Infinitely Yours {Part 4}

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

Part 1 | Part 2 | Part 3

~Sooyoung POV~
Perlahan aku mengerjapkan mataku. Tempat ini gelap. Seketika aku terbangun dari tidurku. Kurasakan wajahku sangat perih dan kakiku luka. Apa terjadi sesuatu. Tuhan..kumohon katakan tidak. Tiba-tiba kurasakan tanganku dipegang seseorang. Aku menengok ke samping. Kulihat kyuhyun di sebelahku, memegang tanganku. Dan yang lain tertidur di lantai. Aku menghela nafas. Syukurlah aku selamat.
“Kau sudah sadar?” tanyanya
“A…”
“Dasar babo! Bagaimana bisa kau pergi sendirian dengan orang seperti itu! Kau membuatku panik. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu!”
“Mi..mianhae..”
“Mianhae? Kalau tadi yunho hyung berbuat macam-macam padamu dan kalau saja aku tidak datang tepat waktu. Bagaimana nasibmu sekarang hah? Apa mianhae bisa mengembalikan semuanya?!”
“Kenapa kau jadi marah padaku?”
“Karena kau selalu membahayakan dirimu.”
“Selalu? Memangnya apa saja! Coba sebutkan!”
“Kau…. Haish.. pokoknya lain kali jangan pergi tanpa pengawasan siapapun. Arraseo?”
Seketika aku terdiam dan memikirkan sebuah hal.Apa kyuhyun tahu kalau aku yeoja? Tapi tidak mungkin menanyakannya secara langsung. Kurasa aku punya ide untuk membuatnya berbicara
~Kyuhyun POV~
“Lagipula aku ini namja! Aku bisa menjaga diriku sendiri,” ujarnya
Aku menghela nafas. Jelas-jelas aku tahu kalau kau yeoja. Tapi aku tidak mungkin mengatakannya.
“Tapi tetap saja. Kau itu tidak bisa berkelahi. Orang seperti yunho hyung saja bisa mengalahkanmu.”
“Mwo?”
“Sudahlah. Pokoknya jangan pergi lagi. Kau membuatku khawatir. Dan satu lagi. Kenapa kau mendiamkanku berhari-hari? Kejadian kemarin itu ulah kris, leeteuk, dan yesung. Bukan aku. Arra?”
“Ne. Mianhae dan…gomawo,” ujarnya
“Ne.”

————————————–

~Siwon POV~
Aku memandang pemandangan di depan mataku. Benar-benar indah. Aku sedang berada di Jeju bersama appa tiriku dan eommaku. Sekarang kami sedang menikmati sarapan di hotel. Tiba-tiba kudengar eomma berkata
“Sayang sekali kyuhyun tidak bisa ikut dan malah pergi bersama teman-temannya ke perkampungan pantai. Seharusnya dia di sini dan melihat pulau jeju.”
“Baginya teman-temannya kan lebih penting dibanding keluarganya,” ujar appa
Aku hanya menghela nafas dan melanjutkan makan. Mendengar namanya saja membuatku kesal.
~Sooyoung POV~
DUAR! Petasan kembang api meledak di angkasa. Aku tersenyum melihatnya. Benar-benar indah. Langit malam yang gelap kini berwarna-warni oleh kembang api itu. Kami semua sedang duduk di tepi pantai sambil melihatnya. Tiba-tiba kudengar Leeteuk memiliki ide
“Bagaimana kita main truth or dare!”
“Setuju!” ujar Kris
“YA! Aku kapok bermain denganmu,” ujar ryeowook
“Ayolah wookie, bukankah ini menyenangkan? Kebetulan ada minho, anggota baru! Bagaimana?” tanya yesung
“Baiklah.”
Kami mulai membentuk lingkaran. Yesung mengambil sebuah ranting dan melemparnya. Yang kena adalah leeteuk
“Truth, karena kalau dare yesung akan mengerjaiku habis-habisan,” ujarnya
“Hm…”
“Kalau disuruh memilih kang sora atau taeyeon, kau pilih siapa?”
“YA! Kenapa kau menanyakan pertanyaan seperti itu!”
“Karena aku penasaran!” ujar yesung
“Siapa kang sora?” tanyaku pada ryeowook
“Mantannya.”
Aku mengangguk mengerti
“Taeyeon,” ujar leeteuk
“Wae?”
“Karena tae lebih setia padaku,” ujarnya
“Baik sekarang giliranku!” ujar leeteuk
Ranting itu menunjukku
“Truth,” ujarku
“Kenapa kau masuk ke Kwanbon haggyo?” tanya kyuhyun
“ne?”
“Oh iya. Kami belum pernah mendengar hal itu,” ujar leeteuk
Seketika aku terdiam. Aku sendiri bingung bagaimana cara menjelaskannya. Tapi kalau alasanku masuk ke sini…memang hanya ini..
“Aku…berhutang budi pada seseorang,” ujarku
“Berhutang budi?” tanya kris
“Ne. Dulu, di Amerika aku sangat terasing karena berbeda. Dan seseorang yang berada di Kwanbon Haggyo membangkitkan semangatku. Namun tanpa ia sadari, semangatnya sendirilah yang hilang. Jadi aku masuk ke sini untuk membalas budi itu. Dia pernah membuatku keluar dari keterasinganku dan kini… aku akan mengembalikannya yang dulu.”
~Kyuhyun POV~
Aku terdiam sejenak mendengar ceritanya. Entah kenapa sepertinya aku tahu siapa orang itu. Melihat caranya membelanya di saat semua orang menjauhinya. Entah kenapa aku merasa orang itu adalah siwon. Tapi kalau itu benar.. bagaimana bisa dia nekat masuk ke sekolah khusus namja hanya untuk seorang siwon yang bahkan tak layak untuk dibela. Kulihat ranting itu menunjukku
“Truth.”
“Katakan dengan keras siapa nama yeoja yang kau sukai,” ujar ryeowook
“MWO?”
“NE! Aku setuju! Kau bahkan menolak seseorang seperti tiffany! Sebenarnya siapa yeoja yang kau sukai?” tanya leetuk
“NUGU!” ujar kris
“YA! Kenapa kalian menyerangku ramai-ramai!”
“Karena kami penasaran!” ujar mereka semua
“Tidak ada,” ujarku
“YA! Mana bisa begitu!” ujar eunhyuk
“Kenapa kau tidak mau mengatakannya pada kami?” tanya yesung
“YA! Memang belum ada yeoja yang kusukai!” ujarku
“Kalau dia tidak mau menjawabnya baiklah. Kita ganti jadi dare,” ujar donghae
“YA! Bagaimana bisa kalian mengubahnya?”
“Karena kau tidak mau mengatakannya,” ujar kris
“Aku bukan tidak mau mengatakannya. Tapi memang jujur belum ada.”
“Kalau begitu dare!” ujar mereka
“Ne, ne. Baiklah. Apa?”
“Cium Minho!” ujar kris
“MWO?!” ujarku dan dia bersamaan. Mana mungkin aku mencium seorang yeoja. Apa dia gila?
“YA! Kau pikir aku homo!” ujarku
“Kyuhyun ah, ini salahmu sendiri karena tidak mau menyebut nama yeoja yang kau sukai,” ujar leeteuk
“Betul!” ujar yang lain
“Kenapa harus aku yang dicium!” protesnya
“Karena kau paling cantik kalau menjadi yeoja! Lihat saja foto kembaranmu!” ujar kris
“YA! Minho punya kembaran?” ujar yang lain
Aku menghela nafas. Kenapa jadi rumit begini
“Ne! Dan kembarannya sangat cantik! Bayangkan saja kalau minho dipanjangkan rambutnya. Mungkin semua orang akan mengiranya yeoja,” ujar leeteuk
“YA! Dia itu Choi Sooyoung, yeodongsaengku. Tapi dia bukan aku,” ujarnya
Seketika aku terdiam dan menyadari nama youngie itu. Jadi nama aslinya Choi Sooyoung.
“Aish sudahlah lupakan dulu soal Choi Sooyoung atau siapapun itu! Kyu ah! Cepat cium Minho atau kalian berdua kami tinggalkan di sini!” ujar leeteuk
“YA! Ahjeossi!”
“Ppali!” ujar mereka semua
Aku tidak punya pilihan lain. Mianhae sooyoungssi. Aku mencium pipinya perlahan.
“Kalian puas? Cepat kembali ke kamar,” ujarku

——————————————–

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di kamar sambil menutup wajahku dengan bantal. Kenapa jantungku berdetak sekeras ini sekarang. Aigo.. bayangkan saja. Meski aku sudah sepuluh tahun tinggal di Amerika tetap saja hal ini tidak biasa bagiku. Jujur, aku tidak pernah dicium namja lain selain appa. Bahkan minho oppa tidak pernah menciumku. Ini semua membuatku tidak bisa tidur. Entah kenapa ada sebuah sisi yang merasa senang dengan tantangan itu. Tapi di sisi lain aku jadi tidak bisa tidur. Eottokhe…
~Kyuhyun POV~
Aku menutup wajahku dengan bantal. Ini pertama kalinya aku mencium pipi seorang yeoja. Haish… baru kami berbaikan dan mereka mulai lagi. Andai mereka tahu dia seorang yeoja. Aku menghela nafas. Entah kenapa aku merasa sesuatu yang berbeda hari ini. Jantungku berdetak sangat keras. Apa aku akan mati sebentar lagi. Bayangkan saja. Sekarang aku tidur di sebelah yeoja yang baru kucium pipinya. Haish…ini sangat memusingkan. Bagaimana dengan dia

—————————————-

~Sooyoung POV~
Aku merebahkan diriku di ranjang. Akhirnya aku kembali ke tempat ini. Tiba-tiba kudengar cellphoneku berbunyi. Aku mengangkatnya
“Yeoboseyo?”
“Kyaaaa!!! Youngie bogoshipoyo!!!”
“YURI EONNI?”
“Annyeong!! Bagaimana kabarmu di sana?”
“Gwaenchanha. Eonni?”
“Aku baik-baik saja. Kudengar kau sedang liburan musim panas?”
“Ne.”
“Ah! Bagus sekali. Aku berniat mengunjungimu.”
“Ne?”
“Minho juga ikut!”
“NE?”
“Hahahahaha kau kaget? Minho bilang entah kenapa dia memikirkanmu terus dari kemarin. Dia bilang firasatnya buruk. Tapi nomormu sulit sekali dihubungi dari kemarin. Berhubung sekarang kau sudah bisa dihubungi dan sedang liburan musim panas, Minho berniat ke sana dan memastikan kalau kau baik-baik saja. Dia bilang dia tidak percaya jika belum melihatmu”
Seketika aku terdiam. Apa ini yang dinamakan kontak batin anak kembar. “Kemarin aku ke pantai dengan chinguku.”
“Wah! Jinjjayo?”
“Ne.”
“WUAH!! Aku jadi ingat saat kecil aku sering sekali bermain di pantai. Ya sudah aku tutup dulu teleponnya. Aku akan pergi ke dorm mu lusa! Annyeong!!”
“Ne annyeong.”
Klik. Aku menutup teleponnya. Eottokhe!! Kenapa jadi tambah rumit begini! Aku pergi ke ruang Changmin Sonsaengnim dan ruangan itu terkunci rapat. Haish..ini kan libur. Mana mungkin dia di sekolah? Apa yang harus kulakukan!! Kurasa aku harus membeli baju yeoja beserta wignya. Aku berniat pergi ke luar dorm hingga kulihat kyuhyun di depanku
“A..annyeong.”
“Kau mau kemana?” tanyanya
“Ke Dept Store. Yeodongsaengku akan pergi ke Korea lusa.”
“Bukankah beberapa minggu lalu dia sudah ke sini?” tanyaku
“Ne. Tapi sepertinya kami memiliki kontak batin. Kau tahu dia merasa firasat buruk saat aku mengalami bahaya. Dan dia bilang dia ingin melihatku”
“Arra..”
“Aku pergi dulu a..”
Kurasakan dia menahan tanganku
“Aku akan mengantarmu.”
“Ne?”
“Aku…ada juga yang harus kubeli!” ujarnya
“A….arra.”
Gawat..bagaimana kalau dia tahu apa yang kubeli

—————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku terdiam melihatnya memilih beberapa baju yeoja. Untuk apa? Dia memang yeoja tapi.. kenapa dia membeli baju untuk dirinya? Apa karena kedatangan saudaranya. Kurasa aku harus bertanya agar terkesan kalau aku tidak tahu kalau dia yeoja
“Kenapa kau membeli baju yeoja?” tanyaku
“A…Aku membelikannya untuk..yeodongsaengku! Ya!”
“Lalu wig?” tanyaku
“Ah..aku ingin mencobanya. Kalau aku memakai wig, wajahku mirip sekali dengannya. Jadi aku ingin membayangkannya memakai baju ini.”
“Coba kulihat.”
Aku menaruh wig itu di kepalanya. Ternyata dia memang benar-benar manis dengan rambut panjang
“Kau lebih cocok dengan rambut itu.”
“Ya!”
Aku mengambil sebuah dress untuknya
“Kurasa ini cocok untuk yeodongsaengmu itu kalau wajahnya memang persis denganmu memakai wig.”
“hm..begitu ya. Baiklah aku akan membelinya. Tunggu sebentar.”
“Ne.”
Aku terdiam dan memikirkannya. Jadi sebenarnya.. saudaranya yang disebutnya sebagai ‘yeodongsaeng’ apakah benar adik perempuannya atau ‘oppa’ nya? dan kalau namanya choi sooyoung…nama choi minho dan semua berkasnya untuk masuk Kwanbon…berkas siapa?
~Sooyoung POV~
Sekarang adalah giliranku menemaninya memilih bunga
“Kau..ingin menghadiahkannya untuk seorang yeoja?” tanyaku
“Ne.”
“Kau..punya yeojachingu?” tanyaku
“Ani. Ini untuk eommaku.”
“Arra..”
“Kau paling suka bunga apa?” tanyanya
“krisan,” jawabku
Tiba-tiba dia terdiam
“Ne?”
“Aku suka krisan. Waeyo?”
“Kau mirip eommaku.”
“Jinjjayo?”
“Aku heran. Padahal biasanya yeoja menyukai mawar. Tapi eommaku dan kau malah menyukai krisan.”
Aku mencerna kata-katanya ‘biasanya yeoja menyukai mawar. Tapi eommaku dan kau..’
“A…Aku bukan yeoja!” ujarku
“Ah..ne. Mianhae. Maksudku.. kau mirip eommaku. Ne itu saja.”

———————————————

~Kyuhyun POV~
“Kau tunggu di sini saja. Aku hanya sebentar,” ujarku padanya
“Ne.”
Aku membiarkannya berada di mobil dan melangkahkan kaki ke sana. Perlahan aku menaruh bunga krisan itu di atas makamnya
“Annyeong. Eomma..”
Aku membersihkan debu yang menutup nama Hana itu.
“Eomma…aku datang ke sini bersama seorang yeoja.”
Aku tersenyum mengingatnya
“Dia sering mengatakan hal yang sama denganmu dan..bahkan menyukai bunga krisan. Dan aku bersumpah, aku akan menjaganya.”
“Eomma…appa sudah melupakan kita sekarang. Dia bahkan menikah dengan orang itu dan…”
“Aku bersumpah eomma. Suatu hari nanti aku akan membuatnya menyesal. Suatu hari nanti aku akan membuktikan padanya kalau aku bisa lebih berhasil daripadanya. Dan mulai hari ini.. aku tidak akan hidup dengan uangnya. Tidak akan.”
~Siwon POV~
“Annyeong siwonie,” ujar eomma dan appa setelah mengantarku ke depan asrama
“Ne annyeong.”
Aku berbalik memasuki dorm. Hingga kulihat seseorang di depan dorm. Ia tersenyum sinis melihatku. Aku mengabaikannya dan masuk ke dalam dorm.
~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum sinis melihat namja itu keluar dari mobil appa. Rupanya keluarga bahagia itu baru selesai liburan di Jeju. Aku mengetuk kaca mobil appa. Ini sudah saatnya. Kulihat dia turun dari mobilnya
“Kyuhyunie..”
Aku terdiam sesaat melihatnya.
“Appa…meminta maaf soal..”
“Aku sudah melupakannya.”
“Kyuhyunie..”
Aku meraih tangannya dan menaruh kunci mobil itu beserta uang yang dia berikan
“Karena mulai sekarang aku akan hidup tanpa bantuanmu.”
“Kyuhyun ah. Jangan bercanda.”
“Aku serius Tuan Cho. Dan mulai hari ini anda tidak perlu repot-repot memberiku uang untuk hidup. Karena aku tidak butuh uangmu. Annyeonghigyeseyo. Semoga keluarga barumu bahagia”

————————————————–

~Kris POV~
“Lalu bagaimana caramu mendapatkan uang?” tanya leeteuk setelah mendengar ceritanya
“Aku bisa menjadi penyanyi di cafe atau menjadi pelayan sampai aku debut. Setidaknya aku bisa hidup tanpa bantuan namsong itu.”
“Kyu, dia memang salah. Tapi bagaimanapun juga dia appamu,” ujar donghae
“Hae, sudah berapa kali kubilang sejak dia dan selingkuhannya membunuh eomma, dia bukan lagi appaku.”
Aku menghela nafas. Dia memang keras kepala
“Kyu ah. Aku suka semangatmu. Good luck,” ujarku menepuk bahunya
“Gomawo kris.”

——————————————————

~Minho POV~
Aku melihat ke sekitar bandara Incheon. Mencari sosoknya. Hingga akhirnya kulihat seorang yeoja berambut panjang wavy dengan dress vintage khas musim gugur tengah berdiri di dekat kursi dan melihat ke sekitar. Aku menepuk bahunya
“OPPA!!!”
“Youngie bogoshipo!!” ujarku
“Nado oppa.”
“KYAA!!! YOUNGIE!!!”
“YURI EONNI!!”
Aku menggeleng melihat dua orang itu berpelukan
“Kau baik-baik saja?” tanyaku
“Seperti yang oppa lihat.”
“Kau tahu, aku sangat khawatir padamu karena feelingku buruk. Tapi syukurlah ternyata itu salah,” ujarku
“Ne.”
“Berhubung kita sudah di sini, bagaimana kalau kita makan di Waffle Cafe?” tanya Yuri
“Ide bagus,”ujarku
“Kaja! hari ini aku ditraktir,” ujar youngie
“YA! Seharusnya kau yang menraktirku babo! Kau kan tuan rumah di sini!”
~Sooyoung POV~
“Jadi bagaimana keseharianmu di Jeongsin?” tanya yuri eonni
“ne?”
“Itukan sekolah khusus yeoja. Pasti seru.”
“Biasa saja,” bohongku. Kalau mereka tahu aku masuk di sekolah khusus namja. Bisa gawat
“Aku ingin lihat asramamu,” ujar yuri eonni
“Sayangnya tidak bisa eonni. Karena…tidak ada yang boleh masuk ke asrama selain siswa,” alasanku
“Sayang sekali.”
“Seperti apa teman-temanmu.”
“Ah mereka semua baik.”
“Siapa namanya?”
“Namanya…Kristal,LeeJin,YeMi,HaeNa,dan KyuRi,JiEun!” ujarku sambil mengarang nama mereka
“Kapan-kapan kau harus mengajak mereka,” ujar minho
Aku hanya tersenyum. Mana mungkin. Tiba-tiba aku mendengar suara yang rasanya tak asing bagiku
“Promise you kimiwo omotte bokuwa ikuruyo.Tsunagatte iru kokoroto kokorokara. Promise you tsunataetainowa. Tada aishiteru. Chikauyo eien no kakera o”
“Suara penyanyinya sangat merdu,” ujarku
“Ne. baru saja aku memikirkan hal yang sama,” ujar yuri
“Cafe ini sangat berubah sejak terakhir aku ke sini,” ujar minho
“Dan penyanyinya sangat tampan,” ujar yuri
“YA! Calon Choi Yuri,” ujar Minho oppa
“Aku kan hanya bercanda chagi~ Minho tetap nomor satu,”ujar yuri eonni sambil menunjukkan aegyeo
Aku menggeleng melihat mereka. Dua orang yang sedang pacaran ini membuatku seakan menjadi nyamuknya. Entah kenapa aku jadi penasaran. Siapa penyanyinya? Aku memalingkan wajah dan cepat-cepat kembali. Itu….Kyuhyun! Aku menutup wajahku dengan buku menu
“Ya! Youngie apa yang kau lakukan!” ujar minho oppa
“Aku…hanya ingin melihat lagi! Aku masih lapar!”
“dasar shiksin hahahahhaha.”
Lebih baik dikatai shiksin daripada ketahuan. Aku mengintip sedikit. Tiba-tiba kulihat mereka semua. Donghae, eunhyuk, leeteuk,ryeowook,kris,yesung di sana. Gawat..gawat gawat gawat!!!!! eottokhe…
~Leeteuk POV~
Aku menengok ke arah yeoja yang mengenakan baju vintage itu. Sepertinya dia tak asing
“Kris, apa kau tidak merasa yeoja itu familiar?” tanyaku
“Ne? yang mana?”
“Yang itu.”
“Iya ya…sepertinya aku pernah melihatnya.”
“Ada apa?” tanya yang lain
“Sepertinya yeoja itu tak asing bagiku,” ujarku
Tiba-tiba kulihat namja yang duduk di sana berbalik itu
“YA! Itu minho!” ujarku
“NE! Dan itu… ITU YEODONGSAENGNYA?” ujar Kris
“Yang mana?”
“Yang itu!”
“Yang mana?!”
“Yang duduk di meja 9.”
“Ah! Benar itu Minho! Dan dia bersama..siapa dua yeoja itu?”
“Sudah kuduga. Ternyata dia memiliki yeojachingu.”
“Ada apa?” tanya kyuhyun
“Kaja! Kita tangkap basah dia.”
~Sooyoung POV~
Gawat. Kenapa mereka semua ke sini
“Youngie sebenarnya ada apa denganmu?” tanya yuri
“Annyeong Minho!” ujar leeteuk pada minho oppa
Kulihat minho oppa terlihat bingung melihatnya. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku. Celaka
“YA! Choi Minho! Yang mana yeojachingumu? Hahahhahaa,” ujar yesung
“Ne?” tanya yuri eonni
“Seharusnya kau mengenalkannya pada kami,” ujar kris
“Annyeong, kau pasti yeodongsaengnya,” ujar leeteuk padaku
Aku mengangguk dan menggaruk tengkukku
“Leeteuk imnida.”
“Kris imnida.”
“Yesung imnida.”
“Ryeowook imnida.”
“Donghae imnida.”
“Eunhyuk imnida”
Mereka semua memberikan tangan padaku
“Sooyoung imnida,” ujarku
“Wah! Wajahnya benar-benar mirip denganmu Minho!” ujar yesung
Kulihat minho oppa menatapku bingung. Aku hanya tersenyum padanya. Minho oppa memandang mereka semua
“Kalian siapa?” tanyanya
“Hahahahahahaha Choi Minho kau ini ada-ada saja. Apa kau amnesia?’ tanya leeteuk
“Mungkin karena dia pingsan empat hari lalu,” ujar ryeowook
“Pingsan?”
“ne kau tidak ingat? Wah..kurasa dia amnesia. Hahahahaha,” ujar kris
“YA! Kau itu Choi Minho siswa di Kwanbon Haggyo asrama dua. Bagaimana mungkin kau lupa kami siapa?” tanya leeteuk
Kulihat minho oppa menatapku tajam dan menarik tanganku
“Sebentar semuanya.”

 

~Minho POV~
“Kau mengenal mereka semua?” tanyaku
Kulihat dia hanya meringis dan menggaruk tengkuknya
“Hehhee…mianhae oppa.”
“Choi Sooyoung, kali ini oppa tidak main-main denganmu. Sebenarnya kau sekolah di mana? Di Jeongsin atau Kwanbon?”
“Itu..”
“JAWAB!”
“Mianhae oppa..aku…memakai identitasmu untuk masuk Kwanbon.”
“IGE MWOYAAA!!! CHOI SOOYOUNG APA KAU SUDAH GILA?”
“Aku terpaksa oppa. Karena…aku tidak bisa berhutang budi pada seseorang dan…”
“Apa kau sudah gila? Kau ini yeoja dan mereka semua namja. Bagaimana bisa kau berada di sekolah, kamar, dan asrama yang sama dengan namja tanpa oppa? Tidak. Hari ini juga. kau pulang ke Amerika.”
“Oppa!!”
“Tidak ada protes. Apa menurutmu oppa sudah gila membiarkan seorang yeoja berada di sekolah khusus namja? Dan bagaimana bisa mereka tidak mencurigai rambut panjangmu?” tanyaku
Kulihat dia hanya menunduk. Aku mencopot wignya
“Oppa!!”
“KAU MEMOTONG PENDEK RAMBUTMU SEPERTI OPPA? APA KAU SUDAH GILA HAH!”
Dia merampas kembali wignya dan memakainya.
“Aku terpaksa. Dan kebetulan wajahku mirip oppa. jadi kupalsukan identitasku dan memotong pendek rambutku agar sama seperti oppa dan mereka tidak curiga. Tapi aku bisa menjaga diriku oppa. Aku sudah dewasa.”
Aku menghela nafas
“Youngie, oppa tahu kau sudah dewasa. Tapi justru karena kau sudah dewasa maka berhentilah bertindak kekanak-kanakkan seperti ini.”
“Oppa..jebal…aku belum membayar hutang budiku dan…”
“Tapi kau harus pulang ke Amerika.”
“Oppa…”
Kulihat dia meneteskan air mata. Aku mengusap wajahku
“Youngie…jebal uljima.”
“OPPA JAHAT!”
“Oppa hanya ingin kau aman. Itu saja.”
“Oppa…jebal…biarkan aku disini.”
“Lalu siapa yang akan menjagamu youngie?”
Dia hanya diam.
“Oppa akan memberimu satu hari di Kwanbon. Besok kau pulang ke Amerika.”
“Oppa..”
“Hanya satu hari,” ujarku lalu meninggalkannya. Aku berjalan kembali ke mejaku. Tiba-tiba seseorang menahanku
“Nuguya?” tanyaku
“Maaf kalau aku ikut campur dalam masalahmu tapi..ada yang harus kukatakan padamu. mengenai choi sooyoung.”
“Ne?”

———————————————–

~Sooyoung POV~
Minho oppa menghentikan mobilnya di depan dormku
“Annyeong oppa.”
Dia hanya diam. Aku melangkahkan kaki memasuki dormku. Aku memasuki kamarku. kulihat mereka semua sudah di kamarku
“Annyeong.”
“YA! Minho ya! Apa kau amnesia?” tanya kris
“Kepalaku pusing,” ujarku
“Kau sakit?” tanya leeteuk sambil memegang dahiku
“Tidak panas,” ujarnya
“Yang sakit di sini,” ujarku sambil memegang hatiku
“Ada apa?”
“Kau putus dengan yeoja tadi?”
Aku menggeleng. Bagaimana caraku mengatakan hal ini pada mereka. kalau oppa menyuruhku pulang
~Minho POV~
Aku terdiam menyetir mobil. Seketika kata-kata namja bernama kyuhyun itu terngiang di benakku

Flashback
“Aku..sudah tahu kalau dia yeoja.”
“Ne?”
“Dan aku berjanji padamu kalau aku akan menjaganya. Akan kupastikan dia baik-baik saja.”
“A..apa maksudmu?”
“Awalnya saat aku tahu kalau dia yeoja aku heran dan bingung. Apa aku harus mengadukannya pada kepala sekolah atau guru. Tapi akhirnya aku memilih untuk membiarkannya di sana. karena di sanalah kebahagiaannya. Kau tahu, tiap orang itu punya tujuan yang berbeda. Memang agak riskan baginya untuk di sana. Tapi aku akan menjaganya. Karena dia telah membuat asrama itu menjadi hidup.”
“Ne?”
“Kau tahu, aku adalah seorang pengecut yang hanya bisa memprotes tanpa menggertak. Tapi setelah dia datang. Setelah aku tahu kalau dia, choi sooyoung seorang yeoja yang sangat berani. Dia tidak hanya menjadi pengecut yang hanya bisa berharap. tapi dia menjadi seorang pemberani yang berani mengambil keputusan dan bertindak. Dia membuatku berani menggertak dan akhirnya aku bisa hidup dengan tumpuan kakiku sendiri sekarang.”
Aku terdiam mendengarnya
“Mungkin sulit bagimu untuk mempercayai pengaruh kehadirannya bagi orang lain. Aku akan sangat kehilangan sahabat sepertinya kalau dia pergi nanti. Dan kurasa dia pun akan pergi dengan penyesalan. Karena tujuannya belum terwujud. Dia sudah berada di pertengahan jalan. Selangkah lagi tujuannya akan terwujud. Jika aku adalah dirimu aku akan membiarkannya mewujudkan tujuannya, setidaknya dia akan pulang ke Amerika dengan tenang. Tidak seperti sekarang. Kau tahu, apapun yang dipaksa hasilnya akan buruk.  Terlebih kau adalah saudara kembarnya. Jika ia merasa sakit kurasa kau pasti mengerti dan ikut merasakannya bersamanya. Annyeonghaseyo.”
Aku menatap namja itu berlalu. Apa aku..menghalangi tujuan youngie yang sebentar lagi berhasil?
Flashback End

Kurasa…aku tidak bisa membiarkannya seperti ini. Dia benar. Menyakiti youngie sama saja dengan menyakiti diriku sendiri

————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di kamarku. Melihat ke langit-langit. Aku belum membereskan barang-barangku. Ini semua masih membuatku pusing. Tiba-tiba kudengar kyuhyun berkata
“Hei.”
“Ada apa?” tanyaku
“Aku tidak bisa tidur.”
“Nado.”
“Bagaimana kalau kita main gitar?” tanyanya
“Ne?”
Kulihat dia mengambil gitar dari lemarinya dan mulai memetik chordnya
“Kau suka lagu apa?”
“Ne?”
“Pop? Rock? Ballad?”
“Ballad.”
“Baiklah.”
Kulihat dia mulai memetik gitarnya
“While seeking unchanged things, we’ve walked in the changing seasons.
Always we came along together holding our hands.
I could passed the days I wasn’t sure without losing a way thanks for you,
and I could stay strong anytime.
Even though much scenery might be changed in our future, we won’t be changed.
Promise you. I will live thinking of you. We are the one from heart to heart.
Promise You. What I want to tell is just “I love you”.
I will promise the piece of eternity.”
Aku terdiam mendengarnya. Suaranya sangat merdu. Setelah dia selesai bermain aku bertepuk tangan. Mungkin ini akan menjadi pertama kali dan terakhir kalinya aku melihatnya
“Kau sangat hebat. Kurasa aku akan sangat merindukan suaramu saat aku pergi nanti.”
“Ne?”
“Maksudku…kalau kita lulus dan berpisah kira-kira seperti apa?”
“Kau bisa melihatku di televisi.”
“Ne?”
“Setahun lagi aku akan menjadi penyanyi. Dua tahun kemudian aku akan bermain di musikal. Dan tujuh tahun lagi aku pasti sudah menjadi produser terkenal.”
Aku tersenyum mendengarnya
“ne. Aku akan menunggu saat itu datang.”
“Oleh karena itu kau harus bersyukur menjadi orang pertama yang melihat konser ini,” ujarnya
“Konser?”
“ne. Hahahhahahaa.”

—————————————-

~Minho POV~
Pagi-pagi buta aku datang ke dormnya. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi.
“Yeoboseyo?”
“Keluarlah. Aku ada di depan dormmu.”
Aku mematikan telepon. Tak lama kemudian kulihat dia keluar dari dorm
“Kau belum merapikan barang-barangmu?” tanyaku
“Oppa…aku…”
“Belum atau sudah?”
“Belum,” ujarnya
“Baguslah. Dengan itu kau tidak usah repot memasukkannya lagi,” ujarku
“Ne?”
“Hanya sampai tahun depan. Dan oppa akan memindahkanmu ke Amerika. Kau harus punya sertifikat kelulusan atas namamu arraseo.”
“JINJJAYO?”
Aku mengangguk
“Hanya setahun. Dan tidak ada tawaran lagi”
“KYAAAAA!!!!!!! GOMAWO!!!!!!!”
Aku memeluknya
“Seharusnya kau berterima kasih pada seseorang yang telah berjanji padaku untuk menjagamu dan mengatakan padaku untuk membiarkan seseorang mengejar tujuannya yang tinggal selangkah lagi.”
“N..ne?”
Aku mengelus kepalanya
“Annyeong. Jaga dirimu baik-baik.”
“Ne oppa.”

TBC

 

68 thoughts on “Infinitely Yours {Part 4}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s