The Story I Want To Tell

Title : The Story I Want To Tell

Cast : SM Family

Type : Oneshoot

Genre : Romance,Friendship

Rating : PG-15

*BOW* Annyeong uri readers ^^
Kali ini author akan mempublish complication dari 14 lagu! Cekidot!!

Songfictions of
Ishak&Jiyeon-Story I Want To tell
Taeyeon&Sunny-It’s Love (TS)
Jessica -The One Like You (J)
SM The Ballad-Miss You (SMB)
Taeyang-Baby,I’m Sorry (TY)
Suzy-Too Much Tears (SZ)
Kyuhyun-Love Dust (K)
Kyuhyun-If You Have Heard (KH)
Ra.d – Something Flutters (R)
Jinwoon&Changmin-Can’t I Love You (JC)
TVXQ feat Kyuhyun&Ryeowook-Wish (TKR)
Ra.D-I’m in Love (RD)
SNSD-Baby Maybe (GG)
Super Junior-Marry U (SJ)

~Someone POV~
Ngik…nguk…ngik..nguk.. aku tersenyum melihat seseorang yang sedang duduk di ayunan milik kebun kecil kami.  Aku duduk di sebelahnya. Kulihat dia tersenyum kecil. Perlahan, aku melingkarkan tanganku di pinggangnya. Mengusap perutnya perlahan. Aku menaruh kepalaku di bahunya dengan manja
“Kau lelah?” tanyaku padanya
“Ani.”
“Udara musim gugur cukup dingin. Aku tidak mau kau sakit. Sebaiknya kita masuk ke dalam.”
“Ne.”
Aku turun dari ayunan itu bersamanya dan masuk ke dalam. Tiba-tiba terbesit keinginan dalam benakku untuk memeluknya. Kami tersenyum melihat si kecil dalam perutnya yang menghalangi kami untuk berpelukan. Hanya kepada kalian aku akan bercerita tentang perjalanan yang panjang ini…. ini hanya rahasia di antara kita, arraseo?

————————————————-

Ketika aku berjalan di sebelahmu, jantungku tetap berdetak sepanjang hari
Sendiri, memikirkanmu.Menjaga tiap memori yang kau ukir
Bahkan ketika kita bertemu secara tidak sengaja, aku hanya akan menunduk ke bawah
Bahkan ketika kita bertemu tiba-tiba, aku hanya tahu cara untuk menunjukkan senyuman kecil
Apa kau mengertinya sekarang?
Apa kau melihat hatiku sekarang?
Cinta ini datang dalam diam
Apa kau mendengarnya sekarang?
Ini adalah cintaku dari awal
Yang dengan hangatnya bercahaya di hatiku yang dingin
Cinta yang datang padaku perlahan-lahan
Seperti hujan yang menetes di hatiku
Hatiku..dia sudah jatuh cinta
Merindukanmu…
Dan ini disebut cinta-TS

Apa aku mati sekarang? Pertanyaan itu terus kutanyakan pada diriku. Sekarang aku berada di dalam lift. bersama dengan yeoja itu. Jantungku berdetak kencang. Padahal kami hanya diam. Tidak berbicara sepatah kata apapun. Lebih parahnya lagi, daritadi aku hanya menunduk. Kamu tidak akan percaya ini semua. Aku menyebutnya yeoja tiga detik

Flashback

1..
Bruk! Seseorang menabrakku
“Joesonghamnida.”
“Ne.”
2…
“jarimu terluka.”
“Gwaenchanha.”
3….
Dia meraih tanganku dan meniupnya. Mengambil plester dari dalam tasnya kemudian tersenyum
“Lain kali kau harus lebih berhati-hati.”
“Ne.”
“Annyeong.”
“Ne annyeong.”
Aku tidak bisa melupakan senyumannya hari itu. Senyuman malaikat itu. Sentuhan jari-jari lentik yang halus itu. Mata berbinar itu. Bagaimana bisa aku menyukai seorang trainee…dalam waktu tiga detik
Flashback end

“Oppa, bagaimana world tourmu?” ujarnya yang membuyarkan lamunanku. Aku menengok ke sebelahku. Tidak ada orang
“Kau…bicara padaku?” tanyaku
“Memangnya…ada orang lain?” ujarnya sambil mengusap tengkuknya
“Menyenangkan. Kau sendiri?”
“Kami sedang mempersiapkan comeback,” ujarnya
“Hwaiting,” ujarku
“Gomawo.”
Tring…pintu itu terbuka.
“Annyeong, oppa.”
Aku tersenyum kecil. Ya, memang bodoh tapi hanya itu yang bisa kulakukan. Dan hanya itu yang kuketahui..untuk membalas sapaannya.

————————————————————

Seseorang yang tidak bisa melihatku di saat aku melihatnya
Seseorang yang tidak bisa mendengarku di saat aku memanggilnya
Apa kau pernah memikirkanku?
Kumohon, sekali saja
Aku seperti orang bodoh yang tetap menunggu-J
“Wah!! Chukkhae!”
Aku tidak bisa mengatakan hal itu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Kecewa. Marah. Bodoh. Mungkin itu tiga kata yang bisa mendeskripsikan seperti apa aku sekarang. Kecewa. Karena yeoja yang kucintai justru menjatuhkan pilihannya pada orang lain. Marah. Pada diriku sendiri yang tidak bertindak apa-apa untuk mendapatkannya hingga dia memilih memberku sendiri. Bodoh. Karena di saat semua orang mengatakan “Hei, sudah lupakan saja dia. Dia sudah milik orang lain. Ada banyak yeoja di luar sana yang menyukaimu!”…. yang kupilih justru tetap menunggunya. Aku mengusap wajahku. Choi Sooyoung… ya, itu nama yeoja itu. Yeoja tiga detik yang bisa membuatku menjadi bodoh. Bahkan aku tidak yakin kalau dia pernah memikirkanku, meski hanya sekali. Aku menghela nafas panjang. Patah hati sebelum berbuat apa-apa. Mungkin itu kedengaran bodoh. Tapi itu kenyataannya.
————————————————————-
Cintaku yang tak bisa tersampaikan..
Sebesar air mata yang menetes, dia tetap pergi jauh
Aku harus melupakanmu
Aku merindukanmu
Bahkan meskipun kau tak tahu..seberapa sakitnya
Aku bodoh, kau tahu itu
Hatiku hancur, tapi yang kulakukan hanyalah tersenyum
Aku akan tetap menunggumu sampai selamanya
Dan aku akan menyembunyikan air mata ini-SMB
Tring.. Lift itu terbuka. Aku terdiam melihatnya
“Annyeong oppa.”
Aku hanya tersenyum “Ne annyeong.”
Dia masuk ke dalam. Lagi-lagi kami diam. Tidak berkata apapun.
“Kudengar..kau jadian dengan siwon hyung,” ujarku
“Ne.”
“Chukkhae.”
“Gomawo.”
Kulihat dia tersenyum.
“Apa yang kau sukai dari hyung?” tanyaku
“Ne?”
“Aku..hanya bertanya.”
“Dia sempurna,” ujarnya
Aku hanya tersenyum kecil. Dia benar. Siapapun yang melihat choi siwon pasti menyukainya. Dia sempurna. Tampan, baik, taat, tinggi, kaya, dan…bagiku kesempurnaannya yang tidak terkalahkan..adalah dia punya hatimu..youngie
Tring.. pintu itu kembali terbuka
“Annyeong oppa.”
Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum kecil. Setelah pintu tertutup aku menghela nafas dalam
“Aish..”
Buk! Aku memukul pegangan di lift itu. Bodoh. Aku bahkan tidak pernah bertindak apapun untuk mendapatkannya. Dan sekarang aku kesal karena dia memilih siwon hyung? Aku menghembuskan nafas dalam. Tes. Aku mengepalkan tanganku. Selama ini apa yang kulakukan? Berusaha mencari perhatiannya dengan memotretnya di SM Town Paris, berkata aku mencintainya di Chunji dan dianggap bercanda, dan…semua yang kulakukan adalah teman di matanya. Mengamatinya diam-diam dari backstage. Mengamatinya dari balik pintu ruang latihannya. Semuanya diam-diam. Dia bahkan tidak pernah melihatku sebagai seorang namja
———————————————
Orang itu adalah kau
Satu-satunya cintaku
Yang tidak bisa membiarkanmu pergi
Sebesar aku mencintaimu
Tiap menit dan tiap detik terasa sangat menyakitkan
Satu-satunya orang yang muncul bahkan ketika aku menutup mataku
Satu-satunya orang yang ada di sampingku bahkan di dalam mimpiku-J
“Haish…”
Aku menutup wajahku dengan selimut. Bahkan ketika aku memejamkan mata, bayangan itu yang selalu muncul. Membayangkan bagaimana siwon dan youngie dinner hari ini membuatku kesal. Rasanya sangat menyakitkan.
“A..h..”
“Kyu ah, gwaenchanha?”
“Nae gwaenchanhayo.”
Pepatah itu benar. Jatuh cinta adalah penyakit yang serius
———————————————–
Meskipun kau tidak tahu seberapa menyakitkannya..
Aku akan melupakannya
Untuk melupakanmu, bahkan menghapusmu
Bagiku mereka adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan
Hatiku tidak bisa mendapatkanmu
Air mata tetap ingin terjatuh
Aku seperti orang gila

Aku tidak bisa melakukannya
Aku tidak bisa melupakanmu
Aku tidak merasa hidup
Aku tidak bisa membiarkanmu pergi
Aku hidup di jalan ini-SMB

Aku melangkahkan kakiku ke atas atap gedung SM. Hanya di sini…aku bisa merasa tenang. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang yeoja yang berdiri di sana. Yeoja itu. Hanya dia yang memiliki postur seperti itu. Aku bersembunyi di balik tembok
“Hiks..”
Kudengar dia terisak. Aku berdiri dan berniat menenangkannya. Tapi.. akhirnya aku kembali duduk di balik tembok itu dan mendengarnya. Youngie…aku tidak pernah menyangka perkataan sungmin benar. Saat kau mencintai seorang yeoja..kau akan merasa sakit saat melihatnya bersama namja lain. Tapi kau akan merasa hancur..saat melihatnya menangis dan kau tidak bisa berbuat apa-apa untuk menenangkannya
“Uljima.”
——————————————-
Aku berpikir tentang apa yang terjadi denganmu
Aku bertanya pada temanmu tentangmu
Dengan suara yang terdengar seperti aku tidak peduli
Di matamu
Bahkan meskipun kau memiliki orang lain di pikiranmu
Selama kau tetap menjaga senyum ceria di wajahmu
Meskipun itu menyakitkan, aku aku akan baik-baik saja
Bisakah aku merangkulmu sekali saja di lenganku?
Kembalilah padaku
Aku akan menunggumu
Aku tidak akan melepaskan tanagnmu
Aku hanya ingin bersamamu
Kumohon..katakan padaku..apa yang harus kulakukan?-TY

Tangisannya terus terngiang dalam benakku. Wajah sedih itu. Wajah yang mencoba tersenyum di balik sakit yang ia rasakan.. sebenarnya ada apa
“DOR!” ujar yoona yang membuyarkan lamunanku
“Ah..annyeong,” ujarku
“CF nya sudah selesai. Kau tidak pulang?” tanya yoona
“Sebentar lagi.”
“Kau melamun?” tanya yoona
“Ani.”
“Aish..cho kyuhyun katakan saja padaku. kau tidak bisa membohongiku. Kau ada masalah?”
Aku menggeleng
“Apa.. akhir-akhir ini…membermu bertengkar?” tanyaku
“Kenapa kau menanyakannya?”
“Tidak. Aku hanya ingin bertanya. Karena kemarin aku melihat sooyoung menangis di atap gedung SM.”
“Youngie..menangis?”
“Ne. Apa ada masalah di antara kalian?” tanyaku
“Sejujurnya….ada.”
“Apa?” tanyaku
“Ini semua gara-gara membermu!” ujar yoona
“Ne?”
“Choi Siwon!”
“Mw..mwo?”

———————————————–
Aku memiliki hati yang lemah
Aku merasa sendiri
Terkadang, aku menangis dalam diam
Karena aku bodoh, aku hanya tahu satu hal
Meskipun aku tahu cara untuk memberikan cinta, aku tidak tahu cara untuk membuangnya
Aku memiliki banyak duri dan luka
Bisakah kau tetap memelukku, yang seperti ini?
Aku ingin bersandar di rangkulanmu
Aku ingin mempercayai cintaku yang aku jaga sekali lagi
Karena aku memiliki banyak air mata, karena aku takut jatuh cinta
Aku tidak bisa melangkah maju meskipun kau ada di depanku
Kalau kau benar-benar mencintaiku, berlarilah memelukku
Aku tidak bisa melihat karena terhalang air mata
Aku memiliki banyak rahasia, begitu pula banyak kebohongan
Meskipun aku seperti ini…apa kau mengerti?
Aku ingin menghapusnya, aku ingin mengembalikannya
Aku ingin melupakan cinta lama yang menipuku-SZ
Aku melangkahkan kaki memasuki dormku. Kulihat namja itu di sana. Tengah tertawa bersama para memberku. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku mencengkram kerahnya dan menonjoknya
“YAA!! Cho Kyuhyun!! Ada apa denganmu!!”
“APA YANG KAU LAKUKAN PADA CHOI SOOYOUNG HAH!”
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti. kau tiba-tiba datang dan memarahiku,” ujarnya
“Kau tidak mengerti?”
BUK! Aku melepaskannya
“YAA!! CHO KYUHYUN ADA APA DENGANMU!” ujar ryeowook
“Apa yang terjadi di antara kau dan tiffany?”
“N..ne?”
“JAWAB!”
Dia tersenyum “Karena itu?”
“Kau tahu, aku menyesal karena pernah mengatakan kau sempurna. Kau tidak lebih dibanding seorang pengkhianat.”
Dia mencengkram kerahku
“Kau mau menjadi pahlawannya? Baik aku akan memberitahumu sedikit. I’m not dating with kids,” ujarnya
Aku mendorongnya
“Choi Sooyoung hanya seorang anak kecil, kau tahu. Dia terlalu polos dan lugu. Tidak menarik. Selama beberapa bulan kami menjalin hubungan, kami tidak pernah berciuman, berpelukan, apalagi yang lebih. Dia seperti anak kecil. Sedangkan Tiffany? I dated a woman if it was her. Dia mengertiku, menciumku, memelukku, dan.”
BUK! Aku menonjoknya
“Kau pantas mendapatkannya.”
BRUK! Aku membanting pintu dorm dan pergi ke luar. Memicu mobilku ke dormnya. Kulihat dia sedang berlari keluar dan menaiki sebuah taxi
“YAA!! Choi Sooyoung!!” teriak yuri padanya
Aku mengikuti taxi itu dari belakang. Berhenti di sungai han. Aku memarkirkan mobilku di dekat sana dan turun. Kudengar dia menangis di sana. Aku menarik nafas dalam dan menyerahkan sapu tangan padanya
“Kyuhyun oppa…”
“Bagaimana kalau ada fans yang melihatmu. kau terlihat jelek kalau menangis,”aku menghapus air matanya
“Ani..aku tidak menangis,” ujarnya sambil tersenyum
“Menangislah kalau kau memang ingin menangis. Setiap orang punya batas kekuatan, kau tahu.”
“Heum….”
Dia memelukku. Aku hanya diam. mengusap kepalanya perlahan
“Kenapa aku begitu bodoh oppa. kenapa aku mempercayai mereka begitu saja? Kenapa mereka melakukannya oppa… aku tidak mengerti…”
“Uljima…”
“Oppa…padahal aku sangat mencintainya. Kenapa dia membuangnya begitu saja.. sakit oppa…”
“Jangan menangis untuknya. Dia tidak pantas,” aku mengusap air mata di pipinya perlahan
“Aku….”
Aku memegang tangannya
“Youngie dengarkan aku..Di luar sana.. ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus. Apa adanya. Tidak peduli dengan kekuranganmu karena baginya..setiap orang punya kekurangan untuk saling melengkapi. Dia mungkin tidak sempurna. Tapi dia mencintaimu secara sempurna. Dan kau harus mempercayainya. Suatu saat…orang itu akan menjadi milikmu.”
Kulihat dia tersenyum kecil
“Tidak semudah itu oppa.. karena aku… aku tahu bagaimana cara mencintai seseorang secara tulus. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara membuangnya begitu saja. Aku juga ingin dirangkul dan dicintai seperti itu oppa. Tapi..dikhianati oleh namjachingudan sahabat sendiri itu rasanya sangat sakit oppa.. dan aku takut merasakannya lagi.”
———————————————-

Aku harus menghapus jejak untuk mencintaimu
Gambarmu, cangkir teh kita, yang mengingatkanku pada pemiliknya
Dengan memori itu, dengan lampiran yang mengulur waktu
Semua benda itu tidak ada artinya lagi
Jika aku menyentuhnya, air mataku jatuh, jika aku melihatnya, hatiku terasa memar
Jadi aku menghapus semua jejakmu dengan menguburnya sebagai memori yang menyedihkan
Tidak ada lagi cinta, yang tersisa hanyalah ingatan
Sejak aku kehilangan separuh dari diriku, itu tidak ada artinya tetapi menjadi beban
Air mataku, helaan nafas panjang, sekarang tidak berguna
Terlalu banyak jejak yang kau tinggalkan sebagai ingatan menyedihkan yang melukai
Dan cinta yang mengingatkanku pada hati yang seperti debu-K
Aku menggendongnya ke dorm snsd. Dia tertidur setelah menangis dan aku tidak bisa membangunkannya. Aku menekan bel itu. Tak lama kemudian, hyoyeon keluar
“Omona you..”
“Dia tertidur. Bisakah kau menunjukkan dimana kamarnya?” tanyaku
“Ne oppa.”
Aku membawanya masuk ke dalam. Kulihat para member duduk di ruang tengah. Suasananya sangat tegang.
“Di sebelah sana oppa,” ujar hyoyeon
“Gomawo.”
Aku menggendongnya ke dalam tanpa mempedulikan mereka semua. Aku menutup pintunya. Merebahkannya di ranjang sebelah kanan. Perlahan aku melepaskan sepatunya dan menyelimutinya. Merapikan rambut yang menutupi wajahnya. Pipinya sembab karena air mata. Aku melihat ke sekeliling kamarnya. Fotonya dan siwon. Membuatku kesal melihatnya. Mug kembar mereka. Aku mengusap kepalanya perlahan
“Kenapa kau harus jatuh cinta pada choi siwon sedangkan ada aku yang mencintaimu dengan tulus?”
Aku merapikan selimutnya. Perlahan aku memberanikan diri mencium keningnya. “Jaljayo.. jangan mimpikan choi siwon.”
Aku menutup pintu perlahan. Aku mengusap tengkukku. Suasana di ruang tengah sangat tegang
“Aku..pamit pulang.”

——————————————————

Ada banyak hal yang ingin kuberitahu padamu
Hatiku tiada pasti tanpa tempat untuk berlabuh
Apa yang harus kulakukan?
Aku tidak punya pilihan
Kalau kau sudah mendengarnya..
Apakah kau akan mempercayaiku?-KH

Ting..tong.. aku mengusap tengkukku. Entah apa yang membawaku ke sini. Jujur. Aku khawatir kalau dia sakit. Krek..pintu terbuka. Yuri yang membukanya
“Ah..oppa. Masuklah.”
“Ne.”
Aku masuk ke dalam. Kulihat ruang tengahnya kosong
“Kemana yang lain?” tanyaku
“Mereka..pergi entah kemana. Mereka meninggalkanku di sini untuk menjaga dorm dan youngie.”
“Menjaga youngie?”
“Dia agak demam.Tapi..aku bingung karena minho mengajakku pergi makan,” ujar yuri
“Kalau begitu..biar aku yang menjaganya.”
“Apa tidak apa-apa?”
“Ne. Kebetulan..hari ini jadwalku kosong.”
“Arra. Gomawo oppa!”
“Ne.”
Aku menghembuskan nafas panjang dan membuka pintu kamarnya perlahan. Kulihat dia ada di sana. Memegang frame itu. Frame berisi fotonya dan siwon. “Semuanya tidak ada artinya lagi.” Bruk! Kulihat dia membuang mug itu ke tempat sampah. Membuka frame itu. Merobek fotonya dan membuangnya. kemudian menangis. Aku menutup pintu itu perlahan.
“Berapa air mata yang kau teteskan untuknya?” aku pergi ke dapur. Mencari makanan untuknya. Ada sup tahu di sana. Aku membawakan makanan itu ke kamarnya. Aku mengetuk pintunya
“Youngie..”
Dia membukakan pintunya
“Oppa..”
“Makanlah.”
“Dimana yuri?” tanyanya
“dia pergi bersama minho.”
“Eum..”
“Aku sudah berkata padanya akan menjagamu. Jadi..kau makan ya?”
“Aku…tidak lapar.”
“Sedikit saja.”
“Arra,” dia tersenyum kecil dan duduk di ruang tengah. Memakan makanan itu. Ak memegang dahinya dan dahiku
“Kau agak demam,” ujarku
“Mianhae aku..jadi merepotkanmu”
“aniyo..aku..kebetulan kosong hari ini.”
Kulihat dia tersenyum kecil
“ah! bagaimana setelah ini kita bermain playstation?”
“Ne?”
“Kuanggap itu jawaban”

—————————————————

Kau tidak bisa mengenali sesuatu dari awalnya
Aku memikirkan saat mendebarkan itu
Ketika jantungku berdetak cepat
Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi sempurna
Aku memikirkan tiap detik jantung itu berdetak
Sehingga mereka bisa bersinar kembali
Meskipun itu menyakitkan dan terkadang aneh
Kita akan memulainya langkah demi langkah dengan tiap degupan itu yang tidak bisa diekspresikan dalam kata-kata-R

“Hahahahahahhahahahaha kau kalah choi sooyoung.”
“Jelas saja! Aku bertanding dengan seorang gamers sejati. Tapi kau lihat saja aku akan mengalahkanmu nanti.”
“Coba saja kalau kau bisa”
“Hiat hiat!!”
Aku tersenyum melihatnya. Dia terlihat bahagia. Setidaknya aku tidak melihat air mata itu lagi.
“GAME OVER.”
“MWO?”
“HAHAHAHAHAHA Kau kalah cho kyuhyun!” ujarnya
“Mwoyaaa!! Kapan gamenya dimulai?!!”

———————————————–

Sedikit demi sedikit di dalamku, sedikit demi sedikit hati ini ada cinta yang terus tumbuh untukmu
Sekarag, kapanpun aku memikirkanmu, kapanpun wajahmu muncul di pikiranku
Jantungku yang tidak berhenti berdegup, akankah berhenti seperti itu?
Tidak bisa lebih lama lagi menyembunyikan perasaan ini
Aku ingin memberi semuanya untukmu
Selalu ada di sampingmu, tidak bisakah aku mencintaimu?
Lebih dari siapapun aku akan menjagamu, tidak bisakah kau menerimanya?

Di hatimu, tidak bisakah aku ada di dalamnya? -JC

“Annyeong oppa.”
“Ne annyeong”
Aku tersenyum melihat pintu itu tertutup. Sejak hari itu, tidak ada lagi senyuman kecil yang menjadi sapaan. Tapi balasan. Tring.. pintu lift itu terbuka. Aku tersenyum mengingat bagaimana kami mengobrol sekarang. Rasanya baru kemarin aku memukul lift itu karena merasa kesal.  Setelah mengurus beberapa hal, aku pulang ke dorm. Kulihat namja itu ada di sana. Aku pura-pura tidak melihatnya. Kudengar dia berkata
“Kuharap..kalian semua datang,” ujarnya lalu pergi
Aku terdiam melihatnya pergi. Aku mengambil undangan di atas meja itu. Siwon & Tiffany.
“Bagaimana bisa dia datang ke sini dan menyerahkan undangannya? benar-benar gila,” ujar donghae
Aku menaruh undangan itu
“Kau mau kemana?”
Aku tidak menghiraukannya dan menyetir ke dorm sungai han. aku tahu dia pasti di sana. Sret. Aku memarkirkan mobilku di sana. Kulihat dia duduk di sana. Aku turun dan duduk di sebelahnya
“Kenapa kau disini?” tanyanya
“Justru aku yang seharusnya bertanya. kenapa kau disini?”
“Aku…hanya merasa kalah.”
Aku menatapnya
“Mereka bahkan sudah menikah. Sedangkan aku..belum bisa move on. hahaha.”
“Youngie..”
“Kalau aku tidak datang, dia pasti akan mengatakanku lemah. Kalau aku datang, Choi Siwon pasti menertawakanku karena dianggap masih mengharapkannya”
Aku bermain dengan pikiranku sebentar.
“Sepertinya..aku punya cara untuk membuatnya tidak tertawa.”
“Ne?”

—————————————–

Aku ingin menjadi yang terpenting bagimu
Terimalah hatiku
Dengarlah degupan jantungku
Jika kau mengerti, jawab aku-JC
Aku menjemputnya di rumahnya. Hari ini aku akan memberi sedikit pelajaran pada choi siwon. Aku menekan bel pintu rumahnya. Kulihat dia membukakan pintunya
“Annyeong..oppa.”
Aku tercengang melihatnya. Dia memakai minidress putih dengan rambut wavy yang tertata rapi di bahu kanannya. Sempurna.
“Apa..ada yang aneh?” tanyanya
“Ani…neomu yeppo.”
“Ne?”
“A..maksudku..kau cocok memakainya.”
“gomawo. apa kita..bisa pergi sekarang?”
“Ne.”
“Kaja.”
Aku menggandeng tangannya ke mobil dan membukakan pintu untuknya. Setelah itu menyetir ke resepsinya. Kulihat dia menarik nafas panjang
“Tenang saja. Ada aku.”
“Ne.”
Sesampainya di sana, kami turun dari mobil. Aku menaruh tangannya di lenganku
“Kau siap?”
Dia mengangguk
“Camera, rolling, action.”
Aku melangkahkan kaki bersamanya memasuki resepsi itu. Aku tersenyum kecil melihat dua orang yang tengah berjalan menyapa para undangan
“Tiffany bahkan tidak lebih hebat darimu.”
“Ne? Kau mengatakan sesuatu?” tanyanya
“A…anieyo.”
Aku menggandeng tangannya ke sana. Kulihat siwon terdiam melihat kami
“Annyeong,” ujar kami
“Ne annyeong.”
“Chukkhae,” ujar youngie sambil tersenyum. Aku tahu kau kuat
“Gomawo,” ujar tiffany seakan tak percaya dengan yang dia katakan
“Chukkhae hyung. Kurasa kami harus cepat menyusulmu. Bukan begitu chagi?” tanyaku
“Ne oppa.”
“Annyeong. semoga berbahagia.”
Kami meninggalkannya. Kulihat youngie tersenyum
“Aku tidak percaya aku bisa mengatakannya.”
“Kau lihat wajah mereka? Seperti melihat monster,” ujarku
“Hahahahahahahaha. Aku tidak menyesal datang ke sini. Setidaknya.. dia tidak akan menertawaiku karena lemah. Gomawo oppa. Kau…jadi berpura-pura menjadi namjachinguku,” ujarnya
Aku tersenyum padanya. Bahkan aku sangat senang jika itu menjadi kenyataan..youngie. Kulihat seorang pelayan sedang membawa gelas. Gelas itu nyari terjatuh dan membasahinya. Hup. Aku memeluknya dan air itu tumpah ke jasku
“Joesonghamnida,” ujar pelayan itu
“Ne.”
Dia mengambil tissue dan membersihkan noda di jasku “Mianhae..karena melindungiku kau jadi terkena air itu”
“Gwaenchanha.”
—————————————
Sekarang ada sebuah harapan dalam diriku
Jika sulit untukmu, biarkan aku meraih tangan kecilmu
Aku tidak ada di hatimu, benarkah itu?
Kau percaya kalau dirimu sendiri, kalau semesta menginginkan hal itu
Biarkan aku menghangatkanmu-TKR
Aku memarkirkan mobilku di depan rumahnya. Sebulan setelah pernikahan siwon hyung…kurasa ini saat yang tepat
“Gomawo oppa,” ujarnya lalu turun dari mobilku. Aku menahan tangannya
“Aku…ada yang perlu kukatakan.”
“Ne?”
Aku menatap matanya. Menarik nafas dalam
“Tidak bisakah aku menggantikan posisi siwon?”
“A..apa maksud oppa?”
“Saranghae.”
“Oppa..”
“Aku tidak ingin menjadi namjachingu bohonganmu. Aku ingin menjadi namjachingumu. Yang menjagamu. Aku..”
“Mianhae oppa, aku tidak bisa menjadikanmu sebagai pelarianku.”
“Aku tidak peduli youngie. A..”
“Lupakan aku oppa. Kau pantas mendapatkan yeoja lain yang lebih baik dariku.”
“M..wo?”
“Aku…tidak bisa menerimanya oppa. Kau terlalu baik untuk kujadikan pelarian. Aku..sudah nyaman dengan pertemanan kita. Dan aku..tidak mau itu berakhir ka..”
“Aku tidak akan menyakitimu seperti yang dia lakukan.”
“Ini bukan masalah menyakiti dan disakiti oppa. Tapi aku tidak bisa. Mianhae. Aku..sedang ingin sendiri. Jangan menungguku. kau hanya akan membuang waktumu oppa.”
Dia melepaskan tanganku dan keluar dari mobil
——————————————
Kau berjalan di jalan yang gelap dan tertutup
Bisakah kau melihatku..seseorang yang ada di depanmu?-TKR“Sudahlah kyu. Kau harus move on,” ujar donghae
Aku menarik nafas dalam
“Tidak semudah kau mengucapkannya, lee donghae.”
“Dia jelas-jelas menolakmu. lalu kau mau apa lagi? mengemis cinta darinya? Kyu.. dia benar. Kalau dia menerimamu, dia hanya menjadikanmu pelarian. Sebaiknya kau berpaling.”
“Tapi..”
“Padahal kau jelas-jelas ada di depannya, tapi dia malah menolakmu mentah-mentah. Apa lagi yang membuatmu menunggu? Banyak yeoja di luar sana yang menginginkanmu.”
Aku mengusap wajahku perlahan
“Cinta selalu tahu dimana dia akan berlabuh,” ujar donghae lalu pergi
——————————————————-

Aku mengetik pesan, aku menghela nafas kecil, lalu menghapusnya lagi
Aku mengulangnya bekali-kali
Kalau cintaku untukmu lebih dalam
Hasilnya hanyalah rasa sakit
Ketakutan memenuhi pikiranku
Ini fakta-RD

Aku menghela nafas dan menghapus pesan itu. Entah kenapa sejak hari itu…rasanya sulit menghubunginya. Berbicara seperti biasa setelah kau ditolak…rasanya aneh. Aku mengusap dahiku. Aku pergi ke SM building. Manager memintaku bertemu. Aku masuk ke lift. Tidak ada yeoja itu. Tring..tiba-tiba pintu terbuka
“Soo..”
“Annyeong oppa,” victoria di sana
“Annyeong.”
“Sepertinya…kau mengharapkan orang lain yang masuk ke sini.”
“Mwo? A..ni.”
“Kau tidak bisa berbohong padaku cho kyuhyun,” ujarnya
“Sok tahu.”
“Aku tahu tentangmu. Kau pasti mengharapkan choi sooyoung yang masuk ke lift ini.”
“MWO? A..”
“Mengaku sajalah oppa. Aku tahu dari changmin oppa.”
“MWO? Changmin memberi tahumu? Haish..sahabat macam apa dia?”
“Hahahaha. Justru namjachingu macam apa dia kalau tidak memberi tahuku.”
“Ne, terserah.”
“Kau tidak mengatakan perasaanmu padanya?”
Aku hanya diam
“Kau ditolak ya?”
“Yaa! jangan sembarangan bicara!”
“Hahahahahaha aku tahu. Cho Kyuhyun, ditolak itu bukan akhir dunia. Selama dia belum memakai gaun putih bernama wedding dress, kau masih bisa mendapatkannya.”
“Yaa!! Kaaa..”
Tring… pintu itu terbuka. Kulihat dia di sana
“annyeong!!” ujar victoria
“annyeong eonni…oppa,” ujarnya
aku tersenyum kecil dan keluar dari sana. kulihat vict mengikutiku
“Yaa!! oppa tunggu!!”
“Haish..ada apa?”
“Kenapa kau hanya tersenyum kecil dan pergi?”
“Entahlah.”
“Haish..oppa payah! Kau tidak melihat ekspresinya?”
“Ekspresi?”
“Dia terlihat kaget melihat kita. Dan dia terlihat kecewa saat kau pergi begitu saja.”
“Maldo andwae. kau salah lihat.”
“Haiish.. oppa! Dengarkan aku! Aku punya cara untukmu!”
“Cara?”
Dia mengangguk
“Aku yakin ini pasti membantumu. Dan Changmin oppa pasti menyetujuinya!”

—————————————————–

Aku tidak percaya dengan cinta
Aku membangun sebuah tembok di sekelilingku
Hatiku berpikir sendiri akan baik-baik saja seperti orang bodoh
Tapi aku bertemu denganmu
Dongengku bercerita tentang diriku yang menjadi aneh
Kupu-kupu di perutku menari
Aku kehilangan kata-kata-GG
“Kau yakin ini berhasil?”
“Ne.”
“Kau tenang saja kyu ah. Yeojachinguku ini pintar,” ujar changmin
“Serahkan padaku. Kita mulai adegannya saat lift terbuka.”
Tring
“Hana dul set.”
Lift itu terbuka. Kulihat youngie keluar dari sana
“Kyu ah! Aku memasak sesuatu di dorm! Kau mau mencobanya?”
“Jinjjayo?”
Vict mengangguk
“Aaa..”
“Qiannie, banyak orang di sini.”
“Gwaenchanha. Aku ingin menyuapi oppa. Aaaa..”
Aku memakannya
“Bagaimana?”
“Mashita. Kurasa namja manapun yang mendapatkanmu sangat beruntung. Kau sangat pintar memasak.”
“Gomawo~”
“Oppa!! Kau ini bagaimana. Makanmu sangat berantakkan,” ujar vict sambil menepuk sudut bibirku dengan tissue
Tap..tap.. kudengar langkah kakinya dihentakkan. Dia kembali ke lift
“Sekarang tugasmu, kejar dia,” ujar vict
“Ne?”
“Aku dan changmin sudah menyulut kecemburuannya. Ppali! Kejar dia dari tangga!”
Kulihat dia pergi ke lantai dasar.
“Gomawo.”
Aku berlari menuruni anak tangga. Dari lantai lima ke lantai satu. cukup jauh juga. Aku berlari secepatnya. Kulihat lift itu terbuka. Dia berlari keluar.
“SOOYOUNGIE!!”
Aku mengikutinya. Dia pergi ke parkiran. Aku menahan tangannya
“Wae?!”
“Kenapa kau kabur?” tanyaku
“Aku tidak kabur! Minggir kau menghalangiku!”
“Kalau begitu kenapa kau kembali masuk ke lift?”
“aku….”
Aku menatapnya. Kulihat dia menatapku kesal
“Aku tidak mengerti. Aku merasa kesal melihatmu bersama victoria eonni. Aku kesal melihat keakraban kalian. Apa kau mencoba mengkhianati sahabatmu, changmin ? Semua ornag tahu victoria adalah yeojachingu changmin oppa! Dan sekarang kau malah mengkhianati sahabatmu. Apa bedanya kau dan tiffany! Ka..”
“Kau cemburu?” tanyaku
Dia hanya diam
“Aku tidak mengerti. Seharusnya aku tidak boleh memiliki perasaan apapun padamu! Seharusnya aku membiarkanmu bersama yeoja lain siapapun itu. Seharusnya aku tidak perlu peduli padamu. Tapi aku merasa kesal. kesal karena melihatmu bersama yeoja lain. Kesal karena melihatmu mendiamkanku berhari-hari. Awalnya aku merasa kehilangan sosok sahabat. Tapi ternyata lebih dari itu. Aku merasa kehilangan sosok dimana aku bisa bersandar. Berkali-kali aku mencoba memungkirinya karena aku tidak mau menjadikanmu pelarian. Tapi.. Tapi kau bahkan membuatku memikirkanmu lebih dari aku memikirkan choi siwon. Membuatku menyesal karena menolakmu padahal hari itu aku merasa ribuan kupu-kupu terbang di perutku. Padahal aku tidak mau lagi mempercayai cinta. Padahal aku sudah membangun pertahanan yang kuat. Tapi pada akhirnya semuanya kau hancurkan. Aku..”
Aku menarik tangannya dan menciumnya
“Jangan jelaskan apapun lagi.”
“Kenapa kau menciumku dan meninggalkan victoria eonni?”
“Hmph..”
“Yaa! Jangan tertawa! Ini serius! nappeun nom,” ujarnya
“Yaa! Kau yang kenapa berlari dan salah paham? Aku dan victoria, kami hanya berpura-pura. Kau tidak lihat ada changmin di sana?”
“MWO?”
“Ini ide victoria. Dia bilang kalau kau cemburu berarti kau..”
“Oppa!!!! Aigoo…kenapa aku mengatakannya!!! Babo!!!”
Aku menahan tawa melihatnya dan memeluknya
“Semua sudah terlambat. Sekarang kau adalah milikku.”
“Haish..ini semua menyebalkan! Aku pasti terkesan seperti anak kecil di mata mereka sekarang.”
“Gwaenchanha. Di mataku kau adalah yeoja satu-satunya. Saranghae.”
“Nado saranghae.”
——————————————–
“I Love You”
Aku ingin mengatakannya setiap hari sepanjang hidupku
Would you marry me?
Mencintai dan membuatmu bahagia
Aku ingin hidup di jalan ini
setiap saat kau tertidur
Aku ingin kau ada di pelukanku
Apakah kau bersedia tetap ada di hati ini?
Untuk selamanya, aku akan ada di sampingmu, mencintaimu, menghiburmu di kala salju maupun hujan
Aku akan melindungimu
Melihatmu memakai gaun putih
Memakai tuxedo
Kita berjalan, menyamakan langkah kita
Pada bulan dan bintang, aku bersumpah
Aku tidak suka kebohongan, dan juga keraguan
Putriku yang kucintai,
Tinggallah denganku
Meskipun kita menjadi tua
Aku akan tetap tersenyum
Maukah kau menghabiskan hari-harimu bersamaku?
Di kala cobaan maupun kesulitan
Aku akan tetap ada di sana
Melewati hari-hari kita bersama
Aku akan bersyukur setiap hari, chagi
Cincin ini akan bersinar di jariku
Cincin yang kusiapkan sejak dulu
Dengan perasaan yang sama hari ini-SJ
Aku tersenyum melihatnya tertidur di rangkulanku. Begitulah cerita yang kami alami hingga kini. Ada pula kejadian-kejadian lain yang terlalu panjang untuk kuceritakan. Mulai dari konferensi pers dan serangkaian proses kami hadapi bersama. Pertengkaran kecil yang berujung pada tawaan. Tidak mudah memang, tapi satu hal yang membuatku teguh menjalani itu semua. Aku tidak menjalaninya sendirian. Ada dia di sampingku. Ada dia yang kini tertidur dalam rangkulanku. Dia, Choi Sooyoung. Aku mengusap perutnya perlahan. malaikat ini akan hadir di tengah-tengah kami sebentar lagi. Aku tidak sabar melihatnya. Aku mencium keningnya perlahan. Merapikan rambut yang menutupi wajahnya. Tersenyum melihatnya. Bertahun-tahun berlalu. Setiap orang mengalami perubahan. Dia membuatku menjadi lebih dewasa dan bijaksana. Tapi satu hal yang tidak berubah dari itu semua. Senyuman dan kebahagiaan ini tetap sama. Saat melihat cincin yang ada di jari manisnya. Saat aku membelinya. Saat aku mendengar kata “ne saya bersedia” darinya. Saat aku memakaikan cincin itu padanya. Saat aku mendengar soohyun ada di kandungannya. dan saat sekarang aku menatapnya. cinta itu tetap sama. selamanya. Ini bukan akhir dari cerita cinta kami. Setelah ini masih banyak kejadian yang akan kami lewati. Begitu pula kau akan mengalaminya suatu saat nanti. Tiap orang punya rintangan yang berbeda. Tapi itulah yang membuatnya menarik. Karena mereka memiliki cerita yang berbeda. Dan di saat anakku bertanya bagaimana aku jatuh cinta pada eommanya.. aku akan menjawab hal ini padanya “Hati selalu tahu dimana dia akan berlabuh, soohyun ah.”
The End

47 thoughts on “The Story I Want To Tell

  1. Wuuaaahhh! Neomu daebak!!! Panjang bgt dan seru. Apalagi penjabaran dari satu lagu ke lagu lain nyambung bgt. Daebak!! Baby Maybe part 5 ditunggu~

  2. ‘Hati akan selalu tahu dimana ia akan berlabuh’ aku suka sama kata2 ini. Seakan mempunyai makna tersendiri didalamnya. Dan aku juga suka sma ceritamu chingu, daebak deh untukmu ^^

  3. Waaa keren bgt!
    So sweet gt! :-D
    siwon pgkhianat dsini! Astaga wonnie~
    Kyu bener2 syang bgt sama soo. Sykurlah soo jg pnya perasaan yg sama ke kyu!
    Soo hamil? Chukkae :-D

  4. kyuppa so sweet…. setelah sekian lama n banyak kejadian tg terjadi kyuyoung akhirnya bs bersatu. aigoo mereka manis banget ^^
    dtunggu ff lain chingu

  5. Omona~~ so sweettt, Kyuyoung JJANG!! Aigo eonni, neomu neomu daebak ff! Karyamu emang selalu keren eon… Terus berkarya ya eon… Ditunggu ffmu yg selanjutnya, terutama baby maybe part 5… Segera dipost ya, FIGHTING!!!? :D

  6. akh.. perjuangan bgt… hrs dilewatin dgn kesedihan dulu, sampe akhirnya kyu bisa dptin hati soo. tetap bertahan walaupun sempet patah hati. kalimat “Hati selalu tahu dimana dia akan
    berlabuh” suka bgt… hati kyuyoung yg udh saling berlabuh ditempat yg tepat XD. chukkae krn mau pnya anak!!

  7. Jinjja! Dae…bak!!
    Panjang dan berkesan banget author!

    Kyu benar2 berjuang buat cintanya, bahkan dia rela menunggu dan bersedia jadi pacar pura2.
    Aku kira soo eonni benar2 nggak suka ama dia, tapi ternyata? Ooowww cemburu membakar rasa XD

    Nice ff, long story and meaningful.
    Waiting for next ff especially baby maybe :)

  8. Wahh.. daebak.
    daebak, daebak, daebak!
    kagum sama keteguhan + kesabaran kyuhyun oppa.
    bagus thor, aku suka.
    karyamu gak ada yg gak bagus.
    keren!
    thor, baby maybe part 5 segera dipost ya..

  9. Omo..!!
    Daebak bnget…:),keren thor ff mu…:D
    Siwon oppa jahat bnget blang kaya gtu ke soo unnie..:(
    Untng da kyuppa…:D,bkin AS’a dund thor??

  10. sweettttttt,,,,,dari awal baca udah bayangin klo kyuyoung,,eh ternyata kyuyoung beneran…
    itu bayinya kyuyoung blm lhirkan??koq kyu dah kasih nama sih??ada2 aja kyu,,
    kyu niru ucapannya donghae tuh,,,kekekeke
    kerennnnnnnn,,jinjja daebak,,,

  11. Bagus bgt ceritanya eon, kyknya nyesek itu pas ditolak deh, kyu kok sabar bgt ya. Ah ffnya daebak pokoknya!! Ditunggu karya2 yg lainnya ya chingu;;D
    Hwaiting!!^^

  12. Wuuuaaa terharu, so sweet^^
    Author daebak, bsa nyambungin antara 1 lgu sma lgu yg lain :)
    Endingnya suka bnget^^
    Keep writing :)

  13. DAEBAK!!!
    Gw suka!
    Neomu joah! :D
    tapi gw palak ama siwon ama tiffany!
    Gw doain hdup mereka bedua mendrita!
    Semga tipani mandul dan mereka ga punya ank.
    Tros siwon nyesel uda khianatin suyong.
    Hahahah.
    *ketawa setan*

  14. owowow..
    so sweet nya…
    kyuppa hebat bisa berjuang sampe segitunya,dan utungnya apa yg d perjuangkannya tercapai.. hoho
    daebakk deh ffnya

  15. “Hati akan selalu tau di mana dia akan berlabuh”..
    Sumpah kata2ny bagus..
    Begitu perjuangan kyuppa buat mendapatkan soo..
    Penjabaran dari lirik lagu2 ny jg nyambung dari awal sampai akhir..
    Seperti terjadi pada diri sendiri..
    Sumpah ngena..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s