{After Story 1} Love Destiny

cropped-love-destiny.jpg

Title : Love Destiny

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Victoria Song
*Shim Changmin

Other Cast :
*Kim Hyoyeon
*Kim Taeyeon
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Lee donghae
*Park Jungsoo
*Lee Sunkyu
*Lee Sungmin
*Ye Eun

Type : Series

Genre : Romance,Family,Friendship

Rating : PG-15

Part 1 | Part 2Part 3 Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8

~Sooyoung POV~
Hari ini aku akan pulang dari rumah sakit. Kyuhyun sedang mengurus administrasinya. Aku melihat malaikat kecil kami yang sedang tertidur di sebelahku. Benar-benar bodoh, bahkan bagaimana bisa aku melupakannya?
“Mianhae..”
Aku memegang tangannya yang kecil. Sebenarnya apa saja yang kulupakan? Appa.. Soohyun. Bagaimana bisa aku melupakan mereka? Aku jadi kesal pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak mengingat apapun tentang pernikahan kami.. Kenapa yang kuingat hanyalah kyuhyun oppa–yang menjadi namjachinguku. Aku tersenyum kecil melihatnya. Chagi..perlahan eomma akan mencoba mengingatnya.. Kulihat kyuhyun memasuki ruangan
“Annyeong Nyonya Cho!!Chukkhae kau boleh pulang hari ini!!!” ujarnya sambil membawa balon
Aku tersenyum melihatnya. Kulihat dia membawakan tasku
“Kaja,” ujarnya
Aku menggendong soohyun perlahan agar tidak membangunkannya. Aku duduk di kursi sebelah kyuhyun oppa dan menatap soohyun. Bagaimana bisa aku menjadi eomma secepat ini? Rasanya benar-benar bahagia. Sekarang bukan hanya kami berdua yang ada di sini. Suatu saat nanti, soohyun akan duduk di belakang dan tertawa bersama kami. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya kami sampai di rumah
“Kau pasti akan sangat senang melihatnya,” ujar kyuhyun
“Melihat apa?” tanyaku
Dia hanya tersenyum dan pergi ke atas. Aku mengikutinya.
“Taraaa!!!!” ujarnya membuka sebuah pintu kamar
Ini…
“Kamar soohyun tepat di sebelah kamar kita jadi kau tenang saja,” ujarnya
Aku tersenyum melihatnya. Kamar ini sangat manis. Dengan nuansa warna biru pastel
“Gomawo appa,” ujarku
Kulihat dia tersenyum. Aku merebahkan soohyun perlahan di tempat tidurnya. Aku membuka lemari. Ada banyak baju kecil di sana dan perlengkapan bayi. Mulai dari botol susu, pemanas, bedak, sabun, dan lain-lain.
“Wuah..ini daebak,” ujarku
Kurasakan dia mengelus kepalaku
“Apapun untuk malaikat kecilku,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya. Kulihat kyuhyun oppa tersenyum dan mendekatkan wajahnya perlahan. Aku memejamkan mata. Tiba-tiba kudengar suara tangisan soohyun
“Kurasa dia cemburu,” ujarku
Kyuhyun oppa tertawa
“Soohyun ah, bagaimana bisa kau seperti itu padaku?” ujarnya
Aku tertawa dan menggendongnya. Kulihat dia masih menangis
“Kurasa..dia lapar,” ujarnya
Aku terdiam. Meskipun kami memang sudah menikah..tetap saja aku masih tidak mengingatnya dan canggung di depannya. Kulihat kyuhyun tersenyum seolah mengerti maksudku
“Arra, aku akan keluar dari kamar,” ujarnya
Aku tersenyum melihatnya
“Soohyun ah, ternyata appamu bisa membaca pikiranku.”

————————————————

~Kyuhyun POV~
Aku sedang menemani soohyun di kamarnya. Youngie sedang memasak untuk makan siang kami. Aku tersenyum melihat soohyun tertidur pulas. Aku memperhatikannya lekat-lekat. Wajahnya.. sangat mirip denganku. Bagaimana mungkin dulu aku meragukannya.. Haish..kyuhyun lupakan itu semua.. Itu masa lalu. Dan aku sudah berjanji akan menebus semuanya. Aku memegang tangan kecilnya
“Soohyun ah, appa meminta maaf,” ujarku
Kurasakan dia memegang jariku. Aku tersenyum melihatnya. Aku melihat ke arah jam. Sudah jam 12 siang. Perlahan aku melepaskan pegangan soohyun dan keluar dari kamarnya. Aku menuruni anak tangga. Tiba-tiba kudengar suaranya meringis
“Ah..”
“Youngie gwaenchanha?”

~Sooyoung POV~
Aku membuka kulkas. Mencari bahan makanan yang akan kumasak. Aku memutuskan membuatkan macaroni schotel untuknya. Aku mengambil bahan-bahannya di kulkas. Kemudian mulai membuatnya. Kurasa..akan lebih enak jika ditambahkan ham. Aku mengambil ham di kulkas dan memotongnya. Tiba-tiba aku seperti mendengar sesuatu

“Baik kalau itu maumu Cho Kyuhyun”
“Jeongmal apayo..”

“Ah..”
Aku memegang kepalaku. Kenapa ini semua terasa sakit.. Aku seperti melihat bayangan diriku mengiris pergelangan tanganku sendiri kemudian jatuh.

“Aku..meminta maaf..atas semua kesalahan yang kubuat. Aku meminta maaf…jika aku..menjadi penyebab kematian bumonimmu. Aku meminta maaf…karena membuatmu marah..bahkan menyusahkanmu untuk menjebakku..ke dalam kotak dimana aku tidak bisa keluar meski sudah tersiksa. Oppa…seberapa keras aku mencoba membencimu…aku tidak bisa. Karena aku mencintai oppa. Meski aku tahu itu semua sia-sia. Karena biar bagaimanapun juga..cho kyuhyun..adalah appa dari janinku. Meski..mungkin oppa tidak mengharapkannya..”

“Ah…”

Jika memang itu yang kau inginkan, dan itu bisa membuatmu bahagia, aku akan pergi dari kehidupanmu oppa, selamanya. Saranghae…nae cho kyuhyun.”

“Ah…”
Kurasakan air mata menetes dari pelupuk mataku. Kepalaku terasa sakit. Apa maksud kata-kata itu..kenapa aku tidak mengerti…
“Youngie gwaenchanha?” ujarnya yang kudengar.
“Oppa…apayo..”
“Youngie?!”
Kurasakan dia menggendongku dan membawaku ke lantai atas
“Oppa…aku tidak mengerti..”
“Semua akan baik-baik saja youngie..”
Dia merebahkanku perlahan di tempat tidur dan menyelimutiku. Entah kenapa muncul lagi bayangan yang buruk bagiku.Kejadian ini seperti suatu kejadian di masa lalu..

“Kau terlalu naif untuk mempercayai ini semua sebuah kebetulan. Saat aku menolongmu di tengah para perampok, saat aku menolongmu yang hampir dibunuh, saat pernikahan appamu, semua kebetulan?”

“Aku sudah berjanji pada eomma. Kalau aku akan membalas seseorang yang mengkhianatinya. Apa yang kau alami sekarang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya!”

“Apa menurutmu aku bercanda hah? Setelah appamu, Choi Siwon menghancurkan perusahaan appaku demi kehidupan nyamanmu. Setelah bumonimku bunuh diri karena itu. Setelah aku dibuang selama 20 tahun kau masih mengatakan aku bercanda? AKU SERIUS CHOI SOOYOUNG!”

“Oppa….” aku menangis memegang kepalaku. Semuanya terasa sakit
“Youngie..gwaenchanha?”

“Selama ini aku sudah lelah bersandiwara manis di depan putri choi. Dan sudah saatnya semua itu berakhir. Kau adalah penyebab appamu dan harabeojimu tega menghancurkan perusahaan appaku dan aku tidak akan membiarkanmu bahagia di atas kematian appa! Aku bersumpah, kau akan merasakan perasaan yang appa, eomma, dan aku rasakan dengan caraku sendiri!”

“Oppa…jebal…jangan lakukan ini semua..”

Beberapa kenangan pahit muncul dalam benakku..

“Bagaimana bisa aku mempercayaimu sedangkan kau dekat dengan namja lain,”

“Kau sudah dewasa, kau bukan anak-anak lagi. Pilihlah mana yang kau yakini lebih benar. Kalau aku menjadimu aku akan memilih karierku dan menunda kehamilanku,”

“Pertama, kurasa kariermu tinggal mencapai puncaknya sebentar lagi. Kedua, kepercayaanku padamu sangat minim. Ketiga, kau masih terlalu kekanak-kanakkan untuk memiliki seorang bayi. Kurasa pikirkan alasan itu baik-baik,”

“Youngie..”
Aku menepis tangannya. Semua kenangan pahit itu.. semuanya… aku mengingatnya. Bagaimana bisa aku justru mengingat semua kenangan manis bersamanya. Semua kepalsuannya. Semua perbuatannya dan appa. Bagaimana mereka meninggalkanku dan membiarkanku menjalani semuanya sendirian..
“Aku tidak butuh sandiwaramu lagi Cho Kyuhyun!”
Aku melangkahkan kaki keluar kamar”Youngie..”
“Hentikan ini semua sekarang! Aku tidak akan tertipu olehmu dua kali!” ujarku
Aku melangkahkan kaki ke kamar soohyun. Kurasakan dia memelukku dari belakang
“Lepaskan aku!”
“Youngie..aku meminta maaf.. Aku tahu aku memang berdosa besar. Padamu, pada soohyun. Tapi sungguh youngie. Aku sudah menghentikan semuanya. Aku mencintaimu meski aku terlambat menyadarinya. Jebal..percayalah padaku…beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya,” ujarnya
Aku menitikkan air mata. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan..
“Aku berjanji akan menebus semuanya… Aku berjanji akan berubah..Aku berjanji akan membahagiakanmu, setia pada cho sooyoungku. Youngie…kumohon..percayalah,” ujarnya
“Mianhae..aku tidak bisa,” ujarku menepis tangannya. Aku mempercepat langkah ke kamar soohyun
“Carilah yeoja lain yang bisa kau bodohi,” ujarku
“Kau mau kemana?” ujarnya
“Aku akan pergi dari kehidupanmu seperti yang kau mau! Kau puas?!”
Kurasakan dia menarikku dan menciumku. Aku menamparnya
“Semua yang kau katakan omong kosong Cho Kyuhyun! Bagaimana mungkin kau mencintai penyebab kematian bumonimmu huh? Dan aku tidak mungkin terjebak dua kali ke dongeng itu!”
“Cho Sooyoung..”
Kurasakan dia memegang wajahku
“Tatap mataku. Aku mengatakan ini secara tulus. Jeongmal saranghaeyo nae cho sooyoung. Apa kau masih merasa aku membohongimu?”
Kulihat matanya sayu. Teduh. Apa yang harus kulakukan sekarang.. Apa dia serius dengan ucapannya… atau dia membohongiku sekarang…
“Entahlah, aku sudah tidak dapat membedakan ketulusan dan kebohongan di matamu,” ujarku
Kurasakan dia memelukku erat
“Lepaskan aku..jebal..aku tidak mau lagi menjalani semua kebohongan ini. Kau sudah berhasil membalaskan dendammu. Aku merasa sangat sakit kyu… jebal hentikan semuanya..”
“Jangan tinggalkan aku,” ujarnya
Dia menitikkan air mata. Aku terdiam
“Aku..sangat takut saat Mom meninggalkanku. Tapi aku lebih takut jika Cho Sooyoungku meninggalkanku.Aku sudah kehilangan orang-orang yang kucintai. Dan itu semua membuatku sakit. Tapi aku tidak tahu apa yang kurasakan jika orang yang paling kucintai justru meninggalkanku sekarang. Memang sulit bagimu mempercayainya. Tapi kali ini aku mengatakannya dengan jujur youngie. Aku mencintaimu dan juga soohyun. Aku menyesal atas semua tindakanku. Dan aku menyesal atas semua kebodohanku menyakitimu. Tapi aku berjanji youngie. Kita mulai semua dari awal,” ujarnya
aku..tidak pernah melihatnya seperti ini.. Tuhan..apa aku akan mengulang kebodohanku lagi…
“Entahlah kyu..aku tidak tahu bagaimana caranya..”

————————————————————-

~Victoria POV~
Aku terdiam di kamarku. Melihat ke arah changmin yang masih terlelap. Aku…telah menyakitinya. Sangat menyakitinya. Mianhae changmin..Jujur dalam lubuk hatiku..aku masih mencintai siwon. Aku bahkan rela pergi dari rumahnya..karena aku merasa sakit hati. Dia tidak mencintaiku dan menolakku. Rasanya ditolak orang yang kita cintai sangat sakit. Tapi aku malah mengalah padanya. Keluar dari rumahnya. Karena mempertahankan rasa sakit yang kuterima. Dan aku malah seakan memanfaatkan kebaikan changmin. Yang mencintaiku setulus hatinya.. Changmin..aku berjanji..akan belajar mencintaimu.. Shim Changmin

~Siwon POV~
Aku melihat ke arah hamparan laut. Disinilah..yoona beristirahat.. Aku terdiam di sana.
“Yoona..putri kita..sekarang sudah berkeluarga. Kau pasti sangat kaget karena ini sangatlah cepat,” ujarku
Aku menahan tangisku
“Yoona..aku..meminta maaf..telah mengkhianati perasaanmu.. dan menyakiti putri kita,” ujarku
Aku memakai cincin pernikahanku dan yoona. aku sudah membuang cincin vict
“Yoona…sekarang..aku berjanji. Selamanya..hanya ada satu nama di sini…Choi Yoona.”
Aku tersenyum ke arah laut.
“Saranghae yeobo..”
“Nado saranghae yeobo..” seolah aku mendengar suara itu
Entah kenapa aku merasakan kehadirannya di sini. memelukku. Aku tersenyum

~Sooyoung POV~
“Soohyun..apa aku harus mempercayainya dan memberinya kesempatan..”
Aku terdiam. Setelah mengingat semuanya..semua tidak akan semudah itu..
Aku menatap soohyun.  wajahnya…sangat mirip dengan kyuhyun. Lalu bagaimana caraku membenci appanya..
Aku memegang tangan kecilnya. Melihat ke arah jendela. Hari sudah malam dan aku memutuskan tidur di kamar soohyun hari ini. Segala perhatian yang diberikan kyuhyun padaku di rumah sakit, kamar ini, nama soohyun.. semuanya menahanku untuk membencinya. Aku tidak pernah melihatnya selemah itu di hadapanku. Semua ucapannya..mengisyaratkan ketulusan. Jujur aku masih mencintainya. Dan aku takut terjebak kembali karena hal itu. Aku melangkahkan kaki keluar kamar soohyun. Kulihat kyuhyun di sana. Tertidur di sofa. Bagaimana bisa dia tertidur di sini.. Aku mendekatinya. Memandang wajahnya. Aku..tidak bisa membencinya. Dan aku tidak bisa meninggalkannya. Tapi…terlalu naif bagiku untuk mempercayai ini semua setelah semua perlakuannya. Mianhae..oppa

—————————————————

~Kyuhyun POV~
Aku meregangkan tubuhku. Punggungku terasa sakit tidur di sofa. Aku mengetuk pintu kamar soohyun. Tidak ada jawaban. Aku masuk ke sana. Kulihat soohyun tidak ada di ruangannya. Aku menuruni anak tangga.
“Youngie?”
tidak ada jawaban. Kulihat di kulkas ada sebuah tempelan kertas. Aku mengambilnya
“Oppa..mianhae aku pergi tanpa memberitahumu. Tapi..aku bukan lagi choi sooyoung yang naif, aku bukan cho sooyoungmu. Aku sudah tidak mempercayai dongeng.. termasuk bagaimana oppa berjanji untukku. Mianhae oppa…”
Aku terduduk lemas membacanya. Kenapa aku bisa tidak sadar dia pergi?
“ARRGH!” Aku melempar kertas itu. Youngie..kau dimana sekarang..
Aku terdiam dan menyadari satu hal. Hanya ada satu tempat..

~Siwon POV~
“Youngie..kau tidak boleh seperti ini. Selesaikan masalahmu baik-baik. Bukan kabur seperti ini,” ujarku
“Appa..setelah apa yang dia lakukan..setelah aku mengingat semuanya..aku takut terulang kembali,” ujarnya
Aku terdiam menatapnya. Kulihat soohyun masih tertidur pulas
“Memangnya kau tidak kasihan pada soohyun?” ujarku
“Ne?”
“Dengan sikapmu yang seperti ini..kurasa kyuhyun akan mencari yeoja lain yang lebih mature dan..”
“Appa!! Kenapa appa jadi manakut-nakutiku?!” ujarnya
“Youngie..kau lihat? Dengan kau tidak rela dia menjadi milik orang lain, berarti kau masih mencintainya,” ujarku
“Appa..”
“Appa mengerti, memang sulit mempercayainya. Tapi melihat bagaimana sikapnya padamu di rumah sakit. Tetap datang meski aku mengancamnya. Jujur aku prihatin melihatnya mengintip dari kaca untuk melihat kondisimu dan pergi ke ruang soohyun setiap hari untuk memantau perkembangannya. Setiap orang pasti pernah berbuat salah, dan setiap orang pantas diberi kesempatan untuk berubah. Apalagi orang tiu adalah orang yang kau cintai, appa dari anakmu,” ujarku
Dia terdiam
“Youngie..bersikaplah lebih dewasa. Ingat, kalian punya soohyun yang harus kalian rawat,” ujarku
“Kau tidak boleh memisahkan appa dan anaknya. Dia butuh sosok seorang appa youngie..”
“Appa…”
Kudengar pintu kamarku diketuk. kepala pelayan kim memasuki ruangan
“Tuan Cho Kyuhyun datang. Apa saya boleh memperkenankannya masuk?” ujarnya
Aku menatap youngie
“Lihat. Dia bahkan tahu kau bersembunyi di sini sekarang. Dia mencarimu youngie, berarti dia mencintaimu. Dia tidak mau kehilanganmu,” ujarku
“Katakan padanya aku tidak mau bertemu dengannya,” ujar youngie
“Youngie..”
“Aku ingin melihat reaksinya,” ujarnya
Aku menarik nafas dalam
“Lakukan apa yang dia mau taeyeon ssi,” ujarku
“Algesseumnida,” ujarnya lalu pergi

~Kyuhyun POV~
“Nona tidak mau bertemu anda,” ujar taeyeon
Aku menarik nafas dalam
“Arra. Tolong katakan padanya nampyeonnya akan tetap menunggunya sampai dia mau membukakan pintu,” ujarku
“Ne,” ujarnya
“Gamsamida kepala pelayan kim.”
Kulihat dia menutup pintu. Youngie…Hari ini juga aku akan membawanya pulang.

~Sooyoung POV~
“Dia berkata akan tetap menunggu nona sampai dibukakan pintu,” ujar kepala pelayan kim
Aku terdiam
“Sebentar lagi dia juga pulang.”

~Kyuhyun POV~
Aku melihat ke arah jamku. Sudah 6 jam aku di sini dan dia masih belum membukakan pintu. Syukurlah ini hari minggu. Kantor libur dan aku bisa menunggunya di sini seharian. Aku merasa tetesan air jatuh di tanganku. Ya Tuhan..ini musim semi. Kurasakan titik-tiitk air itu semakin banyak dan akhirnya turun hujan. Kulihat pintu rumahnya terbuka. Akhirnya dia mengalah juga.. Kulihat kepala pelayan kim di sana
“Bagaimana?” tanyaku
“Nona..masih bersikeras. Tapi Tuan meminta anda masuk,” ujarnya
Aku tersenyum
“Tidak perlu,” ujarku
“N..ne?”
“Aku tahu sifatnya. Jika aku masuk dia tidak mungkin mau menemuiku. Lebih baik aku di sini. Aku yakin, tidak lama lagi dia akan keluar karena khawatir. Hari ini juga aku akan membawanya pulang,” ujarku
Kulihat kepala pelayan kim tersenyum
“Seharusnya nona di sini dan mendengarnya. Anda sangat mengertinya.”

~Siwon POV~
Kulihat kepala pelayan kim masuk sendirian
“Dimana kyuhyun?” tanyaku
“Dia..tidak mau masuk. Katanya jika dia masuk, nona akan semakin tidak mau menemuinya.”
Aku menarik nafas dalam. Benar-benar pasangan yang keras kepala. Tapi kurasa youngie lah yang harus mengalah kali ini. Aku memasuki kamarnya
“Kalau kau masih punya hati, temui dia,” ujarku
Youngie melihat ke arah jendela yang hujan
“Dia…masih di sana?” tanyanya
Aku mengangguk
“Biarkan saja, sebentar lagi juga pulang,” ujarnya
“Youngie..kau tidak kasihan padanya? Sudah 6 jam dia berdiri di sana. Dan sekarang  hujan turun. Bagaimana bisa kau membiarkannya kedinginan?” ujarku
“Salahnya sendiri. kenapa dia menunggu di sana,” ujar youngie
Aku terdiam. Aku tahu sejujurnya youngie pun khawatir. Tapi dia menjaga gengsi untuk tidak menemui kyuhyun
“Aku hanya berkata, kalau terjadi sesuatu padanya itu salahmu,” ujarku

~sooyoung POV~
Meskipun aku berkata begitu. Jujur, sebenarnya aku juga mengkhawatirkannya. Apa dia..benar-benar serius kali ini.. Bagaimana bisa dia berdiri di sana 6 jam. Apa dia bodoh? Dia kan bisa menunggu di mobilnya. Aku melihat ke arah soohyun. Apa..aku harus mengalah? Tapi bagaimana kalau ini hanya tipu muslihatnya lagi.. Bagaimana mungkin aku semudah itu diluluhkan. Aku berusaha bersikap dingin. 1 jam berlalu, hujan masih turun deras. Dia pasti sudah pulang. Aku melihat dari jendela kamarku. Kulihat dia di sana. Benar-benar bodoh.. bagaimana bisa dia bersikap seperti itu. Aku sudah tidak bisa menahan egoku lagi. Aku mengambil payung dan keluar dari rumah

~Kyuhyun POV~
Aku melihat ke arah jam. Apa setega itu dia membiarkan nampyeonnya di sini. Apa dia tidak bsia melihat perjuanganku kali ini untuk membawanya pulang. Kulihat pintu rumahnya terbuka. Aku tersenyum melihatnya di sana, membawa payung
“Youngie…”
“Apa kau bodoh hah?! Bagaimana bisa kau hujan-hujanan di sini? bagaimana kalau kau sakit?” ujarnya memarahiku
Aku tersenyum dan memeluknya
“Aku tahu kau pasti datang..” ujarnya
“Oppa..badanmu panas sekali,” ujarnya memegang dahiku
“Pulanglah,” ujarku
Kulihat dia terdiam menatapku
“Kalau mau meluluhkanku bukan dengan cara seperti ini. Kalau kau sakit seperti ini malah menjadi menyebalkan,” ujarnya
“Tapi akhirnya kau keluar,” ujarku
Kulihat dia menghela nafas
“Aku merasa sangat bodoh. Bahkan setelah aku mengingat semuanya aku semudah ini mempercayaimu,” ujarnya
Aku memeluknya
“Tapi aku tidak akan membiarkan si bodoh itu menyesal,” ujarku
“oppa, ini memang romantis. Tapi kau harus cepat mengganti bajumu sebelum kau sakit,” ujarnya
Aku tersenyum mendenganya.
“Ne”

————————————————

~Siwon POV~
Aku membuka pintu kamarnya perlahan. Aku tersenyum melihat mereka sedang tertawa bersama soohyun di sana. Yoona..seharusnya kau berada di sini dan melihat semuanya. Aku menutup pintu kamarnya perlahan. Yoona..kurasa putri kita telah mendapatkan mimpi yang kita inginkan. Membentuk suatu keluarga bahagia. Aku menatap ke arah jariku. Bertuliskan Yoona’s. Aku tersenyum melihatnya. Yoona, meski menjadi sepasang suami istri yang memiliki keluarga bahagia memang membahagiakan. Bagiku bahagia itu ada jika yeoja itu adalah Choi Yoona. Dan jika kau bukan orangnya, maka tidak seorangpun bisa menggantikannya. Karena inilah takdir cintaku. My love destiny…on Choi Yoona. Dan aku akan menunggu suatu hari dimana aku bisa bertemu dengannya, dan kami melangkah bersama kembali di kehidupan berikutnya. Aku tersenyum melihat kyuhyun yang keluar dari kamarnya
“Kyu ah..ada yang ingin kubicarakan,” ujarku
Kulihat dia duduk di sebelahku
“Ada apa appa?” tanyanya
Aku memeluknya
“Terima kasih..telah mencintai putriku,” ujarku
“Aku yang seharusnya berterima kasih pada appa karena telah memberikannya untukku,” ujarnya
“Hei, aku belum mengizinkanmu memanggilku appa!” ujarku
Kulihat dia terlihat kaget
“Hahaha aku hanya bercanda. Kau juga anakku, kyuhyun ah,” ujarku
“Appa..”
“Aku..memiliki sebuah permintaan..mengenai perusahaan dan youngie,” ujarku
“Ne?”

~Changmin POV~
“Appa!! Aku diterima!!” ujar seo menunjukkan surat kontrak majalah
“CHUKHHAEE!!! PUTRIKU MEMANG HEBAT!!” ujarku memeluknya
“Ada apa?” tanya vict
Seohyun menunjukkan surat itu
“Wuah!!! Chukkhae!!” ujarnya
Aku tersenyum melihat mereka tertawa. Bagiku ini adalah keajaiban. tentang bagaimana vict kembali padaku..dan kami berbahagia. Setiap orang memiliki jalan tersendiri menemukan takdir cintanya. Meski jalan itu berlika-liku. Bagiku, inilah jalanku. Untuk menemukan cintaku, kebahagiaanku, keluargaku. Shim Victoria dan Shim Seohyun

~Seohyun POV~
Aku tersenyum melihat appa dan eomma menonton TV di luar. Aku menutup pintu kamarku perlahan untuk tidak mengganggu mereka. Aku memang telat menyadari bahwa kebahagiaan sebenarnya di dunia ini bukanlah materi. Melainkan sebuah keluarga bahagia. Apalah arti menjadi putri seoang choi siwon tetapi keluargaku tidak bahagia. Seharusnya sejak awal aku sadar. Meski rumah ini kecil dan sederhana,ia membawa kebahagiaan. Dan rumah itu..adalah appaku, Shim Changmin. Dan kurasa suatu saat nanti aku akan menemukan orang yang bisa memandangku seperti appa memandang eomma

~Victoria POV~
Aku bersandar pada changmin yang duduk di sebelahku. Memang, sampai sekarang aku masih berusaha mencintainya. Tapi perlahan aku sudah melupakan siwon. Dan pasti suatu saat nanti aku akan benar-benar melupakannya dan mencintai Shim Changmin. Aku pernah menyakitinya dan sekarang aku akan menebusnya. Materi memang dibutuhkan, tapi bukan segalanya. Namja yang selalu menjadi tempatku berpulang, menerimaku bahkan di keadaan tersulit, bersabar dengan perlakuanku.. Dia terlalu sempurna untukku. Aku memang bukan yang sempurna baginya..tapi aku akan berusaha memberi cinta yang sempurna padanya. Shim Changmin..takdir yang telah terlukiskan untukku. Selamanya akan menjadi tempatku kembali. Ke pemiliknya

—————————————

~Sooyoung POV~
“Tema bulan ini adalah My Last Black Day. Kuharap semuanya dapat berjalan dengan baik. Gamasamida.”
Para kru bertepuk tangan. Rapat pun selesai. Aku pergi ke ruanganku. Aku tersenyum melihat nama di sana ‘Cho Sooyoung’. Aku melihat ke arah jam. Sudah jam 5. Aku memutuskan pergi ke lokasi syutingnya.
“Annyeonghaseyo sajangnim,” ujar kru
“Ne annyeonghaseyo.”
Aku keluar dari gedung itu. Girls’ Chic yang sekarang menjadi kantorku. Sejak hari itu, appa meminta kami tinggal di rumahnya. Kami menyetujuinya karena itulah jalan yang terbaik. Membiarkan appa tinggal sendiri di sana tidaklah baik. Sejak hari itu pula, appa memutuskan berhenti menjadi produser dan menyerahkan semuanya pada kyuhyun. Kyuhyun memang memiliki background kuliah di bidang perfilman dan ternyata lebih mengusainya dibanding aku. Aku tidak pernah menduga hal itu sebelumnya. Aku menyetir ke lokasi syutingnya. Aku tersenyum melihatnya sedang sibuk dengan kamera. Dongeng..memang tidak semua orang bisa menjadi cinderella yang menemukan takdir yang baik. Tapi aku percaya bahwa pangeran itu ada. Tiap orang berhak mendapat kesempatan untuk berubah. Dan kyuhyun benar. Dia tidak akan mengecewakan si bodoh yang telah mempercayainya. Ada jalan sendiri-sendiri bagi orang menemukan takdirnya. Pahit atau manis, semuanya memiliki makna terselubung di dalamnya
“CUT!” ujarnya
Semua kru bertepuk tangan. Syuting telah selesai dan aku datang di saat yang tepat. Aku menutup matanya dari belakang

~Kyuhyun POV~
Kurasakan mataku ditutup seseorang. Aku tersenyum
“Annyeong Nyonya Cho.”
Aku berbalik menghadapnya.
“Darimana kau tahu ini aku?”
“Tidak ada yeoja lain yang boleh melakukannya,” ujarku mengelus kepalanya.
Kurasakan dia menarik tanganku
“Kaja!! Kita makan malam!!”
Aku tersenyum melihatnya. Tuhan..terima kasih karena dia telah memberiku satu kesempatan. Dan aku berjanji tidak akan menyia-nyiakannya. Mungkin sulit mempercayainya. Seorang namja berubah 180 derajat demi seorang yeoja yang sangat dibencinya. Tapi itulah yang dinamakan takdir. Kau tidak bisa menebaknya. Kata mereka, setiap orang dihubungkan oleh benang merah pada jodohnya. Dan kurasa..aku telah menemukan ujung dair benang merah itu. Yeoja di sebelahku. Setiap orang bisa berubah. Meski kadang sulit menerimanya. Tapi aku mengalaminya. Merasakan rasanya jatuh cinta, dan mendapatkan takdirku. I’ve found my love destiny. kematian eomma dan appa..mungkin adalah perantara bagiku untuk menemukannya. meski kami mengawalinya dengan pahit, namun kami akan mengakhirinya dengan manis. Dan dialah satu-satunya yeoja yang membuatku membencinya, tapi kemudian mencintainya, lebih dari apapun di dunia ini. Karena sampai kapanpun, hati ini akan kembali pada pemiliknya. Cho Sooyoung

~Yuri POV~
Aku tersenyum melihat majalah itu terbit. My Last Black Day. Youngie sudah menjadi pimpinan Girls’ Chic sekarang. Aku tidak menyangkanya. Yeoja tomboy yang menjadi sahabatku itu sekarang menjadi feminim. Dia bahkan sudah memiliki keluarga bahagia. Sayang, aku tinggal di Amerika sekarang untuk mengembangkan ilmu fashionku. Aku ingin sekali melihatnya secara langsung. Siapa yang akan menyangka sahabatku menemukan cintanya sebelum aku? Aku tersenyum mengingatnya. Bagaimana kami dimarahi guru, berteriak, dan menghabiskan banyak waktu bersama. Aku tidak menyangka dia sudah menjadi seorang eomma. Aku melangkahkan kaki kembali ke kampus. Tiba-tiba kurasakan seseorang menabrakku sampai kopiku tumpah
“Ya! Apa kau tidak punya mata?!” ujarku
“Joesonghamnida”
Aku menatapnya bingung
“Ah…joesonghamnida bukan itu maksudku.. Aku… kau orang korea?” tanyaku
“Ne. Joesonghamnida. Aku..akan membersihkannya,” ujarnya
“Ah..gwaenchanha,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Minho imnida,” ujarnya
“Yuri imnida.”
Dan sesederhana itulah pertemuan pertama kami. Aku pun masih bertanya-tanya. Who’s my love destiny? Tapi aku yakin..suatu saat aku akan menemukannya. Dan juga…lewat pertemuan sesederhana ini

——————————————

~Sooyoung POV~
“Eomma!!” ujarnya berlari memelukku
“Annyeong pangeran eomma!! bagaimana di sekolah tadi?” ujarku
Soohyun tertawa dan menarikku ke mobil. Aku tersenyum melihatnya. 4 tahun berlalu cepat. Soohyun sudah masuk TK. Dia menjadi anak yang sangat aktif dan baik. Aku membantunya memasuki mobil dan duduk di sampingnya
“Tadi sonsaengnim memintaku menceritakan tentang appa!” ujarnya
“Jinjja? Lalu kau bilang apa?” ujarku
“Aku bilang. Appaku bernama Cho Kyuhyun. Dia orang yang sangat baik dan tampan. Dia juga pintar. Dia seorang produser terkenal. Appa adalah appa terbaik sepanjang masa! Appa sangat menyayangiku dan sering bermain denganku. Appa sangat menyayangi eomma. Aku ingin menjadi namja seperti appa kalau sudah besar nanti”
Aku tersenyum mendengarnya dan mengecup keningnya. Suatu saat nanti..kau pasti bisa soohyun ah

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihat youngie membuka album foto soohyun saat bayi
“Kau lihat, dia sangat manis di sini,” ujarnya
Aku tersenyum melihatnya dan mengusap kepalanya
“Kau tahu, tadi sonsaengnimnya menyuruhnya bercerita tentang appanya,” ujarnya
“Jinjjayo?Lalu dia bilang apa?” ujarku
“Dia bilang kalau appanya orang yang sangat baik dan pintar. Appanya appa terbaik sepanjang masa dan sering bermain dengannya. Appanya sangat menyayanginya dan eommanya. Meskipun appanya jelek,” ujarnya
Aku tertawa mendengarnya
“Ani, soohyun tidak mungkin berkata kalau aku jelek. Wajahnya mirip denganku, jika dia mengatakan appanya jelek sama saja dia mengatai dirinya sendiri,” ujarku
“Hm..sayangnya soohyun lebih tampan darimu,” ujarnya
“Kau mengatakan itu padaku karena soohyun anak kita. Nyatanya aku lebih tampan darinya, dia itu masih kecil,” ujarku
“Hahhahaa kyu, kau juga akan mengatakan hal yang sama padaku jika soohyun punya noona atau yeodongsaeng,” ujarnya
Aku menatapnya
“Jadi kau mau aku membalasmu?” ujarku meraih dagunya
“Ne?”
“Kurasa soohyun juga ingin memiliki yeodongsaeng yang lebih cantik daripada eommanya,” ujarku tersenyum evil padanya
“Kyaa!! Aku salah bicara!! Lupakan yang tadi!!” ujarnya
“hahahha kau terlambat nyonya cho”

—————————-Tunggu AS 2 ^^——————————–

58 thoughts on “{After Story 1} Love Destiny

  1. Awal ny soo sulit mempercayai Kyuppa..
    Tapi akhirnya dia mempercayai jg…
    Mereka bahagia..
    Apa ada masalah di hub mereka?
    Wahh,, Kyuppa mulai deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s