Infinitely Yours (Part 2)

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

~Kyuhyun POV~
“MWORAGU?! YA! Jangan menghinaku! Memangnya kau pikir kau hebat hah! Lihat saja tanganmu juga kecil!” ujarnya
“MWO? Apa katamu?!”
“Kau itu namja yang hanya bisa bicara saja!” ujarnya
Rupanya namja ini benar-benar mencari masalah denganku
“Baiklah. Kita buktikan lewat pertandingan olahraga besok!” ujarku
“Ne?”
“Besok akan diadakan pertandingan olahraga! Futsal. Jika kau bisa mencetak gol untuk tim asrama 2, aku akan menerimamu sebagai roomateku.”
“Baik.Kita lihat saja nanti”

——————

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Hari ini aku akan tidur di ruang makan. Namja jahat itu melarangku tidur di dalam. Andai dia tahu aku ini yeoja. Dia benar-benar kejam melakukan itu. Tiba-tiba aku merasa ingin ke toilet. Aku melangkahkan kaki ke sana. Aku membuka pintu. Kulihat ada orang yang sedang berdiri di sana. Haaaaaa..eomma!!!! Kenapa aku harus menghadapi hal yang satu ini!!! Aku melangkahkan kaki memasuki toilet. Aku berpura-pura mencuci tangan. Kudengar namja itu berkata
“Minhossi. Kenapa kau tidak mencuci tangan di kamarmu?” tanya namja yang ternyata ketua asrama 2
“Kyuhyun..baru akan menerimaku kalau besok aku berhasil memasukkan gol!” ujarku memalingkan wajah darinya.
“Oh..arra…”
Kulihat dari kaca dia keluar dari ruangan.
“Huaaaaaaa!!!” teriakku
Bagaimana bisa aku menghadapi ini 3 tahun ke depan. Aku tidak mungkin menggunakan benda itu sambil berdiri. Haaaaaaaaaa!!! Aku melihat ke arah pintu toilet yang tertutup. Hanya ada satu. Aku menghela nafas. Kurasa ini akan menjadi hal terberat di sini

———————–

~Sooyoung POV~
Hari ini jam makan malam. Aku melihat ke sekitar–ke tempat kosong yang bisa kutempati. Aku melihat namja itu, Choi Siwon. Aku memberanikan diri duduk di depannya.
“Annyeong, kita bertemu lagi,” ujarku
Kulihat dia hanya menatapku sebentar kemudian makan lagi. Aku tersenyum tipis melihatnya. Kulihat beberapa orang memainkan musik dan bernyanyi
“Asrama ini  paling tenang diantara yang lain,” ujarku
“Hem,” ujarnya singkat
“Kenapa kau tidak menyanyi?”
Kulihat dia menatapku
“Kenapa aku harus melakukannya?”
“Karena…suaramu bagus,” ujarku
Dia tersenyum tipis
“Darimana kau tahu?”
Tetu saja aku mengetahuinya..karena dulu aku sangat menyukai suara itu


Flashback

Aku memandang kagum layar televisi. Suara namja itu sangat indah. Dia bahkan terlihat sangat keren dengan gitarnya
“He’s so cool oppa!” ujarku pada Minho, saudara kembarku
“You mean…Choi Siwon?”
Aku mengangguk
“Sayang sekali aku tidak bisa datang ke konsernya bulan depan. Tiketnya sangat mahal,” ujarku
“Siapa bilang?” ujar Minho oppa
“Maksudmu?”
Kulihat dia mengeluarkan dua tiket
“Kecuali…saudara kembarku tidak mau menontonnya bersamaku..”
“AKU MAU!”
Hari itu benar-benar hari paling membahagiakan dalam hidupku. Hingga sehari sebelum konser itu.. sebuah berita mengagetkan kulihat di televisi
“The Korean Youngest Idol, Choi Siwon, 15, got an accident in his way to the concert hall. The doctor didn’t want to give any explanation and so do the family and the agency. He has cancelled his concert”
Tetapi itu belum seberapa. Pembatalan konsernya mendatangkan kerugian besar bagi agencynya dan pihak promotor. Ia mendapat kritik pedas dari banyak orang. Hingga terdengarlah berita bahwa Choi Siwon mundur dari dunia entertaint. Dan setelah itu aku bertekad. Aku akan membuatnya kembali. Aku ingin melihatnya di atas panggung lagi. Karena dia…adalah orang yang membuatku berani bermimpi. Dulu, aku benar-benar terasing karena tidak bisa berbicara dalam bahasa inggris. Appa pindah ke USA untuk urusan pekerjaan saat aku berusia 14 tahun. Dan setelah itu aku merasa sangat terpuruk. Berambut coklat diantara yang pirang. Tapi Choi Siwon membuatku menjalaninya dengan baik. Saat itu ia mengatakan “Tidak peduli pendapat mereka tentangmu. Perbedaan itu membuat orang menjadi unik. Jangan pedulikan mereka yang berkata kau tidak mungkin, kau pasti bisa melakukan hal di luar batasmu. Karena sesungguhnya, tidak seorangpun punya batasan dalam potensinya”. Kata-kata itu..bermakna besar bagiku. Choi Siwon telah membuatku percaya diri dan berhasil menghadapi ‘keterasinganku’ dan kini giliran aku yang mengembalikannya dari ‘keterasingannya’ itu
Flashback End

“Yeodongsaengku adalah penggemarmu,” ujarku
Kulihat dia menatapku
“Jinjja?”
“Dia merasa sangat sedih saat kau berhenti dari dunia entertaint. Padahal selangkah lagi kau sudah go international.”
Kulihat dia menghela nafas
“Katakan pada yeodongsaengmu. Gomawo tetapi aku belum siap untuk kembali”
Aku tersenyum. Tapi suatu saat nanti. Aku akan melihatmu kembali

————————————–

~Kyuhyun POV~
Hari ini hari pertandingan. Kulihat yeppeun namja itu sedang melakukan pemanasan. Aku tersenyum tipis melihatnya. Tidak mungkin dia bisa mencetak gol.
“Lihat anak baru itu. Beraninya mencalonkan diri ke tim,” ujar kris
“Sombong sekali dia. Aku ingin melihat kemampuannya,” ujar yesung
“Sudahlah biarkan saja. Ada atau tidaknya dia juga tidak berarti,” ujarku
Aku meneguk airku dan memasuki lapangan. Kami akan melawan asrama satu.
“Hana, dul, set. PRITTT!!!”
Kris mulai menendang bola. Aku menggiringnya ke gawang lawan. Dengan cepat, aku menendang ke arah gawang dan membuat gol. Kulihat yeppeun namja itu tercengang melihatku. Siapa suruh dia meremehkanku
~Sooyoung POV~
Mustahil. Bagaimana bisa namja itu memasukkan gol semudah itu. Tenang youngie, tenang. Kau pasti bisa melakukannya. Tidak peduli apa pendapat mereka. Kau bisa. Kau tak terbatas. Aku berusaha untuk mendapatkan bola, tapi tak seorangpun mengopernya padaku. Tim macam apa ini. Hanya tiga orang yang terus menggiring bola. Namja bernomor 11, Cho Kyuhyun, nomor 13, Kris Wu, dan nomor 17, Yesung. Kalau begini caranya bagaimana bisa aku memasukkan gol. Aku harus bisa memasukkan gol. Aku akan membuktikan pada si cho kyuhyun itu. Waktu pertandingan tinggal 7 menit lagi. Waktuku memasukkannya semakin tipis. Meski skornya sudah beda jauh 5:0. Tetap saja belum satupun yang kumasukkan. Tak akan kubiarkan Cho Kyuhyun tertawa puas di atas kekalahanku. Aku merebut bola dari kaki Kris
“YA! Apa yang kau lakukan!”
Aku tidak mempedulikannya–bergerak menuju gawang lawan. Aku menendang bola itu sekeras yang kubisa. Dan…
“GOL!!! 6:0!”
Aku menengok ke arah namja itu. Kulihat dia memandangku tak percaya. Siapa suruh meremehkanku.
~Shindong POV~
Aku menatapnya tidak percaya. Bagaimana bisa yeppeun namja seperti itu memasukkan gol dengan mudahnya. Kulihat dia tertawa bahagia. Skor kami bahkan beda jauh 6:0. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan
“Bagaimana ini, ketua asrama?”
“Apapun yang kita lakukan. Kita tidak mungkin menang. Jadi kita cederai anak baru itu”
“Ne?”
“Dia sudah mempermalukan asrama kita. Bagaimana bisa asrama kita kebobolan gol oleh seorang yeppeun namja?”
“Arrayo”

~Kyuhyun POV~
Aku memandang choi minho tak percaya. Haish..seharusnya aku beri dia syarat yang lebih susah. Misalnya 2 gol. Haish…babo kyuhyun. Sekarang mau tidak mau aku harus berada di kamar yang sama dengannya. Pertandingan tetap dilangsungkan. Aku terheran melihat seorang siswa asrama satu mengikuti choi minho padahal dia tidak membawa bola. Mungkin karena dia dianggap lawan yang kuat. Tiba-tiba kulihat orang asrama satu menyandungnya
“AGHHH!!!” teriaknya memegang kakinya
“Pritt!!!”
Semua orang menghampirinya
“Mianhaeyo aku tidak sengaja,” ujar orang itu
“YA! Jelas-jelas aku melihatnya! Kau sengaja melakukannya! Dia tidak membawa bola!” ujarku
Kulihat kris mencengkram kerahnya
“YA!Apa maksudmu menyandungnya?!”
“A..aku tidak menyandungnya!”
“Agh…”
“Kau bisa berdiri?” tanyaku
Perlahan aku memutar pergelangan kakinya
“Appo!!”
“YA! Kau ini namja atau yeoja! Masa terkilir saja kau merintih sampai seperti itu hah!” ujarku
“YA! Ini sakit babo! Coba kau yang jatuh!”
“Haish… naiklah,” ujarku
“Ne?”
“Naiklah ke punggungku. Aku akan membawamu ke ruang kesehatan,” ujarnya
“Aku..”
“Ppaliwa!”
Aku menggendongnya ke ruang kesehatan. Dia hanya diam.  Tiba-tiba kudengar dia angkat bicara
“Jadi..aku boleh tinggal di kamar itu?” tanyanya
Aku menghela nafas
“Aku tidak sekejam itu membiarkan orang yang terluka tidur di luar. Dan aku bukan namja plin plan yang bisa mengubah perkataannya. Ne. Mulai hari ini itu juga kamarmu,” ujarku
“Gomawo,” ujarnya
“Ne. Ngomong-ngomong kurasa kau kurang banyak makan. Tubuhmu saja sangat ringan seperti yeoja. Pantas saja kakimu sakit sampai segitunya saat jatuh,” ujarku
“YA! Berhenti mengatakan seperti itu!” ujarnya
“Ne, minhossi,” ujarku

——————————————

~Changmin POV~
Kulihat pintu ruanganku terbuka. Seorang namja masuk, menggendong namja lainnya yang mengenakan seragam olahraga
“Ada apa?” tanyaku
“Kakinya terkilir, sonsaengnim,” ujar kyuhyun
“Ne arra. Kau bisa kembali ke lapangan kyuhyunssi.”
“Ne, gamsamida. Semoga cepat sembuh,” ujar kyuhyun padanya
“Ne”
Sepeninggalnya kyuhyun aku duduk di depan namja itu
“Sepertinya aku belum pernah melihatmu,” ujarku
“Ne, aku murid baru. Minho imnida,” ujarnya
“Annyeong minhossi. Joneun Shim Changmin imnida. Aku adalah dokter di sini. Kau terkilir di bagian mana?” tanyaku
“Di pergelangan kaki”
Aku memegang pergelangan kakinya. Kenapa..kakinya sangat halus..
“Lepaskan kedua sepatu dan kaus kakimu.”
“Ne?”
“Ikuti saja”
Kulihat dia melepaskan sepatu dan kaus kakinya. Aku terheran melihatnya. Kakinya benar-benar mulus. Tidak seperti kaki namja. Tidak ada bulu sehelaipun di sana
“Kenapa kakimu seperti kaki yeoja?” tanyaku
“N..ne?”
Aku melihat tangannya
“Bahkan tanganmu juga.”
“Ah..ini faktor gen!” ujarnya
“Gen?”
Dia mengangguk. Entah kenapa aku agak ragu mendengarnya. Meski wajahnya terkategorikan tampan untuk namja… Tapi…entah kenapa aku merasa ada yang aneh
“Buka bajumu,” ujarku
“Ne?”
“Aku hanya ingin memastikan kau namja,” ujarku
“A..ada apa dengamu!” ujarnya
“Karena kau sangat aneh! Posturmu seperti yeoja!” ujarku
“MWO?”
“Makanya kalau kau namja kau pasti berani membuka bajumu!” ujarku
“YAAA!!!! APA KAU INI HOMO!!!” ujarnya
“MWOYA?! Aku sudah memiliki istri! Mana mungkin aku homo! Istriku sangat cantik! Namanya Shim Joo Hyun arrayo! Cepat buka bajumu dan tunjukkan padaku kalau kau namja! Aku tidak pernah melihat namja yang kaki dan tangannya sehalus ini! Kau seperti yeoja!”
“ANDWAEEE!!!!!”
“Mengakulah padaku! Kau yeoja kan! bagaimana bisa kau berada di sini!”
“Ne, ne, ne. Jebal…sonsaengnim…jangan beritahu orang lain..jangan beritahu kepala sekolah..”
“YA! Peraturan tetap peraturan. Apa kau buta! Ini Men School! SEKOLAH KHUSUS NAMJA! Tidak ada yeoja! Kenapa kau bisa masuk ke sini! Bagaimana caranya! Dan kenapa kau mau masuk ke sini! Apa kau sudah gila hah!”
“Aku..punya alasan.”
“Alasan?”

———————————————-

~Kyuhyun POV~
Setelah hari olahraga selesai, aku kembali ke kamarku. Kulihat minho di sana
“Annyeong,” ujarnya
“Bagaimana. Kakimu sudah sembuh?” tanyaku
“Setidaknya tidak terlalu sakit,” ujarnya
Aku mengangguk mengerti
“Kyuhyunssi.”
“Ne?”
“Gomawo sudah menolongku,” ujarnya
“Tidak usah memikirkan itu.”
“Apa…aku boleh bertanya?” ujarnya
“Ne?”
“Changmin Sonsaengnim..apa benar dia sudah menikah dan punya seorang istri yang sangat cantik?” tanyanya
Aku menatapnya bingung”Ne. Waeyo?”
“Ah…ani aku hanya ingin memastikannya karena dia menceritakannya padaku. Kupikir dia bohong,” ujarnya
“Maksudmu..?”
“Tadinya kukira dia homo,” ujarnya
“MWO?”
“Kau tahu! Dia mendesakku untuk membuka baju! Ini benar-benar membuatku trauma.”
“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA Minhossi!!!”

————————————-

~Sooyoung POV~
Aku memandang langit-langit kamarku. Aku tidak bisa tidur. Bayangkan saja. Sekarang aku berada di ruangan yang sama dengan seorang namja. Meskipun ranjang kami terpisah tetap saja ini membingungkan. Aku melihat ke arahnya. Kulihat dia sudah tidur. Kalau diperhatikan wajah tidurnya sangat tenang. Aku berbalik dan tiba-tiba kurasakan dia menahan tanganku
“Eomma…jangan tinggalkan aku…”
Aku terdiam mendengarnya. Dia…mengigau?
“Eomma…mianhaeyo…”
Aku memegang dahinya. Omona..dia demam?
“Kyuhyunssi, gwaenchanha?”
Aku melepaskan tangannya perlahan dan pergi ke arah toilet. Aku mengambil handuk dan membasahinya dengan air. Kemudian menaruhnya di atas kepalanya. Bagaimana bisa badannya menjadi panas setelah dia tertawa ceria tadi…

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kepalaku terasa sangat berat. Kurasakan ada sesuatu yang ada di kepalaku. Sebuah handuk kecil. Aku menengok ke sebelah kiri. Kulihat dia di sana, tertidur di lantai. Bagaimana bisa dia tertidur di sana
“Minhossi, irreona.”
“Kau sudah sembuh?” tanyanya
“Ne?”
“Semalam kau demam dan mengigau.”
“Jinjjayo?” aku memegang dahiku
“Syukurlah kalau kau sudah sembuh. Tapi sebaiknya kau beristirahat. Semalam panasmu sangat tinggi.”
“Ani…gwaenchanha.”
“Kalau begitu…aku ke bawah dulu dan menggosok gigi,” ujarnya
“Arra…”
Minho memasuki toilet. Sedangkan aku masih berpikir. Apa yang aku igaukan semalam? Krek…tiba-tiba pintu terbuka. Leeteuk di sana
“Annyeong kyu ah! Apa toiletmu kosong?”
“Minho sedang menggosok gigi.”
“Baiklah aku menumpang ke toilet sebentar. Kris lama sekali di kamar mandi!” ujarnya lalu memasuki kamar mandi. Aku mengusap mataku perlahan. Tiba-tiba kudengar suara teriakan dari kamar mandi “YA!!!!”

~Sooyoung POV~
Aku sedang menggosok gigiku. Masih bertanya-tanya dengan maksud igauannya kemarin. Entah kenapa itu membuatku penasaran. Tapi rasanya sangat tidak sopan mengikutcampuri urusan orang lain. Tiba-tiba kudengar suara pintu dibuka.
“Annyeong Minhossi! Aku pinjam toilet!” ujarnya
“YA!!!!! Aku keluar dulu dari sini!”ujarku lalu keluar dari ruangan.
Cepat-cepat aku menutup pintunya. Apa dia sudah gila? Apa ini yang para namja lakukan di pagi hari? Menggunakan toilet sedangkan temannya sedang menggosok gigi. Haish…
“Kenapa kau berteriak? Dan kenapa kau keluar sambil membawa sikat gigi? Mulutmu masih penuh odol,” ujarnya
“YA! apa kau tidak merasa aneh di saat kau sedang menggosok gigi, temanmu di belakang memakai toilet!” ujarku
“Wae? Aku tidak merasa aneh. Dia sudah seperti kakak bagiku. Hanya yeoja yang merasa aneh dengan itu semua,” ujarnya
Gawat… kenapa urusan yeoja dibawa-bawa lagi
“Memangnya di Amerika seperti apa?” tanyanya
“Di sana…Bukan itu masalahnya! Tapi..aku trauma!”ujarku
“Trauma?”
“Ne! Apalagi setelah changmin sonsaengnim kemarin.”
“HAHAHAHAHAHAHAHAHA!” tawanya meledak
“Kau tenang saja, leeteuk itu sudah punya yeojachingu dan dia 100% normal,” ujarnya
“Ne?”
“Namanya Kim Taeyeon.Dia bersekolah di Jeongsin Girls’ School di dekat sini.”
Aku mengangguk mengerti.

———————–

~Sooyoung POV~
Aku duduk di kelasku. Aku mulai bisa beradaptasi di sini. Setelah pertandingan itu, perilaku mereka mulai menjadi baik. Kulihat siwon melangkahkan kaki memasuki kelas. Tiba-tiba kudengar mereka semua bersorak
“Wah! Lihat siapa yang datang,” ujar donghae
Aku memandang ke sekitarku. Mulai tidak mengerti dengan perilaku mereka
“Mungkin mulai hari ini kita harus memanggilnya dengan sebutan…Cho Siwon?”ujar eunhyuk
“Apa maksudmu?” tanya siwon
“Kau sangat beruntung memiliki eomma yang merupakan cinta pertama seorang produser terkenal dan..”
“JAGA BICARAMU DONGHAESSI!” ujar siwon sambil mencengkram kerahnya
“Kau marah? Kau merasa ucapanku benar?”
“DIAM ATAU…”
“Kau mau menonjokku? Silakan. Setelah ini Appa barumu akan mendengar berita ini dan..kurasa ini akan menjadi menarik. Anak seorang produser Cho menonjok seorang siswa.”
Siwon melepaskannya dan meninggalkan kelas. Aku mulai bertanya-tanya. Ada apa? Padahal tadi pagi mereka semua masih tertawa dan bercanda. Tiba-tiba suasana malah menjadi tegang. Sepertinya aku tidak bisa membiarkan ini semua
“Kenapa kalian semua menyudutkannya seperti ini?” tanyaku
“Minhossi, kau tidak usah menjadi pahlawan untuknya. Dia tidak pantas untuk dibela,” ujar donghae
“Memangnya apa salahnya? Kalian tidak seharusnya memperlakukannya seperti itu,” ujarku
“Sepertinya dia tidak tahu apa-apa,” ujar ryeowook

~Siwon POV~
Aku memasuki kelas namja itu. Kulihat dia sedang bersama teman-temannya dan tertawa. Hingga akhirnya tawanya hilang saat melihatku datang. Aku mencengkram kerahnya
“Apa yang kau katakan pada mereka semua?” tanyaku
“Aku tidak mengatakan apa-apa,” ujarnya
“KAU TIDAK PERLU BERBOHONG PADAKU! Kyuhyunssi, aku tahu kau membenci eomma. Tapi apa yang kau lakukan bukanlah cara namja.”
“Lihat. Siapa yang bukan namja huh. Kau datang ke kelasku, tiba-tiba mencengkram kerahku, menuduhku, dan mengatakanku berbohong padamu. Childish.”
BUK! Aku menonjoknya
“YA! KAU BERANINYA..” ujar chingunya
“Kita tidak perlu meladeni namja ini, Kris,” ujarnya pada chingunya itu
“MWOYA! KATAKAN PADAKU! Apa yang kau katakan pada chingumu?”
“KAU PIKIR AKU SUDI MEMILIKI SAUDARA TIRI SEPERTI DIRIMU HAH? MANA MUNGKIN AKU YANG MENGATAKANNYA. TANYAKANLAH PADA MEREKA, MEREKA TAHU DARI SIAPA!” ujarnya
“TUTUP MULUTMU PEMBUAL!”
“Kau marah karena apa yang mereka katakan itu benar, bukankah begitu?” ujarnya
“AKU HANYA MINTA KAU MENGHARGAI EOMMA! APPA JUGA SALAH DALAM HAL INI!” ujarku
“SAMPAI MATI PUN, AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYEBUTNYA SEBAGAI EOMMAKU ARRASEO? Dan satu lagi, Produser Cho bukan appaku,” ujarnya mendorong bahuku lalu keluar dari kelas.

———————–

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku ke kandang Chi. Aku mengelusnya dan menghembuskan nafas dalam
“Chi. Aku tidak menyangka serumit ini,” ujarku

Flashback
“Bayangkan saja minhossi. Bagaimana perasaanmu jika eommamu meninggal karena melihat appamu berselingkuh dengan yeoja lain dan kemudian appamu menikah dengan yeoja itu tak lama setelah eommamu meninggal?”
“N..ne?”
“Kurasa itu semua sudah cukup untuk menjadi alasan mengapa kami membenci choi siwon.”
“Tapi…kenapa kalian jadi menyalahkannya?”
“Karena menurut kami, mundurnya siwon dari dunia entertaint ada hubungannya dengan hal ini.”
Flashback End

Tap..tap.. kudengar langkah kaki mendekat. Spontan aku bersembunyi di dalam kandang Chi. Kulihat itu adalah kyuhyun. Aku terdiam di dalam kandang. Kudengar dia menghela nafas
“Chi, ini semua tidak semudah yang kubayangkan,” ujarnya
Aku terdiam mendengarnya
“Tapi aku tidak akan hidup dari uang namja itu lagi. Aku bersumpah.”
Seketika aku tahu. Namja yang dimaksud itu adalah appanya
“Aku tidak akan pernah memaafkannya. Sampai kapan pun,” ujarnya
Aku terdiam mendengarnya dan tiba-tiba kudengar bel istirahat berbunyi. Cepat-cepat aku keluar kandang dan duk! Aku terbentur kandang
“A…”
“Kau! Apa yang kau lakukan di dalam sana!” ujarnya
“Mi…anhae..”

———————–

~Kyuhyun POV~
“Minumlah,” ujarku sambil memberi kaleng kopi itu padanya
“Gomawo.”
Aku membukanya dan mulai meneguknya. Dia hanya diam
“Apa tidak apa-apa kita bolos di pelajaran olahraga?” tanyanya
“Ne gwaenchanha. Lagipula aku malas bertemu dengannya,” ujarku
“Maksudmu..siwon?” tanyanya
Aku menghela nafas
“Kau sudah tahu beritanya kan?” tanyaku
Dia mengangguk
“Aku sendiri heran darimana mereka semua tahu,” ujarku
“Apa itu benar?” tanyanya
“Ne.”
“Aku…tidak tahu harus berkomentar apa,” ujarnya
“Aku berdosa besar pada eommaku.”
“Ne?”
“Aku…tidak bisa mencegah pernikahan itu. Kau sendiri lihat kan. Appaku tetap melangsungkan pernikahannya meski tanpa kehadiranku. Sepertinya cintanya pada yeoja itu jauh lebih besar. Sejak eommaku meninggal dan appa seolah tidak merasa bersalah sama sekali dengan hal itu, bagiku dia bukan appaku lagi. Dan sepertinya… aku tidak memiliki keluarga lagi,” ujarku
Kurasakan dia menepuk pundakku
“Kau masih punya banyak keluarga di sini. Leeteuk, donghae, eunhyuk, ryowook, kris, yesung, aku, dan banyak orang lain,” ujarnya
“Kau benar.”
Aku meneguk kopiku, melihat ke arah lapangan futsal. Seolah mengingatkanku pada kejadian beberapa tahun lalu. Dimana appa masih berada di sekitarku

Flashback
“Tendang bolanya kyu ah!”
“APPA! Aku mencetak gol!”
“Ne!! Anak appa yang terhebat! Kalau sudah besar, kau pasti bisa menjadi pemain futsal andalan tim.”
“Tapi impianku kalau sudah besar nanti bukan pemain futsal tim terhebat!” ujarku
“Lalu?”
“Aku ingin jadi produser seperti appa!”
Appa mengelus kepalaku dan memelukku
“Kau pasti bisa kyu ah.”
“Kyu, yeobo! Makanannya sudah siap!” ujar eomma dari balkon
“Arra!! Kaja jagoan!!”
Flashback End

Sepertinya masa-masa itu sudah selesai.

———————–

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di kamarku. Kenapa ini semua menjadi rumit. Aku sendiri jadi bertanya-tanya dengan alasanku di sini. Aku di sini untuk siapa? Padahal aku ke sini untuk membuat siwon kembali ke dunia entertaint. Tapi setelah aku sampai…entah kenapa keadaannya jadi sangat aneh… Tiba-tiba kudengar cellphoneku berbunyi
“Yeoboseyo?”
“Annyeong youngie!!”
“OPPA!”
Aku menutup mulutku. Untung tidak ada siapa-siapa di sini.
“Bogoshipoyo!” ujarnya
“Nado!!”
“Oppa punya kabar baik untukmu!”
“Ne?”
“Besok, oppa akan datang ke sekolahmu. Kau bersekolah di Jeongsin Girls’ School kan?”
“NE?”
“Hahahahahhaa. Kau kaget? Oppa sedang ada di bandara. Tadinya oppa ingin mengejutkanmu. Tapi mengingat itu sekolah asrama, sepertinya oppa harus memberi tahumu lebih awal.”
Gawat…
“Tapi oppa…”
“Wae? kau tidak senang oppa datang?”
“Ani..aku hanya…terlalu senang! Sampai kaget.”
“Hahahaha kau terlalu berlebihan. Annyeong!! Besok oppa akan menjemputmu di depan sekolah. Kira-kira jam 2 siang arra? Annyeong!!”
“Annyeong…”
Aku menutup telepon. Celaka!!! Aku mondar-mandir di kamarku. Aku harus memikirkan cara. Aku harus punya sebuah cara. Tiba-tiba aku mendapat ide. Ada seseorang yang bisa kumintai bantuan

~Changmin POV~
“Mwo? Seragam Jeongsin?” tanyaku
“Ne!” dia mengangguk
“Untuk apa?”
“Oppaku akan datang ke sini besok. Aku butuh bantuanmu sonsaengnim. Hanya kau harapanku,” ujarnya
“Haish..kau ini. Kenapa kau senang sekali membuatku repot?”
“Jebal sonsaengnim..kumohon..”
“Andwae. Aku tidak akan menolongmu.”
“Sonsaengnim…”
Aku menghela nafas. Tiba-tiba kulihat pintu ruang kesehatan dibuka. Seohyun di sana
“Annyeong yeobo,” ujarnya
“Annyeong,” ujarku
Kulihat seohyun terlihat bingung melihat si anak ini. Sooyoung atau Minho ada di depanku dan memohon
“Jebal sonsaengnim…” ujarnya
“Ada apa?” tanya seo
“Anak ini adalah anak yang kuceritakan padamu. Sekarang dia memintaku meminjamkan seragam jeongsin,” ujarku
“Aku…masih menyimpan seragam lamaku kalau kau mau,” ujar seo pada anak itu
“MWO? Kau mau meminjamkannya pada bocah ini?”
Seo mengangguk
“Pasti sangat berat berada di sini. Dan aku salut dengan semangatmu untuk membantunya. Kurasa hanya ini yang bisa kulakukan.”
“Jeongmal gamsamida sonsaengnim,” ujarnya sambil membungkuk pada seo
Aku menghela nafas. Kenapa aku jadi lemah begini

~Sooyoung POV~
Aku duduk di depan Jeongsin Girls’ School, menunggu Minho oppa. Kulihat sekelilingku memperhatikanku. Apa ada yang salah? Aku melihat ke pakaian dan wig yang kukenakan. Tidak ada masalah. Tiba-tiba aku menyadari apa yang salah. Aku cepat-cepat membenarkan posisi dudukku. Babo sooyoungie. Ingat hari ini peranmu sebagai Choi Sooyoung bukan Choi Minho. Kalau Minho oppa tahu aku memakai namanya untuk sekolah di sekolah khusus namja. Bisa-bisa aku dipulangkan hari ini juga ke Amerika. Kulihat sebuah mobil sport datang. Seketika aku tersenyum melihat sosok namja yang keluar dari sana. Aku berlari ke sana dan memeluknya
“BOGOSHIPOYO OPPAA!!!”
“NADO!!”
“Oppa bertambah tinggi,” ujarku
“Haish..kau yang bertambah pendek.”
“Oppa!!”
“Kaja, kita makan di restoran favoritmu.”
“Arra!!”

~Leeteuk POV~
Aku memasuki kamar itu. Kulihat hanya kyuhyun di sana dengan gitarnya.
“Minho eodiyo?” tanyaku
“Dia pergi. Katanya saudara kembarnya datang ke Seoul hari ini.”
“Dia punya saudara kembar?”
“Ne. Aku juga baru tahu. Dan katanyasaudara kembarnya yeoja. Rasanya lucu kalau melihat minho versi yeoja.”
“Hahahhaa kau benar. Kyu ah, apa kau mau ikut keluar mencari makan? Aku akan mentraktirmu,” ujarku
“Jinjja? Tumben sekali.”
“Ya sudah aku tidak jadi mentraktirmu.”
“Ya ya ya! Hyung aku ikut!”
“YA! Namja ini saat ada maunya baru memanggilku hyung!”

———————–

~Sooyoung POV~
“Mashita!! Sudah lama aku merindukan masakan western,” ujarku
“Memangnya di asrama kau makan apa?”
“Macam-macam. tapi tidak ada spaghetti carbonara di sana.”
“Hahahahahahha. Salahmu sendiri ke Seoul tiba-tiba. Kenapa kau tidak di Amerika saja? Di sana kan juga bagus,” ujarnya
“Aku ingin pulang ke sini oppa,” ujarku
Dia mengangguk mengerti. Aku tersenyum padanya hingga akhirnya sebuah pemandangan membuatku membulatkan mata. Itu.. KYUHYUN DAN LEETEUK!? Celaka….
“Uhuk…” aku tersedak
“Haish..makannya pelan-pelan,” ujarnyaTiba-tiba aku menyadari satu hal. Wajah Minho oppa…sangat mirip denganku. Kalau mereka melihatnya, bisa-bisa mereka mengira Minho oppa adalah ‘Minho’ yang mereka kenal di sekolah. Celaka… aku cepat-cepat mencari barang di tasku. Kulihat ada sebuah kacamata hitam yang dibelikan Minho oppa tadi.
“OPPA! Coba pakai ini!”
“Kau ini apa-apaan sih,” ujarnya
“Oppa!! Jebal!! Pakai ya!!”
“Youngie, what’s wrong with you?”
“Oppa~ aku ingin menunjukkan pada chinguku kalau kita sangat mirip! Cepat oppa pakai! Aku juga pakai!”
“Hahahahaha maksudmu jadi kita terlihat seperti couple? Kau ini ada-ada saja.”
Haish..terserah oppa yang penting mereka tidak tahu
“Ne, ne. Mereka penasaran pada oppa! Mereka bertanya seperti apa saudara kembarku!”
“Arra.”
Aku menghela nafas. Setidaknya semoga mereka tidak curiga

———–TBC————

43 thoughts on “Infinitely Yours (Part 2)

  1. Haha XD
    Sooyoung kelagapan ~(‾▿‾~)
    Sedangkan minho emang g tau apa-apa.
    Apa jadinya kalo sooyoung ketahuan??
    Huah..semakin menarik.

    Aku penasaran ama endingnya thor, akankah ini menjadi kyuyoung atau soowon? (˙▿˙?)

    Dan pastinya aku nggak sabar sama hal itu.

    Next part ditunggu thor :)

  2. Akhirnya dipost juga part 2^^
    Kasian sama kyu dan won disini
    Changmin udh tau kalo minho itu sbnrnya soo oenni hahaha lucu
    Ditunggu next partnya thor~

  3. Hahahha… Crtnya makin seru aja… Kira2 si kyu sadar ga yah??? Hrsnya sadar yah.. Cowo ma cewe klo di bandingin past kentara banget perbedaannya… Di tgu next nya yh thor..

  4. kyaaaaaaa~~~ aq ska smgat youngie. smngt trus youngie eonni dan juga author’a jga smngat !! FIGHTING utk melnjutkan part 3 … !!! FIGHTING N HWAITING.

  5. Konflik antara kyuppa dan wonppa makin panas ajah nih ><
    Keke~ soo eonnie, soo eonnie ada-ada ajah tingkahmu #geleng2 kepala

    Wah aku suka sama changseo couple, mereka baik banget mau membantu soo eonnie! Ternyata disini changseo udah nikah terus seo eonnie itu guru apa yah?
    Lanjut chingu lanjut,,!!!

  6. part ini knp malah bikin was was ya? khawatir dgn perasaan soo nti bakalan mihak ke siapa .___. tp maunya sih hati soo buat kyu aja XD krn ngerasa lbh prihatin sama mslh kyu drpd siwon X-(
    hahahah panik kan klo ketauan nti XD

  7. Jadi itu masalahnya sampe kyuhyun benci sama siwon,,,
    Changmin udah tau minho itu sooyoung,, selanjutnya siapa yaa!!!

  8. bacanya ketawa ketawa sendiri nih FF
    keren, apalagi saat Soo dan Mino jadi saudara kembar heheeheh
    mirip TTBY tapi ini lebih menarik…….
    dan sepertinya Soo lagi dilema antara Siwon atauKyu

  9. kyu siwon trnyata itu mslhnya to. ckckckck, soo jd bingung gt mau bntu siapa hoho… haha kira2 mrk liat ga ya? minho ama soo…

  10. Soo ketahuan changmin! Kekeke~
    tapi gpp, justru soo bisa minta bntuan changmin terus tuh biar penyamarannya ga cpet kebongkar! :-D
    aiiih minho yg asli dateng? Kyu sama lee teuk ga bkalan sdar kan?

  11. soo eonnie jadi kelabakan nih nutupin identitasnya, untung changseo mau ngebantu soo eonnie,
    lanjut k part 3 :)

  12. Aigoo, beruntungnya soo eon diklilingi namja ganteng.
    Kshan bngt wonppa disni, kok dimusuhin sh:-(
    udah mulai ada titik terang nih, lanjut thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s