[SoowonFF-Songfic] Just Give Me A Reason

Title : Just Give Me A Reason

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Choi Siwon
*Tiffany Hwang

Other Cast :
*Shim Changmin
*SNSD Member
*SJ member

Type : Oneshoot

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Annyeong guardian ^^ Jeongmal mianhamnida karena lama nggak nulis ff soowon
Gomawo untuk reader yang request ^^
Author membuat FF sesuai request reader yang rajin comment. Maka seringseringlah comment agar requestnya dipenuhi ^^
RCL~

Right from the start you were a thief, you stole my heart
And I your willing victim
I let you see the parts of me that weren’t all that pretty
And with every touch you fixed them
~Sooyoung POV~
“Appo..pelan-pelan oppa.”
“Haish..benar-benar ceroboh. Lihat tanganmu. Bagaimana bisa terluka seperti ini?”
Aku tersenyum melihatnya. Siwon oppa sedang mengobati luka di tanganku. Aku tergores kaca yang pecah di ruang latihan SNSD. Ceroboh. Itu yang selalu dia katakan padaku. Mungkin hanya dia yang tahu hal itu. Dia, namjachinguku.
“Gomawo.”
Aku mengamati wajahnya yang sedang meniup-niup luka itu. Bagaimana bisa pangeran ini menjadi namjachinguku?

———————————-

I’m sorry I don’t understand where all of this is coming from
I thought that we were fine

 

~Siwon POV~
‘Oppa bagaimana CF mu di Thailand? ^^ ‘
Aku memasukkan cellphoneku ke dalam kantong. Mengabaikan pesan itu. Lima tahun sudah kami menjalin hubungan. Hingga akhirnya kejenuhan itu datang. Jenuh. Bersama orang yang sama. Menjalani rutinitas yang membosankan. Tanpa ada petualangan. Flat.
“Nuguseyo oppa?” tanya fany
“Bukan siapa-siapa.”
Aku meminum jusku. Aku sedang berada di sebuah restoran. Dinner bersama tiffany. Merayakan ulang tahunnya. Aku tersenyum melihat yeoja yang duduk di depanku itu.
“Ah ya! Fany ah. Aku punya sesuatu untukmu.”
“Ne?”
Aku mengeluarkan sebuah gelang dari tasku
“Ini..”
“Hadiah untukmu. Saengil chukkhae.”
“Gomawo oppa!!”
“Cheonmanaeyo.”
~Sooyoung POV~
Aku terdiam melihat pesan itu. Dia tidak membalasnya. Satupun.
“Siwon oppa belum membalasmu?” tanya sica
“Ne.”
“Mungkin dia sibuk,” ujar sica
“Ne. Mungkin.”
Aku menaruh cellphoneku dan pergi tidur.
“Kalian bertengkar?” tanya sica
“ani.”
“Kalau harus mempercayainya. lagipula dia pergi bersama fany.”
“Ne, sica.”
Aku menutup wajahku dengan selimut. membiarkan sica berceloteh panjang lebar. Jujur sebenarnya aku bertanya-tanya. Akhir-akhir ini sifat siwon oppa sangat aneh. Tidak membalas pesanku satu pun. Dan malah terkesan menghindariku. Apa aku melakukan kesalahan padanya? Padahal kurasa…kami baik-baik saja. Mungkin ini hanya perasaanku saja.
—————————————
Your head is running wild again
My dear we still have everything
And it’s all in your mind

~Siwon POV~
Aku memandang ke arah langit-langit kamarku. Tiffany. Tiffany. Tiffany. Nama itu terus terngiang di kepalaku. Eyesmilenya. Tawanya. Semuanya. Aku tersenyum sendiri mengingatnya. Benar-benar gila. Bagaimana bisa yeoja itu membuatku memikirkannya? Seketika pandanganku tertuju pada foto di sebelah kananku. Fotoku dan youngie. aku terdiam beberapa saat. Dulu, aku juga pernah mengalami hal ini. Dimana isi kepalaku penuh dengan Choi Sooyoung. Dimana aku ingin pagi cepat datang untuk bertemu dengannya di SM. Dimana cinta itu masih ada. Dimana kejenuhan itu belum datang. Aku memasukkan foto itu ke dalam laci. Bertanya pada diriku sendiri. Hubungan ini..mulai tidak jelas
~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki SM building. Aku masuk ke dalam lift. Tiba-tiba lift itu kembali terbuka. Menampakkan seseorang di sana. Choi Siwon. Dia terdiam, begitu pula aku. Akhirnya dia masuk ke dalam tanpa suara. Aku menengok ke samping.
“Kenapa kau tidak membalas pesanku?” akhirnya aku bersuara
“Mianhae, aku sibuk.”
“Apa CF di Thailand sesibuk itu? Tidak ada jam istirahatnya sama sekali?”
Akhirnya dia menengok ke arahku
“Kau bahkan tidak sibuk untuk mengupload foto bersama tiffany.”
“Aku sedang tidak mood untuk bertengkar,” ujarnya
“Apa menurutmu aku mengajakmu bertengkar oppa? Aku hanya bertanya.”
“Kau mencurigai sahabatmu dan namjachingumu sendiri?” tanyanya
Aku hanya diam. Tring. Lift itu terbuka
“Kau sangat kekanak-kanakkan,” ujarnya lalu pergi. Lift itu kembali tertutup. tes. setetes air mataku jatuh. dia… mengataiku kekanak-kanakkan? Aku menghapusnya. apa benar…aku harus belajar mempercayai mereka? entahlah. perasaanku justru sebaliknya
~Tiffany POV~
“Annyeong!” ujar kami
“Ne annyeong.”
“Gwaenchanha?” tanyaku
Kulihat pipinya sembab
“Ne gwaenchanha.”
“Kau..menangis?” tanya yoona
“Aniya. Aku hanya baru bangun tidur.”
“Haish..dasar. Kau membuatku panik saja!” ujar taeyeon
——————————-
Now you’ve been talking in your sleep, oh, oh
Things you never say to me, oh, oh
Tell me that you’ve had enough of our love, our love

~Siwon POV~
Meminum minuman beralkohol. Mungkin itu jarang terjadi. Tapi itulah yang kulakukan sekarang. Aku tidak mengerti dengan diriku sendiri. Aku sudah lelah dengan hubungan ini. Setiap kami bertemu kami selalu bertengkar. Jenuh. Itu penyebabnya. Aku tidak merasa hubungan kami seperti yoona donghae yang terus menunjukkan kebahagiaan. Hubungan ini lebih menunjukkan alasan untuk diakhiri. Selalu bertengkar. tidak mau mengerti. curiga. kehilangan kepercayaan. kehilangan kecocokkan. Aku meneguk gelas itu. Tiffany. Nama itu muncul di kepalaku. Justru dia lebih mengertiku dibanding yeojachinguku sendiri. Lebih menenangkanku saat aku dalam masalah. Bukan menambah masalahku saat aku dalam masalah. Tiffany dewasa, tidak seperti youngie yang kekanak-kanakkan. Aku meneguk gelas itu lagi.

~Sooyoung POV~
Aku sedang menyetir ke dorm. Pikiran itu masih memenuhiku. Kekanak-kanakkan. Apa aku terlihat seperti anak kecil di depannya, yang merengek untuk mendapatkan perhatian? Aku menyeka air mataku. Bodoh. Choi Sooyoung mungkin dia hanya lelah.
‘Sowoneul malhaebwa’
Aku melihat nama itu. Choi Siwon. Apa aku harus mengangkatnya? Aku terdiam beberapa saat. Akhirnya aku mengangkatnya
“Yeoboseyo..”
“Apa kau mengenal pemilik telepon ini?”
“Ne. Nuguseyo?”
“Aku adalah pelayan di Star Cafe. Dia mabuk dan tidak bisa menyetir pulang.”
Aku tidak percaya mendengarnya. Dia…mabuk?
“Baik aku akan segera ke sana.”
Aku mematikan cellphoneku dan memutar mobilku ke sana. Dia tidak pernah mabuk. Berapa gelas yang dia minum? Dia berubah. Itu satu hal yang kumengerti. Aku memarkirkan mobilku di sana. Kulihat namja itu memang ada di sana. Tertidur di meja dengan beberapa gelas di sebelahnya. Aku menghampirinya dan mengusap kepalanya perlahan
“Oppa..kenapa kau bisa seperti ini..”
Aku meminta bantuan pelayan untuk menopangnya ke mobil. Setelah itu aku menyetir ke dormnya. Dia tertidur di sebelahku
“Oppa..kau berubah.”
“Fany ah..”
Aku terdiam mendengarnya. Fa…fany?
“Fany ah…”
“Oppa kau minum berapa gelas?”
“Saranghae…”
Aku tidak mempedulikannya.
“Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan hah?”
“Ne..aku sadar fany ah. Aku tahu. Kau khawatir pada anak kecil itu huh?”
“A..nak kecil?”
“Ne. Choi Sooyoung. Kau khawatir padanya? Kau tidak usah mempedulikannya fany ah. Aku akan memutuskannya. Soon.”
Tes. Aku menghapus air mata itu. Dia mabuk. Dia tidak sadar dengan ucapannya.
“Aku sudah bosan. Aku jenuh. Kami selalu bertengkar di tiap pertemuan. Dia hanya menambah masalahku. Tidak seperti kau yang memberi solusi. Dia lebih seperti seorang anak kecil yang terus membuatku pusing. I don’t feel like I’m dating a girl. I’m dating a 5 years old kid.”
Aku menghentikan mobilku di depan dormnya. Aku menelpon ke dormnya. Aku tidak mau mendengar ini semua lagi
“Yeoboseyo?” sungmin oppa yang mengangkatnya
“Ming oppa, tolong pergi keluar bersama membermu yang lain. Siwon oppa mabuk.”
“MWO?”
Klik. Aku mematikan teleponnya. Aku malas membahasnya.
“Fany..”
“BISAKAH KAU BERHENTI MENYEBUT NAMA ITU OPPA!”
Aku tidak bisa menahannya lagi
“I’m enough of our love. Cinta itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya
“BISAKAH KAU DIAM CHOI SIWON!”
Kulihat sungmin dan donghae keluar dari dormnya. Aku menyeka air mataku dan turun dari mobil
“Dia di dalam.”
Mereka mengeluarkannya dari dalam mobilku
“Gomawo oppadeul. Aku pamit pulang. Tolong..jaga dia.”
“Ne,” ujar mereka
Aku masuk ke mobilku dan menyetir ke dorm. Aku menghentikan mobilku di depan dorm. Pikiranku kosong. Aku tidak bisa masuk ke dalam dan bertemu fany. Rasanya menyakitkan. Aku menyandarkan kepalaku ke setir. Menangis di sana. Kenapa semuanya terasa menyakitkan?

——————————
Just give me a reason. Just a little bit’s enough. Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
It’s in the stars. It’s been written in the scars on our hearts
We’re not broken just bent, and we can learn to love again
~Siwon POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kepalaku terasa berat dan pusing. Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Kulihat para memberku di sana. Aku di dorm?
“YAA! Choi Siwon bagaimana bisa kau mabuk!” ujar sungmin
“Ne?”
“Haish..kau tidak ingat? Kau sangat berat! Kami harus menopangmu ke kamar!” ujar donghae
“Aku tidak ingat..”
“Bahkan youngie yang mengantarmu ke sini!”
“Youngie?”
“Ne,” ujar donghae
Aku terdiam beberapa saat. Aku tidak ingat apa-apa.
‘Sorry Sorry Sorry Sorry..’
Cellphoneku berbunyi. Itu youngie.
“Angkatlah,” ujar sungmin
Aku tersenyum kecil dan mengangkatnya
“Yeobose..”
“Kita perlu bicara. Pergilah ke taman biasa jam 9. Aku menunggumu.”
“A..”
Tut..tut…tut.. teleponnya dimatikan
“Sepertinya dia marah,” ujar sungmin
“Jelas. Karena choi siwon mabuk berat semalam,” ujar donghae
Aku hanya diam. Entah kenapa…kurasa bukan itu penyebabnya
~Sooyoung POV~
“Apa yang ingin kau katakan?”
Aku menengok ke samping. Menarik nafas dalam.
“Oppa..kau menyukai fany eonni?”
Dia hanya diam
“Kenapa kau diam oppa?”
“Aku..”
“Apa salahku padamu oppa? Apa kekuranganku yang membuatmu berpaling? Aku hanya butuh satu alasan oppa. Kenapa kau lelah dengan hubungan kita?”
“Kau jangan berbicara yang tidak-tidak,” ujarnya
“Aku hanya bertanya oppa. Kau bahkan mengatakan semuanya semalam.”
“Ne?”
Tes. Aku cepat-cepat menyekanya dari mataku
“Jebal oppa..beri aku alasanmu. Aku akan memperbaikinya. Dan kita..bisa kembali seperti dulu.”
“Youngie..”
“Aku akan berubah menjadi yang kau mau oppa.”
Dia hanya diam
“Mianhae..aku butuh waktu untuk tenang,” ujarnya lalu pergi.
———————————
Oh, tear ducts and rust
I’ll fix it for us
We’re collecting dust but our love’s enough
You’re holding it in
You’re pouring a drink
No nothing is as bad as it seems
We’ll come clean

~Siwon POV~
Aku memasuki kamarku. Aku menarik nafas dalam. Melihatnya menangis. Entah kenapa aku tidak pernah kuat melihatnya. Aku merutuki kebodohanku sendiri. Bagaimana bisa aku mengatakan semuanya? Aku membuka laci itu. Kulihat foto kami masih ada di sana. Seketika semua kenangan itu berputar. Kenangan saat kami anniv, ke lotte world, semuanya. Aku kembali menaruhnya di sana. Ini semua terlalu berat.
“Kalian bertengkar?” tanya sungmin
“Ne.”
“Haish..ini semua salahmu. Kenapa kau mabuk?” tanyanya
“Bukan karena mabuk. Tapi ini memang salahku.”
“Ne?”
“sungmin, apa kau pernah merasa bosan pada yeojachingumu?”
“N..ne?”
“Lima tahun aku menjalin hubungan dengannya.. aku merasa jenuh. Tidak ada tantangan. Tidak ada hal yang menarik. Tidak ada perbedaan. Dia kekanak-kanakkan. Dan ada seorang yeoja yang lebih dewasa dibandingnya. Membuatku tenang. Aku merasa..”
“Siwon, apa menurutmu orang yang menikah 50 tahun pernah merasa jenuh?” tanyanya
“Ne?”
“Setiap orang pasti pernah merasakannya.”
“Maksudmu?”
“Kau hanya menjadikan yeoja yang dewasa itu sebagai pelarian dari kebosananmu.”
“Ne?”
“Sekarang aku bertanya. Apa kau merasa bersalah melihat youngie menangis karenamu?”
Aku hanya diam
“Kau merasa bersalah karena kau masih mencintainya choi siwon. Alasanmu berpaling hanya karena kau jenuh. Kau tahu, rasa jenuhmu itu akan berakhir dengan penyesalan jika kau melepaskannya. Pertama, yeoja yang kau anggap dewasa itu belum tentu lebih baik darinya. Kedua, hubungan kalian setelah putus pasti buruk. Ketiga, kau akan menyesal saat melihatnya menikah dengan orang lain.”
“N..ne?”
“Pikirkan itu baik-baik.”
———————————–
Oh, oh, that we’re not broken just bent
And we can learn to love again

~Sooyoung POV~
Aku duduk di atap SM building. Sepi. Tenang. Itu yang kubutuhkan sekarang. Aku tidak bisa menyalahkan fany maupun siwon oppa. Jatuh cinta itu bisa terjadi pada siapa saja. Aku memasang earphoneku. My Mistake. Mungkin lagu itu cocok dengan perasaanku sekarang. Tidak bisa membuatmu mencintaiku, mungkin itu salahku. Aku menatap ke pemandangan itu. Tiba-tiba seseorang berdiri di sampingku
“Changmin oppa?”
“Annyeong.”
Dia ikut duduk di sampingku
“Kau ke sini pasti karena kesal.”
“Ne?”
“Semua SM Family melakukannya. Kalau mereka kesal, mereka pasti pergi ke sini.”
“Ne.”
“Aku bertengkar dengan victoria,” ujarnya
“Waeyo?”
“Dia bilang aku pencemburu dan kekanak-kanakkan pada nickhun.”
Aku terdiam mendengarnya “Nado.”
“Siwon mengatakan yang sama?” tanyanya
Aku mengangguk
“Hati selalu tahu tempat dimana dia berlabuh,” ujar changmin
“Ne?”
“Kalau dia memang takdirmu, dia pasti kembali.”
Aku hanya tersenyum “Kalau dia takdir orang lain?”
“Kau akan mendapatkan yang lebih.”
“Dan kurasa…yeoja manapun yang mendapatkanmu adalah yeoja paling beruntung.”
~Siwon POV~
Aku melangkahkan kaki ke atas atap gedung SM. Menenangkan diri di sana. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada dua orang yang tertawa di sana. Itu..youngie dan changmin?
“Kurasa…yeoja manapun yang mendapatkanmu adalah yeoja paling beruntung,” ujarnya
Aku terdiam mendengarnya. Itu….
“Kau juga,” ujar changmin
Telingaku memanas mendengarnya. Sejak kapan mereka seakrab itu? Aku menarik tangan youngie dari sana
“Oppa..”
Aku membawanya ke ruang latihan
“Kenapa kau mengobrol berdua bersamanya dan mengatakan kalau yeoja manapun yang mendapatannya adalah yeoja paling beruntung?” tanyaku
“Ne?”
“Kenapa kau hanya berdua bersamanya di atas atap gedung SM?”
“itu tempat umum. kenapa..”
“Padahal kau berkata padaku akan berubah untukku. Dan..”
“Kau cemburu?” tanyanya
Aku hanya diam
“Bukankah yang kau sukai itu fany eonni?”
“Itu..”
“Oppa. Yang kau alami ini tidak apa-apanya dibanding yang kurasakan.”
“Ne?”
“Melihatmu bersama fany. Memperhatikannya. Membalas pesannya. Berkata kau mencintainya. Kau mengatakanku kekanak-kanakkan karena cemburu. Kau sendiri? Kau lebih kekanak-kanakkan oppa. Changmin oppa sudah punya victoria eonni. Mana mungkin dia berselingkuh? Kecuali..dia jenuh,” ujarnya seolah menyindirku
Aku menarik nafas dalam dan memeluknya
“Mianhae.”
“Kau..”
“Aku terlalu egois dan menjadikan kejenuhan itu sebagai alasan untuk mencari pelarian. Sungmin benar. Aku tidak mau menyesal karena kehilangan seseorang sepertimu…saranghae.”
Dia hanya diam
“Kau mengataiku yeoja berusia 5 tahun,” ujarnya
“Ne. Dan aku namja berusia 6 tahun yang sok dewasa,” ujarku
“Kau kekanak-kanakkan.”
“ne. tapi dari sini aku belajar. Kalau cemburu itu artinya cinta.”
“Klise,” ujarnya
“Tapi romantis.”
Aku memeluknya. “Can we learn to love again?” tanyaku
“Ne. Kecuali kalau kau gagal di ujian selanjutnya. Tidak ada remedial lagi.”
Aku tersenyum “Arra. Aku akan mendapat A+ di ujian berikutnya.”
“Kalau begitu siapkan 1001 alasan untuk mencintai choi sooyoung.”

The End

24 thoughts on “[SoowonFF-Songfic] Just Give Me A Reason

  1. Daebak,
    Hua, aku gak tau mw ngomong apa. Aku kirain bakal sad ending seperti ff songfic soowon yg sebelum2nya tpi ternyata tidak.

    Chingu, sequel dong atau ff soowon yang lain, kekeke~
    Fighting chingu, oh ia cupid diary nya di tunggu loh :D

  2. Hampir emosi tingkat dewa kalo endnya soo sakit lagi
    Akhir akhirnya banyak author bikin nangis, syoo menderita tanpa akhir *curhat

    Yg cupid’s diary ditunggu ^^

  3. Woaah, daebak
    Mau KyuYoung atau SooWon selama ff ya di tulis sama author pasti ‘klik’ bgt pas ngebaca nya. Cupid’s Diary kapan di post thor? Udah penasaran nih. Padahal biasanya pasti setiap hari post tengah malam hehe Fighting!!

  4. Akhirnya~ FF Soowon yg di post…
    Yah~ meski bukan series…..
    Bisakah buat dan post FF Soowon yg adegan action romance…..? #hopefull

    Johda~
    Keep writing^^
    Fighting~!!!!

  5. sebnernya q ikutan kesel bnget…

    ni soo umie kok guampng bget maafin !!!!
    klo q udah q cekik siwon oppanya

    tp q akui ceritany keren

  6. d awal sempat gemes sama wonppa, kok bisa ngelakuin hal kayak gitu k soo eonnie,
    tapi untung deh wonppa sadar, dan mereka gak jadi putus :D
    d tunggu ff soowon lainnya

  7. sumpah!!
    FF ini berhasil mengaduk aduk perasaan gw!
    Dari sedh,
    senang,palak,emosi dan kecewa!
    Tpi kalo dipikrin lg,
    ini emang sering terjdi dlam suatu hub.
    Tergantung pasangan itu bisa mengatasinya atw ga.
    Dan gw seneng.
    Soowon bisa ngatasinnya!
    Yeay!

    Next soowon ff ditunggu :)
    ps:tapi jangan kyu jdi orang ke-3nya ya ;) :D

  8. Authornya bikin galau ni…
    Dlunya ak soowon, tp skrg lbh dominan ke kyu.
    Ak brharap smga soo eon bhagia, mw dgn bang won ataupn akang kyu.
    Relaa deh:-D

  9. wah happy ending,aku br pertama bc ff soowon eh jd langsung suka sm couple ini jadinya..
    next ff soowon ditunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s