Baby Maybe [Part 1]

your man

Title : Baby Maybe

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Stella Kim
*Shim Changmin
*Choi Sulli
*Jo Yoonwoo
*Kim Hyoyeon
*Leeteuk
*Kris Wu

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-15

Maka apa yang seharusnya terjadi, akan tetap terjadi.
Dan beginilah ceritanya
Cupid’s Diary halaman enam

~Author POV~
Srek. Bunyi itu terdengar dari ruang makan. Seorang namsong tengah duduk di sana dan membaca korannya. Sementara seorang yeosong di sebelahnya sedang menuang teh ke cangkir itu. Tenang dan damai. Itulah yang terjadi di ruang makan. Hingga suara itu datang. Tap..tap..tap..
“Jangan bilang dia terlambat bangun. Lagi,” ujar namsong itu
“Sepertinya.”
“Annyeong appa! Eomma!!” ujar yeoja itu, menyambar kunci mobil lalu pergi
“YAA! Choi Sooyoung!”
Suara mobil yang distarter itu terdengar dari ruang makan. Membuat sang tuan rumah menggeleng
“Kapan anak itu berubah?”
“Entahlah, dia mirip denganmu dulu,” ujar sang nyonya rumah
“Stella, dia sudah berumur 20 tahun dan dia seorang yeoja. Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu?”
“Molla. Tapi sepertinya aku punya cara untuk mengubahnya..”
“Cara?”
Yeosong itu mengangguk “Cara.”

————————————

~Sooyoung POV~
“Annyeong,” ujarku pada yoonyul yang sedang makan di kantin
“Kau telat lagi?” tanya yoona
“Hampir. Tapi tepat waktu,” ujarku bangga
“Haish.. kapan kau berubah choi sooyoung?”tanya yuri
Aku mengangkat bahuku “Aku lupa memasang weker setelah pulang dari party nya krystal.”
“Haish..kau itu benar-benar..”
“Oh ya, luna mengadakan party nanti malam. Kau ikut?” tanya yoona
“Tentu,” ujarku

~Kyuhyun POV~
“Haish…”
Aku melepaskan kacamataku dan mengusap dahiku perlahan. Pekerjaan ini membuatku lelah. Menjadi seorang asisten dosen bukanlah hal yang menyenangkan. Penuh pekerjaan dan kepenatan. Apalagi memeriksa hasil karya mahasiswa yang aneh. Aku membaca essay itu satu per satu. Tiba-tiba mataku tertuju pada nama itu. Choi Sooyoung. Tiap orang mengetahuinya. Putri bungsu Choi Company. Aku terheran membaca essaynya. Padahal dia sering telat masuk kelas. Bahkan yang kudengar, dia seorang party girl yang diundang ke semua pesta. Seolah menjadi center of attention. Bahkan ada yang mengatakan. Tidak ada choi sooyoung, tidak ada pesta. Tapi bagaimana bisa seorang party girl selalu mendapatkan nilai A+ di essaynya? Apa dia se genius itu? Entah kenapa aku mencurigainya. Bukan tidak mungkin kalau dia menyuruh orang lain untuk membuatkan essaynya.

———————————

~Sooyoung POV~
‘Put your hands up! Put your hands up!’
Aku lebih memilih duduk di kursi itu bersama segelas cinderella dibanding berdansa di sana bersama banyak orang. Pesta yang membosankan. Euh. Lihat mereka. Berdansa di dancefloor sesempit itu beramai-ramai. Apa mereka tidak takut mati karena terinjak? Membayangkannya saja membuatku pusing
“Annyeong.”
Suara itu membuatku berbalik. Kulihat seorang namja di sana
“Choi Sooyoung,” ujarnya
“Darimana kau tahu namaku?”
“Semua orang mengetahuimu,” ujarnya menyeringai. Membuatku sedikit merinding. Dia aneh
Thanks.”
“Kau mau berdansa?” tanyanya. Kurasakan dia memegang bahuku. Aku melepaskannya
In your dream, sweetie
Aku mengambil tasku dan meninggalkan cafe itu. Memicu mobilku ke rumah. Kulihat appa sudah menungguku di depan sana
“Annyeong appa.”
Party? Again?” ujarnya
Aku tersenyum kecil “Tapi membosankan, jadi aku pulang.”

~Kyuhyun POV~
Aku membawa lembar-lembar essay itu ke kelas. Benar-benar berat. Aku menghela nafas. Padahal semakin banyak lembar yang mereka buat, itu menunjukkan kebodohan mereka dalam meringkas. Aku menatapnya kesal dan tiba-tiba… BRUK
“Joesonghamnida.”

~Sooyoung POV~
Aku berlari ke kelasku. Terlambat bangun. Lagi-lagi itu alasannya. Weker terkutuk. Padahal aku sudah menyetelnya. Dan tiba-tiba.. BRUK! Aku menabrak seseorang
“Joesonghamnida.”
Aku membantunya merapikan kertas-kertas itu. Kulihat ada namaku di sana. Berarti dia.. Aku menoleh sedikit ke arahnya. Dia, cho kyuhyun ada di depanku. mendengus kesal. Aku tersenyum sinis melihatnya. Oh, aku belum menceritakannya. Dia, Cho Kyuhyun adalah asisten dosen Park. Seorang kutubuku yang tidak pernah bicara. Dia selalu diam. Tapi genius. Satu hal yang tidak kusukai darinya. Style nya. Dari atas sampai bawah. Semuanya salah. Rambutnya berantakkan, berkacamata, matanya selalu mengantuk, memakai kemeja yang membuatku bosan melihatnya, sepatu kets yang kumal, dan celana jeans yang longgar. Tampilan culun style.
“Apa kau tidak punya mata hah?” ujarnya yang membuatku kesal
“Mwo?”
“Kau minum berapa gelas semalam? Lihat, sepertinya kau bahkan belum bangun sekarang.”
“Apa maksudmu?” aku melipat tanganku dan menatapnya tajam
“Dan satu lagi,berapa uang yang harus kau keluarkan untuk menulis sebuah essay huh?”
“M..mwo?”
“Kau seorang party girl. Sebagian besar waktumu kau habiskan untuk pesta. Tidur, lalu bangun kesiangan. Kapan kau membuatnya? Kau pikir aku bodoh?” ujarnya
“Dengar Tuan Cho yang terhormat. Pertama, choi sooyoung memang seorang party girl, lalu kau iri karena kau manusia antisosial?”
“MWO? Iri padamu? Benar-benar gila.”
“Kedua, choi sooyoung memang menghabiskan banyak waktunya. Tapi itu juga termasuk membuat essay. Aku bukan bookworm sepertimu yang menghabiskan sisa hidupnya di perpustakaan dan membuat essay selama enam jam sehari. Mianhae kalau aku terlalu genius untuk membuatnya dalam waktu 30 menit.”
“Omong kosong.”
“Dan terkhir, kau memang pintar. Tapi kau tidak sepintar itu untuk mengetahui siapa aku arra? Aku memang bisa membayar mahal untuk orang-orang sepertimu mengerjakan tugasku. Tapi aku tidak niat. Dan bahkan tidak pernah memikirkannya. Jadi jaga perkataanmu cho kyuhyun.”
Bruk! Aku menaruh essay itu dan meninggalkannya. Bahkan sekalinya dia berbicara, kesannya sangat buruk

—————————————

~Kyuhyun POV~
Bagaimana bisa seorang choi sooyoung mengatakan itu padaku? Haish..mengesalkan. apa-apaan itu? antisosial, iri padanya, bookworm, menghabiskan sisa hidup di perpustakaan, tidak pintar untuk mengetahui siapa dia, dan bahkan dia menyuruhku menjaga perkataan. Gila. Aku menggeleng tak percaya. Krek..kudengar pintu kamarku terbuka. Eomma di sana
“Annyeong eomma.”
“Ne, annyeong kyu ah. Eomma membawakan teh gandum.”
“Gomawo eomma.”
Aku meminumnya dan kembali membaca buku itu. Kurasakan eomma mengusap kepalaku
“Jangan terlalu diforsir.”
“Ne eomma.”

~Sooyoung POV~
“Hahahahahahahahahhaa,” tawa yoonyul yang membuatku kesal
“Kenapa kalian menertawakanku? Ini serius. Dia mencari masalah denganku.”
“Youngie..youngie.. sebaiknya kau jangan mencari masalah dengannya. Ingat, dia asisten dosen.”
“Lalu kenapa? Kau takut dia menjelekkan nilaiku? Maldo andwae.”
“Youngie, hati-hati. Bagaimana kalau kau menyukainya? Hahahhaa,” ujar yoona
“MWO? menyukai namja super culun anti sosial berkacamata itu? Tidak.. dia bahkan bukan style seorang choi sooyoung. Dia bahkan tidak masuk ke list itu. Arra?”
“Tapi..kurasa dia tampan jika tidak ada kacamata dan..”
“Kau pikir ini dongeng prince frog huh? Setelah dia dicium dia akan jadi pangeran tampan? In your dream.”
“Bagaimana kalau ternyata..di kehidupan sebelumnya kalian sepasang kekasih?” tanya yuri
“MWO? apa-apaan itu. Kau percaya pastlife? Itu omong kosong. Cuma dongeng.”
“Tapi aku pernah mendengar cerita tentang kisah cinta cupid dan malaikat pencabut nyawa!” ujar yuri
“Hahahahahahahhaa,” spontan aku dan yoona tertawa
“Yaa! Itu kisah cinta terlarang. Aku lebih tidak kaget mendengar cupid jatuh cinta pada manusia dibanding cupid jatuh cinta pada malaikat pencabut nyawa,” ujar yoona
“Ne, kau ada-ada saja.”
“Tapi mereka mengukir inisial mereka di pohon pinus. K dan S.”
“Hahahaha jangan-jangan Kyuhyun Sooyoung,” ujar yoona
“MWO? MALDO ANDWAE!”
“Tapi membayangkan kisah cinta itu..meski tidak tahu kebenarannya terdengar romantis,” ujar yuri
“Yuri ah, stop daydreaming.”

———————————

~Hyoyeon POV~
Leeteuk menggeleng melihat mereka
“Bagaimana bisa semua kejadian manis selama mereka menjadi malaikat kini seperti ini?” ujar leeteuk
“Kan dia tidak ingat babo,” ujar kris
Aku tersenyum melihatnya
“Ya..sekarang tinggal menunggu waktu sampai hari itu datang.”
“Hari apa?” tanya leeteuk
“Nanti kau juga tahu.”

————————————

~Author POV~
“Ne, sampai bertemu nanti malam.”
Namsong itu menutup teleponnya. Menengok ke arah lemari di sebelahnya. Lemari usang. Namun masih terlihat ada ukiran di sana. Ukiran sang malaikat pencabut nyawa
“Noona, hyung..takdir itu akan terpenuhi. Pasti”

~Sooyoung POV~
Aku melipat tanganku sambil memilih gaun-gaun di ruangan itu. Rasanya aneh
“Bagaimana dengan gaun biru ini agassi? Ini dari Paris,” ujarnya
“Sebenarnya ini acara apa? Kenapa appa menyiapkan ini semua?” tanyaku
Para pelayan hanya diam
“Ini acara spesial,” ujar eomma
“Ne?”
“Akan ada makan malam dengan orang penting. Kau tahu cho yoonwoo?” tanya eomma
“Presdir Cho Company..pemilik Seoul Pasific Hotel?”
“Bingo. Dan hari ini kita akan makan malam dengannya. Jadi bersiaplah secantik mungkin. We’re going to show our diamond dear, and she’s you,” ujarnya
“Arraseo.”

~Kyuhyun POV~
Aku duduk di mobil dan memandang ke sekitar. Sebenarnya..seberapa penting makan malam hari ini?
“Eomma, appa. Sebenarnya kita akan dinner dengan siapa?”
“Kau mau tahu?” tanya eomma
“Ne?”
“Dengan calon tunanganmu.”
“TUNANGAN?”
“Ne. tunangan. dia seorang yeoja yang cantik, tinggi, seperti model, pintar, dari keluarga yang baik-baik, sopan, hangat, baik, dan yang pasti idaman semua namja.”
“Tapi eomma…ka..”
“Kyu ah, eomma dan appa tidak mungkin menjodohkanmu dengan yeoja sembarangan.”
“Tapi eomma, aku bisa mencarinya sendiri. Sekarang ini zaman modern, menjodohkan anak hanya dilakukan di zaman dulu.”
“Ini perintah appa, kau mau menolak?” ujar appa
“A..appa?”
“Jadi kau tenang dan ikuti saja.”

————————

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku sambil memandang ke sekitar. VIP. Aku tahu ruangan itu destinasinya. Aku melangkahkan kakiku memasuki ruangan. Kulihat seorang namsong di sana bersama seorang yeosong
“Noona.” Kulihat namsong itu bergumam.
“Annyeonghaseyo,”ujar kami
“Ne, annyeonghaseyo, duduklah.”
aku duduk di kursi.
“Kau pasti choi sooyoung,” ujar namsong itu
“ne.”
“Appamu banyak bercerita tentangmu.”
Aku tersenyum mendengarnya”Kau sangat cantik,” ujar yeosong itu
“Gamsamida.”
“Kudengar kau kuliah di Seoul University?”
“Ne.”
“Fakultas apa?” tanya yeosong itu
“Bisnis.”
“Wah, berarti kau seharusnya kenal dengan putraku,” ujar yeosong itu
“Ne?”
Krek… kudengar pintu itu terbuka
“Ah itu dia.”
Aku menengok ke arahnya. Seorang namja tinggi di sana. Tunggu dulu. Dia….
“Ini putraku. Namanya cho kyuhyun,” ujar namsong itu
“MWO?”

~Kyuhyun POV~
Aku terdiam melihat yeoja itu. Sepertinya…aku mengenalnya.
“Ini putraku. Namanya cho kyuhyun.”
OMONA DIA!!
“MWO?” ujar kami bersamaan
“Wah, rupanya mereka saling mengenal dan bahkan kompak hahaha,” ujar eomma
“Choi Sooyoung?”
“Cho Kyuhyun?”
Aku menatapnya tak percaya. Tunggu dulu. Dia…
“Kalau begitu…bagaimana dengan pertunangannya?”
“Pertunangan?” tanyanya
“Kau belum memberitahu putrimu?” tanya eomma
“Ne, biar jadi kejutan,” ujar eommanya
“Kau dan kyuhyun, kalian akan bertunangan bulan depan.”
“MWOYAA? MALDO ANDWAE!”

——————————————

~Sooyoung POV~
“Bagaimana bisa kau berteriak seperti itu di depan cho ahjeossi huh? benar-benar tidak sopan,” ujar eomma
“Dia juga berteriak!” ujarku
“Ne, tapi tetap saja kau mempermalukan kami.”
“Tapi eomma. Bagaimana bisa eomma menjodohkanku dengan namja bermulut sadis itu? Eomma..ini sama saja menjodohkanku dengan beast!”
“Beast? Menurut appa dia tampan, asisten dosen, pintar, keluarganya baik, dan yang jelas masa depanmu cerah,” ujar appa
“Appa! Dia tidak lebih dibanding namja bermulut sadis dengan sekumpulan kata sarkastis yang bisa memperlakukanku semena-mena!”
“Youngie, jaga bicaramu,” ujar eomma
“Appa!! Pokoknya aku tidak mau dijodohkan!” ujarku
“Ini baru tunangan youngie.”
“Tunangan itu berarti berjanji untuk menikah. Aku tidak mau!”
“Choi Sooyoung. Kau butuh orang seperti kyuhyun untuk mengubah tabiatmu. Kau hanya tidak menyukainya karena dia strict,” ujar appa
“APPA!!!!”

~Kyuhyun POV~
“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu di depan choi ahjeossi, eomma jadi tidak enak padanya,” ujar eomma
“Eomma, bagaimana bisa aku dijodohkan dengan yeoja menyebalkan yang suka pesta itu huh? Itu sama saja menjodohkanku dengan itik buruk rupa!”
“MWO? Itik buruk rupa? Kau tidak lihat dia sangat cantik dan seperti model? Banyak namja yang menginginkannya kyu ah. Dia pintar dan keluarganya baik-baik,”ujar eomma
“Eomma, dia bukan tipeku,” ujarku
“Kyu ah, kau akan menyesal kalau berkata seperti itu,” ujar appa
“aku tidak akan menyesal. tunangan berarti berjanji akan menikah appa. Dan aku tidak bisa menikah dengan orang seperti dia!”
“Kyu, jaga bicaramu,” ujar appa
“Appa pokoknya aku tidak mau dijodohkan dengannya. Titik.”
“Kau hanya tidak mau dijodohkan dengannya karena dia seorang sosialita. Cho Kyuhyun, kau perlu seorang yeoja yang pintar mencari topik pembicaraan dan ramah pada sekitarnya untuk mengubah dirimu yang dingin,” ujar eomma
“Eomma!!”

~Hyoyeon POV~
“Dijodohkan?” tanya kris
Aku mengangguk
“Menurutmu tom and jerry bisa baikan kalau mereka tidak sengaja ditaruh serumah dan dibiarkan hidup saling ketergantungan?”
Leeteuk menggeleng melihatnya
“Dua puluh delapan tahun aku menunggu ini semua. Mereka malah bertengkar seperti tom and jerry. bahkan lebih parah. Menertawai pastlifenya sebagai dongeng.”
“Kan mereka tidak mengingatnya.”

————————————-

~Sooyoung POV~
Aku meneguk gelas berisi wine itu. Rasanya jadi seperti air putih. Benar-benar worst day ever.
“Hei, bagaimana dinnermu kemarin?” tanya yuri
“Buruk. Sangat buruk.”
“Waegeurae?” tanya yoona
“Aku dijodohkan.”
“MWO?”
“Ne. Dan teriaklah yang lebih keras saat kau tahu siapa namjanya.”
“Nugu?”
“Cho Kyuhyun.”
“MWOYAA!!! Apa bumonimmu sudah gila huh? Menjodohkan putri bungsu mereka dengan…”
“Haish..sudahlah aku malas membahasnya.”

~Kyuhyun POV~
“Haish…”
Aku mengacak rambutku. Ini membuatku frustasi. Membayangkan akan serumah dengan yeoja itu suatu saat nanti membuatku pusing. Berisik. Menyebalkan. Tukang pesta. Aku menyandarkan kepalaku di meja. So yesterday was my worst day ever. Kalau begini keinginanku tidak akan terwujud. Aku melihat ke arah kacamata itu. Sejujurnya aku sengaja memakai style yang sangat buruk ke kampus. Aku ingin mendapatkan yeoja yang menerimaku apa adanya. Konyol memang. Tapi aku percaya di dunia ini masih ada yeoja yang seperti itu. Yeoja yang melihatmu dari apa adanya dirimu. Bukan karena ketampananmu, kekayaanmu, atau bahkan kepintaranmu. Dan pertunangan ini..akan membatalkan smeuanya.

———————————-

~Sooyoung POV~Aku mematut kesal di kamarku. Hari ini appa mengunciku di kamar. Tidak ada pesta sampai pertunangan itu dilangsungkan. well. sangat buruk. Tok.tok…tok. Kudengar pintu itu diketuk
“masuk.”
Krek..pintu itu terbuka.
“Kau tidak mau melihat siapa yang datang?”
Aku terdiam mendengar suara itu.. Itu..
“CHANGMIN OPPA!!!!!”
Hup! Aku memeluknya
“Bogoshipoyo!!”
“Nado bogoshipo.”
“Kapan oppa pulang dari Amerika?”
“Baru saja. Surprise!!”
Aku tersenyum kecil
“Hei, kenapa yeodongsaeng kecil oppa mematut kesal begitu? Kau berbuat salah apa sampai dikurung?” tanya oppa
“well. oppa tidak akan percaya ini. Aku dikurung karena menolak pertunangan.”
“MWO?”
“Oppa!!! Kau harus membelaku! Masa aku mau dijodohkan dengan beast?”
Beast?”
Aku mengangguk “Cho Kyuhyun.”
“Maksudmu… putra tunggal cho company? Pemilik Seoul Pasific?” tanyanya
“Apapun itu. Aku tidak peduli. Yang jelas aku tidak mau ditunangkan dengan namja bermulut sadis itu. Oppa!! Jebal bantu aku. Kau tidak mau kan aku jadi korban kekerasan rumah tangga?”
“Memangnya…dia sejahat itu?”
Aku mengangguk “Sangat jahat.”
“Tapi terakhir kali aku bertemu dengannya..dia sangat baik dan…dia tampan.”
“MWO? Tampan? Baik? Oppa apa kau sudah sekongkolan dengan eomma dan appa?”
“Youngie..”
“Pokoknya aku tidak mau dijodohkan. Titik.”
“Memangnya kau sudah punya namjachingu?” tanya oppa
Aku menggeleng
“Kalau begitu kau tidak punya alasan untuk menolaknya.”
“Oppa!!!!”
“Mian, aku tidak bisa membantu. Tapi aku hanya bisa mengatakan hal ini. Cho Kyuhyun tidak seburuk bayanganmu.”
“Haish..kau sama saja dengan eomma dan appa.”

———————————–

~Kyuhyun POV~
Ting tong.. aku menekan bel pintu rumah itu. Kalau bukan karena appa, aku tidak akan menjemput yeoja jadi-jadian itu
Flashback
“Annyeong eomma, appa.”
“Kyu ah! Chankamanyo.”
“Ne?”
“Kau, jemputlah calon tunanganmu dan pergilah bersama.”
“MWO? Dengan yeoja itu. Ani appa. Dia pasti terlambat.”
“Haish..kyu ah. Kalian itu akan bertunangan sebulan kurang dua hari lagi. jadi kau harus mulai belajar menjemputnya. Arra?” ujar eomma
“Tapi..”
“Tidak ada tapi-tapian. Menolak berarti kunci mobilmu disita.”
“MWO?”
“Jadi..bagaimana?” tanya appa
“Baiklah”
Flashback End

“Aigoo..kyu ah, annyeonghseyo,” ujar choi ahjumma
“Annyeonghaseyo ahjumma.”
“Kau pasti ke sini untuk menjemput youngie.”
Aku tersenyum kecil
“Dia ada di kamarnya. Tolong bangunkan dia.”
“Ne?”
“Kau kan calon tunangannya. Tidak apa-apa kan kalau kau yang membangunkannya?”
“Ne.”
“Kamarnya di lantai atas, yang pintunya bercat putih.”
“Algesseumnida.”
Aku masuk ke rumah itu. Eksterior dan interiornya bergaya Eropa. sangat luas dan rapi. lantai marmernya merefleksikan cahaya lampu berwarna keemasan itu. Tangganya melingkar ke atas, dengan piano di bawahnya. Aku melangkahkan kaki ke atas. Ruangan tengahnya sangat luas dan hangat. Aku mendekati kamar itu. Di depannya ada pajangan bertuliskan SY. Aku memasuki pintunya. Kulihat yeoja itu masih tertidur.
“Haish..bagaimana bisa yeoja ini belum bangun jam 7 pagi.”
Kamarnya elegan. Dengan gorden berwarna keemasan dan wallpaper maple. Kamar yang tenang. Bahkan di kamar ini ada sofa dan televisi. Rak bukunya cukup banyak. Aku tidak menyangka kamar ini adalah milik si party girl ini.
“Irreona.”
“Hm..” dia membalik wajahnya ke arahku. Kalau dilihat-lihat..dia cukup manis saat tidur. Haish!! Cho Kyuhyun sadarlah. Dia seperti setan kalau bangun
“YAA! Choi Sooyoung irreona!”
“Kenapa kau berisik sekali sih.”
“MWOO? Irreona! Aku tidak mau telat karenamu!”
“Hoaam..”
Dia duduk dan mengambil wekernya
“MWOYAA!! Kau membangunkanku jam 7 pagi?!”
“Wae? Seorang yeoja normal seharusnya bangun jam 6 pagi!”
“MWO? Kuliahku dimulai jam 9!”
“Lalu kau mau bangun jam berapa?”
“Jam 8!”
“Haish…kau itu yeoja atau bukan hah? bagaimana bisa bumonimku menjodohkanku dengan yeoja sepertimu,” ujarku
“MWO? Apalagi kau! Bagaimana bisa bumonimku menjodohkanku dengan manusia bermulut sadis sepertimu!”
“MWOYAA!! Kau yang..”
“Tunggu dulu! Kenapa kau masuk ke kamarku!”
“Eommamu yang menyuruhku! Kau pikir aku mau masuk ke sini eoh?”
“Haish..cepat keluar!” ujarnya
“Sebelum kau masuk kamar mandi, aku tidak akan keluar dari sini.”
“Aish.. arra.”
dia berdiri dan pergi ke luar. Aku mengikutinya. Dia memasuki ruangan di sebelahnya. Aku menggeleng melihatnya.
“Kau pasti cho kyuhyun.”
Aku menengok ke sumber suara itu. Seorang namja berdiri di sana. Wajahnya..sepertinya tidak asing
“Kau masih mengingatku?”
“Changminssi.”
“Wah, rupanya kau masih mengingatku. Hahahha.”
Aku tersenyum kecil
“Kau cukup hebat membangunkannya.”
“Ne?”
“Dia paling susah dibangunkan. Hanya weker yang bisa. Aku tidak menyangka kau bisa membangunkannya dengan cepat.”
Aku mengusap tengkukku. yeoja yang parah

——————————————

~Sooyoung POV~
Baik. Sekarang aku ada di mobilnya. Awkward. Super diam. Aku tidak tahan dengan ini semua. Tidak berbicara selama sepuluh menit rasanya menyebalkan.
“Kau..bersekolah di mana saat sma?” tanyaku
“Seoul High School.”
Aku mengangguk mengerti. Kenapa dia tidak menanyakanku?”Kudengar kau anak tunggal.”
“Ne.”
“Eommamu cantik,” ujarku
“Ne dan dia pintar. Yang jelas dia bangun paling awal. Dan dia pintar memasak. Oh , dan dia tidak pernah menghabiskan waktunya di pesta.”
Aku meliriknya tajam. Dia menyindirku?
“Wah. Appaku juga tampan dan pintar. Yang jelas dia bukan namja bermulut sadis yang dingin pada yeoja. Dia sangat hangat dan genius tanpa menghabiskan sisa hidupnya dengan buku. Oh, dan dia tidak memakai kacamata meski sering membaca.”
Dia melirikku tajam. Aku tersenyum penuh kemenangan
“Aku heran, positif dikali positif seharusnya hasilnya positif. Sepertinya hasilnya bisa negatif,” ujarku
“Maksudmu?”
“Appamu tampan, eommamu cantik. Mereka baik. Tapi kau tidak mendapatkan semua gen itu. Oh, kurasa hanya kepintaran yang menurun padamu.”
“Apa menurutmu kau tidak seperti itu eoh? Bumonimmu baik dan elegan. Tapi kau tidak mendapat semua gen itu. Oh maaf, kurasa kau merasa mendapatkan gen wajah mereka. Sayangnya setiap orang yang sudah tua akan jelek,” ujarnya
“Oh, setiap orang yang tua juga biasanya pikun. Mungkin kepintaran mereka berkurang.”
“Aku heran dengan para namja di kampus yang menyukaimu. sepertinya mereka semua kelainan jiwa,” ujarnya
“Kau iri? Karena semua yeoja di kampus normal dan tidak menyukaimu?”
“MWO?”

~Yoona POV~
“MWO? Dibangunkan dan diantarnya ke kampus?”
Youngie mengangguk
“Benar-benar menyebalkan. Sepertinya namja itu tidak bisa berkata manis. Dia selalu bermulut sadis. Dia membandingkanku dan eommanya. Mengata-ngatai gen bumonimku tidak menurun padaku. Mengatakan kalau aku akan jelek saat tua. Apa-apaan itu.”
“Hahahahahahahahhaa.”
“YAAA!! Kenapa kalian tertawa!”
“Youngie ah. Sepertinya kau harus benar-benar hati-hati. bisa jadi kalian saling menyukai. Hahhahahaha.”
“MAL.DO.AN.DWAE.”

~Kris POV~
“Parah, sekarang mereka saling menghina,” ujarku
“Bagaimana kalau mereka tahu seberapa romantisnya mereka saat menjadi malaikat?” tanya leeteuk
“Mereka tidak akan mengetahuinya.”
“Setelah ini apa kelanjutan ceritanya?” tanyaku
Hyoyeon membuka bukunya dan tersenyum “Kita tunggu saja,” ujarnya yang selalu membuat orang lain penasaran

———————-TBC——————-

RCL ^^~

75 thoughts on “Baby Maybe [Part 1]

  1. kyu kutu buku tp pura2 jelek, soo pinter, cantik tp party girl XD apalg skrgalah dijodohin hahah. awal2 sih boleh saling ngatain, tp nanti falling in love hahah
    hyo tetep aja bikin penasaran -__-“

  2. Ngga heran kyu jenius,eomma appanya aja cerdas pasti anaknya jenius .
    Seperti dugaan si cupid dan malaikat pencabut nyawa,ketika mereka bertemu lagi maka akan saling benci hehe

  3. Hyoyeon slalu bkin penasaran…
    Waktu mereka masih jadi malaikat dan mau berpisah mereka romantis2..
    Sekarang mereka bertengkar mulu..
    Saling hina..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s