Baby Maybe [Part 2]

your man

Title : Baby Maybe

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Stella Kim
*Shim Changmin
*Choi Sulli
*Jo Yoonwoo
*Kim Hyoyeon
*Leeteuk
*Kris Wu

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-15

Ketika mereka mencoba memungkiri takdir yang telah tertulis, semuanya sia-sia
Cupid’s Diary halaman tujuh

~Yoonwoo POV~
“Appa, pokoknya aku tidak ingin menjemput yeoja jadi-jadian itu lagi. Dia bahkan bangun jam 8! Berisik dan….”
Aku mengusap keningku. Membiarkan kyuhyun berceloteh panjang lebar. Kyu ah.. andai kau tahu apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Noona, noona. Berisik memang kelebihannya.
“Kyu ah, setiap orang diciptakan berbeda untuk saling melengkapi. Appa menjodohkanmu dengan Choi Sooyoung karena kalian akan saling melengkapi.”
“Mwo? melengkapi? Appa, aku bisa stress jika disuruh menikah dengannya!”
“Kyu ah. coba bayangkan kau menikah dengan yeoja yang sifatnya sama persis sepertimu. Dingin, pendiam. Akan jadi apa rumah itu? Dan coba kau bayangkan sooyoung menikah dengan namja yang sifatnya sama persis sepertinya. Akan jadi apa rumah itu? Justru karena itulah appa menjodohkanmu dengannya. Karena kalian saling melengkapi. Kau dingin dan dia hangat. Kau pendiam dan dia talkactive. Dia bisa mencairkan suasana.”
“Tapi appa..”
“Dua puluh tujuh hari lagi pertunangan itu dilangsungkan. Appa minta kalian mengubah sikap dan saling memahami.”
“Appa!!”
“Appa ingin melihat perubahan sikap kalian. Dan kalau tidak ada progress..kau akan mendapat hukuman,” ujarku
“Hukuman?”
“Dicoreng dari nama penerus cho company dan kartu keluarga.”
“MWO?”

———————————-

~Siwon POV~
“Appa pokoknya aku tidak mau dijodohkan dengannya. Dia sangat menyebalkan. Dia menghinaku! Dia bilang gen appa dan eomma tidak menurun padaku, dia bilang aku jelek saat tua, dia bilang..”
Aku mengusap keningku. Pusing mendengarnya berceloteh panjang lebar mengenai sifat buruk cho kyuhyun
“Aku tidak mau menikah dengan namja dingin dan pendiam itu. Aku bisa stress appa dan..”
“Youngie, dengarkan appa.”
“Ne?”
“Bayangkan kau menikah dengan namja yang sama bawelnya denganmu, sama cerobohnya denganmu, dan sama easy goingnya denganmu. Akan jadi apa rumah itu eoh? Tidak ada yang mengatur. Dan bayangkan kyuhyun menikah dengan yeoja yang sama diamnya dengan dia. Akan jadi apa rumah itu? Tidak ada suara, seperti pantomim. Oleh karena itu kalian kami jodohkan. Kalian bisa saling mengimbangi. Dia bisa belajar untuk lebih hangat dan talkactive. Dan kau bisa belajar untuk lebih gorgeous dan teratur. Bukankah itu hal yang baik?”
“Tapi appa…”
“Dua puluh tujuh hari lagi kalian bertunangan. Appa harap kau bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengenalnya.”
“Appa!!”
“Pokoknya apa ingin melihat progress. Tidak ada kemajuan itu berarti.. kau akan appa pindahkan ke Busan.”
“Ke Busan?”
Aku mengangguk “Menjadi tukang ikan.”
“MWO? Appa!!!!”
“Ini serius,” ujarku

———————————-

~Hyoyeon POV~
“Sekarang bumonim mereka dilibatkan,” ujar leeteuk
“benar-benar parah. Apa kau yakin mereka diciptakan untuk saling melengkapi?” tanya kris
Aku tersenyum
“Kita lihat saja nanti.”

~Sooyoung POV~
Aku masuk ke mobilnya dengan kesal. Selama perjalanan dia hanya diam. Aku menarik nafas dalam.
“Bisakah kau meminta pada appamu untuk menolak perjodohan ini?” tanyanya
“Kau tahu? Aku sudah memohon berkali-kali-kali-kali dan appa tidak mau mendengarku! Kau sendiri?”
“Haish… aku bahkan diancam akan dicoreng sebagai penerus cho company dan dicoret dari kartu keluarga kalau hubungan kita tidak ada kemajuan.”
“Aku bahkan diancam akan dijadikan tukang ikan di Busan kalau hubungan kita tidak ada kemajuan!”
“Tukang ikan?”
“Jangan menertawakanku! Itu serius!”
“Aku tidak bisa membayangkan queen bee menjadi tukang ikan.”
“Haish..jangan memperolokku!”
“Lalu kau mau apa?” tanyanya
“Aku punya ide.”
“Apa?”
“Hanya di hadapan orang tua kita. Kita akan berakting sebagai pasangan kekasih.”
“MWO?”
“YAA! Kau kira aku mau berakting denganmu eoh? Kita tidak punya pilihan lain. Kau akan dicoret dari penerus perusahaan dan kartu keluarga kalau hubungan kita tidak ada kemajuan. begitu pula aku akan dijadikan tukang ikan di Busan kalau hubungan kita tidak ada kemajuan. Ini namanya mutualisme, hanya di depan bumonim kita, kita akan berakting manis dan ada kemajuan. Arrachi?”
Good idea.”

———————————–

~Kyuhyun POV~
Hari ini. lagi-lagi aku harus menjemputnya. Ting..tong..aku menekan bel pintu itu. Kulihat choi ahjumma membukakan pintu
“Annyeonghaseyo ahjumma.”
“Ne annyeonghaseyo kyuhyun ah. Youngie…”
“Annyeong oppa!!!”
Aku menengok ke arah tangga. Kulihat dia sudah turun dan rapi. Bersiap ke kampus. Aku melihat ke arah jam. Jam 7?
“Kau mau sarapan bersama?” tanyanya
“Aku..”
“Ah ya, benar. Kau pasti belum sarapan karena menjemputnya sepagi ini.”
Kulihat dia memberi kode “ne” padaku
“ne. Mianhamnida merepotkan.”
“Aish..jangan sungkan begitu. Kau kan juga akan menjadi bagian dari keluarga ini,” ujar eommanya
Aku tersenyum kecil.
“Kaja,” dia menggandeng tanganku ke dalam. Kulihat appanya duduk di sana. Sekarang aku mengerti. Aktingnya sudah dimulai
“Annyeonghaseyo ahjeossi.”
“Ne annyeonghaseyo.”
“annyeong appa.”
Appanya menutup koran “Tumben kau sudah rapi,” ujarnya
“Aku…tidak enak kalau bangun kesiangan saat kyuhyun menjemputku.”
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Rupanya dia cukup pintar untuk memulai akting ini.
“Aigoo..manisnya..” ujar eommanya

~Sooyoung POV~
Setelah selesai sarapan bersama, kyuhyun menyiapkan mobilnya. Sedangkan eomma menarikku ke ruang tamu
“Waeyo eomma?”
“Kau pernah pergi ke rumah kyuhyun?”
Aku menggeleng
“Aigo..kau harus pergi ke sana.”
“Wae?”
“Kau kan akan tinggal di sana setelah menikah nanti.”
“Mwo?! bersama bumonimnya?”
“Tentu saja! Dia kan anak tunggal. kau ini bagaimana.”
“Tapi eomma…”
“Youngie, setelah kau tinggal di sana, kami tidak bisa membelamu kalau kyuhyun macam-macam. Oleh karena itu kau harus mencari dukungan dari mertuamu,” ujar eomma
Aku terdiam sebentar
“Pokoknya nanti kau minta diantar ke sana olehnya. Bawakan saja buah atau kue. Mereka pasti senang. Itu kan juga calon bumonimmu.”
“Eomma…”
“Ikuti perintah eomma kalau kau mau appamu senang. Eomma juga tidak mau kau dijadikan tukang ikan. Arra?”
“Arra.”

~Leeteuk POV~
“Apa tidak ada ancaman lain selain tukang ikan?” tanya kris
Aku menggeleng “Ancaman yang tidak masuk akal.”
“Tapi bagi seorang seperti dia, itu ancaman yang menakutkan,” ujar hyoyeon
Aku mengusap tengkukku “Kurasa kyuhyun wajar kalau panik namanya dicoret dari daftar keluarga dan penerus. Tapi sooyoung..tidak wajar panik dijadikan tukang ikan.”
“Itu namanya trik psikologis,babo,” ujar kris
“Diamlah kalian berdua dan perhatikan mereka!” ujar hyoyeon yang sibuk dengan teropongnya

————————————-

~kyuhyun POV~
Setelah selesai kuliah, aku harus mengantarnya ke rumahnya. Appanya menyita kunci mobilnya. Dan demi menjaga namaku di kartu keluarga, aku harus bersikap manis padanya di hadapan bumonim.
“Kyu ah.”
“Ne?”
“Eomma menyuruhku…datang ke rumahmu hari ini.”
“MWO?”
“Haish..aku juga tidak mengerti. Yang jelas dia menyuruhku. Jadi..kita harus menurutinya.”
“Tapi..”
“Kau mau namamu dicoret betulan?”
Aku menarik nafas dalam “Arra.”
“Apa ada bakery di dekat rumahmu?”tanyanya
“ne. waeyo?”
“Aku ingin membeli sesuatu untuk orang tuamu dulu.”
“Kenapa kau repot-repot? Langsung datang saja.”
“Sudah kubilang, eommaku yang menyuruhku. Lagipula aku tidak enak kalau datang dengan tangan hampa. Arra?”
“NE. A.RRA.”

~Sooyoung POV~
Ting..tong… Aku tercengang melihat rumah ini. Bagaimana bisa rumah sebesar ini hanya ditempati tiga orang? Ini bahkan lebih besar dibanding rumahku. Ada air mancur di depannya dan taman yang luas. Bergaya eropa dengan pilar romawi. Aku tidak mengerti. Kulihat seorang pelayan membukakan pintu
“Nyonya sudah menunggu anda di ruang tengah.”
“Algesseumnida.”
Aku masuk ke dalam. Lantainya tertutup karpet. Benar-benar hebat. Bahkan wallpapernya sangat indah. Lukisan di dinding menambah kesempurnaannya. Kami masuk ke dalam. Kulihat seorang yeosong duduk di sana dan tersenyum
“Annyeonghaseyo,” ujarku
“Wah.. annyeonghaseyo. Kyu ah, kenapa kau tidak mengabari eomma kalau youngie datang?” tanya eommanya
“Itu..”
“Gwaenchanhayo, ahjumma. Aku membawakan cheesecake untuk ahjumma,” ujarku
“Wah..seharusnya kau tidak perlu repot-repot. Aku justru yang seharusnya menyiapkan sesuatu untukmu.”
“Gwaenchanhayo.”
“Duduklah,” ujar eommanya
“Eomma, aku harus pergi ke hotel sebentar. annyeonghaseyo,” ujarnya
“ne annyeonghaseyo,” ujar eommanya
“Annyeong,” ujarnya padaku
“Annyeong,” ujarku
Kulihat eommanya tersenyum padaku
“Aigo..aku tidak pernah mendengarnya berkata semanis itu pada yeoja,” ujar eommanya
Aku tersenyum kecil. Dia memang tidak manis. Sangat tidak manis. Pahit mungkin.
“Ah! Mumpung dia tidak ada di sini.. apa kau mau melihat album fotonya?”
“Ne?”

~Sulli POV~

kyungsan-crop
“neomu kwiyeopta,” ujarnya
“benar kan? Dia terlihat sangat manis saat kecil.”
Aku membalik halaman selanjutnya

img-thing“Bagaimana bisa dia selucu ini?” tanya sooyoung
Aku tersenyum “Benar kan. Saat besar dia tidak lucu lagi. Dia terlalu sering belajar atau pergi ke kantor appanya,” ujarku
“Ne.”
Aku membalik halaman selanjutnya

q1285_ChoKyuhyunsuperjunio“Nuguseyo?” tanyanya
“Kau tidak mengenalinya?” tanyaku
Dia menggeleng “Itu kyuhyun.”
“MWO?”
“Hahahaha. Aku yang memotretnya diam-diam saat di Paris.”
“Tapi kenapa..dia memakai..”
“Aku juga heran kenapa dia mengubah style nya saat kuliah. Malah menjadi aneh menurutku. Tapi saat kutanya, dia bilang kalau dia ingin mendapatkan yeoja yang menerimanya apa adanya. Tak peduli fisiknya seperti apa,” ujarku
“Algesseumnida.”
“Sebenarnya, dia tidak memakai kacamata. Tapi entah kenapa dia memakainya. Aku sudah pernah memprotesnya. Tapi dia tidak mau mendengarnya. Kurasa…dia hanya ingin terlihat tampan di depan yeoja yang dia sukai,” ujarku
“manis,” ujarnya
“Ne. Oh ya. Apa kau mau melihat kamarnya?” tanyaku
“N..ne?”
“Mumpung dia tidak ada di sini.”
“Tapi..”
“Gwaenchanha.. kaja.”

~Sooyoung POV~
“Ini kamar kyuhyun.”
Aku sedikit tercengang melihatnya. Kamarnya luas dan interiornya mirip kamarku. Sofa, meja belajar, tv, ranjang king size, gorden berwarna keemasan, karpet, nakas, dispenser kecil, coffee table, dan balkon. Tapi aku bukan tercengang karena itu. Tapi karena barang-barang berserakan di kamarnya
“Aigoo..anak ini benar-benar. Padahal sudah kusuruh membereskan kamarnya,” ujar eommanya
Aku tersenyum kecil. Cho Kyuhyun. Sekarang aku tahu kelemahanmu. kau bilang aku yeoja ceroboh dan jadi-jadian. Kau sendiri? Namja super berantakan. Beberapa kaus ada di sofa. PSP di tempat tidur dengan banyak kaset game. DVD yang berserakan di meja dan gelas kopi kosong. Buku yang berantakkan dimeja dan beberpaa bungkus snack di lantai.Satu hal yang kuketahui. Pada dasarnya dia namja yang normal. Hanya mencoba culun untuk mendapatkan yeoja idamannya. Aku menggeleng melihatnya. Setidaknya aku tidak berantakkan seperti ini
“Mianhae sooyoungie, kau jadi melihat ini,” ujar eommanya
“Ah..gwaenchanha. Justru aku senang mengetahui sisi lain dirinya,” ujarku sambil membuang sampah itu ke tempatnya. membantu eommanya yang memasukkan baju itu ke lacinya
“Kau yeoja yang baik.”
Aku tersenyum mendengarnya “Tiap orang punya perbedaan. Aku justru senang mengetahui sisi lain dirinya yang tidak diketahui sebagian besar orang.”

~Yoonwoo POV~
“Kurasa..mereka saling menyukai,” ujar sulli
“Jinjjayo?”
Dia mengangguk
“Kau tahu, tadi sooyoung masuk ke kamar kyuhyun dan melihat seberapa berantakkannya anak kita itu.”
“M..mwo?”
“Tapi kau tahu reaksinya? Dia bilang, dia senang mengetahui sisi lain dari kyuhyun yang tidak diketahui orang lain. Sangat romantis,” ujar sulli
Aku tersenyum mendengarnya
“Yeobo, kurasa..mereka tidak perlu bertunangan lagi.”
“Ne?”
“Undangannya kan baru selesai dirancang, tapi belum dicetak. Bagaimana kalau…tulisan pertunangan itu kita ganti jadi pernikahan?”
“Mwo?”
“Aku sangat menyukai sooyoungie. Kau tahu kan yeobo seberapa aku ingin memiliki seorang putri? Jebal… aku sangat ingin tinggal bersamanya dan dipanggil eomma olehnya. Bukankah itu sangat manis?” tanya sulli
“Hm..kurasa aku harus mendiskusikan hal ini dengan siwon dulu.”

——————————–

~Kyuhyun POV~
Hari ini bumonimnya mengajakku makan malam. Dua puluh enam hari menuju pertunangan. Kulihat dia menuangkan teh ke gelasku
“Gomawo,” ujarku
“Aigoo..lihat mereka sangat manis,” ujar eommanya
Aku tersenyum kecil. Kalau tidak terpaksa. Tidak akan.

~Siwon POV~
Setelah selesai makan malam, aku duduk di gazebo bersama kyuhyun dan bermain catur. Permintaan yoonwoo membuatku berpikir. Apa mereka saling mencintai? Aku harus mencari tahu
“Bagaimana caramu mengubahnya?” tanyaku
“Ne?”
“Kau tahu, aku melihat banyak kemajuan darinya. Dia jadi bangun pagi, tidak ke pesta. Dan itu berkatmu.”
Kulihat dia tersenyum “Itu berkat usahanya ahjeossi.”
“apa yang kau sukai dari uri sooyoungie?” tanyaku
“Ne?”
“Dia kan talkactive dan sedikit ceroboh,” ujarku
“Kurasa.. karena kami saling mengimbangi. Dia talkactive dan aku sedikit pendiam. Kalau ceroboh, aku memandangnya dari segi yang berbeda. Tidak banyak orang yang tahu kelemahan itu,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Dan ada pepatah yang mengatakan.. di saat kita mengetahui kekurangan pasangan kita, kita seharusnya bersyukur. Karena kalau dia tidak punya semua kekurangan itu, dia pasti sudah menikah dengan orang yang jauh lebih baik daripada kita,” ujarnya
“Kau benar.”
Aku tersenyum melihatnya. Kurasa…aku akan tenang melepas uri sooyoungie untuknya.

~Stella POV~
“Jadi bagaimana keputusanmu?” tanyaku
“Kurasa…aku akan menyetujui permintaan yoonwoo,” ujarku
Aku tersenyum mendengarnya
“Kau tahu stella. Kurasa aku hanya akan merasa tenang jika aku melepaskan youngie pada keluarga cho. Mereka sangat menyayanginya. bahkan kyuhyun mengatakan padaku..di saat kita mengetahui kekurangan pasangan kita, kita seharusnya bersyukur. Karena kalau dia tidak punya semua kekurangan itu, dia pasti sudah menikah dengan orang yang jauh lebih baik daripada kita.”
Generous,” ujar stella
“Dan dia genius, aku suka itu.”
“Kurasa..aku harus menghubungi yoonwoo sekarang. Dua puluh enam hari lagi pernikahannya dilangsungkan. mencetak undangan dalam waktu sehari adalah hal yang mudah. Membagikannya. Lalu melangsungkannya di Seoul Pasific Hotel.”

—————————————

~Sooyoung POV~
“Jawaban yang pintar,” ujarku setelah mendengar ceritanya
“Haish..kau tahu sebenarnya aku ingin sekali bilang. Ne ahjeossi putrimu sangat ceroboh.”
Aku menatapnya.
“Kau kira hanya kau yang tahu kelemahanku eoh?”
“Mwo?”
“Kau tidak usah pura-pura strict di depanku. Cho Kyuhyun aku tahu rahasiamu.”
“Rahasia?”
Aku mengangguk “Kamarmu sangat berantakkan. Seperti kapal pecah.”
“MWO? Kau jangan bicara sembarangan.”
“Aku tidak bicara sembarangan. Aku tahu ada PSP di ranjangmu, DVD di meja, kaus di sofa, bungkus makanan di karpet, gelas kopi kotor, dan bahkan buku berserakan.”
“MWOYAA? Kapan kau masuk ke kamarku? bagaimana bisa kau masuk tanpa izin hah?”
“Aku masuk bersama eommamu. Bahkan eommamu yang mengajakku.”
“MWO? Haish..eomma…”
“Kau tidak bisa mengelak. aku tahu semuanya cho kyuhyun yang berantakkan.”
Aku tersenyum penuh kemenangan
“Lalu setelah pertunangan ini kau mau apa?” tanyanya
“Kita pura-pura tidak cocok dan menyukai orang lain, lalu kita…”
‘sarangiran ireon geonkayo.halsurok deo apeun geonkayo.dagakamyeon galsurok .keojineun maeume.nan geobinayo.’
“Nuguseyo?” tanyanya
“Appaku.”
Aku mengangkatnya
“Yeoboseyo.”
“Youngie, apa kau bersama kyuhyun?”
“Ne.”
“Ah kebetulan sekali. Bisakah kalian pergi ke Seoul Pasific Hotel sekarang?”
“Sebentar aku akan menanyakannya.”
“Ada apa?” tanyanya
“Appa meminta kita datang ke Seoul Pasific Hotel sekarang.”
“Baiklah.”
“ne, appa,” ujarku
“Arra, kami menunggu kalian di sana. Annyeong.”
“Menurutmu, kenapa kita dipanggil?” tanyaku
“Mungkin mereka menanyakan dekorasi pertunangan konyol itu.”

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki ballroom hotel. Kurasakan tangannya melingkar di lenganku
“Lepaskan,” ujarku
“Kau mau appamu tahu kita bohong eoh?”
“Haish..”
Kami berjalan memasuki ballroom. Kulihat bumonim kami ada di sana. Beserta seorang yeosong.
“Annyeonghaseyo,” ujar kami
“Ne annyeonghaseyo.”
Kami duduk di sebelah yeosong itu.
“annyeonghaseyo joneun kim taeyeon imnida. Aku adalah wedding organizer yang ditunjuk untuk pernikahan 25 hari lagi.”
“Pernikahan?”
“Ne.”
Kami terdiam dan saling bertatapan. Feelingku buruk
“Apa maksudnya? Bukankah..ini pertunangan?” tanya kami
“Kami lihat, kalian sudah saling mencintai satu sama lain. Bahkan berubah lebih baik untuk yang lain,” ujar eommanya
“Eomma sangat menyukai sooyoungie kyu ah. Eomma pikir daripada kalian bertunangan dan menunggu beberapa tahun untuk menikah, lebih baik kita langsungkan pernikahan ini secepatnya,” ujar eommaku
“Tapi eomma, kami masih kuliah dan..”
“Semua bisa diatur kyu ah. Kalian kan bisa tetap berkuliah. Sekarang ini kau juga sudah bisa mengelola hotel appa,” ujar appaku
“Tapi..kami masih berumur 20 tahun dan….”
“25 hari lagi adalah pertunangan itu dan kalian genap berusia 21 tahun,” ujar eommaku
“Aku menolak pernikahan ini,” ujarnya
“Youngie..”
“Aku belum siap menikah dan berkomitmen seserius itu appa. Aku…belum siap berkeluarga.”
“Soal memiliki anak kami juga mengerti, youngie. Kalian kan bisa fokus kuliah dulu. Yang penting kalian terikat dalam komitmen agar saling setia,” ujar eommanya
“Ne itu benar.”
“Aku..juga menolak pernikahan ini,” ujarku
“Kyu..”
“Aku belum siap menjadi kepala keluarga dan menjaga dia sebagai istriku,”ujarku
“Kyu, setelah menikah kau akan tinggal bersama kami. Apa yang perlu kau khawatirkan?” ujar appa
“Eomma sooyoung benar. Yang penting kalian terikat komitmen untuk saling setia. Kalian bisa tetap fokus kuliah,”ujar eommaku
“Tapi..”
“Lagipula kalian sudah saling menyukai kan?” tanya eommaku
Aku terdiam
“Mianhamnida. Kami…tidak bisa menerima keputusan ini.”
“Cho Kyuhyun!”
“Kami bukan robot atau mainan yang bisa diatur seperti itu appa. Kami punya perasaan. Tidak bisa langsung dijodohkan dan disuruh menikah semudah itu.”
“Kyu..”
“Kyuhyun benar.”
“Choi Sooyoung!”
“Aku tidak bisa menerima ini semua.”
“Choi Sooyoung, anak appa bukan seorang pembangkang,” ujar appanya
“Mianhamnida appa..aku tidak bisa menerima keputusan appa,” ujarnya lalu pergi
“CHOI SOO….Heugh..”
BRUK! Appanya terjatuh.
“Yeobo!!!”
“Ahjeossi!!”
“Appa!!!”
“Kyu ah! Cepat siapkan mobil!” ujar appa
“Ne appa.”

—————————————-

~Changmin POV~
“Jeogiyo,dimana kamar pasien Choi Siwon?”
“Tunggu sebentar.”
Aku menarik nafas dalam. Tolong selamatkan appa
“Di kamar 320.”
“Gamsamida.”
Aku berlari ke sana. Kulihat youngie duduk di depan. Menitikkan air mata
“Youngie…”
“Ini semua salahku..oppa…”
Aku memeluknya dan mengusap kepalanya”Appa pasti baik-baik saja.”
“Oppa…aku memang anak yang membangkang pada appa… Aku membuat penyakit jantungnya kumat.. aku…oppa…”
Aku menenangkannya. Kulihat kyuhyun datang dan memberinya air
“Minumlah,” ujarnya
“Gomawo.”
“Kenapa kau tidak masuk?” tanyaku
“..eomma marah padaku,” ujarnya
Aku menarik nafas dalam.

~Siwon POV~
“Haish..yeobo kau benar-benar membuatku kaget. Kukira penyakitmu kumat betulan,” ujar stella
Aku tersenyum mendengarnya
“Setidaknya aku memberi hukuman pada putri kita yang keras kepala itu.”
“Lalu setelah ini apa rencanamu?” tanya yoonwoo
“Setelah ini… katakan padanya kalau appanya sudah sadar.”
“Lalu?”
“Kujamin setelah ini, mereka akan keluar dan mengatakan kalau mereka bersedia menikah.”

~Sooyoung POV~
Krek…pintu terbuka. Kulihat eomma dan bumonim kyuhyun keluar
“Appa..sudah sadar,” ujarnya
Aku menghela nafas lega. Syukurlah..
“Dia ingin bicara pada kalian,” ujar eomma
Aku masuk ke dalam bersama kyuhyun. Kulihat appa di sana. Memakai selang oksigen
“Youngie…”
“Appa, jeongmal mianhaeyo..aku…membangkang pada appa dan membuat appa sakit seperti ini..”
“Ahjeossi, jeongmal mianhaeyo.. aku..juga bersalah,” ujar kyuhyun
“Gwaenchanha..ini…heug…hanya penyakit ringan.”
“Appa..bagaimana kalau terjadi sesuatu pada appa? Aku bisa merasa bersalah seumur hidup.”
“Youngie… tanganmu.”
Aku memberi tanganku padanya
“Kyu ah…tanganmu.”
Dia memberi tangannya. Kulihat appa mempersatukan tangan kami
“Aku..hanya ingin melihat kalian menikah dan bahagia. Itu saja.”
“Appa…”
“Setidaknya..aku tidak tahu..kapan…aku akan bertahan dan bisa melihatmu menikah.”
“Appa jangan bicara yang tidak-tidak.”
“Aku..tenang kyu ah. Jika anakku bersama orang yang tepat.”
“Ahjeossi..”
“Berjanjilah…kalian akan menikah dan hidup bahagia.”
Aku hanya diam
“Berjanjilah kau akan menjaga putri kecilku,” ujar appa
“Ne. ahjeossi. Aku berjanji.”
“Youngie..kalau kau menikah nanti, jangan ceroboh lagi. Kau harus menjadi eomma yang baik.”
“Appa..jebal jangan berkata yang tidak-tidak..”
“Jebal youngie…menikahlah. Appa ingin melihatmu menikah dengan orang yang memang bisa membahagiakanmu. Arrachi?”
“Aku..”
“Heuh…”
“Appa!!”
“Gwaenchanha. Jebal..berjanjilah..untuk appa. kalau kau menyayangi appa…”
“Aku…aku berjanji.”
Kulihat appa tersenyum
“Jadi..pernikahan kalian 25 hari lagi, ingat itu. Jangan bertengkar.”
“Ne.”

———————————

~Yuri POV~
Aku menatap undangan itu tak percaya.
“KAU MENIKAH DENGANNYA?”
Dia mengangguk “aku tidak punya pilihan lain.”
“YAA! Choi Sooyoung ini…haish..bagaimana…”
“Aku…tidak akan bisa hidup diliputi rasa bersalah jika appa meninggal karena aku menolak pernikahan itu. Aku…akan menikah dengannya.”
Aku memeluknya
“Kalau dia berani macam-macam, kau tonjok saja! Atau kau tendang kakinya!”
Dia tersenyum mendengarnya
“Kami selalu ada untuk kau bercerita,” ujar yoona
“Gomawo yoonyul.”
Sekarang ini aku hanya bisa berdoa. Kalau dongeng beauty and the beast berakhir bahagia dengan beast berubah jadi pangeran..semoga juga terjadi padanya

~Kyuhyun POV~
Aku menarik nafas panjang melihat undangan itu. Aku melepaskan kacamataku. Semua penyamaran ini sudah tidak berguna. Pada akhirnya, aku harus menikah dengan yeoja yang tidak kucintai. Aku menarik nafas dalam. Tapi aku tidak mungkin membiarkan appanya meninggal karena kami menolak perjodohan itu. Aku bisa merasa bersalah seumur hidup. Aku menarik nafas dalam. tapi kalau dipikir-pikir..aku cukup salut dengan apa yang dia lakukan untuk orang tuanya. sepertinya aku harus belajar mencintainya.

———————————-

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di depan cermin. Tersenyum kecil. Neomu yeppo. Andai aku bisa mendengar kata itu terucap dari groom ku. Sayangnya tidak bisa.
“Saengil chukkhamnida!!” ujar appa dan eomma dari pintu
Aku tersenyum melihatnya
“Gomawo!!”
“Taraa eomma punya kado untukmu!” ujar eomma
“Ini apa?”
“Eits! Bukanya nanti bersama kyuhyun.”
Aku tersenyum “gomawo”
“Kuenya ada di ballroom,” ujar apa
“Ne, arraseo. hahaha.”
“Appa tidak menyangka kau menikah secepat ini,” ujar appa
Yang menyuruh siapa…
“Changmin oppa eodiyo?”
“Dia ke kyuhyun,” ujar eomma
Eomma memelukku “Jaga dirimu baik-baik.”
“Eomma…jangan mengatakan hal yang membuatku ingin menangis..”
“Jadilah anae yang baik arra? Jangan bangun siang lagi. Ingat kau tinggal bersama mertuamu.”
“Ne.”
Ting..tong…kudengar bel pintu berbunyi “Itu pasti yoona dan yuri. Appa dan eomma tinggal dulu ya, annyeong. Neomu yeppo..”
Aku tersenyum melihat pintu itu tertutup dan melihat ke sekeliling. Bye kamarku sayang. Setelah ini aku pindah. Krek..pintu kamarku terbuka
“SAENGIL CHUKKHAE YOU…NGIE?!”
Aku menutup telingaku mendengar teriakan dua orang itu
“Omona..ini betulan kau?” tanya yuri
“Ne. Memang siapa lagi?”
“Neomu yeppo!” ujar yoona
“Gomawo. Kau saja yang menjadi groom ku yoong!” ujarku
“YAA! Nyonya cho! Aku normal. Lurus!” ujarnya
“Aku kan hanya bercanda.”
“Hahahahhaa.”
“Yaaa! Jangan menekuk wajahmu! Kau harus tersenyum. Tunjukkan pada semua yang hadir kalau kau adalah pageant queen!” ujar yoona
“Arra.”
“Tapi aku penasaran. Kyuhyun seperti apa ya?” tanya yuri
“Molla.”
“Youngie! Pokoknya dengarkan aku. Ingat pesanku. Dia berani macam-macam, tendang saja! Hiat!” ujar yuri
“Yuri ah, ingat kau memakai rok.”
“Kau jangan menjadi melankolis! Anggap saja pernikahan ini berarti kau memulai cerita baru untuk lebih mudah mengerjainya,” ujar yoona
“Mengerjainya?”
Yoonyul mengangguk
“Oh ya! Kami punya hadiah untukmu!” ujar yuri
“Gomawo!!”
Aku membukanya. Kulihat di dalamnya ada sebuah pajangan cupid
“ini..”
“Itu jimat untukmu,” ujar yuri
“Gomawo!!”

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihat diriku di cermin. Sempurna. Hari ini aku akan mengagetkan yeoja itu. Aku sudah membuang kacamata dan semua jeans longgar itu, beserta sepatu ketsnya. Tidak ada gunanya lagi berpura-pura menjadi culun untuk mendapat yeoja yang mencintaiku apa adanya. Yeoja yang menyukai namja yang sudah menikah bukan tipeku. Jadi..yang akan kulakukan sekarang adalah mencoba menerima yeoja itu
“Kurasa yeodongsaengku akan kaget melihatmu,”ujar changmin
“Hyung, annyeong.”
“Saengil chukkhae. Mungkin hadiah ulang tahun dariku adalah…restu?”
“Gomawo.”
“Aku tidak menyangka si kecil yang cerewet itu melangkahiku. Dia bahkan menikah duluan,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Tolong jaga dia baik-baik. She’s my precious little sister.”
“Ne hyung.”

————————————–

~Sooyoung POV~
“Kau siap?” tanya appa sambil memegang tanganku
“ne.”
“Ayo kita belajar melangkah ke altar. Hana dul set net.”
Aku tersenyum melihat appa. Syukurlah dia baik-baik saja dan cepat keluar dari rumah sakit. Dan aku…kali ini akan menjadi anak berbakti padanya
Ting..tong…
“Ah..bel sudah berbunyi Berarti pintu akan dibuka sebentar lagi.”
“Appa..aku gugup.”
Kurasakan appa mengusap tanganku
“Kyuhyun menunggumu di sana.”
Krek…pintu terbuka
“Ikuti langkah appa, arra.”
Aku tersenyum dan melangkahkan kaki memasuki altar. Para undangan memperhatikanku. Aku memandang ke depan. Kulihat seorang namja berdiri di sana. Tidak berkacamata. Rambutnya tertata rapi. Tidak dengan celana jeans longgar dan kemeja kebesaran. Tidak lagi dengan kets dan bukunya. Cho Kyuhyun yang ada di foto itu kini ada di depan mataku. Kulihat dia tersenyum. Aku membalasnya. Seketika semua rasa gugupku hilang. Dia menyerahkan tangannya padaku. Aku meraihnya dan berjalan ke altar
“Aku gugup.”

~Kyuhyun POV~
Aku tercengang melihatnya. Dia berevolusi menjadi gadis anggun dengan tiara di kepalanya. Tenang. Tidak berisik seperti biasa. Gaun putih itu sangat cocok padanya. Dan dia..akan menyandang status nyonya cho sebentar lagi. Aku tersenyum padanya. Kulihat dia membalasnya. Aku menyerahkan tanganku padanya. Dia meraihnya. Kami berjalan ke altar. Kudengar dia berkata
“aku gugup.”
Aku mengusap tangannya “Ada aku di sini.”
“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia menjadi suami dari choi sooyoung. menjadi appa yang baik bagi anak-anak kalian, memeliharanya, merawatnya, mengasihinya. Mencintainya dalam keadaan sakit maupun sehat, suka maupun duka, kaya maupun miskin, untung maupun malang sampai selama-lamanya hingga maut memisahkan kalian.”
“Ne, saya bersedia.”
“Choi Sooyoung, apa kau bersedia menjadi suami dari choi sooyoung. menjadi eomma yang baik bagi anak-anak kalian, memeliharanya, merawatnya, mengasihinya. Mencintainya dalam keadaan sakit maupun sehat, suka maupun duka, kaya maupun miskin, untung maupun malang sampai selama-lamanya hingga maut memisahkan kalian.”
“Ne, saya bersedia.”
Lagu pernikahan itu dikumandangkan. Seorang yeoja membawa cincin. Aku menyematkan cincin itu di jari manis sebelah kanannya. Begitu pula dia. Kulihat dia tersenyum. Aku membuka kain perca yang menutupi wajahnya. Cantik. Seperti malaikat
“Kau boleh menciumnya.”
Aku mendekatkan wajahku padanya. Tiba-tiba kudengar dia berkata
“Kau akan menyesal kalau kau berani menciumku,” ujarnya
“itu ancaman?” tanyaku
“ne,” ujarnya
“Sayangnya aku tidak takut.”
“Mwo?”
Cup. Aku menciumnya.

~Hyoyeon POV~
“Aigo…manisnya~” aku tersenyum melihatnya
“Bagaimana bisa mereka menikah?” tanya leeteuk
“Itu sudah ada di buku ini. Sudah jadi takdir.”
“Setelah ini apa yang akan terjadi?” tanya kris
“Kita ikuti saja.”
Aku mengambil tongkatku
“Itu untuk apa?” tanya leeteuk
“Setiap pasangan yang menikah…cincinnya akan kukeraskan. Jadi tidak bisa dilepas dengan mudah.”

————————————-

~Sooyoung POV~
Sekarang stylist membetulkan make up dan mengganti dressku. Aku menggerutu dalam hati. bagaimana bisa dia merebut first kissku. Haish..menyebalkan..Lihat saja. Pokoknya aku akan menjalankan rencana yang yuri berikan.
“YOUNGIE!!”
“waeyo?” tanyaku
“Bagaimana bisa cho kyuhyun setampan itu? Aigoo…aku hampir mati melihatnya,” ujar yuri
“Ne! Kurasa dongeng itu exist. Beast sebenarnya pangeran tampan yang terkena kutukan”
“Tetap saja dia menyebalkan,” ujarku
“Wae? Karena dia menciummu?” tanya yuri
“Yuri ah!! Jangan ingatkan aku lagi!!”

~Kyuhyun POV~
Aku berdiri bersamanya di depan pintu besar itu. Sebentar lagi pintunya terbuka dan kami akan masuk bersama dengan flower girl dan bumonim kami. Kulihat dia menatapku dengan kesal
“Kau masih kesal karena aku menciummu?”
“Kau merebut first kissku,” ujarnya
“Oh ya? Dan first..first berikutnya kurasa. first hug, first kiss, first aw,” ujarku
Dia memukul tanganku
“Kalau kau berani menciumku saat wedding kiss…”
“Kau mau apa? Membalasku? Menciumku?” tanyaku
“Kenapa kau begitu menyebalkan huh?”
“Hei, kalian berbisik-bisik apa daritadi?” tanya appaku
“Dia bilang kalau aku berani menci..aww!!” dia mencubit lenganku
“Ani appa! Aku hanya bilang ke kyuhyun jangan jalan terlalu cepat,iya kan..kyuhyunie?” ujarnya
Aku tersenyum “Ne chagi.”
“Aigo..mereka manis sekali,” ujar eommaku
“Sebentar lagi pintunya dibuka,” ujar taeyeon, WO kami
“Arra.”
“Kita sambut mempelai yang berbahagia. Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung!”
Aku melangkahkan kaki memasuki ruangan itu. Kulihat ribuan tamu bertepuk tangan. Kami menarik pinata dan confetti itu keluar. selanjutnya berjalan ke depan, ke arah kue tart yang tinggi itu. Aku menggandeng tangannya, memotong kue itu dari atas.

~Sooyoung POV~
Setelah melewati beberapa prosesi, akhirnya yang paling tidak kusukai. dan kuhindari. Dia melingkarkan tangannya di pinggangku. Aku menaruh tanganku di bahunya
“Ingat. aku tidak main-main,” ujarku
“Oh ya? menurutmu aku takut?”
“Wedding Kisseu!”
Tangannya berpindah ke wajahku. Dia menciumku dan menekan tengkukku. Kudengar para undangan bertepuk tangan kencang
“DAEBAK!!” aku tahu itu suara kwon yuri. teman macam apa dia
“Hm..!!!” aku memukul bahunya. Apa dia mau membuatku mati bernafas? Akhirnya dia melepaskannya
“Strawberry,” ujarnya
“Apa kau tidak malu hah!” aku berbisik di telinganya
“Ani. Mukamu merah,” ujarnya
“Kau benar-benar berbahaya,” ujarku
“Mungkin..karena kacamataku kubuang?”
“Demi apapun. Kau benar-benar menyebalkan cho kyuhyun!”

——————————–

~Sooyoung POV~
“Heuh…akhirnya selesai juga..”
Aku duduk di sofa dan melepaskan heelsku. Kulihat dia duduk di sebelahku dan melonggarkan dasinya
“Melelahkan. Berapa tamu yang mereka undang?”
“Entahlah. Yang jelas ribuan.”
Dia mengambil segelas air dan meminumnya. Aku memandang ke arah jendelanya. Pemandangan kota Seoul di malam hari terlihat indah dari jendelanya. Tiba-tiba aku menyadari satu hal
“Kau…ulang tahun hari ini?” ujar kami bersamaan
Aku tersenyum
“Saengil chukkhae,” kami mengatakannya bersamaan lagi

~Kris POV~
“Haish..mereka membuatku kesal. Kenapa setelah mengatakan saengil chukkhae mereka diam?” ujarku
“Apa kita perlu ikut campur?” tanya leeteuk
“Jangan,” ujar hyoyeon
“Kita tunggu sebentar lagi. Akan ada hal menarik.”
“Ne?”

~Sooyoung POV~
Aku mengusap tengkukku. Kenapa jadi awkward.
“Aku…mandi dulu,” ujarku
Aku pergi ke kamar mandi dan menguncir pintunya. Bodoh. Kenapa jantungku berdetak kencang begini. Tapi bagaimana tidak. Aku berada di satu kamar bersama seseorang yang menyandang status sebagai nampyeonku. Bukan tidak mungkin…kyaaa!! Apa yang kupikirkan!! Aku memukul kepalaku. Aku mencoba melepaskan resleting itu. oh sial. kenapa tidak bisa. Kurasa aku harus minta bantuan. Tunggu dulu. Itu sama saja aku mencara bahaya. Akhirnya aku memutuskan melepaskannya dengan susah payah

~Kyuhyun POV~
“Kenapa dia lama sekali..”
Tok…tok..tok.. aku mengetuk pintunya
“Yaa!! Ppali!!” ujarku
“Sebentar!!!”
“Haish..”
Aku duduk di sofa dan mulai mengganti saluran tv. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan celana pendek dan kaus oversized. Aku langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya. Kenapa jantungku berdetak kencang begini. Haish…tentu saja. biar bagaimanapun aku masih normal. Bayangkan saja kau berada di satu kamar bersama seorang yeoja yang menjabat status sebagai anaemu dan… Babo!! Apa yang kupikirkan! Tidak akan terjadi apa-apa. lagipula aku tidak akan melakukannya dengan orang yang tidak kucintai.

~Sooyoung POV~
Aku menonton drama di TV. Cyrano Agency. Tak lama kemudian namja itu keluar dari kamar mandi dan duduk di sampingku. Dia mengambil remotnya dan mengganti channelnya
“MWOYAA! Aku sedang menonton!” ujarku
“Aku juga ingin menonton!”
“Aku sudah menyetelnya duluan!” ujarku
“MWO? Ini TV dan kamarku! Apa hak mu mengaturku!”
“Mwo? Aku tidak ada pilihan lain. Tidak mungkin aku keluar dan menonton di ruang tengah. Apa kata bumonimmu nanti!”
“Haish…kau ini ternyata sangat menyebalkan.”
“Kau yang menyebalkan. Dimana-mana, namja mengalah pada yeoja”
“Sekarang sudah emansipasi! Siapa yang bilang teori itu benar!”
“Aku. WAE?”
“YAA! Ini kamarku! Jangan macam-macam!”

~Sulli POV~
“Sepertinya ada ribut-ribut di lantai atas,” ujarku
“Mungkin hanya perasaanmu saja,” ujar yoonwoo
“Tapi sepertinya aku benar. Apa mereka bertengkar?” tanyaku
Yoonwoo mengangkat bahunya
“Sudah biarkan saja. Mungkin mereka…ya..kau tahu,” ujarnya
Aku mengusap tengkukku
“Tapi itu seperti bertengkar rasanya.”

~Kyuhyun POV~
“Yaa! Apa kau tidak takut teriak-teriak hah! Bagaimana kalau bumonim mendengarnya!” ujarku
“aku tidak takut!”
“Dasar anak kecil.”
“MWO? Kau yang anak kecil! Pura-pura culun di kampus memakai celana longgar!”
“MWO? Baik, aku akan memakai pakaian stylish besok! Kau akan menyesal melihat para yeoja melihatku!” ujarku
“Biarkan saja. Mereka akan menyerah akhirnya karena mengetahui kau sudah menikah.”
“Dan kau? Buat apa kau memakai pakaian stylish eoh?”
“Setidaknya aku tidak culun!”
“MWO?!”

~Yoonwoo POV~
“Sepertinya mereka bertengkar,” ujar sulli
“Tenang saja yeobo..”
“Gemanya memang tidak jelas. Tapi aku bisa merasakannya,” ujar sulli
“Mungkin mereka tertawa,” ujarku
“Mungkin tapi…apa salahnya kalau kita cek?” ujarnya
“Bagaimana kalau mereka sedang…”
“Kurasa mereka bertengkar. Kaja kita ke atas.”

~Kyuhyun POV~
“Ne! Dan meski kau berubah sekalipun aku tidak akan terpesona!” ujarnya
Aku tersenyum kecil. Rupanya dia mencari masalah denganku
“Jinjja?”
Aku mendekatkan wajahku padanya
“Ka…kau mau apa!” ujarnya
Aku memegang wajahnya
“Akui saja choi sooyoung,” ujarku
“Aku akan menendangmu kalau kau berani macam-macam,” ujarnya
Bruk! Dia terjatuh di bawahku. Aku menahan tangannya
“Menurutmu aku takut?”
“Kau..”
“Hahahahahahahahahahahahahahaha,” tawaku meledak melihatnya
“Ini tidak lucu, babo!” ujarnya
“Lihat mukamu ketakutan begitu!” ujarku
“Haish…”
“Wae? Kau ingin aku menciummu betulan?”
“MWO? Apa aku sudah gila eoh?”
“Apa kalian baik-baik sa… OMONAA!!! KYU AH!!! KUNCI PINTUNYA!!”ujar eomma
“Eomma!!! Ini tidak seperti yang eomma..”
Bruk! Pintu itu kembali tertutup. DUK! Dia menendang kakiku
“A..h..”
“Lihat. Sekarang eommamu salah paham. Benar-benar bodoh.”
“Hahahahhahaa. Wae? Kau..ah, aku harus memanggilmu..yeobo?” ujarku
“Ini tidak lucu. Dan ingat. aku tidak akan menyukaimu!” ujarnya
“Menurutmu aku akan menyukaimu? Omong kosong.”

~Sulli POV~
“Omona…ini benar-benar membuatku malu,”ujarku
“Kan aku sudah bilang yeobo. Jangan masuk ke sana. Mereka pasti..”
“Aigo…seharusnya mereka mengunci pintunya!!”
“Hahahahhaa. Sudah biarkan saja mereka.”
“Haish..benar-benar memalukan.”

——————————–

~Leeteuk POV~
“Kau yang tidur di sofa!”
“MWO? Ini kamarku! Kau yang di sofa!”
“Kau tega membiarkan seorang yeoja tidur di sofa eoh?”
“Kau kan yeoja jadi-jadian!”
“MWO?”
“Kau yang di sofa!”
“kau!”
“Kau!”
“Bagaimana bisa pengantin baru bertengkar seperti ini?” aku menggeleng melihatnya
“Kalau begini terus bisa-bisa mereka berdua tidak tidur sampai pagi,” ujar kris
“Hyoyeon, lakukan sesuatu,” ujarku
“Tidakkah kau lihat pertengkaran ini manis?”
“Haish..lupakan drama. Aku lelah melihat mereka bertengkar.”
“Baiklah. Kita dorong mereka bersamaan. Hana dul..set!”

~Sooyoung POV~
“Kau yang di so…KYAAA!!!”
BRUK! Aku jatuh di ranjang itu bersamanya
“Yaa! Turun dari ranjangku!” ujarku
“Mwo? Ini ranjangku! Sejak kapan jadi ranjangmu!”
“Sejak tadi!”
“Haish…baiklah! Ranjang ini kan besar. Aku tidur di sebelah kanan, kau di kiri! Berbatasan guling,” ujarnya
“MWO?”
“YAA! Kau pikir aku berniat macam-macam padamu hah? Kau bukan tipeku. Aku tidak akan melakukan apapun dengan yeoja yang tidak kusukai. Arrachi?”
Dia menaruh guling di tengah-tengah dan tidur membelakangiku
“Tapi..”
“Kecuali kau takut dan kau yang berpikir macam-macam,” ujarnya
“MWO? Aku tidak takut!”
Aku tidur dan membelakanginya.

————————TBC———————–

71 thoughts on “Baby Maybe [Part 2]

  1. 2 karakter yg bener2 beda akhirnya nikah XD walaupun hrs dgn cara siwon bohongin mereka. tp yg pntg skrg mereka udh nikah, seiring waktu psti jatuh cinta hahah
    ngakak krn dianggep yg nggak2 sama sulli XD

  2. Seru critany… smg next part mrk akur dan g gengsi lg menyadari klw mrk saling menyukai dand membutuhkan. Izin bc next part y…gomawo O(∩_∩)O
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

  3. Bikin ngakak..
    Sumpah ketawa2 baca ny..
    2 org dg kepribadian yg berbeda menikah..
    Wlw mereka hanya akting di dpn ortunya. .
    Tapi gara2 tu mereka menikah..
    Wlw siwon mesti boongi mereka..
    Leeteuk ma kris jadi cupid atw gmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s