Infinitely Yours {Part 5}

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

Jeongmal gomawo chingudeul commentnya TT_TT~
Next part updated ^^~

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

~Kyuhyun POV~
BRUK! Kudengar pintu dibuka keras. Aku menengok ke arahnya. Kulihat dia tersenyum bahagia
“AKU TIDAK JADI PULANG KE AMERIKA!!!” ujarnya
“Chukkhae,” ujarku
“YA! Kau tidak senang mendengarnya?” tanyanya
“Aku senang mendengarnya.”
“Benar-benar tidak punya ekspresi.”
Aku hanya tersenyum mendengarnya dan membaca  bukuku. Sejujurnya aku sudah menduga dia tidak jadi pindah.
“Tapi aku heran. Kenapa oppaku…”
Aku menengok ke arahnya
“Maksudku…yeodongsaengku berkata kalau dia mengizinkan oppanya di sini.”
“Molla.”
“Dia bilang ini berkat seseorang,” ujarnya
“Mungkin…. yeoja yang kemarin?”
“Maksudmu yuri eo… ani. Maksudmu Yuri?” tanyanya
“Mungkin. Apa dia yeojachingumu?” tanyaku bodoh
“Yuri adalah yeojachingu Choi Minho,” ujarnya
Aku menahan tawa mendengarnya. Bahkan kau menegaskan kalau yeoja itu adalah yeojachingunya oppamu.

—————————————-

~Sooyoung POV~
Sejujurnya aku masih heran dengan maksud perkataan oppa. Sudahlah. Tidak usah mempedulikannya.  Aku melangkahkan kakiku ke taman sekolah. Aku duduk di sana, memandang ke pemandangan musim panas yang hampir berganti menjadi musim gugur. Udara hangat dan sangat indah. Tiba-tiba kudengar seseorang berkata di belakangku
“Udaranya nyaman.”
Aku menengok ke belakang. Kulihat siwon di sana. Tak lama kemudian dia duduk di sebelahku. Entah apa yang harus kulakukan sekarang
“Kau membenciku?” tanyanya
“Ne?”
“Bukankah kau teman kyuhyun? Bahkan kau roomate nya.”
“Kenapa aku harus membencimu?”
Kulihat dia tersenyum tipis
“Kyuhyun sangat mahir memprovokasi orang lain.”
“Ne?”
“Dia bertindak seolah-olah akulah orang terjahat di sini. Padahal…”
“Padahal?”
“Apa kau marah jika orang tuamu dijelek-jelekkan seseorang?” tanyanya
“Tentu saja. Kalau perlu kubuat orang itu menyesal.”
Kulihat dia menggeleng
“Soal ini. Kau pasti tidak tahu kan?”
“Ne?”
“Kyuhyun tidak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya padamu.”
“Apa maksudmu?” tanyaku
“Kau tahu, tidak ada penjahat yang mengaku dirinya penjahat.”
“Aku tidak mengerti.”
“Kyuhyun bercerita pada semua orang seolah-olah eommaku merebut appanya, menyebabkan kematian eommanya, dan bahkan menjauhkan appa darinya. Padahal kau tahu. Sebenarnya tidak semuanya itu benar.”
Aku terdiam mendengarnya
“Eommaku bertemu dengan appanya sebelum eommanya. Bisa dibilang eommaku adalah cinta pertama appanya. Dan kau tahu, semua orang bilang cinta pertama itu sangat sulit dilupakan. Appanya menikah dengan eommanya karena dijodohkan. Setelah itu pernikahan mereka tidak berjalan baik. Mungkin bisa dibilang mereka bersandiwara di depan kyuhyun agar dia tidak tahu tentang ketidakharmonisan itu. Mereka sering bertengkar di belakang namja itu. Hingga suatu hari, eommaku bertemu dengan appanya di sebuah pesta dan cinta mereka pun muncul lagi. Aku pun menyetujuinya. Setelah eomma kyuhyun meninggal, appanya menikah dengan eommaku. Bukan berarti aku membela eommaku karena dia adalah eommaku. Tapi.. kau tahu terkadang jika seseorang sudah jatuh cinta, mereka seringkali kehilangan akal sehat. Padahal…eomma sangat ingin dekat dengannya tapi dia malah terus menghina eomma. Dan appa. Kurasa tidak sepantasnya dia membencinya”
Aku hanya diam mendengarnya. Entah kenapa aku tidak terlalu mempercayainya. Tapi di satu sisi, namja inilah yang membuatku masuk ke Kwanbon haggyo.
“Kenapa kau berhenti dari dunia entertaint?” tanyaku
“Karena itu bukan duniaku.”
“Setelah bertahun-tahun di sana dan terkenal, kau bilang itu bukan duniamu?”
“Kau tidak dapat menjamin masa depanmu dengan dunia itu.”
“Karena kecelakaan itu?”
“Minhossi, tidak semua hal bisa kuceritakan padamu.”
Kulihat dia tersenyum dan meninggalkanku. Aku terdiam melihatnya. Jadi sekarang ceritanya ada dua versi. Aku berpikir keras.
Versi kyuhyun : Eomma dan appanya harmonis hingga eomma siwon datang dan menghancurkan semuanya. Kemudian eomma dan appanya mengirimnya ke asrama untuk menyembunyikan ini semua. Hingga akhirnya eommanya meninggal karena perselingkuhan ini. Appa kyuhyun dan eomma siwon segera menikah setelah kematiannya meski tanpa kehadiran kyuhyun di sana. Dan kini appanya tidak mempedulikannya
Versi siwon : Eommanya adalah cinta pertama appa kyuhyun. Sejak awal, appa dan eomma kyuhyun menikah tanpa cinta. Mereka pun menyembunyikan ketidakharmonisan itu dari kyuhyun sehingga yang kyuhyun tahu, mereka baik-baik saja. Setelah itu, eomma siwon dan appa kyuhyun kembali dipertemukan dan saling jatuh cinta. Eomma kyuhyun meninggal memang karena penyakitnya. Lalu kyuhyun menolak pernikahan ini. Padahal, eomma siwon ingin dekat dengan kyuhyun
Benar-benar rumit. Jadi cerita siapa yang harus kupercaya? Tunggu dulu, kalau digabungkan berarti…
Eomma siwon adalah cinta pertama appa kyuhyun. Mereka terpisah. Kemudian appa kyuhyun menikah dengan eomma kyuhyun. Tapi pernikahan mereka tidak berjalan baik. Untuk menutupi hal itu, mereka terkesan baik-baik saja hanya di depan kyuhyun. Mereka mengirim kyuhyun ke asrama agar dia tidak tahu. Kemudian, appa kyuhyun dipertemukan kembali dengan eomma siwon dan saling jatuh cinta. Eommanya meninggal karena sakit. Tapi kyuhyun salah sangka dan mengira eommanya meninggal karena serangan jantung yang disebabkan oleh perselingkuhan ini. Ia pun menyangka eomma siwon adalah dalang di balik semua ini karena yang dia tahu, keluarganya baik-baik saja. Setelah itu appa kyuhyun dan eomma siwon menikah. Kyuhyun jelas menolak pernikahan ini karena dia mengira rumah tangga orang tuanya retak karena eomma siwon. Padahal sebenarnya, rumah tangga mereka memang tidak baik dari awal. Kyuhyun pun membalas eomma siwon dan siwon dengan cara diplomasi. Appa kyuhyun pun marah karena kyuhyun memojokkan siwon. Padahal, eomma siwon ingin dekat dengan kyuhyun.Haish..ini semua benar-benar rumit. Tapi terlepas ceritanya benar atau tidak, kurasa…siwon benar. Setidaknya dia harus menjaga perasaan appanya

———————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku terdiam di kamarku, menatap ke arah langit-langit. Aku tidak bisa tidur. Entah kenapa aku merasa senang dia tidak jadi pulang ke Amerika. Aku sendiri heran. Kenapa aku berjanji pada oppanya untuk menjaganya? Benar-benar aneh
“Kau sudah tidur?” tanyanya
“Belum.”
Aku menengok ke arahnya
“Apa aku boleh mengatakan satu hal?” tanyanya
“Ne. Katakan saja”
“Kurasa tidak baik memperlakukan appamu seperti itu.”
“Apa maksudmu?”
“Maksudku.. biar bagaimanapun juga dia..”
“Dia bukan appaku. Dia adalah penyebab kematian eomma.”
“Setelah kau menyesal karena kehilangan eommamu, kau juga mau menyesal karena kehilangan appamu?” tanyanya
“Kalaupun dia meninggal, itu bukan urusanku.”
“bagaimana bisa kau berkata seperti itu tentang appamu?”
“SUDAH KUBILANG SEJAK DIA MENJADI PENYEBAB KEMATIAN EOMMAKU DIA BUKAN APPAKU.”
Seketika aku terdiam. Bagaimana bisa aku membentak seorang yeoja..
“Mianhae minhossi. Tapi kumohon jangan ikut campur dalam urusan ini.”
Aku menutup diriku dengan selimut. Entah kenapa perkataannya terngiang dalam benakku. Soal penyesalan

~Siwon POV~
Aku terdiam di kamarku. Entah kenapa perasaanku terus mengusikku. Bagaimana bisa aku berbohong pada minho. Aku sendiri tidak mengerti. Padahal..jelas-jelas aku tahu semua kejadian..yang bahkan tidak diketahui kyuhyun

Flashback
“Annyeonghaseyo, silakan masuk,” ujar cho ahjeossi padaku
Aku memandang isi rumah ini. Benar-benar hebat dan megah. Ini seperti istana dan..
“Annyeonghaseyo,” ujar seorang ahjumma bermata teduh padaku
“Annyeonghaseyo,” ujar eomma
“Annyeonghaseyo, ahjumma,”
“Wah, kau anak yang pintar dan tampan,” ujar ahjumma itu
“Ayo kita makan,” ujar cho ahjeossi
kami berempat makan di ruang makan. Aku menengok ke arah bingkai foto itu. Di sana ada foto seorang namja dan ahjeossi ahjumma.
“Apa ahjeossi punya seorang putra?” tanyaku
“Ah, ne. Dia berumur 14 tahun.”
“berarti sama dengan siwon,”ujar eomma
“wah, sayang sekali. Seharusnya dia di sini.”
“Memangnya dia dimana?” tanyaku
“Dia sedang kursus khusus untuk ujian Kwanbon Haggyo.”
“Wah, dia pasti sangat pintar.”
Aku hanya mendengarkannya saja. Hari itu kami mengorbol tentang banyak hal. Ahjeossi adalah orang yang sangat baik. Di perjalann pulang, kulihat eomma hanya diam dan tampak berpikir keras
“Eomma kenapa?” tanyaku
“Siwonie.”
“ne?”
“Apa kau…menyukai cho ahjeossi.”
“Ne!”
“Apa kau…mau membantu eomma.”
“Membantu apa?”
“Apa kau bersedia masuk ke Kwanbon? Demi eomma?”
“Ne?”
Malam itu aku masih bertanya-tanya dengan maksud perkataan eomma. Keesokan harinya aku pergi ke Amerika untuk konser. Tapi di perjalanan, aku justru mengalami kecelakaan hingga konserku dibatalkan. Jujur, aku sangat kecewa. Bahkan kudengar suara ribut di luar ruang inap. Itu adalah managerku dan eomma. Mereka memperdebatkan soal kerugian konser karena kecelakaanku. Hingga yang terakhir kudengar, cho ahjeossi membantu eomma dan membayar kerugian itu. Dia sangat baik. Hingga setelah seminggu dirawat inap, kondisiku mulai baik dan suaraku kembali terdengar. Tiba-tiba eomma melarangku berlatih bernyanyi
“Waeyo eomma?” tanyaku yang masih tidak tahu apa-apa
“siwonie, apa kau menyayangi eomma?”
“Ne eomma.”
“Kalau begitu..apa kau bersedia….mundur dari dunia entertaint?”
“Ne?”
“Dan…apa kau bersedia…tidak bernyanyi lagi?”
“NE?”
“Demi eomma..”
“Tapi…kenapa eomma?”
“Kau akan mengertinya saat dewasa.”
Dan itulah yang kumengerti sekarang, kalau tujuannya adalah mencari simpati cho ahjeossi
“Dia benar-benar terluka. Bahkan suaranya pun hilang,” ujar eomma yang kuingat
“Siwonie..dengarkan ahjeossi. Kalau satu mimpimu hilang, kau bisa mencari mimpi lain.”
“Tapi…mimpiku hanya menjadi penyanyi terkenal.”
“Kalau begitu…apa yang bisa ahjeossi lakukan agar kau tersenyum?” tanyanya
“Aku mau ke Lotte World,” hanya itu jawaban sederhana yang kuberikan
tapi aku tidak pernah berpikir hal itu akan berkepanjangan. Eomma dan ahjeossi sering pergi bersama. Tak jarang kudengar makian yang didengar eomma lewat telepon. Setiap kali aku bertanya, dia selalu menjawab ini demi kebaikan kita semua dan appa kandungku. Aku tidak mengerti apa maksudnya tapi aku hanya mengiyakannya karena aku menyayangi eomma. Bulan demi bulan berlalu. Akhirnya aku diterima di Kwanbon. Akupun menemukan namja bernama Cho Kyuhyun yang ternyata anak cho ahjeossi. Entah kenapa aku tidak menyukai namja itu. Hari pertamaku di Kwanbon tidak baik. Mereka semua mempertanyakan alasanku masuk ke sana. Semua orang yang berada di Kwanbon sangat bertalenta. Setidaknya mereka semua bisa bernyanyi. Sedangkan aku? Yang mereka ketahui aku adalah seorang pengecut yang mundur dari dunia hiburan karena kehilangan suara emasku. Aku hanya bisa akting, begitu pikirnya. Sedangkan cho kyuhyun menjadi anak emas di antara mereka semua. Dia pintar dalam pelajaran, olahraga, dan bahkan dunia entertaint. Bernyanyi, modelling, akting. Marga Cho seolah menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Dan aku hanya bisa menghela nafas. Karena tidak tahan dengan pengasingan yang mereka berikan, aku kembali ke rumah. Aku tidak mau kembali ke sana. Hingga akhirnya aku mendengar kabar kalau eomma memiliki hubungan khusus dengan cho ahjeossi. Aku jelas menolaknya hingga akhirnya aku tahu kalau ia tidak mencintai cho ahjeossi. Ia melakukan semua ini demi appa. Appa dan cho ahjeossi awalnya bersahabat, mereka bahkan membangun perusahaan bersama-sama. Saat itu cho ahjeossi masih hidup sulit dan appa memodalkan perusahaan itu 90%. Hingga akhirnya cho kyuhyun lahir dan merusak semuanya. Setelah kelahirannya, appa dan cho ahjeossi sering bertengkar karena royalti appa lebih besar. cho ahjeossi ingin royaltinya sama besar karena dia bekerja lebih banyak dan ia harus menyiapkan masa depan cho kyuhyun. Appa menolak karena modalnya jelas lebih besar daripada cho ahjeossi. cho ahjeossi keluar dari perusahaan untuk membangun perusahaan baru. Sepeninggalnya dia, perusahaan appa berantakan dan akhirnya bangkrut. Tapi cho ahjeossi justru menikmati itu semua dan tidak mau tahu dengan appa. Bahkan saat keadaan keluarga kami sangat susah, dia tidak membantu kami. appa meninggal dan berpesan pada eomma untuk membalas namsong itu. Menghancurkan cho corp dan cho kyuhyun. Setelah mengetahui kenyataan itu, aku sangat membenci cho kyuhyun. Aku bertekad akan mewujudkan keinginan appa. Apapun caranya. Hingga akhirnya, cho ahjumma meninggal karena shock dengan pernyataan cho ahjeossi untuk berpisah karena mereka sudah tidak saling mempercayai. Cho kyuhyun yang mengetahui hal itu menolaknya habis-habisan. Bahkan sampai tidak datang ke pesta pernikahan appa dan eomma.
Flashback End

Aku mengusap wajahku mengingat semua hal itu. Aku harus kuat demi appa. Seketika aku tersadar. Aku tahu alasan mengapa aku membohongi minho. Karena bagaimanapun…aku butuh seorang teman di sekolah ini.

————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku terdiam dan menghela nafas. Sejak kejadian kemarin, dia mendiamkanku. Apa aku terlalu ikut campur?  Haish..kenapa kisah cinta ini sangat rumit. Meski aku masih mempertanyakan kebenarannya, tetap saja kalau ceritanya disatukan menjadi padu. Di satu sisi, aku masuk ke sini untuk mengembalikan siwon ke dunia entertaint. Tapi setelah di sini,aku justru merasa harus menjaga perasaan kyuhyun. Haish…apa-apaan ini. Kenapa aku merasa serba salah begini? Kenapa aku merasa sangat khawatir pada kyuhyun? sebenarnya tujuanku di sini menjadi tidak jelas.

~Kyuhyun POV~
Entah kenapa aku merasa serba salah mendiamkannya seperti ini. Tapi jujur, aku merasa kesal melihatnya membela choi siwon. Aku mengusap wajahku.
“Waegeurae?” tanya kris
“Ne?”
“Kau selalu mengusap wajahmu saat dalam masalah.”
“Kris.”
“Ne?”
“Apa kau pernah merasa kesal melihat seseorang yeoja membela namja lain?”
“Ne?”
“Aku hanya bertanya.”
“Nuguya?” tanyanya
“Bukan aku…aku..hanya bertanya. Karena..di banyak drama seperti itu,” bohongku
“Hahahahhahahaa alasan macam apa itu!”
“YA! Aku serius.”
“Itu berarti kau cemburu karena kau menyukainya.”
“NE?”
“Hahahaha kenapa kau kaget? Bukankah itu wajar?”
Aku memikirkan kata-kata itu : Aku cemburu dan..menyukainya?

———————————————-

~Sooyoung POV~
Krek…kulihat pintu terbuka. Dia masuk ke kamar dan mengambil bantalnya
“Kau mau tidur dimana?” tanyaku
“Di kamar kris dan leeteuk.”
“Kau marah padaku?”
“ani,” ujarnya
“Lalu kenapa kau pindah?” tanyaku
“Karena kau menggangguku,” ujarnya lalu menutup pintu
Kulihat air mata menetes dari mataku. Apa-apaan ini. Kenapa aku merasa terluka mendengarnya mengatakan kalau aku mengganggunya? Apa aku memang terlalu ikut campur dalam masalahnya?

~Kyuhyun POV~
Aku menghentikan langkahku. Entah kenapa aku jadi merasa bersalah padanya. Aku melangkahkan kaki kembali ke kamarku. Kulihat dia menghapus air matanya
“Kau…menangis?” tanyaku
“ANI! Mana mungkin!”
Aku menghela nafas dan menaruh bantalku. Babo kyuhyun. Ingat, dia itu yeoja. Dan perasaannya sangat fragile.
“Mianhae,” ujarku
“Kau tidak salah. memang aku yang salah karena terlalu ikut campur dan mengganggumu.”
“Ani….aku…”
“Aku hanya ingin hubunganmu lebih baik. Itu saja.”
“Uljima…”
Aku berlutut di depannya. Aku benar-benar tidak bisa melihat seorang yeoja menangis. Apalagi aku sudah berjanji pada oppanya untuk menjaganya
“Begini. Aku..baiklah, aku berjanji akan mempebaiki hubunganku dengan appa. Tapi bukan sekarang, arra?”
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk
“Damai?” tanyaku sambil memberi kelingking
“Damai.”

TBC

62 thoughts on “Infinitely Yours {Part 5}

  1. sejahat iru kah keluarga choi dimata siwon dan mamanya
    sadis bnget sih sampe segitunya pengne balas dendam
    kyuppa keep strong ne, all is well

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s