The Musketeers {Part 5}

Title : The Musketeers

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Kris Wu
*Choi Siwon
*Victoria
*Shim Changmin

*Choi Minho
*Lee Sungmin
*Jessica Jung
*Kangin
*Yesung
*Leeteuk
*Kim Taeyeon
*Kang Sora
*Seo Joohyun

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-15

Jeongmal mianhae uri readers karena baru update. *sigh*
Jadi ceritanya author mengalami minggu tegang akhir-akhir ini makanya baru bisa tenang
Berawal dari keisengan sebenarnya.Yang mencoba mengirim tulisan ke majalah
Dan alhasil diterima.
Sangat senang saat itu. Tapi mengalami masalah sulit dengan si editor
Berhubung saya penulis baru, si editor ini berasa lebih pinter
Dan beliau memotong tulisan saya dari 4000 jadi 2000
Bayangin. Ga kurang gila apaan. Yang lebih parah, author gaboleh lihat hasil editannya sampai majalah itu terbit
Tapi author ya…mencoba sabar dan menjadikan ini pengalaman
Ternyata mengirim tulisan nggak semudah yang kita bayangkan (apalagi kalau editornya kayak gini)
Nama majalah dan nama si editor tidak akan dimention karena kalau tiba-tiba dia lihat blog ini, matilah saya
Untungnya udah beres dan bisa bernafas lega. Jadi baru bisa update
Doakan author menjadi novelis handal ya, readers tercinta ^^
Enjoy!!

————————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku memandang langit-langit kamarku. Entah kenapa namsong itu…rasanya tidak asing di mataku. Rasanya sangat hangat. Haish..apa yang kupikirkan. Mungkin, aku hanya kasihan padanya karena istrinya meninggal. Aku mengambil air di mejaku. Seketika sebuah benda menarik perhatianku. Pembatas buku yang kutemukan di perpustakaan
“keunggulan kemakmuran, darah permata dan kesempurnaan mengalir dalamnya. Kelopak bunga yang mewah di kala semi menghembuskan anginnya. kecantikan dan kemakmuran tidak kuasa. Aku hanyalah daun bunga yang cantik, sedangkan dia kelopak bunga yang mewah.Aku tidak punya kemenangan untuk memilikinya. Dia terlalu lugu untuk mengetahuinya.”
Entah kenapa…kata-kata itu sepertinya memiliki makna tersendiri. Keunggulan itu… soo. Kemakmuran itu young. Tunggu dulu. keunggulan, soo. kemakmuran young. Jika dua kata itu digabung maka..menjadi sooyoung? Berarti pembatas buku ini…ada hubungannya dengan sooyoung. Tuan putri.
“darah permata dan kesempurnaan mengalir dalamnya.”
permata itu…tiffany. Dan kesempurnaan itu..siwon? Tiffany dan siwon? Siwon..bukankah nama raja Choi? Tiffany..siapa dia? Bukankah nama ratu choi adalah victoria?
“Kelopak bunga yang mewah di kala semi menghembuskan anginnya”
Kelopak bunga yang mewah.. itu arti dari nama choi sooyoung. Tidak salah lagi. Sooyoung yang dia bicarakan adalah Tuan Putri Choi Sooyoung.
“Kecantikan dan kemakmuran tidak kuasa.”
Kecantikan itu mi, kemakmuran itu young. Miyoung?
“Aku hanyalah daun bunga yang cantik.”
daun bunga yang cantik…. maksudnya..hwang miyoung? Siapa hwang miyoung? Aku tidak pernah mendengar nama itu
“Sedangkan dia kelopak bunga yang mewah. Aku tidak punya kemenangan untuk memilikinya.”
Dia..tidak punya kemenangan memiliki choi sooyoung? Tunggu dulu. Kemenangan…victory. Difeminimkan menjadi victoria. Nama ratu choi, yang berarti kemenangan
“Dia terlalu lugu untuk mengetahuinya.”
Aku mengernyitkan dahiku. Jika aku gabungkan semua kata-katanya..
Aku terdiam membacanya. sekarang nama-nama itu berputar di kepalaku. Tiffany. Miyoung. Apa mereka orang yang berbeda? atau mereka adalah satu orang? Entahlah. Yang jelas ada satu hal yang kucurigai. Tuan putri..bukan anak ratu choi. Dan dia tidak tahu ini semua. Seketika bayang-bayang saat putra mahkota mengatakan perasaannya pada tuan putri yang tertidur mengusikku. Benar. Putra mahkota tidak mungkin jatuh cinta padanya, jika tuan putri memang adik kandungnya. Ada sesuatu yang aneh disini. Aku berjalan menuju perpustakaan. Aku harus mencari bukti lain

————————————-

~Taeyeon POV~
Aku memandang ke arah jendela kamarku. Leeteuk..tidak bisakah kau merasakan kalau aku masih hidup? Pertanyaan bodoh. Ini bukan film atau novel–dimana pasangan punya kontak batin sehebat itu. Aku menghela nafas. Kang Sora. Dia pasti ada di balik kebakaran ini. Ini pasti bagian dari rencananya. Aku melihat diary sunny dan foto-foto yang berhasil kudapatkan. Tinggal ini yang kupunya. Tapi bagaimana bisa aku menghadap raja tanpa putra kandungku yang masih hidup? Bagaimana bisa mereka percaya jika aku tidak membawa bukti fisiknya?
“Sudahlah, ratu,” ujar seohyun
Aku tersenyum kecil
“Jika anda mau..anda boleh tinggal disini. Mungkin memang tidak besar. Tapi setidaknya cukup nyaman untuk ditinggali.”
Aku tersenyum kecil
“Gamsamida, seohyun ah.”

~Leeteuk POV~
“Namanya dalah cho kyuhyun. Dia adalah musketeer Putri Choi Sooyoung dari Choi Palace. Dia dibesarkan di desa, bercita-cita menjadi penasihat istana. Tetapi saat umurnya 18 tahun, ia menjadi seorang musketer untuk menggantikan ayahnya..”
“Tunggu dulu. Ayahnya?”
“Ne. Namanya Kim Kangin.”
Aku berpikir sejenak. Nama ayahnya Kim Kangin. Kenapa Marganya Cho? Tunggu dulu..kangin..
“Sepertinya aku pernah mendengar nama Kim Kangin.”
“Beliau adalah ahli strategi perang Choi Palace.”
Aku terdiam sejenak. bagaimana bisa seorang ayah menjadikan anaknya sebagai musketeer di kerajaan tempatnya mengabdi? Ini tidak masuk akal
“Bagaimana dengan ibunya?”
“Ibunya bernama Kim Sunny. Dia seorang ibu rumah tangga. Tetapi dia sudah meninggal karena bunuh diri, tepat beberapa hari setelah kyuhyun menjadi musketeer.”
Aku berpikir keras. Kim..
“Apa marga si sunny itu sebelum menikah?” tanyaku
“Tidak diketahui secara pasti. ”
“Ini aneh. Sangat aneh.”
Aku mulai bermain dengan pikiranku. Kim. Marga mereka sama.
“Kau punya fotonya?” tanyaku
“Joesonghamnida. Saya tidak memilikinya.”
Aku berpikir keras
“Berapa umur Cho Kyuhyun, si musketeer itu sekarang?”
“21 tahun.”
Kalau kuhitung dari tahunnya… jika kyuhyun ku masih hidup, maka usianya adalah 21 tahun.
“Lalu apa yang harus saya lakukan, raja?”
“Selidiki Kim Kangin”

———————————————–

~Kyuhyun POV~Aku sudah mencari buku-buku itu. Aku tidak menemukan petunjuk lain. Haish.. ini sangat mengesalkan. Dimana bukti-bukti lain itu hah? Aku mulai membuka halaman demi halaman. Tidak ada petunjuk. Sial. Apa istana ini tidak punya daftar tahta? Aku mulai mencari bukti lain. Kali ini buku sastra. Jika orang itu menulis dengan puisi, maka dia pasti sering membaca sastra. Sret. Aku membuka sebuah halaman. Ada sebuah foto. Foto lama. berwarna coklat. Ini… Foto raja bersama seorang yeosong, mereka menggendong seorang anak. Chankanam. Ini bukan ratu victoria. Lalu ini siapa? Aku membalik halaman fotonya. Ada tulisan pudar di sana. Aku mencoba membacanya “사…해 시…. 와 수…. 황미영/ 티파니”
Aku mulai menerkanya. “Sa…hae si… wa soo… hwang miyoung/tiffany”
Satu hal yang kutahu, tiffany yang hwang miyoung adalah orang yang sama. Di sana ada foto raja choi siwon. Berarti “si” di sana mungkin siwon. Aku menulisnya. Ternyata pas tempatnya. Sa…hae, saranghae. Tidak ada kata lain selain itu. “Saranghae siwon wa…” seketika aku terdiam. Soo. Tidak ada lagi yang lain selain…sooyoung.

~Sooyoung POV~
Aku terheran melihatnya di perpustakaan. Dia terlihat serius memandang sebuah buku.
“Apa yang kau baca?”
Dia menutup buku itu dan menyembunyikannya di belakang punggungnya
“Ani.”
Aku mencoba mengintip
“Yaa! Ini..”
“Apa itu?”
“Bukan apa-apa.”
“Kalau bukan apa-apa, kau akan memperlihatkannya padaku.”
“Ini bukan apa-apa.”
Aku mencoba mengambilnya
“Yaaa!”
“Ada apa di dalam sana? Kau pasti merobek satu halamannya atau mencoretnya!”
“MWOYAA? Kau menuduhku?”
“Habis kau tidak mau memperlihatkannya padaku!”
“Aish..tidak semua hal perlu kau lihat”
“Aku ingin melihatnya!!”
Dia berlari menuruni tangga di perpustakaan
“YAAAA!! TUNGGU!”
Aku berlari mengejarnya. Semakin dia berlari, aku semakin penasaran. Apa yang dia sembunyikan? Gaun ini benar-benar merepotkan untuk berlari. Terlalu panjang dan menyebalkan. Sret. Aku tidak sengaja menginjak bagian bawahnya dan..
“KYAAAAAAAAAAAA!!!!!”
BRUK! Aku terjatuh ke bawah. Tapi…tunggu. Kenapa aku tidak merasa sakit sama sekali
“A..h..”
Aku mengerjapkan mataku. Kulihat dia terjatuh di bawahku
“Joesonghamnida!!!”
“Kau terluka?” tanyanya
“A..ani…”
“Syukurlah.”
Deg.. Kenapa aku merasa hangat mendengarnya. Aish..andwae..apa yang kupikirkan
“Kau terluka?”
“Ani. Hanya saja aku tidak menyangka kau seberat itu.”
Aku memukul bahunya
“Hahahaha. Aku hanya bercanda. Kau lebih ringan daripada kapas.”
“Tidak seberlebihan itu juga!”
“Hahahahahaha.”
Aku menatap ke arah sebuah foto yang jatuh di lantai. Aku mengambilnya
“Ah.. Itu..”
Kulihat ada appa di sana. Bersama seorang yeosong. Dan seorang putri berusia sekitar 5 tahun. Seketika aku terdiam. Foto mereka sangat mesra. Appa merangkulnya sambil mengusap kepala putri di gendongannya. Dari pakaian yeosong ini… Dia… Selir istana?
“Sooyoungie..”
Aku masih bermain dengan pikiranku. Setahuku hanya ada seorang putri di sini. Aku. Tidak pernah ada yang lain. Termasuk selir istana. Hanya ada eommaku–Ratu Victoria. Tidak ada yang lain. Aku membalik kertasnya. “Saranghae siwon wa sooyoung. Hwang Miyoung/Tiffany”
“Sooyoungie..”
“Oppa, bisakah kau jelaskan padaku. Apa yang kau ketahui tentang foto ini?”
Dia hanya diam. Mengusap tengkuknya. Aku menatap tulisan itu. Tulisan rang, won, dan young nya berbeda. Dan aku tahu persis itu tulisan kyuhyun.
“Itu..”
“Apa maksud kata-kata itu? Dia selir istana? Dia mencintai appaku dan aku? Apa maksudnya?”
Kyuhyun menghela nafas panjang dan memberikan sebuah pembatas buku. Aku membacanya
“keunggulan kemakmuran, darah permata dan kesempurnaan mengalir dalamnya. Kelopak bunga yang mewah di kala semi menghembuskan anginnya. kecantikan dan kemakmuran tidak kuasa. Aku hanyalah daun bunga yang cantik, sedangkan dia kelopak bunga yang mewah.Aku tidak punya kemenangan untuk memilikinya. Dia terlalu lugu untuk mengetahuinya.”
“Sooyoung, darah tiffany dan siwon mengalir dalamnya. Choi Sooyoung lahir di saat musim semi. Miyoung tidak kuasa. Aku hanyalah hwang miyoung, sedangkan dia adalah choi sooyoung. aku bukan victoria yang pantas memilikinya. Dia terlalu lugu untuk mengetahuinya,” ujar kyuhyun yang membuatku terdiam. Kata-kataku seakan tertelan begitu saja. Keunggulan.. soo. Kemakmuran..young. permata..tiffany. Kesempurnaa..siwon. kelopak bunga yang mewah, choi sooyoung. Dan aku memang lahir di musim semi. kecantikan, mi. kemakmuran, young. daun bunga yang cantik, hwang miyoung. kemenangan…victoria. Aku menatap kyuhyun. Dia hanya menarik nafas panjang.
“Sebaiknya kau menanyakannya pada raja.”

————————————————-

~Siwon POV~
Krek..pintu ruang tahta terbuka. Kulihat tuan putri di sana. Matanya berkaca-kaca.
“Kau kenapa?” tanyaku panik
“Bisakah yang mulia menjawab dengan jujur?”
Aku terdiam sejenak. Melihat kertas di tangannya. Dia memberikan kertas itu padaku. Itu…tulisan tiffany. Dan fotoku bersama tiffany dan sooyoung.
“Siapa hwang miyoung?”
Aku hanya diam. Kami, aku dan victoria sudah berjanji untuk menjaga rahasia ini darinya. Rahasia kalau dia putriku dan tiffany–bukan putri victoria.
“Tuan Putri..”
“Aku bertanya sebagai putrimu, abeoji. Bukan sebagai tuan putri pada raja.”
Aku menatapnya. Matanya persis tiffany. Berkaca-kaca. Mata yang mampu melumpuhkan siapapun yang melihatnya. Aku menghela nafas dalam. Tidak. Ini tidak boleh terbongkar
“Jangan berbicara yang bukan-bukan. Kau adalah putri mahkota. Kau putri raja dan ratu. Jangan berpikir yang tidak-tidak.”
“Tapi..”
“Bagaimana kalau Ratu mendengarnya? Dia akan merasa sedih, tuan putri.”
Dia menatapku. Tersenyum kecil “Kalau begitu bisakah sang raja menjelaskan padaku, sang tuan putri. Bagaimana bisa raja berfoto semesra ini dengan yeosong lain di saat dia harus menjaga perasaan sang ratu?”
Aku mengusap wajahku. Dia memang yeoja yang pandai berkata-kata. Persis eomoninya
“Dan siapa putri ini?” tanyanya
Aku hanya diam
“Kumohon. Pandanglah aku sebagai seorang anak yang ingin mengetahui sesuatu tentangmu, abeoji. Siapa yeosong ini?”
Aku menarik nafas dalam. Maafkan aku Tiffany. Aku tidak bisa merahasiakannya lebih lama lagi. Aku kalah.

——————————————-

~Sooyoung POV~
Tok..tok..tok..tok..tok…
PIntu itu terus diketuk. Aku bersandar di belakangnya. Duduk di lantai. Bermain dengan pikiranku sendiri. Bodoh. Bagaimana bisa mereka melakukan semua ini padaku dan eomoni? Merahasiakan siapa eomoniku. Dan bahkan…membiarkanku tidak ada saat pemakamannya. Mereka sungguh keterlaluan
Flashback
“Dia…..eomonimu.”
Bibirku terasa beku. Entah ekspresi apa yang harus kuberikan. Kaget. Bingung. Complicated. Bagaimana bisa aku tidak mengingat apapun tentangnya? Apa memori anak kecil sebodoh itu?
“Dia meninggal…saat kau berusia 6 tahun.”
“Maldo andwae. Jika memang begitu, setidaknya aku akan mengingatnya.”
“Dia sudah sakit keras sejak kau berusia 3 tahun. Dan….tabib istana mengatakan..kalau dia tidak akan bertahan untuk tiga tahun ke depan. Dan benar..di tahun ketiga dia meninggal.”
“Tapi…setidaknya seharusnya aku mengingatnya sedikit.”
“Dia memang tidak membuat memori untukmu. Sejak kau berumur tiga tahun, Ratu Victoria merawatmu seperti putrinya sendiri. Ini permintaan eomonimu. Dan dia tidak ingin kau tahu tentang dirinya. Dia tinggal di menara atas hingga akhir hayatnya.”
Tes. Kurasakan air mataku menetes
“Dia sebegitunya membenciku? Hingga dia tidak ingin melihatku?”
“Kau salah. Dia sangat menyayangimu. Dan dia tidak ingin kau terluka saat dia pergi nanti.”
“Dan istana memenuhi permintaan itu?”
“Kami memikirkanmu, tuan putri. Karena kau putri mahkota istana ini. Kami..”
“KALIAN SEMUA EGOIS. KALIAN HANYA MEMIKIRKAN KEPENTINGAN KALIAN. TIDAKKAH ABEOJI TAHU PERASAANKU SEKARANG? AKU BAHKAN TIDAK ADA DI SAMPINGNYA SAAT IA BERJUANG MELAWAN PENYAKITNYA. AKU BAHKAN TIDAK PERNAH MERASA KEHILANGAN. KALIAN MENJADIKANKU ANAK YANG TIDAK NORMAL. TIDAK TAHU SIAPA EOMONINYA DAN BAHKAN MUNGKIN TERTAWA DI SAAT KEMATIAN EOMONINYA.”
“JAGA KELAKUANMU, TUAN PUTRI!”
“Sudah sepantasnya aku sadar dari awal. Kalau posisiku di sini tidak sepenting itu. Pantas saja aku memanggilmu dengan sebutan raja dan memanggil Ratu Victoria pada istrimu. Kedudukanku di sini hanyalah anak selir. Bukan anak ratu. Kalian semua egois! Kalian hanya memikirkan kerajaan ini. Terutama Ratu Victoria. Dia juga yeoja dan seharusnya dia mengerti perasaan eomoniku dan tidak menyabotaseku seperti itu!”
PLAK!
Pipiku memanas. Aku menatap ke arahnya. Tidak percaya. Dia menatap tangannya sendiri
“Tuan putri..”
Flashback End
“Tuan Putri, bukakan pintunya, kau sudah tidak makan seharian.”
Aku mengabaikannya. Entah siapa orang di istana ini yang mengerti perasaanku. Aku tidak punya pembelaan. Seharusnya aku sadar sejak awal. Aku tidak berarti apa-apa disini. Bahkan mereka memperlakukanku seperti boneka. Bukan manusia

~Kyuhyun POV~
Beberapa orang di istana ada di depan kamar itu. Raja,ratu, putra mahkota, pangeran, dan bahkan aku. Tuan putri tidak keluar kamar seharian. Entah apa yang dilakukannya di dalam. Dia mengunci pintunya.
“Tuan Putri, bukakan pintunya, kau sudah tidak makan seharian,” sang ratu mulai panik
Aku menarik nafas dalam. Mereka bergantian membujuknya
“Hei.. Choi Minho disini. Bukakan pintunya.”
Tetap tidak ada respon
“Putri, bukakan pintunya,” kali ini putra mahkota turun tangan
Aku jadi merasa bersalah. Apa ini semua..karena aku memberi tahunya soal foto itu?
“Jangan-jangan dia pingsan,” ujar pangeran sungmin
“Jangan menakut-nakutiku pangeran!” ujar sang ratu
“Tapi mungkin saja!”
Aku melangkahkan kakiku menjauh perlahan-lahan. Tidak ada jalan lain untuk masuk selain jendela

~Sooyoung POV~
Hari sudah mulai malam. Mereka semua sudah menyerah. Aku menghela nafas dalam. Sejujurnya aku tidak tega memperlakukan mereka seperti ini. Tapi kepanikan mereka tidak jelas alasannya. Apa karena mereka takut aku, sang putri mahkota meninggal dan mereka tidak dapat memperluas area kekuasaannya dengan pernikahanku dan seorang pangeran? Entahlah. Srek.. kudengar jendelaku bersuara. Aku menengok ke arahnya
“Omo!!”
Aku mundur beberapa langkah dan terbentur gagang pintu
“A..h..”
“Haish..benar-benar ceroboh.”
Dia mengusap kepalaku untuk menghilangkan sakitnya.
“Bagaimana bisa…kau masuk dari sana?”
“Belajar darimu.”
“Ne?”
“Lewat pohon. Kau tahu. Harus menunggu para dayang tidur dulu.”
Aku tersenyum kecil.
“Ini,” dia mengeluarkan sebuah roti dari dalam sakunya
“Aku tidak lapar.”
“Tidak perlu berbohong. Kau tidak makan dari pagi. Mana mungkin kau tidak lapar?”
“Aku..”
Kryukkkk…. perutku berbunyi. Kulihat dia tertawa kecil. Haish..ini benar-benar memalukan
“Makanlah.”
Aku mengambil rotinya
“Gomawo.”
Dia duduk di sebelahku. Deg. Entah kenapa aku merasa hangat. Kami tidak pernah duduk sedekat ini. Persis bersebelahan. Di depan jendela. Sambil memandang langit malam dan bintang. Wanginya menenangkan. Lembut. Bukan wangi parfum. Aku memakan rotiku perlahan sambil menatapnya. Bagaimana bisa seorang musketeer punya karisma sekuat ini. Aigo..apa yang kupikirkan
“Mianhae.”
“Ne?”
“Kau…begini karenaku?” tanyanya
Aku menggeleng
“Aku justru..seharusnya berterima kasih padamu. Jika tidak ada kau..mungkin selamanya rahasia itu terjaga. Dan aku..menjadi orang bodoh yang bahkan tidak tahu kalau eomoninya sudah tiada.”
Dia tersenyum kecil
~Kyuhyun POV~
“Kau tahu..ini rasanya seperti duduk tanpa sandaran. Kau tidak akan pernah merasa aman saat kau mundur ke belakang.”
Aku menatapnya. Matanya berkaca-kaca. menahan air matanya. Tersenyum menatap lantai. Perlahan aku merangkulnya. Menepuk pundaknya. Kurasakan kepalanya bersandar di bahuku. Deg..deg.. entah kenapa bunyi itu terdengar keras. Tubuhnya lemas. Seolah menyandarkan semuanya di bahuku. Putri, seandainya aku bisa memanggul beban itu. Aku akan melakukannya. Melihatmu terluka seperti ini sangat menyiksa
“Gomawo.”
Aku bisa merasakan nafasnya. Kehangatan itu. Aku menatap wajahnya. pipi sebelah kanannya merah. Aku mengusapnya perlahan
“A..h…”
“Kau..ditampar?”
Dia hanya diam
“Aku bisa memakluminya. Aku memang bukan prioritas disini. Biar bagaimanapun, aku harus ingat statusku bukanlah anak permaisuri. Jadi wajar saja kalau aku diperlakukan seperti ini, kan?”
Tes. Setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Dia langsung berdiri
“Hahahaha. sepertinya ada debu yang masuk ke mataku.”
Aku berdiri dan memeluknya
“Menangislah.”
“Ne?”
“Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang.”
Dia hanya diam. Tapi bisa kurasakan nafas itu terengah-engah. Suara isakan kecil yang ditahan agar tidak terlihat lemah. Kau rapuh, putri. Aku tahu itu. Dan aku ingin menjadi musketeer yang melindungimu. Termasuk menyatukan kepingan yang rapuh itu. Kurasakan tangannya memelukku. Kepalanya bersandar di dadaku. Tetesan air mata itu bisa kurasakan. Aku menggerakkan tanganku perlahan. Mengusap kepalanya. Aku memejamkan mataku. Rasanya sakit. Seolah ikut merasakan apa yang dia rasakan saat ini. Perlahan pelukannya melemas. Aku menatapnya. Dia tertidur. Aku menggendongnya ke tempat tidurnya. Menyelimutinya. Merapikan rambutnya
“Tidak peduli kau tidak berharga di mata mereka atau tidak, penting atau tidak. Bagiku kau yang paling penting, putri.”

———————————————-

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Rasanya sangat melelahkan. Pasti mataku bengkak. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang yang tertidur di lantai. Kepalanya bersandar di ranjangku. Cho Kyuhyun. Dia…tertidur disana semalaman? Aku menatap wajahnya. Terlihat sangat tenang dan tampan. Seperti pangeran. Haish..apa yang kupikirkan.
“Heumm…”
Dia meregangkan tangannya
“Annyeong,” ujarnya sambil mengusap matanya
“Kau..tidur di sana semalaman?”
Dia mengangguk
“Mianha..”
“Sudah menjadi tugasku untuk menjagamu.”
Aku terdiam. Tersenyum kecil. Memang kau saja yang terlalu berlebihan, sooyoungie. Dia hanya melakukan ini semua sebagai tugas. Bukan perasaan sesungguhnya. Dia menjagaku sebagai seorang tuan putri, bukan sebagai seorang choi sooyoung. Tapi aku tidak ingin mempermasalahkannya. Setidaknya dia membuatku lebih tenang

~Kyuhyun POV~
Aku menatapnya yang hanya duduk diam. Aku mengusap tengkukku. Bingung harus berkata apa
“Matamu bengkak,” akhirnya hanya itu yang bisa kukatakan
“Aku tahu.”
“Kalau begitu…aku akan mengambilkanmu timun.”
“Timun?”
Aku mengangguk “Itu obat kuno untuk menyembuhkan mata yang bengkak karena menangis.”
“Arraseo.”
Aku tersenyum kecil dan melangkahkan kaki keluar ruangan

~Changmin POV~
Aku berjalan ke arah kamar tuan putri. Semoga saja dia membukakannya kali ini. Krek..kulihat pintu itu terbuka. Aku berniat berjalan ke sana. Hingga aku menghentikan langkahku dan bersembunyi di balik jam. Itu…cho kyuhyun? Bagaimana bisa dia berada di kamar tuan putri? Apa dia baru saja masuk? Atau…. haish..jangan berpikir yang aneh-aneh. Dia pasti baru saja masuk. Aku melangkahkan kakiku memasuki kamar tuan putri. Kulihat dia sedang duduk diam di balkon
“Tuan putri.”
Dia menengok ke arahku. Kemudian memalingkan wajahnya lagi. Aku menaruh nampan makanannya dan berdiri di sebelahnya. Dia malah masuk ke dalam kamar. Aku menahan tangannya
“Kau sama saja dengan mereka.”
“N..ne?”
“Kau tahu kan. Mengenai Selir Hwang?”
Seketika aku terdiam. Baru memahaminya
“Kau…marah dan tidak makan hanya karena hal itu?”
Dia menepis tanganku
“Lihat. Bahkan kau mengatakan kata “Hanya”. Sebegitu tidak pentingnya kah eomoniku di istana ini?”
“Tuan putri..”
“Kau tidak sepantasnya memanggilku dengan sebutan “tuan putri”, putra mahkota. Aku bukan yeodongsaengmu.”
Dia pergi menjauh
“Kau kekanak-kanakkan.”
Dia menghentikan langkahnya. Menatapku
“Kau mengatakanku kekanak-kanakkan setelah selama ini menyembunyikan rahasia itu. Setelah selama ini menjadikanku orang bodoh yang mungkin tertawa saat eomoninya dimakamkan. Yang membiarkan mereka memperlakukanku sebagai seorang putri padahal aku bukan anak permaisuri. Dan bahkan membiarkan eomoniku meninggal tanpa memori di ingatanku? Menurutmu aku kekanak-kanakkan?”
“Kau pantas menjadi putri mahkota. Kau putri ratu. Selamanya itu tidak akan berubah.”
“Aku benci diperlakukan seperti itu. Aku justru senang terlahir sebagai anak selir. Setidaknya seisi istana ini akan berlaku normal padaku. Bukan mengagungkanku.”
“Tuan Putri.”
“Dan berhenti memanggilku seperti itu.”
Dia keluar dari ruangan. Aku menghela nafas”ARRGHH!!” Aku melempar benda terdekat dariku. Bagaimana bisa dia memperlakukanku seperti itu di saat dia membiarkan kyuhyun ada disini? Apa mereka memendam perasaan tersendiri?

~Siwon POV~
“Sebenarnya apa yang membuatnya seperti ini?”
Aku hanya diam. Aku tidak bisa jujur pada victoria. Krek..kulihat pintu ruang tahtaku terbuka. Dia disana.
“Tuan putri..aku benar-benar mencemaskanmu.. kenapa kau…”
“Yang mulia. Bisakah aku menenangkan diriku di villa yang berada di pegunungan? Hanya sendiri. Bersama seorang dayang dan musketeer saja.”
Aku menatap vict. Kulihat dia tersenyum
“Tentu saja.”
“Gamsamida.”

———————————————-

~Taeyeon POV~
tes.tes.. suara rintik hujan itu terdengar merdu. Aku menatap ke arah jendela. tersenyum kecil, tinggal di desa tidak seburuk itu. cukup menenangkan. Aku tersenyum menatap seohyun yang sedang memasak dengan tungku. Dia terlihat sangat cantik. Aku tidak tahu apa jadinya jika dia tidak disini. Mungkin aku sudah meninggal.
“Supnya sudah matang,yang mulia.”
“Gomawo”
“Selamat makan!”
Dia mulai menyantap supnya. Aku tersenyum menatapnya. Seohyun..jika aku bertemu putraku dan bisa kembali ke istana…mungkin aku akan mempersunting kalian

 
~Kyuhyun POV~
Srek..srek…
“Biar saya saja, tuan putri.”
“Sudahlah, sica. Aku ingin memasaknya sendiri.”
Aku tersenyum memandangnya. Dia terlihat lebih cantik dengan pakaian sederhana. Bukan gaun ala tuan putri. Hanya terusan berwarna putri yang manis. Rambutnya terurai begitu saja. Membuatnya terlihat seperti malaikat.
“Selesai!!”
Dia menuangkan sup itu dan memberikannya padaku
“Kau kelinci percobaannya,” ujarnya
Aku tertawa kecil dan memakannya
“Bagaimana?”
“Mashita!”
“Jinjjayo?”
“Mungkin akan lebih baik jika ada roti disini.”
“Ada!” ujar sica
“Yeaaaay!!! Ini pesta kecil-kecilan kita. Selamat datang di villa ini!”

——————————————

~Victoria POV~
“Tenanglah, putra mahkota. Ada jessica dan kyuhyun di sana yang akan menjaganya.”
“Tapi, Ratu.. Mereka hanya bertiga. Bagaimana kalau ada penjahat yang…”
“Kau harus ingat, putra mahkota. Dia bersama seorang musketeer. Dia aman.”
“Bagaimana kalau musketeer itu mencelakakannya?”
“Tidak mungkin. Ketakutanmu berlebihan.”
Aku memainkan jariku sambil berpikir. Kenapa tuan putri meminta izin untuk villa itu? Ini aneh

~Kangin POV~
“Sepertinya Raja Leeteuk mulai mencurigaimu,” ujar Sora
“Waeyo?”
“Kemarin ada seorang namja yang datang. Seperti detektif. Dan berdasarkan apa yang kudengar, dia mencari informasi tentang kyuhyun.”
“Lalu bagaimana?”
“Kita harus bertindak cepat untuk menjadikan kris sebagai raja. Kau ahli strategi! Pikirkan sesuatu!” ujarnya
Aku berpikir sejenak. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada cincin di jari Sora
“Aku tahu caranya.”
“Apa?”
“Pernikahan”
“Mwo?”
“Dengan seorang putri mahkota. Dengan itu, kris akan menjadi raja.”
“Bagaimana caranya?”
“Kurasa ini dinamakan double attack.”
“Double attack?”
Aku tersenyum kecil
“Aku tahu segalanya tentang choi palace. Aku tahu asal usul tuan putri beserta keadaan di sana. Dan yang paling penting. Aku tahu sifat ratu victoria.”
“Sifat..ratu victoria?”
“Dia orang yang gila dengan kekuasaan. Dia mungkin menyayangi tuan putri choi sooyoung. Tapi biar bagaimanapun kau tidak boleh lupa. Tuan putri bukan putri kandungnya. Dan menghasutnya untuk sebuah kekuasaan akan menjadi lebih mudah.”
“Maksudmu..?”
“Hasutlah dia untuk menyetujui pernikahan kris.”
“MWO? Kau gila? Bagaimana dengan kris kita?”
“Mudah. Setelah dia menikah dan menjadi raja, dia bisa menceraikan yeoja itu kan?”
“Kau benar-benar licik.”

————————————————

~Sooyoung POV~
Aku merebahkan diri di kamarku. Tenang. Kamar ini berlantaikan kayu. Kamar yang nyaman. Kurasakan angin menerobos jendela kamarku. Mematikan penerangan di kamarku. Aku menutup jendelanya. Tiba-tiba kudengar suara yang sangat nyaring
JDAAAAARR!!
“KYAAAAAAAAA!!!!”

~Kyuhyun POV~
“KYAAAAAAAAA!!!!”
Aku seperti mendengar teriakan tuan putri. Aku mengambil lilinku. Berjalan ke kamar itu. Krek..aku membuka pintunya perlahan. Tiba-tiba suara itu berbunyi lagi
JDAAAARRR
“Oppaa!!!!”
Kulihat dia di sana. Duduk dan menutup telinganya. Aku menaruh lilinku di mejanya
“Gwaenchanha?”
“Aku takut..”
“Tenanglah.”
JDAAARRR
“KYAAAAAAAAAA!!!!”
Dia memegang bajuku. Tangannya bergetar. Dia takut petir?
“Kajima..”
“Ne. Aku akan disini menemanimu.”
~Jessica POV~
Hari sudah pagi. Aku membuka pintu kamar tuan putri perlahan. Omona… kulihat dia tertidur di lantai. Tangan mereka berdua berpegangan. Tuan putri tertidur di bahunya. Ini benar-benar romantis.. Aku menutup pintu kamarnya perlahan. Aku tahu ini salah. Tapi..apa salahnya sepasang insan jatuh cinta?

————————————————

~Victoria POV~
“Selamat datang di istana ini,” ujarku
Dia tersenyum kecil dan membungkuk
“Maaf kedatanganku disini sangat tiba-tiba.”
“Gwaenchanhayo.”
“Sebetulnya ada yang ingin kusampaikan mengenai putra mahkota kami dan putri mahkota Choi Palace.”
“Ne?”
“Putra mahkota sangat terkagum pada kesempurnaan tuan putri choi. Kami berniat mempersunting mereka.”
Aku terdiam sesaat
“Apa tidak terlalu cepat? Kebetulan tuan putri kami sedang pergi,” ujarku
“Putra mahkota kami, kris adalah berlian bagai kami. Dia sangat sempurna. Pintar, tampan, bermartabat, dan statusnya jelas. Anda tidak perlu khawatir soal hal itu. Tuan putri pasti akan terjaga dengan baik di istana kami.”
“Bukan masalah itu tetapi…”
“Ini kesempatan yang baik untuk menjalin hubungan antar kerajaan, bukan?”
Aku bermain dengan pikiranku. Aku mengerti maksudnya. Siapa yang tidak tahu Cho Palace? Mereka makmur dan berjaya. Sejujurnya kehidupan tuan putri pasti terjamin di sana
“Ekspansi kerajaan akan menjadi hal yang baik pula bagi rakyat. Perekonomian akan perkembang.”
“Aku perlu mendiskusikannya dengan tuan putri terlebih dahulu.”
“Kami akan menunggu. Tapi sebagai seorang eomoni, aku hanya ingin mengatakan hal ini padamu. Gadis bermartabat pantas mendapatkan pria bermartabat yang sempurna. Selain itu, pandangan bangsa pada Choi Palace khususnya putri mahkota pastilah agung. Kuharap jawaban baik yang kuterima nanti.”

————————————————

~Kyuhyun POV~
Tap..tap.. dia sedang memotong sayuran itu. Sica sedang pergi ke pasar untuk membeli menu besok.
“Mau kubantu?” tanyaku
“Memangnya kau bisa memasak?”
“Aniya. Tapi setidaknya aku bermain dengan pedang atau pisau. Mereka satu jenis.”
“Baiklah. Potong dagingnya segaris ini.”
Aku mengangguk dan mengikutinya
“Bukan seperti itu!!”
“Lalu seperti apa?”
“Vertikal dan perlahan. Jangan menekannya!”
“Algesseumnida.”
Aku mencoba memotongnya
“Kalau tanganmu begitu, kau akan terluka.”
“Lalu bagaimana caranya?”
Dia menghela nafas dan memegang tanganku
“Potong seperti ini.”
Seketika aku terdiam. Tangannya terasa hangat dan lembut. Jari-jari lentiknya bisa kulihat dengan jelas. Haish..apa yang kupikirkan
“Mengerti?”
“Ne.”
Aku mencontohkannya
“Begini kan?”
“Ne.”
~Sooyoung POV~
Aku mulai mengupas kentang. Sesekali memperhatikanya. Dia terlihat serius dan lucu saat memasak. Sret. Kurasakan sesuatu menggores tanganku
“A..h..”
“Kau kenapa?”
Dia meraih tanganku
“Haish..benar-benar ceroboh. Padahal kau yang mengajariku cara memasak.”
“Yaa! Tiap koki pun pasti pernah terluka. Dan…”
Dia meraih jariku dan menciumnya. Speechless
“Apa yang kau lakukan!!!”
“Diamlah. Ini pertolongan pertama, babo. Kita di desa, bukan di istana. Tidak ada tabib dan obat khusus.”
Aku hanya diam. Dia orang pertama yang memanggilku babo. Tapi entah kenapa aku merasa senang mendengarnya. hidup normalku dimulai

———————————————–

~Siwon POV~
“Tapi dia masih kekanak-kanakkan,” ujar changmin
“Putra mahkota, justru menikah bisa membuatnya dewasa.”
“Aku tidak setuju,” ujar sungmin dan minho
“Kalian jangan egois! Pikirkan rakyat! Dengan kerajaan kita diperluas, maka rakyat akan makmur! Kalian calon raja di masa datang! Pikirkan hal itu!”
Aku mengusap wajahku. Masalah satu belum selesai, masalah baru datang
“Kurasa ini bukan saat yang tepat,” ujarku
“Cho Palace tidak bisa menunggu untuk saat yang tepat. Jadi kita yang harus menjadikannya tepat.”
“Ratu, kenapa anda bersikeras sekali?” tanya changmin
“Putra mahkota. Ini kesempatan emas. Kris adalah pangeran yang sempurna.”
“Sempurna? Dia jelas-jelas tidak menghargai kita,” ujar minho dan sungmin
“Itu kalian. Tidak untuk tuan putri.”
“Kenapa ratu sebegitunya menyukai kris?” tanya changmin
“Ini demi kebaikan tuan putri.”
“Kebaikan tuan putri atau kebaikan ratu?” tanya minho
“Jaga bicaramu, pangeran.”
“Tapi kurasa tuan putri tidak akan setuju,” ujar sungmin
“Tidak ada bantahan kali ini,” ujar victoria
“Tapi..”
“Aku sudah memutuskan. Titik.”
“Ratu melakukan ini semua dengan semena-mena tanpa bertanya pada tuan putri, karena tuan putri bukan putrimu, benar begitu?” tanya changmin
“APA MAKSUDMU!”
Aku mengusap dahiku. Baik. Masalah baru lagi

———————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihatnya mengaduk adonan kue itu. Dia terlihat ceria. Aku ingin terus melihatnya seperti ini. Tiba-tiba terbesit keinginan dalam batinku untuk mengerjainya. Aku mengambil tepung dan mencoret pipinya
“Yaaa!!”
“Kau terlihat sangat cantik tuan putri.”
Sret! Dia memabalasku dengan adonannya
“Kau terlihat manis.”
Sret! Aku mencoretnya dengan coklat
“Yaaa!! Sayang coklatnya!! Lihat kau cho kyuhyun!!”

~Jessica POV~
Aku memasuki villa. Kudengar suara tawa dari dapur. Aku menuju ke sana. mengintip dari pintu. Mereka sedang mencoret pipi satu sama lain. Aku tersenyum dan duduk di kursi. Kapan aku akan seperti itu

—————————————

~Sooyoung POV~
“LIhat! Kuenya jadi kecil karenamu”
“Hahahahahahaha. Aku bermain dengan tepung. Kau yang memainkan adonannya.”
“Haish..”
Aku memotong kue itu. Kulihat dia membuka mulutnya
“Kau mau?”
Dia mengangguk. Aku memotongkannya dan memakannya sendiri
“Yaaaa!”
“Aku tidak akan memberikannya kalau kau berteriak.”
“Cake juseyooooo~” ujarnya dengan aegyeo
Aku memasukkannya ke mulutnya. Sepotong cake besar
“Hmpphh!!!”
“Hahahahahahahhaa rasakan itu cho kyuhyun!”

~Seohyun POV~
“Seohyun ah, kenapa kau begitu baik padaku?” tanyanya padaku
Aku terdiam sesaat
“Memangnya…ada apa ratu?”
“Ani..aku hanya heran. Bagaimana bisa ada orang sebaik dirimu yang menerimaku disini.”
“Karena kita harus saling tolong-menolong. Lagipula aku tinggal sendiri di sini. Tidak ada teman. Akan lebih baik jika ada ratu, bukan?”
Dia tersenyum “Gomawo. Aku berhutang budi padamu.”
Aku tersenyum menatapnya. Ratu..ratu. Kau terlalu lugu. Tidak ada hal seperti itu di dunia ini. Aku membantumu karena aku tahu kau seorang ratu. Kau terjebak disini karena sebuah hal. Tapi suatu saat nanti kau akan menemukan putramu dan kembali ke istana. Dan di saat itu…aku akan berganti nama menjadi permaisuri cho palace. Jika tidak….kau tahu sendiri apa yang akan terjadi. Tiap orang punya sisi negatif dan positif ratu. Tapi otak semua orang tidak mau dirugikan. Kau harus ingat itu. Hanya hubungan saling menguntungkan yang ada disini.

——————————————–

~Kyuhyun POV~
Hari sudah malam. Aku sedang duduk bersamanya di balkon. Meminum kopi panas.
“Sepertinya musim dingin akan segera tiba.”
“Ne.”
Dia meneguk kopinya
“Aku tidak pernah merasa senyaman ini. Sepertinya aku bisa memutuskan tinggal selamanya disini.”
“Istana akan menyeretmu pulang.”
“Terserah. Yang jelas aku malas kembali ke sana.”
Aku menatapnya
“Kau tahu..aku merasa sangat marah dan tidak bisa mengendalikan emosiku. Aku kesal dengan eomoniku yang meminta mereka merahasiakannya. Tapi aku juga kesal dengan mereka yang bersedia menerima permintaan bodoh itu.”
“Siapapun di posisimu pasti akan merasakan hal yang sama.”
Aku meminum kopiku. Entah kenapa perkataan eomma saat itu membayangiku.
“Omona…”
“Ada apa?”
Aku menatap ke arah langit. Salju mulai berjatuhan. Ini..”
“First snow. Kata mereka, kau akan bahagia saat melihat salju itu bersama seseorang.”
Aku tersenyum menatapnya
“Semoga kau benar.”

———————————————–

~Taeyeon POV~
“Salju..”
Aku tersenyum melihat tumpukan salju di luar rumah ini. Seohyun menyalakan perapian untuk menghangatkan kami.
“Sangat indah,” ujar seohyun
“Ne.”

~Sooyoung POV~
“Chuwoyo!!!” aku menaruh tanganku di saku
“Bukan begitu cara menghangatkannya.”
Dia menggosok kedua tanganku dan menempelkannya di pipiku. Aku tidak pernah melihatnya semanis ini
“Masih dingin?” tanyanya
“Ne.”
Dia meniup tanganku dan menempelkannya di pipinya. Hangat. Deg.. lagi-lagi bunyi itu muncul. Bagaimana bisa muncul tiba-tiba seperti itu. Aku tidak mengerti. Aku tidak pernah melihatnya dari jarak sedekat ini. Matanya indah. Kecoklatan dan berbinar. Puppy eyes. Mata berkaca-kaca yang bisa membuat siapapun menyukainya. Tidak bisa disangkal lagi. Tiba-tiba terbesit keinginanku untuk mengerjainya. Aku melepaskan tanganku dan mengambil bola salju
BUK!
“Yaa! Berapa umurmu!”
“Aku jarang memainkannya di istana!!”
BUK! Aku melemparnya lagi.
“Kau yang memintanya.”
Dia membulatkan salju itu
“Kau pasti kalah cho kyuhyun!

~Kyuhyun POV~
BUK!
“Hahahahahaha lihat saja aku akan mengalahkanmu!”
“Hahahahahahhaa maldo andwae!”
Kami bermain perang salju. Jessica sedang memasak di dalam. Salju menumpuk tebal. Membahagiakan untuk dimainkan. Aku merebahkan diriku di lapangan luas itu. Menggerakkan tanganku
“Apa yang kau lakukan?”
“Membuat sayap? Kau mau coba?”
Dia berbaring di sebelahku dan mengikutiku.
“Aku serasa menjadi anak kecil kembali.”

————————————————-

~Leeteuk POV~
Aku menatap ke arah jendela. Taeyeon ah.. entah kenapa aku merindukannya sekarang. Tapi itu semua tinggal harapan. Sampai kapanpun aku tidak bisa menebusnya. Jadi yang bisa kulakukan…hanyalah mencari putra kita..yang kau yakini masih hidup. Hanya itu caranya. Aku meneguk teh panasku. Semoga salju kali ini tidak menyusahkan

~Kyuhyun POV~
Tok…tok…tok.. aku mengetuk pintu kamarnya
“Tuan putri.”
Tidak ada jawaban. Aku masuk ke kamarnya. Dia masih tertidur di sana. Aku berjalan mendekat ke arahnya.
“Irreona.”
“Sepertinya aku tidak enak badan.”
“Mwo?”
Aku memegang dahinya
“Tapi tidak panas.”
Kulihat dia tersenyum dan melempar bantal ke arahku
“Yaaa!!”
“Tertipu!!!”
“MWOYAA!!”
BUK! Dia melempar bantal itu lagi hingga bulu angsanya keluar
“Yaaaa!! Bulunya keluar!”
“Biarkan saja! Ini morning prank!!!”
“YAAA!”
BUK! Aku membalasnya. Dia berlari. Aku mengejarnya keluar kamar
“Yaaa! Berhenti!” ujar jessica
Kami tidak menghiraukannya. Berlarian keliling villa. Hingga kembali ke kamarnya. Dia tertawa penuh kemenangan. Membiarkan bulu-bulu angsa itu keluar dari bantalnya. Dia berdiri di kursi menyerang dari atas
“Yaaa! Sayang bantalnya!!”
“Kau hanya mencari alasan. Hahahahahaha.”
“Baiklah lihat saja ini!!”
BUK! Aku melemparnya. Tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan
“KYAAAAAAAAAAAAA!!!”

~Sooyoung POV~
BRUK! Aku terjatuh di atasnya. Aku memejamkan mataku. Kurasakan bibirku menyentuh sesuatu. Aku membuka mataku perlahan. Dia hanya diam. Bulu-bulu angsa itu berjatuhan. Seketika aku tersadar. Omonaaaa!!! Aku menciumnya!!! Aku cepat-cepat berdiri dari atasnya.
“Aku..ke toilet.”
Aku cepat-cepat pergi ke sana. Mengunci pintunya. Memegang bibirku. Omonaaaa… ini benar-benar memalukan

TBC

 

79 thoughts on “The Musketeers {Part 5}

  1. Aish thorr makin rumit ceritanyaaaa -,,,-
    Kangin otaknya gila licik. Seo juga gak kalah licik, mdh2an aja minho,changmin sama sungmin bisa ngehalangin pernikahannya soo eon amiin
    Lanjott thorrr jgn lama2 neee ^^ (ʃƪ•‾̴̴͡͡з‾̴̴͡͡)

  2. Konfliknya makin klimaks yah thor,
    semoga cepet selesei deh, taeyeon jangan sampai ngejodohin seohyun sama kyuhyun dong
    sumveh kurang rela akunya :P
    pokoknya ditunggu next par, update soon :D
    Oiya, jangan pantang menyerah buat novelnya yah thor,

  3. So sweeet kkk lucu deh kyuyoung kkkk. Wahh sica eonnie juga mau kaya kyuyoung ya kkkk.
    Ihh seo jahat seh haduuuhh kemarin tae eonn di khianati hyo eonn sekarang juga di khianati dan di bohongi seo aduuuhh tae eonn jangan terlalu polos dong.
    Di tunggu part 6 nya

  4. Uwaaa seru bgt!
    Kyuyoungnya cute~
    kyuyoung ga sgaja kissue :-D
    mereka jg udah saling suka! Bagus bgt~ smga kyu bener2 ga ninggalin soo sampai kpanpun!
    Seo licik tuh Tae~ astaga.. Ckckck
    lanjut ya ^^

  5. hua…. aq bru bc…tlt bg . akhrny titik terang muncul tp muncul lg konflik yg bru. jd nambah kompleks. smoga smua akan baik2 sj. soo dan kyu akhrny… mdh2an mrk slg menyukai. next part euy aq tunggu y
    gomawo
    O(∩_∩)O
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

  6. Soo eon udah tau smuanya, ternyata seo gak iklhas bnget nolongin eommanya kyuppa, uh dasar !
    Itu first kissnya soo eon kan ? uwaaaah first kissnya diambil kyuppa, ciyee :D
    Makin keren thor, Next~~

  7. anneyeong author..
    dari kemaren2 aq nunggu ff mu ini.. I’M LOVIN’ IT……
    mga2 author jd penulis yg hebat dg kejeniusanmu yang WOWWW..
    aq hrs banyak2 belajar ama author

  8. trnyata seo punya mksd tersmbunyi::: fany uda meninggal ta,.wkwkwk kyuyoung soswit :) cie mrk ciuman ehem ehem haha :D

  9. kyaaa.. banyak kyuyoung moment nya.. haha

    wah itu s seo punya niat jahat ternyata..
    knpa orang2 yg dket ama ratu tae pada bertpeng semua ya.. ckck

  10. Author-nim!!!
    Part 5 nyaaa kereeen banget >_<
    aku suka sekalee suerrr ^^v
    aku doain semoga author jd novelis profesional & trkenal. Amin..

    aigoo.. Cute bgt kyuyoung kalo udh bercanda ria gitu.. Wkwk

  11. Ommona,, kyu ma soo ciuman?
    Si seo pny niat jahat..
    Licik..
    Ratu taeyeon lugu amat..
    Jgn sampe Kyuppa di jodohin ma seo oleh ratu taeyeon..
    Soo jg jgm mpe nikah ma kris..
    Kris bukan anak Leeteuk?
    Rahasia mulai terungkap sedikit2..
    Apa ada rencana kang sora buat lancarin pernikahan soo dan kris kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s