Infinitely Yours {Part 9}

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

Jeongmal gomawo chingudeul commentnya TT_TT~
Next part updated ^^~

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8

~Jessica POV~
Aku memakan es krimku. Hari ini benar-benar panas. benar-benar menyebalkan. Kenapa di sini tidak ada AC? Kurasa sebentar lagi aku meleleh. Aku menengok ke arah lapangan. Kulihat tim Kwanbon sedang bertanding dengan sekolah lain. Mereka terlihat hebat. Aku mejilat es krimku dan berjalan ke stand lain. Tiba-tiba kudengar seseorang berteriak
“AWAS!”
BUK! Kurasakan sebuah bola mengenai kepalaku dan setelah itu semuanya gelap

~Donghae POV~
“YA! Dia pingsan!” ujar kris
“Haish. Lee Donghae, bagaimana kau bisa menendang bola ke sica?” tanya leeteuk
“Aku tidak sengaja!!”
“YA! Pokoknya kau yang harus mengantarnya ke Ruang kesehatan.”
“MWO? Kenapa harus aku!”
“Haish..Donghae kau yang menendang bola itu!!”
“Ne,ne,ne.”

—————————————————-

~Kyuhyun POV~
Pertandingan tetap dilanjutkan. Skor masih 0:0 tetapi waktu tinggal 5 menit lagi. Benar-benar mustahil. Tapi penalti akan menjadi hal yang riskan. Setelah donghae meninggalkan lapangan, minho masuk sebagai pemain pengganti. Apapun yang terjadi aku harus bisa memasukkan skor

~Minho POV~
Di 5 menit terakhir aku baru memasuki lapangan. Skor masih 0:0. Kulihat wajah para pemain mulai pucat dan lelah, terutama kyuhyun. Aku menengok ke arah youngie yang berdiri di pinggir lapangan. Dia menggigit bibir bawahnya. PRIT!! Peluit ditiup. Aku mendapatkan bola itu dan langsung menggiringnya ke gawang lawan. Kulihat ada seorang namja yang mencoba menghalangiku. Kurasa aku harus melakukan teknik itu
“MINHO!”
BUK! Aku menendang bola itu sampai melayang ke atas kemudian menendangnya langsung ke gawang. Mungkin hanya keberuntungan yang bisa membuatku berhasil
PRIT!!! Wasit meniup peluit, memberi angka 1
“DAEBAK!!!!!!”
“5, 4, 3, 2,1” PRIT!!! Peluit kembali ditiup pertanda pertandingan telah selesai
“KAU BENAR-BENAR HEBAT!” ujar kris
“GOMAWO MIN!!!” ujar kyuhyun mengacak rambutku
“YA! YA YA!”
Aku kembali melihat ke kerumunan. Tiba-tiba seseorang membuatku tersenyum melihatnya. Yuri
“YURI AH!!!!”
Dia menengok ke arahku dan tersenyum sambil membawa kameranya
“Itu yeojachingumu?” tanya leeteuk
Aku mengangguk. Aku berlari ke arahnya dan memeluknya
“YAAA!! OPPA LEPASKAN! KAU BERKERINGAT DAN BAU!”
“I miss you,” ujarku
“I know.”

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihat minho oppa memeluk yuri eonni. Tidak sia-sia aku menyuruhnya ke sini.
“Jadi. Ada seseorang yang berhutang di sini,” ujar kyuhyun yang entah kapan berdiri di sampingku
“Ah. Ne.”
Dia memberiku sebuah tiket
“Acaranya jam 8, di ballroom. Kau sudah berjanji akan datang.”
Aku tersenyum dan mengambil tiketnya “Ne, aku tidak mungkin mengingkarinya.”

——————————————

~Jessica POV~
Aku mengerjapkan mataku. Mataku berkunang-kunang
“Kau sudah sadar?”
Aku menengok ke sumber suara itu. Kulihat seorang namja di sana. Dia…
“Mianhae aku tidak sengaja menendang bola itu ke kepalamu sica.”
“Gwaenchanha.”
Dia, lee donghae duduk diam di depanku. Berada di satu ruangan bersama mantanmu rasanya sangat aneh.
“Bagaimana pertandingannya?”
“Molla.”
Krek..pintu dibuka. Kulihat kris, seorang namja  yang asing, dan seorang yeoja yang sama asingya di mataku
“Bagaimana pertandingannya?” tanya donghae
“Kau tidak akan percaya ini. Anak ini yang memasukkan bolanya,” ujar kris sambil menunjuk namja itu
“MWOYAA! CHOI MINHO DAEBAK!” ujar donghae sambil mengacak rambutnya
“Ya! Kenapa kau dan kyuhyun suka sekali mengacak rambutku hah!”
Aku hanya tersenyum melihat orang-orang asing itu
“Nuguseyo?” tanya yeoja itu sambil menunjukkan
“Ah. Dia..sica..” ujar donghae
“Yeojachingunya donghae,” ujar kris
“YA!” teriak kami berdua bersamaan
“Lihat, sangat kompak kan?” ujar kris”Kalau begitu kami pergi dulu ke ruang loker. Annyeong,” ujar namja itu lalu pergi bersama kris dan yeoja itu
“Namja yang tinggi itu siapa?” tanyaku
“Oh, dia minho,” ujar donghae
“Minho?”
“Ne”
“Rasanya wajahnya tak asing.”
“Tentu saja. Kau bersekolah di Jeongsin kan?”
“Ne.”
“Kau mengenal choi sooyoung?” tanya donghae
“Choi…sooyoung?”
“Kau mengenalnya?”
“Aku hanya tahu orangnya yang mana. Memang kenapa?”
“Minho itu oppanya.”
“MWO?”
“Haish..tidak usah sekaget itu. Bahkan orang yang tidak mengenal mereka pun tahu kalau mereka bersaudara hanya dengan melihat wajahnya. ”
“Maksudmu?”
“Mereka kembar.”
“JINJJA?”
“Memangnya kau tidak sadar? Wajah mereka sangat mirip. Kalau rambut minho panjang, dia pasti terlihat sama seperti sooyoung.”
Aku membayangkannya. kalau dipikir-pikir benar juga.

———————————————–

~Tiffany POV~
Aku memutar diriku di depan cermin. Sempurna. Dress pink strapless dan rambut wavy yang tertata rapi. Aku memakai heel yang senada dengan warna bajuku hari ini. Tak lupa eyemake up. Aku melangkahkan kakiku dengan yakin memasuki mobil. Hari ini aku harus bisa mengajak kyuhyun. Harus.

~Taeyeon POV~
Aku tercengang melihat youngie memakai mini dress merah dengan rambut yang terurai indah. Tapi dia menarik roknya daritadi
“YA! Jangan ditarik-tarik!”
“Aku kelihatan sangat aneh!!” ujarnya
“MWO?”
“Taeng!! Bagaimana bisa yeojachingu oppaku meminjamkanku baju seperti ini. Haish..”
“Justru dia sangat hebat. Dia bahkan bisa mencocokkan baju itu denganmu.”
“Taeng!! Eottokhe!!”
“Hahahahahahahahhaa youngie ah.”
“Taeng!!”
“Youngie ah. Kalau kau namja itu baru aneh. Kau itu yeoja.Dress itu tidak seekstrim itu pendeknya. Kau harus percaya diri, arra?”
Dia mengangguk
“Tapi aku akan mati kedinginan.”
“Pasti ada seorang namja yang melepaskan jasnya untukmu.”
“Ne. Aku akan mencuri jas oppaku nanti.”

———————————————–

~Ryeowook POV~
Aku tercengang melihat yeoja itu. Tiffany, dengan mini dress pinknya.
“Neomu yeppo.”
“Nugu?” tanya kris
“tiffany.”
“Oh.”
“Aish..kau sama saja dengan kyuhyun dan minho. Bagaiamana bisa ada namja yang menolak fany?” ujarku
“Bisa. Dan itu disebabkan oleh yeoja yang jauh lebih segalanya dibanding tiff.”
“Maksudmu?”
“Dia datang!” ujarnya
“Nugu?”
Kris menunjuk ke arah seorang yeoja tinggi dengan minidress merah. Yeoja itu berjalan dengan anggun. Seperti mencari seseorang
“I see.”

~Kyuhyun POV~
Aku mencari sosoknya di tengah kerumunan. Akhirnya aku menemukannya. Berbalut mini dress merah. Aku menepuk bahunya
“Annyeong,” ujarku
Kulihat dia tersenyum. Sepertinya aku akan mati sebentar lagi
“Annyeong.”
Kulihat dia masih memandang ke sekitarnya
“Ada apa?” tanyaku
“Apa ada yang aneh denganku hari ini?”
“Ani. Waeyo?”
“Entah kenapa aku merasa mereka memperhatikanku. Apa ada yang salah?” tanyanya
Ne. Ada yang salah. kau terlalu sempurna. Dan aku tidak ingin ada orang lain yang tahu soal hal itu. Aku memberi tangan padanya
“Pesta dansanya akan dimulai sebentar lagi. Wanna dance with me?” tanyaku
“Aku..tidak pintar berdansa.”
“Aku akan mengajarimu.”
“Arra. Tapi aku tidak bertanggung jawab kalau kakimu terinjak.”
“Sure.”

~Kris POV~
“Benar-benar hebat. Bahkan seorang cho kyuhyun pun bisa ditaklukan,” ujar ryeowook
Aku mengangguk
“Aku iri padanya,” ujarku
“Nado.”
“Tapi tiffany lebih dimataku,” ujar ryeowook
“Ajaklah dia berdansa kalau kau mau dan berani!”
“Baiklah.”

~Tiffany POV~
Mataku memanas melihat dua orang itu. Bagaimana bisa kyuhyun berdansa dengannya? Kudengar seseorang berkata di sebelahku
“Dance with me?” tanyanya
“In your dream.”
Aku melangkahkan kaki menjauhi ballroom. Hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku

~Siwon POV~
Aku melangkahkan kakiku memasuki ballroom. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang wajah asing yang sedang berdansa dengan kyuhyun. Orang itu..entah kenapa wajahnya mirip seseorang…. Dia sangat mirip dengan minho. Seketika aku teringat perkataan minho. “Yeodongsaengku adalah fansmu. Dia kembaranku” Setelah dansanya selesai, aku menghampirinya.
“Annyeong.”
Kulihat kyuhyun memberi tatapan yang paling kubenci padaku
“A..annyeong,” ujarnya
“Kau pasti yeodongsaengnya minho.”
“Ne.”
“Dia banyak bercerita tentangmu.”
Yeoja itu hanya tersenyum. Kulihat kyuhyun menggandeng tangannya
“Mianhae siwonssi. Aku harus mengantarnya ke suatu tempat. Annyeong,” ujarnya lalu meninggalkanku
Seketika aku tersenyum. Cho Kyuhyun, kau seperti anak kecil yang tidak ingin mainannya direbut lagi.

———————————————————

~Sooyoung POV~
Dia membawaku ke dekat air mancur, menjauhi keramaian. Aku duduk di pinggir air mancur itu bersamanya. Sesekali aku mengusap tanganku. Meski ini musim panas, malamnya sangat dingin. Kulihat dia mengusap tangannya dan menempelkannya ke tanganku
“Mianhae, menarikmu ke sini.”
“Gwaenchanha.”
Kulihat dia melepaskan jasnya dan memberikannya padaku
“Pakailah. Kau kedinginan.”
“Ani..kau..”
“Aku ini namja. Aku tidak mungkin kedinginan.”
Dia memakaikan jas itu padaku. Ya Tuhan..kenapa jantungku berdetak sekeras ini
“Kau..masih menyukainya?” tanyanya
“ne?”
“Siwon. Bukankah kau fans beratnya?” tanyanya
Aku tersenyum kecil dan menggeleng.
“Waeyo?”
“Kurasa…dia sudah punya empat roda untuk berjalan”
“Maksudmu?”
“Kau tahu, hidup seseorang itu ibarat mobil. Harus berjalan dengan empat roda. Mimpi, keluarga, dirinya sendiri, dan orang yang ia cintai. Siwon sudah memiliki keempatnya. Dan dia punya mimpi yang baru. Sedangkan ada seorang namja yang hanya berjalan dengan dua roda.”
“dua roda?”
Aku mengangguk
“Meskipun hanya punya dua roda, ia tetap bisa berjalan. Itulah yang membuatku salut padanya. Dan kurasa aku sudah menjadi fans beratnya,” ujarku
Kulihat dia tersenyum kecil. “Dia sangat beruntung,” ujarnya

——————————————-

~Sooyoung POV~
Aku akhirnya sampai di depan asrama Jeongsin. Aku melepaskan jas itu dan memberikannya pada kyuhyun
“Gomawo sudah mengantarku.”
“Ne. Mianhae aku..tidak mengantarmu dengan mobil seperti namja lain,” ujarnya
“Gwaenchanha. Lagipula jaraknya dekat. Annyeong,” ujarku
“ne annyeong.”
Aku melangkahkan kaki memasuki dorm setelah melambaikan tangan padanya. Kulihat beberapa yeoja memperhatikanku. Taeng menarikku memasuki kamar
“Ada apa?”
“CHO KYUHYUN MENGANTARMU PULANG?”
Aku mengangguk “Waeyo?”
“KYAAA!!!!! Kalau aku adalah kau, mungkin aku sudah mati.”
“Memangnya…ada apa dengan cho kyuhyun?”
“Kau tidak tahu? Dia sangat populer di sini. Banyak yeoja yang menginginkannya. Tapi dia sangat dingin. Aku benar-benar iri. Dia bahkan tersenyum padamu dan melambaikan tangannya,” ujar taeng sambil menenggelamkan wajahnya ke kasur
“Taeng, bagaimana dengan leeteuk?”
“Leeteuk tetap paling baik untukku. Tapi haish..aku benar-benar tidak percaya ini. Kau tahu tiffany?”
Aku mengangguk. Itu yeoja yang pernah diceritakan ryeowook
“Dia adalah yeoja paling populer di sini. Semua namja di Kwanbon menginginkannya. Kecuali namja yang sudah punya yeojachingu dan kyuhyun! Kau tahu, seorang tiffany sangat tergila-gila padanya tapi kyuhyun selalu dingin padanya yang bahkan sudah bertahun-tahun mengejarnya. Tapi kau bisa dengan mudah mendapatkan perhatiannya, bahkan membuatnya mengantarmu ke Jeongsin. Ah..ini benar-benar membuatku frustasi.”
Aku mengusap tengkukku. Kurasakan taeng memegang tanganku
“Aku mendukungmu!”
“Ne?”
“Kalau kau bisa jadian dengannya, maka perebutan di antara yeoja akan berakhir.”
Aku hanya tersenyum dan masih tidak mengerti. Entah kenapa ini seperti adegan di drama

——————————————————–

~Kyuhyun appa POV~
Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tapi entah kenapa aku tidak merasa bahagia sama sekali. Rasanya ada yang kosong di rumah ini. Aku ingin cho kyuhyunku di sini. Aku melihat meja di ruang keluarga. Terdapat banyak frame di sana. Aku melihat frame itu datu per satu. Dari dia kecil hingga dewasa.

kyungsan-crop

img-thing

images

Seketika aku terdiam melihat fotonya dan eommanya. Kyu…bagaimana cara membuatmu memaafkan appa?

~Kyuhyun POV~
Hari ini adalah hari ulang tahun appa. Jujur mendiamkannya seperti ini sangat menyiksa. Tapi aku tetap tidak bisa menemuinya. Bimbang. Mungkin itu yang kurasakan sekarang. Di satu sisi aku masih membencinya karena dia membunuh eomma. Di sisi lain, biar bagaimanapun juga dia adalah appaku. Aku mengusap wajahku dan pergi ke cafe tempatku bekerja sambilan di hari minggu. Aku tidak bisa hanya mengandalkan gajiku menjadi penyanyi. Aku harus menjadi seorang waiter untuk mencukupi kebutuhan tambahanku. Dan aku harus mempertahankan beasiswa di Kwanbon. Aku tidak akan hidup dari uangnya. Tidak akan

~Kyuhyun appa POV~
Aku menyetir ke kantorku meski ini adalah hari minggu. Ya, aku harus mengorbankan waktu santaiku untuk mengurus beberapa hal di sana. Hari ulang tahunku pun tambah lengkap untuk terasa menyedihkan.  Tiba-tiba di tengah jalan mobilku terhenti. Haish..kesialan apa lagi ini. Bagaimana bisa dia mogok? Aku menelpon orang yang bisa memperbaikinya. Baiklah. Sekarang aku tinggal pencari tempat menunggunya. Kulihat ada sebuah cafe di dekat sana. Aku masuk ke dalamnya. Kudengar sang pelayan berkata
“Ada yang bisa saya bantu?”
Entah kenapa suara itu tidak asing. Aku menengok ke arahnya. Terdiam melihat siapa yang berdiri di sana. Kyuhyun…
“Apa yang ingin anda pesan?” tanyanya tenang
“Kenapa kau..bekerja di sini?”
“Jadi, apa yang ingin anda pesan tuan?” tanyanya tanpa menghiraukan pertanyaanku
“Vanilla Latte.”
“Ada lagi?” tanyanya
“Ani.”
“Permisi.”
Aku terdiam melihatnya. Tak lama kemudian, dia datang dan membawakan segelas vanilla latte
“Selamat menikmati,” ujarnya
Aku memegang tangannya
“Kyu ah. Kenapa kau harus bekerja di sini? Kalau kau butuh uang, aku bisa memberimu kapanpun, dan berapapun yang kau mau,” ujarku
“Maaf, tuan saya sedang bekerja,” ujarnya lalu meninggalkanku
Aku tercengang melihatnya. Dia sudah banyak berubah. Tiba-tiba kulihat seorang yeoja memasuki cafe itu. Yeoja itu…sepertinya tidak asing di mataku..

~Sooyoung POV~
aku memasuki cafe itu dan mencarinya. Aku duduk di salah satu kursi. Kulihat dia datang dan tersenyum
“Apa yang ingin nona pesan?” tanyanya
“Dua Americano dan seorang cho kyuhyun 10 menit lagi, saat jam istirahat.”
“Ne, pesanan datang 10 menit lagi.”
Aku tersenyum melihatnya menjauh. Entah kenapa aku merasa seseorang memperhatikanku. Kulihat seorang namsong di sana. Entah kenapa wajahnya tidak asing. Tapi..kalau ternyata aku salah rasanya akan sangat memalukan. Aku pura-pura tidak melihatnya. 10 menit kemudian, kulihat kyuhyun datang membawakan dua americano dan duduk di depanku
“Pesanannya datang,” ujarnya
Aku tersenyum dan meminumnya perlahan
“Jadi, bumonimmu datang nanti sore?” tanyanya
Aku mengangguk
“Kau benar-benar beruntung,” ujarnya
“Ne?”
“Mereka masih mengkhawatirkanmu. Sekarang aku bahkan tidak tahu cara berakting biasa saja di depan appaku”

~Kyuhyun appa POV~
Aku terdiam melihatnya tertawa bersama yeoja itu. Mereka terlihat akrab. Apa…itu yeojachingunya? Aku tersenyum melihatnya. Mereka terlihat serasi. Aku meminum kopiku perlahan. Beberapa menit kemudian, kulihat yeoja itu pergi sambil tersenyum ceria. Tak lama kemudian, kyuhyun datang ke mejaku
“Apa cangkirnya boleh saya angkat?” tanyanya
“Itu…yeojachingumu?” tanyaku
“Maaf, saya tidak menjawab hal yang menyangkut pirvasi,” ujarnya
“Kyu, bagaimana cara membuatmu pulang ke rumah?” tanyaku
Kulihat dia hanya diam
“Kau benar-benar mau tahu?” tanyanya
Aku mengangguk
“Berpisahlah dengan yeoja itu.”
Aku tercengang mendengarnya
“Kyu, pernikahan bukanlah hal yang main-main seperti itu. Kau tidak bisa seenaknya berpisah dengan seseorang dan..”
“Begitu pula kau tidak bisa seenaknya berselingkuh di belakang istrimu,” ujarnya lalu pergi
Aku mengusap wajahku. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu? Aku mengambil cangkir kopiku. Tiba-tiba aku menyadari suatu kertas di sana. Aku mengambilnya dan membacanya

“생일축해”

“Saengil chukkhae.”
Aku menghela nafas dalam. Kyu ah, gomawo karena kau masih mengingatnya

————————————————————-

~Minho POV~
“Kapan mereka sampai?” tanya youngie sambil berjinjit melihat ke kerumunan orang
“Sebentar lagi,” ujarku
“Aku tidak sabar melihatnya!!”
Aku tersenyum melihatnya antusias menunggu kedatangan appa dan eomma. Tiba-tiba orang yang kami tunggu datang dengan kopernya. Youngie langsung berlari ke sana dan memeluk eomma
“Bogoshipoyo!! Jeongmal bogoshipoyo!!”
“Nado!”
“Ini salahmu sendiri nappeun. Kau yang pindah ke asrama,” ujar appa
“APPA!! Bagaimana bisa appa mengatakan anaknya sendiri nappeun!”
Aku menggeleng mendengarnya. Satu hal yang tidak berubah. Tetap youngie si manja dan bawel di depan bumonimnya

~Siwon POV~
Hari ini diadakan makan malam untuk merayakan hari ulang tahun appa. Tetapi appa hanya menekuk wajahnya.
“Appa, seharusnya appa senang. Ini hari ulang tahun appa,” ujarku
“Ne, siwonie.”
Aku menghela nafas. pasti ini semua ada hubungannya dengan kyuhyun
“Apa lagi yang dilakukan kyuhyun?” tanyaku
“Dia…mengatakan padaku kalau dia akan kembali ke rumah jika aku berpisah dengan eommamu.”
Aku terdiam mendengarnya. Berani juga dia mengatakan hal itu
“Tapi kau jangan berpikir aku akan benar-benar melakukannya. Aku tahu cho siwon, pernikahan bukan hal main-main yang bisa kuselesaikan kapanpun aku mau.”
“Lalu apa rencana appa selanjutnya?” tanyaku
“Entahlah. Kurasa…aku tidak akan bisa mengembalikannya ke rumah,” ujarnya
Aku tersenyum dan meminum wine itu. Cho Kyuhyun. Tamatlah sudah permainan ini. Sebentar lagi.
~Sooyoung POV~
“Wah!! benar-benar menarik.”
“Tapi terkadang aku bingung eomma. Yeoja di sekolahku suka menggossip. Kwanbon lebih bahagia hidupnya,” ujarku
“Maksudmu?”
“Lihat saja oppa di kwanbon. Dia bisa keluar masuk dengan bebas. Dan aku hanya di hari minggu. Dia bisa mengikuti pertandingan dan aku hanya melihat pertandingan. benar-benar membosankan.”
“Sebenarnya begini eomma maksudnya. Youngie ingin bisa keluar masuk karena ingin bertemu seseorang,” ujar minho oppa
“Seseorang?” tanya appa
“Must be a boy,” ujar eomma
“Oppa!!!”
“Namanya cho kyuhyun. Dia sangat populer dan….”
Aku menutup mulut minho oppa. Kudengar appa dan eomma tertawa
“Seperti apa orangnya?”
“Dia tinggi dan.. haish! Berhenti menutup mulutku.”
“Eomma! Oppa juga mulai genit!” ujarku
“YA! Jangan menuduhku choi sooyoung! Selamanya hanya ada nama Choi Yuri di sini.”
“Namanya Kwon Yuri!” ujarku
“Akan jadi Choi Yuri!”
“Be quite kids,” ujar appa
Eomma hanya menggelengkan kepalanya
“Kau punya foto cho kyuhyun, min?”
“Tentu saja!”
“YA! OPPA!!!!!”
Minho oppa berhasil memberikan cellphonenya ke eomma
“Handsome.”
“Eomma!!! Berhenti menggodaku!”
“Sepertinya dia pintar,” ujar appa
“Dia memang pintar! Dia mendapatkan beasiswa di kwanbon,” jelas minho oppa
“Apa lagi yang kau tunggu?” ujar eomma
“Maksud eomma?”
“Go get it! This guy is perfect dear.”
“Eomma…jebal berhentilah memihak minho oppa.”
“Hahahahahahahahahahhaa.”

~Kyuhyun POV~
“Bumonimku sangat menyukaimu. Padahal mereka belum pernah bertemu denganmu,”ujar minho
Aku tersenyum mendengarnya
“Mereka menggoda youngie daritadi. benar-benar menyenangkan.”
“Ne.”
“Lalu kapan kau menyatakan perasaanmu padanya?” tanya minho
“Bagaimana bisa aku memberi spoiler pada oppanya?”
“Haish…kyu ah. Dalam hal ini aku juga namja. Aku tidak mungkin memberi tahu yeodongsaengku.”
“Molla..”
“Kyu, aku harus mengakui kenyataan kalau yeodongsaengku itu sangat babo tentang cinta. Maka kau harus menyatakan perasaanmu untuk menyadarkannya.”
~taeyeon POV~
Aku memandang langit-langit kamarku.
“Kau belum tidur?”
“Ne.”
“Kurasa waktu berjalan cepat. 3 bulan lagi kita lulus dari haggyo. Kemudian kita pergi ke daehaggyo.”
“Taeng.”
“Ne?”
“Bagaimana rasanya jatuh cinta?”
“MWO?”
“Aku..hanya bertanya..”
“Kau tahu, kau akan merasa bahagia di sisinya. Kau ingin selalu bertemu dengannya, berada di sisinya. kau sedih saat melihatnya terluka, tapi kau senang saat melihatnya tertawa. Kau ingin dipercaya olehnya. Dan kau..merasa jantungmu akan copot tiap berada di sisinya.”
“Sebegitunya?”
“Ne. Tapi kau tahu.. saat kau mencintai seseorang itu berarti kau siap terluka karenanya.”
“maksudmu?”
“Leeteuk, namjachinguku memiliki seorang mantan bernama kang sora yang jauh lebih sempurna dariku. Dan kurasa…leeteuk masih menyuka..”
“Itu tidak benar!” ujarnya
“Ne?”
“Dia pernah bilang. kalau disuruh memilih kang sora atau dirimu, dia memilihmu. Katanya dia sudah melupakan kang sora. Dia tidak akan pernah kembali pada seorang pengkhianat. Dan dia mengatakan kalau kau sempurna di matanya”
Seketika aku terdiam “Kapan..dia mengatakannya?”
“Saat bermain truth or dare.”
“Ne?”
“Saat itu aku…menjenguk oppaku! Dan kami bermain truth or dare.”
“Arra..”
Seketika aku tersenyum. ahjeossi, kenapa kau tidak pernah mengatakannya secara langsung?

————————————————–

~Minho POV~
Aku sedang berada di ruang makan. Hari ini hari minggu. Benar-benar hari yang indah. Hingga akhirnya cellphoneku berbunyi
Dream girl~Aku mengangkatnya.
“Yeoboseyo,”ujarku dengam mulut yang penuh makan
“Oppa!!” suara itu terdengar dari sana
“Wae?”
“Aku harus pergi ke toko buku! Novel yang kutunggu sudah terbit. Bisakah kau menemaniku?” tanyanya
Aku menengok kyuhyun yang sedang makan di sebelahku. Sepertinya aku punya ide
“Sebentar.”
Aku menjauhkan cellphone itu
“Youngie memintaku mengantarnya ke toko buku. Aku menawarimu sebuah kesempatan bersamanya. Apa kau mau?”
Kulihat dia melihat ke arah jam yang masih menunjukkan pukul 10.
“Baiklah. Kerjaku mulai jam 11.”
Aku tersenyum mendengarnya. Ini namanya mutualisme. Aku tidak perlu repot-repot mengantarnya dan kyuhyun bisa bersamanya.
“Aigoo… perutku sakit,” bohongku
“Oppa, gwaenchanha?”
“Nae gwaenchanha. Sepertinya aku makan terlalu banyak.”
“haish..oppa..”
“Bagaimana kalau…kyuhyun yang mengantarmu?”
“Ne?”
“Aish..sudahlah pokoknya kyuhyun yang mengantarmu ke sana. Annyeong.”
Aku mematikan teleponnya.
“Benar-benar akting yang hebat,” ujar kyuhyun
“Tentu saja. Aku calon aktor papan atas.”

~Kyuhyun POV~
“Mianhae aku merepotkan,” ujarnya
“Gwaenchanha.”
Aku menggoes sepeda yang kupinjam dari Minho. Aku benar-benar berhutang budi padanya
“Kau mau membeli buku apa?” tanyaku
“Novel.”
Aku tersenyum melihat tangannya melingkar di pinggangku.
“Apa minho oppa sudah baikan?” tanyanya
“Sepertinya.”
“Haish..anak itu. Dia pasti hanya mencari alasan agar tidak mengantarku. Kalau tiba-tiba dia sakit perut betulan,aku akan menertawakannya.”
“Hahahhahaha. Ternyata kontak batin kalian memang hebat.”
“Tentu saja. Aku kembarannya dan aku tahu persis akal liciknya.”
Setelah mengobrol beberapa lama, akhirnya kami sampai ke toko buku itu. Aku menemaninya masuk dan mencari barang. Hingga aku melihat sesuatu yang paling ingin kulenyapkan dari muka bumi ini

~Siwon POV~
Aku mencari buku detektif di toko buku. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang yeoja yang tengah menanyakan novel pada pramuniaga
“Sooyoungssi.”
Dia menengok ke arahku. Tersenyum kecil
“Annyeong siwonssi.”
“kau bersama siapa?”
Seketika aku terdiam melihat namja itu ada di belakangnya
“Annyeong,”ujarnya
Aku hanya tersenyum penuh kemenangan
“Kudengar dari appa, kau bekerja sambilan jam 11 di hari minggu?” tanyaku
“Ne.”
“Sekarang sudah jam 10:15. Apa kau tidak takut terlambat?” tanyaku
“Ani,” ujarnya
“Kau naik apa ke sini?” tanyaku pada sooyoung
“Sepeda.”
“Aku membawa mobil. Kau bisa lebih cepat sampai ke dorm. Dan tidak usah berpanas-panasan di luar sana. Sekaligus, kyuhyun bisa cepat sampai ke tempat kerjanya”
Kulihat kyuhyun hanya diam. Aku tersenyum penuh kemenangan.
“Terserah,” ujar kyuhyun
Kulihat sooyoung mengusap tengkuknya, terlihat bingung
“Mianhamnida, siwonssi. Aku akan pulang bersamanya.”
Aku terdiam mendengarnya. Dia…
“Annyeonghaseyo,” ujarnya lalu pergi sambil menarik kyuhyun
Aku tersenyum melihatnya. Ternyata tidak semudah yang kubayangkan

~Sooyoung POV~
“Kenapa kau tidak pulang bersamanya?” tanya kyuhyun sambil menggoes sepedanya
Pertanyaan bodoh. Mana mungkin aku pulang bersama musuh bebuyutanmu
“Aku pergi bersamamu, maka aku harus pulang bersamamu juga.”
“Heuh..Kau benar-benar merepotkan,” ujarnya
“Haish..siapa suruh mau mengantarku?” ujarku
“Tapi aku senang direpotkan olehmu.”
Seketika aku diam dan tersenyum.
“Baboya,” ujarku
“memang. Tapi kau lebih babo. Kau rela panas-panasan dan merepotkanku.”
“Baiklah, aku akan pulang bersama siwon.”
“Aku akan memperkencang sepedanya agar kau tidak bisa turun,” ujarnya sambil menggoes sepeda itu cepat
“KYAA!!! Aku belum mau mati!!!” aku memperkencang peganganku
“Hahahahahahhahahaa. Mana mungkin kau mati dalam sebuah kecelakaan sepeda.”
“Haish..kau sama saja dengan minho oppa. Kalian sama-sama senang megerjaiku dan mengataiku babo
“Tapi kami punya perbedaan.”
“Ne?”
“Aku lebih babo darinya.”
“Wae?”
“Aku mencintai orang yang amat sangat babo. Dia tidak pernah menyadari perasaanku dan selalu membahayakan dirinya sendiri.”
“Nugu?”
“Lihat. Dia sangat babo kan? Dia bahkan tidak menyadari orang itu adalah dirinya.”
Aku terdiam dan mencerna kata-katanya. Kring.. sepeda itu berhenti di depan dorm Jeongsin
“Nan neol saranghae,” ujarnya
Aku tercengang mendengarnya
“Ne?”
“Aish.. ternyata kau tidak hanya babo. Tapi juga tuli.”
“YAAA!!!”
“Jadi… Choi Sooyoung. Apa kau rela menempuh hari-hari berikutnya dengan sepeda?” tanyanya
“Pernyataan cinta macam apa itu?” tanyaku
“Kyuhyun oppa style”
“Hm..kurasa aku harus menyiapkan banyak sunblock dan topi.”
“Ne?”
“Kau mengataiku tuli. kau sendiri tidak ada bedanya. NE! Cho Kyuhyun. Aku rela menempuh hari-hari berikutnya dengan sepeda.”
Kurasakan dia memelukku hangat
“I love this fool.”
“Me too.”
Tiba-tiba pandanganku tertuju pada jam besar yang menunjukkan pukul 10:45
“KYU AH! 15 menit lagi kau terlambat!”
“Ne?”
Dia melihat ke arah jam dan cepat-cepat menggoes sepedanya
“ANNYEONG!!!”
“Annyeong!!”
Aku tersenyum melihatnya menjauh. Apa aku sedang bermimpi?

—————————————–

~Tiffany POV~
“FANY AH!! GAWAT!!! GAWAT!!” ujar jessica sambil memasuki kamarku
“Ada apa?”
“KYUHYUN!!”
“Ada apa dengannya?”
“DIA JADIAN DENGAN CHOI SOOYOUNG.”
“MWOO?!”

~Siwon POV~
“WUAA!! CHUKKHAE!!!”
“Gomawo.”
“Kita harus mengadakan pesta di sini. Namja super dingin di mata yeoja ini akhirnya luluh oleh yeodongsaeng choi minho! Hahahahahahahhaa.”
Aku menghentikan langkah kakiku mendengarnya. Kamar itu ramai oleh banyak orang. Mereka jadian? Aku tersenyum kecil. Bagaimana bisa mobil sport kalah dari sepeda? Tenang choi siwon. Biarkan kyuhyun sibuk dengan yeojachingunya dan kau sibuk dengan mimpimu

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku ke loker. Tiba-tiba kulihat seorang yeoja berdiri di sampingku. Dia tiffany. Aku mengabaikannya dan kembali sibuk mengambil bukuku
“Kudengar..kau jadian dengan kyuhyun oppa.”
Aku hanya diam dan pura-pura tidak mendengarnya
“Hei! I’m speaking right now.”
“What’s your problem, dear?” tanyaku
“Aku sudah lebih dulu mengenalnya, tapi dia tidak pernah melihatku. Dan kau? Baru beberapa bulan di sini dan bisa jadian dengannya. Trik apa yang kau pakai?”
Aku menghela nafas
“Apa kau tidak salah dengan ucapanmu?”
“Ne?”
“Kau memang mengetahuinya lebih dulu, tapi aku mengenalnya lebih dulu.”
“Apa maksudmu?”
“Fany ah, sebaiknya kau mencari namja lain yang benar-benar melihatmu dan kau kenal. Namja yang bisa kau raih”
“You’re trying to teach me?”
“Aku bukan mencoba menceramahimu atau apapun. Tapi aku berbicara fakta. Ada seorang namja yang benar-benar mencintaimu di luar sana. Dan dia memiliki perasaan yang sama denganmu. Sama-sama sakit karena tidak dilihat orang yang disukainya. Hentikan usahamu mencari perhatian namja dari fisikmu, fany ah. Carilah orang yang menerimamu apa adanya. Kurasa kau tahu siapa orang itu”

~Tiffany POV~
Seketika aku terdiam melihatnya menjauh. Dengan kesal kuakui perkataannya benar. Berbagai cara kulakukan untuk menarik perhatian cho kyuhyun. Mulai dari pakaian, make up, hairstyle, semuanya. Tidak satupun dilihatnya. Sedangkan ada seorang namja yang benar-benar mengejarku. Ryeowook. Aku menghela nafas. Apa aku harus menyerah soal kyuhyun? Semudah itu?

—————————————–

~Kyuhyun POV~
Klinting.. bel pintu berbunyi. Aku terdiam dan menghela nafas dalam hati. Lagi-lagi appa datang ke cafe ini. Dan mau tidak mau aku harus melayaninya. Aku membuatkan segelas vanilla latte untuknya. Minuman kesukaannya. Setelah menaruh minuman itu di mejanya, aku melangkahkan kaki menjauh. Kudengar dia berkata “Kyu ah, tidak bisakah kita bicara sebentar saja?”
Aku berbalik menghadapnya.  “Apa lagi yang ingin anda bicarakan?”
“Pulanglah ke rumah.”
“Sudah berkali-kali anda mengatakan hal itu dan jawaban saya tetap sama. Saya tidak akan pulang sebelum anda berpisah dengan yeoja itu.”
Aku melepaskan tangannya dan meninggalkannya

~Sooyoung POV~
Aku memasuki cafe itu. Kulihat kyuhyun sedang berbicara dengan namsong kemarin itu. Kelihatan serius
“Sudah berkali-kali anda mengatakan hal itu dan jawaban saya tetap sama. Saya tidak akan pulang sebelum anda berpisah dengan yeoja itu.”
Aku terdiam melihatnya. Itu….appanya?
Kyuhyun memasuki pantry. Meninggalkan appanya yang terduduk lemas. Aku berjalan perlahan ke arah appanya.
“Annyeonghasimnikka,” ujarku
“Annyeonghasimnikka. Kau…yeojachingu kyuhyun?”
Aku mengangguk pelan “Joneun Choi Sooyoung imnida.”
“Ahjeossi..”
“Aku adalah appanya.”
“Algesseumnida aku..”
“Bisakah…kita bicara sebentar sooyoungssi?”
“Ne.”
Aku duduk di depannya. Kulihat dia menghela nafas dalam
“Kurasa…kau tahu konflik di antara kami.”
Aku mengangguk “Joesonghamnida.”
“Ah..justru seharusnya aku berterima kasih padamu. Gomawo sudah…menjaga dan menjadi sahabat terbaik kyuhyun saat dia membutuhkan seseorang di sampingnya.”
Aku tersenyum dan bingung harus berkata apa
“Kyuhyun…sangat membenciku sepeninggal eommanya. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. kau tahu, cinta pertama itu sangat sulit untuk dilupakan.”
“Ne.”
“Aku dan eommanya, kami memang menikah karena dijodohkan. Tapi kau tahu, berada di satu rumah dengan seseorang membuatmu menyukainya perlahan-lahan. setelah itu cinta tumbuh di antara kami. Dan kyuhyun lahir. Awalnya kehidupan kami memang baik-baik saja. Hingga ketidakcocokkan itu muncul. Eomma kyuhyun mengekangku untuk dekat dengan para aktris dan yeoja di rumah produksi. Padahal, hal itu mustahil karena sebagai produser, kita harus baik pada rekan kerja.”
“Ne.”
“Tapi harus kuakui, karena dia mengekangku,aku justru memberontak. Aku dekat dengan banyak yeoja hingga akhirnya bertemu cinta pertamaku, istriku sekarang. Ketidakcocokkan antara kami dan rasa tidak saling mempercayai membuatku ingin berpisah dengannya. Maka, kami mengirim kyuhyun ke asrama agar ia tidak melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Hingga akhirnya, eomma kyuhyun menemukan kenyataan kalau aku berselingkuh di belakangnya. Ia mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal. Harus kuakui itu…memang salahku.”
“Tetapi dengan ahjeossi mengirimnya ke asrama, dia sangat shock tiba-tiba mendengar kabar kalau eommanya meninggal dan merasa sangat menyesal,” ujarku
“Ne, aku tahu. Kau tahu, terkadang aku juga menyesali keputusan itu. Mungkin jika aku tidak mengirimnya ke asrama…eommanya tidak akan meninggal dan..”
“Waktu tidak akan pernah kembali. Tapi keadaan bisa diperbaiki.”
“Kau benar. Tapi kurasa…aku tidak akan bisa membuat kyuhyun kembali menjadi putra kecilku yang berada di sekitarku. Aku..titip dia padamu. Annyeong.”
Aku terdiam melihatnya menjauh. Di satu sisi, kalau aku menjadi kyuhyun aku akan melakukan hal yang sama. Di sisi lain, aku kasihan pada appanya

——————–TBC————————–

49 thoughts on “Infinitely Yours {Part 9}

  1. Setelah sekian lama, finally uri kyuyoung jadian! Chukaeyo!!! \( º ∆ º )/

    Siwon mau nya apa sih? Udah punya semua yg dia punya, lalu apalagi? Mau ngacauin hubungan kyuyoung??
    Huaah, andweyo!!

    Next part ditunggu thor, update soon please (ʃƪ‾̴̴͡͡⌣‾̴̴͡͡)

  2. huaà perumpaan soo bgus yg ttg dia hdup pnya roda 4,,.
    huaaa kyu nembak soo manis bgt ‘jadi…choi sooyoung maukah kau menempuh hari2 brikutnya dgn speda?’ #mauuuuu

  3. Yeay kyuyoung jadian! >.<
    seru bgt!
    Smoga tiffany ga ngejar2 kyu lg. Udah sama wookie aja tiff. Atau sama siwon? Biar siwon jg ga ganggu rumahtangga kyuyoung? Kekeke~
    :-D

  4. bahagia…. momen kyuyoung dipart ini terasa manis bgt… gara2 pernyataan kyu ke soo & suasana saat nyatainnya XD walaupun disini msh terasa bgt konflik ayah & anak. sayang ayahnya kyu belum tau kebenarannya -___-

  5. abonim mianhae ats klakuan kyu..
    nanti d rmah q nasehatin deh biar maapn abonim..#plakkk ngarep jd mnantu.
    next part jgn lma2 author yg baik..ghamsha..

  6. Yeay. . AkhIrxa kyuyoung jadian. . .
    Keren bnget d tembAk d atas sepeDa. . Mau juga doNg . .
    ChIngu d tUngGu part slanjtxa . :D

  7. Hidup seseorang itu ibarat sebuah mobil .Haru berjalan dng 4 rodanya mimpi , keluarga , dirinya sendiri , dan org yg dia cintai (y) setujuuuuu :)

  8. cieee oppa akhirnya kesampean juga ama syooeon
    moga langgeng ne, sekarang tinggal masalah keluarga oppa
    oppa fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s