The Musketeers [Part 3]

the musketeer

Title : The Musketeers

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Kris Wu
*Choi Siwon
*Victoria
*Shim Changmin

*Choi Minho
*Lee Sungmin
*Jessica Jung
*Kangin
*Yesung
*Leeteuk
*Kim Taeyeon
*Kang Sora
*Kim Hyoyeon

Type : Series

Genre : Romance

Rating : PG-15

Jeongmal mianhamnida readers karena baru update ^^”
Internet author rusak ceritanya. *bow*
Enjoy~

~Kang Sora POV~
Hari sudah pagi. Aku harus mendapatkan informasi dari sang ratu.
“Selamat pagi, Yang Mulia Ratu Victoria,” ujarku
“Selamat pagi. Bagaimana tidurmu? Nyenyak?”
Aku tersenyum kecil. Mana mungkin nyenyak. Jelas-jelas aku tahu anak itu ada disini
“Kudengar dari putra mahkota cho palace, tuan putri memiliki seorang musketeer?” tanyaku
“Ah. ne. namanya cho kyuhyun. waeyo?”
“aniya. aku hanya bertanya.”
“Kami memberinya musketeer untuk menjaganya. Dimanapun. Kapanpun. Karena banyak yang mengancamnya.”
“Putri mahkota.. pasti sangat berat menjadi dirinya.”
Ratu tersenyum kecil.
“Bisakah aku menemuinya? Aku ingin berbicara dengannya.”
“Ah. Tentu saja. Pergilah ke perpustakaan, dia pasti ada di sana.”
“Algesseumnida.”
Aku melangkahkan kaki ke tempat itu. Membuka pintunya perlahan.Perpustakaan raksasa. Heuh.. menjadi putri mahkota sangat menyusahkan. Lebih baik menjadi selir istana yang bebas keluar masuk. Kulihat seorang yeoja duduk di kursi itu. Rambutnya panjang dan wavy. Dengan poni yang membuatnya terlihat manis. Sempurna. Tak lama kemudian, seorang namja berkemeja putih mendatanginya. Membawakan sebuah buku. Seketika aku menyadari satu hal. Mata coklat itu. Rambut itu. Wajah yang mirip ratu taeyeon. Dia putra mahkota yang sesungguhnya. Menyenangkan sekali melihat putra mahkota ada di sebelah putri mahkota.. tapi.. sebagai musketeer, bukan sebagai pangeran.
“Aku tidak menyangka kau begitu sempurna. Cantik dan juga pintar”

——————————————–

~Kyuhyun POV~
“Aku tidak menyangka kau begitu sempurna. Cantik dan juga pintar”
Seorang yeosong memasuki perpustakaan. Dari warna hanboknya, dia adalah seorang selir istana
“Annyeonghasimnikka.”
Entah kenapa aku merasa yeosong itu menatapku dengan tajam
“Sayang, kau pasti terganggu dengan keberadaan seorang musketeer di sebelahmu,” ujar yeosong itu
Aku tersenyum kecil
“Kurasa kau sudah bertemu dengan putra mahkota cho palace.”
“Ah, ne.”
“Bagaimana? Dia tampan kan?”
Tuan putri tidak berkata apapun. Hanya tersenyum tipis

~Kang Sora POV~
Aku terus berpikir selama perjalanan pulang. Cho Kyuhyun. Benar-benar bodoh. Kenapa sunny tidak mengganti marga anak itu? Aish.. ini benar-benar gawat. Aku yang melihatnya sekali saja bisa mengenalinya. Mata itu. Tidak berubah sejak bayi. Mata dengan iris kecoklatan dan kulit yang putih. Ratu taeyeon tidak boleh melihatnya. Rencanaku akan gagal. Tidak.. mereka tidak boleh pergi ke sana.
“Eomoni, apa kau sudah melihat tuan putri choi palace?”
“Ne?”
“Dia sangat cantik dan pintar,” ujar kris
“Semua tuan putri seperti itu, putra mahkota.”
“Tapi dia berbeda. Dia.. terlihat mengagumkan. Dia tidak langsung jatuh cinta pada seorang pangeran karena fisiknya. Baru pertama kali ini aku mengalami penolakan secara terang-terangan.”
“Maksudmu?”
“Aku tertantang untuk mendapatkannya.”
“Mwo?”
“Bagaimana tidak, eomoni? Dia sangat sempurna. Pintar, cantik, tinggi, langsing, manis, dan yang jelas dia seorang tuan putri.”
Aku terdiam sesaat. mengusap dahiku. baik. kris mempersulitku. di satu sisi, kris harus segera menikah agar posisi raja segera jatuh padanya. dan pernikahan itu harus terjadi sebelum mereka menemukan cho kyuhyun, putra mahkota yang sesungguhnya. tapi…kalau dia tertarik pada tuan putri choi palace.. aish… suatu saat nanti, raja dan ratu pasti akan pergi ke sana. lalu mereka bertemu si musketeer dan akhirnya.. fakta itu terungkap. Tidak. ini tidak boleh terjadi. aku harus memikirkan sebuah cara. kereta kuda kami berhenti di cho palace. Aku melangkahkan kaki memasuki istana. kudengar para dayang berbisik “Sepertinya Ratu Taeyeon sudah benar-benar gila.”
“Apa yang kalian bicarakan?” tanyaku
“Ah… selir kang. Jeongmal joesonghamnida. Kami mohon, jangan adukan kami pada raja,” ujar dua dayang itu
Aku tersenyum tipis. “Aku tidak akan mengadukan kalian pada raja. asal kalian memberi tahuku.. apa yang terjadi di istana?”
“Ratu.. beliau berkata pada raja kalau beliau bermimpi.”
“Mimpi?”
“Ne. Bermimpi melihat almarhum putra mahkota cho kyuhyun. Katanya, putra mahkota putih dan tampan. Irisnya kecoklatan. Dia tersenyum pada ratu. Dia memakai kemeja putih dan rompi coklat.”
Aku hanya diam. Wow. Ternyata kontak batin antara ibu dan anak sehebat ini. Aku melipat tanganku. bermain dengan pikiranku
“Ratu memaksa raja…untuk mencari putra mahkota. Padahal..seisi istana ini tahu kalau putra mahkota sudah meninggal dalam kecelakaan itu saat berumur 2 tahun. Tapi ratu terus memaksanya dan memohon pada raja untuk menjadikan putra mahkota kris sebagai pangeran. Karena..beliau yakin suatu saat nanti, putra mahkota yang sebenarnya akan kembali.”
“Gamsamida.”
Aku melangkahkan kakiku menjauh. Tidak. ini tidak boleh terjadi. Aku harus memikirkan cara yang bagus. untuk menyingkirkan cho kyuhyun. Ini memang salahku dan kangin. Kenapa kami membiarkan anak itu hidup? Aish.. seharusnya kami membunuhnya saja. Sunny. Terkutuklah orang itu.

———————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku menghela nafasku. Membosankan. Berada di dalam istana sangat membosankan. Aku ingin kabur keluar.
“Oppa.”
“Ne?”
“Bagaimana kalau kita kabur keluar istana?”
“MWO?”
“Sepuluh menit saja.”
“Tuan Pu..maksudku..Sooyoungie…”
“Jebal oppa. Aku bosan berada di istana. Sepuluh menit saja.”
Dia menghela nafas
“Baiklah. Tapi bagaimana caranya agar tidak ketahuan?”
“Kita kunci pintu kamarnya, lalu kita berpura-pura jadi dayang.”
“MWO? Aku juga?”
Aku mengangguk
“Ayolah. Hanya sampai melewati gerbang istana. Setelah itu kau bebas.”
“Tapi…”
“Jebal…~”
“Arra.”

~Kyuhyun POV~
“Hahahahahahahahaha.”
“Yaa! Berhenti menertawakanku. Aku terpaksa memakai rok ini karenamu. Arra?”
“Hahahahahahhaa. Kau sangat manis oppa.”
“Haish.. yasudah. Cepat kita pergi. Aku tidak tahan memakai rok ini.”
Kami berjalan melewati gerbang pertama. tidak ada yang mencurigai kami. Aku terheran menatap sang putri
“Bagaimana bisa mereka tidak curiga?” tanyaku
“Aku ini aktris handal. Kau tidak lihat topi dan make upku huh?”
“Ne, ne. Kalau kau ketahuan tamatlah kita.”
Kami berhasil melewati pagar kedua. Hingga di pagar terakhir, seorang pengawal menahan kami

~Sooyoung POV~
“Sepertinya…wajah kalian asing.”
Aku menelan ludahku. Celaka
“Kami dayang baru. Untuk tuan putri,” ujar kyuhyun dengan suara yeoja. aku menahan tawa mendengarnya.
Prajurit itu mencoba mengintip topiku. Celaka..celaka…
“Oppa ya~” kyuhyun menyolek dagunya.
“Hmph..” aku menahan tawaku sebisa mungkin. Choi Sooyoung..kau harus bisa
“Kami ingin keluar sebentaaar saja. Hanya ingin membeli sesuatu.. jebal~”
Aku baru tahu namja bisa punya aegyeo semanis itu. Kulihat prajurit itu mencium pipinya. OMONAAAAAAA
“Ah..tentu saja kalian boleh lewat. Bagaimana bisa aku mengabaikan permintaan dayang sepertimu?”
“Gomawo.”
Dia menarikku pergi dari sana. Setelah memastikan kami jauh dari istana, dia membuka samarannya. Mengusap pipinya
“Benar-benar menggelikan. Bagaimana bisa dia mengira aku yeoja.”
“Hahahahahahahahahahahaa oppaa!! Dia bahkan menggodamu!”
“Yaaa! Ini semua karenamu! Kau tidak sepantasnya menertawakanku!”
“Hahahahahahaha. Kau benar-benar hebat! Lain kali kita bisa kabur dengan cara ini.”
“MWOOOO? ANDWAE ANDWAE ANDWAE! Nanti aku dicium lagi oleh si pervert itu!”

———————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihatnya memakai baju penduduk desa. Dia bahkan tetap terlihat manis dengan pakaian seperti ini
“Kenapa kau suka kabur?”
“Ne?”
“Padahal putri yang lain lebih senang mengahbiskan waktunya di istana. Merenda, menyulam, menjahit, melukis. Sedangkan kau berkeliling desa.”
Dia tersenyum kecil. Memandang ke sekitar. Wajahnya sangat manis saat seperti ini
“Aku ingin menjadi ratu yang bijaksana.”
“Ne?”
“Ratu yang bijaksana tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya, bisa mengayominya, dan hidup untuk rakyat. Bukan menghabiskan waktu di istana dengan merenda atau melukis.”
“Sejak kapan kau mulai kabur dari istana?”
“Sejak umur 18. Aku selalu kabur dari balkon. Tapi berhubung kau membocorkannya… jadi kita kabur dengan penyamaran.”
“Ne, algesseumnida.”
“Kau tahu, kenapa aku sering kabur?” tanyanya
Aku menggeleng “Waeyo?”
“Karena aku ingin melihat seseorang bertarung di arena itu,” ujarnya sambil menunjuk arena musketeer
“Kau…”
“Aku sering melihatmu disana. Kau bertarung dengan hebat.”
Aku tersenyum kecil “Gomawo.”
“Kau tahu, awalnya aku tidak mau memiliki musketeer karena aku takut..musketeerku akan meninggal untukku. Tapi setelah aku tahu musketeerku adalah kau.. aku tidak setakut itu. Kau pasti menang di pertarungan.”
Aku menatap matanya. Berkaca-kaca. Tiba-tiba dia berlari ke arah kanan. Aku mengikutinya
“Neomu kwiyeopta~” ujarnya sambil melihat teddy bear dengan baju pangeran itu
“Kau seperti anak kecil.”
“Mwo? Waeyo?”
“Hanya anak kecil yang memainkan teddy bear.”
“Teddy bear?”
“Ne. Yang kau pegang itu. Namanya teddy bear.”
“Aku baru tahu benda berbulu ini namanya teddy bear.”
“Mwoyaa? Sebenarnya apa yang kau baca di perpustakaan?”
Dia tersenyum kecil “Hidupku abnormal. Aku tidak pernah merasakan rasa bahagia saat mendapat teddy bear, ke pasar, ke perpustakaan desa, dan lainnya. Dan..yang teraneh..”
“Ne?”
“Padahal aku tinggal di istana. Kata mereka makanannya mewah. Ada emas dan dekorasi yang cantik. Tapi..aku tidak punya uang sepeserpun.”
“Mwo?”
“Bumonim memegang semuanya. Aku tidak pernah memegang uang. Jadi aku hanya berkeliling desa dan menonton gratis. Hanya bisa meratapi barang-barang antik dan makanan di sini.”
Aku tersenyum kecil dan mengeluarkan uang di sakuku
“Ahjumma, berapa harga boneka itu?”
“5 keping koin emas.”
“Mwo? Kenapa mahal sekali?”
“Boneka ini tidak bisa dibeli satu. Harus dibeli dua. Kau tidak bisa membeli pangerannya saja. Tapi harus membeli putrinya.”
“Waeyo?” tanyanya
“Pangeran dan putri adalah sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan. Jadi kau harus membeli keduanya. Kata orang, kau akan dituntun untuk bertemu dengan cinta sejatimu.”
Trik dagang. Aku membatin dalam hati. Kurasakan dia menarik jaketku. Matanya berkaca-kaca. Seperti anak kecil meminta hadiah dari appanya.
“Haish..baiklah.”
Aku membayar teddy bear itu. Sepertinya matanya bisa meluluhkan siapapun dengan sangat mudah
“Gomawo!!!”
“Ne.”
Dia mengeluarkan teddy bear yang pangeran dan memberikanku teddy bear yang putri.
“Aku mau kau menyimpannya,” ujarnya
“Mworagu?”
“Lumayan. Untuk menemanimu tidur.”
“Yaa! Aku ini namja. Masa aku tidur dengan teddy bear princess eoh?”
“Sudah simpan saja. Agar cintamu abadi.”
“Kau percaya cerita bohong itu?”
Dia tidak mempedulikanku. Malah memandang ke arah pemain biola itu
“Ah! Ayo kita ke sana!”
Dia menarik tanganku. Hangat. Sangat lembut. Dia tersenyum menatap pemusik itu. Terhanyut dalam alunan musiknya
“Ini lebih indah daripada konser di istana.”
“Waeyo?”
“Suasana. Pemandangan. Semuanya berbeda. Istana selalu berpikir, musik yang indah adalah musik yang mahal. Tapi bagiku inilah musik yang indah. Yang ditonton bersama-sama dengan pemandangan pasar yang ramai. Mengiringi ramainya transaksi.”
Aku tersenyum memandangnya. Putri yang sangat unik. Pasar mulai ramai. Kudengar beberapa orang berbisik.
“Itu seperti tuan putri choi palace.”
“Mana mungkin beliau ada disini?”
“Tapi..kurasa benar. Coba lihat rambutnya. Wajahnya, tangannya. Mana mungkin warga desa secantik dan semulus itu?”
“Hah? jinjjayo?”
Aku menarik tangannya menjauhi kerumunan
“Kenapa?” tanyanya
“Kau dicurigai.”

~Sooyoung POV~
Mereka terus mengikuti kami. Aigoo..kenapa mereka mengikuti kami
“Hei! Itu Tuan Putri!” ujar seseorang yang membuat seisi pasar menengok kami. Celaka..benar-benar celaka. Aku menariknya dan kami berlari secepat mungkin. Mereka masih terus mengejar kami
“Eottokhe?” tanyanya
“Ppali!” ujarku
Kami terus berlari. Menghindari kejaran penduduk. Bahkan beberapa di antara mereka membawa kamera. Apa-apaan itu.
“Hosh..aku tidak kuat lagi..berlari.”
“Tidak ada cara lain.”
“Maksudmu?”
Aku menariknya ke sebuah gang kecil. Melepas jaketku
“Joesonghamnida.”

~Sooyoung POV~
“Joesonghamnida.”
“Ne?”
Dia memelukku. Memalingkan wajahku dari arah kedatangan penduduk. Aku hanya diam. Ini pertama kalinya aku dipeluk oleh seorang namja. Dia melepaskan jaketnya. Meninggalkan kaus putihnya yang mengekspos tubuh atletis itu. Membuatku bisa mencium aroma tubuhya. Gentle. Dia tidak memakai parfum seperti pangeran-pangeran itu. Menenangkan. Tangannya sangat hangat. Ckret.. aku bisa melihat blitz itu. Aku hanya memejamkan mataku
“Yaa! Apa yang kalian lakukan! Apa kalian tidak pernah melihat orang muda berpelukan eoh?”
“Jeongmal joesonghamnida.. Kukira… kalian tuan putri dan pangeran. Apa mereka lewat jalan ini?”
“Aniya. Daritadi tidak ada siapapun.”
“Jeongmal mianhamnida.”
Orang itu membuang film di kameranya. Menjauh.
“Sudah aman.”
Dia melepaskan pelukannya
“Mianhamnida, aku memelukmu. Tapi hanya itu cara mengusir mereka.”
“A….algesseumnida.”
“Sepertinya kita harus pulang. Aku takut mereka menemukanmu.”
“Ne.”

——————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum kecil sambil memainkan tangan teddy bear itu. Kalau dilihat-lihat..dia manis juga. Even she’s childish, she’s cute. Aku menaruh teddy bear itu di sebelahku. Princess. Kata penjual itu. Tahayul terkonyol. Bagaimana bisa sebuah boneka menjadi tanda perjodohanmu? Aku menggeleng mengingatnya. Trik dagang. Tapi mampu memancing niat membeli.

~Sooyoung POV~
“Aku tidak percaya.. dia membelikan ini untukku.”
Aku memainkan teddy bear itu. Kalau dilihat-lihat..sejujurnya dia manis juga. Apalagi pada yeoja. Bahkan pipinya dicium prajurit untuk melindungiku.  Seketika bayangan dia memelukku terlintas lagi. babo…lupakaaaaaan!

——————————————–

~Leeteuk POV~
“Aku memimpikannya lagi. Dia memeluk seorang yeoja. Yeoja itu putih dan sangat cantik. Yeoja tinggi dengan tubuh ideal seperti seorang putri. Jari-jarinya lentik dan rambutnya panjang.”
Aku mengusap dahiku. Ini semua membuatku pusing
“Ratu..kumohon berhentilah berkata-kata seperti itu.”
“Tapi aku yakin. Dia masih hidup! Dan dia ingin aku yakin dengan hal itu. Dia ingin kita mencarinya dan..”
“CUKUP!”
Aku menarik nafas panjang
“Mianhamnida. Bukan maksudku untuk membentakmu. Tapi kau harus sadar, ratuku. Dia sudah meninggal. Anak kita sudah meninggal dalam kebakaran itu. Tulangnya ditemukan di sana. Lalu..”
“Tapi aku tidak melihat wajah pemilik tulang itu! Mungkin saja kan ada yang menaruhnya di sana. membuat ini menjadi kecelakaan. Dan sebenarnya ini terencana! Darimana kau bisa yakin itu tulang anak kita di saat aku tidak melihat wajahnya tidak bernafas hah!”
“RATU DIA SUDAH MENINGGAL! SADARLAH! BANGUNLAH!”
Plak! Kurasakan dia menampar wajahku
“DIA MASIH HIDUP DAN AKU AKAN MEMBUKTIKAN HAL ITU PADA KALIAN SEMUA!”
Taeyeon melangkahkan kakinya menjauh. Aku tercengang melihatnya.
“Gwaenchanha?” tanya Sora sambil mengusap pipiku
“Nae gwaenchanha. Aku hanya kaget.”
“Sepertinya..ada yang salah dengan kejiwaannya,” ujar sora
Aku menghela nafas
“Raja. Sekarang dia bisa menamparmu. Tapi lain kali? Bisa jadi..dia membunuh putra mahkota cho kris.”
Aku terdiam mendengarnya
“Dia..sangat membenci kris dan menganggap..posisi putranya diambil. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada putra mahkota cho kris? Dia pewaris tunggal, raja. Jika dia meninggal…dan tidak ada penggantinya…cho palace akan runtuh.”
Aku duduk di kursiku. Memikirkan kata-kata itu. Sora benar
“Kurasa…sebaiknya ratu diisolasi.”
“Diisolasi?”
“Para dayang mulai resah dengan sikapnya yang semakin menjadi-jadi. Dia mengalami gangguan jiwa dan bisa bertindak di luar kesadarannya. Raja, sebagai pemimpin yang bijaksana, kau harus memutuskan hal ini.”
Aku mengusap wajahku. Mana mungkin aku mengisolasi taeyeon.. mana mungkin aku membiarkannya sendirian, di sebuah rumah yang jauh dari istana.
“Raja..pikirkan juga perasaan putra mahkota cho kris saat melihat perlakuan ratu padanya. Tidakkah kau prihatin..sebagai abeojinya? Setidaknya..ratu diisolasi sampai putra mahkota diangkat menjadi raja.”
Aku menghela nafas. Sepertinya tidak ada pilihan lain
“Penasihat Park, tolong siapkan rumah yang nyaman di pinggir desa.”

—————————————————

~Kyuhyun POV~
“Hosh..hosh..”
Aku mengusap wajahku. Itu semua hanya mimpi. Aku mengambil segelas air dan meneguknya. Wajahku mengeluarkan keringat dingin. Bagaimana bisa aku bermimpi seperti itu… Bagaimana bisa aku bermimpi eommaku, sunny berkata kalau aku bukan anak kandungnya dan eomoni kandungku dianggap gila karena mempertahankan statement kalau aku masih hidup. Aku memejamkan mataku. Menarik nafas dalam. Itu semua hanya mimpi. Hanya mimpi. Aku memegang dahiku. Rasanya panas. Sepertinya aku demam

~Taeyeon POV~
“LEPASKAN AKU!! AKU TIDAK GILA! KALIAN SEMUA YANG GILA! BUKAKAN PINTUNYA DAN PULANGKAN AKU KE ISTANA!”
“Jeongmal joesonghamnida, ratu. Ini perintah dari raja.”
Aku mencoba mendobrak pintunya. Gagal. Kudengar kereta kudanya menjauh. Aku mengintip dari jendela. Benar-benar pergi.
“Bagaimana bisa raja melakukan hal ini padaku?”
Air mataku menetes. Kurasakan dayang kim mengusap bahuku
“Ratu, tenanglah. Saya ada disini. Untuk menemani ratu.”
“Hyoyeon…bagaimana bisa mereka mengataiku gila? Bagaimana bisa mereka mengisolasiku di sini! Hyoyeon..rasanya sangat sakit. Aku seperti dicampakkan oleh nampyeonku sendiri. Aku hanyalah seorang eomoni yang merasakan kehidupan anaknya. Aku yakin.. putra mahkota cho kyuhyun masih hidup, hyoyeon. Aku yakin. Aku ibunya. Aku bisa merasakannya. Tapi mereka semua menganggapku gila…”
“Ratu, saya tidak pernah mengganggap anda gila. Saya tahu perasaan anda. Saya akan selalu ada di samping anda. Tuhan pasti punya rencana yang baik, yang mulia. Jika putra mahkota masih hidup, dia pasti ditemukan.”
“Kuharap..begitu..hyoyeon..”
“Ratu ambil positifnya saja. Disini kita bisa berkebun, memasak, berjalan-jalan keliling desa, dan bahkan bernyanyi.”
Aku tersenyum kecil “Terima kasih, hyoyeon.”

——————————————————

~Sooyoung POV~
Aku mengintip dari jendela kamarnya. Kata dayang jung, dia demam. Apa iya? Aku menengok ke kiri dan kanan. mengetuk pintunya perlahan. tidak dibukakan. apa dia masih tidur? aku melihat ke sekitar. tidak ada orang. kalau aku masuk..bukankah putri tidak boleh masuk ke kamar namja tanpa pengawal? Tapi dia pengawalku, musketeerku. Kuanggap aku masuk dengan pengawalan. Aku membuka pintunya perlahan. Kulihat dia tertidur di sana. Aku masuk dan menutup pintunya tanpa suara. Menghampirinya. Aku memegang dahinya. Demamnya cukup tinggi. Aku mengambil handuk di sebelahnya. Mengompresnya. Mengusap keringat dingin di wajahnya perlahan. Dia terlihat damai saat tertidur. Aku mengusap tengkukku. Entah kenapa..berada di kamar namja..rasanya tidak nyaman. Aku berdiri dan beranjak pergi. Tiba-tiba tanganku tertahan
“Kajima…”
“N..ne?”
“Eomoni…”
Aku terdiam mendengarnya. Dia mengigau. Eomoninya..bukankah sudah meninggal karena bunuh diri? Aku menarik nafas dalam dan mengusap kepalanya perlahan
“Oppa..kau harus cepat sembuh.”

——————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Dahiku terasa berat. Ternyata ada sebuah handuk basah di sana. Aku melepaskannya dan menaruhnya di meja. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada yeoja itu. Tuan putri. Yang tertidur di sampingku. Dia…dia yang mengompresku? Aku tersenyum kecil melihat wajahnya yang tertidur pulas. Sangat damai. Seperti malaikat. Aku merapikan rambut yang menutupi wajahnya. Mengusap kepalanya perlahan. Dia bisa sakit kalau tertidur di kursi. Tapi kalau aku memindahkannya ke kamarnya.. seisi istana ini akan heboh. Aku berdiri perlahan-lahan agar dia tidak terbangun. Menggendongnya dan memindahkannya ke ranjangku. Menyelimutinya. Aku menggantikannya untuk duduk di kursi. Mengamati wajah itu di tiap inchinya. Menunggu sang putri tidur terbangun

~Changmin POV~
Aku terdiam melihat dua orang itu dari kaca. Bagaimana bisa tuan putri tertidur di ranjangnya dan dia tertidur di kursi sebelahnya. Ini benar-benar mengesalkan. Aku meninggalkan tempat itu dengan cepat. Apa tuan putri lupa hah.Putri tidak boleh masuk ke kamar pangeran, namja, atau bahkan musketeernya. Bagaimana bisa dia melanggarnya. Sejak awal aku sudah curiga dengan namja itu. Dia terlalu tampan untuk dijadikan musketeer. Karismanya terlalu kuat. Seperti seorang pangeran. Aku masuk ke ruang tahta dan memikirkannya. Aku harus bisa menyingkirkan namja itu tanpa merusak nama baik tuan putri. Jika aku melaporkan kejadian ini pada raja dan ratu, mereka pasti marah besar dan tuan putri akan mendapat hukuman yang berat. Aku tidak bisa melaporkannya. Pikirkan keselamatan tuan putri, changmin. Pikirkan.

————————————————-

~Sooyoung POV~
“Hmph..”
Aku mengerjapkan mataku. Aku tertidur di ranjangnya. Aku menengok ke samping. Dia malah tertidur di kursi. Kapan dia memindahkanku? Haish..apa dia bodoh hah. Dia kan sedang sakit. Kenapa dia malah tidur di kursi? Aku mengamati wajahnya perlahan. Tapi dia terlihat lebih baik sekarang. Aku beranjak dari ranjangnya perlahan. Pergi keluar sebelum ada orang yang melihatku

~Kyuhyun POV~
“Hoaaaam!!”
Punggungku terasa sakit semua. Aku menengok ke samping. Putri sudah menghilang. Haish..yeoja itu.. dia bangun terlalu cepat

—————————————–

~Taeyeon POV~
Aku berkeliling di sekitar rumah ini. Tidak terlalu buruk. Rumah ini sederhana tapi cukup nyaman untuk ditinggali. Rumah bergaya country dimana aku bisa menemukan ketenangan. Aku menghela nafasku dan meminum teh itu perlahan. Aku berjalan ke arah kamarku. Tiba-tiba kurasakan kakiku menginjak kayu itu sampai patah
“Ah…” kakiku berdarah
“Yang mulia gwaenchanh…omona!! Kakimu berdarah!!”
Hyoyeon merangkulku untuk duduk, kemudian mengobati lukanya dengan dedaunan
“Apa aku seberat itu sampai kayunya patah?” tanyaku
“Aniya..kayunya memang agak lapuk. Biar bagaimanapun, ini rumah lama.”
“Algesseumnida.”
Setelah hyoyeon mengobati kakiku, dia pergi ke lantai yang rusak itu dan menutupnya dengan triplek. Tiba-tiba dia menyandarkan triplek itu di tembok dan mengambil sesuatu dari dalam sana
“Ada apa di sana?” tanyaku
“Sepertinya…seseorang mengubur ini di dalam kayu,” hyoyeon mengeluarkan sebuah buku
“Bisakah..kau berikan padaku?”
“Ne, yang mulia.”
Hyoyeon membersihkan debu di buku itu, lalu memberikannya padaku. Buku itu berwarna coklat tua. Kertasnya kecoklatan. Aku membuka halaman pertama. Ini…diary seseorang?

Hari pertama di bulan juli tahun 1890
Aku tidak bisa menyembunyikan ini semua. Tapi ini demi keselamatan bayi kecil yang tidak berdosa ini. Putra mahkota, seandainya ratu dan raja tahu kau ada disini.. kira-kira apa yang akan mereka lakukan?

“A…apa?”
“Apa yang anda baca ratu?”

Hari kelima belas di bulan agustus tahun 1891
Setahun sudah aku menyembunyikannya. Sekarang aku tidak mengerti. Di satu sisi, aku menyayanginya seperti anakku sendiri. Dan di sisi lain.. dia seorang putra mahkota. Dan seharusnya raja dan ratu tidak mengira dia meninggal. Tapi apa daya hamba? Jika aku melaporkannya, nyawa anak ini adalah taruhannya

Hari kedua puluh di bulan desember tahun 1893
Dia menjadi anak yang manis. Aku tidak akan pernah mengubah namanya. Cho Kyuhyun. Karena aku yakin suatu saat nanti, bumonimnya akan menemukannya. Dan di saat itu mereka tahu, anak mereka masih hidup

Seketika aku tersenyum. Air mataku menetes. Cho Kyuhyunku..apa yang dia maksud adalah kyuhyunku? Putraku?

Hari ketiga puluh di bulan januari tahun 1895
Aku tidak menulis catatan ini dengan lengkap. Tapi aku akan menulisnya. Dengan harapan, suatu saat nanti jika ada yang menemukannya, dia bisa mengatakan bahwa cho kyuhyun masih hidup. Dan cho palace harus mencarinya
“HYOYEON!!! Kau lihat ini?”
“Ratu..”
“Putra mahkota masih hidup dan dia pernah tinggal disini!!”

Hari kedua belas di bulan mei tahun 1898
Aku pindah ke rumah ini untuk menghindari kangin dan sora. Tapi mereka tetap bisa menemukannya. Maka diaryku, aku menyimpanmu di bawah lantai. Agar mereka tidak bisa menemukanmu. Tapi jika takdir berpihak pada cho kyuhyun..suatu saat nanti seseorang akan menemukan diary ini dan mencarinya. Karena dia berhak untuk bahagia

Aku mengusap air mataku. Mencerna kata-kata itu. Sora? Kangin?

Hari ketiga di bulan september tahun 1900
Kebenaran selalu menjadi pemenang. Kang Sora dan Kangin. Benar-benar tidak manusiawi. Ingin rasanya aku mengatakan semua hal ini pada cho palace. Tapi siapalah aku hingga aku akan dipercaya? Aku hanya gadis desa biasa. Tipu muslihat ini terlalu parah. Kangin adalah oppaku. Tapi di depan warga, aku harus mengaku kalau dia suamiku untuk melindungi status kyuhyun. Mana mungkin dia lahir tanpa appa? Tapi kebohongan demi kebohongan berikutnya dibuat. Mulai dari kebohongan kalau kris adalah anak kandung Raja Leeteuk, padahal dia anak kandung Kangin. Lalu kebohongan kalau cho kyuhyun adalah anakku dan kangin oppa. Ini membuatku frustasi. Kang Sora. Yeoja macam apa dia? Bagaimana bisa dia sekejam itu eoh? Mianhamnida..aku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena aku harus melindungi anak ini..Cho Kyuhyun

“Kris…Sora…”

Hari kelima di bulan april tahun 1906
Sekarang kangin membuatnya menjadi musketeer, agar dia bisa menjadi ahli strategi. Aku tidak mengerti..bagaimana caraku membayar dosa pada cho palace? Kyuhyun menjadi musketeer untuk melindungiku, agar aku tidak dibunuh, karena dia mengira aku eommanya. Kyuhyun ah..padahal saat itu aku ingin mengatakan “Kau jangan menjadi musketeer untuk melindungiku. Karena kau bukan eommamu.” Tapi mereka terlanjur membawamu dan menutup mulutku. Aku hidup dalam rasa bersalah. Musketeer. Mereka meninggal pertama kali saat perang dicetuskan. Bagaimana bisa aku menempatkan putra mahkota di posisi itu? Aku tidak kuat lagi..semua kebohongan ini tidak bisa kututupi.tapi tidak bisa kusampaikan pula. jadi hanya bisa kutulis sebagai catatan terakhir. Mianhamnida.. jeongmal mianhamnida..

Aku membalik halaman selanjutnya. Ada sebuah foto berwarna coklat… Seorang yeoja pendek berambut pirang. Di sebelahnya seorang namja tinggi. Senyumannya..matanya…rambutnya..wajahnya… Namja ini…Ini namja di mimpiku! Namja yang tersenyum padaku! Namja yang memakai kemeja putih dan rompi coklat dan… itu pakaian musketeer?
“Wajahnya..sangat mirip dengan anda,yang mulia,” ujar hyoyeon
“Hyoyeon..apa yang harus kita lakukan! Kita harus mengatakannya pada istana. Semua kebohongan ini harus terungkap! Putra mahkota masih hidup dan dia…”
“Tapi bukti apa yang menguatkan kita ratu? Sebuah catatan tidak bisa menjadi bukti yang kuat. Kebenarannya diragukan”
Aku menarik nafas dalam. Hyoyeon benar
“Sekarang ini, sebaiknya kita diam sebelum kita menemukan bukti yang kuat,” ujar hyoyeon
“Waeyo?”
“Karena dari apa yang bisa sora lakukan selama ini.. itu berarti dia tidak bodoh ratu. Dan dia tahu dimana putra mahkota cho kyuhyun berada. jika kita mengungkapkannya sekarang, tanpa bukti yang kuat lainnya, sora akan menang. Dan satu istana akan tambah mengira ratu gila. Keselamatan putra mahkota cho kyuhyun pun harus kita pikirkan. Kang Sora, dengan dia memanipulasi istana untuk sebuah kekuasaan..dia bisa saja membunuh putra mahkota yang sebenarnya, untuk kris.”
“Tapi…tapi aku ingin melihat kyuhyun, hyoyeon…aku ingin bertemu dengannya dan mengatakan kalau aku..adalah eomoninya.”
“Ratu, saat ini posisi kita kalah dari mereka. Kita harus mencari bukti dulu, baru kita pikirkan tentang putra mahkota.”
“Kau benar.”

———————TBC————————-

87 thoughts on “The Musketeers [Part 3]

  1. Anyeong thor, i’m new comer, new reader of course, and i’m knight, salam kenal yaa.. :D
    Aku suka FF kyuyoung, >_<
    FF ini keren, daebak buat author..!! XD
    next part ditunggu ya thor, maaf ga bisa banyak komen soal'a masih awkward sm author.. hee v(^^)
    Jia You.. HWAITING.. 'O')9

  2. makin complicated ceritanya! seruu ><
    aku deg degan loh waktu adegan yang kyuhyun kasih jaket ke sooyoung,
    itu sweet banget dan GAH!
    nggak sabar buat next updatenya! ~.

  3. Yah tbc….:(
    Huwaaa….:D,daebak thor..:),aduh changmin oppa gk ush gngguin kyuyoung deh mndingan….
    Kyuppa lucu…:),dtnggu ne thor klnjutn’a??

    #klu bisa post’a agak cpet ya thor..:),soal’a gak sbar..:)

  4. uh… udh bnyk yg keungkap gara2 diary sunny. bener2 gak nyangka kyk gini terungkapnya XD nemu diary di tmpt sunny dulu.
    kyu sama soo mulai keliatan saling tertarik. tp tinggal changmin nih jgn2 yg jd penghalang terbesar -__-“

  5. Kyuyoung so sweet!
    kayaknya kyuyoung udah mulai tertarik satu sama laen ya.. Uwaaa :-D
    sora busuk bgt, teuk jg bdoh bgt ga pcya sama taeyeon istrinya sendiri! Huah..
    Smoga tae cpt ktmu kyu, anaknya
    lanjut ya~

  6. Deg2an bacanya thor..
    Tdak buruk jg taeyeon diasingkan karna dia bs mendapatkan fakta klo cho kyuhyun masih hidup,,
    Daebak thor, next yaa

  7. omo kebenaran akan terungkap semoga kyu cepet menjadi pangeran…cie changmin cemburu nie ye..dan kris ternyata syka jg ma soo aigo makin seru

  8. Kasian bgt tae unni, sora sama kangin jhat bgt.
    Knpa sih changmin gk bisa liat org bahagia aja. Aku gk suka sama changmin.

  9. Akhirrr nya mimpi mimpi taeyeon terjawab dan mimpi nya itu berarti bukanlah hanya bunga tidur semata tapi ikatan batin antara ibu dan anak .
    Untung sunny buat dyari,jadi bisa buat petunjuk untuk taeyeon :)

  10. Akhir’a ratu taeyeon udh nemuin bukti bwt ngelawan kangin&sora..
    Haha masa kyu di kira cewe.. Emg mirip si kalo pke wig panjang. Wkwk

  11. Makin complicated..
    Kyuppa sebenarnya putra mahkota?
    Kris bukan anak kandung raja Leeteuk?
    Apa rencana taeyeon selanjutnya?
    Trus apa yg akan di lakukan ma sora dan kangin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s