Inifinitely Yours {Part 1}

Infinitely Yours

Title : Infinitely Yours

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Shim Changmin
*Kris Wu

Other Cast :
*Choi Minho
*Leeteuk
*Heechul
*Sungmin
*Shindong
*Donghae
*Eunhyuk
*Yesung
*Ryeowook
*Tiffany
*Sunny
*Jessica

*Taeyeon

Type : Series

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rating : PG-15

Part 1 – Dormitory

~Author POV~
Seseorang melangkahkan kakinya menuju tempat itu. Ia menarik kopernya dengan yakin, melangkahkan kaki memasuki ruang di depannya.
“Annyeonghaseyo,” ujarnya memasuki ruangan itu
“Ne, annyeonghaseyo. Kau pasti..Choi Minho,” ujar namsong di depannya
“Ne.”

————————————————–

~Sooyoung POV~
“Selamat datang di Kwanbon Haggyo, Minhossi. Joenun Lee Sooman imnida. Saya adalah Kepala Sekolah di sini,” ujar namsong itu
Aku membungkuk
“Mannaseo panggapseumnida.”
“Mari, ikut saya berkeliling sekolah ini. Kopernya..tinggalkan saja di sini.”
Aku mengikutinya. Aku memandang sekolah ini takjub. Benar-benar besar
“Sekolah ini terbagi atas 6 gedung. 3 gedung merupakan asrama yang berada di sebelah sana.”
Aku menengok ke arah tangannya. Asramanya terlihat sama dari luar
“Mengenai di asrama mana kau akan tinggal, itu tergantung dirimu.”
“N..ne?”
“Asrama 1, berisi murid-murid yang berbakat di bidang lukis. Asrama 2, berisi murid-murid yang berbakat di bidang musik dan akting. Dan asrama 3, berisi murid-murid yang berbakat di bidang drama.”
Aku mengangguk mengerti
“Ruang makanmu berada di asramamu. Gedung yang tadi kau datangi adalah gedung kepala sekolah untuk mengurus administrasi dan tempat konferensi. di sebelah kanan adalah gedung olahraga dan Hall. Di sana terdapat stadium, kolam renang, gym, dan lapangan. Hall digunakan untuk acara sekolah. Dan terakhir di sebelah kiri adalah tempatmu belajar.”
“Algesseumnida.”
Aku melangkahkan kakiku mengikutinya kembali ke ruangannya. Ini memang cukup nekat, tapi aku memberanikan diri melakukannya karena aku punya alasan tertentu yang harus kuwujudkan
“Apa ada yang kurang mengerti minhossi?”
Ya, dan satu lagi. Mulai hari ini aku harus membiasakan diriku untuk dipanggil dengan sebutan ‘minho’.  Karena mulai hari ini. Aku, akan menjadi salah satu murid di sekolah khusus namja, Kwanbon Haggyo untuk menjalani sebuah misi
“Semua sudah jelas.”
“Kurasa,masih ada waktu untuk memperkenalkanmu di depan para siswa kelasmu. Kaja.”
Aku mengikutinya, memasuki sebuah kelas. 1-2. Dari lorong aku bisa mendengar suara keributan. Aku menarik nafas panjang. Tenang sooyoungie. Kau pasti bisa melakukannya. Aku bisa melihat kehebatan namsong ini. Hanya dengan membuka pintu kelasnya, seisi kelas menjadi tenang
“Annyeonghaseyo sonsaengnim,” ujar mereka
“Ne, annyeonghaseyo.”
Aku ikut masuk ke dalam
“Hari ini kita kedatangan murid baru bernama Choi Minho dari Amerika,” ujar namsong itu
“USA, USA!” ujar seorang siswa
Namsong itu menggelengkan kepalanya
“Perkenalkan dirimu,” ujarnya padaku
“Annyeonghaseyo joneun Choi Minho imnida. Mannaseo panggapseumnida.”
“WOOO!!!”
Kudengar kelas mulai gaduh. Aku memandang ke sekitarku. Tenang youngie, tenang.. Tiba-tiba aku menemukan sosok namja itu. Dia… sekelas denganku?! Kulihat dia tampak tidak tertarik dengan kedatangan siswa baru, dia bahkan sedang membaca buku dengan handsetnya.
“Kalau begitu..saya akan meninggalkan kelas ini. Berkenalanlah yang baik,” ujar namsong itu
“Ne sonsaengnim!!” ujar mereka
Setelah namsong itu pergi, kudengar kelas kembali gaduh
“YA! Anak baru! Ireumi mwoya?!” ujar namja yang tadi berteriak  itu
Apa dia tidak mendengarku tadi? Haish..tenang youngie
“Choi Minho imnida.”
Kulihat seorang namja maju ke depan, mengelilingiku
“Ya! Bagaimana bisa namja memiliki tangan sekecil ini hah? Apa kau tidak pernah berolahraga?!” ujarnya memegang pergelangan tanganku
“Ne?”
“Kalau dilihat-lihat kau terlihat manis,” ujar namja itu
Baik, aku mulai takut sekarang pada orang ini
“Hahahahahahaha yeppeun namja!!” ujar orang bernametag Lee Hyukjae itu
“Hahahahahahhahaa,” spontan seluruh kelas tertawa kecuali namja itu. Choi Siwon
“YA! Siwon ah, apa dia kolegamu! Marganya sama denganmu!” ujar namja berambut pirang bernametag Kim Ryeowook
Kulihat dia tidak memalingkan wajahnya
“Itu bukan urusanku.”
Bagaimana bisa dia sedingin itu. Apa aku bisa melakukannya.. Haish apa yang kau pikirkan. Ingat youngie, tujuanmu!
“Anak baru! Cepatlah kau pergi ke kandang Chi. Lalu kau ambil tulang mainannya!” ujar namja bernama Lee Hyukjae itu
“Ne?”
“Itu ritual kami,” ujarnya
“A..algesseumnida.”
Aku meninggalkan kelas itu cepat-cepat.

~Siwon POV~
“Hahahhahahaha! Benar-benar bodoh!” ujar hyukjae
“Bukan cuma lemah tapi juga bodoh. Aku ingin lihat bagaimana kacaunya dia nanti setelah mengambil tulang itu dari Chi,” ujar ryeowook
“Kurasa, ini akan menjadi sangat menarik,” ujar donghae
Aku mengabaikannya dan memutuskan membaca buku
“Ya, siwon ah. Kau sangat hebat bisa bersikap dingin bahkan pada siswa baru. Hahahaha,” ujar yesung
Aku mengabaikannya juga
“Sudahlah,tidak usah mengajak bicara namja itu,” ujar ryeowook yang kudengar
Aku menghela nafas. Ya, aku sudah terbiasa tidak mempedulikan mereka. Mereka, hanyalah orang-orang yang menggangguku. Orang-orang yang berada di sampingku saat aku masih jaya. Bukan orang yang ada di sampingku saat aku mengalami kesulitan. Aku membalik halaman bukuku. Aku sudah terbiasa

~Sooyoung POV~
Akhirnya aku menemukan kandang itu. Kulihat seekor anjing putih di sana, duduk dengan nyamannya. Aku mendatanginya
“Annyeong.”
Kulihat dia menatapku
“Aku..hanya ingin mengambil tulang itu, sebentar saja yaa~” ujarku
Perlahan aku mengambilnya. Kulihat anjing itu mengikutiku
“Aku..hanya ingin pinjam saja~”
Tiba-tiba kurasakan dia menjilat tanganku. Aku tersenyum melihatnya
“Itu salam perkenalan?”
Aku mengelus kepalanya
“Kau sangat manis.”

~Hyukjae POV~
Kulihat siswa baru itu kembali ke kelas. Aku tercengang melihatnya kembali tanpa goresan sedikitpun
“Ini tulang yang kau maksud?” tanyanya
Aku terdiam melihatnya, begitu pula seisi kelas.
“Dia anjing yang sangat manis,” ujar anak baru itu
Aku tercengang mendengarnya. Mwo..mwoya? Bagaimana bisa Chi bersikap baik pada orang baru?

~Sooyoung POV~
Kulihat seisi kelas itu diam. Ada apa dengan mereka?
“Apa..ada bangku kosong?” tanyaku
“Di..sebelah siwon,” ujar namja bernama hyukjae itu
Aku melangkahkan kaki santai ke sana. Duduk di sebelahnya. Aku tidak menyangka akan sekelas dan bahkan duduk di sebelahnya
“Annyeonghaseyo,” ujarku
Dia mengabaikanku
“Namamu..Choi Siwon?” tanyaku
“Bagaimana kau bisa tahu?” ujarnya
“A..itu nametagmu!” ujarku
“Joneun..Choi Minho imnida. Marga kita sama,” ujarku
“Kenapa kau berisik sekali?” ujarnya
“Ne?”
Bel pulang sekolah berbunyi. Seisi kelas keluar, tinggallah aku sendiri di kelas ini yang tak tahu harus kemana. Kulihat seorang namja memasuki ruang kelasku
“Apa kau anak baru bernama Choi Minho?” ujar seorang namja
“Ne,” ujarku
“Hei, benar di sini!” ujar namja itu pada seseorang di luar kelas. Tak lama kemudian kulihat 3 orang namja memasuki kelas
“Annyeonghaseyo Minhossi,”ujar mereka
“Ne,annyeonghaseyo.”
“Joneun Shin Dong Heui imnida. Aku adalah ketua asrama 1.”
“Joneun Park Jungsoo imnida. Kau bisa memanggilku Leeteuk dan jangan tanya darimana asal nama itu. Aku adalah ketua asrama 2.”
“Joneun Heechul imnida. Aku adalah ketua asrama 3.”
“Ne..” ujarku menggaruk tengkuk
“Baik, minhossi. Di sini kami punya 3 asrama. Kurasa kau sudah mendengarnya dari kepala sekolah,” ujar namja bernama Leeteuk itu
“Ne.”
“Dan sekarang, kami bertugas membantumu memilih asramamu,” ujar namja bernama Shin Dong Heui itu
“Kaja,” ujar namja bernama Heechul
Aku mengikuti mereka. Pertama-tama ke sebuah gedung bertuliskan ‘asrama 1’. Aku tercengang melihat gedung ini. Dindingnya penuh lukisan
“Di sini, kami yang berbakat lukis mengapresiasikannya dengan karya kami. Melukis bisa dimanapun. Setiap pulang sekolah kau bisa mulai berkarya. Tidak ada aturan jam tidur di sini. Tidak ada kegaduhan. Tidak ada latihan intensif. kau bebas.” ujarnya
Aku mengangguk mengerti. Tiba-tiba kulihat seorang namja dengan wajah robek mendatangiku. Aku tercengang melihatnya, bahkan tidak mampu berkata-kata
“Ah, ini salah satu karyanya. Hebat bukan? Seperti robek wajahnya. Itu hanya lukisan.”
Aku menelan kata-kataku. Yang jelas, aku tidak akan mau wajahku dibuat robek di sini meski lukisan sekalipun. Berikutnya kami mendatangi asrama 3. Kulihat banyak orang berpakaian aneh mondar-mandir
“ROMEO!!”
“JULIET!!”
“OH ROMEO!!”
“OH JULIET!!”
“ROMEOKU!!”
“JULIETKU!!”
Baik. kapan drama ini selesai. Kulihat seorang namja mendatangiku dengan pakaian aneh dan wig panjang
“Bagai matahari yang tebit di barat. Cinta kita takkan mungkin terlaksana. laksana embun dalam cahaya bulan. Semua kata-kata kita telan begitu saja. Oh, harapanku.”
“Di sini, kau akan menjadi bintang panggung ternama. Penuh kreasi tak terbatas!” ujar ketua asrama 3
Aku tersenyum tipis menatapnya. Aku bisa gila berada di sini lebih lama. Asrama ini tidak seperti yang kubayangkan. Akhirnya aku tiba di asrama 2. Aku memasuki ruangan itu. Kudengar suara piano dilantunkan. Sangat merdu dan tenang.
“Di sini semua punya aktivitas masing-masing dan..”
Kulihat seorang namja lewat. Itu..Choi Siwon
“Aku sudah memutuskan!” ujarku
“Ne?”
“Aku..ada di asrama 2!”

——————————-

~Kyuhyun POV~
Aku melangkahkan kakiku menuju dorm bersama chi. Kulihat sebuah mobil hitam yang kukenal terparkir di sana. Aku menghela nafas dan mengabaikannya.
“Kyuhyun ah..”
Aku menghentikan langkahku
“Kau mencari choi siwon?”
“Ne?”
“Oh. Maaf aku lupa namanya sudah menjadi cho siwon beberapa hari lalu,” ujarku
“Kyuhyun ah..sampai kapan kau berhenti bersikap seperti ini padaku?” tanyanya
Aku menghela nafas
“Sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Aku sudah berkali-kali berkata padamu, ahjeossi. Jangan ikut campuri hidupku lagi. Berbahagialah dengan yeosong itu dan anakmu,” ujarku lalu memasuki dorm. Kurasakan dia menagan tanganku
“Kyu ah..kita perlu bicara berdua. appa…”
Aku melepaskan tangannya
“Sejak kau menjadi penyebab kematian eomma, sejak kau mengkhianatinya, dan sejak kau menikah dengan yeosong itu. Aku sudah tidak mengganggapmu sebagai appaku dan kau tidak memiliki wewenang apapun lagi mengatur hidupku arraseo?”
Aku melangkahkan kakiku memasuki dorm. Kulihat namja itu menatapku. Aku menatapnya tajam dan melangkahkan kaki ke kamarku. Kulihat sebuah tulisan asing di sana. Choi Minho

~Sooyoung POV~
Setelah memutuskan di asrama 2, aku membawa koperku. Ketua asramanya, Leeteuk mengantarku kamar asramaku
“Di sebelah sana adalah tempat laundry, kau bisa mencuci pakaianmu di sana. Ruang tadi adalah ruang makan, jam makan pagi adalah jam 6, jam makan siang adalah jam 12, dan jam makan malam adalah jam 6 malam. Di sini terdapat 49 siswa. Denganmu, menjadi 50 siswa. Kamarku berada di lantai bawah, nomor 4. kau bisa ke sana kalau butuh. Dan kamarmu di sini, nomor 24,” ujarnya
“Algesseumnida,” ujarku
“Jam pelajaran mulai pukul 7.30 sampai 15.30. Dan oh, kau bisa memainkan piano di ruang makan kapanpun kau mau.”
“Ne. Gamsamida Leeteukssi,” ujarku
“Ne.”
Namja itu berlalu pergi. Aku menatap pintu dormku. Kulihat di sana ada 2 nama. Satu adalah namaku, tepatnya nama saudara kembarku–Choi Minho. Ya, aku menggunakan berkas-berkasnya untuk masuk ke sekolah ini. Sekolah khusus namja. Dan satu lagi adalah nama roomateku. Cho Kyuhyun. Seperti apa orangnya.. Aku mengetuk pintu kamar itu. Tidak ada jawaban. Aku memasuki kamar itu. Tidak ada orang. Kamar ini cukup besar, dibagi atas bawah. Aku memasuki kamar mandi. Syukurlah, ada kuncinya. Aku menaikkan koperku ke atas. Kulihat seorang namja memasuki kamar
“A..annyeonghaseyo,” ujarku
“Nuguya?” ujarnya
“Aku..adalah siswa baru. Joneun Choi Minho imnida. Mulai hari ini aku akan menjadi roomatemu, mohon bantuannya,” ujarku
“Ya, siapa yang menyuruhmu di sini?” ujarnya
“Leeteukssi,” ujarku
“Haish..ahjeossi itu..”
“Kamar di sini..hanya ada 25,” ujarku
“Aku juga tahu itu,” ujarnya
Kulihat dia menghela nafas
“Bagaimana kalau aku tidak mau menerimamu di sini?” ujarnya
“Ne?”
“Carilah kamar lain!” ujarnya
Aku menatapnya. Namja ini sangat menyebalkan dan dingin
“Kamar lain sudah penuh,” ujarku
“Carilah kamar teman sekelasmu! Tidur bertiga di sana!” ujarnya
“YA! Kau pikir aku mau menjadi roomatemu! Aku dipilihkan ketua asrama! Pantas saja kau tinggal sendiri di sini! Mana mungkin ada orang yang mau menjadi roomate orang sepertimu!”
“MWOYA?! Kenapa kau jadi memarahiku! Hei anak baru! Kau mencari masalah ya?!”
“Aku tidak takut padamu arra!” ujarku
“Ya sudah, sana keluar dan tidur di kandang Chi!” ujarnya
Aku terdiam
“Kenapa kau diam hah?! Kau ini namja, bukan yeoja. Kenapa kau harus segan tidur di luar?” ujarnya
Aku menatapnya kesal
“Kenapa kau jadi membawa-bawa masalah namja dan yeoja?!” protesku
“Namja berwajah cantik, sepertinya bukan hanya wajahmu yang seperti yeoja, bahkan kepribadianmu juga,” ujarnya
“MWORAGU?!”

—————-TBC————–

65 thoughts on “Inifinitely Yours {Part 1}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s