawan salju untuk menghentikan pernikahan itu”
Kurasakan kepalanya bersandar di punggungku
“Oppa…ini semua terasa seperti dongeng. Pangeran dan putri menikah dan hidup bahagia selamanya. Kurasa itu ending yang terjadi di semua cerita dongeng.”
Aku tersenyum dan menghadapnya
“Kau tahu sebenarnya ending itu dibuat agar anak kecil tidak bertanya-tanya.”
“Bertanya-tanya?”
“Ne. Bertanya-tanya. ‘Eomma Appa,apa yang mereka lakukan?’ “
Dia nampak berpikir sebentar.
“maksudmu?”
Aku tersenyum dan menatapnya. Mendekatkan wajahku padanya. Menciumnya perlahan. Perlahan dia berbaring di bawahku. Aku menahan tubuhku dengan siku agar tidak sepenuhnya menindihnya.
“Ehm..”
Aku melepaskan ciumanku. Menatapnya
“Jadi…bagaimana cara kita menutup ceritanya?” tanyaku
“Kita tulis pangeran dan putri hidup bahagia selamanya. Sisanya, adalah rahasia kita berdua.”
Aku tersenyum padanya. Perlahan mengecup bibir mungil itu. Salju berjatuhan di luar jendela. Mengingatkanku pada bagaimana kami jatuh cinta. Bagaimana aku mengingatnya. Dan bagaimana pernikahan itu terhenti. Kau percaya takdir? Aku mempercayainya. Kita tidak bisa mengubah takdir. Tapi kita bisa mengubah nasib. Aku memang bukan menjadi musketeernya lagi. Tapi takdirku sebagai musketeer dengan sebagai seorang raja tetaplah sama. Takdirku adalah melindunginya, melindungi ratuku. Tidak hanya fisiknya, tapi juga perasaannya. Di hadapan salju yang berjatuhan, yang menjadi saksi dalam diam, aku berjanji. Dia akan menjadi yang pertama, dan satu-satunya di hati ini. Aku mencintaimu, putri. Ini bukan klise dan bukan dongeng. Ini realita yang kutulis dalam hidup ini. Bumi saksinya

The End

Perlu After Story?
RCL ^^

127 thoughts on “The Musketeers { Part 7-End }

  1. Hwaaaaa thor aku baru aja baca cerita nya :D ngebut baca nya :D jadi mian coment nya cuma di part akhir ini :( cerita nya sumveh keren banget thor (y) aku suka konflik nya :D keren pake banget deh pokonya :D like this ;) perlu after story thor ;;) *puppy eyes*

  2. after stotynya authorrr..
    kan blm ada kabar ttg realisasi dr hukuman mati buat kangin-sora-kris..
    sama kisah kyuyoung jadi raja-ratu di cho palace..
    gomawoooo

  3. DAEBAK!!!!
    maaf thor maaf, saya jd silentreaders di part sebelumnya karna bener2 saya speechless bacanya. dan di akhir part ini saya katakan DAEBAK!!
    Semoga author bisa menjadi penulis yg baik dan diterima karyanya olh para pembaca :)
    kalau boleh ASnya thor hhe

  4. Wah, benar2 cerita yg bagus dan ending yang indah.. benar2 keren salut Author.. terus berkarya ya, sepertinya aku bakalan jadi fansmu, bakalan nunggu2 terus karyamu. keren deh.. ^0^

  5. omooooooooooooooooooooo asli krennnnnnnn bgttttt !!!!!!!
    so sweet bgt prjuangan kyuyoungnya ,,,,, daebakkkkkkkkkkkkkk …
    as dong thor ,,,,,,,,,,

  6. Sumpah bikin deg2an part ini..
    Kirain soo jadi nikah ma kris..
    Untung Kyuppa dtg tepat waktu..
    Happy end ny manis…
    Sora dan kangin kejahatan mereka akhirnya terbongkar jg..
    after story ny bkin donk..

  7. Yeayyy kyuyoung bersatuu happy end deh❤️❤️❤️
    Keren banget pas part kyu ngebatalin nikahnya soo eon hihi. And changmin oppa kerenn ngerelain orang yang dicintai biar bahagia meskipun gak sama dia huhu top banget deh.
    Good job thorr, keep writing^^ i like your fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s