Baby Maybe [Part 5]

your man

Title : Baby Maybe

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Stella Kim
*Shim Changmin
*Choi Sulli
*Jo Yoonwoo
*Kim Hyoyeon
*Leeteuk
*Kris Wu

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-16

~Kyuhyun POV~
Aku terdiam melihat kolam renang itu. Seketika bayangan itu muncul kembali. Bayangan saat aku nyaris ditenggelamkan di kolam renang ini….
“Kau siap?” tanya pelatihku
Aku memejamkan mataku. Menarik nafas dalam. Setidaknya mencoba melawannya lebih baik dibanding melihat seorang yeoja menolongku
“Ne.”

——————————————————–

~Sooyoung POV~
‘Ada keperluan yang harus kukerjakan setelah selesai kuliah. Mianhae’
“Haish…” aku memasukkan cellphoneku ke dalam tas. Lagi-lagi keperluan. Sebenarnya dia pergi kemana?
“Kyuhyun pergi lagi?” tanya yuri
Aku mengangguk  “Aku heran padanya. dia pergi entah kemana dari kemarin.”
“Jangan-jangan…dia selingkuh,” ujar yoona
“Yaaa! Mana mungkin!”
Seketika aku terdiam. Selingkuh? Mana mungkin. Tapi.. entah kenapa bayanganku adalah si yeoja centil di perpustakaan itu. Aish..mana mungkin dia berselingkuh dariku untuk orang seperti itu. Tunggu dulu. Kenapa..aku jadi peduli padanya..

~Seohyun POV~
Aku melakukan pemanasan sebelum masuk ke kolam renang. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang  namja yang sedang berenang di sana. Tunggu dulu. itu…si namja di perpustakaan? Kulihat dia duduk di pinggir kolam dan memakai baju handuk. Aku berniat ke sana. Tunggu dulu. kalau aku langsung ke sana..dia pasti berpikir aku mengikutinya. Haish.. byur. Aku masuk ke kolam renang sebentar lalu langsung naik ke atas dan memakai baju handuk. Setidaknya.. ini dinamakan tidak sengaja bertemu. aku berjalan ke arahnya
“Annyeong,” ujarku
Dia melihatku dengan bingung”Kita bertemu dua kali di perpustakaan. Ini yang ketiga,” ujarku
“Ah..ne.”
“Seohyun imnida,” ujarku
“Kyuhyun imnida.”
Jadi namanya kyuhyun…
“Yang kemarin itu..yeojachingumu?” tanyaku
“Ah bukan.. dia..”
“Arraseo. Aku mengerti.”
Aku duduk di kursi sebelahnya. Ternyata itu bukan yeojachingunya. mungkin hanya pura-pura untuk membuatku kesal
“Sepertinya aku baru melihatmu di sini,” ujarku
“Ah, ne.”
“Aku sudah lama berenang di sini. Sebagai hobby,” ujarku
Dia hanya tersenyum dan meneguk cangkirnya
“Yeoja yang kemarin itu..choi sooyoung kan?” tanyaku
“Ne.”
“Dia sangat populer di kampus. Banyak namja yang menyukainya.”
“Aku tahu,” ujarnya

—————————————————

~Sooyoung POV~
“Jangan-jangan dia selingkuh.”
Haish…kenapa aku jadi memikirkan kata-kata itu. Memang apa peduliku? dia nampyeonku? itu status. tapi bisa saja kan dia… aigoo choi sooyoung sadarkan dirimu!!
“kenapa kau memukul kepalamu seperti itu?”
Aku menengok ke arah pintu. kulihat dia di sana
“Ani. Kau darimana?” tanyaku
“Aku..ada urusan dengan dosen Park.”
“Urusan apa?”
“Kenapa kau mau tahu segala hal?” tanyanya
“aku kan hanya bertanya. ya sudah kalau tidak mau dijawab”
Aku  pergi ke bawah dan mencari resep kue. Setidaknya lebih baik untuk menyegarkan pikiran

~Kyuhyun POV~
“Ada apa dengan yeoja itu?”
Aku menggeleng melihatnya. Tiba-tiba aku masuk, diintrogasi, dan setelah itu dia pergi ke bawah. Aku menaruh tasku di dalam lemari. Apa..aku salah menjawabnya? Tapi tidak mungkin kujawab kalau aku latihan berenang. Tunggu dulu..kenapa aku jadi memikirkannya. Aish…pikiran ini menggangguku. Aku pergi ke bawah. mencarinya. Kudengar ada bunyi mixer dari dapur. Aku pergi ke sana. Ternyata dia sedang membuat kue
“Kau membuat apa?” tanyaku
“Kenapa kau mau tahu segala hal?”
Aku menarik nafas. “Kau marah karena aku mengatakan hal itu padamu?” tanyaku
“Ani. untuk apa aku marah.”
Dasar yeoja. mereka marah untuk hal-hal seperti ini. aku mengambil tepung dan mencorengnya di wajahnya
“Kyuhyun!!”
“Kau tidak perlu membeli bedak setelah ini. kau terlihat lebih cantik dengan tepung.”
Sret. Dia mencoreng mukaku
“Kau tidak perlu memakai masker. Tepung membuat wajahmu lebih halus.”
“Oh ya, kita lihat siapa yang menang.”

~Sulli POV~
“Hahahahahahhahaha.”
Aku pergi ke arah dapur. mengintipnya. Kulihat mereka sedang mencoret muka satu sama lain
“Yaaa!!! sayang tepungnya!!” ujar youngie
“Kau tidak perlu mencari alasan!!”
“Yaaa!! Cho Kyuhyun!!”
“Choi Sooyoung centil, memakai bedak yang sangat tebal!” ujarku
“Cho Kyuhyun sok tebar pesona! Memakai masker tepung di wajahnya!”
Aku tersenyum melihat mereka berdua. Benar-benar manis. Aku mengeluarkan cellphoneku dan memotretnya lagi. Aku akan menunjukkan foto ini pada stella

——————————————-

~Kyuhyun POV~
“Kita membuat dapur eomma berantakkan,” ujar youngie sambil membersihkan tepung di meja
Aku hanya tersenyum dan menyapu tepung di lantai.
“Lihat, sayang sekali tepungnya,” ujarnya
“Gwaenchanha. Bagiku lebih baik sekarung tepung dibuang dibanding melihatmu marah,” ujarku
“Ne?”
“A…maksudku..”
Tring.. suara oven itu berbunyi. Dia mengeluarkan kue dari sana. Wanginya benar-benar enak
“Sepertinya kue itu enak.”
“Tentu saja. Yang membuatnya adalah choi sooyoung.”
“Aku tidak tahu kau pintar memasak,” ujarku
“Kau terlalu meremehkanku.”
Kulihat dia memotong kue itu
“Aku ingin mencobanya.”
“Baiklah.”
“Aa..” ujarku
“Yaa! Kau mau aku menyuapimu?”
“Aku sedang menyapu. Tanganku kotor. Ppali! Aku ingin mencobanya,” ujarku
“Arra.”
Dia memotong kue itu dan menyuapiku
“Enak?”
“Mashita.”
“Apa kau tahu ini kue apa?” tanyanya
“Ne?”
“Kue wortel.”
“MWO?”
“Hahahahahahahaha.”
“Bagaimana bisa..jadi seenak ini?” tanyaku
“Saat kecil, aku juga benci sayuran. Tapi eomma selalu punya cara agar aku memakannya. Termasuk ini.”
“Arra. Aku tidak peduli ini dari wortel atau apa. Yang jelas ini sangat enak.”

~Hyoyeon POV~
“Sepertinya mereka saling menyukai,” ujar leeteuk
“Hanya tidak menyadari,” ujar kris
“Menurut catatanmu, kapan mereka sadar?” tanya leeteuk
Aku membuka bukuku. tersenyum kecil “Molla.”
“Yaaa!! Malhaebwa!!”

———————————————————–

~Sulli POV~
Aku dan yoonwoo sedang berkeliling di lotte. tiba-tiba pandanganku tertuju pada baju-baju bayi yang dijual di sana
“Yeobo..”
“Ne?”
“Tidakkah kau ingin membelikan benda-benda itu untuk cucu kita?”
“Cucu?”
Aku mengangguk
“Kapan mereka memberi kita cucu? Aku tidak sabar mendekorasi kamarnya,” ujarku
“Sulli, mereka tahu apa yang terbaik untuk diri mereka sendiri.”
Aku menghela nafas “Aku ingin menggendongnya. Sangat ingin.”
“Kalau begitu..bagaimana kalau besok kita liburan ke Nami Island?”
“JINNJA?”

—————————————————

~Kyuhyun POV~
Hari pertama musim gugur. Aku berada di Nami Island. Hanya dua hari satu malam.
“Wahh!! Indahnya!!” ujar eomma
Daun-daun berguguran. Ranting pohonnya mulai kering.
“Hei, sudah sana berkelilinglah naik sepeda,” ujar eomma
“Ne?”
“Ppali!!”

~Sooyoung POV~
Kring.. sepeda itu berbunyi. Aku duduk di belakangnya
“Aku baru pertama kali ke sini,” ujarku
“Apa kau benar-benar orang korea eoh?”
“Aish…appa tidak pernah mengajakku ke sini! Dia selalu pergi berdua dengan eomma.”
“Kau kan berisik. Pantas tidak diajak. Ini tempat orang-orang mencari ketenangan.”
“Yaa!!”
Kulihat dia menggoes sepedanya lebih cepat
“Kyaaa!! Cho Kyuhyun pelan-pelan! Aku tidak mau mati!!” ujarku
“Hahahahaha kau tidak lihat. Di sini hanya ada orang bersepeda dan orang yang berjalan kaki! Kau tidak akan mati hanya karena jatuh dari sepeda!”

~Kyuhyun POV~
Dia melingkarkan tangannya di pinggangku. Deg..lagi-lagi dia berbunyi. Rasanya ribuan kupu-kupu terbang di sana. Haish..kenapa aku merasa seperti ini. Aku menghentikan sepedaku di dekat sebuah pohon dimana beberapa orang ada di sana
“Kenapa mereka melihat pohon itu?”
“Molla.”
Aku pergi ke sana bersamanya. Rasa penasarannya memang tinggi
“Jeogiyo,” ujarnya
“Ne?”
“Ada apa dengan pohon ini?” tanyanya
“Kau tahu cerita tentang kisah cinta seorang cupid dan malaikat pencabut nyawa?”
“Ne?”
“Mereka mengukir nama mereka di sini. Dan katanya jika kau memegang ukiran itu, cintamu abadi.”
Aku terheran mendengarnya
“Itu hanya tahayul. Mana mungkin seorang cupid dan seorang malaikat pencabut nyawa menjalin cinta terlarang,” ujarku padanya
Setelah orang-orang itu pergi, kulihat dia menghampiri pohon itu
“Hei, entah kenapa aku merasa.. aku pernah mengukir inisial namaku di pohon,” ujarnya
“Kenapa…aku juga merasakan hal yang sama…”
Aku memegang ukiran itu. KS.
“Yuri pernah menceritakan kisah ini padaku,” ujarnya
“Ne?”
“Katanya, mereka terpisah dan berjanji akan bersama di kehidupan kedua. Rasanya sangat romantis. Tapi..sulit dipercaya,” ujarnya
“Out of logic. Daripada mempercayai itu, lebih baik kita berkeliling pulau ini.”
“Arra.”

~Kris POV~
Aku menggeleng melihatnya
“Bahkan mereka mengatakannya tidak masuk akal,” ujar leeteuk
“Mereka kan tidak ingat,” ujar hyoyeon

——————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku duduk di pinggir kolam renang hotel. Kyuhyun duduk di sebelahku.
“Aku masih memikirkan tahayul itu,” ujarku
“Waeyo?”
“Temanku pernah bilang.. kalau cupid dan malaikat pencabut nyawa itu awalnya bertengkar. Karena cinta dan logika tidak sejalan. Namun lambat laun, mereka saling jatuh cinta karena perbedaan. Dan berkat cinta mereka, mereka menjadi manusia sehari. Yang paling terkenal adalah ukiran di nami island itu. K dan S. Tapi sampai sekarang, tidak ada yang tahu kebenaran ceritanya. Itu menjadi rahasia,”ujarku
“Justru itulah kenapa tahayul itu menarik. Karena tidak ada yang tahu kebenarannya.”
“Kau benar.”
“Kau mau hot chocolate?”
“Ne.”
“Aku akan mengambilkannya untukmu. Tunggu sebentar.”
Aku tersenyum kecil melihatnya menjauh. Seketika pandanganku tertuju pada cincin di jariku. Aku melepaskannya sebentar. kemudian membaca inisial di sana. KS. Kenapa perkataan yuri jadi membayangiku..
“Jangan-jangan KS itu Kyuhyun dan Sooyoung.”
Aku menepisnya. Haish..pikiran apa itu. Plung! Kudengar sesuatu terjatuh ke kolam renang
“MWO?”
Aku mencoba melihatnya. Aish..bagaimana bisa cincin itu masuk ke sana.. Aku menengok ke sekitar. Tidak ada alat untuk mengambilnya. Mau tidak mau, aku yang harus ke sana untuk mengambilnya. Byur. Aku masuk ke sana. Mencari cincin itu. Aku menemukannya dan memakainya. Setelah itu mencoba ke atas. Tiba-tiba kurasakan kakiku kram. Celaka..aku langsung melompat ke sini dan belum pemanasan
“Hmph…!!!”

~Kyuhyun POV~
“Hot cho…”
Aku menengok ke sekitar. Dia kemana? Padahal aku sudah menyuruhnya menungguku. Pluk..pluk.. kudengar bunyi itu dari kolam renang. Itu.. Itu tangannya!
“Youngie!!!”
Byur! Aku masuk ke sana. Kulihat dia benar-benar tenggelam. Aku menggendongnya ke atas
“Yaaa!!! Cho Sooyoung!!!”
Aku menepuk-nepuk pipinya
“Yaaa!! yaa!! irreona!”
Aku memegang tangannya dan memompa jantungnya
“Yaa!! Cho Sooyoung!!”
“Omonaa!! Kyu ah dia kenapa?!!”
Tidak berfungsi. Aku menatapnya. Tidak ada pilihan lain

~Sulli POV~
Aku berjalan-jalan di area hotel. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada dua orang di pinggir kolam itu.
“Omonaa!! Kyu ah dia kenapa?!!”
Youngie pingsan. Baju dan rambutnya basah. Dia…tenggelam? Aku menengok ke arah kyuhyun. Dia… dia menyelamatkannya? Kulihat kyuhyun memberi nafas buatan padanya. Omona…kenapa ini benar-benar romantis..
“Uhk…”
“Syukurlah…”
Aku menghela nafas lega
“Yaa!! Kenapa kau masuk ke kolam renang malam-malam? Kau pasti tidak pemanasan lagi!” ujar kyuhyun
“Ka…kau.. yang menolongku?”
“Menurutmu siapa lagi eoh? Jelas-jelas bajuku basah karenamu.”
Aku tercengang melihatnya. Kyuhyun menggendongnya
“Yeobo!! Kau lihat? Itu manis sekali!!” ujarku
“Ne.”

~Kyuhyun POV~
“Kenapa kau masuk ke sana?” tanyaku
“Cincinku jatuh ke kolam renang.”
“Seharusnya kau pemanasan dulu,” ujarku
“Kapan..kau belajar berenang?”
“Sejak dua minggu lalu.”
“Maksudmu..sejak dari Jeju?” tanyanya
Aku hanya diam
“Jadi..itu yang kau sebut sebagai ‘urusan’ setelah pulang kuliah?”
“Lebih baik aku melawan traumaku daripada diselamatkan oleh seorang yeoja. Seharusnya aku yang melindungimu, bukan kau yang melindungiku. Coba kalau kejadiannya seperti tadi. Aku juga tidak rela kalau kau diselamatkan oleh namja lain.”

—————————————————

~Seohyun POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki perpustakaan. Kulihat namja itu di sana. Aku mencoba tersenyum dan menyapanya
“Annyeong.”
Dia hanya menengok ke arahku sebentar dan tersenyum tipis
“Sudah lama aku tidak melihatmu di kolam renang?” tanyaku
“Ne. Aku sudah berhenti.”
Aku mengusap tengkukku “Begitu…”
Dia mengambil sebuah buku “Aku pergi dulu. Annyeong.”
“Ne.”
Aku menatapnya kesal. Kenapa dia cepat sekali pergi
“Yaa! Seohyun ah!”kudengar seseorang memanggilku
Aku menengok ke arahnya
“Sica ya.”
“Aku mencarimu daritadi. Rupanya kau di sini.”
Aku tidak mempedulikannya
“Yaa! Kenapa mukamu ditekuk begitu?”
“Sica! Menurutmu apa kelebihan choi sooyoung dibanding diriku.”
“MWO?”
“Sssst!!” ujar orang-orang di perpustakaan. Aku menarik sica keluar perpustakaan
“Memangnya kenapa?” tanya sica
“Aku..menyukai seorang namja.”
“Omona..seohyun ah. Setelah bertahun aku..”
“Hentikan drama queen mu. aku belum selesai bercerita.”
“Ne, ne.”
“Tapi namja itu..sepertinya menyukai choi sooyoung.”
“Apa namja itu gila hah. Menyukai seseorang yang sudah menikah?”
“MWO? Menikah?”
Sica mengangguk
“Maksudmu choi sooyoung, putri tunggal choi company kan?”
“Ne.”
“Dia sudah menikah! Nampyeonnya pemilik Seoul Pasific Hotel.”
“JINJJA?”
Sica mengangguk
“Tapi..memang sih..para namja masih kecewa. Mungkin namja yang kau sukai adalah salah satu dari sekumpulan orang gila yang masih menunggunya,” ujar sica
“Memang apa lebihnya choi sooyoung dibandingku huh?” tanyaku
“Seohyun ah.. kau bayangkan saja. apa ketidaksempurnaan yang dimiliki yeoja itu? Dia cantik, tinggi, kaya, genius, seperti model, ramah, pandai bersosialisasi, dan nampyeonnya sangat sempurna. Benar-benar queen bee..”
Aku berpikir keras
“Nampyeonnya seperti apa?” tanyaku
“Aku tidak tahu persis. Tapi yang kudengar dari orang-orang, nampyeonnya sangat tampan, lebih genius darinya, dan dia putra tunggal pemilik Seoul Pasific Hotel.”
Aku menghela nafas
“Aku heran dengan orang-orang seperti itu. Bukankah manusia diciptakan berbeda untuk saling melengkapi? Namja itu sudah tampan, genius, dan kaya. Untuk apa dia mencari yeoja yang cantik, genius, dan kaya sepertinya?” tanyaku
“Seohyun ah..drama sangat berbeda dengan kehidupan nyata. Di drama, goo joonpyo bisa bersama geum jandi. Tapi di kehidupan nyata? Itu tidak mungikin terjadi.”
“Lalu aku harus bagaimana?” tanyaku
“Make over.”
“Make over?”
“Bingo.”

————————————————————-

~Kyuhyun POV~
“Hahahahahahaha. Mukamu seperti kucing.”
“AISH..lihat saja cho kyuhyun. Aku akan mencoret mukamu setelah ini!”
“Coba saja kalau kau bisa.”
Kami sedang bermain PS. Siapa yang kalah akan dicoret dengan bedak. Sudah ada enam coretan di wajahnya. Di wajahku? Tidak ada satupun. Aku ini gamers sejati. Tidak terkalahkan. Aku tersenyum melihat wajahnya penuh coretan. Tiba-tiba..
“Game over..”
“MWO?”
“Hahahahaha. habislah kau cho kyuhyun”
Dia mencoret-coret mukaku dengan bedak
“Yaaa! Perjanjiannya kan hanya satu coretan!”
“Ini satu coretan!”
“Yaa! Ini lima coretan!!”
“Aku mencoretnya dengan jari yang sama.”
“Haish..dasar curang.”
“Hahahahahhahaha.”
Dia mengambil cellphonenya.
“Kita harus memotretnya. Mengalahkan cho kyuhyun seperti masterpiece untukku,” ujarnya
“Ne, arra.”
“Hana dul set. Kimchi!!”

————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku menengok ke sebelahku. Dia sudah tertidur. Aku mematikan televisi itu. Aku berniat memindahkannya. Tapi..dia bisa terbangun. Seketika pandanganku tertuju pada wajahnya. Matanya terpejam sempurna. Garis wajahnya tenang. Aku tersenyum melihatnya. Bagaimana bisa yeoja sesempurna ini adalah anaeku? Aku mengusap kepalanya perlahan
“Hei, apa kau mau mendengar hal yang menarik?”
Aku mendekatkan wajahku padanya. Mencium matanya. Perlahan aku mencium bibir mungilnya
“I think I love you.”

~Sulli POV~
Krek..aku membuka pintu kamar mereka perlahan. Aku menutup mulutku. Kulihat kyuhyun tersenyum menatapnya. Aku cepat-cepat mengeluarkan cellphoneku. Mematikan suaranya. Kemudian merekamnya diam-diam. Kyuhyun mencium matanya. Omonaa…itu adalah ciuman paling romantis dari semua drama yang kutonton. aku menggigit bibir bawahku. menahan kata aigoo itu. dia mencium bibirnya perlahan. sangat lembut. Aku menutu pintu itu perlahan. aku yang melihatnya saja berdebar. apalagi yang merasakannya.
~Yoonwoo POV~
“Hoaaam..annyeong appa.”
Aku terdiam melihat mereka berdua. Wajahnya penuh coretan. Aku menengok ke arah sulli. Kulihat dia sibuk memotretnya
“Kyuhyun ah, sooyoungie. Muka kalian..kenapa?”
“Ne?”
Kulihat mereka saling bertatapan
“Hahahahaahahahahahahahahahahhaa.”
Aku menggeleng melihat mereka menertawakan diri satu sama lain
“Kau belum menghapusnya?” tanya kyuhyun
“omonaa!!!”
“Hahahahaha. Sudah habiskan sarapan kalian dulu saja, kalian kan harus berangkat kuliah,” ujar sulli
“Ne.”
Aku menahan tawa melihatnya. Hyung dan noona. Membayangkan mereka melakukan ini sekarang rasanya lucu

———————————————

~Seohyun POV~
Aku menarik nafas dalam. Aku tidak biasa memakai pakaian seperti ini
“Sica..rasanya mataku tidak nyaman.”
“Haish..sudah kau sudah cantik.”
“Sica..roknya kependekan,” ujarku
“Sudah!! Cepat sana hampiri namja itu!”
“A..arra.”
Aku melangkahkan kaki ke sana.
“Annyeong kyuhyunssi,” ujarku
Dia hanya melihatku sebentar “annyeong,” ujarnya santai. seolah tidak melihat perubahanku. haish..dia ini cuek atau pura-pura cuek sebenarnya
“Penampilanku hari ini bagaimana?” tanyaku
Dia tidak mempedulikannya. Kulihat yeoja itu datang lagi. Aish.. Kulihat dia tersenyum kecil pada kyuhyun. Kyuhyun membalasnya. Kulihat yeoja itu menggenggam tangannya
“Kaja.”
Aku memanas melihatnya. Aku keluar dari perpustakaan
“Bagaimana?” tanya sica
“Gagal total. Choi Sooyoung menghancurkannya lagi! Dia bahkan menggenggam tangannya!” ujarku
“Seohyun ah. Sepertinya.. kau harus membuat perhitungan dengan yeoja itu. Lagipula.. bagaimana bisa yeoja yang sudah menikah menggenggam tangan namja lain?”
“Ne. kau benar.”
~Kyuhyun POV~
“Kuperhatikan..kau sering bertemu yeoja itu di perpustakaan,” ujarnya
“Ne. Dia sering sekali menggangguku,” ujarku
“Oh.. kukira kau senang dia menemuimu.”
“Yaa! Mana mungkin. Dia sangat berisik. Aku sendiri heran padanya. Aku tidak mengerti apa maunya,” ujarku
“Jinjja? Sepertinya dia memake over dirinya untuk menarik perhatianmu. Kukira kau tertarik,” ujarnya
“Yaa cho sooyoung. Mana mungkin aku tertarik padanya sedangkan aku sudah menikah dan anaeku jauh lebih sempurna dari…”
“Ne?”
“Ani. maksudku..aish..sudahlah lupakan.”
~Kris POV~
“Benar-benar babo. Padahal dia sangat genius di kampus. Tapi babo soal cinta. bagaimana bisa dia tidak sadar kalau dia sudah jatuh cinta?” tanya leeteuk
“itulah manusia. terkadang mereka buta pada apa yang sudah ada di depan mata mereka.”
“Setelah ini apa yang akan terjadi?”

——————————————–

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku memasuki kantin. Tiba-tiba seorang yeoja menahanku. Aku melihatnya sebentar. Yeoja centil itu
“Kita perlu bicara,” ujarnya
“Mwoya? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?”
Dia menarikku ke jauh dari keramaian
“Kenapa kau mencari perhatian kyuhyun?” tanyanya
“Mwo?”
“Tidak usah pura-pura bodoh choi sooyoung. Apa kau tidak malu hah? Kau sudah menikah dan kau masih mencoba menarik perhatian namja lain? Bermesraan dengannya di kampus? Menggandeng tangannya? Melingkarkan tanganmu di lengannya?”
Aku melipat tanganku. Baik. Yeoja ini sudah gila
“Justru seharusnya aku yang bertanya padamu, sweetie. Kenapa kau mencari perhatian cho kyuhyun?” tanyaku
“Aku tidak habis pikir denganmu. Aku tahu kau sempurna, tapi itu bukan berarti kau bisa melarangku untuk menyukainya,” ujarnya
“Maksudmu..cho sooyoung tidak boleh melarangmu menyukai cho kyuhyun?” tanyaku
“Cho..sooyoung?”
Aku tersenyum padanya
“Justru aku yang seharusnya bertanya padamu. Ada apa denganmu? Aku tidak mengenalmu. Kau tiba-tiba menarikku. Menanyakanku kenapa aku menarik perhatian nampyeonku sendiri.”
“M…mwo?”
“Pertama, seharusnya aku yang marah padamu karena kau mencoba menarik perhatian cho kyuhyunku dan menuduhku. Kedua, seharusnya kau mengoreksi dirimu sendiri. Apa kau pikir dengan rok pendek dan soft lense akan ada namja yang benar-benar mencintaimu? Dan yang terakhir, kusarankan padamu untuk menyelidiki seorang namja sebelum jatuh cinta padanya. Arraseo?”
Aku berjalan menjauh darinya. Kyuhyun benar. Dia yeoja berisik.

~Seohyun POV~
Aku terdiam. Wajahku memerah. Omona..ini sangat memalukan. Seketika bayangan itu muncul di kepalaku. Bayangan saat sooyoung melingkarkan tangannya di lengan kyuhyun dan tersenyum padaku. Bayangan saat kyuhyun tidak peduli padaku. Dan…
“Apa dia yeojachingumu?”
“Ah bukan.dia..”
“Arraseo.”
Aku terdiam mengingatnya. Babo. Aku langsung menghakiminya sepihak hanya karena kata “bukan” Berarti saat itu dia ingin mengatakan “Ah bukan. dia anaeku.” Aku memukul kepalaku. Bodoh..sangat bodoh

————————————————-

~Kyuhyun POV~
“Jadi selama ini dia tidak tahu kalau aku sudah menikah?”
Sooyoung mengangguk
“Kukira dia sudah mengerti. Karena saat itu dia bertanya padaku ‘apa dia yeojachingumu?’ dan aku ingin menjawab ‘bukan. dia anaeku’ tapi dia langsung memotong dan berkata ‘arraseo’.”
“Aku kasihan padanya. Dia pasti sangat malu,” ujarnya
Aku mengusap tengkukku “Kukira dia tipe yeoja gila yang tetap mengejar seorang namja meski sudah menikah.”
“Lagipula ini salahmu.”
“Mwo?”
“Kau menjadi pangeran di saat kau sudah menikah. Bukan di saat kau belum menikah.”
“Oh..benar juga. Seharusnya aku menjadi pangeran tampan sebelum menikah dan menolak perjodohan itu. Lalu kabur bersama yeojachinguku di hari pernikahan kita lalu..”
“Yaaa!! Kau mau membuatku malu di hadapan ribuan undangan! Aniya! Takdir seorang cho sooyoung tidak akan berakhir seperti itu! Bagaimana bisa aku dicampakkan?”
“Hahahahahahahhaa. lalu maumu apa? Aku kembali menjadi beast?”
“Oh, kalau itu terserahmu. Setelah itu para namja di kampus akan memperebutkanku,” ujarnya
Aku melempar bantal ke arahnya
“Terlalu percaya diri.”
Buk! Dia membalasku
“Setidaknya tidak usah tebar pesona di hadapan yeoja.” Buk!
“Kau sendiri?”
“Aku tidak pernah tebar pesona. Pesonaku sudah terpancar dengan sendirinya, kau tahu. Lagipula aku tidak mau dibilang tidak cocok bersanding dengan seorang cho kyuhyun”
“Aku juga tidak tebar pesona di hadapan yeoja. Ketampananku terpancar dengan sendirinya. Dan sama denganmu, aku tidak mau dibilang beauty and the beast denganmu.”
“Lalu kau mau kita dibilang beast dan beast?” tanyanya
“kalau iya kenapa tidak?”
“Mwo? Maldo andwae.”
“Bukankah ini romantis? Hanya aku yang tahu kalau kau cantik. Dan hanya kau yang tahu kalau aku tampan.”
“Haish..kalau anak kita lahir nanti dan dia tampan atau cantik, dia akan bingung . Dia anak siapa kalau eomma dan appanya jelek.”
“NE?”
“Ani!! maksudku…”
Krek… “Kyu ah, youngie, makan malam.”
“Ne, eomma,” ujar kami lalu turun ke bawah.
Apa aku tidak salah dengar. Dia bilang..anak?

~Hyoyeon POV~
“Ini benar-benar membuatku gemas,” ujar kris
“Ne. Haish..kenapa mereka tidak saling bicara saja kalau mereka saling mencintai eoh?” ujar leeteuk
“Tidak semudah itu. Mereka sama-sama punya gengsi.”
“Lalu gengsinya mau sampai kapan? Sepuluh tahun?”
“Ya tidak selama itu juga, babo.”

—————————————-

~Sooyoung POV~
“Hahahahahahahahahahahahaahahahhaahhaa.”
“Yaa! berhentilah tertawa! Aku kasihan padanya!” ujarku
“Yaa! Semua orang di sini juga tahu kalau nampyeon cho sooyoung bernama cho kyuhyun,” ujar yoona
“Haish.. pelan-pelan,” ujarku
“Lalu kau sendiri bagaimana?” tanya yuri
“Ne?”
“Kau..mencintai kyuhyun?”
Aku terdiam mendengarnya
“Youngie. Dengan kau tidak rela yeoja lain mendekatinya, itu berarti kau sudah mencintainya. Kau tidak mau dia direbut oleh orang lain,” ujar yuri
“Tepat,” ujar yoona
Aku mengusap tengkukku
“Aku tidak mengerti.”
“Youngie. Dengarkan kami,” ujar yoona
“Selama kau dan kyuhyun tidak mengungkapkan perasaan satu sama lain, lambat laun hubungan kalian bisa merenggang,” ujar yuri
“MWO?”
“Dan belum tentu sainganmu berikutnya akan mengalah,” ujar yoona
“Yaa! Kenapa kalian jadi menakut-nakutiku!”
“Kami tidak menakut-nakutimu. kami bicara fakta,” ujar yuri
“Lagipula kau mau meninggal dengan keadaan dia tidak tahu perasaanmu?” tanya yoona
“Yoong!! Jangan membuatku takut!”

~Kyuhyun POV~
Aku melihatnya dengan bingung. Daritadi dia hanya diam. Kami sedang berada di perjalanan ke Seoul Pasific. Ada hal yang harus kuurus di sana. Aku memarkirkan mobilku di sana
“Kita sudah sampai,”ujarku
“Ne.”
Dia turun dari mobil. Kami berjalan bersama ke dalam lift khusus karyawan hotel. Menekan tombol lantai 38. Hening..itulah yang terjadi di lift
“Kyu.”
“Sooyoungie.”
Kami memanggil nama bersamaan
“Kau duluan,” ujar kami bersamaan
“A…”
BRUK! Lift itu bergoyang. Aku memeluknya
“Gwaenchanha?”
“Na..gwaenchanha.”
Kulihat lampunya menyala redup. Aku menekan tombol emergency
“Kami terjebak di lift 1.”
Tluk. Lampunya mati. Kurasakan dia menggenggam tanganku erat
“Di sini tidak akan ada petir dan api,” ujarkuAku mengusap pundaknya perlahan. Dia hanya diam. 20 menit.. lift ini terasa panas.
“Kenapa mereka lama sekali…”
Kurasakan tubuhnya lemas
“Sesak…” ujarnya
“Bertahanlah. Sebentar lagi liftnya terbuka.”
Aku menekan tombolnya
“Joesonghamnida. Petugas liftnya baru datang.”
“MWOYA? Sepuluh menit?!”
“Joesonghamni..”
“Ugh….” dia mencoba bernafas
“Youngie..”
“Kyu…sesak..”
“Duduklah.”
Kami duduk di lantai lift. Nafasnya melemah. Dia masih menggenggam tanganku. AC di lift ini mati. Serasa tidak ada oksigen
“Ugh…”
Aku merangkulnya. Membiarkannya bersandar di bahuku. Tubuhnya sangat lemas
“Aku.. tidak kuat..”
“Bertahanlah.. Lift ini akan segera terbuka.”
“Kyu…bagaimana kalau lift ini terbuka..dan aku sudah tidak bernafas?”
“Yaaa! jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!”
“Ugh….”
“Yaa! Ini bukan film. mana mungkin kau meninggal karena terkunci di lift!”
“Heugh….”
Pegangan tangannya melemah
“Kyu..aku tidak mau meninggal..dengan kau yang tidak tahu perasaanku..seperti yang yoona bilang.”
“M…mwo?”
“Saranghae..”
Aku terdiam mendengarnya. Tiba-tiba kurasakan pegangan tangannya merengang
“Yaa! Cho Sooyoung!!”
Wajahnya pucat. tubuhnya lemas. Omona..dia pingsan? Aku menekan tombol emergency itu keras-keras
“YAA!!  CEPAT BUKAKAN PINTUNYA! INI SUDAH 25 MENIT!”
“Ne, joesonghamnida. Sebentar lagi.”
“PPALI! KAU BISA MEMBUNUH ORANG KALAU KAU LEBIH LAMA LAGI!!”
Aku menepuk pipinya. Dia pingsan.
“Yaaa! Cho Sooyoung!!irreona!!”

—————————————————–

~Yoonwoo POV~
Aku mengusap wajahku
“ini keterlaluan. 25 menit. Bersyukurlah karena dia baik-baik saja dan orang dalam perusahaan,” ujarku di rapat dengan karyawan
“Jeongmal joesonghamnida,” ujar mereka
“Aku tidak ingin kasus ini terulang lagi, arraseo?”
“Ne, algesseumnida.”
“Tingkatkan kinerja. Aku tidak akan menghukum atau memecat. tapi ini kejadian pertama dan terakhir.”
“Ne, sajangnim.”

~Kyuhyun POV~
Aku memegang tangannya. Dia belum sadar. Tapi syukurlah dia baik-baik saja.
“Kyu..”
Kudengar dia berbicara
“Irreona.”
Dia mengerjapkan matanya perlahan. melihat ke sekitar
“kau pingsan di lift.”
“Ne?”

~Sooyoung POV~
“Kau benar-benar membuatku takut. Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu? Apa yang harus kukatakan pada bumonim dan diriku sendiri?”
“Mianhae..”
Dia mengusap kepalaku
“Ini bukan salahmu.”
Deg.. aku merasakannya lagi. kali ini lebih parah. rasanya sangat hangat.
“Kau tahu, kau mengatakan sesuatu yang menarik di sana.”
“Ne?”
“Kau bilang begini. ‘Kyu, aku tidak mau meninggal dengan kau yang–”
“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!! Jangan diteruskan!!”
Kurasakan dia memelukku
“Saranghae.”
“N..ne?”
“Apa aku perlu memberi subtitle agar kau tahu apa yang kukatakan dengan jelas?”
“Hm..mungkin?”
“Arraseo.”
Dia mengambil pulpen dan mencoretnya di sebuah kertas
“Yaa!! Aku kan hanya bercanda.”
Dia tersenyum. Sangat hangat. Memegang tulisan itu
“Sayangnya..aku tidak bisa mengatakan narang kyeorhonhae jullae.”
“Kau sudah mengatakannya.”
Dia memegang tanganku. Melihat cincin yang melingkar di sana
“Bagiku..ini kesalahan terindah,” ujarnya
“Hm…kurasa ini kesalahan paling fatal.”
“So you’ve fallen for me first,” ujarnya
“Mwo?”
Cup. Dia menciumku sangat cepat
“Yaaaa!!!!”
Jpret. Aku menengok ke arah pintu. sulli eomma di sana.
“Eomma!!!”
“Kau tidak mau melihat koleksi eomma kyu ah? Semuanya ada di sini. Nanti eomma akan mencetaknya. Oh ya youngie! Eomma punya rahasia kyuhyun untukmu! Dia pernah menciummu diam-diam saat kau tidur!”
“MWO?”
“Eomma bahkan punya rekamannya!!”
“EOMMAA!!!!! Bagaimana bisa eomma merekamnya!!”
“Kau yang terlalu babo! Bagaimana bisa kau tidak sadar kalau eomma membuka pintu?”
“Eomma!!! Kemarikan cellphonenya”
“Kau tenang saja kyu ah! Eomma sudah mencetaknya dan punya filenya di komputer.”
“MWO?”
Aku tersenyum penuh kemenangan “Aku sudah menduganya. You’ve fallen for me first,” ujarku
” haish..eomma. seharusnya eomma jangan mengatakannya!!”
“Hahahahahahahahahahaha.”

————————TBC———————–

^^ FF ini akan berakhir di part 6~ please wait and love

84 thoughts on “Baby Maybe [Part 5]

  1. aiiiiiih~ cute! cute!
    kyuyoung so sweet ever! :D
    Keren bangeeeet~
    akhirnya kyuyoung sama2 saling ungkapin perasaannya! gitu dong!
    kalo ga ada kjadian di lift dan saran yoong, mungkin kyuyoung bakal tetep gitu2 aja kali ya? tetep gengsi gt~
    hahaha :D
    Lanjut yaaa

  2. Kris, leetuek, sama hyoyeon gk ada kerjaan lain apa selain ngintip pasangan kyuyoung?
    Seru thor, lanjuuuuut.

  3. Omona~~~ ini ff dengan cerita yang adem ayem(?) dan konfliknya gak berat… suer aku suka benget sama ffmu eonni XD
    Yah, akhirnya mereka ngungkapin perasaan mereka masing-masing KYAA lega~
    Seohyunie salah nyari orang buat disukai…
    ffnya daebak eon, ditunggu next partnya.. moga ja di next partnya mereka punya baby, FIGHTING!!!? :D

  4. itu kerjaaanya malaikat pencabut nyawa kris ama leeteuk kayaknynya cuman ngintipin kyuyoung deh…. bersama cupid hyoyeon lagi… –‘
    ff keren banget!!!!
    ditunggu nextnya thor

  5. Omo so sweet kkkkk sull eonn kayak abg deh kelakuan nya kkkkkk kayak eomma nya baek seung jo di playfull kiss. Horeee akhirnya kyuyoung mengatakan saranghae juga. Di tunggu part 6 nya

  6. Aaaaaa aku bener” meleleh bacanya >< gak bisa dibayangin deh kalo itu bener" kenyataan :$ keep writing about kyuoyong yaaaa ^^

  7. kyaa, mereka sweet banget, gara2 lift soo eonnie ngaku cinta sama kyuppa,
    untung deh kyuppa gak ngerespon seo,
    d tunggu lanjutannya :)

  8. kyaaaa.. thor, aku ini reader baru loh..
    aku suka banget sama cerita ini, sepuluh jempol buat author *loh?
    hehehe, lanjut ya ♥♥

  9. demi soo, kyu belajar renang lg buat ngilangin traumanya, sampe akhirnya mereka liburan, kyu yg nolongin soo X-(.
    akhirnya seo tau jg kyuyoung udh nikah XD lgsg malu gitu hahahah
    skrg tinggal nunggu kpn kyuyoung pnya anak nih. mumpung udh ungkapin perasaannya masing2 hahahah

  10. Aduh eomma sulli gila yg berbau romantis ya,sepertinya kebanyakan nonton drama,sampe soo tenggelam bukannya panik tp malah bilang itu kejadian teromantis hehe .
    Oke lanjut baca last part~

  11. nice ff ,
    huwaa selalu suka ff kyuyoung yang disini . mian baru koment .
    so sweet amat mereka ber2. whahaha ortu2’a pada heboh next part thor :)

  12. Akhirnya mereka saling ngungkapin perasaan mereka masing2..
    Klo gk ada kejadian tu mgkin mereka masih slg mendem perasaan ny..
    Si seo kasihan..
    Malu tuh..
    Masa soo gk bleh cari perhatian ma nampyoen ny sendiri..
    Seo salah sasaran..
    Klo mau suka ma seseorang lht dulu asal usulny..
    Hyo,, Leeteuk dan kris gk da kerjaan lain selain ngintip mereka?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s