The Musketeers {Part 6}

Title : The Musketeers

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Kris Wu
*Choi Siwon
*Victoria
*Shim Changmin

*Choi Minho
*Lee Sungmin
*Jessica Jung
*Kangin
*Yesung
*Leeteuk
*Kim Taeyeon
*Kang Sora
*Seo Joohyun

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-15

~Kyuhyun POV~
Sepeninggalnya, aku hanya bisa tercengang. Bulu-bulu angsa itu sudah berhenti berjatuhan. Aku memegang bibirku. Tersenyum kecil. Dosakah seorang musketeer mendapatkan first kiss seorang tuan putri? Kurasa ya

—————————————–

~Sooyoung POV~
Jam makan siang. Dan kali ini suasananya hening. Tidak bersuara. Mana mungkin aku mengajaknya berbicara seolah tidak terjadi apa-apa. Ini benar-benar memalukan. Bagaimana bisa aku menciumnya. Aku merutuki diriku sendiri. Sekarang jantungku berdetak kencang. Seperti orang yang akan mati

~Kyuhyun POV~
Dia hanya diam dan menggumam dari tadi. Aku menarik nafas dalam. Aku mengerti perasaannya. Aku menengok ke arah jendela. Tiba-tiba aku mendapatkan ide. Sepertinya aku tahu cara untuk membuatnya berbicara
“Hei. Apa kau pernah menunggang kuda?”
“Tidak pernah.”
“Kau mau mencobanya?”
“Ne?”
Aku tersenyum kecil dan menariknya keluar. Aku mengelus kuda coklat itu. Kuda yang ditunggangi jessica untuk pergi ke pasar.
“Bagaimana cara menaikinya?” tanyanya
Aku berjongkok di depannya “Naiklah.”
“Ne?”
“Kau tidak mungkin bisa naik tanpa bantuan”
“Arra.”
Dia naik ke atas punggungku lalu duduk menyamping di kudanya. Aku naik dan duduk di belakangnya
“Bagaimana bisa kau tinggal melompat untuk menaikinya?” tanyanya
“Aku namja. Menunggang kuda bukanlah hal yang sulit.”
Aku mengambil tali yang terpasang di mulut kuda itu lalu menggerakkannya. Kuda itu berjalan perlahan
“Sejak kapan kau bisa menunggang kuda?”
“Dari kecil. Semua namja di desa bisa melakukannya.”

~Sooyoung POV~
Kami mengobrol tentang banyak hal di desa. Kebiasaan menunggang kuda, perpustakaan desa, dan bahkan para petani di musim dingin. Aku tersenyum menatapnya. Tuhan..bagaimana bisa namja ini membuatku tertawa dan melupakan semua kejadian memalukan itu. Aku tidak mengerti. Rasanya sangat hangat. Ini seperti dia memelukku sambil menunggang kuda. Baiklah. pikiran aneh itu muncul lagi
“Oppa, dulu kau tinggal dimana?” tanyaku
“Di sebuah pegunungan. Sangat asri. Rumahku terbuat dari kayu dengan lenan bermotif bunga. Tidak besar, tetapi nyaman untuk ditinggali. Tapi.. aku sudah tidak ingat letak persisnya. Karena aku pergi saat berusia 18 tahun ke arena musketeer yang sangat jauh dari tempat tinggalku.”
“Oppa, seandainya aku memutuskan untuk tinggal disini dan tidak kembali ke istana, apa kau akan tetap menemaniku?”
Dia hanya diam. Aku menggigit bibir bawahku. Bagaimana bisa aku menanyakan pertanyaan yang aneh seperti itu?
“Kemanapun kau pergi, aku akan tetap bersamamu.”
Aku terdiam mendengarnya. Kata-kata itu entah kenapa terdengar sangat hangat.
“Gomawo.”
Dia tersenyum. Sangat hangat. Oppa, sekarang kau terlihat seperti pangeran negeri dongeng yang menunggang kuda

—————————————

~Taeyeon POV~
Aku berjalan keliling pegunungan ini. Melihat reruntuhan rumah sunny yang terbengkalai. Aku melewatinya begitu saja. Berjalan ke luar untuk melihat pemandangan. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada dua orang yang menunggang kuda. Mereka pasti pendatang. Terlihat manis. Mereka memakai mantel berwarna coklat. Memakai topi musim dingin dan terlihat sangat gembira. Aku tersenyum kecil memandangnya. Seandainya kyuhyunku masih hidup…apa dia akan menunggang kuda itu bersama seorang yeoja di pelukannya?

~Kyuhyun POV~
Setelah berputar mengelilingi daerah ini, kami kembali ke villa. Jessica sudah menunggu di sana dengan cream soup nya. Kami duduk di meja makan. Memakannya perlahan. Langit mulai gelap. Perapian dinyalakan. Setelah selesai makan, kami duduk di dekat perapian.
“Kau tahu…jika aku bisa memilih, aku ingin dilahirkan sebagai warga biasa, bukan seorang putri.”
“Waeyo?”
“Istana yang sebenarnya tidaklah sebagus istana di negeri dongeng. Dimana pangeran dan putri hidup bersama selamanya dengan bahagia. Istana penuh dengan kekejaman. Menggeser posisi teratas untuk sebuah kekuasaan. Bahkan mereka bisa membunuh seseorang yang dianggap mengancam posisinya. Apakah itu kelakuan manusia yang seharusnya?”
Aku menatapnya. Matanya menyiratkan kesedihan. Seakan-akan membuatku ikut merasakannya
“Kita tidak bisa memlih. Kita hanya bisa menjalani dan mensyukuri.”
“Kau benar. Tapi setidaknya aku tidak mau terlibat dalam perebutan kekuasaan itu. Mereka semua gila kekuasaan. Menghalalkan cara apapun untuk mendapatkannya. Tanpa terkecuali. Kau tahu, aku bahkan pernah berpikir. Setelah aku tahu eomoniku adalah seorang selir istana, tetapi statusku di kerajaan adalah putri mahkota, aku berpikir kalau mereka melakukannya untuk memperluas kerajaan. Karena hanya putri mahkota yang boleh menikah dengan putra mahkota. Mereka hanya memanfaatkanku untuk memperluas kerajaan dalam sebuah pernikahan.”
Aku hanya diam. Tidak bisa menjawab apapun.
“Aku tidak ingin menikah karena hal itu, oppa. Aku ingin mencari seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus dan apa adanya. Tanpa status putri mahkota. Jika tragedi Romeo and Juliet terjadi padaku. Kurasa itu lebih baik dibanding dipaksa menikah dengan namja yang tidak kuketahui hatinya.”
Aku merangkulnya perlahan. Menepuk pundaknya. Membiarkan kepalanya bersandar di bahuku. Putri, apakah ini disebut cinta terlarang?

——————————————–

~Leeteuk POV~
“Ahli Strategi Kangin tidak ada informasi apapun tentangnya.”
“Mworagu? Bagaimana bisa?”
“Beliau hanyalah mantan musketeer yang menjadi ahli strategi. Hanya itu yang diketahui.”
“Ini benar-benar gila.”
Aku mengusap wajahku. Siapapun dia, dia bukan orang sembarangan. Ahli strategi. Dia benar-benar pintar dalam hal itu
“Apakah ada hal lain yang raja ingat mengenai putra mahkota?”
Aku berpikir keras. Dia hilang saat masih kecil. Ciri-ciri  fisik tidak valid. Tunggu dulu. Ciri-ciri fisik
“Mahkota…”
“Ne?”
“Dia punya tanda lahir mahkota di punggung sebelah kanan atasnya.”

~Sooyoung POV~
Aku terbangun jam 5 pagi. Aku keluar dari kamarku. Villa masih sepi. Bahkan sica belum bangun. Salju menumpuk di jendela. Membuat pagi ini terasa dingin. Aku berjalan ke arah perapian. Tiba-tiba kulihat kyuhyun di sana. Tidak memakai baju. Dan dia sedang mengeringkan kemejanya di depan perapian.
“KYAAAAAAAAA!!!! KENAPA KAU TIDAK MEMAKAI KEMEJA!!”
Aku menutup mataku. Ini benar-benar memalukan. Aku tidak pernah melihatnya di istana
“Yaa! Memangnya aku yeoja? Kemejaku tidak kering di musim dingin, jadi aku mengeringkan salah satu di antaranya disini. Lagipula aku masih memakai celana panjang! Kenapa kau menutup mata?”
“Ini benar-benar memalukan!!”
“Yaa! Di desa bahkan mereka seperti ini untuk bekerja! Dasar babo”
“MWO?”
“Kalau begitu turunkan tanganmu dan cepat duduk di sini sebelum kau pingsan karena kedinginan”
Aku menurunkan tanganku perlahan. Perlahan duduk di lantai, di sebelahnya yang sedang mengeringkan kemeja itu di perapian. Aku hanya diam dan melihatnya diam-diam.  Rasanya sangat memalukan. Aku tidak pernah melihat namja di istana yang tidak memakai kemeja. Tubuhnya terlihat atletis. Tidak besar dan menyeramkan. Tapi menghangatkan dan melindungi. Seketika pandanganku tertuju pada sebuah tanda di punggungnya
“Itu apa?” tanyaku sambil menunjuknya
“Itu tanda lahir.”
Aku mengangguk mengerti
“Bentuknya seperti mahkota. Jika kau adalah seorang putra mahkota, kurasa aku akan berkata kalau sepertinya kau memang ditakdirkan menjadi seorang raja.”
Dia tersenyum kecil

————————————————–

~Leeteuk POV~
“Raja, istana ini kehilangan seorang ratu dan…”
“Kita tidak bisa mengangkat Selir Kang menjadi Ratu,” ujarku
“Tapi raja…”
“Istana ini tidak akan hancur jika tidak ada ratu. Arraseo?”
Aku melipat tanganku. Mulai bermain dengan pikiranku. Sampai aku mengungkap fakta itu. Tidak akan ada ratu. Tidak akan
~Kangin POV~
“Ini benar-benar gila. Dia tidak menjadikanku ratu!” ujar sora
“Sepertinya dia benar-benar mencurigai keberadaan putra mahkota.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
“Tidak ada jalan lain.”
“Apa?”
“Putri Choi dan namja itu sedang berada di pegunungan. Kita lakukan penyerangan di sana. Buat seolah-olah terjadi perampokan biasa. Lalu kita buang namja itu ke jurang. ”
“Kenapa tidak kebakaran? Itu lebih mudah.”
“Bodoh. Jika kali ini kita menggunakan strategi kebakaran, putri choi terancam dan itu berarti kemungkinan kris untuk menjadi raja dengan lebih cepat pun terancam. Dan raja Leeteuk akan mencurigainya”
“Kau pintar. Lalu bagaimana cara membuangnya ke jurang?”
“Kau mau mendengar hal menarik? Mereka tinggal di dekat rumah sunny.”
“MWO?”
“Di belakang sana ada jurang. Kita buang saja dia di sana. Dan semuanya selesai.”

—————————————————-

~Sooyoung POV~
Hari sudah malam. Aku tidak bisa tidur. Akhirnya aku melangkahkan kaki ke kamarnya. Kulihat dia sedang menulis sesuatu
“Apa yang kau tulis?”
Dia cepat-cepat menyembunyikannya
“Ah…kau belum tidur?”
“Apa yang kau tulis?” tanyaku
“Bukan apa-apa. Hanya jurnal.”
Aku mencoba melihatnya. Dia menyembunyikannya
“Kau selalu menyembunyikan segala sesuatu rahasia yang menyangkutku,” ujarku
Dia hanya diam. Perlahan mengeluarkan buku itu dan memberikannya padaku
“Aku tidak ingin bersembunyi, putri.”
Aku terdiam. Dia memanggilku putri? Aku membuka halaman dimana pena itu berada
“Putri, inikah yang mereka sebut cinta terlarang? Tapi kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Putri, hidup ini misteri. Kau tidak pernah tahu ujungnya. Aku lelah putri. Lelah melihat dari jauh dan hanya bisa berharap. Aku ingin berkata, putri. Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu.”

~Kyuhyun POV~
Dia hanya diam dan menatapku. Bertanya-tanya. Aku memahami perasaan itu. Aku memegang wajahnya. Menatap mata itu. Mata yang membuatku terperangkap dalam cinta terlarang Romeo and Juliet. Mata berwarna kecoklatan yang merupakan refleksi. Aku mendekatkan wajahku perlahan. Menciumnya. Kali ini bukan kecelakaan. Tapi realita. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku lebih lama, putri. Aku telah jatuh cinta. Dan itu penyakit serius yang membuatku gila. Jika istana mengetahui hal ini, mungkin mereka akan membunuhku. Matanya terpejam. Membiarkan semua kata-kata yang tidak bisa diungkapkan mengalir begitu saja. Dia membalasnya. Lembut dan sangat manis. Membuat alis itu tersenyum. Dia terbalaskan. Aku melepaskannya perlahan. Menatap pemilik wajah merona merah muda itu. Dia tersenyum kecil dan menulis sesuatu di buku itu. Kemudian memberikannya padaku. Aku membacanya
“Musketeer, aku tidak peduli mereka berkata ini cinta terlarang atau bukan. Bagiku ini adalah hal terindah yang pernah terjadi. Hidup ini memang misteri, dan kita akan memecahkannya. Aku ingin berkata, musketeer. Aku juga mencintaimu, lebih dari yang kau tahu.”
“Aku tidak kreatif membuat puisi, kau tahu itu.”
Aku tersenyum mendengarnya. Memegang tangan itu. Tiba-tiba kudengar suara teriakan jessica
“KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”
“Ada apa?”
Aku berlari ke bawah. Dia mengikutiku. Kulihat rumah ini dipenuhi lima orang. Perampok? Aku mengambil pedangku.
“Bersembunyilah di kamar.”
“Tapi..”
“Kumohon.”
Dia tersenyum kecil dan pergi ke sana. Aku mulai memainkan pedangku. Melawan para perampok itu. Ini benar-benar aneh. Kenapa mereka merampok rumah pedesaan?

———————————————

~Sooyoung POV~
Prang..prang..prang.. aku tidak kuat mendengar suara itu dari kamar. Akhirnya aku turun ke bawah. Kulihat tiga orang berjatuhan. Dua orang masih melawan kyuhyun. Kulihat seorang dari mereka akan menusuknya dari belakang.
“OPPAA!!!”
Aku mengambil kayu dan melemparnya ke orang itu. Dia pingsan. Kyuhyun masih melawan seorang perampok itu. Aku mencari sesuatu untuk dilempar. Tiba-tiba seseorang mencengkramku dan menaruh pisau di depan leherku

~Kyuhyun POV~
“BERHENTI!”
Seketika perampok itu berhenti. Kulihat seorang namja menaruh pisau di depan sooyoungie
“Soo…”
“ANGKAT TANGANMU ATAU DIA MATI!”
Aku mengangkat tanganku
“TURUNKAN PEDANGMU!”
Aku melihat ke sekeliling dan menurunkannya. Kulihat youngie meneteskan air mata. BUK! Seseorang memukul kepalaku dari belakang. Setelah itu aku tidak sadarkan diri
~Sooyoung POV~
“OPPAAAAA!”
BUK! Orang itu membenturkan kepalaku ke tangga. Setelah itu….semuanya gelap

——————————————

~Kangin POV~
Mereka membawa anak itu padaku. Aku tersenyum kecil dan memegang wajahnya
“Hukuman karena mencoba melawanku.”
Aku menjatuhkannya ke bawah jurang.
“Kita pergi dari sini.”

~Sooyoung POV~
“Putri…putri…”
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kepalaku masih terasa sakit. Kulihat rumah ini berantakkan.
“Syukurlah kau selamat,” kurasakan seseorang memelukku. Itu…abeoji? Kulihat beberapa pengawal istana ada di sana
“Oppa..”
“Ne?”
“Dimana kyuhyun oppa?”
“Dia…”
Aku mencoba pergi menelusuri seluruh ruangan. Tidak ada. Bahkan di luar pun tidak ada
“Putri..”
“DIMANA KYUHYUN OPPA?!”
“Para perampok membawanya,” ujar sica
Aku hanya diam. Seketika terduduk lemas di lantai. Tes. Ini semua karena kebodohanku. Oppa…entah dimana dia sekarang…..
“Putri…”
“Oppa…..mianhae…”

~Taeyeon POV~
Aku berkeliling di daerah desa. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang namja yang terbaring di dekat pepohonan
“Omonaa!!”
Aku pergi ke sana dan menolongnya. Kepalanya berdarah. Aku membalik badannya. Dia tidak sadarkan diri. Tangannya terluka. Aku cepat-cepat meminta pertolongan
“jeogiyo!! tolong aku!!”
Beberapa orang membantuku. Membawanya ke rumah seohyun.
“Omona..”
“Seohyun ah… bagaimana cara menolongnya?”
Seohyun mengambil beberapa daun dan menumbuknya. Mengusapnya ke tubuh namja itu. Kulihat bajunya tersobek. Punggungnya terluka. Aku mengusap racikan itu ke sana. Tiba-tiba sesuatu hal menarik perhatianku. Tanda di punggung itu…. Aku menatap wajah namja itu. Tunggu dulu. Baju itu. rompi itu. mata itu. wajah itu… dia..
“PUTRA MAHKOTA!!!”
Aku memeluknya. Menitikkan air mata. Tuhan…bagaimana bisa dia berada disini?

~Kyuhyun POV~
“A…h..”
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kepalaku terasa sakit.
“Kau sudah sadar?”
Aku melihat ke sekitar. Pandanganku tertuju pada seorang yeosong.
“A..h..”
“Kau tidak bisa berdiri,” ujarnya
Aku hanya diam. Yeosong itu mengusap wajahku perlahan. Aku menatapnya. Matanya berkaca-kaca. Entah kenapa sentuhan itu tidak asing rasanya. Kurasakan dia memelukku. Aku bisa mendengar isakannya. Aku hanya diam
“Akhirnya aku menemukanmu…putra mahkota…”
Aku tidak berkata apa-apa. “Nuguseyo?”
Dia tersenyum dan memelukku. Sangat hangat
“Aku eomonimu, anakku.”
“Eomoni?”
Aku memejamkan mataku. Berusaha mengingatnya. Tapi aku tidak mengingat apapun. Apapun tentang yeosong di depanku.
“Kyuhyunie…”
“Kyuhyunie?”
Dia melepaskan pelukannya. Menatap mataku
“Itu namamu. Kau tidak ingat?”
Aku hanya diam. Berusaha mengenali apapun yang dia katakan.
“A…h..”
Aku memegang kepala belakangku. Rasanya sangat sakit
“Sepertinya kepalanya terbentur keras. Aku pernah mendengar kejadian ini. Mereka menamakannya amnesia. Lupa ingatan,” ujar seorang yeoja yang berdiri di belakangnya. Yeoja itu tinggi. Kulitnya putih dan rambutnya panjang. Dia tersenyum kecil. Baik. Aku tidak mengenali apapun disini.

———————————————-

~Siwon POV~
“Kita harus pulang, putri.”
“Andwaeyo,” ujarnya
Aku menghela nafas. Kenapa anak ini sangat keras kepala. Kulihat dia hanya diam dan merenung. Aku ikut sedih melihatnya seperti ini
“Putri…”
“Ini semua salahku. Seharusnya aku..”
“Ini bukan salahmu. Kyuhyun seorang musketeer. Tugasnya memang untuk melindungimu. Dan dia berhasil, putri.”
Tes…kulihat air matanya terjatuh. Aku merangkulnya
“Putri…”
Sret. dia melepaskan rangkulanku. Menatapku dengan tajam.
“Aku tidak butuh,” ujarnya lalu pergi
Aku menarik nafas dalam
“Pengawal, siapkan kereta. Kita akan berangkat nanti malam. Kita bawa dia saat dia tertidur. Tempat ini tidak aman”

~Taeyeon POV~
Aku terus merawatnya. Membersihkan luka-luka itu
“A…h…” lirihnya
“Sebentar lagi akan sembuh,” ujarku
Dia tersenyum kecil. Aku menatapnya. Putraku… Tuhan memang punya rencana yang tidak terduga.
“Bisakah eomoni bercerita sedikit tentangku?” tanyanya
“Namamu Cho Kyuhyun. Kau putra mahkota Cho Palace. Kau putraku yang kucari selama ini,” ujarku
Dia mengangguk mengerti
“Apa kau ingat…bagaimana kau bisa sampai disana?” tanyaku
Dia hanya diam. Berusaha mengingatnya
“Aku hanya ingat bayangan…seseorang memukul kepalaku dari belakang. Dan…a..h…”
“Sudah..tidak usah mengingatnya lagi.”
Aku mengobati lukanya. Satu hal yang kutahu. Kangin dan Sora ada di balik ini semua

~Kangin POV~
“Cheers.”
Aku meminum wine itu bersama sora
“Jadi kita tinggal tunggu hari dimana kris menikah dan menjadi raja.”
“Ne.”

————————————————

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kulihat tirai berwarna putih mengelilingi pemandanganku. Seketika aku terjaga. Melihat sekeliling kamar ini. Ini… ISTANA? Aku mencoba membuka pintu. Terkunci. Aku menggedornya
“BUKAKAN PINTUNYA!!”
“Ini perintah sang raja,” ujar pengawal di depan
Aku berusaha membuka jendelaku. Tidak bisa. Kapan mereka membawaku ke sini? Saat aku tertidur? Bagaimana bisa aku tidak menyadari apapun?

~Changmin POV~
“BUKAKAN PINTUNYA!!”
Dia terus menggedor pintunya. Aku ingin masuk tapi pengawal menahanku
“Raja tidak memperkenankan siapapun menemuinya.”
Aku menghela nafas dalam. Putri.. mianhamnida

~Kyuhyun POV~
“Bagaimana keadaanmu?” tanya yeoja itu
“Lumayan.”
Aku kembali membaca buku di depanku. Kulihat yeoja itu duduk di sebelahku
“Kau…mengingatku?” tanyanya
Aku menatapnya dengan bingung
“Aniyo.”
Aku kembali membaca. Tiba-tiba dia menutupnya.
“Kau benar-benar tidak mengingatku?”
Dia memegang tanganku. Matanya berkaca-kaca.
“Aku yeojachingumu,” ujarnya
Aku hanya diam “Ne?”

~Seohyun POV~
“Ne?”
Aku tersenyum kecil. Dewi fortuna selalu berpihak padaku. Dan namja ini amnesia. Bisa kutanamkan pikirannya dengan mudah. Mianhae, putra mahkota. Tapi jika tidak seperti ini… aku sangat rugi merawatmu dan eommamu
“Aku tidak akan memaksamu.. tapi aku hanya ingin kau ingat..aku mencintaimu. Aku akan menunggumu sampai kau mengingatnya.”

——————————————-

~Jessica POV~
Aku memasuki kamar tuan putri. Raja memerintahkanku untuk menyuruhnya bersiap. Kulihat dia terduduk di lantai. Keadaannya kacau. Matanya sembab. Tidak seperti putri yang ceria biasanya. Aku ikut sedih melihatnya
“Putri…”
“Sica…” dia memelukku. Aku mengusap bahunya perlahan. Menenangkannya. Aku jadi ikut menangis melihatnya seperti ini
“Putri tenang saja. Dia musketeer. Tidak mungkin mati di tangan perampok.”
“Sica…ini semua salahku. Kalau saja dia tidak melindungiku. Kalau saja aku…”
“Putri…. semua yang sudah terjadi tidak bisa diubah lagi.”
“Sica…”
“Sekarang…raja memintamu bersiap.. Ikuti saja perintahnya dulu. Lalu kau utarakan niatmu”

————————————————

~Siwon POV~
Krek..dia memasuki ruangan itu. Wajahnya datar. Tidak tersenyum seperti biasanya
“Annyeonghaseyo tuan putri,” ujar selir kang
Dia hanya tersenyum kecil dan membungkuk. Benar-benar tidak sopan.
“Duduklah,” ujar victoria
Dia duduk di kursinya. Menatapku bertanya-tanya kenapa ada selir kang dan kris disini.
“Maksud kedatangan kami adalah membicarakan pertunangan tuan putri dan putra mahkota kami,” ujar selir kang
“Pertunangan?” tanyanya
“Kau belum memberi tahunya?” tanya selir kang
Aku mengusap tengkukku. Aku tidak mungkin menceritakan kronologinya
“Kurasa akan lebih baik dia mendengarnya dari pihakmu.”
“Ah..benar. Tuan putri, maksud kedatangan kami ke sini adalah membicarakan pertunangan anda dan putra mahkota kris.”
“Apa maksud semua ini?” tanyanya padaku
“Bisakah kau jaga sikapmu?” tanya victoria
“Jadi..kita tinggal menentukan tanggalnya,” ujarku
“Mwo? Kalian menyetujuinya tanpa pertimbanganku?” tanyanya
“Jaga perkataanmu sebelum aku marah,” ujarku
“Andwae. Sampai mati pun aku tidak akan menyetujuinya,”ujarnya lalu pergi
“TUAN PUTRI!”
BRUK! Dia membanting pintunya. Aku menarik nafas dalam. Memalukan
“Jeongmal mianhamnida. Mungkin dia kaget,” ujarku
“Aku bisa mengerti. Dia masih immature di usia itu kan?” ujar selir kang
Aku menghela nafas dalam. Anak itu..benar-benar

~Kris POV~
aku masih memikirkan yeoja itu. Penolakan yang tidak sopan. Bagaimana bisa aku diperlakukan seperti itu. Jauh-jauh datang dari cho palace untuk hal seperti ini
“Eomoni, batalkan saja pertunangannya.”
“Putra mahkota, mungkin dia kaget.”
“Tapi tetap saja. Kelakuannya tidak terpuji. Tidak seperti seorang putri. Lagipula dia pikir dia siapa hah? Seenaknya menolakku seperti itu. Membentak bumonimnya. Berkata sampai mati segala. Itu bukan tipeku. Dia memang cantik tapi apalah gunanya?”
“Putra mahkota, kurasa dia hanya kelelahan.”
“Tapi eomoni..”
“Jalani dulu saja. Lalu kau lihat.”

—————————————

~Victoria POV~
Aku memasuki kamarnya.
“Kenapa kau berkata seperti itu pada mereka? Kau sangat tidak sopan. Kelakuanmu seperti orang tidak terpandang!” ujarku
“Memangnya aku terpandang sejak kapan?” tanyanya
“Tuan putri. Mereka datang dari cho palace dan pulang sia-sia. Kau sungguh keterlaluan. Kris adalah calon suamimu.”
“Sampai mati pun, aku tidak akan pernah menerimanya.”
“Putri. Ada apa denganmu? Dia tampan, baik, sopan, bermartabat, dan bahkan terjamin. Dan kau…”
“Aku tidak butuh namja sepertinya.”
“Putri.. semua yeoja menginginkannya dan kau malah menyia-nyiakannya.”
“Dia tidak ada artinya di mataku.”
“PUTRI!”
“Mungkin dia berharga di matamu, ratu. tapi dia tidak ada artinya di mataku!”
“Selama ini kau dibesarkan di istana. Dididik guru terbaik negara. Tapi yang kau perbuat bertentangan. Sepertinya musketeermu membuatmu seperti ini.”
“Jangan bawa kyuhyun dalam hal ini,” ujarnya
“Kau memang berubah! Kau melawanku dan..”
“Ratu, aku bukan putrimu. Jadi kau tidak berhak mengaturku.”
Aku terdiam mendengarnya. Darimana dia…
“Aku sudah tahu semuanya. Dan aku tidak akan menuruti perintahmu lagi. Jika kau mau memperluas kerajaan, laksanakanlah pernikahan changmin, sungmin, atau minho putramu dengan putri mahkota kerajaan lain. Dan yang jelas bukan aku.”
PLAK! Aku menamparnya
“Kau sudah di luar batas, putri.”
Aku meninggalkan kamarnya

——————————————-

~Sooyoung POV~
Aku memegang pipiku yang memanas. Lambat laun istana ini bertambah suram. Aku mengambil boneka beruang itu. Mungkin dialah satu-satunya yang kupunya. Hadiah dari kyuhyun.
“Oppa….eodiyo..”
Aku menitikkan air mata. Seketika pandanganku tertuju pada jendela. Aku tidak punya alasan lagi untuk tetap tinggal. Aku mengambil kursi di kamarku dan melemparnya ke jendela
PRANG!! Jendela itu pecah berkeping-keping. Aku mengambil sprei dan kabur dari sana. Tidak mempedulikan pecahan kaca yang melukai tangan dan kakiku. Yang jelas itu lebih baik daripada berada disini

~Changmin POV~
Setelah mendapat izin, aku masuk ke ruangannya. Kosong.
“Putri?”
Aku mencarinya ke pelosok kamar. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada jendela yang pecah. Angin menerobos masuk. Pecahannya bertebaran di kamar. Ada setetes darah di sana. Seketika aku tahu satu hal. Dia kabur dari istana

—————————————

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku dengan lemas. Hari mulai malam. Udara musim dingin sangatlah tidak bersahabat. Aku duduk di sebuah gereja. Melipat kakiku. menenggelamkan wajahku di sana.
“Tuhan..aku tidak tahu harus kemana sekarang..”
Hanya disini aku bebas menangis. Bebas berkata-kata. Tiba-tiba seseorang memberiku segelas teh panas. Seorang pastur
“Gamsamida.”
Aku meminumnya perlahan
“Kenapa kau berada di sini tengah malam?” tanyanya
Aku hanya diam
“Apa kau sedang punya masalah?” tanyanya
“Ne.”
“Jika tidak keberatan, aku bersedia mendengarnya. Mungkin aku bisa membantu.”
“Pastur.. aku benar-benar merasa tersiksa di rumahku sendiri. itu seperti penjara. Aku seperti satu-satunya orang asing di tengah mereka. Aku merasa hidupku tidak ada artinya. Dan..aku kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupku.”
“Kau tahu..terkadang rencana Tuhan itu unik. Dan tidak bisa kau mengerti. Tapi percayalah..ada niat baik di sana.”
“Ne..”
“Percayalah.”

—————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku terjaga di tengah malam. Aku memandang ke arah jendela. Salju berjatuhan. Aku bermimpi melihat seorang yeoja. Dia menangis. Dan entah kenapa tangisannya terasa menyakitkan. Sangat menyakitkan. Seakan membuatku ikut merasakannya.
“Kyu ah gwaenchanha?” tanya eomma
Aku memegang dahiku. Entah kenapa beberapa hal terlintas di kepalaku
“Sudah menjadi tugasku untuk menjagamu.”
“Kau kelinci percobaannya,”
“Kajima..”
“Ne. Aku akan disini menemanimu.”
“Diamlah. Ini pertolongan pertama, babo. Kita di desa, bukan di istana. Tidak ada tabib dan obat khusus.”
“Hahahahahahaha. Aku bermain dengan tepung. Kau yang memainkan adonannya.”
“Hahahahahahahhaa rasakan itu cho kyuhyun!”
“First snow. Kata mereka, kau akan bahagia saat melihat salju itu bersama seseorang.”
“Semoga kau benar.”
“Yaa! Berapa umurmu!”
“Aku jarang memainkannya di istana!!”
“Apa yang kau lakukan?”
“Membuat sayap? Kau mau coba?”
“Kau hanya mencari alasan. Hahahahahaha.”
“Baiklah lihat saja ini!!”
“A..h..” Aku memegang kepalaku. Rasanya sangat sakit. Bayang-bayang yeoja itu menghantuiku

——————————————-

~Siwon POV~
Aku memegang dahiku. Anak itu benar-benar kekanak-kanakkan. Bagaimana bisa dia kabur seperti itu
“Malam ini juga. Temukan dia!” ujar changmin
“Baik, putra mahkota.”
Aku mengusap wajahku. Putri..kau dimana

~Sooyoung POV~
Aku berkeliling di kota. Salju yang dingin mulai terasa. Menetes ke mantelku. Aku tidak memakai sepatu. Kakiku terasa dingin dan beku. Aku terduduk lemas di jalan. Tidak kuat lagi. Kalaupun aku akan mati karena kedinginan..itu lebih baik. Sekarang aku mengerti perasaan Juliet. Cinta membuatmu lemah

————————————

~Changmin POV~
Aku ikut mencarinya. Dia pasti tidak jauh. Di udara sedingin ini tanpa sepatu. Tidak mungkin berjalan sejauh itu. Aku menunggang kudaku. Mencari ke penjuru kota. Udara mulai dingin. Hingga kutemukan seseorang terbaring di dekat tembok
“TUAN PUTRI!!”
Aku menghampirinya. Matanya terpejam. Perlahan dia membukanya
“Kyuhyun oppa…”
Aku terdiam mendengarnya. Aku menggendongnya. Tubuhnya sangat lemas. Tuan putri.. apakah aku tidak bisa mengisi kekosongan itu? Kenapa harus kyuhyun

~Siwon POV~
“Putri ditemukan!!”
Aku menghembuskan nafas lega. Segera berlari ke kamarnya. Kulihat changmin di sana. Dayang sedang mengobati kakinya yang berdarah. Wajahnya pucat. Aku memegang tangannya. Sangat dingin. Bibirnya tidak berwarna merah lagi. Rambutnya penuh salju
“Putri…”
Aku sedih melihatnya seperti ini. Tiffany..maafkan aku karena tidak bisa menjaganya
“Kyuhyun oppa…”
Aku terdiam mendengarnya. Seketika aku menyadari satu hal. Perasaan itu tidak wajar
“Putri…lupakan dia.”

——————————————

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku. Ruangan ini terang. Aku kembali di istana. Kulihat appa duduk di sebelahku
“Putri..” dia memelukku. Sangat hangat. Aku tidak bisa berkata apa-apa
“Aku sangat takut terjadi sesuatu padamu, putri.. apa yang harus kukatakan pada mendiang eomonimu?” tanyanya
Aku hanya diam. Aku tidak pernah melihatnya selemah ini. Dia melepaskan pelukannya menatapku
“Maafkan abeojimu,” ujarnya
“Untuk apa?”
“Untuk semuanya. Aku tidak akan memaksamu bertunangan dengan pangeran itu,” ujarnya
Aku terdiam. Seolah semua kata-kataku tertelan
“Kita..mulai lagi dari awal?” dia memberi kelingkingnya padaku
Aku menatapnya. Dia tersenyum. Aku tidak bisa berkata ne atau andwae. Akhirnya aku hanya melingkarkan kelingkingku di jarinya saja.

—————————————-

~Victoria POV~
“MWO? Menolaknya? Kau yang benar saja!”
“Victoria…”
“Tidak. Kita sudah menerimanya. Tidak bisa dibatalkan.”
“Ratu..”
“Pikirkan ini! Ini demi rakyat dan dirinya sendiri! Cho Kris adalah..”
“KITA TIDAK BISA MEMUNGKIRI KENYATAAN KALAU DIA TIDAK MENCINTAI KRIS!”
“Dia bisa belajar. Dan jangan membentakku!”
“Dia mencintai musketeernya.”
Aku terdiam mendengarnya
“Sudah kuduga. Dia menjadi gila. Pikirannya tidak logis karena cinta,” ujarku
“Vict. Jika kita meneruskannya, dia bisa melakukan hal yang lebih parah lagi. Kali ini kita harus mengalah.”
“Andwae kita..”
“Empat suara. Kau kalah, ratu,” ujar changmin yang membuatku menoleh
“Kau ikut membelanya?” tanyaku
“Ratu. Jangan terbuai kekuasaan dan rayuan,” ujar minho
“Wow. Sekarang semuanya menyerangku.”
“Ratu, biar bagaimanapun menikah bukanlah hal yang mudah,” ujar sungmin
“Terserah. Aku lelah bicara dengan kalian.”

————————————————-

~Leeteuk POV~
“Musketeer Cho Kyuhyun hilang di perampokan itu. Tanpa jejak.”
Aku memikirkannya dengan seksama.
“Kalau begitu selidiki area sekitar tempat itu. Rasanya aneh. Tidak ada perampok di pegunungan. Tidak ada harta benda”
“algesseumnida.”
Aku mulai curiga dengan ini semua. Rasanya..kim kangin ada peran di balik semua ini. Tapi dia tidak mungkin bekerja sendiri. Ada orang dalam.

TBC

70 thoughts on “The Musketeers {Part 6}

  1. aiiisssshhhhh,,,,,,,,bener2 bikin gregetan,,,,,,,kyuyoung baru aja jadian knpa dah dipisahin lagi sih??????tpi karna itu kyu ketemu ma taeng tpiiiiiii si seo itu,,,hhuuuuhhhhh ngaku2 jadi yeojachingu nya kyu lagi,,,bener2.,,,,,,kyu hilang ingatan lagi,,,,,kyu jangan sampe percaya ma seo,,,,,
    kasian soo,,,setelah pisah ma kyu dia dipaksa tunangan ma kris,,,aiiishhh,,,vict lama2 nyebelin juga deh,,,,,,
    teuki pokoknya jangan sampe ngangkat sora jadi ratu,,,,,
    sora ma kangin salah strategi tuh,,,niatnya ngelenyapin kyu tpi malah ngebuat kyu ketemu taeng,,,,kpn kyu ma taeng balik ke istana??kyu hilang ingatannya jangan lama2 ya thor,,,kasian soo,,,,

  2. Sebel..
    Tu si seo ngaku2 jdi yeojachingu kyuppa..
    Baru jadian soo ma Kyuppa udab psah..
    Kyu ketemu eomma ny..
    Makin penasaran.
    Apa rencana sora buat soo nikah ma kris?
    Trus tu vict ngotot amat mau nikahi soi ma kris..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s