Cupid’s Diary [Part 1]

cupid diary

Title : Cupid’s Diary

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Kris Wu
*Leeteuk
*Kim Hyoyeon
*Choi ulli
*Lee Taemin
*Jo Yoonwoo
*Jessica Jung

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy,Fantasy

Rating : PG-15

“Kamu tidak akan pernah mempercayai ini dengan akal sehat. Tapi percayalah. Cupid itu ada dan selalu siap dengan panahnya”
-Cupid’s Diary halaman pertama-

~Author POV~
Seorang yeoja tinggi tengah menggunakan teropongnya, mengintip dari balik pohon. Dilihatnya sepasang kekasih itu tengah duduk di ayunan. Sang yeoja menitikkan air mata. Yeoja tinggi itu membuka bukunya. Bertuliskan “Daftar pasangan yang harus menikah”. Dilihatnya nama pasangan itu, Donghae&Yoona ada di tahun 2020
“Aku lelah oppa…aku..sebaiknya kita berpisah,”ujar sang yeoja
“Yoonassi..”
“Haish…kalian tidak boleh berpisah. kalian ada di daftar pasangan yang harus menikah,”ujar yeoja tinggi itu dari balik pohon
“Tapi oppa..aku tidak kuat lagi. Fans tidak menginginkan kita.”
“Bersabarlah chagi…tinggal sebentar lagi..”
“Aku tak kuat oppa!”
“Haish…tidak ada pilihan lain.”
Yeoja tinggi itu mengeluarkan panah berbentuk hati dari tasnya. Menargetkan yeoja yang tengah menangis itu. Tuk. Ia melepaskan panah itu dari busurnya. Tepat mengenai yeoja bernama Yoona itu
“Yoona..”
“Mianhae oppa…aku…aku terlalu egois. Saranghae.”
Yeoja tinggi itu tersenyum kemudian pergi dari sana. Tugasnya selesai.

—————————————–

~Sooyoung POV~
Aku tengah berada di dalam kelas. Ya, kelas. Tapi coba tebak dimana aku duduk sekarang. Aku duduk di meja guru dan memperhatikan para siswa yang tengah mengerjakan ulangan. Tidak seorang pun di kelas ini yang dapat melihatku. Benar. Tidak seorang pun. Banyak di antara mereka yang mempercayai keberadaanku. Tapi beberapa pula tidak mempercayainya. Mereka menyebutku cupid. Tetapi kadang penggambaran mereka membuatku kesal. Cebol dan gendut tanpa busana. Apa-apaan itu. Apa mereka tidak tahu kalau cupid juga mengalami perubahan karena era globalisasi? Aku turun dari meja guru dan berkeliling. Aku menjentikkan jariku, membuat rupaku mirip dengan mereka. Rasanya sangat menyenangkan. Seperti seornag murid yang mengawasi temannya yang sedang ujian. Aku melihat jawaban anak-anak itu. Aku menggelengkan kepala melihat jawaban-jawaban aneh di sana. Andai aku bisa membantu mereka. Oh ya. Aku belum menjelaskan tiga peraturan bagi cupid.Pertama, kau harus memasangkan orang-orang yang namanya sudah ada di daftar pasangan yang harus menikah.Kedua, aku dilarang mengikutcampuri urusan manusia di luar percintaannya.Dan yang terakhir, kau tidak boleh jatuh cinta pada manusia. Tapi aku tidak mengerti kenapa peraturan terakhir dibuat. Mana mungkin aku jatuh cinta pada seorang manusia? Manusia tidak dapat melihatku. Dan begitu pula bicara denganku. Jadi aku tidak mungkin jatuh cinta pada seorang manusia.

Kring…bel berbunyi. Aku melangkahkan kakiku ke luar kelas. Ke atas atap sekolah, tempat aku duduk dengan bodohnya di sana dan melamun. Aku melihat jutaan manusia sedang berjalan di bawah sana. Tersenyum melihatnya. Tiba-tiba kudengar pintu terbuka. Seorang yeoja di sana. Ia tengah menitikkan air mata. Ia melangkahkan kakinya ke sebelahku dan menangis. Namanya Tiffany
“Kalau aku mati…apa semua ini akan selesai?”
“MWOOOOYAAA! KAU GILA HAH?”
Yeoja itu terdiam menatap ke bawah. Ia kembali menitikkan air matanya. Aku membuka daftar itu.
“YA! KAU HARUS MENIKAH TAHUN INI DENGAN NICKHUN!”
Aku mulai panik dan memandang ke sekitar. Kulihat seorang namja berada di ambang pintu. Hanya melihatnya
“YA! CEPAT TOLONG DIA!!” teriakku
Namja itu hanya melihatnya dalam diam. Aku memukul jidatku. Babo sooyoungie. Namja itu mana mungkin bisa mendengarmu. Tapi kenapa dia hanya diam melihat yeoja itu ingin bunuh diri? Apa dia tidak punya hati?
“CEPAT TOLONG DIA BODOH!!”
“Kenapa kau berisik sekali?” tanya namja itu
“M….mwo? Kau..bisa mendengarku?”
Namja itu memalingkan wajahnya padaku
“Tentu saja.”
“MWOOO?!”
“Haish..kenapa kau sekaget itu?”
“Ka…kau..siapa?”
Namja itu hanya diam
“Kau itu hanya seorang cupid. Jadi jangan ikut campuri urusan hidup dan mati seseorang.”
“MWO? KAU MENGHINAKU?”
“Ne. Kau memang cupid yang hanay mengikutcampuri urusan percintaan seseorang. Bukan hidup dan mati seseorang. Hidup dan mati seseorang ditentukan oleh malaikat pencabut nyawa,” jelasnya
“Ka…kau?”
“Aku, Kris Wu ditugaskan untuk menjemput yeoja bernama Tiffany itu. jadi jangan ganggu tugasku.”
“Dia harus menikah di tahun ini!”
“Tapi kalau dia mati, nama itu akan terhapus,” jelasnya santai
“KAU MEMBIARKANNYA MATI?”
“Itu memang tugasku.”
“YA! KAU…”
“Hiks…”
Aku terdiam melihatnya
“Kau tahu. terkadang membiarkan seseorang mati lebih baik daripada membiarkan tersiksa.”
“Maksudmu..?”
“Cupid sepertimu tidak akan mengerti sulitnya manusia hidup. Kau hanya tahu tentang kisah cinta yang manis seperti drama. Di hidup ini, tidak ada kisah cinta seperti itu.”
“Ne?”
“Kau tidak sadar? Dia baru lulus SMA tahun ini dan menikah tahun ini.”
Aku membuka daftar itu. Apa maksudnya?
“Dia hamil dan diusir dari rumahnya.”
“M…MWO?”
“Dan namjachingunya meninggalkannya”
“Andwae..”
Kris menghela nafas
“Jadi jangan ikut campuri urusanku.”
Aku menatapnya kesal dan turun ke bawah. Mencari sosok bernama Nickhun itu. Kulihat dia tengah berada di balkon dan memandang ke langit
“YA! Yeojachingumu ingin bunuh diri di sana!” ujarku dengan bodohnya. Sekarang aku tidak peduli dia mendengarku atau tidak. Aku mengeluarkan panahku dan mengarahkannya padanya. Tiba-tiba dia berkata
“Fany ah..aku…mianhae..”
Aku menaruh panahku
“Saranghae…tapi…bumonimku..menjodohkanku dengan victoria..”
Aku mencari nama itu di daftar. Victoria. Dan isinya kosong. Dia…tidak punya pasangan?
“Kau kaget?” tanya kris
Aku tercengang mendengarnya
“Victoria tidak akan punya pasangan kalau tiffany tidak meninggal.”
“Tapi…”
“Takdir tetaplah takdir. Kalau kau membiarkan dia meninggal, victoria akan menikah dengan nickhun.Sekarang terserahmu.”
Aku terdiam mendengarnya. Tapi..
“Mianhae, aku tidak bisa membiarkan dua orang mati sekaligus.”
“Ne?”
Aku mengambil busurku dan mengarahkannya pada nickhun. Sret.. aku melepaskannya
“Fany..”
Nickhun berlari ke atap sekolah. Sedangkan kris menahanku ke sana dan mengamatiku dengan tajam
“Kau membuat keputusan yang bodoh,” ujar kris
“Setidaknya aku tidak membiarkan dua orang mati sekaligus. Minggir! Aku ingin melihatnya”
Aku berlari dari namja itu. Kulihat nickhun di sana. Tengah memeluk fany
“Mianhae..jeongmal mianhae…tapi kumohon kita berjuang bersama.. jebal…fany..”
“Oppa…aku..”
Aku mengambil panahku dan mengarahkannya ke sana. Kalian harus berjuang demi cinta kalian
“Ne.”

——————————————-

~Author POV~
Seorang namja tengah menuangkan kopinya ke dalam cangkir. Perlahan, ia meminumnya dan menghela nafas. hari yang melelahkan. Mungkin adegan menangis dilihatnya setiap hari. Kenapa manusia menangis saat akan bunuh diri atau saat seseorang meninggal? Namja itu duduk di kursinya dan menunggu seseorang. Ia tersenyum sedikit melihat sosok itu datang
“Seorang cupid menggangguku menjemput tiffany hwang.”
“aku sudah tahu.”
“Mwo?”
Namja itu tersenyum sinis
“Sepertinya cupid itu benar-benar mencari masalah denganku. baik. Aku ingin melihat seberapa hebatnya dia.”
“Ma…maksudmu?”

~Sooyoung POV~
Sekarang, aku tengah berada di rumah seorang namja bernama cho yoonwoo. Daritadi dia terus belajar. Aku mengercutkan bibir melihatnya
“Hei, kau tidak ingin keluar dan mencari yeojachingu?” tanyaku
Dia sibuk dengan earphonenya. Aku membuka daftar itu.
“Pasanganmu tidak ada di daftar ini. Maka kau harus keluar dan membuatnya ada,” ujarku
Aku menghela nafas melihatnya. Ini benar-benar aneh. Padahal dia tampan. Pasti banyak yeoja yang akan menyukainya. Kenapa dia tidak punya pasangan? Aku melangkahkan kakiku ke luar dari rumahnya. Membuka daftar itu. Masih banyak orang-orang yang bermasalah. Aku mendatangi pasangan selanjutnya. Namanya taemin dan sulli.  Seharusnya mereka jadian hari ini. Aku mengamati mereka dari balik tembok. Kulihat taemin tengah berdiri di sana
“Saranghae..sulli ah.”
“oppa..”
“Sejak lama aku memperhatikanmu sulli ah. Be my girl?”
“Ayolah, cepat terima dia,” ujarku
“A..aku..”
Kenapa dia hanya diam? Aku mengambil panah dari tasku dan menargetkannya. Sret.. aku melepaskannya. Tiba-tiba kulihat seorang namja berdiri di depan sulli. Dia memegang panahku.
“Ka….kau..?”
Dia hanya tersenyum licik dan melempar panah itu ke seorang yeoja bernama na eun
“SULLI AH!!!!” teriak na eun
“Na….eun?”
Yeoja bernama na eun itu melihat sulli dengan tajam. Sedangkan aku hanya bisa tercengang melihatnya
“Mianhae taemin oppa..aku tidak bisa,” ujar sulli lalu pergi
MWOYA? Di daftar, seharusnya sulli menikah dengannya di tahun 2022
“Kaget?” tanya namja itu
Aku tercengang melihatnya
“Nu…NUGUYA!!! Bagaimana kau bisa menangkapnya?”
Dia tersenyum sinis
“Kau duluan yang mencari masalah denganku”
“Mw…mwo?”
“Coba lihat daftarmu.”
Aku membuka daftarku. Tulisan sulli menghilang
“MWOYAAA!!!”
“Kau mengikutcampuri urusan anak buahku untuk menjemput tiffany. Sekarang giliranku yang mengikutcampuri urusan percintaan manusia.”
“KAU…”
“Aku tidak terlalu suka disebut sebagai malaikat pencabut nyawa. Mungkin tepatnya..malaikat yang membebaskan manusia dari penderitaan duniawi.”
“YAA!!!!KAU!!!”
“Cupid. Dengarkan ini baik-baik. Jangan memasangkan orang-orang sesuai daftarmu. Pasangkan mereka sesuai cinta sejati mereka.”
“Cinta..sejati?”
Sret.. seketika dia menghilang. Membiarkanku tercengang melihatnya. S…siapa dia?

———————————-

~Kyuhyun POV~
Aku terdiam di kamar itu. Kulihat dia tertidur dengan earphonenya. Aku menghela nafas. Bagaimana bisa dia tidur di sofa? Punggungnya bisa sakit. Aku mencoba memegang bahunya. Tapi sesuatu menghalangiku di sana. Aku menghela nafas. Kudengar dia berkata
“Hyung….”
Aku terdiam mendengarnya.
“Dongsaeng ah..kapan kau bisa hidup lebih ceria?”
Aku melangkahkan kaki ke luar kamarnya. Aku terdiam melihat bingkai foto itu masih terpapang jelas. Aku menjentikkan jari,  kembali ke markas. Kulihat kris di sana
“YA! Apa yang kau lakukan pada si cupid?”
“Memberinya sedikit pelajaran.”

~Sooyoung POV~
Aku menggerutu kesal. Bagaimana bisa dia menggangguku? Aku menghentakkan kakiku. Hyoyeon yang berada di sebelahku hanya bisa menggeleng
“Kau masih kesal pada mereka?”
Aku mengangguk
“Mereka harus bertanggung jawab kalau choi sulli tidak mendapatkan pasangannya!”
Hyoyeon menggeleng mendengarnya
“Tenang saja. Dia itu cantik dan pintar. pasti ada namja lain yang menyukainya.”
“Tapi hyo. Ini masalah nama baikku sebagai cupid.”
“Lagipula ini salahmu. Siapa suruh kau mencari masalah pada mereka?”
“Bagaimana bisa aku membiarkan seorang yeoja bunuh diri di depan mataku, apalagi ada bayi yang tidak bersalah di perutnya.”
“See. Kau terlalu ikut campur dengan urusan manusia.”
“HYOOO!!”
“Tanpa kau bantu, nickhun bisa mendapatkan pasangan.”
Aku menyentil jidatnya
“YAAA! Appo. HAISH! Apa ini kelakuanmu pada sunbaemu?”
“NE!”
Aku menjentikkan jari untuk mengeluarkan segelas orange juice dan meminumnya
“Setelah ini siapa pasangan yang harus kau bereskan?” tanya hyo
“Namja bernama cho yoonwoo. Dia punya masalah berat. Tidak pernah bersosialisasi pada yeoja padahal dia populer.”
“Cukup sulit.”
“Ne. Kalau kau?”
“Setelah ini aku harus datang ke pernikahan pasangan siwon dan stella.”
Aku terdiam mendengarnya
“Maksudmu..choi siwon dan stella kim?”
“Ne. Bagaimana kau bisa tahu?”
Aku hanya tersenyum tipis.
“Hanya menebak.”

~Yoonwoo POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kosong. Sepi. Itulah yang kurasakan setiap hari. Aku melangkahkan kaki keluar kamar dan mengambil segelas air. Mataku tertuju pada bingkai foto di sana
Flashback
Aku mengerjapkan mataku. Semuanya putih dan terang. Hanya suara samar-samar yang kudengar
“Eomma..”
“Yoonwoo…”
Eomma memelukku sangat erat
“Syukurlah kau sudah sadar..eomma….sangat takut..”
“Kenapa kepala eomma dililit perban?”
“Eomma…”
“Dimana hyung?” tanyaku
“Yoonwoo..dengarkan ini…baik-baik arra?”
“Ne.”
“Hyung sudah pergi..jauhh sekali..”
“Kemana?”
“Ke surga.”
“Kalau begitu ayo kita ke sana eomma. Kita melihatnya”
“KITA TIDAK AKAN BISA KE SANA SESUKA HATI YOONWOO!!!”
“Yeobo..tenanglah,” ujar appa
“Surga itu apa appa? Kenapa kita tidak bisa ke sana sesuka hati?”
“Yoonwoo…”
“kenapa hyung pergi appa? Apa hyung marah padaku? Aku akan memberikan mainanku untuknya kalau dia mau. Aku akan menjadi dongsaeng yang baik. Kenapa hyung pergi?”
“Yoonwoo…kumohon jangan berkata seperti itu lagi”
Flasback End

Aku mengusap wajahku mengingatnya. seandainya dia di sini… dia pasti sudah kuliah di universitas terbaik

Flashback
“Yoonwoo ah. kalau aku pergi nanti dan tidak ada yang menjagamu, ketahuilah aku selalu ada di sisimu.”
“Hyung. kenapa kau bicara seperti itu. seolah-olah kau akan pergi jauh.”
“Ne, kenapa kau bicara seperti itu?” ujar eomma
Hyung hanya diam dan memandang ke jendela.
“Yoonwoo ah, kemarilah.”
“Ada apa?”
Hyung memelukku sangat erat
“Hyung.”
BRUK!!!Kurasakan mobil kami terguling dari atas. Kami terlempar keluar mobil. Hyung masih memelukku
“HYUNG!!!”
BUK! Sebuah batu mengenai kepala belakangnya
“Argh…”
“Hyung..gwaenchanha?”
Kulihat darah menetes dari kepalanya
“HYUNG!!!!”
DUAR!!! Mobil itu meledak. Hyung masih memelukku. Darahnya mengalir ke tanganku. Rintihannya yang terkena api terngiang dalam benakku. Dan setelah itu aku tidak ingat apapun
Flashback End

“Seharusnya aku yang meninggal di kecelakaan itu. Bukan hyung.”

—————————————

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di atap. Ini memang tempat paling bagus. Tak terasa setetes air mataku mengalir. Aku menghapusnya. Cupid, kau harus rela

Flashback
Kau tidak akan percaya dengan cerita ini. Dulu, aku juga seorang manusia. Saat itu aku duduk di kelas 1 Seoul High School. Di masa itu, orang-orang menyatakan perasaannya. Tapi juga…tersakiti hatinya
“Youngie!! Choi Siwon menyatakan cintanya padaku!”
Seharusnya aku berteriak dan mengatakan “CHUKKHAE!” pada sahabatku. Tapi yang kulakukan justru mematung dan menangis sejadi-jadinya di rumahku. Namja yang kusukai menyukai sahabatku. Mungkin salah satu kebodohan dalam hidupku adalah mengenalkan stella pada siwon. tapi kebodohan terbesarku adalah mendekatkan stella dengan siwon. Setelah itu aku harus menahan rasa perih melihat mereka bersama. Sialnya, mereka selalu mengajakku saat mereka kencan. Hingga suatu hari, stella mengatakan hal yang aneh padaku
“Kalau aku mati, hanya kau yang kupercaya untuk menjaga siwon.”
“Ne?”
“aku tidak rela membiarkannya jadian dengan siapapun. Mungkin…hanya untukmu aku akan merelakannya.”
“Jangan bicara yang aneh-aneh.”
Tetapi yang terjadi bukan stella yang mati. Di luar prediksi. Saat itu, aku dan stella berlatih di praktikum untuk ujian. Dan tiba-tiba, bahan itu meledak. Asap mulai keluar dari sana. Kami mencoba untuk keluar dari ruangan. Tapi semua sia-sia. Kami terkunci. Api mulai merambat di dalam ruangan. Stella mulai menangis. Satu-satunya jalan untuk keluar hanyalah jendela itu
“Uhuk..uhuk…Cepat naik ke pundakku youngie!” ujarnya
“Mana mungkin aku membiarkanmu..uhuk..disini?!”
“Cepat youngie!!”
Aku membungkuk di depannya
“CEPAT NAIK!”ujarku
“MWO?”
“AKU TIDAK MUNGKIN MEMBIARKANMU MATI DI SINI.”
“BAGAIMANA DENGANMU?”
“CEPAT STELLA!!!KITA TIDAK PUNYA WAKTU!!”
Dia naik ke pundakku dan melompat ke luar jendela. Saat aku mencoba melompat, jendela itu terjatuh dan menjepit tanganku
“APPO!!!!!”
“YOUNGIE!!!”
BRUK! Aku terjatuh dari sana. Kakiku tertimpa meja dan tanganku tidak kuat untuk memindahkannya. Dan setelah itu aku terbangun di sebuah tempat. Hyoyeon berdiri di sana dengan senyumannya
Flashback End

Aku tersenyum mengingatnya. Bisa menyelamatkan sahabatku dan membuatnya menikah dengan orang yang kucintai…rasanya membahagiakan. meski perih.

TBC

68 thoughts on “Cupid’s Diary [Part 1]

  1. cupid & pencabut nyawa, agak gmn gitu yg pencabut nyawa ~__~
    kasian bgt soo meninggalnya krn nolongin tmnnya, apalg sebelumnya udh sedih krn bertepuk sblh tangan X-(
    yoonwoo jg jd nyalahin diri sendiri. semua jd serba salah *o*

  2. woww… ffnya bgus loh thor… aq saranin yah,, klw auyhor punya ff, ad baiknya author coba post juga di ksi… soalx syg bnget ff author itu bagus” tpi syg kan klw pembca nya cuma dikit… :) hehe (y)

  3. Yg menggagalkan soo buat nyatuin taemin dan sulli Kyuppa kah?
    Kasihan soo meninggal karna nolong sahabat ny..
    Cupid vs pencabut nyawa..
    Yoonwoo jg nyalahin diri ny sendiri karna Kyuppa meninggal. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s