Baby Maybe [Part 4]

your man

Title : Baby Maybe

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Stella Kim
*Shim Changmin
*Choi Sulli
*Jo Yoonwoo
*Kim Hyoyeon
*Leeteuk
*Kris Wu

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-15

~Sooyoung POV~
“Haish…kenapa susah sekali…”
Aku mencoba meresleting gaunku, hadiah dari eomma. Malam ini, ada pesta pernikahan rekan kerja bumonim yang harus kami hadiri. Aku menarik nafas panjang. Tanganku tidak sampai ke belakang untuk meresleting gaun ini. Aku berniat keluar dan meminta bantuan. Tapi…tunggu dulu. Mana mungkin aku meminta tolong pada namja itu. Haish… sepertinya aku harus membeli gaun yang tidak ada resletingnya
~Kyuhyun POV~
Aku duduk di sofa dan menonton televisi sambil menunggunya. Kenapa dia lama sekali di dalam? Bukannya dia hanya mengganti baju? Aku mengetuknya
“Yaa! Choi Sooyoung ppali!”
Sret. Pintu itu terbuka. Aku tercengang melihatnya. Dia memakai mini dress hitam dengan rambut yang terurai di bahu kanannya. Satu hal yang kuakui. Model figure. Kakinya jenjang dan lekukan di pinggangnya sempurna
Hello...”
“Ne?”
“Kau sebegitu terkesimanya melihatku eoh?”
“Aniya! Mana mungkin aku terkesima denganmu! Dasar yeoja dengan kepercayaan diri tingkat akut!”
“Mwo?”

———————————-

~Sulli POV~
Tap..tap.. aku tersenyum melihat mereka menuruni tangga
“Neomu yeppo,” ujarku padanya”Gomsamida eomma.”
Aku mengusap tangannya. Dari dulu aku selalu ingin memiliki seorang putri untuk memilihkannya baju pesta. Dia terlihat sangat cantik
“Kau menyukainya?” tanyaku
“Ne. Gomawoyo.”
“Cheonmanaeyo. Kaja.”

~Sooyoung POV~
Daritadi aku sudah lelah tersenyum dan melingkarkan tanganku di lengannya. Haish..melelahkan. Semua undangan yang ditemui appa dan eomma selalu bilang “Cocok sekali mereka” “Jodoh” dan lalalallaa. aku sudah lelah di pesta ini.
“Aku haus,” ujarku
“Lalu?”
“Ambilkan aku minum. Kau lupa dengan perjanjian kita eoh?”
“Arra.”
Dia tersenyum padaku dan memberikan minum itu
“Kau haus?” tanyanya
“Gomawo. Cha.gi,” ujarku penuh penekanan dan meminumnya
“Cheonmanaeyo.”
Aku meminumnya. Tiba-tiba kudengar teman appa berkata
“Wah..lihat nampyeonnya perhatian sekali padanya.”
“Ne, nampyeon idaman.”
Aku hanya tersenyum mendengarnya. “Ne. Dia sangat perhatian.”
Aku meneguk air itu lagi
“Wah yoonwoossi..kalau begitu kau tinggal menunggu cucu saja. hahahhaa.”
“Uhuk…”
“Gwaenchanha?”
“Nae gwaenchanha.”
Aku terpaksa tersenyum. Apa dia gila eoh? Memiliki anak dengan namja ini? Omona. Sebentar lagi aku bisa gila di sini.

————————————–

~Yoonwoo POV~
“Yoonwoo..tidakkah menurutmu dia benar? Aku ingin menggendong bayi mereka,” ujar sulli
“Sulli ah, tidak bisa semudah itu. Mereka kan masih kuliah. Setidaknya tunggu sampai mereka lulus, hanya enam bulan lagi.”
“Enam bulan terlalu lama. Itu berarti 15 bulan sampai bayinya lahir. Kalau mereka memiliki anak sekarang kan..aku hanya menunggu sembilan bulan,” ujarnya
Aku mengelus kepalanya “Biarkan mereka menyepakatinya saja berdua. Memiliki keluarga penuh komitmen, yeobo.”
“Tapi yeobo aku..punya usul yang bagus.”
“Ne?”

~Yuri POV~
“Hatchii..”
“Aigoo..bagaimana bisa kau flu seperti ini?” tanyaku
“Kemarin aku bermain air dan pulang larut malam,” ujarnya
“Pulang larut?” tanya yoona
“Ne. Ke pesta pernikahan rekan bisnis appanya. Benar-benar melelahkan. Semua orang yang kutemui bilang cocok lah, jodoh lah, dan yang paling parah, mereka bilang pada appanya ‘Wah kalau begitu kau tinggal menunggu cucu saja’ ”
“MWO?”
“Benar-benar gila. Membayangkan aku memiliki anak dari namja itu saja membuatku pusing,” ujarnya
“Hhahahahahahahha hati-hati dengan ucapanmu!” ujarku
“Ne. Nanti kau menyukainya betulan!”
“MWO? Maldo andwae.”

~Seohyun POV~
“Hatchi..”
Aku menengok ke sumber suara itu. Seketika aku tersenyum melihat namja itu berdiri di sana.
“Annyeong,” ujarku
Kulihat dia tetap fokus pada rak-rak itu. Aku menarik nafas dalam dan memegang bahunya “Annyeong.”
“Nuguseyo?” tanyanya
“Kau..tidak mengenaliku? aku yang kemarin kau tolong,” ujarku
“Mianhamnida aku tidak mengingatnya,” ujarnya. Apa-apaan itu. Seketika aku tersenyum. Namja yang menarik. Aku menahan tangannya
“Ah kalau begitu..Bisakah kau merekomendasikanku buku yang bagus?” tanyaku
“ne?”
“Aku..sudah membaca sebagian besar buku di sini,” ujarku
“Ah..maksudmu sastra?”
Aku mengangguk
“Mianhamnida,aku tidak menyukai sastra,” ujarnya lalu melepaskan tanganku
“Bagaimana kalau…”
“Kyu,” kudengar seorang yeoja tinggi memanggilnya. Dia menengok ke sana
Yeoja itu melirik ke arahku sedikit. Dia…CHOI SOOYOUNG? Ne, semua orang mengetahuinya. Populer, cantik, pintar, dan yang jelas dia putri Choi Company.Perusahaan bergengsi di Korea Selatan.
“Ada apa?” tanya namja itu
Kulihat dia tersenyum kecil dan melingkarkan tangannya di lengan namja itu “Appa memanggil kita,” ujarnya lalu membawa namja itu pergi. Apa-apaan itu.
“HAISH..”
“Ssst!!!” ujar orang-orang di perpustakaan
Aku menatapnya kesal. Kulihat namja itu berbisik padanya. Itu yeojachingunya?

~Sooyoung POV~
“Ne, kami akan segera pulang.”
Aku mematikan teleponku dan pergi ke perpustakaan. Kulihat dia di sana, sepertinya mengobrol dengan seorang yeoja. Apa-apaan itu.Kulihat tangan yeoja itu memegang tangannya. Mwoyaa? Apa yeoja itu tidak sadar kalau namja di depannya sudah menikah? Haish. Yeoja centil
“Ah kalau begitu..Bisakah kau merekomendasikanku buku yang bagus?” tanyanya
“ne?”
“Aku..sudah membaca sebagian besar buku di sini,” ujarnya
“Ah..maksudmu sastra?”
Dia mengangguk
“Mianhamnida,aku tidak menyukai sastra,” ujarnya lalu melepaskan tangan yeoja itu. Aku tersenyum melihatnya
“Bagaimana kalau…”
“Kyu,”aku memanggilnya.
Yeoja itu melihatku. Aku melirik sedikit ke arahnya. Bookworm. Menghabiskan waktunya di perpustakaan. Memakai kacamata asli dengan rambut terurai begitu saja. memakai concealer untuk menutupi kantung matanya. lip gloss orange. tidak senada dengan bajunya. Baik. jiwa fashion critics itu muncul lagi
“Ada apa?” tanya kyuhyun yang membuyarkan lamunanku
Aku tersenyum kecil dan melingkarkan tanganku di lengannya. Kulihat yeoja itu menatapku kesal. Kau harus tahu namja ini adalah nampyeonku. Dan aku tidak mau keluar sebagai headline tragis : dikhianati
“Appa memanggil kita,” ujarku lalu menariknya keluar.
“Apa ada anak buah appamu di sini?” bisiknya padaku
“Ne,” bohongku
“Dimana?” tanyanya
“Di belakang kita. Sekarang mereka menyamar jadi mahasiswa,” bohongku
“Arra.”

————————————————–

~Yoonwoo POV~
“Kenapa appa memanggil kami?” tanyanya
Aku tersenyum kecil dan mengeluarkan amplop itu

Flashback

“Tapi yeobo aku..punya usul yang bagus.”
“Ne?”
“Setelah menikah mereka kan langsung tinggal di sini. Dan first nightnya…terganggu karena aku masuk ke dalam. Selama mereka ada di sini, mereka tidak akan pernah melakukannya. Bagaimana kalau kita beri mereka tiket honeymoon ke Jeju?”
“Mwo?”
Sulli mengangguk “Setidaknya..menebus rasa bersalahku yang…mengganggu mereka saat itu.”
“Apa tidak apa langsung memesannya?”
“Kudengar mereka diberi libur musim panas selama lima hari. Kita kan bisa memesan tiket untuk penginapan empat hari agar mereka tidak kelelahan,” ujar sulli
“Baiklah,” aku mengambil cellphoneku dan menelpon sekretaris Kim untuk memesan tiketnya
“Ah ya! Pesan enam tiket!” ujar sulli
“ENAM?”
“Ne. Kita harus ikut dan memastikan tidak ada yang mengganggu mereka.”
“Tapi..”
“Kita pakai penyamaran! Seperti di film playful kiss! Lalu kita ikuti mereka diam-diam.”
“Yeobo kalau begini namanya..”
“Kita kan tidak mengganggu. Kita hanya memastikan mereka baik-baik saja dan benar-benar melakukannya. lagipula..kau tidak mau melihat keceriaan mereka?” ujar sulli
“Ne. Arraseo. Aku akan menghubungi siwon dan stella.”
“Yeaay!! Gomawo yeobo.”
Flashback End

“Besok juga, kalian berangkat ke Jeju,” ujarku
“MWO?”
“Eomma dengar, kampusmu diliburkan 5 hari untuk libur musim panas. Setelah menikah, kalian kan belum pergi honeymoon. Maka eomma dan appa memutuskan..memberi ini sebagai hadiah pernikahan dan sekaligus hadiah ulang tahun kalian,” ujar sulli
“Tapi eomma, kenapa..”
“Tidak ada tapi-tapian. Besok juga kalian berangkat di penerbangan jam 8.”
“Bagaimana dengan eomma dan a…”
“Lagipula kalian hanya menginap empat hari. Jadi kalian bisa beristirahat setelah pulang dari sana.”
“Kalian tenang saja. Pokoknya kalian bersenang-senang saja di sana. Arra?” ujarku
“A…rrayo.”

—————————————–

~Siwon POV~
Srek. Aku menurunkan koranku sedikit dan melihat mereka. Kulihat youngie sibuk dengan cellphonenya dan kyuhyun sibuk dengan earphonenya
“Kenapa mereka diam daritadi?” tanya stella
“Mungkin mereka masih mengantuk,” ujar sulli
“Hm…”
Srek. Aku menutup wajahku dengan koran begitu melihat kyuhyun menengok ke arahku

~Kyuhyun POV~
Aku menggeleng melihatnya. Sudah kuduga. Mereka pasti mengikuti kami. Bahkan berempat. Bumonimnya dan bumonimku. Aku melepaskan earphoneku dan merangkulnya
“Mw..”
“Bumonim kita ada di sini,” bisikku
“Mwo?”
“Aish..jangan keras-keras,” ujarku
“Eodi?” tanyanya
“Yang membaca koran,” ujarku
“Mereka terlihat aneh. memakai jaket detektif di musim panas.”
“Nah itu kenapa,” ujarku
“Lalu bagaimana?” tanyanya
Aku menghela nafas
“Sepertinya kita harus membuat skenario,” ujarku
“Ne?”
“Mereka benar-benar aneh. Kalau menyamar seharusnya lebih pintar daripada itu,” ujarku
“Lalu apa rencanamu?” tanyanya
“Pura-pura tidak melihat mereka,” ujarku
“mwo?”
“Kau tahu, mereka berempat ibarat anak kecil yang sedang berperan jadi detektif. Kalau kita langsung menangkapnya, mereka akan kecewa karena penyamarannya gagal. jadi sekarang, kita pura-pura tidak melihat, setidaknya membiarkan mereka senang karena merasa berhasil.”
“Arra.”

—————————————-

~Sulli POV~
“Apa tidak apa-apa duduk di belakang mereka?” tanya stella
“Gwaenchanha. kita pura-pura tidur saja dan memakai kacamata hitam ini. Lalu kita dengar percakapan mereka.”
“Arra.”

~Sooyoung POV~
“Mereka bahkan duduk di belakang kita,” ujarku
“See, mereka tidak pintar menjadi detektif.”
“Lalu bagaimana?” tanyaku
“Mereka pasti sengaja untuk mendengar percakapan kita,” ujarnya
“Darimana kau tahu?”
“Aku tinggal selama 21 tahun dengan eommaku. Aku tahu persis jalan pikirannya. ini pasti idenya,” ujarnya
“Arra. Lalu apa yang harus kita lakukan?”
Dia menghela nafas “Sandarkan kepalamu di bahuku”
“Mwo?”
“Lakukan saja.”

~Stella POV~
Aku tersenyum melihat youngie menyandarkan kepalanya di bahu kyuhyun.
“Manisnya..” ujar sulli
“ne..”
“Tidurlah, aku akan membangunkanmu kalau sampai nanti,” ujar kyuhyun yang kami dengar
“Aigoo..” sulli berbisik
“Manis sekali. Aku sangat beruntung memiliki menantu seperti dia,” ujarku
“Nado. Putrimu bisa membuat kyuhyun tertawa, menjadi sosok yang hangat, dan bahkan romantis. Benar-benar menantu idaman.”
“Hahaha. Aku tidak sabar melihat anak mereka.”

————————————

~Kyuhyun POV~
Aku menaruh koperku di kamar. Kulihat dia merebahkan diri di tempat tidur. Aku mengintip dari jendela. Kulihat mereka berempat menyewa dua cottage yang bersebelahan dengan kami
“Pikiran mereka sangat mudah ditebak,” ujarku
“Menurutmu..apa yang akan mereka lakukan setelah ini?” tanyanya
“Seorang dari mereka akan menyamar menjadi karyawan hotel. kurasa itu eommaku”
“Bagaimana bisa?” tanyanya
“Hotel ini juga milik Seoul Pasific. Jadi eomma bisa melakukan rencana anehnya.”

~Yoonwoo POV~
“Bagaimana penyamaranku?”
“Sempurna.”
“Apa mereka bisa mengenaliku?” tanyanya
“Kurasa tidak. Kau memakai kacamata dan tompel bohongan di pipimu.”
“Arra.”

~Sooyoung POV~
Tok..tok..tok. Kudengar pintu itu diketuk.
“Kau siap?”
Aku mengangguk dan pergi ke balkon
“Camera rolling action.”
Kyuhyun membuka pintunya.
“Annyeonghaseyo. Permisi, saya ditugaskan untuk memberi aromatheraphy di toilet kamar ini,” ujarnya
“Ah ,ne,” ujar kyuhyun.
Aku tersenyum kecil melihat eommanya masuk ke toilet. Kyuhyun berjalan ke arahku dan merangkulku
“Lihat, tertebak,” ujarnya
“Daebak,” ujarku
“Aku selalu tahu jalan pikirannya, dan aku tahu sekarang dia sedang mengintip kita,” ujarnya
“Lalu bagaimana?” tanyaku
“Kau mengaku aktris profesional?” tanyanya
“Ne?”
“Kuanggap itu jawaban.”
Dia memelukku dari belakang dan menaruh kepalanya di bahuku
“Yaa ka..”
“Dia sedang tersenyum melihat kita. Diam saja dan ikuti scenenya. Arra?”
Aku hanya diam. Deg..deg.. kenapa jantungku berdetak keras.. padahal aku tahu ini hanya pura-pura.

~Sulli POV~
Aku menggigit bibir bawahku melihatnya. Menahan teriakan aigoo. Omona…ini romantis sekali. Dipeluk dari belakang dengan kepala di bahu dan pemandangan Jeju.. Aku memang pintar mengatur suasana ini. Aku diam-diam pergi keluar ruangan dan menutup pintunya

~Kyuhyun POV~
Krek. Kudengar pintu itu tertutup
“Dia sudah pergi,” ujarku
“Ne.”
“Setelah ini dia pasti pergi ke kamar dan berteriak aigoo tidak jelas pada appa,” ujarku
“Apa semudah itu menebaknya?” tanyanya
“ne. semudah itu. sama seperti menebakmu”
“Mwo?”

~Yoonwoo POV~
“Aigoo!! Aigoo!! Kau harus melihat apa yang terjadi di sana!!” ujar sulli
“Apa?”
“Kau tahu, uri kyuhyun sangat manis dan romantis!! Dia memeluk sooyoungie dari belakang dan menyandarkan kepala di bahunya. Mereka ada di balkon dan memandang pemandangan jeju. Kyaaa!!! Aku tidak kuat melihatnya!! Ini lebih romantis dibandingkan film manapun!!” ujarnya
Aku tersenyum melihatnya “Syukurlah kalau begitu.”

———————————————-

~Kris POV~
Aku melipat tanganku dengan kesal melihat mereka berdua saling diam di sofa
“Haish..apa namja itu masih normal? Bagaimana bisa dia tidak terhanyut suasana?” tanyaku
BUK! Hyoyeon memukul kepalaku dengan koran
“Yaa!!”
“Kenapa pikiranmu sangat kotor hah? Justru itu berarti dia adalah the real man. Tidak melakukan itu dengan yeoja yang belum dicintainya,” ujar hyoyeon
“Ne, cupid. Lalu apa rencanamu untuk mereka?” tanyaku
Hyoyeon tampak berpikir
“Petir sudah tidak bisa,” ujarnya
“Ne, terlalu basi,” ujar leeteuk
“Kalau begitu…kita dorong saja,” ujarku
“Haish..jangan! Aku tidak mau mereka melakukan itu kalau belum ada cinta!” ujar hyoyeon
“Kalau begitu kita biarkan saja mereka mengaturnya sendiri,” ujar leeteuk
“ne.”

~Kyuhyun POV~
“Bosan,” ujarnya sambil menyandarkan punggungnya di sofa
“Bahkan tidak ada televisi,” ujarnya
“Kamar ini sengaja dirancang untuk pasangan honeymoon, babo,” ujarku
“Aku juga tahu. Tapi tetap saja membosankan.”
Aku menghela nafas
“Ah. Bagaimana kita main truth or dare?”
“Permainan anak-anak, lagipula tidak seru kalau hanya berdua,” ujarku
“Bagaimana kalau kita menelepon bumonim kita?” tanyanya
“Usul yang bagus. Jadi mereka tidak curiga kalau kita tahu mereka di sini.”

~Sulli POV~
“Kyuhyun menelponku dengan video call!” ujarku
“Ah, sooyoungie menelponku dengan video call!” ujar stella
“Berarti kita harus mencari background yang tidak mencurigakan. Em….bagaimana kalau di…depan pintu!” ujarku
“Ne. Kalau begitu kami akan kembali ke kamar kami,” ujar stella
Setelah menutup pintunya aku mengangkatnya
“Annyeong!!!”ujarku
“Ne annyeong eomma, appa,” ujar mereka
“Bagaimana? Apa di sana menyenangkan?” tanyaku
“Ne,” ujar  mereka
“Pemandangannya bagus,” ujar youngie
“Syukurlah kalau begitu.”

~Stella POV~
“Annyeong!!” ujarku
“Annyeong eomma, appa!! Bogoshipo,” ujarnya
“Nado. Kudengar kau sedang di Jeju?” tanyaku
“Ne. Kami juga sedang video call dengan bumonim kyuhyun,” ujarnya
“Wahh!! Bagaimana di sana? Menyenangkan?”
“Ne. Pemandangannya indah.”
“Baik-baik di sana. Bawakan kami cucu sebagai oleh-olehnya,” ujar siwon
“Appa!!!”
“Ne itu benar!” ujar sulli yang kudengar
“Eomma!!”
“Eomma, appa, wajahnya merah,” ujar kyuhyun
“Yaaa!! Cho Kyuhyun jangan ikut-ikutan!” ujarnya
“Hei! Kau tidak boleh berkata seperti itu pada nampyeonmu!” ujarku
“Hahahahahhahaha.”

——————————————-

~Stella POV~
Kami mengamati mereka dari balik payung. Mereka sedang berlarian di pantai dan menyiram satu sama lain
“Aku tidak pernah bosan melihatnya,” ujar sulli
“Ne. Nado. Mereka terlihat bahagia.”

~Kyuhyun POV~
“Yaa! Cho Sooyoung aku akan membalasmu!”
Byur! Aku mengibaskan air itu padanya
“Hahahahahhaha. Kejar aku kalau bisa!!”
“Yaa!”
Kulihat dia berhenti dan memungut sebuah kerang.
“Kyu ah!! lihat ini,” ujarnya
“Ne?”
“Kerangnya bagus,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya dan mengambil kerang berbentuk terompet
“Sepertinya kita akan mengumpulkan kerang di sini.”

~Siwon POV~
“Melihatnya tertawa seperti itu membuatku bahagia,” ujarku
“ne. nado. Dia mendatangkan keceriaan di rumah kami.”
Aku tersenyum mendengarnya
“tapi kulihat..dia menjadi sedikit dewasa berkat kyuhyun.”
“uri kyuhyun juga menjadi hangat berkatnya. Dan stylish. Hahahha.”

~Kyuhyun POV~
“A..h..” kudengar dia meringis
“Gwaenchanha?”
“Gwaenchanha. aku hanya terkena kerang sedikit,” ujarnya
“Haish..lihat jarimu berdarah.”
“Gwaenchanha. Ini hanya luka kecil.”
Aku meniup goresannya dan membersihkan lukanya “Perih…”
“Haish..masa begini saja perih.”

~Sooyoung POV~
Aku terdiam sebentar. Entah kenapa…sepertinya kejadian ini pernah terjadi. Tapi bukan aku yang mengatakannya
“Hei. Sepertinya kejadian ini pernah terjadi,” ujarku
“Dejavu maksudmu?” tanyanya
“Mungkin.”
“Jadi kau mempercayainya?”
“Rasanya kejadian ini pernah terjadi. Tapi bukan aku yang terluka,” ujarku
“Iya ya.. aish. sudahlah lupakan saja.”

——————————————-

~Sooyoung POV~
“Hana dul set. Kimchi!!”
Dia menekan tombolnya. Aku tersenyum melihat hasil fotonya
“Kau terlihat jelek,” ujarnya
“Apalagi kau huh?”
Aku memandang ke arah ladang bunga ini. Kuning. Cerah. Sret. Kulihat dia membuka payung dan memayungiku
“Mataharinya sangat menyengat.”
Aku tersenyum kecil melihatnya. Biarpun dingin..ternyata dia perhatian juga

~Kyuhyun POV~
Kami sedang makan malam di restoran. Kulihat bumonim masih mengikuti kami. Aku terpikir akan sebuah ide. Aku memotong steakku dan menyuapinya
“Aaa..”
Aku memberi kode padanya. Kulihat dia tersenyum, mengerti maksudnya. Dia membuka mulutnya. Aku memasukkan makanan itu ke mulutku
“Kyu ah!!”
“Siapa yang mau menyuapimu?” tanyaku
“Nappeun nom,” ujarnya
“Hwanajima~ Aaaa.”
Aku menyuapinya. Kulihat bumonim kami tersenyum dari pojok sana. Apa aku akan seperti itu saat tua nanti? Entahlah.

~Siwon POV~
“Aigoo…aku pasti sudah meleleh di sana,” ujar stella
Aku tersenyum mendengarnya
“Ini lebih romantis dibanding dongeng Shakespeare.”

—————————————-

~Kyuhyun POV~
“Kaja kita berenang!” ujarnya
“Haish..aku malas berenang.”
“Kau malas atau tidak bisa?” tanyanya
“Sudah kubilang aku malas,” ujarku
“Haish..tidak seru, Bagaimana kalau naik kapal?” ujarnya
“Aku tidak suka dengan apapun yang berhubungan dengan kolam,” ujarku
“Bilang saja kalau tidak bisa berenang.”
“MWO?”
“Haish..ya sudah kau tunggu di sini. Aku kembali ke cottage sebentar untuk mengambil cellphoneku.”
Aku terdiam melihatnya menjauh. menatap ke kolam itu. lima belas tahun aku meninggalkan apapun yang berhubungan dengan kolam

flashback

“Kyu ah..ayo sini.. aku akan menolongmu,” ujar pengasuhku
“Tapi, kim ahjumma..Kolamnya sangat dalam.”
“Kau kan juara satu lomba renang kyu ah.Kolam dalam pun tak masalah. lagipula..ada ahjumma.”
Aku memberanikan diri masuk ke sana. Tiba-tiba, ahjumma menekan kepalaku
“Ahju..hm…ma”
“Aku tidak akan membiarkanmu hidup kyu ah..”
“Ahj….”
“KYU AH!!”
flashback end

Tringg…. kudengar sesuatu jatuh dari tanganku
“Yaaa!!”
Tring. Benda itu jatuh ke dekat kapal. Aku menarik nafas dalam. Cincin itu. Bagaimana bisa terjatuh ke sana? Aku mencoba mengambilnya. Haish..kenapa kapal itu bergerak-gerak.. Sret. Aku berhasil mengambilnya dan tiba-tiba
“Wuoo!!!”
BYUR!!!!

~Sooyoung POV~
“Haish..benar-benar pelupa.”
Aku memasukkan cellphone ke tasku dan pergi ke sana. Kulihat dia sedang mencoba mengambil sesuatu di kapal dan..
“Wuoo!!!!”
BYUR! Dia terjatuh ke kolam
“Kyu ah!”
Aku melepaskan tasku. Tidak ada suara. MWOYA? Dia tenggelam?
“KYU AH!” tidak ada suara
Jadi dia memang tidak bisa berenang? Byur! Aku cepat-cepat masuk ke sana. Mencarinya. Kulihat dia di sana. Aku meraih tangannya ke daratan. Dia..tidak bisa berenang?

~Hyoyeon POV~
“Yaaa! Kenapa kau mencopot cincinnya! Bagaimana kalau mereka mati karena tenggelam!” ujar leeteuk
“Sst!! Diamlah. Justru aku membantunya untuk menang dari rasa takutnya.”
“Mwo?”

~Yoonwoo POV~
“Hosh..hosh..”
Sulli terbangun dari tidurnya
“Yeobo gwaenchanha?” tanyaku
“Aku..bermimpi…buruk.”
“Apa?”
“Kyuhyun tenggelam!” ujarnya
“Yeobo..itu mungkin hanya mimpi..”
“Yeobo..kau harus ingat. Dia tidak bisa berenang sejak pengasuh gila itu mencoba membunuhnya. Kita harus mengeceknya ke cottagenya! Aku takut terjadi sesuatu padanya.”
“Sulli..tenang saja.”

~Sooyoung POV~
“Yaa!! Irreona!!!”
Aku menepuk-nepuk pipinya
“Yaaa!! Cho Kyuhyun jangan bercanda padaku!!”
Aku menepuk pipinya dan memegang tangannya. Aku memompa jantungnya
“Irreona!! Jangan buat aku takut!!”
Dia hanya diam. Tidak ada pilihan lain. Aku menutup hidungnya dan memberinya nafas buatan
“Irreona!!”

~Kyuhyun POV~
Rasanya hangat. Entah kenapa aku merasa seperti itu. Perlahan aku membuka mataku. Seketika aku terdiam melihatnya menciumku.
“Irreo..”
Dia melepaskan tangannya. hening..
“Uhk…”
Air itu keluar dari mulutku
“Kenapa kau masuk ke sana hah! Kalau sudah tahu tidak bisa berenang ya jangan masuk ke kolam!” ujarnya
“Aku terjatuh ke sana! Bukan sengaja mencerburkan diri!” ujarku
Aku membuka tanganku. Kulihat cincin itu masih ada di sana. Untunglah. Aku memakainya
“Kau…jatuh untuk mengambil cincin itu?” tanyanya
“Ne. Ini kan cincin pernikahan kita. Bagaimana bisa aku menghilangkannya?”
“N..ne?”
“Maksudku… haish..sudahlah. Kita harus kembali ke kamar dan mengeringkan pakaian ini.”

~Yoonwoo POV~
Aku mengintip dari jendela. Kulihat mereka berdua masuk ke sana
“Lihat, tidak ada apa-apa kan?” tanyaku
“Ne..mungkin..aku terlalu panik.”

————————————————–

~Kyuhyun POV~
“Minumlah,” ujarnya sambil memberi hot chocolate padaku
“gomawo.”
Aku meminumnya perlahan
“mianhae,” ujarnya
“ne?”
“aku..tidak tahu kalau kau phobia..”
“Gwaenchanha.”
Aku tersenyum melihatnya “Gomawo..malah kau yang menyelamatkanku.”
“Ah.itu..tidak usah kau pikirkan.”
“Sejujurnya..dulu aku bisa berenang. Bahkan sangat mahir,” ujarku
“Ne?”
“Tapi… pengasuhku hampir membunuhku di kolam renang. Sejak itu..aku tidak pernah masuk ke sana lagi.”
“Mianhae..aku tidak tahu.”
“Gwaenchanha. Justru..aku yang jadi malu padamu. seharusnya..namja yang menyelamatkan yeoja,”ujarku
“Tidak usah memikirkan hal itu. Tiap orang punya phobianya masing-masing. Kau dengan kolam, aku dengan petir. Bukankah itu yang disebut saling melengkapi?”
“Ne.”
“Tapi..”
“Ne?”
“Aku cukup senang kau menjaga cincin itu,” ujarnya
Deg.. entah kenapa jantungku berdetak kencang. Ada apa ini?

———————————————-

~Stella POV~
“Aku tidak menyesal mengikuti mereka ke sini,” ujarku
“Ne, kau tahu, aku merasa sangat bersyukur karena menjodohkan mereka.”
“nado.”
Aku mengusap tangannya
“Kau tahu..terkadang aku merasa…uri sooyoungie sangat mirip dengan sooyoung..sahabat kita,” ujarku
“Ne. bahkan nama dan wajah keduanya hampir sama. Tapi..”
“Tapi?”
“Uri sooyoungie lebih cantik dan feminim karena ada genmu di sana. Dia tidak tomboy meski ceroboh. dia pintar dan berani sepertiku tapi manja sepertimu.”
“Hahahahahahahaha.”

—————————–TBC————————

75 thoughts on “Baby Maybe [Part 4]

  1. Seru bgt!
    Kyuyoung sama2 udah mulai suka! :-D
    bumonimnya kyuyoung pada usil bgt ikutin anak honeymoon! Hahaha
    itu, pengasuhx kyu rada gila kali ya, sempet mau bunuh kyu! -___-
    Well, keren bgt!

  2. uwaa seru bgt,aku br bc dari cupid diary sampe part ini kemarin jd maaf br komen disini
    suka bgt sm ff ini banyak kyuyoung moment nya kkk~
    next ditunggu

  3. jd kyknya seo emg gak tau kyuyoung udh nikah o_O makanya deketin kyu mulu
    hahha kocak ortunya malah pd ngikutin mulu XD kyk playfull kiss, tp ini lbh kocak
    info terbaru ttg kyu di part ini, trnyata kyu pnya trauma gak bisa berenang X-( untung soo cpt2 nolongin & kontak batin sulli kuat bgt sbgai ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s