Baby Maybe [Part 6-End]

your man

Title : Baby Maybe

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Stella Kim
*Shim Changmin
*Choi Sulli
*Jo Yoonwoo
*Kim Hyoyeon
*Leeteuk
*Kris Wu

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-16

~Kyuhyun POV~
Tok..tok..tok…
Suara itu membangunkanku
“Hm….” kudengar dia menggumam dan bergerak sedikit
Tok..tok..tok….
Suara itu makin keras. Aku mengambil weker yang ada di sampingnya. Kulihat jam masih menunjukkan pukul 8 di hari minggu. Aku menarik selimut hingga menutupi wajah kami. mempererat pelukanku hingga suara itu tidak terdengar lagi. aku membuka mataku perlahan. melihatnya masih tertidur dengan tenang. wajahnya sangat tenang. seperti malaikat. aku tersenyum memandangnya. merapikan helai rambutnya perlahan. sempurna. dan dia adalah milikku
“mau sampai kapan kau memandangku seperti itu?” tanyanya
“selamanya” cup. aku menciumnya dengan cepat “morning kiss.”
dia tersenyum kecil dan berusaha bangkit.
“kau mau kemana?”
“mandi. tubuhku terasa lengket.”
Aku menahan tangannya
“Kau tidak butuh seseorang untuk menggosok punggungmu? atau memasangkan resleting di dressmu?”
“Yaaaa!!! Cho Kyuhyun apa semalam tidak cukup eoh?!!”
Dia cepat-cepat berlari ke kamar mandi. “aku kan hanya bercanda.”
Aku tersenyum melihatnya “neomu kwiyeopta.”

————————————————–

~Sulli POV~
“Sooyoungie hwa kyuhyunie eodiyo?” tanya yoonwoo
“Pintu kamarnya dikunci. Aku sudah mengetuknya daritadi, tapi tidak ada jawaban.”
“Ya sudah kalau begitu. Lagipula ini hari minggu.”
Aku mengangguk dan tiba-tiba menyadari satu hal “apa menurutmu…semalam mereka… ‘ehm’ ?” tanyaku
“ehm?”
“Haish!! Masa kau tidak mengerti.”
“Aaah… arra.”
“Menurutmu siapa yang..”
“Annyeong eomma, appa.” itu suara mereka
“ah. Annyeong!!”
Aku tersenyum melihat mereka. Aigoo..kenapa mereka manis sekali
“Yaa. Jangan memandang mereka terus. Cepat sarapan,” bisik yoonwoo padaku

~Hyoyeon POV~
“Akhirnya mereka bersatu juga,” ujar kris
“ne.”
“Dengan begini.. tugas kita selesai,” ujar leeteuk
Aku tersenyum “Ani.”
“MWO?”
“Wae?” tanya kris
“Kau tahu. Butuh tiga detik untuk mengatakan “saranghae”. Butuh tiga jam untuk menjelaskannya. Tapi dia butuh selamanya untuk membuktikannya.”
“N..ne?”

~Seohyun POV~
“Heuh..”
Aku menghela nafas panjang. Rasanya masih sangat memalukan.
“Yaa! Jangan melamun! Cepat kerja!”
“Ne sajangnim.”
Aku bekerja sambilan di toko buku saat minggu. Tapi…pikiran itu masih mengganggu konsentrasiku. Memikirkannya membuatku iri. Apa suatu saat nanti…pangeranku akan datang. tiba-tiba sesuatu membuyarkan lamunanku
“a…h..”

~Changmin POV~
“Jeogiyo. Dimana buku sastra?”
“Ah. Di sebelah kiri.”
“Gamsamida.”
Aku berjalan ke sana. Tiba-tiba kudengar suara.
BRUK!!! Buku itu terjatuh. Mengenai kepala seorang yeoja, penjaga toko buku itu
“A..h..”
“Gwaenchanha?”
“Nae gwaenchanha.”
Aku merapikan buku itu ke raknya. Kulihat sebuah nametag terjatuh
“Seo..joohyun.”
“Ah..itu nametagku!” ujarnya
Aku memberikannya pada yeoja itu “Lain kali kau harus lebih berhati-hati joohyunssi.”
“gomawo…”
“Changmin imnida,” ujarku
“Gomawo changminssi.”
Kulihat tangannya tergores dan berdarah “tanganmu terluka”
“ah..gwaenchanha…”
“Haish..kau tidak boleh meremehkan luka kecil seperti itu.”
Aku mengambil saputanganku dan membersihkannya
“Setelah ini berilah obat merah. arra.”
“A..rra..gomawo.”

———————————————-

~Sooyoung POV~
“Sejak kau tidak datang ke party, semua pesta serasa mati,” ujar yuri
“Yah..mau bagaimana lagi. Dia kan sudah jadi anae cho kyuhyun. Apalagi dia tinggal dengan mertuanya. Mana mungkin datang ke party?” ujar yoona
“Ne. Tapi kurasa lebih buruk dari itu. Jiwa party nya hilang. jadi jiwa rumahan.”
Aku menyedot jus jerukku. Pura-pura tidak mendengarnya. sejujurnya aku juga berpikir hal yang sama. Jiwa itu hilang. entah kemana
“Youngie, bukan maksudku ikut campur. tapi aku hanya merasa…you’re not the youngie that i know,” ujar yuri
Aku menatapnya
“Pertama, youngie yang kukenal suka party, tidak suka berada di rumah. Kedua, youngie yang kukenal tidak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan buku. Ketiga, youngie membuat namja bertekuk lutut pada aturannya, bukan malah dia yang bertekuk lutut pada aturan namja.”
“Yuri..”
“Dan terakhir. Dia menghabiskan waktunya bersama kwon yuri dan im yoona. bukan menghabiskan waktunya dengan buku, namja, dan rumah.”
Aku menarik nafas dalam. “Mianhae kalau aku banyak menghabiskan waktuku dengan buku, kyuhyun, dan rumah. Kumohon pengertianmu, yuri. pertama, kyuhyun sudah menjadi nampyeonku. sudah sewajarnya aku memperhatikannya. kedua, aku tinggal di rumah bumonimnya, jadi aku harus mengikuti aturan di sana. dan soal buku, come on aku juga bukan kutu buku yang menghabiskan waktunya di sana. memang di rumah, tapi aku tidak bergelut dengan benda itu. aku harus memasak, lalu..”
“Aku hanya ingin bertanya padamu, youngie. Kau suka dengan dirimu sekarang?”
Aku terdiam mendengar pertanyaan itu
“Mianhae kalau aku lancang dan menyinggungmu. Aku memaklumimu sebagai istri kyuhyun. tapi bagaimana dengan dirimu sendiri? kau kehilangan dirimu sendiri”
“Yul!” yoona menyenggol tangannya
Aku hanya diam. Yuri benar. Aku kehilangan sooyoung yang dulu

———————————————

~Kyuhyun POV~
Aku menyalakan lampu mejaku. Empat bulan lagi kami lulus. Tapi appa sudah menyerahkanku dokumen hotel yang harus diurus. Aku mengusap keningku perlahan. Kurasakan seseorang menaruh kepalanya di bahuku. melingkarkan tangannya di leherku dengan manja
“Kyu..”
“Chagi, mianhae..aku harus menyelesaikan dokumen ini secepatnya ke appa.”
“Are you free tomorrow?”
“Mianhae.. besok aku harus menghadiri rapat direksi bersama appa dan eomma. Setelah itu, akan ada makan bersama dengan karyawan. Aku pulang jam 11 malam besok.”
“Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?”
“Aku tidak mau kau kelelahan. Lagipula ini rapat, pasti membosankan.”
Dia melepaskan tangannya
“Arra.”
Aku kembali mengerjakan dokumen itu. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Aku akan menjaganya. Aku sudah menjadi kepala rumah tangga. Sudah sepantasnya aku bisa menjadi pemimpin yang bisa diandalkan di perusahaan. Setelah mengerjakan dokumen itu, aku mematikan lampunya. Kulihat dia sudah tertidur. aku membenarkan selimutnya dan mengecup keningnya perlahan agar dia tidak terbangun
“Jaljayo.”

~Yuri POV~
“Kau keterlaluan. Tidak sepantasnya kau mengatakan hal seperti itu padanya,” ujar yoona
Aku mengaduk ramenku perlahan
“Yoong. Aku hanya merasa kehilangan sosoknya. apa itu salah?”
“Yul. Dia sudah berkeluarga. kalau kita berkeluarga nanti, kita juga akan seperti dia. sibuk dengan nampyeon, keluarga barunya, mertuanya. Masih untung dia punya waktu untuk kita,” ujar yoona
“Tapi..”
“Tiap orang berubah yul. Keadaan yang membuatnya.”
Aku menarik nafas dalam “tapi dia bisa diinjak-injak kalau karakternya jadi lemah begitu.”
“Yaa. Kau tidak lihat cho kyuhyun begitu mencintainya eoh? mana mungkin dia menginjak-injak youngie.”
“tidak ada yang mustahil, im yoona.”Aku memakan ramen itu. Tiba-tiba kulihat seseorang duduk di depanku. Itu youngie. Aku memalingkan wajahku. kembali memakan ramen itu. tiba-tiba kudengar dia berkata
“aku punya waktu kabur sehari. jadi, siapa yang membuat pesta hari ini?”
“MWO?”
Seketika aku menghentikan sumpitku.
“Apa aku tidak salah dengar?”
“Aku hanya punya waktu sampai jam 11 malam. Lebih dari itu, aku dipanggang hidup-hidup.”
Aku tersenyum kecil “Rupanya jiwa itu masih ada. Jiwa kabur dari rumah”

—————————————————

~Kyuhyun POV~
Aku ada di rapat direksi. Entah kenapa perasaanku tidak enak daritadi. Setelah rapat selesai, aku menelpon rumah. Pelayan Kim mengangkatnya
“Yeoboseyo.”
“Kim ahjumma, sooyoungie eodiyo?” tanyaku
“Nyonya sudah tidur.”
Aku tersenyum kecil “Arra. Gamsamida.”
Aku mematikan teleponku. Mungkin hanya perasaanku saja

~Sooyoung POV~
“Benar-benar gila. Aku menculik anae tuan cho ke sini. hahahahahaha.”
“Yaa! Kwon yuri. kau benar-benar hebat. bahkan kau menyogok pelayan untuk tutup mulut. Hahahahhaa.”
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Entah kenapa di satu sisi. Aku merasa bersalah. Aku merasa membohonginya. Tapi ini juga salahnya. Kenapa dia tidak memberitahuku tentang rapat direksi dan memperlakukanku seolah-olah aku mengganggu pekerjaannya.
“Cheers,” ujar yuri sambil memberi minuman itu
Come on. Alkoholnya sangat rendah. Tidak akan mabuk.”
Aku mengambilnya
“Cheers.”
Aku meminumnya. Setelah itu kami mengobrol tentang banyak hal. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam. “Cho Kyuhyun is going to kill me soon. Aku akan mengantarmu pulang,” ujar yuri
“Gomawo.”
Kami bertiga pergi meninggalkan pesta itu. Aku terus melihat cellphoneku selama perjalanan. Tidak ada telepon dan pesan masuk. Berarti tidak ada kecurigaan. Entah kenapa ini membuatku merasa bersalah. Tiba-tiba kurasakan perutku sedikit sakit
“A..h..”
“Gwaenchanha?” tanya yoonyul
“Perutku sedikit sakit.”
“Aish..lihat. Itu karena kau sudah lama tidak meminumnya. padahal kadarnya sangat rendah,” ujar yuri
“Ne, mungkin.”
Kami akhirnya sampai. “Annyeong.”
“Ne annyeong.”
Aku cepat-cepat turun dan pergi ke atas. menggantung kembali dressku lalu mengganti piyama dan tidur di tempat tidur. Aku sengaja tidak memakai make up apapun. Beberapa menit kemudian, kudengar mobilnya datang. Aku memejamkan mataku. Tiba-tiba kurasakan perutku sangat sakit. Seperti berputar
“A..h..”
Aku memegangnya. Kenapa jadi sesakit ini. Sepertinya saat pertama kali aku meminumnya tidak ada masalah. bahkan itu beralkohol terendah. Tapi demi apapun ini sangat sakit
“Kyu…”

~Kyuhyun POV~
Setelah sampai di rumah, aku cepat-cepat pergi ke atas. Membuka pintu kamarku perlahan agar tidak membangunkannya
“Heugh…..” kudengar dia merintih. ada apa?
“Omona..Youngie gwaenchanha?”
Aku pergi ke tempat tidur. Dia di sana. memegang perutnya dan merintih kesakitan
“Kyu…..jeongmal aphayo..”

————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku menunggu di luar ruangan dengan cemas. Krek..pintu itu akhirnya terbuka
“Anda.. nampyeon dari cho sooyoung?”
“Ne. Bagaimana keadaannya seonsaengnim?”
“Dia baik-baik saja. Rasa sakitnya wajar dan bisa diatasi.”
Aku menghela nafas lega
“Lain kali, dia harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman mengingat kondisinya seperti ini. Apa yang dia makan dari pagi?”
“Yang dia makan.. tadi pagi dia makan roti, siang chicken katsu dan nasi, dan malamnya..aku tidak tahu. Memangnya..ada masalah dengan makanan itu?”
“Seharusnya tidak. tapi..sepertinya dia memakan daging yang kurang matang atau minuman beralkohol rendah.”
“Kurasa…yang kedua tidak mungkin. Mungkin dia memakan makanan yang kurang matang..seperti sushi?”
“Sebagai nampyeonnya. Kau harus memperhatikan makanan dan minumannya. Dia harus makan makanan yang bergizi. Sayuran dan susu yang dipasteurisasi. Buah-buahan. Hindari makanan seperti daging yang kurang matang, kotor, fast food, minuman bersoda dan beralkohol. Dan porsinya pun harus ditambah. Dia kan makan untuk dua orang. Mana mungkin roti tawar cukup sebagai sarapan?”
“du..dua orang?”
“Kau..tidak tahu dia hamil?”
“MWO?”

——————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Terang..Cahaya lampu dan matahari menyakitkan mata. Aku menengok ke sampingku. Kyuhyun di sana. Tertidur. Dia..menjagaku semalaman sepulang dari sana? Seketika aku teringat kejadian saat itu. Aku mengusap kepalanya perlahan. Aku jadi merasa bersalah padanya. Aku tidak mau mengulangnya lagi.
“Ehm..”
Dia terbangun. mengusap matanya
“Akhirnya kau bangun.”
Aku mengusap tengkukku. Bingung harus menjelaskannya dengan cara apa. Yang jelas dia pasti tahu penyebab kejadian kemarin malam
“Semalam park euisa mengatakan sebuah hal padaku. Apa kau tidak mau mendengarnya?” tanyanya
Aku menggigit bibir bawahku. Dia pasti tahu dari euisa. Tamatlah kau cho sooyoung
“Apa?” tanyaku perlahan
Kulihat dia tersenyum. “Kita kedatangan malaikat.”
“Ne?”
“Disini,” dia meraih tanganku. Menaruhnya di perutku
“N…ne?”
“Katanya kau hamil.”
“MWO?!”
“Hahahaha. Aku juga sangat kaget saat diberitahu.”
Baik cho sooyoung. sekarang aku mengerti kenapa perutku sangat sakit semalam
“Untungnya dia baik-baik saja.”
Aku menghembuskan nafas lega
“Lain kali kau jangan makan makanan mentah. Belilah sushi yang sudah matang.”
“N..ne?”
“Park euisa bilang. Perutmu sakit karena makanan yang kau konsumsi. Berhubung kau tidak memungkin meminum minuman beralkohol rendah, katanya itu pasti karena kau makan daging yang kurang matang. Kau pasti makan sashimi kemarin.”
Aku terdiam mendengarnya. Bahkan dia mempercayaiku tapi…kenyataannya justru yang kulakukan adalah itu
“Kyu….”
Dia memegang tanganku
“Mianhae, dari kemarin aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak memperhatikanmu. Aku..hanya berpikir. Biar bagaimanapun aku sudah menjadi kepala keluarga.Aku punya tanggung jawab penuh atasmu dan keluarga kita. Jadi aku harus bisa menjadi pemimpin yang baik di perusahaan.”
Aku hanya diam. Kyu..mianhae.. aku bahkan tidak tahu kau berpikir ke sana. Aku justru bertindak kekanak-kanakkan dengan kabur dari rumah bersama yuri dan yoona. Mengganggapmu tidak mempedulikanku. tes.. kurasakan setetes air mataku jatuh
“Mianhae…”
“N…ne?”
“Aku..aku bahkan tidak tahu kau berpikir ke sana. Aku sangat kekanak-kanakkan. Aku malah marah padamu dan…”
“Apapun yang kau lakukan, aku bisa mengerti. Justru aku yang seharusnya minta maaf karena tidak memperhatikanmu. Kalau dari awal aku tahu kau hamil, aku akan lebih memperhatikanmu. Contohnya seperti kemarin. Kalau aku pulang lebih telat, apa yang akan terjadi padamu dan anak kita? Seharusnya aku ada di rumah dan menjagamu. Tapi aku justru ada di makan malam bersama karyawan hotel kita. Kalau kemarin terjadi sesuatu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku, kau tahu itu?”
Aku hanya diam. Kenapa kau begitu baik kyu?
“Ah..sudah saatnya makan pagi.”
Dia mengambil meja makan pasien itu, mendorongnya ke tempat tidurku. Membuka plastik yang membungkus piring itu
“Saatnya makan!!”
Dia mengambil sendok itu dan menyuapiku “aaa..”
Aku memakannya perlahan. sambil memperhatikannya. bagaimana bisa aku memiliki nampyeon sepertinya. yang sangat baik dan pengertian. dan bahkan..sempurna.

~Sulli POV~
Aku tersenyum melihat mereka dari balik tembok.
“Benar-benar manis,” ujar stella
“Ne.”
Aku mengambil cellphoneku dan memotretnya. Bertambah satu lagi
“Mau sampai kapan kita bersembunyi di sini?” tanya yoonwoo
“Haish..biarkan dulu. Setidaknya sampai dia selesai makan,” ujarku
“Aku ikut bahagia melihatnya,” ujar siwon
“Ne.”
“Ini pertama kalinya aku sarapan waffle di rumah sakit. benar-benar hebat,” ujar youngie
“Mereka tahu kau hamil. Kau pasti ingin makanan yang enak.”
“Bahkan ada saos coklatnya.”
“Kau mau aku memotongkannya untukmu?”
Dia mengangguk
“Benar-benar perhatian. tidak seperti seseorang,” ujar stella
“yaa.. kau bahkan memotongnya dengan cepat karena sebegitu ingin memakannya,” ujar siwon
Aku menengok ke arah yoonwoo
“aku juga seperti itu.”
“Tapi kau tidak memotongkan makanan untukku.”
“Kau ngidam jajangmyeon. apa aku harus memotongkannya kecil-kecil seperti makaroni?”
“Mencari alasan.”
“Ini potongan terakhir. Aaa…”
Dia membuka mulutnya. Kulihat kyuhyun tidak memasukkan waffle itu ke sana. Dia justru mengenakannya di sudut bibir youngie”Yaaa!!!”
“Kau terlihat lebih manis dengan coklat dibanding lip balm strawberry.”
“Haish.. dimana tissuenya?”
“Kenapa harus dilap?”
“Kalau orang lain melihatku, mereka akan mengira aku rakus atau tidak bisa makan dengan rapi.”
“Begitu?”
“Ne.”
“Tidak ada tissue disini.”
“Kau tidak bisa membohongiku.”
“Tapi aku punya cara untuk membersihkannya. Lebih cepat daripada memakai tissue.”
“apa?”
Cup. Dia menciumnya dengan spontan
“Omona..ini benar-benar romantis,”aku memegang lengan baju yoonwoo
“Kau tidak memotretnya?”
“ah iya!”
Aku tersenyum melihat hasil fotonya “Ini namanya chocolate sauce kiss.”
“Kau punya fotonya?” tanya stella
“Ne. Semuanya. Kau mau melihatnya?” tanyaku
Stella mengangguk

————————————————————–

~Seohyun POV~
“Annyeong seohyun ah.”
Aku menengok ke sumber suara itu. tersenyum “Annyeong changminssi. Buku apa yang ingin kau cari?”
“Apa…ada buku panduan untuk orang hamil?”
Aku terdiam mendengarnya “Ada.”
Aku berjalan ke rak itu. dia mengikutiku. seketika aku terdiam dan menghela nafas. kenapa namja yang menarik perhatianku selalu namja yang sudah menikah? Cho Kyuhyun, dia menikah dengan choi sooyoung. Sekarang Choi Changmin, dia punya istri yang hamil. Kalau tidak, untuk apa dia mencari buku itu?
“Ini,” ujarku
“Gomawo. Aku harus memberikan ini pada yeodongsaengku.”
“Yeodongsaeng?”
Dia mengangguk
“Yeodongsaengku hamil. Dan kemarin dia membuat gempar satu rumah karena masuk rumah sakit.”
“Masuk rumah sakit?”
“Ne. Dia salah makan. Kata nampyeonnya dia makan sushi mentah.”
“Arra…”
“Heuh..terkadang aku berpikir. Yoeodongsaengku sudah menikah dan sekarang hamil. Delapan bulan lagi anaknya lahir. Sedangkan aku.. bahkan yeojachingu pun tidak ada.”
Seketika aku tersenyum. Jadi..yeodongsaengnya
“Memang..umur yeodongsaengmu berapa?”
“21 tahun.”
“MWO? Semuda itu?”
“Ne. Appa menjodohkannya dengan anak sahabatnya. Awalnya mereka sering bertengkar. Tapi lama-lama, cinta tumbuh di antara mereka. Mereka pasangan favoritku.”
“Nampyeonnya…”
“Kau tidak akan percaya ini. Nampyeonnya lahir di hari yang sama dengannya. Nampyeonnya lahir semenit sebelum dia lahir.”
“MWO? Hanya berbeda 1 menit?”
“Ne. Aku bahkan ingat persis. Saat itu aku masih berusia 8 tahun. Dan aku menunggunya lahir di depan ruang tunggu. Aku bertemu appa mertuanya di sana. Kurasa mereka memang ditakdirkan berjodoh. hahahahahahha.”
“Kurasa begitu.”
“Aku tidak menyangka dia berkeluarga duluan. Seingatku dia masih bayi dan menangis karena jatuh. Sekarang..dia akan punya anak.”
“Yeodongsaengmu masih kuliah?” tanyaku
“Ne. Empat bulan lagi dia lulus.”
Aku mengangguk mengerti “Dia pasti sangat pintar dan jarang absen.”
“Darimana kau tahu?”
“21 tahun, tapi lulus 4 bulan lagi. Pasti dia pintar dan jarang absen. Aku saja yang berumur 23 tahun malah lulus bersamaan dengannya.”
“Dia berubah jauh karena nampyeonnya.”
“Ne?”
“Tapi aku senang, dia menjadi dewasa. Sebelum dia menikah, dia seorang party girl. Memang sih, dia pintar tanpa harus menghabiskan waktunya di perpustakaan. Dia cukup mendengar dosennya mengajar. Dan dia langsung mengerti. Kudengar, para namja di kampus menyukainya. Dia sangat populer. Tinggi, cantik, mudah beradaptasi, pintar, baik, dan seperti model. Tapi terkadang sikapnya kekanak-kanakkan. Kesal, party. Bosan, party. Badmood, party. Seakan-akan solusi untuk mengatasi masalah hidupnya hanya party. Dia memang tidak mabuk-mabukan dan tidak terlibat pergaulan yang buruk. VIP party. Paling dia hanya minum segelas cinderella dan mengamati pesta dari kursi atau mengobrol bersama chingunya. Tapi tetap saja dia sering pulang malam. Dan setelah dia menikah, dia menjadi lebih dewasa. Bahkan tidak datang ke sana lagi. Dia sangat feminim dan manis sekarang. Benar-benar istri idaman. Terakhir yang kudengar, dia memasak untuk nampyeonnya. Hahahahahahaha”
Aku diam dan berpikir. Entah kenapa ciri-cirinya mirip choi sooyoung. Tapi…aku tidak pernah mendengar choi sooyoung punya seorang oppa. paling hanya perasaanku saja. Di dunia ini kan banyak orang yang mirip. Tapi marga changmin adalah choi. Apa choi changmin adalah oppa choi sooyoung? Sepertinya tidak. mereka berbeda jauh. Choi Changmin introvert super. Choi Sooyoung extrovert super. Mana mungkin mereka kakak beradik?

~Changmin POV~
Aku tersenyum memandangnya. Seo Joohyun. Sekarang kepalaku penuh nama itu. Hanya melihat senyumnya. Mendengar suaranya. Rasanya membuat diriku tersetrum listrik 1000 volt. Aku menghela nafas. Seohyun ah…

——————————————————–

~Sooyoung POV~
Kyuhyun sedang keluar mengantar bumonim. Krek.. pintu kamar inapku terbuka. Kulihat yuri dan yoona di sana
“Annyeong.”
“Yaa! Choi Sooyoung kau hampir membuatku mati berdiri begitu tahu kau masuk rumah sakit,” ujar yuri
“Mianhae,” ujarku
“Yaa! Aku yang seharusnya berkata begitu. Haish…kau ini babo atau apa hah. Bagaimana bisa kau tidak sadar kalau kau hamil?” tanya yuri
“Aku tidak pernah menghitung tanggal,” ujarku
“babo,”ujar yoona
“Memang.”
“Syukurlah kau baik-baik saja. Aku benar-benar meminta maaf karena memaksamu meminumnya dan…berkata hal-hal yang menyinggungmu. Yoona benar. Tidak seharusnya aku berkata seperti itu. Aku seharusnya memahami keadaanmu dan..”
“Yaa! Kwon Yuri kau aku tidak suka melihatmu merasa bersalah seperti itu!”
“Aku dimaafkan?” tanya yuri
“Bahkan sebelum kau memintanya,” aku memeluknya
“Mianhae. Mulai hari ini aku janji! Aku akan menjadi salah satu prajurit untuk menjagamu,” ujar yuri
“Mianhae. Mulai hari ini aku janji! Aku akan menjadi agen rahasia,” ujarku
“Agen rahasia?” tanya yoona
“Ne. Menjaga rahasia kalau kau adalah otak dari masalah ini. Termasuk pada kyuhyun,” ujarku
“Kukira kyuhyun sudah tahu,” ujar yuri
“Mana mungkin. Tapi aku merasa bersalah padanya. Aku jadi tidak jujur padanya. Dia malah mengiraku makan sushi mentah,” ujarku
“Gwaenchanha. Ini namanya white lie,” ujar yoona
“white lie?”
“kebohongan untuk kebaikan. Kalau kau beritahu kyuhyun, yuri akan diblacklist,” ujar yoona
“Yaa! memangnya aku ini siapa? Di blacklist. Apa tidak ada istilah yang lebih bagus hah?” protes yuri
“HAHAHAAHAHAHAHAHHA.”
“Yaa! Ini rumah sakit! Michin dulda!!” (kalian berdua gila)

~Kris POV~
“Teman-teman yang baik. Dan rusuh,” ujarku
“Ne. Itulah yang dinamakan sahabat. Saling memaafkan dan memahami,” ujar leeteuk
“Apa kyuhyun akan tahu dan mendengar percakapan mereka dari ambang pintu? Seperti drama?” tanyaku
Come on, kris. ini dunia modern. Adegan itu terlalu kuno. Tidak akan. Kyuhyun tidak akan tahu,” ujar hyoyeon

——————————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku menengok ke meja di sebelahku. Sama sepertiku, dia mengerjakan tugas akhir untuk lulus.
“Hoaaam…” kudengar dia menguap
“Tidurlah. Biar aku yang mengerjakan tugasmu.”
“Andwaeyo. Ini tugas individual. Aku yang harus mengerjakannya sendiri. Aku tidak mau lulus sebagai magna cum laude karena campur tangan cho kyuhyun.”
“Aku takut kau kelelahan.”
“Gwaenchanha. Biar bagaimanapun aku ini mahasiswi. Ini sudah menjadi tugasku, arraseo?”
“Arra. Tapi jangan paksakan dirimu.”
“Ne.”

~Seohyun POV~
Hari ini musim dingin. Aku melangkahkan kaki ke kantin universitas. Makan sendirian di sana. Nasib tidak punya namjachingu dan sahabat. Sama dinginnya dengan musim ini. Aku menengok ke sekitarku. Mayoritas di antara mereka makan bersama namjachingunya. Saling menyuapi. tertawa. bercanda. mengobrol. aku? sendiri dengan semangkok ttokbokki. Aku mengambil sumpitku dan memakannya. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada tiga orang itu. Choi.. salah. Cho Sooyoung dan grupnya. Im yoona dan kwon yuri. Mereka bertiga tertawa sambil mengobrol, juga sambil makan. Kehidupan yang menyenangkan. Terkadang aku berpikir. Bagaimana perasaanku jika aku adalah seorang cho sooyoung. mahasempurna. pintar, cantik, kaya, tinggi, lansing, kaya, punya banyak teman, menjadi yeoja idaman para namja, dan bahkan anae dari cho kyuhyun. Aku memalingkan wajahku. Memakan ttokbokkiku. Tapi wajahku kembali menoleh ke sana. Dan sekarang namja itu di sana. Cho Kyuhyun. Bahkan dia terlihat sangat keren dengan pakaian musim dingin. Aigoo..seohyun ah. Lupakan. Ingat dia sudah menikah.
“Annyeong.”
Yeoja itu berdiri dari kursinya. Dia memakai mantel berwarna putih yang senada dengan rambut kecoklatannya yang wavy. Benar-benar sempurna. Aku menggigit sumpitku sekarang. Kyuhyun melingkarkan tangan kanannya pinggang yeoja itu. benar-benar manis dan serasi. Seharusnya aku menyadarinya lebih awal. Kulihat mereka berdua saling berbisik dan tertawa. Entah apa yang mereka bicarakan. yang jelas sepertinya hal yang menyenangkan. aku menghela nafas dan kembali memakan ttokbokkiku. Kapan aku bisa diperhatikan seperti itu

~Kyuhyun POV~
“Chuwoyo..” ujarnya saat memasuki mobil. Aku menyalakan pemanas di mobil dan menggosok-gosokkan tanganku. menaruhnya di pipinya
“Masih dingin?”
Dia mengusap tangannya dan menaruhnya di pipiku
“Ani.”

————————————————

~Changmin POV~
Sebentar lagi natal tiba. Aku menarik nafas dalam. hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada seseorang. Aku sudah mempersiapkannya. kata-kata itu
“Apa..yang ingin oppa katakan?” tanya yeoja itu
“Mungkin ini sedikit cepat. tapi…Seohyun ah.. johahae.”
“Ne?”

~Yoonwoo POV~
Kami sedang liburan ke Inggris. ini ide Sulli. Dia ingin membiarkan hyung dan noona.. maksudku kyuhyun dan youngie menghabiskan malam natalnya berdua. Ide cemerlang. Kami berkeliling kota. Sulli membeli banyak barang. Mulai dari keluarga boneka beruang, baju hamil untuk youngie, album foto, pajangan yang lucu, dan sekarang..
“Yeobo lihat! Frame ini sangat lucu. Bentuknya seperti pohon. Nanti kalau cucu kita lahir, kita akan memasang fotonya disini.”
“Kau menyukainya?”
Dia mengangguk
“Baiklah aku akan membelikannya untukmu. How much is this, maam?” tanyaku
“5 poundsterling.”
“Thank you.”

~Sooyoung POV~
“Ini cocok untukmu,” dia memasangkan topi itu di kepalaku
Aku memasang sebuah bando rusa di kepalanya
“Baiklah kita mulai perang pohon natalnya!!!”
Aku mengambil hiasan-hiasan itu dan menggantungkannya di ranting pohon natal itu. sebentar lagi pohon ini akan menjadi cantik. Sedangkan kyuhyun memasang kaus kaki natal sebagai dekorasi
“Aku ini genius sejak kecil,” ujarnya
“Jinjja?”
“Ne. Kau tahu tahayul anak-anak yang menggantungkan kaus kakinya untuk meminta hadiah dari santa?” tanyanya
“Ne. Aku juga melakukannya.”
“Saat itu aku berpikir. Kalau aku hanya menggantungkan kaus kaki, hadiahku pasti kecil karena hadiah besar tidak akan muat untuk dimasukkan ke kaus kaki. jadi aku menggantung celana jeansku di sana dengan harapan hadiahku akan lebih besar.”
“Hahahahahahahha. Kau ini ada-ada saja.”
“Tapi akuilah. Aku genius. Anak mana lagi yang terpikir seperti itu?”
“Ne. Cho Kyuhyun genius.”
Kring… telepon rumah berbunyi. Aku mengangkatnya
“Yeoboseyo.”
“Youngie! Ini eomma.”
“Waeyo eomma?”
“Kapan kau makan malam dengan mertuamu?” tanya eomma
“Jobumonim sedang pergi ke Inggris,” ujarku
“Ah. Kalau begitu.. bagaimana kalau kita pergi dinner di malam natal? tanggal 24?” tanya eomma
Aku berpikir sebentar.Entah kenapa aku ingin menghabiskan malam natal itu bersama kyuhyun. Baiklah eomma anggap ini permintaanmu baby.
“Bagaimana kalau…lunch saat hari natalnya? Tanggal 25?” tanyaku
“Ah..benar juga. kau kan sedang hamil. Jangan keluar malam-malam. Baiklah. Annyeong.”
“Ne annyeong.”
Aku mematikan teleponnya
“Ada apa?” tanya kyuhyun
“Eomma mengajak kita pergi makan siang bersamanya. tanggal 25,” ujarku
“Arraseo.”
Dia memasang bintang di pohon itu
“Selesai!!” ujarnya
“Nyalakan lampunya!!”
Aku tercengang melihatnya. Warna warni. Sangat indah.
“Kau suka?”
Aku mengangguk
“Neomu johahae.”
Dia memelukku dari belakang. Menruh kepalanya di bahuku dengan manja
“Jadi apa rencana kita di malam natal setelah mengikuti misa? candlelight dinner? menonton bioskop?”
“aku ingin chef kyuhyun memasakkan dinner untukku. Kita menonton dvd saja di kamar dengan popcorn.”
“Request accepted.”

—————————————————

~Seohyun POV~
‘Lunchnya tanggal 25. Jam 12. Aku akan menjemputmu. Annyeong ^^’
Aku menutup cellphoneku. Rasanya masih membingungkan. Aku menerima cintanya begitu saja. Tanpa pikir panjang. Aku butuh perhatian. Hanya itu alasannya. Di satu sisi aku merasa bersalah. Padahal dia sangat baik. tapi sekarang..aku justru terkesan menerimanya untuk status. Karena aku lelah sendiri. Dan untuk melupakan cho kyuhyun. Si namja mahasempurna yang menarik perhatianku. Aku menghela nafas panjang. Perlahan aku pasti bisa menyukainya

~Kyuhyun POV~
“Jadi, hari ini chef kyuhyun akan memasakkan suatu masakan yang sederhana. Setiap namja bisa membuatnya,” ujarku
“Hahahahahahahahaha.”
“Yaa! jangan tertawa! Tadi kau yang menyuruhku mendemonstrasikan resep ini.”
“Ne, ne. arra.”
“Pertama  masukkan minyak zaitun. Kemudian goguma yang sudah ditumbuk”
“Ah.. goguma. sepertinya enak”
“Kau seperti komentartor sungguhan,” ujarku
“Jinjja? Baik sekarang aku akan meniru gaya infortainment style.”
“infortainment style?”
“Ne, kau harus berpura-pura menjadi idol yang sedang memperagakan demo masakan itu. Dan aku jadi MC nya”
“Oh, arraseo.”
“Ehm..Kyuhyunssi. Setelah kau punya gossip dengan beberapa orang. Kudengar kau menyukai hyuna,” ujarnya
“Mwo? Siapa yang mengatakannya? Itu tidak benar.”
“Lalu kenapa kau menunduk ke bawah saat menjawab pertanyaanku?” tanyanya
“Karena..aku hanya akan melihat yeoja yang kusukai.”
“Maksudmu?”
“Ne. Aku tidak mau melihat yeoja lain. Melihat disini punya dua arti. Pertama, aku tidak ingin berpaling ke yeoja lain. kedua, aku memang tidak akan menatap yeoja lain seperti aku menatap yeojaku.”
“Memang siapa yeojamu?”
“Kau mau tahu MC ssi? Namanya Cho Sooyoung,” ujarku
“Ne? Tapi selama ini kau tidak pernah terlihat bersama dengannya secara terang-terangan. Seperti mengatakan dia tipe idealmu, berduet dengannya, CF dengannya, dan sebagainya. Bagaimana bisa?”
“Tidakkah kau tahu. Cinta itu bukan apa yang kau lihat dengan matamu. Tapi apa yang kau rasakan dengan hatimu. Cinta tidak selamanya harus ditunjukkan dengan kata-kata. Cinta diwujudkan dengan kesetiaan dan ketulusan. Seperti bagaimana aku memandangnya, ingin berada di dekatnya. Justru karena aku mencintainya, aku tidak mengatakannya secara terang-terangan. Cinta itu tersirat, bukan tersurat.”
“Well. Kyuhyunssi. Sekarang kau menyebutkan namanya dan ini direkam kamera,” ujarnya
“Oh ya? Kukira aku mengatakannya dalam hati.”
“Hahahahahahaahahahahha. Ini benar-benar aneh,” ujarnya
“Ne kau yang aneh. Kau yang menyuruhku berakting random. hahahahahaha.”
“Saat pertama kali kau bertemu dengannya, apa yang ingin kau ketahui dari seorang cho sooyoung? Namanya? nomor teleponnya?”
“Saat pertama kali…karena aku membencinya dulu, aku ingin tahu kelemahannya. Karena dia terlalu sempurna untuk di judge. Dan setelah itu.. aku ingin tahu karakternya. Aku ingin tahu cara menenangkannya saat dia menangis. Aku ingin tahu cara membuatnya terus tersenyum dan bahagia. Aku ingin mengetahui sisi lain dari dirinya yang tidak diketahui orang lain. Dan aku ingin tahu cara mencintainya.”
“Bukan nomor telepon?”
“Kau tahu. Tiap orang punya caranya sendiri untuk menemukan cinta sejatinya. Dan ini caraku. Aku ini orang yang pemalu, apalagi pada yeoja yang kusukai. Mana mungkin aku melakukan pendekatan secara terang-terangan dengan meminta nomor teleponnya. Aku ingin semuanya berjalan seiring berjalannya waktu. Hati selalu tahu siapa pemiliknya. Jadi dia akan langsung mengenalinya dengan mendatangkan debaran dan rasa malu itu. Tidak perlu kau yang mencari pasangannya dengan melakukan pendekatan ekstrim pada orang lain.”
“Arraseo..”
“Taraaa!! Makannya jadi. Aku sudah menambahkan keju di sana,” ujarku
“Darimana kau tahu kalau aku suka keju?”
“Kau tahu. Saat kau mencintai seseorang, kau tidak akan bertanya padanya. ‘apa makanan favoritmu? apa hobbymu? siapa penyanyi kesukaanmu?’ dan yang lainnya. Tapi kau akan mengetahuinya hanya dengan memperhatikannya. Makanan yang sering dia masak dan dia makan, kebiasaannya. Kau suka red velvet dan spaghetti carbonara. Ingredients terpenting dan dominan di dua masakan itu adalah keju. Dan dari situlah aku tahu. kau suka keju.”
“Benar-benar manis.”
“Kau tahu, kata orang.. yeoja akan merasa sangat senang jika namjanya memasak untuknya. maka aku hanya akan memasak menu yang merupakan makanan favoritmu. dengan kata lain, memasak untukmu. Jadi sekarang..aaa..”
“enak?”
“Mashita.”
“Sekarang kau siapa? Komentartor, MC?”
“Sekarang aku si cho sooyoung manja yang ingin menyuapimu. aaaaa..”

~Sooyoung POV~
Hari mulai malam. Kami berada di sofa. memandang ke arah jendela. Lampunya sangat terang. Indah. berwarna-warni. Seoul di malam natal sangat manis. Kami sedang menonton film. Tiba-tiba dia berdiri, mengambil selimut untuk kami bertiga. ya, bertiga. Aku, dia, dan si kecil di perutku. Dia melingkarkan tangannya di pinggangku. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Posisi yang sangat nyaman
“perutmu mulai membesar,” ujarnya
“ne.”
“Masih 7 bulan lagi,” ujarnya
“Kau mau menghitung countdownnya sampai hari dan detik?” tanyaku
“Ani. itu membuatku tidak sabar.”
“Menurutmu dia yeoja atau namja?”
“Hm.. namja.”
“Waeyo?”
“Karena aku anak tunggal. Dan aku namja.”
“Lalu?”
“Kemungkinan besar, anak kita juga namja.”
“Begitu?”
“Ne.”
Aku menengok ke arah jam. Hampir jam 12 malam.
“Ah sebentar!” kami mengucapkannya bersamaan
Aku tersenyum dan mengambil kotak itu. Kotak berisi hadiah untuknya. Dia juga mengeluarkan sebuah kotak
3…2…1
“Merry Christmas!!!”
Kami mengeluarkannya bersamaan.
“Hahahahaha.”
Dia mendekatkan wajahnya padaku. Mencium keningku. Memelukku erat
“Kau tahu. Bagiku ini natal terindah.”
“nado.”
Dia melepaskan pelukannya perlahan
“Mari kita buka kado!!!”
“Yaa! Kau seperti anak kecil. Hahahahaha.”
“Biarkan saja. Hanya cho sooyoung yang tahu.”
Aku membukanya juga. Kulihat sebuah flat shoes ada di dalam sana
“Ini..”
“Aku tahu. Cho Sooyoung hanya punya wedges dan heels. Kau pasti lelah memakainya nanti kalau perutmu membesar. Jadi aku membelikanmu flat shoes. Seharusnya pas,” ujarnya
“Baiklah kita mulai dongeng cinderella hari ini. Kalau sepatunya tidak pas, berarti aku bukan yeoja itu”
“Hahahahaha. Aku yakin pasti pas.”
Dia memakaikan sepatu itu
“See?”
“Daebak!!” aku bertepuk tangan
“Sudah kubilang. Tanpa harus bertanya, aku sudah tahu.”
“Ne. dan yang ada di sana, tanpa bertanyapun aku tahu. kau pasti menyukainya.”
“Jinjja?”
Dia membuka kotaknya
“tiga bulan lagi kita lulus. Kau butuh dasi yang baru untuk mengawali hari pertama sebagai presdir cho. Jadi aku membelikan dasi untukmu.”
“Pakaikan~” ujarnya
“Dasar manja.”
“Aku kan hanya manja pada cho sooyoung.”
“Well. 7 bulan lagi kau harus berkompetisi untuk dimanjakan.”
“Baby. kau berpihak pada appa kan?” tanyanya
Aku tersenyum dan memasangkan dasi itu di lehernya
“Sudah kuduga. Pasti cocok denganmu.”
“Rasanya aku tidak ingin mencopotnya.”
“Mwo? Kau mau memakan dasi dan piyama?”
“Hm..sepertinya aku akan mengusulkan hal itu. Bagaimana kalau seragam kantor diganti dengan dasi dan piyama?”
Crazy boss.”
Cool boss.”

——————————————————————–

~Changmin POV~
Aku tercengang melihatnya keluar dari rumahnya. Memakai terusan yang kuberikan. Terusan pink dengan rambut panjang terurai. Tanpa kacamatanya
“Apa..aku terlihat aneh?” tanyanya
“Ani..kau..neomu yeppo..”
Dia tersenyum kecil,sangat manis “gomawo”
Aku menggenggam tangannya
“Kaja.”
Selama di perjalanan, kulihat dia menarik nafas dan menghembuskannya. menghilangkan groginya
“Tenang saja. Bumonim dan yeodongsaengku sangat baik,” ujarku
“Ne. Aku hanya sedikit gugup karena…belum pernah bertemu sebelumnya.”
“Gwaenchanha. Ada aku di sana. Arra?”
Dia mengangguk

~Seohyun POV~
“Kau siap?”
Aku menatapnya. Sejujurnya aku tidak pernah siap. Aku tidak menyangka dia seserius ini. Sejujurnya yang kuharapkan adalah masa pacaran yang romantis. yang manis. seperti remaja. bukan serius seperti ini
“ne.”
padahal kenyataannya hatiku tidak. aku masih belum bisa melupakan namja itu. cho kyuhyun. yang bisa membuatku mengejarnya hanya dengan sekali melihatnya
Krek..changmin membuka pintu itu
“Annyeong semua.”
Aku tercengang melihat namja itu di sana. Cho Kyuhyun. Dan yeoja itu ada di sebelahnya. Ja..jadi.. yeodongsaeng changmin itu…
“Kau…?” ujar kami bersamaan
“Kalian sudah saling mengenal?” tanya changmin
“wah syukurlah kalau begitu,” ujar eommanya
Kyuhyun tidak memberi respon. hanya diam dan memandang anaenya yang bertanya-tanya tentang kehadiranku
“Semua, kenalkan. Ini seohyun, yeojachinguku.”
“MWO?”

~Kyuhyun POV~
Aku sedang menyetir ke rumah. dia hanya diam daritadi. akhirnya suasana sangat hening
“Dia tidak mencintai oppaku.”
“N..ne?”
“aku ini yeoja. aku mengerti perasaannya. mana mungkin yeoja yang baru patah hati langsung mencintai namja lain? Dia hanya memanfaatkan oppaku sebagai pelariannya. Dan aku. Tidak mau oppaku dijadikan pelarian. Changmin oppa terlalu polos dan baik untuk diperlakukan seperti itu.”

——————————————————-

~Seohyun POV~
“Bagaimana cara kau mengenal youngie?” tanya changmin oppa
Aku hanya diam. Mana mungkin aku berkata ‘karena aku salah sangka dan melarangnya menyukai nampyeonnya sendiri’
“Youngie..tidak pernah bercerita?”
“Dia selalu menyimpan semuanya sendirian. Mana mungkin dia bercerita.”
Aku hanya diam dan mengusap tengkukku
“Apa..hubungan kalian tidak baik?” tanya changmin
“N..ne?”
“Meskipun youngie tidak berkata apa-apa tadi.. aku bisa membaca gerak-geriknya. Apa kalian ada masalah?” tanya changmin
“Sejujurnya… aku pernah punya masalah dengannya.”
“Masalah apa?”
Aku menggerutu di dalam hati. Mana mungkin aku menceritakannya
“ah itu…ceritanya..saat itu aku kesal. Dan aku tidak sengaja menendang sepatu ke kepalanya,”akhirnya aku berbohong
“Ah..karena itu. Hahahahahahha. Kau tenang saja. Tak lama lagi dia akan melupakannya”

—————————————————–

~Seohyun POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki perpustakaan. Kurasakan seseorang menarik tanganku
“Kita perlu bicara.”
Aku mengikuti langkahnya ke dekat rak buku
“Aku..ingin membicarakan oppaku.”
“Ne?”
“Aku tidak suka berbasa-basi. Aku hanya ingin bertanya. Kuharap kau menjawabnya dengan jujur karena aku sudah tahu jawabannya. Apa kau mencintai changmin oppa?”
Aku hanya diam
“Seohyunssi. Bukan maksudku ikut campur. Tapi sebagai yeodongsaengnya, aku hanya ingin kau menjaga perasaan oppaku. Dia namja yang sangat baik dan polos. Dia mudah dibodohi dengan cinta. Kalau kau tidak mencintainya, kuharap kau memutuskan yang terbaik. Dia terlalu baik untuk dipermainkan dan dijadikan pelarian.”
Aku hanya diam mendengarnya. Tidak menjawab apapun. Karena dia benar. Aku menjadikan changmin pelarianku dari kyuhyun dan changmin..memang terlalu baik untuk disakiti

~Kyuhyun POV~
Aku menghela nafas. Dugaanku benar. Dia pasti mengatakannya pada yeoja itu.  Setelah youngie pergi, kulihat yeoja itu duduk diam di kursi. Aku menghampirinya
“Annyeong,” ujarku
Dia mendongak ke arahku
“kau mendengarnya?” tanyanya
“Dia tertebak,” ujarku
Aku mengusap tengkukku. Ini sangat awkward
“Setidaknya…bisakah kita jadi teman? Kalau kau menikah dengan changmin…kau kan iparku juga,” ujarku
Dia tersenyum kecil
“Kyuhyunssi.”
“Ne?”
“Menurutmu apa yang changmin suka dariku? Aku tidak kaya. Aku tidak pintar. Aku tidak sesempurna dirinya.”
“Justru itulah kelebihannya.”
“ne?”
“Kau tahu..kenapa aku jatuh cinta pada youngie? Karena dia berbeda.”
“Omong kosong. jelas-jelas kalian sama. kalian sama-sama pintar, kaya, tampan dan cantik, idaman yeoja dan namja.”
“Itu menurut kacamata orang luar. Tapi di dalamnya? Aku introvert, dia ekstrovert. aku kaku, dia easy going. aku pendiam, dia bawel. Kami punya perbedaan yang membuat kami saling melengkapi. coba bayangkan kalau aku menikah dengan yeoja yang pendiam. siapa yang mau berbicara? coba bayangkan kalau dia menikah dengan namja yang bawel. siapa yang mau mendengarkan? Semua itu sengaja dibuat berbeda untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing.”
“kau tahu..perkataannya benar. aku..tidak mencintai oppanya.”
“hm.. aku dan sooyoung bahkan lebih parah.”
“Ne?”
“Kami bahkan tidak saling mencintai dan menikah.”
“MWO?”
“Kami dijodohkan bumonim kami. Awalnya mereka ingin mempertunangkan kami. Kami sudah memasang skenario tetapi semuanya hancur. pesta pertunangan menjadi pesta pernikahan. awalnya kami menolaknya mentah-mentah. tapi appanya mengalami serangan jantung dan akhirnya..kami menikah. sejak saat itu kami membuat banyak adegan drama untuk menunjukkan keromantisan kami. padahal faktanya..tidak seperti itu. tapi lambat laun, seiring berjalannya waktu, kami menemukan kelebihan dan kekurangan kami masing-masing. dan akhirnya..kami saling jatuh cinta tanpa tersadari. beginilah kami sekarang.”
“Aku tidak menyangkanya.”
“aku juga. justru karena itu. kau masih punya banyak waktu untuk belajar mencintai changmin, seohyunssi.”
Dia tersenyum kecil “gomawo.”
Aku berdiri dari kursiku. kudengar dia berkata
“kyuhyunssi..”
“ne?”
“apa kelebihan yang dimiliki changmin, yang tidak kau miliki?”
“Kau mau tahu kelebihan yang dimiliki changmin yang tidak kumiliki di matamu?”
“ne.”
“Dia mencintaimu.”

—————————————————————-

~Sooyoung POV~
“Uegh…”
Aku benar-benar tidak kuat. rasanya sangat mual. usia kandunganku tiga bulan. sebulan lagi, wisuda. mulai bulan ketiga, rasa mual ini datang. baiklah. perjuangan dimulai sekarang.  Aku melihat cellphoneku. ada pesan masuk
‘mianhae chagi. aku harus lembur di Seoul Pasific. Ada masalah yang harus diselesaikan. jangan lupa makan dan minum vitaminmu ^^’
Aku melemparnya ke tempat tidur. menyebalkan. kenapa di saat seperti ini dia harus lembur dan menyuruhku makan dengan mudahnya. apa dia tidak tahu seberapa mual perutku sekarang. ugh..
Krek…pintu kamarku dibuka.
“Annyeong,” sulli eomma masuk kedalam
“Annyeong eomma…”
“Kau belum makan?”
“ne.”
“aigoo..kau harus banyak makan. kau mau makan apa? eomma akan memasaknya untukmu.”
“Gwaenchanha eomma. aku merasa mual daritadi.”
“Ah..itu hal yang wajar. tapi kau harus tetap makan biar hanya sedikit, arra? kasihan anakmu.”
“Ne eomma.”
Kami berdua turun ke bawah. tak lama kemudian, eomma membawakan sebuah roti
“saat aku mengandung kyuhyun, aku juga merasakan hal yang sama. dan roti ini obatnya.”
“Gomawo eomma.”
“Kyuhyun itu sama saja dengan appanya. sama-sama sibuk bekerja. awalnya aku kesal karena tidak diperhatikan. tapi diam-diam, sebenarnya mereka memperhatikan kita.”
“Ne.”

~Kyuhyun POV~
“Heuh..”
Aku mengusap dahiku. memusingkan. masih ada dua berkas lagi. aku membuka foldernya. kudengar pintuku diketuk
“masuklah.
Krek.. aku menengok ke arah sana. Sekretaris yang baru, Song Victoria di sana
“Saya membawakan kopi untuk sajangnim.”
“Gamsamida. Tapi aku tidak meminum kopi. Untukmu saja”
Aku kembali mengerjakan berkas itu.
“Algesseumnida.”

~Victoria POV~
Aish…kenapa dia dingin sekali. Seketika aku mendapat sebuah ide untuk menarik perhatianku. Aku sengaja menuang kopi itu ke jasku
“Ah..panas!!”
“Haish..” dia memberikan tissue padaku. Aku membuka jasku. Memperlihatkan kemejaku yang pressbody.
“Ahh~” aku melempar jas itu ke bawah. menunduk hingga sela-sela itu terlihat. Aku menengok ke arahnya. Dia sama sekali tidak bergerak. dia justru kembali ke berkasnya. apa dia normal hah?
“Keluar dari ruanganku,” ujarnya
“Algesseumnida.”
Aku keluar dari ruangannya. kali ini aku kalah. lain kali..tidak akan. setidaknya.. 500 juta won? Aku akan mendapatkannya

———————————————

~Sooyoung POV~
Musim semi hari pertama. Hari ini kami wisuda. Akhirnya selesai juga semua perjuangan berat yang menyenangkan itu.
“Hana dul set. Kimchi!!”
Aku tersenyum melihat hasil foto bersama yoonyul
“Aku akan merindukanmu,” ujarku pada yuri
“Yaaa! Choi Sooyoung jangan buat aku ingin menangis!! Kita masih di Korea! Masih bisa sering bertemu arraseo?!”
Aku mengangguk
“Kau baik-baik dengan donghae,” ujar yuri pada yoona
“Yaaa!! Kau juga sama saja dengannya! Kau mau membuatku menangis hah!?!”
Kami berpelukan.
“Kalau dia lahir nanti, kau harus memberitahu kami!”
“Siap!” ujar kyuhyun yang sudah ada di belakangku
“Aku tidak mengerti. Sepertinya otak anakmu nanti melebihi einstein,” ujar yuri
“bagaimana bisa kalian berdua magna cum laude? benar-benar gila,” ujar yoona
“Hahahaahahaha.”
Aku menoleh ke kanan. changmin oppa di sana. mencari seseorang. kulihat yeoja itu tersenyum dari jauh. memeluk oppa.
“kau melihat apa?”
“ani.”
aku masih memperhatikan mereka. mata yeoja itu berbinar. seketika aku tersenyum. progress.

——————————————————–

~Sooyoung POV~
“Bosan..”
Aku menggerutu sendiri. Setelah lulus kuliah, aku disandra di rumah ini. Memang cukup menyenangkan awalnya. mengobrol dengan eomma. bermain piano. tapi lama-kelamaan membosankan. Krek..pintu kamarku terbuka
“Youngie, hari ini eomma akan ke Seoul Pasific. Kau mau ikut?”
“Ikut!”

~Victoria POV~
Aish..hampir semua cara kucoba. mulai dari bersikap manis dan lainnya. tidak ada hasil. apa namja itu normal? aku tidak mengerti. krek..pintu itu terbuka. menampakkan seorang yeoja dengan dress putih dan cardigan. sepertinya dia hamil 5 bulan. Wajahnya mungil dan cantik. rambutnya panjang, kecoklatan, dan wavy. dengan poni yang membuatnya tampak lovely. Yeoja itu berjalan masuk, berniat membuka ruang presdir tanpa izin
“Chankanam. Apa anda sudah membuat  janji?” tanyaku
“Janji? Aku tidak butuh janji untuk masuk ke sini.”
Dia langsung masuk ke dalam
“Agassi..”
“Annyeong~” ujar yeoja itu pada cho kyuhyun
“Kau…kesini dengan siapa?”
“dengan eomma,” ujarnya
Kyuhyun menatap ke arahku
“Kenapa kau masih di sana?” tanyanya
“Algesseumnida.”
Aku keluar dari ruangan. Yeoja itu siapa? Apa…istrinya? Andwaeyo. Bisa jadi adiknya atau temannya

~Kyuhyun POV~
“Aaaa..”
“Youngie, di ruangan ini ada CCTV yang bisa dilihat oleh appa,” ujarku
“Gwaenchanha. Daripada kau tidak makan. aaa..”
Aku tersenyum dan memakannya.
“Pekerjaanmu berapa berkas lagi?” tanyanya
“Ini yang terakhir.”
“Arra.”
Aku memeriksanya sebentar. Tiba-tiba dia berkata
“Aku tidak suka sekretaris itu.”
“Ne?”
“Pertama, pakaiannya terlalu ketat. Kedua, gayanya menyebalkan. Terakhir, dia centil.”
“Mau bagaimana lagi. Manager HRD yang menerimanya.”
“Kalau dia menggodamu, pecat saja.”
“Kalaupun dia melakukannya, aku tidak akan tergoda dengannya. sama sekali.”
“jinjja?”
“dia kalah sexy darimu.”
Pluk Dia memukul lenganku “Ini serius,” ujarku
“Haish.. ada little cho di dalam perutku. dia bisa mendengarnya.”
“Hahahahahaha. hwanajima~”
Aku menandatangani berkas itu dan selesai pekerjaanku.
“Kaja~ kita berkeliling hotel.”
“Kau tidak lelah?”
Dia menggeleng “Kajaaa”
“Baiklah.”
Aku mengunci pintuku dan pergi berkeliling hotel. Aku melingkarkan tanganku di perutnya. mengusapnya perlahan
“Berarti dia akan lahir di musim semi,” ujarnya
“Ne.”
Aku tersenyum melihat flatshoes yang dia pakai. Hadiah natal dariku
“hotel ini sedikit berubah. jadi lebih modern.”
“Designed by cho kyuhyun.”

—————————————————–

~Sulli POV~
“Bagaimana?” tanya kyuhyun padanya
“Mashita.””Bagaimana kalau kutambahkan jagung?”
“Sepertinya lebih enak.”
“Ne. Chef!”
Aku tersenyum melihat mereka berdua memasak. manis sekali. Hup. seseorang memelukku dari belakang
“Kau iri pada mereka eoh?”
“Ani. Aku hanya berpikir. mereka berdua seperti sepasang malaikat yang jatuh cinta. Innocent.”

~Sooyoung POV~
Memasuki bulan keenam. Aku mulai tidak bisa tidur. Baiklah. Aku menengok ke sebelah kananku. Kyuhyun sudah tertidur. Sangat, sangat tenang. Dia selalu terlihat tenang saat seperti ini. Aku menaruh tangannya di perutku. rasanya sangat hangat.  Aku tidak percaya. Tiga bulan lagi aku akan menjadi seorang eomma di usia 22 tahun. Dan cho kyuhyun yang memberiku semua kebahagiaan ini. Aku memejamkan mataku perlahan hingga akhirnya terlelap.

————————————————–

~Victoria POV~
Ini amat sangat menyebalkan. Apa namja itu sebegitu mencintai istrinya? Haish.. aku menghembuskan nafas kesal. Istrinya memang cantik dan tinggi. Tapi…tunggu dulu. Sepertinya aku tahu kelemahannya

~Sooyoung POV~
“Apa aku boleh membuka mataku sekarang?”
“Belum!!” ujar kyuhyun
“Sebentar lagi!!” ujar sulli eomma
“Hana dul set! Taraaaa!!”Aku tercengang melihat kamar ini. Warnanya biru pastel. Perabotannya berwarna putih. Mulai dari tempat tidur, tempat bermain, tempat mengganti popok, meja untuk membuat susu, lemari baju, dan bahkan alasnya berupa karpet
“Neomu kwiyeopta~”
Bahkan ada pemanas air di sana. benar-benar cantik
“Syukurlah kau menyukainya.”
“Gomawo!!”
“Dan..taraaa!! Ini pohon keluarga kita. nanti kita pasang fotonya disini,” ujar sulli eomma
“Wah…”

~Kris POV~
“Benar-benar manis bahkan dia memijit kaki anaenya,” ujar hyoyeon
“Ne.”
Kami berdua mengangguk setuju
“Tinggal satu rintangan berat.”
“Satu?”
“Namanya kepercayaan.”

————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku memperdengarkan musik dan mengelus perutku perlahan
“Eomma tidak sabar menunggu dua bulan lagi.”
Dung. Kurasakan dia menendang “Kau juga?”
Aku menengok ke arah bingkai foto itu. cho kyuhyun. kenapa aku jadi merindukannya tiba-tiba
“Baiklah. Kaja. Kita bertemu appa.”

~Kyuhyun POV~
Krek..pintu ruang kerjaku terbuka.
“Permisi sajangnim. Ini berkas yang harus ditangani.”
“Algesseumnida. Kau boleh keluar.”
“Algesseumnida.”
Aku kembali mengerjakan berkasku. Tiba-tiba yeoja itu berteriak
“Sajangnim! Pintunya tidak bisa terbuka!!”
“Mwo?”
Aku mencoba membukanya. Haish.. kenapa terkunci seperti ini. BRUK! Aku mencoba mendobraknya. Gagal. Pintu ini terlalu kuat. Aku mengambil teleponku. Kenapa tidak ada suara? AC ruangan ini juga mati. Lampunya juga mati. Ruangan ini tetap terang karena jendela yang besar
“Mana mungkin hotel mati lampu.”
Aku mencoba mencari bantuan
“Ah…panas…”
Yeoja itu melepaskan jasnya. Aku tidak mempedulikannya. Yeoja berisik. Kurasakan tangannya memegang tanganku
“Sajangnim..bagaimana kalau pintu ini tidak terbuka sampai pagi?” tanyanya
Aku melepaskannya “tidak mungkin”
Aku mengetuk pintu depan
“Apa ada yang diluar?”
Haish…sial.
“Sajangnim..kau tidak kepanasan?”
“Mwo?”
“Kalau panas..lepaskan saja jasmu.”
“Tidak.”
Aku mengambil cellphoneku. Tidak ada sinyal. Apa-apaan ini
“Euhm…”
Baik sekarang yeoja ini membuat suara tidak jelas
“Bisakah kau diam?” tanyaku
“Sajangnim…sepertinya…kau sudah lama tidak melakukannya dengan anaemu kan?”
Aku menebas tangannya
“Diam atau aku akan memecatmu victoriassi.”
“kau mengancamku?”
Dia memainkan jarinya di bahuku.
“Keluar dari sini. Aku akan memecatmu.”
“Oh ya? Aku takut,” ujarnya dengan suara yang menggelikan menurutku
Tok..tok..tokk
“Kyu!!!” aku mendengar suara teriakan itu dari depan
“Baiklah kita mulai adegannya, sajangnim.”
“Mwo?”
Dia menarik kerahku dan BRUK! Aku terjatuh di atasnya
“Kyu…”
Aku cepat-cepat berdiri
“Youngie! Ini tidak seperti yang kau lihat! Dia..”
Dia pergi tanpa mendengar penjelasanku
“KAU KUPECAT!”
Aku berlari mengejarnya
“YAAA! CHO SOOYOUNG!”
Hup. Aku berhasil mendapatkan tangannya
“Kau salah paham! Sekretaris itu..”
PLAK! Dia menampar pipiku
“Jadi ini penyebabnya. Kenapa kau sering pulang larut dari kantor dan membela sekretaris itu? Heum?”
“Youngie..dengarkan aku. Ini semua salah paham. Sekretaris itu memang menggodaku. Tapi aku tidak tergoda olehnya. Dia..”
“Lepaskan aku.”
“Youngie..”
“KUBILANG LEPASKAN!”
“Kau mencintaiku?”
Dia hanya diam
“Kalau kau mencintaiku, maka percayalah padaku.”
“Aku mencintaimu. Aku mempercayaimu. Tapi kau mengecewakanku. Sekarang lepaskan tanganku.”
“Youngie..”
“Jebal…kumohon lepaskan tanganku.”
Aku melepaskannya
“Aku butuh waktu untuk tenang.”
Dia masuk ke lift dan pergi
“ARRGHH!!!”
Aku mengacak rambutku. Tidak peduli orang-orang melihatku
“Sajangnim..”
“PECAT SONG VICTORIA SEKARANG JUGA!”

—————————————————–

~Changmin POV~
“Heuh..Kalau bertengkar, jangan kabur seperti ini. Selesaikan secara dewasa,” ujarku
“kau berkata begitu karena kau tidak tahu masalahnya oppa.”
“kau tidak mau bercerita. ya mana oppa tahu?”
“Hm…”
“Aku menyembunyikanmu di apartment ini paling lama dua hari. Setelah itu kau harus pergi.”
“Oppaaa!!”
“Yaa! Kau sudah berkeluarga. Jangan kekanak-kanakkan seperti ini. Lihat. dua bulan lagi kau jadi eomma. Masa kau kabur dari masalahmu hah? Cepat selesaikan berdua. Dan jangan libatkan eomma appa.”
“Ne.”
‘I’m trapped’cellphoneku berbunyi
Aku melihat nama itu. “Kyuhyun menelponku. Sepertinya dia memang tahu jalan pikiranmu.”
“Jangan beritahu kyuhyun kalau aku ada di sini.”
“Arra.”
Aku mengangkat teleponnya
“Yeoboseyo?”
“Annyeonghaseyo,hyung. Apa aku bisa bicara dengan sooyoungie?”
“Sooyoungie? Dia tidak ada di sini.”
“Hyung tidak perlu berbohong. Aku tahu dia pasti bersamamu sekarang.”
Aku menatap youngie. Ternyata namja itu benar-benar mencintainya. bahkan dia tahu sooyoungie disini
“Hyung, tolong katakan padanya kalau aku mencintainya dan tidak mungkin menyakitinya. Aku mengerti sekarang dia sedang emosi. Aku…titip dia, hyung. Tolong jaga dia dan pastikan dia makan.”
“Ne, algesseumnida. Annyeong.”
Aku mematikan teleponnya
“Apa katanya?” tanya youngie
“Dia tahu aku bohong. Dia tahu kau disini. Dia bilang dia mencintaimu dan tidak mungkin menyakitimu. Dia mengerti kau sedang emosi. Dia memintaku menjagamu dan memastikanmu makan,” ujarku
Youngie hanya diam
“Youngie, dengan dia mencarimu dan langsung tahu kau ada dimana, itu berarti dia peduli dan mencintaimu.”
“Molla, oppa. Aku lelah.”

~Seohyun POV~
Aku masuk ke kamar itu. Changmin oppa menceritakan semuanya padaku. Kurasa..jika sesama yeoja yang berbicara…akan lebih enak
“Annyeong,” ujarku
Dia menatapku sebentar “Annyeong.”
“Boleh..aku duduk disini?”
“Ne.”
Aku duduk di sampingnya
“Changmin oppa pasti memintamu ke sini untuk membujukku pulang,” ujarnya
“Ani. Aku kebetulan ke sini dan ingin bertemu denganmu.”
Dia hanya menghela nafas
“Kau ada masalah apa dengannya?”
“Kau tahu rasanya dikhianati?”
“ne?”
“rasanya menyebalkan. kau melihatnya dengan jelas di matamu. tapi hatimu ingin mempercayai perkataan namja itu.”
Aku mengangguk mengerti
“kenapa kau tidak coba mendengar penjelasannya?” tanyaku
“aku..”
“tiap orang punya kesempatan kedua. seperti aku.. awalnya aku memang tidak mencintai changmin oppa dan menerimanya untuk pelarian. tapi setelah kau menyadarkanku…aku belajar untuk mencintainya. dan beginilah kami sekarang.”
Dia menatapku
“Kau tahu kelebihan dirimu..hingga kyuhyun lebih memilihmu daripada aku?” tanyaku
“apa?”
“kau punya cintanya. kau yang mendapatkan pandangan itu darinya. dan kau yang mencintainya melebihi yang bisa kuberi padanya. maka dia memilihmu.”
Dia hanya diam
“aku hanya ingin menanyakan satu hal. pernahkah kau membuat sebuah kesalahan pada kyuhyun dan dia memaafkanmu? Bahkan tanpa mendengar penjelasanmu?”
Dia tidak menjawab. hanya air matanya yang menetes. yang langsung dihapusnya
“kyuhyun bahkan bisa memaafkanmu sebelum kau menjelaskan semuanya. kenapa kau tidak bisa memaafkannya, bahkan setelah kau mendengar penjelasannya?”
“Seohyunssi..”
“Aku memang tidak berpengalaman soal cinta. Tapi setidaknya aku tahu kalau orang-orang seperti changmin oppa dan kyuhyun layak untuk dipercaya. No doubts, dear
Kurasakan dia memegang tanganku “Gomawo.”

————————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku memainkan pajangan cupid itu. Pajangan miliknya.
“Hei. Kalau cupid memang ada. Bisakah kau membantuku?”
Aku menepuk noda di pajangan itu
“Pulangkan malaikat itu..pada tempat dimana dia seharusnya berada.”

~Sooyoung POV~
Perkataan seohyun terus membayangiku. “kyuhyun bahkan bisa memaafkanmu sebelum kau menjelaskan semuanya. kenapa kau tidak bisa memaafkannya, bahkan setelah kau mendengar penjelasannya?” Seketika kejadian saat aku kabur dari rumah bersama yoona yuri membayangiku. Padahal aku yang salah, tapi dia yang meminta maaf. Bahkan dia belum mendengar penjelasanku dan langsung mempercayaiku. kalau aku tidak mungkin minum alkohol ringan. sedangkan aku? bahkan dia sudah menjelaskannya. dan aku masih tidak mempercayainya. kenapa jadi aku yang merasa bersalah padanya sekarang? aku mengusap perutku perlahan
“Kyu ah..bogoshipoyo..”
Aku benar-benar bodoh. Sekarang aku mempertanyakan diriku sendiri. Kyuhyun bisa mempercayaiku. Tapi aku? Aku kalah. Aku pergi keluar kamar. Kulihat changmin oppa di sana “Oppa, tolong antar aku pulang sekarang”

—————————————————–

~Kyuhyun POV~
Krek…kudengar pintu kamarku terbuka. Aku tidak menengok ke sana. Itu pasti eomma yang mempertanyakan dimana sooyoungie
“Kyu..”
Tunggu…suara itu.. Tangan itu melingkar di leherku. wanginya. suaranya. hangatnya. dan cincin yang melekat di jarinya.
“You…youngie?”
Aku berbalik menghadapnya. Dia menciumku perlahan. sangat lembut
“Mianhae…aku malah meragukanmu dan..menuduhmu.”
“Aku…”
“Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Aku tahu ini bodoh. Tapi..aku mempercayaimu. Bahkan sebelum kau menjelaskannya seharusnya aku tahu. Kau tidak mungkin mengkhianatiku apalagi menyakitiku.”
“Youngie..”
“Apa aku..punya kesempatan kedua?” tanyanya
Aku tersenyum dan memegang tangannya
“Ini mimpi?”
Dia mencubit pipiku
“Aaw!!”
“Memangnya sakit?”
“ani.itu hanya efek suara.”
“Baiklah cho kyuhyun.”
“Welcome home,” aku merentangkan tanganku untuk memeluknya
“Kau menyebut dirimu rumah?”
“Ne. Rumah tempat malaikat itu pulang. Tempat dimana seharusnya dia berada.”
Aku memeluknya. Jarak kami hanya beberapa senti. Terhalang si kecil di perutnya. Dan akhirnya pertengkaran itu diakhiri dengan tawa

——————————————————–

~Sulli POV~
“Kyuuuu!!! Jeongmal aphayo!!”
“Tahan youngie, Sebentar lagi kita sampai.”
“Yoonwoo!!! Cepat menyetirnya!! Itu cucu kita akan segera lahir!!”
“ne, ne.”
Aku mengambil cellphoneku
“Yeobose..”
“Stella! Sooyoungie akan melahirkan hari ini!”
“MWO?”
“Kyaaaaaaahaaa….kyu aphayo!!”
“Omonaa!! Sooyoungie uljimayo!!!”
“AIgoo……eottokhe…”
“Tenanglah yeobo,” ujar yoonwoo
“Bagaimana bisa tenang!!! Ppali!!!”
“heuh..eomma…”
“Sebentar lagi youngie!! Bertahanlah!!”
NIT.NIT!! Aku menekan klaksonnya
“YAAA!!”
“Biar mobil di depan tahu kita buru-buru! PPALI CHO YOONWOO! Aku tahu kau pembalap mobil yang bagus!”

~Kyuhyun POV~
“Tarik nafas lalu hembuskan.”
“Kyuuuuuuu…”
Dia memegang tanganku denagn erat
“Ayo chagi..”
“Hosh..hosh..”
“Sedikit lagi nyonya”
“HEEEUHHH..”
Aku mengusap keringatnya. Aku baru tahu melahirkan seperti ini. rasanya pasti sangat sakit. Dia mencengkram tanganku sangat kuat.
“Heuh….aku tidak kuat kyu…”
“Kau pasti bisa chagi. Hwaiting!!”
“EUGHHH…..”
Aku melihat ke arah jam. Sudah sekitar 15 menit proses ini berlangsung
“Ayo chagi..”
“EUGHHHHH..”
“Oeeee…”
Dia melepaskan genggaman tangannya. Tertidur dengan lemas
“Gomawo,” aku mencium keningnya
“benar-benar melelahkan.”
Aku mengusap keringatnya. Tak lama kemudian seorang suster membawanya
“Putra pertama nyonya cho sehat.”
“Syukurlah.”
Suster itu menaruhnya di sebelah youngie. Aku mengusap kepalanya
“Namja, sesuai dugaanku.”
“Wajahnya tenang. Sama sepertimu saat tidur.”
“Mwo? Hanya saat tidur?”
“ne.”
“mengaku sajalah cho sooyoung. dia tampan karena ada genku disana.”
Dia mencium kening bayi kami
“gomawo menjadikanku seorang eomma.”
“cheonmanaeyo,” ujarku
“bukan kau, tapi dia.”
“aku menjadi pengisi suaranya.”
“jadi namanya..”
“Cho Soohyun. Sooyoung Kyuhyun. Sempurna dan permata.”
“Welcome to our happy family.”
“Very happy family.”

—————————————————-

~Sooyoung POV~
“Aigoo lihat lucunyaa!!” yuri memegang tangannya
“tangannya mungil,” ujar yoona
“tampan,” ujar yuri
“yaa! Kau tidak pedhopilia kan kwon yuri?” tanya yoona
“Yaaaa!! Andwae! Mana mungkin!”
“Hahahahahahahahaa.”
“Ahjumma-ahjumma berisik,” ujarku pada soohyun
“yaaaaa! Panggil aku noona,” ujar yuri
“Noona neomu yeppo,” ujar kyuhyun yang membuat seisi ruangan tertawa
“Yaa sadar umur!” ujar yoona
“Hahahahahahaha.”

~Kyuhyun POV~
“Awas..pelan-pelan..”
Dia mencoba menggendong soohyun. Soohyun memandang ke sekitarnya daritadi
“Kau tahu. aku tidak pernah membayangkan dia semanis ini,” ujarnya
“nado.”
“matanya mirip denganmu. hidungnya juga.”
“syukurlah. dia terjamin tampan.”
“soohyun ah. kenapa appamu begitu narsis eoh?”
“yaa! biar dia masih bayi dia mendengarnya”
Kulihat soohyun tersenyum ke sebelah youngie
“Sepertinya ada sesuatu yang manis yang dilihatnya.”
“ne.”
Aku mendekatkan wajahku pada youngie. Dia memejamkan mata. aku berniat mengerjainya dan mencium soohyun
“Kyuhyunie~!!”
“Wae? Aku kan ingin mencium soohyun memangnya salah?”
“Hmph.. setidaknya setelah ini dia yang akan memonopoliku darimu.”
“Oh ya?”
Cup. Aku menciumnya dengan cepat “tapi setidaknya, dia tidak bisa menciummu seperti itu”
“Kyu!!!”
Ckret!!
“Aigoo manisnya.”
“Yaaa eomma!!!!!! Kemarikan cellphonenya!! Bagaimana kalau saat besar nanti soohyun melihatnya?!”
“Justru biar dia melihat keromantisan appa eommanya untuk referensi”
“Yaaa!! Eommaaaa!!

~Hyoyeon POV~
“Happy ending,” ujar kris sambil melihat soohyun yang tersenyum pada kami
“Ani. ini bukan endingnya.”
“Ne?”
“Masih banyak pasangan di dunia ini yang harus kita hantar pada cinta sejatinya.”
“Kau benar.”
“Kau tahu, dunia ini terus berputar. dan selama itu terjadi, beribu cupid hadir untuk mewujudkan cinta para manusia. dan kisah cinta mereka, pasti akan diisi cerita-cerita lain. Pertengkaran kecil yang membuat mereka semakin menyatu. pernikahan-pernikahan teman-teman mereka yang akan mereka hadiri. hingga pernikahan keturunan mereka berikutnya. itulah proses hidup yang tidak akan berakhir,” ujarku
“Benar-benar romantis,”ujar leeteuk
“Jadi, bagaimana tawaranku? Kalian mau jadi cupid?”
“Ne?”
“Kalau begitu, tugas kris adalah memastikan im yoona menikah dengan lee donghae dan tugas leeteuk adalah memastikan seojoohyun menikah dengan shim changmin.”
“MWO?”
“Byeee!!” Aku melambaikan tangan pada mereka semua. Pergi ke atas langit. menaburkan serbuk pink di atas ruangan itu. Tiap orang di dunia layak untuk dicintai. Dan begitu pula mereka berhak mencintai. Jangan berkecil hati jika cintamu belum terbalas. karena suatu saat nanti, akan hadir orang yang bisa mencintaimu seperti pasangan yang kupandang sekarang. tiap orang punya hak untuk dipandang dengan tatapan mencintai. naif, mungkin bagi kamu yang belum merasakannya. tapi cinta itu memang buta. tidak peduli kekurangan pasangannya. hanya peduli pada dia yang kau cintai. apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. benci jadi cinta. tapi dari manusia, cupid pun belajar untuk memasangkan manusia dengan cinta sejatinya, bukan dengan orang yang “bernilai lebih” dimata banyak orang. kau tidak akan pernah menemui cinta sejatimu selama kau menjadi orang lain. jadilah dirimu sendiri. tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. tapi percayalah, ada orang tidak sempurna yang akan memberikanmu cinta yang sempurna dengan ketulusan hati. dan di saat itu, seorang cupid akan bersiap dengan panahnya untuk menjaganya. karena kami adalah malaikat cinta. yang punya seribu satu cara mewujudkannya. Aku berdiri di dekat atap itu. Menulis halaman terakhir diaryku. Apa kau mau tahu isinya?

Di saat kau berpikir dirimu tidak berharga, tidak sempurna, tidak layak dicinta. Aku ingin kau mengingat kata-kata ini
Ada seseorang di luar sana sedang mencarimu
Dan kau adalah alasannya untuk tersenyum
-Cupid’s Diary halaman terakhir-

-The End-

88 thoughts on “Baby Maybe [Part 6-End]

  1. Yeay happy ending kyu sama soo sama soohyun, seo sama chang, yoong sama hae dan vict ke laut huahahaha :D eh tp kasian yuri, gak masuk di diary cupid ya? but actually keren kok thor^^

  2. Hueeee..pesannya sungguh menyentuh..akhirnya happy end..kris ma teuk jd cupid..wah lucu kali ya,soalnya bru ngebayangin soo ma hyo yg cupid..hehe as dong thor..please jebal..untuk ff ini supeeeeer daebaaaak!!waiting your next ff!haha..keep write!

  3. Omona!! udah ending ternyata ;(
    Author, masih berharap ff ini jalan terus loh. Tapi gak apa-apa yang penting happy ending YEAY!! *tebarmenyan
    pokoknya TOTALLY DAEBAK!! banyak moral value-nya lagi, hehe
    Akhirnya seohyun nemu pasangannya, tingga yuri eonni yang belum nemu. Si Victoria jahat, hu~~
    Ditunggu karya selanjutnya ya terutama kyuyoung ff!! Daebak, terus berkarya ya author. FIGHTING!!!? ^^9

  4. Happy ending
    happy family
    kyuyoung daebakk
    aq ska krakter hyoyeon yg jd cupid
    next ff aq tggu chingu
    HWAITING !!!

  5. Jeongmal daebakk..smua karya author keren2 hwaaaa autohhhh kerennn dehhh suka bgt dgn kata2 trakhirnyaaa..keep writing’-‘)9

  6. happy ending buat semuanya,
    suka banget sama kata-kata terakhirnya, menyentuh hati,
    authornya emang daebak :)
    d tunggu karya baru nya

  7. Happy ending :)
    Daebak ! Suka bnget sma kryamu ini thor :) (y) Quotesnya keren2 :)
    Part ini juga panjang bnget, pkoknya memuaskan deh :)
    Ditnggu karya lainnya :)

  8. Huwah daebak banget thor
    Gak nyangka mereka udah punya anak
    dari pertama yang gak nerima pernikahan ini dan sekarang mereka saling mencintai dan bahagia
    Daebk daebak :)
    Terharu sumveh thor .-.

  9. gak tau deh apa mau dikatain buat author!
    yang jelas ff nya bener2 DAEBAK! banyak arti kehidupan yang aku dapat!
    kok author bisa hebat gini sih? kekekeke
    thor, mian yah, aku cuma komen part ini aja, soalnya ngebet banget baca lanjutan part2 nya.
    keluarganya manis banget! moga bahagia deh!

  10. Kyaaaa manisnya kyuyoung~ :-D
    keren bgt!
    Bener2 kLimaks!
    Chukkae Happy cho family! ^^
    akhirnya.. Makin harmonis rumah tangga kyuyoung dg kehadiran soohyun baby! So.. Perfect family! :-D

  11. Yah aku kira endingnya mereka akan tau kalo sbenernya legenda cupid dan malaikat pencabut nyawa itu mereka sebelum reinkarnasi :(

    Tp over all ceritanya bagus bgt!! :) daebak thorrr
    ^^
    Bikin ff soowon dong thor selanjutnyaaa. Kangen sm merekaaa :”(

  12. Aku gregetan ma ni ff. Chingu buat ASnya dong oneshoot aja. Buat mereka ingat ma last live mereka. Mau mereka nemu sendiri kek ato stella omma cerita klo syoo onnie mirip banget ma sahabatnya ato yoonwon appa cerita klo syoo onnie itu mirip cupit nunanya, ato dengan cara lain kek. Aku gemes banget pingin mereka itu ingat

  13. DAEBAK!!!! ini FF argh aku speechless bgt ini buat ngungkapinnya.
    author, siapa namamu? aku bener2 seneng bisa baca hasil karyamu, semoga kita bisa berteman :)
    DAEBAK!!

    • annyeong chingu ^^~ mianhae author merahasiakan nama disini karena ingin mendapat comment objektif. Mohon dimengerti. senang bisa baca commentmu chingu :*
      NB : author bakal reveal nama kalau udah nerbitin buku *amin* hehehe~

  14. Wahh keren, , fell ny dpt..
    Kris ma Leeteuk jadi cupid?
    Seo akhirnya nemuin cinta sejatinya..
    Happy end..
    Tapi dlm cinta kepercayaan tu sgt susah di dpt..
    Salut ma kyuppa..
    Jadi suami yg setia dan penyayang..
    Mempercayai soo walau blm di jelaskan.
    Gk rela end.. yg penting happy end..

  15. suka bnget ama kata2 hyo eonni di bab akhir
    ternyata bukan cuman kyuppa ama syoonni yg rengkarnasi
    vicjumma sama seobab juga yah

    keep write ne eonni
    fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s