{After Story 2} Love Destiny

Title : Love Destiny-After Story

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon

Other Cast :
*Kim Taeyeon
*Kwon Yuri
*Choi Minho

Type : Series

Genre : Romance,Family,Friendship

Rating : PG-15

READERS!! PLEASE VOTE OUR COUPLE :D to win !! Gomawo~
http://www.the-top-tens.com/lists/best-k-pop-couple.asp

Part 1 | Part 2Part 3 Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | After Story 1

~Sooyoung POV~
Sinar matahari menembus jendela kamarku. Aku mengerjapkan mataku perlahan. Kulihat namja di sebelahku masih tertidur. Aku tersenyum dan membangunkannya perlahan. Aku melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 8.
“Kyu..irreona,” ujarku
“hm..”
Kurasakan dia memelukku erat
“Sebentar lagi, aku masih mengantuk,lagipula ini kan hari minggu,” ujarnya
Tok..tok..tok..
Kudengar pintu kamarku diketuk keras
“See, he’s searching us,” ujarku
“Arra dia memang paling tidak bisa membiarkanku memonopoli eommanya..” ujarnya lalu berdiri.
Aku menahan tawa mendengarnya

——————————————

~Yuri POV~
Aku menekan bel pintu rumahnya. Sudah sekitar 4 tahun aku tidak menemuinya. Aku sangat merindukannya. Sahabatku, yeodongsaengku, cho sooyoung. Kulihat kepala pelayan kim membukakan pintu
“Annyeonghaseyo,” ujarku
“Ah..nona kwon, silakan masuk. Nona ada di dalam,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya dan memasuki rumah itu. Rumah ini..tidak berubah dari dulu. Aku mencari sosoknya
“Hahahahahhahahaha,” kudengar suara tawa dari ruang tengah. Aku melangkahkan kaki ke sana dan memeluknya dari belakang
“Annyeong nae saranghaeyo~~!!” ujarku
Kulihat dia berbalik
“YURI AH!!!!”
“JEONGMAL BOGOSHIPO!!!” ujarku
“NADO!!” ujarnya
Kulihat kyuhyun di sebelahnya tersenyum
“Annyeong yuri.” ujarnya
“ne annyeong,” ujarku
Aku tersenyum melihat sesosok namja kecil di rangkulan kyuhyun
“Soohyun ah, berikan salammu.”
“Annyeonghaseyo, joneun Cho Soohyun imnida,” ujarnya
“Wuahh!! Annyeonghaseyo joneun kwon yuri imnida kau bisa memanggilku noona~” ujarku
“Ani, ahjumma,” ujar youngie
Aku menatapnya kesal
“memangnya aku setua itu,” ujarku
“Ne,” ujarnya
“Haish..jinjja. Kyuhyun ah, bagaimana bisa anaemu se evil ini?” ujarku
Dia hanya tertawa. Aku menggeleng melihatnya dan mengeluarkan undangan itu
“Ini..”
“Aku akan menikah 3 minggu lagi,” ujarnya
“WUAA!! Dengan namja bernama minho yang kau ceritakan itu?” ujarnya
Aku mengangguk
“Chukkhae!!!” ujarnya
“Gomawoyo~”

————————————————-

~Yuri POV~
“Yuri ah~ Jaga dirimu baik-baik. Jangan menyusahkannya, apalagi berteriak kalau kau bangun kesiangan,” ujarnya
“Yaa!! jangan mengatakan hal yang ingin membuatku menangis!!” ujarku memeluknya
Hari ini adalah hari pernikahanku. Tepatnya sekarang namaku berubah menjadi Choi Yuri, anae Choi Minho. Pemberkatan pernikahan berlangsung baik. Kulihat minho tersenyum menatapku
“Aku akan menjaganya, jadi kau tenang saja,” ujarnya
“Ne. Aku tahu itu.”
Dia melepaskan pelukannya
“Chukkhae ahjumma!!” ujar kyungsan
“Ne, gomawo wangjanimku,” ujarku
“Yaa!! Aku wangjanimnya~” ujar minho
Aku menggeleng melihatnya. Bagaimana bisa dia cemburu pada anak kecil haha

~Kyuhyun POV~
Pesta pernikahan yuri berlangsung meriah. Didatangi banyak orang penting di dunia fashion. Kyungsan menjadi flower boynya. Aku berdiri di samping youngie. Kulihat wajahnya pucat
“Youngie gwaenchanha?”
“Nae gwaenchanhayo,” ujarnya
“Tapi wajahmu sangat pucat,” ujarku
“Jinjjayo?” ujarnya
Aku mengangguk dan memegang dahinya. Agak panas
“Kurasa kau demam. Apa tidak sebaiknya kita pulang?” tanyaku
“Andwae. Aku harus melihatnya sampai selesai,” ujarnya
Aku menarik nafas dalam. Dia adalah orang yang keras kepala.
“Arra. Tapi kalau kau sudah tidak tahan sebaiknya kita pulang,” ujarku
“Ne,” ujarnya

~Sooyoung POV~
Resepsi pernikahan yuri selesai. Setelah berpamitan dengannya, kami pulang ke rumah. Setelah sampai, akulangsung merebahkan diri di tempat tidur. Kepalaku terasa sakit. Aku menahannya daritadi karena aku harus menemani yuri sampai resepsinya selesai. Kulihat kyuhyun melepaskan sepatuku. Dia memegang dahiku
“Aku kan sudah bilang sebaiknya kita pulang. Lihat, sekarang kau demam tinggi,” ujarnya
“Mianhae..”
Kulihat dia keluar kamar dan tak lama kemudian membawa sebaskon air beserta handuk. Dia mengompresku
“Kau harus jaga kesehatanmu. Jangan menyiksa dirimu seperti ini,” ujarnya
“Ne.”

————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kakiku ke ruang makan. Kulihat appa di sana dengan soohyun
“Annyeong,” ujarku
“Annyeong kyu ah. Youngie eodiyo?” tanyanya
“Dia sedang demam, kurasa sebaiknya dia beristirahat,” ujarku
“Arra..”
Aku mengoles selai di roti soohyun. Tiba-tiba kudengar langkah kaki. Kulihat dia turun ke bawa lengkap dengan seragam kantor
“Annyeong semua,” ujarnya
“Chagiya, bagaimana bisa kau..”
“Aku sudah sehat, lagipula kalau bukan aku yang memimpin rapat hari ini lalu siapa yang akan menggantikannya?” ujarnya
Aku menarik nafas dalam
“Wajahmu masih pucat. Tidak ke kantor sehari pun tak masalah,” ujarku
“Sudah tenang saja, aku pergi dulu. Annyeong semua,” ujarnya mencium pipi soohyun
Aku menatapnya bingung
“Eomma memang keras kepala,” ujar soohyun
“Lihat, bahkan anaknya sendiri mengatakan hal itu,” ujar appa
Aku menghembuskan nafas dalam
“Ne.”

~Sooyoung POV~
“Tema White Day wannabe akan dibuat out of box. Konsepnya berawal dari pertemuan pertama yang lucu, tapi memorable. Dan dilanjutkan hingga White day dan..”
Aku terdiam sesaat. Kepalaku terasa pusing
“Sajangnim gwaenchanhayo?”
“Nae gwaenchanhayo..”
Aku berusaha fokus.
“akan dilanjutkan dengan trick to make him propose me. Kita akan mengadakan survey dengan siswi daehaggyo kemudian mempublish komentar terbaik. Fashionnya adalah simple but chic. Senada dengan musim semi. Kuharap kita dapat mengerjakannya dengan baik, gamsamida.”
Kudengar suara tepuk tangan. Tak lama kemudian beberapa orang keluar dari ruangan. Kurasakan perutku sangat sakit sekarang
“Ah…”
“Sajangnim gwaenchanha?” ujar seorang kru yang kudengar
Setelah itu aku merasa semuanya gelap

———————————————–

~Kyuhyun POV~
“Dan dari hasil data, perusahaan kita mengalami keuntungan besar pada..”
Drrtt..Drrt… cellphoneku bergetar di atas meja saat sunny sedang mempresentasikan drama yang diproduksi bulan lalu.  Seisi ruang rapat memperhatikanku. Aku melihat ke arah nama penelponnya. Itu…dari sungmin? Entah kenapa perasaanku buruk..
“Joesonghamnida,” ujarku membungkuk kemudian mengangkat telepon
“Yeobose..”
“Sajangnim, cho sooyoung sajangnim sekarang berada di Seoul Hospital. Dia pingsan setelah rapat,” ujarnya
Dia..
“Arra, aku akan ke sana sekarang. Gamsamida.”
Aku menutup teleponnya
“Joesonghamnida semuanya. Ada suatu hal penting yang harus saya selesaikan. Rapat ditunda hingga besok. Mianhamnida,” ujarku
“Gwaenchanhayo. Annyeonghaseyo,” ujar mereka
Aku berlari ke parkiran. Aku menstarter mobilku dan memicu kecepatan tinggi ke sana. Padahal sudah kukatakan dia tidak perlu pergi ke kantor. Kenapa dia masih saja keras kepala. Haish.. apa dia tidak bisa berhenti membuatku khawatir? Aku akhirnya sampai di sana dalam 10 menit. Aku pergi ke pusat informasi
“Jogi, dimana ruang pasien bernama Cho Sooyoung?” tanyaku
Suster itu melihat datanya
“Beliau baru saja dipindahkan ke ruang 312,” ujarnya
“Algesseumnida, gamsamida”
Aku berlari ke sana. Kulihat sungmin dan seorang kru lain menunggu di depan ruangan. Aku masuk ke dalam ruangannya. Kulihat euisa sedang memeriksanya
“Bagaimana keadaannya?” ujarku
“Anda…”
“Saya adalah nampyeonnya,” ujarku
“Kondisinya sudah stabil,” ujarnya
Aku menghela nafas. Syukurlah..
“Tetapi ada sesuatu yang ingin saya bicarakan,” ujarnya
“N..ne?”
“Mengenai kandungannya,” ujarnya
“N..NE?”

——————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku perlahan. Semua putih. Ini dimana.. Aku melihat ke sebelah kananku. Kulihat dia di sana, kyuhyun sedang tertidur sambil memegang tanganku. Ini..dimana
“Kau..sudah sadar?” ujarnya
“Kyu..ini dimana?” tanyaku
“Kau pingsan di ruang rapat. Sekarang kau berada di rumah sakit,” ujarnya
“N..ne?”

~Kyuhyun POV~
“Memangnya..bagaimana bisa aku pingsan?” ujarnya
Aku terdiam. Bagaimana cara mengatakan ini padanya..
“Apa yang dia katakan kyu?” ujarnya
Aku menarik nafas dalam dan berusaha menceritakannya. Biar bagaimanapun dia harus mengetahuinya
“Dengarkan ini dengan tenang,” ujarku
“Ne?”
“Euisa tadi mengatakan padaku…soal anak kita.”


Flashback

“Kandungannya sangat lemah. Saya khawatir ini akan membahayakan keselamatannya jika dipertahankan,” ujarnya
Aku terdiam mendengarnya
“Pilihannya kembali kepada kalian sebagai orang tua. Kemungkinan melahirkan anaknya dengan selamat hanya 17%,” ujarnya
“Maksudnya..”
“Anda harus memilih salah satu di antara mereka untuk diselamatkan,” ujarnya
Aku menarik nafas dalam. Tuhan…bagaimana bisa hal ini terjadi..
“Kalaupun anda mempertahankan janinnya, dia harus beristirahat total di rumah.”
“Saya..butuh waktu memikirkannya dan mendiskusikannya,” ujarku
“Ne, saya mengerti. Tetapi pilihlah keputusan yang bijaksana. Yang terbaik bagi keluarga kalian. Ingatlah, Nyonya Cho masih memiliki seorang putra kecil yang membutuhkannya,” ujarnya
“Algesseumnida”
Flashback End

~Sooyoung POV~
Aku terdiam mendengar ceritanya
“Youngie..” kurasakan dia memegang tanganku
“Aku…akan mempertahankannya,” ujarku
Kulihat dia menatapku
“Eomma…pernah melakukannya untukku. Dan kenapa aku tidak melakukannya untuk anakku?”
Aku memegang wajahnya
“Aku ini yeoja yang kuat. Dan aku percaya anak kita pun begitu. Kami pasti akan bertahan,” ujarku
“Berjanjilah,” ujarnya
“Ne?”
“Berjanjilah, kau akan bertahan, mengikuti semua petunjuk euisa. Berjanjilah, kau tidak akan meninggalkanku dan soohyun karena keputusan ini,” ujarnya
Aku mengangguk. Kuharap…aku bisa menepati janji itu kyu

——————————————-

~Siwon POV~
“Kenapa kamar eomma pindah ke bawah?” tanya soohyun
“Karena eomma sulit turun ke bawah nanti.”
“Kenapa eomma tidak sarapan lagi di meja makan?” tanya soohyun
Aku tersenyum menatapnya
“Soohyun ah, apa kau senang punya dongsaeng?”
“Dongsaeng?”
“Ne, dia akan menjadi teman mainmu,” ujarku
“Wuah!! Jinjja?”
Aku mengangguk
“Kapan dia datang?” ujarnya
“Hmm..kurang lebih 8 bulan lagi,” ujarku
“Aku tidak sabar melihatnya!!”
“Makanya, kau harus baik-baik pada eomma. Jangan buat dia stres arra?”
“Ne!”
Aku tersenyum dan mengelus kepalanya. Aku mengetahui ini semua kemarin dari kyuhyun. Setelah itu youngie harus bedrest. Hanya itu yang kudengar darinya. Dan setelah itu aku tidur di atas, di kamarnya dan dia tidur di kamarku. Kyuhyun pun harus memegang 2 perusahaan sekaligus. Aku cukup salut dengan hal itu. Bahkan tugas beratnya ada 5 sekarang. Pertama, menjadi produser. Kedua menjadi pemimpin redaksi. Ketiga, menjadi nampyeon bagi youngie yang harus terus memperhatikan kondisinya. Keempat menjadi appa soohyun yang harus mengajarinya pelajaran dan lain-lain. Kelima mengantar kemput soohyun. Semuanya itu sangat berat. Dan aku hanya bisa membantu yang ke-3 selama dia di kantor. Kulihat soohyun sudah selesai makan dan masuk ke kamar eommanya.

~Kyuhyun POV~
“Taraaa makanan datang!!” ujarku padanya. Kulihat dia tersenyum
“Suapi aku~” ujarnya manja
Aku tersenyum menatapnya
“Ne. Aaa..”
Aku menyuapinya. Kulihat soohyun masuk kamar
“Annyeong soohyun eomma~” ujarnya
Kulihat soohyun memeluknya
“Eomma, kapan dongsaengnya lahir?” tanyanya
Aku tersenyum mendengarnya
“Waeyo? Kau sudah tidak sabar ya?” tanyanya
Soohyun mengangguk. Kulihat soohyun mengambil sendok
“Eomma aa…”
Aku tersenyum melihat soohyun menyuapinya
“Eomma harus banyak makan, jangan aneh-aneh,” ujar soohyun
Aku menahan tawa mendengarnya dinasehati
“Soohyun ah, darimana kau mendapat kata-kata itu?”
“Harabeoji,” ujarnya
Setelah youngie selesai makan aku membawa piringnya
“Aku pergi ke sekolah dulu eomma~ Annyeong. Aku tidak akan nakal,” ujarnya mencium pipi youngie
“Annyeong~”
Aku mencium keningnya
“Jangan sampai kelelahan ya,” ujarku
“Arra. Annyeong~”
Aku menutup pintu kamar. Kulihat appa di sana
“Appa, aku titip youngie. Gamsamida,” ujarku
“Ne, kau jangan lupa makan,” ujarnya
Aku membungkuk
“Annyeong harabeoji!! Appa ppali!!” ujar soohyun berlari ke mobil
“Annyeonghaseyo appa,” ujarku
Aku pun akhirnya berangkat. Baik, Cho Kyuhyun hari ini kau harus bisa melakukan semua tugas ini. Setelah mengantar soohyun sekolah,aku pergi ke kantor Girls’ Chic dan mengatur jadwal. Untunglah ada sungmin yang bisa membantuku mengawasi semuanya. Setelah itu, aku pergi ke kantor untuk mengikuti presentasi dan mengurus dokumen. Aku pun harus mengadakan survey mengenai lokasinya. Saat jam makan siang, aku menjemput soohyun di sekolahnya, makan siang bersamanya, kemudian kembali ke kantor. Di kantor, sambil mengurus jadwal syuting aku mendengar cerita soohyun dan mengajarinya beberapa pelajaran. Aku melakukan semuanya sambil memandang monitor CCTV di Girls’ Chic, memastikan semuanya bekerja dengan baik. Setelah selesai mengurus semuanya, aku pergi ke kantor Girls’ Chic, mendapat hasil laporan hari ini dan mengurus beberapa dokumen. Kemudian akhirnya pulang ke rumah. Aku merebahkan diriku di sofa. Kurasa..aku harus mulai terbiasa dengan segala keseharian ini selama 8 bulan ke depan. Benar-benar melelahkan. Aku melangkahkan kaki ke kamarku. Kulihat dia di sana, sedang tertidur. Aku merapikan selimutnya dan rambutnya. Tersenyum menatapnya. Seakan dia menghilangkan semua kelelahanku hari ini. Aku mengecup keningnya.
“Jaljayo..”

—————————————–

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kulihat jarum pendek di angka 4. Ini masih subuh. Aku menengok ke sebelah kananku. Kulihat dia masih tertidur. Aku menatapnya. Wajahnya sangat tenang. Seperti malaikat. Betapa beruntungnya aku memiliki nampyeon sepertinya.. Tiba-tiba aku merasa lapar. Aku menatap ke arahnya. Apa..sebaiknya kubangunkan saja?
“Kyu..irreona…”
“Hm…”
Aku menggoyangkannya
“Kyu..irreona~”
Kulihat dia mengusap matanya dan duduk. Kemudian dia melihat ke arah jam
“Youngie ah..kau tega sekali membangunkan nampyeonmu jam 4 pagi,” ujarnya lalu tidur lagi
“Kyu~ jangan tidur lagi. Aku juga tidak mau membangunkanmu tapi dia lapar,” ujarku
Kulihat dia kembali duduk
“kau mau makan apa?” tanyanya
“omelet~” ujarnya
“Arra.”
Kulihat dia keluar kamar. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan sepiring omelet
“Yeay!!! Gomawo appa~” ujarku
Kulihat dia tersenyum dan memberikan piring itu padaku. Tak lama kemudian dia tidur lagi
“Kyu~ Jangan tidur lagi, temani aku makan,” ujarku
“Aku belum lapar chagi,” ujarnya
“Kyu~ apa kau tega membiarkanku makan sendirian? Ayolah~”
Kulihat dia duduk sambil memejamkan mata.
“Gomawo~”
Aku mencium pipinya. Kulihat dia tersenyum. Aku memakan omelet itu. Kemudian memotongkannya untuknya
“aa…”
Dia memakannya. Aku tersenyum melihatnya. Setelah omelet itu habis, kulihat dia menaruhnya di meja. Kemudian memelukku
“Kembali tidur,” ujarnya
Aku tersenyum dan memeluknya. Rasanya benar-benar hangat. Inikah rasanya diperhatikan? Benar-benar manis

—————————————-

~Kyuhyun POV~
“Heuh..”
Aku menghela nafas dalam. Baru beberapa hari aku menjalaninya. Ini semua terasa melelahkan. Aku sangat kekurangan tidur dan lelah. Inikah rasanya menuruti kemauan yeoja yang sedang hamil. Tiba-tiba aku terpikir akan satu hal. Mungkin, ini semua adalah hal yang harus kutebus karena selama dia mengandung soohyun aku tidak memperhatikannya. Aku tersenyum melihat fotonya di meja kerjaku. Bersabarlah kyu, ini sudah kewajibanmu untuk menebus semuanya dan membahagiakannya.

———————————————-

~Siwon POV~
“Annyeong appa,” ujarnya
“Ne, annyeong kyuhyun ah,” ujarku
Aku menatapnya. Dia terlihat sangat kelelahan. Sudah sekitar 4 bulan jadwalnya sangat padat
“Kudengar drama terbarumu akan mulai kejar tayang sebentar lagi,” ujarku
“ne,” ujarnya
“Jujurlah padaku kyu ah, kurasa kau kelelahan dengan semua ini,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Sudah menjadi tanggung jawabku appa,” ujarnya
“Tapi tetap saja, kau harus memperhatikan kesehatanmu,” ujarku
Aku menatap ke arah soohyun. Kurasa..ada satu hal yang bisa kulakukan untuk meringankan bebannya
“Kyu ah.”
“Ne?”
“Apa kau tidak keberatan kalau appa yang menjemput dan mengajari soohyun?” ujarku
“N..ne?”
“Asyik!!! Dengan harabeoji!! Boleh ya appa!!” ujar soohyun
“Apa..dia tidak akan merepotkan appa?” tanyanya
“Tentu tidak,” ujarku
“Aku kan anak baik,” ujar soohyun
Aku tersenyum mendengarnya
“Gamsamida appa. Soohyun ah, kau tidak boleh nakal, arra,” ujarnya
“Siap komandan!”

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di kamarku. Aku merasa bosan. Sudah sekitar 4 bulan aku berada di kamar ini. Perutku mulai membesar dan ini menyulitkanku beraktivitas. Kulihat kyuhyun memasuki kamar dan membawakan makanan
“Annyeong~” ujarnya
“Ne annyeong,” ujarku
“Hei, kenapa kau selemas itu?” ujarnya
Aku menghela nafas
“Aku bosan. Semua buku sudah kubaca. Dan satu lagi aku merasa tidak berguna,”ujarku
“Sst..jangan bilang yang macam-macam,” ujarnya
“Aku bosan terus di sini..”
Kurasakan dia memegang wajahku
“Tinggal 4 bulan lagi,” ujarnya
“Masih 4 bulan lagi,” ujarku
“Jangan berpikir seperti itu, itu tidak baik bagimu dan dia,” ujarnya
Aku terdiam
“Setelah dia lahir, semuanya akan kembali normal, kau bisa kemanapun,” ujarnya mengelus perutku perlahan
“Ne..”
Kulihat dia tersenyum dan mencium keningku lembut. Kemudian mencium perutku
“Annyeong~” ujarnya

————————————————

~Kyuhyun POV~
“CUT!”
Aku melihat hasil rekamannya. Tersenyum puas. Drama ini akan dirilis sebentar lagi. Setelah syuting hari ini selesai aku kembali ke kantor. Untunglah appa membantuku dalam memberi masukan dan mengurus soohyun. Aku tersenyum memandang foto mereka di meja kerjaku. Sudah sekitar 3 hari aku pulang larut dan pergi sangat pagi. Aku ingin syuting ini segera selesai dan bisa menghabiskan waktu bersamanya–menunggu kelahiran bayi kami.  Aku melihat ke arah cellphoneku. Dia sedang apa sekarang…
“Sajangnim, rapat akan segera dimulai,” ujar sekretaris sunny
“Ne, arraseo”
Aku menaruh cellphoneku di atas meja dan memasuki ruang rapat.

~Sooyoung POV~
Aku terdiam di kamarku. Ini semua membuatku bosan. Hanya berada di kamar ini selama 6 bulan terasa sangat menyebalkan. Akhir-akhir ini kyuhyun sibuk dengan dramanya dan pulang di saat aku masih tertidur kemudian pergi di saat aku belum bangun. Sudah sekitar 3 hari aku tidak benar-benar melihat keberadaannya di sampingku. Aku benar-benar forever alone di sini. Kepala pelayan kim sedang pulang ke Daegu. Appa sibuk mengurus soohyun yang akan menjalani ujian. Kyuhyun sibuk dengan dramanya. Yuri berada di Amerika. Aku menghela nafas. Siapa lagi yang bisa kucari untuk menemaniku. Semua buku sudah kubaca, hampir semua not sudah kumainkan di piano untuk mengisi kebosanan. Apalagi setelah usia kandunganku beranjak 7 bulan. Aku benar-benar merindukan appanya. Aku melihat ke arah cellphoneku. Aku menelponnya. Tidak ada jawaban. Apa dia sudah tidak mau lagi mengangkat teleponku.. Apa dia sedang bersama aktris? Tak terasa air mata menetes dari pelupuk mataku. Kudengar cellphoneku berbunyi. Aku mengabaikannya. Setelah melihat itu adalah kyuhyun aku mengangkatnya
“Youngie..gwaenchanha?” tanyanya dengan nada panik
“Kyu…cepatlah pulang..”
“A..aku akan segera ke sana. bertahanlah”
Dia menutup teleponnya. Seketika aku tersenyum. Akhirnya dia pulang

~Kyuhyun POV~
Setelah rapat selesai aku memasuki ruang kerjaku. Aku melihat ke arah cellphoneku. Omona.. 10 missed call. Aku membukanya. Semua dari youngie? Entah kenapa feelingku buruk. Aku menelponnya. Tidak ada jawaban. Aku berlari menuju parkiran. Perasaanku sangat buruk. Aku mencoba menghubunginya terus hingga dia mengangkatnya
“Youngie..gwaenchanha?”
“Kyu..cepatlah pulang..” kudengar dia menangis
“A..aku akan segera ke sana. Bertahanlah.”
Aku menutup teleponnya. Aku memicu kecepatan tinggi ke sana.  Apa yang terjadi padanya? Tuhan..tolong lindungi dia. Akhirnya aku sampai di rumah. Aku berlari masuk ke kamarku dan menghampirinya.
“Youngie gwaenchanha?”
“Kyu~ Akhirnya kau datang juga. Aku merasa bosan di sini..” ujarnya
Aku menatapnya. Mworagu. Dia menelponku berkali-kali, mengangkat dengan menangis, menyuruhku pulang. Dan ternyata dia hanya merasa bosan
“YA! Cho Sooyoung! Berapa umurmu? Kau telah membuatku sangat khawatir dengan keadaanmu, menelponku berkali-kali, mengangkat dengan menangis, menyuruhku pulang, dan ternyata kau memanggilku hanya karena kau bosan? Kau sangat kekanak-kanakkan! Apa kau tidak tahu aku..”
“Mianhae…”
Kulihat dia menangis. Aku mengusap wajahku. Baik, aku di pihak bersalah sekarang
“Uljima. Mianhaeyo..aku tidak bermaksud memarahimu..” ujarku
“Mianhae…aku.. aku benar-benar merindukanmu. Sudah 3 hari aku tidak melihatmu terang-terangan. Kau pergi sangat pagi, pulang sangat malam. Kau bahkan tidak mau mengangkat teleponku. Aku hanya ingin mendengar suaramu apa itu salah. Aku kesepian di sini…”
Aku menghapus air matanya
“Mianhae..aku.. bukan maksudku tidak mau mengangkatnya,cellphoneku tertinggal di meja kerja. Dan.. mianhae, aku tidak bemaksud memarahimu. Aku hanya merasa sangat cemas. Aku takut terjadi sesuatu padamu dan anak kita. Mianhae aku lepas kendali,” ujarku
“Aku selama ini membuatmu kesal dan lelah mengurus semuanya. Aku benar-benar tidak berguna,” ujarnya
“Hei..jangan bilang begitu.”
“Aku hanya ingin seseorang menemaniku.. aku bosan..” ujarnya
Aku memeluknya
“Mianhae..seharusnya aku menemanimu di saat seperti ini. Tapi aku malah sibuk dengan pekerjaanku,” ujarku
Dia mulai berhenti menangis. Aku mengusap air matanya
“Aku berjanji setelah drama ini selesai aku akan menemanimu. Arra?”
Dia mengangguk
“Tidak baik menangis seperti itu, kau terlihat jelek,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Baik, sekarang kita dengar. Kau mau makan apa?”
Dia menggeleng
“Aku mau kau di sini hari ini saja..” ujarnya
Aku tersenyum dan mengusap kepalanya
“Ne.”
Aku duduk di sampingnya. Kurasakan dia tertidur bersandar di bahuku. Aku tersenyum melihatnya. Perlahan aku mengusap kepalanya. Seharusnya aku mencoba bersikap lebih dewasa dan bisa mengontrol emosiku. Wajar saja kalau dia merasa kesal dan bosan di sini. Terkurung selama 6 bulan tanpa aktivitas keluar di rumah. Apalagi setelah perutnya membesar. Dia pasti sulit tidur dan perasaannya menjadi sensitif. Aku mengecup keningnya lembut.
“Jaljayo”

~Siwon POV~
Aku melangkahkan kakiku ke rumah. Perlahan aku membuka pintu kamarnya. Aku tersenyum melihat dia tertidur di rangkulan kyuhyun. Kyuhyun tertidur memeluknya–masih mengenakan pakaian kantor. Aku menutup pintu itu perlahan. Yoona..aku jadi teringat saat kita dulu

———————————————————

~Kyuhyun POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kulihat dia masih tertidur di rangkulanku. Sekarang sudah jam 6 malam. Sudah saatnya makan malam. Perlahan aku membangunkannya
“Youngie irreonaseyo.”
“Hm..”
Dia mengusap matanya
“Aku akan membawakan makanan ke sini,” ujarku
Aku melangkahkan kaki ke ruang makan. Kulihat soohyun di sana bersama appa
“Annyeong,” ujarku
“Appa!!”
Dia memelukku. Aku menggendongnya dan mencium pipinya
“Bagaimana ujianmu?”
Dia memberi 2 jari. Aku mengusap kepalanya. Aku menurunkannya dan mengambil makanan youngie
“Appa, kapan dongsaeng lahir dan eomma bisa makan bersama kita di sini?Aku sangat merindukannya,” ujarnya
Aku tersenyum padanya
“Tinggal 2 bulan lagi,” ujarku
Kulihat dia menatapku
“Apa aku boleh makan bersama eomma di kamar?” ujarnya
Aku melihat ke arah appa. Kulihat appa mengangguk
“Ne”
“YEAYY!!!”
Kulihat dia berlari masuk ke sana. Aku menggeleng melihatnya

~Sooyoung POV~
Kulihat pintu kamarku dibuka.
“Eomma!!!!!” ujar soohyun memelukku
“Annyeong soohyun ah~ Bagaimana ujiannya?” tanyaku
“Sukses!” ujarnya
Aku mencium keningnya
“Anak eomma memang pintar.”
Kurasakan dia mengelus perutku
“Dongsaeng ah, aku ingin melihatmu,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Aku mau dipanggil oppa atau hyung,” ujarnya
Tiba-tiba kurasakan dia menendang dari dalam
“Eomma! Dia menjawabku,” ujarnya
“Jinjja? Wuah..”
Kulihat kyuhyun memasuki kamar
“Appa!! Dongsaeng menjawabku!” ujar soohyun
“Jinjja?”
Soohyun meraih tangan kyuhyun dan meletakkannya di perutku. Kurasakan dia menendang lagi
“Wuahhh kau benar.”

—————————————–

~Kyuhyun POV~
“Ne. Aku akan pulang sebentar lagi. Annyeong. Saranghae.”
Klik. Aku menutup teleponnya. Aku sedang berada di kantor Girls’ Chic dan membereskan berkas-berkasnya. Kulihat sungmin yang ada di depanku tersenyum
“Berapa lama lagi bayinya lahir?” tanyanya
“Menurut perkiraan dokter sekitar seminggu lagi.”
“Yeoja atau namja?” tanya sungmin
“Mollayo. Dia meminta dokter merahasiakannya.”
“Kalau yeoja pas sekali. Nanti soohyun menjadi presdir di rumah produksi dan yeodongsaengnya menjadi presdir Girls’ Chic.”
Aku tersenyum mendengarnya
“Namja atau yeoja bukan masalah bagiku. Yang penting dia sehat.”
“Ne, kau benar. Lalu dia bersama siapa di rumah?”
“Ada appanya.Berhubung anak kami akan lahir beberapa hari lagi, aku merapikan semua berkasku secepatnya. Jadi aku bisa menemaninya di rumah. Dan berjaga-jaga,” ujarku
“Semoga prosesnya lancar.”
“Gamsamida.”

~Sooyoung POV~
“Eomma, kapan dongsaengku lahir?” tanya soohyun
“Seminggu lagi, chagi.”
“Aku tidak sabar melihatnya,” ujarnya sambil memegang perutku
“Ne, soohyun ah.”
“Eomma melahirkan itu seperti apa?” tanyanya
“Hm…bagaimana cara menjelaskannya ya.. Soohyun ah, kau akan mengerti nanti,” ujarku
Krek… kulihat pintu terbuka
“APPA!!!”
“Annyeong soohyun ah!!! Lihat appa membawa ttokbogi!”
“YEAAY!!!”

————————————–

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku. Kulihat kyuhyun sudah memakai jasnya
“Annyeong,” ujarku
“Annyeong yeobo,”ujarnya mencium keningku
“Sudah jam berapa?” tanyaku
“Jam 7. Soohyun sudah berangkat ke sekolah dengan appa.”
“Arra..”
“Kau lapar? Aku akan mengambilkanmu makanan.”
“Hm… ne.”
“Kau mau makan apa?”
“Apa saja.”
“Kalau begitu aku akan membuatkanmu bulgogi. Tunggu di sini arraseo?” ujarnya mengusap kepalaku
“Ne.”
Kulihat dia melangkahkan kaki menjauh
“Kyu.”
“Ne?”
“Saranghae.”
“Nado saranghae.”
Krek..pintu tertutup. Aku mengusap mataku. Benar-benar sepi. Aku melihat tumpukan majalah di sebelahku. Semuanya sudah kubaca. Benar-benar membosankan. Kenapa kyuhyun lama sekali? Aku berdiri dari ranjangku untuk menyusulnya. Tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan BRUK! Aku terjatuh. Kurasakan rasa yang sangat sakit di perutku
“KYUUUUU!!!”

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum sambil memasak bulgogi. Tidak biasanya dia semanja itu. Setelah mematikan kompor, aku menghidangkan bulgogi. Tiba-tiba kudengar suara dari kamar
“KYUUUUUU!!!!!”
Entah kenapa perasaanku buruk. Cepat-cepat aku meninggalkan dapur dan pergi ke kamar. Aku membuka pintunya dan tersentak melihatnya di lantai dan merintih kesakitan
“YOUNGIE?”
“Kyu…jeongmal appayo..”
Kudengar suara mobil appa datang.
“Bertahanlah.”
Aku cepat-cepat menggendongnya dan berlari ke luar.
“YOUNGIE?!”
“Appa, ppali kita ke rumah sakit sekarang.”
“Ne.”

—————————–

~Siwon POV~
Aku menunggu di depan ruangan dengan cemas. Bagaimana bisa ini terjadi. Kulihat kyuhyun di sebelahku menitikkan air mata
“Ini semua salahku. Seharusnya aku tidak meninggalkannya.”
“Gwaenchanha… Ini bukan salahmu,” ujarku
“Padahal dokter sudah berpesan agar dia tidak boleh sampai jatuh. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya appa.”
Aku menepuk pundaknya. Keadaan yang dialaminya sekarang persis dengan keadaanku saat yoona di dalam sana. Berjuang antara hidup dan mati. Dalam ruang operasi. Aku mengusap wajahku. Tuhan..kumohon jangan biarkan dia pergi. Jangan biarkan kyuhyun merasakan apa yang kurasakan saat yoona pergi. Dan jangan biarkan soohyun dan dongsaengnya merasakan perasaan yang dialami youngie. Kumohon ya Tuhan… Krek..pintu ruang operasi terbuka.

~Kyuhyun POV~
Aku berdiri saat melihat pintu ruang operasi terbuka. Kulihat seorang bayi mungil keluar dari ruangan. Bertuliskan Ny.Cho.
“Chukkhae bayimu adalah seorang yeoja yang sehat.”
Aku menghembuskan nafas lega mendengarnya. Syukurlah. Tapi…
“Suster, bagaimana keadaan eommanya?” tanyaku
“Park euisa sedang menanganinya. Terjadi sebuah masalah di sana.”
Aku terduduk lemas mendengarnya. Tuhan…aku tahu dia kuat. Dia harus kuat….untuk soohyun…siwon appa…aku..dan putri kami. Krek…kulihat pintu ruang operasi kembali terbuka
“Bagaimana…euisa?” tanyaku
“Kondisinya sudah stabil. Tinggal menunggu dia bangun.”
Aku menghembuskan nafas lega. syukurlah..

~Sooyoung POV~
Aku memandang ke sekitarku bingung. Semuanya putih. Ini dimana? Tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku
“Bogoshipoyo…youngie..”
Aku menoleh ke arahnya. Ini….apa aku tidak sedang bermimpi
“Eomma…..Eomma.”
Aku memeluknya erat
“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu chagi..” ujarnya
“Eomma..ini dimana?”
“Youngie..dengarkan aku..” ujarnya memandang wajahku
“Kau harus bertahan untuk siwon, appamu. kyuhyun, nampyeonmu. Dan anak-anakmu. Arra?”
“Aku tidak mengerti eomma..”
“Eomma meminta maaf karena saat kau lahir..eomma tidak pernah melihatmu sama sekali. Dan bahkan tidak pernah berkata saranghae. Jadi ini pertemuan pertama dan terakhir kita… arra?”
“Eomma..”
“Saranghae….”
“Nado saranghae..”
Sing……
Tiba-tiba pandanganku mulai buram. Perlahan aku mengerjapkan mataku. Kulihat kyuhyun sedang tertidur di sebelahku. Matanya sembab. Perlahan aku menggerakkan tanganku
“Kyu..”
“Youngie…”
Kurasakan dia memelukku erat
“Syukurlah…”
“Apa..yang terjadi?”
“Youngie kau..kau ingat siapa aku kan? Kau ingat soohyun dan appa?”
“Mana mungkin aku lupa, kau ini ada-ada saja.”
“Syukurlah…gomawo..”
“Sebenarnya apa yang terjadi?”
“Tadi kau terjatuh di kamar dan mengalami kontraksi. Tapi tenang saja semuanya baik-baik saja.”
“Bayi kita….”
“Kita mendapatkan seorang putri yang cantik dan sehat,” ujarnya mengusap tanganku
“Aku ingin melihatnya,”ujarku
“Besok kau bisa melihatnya. Tapi kau harus di sini dulu arra.”
Aku mengangguk mengerti
“kau tahu..tadi aku bertemu eomma.”
“Eomma?”
“Ne. mungkin untuk pertama dan terakhir kalinya aku mendengarnya mengucapkan saranghae secara langsung.”
Kulihat dia tersenyum
“Dia sangat cantik, seperti seorang malaikat,” ujarku
“Sayangnya putrinya jelek.”
“Kyu!!!”
“Itu hukuman bagimu karena telah membuat jantungku hampir copot melihatmu jatuh. Kalau terjadi sesuatu padamu aku akan menjadi orang paling menyesal di dunia ini kau tahu!”
“Mianhaeyo,” ujarku
“Gwaenchanha.. Gomawo sudah memberi seorang malaikat lagi untukku,” ujarnya
“Ne”
“Dan kau tahu. Malaikat itu jauh lebih cantik darimu.”
Aku tertawa mendengarnya
“Kau balas dendam?”
“Mungkin. Kau sendiri pernah mengatakan kalau ‘soohyun lebih tampan dari appanya’ sekarang aku membalasmu.”
“Ne ne. Oh ya..kita belum memberinya nama.”
“Cho Sulli,” ujarnya
“Kapan kau menyiapkannya?”
“Rahasia.”Aku tersenyum mendengarnya. Kulihat dia mendekatkan wajahnya padaku. Aku memejamkan mata hingga suara pintu berbunyi
“EOMMA!!!!!!”
Aku menjulurkan lidah padanya. Kulihat kyuhyun mendengus kesal
“Annyeong soohyun ah, appa!!”
“Annyeong!!”
“Eomma! Aku sudah melihatnya! Dia lucu sekali! Dia mungil dan cantik!”
“Jinjjayo?”
“Ne! Dan dia memakai selimut warna pink! Sarung tangan kecil.”
Aku tersenyum mendengarnya dan memeluknya
“Chukkhae eomma.”
“Gomawo.”
Tiba-tiba kurasakan kyuhyun memelukku
“Aku juga ingin ikut dipeluk,” ujarnya
“Kami sudah menyiapkan sesuatu untuk eomma dan yeodongsaeng di rumah!”
“Jinjjayo?”
Krek…tiba-tiba pintu terbuka. Seorang suster datang dan membawa sebuah ranjang bayi. Tiba-tiba air mataku menetes. Entah kenapa kau merasa terharu dengan ini semua. Bagaimana bisa aku sudah memiliki dua orang malaikat mungil sekarang. Aku memegang tangannya. Annyeong sulli ah..

————————————–

~Kyuhyun POV~
Hari sudah malam. Soohyun tertidur di sofa kamar inapnya. Dia memaksa untuk menginap untuk menemani eommanya. Aku tersenyum melihat sulli yang tertidur di dalam ranjang bayinya dengan pulas. Kulihat dia tersenyum memandangnya
“Aku tidak menyangka sudah menjadi seorang eomma untuk dua malaikat. Rasanya baru kemarin aku lulus sma.”
Aku tersenyum mendengarnya
“Ne. Rasanya sangat cepat.”
“Dan rasanya baru kemarin aku memanggilmu oppa. Kurasa sekarang aku tidak bisa memanggilmu oppa lagi di depan mereka.”
“Ne padahal rasanya lebih nyaman dipanggil oppa.”
“Kau mau terlihat muda?” tanyanya
“Wae? Aku memang masih muda. Umurku baru 29 tahun.”
“Itu sudah tua.”
“Kau juga.”
“Hahahhaa. Semuanya seakan mimpi.”
“Tadinya aku takut kau terbangun dan lupa ingatan seperti dulu.”
“Iya ya, seharusnya tadi aku mengerjaimu dan bilang aku lupa ingatan. Tapi hanya tentangmu.”
“Arra nyonya cho…arra… Dan di saat itu aku akan memaksamu mengingatnya.”
“Caranya?”
Aku meraih dagunya dan menciumnya
“Yeobo!!”
“OMONAA!!!!” teriak soohyun yang spontan membuatku membulatkan mata
“Soohyun ah!! Kau pura-pura tidur?!”
“Hahahahaha aku akan mengadukan hal ini pada harabeoji!” ujarnya
Aku mengelitikinya
“Hahahahahahhahhaaa appa geli!!”
“Ini hukuman untuk anak nakal yang pura-pura tidur.”
“Hahahahahahahhaa.”
Dan hari itu tawa kami meledak dalam ruangan. Aku benar-benar merasa bahagia mengingat kalau ternyata bahagia itu sangatlah sederhana. Tapi memiliki banyak makna. Dan kurasa akan ada hari-hari bahagia selanjutnya. Karena kau akan bahagia bersama orang yang kau cintai. Mungkin ada kalanya pertengkaran kecil muncul. Tapi itu hanyalah ombak kecil yang tidak akan menghancurkan bahtera kami. Karena bahtera itu sudah menemukan tujuannya. Ia sudah berlabuh pada sebuah hati. Cho Sooyoung

The End

55 thoughts on “{After Story 2} Love Destiny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s