Love Destiny {Part 6}

cropped-love-destiny.jpg

Title : Love Destiny

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Victoria Song
*Shim Changmin

Other Cast :
*Kim Hyoyeon
*Kim Taeyeon
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Lee donghae
*Park Jungsoo
*Lee Sunkyu
*Lee Sungmin
*Ye Eun

Type : Series

Genre : Romance,Family,Friendship

Rating : PG-15

Part 1 | Part 2| Part 3 | Part 4 | Part 5

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihatnya menyetir mengantarku ke sekolah. Jujur sebenarnya ini semua terasa seperti mimpi. Aku baru mengenalnya sekitar 4 bulan. Entah kenapa aku merasa sangat dekat dengannya. Dari pertemuan pertama kami sampai sekarang dia selalu membantuku.
“Kapan kau akan ujian masuk?” tanyanya
“Minggu depan,” ujarku
“Kau mau masuk jurusan apa?” tanyanya
“Perfilman,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Seoul University?” tanyanya
“Ne,” ujarku
Kulihat sekolahku sudah di depan mata
“Gomawo sudah mengantarku. Annyeong~” ujarku
“Ne annyeong,” ujarnya

—————————————–

~Seohyun POV~
Aku memutuskan tidak sekolah hari ini. Alasanku adalah aku belum bisa bertemu chinguku. Padahal sebenarnya aku tahu. jika aku masuk aku akan bertemu yeoja itu. dan appa pasti menanyakannya. Itu semua membuatku malas. kalau bisa, dia pergi selamanya dari rumah ini

~Sooyoung POV~
Aku tidak melihat yeoja itu di kelas. Syukurlah. Setidaknya aku bisa sehari tenang tanpanya. Aku mengikuti pelajaran. tapi kepalaku masih terus terbayang dengan kyuhyun. Ada apa denganku sebenarnya. Entah kenapa senyumannya dan semua sikapnya sangat hangat. Haish…ada apa denganku. Dia hanya menganggapku yeodongsaeng..ingat youngie…yeodongsaeng ke oppanya.. Bel pulang sekolah berbunyi. Aku membereskan barang-barangku dan menuruni anak tangga. Tiba-tiba seorang namja membuatku tersentak. Apa aku sedang berhalusinasi
“Annyeong~” ujarnya
Apa halusinasi bisa bicara,…
“Kyu..hyun?”
Kulihat dia tersenyum dan mengeluarkan sebuah map. Aku membulatkan mata melihatnya. Itu…formulir… SEOUL UNIVERSITY?!
Aku cepat-cepat berlari padanya dan melihatnya
“Aku sudah mendaftarkanmu ke sana. kau tinggal ujian,” ujarnya
“Kyaa!!! Gomawo oppa!!!” ujarku memeluknya
Refleks aku melepaskannya
“Kau..tidak sibuk?” tanyaku
“Aku ke sini untuk menjemput kru ku,” ujarnya
“Ne..?”
“Kau pikir tinggal di rumahku gratis?” ujarnya yang membuatku menahan tawa
“Ne, ne arraseo SAJANGNIM”

———————————————————-

~Siwon POV~
Sudah seharian dia tidak pulang. Apa dia betul-betul berada di rumah chingunya.. Jujur, aku khawatir padanya. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Melapor pada polisi rasanya terlalu berlebihan. Kemana youngie sebenarnya. Kurasakan vict memelukku dari belakang. Aku tersenyum
“Dia pasti pulang sebentar lagi,” ujar vict
“Ne kau benar.”

~Sooyoung POV

Hari ini aku menjabat sebagai asistennya. Bukan pasangan modelnya. Hari ini pemotretan diadakan di sebuah padang rumput yang sangat indah. Aroma musim semi sangat menyegarkan.Menjadi kru juga menyenangkan. Melihat hasil foto dan lain-lain. Ckit. Tiba-tiba kurasakai sinar silau dari instax. Kulihat kyuhyun di sana, tersenyum puas melihat hasil fotonya

“Kau terlihat lebih cantik daripada model kali ini,” ujarnya
“Kyuhyun oppa!!”
“Wae? Kau mau kubilang jelek?” tanyanya
Aku tersenyum mendengarnya. Dia meski umurnya 20 tahun tingkah lakunya seperti anak-anak.
“Kalau ujianmu mendapat A, aku akan mengajakmu ke Lotte World,” ujarnya
“Jinjja?”
Ckit! Dia memotretku lagi
“Kurasa aku akan memasukkan foto ini di majalah kali ini,” ujarnya memperlihatkan polaroid itu
“Oppa!! Andwae!!”
“Kejar aku kalau kau mau fotonya,” ujarnya lalu lari
“YA!! Oppa ya! Memangnya kau anak kecil!” ujarku
“Ppaliwa choi sooyoung! Dasar lamban,” ujarnya
“MWO?” aku berlari mengejarnya. Akan kudapatkan polaroid itu. Tiba-tiba kurasakan kakiku tersandung batu
“KYAAA!” Aku memejamkan mataku
BRUK!
Kenapa..tidak terasa sakit.. Aku membuka mata perlahan. Kulihat kyuhyun oppa di bawahku
“O..oppa..”
“Kau berat,” ujarnya
Aku cepat-cepat berdiri darinya
“Mi..mian,” ujarku
“Hahahaha, kau mempercayaiku? Kau bahkan lebih ringan dari kapas,” ujarnya
“YA! Tidak sebegitunya juga!” ujarku
Kulihat dia tertawa
“Oh ya, kita belum foto di sini. Hana dul set”
“Kimchi!!”
Hasil polaroidnya keluar
Tiba-tiba seseorang kru memanggilnya
“Sajangnim!!” ujarnya
“Aku ke sana dulu annyeong~” ujarnya mengusap kepalaku
Aku tersenyum melihatnya pergi. Aku berjalan ke arah para kru dan duduk di sekitar sana. Kulihat hasil polaroidnya sangat lucu. Tiba-tiba seorang kru menyapaku
“Annyeong,” ujarnya
“Ne annyeong,” ujarku
“Kau…yeojachingunya kyuhyun ?” tanya kru itu dengan nametag ‘Sungmin’
“Ah…ani.. aku..”
“Sudahlah, mengaku saja padaku. Aku sudah mengerti hahaha,” ujarnya
Aku hanya diam dan menggaruk tengkukku. Sebenarnya itu juga yang kuharapkan. Tunggu dulu. Apa yang kukatakan?
“Menurutku…kau yeoja yang spesial di matanya,” ujar kru itu
“Jinjjayo?” tanyaku
“Sajangnim tidak mungkin rela menjadi model untuk seorang yeoja,” ujarnya
Aku menatapnya
“Banyak yeoja menginginkannya. Kau tahu, saat kau menjadi model First Valentine banyak kru yang tidak yakin,” ujarnya
Aku terdiam mendengarnya
“ne?”
“Kau model baru, bagaimana bisa langsung menjadi model Girls’ Chic. Tapi sajangnim membelamu dan setelah pemotretan kami melihat talentamu. Mianhae,” ujarnya
“Gwaenchanha..”
“Kau tahu, sajangnim bahkan mengatakan pada para kru untuk menghargaimu saat itu karena kau adalah yeojachingunya,” ujar kru itu
“NE?”
“Dan ternyata dia memilih berdasarkan potensi dan keprofesionalan. Aku salut. Kuharap kalian berbahagia,” ujarnya lalu pergi
Aku menatapnya bingung. Kyuhyun…menyebutku…yeojachingunya?

————————————————–

~Kyuhyun POV~
Besok adalah hari ujiannya. Aku membawakannya segelas hot chocolate
“Gomawo,” ujarnya
“ne,” ujarku
Kulihat dia belajar dengan tekun. Aku mengusap kepalanya
“Kau pasti bisa,” ujarku
Kulihat dia tersenyum. Tapi aku tidak akan membiarkanmu mengalahkanku.. youngie

~Sooyoung POV~
Hari ini adalah hari ujianku. Aku tersenyum melihat kyuhyun mengantarku ke universitas dan membawa kain bertuliskan
“HWAITING!”
Di saat calon mahasiswa lain diantar orang tuanya. Aku diantar ‘oppa’ ku.
“Kau harus berhasil,” ujarnya
“Arra,” ujarku

~Siwon POV~
Aku benar-benar cemas sekarang. Sudah beberapa hari dia tidak pulang tanpa kabar. Terakhir yang kudengar dia tetap pergi ke sekolah. Tapi tetap saja, tidak semudah itu menemuinya. Aku menghela nafas. Kurasa…aku harus mengalah

————————————-

~Sooyoung POV~
Setelah melewati ujian, aku dan kyuhyun makan di kedai ramen dekat universitas. Aku dapat melewatinya dengan baik. Aku bersyukur memiliki pengalaman di Girls’ Chic dan appa. Kurasakan ponselku bergetar. Aku terdiam melihat orang yang menelponku
“Nuguya?” tanya kyuhyun
“Appa,” ujarku
Kulihat dia mengisyaratkanku mengangkatnya

~Siwon POV~
“Yeobseyo,” ujarnya
Aku terdiam. Suara itu..sudah beberapa hari ini aku tidak mendengarnya.. Jujur..aku merindukannya
“Youngie, pulanglah,” ujarku
Dia tidak berbicara
“Appa tahu kau marah pada appa. Tapi appa ingin kita selesaikan ini baik-baik. Bukan seperti ini,” ujarku
“Arra,” ujarnya lalu menutup telepon

~Sooyoung POV~
Sudah beberapa hari aku tidak pulang ke sana. Akhirnya aku ke sana. Rumahku.
“Gomawo sudah mengantarku. Kurasa sebaiknya oppa pulang, aku tidak mau oppa ikut disalahkan,” ujarku
Kurasakan dia menggenggam tanganku dan menekan bel pintu
“Aku tidak akan meninggalkanmu di saat seperti ini,” ujarnya
Aku tersenyum menatapnya. Jujur dia benar. Aku takut. Aku takut dengan reaksi appa. Kulihat kepala pelayan kim membuka pintu
“Nona..bogoshipo..” ujarnya memelukku
“Nado..” ujarku
“Kenapa kau kabur?” ujarnya
Aku hanya tersenyum tipis dan masuk ke dalam. Kulihat appa di ruang tamu. Duduk diam di sana. Tidak ada yeoja itu dan putrinya
“Youngie..” ujarnya memelukku
Aku terdiam
“Mianhae…jebal…pulanglah” ujar appa
Aku tidak menjawab apa-apa
“Appa sangat mencemaskanmu,” ujarnya
“Appa..”
“Appa hanya ingin memberimu sosok eomma yang bisa mencintaimu. Appa tersiksa youngie. Mianhae kalau appa…lepas kendali. Tapi appa sangat menyayangimu,” ujarnya
Aku terdiam. Biar bagaimanapun..aku tidak bisa membenci appa..yang bertahun-tahun bersamaku..sahabatku..
“Appa janji akan memperbaiki sikap..vict tidak seburuk yang kau pikir. Mungkin, memang sulit menerimanya, tapi bukankah kau bahagia melihat appa bahagia?” ujarnya
Aku mengangguk
“pulanglah,” ujarnya
Kulihat kyuhyun mengisyaratkan ne
“Ne, appa.”
Eomma…apa ini..memang kebahagiaan appa yang harus kurelakan?

———————————————-

~Seohyun POV~
Aku menatap yeoja itu kesal. Kenapa dia harus pulang lagi ke rumah ini. Kulihat eomma mencoba bersikap manis di depannya. Memang, dia cukup berubah dan setidaknya tidak melawan eomma. Tapi tetap saja, ini mengancam posisiku. Apalagi kabar dia telah diterima di Seoul University. Haish…bagaimana cara menyainginya

~Sooyoung POV~
Hari sudah malam. Aku sedang belajar untuk mempersiapkan ujian. Tiba-tiba ponselku bergetar
From : Kyuhyun oppa
Fighting! ^^ jangan tidur terlalu larut

Aku tersenyum membacanya. Aku menengok foto eomma di samping meja belajarku
“Eomma, apa ini pertanda?”

—————————————————

~Sooyoung POV~
Hari ini ujian. Tapi aku terheran  menatap yeoja di sebelahku yang hanya berkaca. Sejak pulang ke rumah, aku terpaksa berangkat bersamanya. Ini hal paling menyebalkan yang kulihat. Aku mendengus kesal. Semoga ini semua cepat berakhir. Tiba-tiba kudengar cellphoneku berbunyi
“Yeoboseyo?”
“Annyeong gongjunim,” aku mengenali suara itu
“Annyeong,” ujarku
Itu adalah kyuhyun.
“Kau ujian hari ini? Selamat berjuang!! Fighting!!” ujarnya
Aku tersenyum
“Ne, gomawo,” ujarku
“Haha, yasudah aku ingin tidur lagi,” ujarnya
“Kau..bangun hanya untuk menyemangatimu?” ujarku
“Kecuali kalau menurutmu itu gangguan hahaha.”
“Ani!! Maksudku.gomawo,” ujarku
“Ne. Ingat kita bertaruh Lotte World kalau kau mendapat nilai A! Annyeong~”
Aku tersenyum menutupnya. Dia…masih mengingat janji itu dan bangun pagi demi menyemangatiku?
“Nuguya?” ujar seohyun
“Bukan urusanmu,” ujarku
“Aku kan hanya bertanya. Memangnya kau punya namjachingu?” ujarnya
Aku hanya diam dan tidak mempedulikannya. Memang apa urusannya. Tapi aku bertekad : A

———————————————–

~Yuri POV~
Hari ini adalah pengumuman kelulusan. Aku tercengang melihat namanya di posisi teratas, dari semua siswa. Kulihat mobilnya datang
“CHOI SOOYOUNG!!!!!!
Aku menariknya ke arah papan pengumuman
“KYAAA!!! LOTTE WORLD!!!!!” ujarnya memelukku
“YA! Seharusnya kau pedulikan nilaimu bukan namja itu!”
~Seohyun POV~
Aku menatapnya kesal. Dia mendapatkan peringkat terbaik hari ini. Appa sangat bangga padanya. Haish..nilaiku pasti jatuh di depan matanya.
“Tenang saja seohyun ah, belum tentu dia lebih menang di perfilman,” ujar eomma
Aku tersenyum
“Ne.”

————————————————–

~Sooyoung POV~
Upacara kelulusan selesai. Aku tersenyum melihat ijazah kelulusanku.
“Chukkhae youngie,” ujar appa memberi bunga padaku
“Gomawo appa,” ujarku
“Chukkhae,” ujar yeoja itu
Aku tersenyum tipis.  Tiba-tiba kulihat seorang namja berjalan melihat ke kanan kiri. Dia membawa buket bunga.
“Annyeong appa. Aku akan pulang dengan chinguku untuk merayakan kelulusan!! Kalian pulang duluan saja,” ujarku lalu pergi
Kulihat appa menggeleng. Aku tidak mempedulikannya. Aku berjalan menghampirinya
“Annyeong!!” ujarku
Kurasakan dia memelukku
“Chukkhae,” ujarnya
Aigo..kenapa dia memelukku..apa dia tidak tahu jantungku sebentar lagi akan copot
“Gomawo,” ujarku
Kulihat dia mengeluarkan 2 tiket
“Sepertinya ada yang menunggu tiket ini,” ujarnya
Aku merebutnya
“Kajja!”

~Kyuhyun POV~

Setelah bermain seharian di Lotte World, aku mengajaknya makan malam di restoran buffet. Aku tersenyum melihatnya tertawa. Choi Sooyoung, jagalah tawamu sekarang.

“Youngie..ada sesuatu yang ingin kukatakan,” ujarku menatapnya

“Ne oppa?”

Aku memegang  tangannya. Kulihat dia menatapku

“Aku hanya akan mengatakan ini sekali maka dengarkan baik-baik.”

——————————————————–

~Victoria POV~
Kami sedang makan malam. Suasana hening. Kulihat seohyun terlihat bad mood. Mungkin karena hasil ujiannya tadi. Kulihat anak itu masuk ke rumah dengan gembira
“Annyeong,” ujarnya lalu berlari ke kamarnya
Aku menatapnya kesal. Choi Sooyoung pertama kau telah main-main denganku karena masih bersikap cuek, kedua kau telah mengancam posisi seohyun ku dengan hasil ujian itu. Aku tidak akan membiarkannya. Tapi aku harus bersabar. Setidaknya sampai siwon mempercayaiku

~Sooyoung POV~
Aku menutup pintu kamarku. Hari ini adalah hari terbaik sepanjang hidupku. Aku memeluk foto eomma
“Kyaaa!! Eomma!!! Dia menyatakan cintanya!!!”
Aku menatapnya
“Seharusnya eomma masih di sini dan mendengarku,” ujarku
Seketika aku terpikir akan sesuatu
“Apa..aku harus mengatakannya pada appa?”
Tapi kalau appa tahu…maka yeoja itu..
“Kurasa tidak perlu.”

~Author POV~
Seorang namja memasuki ruangan itu dengan bingung. Dilihatnya sosok seorang namja yang duduk di sana, tersenyum padanya
“Annyeonghaseyo,” ujar namja itu
“Ne, annyeonghaseyo. Silakan duduk.”
Namja itu duduk dengan bingung. ruangan ini..tidak disangkanya ia akan memasuki ruang seorang presdir
“Baik. Aku akan langsung ke topik utama. Aku membutuhkanmu untuk sebuah misi.”
“Misi?”

——————————————————-

~Siwon POV~
Kami bertiga sedang sarapan di ruang tengah. Kulihat youngie keluar dari kamarnya
“Annyeong appa,” ujarnya mengambil roti lalu pergi
Aku menghela nafas
“Sampai kapan dia mau menganggap kami patung,” ujar seohyun kesal
“Seohyun ah..” ujar vict
“Wae? Lihat saja, sudah berapa bulan appa dan eomma menikah? Sikapnya masih saja seperti itu pada eomma,” ujar seohyun
Aku menghela nafas.Perkataan seohyun ada benarnya
“Dia bahkan menghindar sarapan bersama kita,” ujar seohyun
“Kurasa…aku tahu cara memperbaikinya,” ujarku
“Ne?”
“Bagaimana..besok kita ke Jeju?” ujarku
“JINJJA?”
Aku mengangguk. Setidaknya..jika liburan bersama, youngie mau tidak mau akan menghabiskan waktu dan coba mendekati vict

~Sooyoung POV~

“CUT!” ujar leeteuk sonsaengnim
“Baik. Semuanya sampai hari ini dulu kelas kita. Annyeonghaseyo,” ujarnya
“Ne annyeonghaseyo.”
Aku melihat cellphoneku. Kulihat ada sebuah pesan

From : Kyuppa
Aku sudah menunggu di parkiran ^^ annyeong~

Aku tersenyum membacanya. Sudah sekitar 1 bulan aku menjadi mahasiswi di jurusan ini. Perfilman. Sesuai yang kuduga sangat menyenangkan. Yang lebih baik lagi, aku beda kampus dengan seohyun. Aku melangkahkan kaki ke parkiran. Mencari mobilnya. Entah kenapa aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. Aku menengok ke arah belakang. Tidak ada siapapun. Aku mempercepat langkahku. Entah kenapa firasatku buruk. Tiba-tiba kurasakan seorang namja menutup mulutku
“Ehmm…”
“Jadi kau putri Choi Siwon,” ujarnya
Aku menatapnya. Dia memakai topeng hitam. Aku tidak dapat mengenalinya. Siapa dia?
“Kau pasti bertanya-tanya siapa aku,” ujarnya seakan membaca isi pikiranku
Dimana kyuhyun oppa…
“Aku tidak akan berbuat apa-apa  jika kau bisa membuat appamu itu berpisah dengan Song Victoria dalam waktu.. 2 hari,” ujarnya
Aku membulatkan mata. Apa maksudnya?
“Hanya 2 hari,” ujarnya
‘Eoneu sae bujeong manhajin saramdeul. Moreun cheog naegae gaggai eon neoneun’
Cellphoneku berbunyi. Itu kyuppa. Kulihat dia mengambilnya dan meloudspeakerkannya
“Youngie?” ujarnya yang kudengar
“Ini namjachingumu?” ujarnya
“YA! Nuguya?!” ujarnya
“Kau….”
BUK!
Kulihat kyuhyun oppa menonjoknya dari belakang. Namja itu terjatuh ke tanah kemudian melarikan diri secepatnya
“Kalau aku melihatmu mengganggunya lagi akan kuhabisi nyawamu!” teriaknya
Kurasakan kakiku sangat lemas. Kulihat dia menggendongku
“Seharusnya kau lebih berhati-hati. Ini sudah kedua kalinya,”ujarnya
“Mianhae oppa..” ujarku
“Untung aku bisa melacak cellphonemu. lain kali kau kan bisa mengajak temanmu menemanimu keluar kampus. Tidak sendirian seperti tadi. arra?” ujarnya
Aku mengangguk. Seketika aku terpikir akan ancamannya. membuat appa berpisah? dalam 2 hari? apa maksudnya..

————————————————————-

~Changmin POV~
Aku membersihkan lukaku dengan air
“Haish…apa dia menonjokku betulan,” gumamku
“Ne. Dan kau dibayar tinggi untuk itu,” ujar namja itu
“A..annyeonghaseyo sajangnim,” ujarku
Sejak kapan dia ada di depan pintu itu. Benar-benar seperti hantu. Bisa tiba-tiba muncul kapanpun dia mau
“Kurasa dalam 2 hari dia tidak akan bisa melakukannya,” ujarku
“Memang tidak mungkin,” ujar namja itu
“Ne?”
Kulihat dia memberiku sebuah kertas bertuliskan nomor telepon
“Ini tugasmu berikutnya”


~Sooyoung POV~
Aku sedang mengerjakan tugasku. Kulihat appa memasuki kamar
“Annyeong,” ujarnya
“Annyeong appa,” ujarku
Kulihat dia memberi sebuah amplop
“Ini apa?”
“Buka saja,” ujarnya
Aku membukanya. OMONA INI.. JEJU?!
“Besok siang kita berangkat,” ujarnya
“KYAAA!! Gomawo appa,” ujarku memeluknya
“Dengan victoria dan seohyun juga,” ujarnya
Aku tersenyum tipis mendengarnya. Tadinya kukira hanya aku dan appa. Haish..
“Selamat belajar. Jangan tidur larut,” ujar appa lalu keluar kamar.
Tiba-tiba kudengar cellphoneku berbunyi. Aku melihatnya. Nomor tidak dikenal
“Yeoboseyo?”
“Aku tidak main-main dengan ucapanku, sooyoungssi,” ujar seorang namja
“Nuguseyo?”
“Kau tidak ingat? Kurasa..aku perlu mengingatkanmu pada kejadian tadi siang,” ujarnya
“N..ne?”
Aku memberimu waktu 2 hari. Itu harus cukup atau…”
Kudengar dia hanya diam
“Atau?”
“AAAAAAAAAAA!!!!!”
Aku melempar cellphoneku. Tanganku gemetaran. Suara teriakan dari ponsel itu masih terngiang di pikiranku. Tidak lama kemudian ada sebuah pesan. Aku membukanya.
“KYAAA!!”
Kulihat ada foto seorang mayat di sana bertuliskan “jika kau tidak mau bernasib seperti itu. Hanya 2 hari”
Nafasku terengah-engah. Mungkin saja…dia tidak serius. Ya, mungkin saja. Tenang choi sooyoung..semakin kau takut dia akan semakin menjadi

—————————————————-

~Sooyoung POV~
Pagi harinya, aku berangkat ke kampus. Kulihat kepala pelayan kim membawakan sebuah kotak padaku
“Nona, ada kiriman,” ujarnya
“Ne?”
“Tapi tidak ada nama pengirimnya,” ujarnya
Aneh. Apa ini..kejutan? Aku membuka kotak itu
“KYAAAAAAA!!!!!!!”
Aku melemparnya dan memeluk kepala pelayan kim. Isinya adalah mayat tikus dan tulisan berdarah ‘Waktumu 1 hari lagi. Kudengar kau akan liburan ke Jeju hari ini. Bagaimana jeju menjadi tempat peristirahatan terakhirmu?’ . Tanganku gemetar. Tubuhku terasa lemas
“nona..gwaenchanha?” ujarnya

~Siwon POV~
“KYAAAAAAAA!!!!!!!!!”
Aku mendengar suara teriakan youngie dari ruang tamu. Aku berlari ke sana, meninggalkan meja makan. Kulihat dia menangis memeluk kepala pelayan kim
“Ada apa?” ujarku
Aku tersentak melihat sebuah kotak berisi darah dan mayat tikus di sana.

“Apa-apaan ini?!” ujarku
Dia hanya diam. Kulihat vict keluar
“Gwaenchanhayo?” ujar vict
“Appa, jebal..batalkan liburan ke Jeju,” ujar youngie
“Ne?”
“Alasan apa lagi sekarang? Kau mencoba membatalkan kepergian kami dengan adegan horor di pagi hari?” ujar seohyun
“YA! Bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu!” ujar youngie
“Wae? Kau tidak suka kan berlibur bersamaku dan eomma?” ujar seo
“Seohyun ah..” ujar vict
“Sekarang terserah appa. Pokoknya aku tidak mau pergi ke Jeju!” ujar youngie
“Kalau begitu kau saja yang tidak pergi. Kami akan tetap pergi!” ujar seo
“Seo..”
“Wae eomma? Kalau kita batal pergi dia akan menggunakan cara ini lagi lain kali!” ujar seo
Aku menarik nafas dalam. Kenapa mereka tidak bisa akur. Tapi perkataan seohyun ada benarnya pula. Mungkin saja ini akal-akalan youngie. Dia memang terlihat tidak senang saat aku menyebut nama seohyun dan vict kemarin

————————————————-

~Kyuhyun POV~
Aku menekan bel pintu rumahnya. Ia memintaku datang ke rumahnya hari ini karena ia takut sendirian di rumah. Appa, eomma tirinya, dan eonni tirinya pergi ke Jeju meninggalkannya. Sekarang posisinya semakin terancam di sini. Appanya bahkan tidak mempedulikannya dan lebih mempercayai eonni tirinya. Benar-benar melankolis.
“Nona berada di ruang tengah,” ujar kepala pelayan kim
“Gamsamida,” ujarku
Aku melangkahkan kaki ke sana. Kulihat dia menutup dirinya dengan selimut di sofa. Aku duduk di sampingnya
“Youngie…”
Kurasakan dia memelukku
“Aku takut oppa..” lirihnya
“Gwaenchanha, ada aku di sini,” ujarku
Aku menghapus air matanya
“bagaimana kalau dia betul-betul membunuhku?” ujarnya
“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” ujarku mengelus kepalanya
“Oppa..jangan pulang sampai aku tidur,” ujarnya
Aku tersenyum dan membuatnya bersandar di bahuku
“Ne,” ujarku
Kulihat dia mulai memejamkan matanya dan terlelap. Aku tersenyum melihatnya. Choi Sooyoung, ternyata membuatmu takut sangatlah mudah. Kurasa keluarga ini sudah di ambang kehancuran. Setelah memastikannya tertidur, aku menggendongnya ke kamarnya dan menyelimutinya. Kurasa bukan hanya posisimu di rumah ini yang terancam. Tapi juga posisimu di depan appamu

—————————————————-

~Seohyun POV~
Aku sedang menikmati sarapan di Jeju. Kulihat appa terlihat berpikir.
“Nanti sore..kita akan pulang,” ujar appa
Ini semua pasti karena yeoja itu. Haish…Seandainya saja ada sebuah cara membuat yeoja itu kesal dan bertengkar dengan appa. Kulihat para turis sibuk berfoto di sekitar bunga. Tunggu dulu. Kurasa…ada satu cara membuatnya kesal
“Appa, sebelum itu bagaimana kalau kita ke taman bunga? Kita sudah di Jeju, sayang kalau melewatkan pemandangan ini” ujarku

————————————————–


~Victoria POV~
Karena anak menyebalkan itu, akhirnya sekarang aku sudah sampai di rumah. Seharusnya aku masih di Jeju menikmati liburan. Haish…menyebalkan. Kulihat seohyun tersenyum melihat foto yang dicetaknya
“Kenapa kau sesenang itu? Kau tidak kesal hah?” ujarku
“Eomma, aku punya rencana,” ujarnya
“Ne?”

~Sooyoung POV~
Aku mendengar suara kepulangan mereka. Aku tidak mempedulikannya. Mereka pasti menghabiskan waktu bersenang-senang di Jeju. Aku menuruni anak tangga. Kulihat appa masuk ke kamarnya. Sedangkan victoria dan seohyun terlihat senang di ruang tengah. Aku melangkahkan kaki ke sana
“Annyeong youngie~” ujar seohyun
Aku tidak mempedulikannya
“Seharusnya dari dulu frame ini diganti,” ujar seohyun
Tunggu dulu.. frame? Aku menengok ke sana. Kulihat mereka mengganti foto diframe eomma dengan foto victoria
“Seharusnya sejak lama ini diganti. Tahta nyonya cho adalah milik eomma. Bukankah begitu?” ujar seo
“Ne, seharusnya sejak lama aku sadar. Tulisan Mom di sini seharusnya untukku,” ujar vict
“YA! Ahjumma! Bagaimana bisa kau mengganti foto eommaku dengan fotomu!” ujarku
“Wae? Aku Nyonya Choi di sini. Dan eomammu sudah lamaa sekali tiada. Posisinya sudah tergantikan sekarang. Apa aku salah mengganti framenya?” ujarnya
“YA! Letakkan kembali foto eommaku di sana atau..”
“Atau kau akan mengadukannya pada appa? Kurasa..bahkan dia tidak menganggap dirimu sebagai anaknya,” ujar seo
“Tutup mulutmu!” ujarku
“Wae? Kau merasa kalah denganku? Eomammu hanya masa lalunya. Bukan yang sekarang. Dia sudah tidak ada artinya,” ujar seo
PLAK! Aku menamparnya
“Ada apa ini?!” ujar appa keluar dari kamarnya
“Appa..dia menamparku,” ujar seo
“Appa! Dia berniat mengganti foto eomma dengan fotonya! Dia bahkan mengatakan eomma sudah tidak ada artinya sekarang!” ujarku
“Bohong appa! Aku hanya berniat menaruh foto eomma di sana. Eomma kan bagian keluarga ini juga, memangnya salah jika fotonya ditaruh di ruang tengah?” ujar seo
“Youngie..”
“Bohong appa! Dia berniat mengganti foto eomma dan berkata bahwa posisi eomma sudah tergantikan!” ujar youngie
“Aku mengerti. Mianhae, seohyun menaruh fotoku di sini. Seharusnya aku sadar kalau aku memang bukan bagian keluarga ini,” ujar vict
“Choi Sooyoung,” ujar appa dengan suaa meninggi
“Appa! Yeoja ini ular! Dia bersikap manis hanya di depan appa!” ujarku
“YA! Bagaimana bisa kau memfitnah eommaku!” ujar seo
“MWO?”
“Choi Sooyoung minta maaf sekarang juga,” ujar appa dengan suara ditahan
“Aku tidak akan meminta maaf karena aku tidak bersalah!” ujarku
“CHOI SOOYOUNG!”
“Kau, perempuan picik! Apa yang kau lakukan pada appaku sampai dia lebih mempercayaimu dan anakmu yang tidak tahu diri itu hah?!”
PLAK! Kurasakan appa menamparku
“Appa..”
“Kali ini kau telah membuatku marah choi sooyoung. Appa tahu kau memang tidak terlalu menyukainya. Tapi setidaknya kau harus bisa menjaga sikapmu. Perkataanmu sangat tidak sopan dan kekanak-kanakkan!” ujar appa
Kurasakan air mataku menetes. Aku tidak kuat lagi berada di sini. Aku berlari ke luar rumah dan menaiki sebuah taksi. Aku benar-benar frustasi. Setelah ini…aku harus bagaimana… Eomma…kenapa appa semudah itu mengganti posisi kita?

——————————————————-

~Siwon POV~
Aku melihat jam dengan cemas. Sudah jam 10 malam dan dia belum juga pulang. Kemana dia? Aku berniat menelponnya tapi..kalau aku terus memanjakannya kapan dia bisa bersikap dewasa. Aku menaruh cellphoneku. Anak itu, harus mendapat pembelajaran untuk menjaga perkatannya. Terutama pada eommanya

~Kyuhyun POV~
‘Promise you kimiwo omotte bokuwa ikuruyo’ cellphoneku berbunyi saat sedang menyetir. Itu dari youngie
“Yeoboseyo chagi.”
“Apa anda mengenal pemilik nomor ini?”
“Ne. Nuguseyo?” ujarku
“Nona pemilik cellphone ini berada di Cafe Street. Dia mabuk,” ujar orang itu
“Ne?Baiklah aku ke sana sekarang. Gamsamida.”
Aku memutar balik mobil ke cafe itu. Bagaimana bisa dia mabuk? Aku akhirnya sampai di sana
“Oppa..” tangisnya
“Waegeurae?” ujarku
Kulihat dia menangis. Aku membayar billnya dan menggendongnya ke mobil. Aku menyetir ke rumahku. Tidak mungkin aku mengantarnya pulang ke rumahnya dalam keadaan seperti ini. Haish..bagaimana bisa dia minum sebanyak itu. Setelah sampai di rumah, aku memapahnya ke sofa. Kurasakan dia menarik tanganku
“Ada a..”
Kurasakan dia memelukku sangat erat dan menangis
“Oppa…hanya oppa yang kupunya sekarang. Jebal..jangan tinggalkan aku..” ujarnya
Kurasakan jantungku berdetak keras. Tidak kyuhyun…Sie können nicht in sie zu verlieben
“Oppa…appa…sudah menggantikan posisi eomma. Juga posisiku demi yeoja sinting itu,” ujarnya
Aku terdiam
“Oppa…kumohon…kalau terjadi sesuatu padaku jangan gantikan aku seperti yang appa lakukan,” ujarnya
Kurasakan dia tertidur di pelukanku. Aku menggendongnya ke atas dan menyelimutinya. Kau harus kuat kyuhyun… demi eomma..dan appa

————————————————-

~Sooyoung POV~
Aku mengerjapkan mataku. Ini dimana… Kurasakan kepalaku pusing. Terakhir yang kuingat… aku berada di cafe. Bagaimana bisa aku di sini..
“Kau sudah bangun?” ujar kyuhyun oppa dari ambang pintu
Kulihat dia membawakan susu dan roti
“Bagaimana bisa aku di sini..” ujarku
“Kau mabuk kemarin,” ujarnya
“Ne?”
Aigoo..benar-benar bodoh. Pelayan itu pasti menekan speedcall.
“Minum dulu susunya,” ujarnya
Aku menurutinya
“Kalau pun ada masalah, mabuk tidak akan menyelesaikan masalahmu,” ujarnya
Aku mengangguk
“Selesaikan masalahmu baik-baik, bersikap dewasalah sedikit,” ujarnya
“Tapi ini beda oppa. Appa..”
“Kau sudah menceritakannya kemarin saat mabuk,” ujarnya
“N.ne?”
Kulihat dia tersenyum
“Selesaikan ini dengan appamu. Kabur dari masalah tidak ada solusinya,” ujarnya
“Ne.”

——————————————————

~Sooyoung POV~
Aku menekan bel pintu rumahku ragu. Kurasakan kyuhyun menggenggam tanganku
“Aku akan menemanimu ke dalam, tenang saja,” ujarnya
Aku tersenyum menatapnya
Kulihat kepala pelayan kim membukakan pintu
“Nona…saya benar-benar khawatir,” ujarnya memelukku
“Mianhae..” ujarku
“Appa ada di dalam?” ujarku
Dia mengangguk. Aku melangkahkan kaki memasuki rumah. Aku sudah siap dengan resikonya. Aku membuka pintu rumah. Kulihat appa di sana sedang mengobrol dengan victoria dan seohyun sambil tertawa. Aku tersenyum kecil melihatnya. Kurasa..ada tidaknya aku di sini tidak ada artinya.
“Annyeonghaseyo,” ujarku
Kulihat mereka semua terdiam dan menatapku
“Setelah kau menghilang seharian, kau pulang ke rumah dan hanya mengatakan annyeonghaseyo?” ujar appa
Aku terdiam
“Kenapa kau kabur hah? Kau pikir itu akan menyelesaikan masalahmu?” ujar seo
“Aku tidak berbicara padamu,” ujarku
“Choi Sooyoung, dia eonnimu,” ujar appa
“Sayangnya aku tidak pernah menganggapnya eonniku,” ujarku
“Choi Sooyoung, jangan pancing emosiku,” ujarnya
“Memancing emosimu? Bagaimana kalau kukatakan kau juga memancing emosiku?” ujarku
“Kenapa kau tidak bisa berbicara lebih sopan pada appa!” ujar seo
“Tutup mulutmu! Aku sedang berbicara dengan appaku!”
“Dia juga appaku,” ujar seo
“Kau bukan anak kandungnya! Ingat itu!”
“CHOI SOOYOUNG JAGA BICARAMU!”
“Appa selalu mengatakan itu padaku!” ujarku
“Kau tidak memikirkan perasaan orang lain!”
Aku sudah tidak bisa menahan ini semua
“Kenapa aku harus memikirkan perasaan orang lain sedangkan orang lain tidak memikirkan perasaanku!”
“Appa tidak pernah mendidikmu menjadi yeoja kekanak-kanakkan yang terus melawan appa, victoria, dan seohyun.”
“Tapi appa membuatku seperti itu! Appa mengkhianati eommaku demi yeoja murahan itu!” ujarku
“CHOI SOOYOUNG KAU SUDAH KETERLALUAN!”
Aku memejamkan mataku. Aku tidak merasakan apa-apa. Perlahan aku membuka mataku. Kulihat kyuhyun menahan tangan appa dan menghempaskannya
“Sudah cukup semua ini, ahjeossi. Anda sudah di luar batas,” ujar kyuhyun
“Siapa kau beraninya ikut campur dalam urusan keluargaku!”
“Joesonghamnida jika saya ikut campur dalam masalah ini. Tapi saya berhak melindungi orang yang saya cintai,” ujarnya
“N..ne?”
Kurasakan kyuhyun menggenggam tanganku erat
“Saya tidak bisa membiarkannya terus disakiti di sini.”
“Apa maksudmu hah?!” ujar appa
“Ahjeossi, izinkan saya menikah dengan putri ahjeossi”
Aku tersentak mendengarnya. Oppa…
“Akan lebih baik dia tinggal bersama saya. Jauh dari semua kekacauan ini daripada terus hidup tersiksa di sini,” ujar kyuhyun
“Kau bercanda..”
“Saya serius ahjeossi,” ujarnya mantap
Dia menatapku
“Choi Sooyoung, di depan appamu aku mengatakan hal ini. Narang kyeorhonhae jullae?” ujarnya
Aku terdiam. Kurasakan kyuhyun menatapku dan tersenyum. Apa ini..tidak terlalu cepat? Aku masih berusia 19 tahun. Aku butuh waktu 8 bulan lagi untuk lulus kuliah. Pernyataan ini sangat tiba-tiba. Di luar dugaanku. Bersamanya..memang pasti akan membuatku jauh dari semua ini. Dan mungkin aku akan berbahagia. Bersama satu-satunya orang yang mencintaiku sepenuh hati…

 

~Siwon POV~
Aku terdiam menatapnya bungkam. Kulihat kyuhyun menggenggam tangannya. Jujur, aku tidak terlalu menyukai namja ini. Meski namanya sudah terkenal, kariernya cemerlang, pembelaannya pada youngie, entah mengapa aku merasa semua itu janggal. Firasatku mengatakan seperti itu. Tapi..
“Appa, izinkan aku bahagia.”

——————————————————

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihat diriku di cermin. Mengenakan wedding dress putih. Sesuai impianku. Menikah dengan namja yang kucintai. Aku melihat foto eomma
“Seharusnya eomma di sini, menyaksikan pernikahanku,” ujarku
Kulihat kepala pelayan kim memasuki kamarku
“Nona, neomu yeppo,” ujarnya memelukku
“Gomawo,” ujarku
Kulihat dia menangis
“Yaa! Uljima!!” ujarku
“Ani…aku hanya terharu. Nona..tumbuh sangat cepat. Rasanya baru kemarin menjaga nona agar tidak jatuh saat berjalan,” ujarnya
“Kepala pelayan kim~ jangan mengatakan hal yang membuatku ingin menangis,” ujarku
“SHIKSHIN!!!!!” teriak yuri
“KYAA!! KWON YURI!!!”
Aku memeluknya
“Chukkhae! Akhirnya kau menikah juga dengan pangeran idamanmu,” ujar yuri
“Ne hahaha,” ujarku
“Rasanya seperti mimpi,” ujarnya
“Apalagi bagiku. Akhirnya, sebentar lagi aku terbebas,” ujarku
Kulihat yuri tersenyum
“Aku tidak bisa memberi banyak. Hanya ini. Tara!!!!!” ujarnya memberi sebuah kotak
“Apa itu?”
“Buka saja,” ujarnya
Aku membukanya. Ini…
“itu sebuah diary. Aku ingin kau menulis semua kenangan manismu dan kyuhyun di sana. Suatu hari saat kalian sudah menjadi halmeoni dan harabeoji lihatlah diary itu dan kalian akan bernostalgia~” ujarnya
“Yuri ah!!! Gomawo!!” ujarku memeluknya
“Chukkhae!! Aku turut berbahagia! Nanti kau harus melempar buketnya padaku arra!” ujarnya
Aku memberi tanda ok

————————————————-

~Siwon POV~
Aku tersenyum memandangnya berdiri di depan altar sekarang. Dia terlihat sangat bahagia. Kurasa…..mungkin ini jalan terbaiknya. Aku tidak menyangka dia tumbuh secepat itu. Apalagi membayangkan dia menikah.. rasanya seperti mimpi… Entah kenapa aku jadi teringat pada yoona…saat kami menikah. Saat kami mengikrar janji di sana. Yoona, seharusnya dia berada di sampingku dan menyaksikan ini semua. Haish..apa yang kupikirkan. Aku harus mengikhlaskannya. Dan sekarang di sampingku, victoria

~Seohyun POV~
Aku menatap pernikahan ini kesal. Bagaimana bisa namja sesempurna itu menikah dengan yeoja seperti itu. Tenang seohyun ah.. meski begitu tetap ada sisi positif untukku. Di rumah itu hanya ada satu Nona Choi, Choi Seohyun

————————————————-

~Sooyoung POV~
Acara berlangsung meriah. Dihadiri ribuan tamu undangan. Yuri mendapatkan buket bunganya. Aku tersenyum melihatnya. Setelah melewati serangkaian proses, akhirnya resepsinya selesai. Setelah itu, kami pulang ke rumah kyuhyun. Aku tersenyum memasukinya. Sekarang ini menjadi rumah kami. Rumah bercat putih ini sangat nyaman. Aku menghempaskan tubuhku di sofa. Akhirnya aku terbebas dari keseharian melihat yeoja bernama victoria dan seohyun serta pemandangan buruk setiap pagi di meja makan. Sekarang, yang kulihat hanyalah nampyeonku, cho kyuhyun.
“Akhirnya, semua penderitaanku selesai,” ujarku
Kulihat kyuhyun tersenyum
“Kau salah, ini baru saja dimulai.”
“Ne?”

——————————–TBC—————————

36 thoughts on “Love Destiny {Part 6}

  1. Poor soo onnie appanya tdk lg menganggapny karang kyuppa hanya memanfaatkanny tuk balas demdam. Apa yg trjd setelah pernikahan mereka?

    Next part dtnggu chingu

  2. Ya ampunn…..kenapa soo truz2san menderita????????kyuppa knpa kau tega ma si soo???????dtggu nextnya secepatnya chingu

  3. Ya ampun, Kyu oppa kok jahatnya sama bnget kayak Vic ahjumma…
    nggak nyangka nasib Soo sebegini teruk….
    Mgapa nggak ada yg belaiin Soo….kok semuanya evil…
    chingu sekurang-kurangnya tambahin satu watak yg bisa bantuin Soo….
    Changmin oppa mana sihh…katanya mahu mencelakai Vic dan Seo, hahaha…nggak sabar nungguin mereka kena balasan….

  4. Kyyyaaaaa, CHOI SIWON (‾^‾)-o(✗_✗)з ,, tega2nya ama anak sendiri, eh abang kyu jng jahat2 ama soo oennie tar kena karma jadi suka lho, lanjutin ya chingu,, ditunggu

  5. huffftttttttt….sumpah kecewa sma kyu,,,,dia terlalu jauh membuat soo bergantung padanya,,,sekarang semua lengkap sudah,,,tak ada kebahagiaan buat soo eonni,,,,tunggu aja kyu,,tunggu sampai kamu menyesal dan tunggu saat soo eonni tak mempunyai kepercayaan padamu lagi,,,,tunggu saat itu,,,,,
    emosiiiiiii aq thor,,,,,

  6. vic sama seo bisa banget memutarbalikkan fakta..
    kasian soo slalu disalahin sama appanya :-(
    ya ampun kyuppa juga bakal nyakitin soo :-(

    ditunggu next partnya :-D

  7. emg dsr vic-seo udh gila?! makin menjadi2 tingkahnya & bikin soo makin gak dipercaya siwon. sbnrnya udh seneng bgt pas kyu nyatain cinta & sempet kyknya ada perasaan tulus sm soo, tp pas bagian ending jleb. jgn2 kyu yg bkln bikin makin menderita X-( mdh2an nggak

  8. SeoVict keterlaluan! :-|
    eits, jadi kyu krjasama dgn changmin?
    Apalagi yg di rencanakan kyu?
    Dan soo, penderitaan soo akan lebih brtambah gt? Andwe kyuuu! :-(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s