Infinitely Yours {Part 6}

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

Jeongmal gomawo chingudeul commentnya TT_TT~
Next part updated ^^~

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

~Leeteuk POV~
Aku mengusap tanganku sambil meminum segelas kopi. Hari ini musim gugur. Udara dingin menembus kulitku. Satu hal yang kusukai dari musim gugur hanyalah pemandangan romantis di Nami Island. Aku menengok ke arah Jeongsin School yang berada di sebelah sekolahku. Sebentar lagi musim dingin tiba. Dan di saat itu, aku akan mengajak Tae keluar asrama

———————————————

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kakiku bersama Chi dan Minho atau Sooyoung. Rambutnya mulai memanjang sebahu. Aku tersenyum melihatnya bermain bersama Chi. Berarti waktu yang tersisa hanya 11 bulan lagi. Di satu sisi, aku merasa aman jika ia berada di tempat seharusnya ia berada. Di sisi lain, aku akan merasa kehilangan yeoja ini. Semburat merah wajahnya karena udara musim gugur membuatnya terlihat sangat manis. Aku melihat ke arah dedaunan yang berjatuhan. Mengingatkanku pada eomma yang sangat menyukai musim ini. Seketika aku terdiam dan teringat pada eomma. Sudah lama aku tidak pergi ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kebetulan besok adalah hari minggu. Aku memutuskan pergi ke sana

~Siwon POV~
Hari ini adalah hari minggu. Aku terbangun di pagi hari dan sarapan bersama dengan appa dan eomma. Suasana sangat hening. Appa seperti memikirkan sebuah hal. Aku hanya melanjutkan sarapanku. Dia pasti memikirkan kyuhyun yang tidak pulang tiga bulan ke rumah sama sekali. Terakhir yang kudengar, kyuhyun mengembalikan semua fasilitas yang diberikan oleh appanya. Benar-benar hebat dan berani. Tapi bodoh. Kulihat appa berdiri dan meninggalkan ruangan
“Kau mau kemana yeobo?” tanya eomma
“Aku…ada urusan. Annyeong.”
Kulihat dia pergi begitu saja dengan mobilnya. Sedangkan eomma menggertutu sendiri
“Benar-benar aneh. Aku tidak percaya anak itu bisa membuatnya menjadi lemah.”
“Maksud eomma.. kyuhyun?” tanyaku
“Siapa lagi?”

~Kyuhyun appa POV~
Aku melangkahkan kakiku gusar ke depan nisan itu. Perlahan aku menaruh bunga krisan di atasnya. Aku membersihkan debu yang menutupi namanya
“Yeobo…”
Aku tak tahu apa aku masih pantas memanggilmu dengan sebutan itu. Aku telah gagal menjadi appa yang baik bagi anak kita. Bagi kyuhyun. Aku telah berdosa besar padamu…dan juga kyuhyun… Bahkan kyuhyun sendiri akhirnya mengetahui kebusukan appanya. Aku tidak tahu….bagaimana cara menebusnya

Flashback
Kesalahan pertamaku yang mengawali semuanya ialah jatuh cinta pada seorang yeoja di saat yang salah. Hari itu, aku minum bersamanya dan pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Aku ingat persis kejadian itu..
PLAK!
“Yeoja macam apa kau hah! Beraninya mabuk bersama seorang namja yang sudah menikah!”
“Yeobo! Apa-apaan kau! Kenapa kau menamparnya?!”
“Mianhae, saya hanya mengantar produser cho. Permisi,” ujar yeoja itu lalu pergi
“Apa-apaan dia!”
“Justru kau yang apa-apaan!” ujarku
“Yeobo.. jangan berisik! Bagaimana kalau kyuhyun mendengar suaramu!”
“Kau yang berisik!”
Aku memasuki kamarku dan membanting pintunya. Kudengar isakannya dari luar kamar. Sejujurnya rumah tangga kami baik-baik saja awalnya. hingga kebosanan itu datang. bosan, pada orang yang sama tanpa ada perubahan. sejak hari itu dia lebih banyak diam. Akupun tidak melakukan apa-apa karena terlalu naif rasanya. Hingga akhirnya dia mendatangiku dan berkata
“Kita masukkan kyuhyun ke asrama.”
“Ne?”
“Aku tidak ingin dia tumbuh dewasa dan melihat bagaimana kelakuan appanya yang sebenarnya, apalagi menirunya.”
“APA MAKSUDMU!”
“AKU TIDAK INGIN DIA MENJADI SESEORANG SEPERTIMU! AKU TIDAK INGIN DIA MELIHATMU PULANG BERSAMA YEOJA LAIN BERPAKAIAN MINI DAN KETAT DAN..”
PLAK! Untuk pertama kalinya seumur hidupku aku menamparnya
“Dan aku tidak ingin dia melihat appanya menampar eommanya.”
Dia pergi meninggalkan ruangan. Sedangkan aku hanya terdiam dan mengepalkan tanganku. Bagaimana bisa aku menamparnya?
Setelah itu, dia benar-benar memasukkan kyuhyun ke sekolah asrama. Dan rumah tangga kami benar-benar hancur. Hanya diam. Tidak ada percakapan sama sekali. Sangat membosankan. Dan hanya yeoja itulah yang membantuku keluar dari masalah, eomma dari choi siwon. setelah itu kesalahan kedua telah kubuat. Aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Tidak ada lagi kecocokkan. Dan kurasa sudah tidak ada artinya lagi kami mempertahankan ini semua. Apalagi dalam kesunyian. Dan di saat itu alasannya hanya satu : bagaimana dengan kyuhyun? Itu pula alasan yang kupikirkan. Bagaimana cara menceritakan semua hal ini pada anak itu? Kalau appa dan eommanya tidak saling mencintai. Dan bahkan sudah ada orang lain. Akhirnya dia meminta waktu sendiri untuk menjelaskan hal ini pada kyuhyun. Sehari sebelum hari itu terjadi, dia berkata padaku kalau dia ingin aku menjadikan kyuhyun seorang produser terkenal dan tetap mencintai kyuhyun sebagai anakku. Awalnya aku bingung tetapi aku hanya mengiyakannya saja. Sedangkan yeoja yang kucintai, eomma siwon terus memaksaku membawanya ke rumah. Akhirnya aku membawanya ke rumah bersama dengan siwon. Dan itu menjadi kesalahan ketiga yang kubuat. Pertengkaran hebat terjadi di sana. Hana, eomma kyuhyun mengira aku ingin segera menyingkirkannya. Dan di sanalah penyakit jantungnya kumat. Setelah itu ia meninggal dunia. Itu menjadi kesalahan keempat sekaligus terbesar yang pernah kuperbuat. Kyuhyun bukan lagi anak kecil yang bisa kubohongi. Dia tahu semuanya. Tanpa terkecuali. Dia sangat membenciku sebagai ‘penyebab kematian eommanya’. Dan aku hanya bisa menerima label itu. Tapi aku sudah berjanji pada Hana untuk tetap menjaganya sebagai anakku. Namun takdir berkata lain, kyuhyun justru menjauhiku dan bahkan tidak butuh bantuanku. Ia pun sangat membenci siwon dan eomma tirinya. Aku tidak bisa melakukan apapun. Meski dalam lubuk hatiku, jujur aku menyesal telah menyakitinya dan hana. Tapi semuanya sudah terlambat
Flashback End

“Untuk apa kau kesini?” tanya seseorang yang membuyarkan lamunanku
“Kyu…hyunie..”
“Kurasa semakin cepat kau pergi dari sini akan semakin baik. Setidaknya eomma tidak perlu melihatmu.”
“Kyu..”
“Karena aku yakin dia pasti sangat membencimu dan tidak ingin melihatmu. Sama seperti bagaimana aku membencimu dan tidak ingin melihatmu ada di sini.”
“Kau masih belum bisa memaafkanku?” tanyaku
“Apa kau perlu menanyakannya? Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memaafkanmu apalagi keluarga bahagia barumu itu.”
Kulihat dia menaruh bunga itu di atas nisan Hana kemudian pergi
“Kembalilah ke rumah,” ujarku
“Itu bukan rumahku. Rumahku ada di asrama kwanbon.”
Aku hanya menghela nafas melihatnya berlalu. Hana, bagaimana caraku menebusnya?

~Kyuhyun POV~
Aku menghela nafas dalam. Padahal aku sudah berjanji pada sooyoung atau minho untuk mencoba memaafkan appa. Tapi aku tidak bisa. Hati kecilku terus mengusikku untuk membencinya. Karena dia menyebabkan kematian eomma. Dia telah mengkhianati eomma. Dan juga aku. Eomma..apa aku telah bersalah dengan membencinya?

—————————————————————-

~Sooyoung POV~
Sebentar lagi pesta ulang tahun sekolah. Para siswa sibuk menyiapkan penampilan asrama. Tiga asrama akan bertanding dalam kompetisi itu. Dan asrama dua akan menampilkan konser ballad dengan penari latar.
“AH! Bagaimana kalau kita buat drama kecil! Sejenis MV di atas panggung,” ujar leeteuk
“YA! Mana mungkin bisa begitu! Kita tidak mungkin memasangkan namja dan namja di MV!” protes donghae
“NE!” ujar yang lain
“Kalian lupa? Kita punya minho!” ujar leeteuk
“Aku?”
“NE! Apa kalian tidak lihat? Wajahnya lebih cantik dibanding yeoja!”
“MWO? Apa-apaan ini!”
“Minhossi..jebal..” ujar semuanya dengan aegyeo
“Berhentilah menatapku seperti itu, kalian membuatku merinding.”
“Hahahahahhahahaha.”
“Berarti sudah diputuskan, minho akan menjadi yeojanya.”
“MWOYAAA!!!”
“Dan tidak ada protes,” ujar leeteuk
“Ini demi asrama! Apa kau tidak tertarik dengan hadiahnya? Masakan enak untuk setahun ditambah dessert,” jelas kris
“Ne, arra.”
“Dan namjanya…”
“Kyuhyun, Ryeowook, Yesung!” usul yang lain
“Ne?”
“KRY! KRY! KRY!”
“Arra, arra. Mari kita berjuang untuk makanan enak dan dessert!” ujar kris
“YEAAAA!!!!”

———————————————-

~Siwon POV~
“Kudengar, besok Kwanbon mengadakan pesta ulang tahun,” ujar appa
“ne.”
“Kau ikut serta?” tanya appa
“Ani. aku..tidak bisa bernyanyi,” bohongku
“A…kau kan bisa memanage,” ujar appa
Aku hanya tersenyum tipis
“Appa akan datang ke sana.”
“Ne?”
“Bukankah kau sibuk?” tanya eomma
“Biar bagaimanapun, aku kenal baik dengan lee sooman. Aku harus menghargai undangannya.”
Aku hanya menghela nafas. Dia pasti ingin melihat kyuhyun

~Yesung POV~
Hari ini adalah hari latihan. Beberapa siswa membuat dekorasi dan menjadi penari latar. beberapa sibuk dengan hal teknis. Sedangkan kami bertujuh sedang merencanakan konsepnya.
“kami, aku, kris, dan leeteuk sudah membuat plot,” ujar donghae
“Bagaimana?” tanyaku
“Lagunya berjudul Promise You,” ujar kris
“Dan kami sudah memilih bagian-bagian kalian bernyanyi”

kry“Arra.”
“Pertama kita mencari tokoh utamanya,” ujar donghae
“Ne?”
“Karena terlalu sulit memilih satu di antara kalian bertiga,” ujar kris
“Bagaimana caranya?” tanya ryeowook
“Begini, karena di adegan terakhir akan ada kata saranghae..”
Kulihat kris menarik minho
“Kami bertiga memutuskan akan mengambil tokoh utama dari antara kalian bertiga yang bisa mengatakan saranghae paling romantis,” ujar leeteuk
“MWOOO?!”
“Kau minta aku mengatakan ‘saranghae’ pada namja?” tanyaku
“YA! Dia kan akan menjadi yeoja di pentas nanti,” ujar kris
“Haish….”
“Mulai dari yesung.”
“MWO? Kenapa harus aku?”
“Karena kau paling banyak protes.”
“Ne, ne.”
Aku berdiri di depan minho. Entah kenapa rasanya aneh mengatakan saranghae di depan namja
“Saranghae.”
“Kurang romantis,” protes kris
“YA! Kalau romantis namanya aku homo!”
“Ini bukan masalah homo! Ini akting!” ujar leeteuk
“Ne. Saranghae,” ujarku sambil tersenyum
“Lanjut, ryeowook.”
Kulihat ryeowook melangkahkan kaki ke sana
“Saranghae,” ujarnya sambil tersenyum ceria
“YA! Kau seperti mengatakan saranghae pada anak TK!” ujar donghae
“YA! Kau sendiri coba lakukan!” protes ryeowook
“Masalahnya bukan aku pemerannya,” ujar donghae
“Saranghae. Jeong.mal.sa.rang.hae,” ujar ryeowook penuh penekanan
“Hahahahahahahahhaa,” minho tertawa
“Minho! Kau tidak boleh tertawa nanti,” ujar leeteuk
“Lanjut, kyuhyun,” ujar donghae

~Kyuhyun POV~
Aku berdiri di depannya. jujur bagaimana bisa aku mengatakan ini padanya? jelas-jelas aku tahu dia yeoja. haish…kenapa ini semua terasa sangat berat?
“Kyu ah?” tanya leeteuk
“Ah, ne.”
Ini hanya akting kyuhyun ingat. Hanya akting. jadi kau tidak perlu grogi di depannya. Perlahan aku meraih tangannya
“Saranghae.”
Semuanya diam. Kulihat donghae pun tercengang.”
“YA! Kalian semua kenapa?”
“Kau tahu, aku seperti menonton drama,” ujar yesung
“Kalau begitu diputuskan kyuhyun menjadi tokoh utamanya.”
“MWO?”

~Ryeowook POV~
Untunglah bukan aku pemerannya. Mana mungkin aku mengatakan itu di depan minho? Tetapi akting kyuhyun sangat bagus. Seolah-olah dia melihat minho sebagai yeoja. Haish. Apa yang kupikirkan. Tapi jelas-jelas dia menolah tiffany. Apa jangan-jangan dia memang… RYEOWOOK SADARLAH! Itu tidak mungkin.
“Jadi begini plotnya. Pertama-tama yesung berdiri di atas panggung dan bernyanyi bagiannya. Kemudian kyuhyun masuk sambil menggandeng tangan minho. sesekali kalian tertawa, duduk di kursi, berangkulan, mengusap kepala, terserah. penari latar akan membawa properti bertuliskan lirik dan gambar-gambar. Lalu di bait kedua, ceritanya kalian bertengkar dan berjauhan, setelah itu kau memberi mawar dan kalian baikan. dan kau mencium tangannya,” ujar kris
“Hahahahahahahahahahahahahahahaha,” aku dan yesung tertawa hingga sakit perut mendengarnya. Mereka berdua harus melakukan adegan itu? benar-benar lucu
“YA! berhenti tertawa. Aku serius!” ujar kris
“Membayangkan dua namja beradegan seperti drama…Hahahahahahahahhaa.”
“Haish..abaikan dua anak ini. Pokoknya kita ingat makanan enak setahun dan dessert,” ujar leeteuk
“Dan di bagian terakhir, semuanya meminggir, spotlight di mereka berdua. kyuhyun membuka kotak cincin dan bernyanyi Promise you kimiwo omotte bokuwa ikuruyo tsunagatte iru kokoroto kokorokara. Promise you tsunataetainowa tada aishiteru. Chikauyo eien no kakera o, sambil memasangkan cincin. Dan closingnya
“Chukauyo eien no kakera o, kissing,” ujar donghae
“Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaahhahahahaha.”
“YA! Apa perlu tertawa sepuas itu!” ujar kyuhyun
“Apa adegan kissingnya tidak bisa dihilangkan?!” protes minho
“ya..kalian bisa berpura-pura di balik payung atau apapun. yang jelas begitu plotnya. Hwaiting!!!”

—————————————-

~Shindong POV~
Hari ini adalah hari pertandingan antar asrama.  Semuanya didesain megah dan luar biasa. Spotlight,  panggung, dan bahkan sound systemnya sempurna. Tetapi asrama kami sedang frustasi karena terancam kalah.
“Bagaimana ini ketua?”
Aku hanya bisa menepuk jidatku
“Kudengar asrama dua akan membuat MV di atas panggung.”
“MV di atas panggung?”
“Ne, semacam drama musikal begitu jadinya.”
“Hm..”
“Dan kudengar peran ‘yeoja’ nya jatuh ke tangan minho.”
“Pasti mereka menang.”
“Diamlah!” ujarku
“Lalu kita harus apa ketua? hadiahnya…dessert dan makanan enak setahun.”
“Begini! Aku ada ide!”
“Ne?”
“Kita hancurkan namja itu di atas panggung.”
“Caranya?”

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihat diriku di cermin dengan wig dan make up. Sudah lama aku tidak berpenampilan seperti ini
“Neomu yeppo,” ujar eunhyuk
“YA! Apa kau sudah menyimpang?” tanya donghae
“YA! Aku kan hanya memuji!”
Aku hanya bisa menggeleng mendengar dua orang itu
“Aku pergi ke ruang ganti dulu,” ujarku
“Arra.”
Aku pergi ke ruang ganti dan mengganti pakaianku. Tiba-tiba kulihat pakaianku diambil
“YAA!!!”
Gawat…bagaimana ini… Aku membuka cellphoneku. Tidak ada sinyal. Eottokhe… Aku melihat ke pakaian di sekitarku. Hanya ada sebuah rok putih panjang dan sebuah pita. Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah ide. Kurasa…ada cara lain

~Kyuhyun POV~
“Minho eodiyo? 5 menit lagi kita harus tampil,”ujarku pada donghae dan eunhyuk
“Dia belum ke tempatmu? Dia sudah pergi ke ruang ganti daritadi,” ujar donghae
“Ne?”
“Minho hadir!” ujarnya
Aku tercengang melihatnya. Dia mengenakan sebuah terusan pendek berwarna putih dengan pita berarna hitam sebagai ikat pinggang
“Kapan kau membeli terusan itu? Bukankah terusannya…”
“Ceritanya panjang. Ppali!” ujarnya sambil menarik tanganku. Aku memandang terusan itu bingung
“Memang pakaianmu ke mana?” tanyaku
“Pakaianku dicuri.”
“MWO?”
“Dan ini adalah rok panjang yang dijadikan terusan.”
“NE?”
“Tapi aku senang karena ini terlihat seperti terusan. Berarti aku berhasil.”
Aku menggelengkan kepala. Dia benar-benar kreatif atau lebih tepatnya terlalu kreatif. Spotlight mulai diarahkan ke yesung
“Kita tepat waktu,” ujarnya
Aku mengangguk
“Promise you… Promise you…”
“Kawaranai nanikao sinagara.Kawatte iku kisetsuwo aruita.Kimito itsudemo tewo tsunaginagara kitanda(While seeking unchanged things, we’ve walked in the changing seasons. Always we came along together holding our hands.)” Aku menggenggam tangannya memasuki panggung. Kudengar banyak orang berteriak.
“Tesaguride susunde kita hibimo.Kimiga itukara mayowazuni koreta teda.Tsuyoku ireta donnatokimo(I could passed the days I wasn’t sure without losing a way thanks for you,and I could stay strong anytime.)” Aku melepas jasku untuknya. Kulihat dia tersenyum
“Korekara arayuru.Keshikiga kawatta toshitemo.Bokurawa konomamade iyou(Even though much scenery might be changed in our future, we won’t be changed).” Penari latar adalah leeteuk yang memakai baju yeoja dan menggendong boneka bayi dan eunhyuk di sebelahnya yang mengelus-elus bayi itu. Sejujurnya aku ingin tertawa melihatnya.
“Promise you kimiwo omotte bokuwa ikuruyo.Tsunagatte iru kokoroto kokorokara (Promise you. I will live thinking of you. We are the one from heart to heart.)
“Promise you tsunataetainowa (promise you. what i want to tell is just)
“Tada aishiteru(i love you)
“Chikauyo eien no kakera o (i will promise the piece of eternity)
“We’ve had many little quarrels. We also had some days apart each other.But each time, it reminded me that I need you. When you have difficulties, I want to be the first man who gives you a hand. Let me stay beside you.” Aku berjalan menjauhinya. Penari latar mulai muncul lagi. Kali ini donghae dan kris sebagai cupid yang membujuk untuk berdamai
“Even if we repeat parting or encounter, let’s stay next to one another.” Aku berjalan ke arahnya dan meraih tangannya
“Promise You. I want to protect you in my whole life, my heart is being full of love. Promise You, what I want to send you is just “I love you” with never changed love.”
“If tomorrow is covered with darkness and there is no way.” penari latar membentangkan kain hitam
“you need not to be afraid. Unless you leave my hand,we can go anywhere.” aku mulai mengeluarkan kotak cincin itu dan berlutut di depannya
“Promise you. I will live thinking of you. We are the one from heart to heart. Promise You. What I want to tell is just “I love you”. I will promise the piece of eternity.” Aku memasangkan cincin itu di jari manisnya. Kudengar para penonton bersorak
“I will promise the piece of eternity.” entah kenapa jantungku berdetak keras. Aku mendekatkan wajahku padanya tiba-tiba kurasakan donghae mendorongku dan kris mendorongnya. Para penonton bersorak sangat keras. Sedangkan kami berdua hanya diam. Aku…menciumnya

————————————————————-

~Sooyoung POV~
“Haahhahahahahahahahahahahahahahaa,” semua anak tertawa di belakang panggung
Sedangkan aku hanya bisa pura-pura ikut tertawa. Padahal sebenarnya aku sangat bingung sekarang. First kissku jatuh di atas panggung. Di drama. dengan orang yang bahkan tidak tahu kalau aku ini yeoja. benar-benar menyedihkan. bagaimana bisa first kiss ku berakhir seperti ini? benar-benar tragis… tapi entah kenapa jantungku berdetak keras. Hati kecilku pun berkata sebaliknya dari pikiranku.
“Minho!  Kalau saja kau berdandan seperti itu, kurasa semua orang akan menganggapmu yeoja,” ujar donghae
Aku hanya tersenyum
“bagaimana pakaianmu bisa hilang?” tanya eunhyuk
“Dicuri seseorang.”
“Seseorang?”
Aku mengangguk
“tangannya cukup besar dan…”
“Aku tahu!” ujar donghae
“Ne?”
“Shindong.”
“YA! Kau tidak bisa menuduh tanpa bukti!”
“Tapi ya sudahlah tidak masalah. yang penting bisa berlangsung dengan baik,” ujar leeteuk
“Ne.”
“Tapi…minho,” ujar donghae
“Ne?”
“aku heran dengan satu hal,” ujarnya
“ne?”
“Bahkan kakimu seperti kaki yeoja.”
“YA! Apa-apaan kau melihat kaki orang?! Benar-benar menyeramkan!” ujar eunhyuk
“Aku kan hanya berkomentar!”
“Hahahahahhaa donghae!!”

~Siwon POV~
Aku hanya bisa memandang mereka dari kursi penonton di sebelah appa. Kulihat appa tersenyum melihat namja itu di atas panggung
“Apa itu yeoja?” tanya appa
“Ani. Itu..minho,” ujarku
“Minho?”
“Ne. roomatenya kyuhyun.”
Appa tersenyum kecil dan mengangguk
“mereka dekat?” tanya appa
“Molla.”

~Kyuhyun POV~
Haish..benar-benar aneh. Bagaimana bisa aku mencium seorang yeoja yang masih mengira kalau aku tidak tahu dia yeoja. Aku mengusap wajahku frustasi. Dia pasti berpikir macam-macam sekarang. Haish..ini semua karena anak-anak yang tidak tahu apa-apa. setelah ini dia pasti akan mengubah sikapnya lagi. entah kenapa jantungku berdetak keras mengingatnya. first kiss ku jatuh pada seorang yeoja yang mengira aku tidak tahu apa-apa.

TBC

54 thoughts on “Infinitely Yours {Part 6}

  1. Sumpah lucu pada ngerjain Kyuppa dan soo..
    Tu haeppa dan kris jahil amat..
    Dorong Kyuppa dan soo..
    Soo blm tau klo Kyuppa udah tau dy sebenarnya cewe..
    Udah mulai ada rasa neh Kyuppa dan soo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s