Cupid’s Diary {Part 5-End}

your man

Title : Cupid’s Diary

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Kris Wu
*Leeteuk
*Kim Hyoyeon
*Choi Sulli
*Lee Taemin
*Jo Yoonwoo
*Jessica Jung

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-15

Separuh malaikat itu ternyata ada. Dia sudah meninggal. Tapi hatinya masih bekerja. Dan dia bisa merasakan seberapa hebat kekuatan cinta itu di dunia. Termasuk…
Cupid’s Diary halaman lima

~Kyuhyun POV~
“Noona, kalau aku menang di olimpiade nanti, aku akan menyatakan cinta pada choi sulli.”
Kata-kata itu terus terngiang dalam benakku. menyatakan cinta pada sulli… aku mengusap wajahku. aku tidak akan mungkin mengatakan padanya “Hei, jauhi dia. Dia akan dijemput beberapa hari lagi”
“Kau kenapa?” tanya kris
“N…ne?”
“Kau terlihat pusing.”
“Malaikat tidak bisa sakit,” ujarku
“Ne.”
“Kris, apa hukuman bagi seorang malaikat pencebut nyawa apabila ia melalaikan tugasnya?”
“N..NE?”
“Mwo?”
“Maksudku…misalnya aku disuruh menjemput seorang yeoja. Dan aku melalaikannya. Apa hukuman bagiku?”
Leeteuk berpikir keras “Sepertinya aku pernah mendengarnya.”
“Apa hukumannya?” tanyaku
“Kalau tidak salah…tugasmu menjadi malaikat pencabut nyawa berakhir.”
“N…ne?”
“Tapi itu bukan hal yang baik. Bisa jadi kau lenyap selamanya dan disiksa sekelompok malaikat bersayap hitam.”
“Kau..tidak berniat melakukannya kan?” tanya leeteuk
Aku hanya diam.  Menghilang…selamanya?

———————————————

~Sooyoung POV~
Lima hari lagi. Menuju olimpiade. Yoonwoo dan sulli makin keras belajar. Aku hanya menyemangatinya dari jauh.
“Noona.”
“Ne?”
“Menurutmu bagaimana cara yang paling bagus untuk menyatakan cinta?”
“Hm..pada umumnya sang namja memberi bunga.”
“Aku tidak mau cara yang biasa noona.”
“Lalu?”
“Cara yang luar biasa.”
“Hm…menurutku menyatakan cinta di dalam mobil adalah hal yang paling romantis.”
“Begitu?”
“Ne. Dengan pemandangan yang indah.”
“Arra.”
“Kalau begitu..aku keluar dulu agar tidak mengganggumu.”

~Kyuhyun POV~
Aku melihat yoonwoo dari ambang pintu. Apa kau sebegitu menyukai sulli? Aku menarik nafas dalam. Resikonya adalah nyawa. Aku melihat tanganku dan rumah ini. Aku akan kehilangan semuanya jika aku menyelamatkan sulli. Kehidupan.
“Sedang apa kau disini?” suara itu mengagetkanku
“Ah..aku…”
“Masuk saja ke dalam. Itu kan kamar namdongsaengmu,” ujarnya
“Ani..”
Tap..tap.. kudengar langkah itu mendekat.
“Gawat kita harus sembunyi!”
Bruk! Dia menarik tanganku ke sebuah laci. Aku terheran melihatnya
“Dia..”
“Ssst..”
“Dia tidak bisa melihat kita, babo,” ujarku
“Astaga..” dia menepuk jidatnya “Aku lupa,” ujarnya
“Bagaimana bisa ada malaikat sebodoh dirimu?”
“Mwo?”
Aku melihat ke arah eomma. Dia berdiri di sana. Membersihkan bingkai foto itu satu per satu. Aku memutuskan untuk tidak melihatnya
“Kita keluar.”

~Sooyoung POV~
Aku sedang berada di atas atap bersamanya. Melihat bintang. Sesekali menatapnya.
“Kenapa kau tidak mau yoonwoo tahu keberadaanmu?” tanyaku
“Kan sudah kubilang. Dia harus sadar kalau aku sudah meninggal.”
“Tapi setidaknya dia merasa senang kalau tahu kau ada di sana.”
Dia menarik nafas dalam
“Aku akan membiarkan diriku jadi kenangan.”
“Ne?”
“Kau tahu, lebih baik pergi tanpa rasa sakit dibanding pergi dengan bekas di hati orang lain,” ujarnya
“Ne..”
Aku memandang ke langit
“Kau tahu bintang jatuh?” tanyaku
“Ne. Tahayul anak kecil.”
“Ani. Itu nyata. Aku pernah melihatnya!”
“Ne. itu meteor yang jatuh. Tapi orang menyebutnya bintang jatuh,” ujarnya
“Baiklah kalau kau tidak percaya. Aku akan membuktikannya,” ujarku lalu terbang ke angkasa”Hei! Cupid!”
“Kejar aku kalau bisa, jelek!” ujarku
“MWOYA! Kau gila hah! Bagaimana kalau kau terkena meteor?” ujarnya
“Tidak akan!”
Aku mencari keberadaan bintang jatuh itu.
“Cepat turun!” ujarnya
“Andwae!”
“Kau bisa terluka kalau terkena meteor! Dan luka itu tidak bisa disembuhkan dengan kekuatan malaikat sekalipun!” ujarnya
“Kenapa kau cerewet seka…”
SRET! Kurasakan dia memelukku. Aku hanya diam. Deg..deg..kenapa jantungku berdetak lagi. Aku ini sudah mati. Bagaimana bisa jantung seorang malaikat berdegup..
“A..h..” rintihnya yang kudengar
“Kau..”
Kulihat punggungnya terluka. “Punggungmu..”
“aku kan sudah bilang padamu bodoh! Itu hanya meteor. Berbahaya bagi malaikat. Arra!”
“Mianhae..”
“Gwaenchanha. Yang penting kau tidak terluka.”
Aku terdiam mendengarnya. Kenapa dia mengatakan hal-hal yang membuat jantungku berdegup keras..membayangkan orang mati yang berdegup jantungnya..haish..tidak masuk akal.

~Kyuhyun POV~
“Appo! YAA! Pelan-pelan!” ujarku
“Kau ini namja dan kau malaikat. Bagaimana bisa kau merasa sakit dengan ramuan ini hah!” ujarnya
“YAA! Kan aku sudah bilang. Luka karena benda langit, termasuk meteor tidak bisa disembuhkan dengan kekuatan kilat. Arra!”
“Haish.. lagipula kenapa kau melindungiku?” tanyanya
“Sudah jelas. Kau itu yeoja. Dan meteor itu hampir mengenai kepalamu!” ujarku
“Sekarang jadi mengenai punggungmu,” ujarnya
Aku menarik nafas dalam.
“A..h..”
“Fuh..” dia meniupnya pelan. Aku menengok ke arahnya. Dia..terlihat sangat manis. Aish..apa yang kupikirkan. Deg..deg.. baik, jantung itu berbunyi lagi. Bagaimana bisa seseorang yang sudah mati berdegup jantungnya?

~Sooyoung POV~
“Selesai.”
Diam. Aku menengok ke arahnya. Kulihat dia tertidur. Bagaimana bisa dia tertidur di posisi duduk? Aku membenarkan posisinya. Kalau dilihat-lihat.. dia terlihat tampan dan polos saat tidur. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Rasanya hangat… aku memejamkan mataku dan memegang tangannya. nyaman. aku mengusap punggungnya yang terluka karena melindungiku. pernahkah kau mendengar cupid jatuh cinta? Kurasa..sekarang kau mendengarnya

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku. kulihat seorang malaikat tertidur di bahuku. Sooyoung. Aku tersenyum melihatnya. Tidak bergerak sedikitpun agar dia tidak terbangun. Perlahan aku mengusap wajahnya. Dia terlihat manis saat tertidur.
“Hm..”
Aku tersenyum mendengarnya melenguh manja. Perlahan aku mencium puncak kepalanya. pernahkah kau mendengar malaikat pencabut nyawa jatuh cinta? Kurasa sekarang kau mendengarnya. Aku mengambil pulpen dan menulis nama itu di dekat lemari yoonwoo
‘Choi Sooyoung saranghaeyo’

—————————————

~Sulli POV~
Hari ini adalah hari pertandingan. Aku menarik nafas dalam. Siap dengan pertempurannya
“kau siap?” tanya yoonwoo
“Ne!”
Dia tersenyum
“Best wishes.”

~Hyoyeon POV~
Aku tersenyum melihat yoonwoo dan sulli di sana
“Kalau mereka jadian, kau akan bertemu cinta sejatimu dan jadi manusia sehari,” ujarku
Seketika dia terdiam
“Hei, choi sooyoung. Bukankah ini impianmu? Kau bisa reinkarna..”
“Hyo, bagaimana kalau aku jatuh cinta pada seorang malaikat pencabut nyawa?” tanyanya
“N..ne?”
“Aku… bagaimana kalau aku tidak mau berpisah dengannya?”
“Youngie..”
“Aku tidak butuh jadi manusia hyo,” ujarnya
“Ta..tapi..”
“Aku..aku mencintai cho kyuhyun.”
“Ne. Tapi..”
Sret. Dia menghilang. “Tapi cinta sejatimu kyuhyun babo.”

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihat yoonwoo dan sulli memenangkan olimpiade itu. Aku sudah memutuskannya. Aku..akan membahagiakan namdongsaengku..meski itu semua berat. Sret.. kulihat dia muncul di sebelahku.
“Kau bahagia melihat mereka?” tanyanya
“Ne.”
“Apa..kalau sulli dan yoonwoo bersatu..kau akan bahagia?” tanyanya
“Ne. Sangat.”
Kulihat dia diam dan memandangnya. Perlahan aku memegang tangannya
“Kyu..”
“Cupid, sebelum aku pergi aku akan membuat sebuah pengakuan padamu.”
“N..ne?”
“Aku menuliskan sesuatu di dekat lemari yoonwoo. Kalau kita tidak bertemu lagi, lihatlah lemari itu.”
“Kau berkata seolah-olah kau akan pergi jauh. Kita ini sama-sama sudah mati, tapi kau berpesan seolah-olah kau manusia hidup yang akan mati,” ujarnya
Aku hanya tersenyum. Setelah ini kau tahu choi sooyoung

————————————-

~Yoonwoo POV~
Aku berada di mobil. Perjalanan kembali ke rumah. Aku menarik nafas dalam. Aku harus menyatakan perasaanku pada sulli
“Sulli ah..”
“Ne?”
“Ada..yang harus kukatakan.”
“Apa? Katakan saja.”
“A.ku..”
“Ne?”
“Aku..berjanji pada diriku akan mengatakan sesuatu padamu jika kita menang,” ujarku
“Ne?”
Aigo..kenapa susah sekali mengatakannya
“Sa..ranghae.”
Dia hanya diam dan menatapku. Awkward
“Jawabanmu?” tanyaku
“Aku…”
BRUK! Kudengar bunyi itu dari samping.
“SULLI!!”

~Kyuhyun POV~
Aku terdiam dari atas melihat mobil itu terguling. Kejadian ini..persis dengan kejadian itu. Aku menarik nafas. Aku sudah memutuskan. Aku..akan membiarkan yoonwoo bahagia. Aku akan menghilang dari dunia ini karena melalaikan tugas. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada dua orang itu. Aku membulatkan mata.
“YOONWOO!!”
Yoonwoo memeluknya. Membiarkan dirinya terluka dan terkena pecahan kaca. Mirip dengan apa yang kulakukan untuk melindunginya. Ba..bagaimana bisa?

————————————

~Sulli POV~
“Agassi!! Jangan keluar dari ruanganmu!!”
Aku pergi ke ruangan itu. Tidak peduli seberapa sakitnya goresan di tangan dan kakiku. Aku harus melihatnya. Sret. Aku membuka pintu itu. Kulihat dia di sana. Berbalut perban. Dengan banyak selang
“YOONWOO…”
Aku duduk di sebelahnya menitikkan air mata. Kenapa..ini semua harus terjadi?
“Yoonwoo irreona!! Kau belum mendengar jawabanku..”
“Agassi..”
“DIAM!”
Aku memegang tangannya
“CHO YOONWOO IRREONA! APA KAU MAU MEMBUATKU MERASA BERSALAH SEUMUR HIDUP EOH?”
“Agassi..”
“Yoonwoo…aku mau menjadi yeojachingumu. Irreona….Jebal..irreona…”
“Agassi..”

~Kyuhyun eomma POV~
Aku menatapnya tak percaya. Menyentuh tiap inchi wajahnya yang terbalut perban. Yoonwoo..kenapa jadi begini.. aku meneteskan air mata. Kumohon…setelah kehilangan kyuhyun….aku tidak bisa kehilanganmu yoonwoo ah… kenapa kalian harus meninggal dengan cara yang sama… jebal… jangan buat eomma takut yoonwoo…

~Sooyoung POV~
“Kenapa jadi begini..”
Aku melihatnya dari balik pintu. Kulihat raga yoonwoo terbaring di sana. Sedangkan jiwanya duduk di sebelah sulli. Mencoba menyentuhnya. Tap..tap. Aku menengok ke arah kyuhyun.
“Kau…akan menjemputnya?” tanyaku
Dia hanya diam dan masuk ke dalam
“KYU!”
Sret. Dia masuk ke dalam ruang ICU. Sedangkan roh yoonwoo yang berdiri di sana terheran melihatnya
“Noona..itu siapa?” tanyanya
“itu..”
Kyuhyun memegang tangannya
“Tidurlah,” ujar kyuhyun
“Ne?”
“Cepat tidur,” ujar kyuhyun
“Tapi..”
“PPALI!”
Yoonwoo menengok ke arah sulli
“Kau hidup,” ujar kyuhyun
“Ne?”
“Dan jangan sia-siakan kesempatan ini.”
“Kau..”
“Aku malaikat pencabut nyawa. Tapi aku akan membiarkanmu hidup untuknya. Arraseo?”
“Gomawo.”
Aku hanya bisa diam melihat mereka
“Ne.”
Yoonwoo tertidur di tempatnya. Setelah itu beberapa orang dengan sayap hitam memasuki ruangan. Seorang diantara mereka membawa tongkat besar dan mengarahkannya pada kyuhyun
“Argh…”
“Itu hukuman bagi seorang pelanggar.”
“Pelanggar?”
BRUK! Mereka menghempaskannya ke tembok. Kulihat hidungnya mengeluarkan darah
“Kyu…”
“Cupid, kau tidak ada urusannya dengan ini semua,” ujar salah seorang diantara mereka
“Nuguya! Kenapa kalian..”
“Cho Kyuhyun kau akan dilenyapkan sebentar lagi. Ada kata terakhir?” tanya orang itu
“YAA! Apa yang kalian lakukan!” protesku
“Jangan ikut campur!” ujar mereka
“Aku hanya bertanya!”
“Dia telah melanggar aturan. Dia mengembalikan roh manusia yang seharusnya meninggal.”
“N…ne?”
“Aku tidak bisa menjemputnya,” ujarnya
“Wae? karena dia adikmu?” tanya mereka
“Sulli..” kudengar yoonwoo bersuara
“YOONWOO AH!”
“Oh, adegan drama,” ujar seorang malaikat yang bersayap hitam itu
Aku mengambil panahku
“MUNDUR DAN JANGAN SAKITI DIA!” ujarku
“Lihat, seorang cupid mengancam seorang malaikat pencabut nyawa. benar-benar hebat.”
“Hahahhahaa”
Sret. Aku melepaskan panah itu. Orang itu menangkap dan mematahkannya. Mencengkram daguku
“Kuberi tahu padamu cupid. Kau. Lemah,” ujarnya
“Jangan..sentuh dia,” ujar kyuhyun
“Wah, ada yang ingin menjadi pahlawan.”
BRUK! Mereka menghempaskannya lagi
“KYU AH!”
BRUK! Mereka menghempaskanku ke bawah bersamanya.
“Youngie..”
“Habislah kau cho kyuhyun.”
Aku berdiri dan menariknya keluar ruangan
“Kau tidak bisa kabur!”
BUK! Mereka memukul kyuhyun dari belakang.
“A..gh..”
“Kyu…”
“Baiklah akan kuhabisi kalian berdua..tapi sebaiknya…kita bermain sebentar”

~Sulli POV~
“Sulli..”
Aku memeluknya. Menitikkan air mata
“Kau membuatku takut.”
“Mianhae..”
“Bagaimana kalau kau meninggal hah! Aku bisa merasa bersalah seumur hidup!”
Dia hanya tersenyum
“hwanajima”
“Aish..menyebalkan! Aku hampir mati karena bersalah kau tahu!”

~Kyuhyun POV~
“A..gh..”
“Kyu ah..”
Aku memeluknya. Membuatnya terhindar dari pukulan tongkat itu. Kulihat air matanya menetes “Uljima..”
“Wah…adegan romantis apa lagi ini? Sepertinya cupid ini mengajarimu untuk menjadi lemah,” ujarnya dan mengarahkan tongkat itu lagi. Aku memejamkan mata dan..
“A…h..”
Kulihat sayapnya tergores
“Youngie..”
Bruk! Dia terjatuh di bahuku
“Wah..lihat, adegan drama melankolis.”

~Yoonwoo POV~
“Kalaupun aku meninggal, aku merasa bahagia karena kau baik-baik saja.”
Dia hanya diam
“Kau..belum memberiku jawaban.”

~Sooyoung POV~
BUK!
“Hentikan!!”
Aku menitikkan air mata. Punggungnya tergores. Aku tidak tega melihatnya.
“Cepat pergi,” ujarnya
“Mana mungkin aku meninggalkanmu diserang.”
“Pergilah..aku tidak mau mereka melukaimu,” ujarnya
“Tapi..”
“Jebal..”
“Aku tidak bisa aku..”
“Saranghae,” ujarnya
“N..ne?”
“Oleh karena itu aku tidak mau kau terluka. Jebal..pergilah.”
Aku memeluknya
“Aku tidak bisa membiarkan malaikat yang kucintai berjuang sendirian.”
“N..ne?”
“Kalau kita menghilang, kita akan menghilang bersama.”

~Sulli POV~
“aku..”
Kurasakan dia memegang tanganku
“Choi Sulli…apa kau mau…menjadi yeojachinguku?” tanyanya
Aku menarik nafas dalam dan tersenyum “Ne.”

~Kyuhyun POV~
“Baiklah. Kita akhiri permainannya. Dan kita biarkan dua malaikat ini menghilang bersama.”
Dia memegang tanganku dan tiba-tiba sebuah sinar datang. Menghempaskan malaikat bersayap hitam itu. Melenyapkan mereka. Aku memejamkan mata. Silau… Dan…sret. Mereka semua hilang tanpa bekas. Kulihat beberapa orang lewat dan memperhatikan kami. Aku menopangnya duduk di kursi. Perlahan aku melihat tanganku. Kembali normal. Tidak ada luka apapun. Aku meraba punggungku. Sayapnya hilang. Aku menengok ke bajuku. Aku..memakai kemeja dan celana jeans. Aku menengok ke arahnya. Dia menatapku. Sayapnya juga hilang. Dan dressnya bukan lagi dress putih itu. Tapi sebuah dress vintage musim gugur. Kulihat dia berdiri dari kursi dan menepuk pundak seorang perawat
“Jeogiyo.”
“Ne?” ujar perawat itu
“Kau..bisa melihatku?”
Perawat itu terlihat bingung “ne.”
Aku terdiam mendengarnya
“Kau bisa melihatku?” tanyaku
“Ne,” perawat itu mengusap tengkuknya
“Gamsamida.”
Aku menatap ke arahnya. Kulihat dia tersenyum.
“Ba..gaimana mereka bisa melihat kita?” tanyaku
“Kau tahu apa artinya ini?” tanyanya
“Ne?”
“Kita jadi manusia sehari!”
“MWO?”

————————————–

~Yoonwoo POV~
Aku menengok ke sekitarku. Tidak menemukan noona di sana.
“Kau mencari siapa?” tanya sulli
“Ani.”
Sret.. pintu kamar terbuka. Kulihat eomma di sana
“Eomma..”
Dia memelukku sangat erat
“Mianhae yoonwoo…eomma…eomma sangat takut kehilanganmu. Eomma tidak mau kau pergi seperti kyuhyun. Eomma takut..yoonwoo..”
“Aku di sini eomma..”
“Maafkan eomma…kita…memulai yang baru arra?”
Aku mengangguk
Sret..pintu kamarku terbuka lagi. Kulihat noona di sana. bersama seorang namja
“Noona!”
“Annyeonghaseyo,” ujarnya dan namja itu
“Ne annyeonghaseyo,” ujar eomma dan sulli yang membuatku tercengang. Aku berbisik padanya
“Mereka bisa mendengar dan melihatmu?” tanyaku
Dia mengangguk
“Mwo?”
“Hanya sehari,” ujarnya
“N..ne?”
“Eomma dan sulli akan keluar untuk mencari makan. Kalian..mengobrollah,” ujar eomma
“Ne eomma.”
Eomma menutup pintunya.
“Noona bagaimana bisa?!”
“Terlalu panjang ceritanya. Yang jelas..aku senang melihatmu bangun,” ujarnya
Aku tersenyum
“Namja di sebelahmu siapa noona?” tanyaku
“Itu..”
“Annyeonghaseyo. Joneun Choi Kyuhyun imnida. Aku..namjachingunya,” ujar namja itu
“Oh..jadi choi kyuhyun itu. Noona! Kenapa kau tidak pernah bilang kalau cupid bisa punya namjachingu?” tanyaku
“Yoonwoo ah!!”
Kurasakan namja itu mengusap kepalaku
“Jaga sulli dan bumonimmu baik-baik,” ujarnya
“Ne, hyung,” ujarku”Hyung?” tanyanya
“Ne, kau kan namjachingunya noona, berarti aku memanggilmu hyung,” ujarku
Dia tersenyum. Entah kenapa..senyumnya mirip kyuhyun hyung…
“Jaga dirimu baik-baik yoonwoo,” ujar sooyoung noona
“Ne.”
“Setelah ini..kita mungkin bertemu lagi dalam wujud lain,” ujarnya
“maksud noona?”
“Aku..tugasku menjadi cupid selesai.”
“Ne?”
“Dan setelah itu..aku akan hidup menjadi orang lain. Mungkin…aku akan berjodoh dengan anakmu dan sulli?”ujarnya
“Hahahahhaa. Noona kau ini ada-ada saja.”
“Ini bukan perpisahan,” ujarnya
“Ne.”
Dia melambaikan tangan padaku
“Berbahagialah yoonwoo,” ujarnya dan namja itu
“Ne, noona, hyung. Annyeong.”

————————————

~Kyuhyun POV~
“Waah!! Indahnya!!”
“Ne. Aku baru pernah ke sini,” ujar kyuhyun
“Taraa!! Lihat apa yang kubawa!” ujarnya sambil mengeluarkan sebuah gembok
“Kita pasang gembok kita di sini,” ujarnya
“Apa tak masalah?”
“Tidak.”
Dia menggunting kertas berbentuk sayap dan mulai menulis
“Semoga kami akan berjodoh di kehidupan berikutnya,” ujarnya
“Kami?” tanyaku
“Hm..berarti nama siapa yang harus kuukir?”ujarnya
Aku tersenyum dan mengambil spidolnya “KyuYoung,” ujarku lalu memasang gembokku di sana
“Kau tahu, dari dulu aku ingin memasang gembok di sana bersama pasanganku. Tadinya kukira..aku ditakdirkan menjadi cupid seumur hidup,” ujarnya
“Apalagi aku. Malaikat pencabut nyawa?”
Dia tertawa mendengarnya

~Sooyoung POV~
“Hana dul set kimchi!!”
Sret..foto itu keluar. Aku tersenyum melihatnya.
“Ini out of logic. Malaikat bisa punya foto bersama,” ujarnya
“Ingat. Hari ini kita manusia. Se.Ha.Ri!” ujarku
“Arra.”
Aku melihat ke arah jam. “Kita punya 20 jam lagi.”
“Bagaimana kalau ke sungai han?”
“Tunggu dulu.”
“Ne?”
“Apa ini tidak aneh? Darimana uang di sakumu?” tanyaku
Kulihat dia berpikir sbentar
“Iya juga ya..Sudahlah tidak usah dipikirkan. Kaja!!”

~Hyoyeon POV~
“Manisnya..”
“Ne.”
“Aku iri padanya,” ujar kris
Aku menarik nafas dalam. “Perpisahan ini akan menjadi perpisahan paling mengharukan.”
“Tapi aku masih heran. Darimana baju dan uang mereka?” tanya leeteuk
“Itu rahasia cupid. Rahasia KIM Hyoyeon,” ujarku
“Kau mencuri?”
“ANIYA!!! Mana mungkin!”
“Lalu bagaimana cerita mereka di kehidupan selanjutnya?” tanya kris
“Yang jelas mereka tidak mungkin mengingatnya,” ujarku
“Wae?”
“Itu sudah jadi aturan.”
“Lalu bagaimana mereka akan bertemu di kehidupan yang baru?” tanya leeteuk
“Hm..kita lihat saja nanti.”

———————————–

~Sooyoung POV~
Aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Posisi yang paling nyaman. Dia menyandarkan kepalanya di kepalaku dan memegang tanganku. Hangat…
“Tidurlah. Ini sudah malam,” ujarnya
“Aku tidak mau..aku hanya sehari menjadi menusia,” ujarnya
Dia mengusap kepalaku perlahan
“Kalau di kehidupan berikutnya kita berjodoh dan bertemu lagi..kira-kira seperti apa?” tanyaku
“entahlah.”
“Kita tidak akan mengingatnya,” ujarku
Kulihat dia mengambil sebuah batu yang runcing
“Yaa! Apa yang kau lakukan!”
“Agar kalau kita ke sini..kita mengingatnya. Cerita cinta malaikat pencabut nyawa dan cupid.”
Aku menggeleng mendengarnya
“Ada-ada saja.”

 ———————————

~Kyuhyun POV~
Nami Island. itu lokasi kami sekarang. 4 jam lagi. Aku sedang bersepeda bersamanya. Kulihat dia tersenyum dan merentangkan tangannya. Daun-daun mulai berguguran. Indah. Aku menghentikan sepedaku di dekat sebuah pohon pinus dan mengukir nama kami di sana. Dia hanya menggeleng
“Kau mengukir di banyak tempat.”
“Biarkan saja. Biar orang-orang tahu kalau tempat ini dilewati sepasang malaikat.”

~Yoonwoo POV~
“aa..”
Aku memakannya. Tersenyum melihat sulli yang dengan sabar menyuapiku. Benar-benar manis. Aku akan menjaganya. Aku berjanji pada noona dan hyung. Seketika aku terdiam. Noona dan namja itu serasi. Andai mereka benar-benar hidup dan namja itu adalah kyuhyun hyungku…pasti membahagiakan
“Sulli ah.”
“Ne?”
“Kalau kita menikah..bagaimana kalau nama anak kita Cho Kyuhyun?” tanyaku
“Oppa~ Bicarakan itu nanti!!”
“Lalu kita harus menjodohkannya dengan seseorang bernama Choi Sooyoung.”
“Hahahaha. Oppa kau ini ada-ada saja.”

—————————————–

~Sooyoung POV~
Aku melihat ke arah jam ku. 10 menit lagi. Dia memegang tanganku. Aku tersenyum menatapnya.
“Ini bukan perpisahan. Kita pasti bertemu lagi,” ujarnya
“Ne.”
Aku menatap ke arah danau
“Menurutmu bagaimana kita bertemu nanti?” ujarku
“Hm..mungkin kita saling membenci seperti pertama bertemu?” ujarnya
“Hm…menarik.”
Kurasakan dia memelukku
“Aku akan merindukanmu.”
“Nado.”
Perlahan dia mendekatkan wajahnya padaku
“Saranghae,” ujarnya
“Apa aku harus menjawabnya sekarang? Bukan di kehidupan kedua?” ujarku
Dia hanya tersenyum “Terserah.”
“Nado saranghae,” dia menciumku perlahan. Seberkas cahaya datang. Memudar. Aku melambaikan tangan padanya. Begitu pula dia. Ini bukan perpisahan. Sampai jumpa..cho kyuhyun di kehidupan kedua kita

————————————

~Yoonwoo POV~
“Yeobo!! Turunlah dan sarapan!!” ujar sulli
“Ne yeobo!!”
Sepuluh tahun berlalu dengan cepat. Aku tersenyum melihat bingkai foto itu. Pernikahanku dan sulli. Aku turun ke bawah dan mencium pipinya. Mengusap perutnya yang mulai membesar
“Gomawo yeobo.”
“Ne. Makannya pelan-pelan.”
Aku hanya tersenyum dan memberi tanda peace. Aku bersyukur telah melindunginya dan menikah dengannya. Kehidupanku lengkap. Setelah sarapan aku pergi ke kamar lamaku. Melihat barang-barang di sana. Mengingat kenangan belajar untuk olimpiade. Aku berjalan menuju lemariku. Ukiran itu memudar. Tapi aku masih mengingat tulisannya “Saranghae Choi Sooyoung-Cho Kyuhyun”
Sepuluh tahun sejak perpisahan itu. Satu hal yang kusesali adalah aku tidak sadar kalau namja itu bukan choi kyuhyun, tapi cho kyuhyun hyungku. Namjachingu sooyoung noona. Aku tersenyum membayangkan mereka bahagia.
“Yeobo!!!!! APPO!!!”
“SULLI AH!!”
Aku cepat-cepat menggendongnya ke mobil. Memicu kecepatan tinggi ke rumah sakit
“Bertahanlah..”
“YOONWOO!!! APPO!!!!”

————————————–

~Siwon POV~
“SIWON AH!!! APPO!!!”
“Bertahanlah stella..”
“Bertahanlah eomma,” ujar changmin, anak kami yang berusia 8 tahun
Sepuluh tahun kami menikah, kami dikaruniai anak kedua hari ini. Aku menyetir secepatnya ke rumah sakit. Sesampainya di sana, euisa membawanya ke dalam. Tak lama kemudian, seorang yeoja memasuki ruangan itu juga. Aku menengok ke arah namja itu
“Istrimu melahirkan hari ini?” tanyaku
“ne.”
“Nado.”
“Chukkhae,” ujarnya
“Ne chukkhae juga untukmu,” ujarku

—————————————

~Siwon POV~
Aku tersenyum melihat bayi mungil di sebelah stella. Seorang yeoja
“Annyeong,” ujar changmin
Aku tersenyum dan mengusap kepalanya
“Gomawo yeobo.”
“Ne.”
“Appa! Jadi kita beri nama siapa?” tanya changmin
“Choi Sooyoung,” ujar stella
Aku menatapnya dan tersenyum mendengarnya. Nama yeoja itu…penyelamat stella. Kami memang sudah berjanji untuk menamakan putri kami choi sooyoung. Anak pertama kami namja, jadi kami menamaninya Choi Changmin. Dan putri kecil kami, choi sooyoung.
“Cupid eomma,” ujar stella lalu mencium keningnya

~Yoonwoo POV~
“Annyeong!!”
Aku memainkan tangan kecil itu. Kulihat sulli tersenyum melihatku
“Jadi kita namai dia siapa?” tanyaku
“Cho Kyuhyun, sesuai perkataanmu sepuluh tahun lalu,” ujarnya
“Kau masih mengingatnya?”
Dia mengangguk
“Nama itu lebih tampan daripadamu,” ujarnya lalu mencium kening putra kecil kami. Aku tersenyum
“Ne, dia jauh lebih sempurna dariku.”
Aku menciup kening sulli dan keningnya.
“Dia sangat manis,” ujar sulli
“Ne, itu genku,” ujarku
“Kyuhyun ah! Lihat appamu sangat percaya diri!”
Aku tersenyum mendengarnya
“Kyuhyun ah! Lihat eommamu sangat jutek”
“Oppa ya!!”
“Yeobo,” ujarku membetulkan kata-katanya

————————————

~Author POV~
18 tahun berlalu. Seorang cupid tengah membuka bukunya. Mempelajari tiap lembarnya
“Baiklah, begitu skenarionya,” ujarnya
Cupid itu melingkari target barunya. Rambut pirangnya tertiup oleh angin. Dua puluh delapan tahun sudah ia menunggu moment ini. Hingga akhirnya datang. Cupid itu tersenyum melihat seorang yeoja yang memakai kemeja dan skinny jeans. Tampak casual dengan earphone putih di telinganya. Cupid itu menengok ke arah lain dimana seorang namja dengan kemeja dengan celana jeans panjang membawa bukunya. Cupid itu melihat ke arah ukiran kayu di sebuah pohon pinus. Jadi..inilah after story yang ditunggu banyak orang

The End

Annyeong uri readers ^^
Akhirnya selesai juga FF ini *ngusap keringet*
Jadi author ingin bertanya readers ^^ tolong dijawab dari comment yaa
1. Apa perlu dibuat after storynya?
2.Kalau dibuat after storynya, menurut readers bagaimana kalau kyuhyun dijadiin bookworm?
3.Kalau dibuat after storynya, bagaimana menurut readers kalau sifat sooeon dijadiin evil?
^^ Gomawo~

84 thoughts on “Cupid’s Diary {Part 5-End}

  1. Mian telat komen, faktor internet dan modem (^^)v
    Whoa~ malaikat bersayap hitamnya bikin ngeriiii~
    Kyuyoung cuma sehari jadi manusia, sebelum kehidupan keduanya….
    Happy Ending^^

  2. annyeonghaseyo .. ffnya daebakk thor ^^ AS itu sangat perlu aku setuju kalo soo eonn jadi evil dan di jadiin bookworm ^^ ^<^

  3. Thor . . After story doNg . . Kalo soal kyuyoung mwu d apain aja mereka tetep serasi kok . . Hehe. Semangat thor

  4. AS wajibbb…ssuai imajinasi author aja kyuyoungnya bagaimanaa tp happy ending yahhhh…jgn lama2..keep writing’-‘)9

  5. ya ampun… perjuangan mereka buat bisa bersatu aja sampe hrs kyk gitu. tp untungnya pas bgt yoonwoo-sulli bersatu, kyuyoung jd pnya kesempatan jd manusia sehari sebelum reinkarnasi. kenangan2 yg jd sweet :”) jd penasaran kehidupannya pas reinkarnasi

  6. Bagian yg keren pas kyu disiksa malaikat terus bergantian dengan proses penembakan yoonwo dan sulli begitu mereka jadian,kyu dan soo jadi manusia,itu hebat .
    Keren thor ceritanya :)

  7. ASnya sangat ditunggu thor!!!
    aish selalu saja gini, mian aku hanya jd silent readers di part2 sebelumnya karena benar2 SPEECHLESS tp aku pastikan di akhir part selalu aku post komentar!!
    DAEBAK!!

  8. Perjuanhan mereka sebelum bersatu bener2 rumit..
    Apalagi ada malaikat jubah item yg mau lenyapin kyuppa karna lalai dlm tugas..
    Tapi Akhirnya mereka reinkarnasi juga..
    Tapi gmn ceritanya setelah tu?
    Apa mereka saling benci atau gmn?

  9. wah eonni coba bkin bku pasti bakalan laku nii soalnya
    aku suka bnget ama cerita2 kamu
    pure ngga neko2 + romantis mistis
    keep write ne

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s