Infinitely Yours {Part 7}

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

Jeongmal gomawo chingudeul commentnya TT_TT~
Next part updated ^^~

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

~Sooyoung POV~
“MENU HARI INI BULGOGI!!!!”
“YEAAAAA!!!!!”
Seluruh siswa sangat bersemangat hari ini. Kemarin, kami memenangkan hadiah itu : makanan enak setahun + dessert setahun. Jujur, sebenarnya aku merasa sangat senang dengan hadiah itu. Sebagai seorang shiksin tentunya. Tapi pada kenyataannya, aku justru sedang makan dalam diam dan mengaduk gelas jusku
“YA! Minho! Kau kan shiksin, kenapa kau lemas begitu!” ujar kris
“Aku masih mengantuk,” bohongku
“Hahahahahaha. Tapi kalau dipikir-pikir kau mirip sekali dengan saudara kembarmu yang kau unjukkan fotonya.”
“Ne.”
Aku menghela nafas. Kulihat kyuhyun juga diam. Sepertinya dia merasa aneh hari ini. Merasa kalau ‘kemarin aku mencium seorang namja’.

~Siwon POV~
Aku terheran melihatnya hanya diam di kelas. Biasanya dia sangat berisik. Tapi hari ini dia sangat diam. Choi Minho. Apa ini semua ada hubungannya dengan yang kemarin? Aku memutuskan tidak memikirkannya. Jam istirahat berbunyi. Aku mengikutinya keluar kelas. Kulihat dia duduk di taman dan meneguk sekaleng kopi. Aku duduk di sebelahnya
“Annyeong.”
“Ne annyeong.”
Setelah itu dia hanya diam.
“Kenapa kau tidak ikut pentas?” tanyanya
“Aku….sudah tidak bisa bernyanyi,” ujarku
“Menari?” tanyanya
Aku menggeleng “Aku sudah mundur dari dunia entertaint karena aku sudah tidak memiliki bakat apapun.”
“Atau karena kau memang tidak ingin melakukannya lagi?Kau punya bakat. Jangan hanya karena konsermu batal, kau mundur dari sana. Justru kau harus lebih berusaha. Apa kau tidak merindukan masa-masa dimana namamu diteriakkan banyak orang?”
Seketika aku terdiam. Ucapannya seakan menembusku. Apa aku tidak merindukan masa-masa dimana namaku diteriakkan orang-orang? jujur, aku merindukannya. Bahkan sangat merindukannya. Tapi… keinginan eomma agar aku bisa menarik simpati appa dengan berhenti dari dunia entertaint tidak memungkinkanku untuk kembali lagi ke sana.
“Kenapa kau berhenti?” tanyanya
“Aku memilih kerja di balik layar,” ujarku
“Ne?”
“Itu jauh lebih baik daripada menjadi seorang idol.”

——————————————————–

~Kyuhyun POV~
“Kau hanya perlu menandatangani kontrak ini. Setelah itu kau akan debut.”
Aku menatap kertas itu ragu. Hanya dengan menandatanganinya, aku akan debut. Sesederhana itu. Tetapi entah kenapa, sekarang aku justru memikirkan hal yang lain. Bagaimana kalau aku masuk ke dunia entertaint? Hidupku akan berubah. Mungkin tidak seperti ini lagi. Dan setelah aku debut mungkin saja akan ada pasangan-pasangan duetku yang baru. Entah kenapa kejadian kemarin terus terngiang dalam benakku. Kejadian dimana aku menciumnya. Jika aku debut, bukan tidak mungkin kejadian itu akan terulang pada orang-orang yang berbeda. Dan entah kenapa hati kecilku memintaku menolak tawaran ini
“aku…butuh waktu.”
“Apa lagi yang kau pikirkan kyuhyunssi? ini kesempatan emas.”
Aku menarik nafas dalam
“Tapi…aku hanya punya satu syarat”
“Ne, apapun. Katakanlah.”
“Tidak ada adegan kissing ataupun duet”
“MWOYA? Apa kau…haish..kyuhyunssi. Ini dunia profesional. Kau harus bisa akting dan duet dengan siapapun. SIAPAPUN.”
Seketika aku terdiam dan menutup map itu
“Mianhamnida.”

~Siwon POV~
Aku terdiam dan melihat ke arah foto-fotoku di atas panggung dulu. Dulu…masa-masa seperti itu sangat membahagiakan. Dan itu mimpiku. Kenapa aku justru beralih ke mimpi lain, yang bahkan tidak kuimpikan? Hanya karena materi yang lebih banyak? Aku mengusap wajahku. Tidak siwon. Kita sudah melangkah sejauh ini. Kau tidak boleh bimbang dan berhenti.

———————————————————————–

~Kris POV~
“Apa kau sudah gila hah? Bagaimana bisa kau menolaknya? Haish..cho kyuhyun. Yang menawarimu debut adalah SM!”
Kulihat dia hanya tersenyum kecil dan meneguk airnya
“Kris, baru kali ini aku mengertinya.”
“Mengerti apa?”
“Kau tahu.. ternyata mencium yeoja bukanlah hal sederhana. Keprofesionalan itu tidak sesuai prinsipku.”
“Maksudmu?”
“Aku tidak ingin mencium yeoja lain selain yeoja yang kusukai.”
“Kau…menyukai seorang yeoja?”
Kulihat dia menundukkan kepalanya dan tersenyum sendiri
“YA! Jawab aku babo!”
“Molla. Yang jelas aku sudah berjanji pada seseorang untuk menjaganya. Dan kurasa maksud menjaga itu tidak hanya fisik. Tapi juga perasaannya.”
“Meski aku tidak mengerti maksudmu, kurasa dia yeoja yang beruntung.”
“Kuharap dia mengetahui hal ini.”

~Kyuhyun appa POV~
Aku terdiam melihat bingkai foto itu. Kyuhyunku…sekarang entah bagaimana keadannya. Aku menghela nafas. Apa aku egois dengan berkata kalau aku merindukannya?

——————————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihat seragam musim dinginku. Salju mulai berjatuhan. Aku duduk di taman dan sesekali membentuk salju itu menjadi bola. Tiba-tiba kurasakan seseorang melemparnya dari belakangku. Itu adalah kyuhyun yang sedang tersenyum penuh kemenangan
“YA! Berapa umurmu?” tanyaku
BUK! Dia melemparku dengan bola salju lagi
“Kalahkan aku kalau bisa.”
“Kau menantangku? Kau sudah menantang orang yang salah.”
BUK! Aku melempar bola salju itu padanya. Seketika aku tersenyum. Sudah lama aku tidak bermain seceria ini. Tiba-tiba kurasakan kris melemparku dengan bola salju
“YA! Rupanya kalian benar-benar mencari gara-gara denganku.”
“Hahahahahhahaa.”

~Siwon POV~
Aku tersenyum memandang pemandangan itu dari jendela. Anak asrama dua bermain salju di luar dengan gembira. Seketika kulihat minho di sana. Ini benar-benar aneh. Kenapa aku merasa senyumnya beda? Aish..siwon. Kau masih normal. Kau masih normal

———————————————

~Sooyoung POV~
Hari sudah malam. Seluruh anak asrama dua berkumpul di ruang makan dan mulai berpesta. Hari ini musim dingin, untuk menghangatkan kami semua, mereka menyalakan perapian dan membeli beberapa wine. Aku tidak ikut menyentuhnya karena takut mabuk untuk kedua kalinya. Sekarang ini, mereka semua sedang berlomba siapa yang bisa meminum paling banyak. Aku hanya mengamati dari sudut ruangan
“Kau tidak ikut?” tanya siwon
Aku menggeleng
“Kau tahu, aku pernah mengalahkan ryeowook dan setelah itu aku mabuk berat.”
“Hahahhahaa.”
“Kau sendiri?”
“Aku tidak tertarik bergabung dengan mereka.”
Aku hanya mengangguk.
“Bagaimana kalau kita saling bercerita sampai pesta ini selesai?”
“Ne?”
“Kudengar kau datang dari Amerika.”
“Ne.”
“Kenapa kau memilih Kwanbon? Bukankah di Amerika juga banyak sekolah yang bagus?”
Aku tersenyum kecil
“Kau mau tahu?”
“Ne.”
“Karena yeodongsaengku.”
“Yeodongsaeng?”
“Ne. Seperti yang kukatakan. Yeodongsaengku adalah fans beratmu. Dan dia berhutang budi sangat besar padamu. Dia ingin aku membuatmu kembali ke dunia entertaint. Tapi…”
“Tapi?”
“Kurasa dia harus mencoba lebih realistis dan mendukung keputusan idolanya. Apapun itu,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Kalau begitu sebagai gantinya, aku akan menandatangani album yang sudah dibelinya.”
“Ne?”
“Kecuali yeodongsaengmu tidak mau mendapat tandatangan dari seorang idolanya yang sudah vakum.”
“Dia pasti akan sangat senang mendapatkannya.”

~Kyuhyun POV~
Aku menatap dua orang yang sedang tertawa itu. Bagaimana bisa mereka akrab secepat itu dalam waktu satu bulan.
“Apa yang kau lihat?” tanya leeteuk
“Ani.”
“Siwon?” tanya kris
“Aku malas mendengar namanya.”
“aku ingin lihat seberapa hebat dia,” ujar yesung
“maksudmu?”
Kulihat yesung, kris,dan leeteuk menghampiri namja itu
“Siwonssi. Bagaimana kalau kau ikut bergabung untuk lomba?” tanya kris
“Aku tidak tertarik.”
“Kecuali kau takut,” ujar leeteuk
“Kalian akan menyesal.”
Kulihat dia menghampiriku dan mengambil sebotol wine
“Aku ingin lihat seberepa hebat namja ini. aku menantangmu,” ujarnya padaku
“Kita lihat saja nanti.”

~Kris POV~
“Tambah!”
“Tambah.”
“WUOO!!!!!!”
Suasana di asrama sangat ramai. Untunglah kami sudah mengunci pintunya jadi tak seorang pun masuk
“Kyuhyun, Siwon, hentikan,” ujar minho
“Berisik,” ujar siwon
“Bisakah kau diam?” tanya kyuhyun
“Choi Siwon.. apa menurutmu kau sudah menang hah?”
“Namaku Cho Siwon, bukan Choi Siwon.”
“Sejak kapan huh? Kau mengaku sebagai anak tunggal tuan cho? Silakan karena aku sudah tidak peduli lagi dengannya”
“Apa menurutmu dia peduli denganmu?”
Kulihat kyuhyun mencengkram kerahnya
“Apa menurutmu appa menganggapmu sebagai anaknya huh?”
Siwon melepaskannya
“seharusnya aku yang bertanya padamu. Kurasa dia sudah tidak menganggapmu.”
“Sudah hentikan!” ujarku
“Kau sama saja dengan eommamu. Sama-sama perusak.”
“APA KATAMU!”
Leeteuk menarik siwon.
“Kubunuh kau cho kyuhyun!”
“Membunuhku? Kau sama saja dengan eommamu. Kenapa kalian senang sekali membunuh orang?”
“Tutup mulutmu!”
“Sudah hentikan!!!” ujar ryeowook
“Pemabuk yang parah,” ujar yesung
“Kau bodoh choi siwon! Kau meninggalkan mimpimu hanya untuk eommamu!”
“Kau yang bodoh! Meninggalkan appamu untuk egomu.”
“Setidaknya aku tidak perlu hidup bersama seorang pembunuh dan perusak!”
“Diam kau!”
“Dan aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan yeojaku. Ingat itu choi siwon.”
Seketika aku terdiam. Yeoja?
“Apa maksudmu?”
Kulihat minho menarik kyuhyun
“Aku akan membawanya ke kamar. Kau bawa siwon ke kamar,” ujarnya padaku
“arra.”
Aku dan leeteuk membawa siwon ke kamarnya
“Lepaskan!” ujarnya
“Berisik! Kukira kau pemabuk yang hebat. Ternyata kau sangat parah.”

~Sooyoung POV~
“Kau mabuk parah kyu,” ujarku sambil merangkulnya ke kamar
“Namja brengsek itu yang menantangku,” ujarnya
“Diamlah. Aku tidak suka mendengarmu mengatakan hal seperti itu.”
“Kau membelanya?”
“ani. Tapi aku tidak suka melihatmu mabuk seperti ini.”
“Katakan saja kalau kau menyukainya.”
“Kau benar-benar sudah mabuk parah.”
Aku membuka pintu kamar dan menutupnya. Kurasakan dia memelukku
“Aku tidak akan membiarkannya mendapatkanmu.”
“Kau terus-terusan mengatakan hal yang aneh. Sebenarnya kau..”
Aku membulatkan mata melihatnya menciumku, membuatku menghentikan semua kata-kataku. Tiba-tiba dia pergi ke tempat tidurnya dan menghempaskan diri ke sana. Meninggalkan aku yang hanya bisa ebrdiri mematung. Apa maksudnya..

—————————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kepalaku terasa berat. Aku memandang ke sekitarku. Kosong. Dimana dia? Aku melangkahkan kaki ke luar kamar. Kulihat kris di sana menggelengkan kepala
“Kau benar-benar parah semalam,” ujarnya”Ne?”
“Hampir terjadi pertumpahan darah di ruang makan.”
Aku hanya tersenyum
“Kau berlebihan. Oh ya, apa kau melihat minho?”
“Minho? Sepertinya dia ada di kandang Chi.”
“Arra.”
aku melangkahkan kaki ke sana. Seketika aku terdiam. Tunggu dulu..semalam kalau tidak salah.. MWOYAA!!! Aku menciumnya?

~Leeteuk POV~
Aku berjalan keliling asrama. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada minho yang sedang memberi makan chi. Entah kenapa aku merasa aneh. Dia sangat dekat dengan chi. padahal chi sangat galak, apalagi pada orang baru. tapi sejak hari pertama, dia bahkan sangat dekat dengan chi. Cellphoneku berbunyi. Aku melihat namanya “Eomma”
“Yeoboseyo?”
“Leeteuk, hyungmu sudah pulang,” ujar eomma
“Aku ingin bicara dengannya.”
Kudengar eomma membentaknya untuk bicara denganku
“Leeteuk..”
“Hyung. Apa yang kau lakukan pada minho?” tanyaku
“Maksudmu..temanmu itu?”
“Ne. Apa yang kau lakukan padanya? Apa kau menyimpang hah? Bagaimana bisa kau menculiknya dan..”
“Sebelum kau bicara panjang lebar. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Apa kau tahu dia seorang yeoja.”
“N…ne?” seketika aku terdiam
“Kau tidak tahu? benar-benar hebat. Dia bahkan bisa menyelinap masuk ke kwanbon dan selama 6 bulan tidak satupun orang menyadarinya. luar biasa.”
“Hyung. Jangan main-main denganku.”
“Aku serius leeteuk.”
Aku mematikan cellphoneku. Mustahil.. dia…seorang yeoja?

~Kris POV~
Aku terdiam di kamarku. Kulihat leeteuk hanya diam dan tampak memikirkan sesuatu daritadi. Hal ini membuatku kesal
“YA! Kenapa kita diam-diaman seperti ini! Benar-benar menyebalkan!” ujarku
“Kris.”
“Ne?”
“Menurutmu…bagaimana kalau seorang yeoja masuk ke sekolah ini?”
Aku memegang dahinya. “Kau tidak panas.”
“YA! Apa hubungannya?”
“Apa kau gila hah? Mana mungkin ada yeoja yang bisa masuk ke Kwanbon.”
“Aku hanya bertanya. menurutmu bagaimana?” tanyanya
“Haish…itu masalah yang rumit. Menurutku bagaimanapun juga dia harus dikeluarkan dari sini. Tapi..”
“Tapi?”
“Kalau dia temanku..kurasa aku akan mempertahankannya dan menjaga rahasia kalau sebenarnya dia adalah seorang yeoja.”
“Begitu…”
“Memangnya kenapa?”
“Ani. aku hanya bertanya. perandaian saja.”

—————————————

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku ke ruang makan. Kulihat siwon di sana sendirian.
“Annyeong!” ujarnya
Aku hanya tersenyum tipis dan duduk di sebelahnya
“Kau..baik-baik saja?” tanyaku
“ne?”
“kemarin kau mabuk kan?”
Kulihat dia tersenyum
“Aku bukan peminum yang baik.”
“Seharusnya kau tidak perlu menantang kyuhyun.”
“Ne.”
Seketika suasana hening. Aku mencari topik obrolan lain
“pernahkah kau dicium seseorang?”
“Ne?”
“first kiss?” tanyaku
“Ne.”
“Bagaimana rasanya?”
“Biasa saja.”
“Ne?”
“Kau tahu, first kissku adalah seorang yeoja yang tidak kucintai. Aku terpaksa menciumnya untuk drama, karena tuntutan profesi. Tapi…”
“Kurasa jika yang melakukannya ialah orang yang kau cintai. Pasti akan terasa mengesankan.”
“Maksudmu?”
“Jantungmu berdetak keras. Kalau di drama seperti itu. Tapi sayangnya aku tidak akan pernah memilikinya. jadi, aku hanya bisa merelevansikannya dengan drama saja.”
“Kenapa kau mau memberikan first kissmu di drama?” tanyaku
“Karena..itu adalah mimpiku.”
“Lalu, kenapa kau meninggalkannya?”
Dia hanya diam
“Menjadi dirimu, mendapatkan mimpimu, kurasa itu akan lebih baik dibanding mencoba menjadi orang lain dengan mimpi yang tidak kau sukai.”

————————————————————-

~Siwon POV~
Entah kenapa kata-katanya terus terngiang dalam benakku. “Menjadi dirimu, mendapatkan mimpimu, kurasa itu akan lebih baik dibanding mencoba menjadi orang lain dengan mimpi yang tidak kau sukai.” Dia benar. Aku mencoba menjadi orang lain. Mencoba menjadi cho kyuhyun terus-menerus. Mencoba mendapatkan perhatian appa tiriku. Mencoba menjadi produser.Mencoba meninggalkan mimpiku. Aku melihat layar televisi dimana dulu aku berada di sana. Jujur, aku iri melihatnya. Mengingat dulu banyak orang yang menungguku tampil di sana. Depan layar kaca. Dan kini.. Aku hanya tinggal kenangan. Entah kenapa minho memiliki kekuatan ajaib untuk membuatku terus bimbang. Tapi sejujurnya, ini semua bukan karenanya. Aku memang tidak memegang komitmen dalam hal berpura-pura dan menjadi orang lain. Tapi aku tidak boleh mundur. Tinggal selangkah lagi. Dan ini semua demi appa kandungku.

~Minho POV~
“Sudah lama sekali yeodongsaengmu pergi,” ujar appa
“Ne.”
“Dia sibuk di Jeongsin,” ujar eomma
Aku menghela nafas. Kalau mereka sampai tahu youngie pergi ke Kwanbon, bisa-bisa rumah ini meledak
“Aku merindukannya,” ujar appa
“Nado.”
“Bagaimana kalau kita ke Seoul?”
“NEEEEE?!”
“Kenapa kau sekaget itu minho?” tanya appa
“Dia terlalu senang, honey,” ujar eomma
Aku terdiam mendengarnya. Celaka. Baru saja aku memikirkannya. ternyata masalah besar ini muncul lebih cepat dari yang kukira
“Appa, eomma. Dia…sangat susah ditemui! Prosedurnya ketat dan…”
“Minho.. kami ini bumonimnya. So we can meet her anytime we want, okay?” ujar eomma
“Tapi eomma..”
“Memangnya kau tidak senang bertemu dengannya?” tanya appa
Sejujurnya aku senang tapi..
“Tentu saja aku senang.. But I don’t want to disturb her study.”
“Minho, it’s just one day, okay. It doesn’t make sense.”
“Dan kau tenang saja minho. Appa akan menelpon sekolahnya.”
“NE?!”
“Supaya dia bisa keluar dari asrama, kita butuh izin dari Jeongsin bukan?”
“Aku saja yang telpon!” ujarku
“ne?”
“Maksudku..”
“Min, appa tahu kau antusias. Tapi tenang saja, appa yang akan menelponnya.”
Aku menghela nafas. Baiklah youngie. Kau benar-benar dalam masalah besar. Aku harus mendapatkan ide..
“Eomma! Bagaimana kalau aku pergi ke sana saat tahun baru!”
“tahun baru?”
Aku mengangguk. Setidaknya aku punya waktu 2 minggu untuk mengatur masalah ini.

————————————————————

~Kyuhyun POV~
“Wuaaa!! Indahnya,” ujarnya sambil memandang pemandangan dari N Tower Seoul. Hari ini adalah malam natal. Aku memutuskan mengajaknya jalan-jalan. Aku tahu dan memahami perasaan yeoja. Mereka ingin keluar saat natal. Tidak bermalasan di dorm seperti yang para namja lakukan.
“Baru pertama kali aku ke sini,” ujarnya
“Jinjjayo?”
Dia mengangguk
“Kau?”
“Aku hanya melewatinya. tidak pernah sampai ke atas sini,” ujarku
Aku mengeluarkan sebuah gembok dari dalam tasku
“Itu untuk apa?” tanyanya
“Apa kau benar-benar tidak tahu?”
“Molla.”
“Haish..kau ini yeoja atau bukan?”
“MWO?”
Astaga. Bagaimana bisa aku mengatakan hal itu
“Maksudku.. Semua namja apalagi yeoja seharusnya tahu gembok cinta.”
“YA! Aku kan tinggal di Amerika. Mana mungkin aku tahu soal tahayul!” ujarnya
Aku menggeleng. Benar-benar yeoja yang cuek
“Kata orang, kalau kau menuliskan permohonanmu di gembok cinta, permohonanmu akan terkabul.”
“Jinjja?”
Aku mengeluarkan dua pen dan dua kertas kecil
“Kau tahu, sayang sekali kalau aku menghamburkan gajiku untuk dua gembok. Maka aku hanya membeli satu gembok dengan dua kertas. Jadi kita bisa memakai satu gembok ini berdua,” ujarku
“Jadi ini gembok kita?” tanyanya
Entah kenapa kata-kata kita itu terdengar manis untukku. “Ne.”
Dia tampak berpikir dan menulis sambil tersenyum. Aku ikut tersenyum melihatnya. Rambutnya mulai memanjang sebahu. Membuatnya tampak lebih manis. Aku menulis di sebelahnya. “Semoga Choi Sooyoung tahu perasaan ini.”

~Sooyoung POV~
Aku terdiam melihat tulisanku sendiri. “Semoga Cho Kyuhyun tidak melupakanku.” Apa-apaan ini?
“Mana tulisanmu?” tanyanya
Aku cepat-cepat memasukkannya ke gembok dan memasang gembok itu asal
“YA! Kau pasang di mana gemboknya?” tanyanya
“Kenapa kau harus tahu?”
“Haish..kau ini..seharusnya kita tahu dimana kita memasangnya. Jadi suatu saat nanti kita bisa membacanya. Kalau terwujud atau tidak.
“Sudahlah itu tidak penting. Oh ya! Berhubung ini malam natal. Aku akan mentraktirmu,” ujarku
“Jinjja?”
Aku mengangguk
“Bayaran gembok dan ajakanmu ke N Tower Seoul.”

~Kyuhyun appa POV~
Aku sedang berada di sebuah restoran western dengan istriku dan siwon. Hari ini malam natal. Entah kenapa ini menjadi malam natal tersepi dalam hidupku. Biasanya kyuhyun ada di depanku dan tertawa. Tapi kini..dia tidak ada. Aku memang egois. Aku merindukannya. Bagaimanapun, dia tetap anakku. Apapun yang terjadi. Dia putra kandungku satu-satunya. Seketika aku terdiam melihat siwon memandang suatu tempat
“Apa yang kau lihat siwon..”
Aku memandang dua orang itu. Kyuhyun dan seorang temannya. Mereka terlihat tertawa dan bercanda. Hingga akhirnya kyuhyun melihatku. Ia langsung terdiam dan memalingkan wajahnya. Entah kenapa rasanya sangat sakit. Temannya ikut memandangku. Wajahnya lebih tepat dibilang cantik dibanding tampan. Kulihat kyuhyun menarik tangan temannya ke luar. Aku mengikutinya
“Kau mau kemana?”
Aku mengabaikan pertanyaan itu dan mengejarnya.
“KYU AH!”
Dia mempercepat langkahnya. Aku tidak dapat mengejarnya. Kyu..apa kau sudah membenciku sampai segitunya

~Sooyoung POV~
“Bukankah itu appamu?”
“Dia bukan appaku.”
“Lalu kenapa kau kabur?”
“Aku tidak kabur.”
“Lepaskan tanganku kalau begitu,” ujarku
Dia menghentikan langkahnya. “Mianhae.”
“Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kau kabur?”
“Bisakah kau berhenti bertanya?”
“Ini malam natal. Bukankah kau berjanji akan memperbaiki hubungan dengannya?”
Dia hanya diam dan malah mempercepat langkahnya. Aku mencoba mengejarnya dan DUK! Aku malah tersandung
“Appo…”
Dia akhirnya berbalik
“Haish..kau ini. Kenapa ceroboh sekali hah?”
“Kau duluan yang berjalan terlalu cepat!”
“Haish.. apa boleh buat. Naiklah.”
“MWO?”
“Ppali.”
“Andwae!”
“Aku tidak mau sampai ke dorm jam 3 pagi,” ujarnya
“Memangnya jalanku selama itu?””Kakimu pasti terkilir,” ujarnya
“ANI!”
Aku mencoba berdiri. Sepertinya memang terkilir
“Terkilir kan?” tanyanya
Tapi aku tidak mungkin membiarkannya menang. “ANI!”
Aku mencoba berjalan. Kulihat dia hanya menggeleng dan mengikuti dari belakang
“Besok kakimu akan bengkak kalau dipaksa seperti itu.”
Aku tidak menghiraukannya. Tiba-tiba kurasakan keseimbanganku memburuk
“KYAA!!”
HUP! Dia menangkapku
“Sudah kubilang kan. Cepat naik. Kau selalu membahayakan dirimu sendiri.”
“Membahayakan diri sendiri?”
“Ppali. Atau kau mau kugendong paksa hah?”
“Ne.”
Aku naik ke atas punggungnya. Entah kenapa jantungku berdetak kencang. Haish..apa-apaan ini
“Mian,” ujarnya
“Ne?”
“Aku membuatmu jatuh.”
“Ini bukan salahmu. memang aku yang terlalu ceroboh.”
“Aku…entah kenapa aku merasa lemah saat melihatnya bersama choi siwon dan istri barunya,” ujarnya
“Mianhae..aku..terlalu ikut campur dalam masalahmu.”
“Gwaenchanha.”
Seketika suasana menjadi hening hingga akhirnya dia berbicara
“Anak-anak kecil sangat suka menggantung kaus kakinya untuk diisi hadiah oleh Santa,” ujarnya
“Ne. Aku juga melakukannya. Kau?”
“Aku juga. Tapi dengan celana.”
“Ne?”
“Kaus kaki terlalu kecil untuk ditaruh hadiah. jadi aku menggantung celana di sana dengan harapan hadiahku akan lebih besar.”
“Hahahhaa. Kau ini ada-ada saja.”
“Kau percaya adanya santa?” tanyanya
“Tidak. Tapi aku percaya kalau permohonan kita akan terkabul saat natal.”
“Nado.”
“Bagaimana kalau kita membuat permohonan sekarang?” tanyaku
Dia menghentikan langkahnya. Aku memejamkan mata dan membuat permohonan. “Santa, aku ingin kyuhyun bahagia.”

~Kyuhyun POV~
“Santa, aku ingin menemukan jalan terbaik dalam semuanya.”
Aku membuka mataku dan mulai melangkahkan kaki. Aku menengok ke arahnya. Kulihat dia tertidur. Aku tersenyum melihatnya dan menggendongnya sampai ke dorm. Kulihat leeteuk di depan pintu dorm
“Annyeong,” ujarku
“Dia kenapa?” tanya leeteuk
“Kakinya terkilir. Jadi aku menggendongnya sampai ke dorm. Dia malah tertidur.”
Leeteuk hanya mengangguk dan mengikutiku masuk setelah mengunci pintu dorm. Perlahan, aku merebahkannya di tempat tidurnya dan menyelimutinya. Leeteuk menutup pintunya
“Ada yang ingin kutanyakan padamu,” ujarnya
“Ne?”
“Apa kau tahu kalau dia seorang yeoja?”
Seketika aku terdiam
“Yunho hyung pulang ke rumah. Dan dia menceritakan semuanya padaku. Katanya, minho itu seorang yeoja. Apa itu benar?”

TBC

59 thoughts on “Infinitely Yours {Part 7}

  1. Ommo teukppa udah tau klo soo tu cewe…
    Apa teukppa akan menyebarkan ny?
    Atw diam ajah?
    Ada yg dgr pembicaraan Kyuppa dan teukppa gk?
    Dari asrama lain atau temen2 Kyuppa yg lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s