Love Destiny {Part 5}

love-destiny.jpg

Title : Love Destiny

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Victoria Song
*Shim Changmin

Other Cast :
*Kim Hyoyeon
*Kim Taeyeon
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Lee donghae
*Park Jungsoo
*Lee Sunkyu
*Lee Sungmin
*Ye Eun

Type : Series

Genre : Romance,Family,Friendship

Rating : PG-15

~Siwon POV~
Aku menunggu di depan rumah. kenapa sampai sekarang dia belum pulang? Jam sudah menunjukkan pukul 6 malam. Seharusnya dia sudah pulang. Kulihat sebuah mobil berhenti di depan rumahmu. Seorang namja menuruni mobil dan membukakan pintu. Aku tersentak melihat youngie di sana. Apa-apaan ini. Kulihat dia melangkahkan kaki memasuki rumah
“Appa..”
“Annyeonghaseyo ahjeossi,” ujar namja itu
Sepertinya..aku pernah melihat wajahnya. Omona..dia…
“Cho..Kyuhyun?” ujarku
“Senang rasanya ada orang yang mengingatku,” ujarnya
Aku menatap youngie bingung. meminta penjelasan
“Dia..”
“Aku adalah chingunya,” ujar kyuhyun
“Ah..ne. Apa kau mau masuk?” tanyaku
“Gwaenchanha ahjeossi aku hanya mengantarnya. Aku pamit pulang. Annyeonghaseyo,” ujarnya
“Ne annyeonghaseyo,” ujarku dan youngie
Kulihat dia pulang. Aku menatap youngie
“Coba jelaskan apa yang kau sembunyikan dari appa. Kau bukan pergi dengan yuri?” tanyaku
“Aku..tadi pergi bersama yuri dan bertemu kyuhyun di Lotte World. Setelah itu kyuhyun mengantarku pulang,” ujarnya
“Dari Lotte World? Dengan yuri? Kenapa bukan dia yang mengantarmu?” ujarku
“Kebetulan..rumah kyuhyun dekat denganku. Lagipula aku sudah sering merepotkan yuri,” ujarnya
“Darimana kau mengenalnya?” tanyaku
“ne?”
“Jadi saat pembicaraan appa dan seohyun kau sudah mengenal kyuhyun? Kenapa kau tidak bercerita? Bukankah akan lebih mudah bagi seohyun menjadi model Girls’ Chic kalau kau mengenal kyuhyun? Kau kan bisa membantunya,”ujarku
Kulihat dia mendecak kesal dan masuk ke dalam
“Aku tidak ada waktu membicarakan seohyun pada kyuhyun,” ujarnya
Aku menggeleng melihatnya. Kenapa dia bisa sedingin itu. Bukankah seohyun juga teman sekelasnya? Seharusnya dia membantu mimpi temannya. Lagipula, dia kan tidak ingin menjadi model. Kenapa dia harus enggan membantu seohyun? Atau jangan-jangan..dia menyukai namja itu? Haish..apa yang kupikirkan

—————————————–

~Yuri POV~
“Wuah ini luar biasa..” ujarku melihat N Tower Seoul yang dipenuhi kru. Semuanya terlihat keren. Pro memang berbeda. Hari ini bisa dikatakan aku mengalami keberuntungan. Youngie mengajakku ke sini agar appanya tidak curiga. Kulihat dia mulai membaca script pemotretan di sana
“Kenapa kau tidak memberitahu appamu saja sih? Kurasa dia akan mendukungmu,” ujarku
“Ani. Pokoknya sampai majalahnya terbit baru aku akan memperlihatkan padanya seberapa lebihnya kemampuanku dibanding seohyun,” ujarnya
“Mereka masih tinggal di rumahmu? Haish..tidak tahu diri,” ujarku
“Pokoknya aku akan membuktikan pada appa kalau aku mampu melakukan apapun,” ujarnya
Aku menatapnya kagum. Jujur, aku tidak heran dengan sikap keras kepalanya. Mungkin, salah satu sifat appanya yang menurun padanya. Tapi dia sangat berani mengambil keputusan.

~Sooyoung POV~
Aku melihat ke arah gembok-gembok cinta yang terpasang di N Tower Seoul.
“Daebak..”
“Annyeong sooyoungssi,” ujarnya
“Ah annyeong kyuhyunssi,” ujarku
Aku tersenyum melihatnya memakai kemeja putih.Senada dengan dress putih yang kupakai. Kulihat dia mengeluarkan sebuah gembok dari kantungnya
“Pemotretan di sini sangat cepat. Hanya memasang gembok ini. Selesai,” ujarnya
“Arraseo,” ujarku
Kulihat dia memberiku kertas
“Untuk apa?” ujarku
Kulihat dia tertawa
“Ya! Jangan tertawa aku benar-benar tidak tahu ini untuk apa,” ujarku
“Kau benar-benar tidak sopan pada sajangnimmu,” ujarnya
“A..”
“Aku hanya bercanda hahaha. Aku lebih suka kau bersikap seperti itu daripada memanggilku dengan bahasa formal,” ujarnya
Ngomong-ngomong soal itu…
“Kenapa kau berkata di depan appaku kita chingu?” ujarku
“Sebuah kehormatan bagiku, putri seorang Produser ternama menjadi modelku,” ujarnya
“Ne?”
“Choi Siwon, sejak dulu aku sangat mengaguminya. Tidak kusangka putrinya adalah kau,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Sangat berbeda ya,” ujarku
“Ne. Kau lebih cantik darinya,” ujarnya
“Ya! Masa appaku lebih cantik daripada aku!” ujarku
“Kau tahu. Sebenarnya saat itu aku shock melihatnya,” ujarnya
“Jinjjayo?”
Dia mengangguk
“Kalau di kantor, aku adalah sajangnimmu. Kalau di pemotretan, aku adalah ‘namjachingumu’. Dan kalau di lain-lain, aku adalah chingumu. Arra?” ujarnya
“Ne?”
“Kecuali kau tidak mau menjadi chinguku,” ujarnya
“YA! Kenapa kau seperti anak SD yang bertanya seperti itu hahahha,” ujarku
“Kau sendiri. Bagaimana bisa putri seorang Choi Siwon tidak tahu gembok cinta,” ujarnya
“Ne, ne lalu untuk apa ini?” ujarku
“Kau menulis permohonanmu di sini tentang cintamu. Niscaya akan tercapai,” ujarnya
“Jinjja?” ujarku
“Molla,” ujarnya
“Baiklah..”
Aku memikirkan kata untuk menulisnya. Akhirnya aku menulis

Semoga appa tetap mencintai eomma

~Yuri POV~
Aku tersenyum melihat youngie tertawa bersamanya selama pemotretan. Para fotografer sudah mengambil banyak foto tanpa mereka sadari. Benar-benar konsep yang bagus. Natural tapi sangat menarik. Aku tidak pernah melihat youngie sedekat itu pada namja. Kurasa..kyuhyun adalah namja yang sangat hebat untuk mendekatinya. Pemotretan pun selesai. Para kru langsung membereskan barang menuju Sungai Han. Dia menghampiriku
“Kau benar-benar tidak mau ikut ke sana?” tanyanya
Aku mengangguk
“Ne. Sebenarnya sangat disayangkan,” ujarku
Aku menatap cho kyuhyun yang sedang berbicara pada kru
“Kurasa..cho kyuhyun menyukaimu,” ujarku
“Ne?”
“Kau tidak lihat bagaimana dia tertawa bersamamu? Bagaimana dia bisa membuatmu tertawa, nyaman di sisinya, dan bahkan memasang gembok cinta. Seharusnya kau lihat tulisan yang dia tulis. Mungkin saja ada namamu di sana,” ujarku
“Hahahhaa kau ini ada-ada saja,” ujarnya
“Aku serius youngie,” ujarku
“Mana mungkin,” ujarnya
“Bagiku mungkin saja. Cara dia memandangmu sangat berbeda. Lagipula usianya hanya berbeda 3 tahun dari kita. Dan dia sudah menjadi seorang eksekutif muda. Tampan, baik, dan menyenangkan. Apa lagi yang kau pikirkan?” ujarku
“Molla, bagiku tidak mungkin jatuh cinta secepat ini,” ujarnya
Aku membaca scriptnya. Tiba-tiba mataku tertuju pada satu tulisan
“OMONA?! ADA ADEGAN KIS…”
Dia menutup mulutku
“Jangan keras-keras,” ujarnya
“Kau..”
“Aku juga bingung soal itu. Menurutmu bagaimana yul?” ujarnya
“Lakukan saja bodoh! Kapan lagi kau bisa mendapat ciuman dari namja setampan itu!” ujarku
PLETAK!
“YA! Kenapa kau memukulku!” ujarku
“Aku bukan yeoja seperti itu. Mana mungkin aku memberikan first kissku begitu saja!” ujarnya
“MWO?! Kau. Oh iya, kau kan belum pernah pacaran. Bahkan menyapa namja saja tidak kurasa,” ujarku
“YA! YURI AH! Jangan meledekku!! Aku serius, apa yang harus kulakukan?” ujarnya
“Kurasa kau harus melakukannya demi keprofesionalanmu,” ujarku

———————————————————

~Kyuhyun POV~
Sekarang kami sudah berada di sungai han. Aku tersenyum melihatnya membaca script itu dengan bingung. Jujur, sebenarnya aku mendengar pembicaraannya dengan chingunya. Benar-benar yeoja yang lugu dan manis. Aku tidak boleh salah langkah. Aku harus bertindak tenang. Adegan pun dimulai. Aku menggandeng tangannya ke tepi sungai han. Para kru sibuk membuat hujan buatan untuk memberi kesan dramatis. Aku dan dia berlindung di sebuah payung dan berjalan menjauh. Aku membalik posisinya. Membuatnya menatapku. Kulihat dia memejamkan matanya. Tangannya gemetar. Perlahan aku mendekatkan wajahku padanya dan mencium samping bibirnya.
“CUT!” ujar fotografer. Hujan buatan pun berhenti. Kulihat dia menatapku
“Aku bukan namja seperti itu. Aku tidak mungkin mencuri ciuman pertama seorang yeoja. Arra?” ujarku
Aku berjalan ke arah fotografer. Kurasakan dia menahan tanganku
“Waeyo?” ujarku
“Gomawo, kau memang namja yang baik,” ujarnya sambil tersenyum
“a kind girl deserve to save her first kiss,” ujarku lalu tersenyum
Kau memang pintar. Cho Kyuhyun

~Sooyoung POV~
Aku menghela nafas lega. Syukurlah.. aku tersenyum melihatnya menjauh. Ternyata dia namja yang sangat baik dan sopan. Aku berjalan ke arah fotografer dan melihat fotonya. Terlihat seperti real kissing. Kulihat dia tersenyum
“Aku memang hebat,” ujarnya
“Ne, Cho Kyuhyun hebat,” ujarku
“Majalahnya akan terbit 1 minggu lagi. Kuharap kau bersiap menjadi populer,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya.
“Untuk merayakan ini semua, bagaimana kalau kita makan di restoran buffet?” ujarnya
“SETUJU!” ujar para kru

———————————————-

~Victoria POV~
Kulihat siwon berdiri di depan rumah. Menunggu putrinya pulang dengan panik. Haish..kenapa dia begitu memperhatikan anak itu
“Youngie belum pulang?” tanyaku
“Ne padahal ini suah malam,” ujarnya
“Oppa..mianhae bukan maksudku untuk ikut campur. Tapi kurasa..sudah sepantasnya kau tidak mengkhawatirkannya seperti ini. Dia sudah dewasa dan dapat berpikir jernih. Kau harus membiarkannya lebih bebas sedikit,” ujarku
“Tapi..”
“Kalau kau terlalu overprotective padanya seperti ini. Bagaimana ada namja yang bisa mendekatinya dengan leluasa?” ujarku
“Ne..kurasa ada benarnya juga,” ujarnya
Aku tersenyum menatapnya
“Kajja kita makan,” ujarku

~Siwon POV~
Aku tersenyum melihat victoria dan seohyun mengobrol sambil tertawa. Victoria..aku tidak menyangka dia sangat memperhatikan youngie. Dia benar. Aku harus membiarkan youngie bebas sedikit. Tidak terlalu overprotective padanya. Victoria..ternyata sampai sekarang tetap vict yang sama. Victoria yang hangat dan nyaman. Aku ingin melihat youngie tertawa dengannya seperti seohyun tertawa bersamanya sekarang. Yoona..apa aku..menemukan orang yang tepat?

———————————————

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki rumah. Kudengar suara tawa terdengar jelas dari ruang makan. Aku melangkahkan kaki ke sana. Kulihat appa, yeoja itu dan putrinya sedang makan bersama. Ini benar-benar menyebalkan
“Annyeong youngie ah. Kau mau makan bersama?” ujar yeoja itu
Dia pasti mencari perhatian appa
“Aku sudah kenyang.” ujarku lalu masuk ke kamar
Aku melempar tasku asal dan melihat foto eomma
“Eomma lihat, yeoja itu semakin menggeser posisi eomma. Sekarang putrinya mencoba menggeser posisiku juga. Appa bahkan tidak menungguku di depan pintu seperti biasa. Kurasa dia mulai tidak peduli padaku”

—————————————————-

~Seohyun POV~
Hari ini adalah hari terbitnya majalah Girls’ Chic edisi First Valentine. Aku langsung membelinya begitu terbit. Aku penasaran dengan model yang mengalahkanku. Yeoja seperti apa dia. Aku mengamati covernya. Tunggu dulu…entah kenapa…wajahnya tidak asing bagiku.. Dia seperti….

girls generation snsd choi sooyoung 1280x942 wallpaper_www.wallpapermay.com_72

CHOI SOOYOUNG?! Bagaimana mungkin?! Aku membuka halaman fashionnya. Omona… Ini..sooyoung

Aku membuka halaman berikutnya. OMONA?! Dia menjadi pasangan Kyuhyun?! Bagaimana mungkin yeoja serampangan seperti itu bisa mengalahkanku?!kyuhyun

Nami Island? Piknik? Kapan itu semua terjadi?!kyuyoung

Aku tersentak melihat halaman terakhir. First… KISS?! Ini semua tidak bisa dibiarkan..kyuhyun and sooyoung

————————————-

~Siwon POV~
Aku menunggunya dengan kesal di rumah. Victoria memberi tahuku tentang model majalah Girls’ Chic yang ternyata adalah youngie. Apa-apaan ini. Kenapa dia tidak meminta izinku dan memutuskan seenaknya? Apa dia tidak tahu resikonya menjadi seorang model di edisi khusus seperti itu. Apalagi pasangannya adalah seorang Cho Kyuhyun. Kulihat dia memasuki pintu rumah
“Annyeong appa,” ujarnya
“Coba jelaskan apa ini?” ujarku memberi majalah itu padanya
“Appa sudah melihatnya.”
“CHOI SOOYOUNG, KENAPA KAU TIDAK MEMINTA IZINKU?!” ujarku
“Kenapa sekarang appa marah padaku? Bukankah appa sangat mendukung seohyun saat dia berkata akan menjadi model Girls’ Chic. Appa bahkan bilang semua produser ternama mengawali karier dari model, aktris, atau broadcast lain. Aku juga ingin seperti itu appa!” ujarnya
“Kau bukan seohyun youngie. Kau adalah Choi Sooyoung, putriku. Tanpa kau perlu menjadi model, kau bisa menjadi produser ternama!” ujarku
“Aku ingin berusaha sendiri. Aku ingin membuktikan pada appa kalau aku lebih mampu darinya!” ujarnya
“Dengan cara menggesernya? Youngie. Seohyun ingin menjadi model. Itu mimpinya. Sedangkan itu bukan mimpimu. Tapi kau mengambilnya hanya untuk ego pribadimu. Kau egois,” ujarnya
“See! Sekarang appa membelanya. Semakin lama appa semakin merasa dia anak appa bukan aku,” ujarnya
“Choi Sooyoung jaga bicaramu.”
“Wae? Aku salah? Aku memang tidak memiliki mimpi menjadi model tapi kenapa hanya karena itu aku harus memberikannya pada seohyun? Ini kesempatan besar bagiku,” ujarnya
“Tapi kenapa kau tidak meminta izin appa?” ujarku dengan suara meninggi
“Kenapa aku harus meminta izin dari appa? memang apa peduli appa? Aku sudah dewasa dan berhak memutuskan segala sesuatu yang kuinginkan. Termasuk menjadi model dan mengalahkan seohyun!” ujarnya
“Sebenarnya apa kekesalanmu pada seohyun?!” ujarku
“Aku tidak suka melihatnya mendekati appa dan mulai menggeser posisiku perlahan!” ujarnya
“Harus berapa kali appa katakan dia tidak menggeser posisimu. Appa kecewa padamu. Kau merusak mimpi orang lain demi kecemburuanmu yang tidak jelas,” ujarku
“Kurasa aku di pihak bersalah sekarang,” ujarnya
“Choi Sooyoung. Jangan membalas ucapan orang tuamu,” ujarku
“Wae? Aku tidak salah kan. Sekarang appa lebih membelanya. Sebentar lagi yeoja itu akan merebut posisi eomma dan putrinya akan menggeser posisiku dari rumah ini,” ujarnya
“Choi Sooyoung jaga bicaramu. Mereka bisa mendengarmu dari kamar,” ujarku
“Justru bagus jika mereka mendengarnya!” ujarnya
“CHOI SOOYOUNG!”
Kulihat vict dan seohyun keluar dari kamarnya
“Vict..”
“Mianhae..kurasa…kami membuat banyak masalah di sini,” ujar vict
“Baguslah kalau kau menyadarinya,” ujar youngie
“Youngie..”
“Sebaiknya kami pergi dari sini,” ujarnya
“Lalu kalian mau tinggal di mana?” ujarku
“Kami..bisa tinggal di kontrakan atau apartment,” ujar seo
“Vict, seo..”
“Baguslah. Kalian memang membuat banyak masalah di sini,” ujar youngie
“CHOI SOOYOUNG!”
“Wae? Aku benar kan? Appa mulai tidak peduli padaku karena mereka. Sebelumnya kehidupan kita baik-baik saja!” ujarnya
“Choi Sooyoung, minta maaf sekarang juga,” ujarku
“Aku tidak bersalah untuk apa aku meminta maaf,” ujarnya
“Choi Sooyoung.”
“Sebenarnya apa yang kau lakukan pada appaku sampai dia membelamu seperti itu hah?!” ujar youngie pada vict
“Ne?”
“Appa mencintainya,” ujarku

~Sooyoung POV~
“Appa mencintainya,” ujar appa
Aku menatapnya bingung
“Appa bercanda..”
“Appa serius. Youngie.” ujarnya
Aku menatapnya kesal. Apa-apaan ini
“Apa yang kau lakukan pada appaku hah? Kau menggodanya?”
“CHOI SOOYOUNG JAGA BICARAMU!”
“Apa yang kalian lakukan di tempat syuting hah?”
“CHOI SOOYOUNG!”
PLAK!
Aku tidak percaya appa melakukannya. Untuk pertama kalinya. Dia menamparku untuk yeoja itu
“Kau sudah keterlaluan!” ujar appa
“AKU KETERLALUAN? APPA YANG KETERLALUAN!” ujarku lalu berlari ke kamar
Aku membanting pintu dan menguncinya. Aku memegang pipiku yang memanas. Air mataku menetes
“Eomma, setelah ini siapa yang akan membelaku?”

——————————————

~Victoria POV~
Aku tidak percaya dia menampar putrinya untukku. Ini benar-benar hebat. Tenang vict… ingat kau belum menyandang status ‘Nyonya Choi’
“Apa..tidak apa-apa?” ujarku
“Vict..mianhae. Kurasa dia hanya butuh waktu menerima ini. Kau benar..aku tidak bisa terus memanjakannya dan membiarkannya menjadi egois. Vict.. apa kau mau..menikah denganku?” ujarnya
Aku tidak percaya ini semua. Apa aku sedang bermimpi
“Aku setuju!” ujar seohyun
Aku tersenyum mendengarnya
“Ne”

———————————–

~Author POV~
Seorang namja tersenyum puas mendengar kabar yang didapatkannya dari telepon. Ia menutup teleponnya dan melihat ke arah sebuah majalah di depan matanya
“Take your time honey. Our real game will start tomorrow”

~Sooyoung POV~
Aku berangkat ke sekolah di pagi hari untuk menghindari calon keluarga itu. Ini benar-benar menyebalkan. Membayangkan appa akan menikah dengannya adalah hal terburuk seumur hidupku. Aku memutuskan berjalan kaki ke sekolah. Aku tidak akan menerima bantuan appa mulai sekarang. Termasuk kendaraan pribadi. Aku melangkahkan kakiku kesal. Tiba-tiba kulihat sebuah mobil di sampingku seakan mengikutiku
“Apa kau tidak takut berjalan sendirian?” ujarnya
Aku menengok ke arahnya
“Kyu..hyunssi?”
“Annyeong~” ujarnya
“Kenapa..kau bisa di sini?” ujarku
“Aku mengikutimu daritadi,” ujarnya
“N..ne?”
“Setelah majalah itu terbit, banyak orang mengincarmu. Apa kau tidak takut berjalan kaki seperti itu?” ujarnya
Aku hanya diam
“Masuklah,” ujarnya
“Ne?”
“haish..”
Kulihat dia turun dari mobil dan membukakan pintu
“Naiklah, aku akan mengantarmu sampai ke sekolah princess,” ujarnya
Bahkan..orang yang di luar keluargaku memperhatikanku

~Kyuhyun POV~
Kulihat dia menitiikkan air mata
“Ya! Ya! Jangan menangis!” ujarku
“Kyuhyunssi..bahkan kau saja memperhatikanku. Kenapa appa malah membuangku..” ujarnya memelukku
Aku tersenyum mengelus kepalanya perlahan
“Gwaenchanha,” ujarku

~Siwon POV~
Aku melihat ke arah ruang makan yang sepi
“Youngie eodiyo?” tanyaku pada Kepala Pelayan Kim
“Nona sudah berangkat sekolah,” ujarnya
“Pasti dia melakukan aksi penolakan. Sudah biarkan saja,” ujarku
“Tapi..nona berangkat sendiri Tuan,” ujar Kepala Pelayan Kim
“Biarkan saja dia sudah besar,”ujarku. Padahal sejujurnya. Hatiku sangat bertolak belakang. Aku..sebenarnya khawatir padanya. Tapi vict benar. aku harus mencoba membebaskannya. Agar dia bisa bersikap lebih dewasa

————————————————

~Seohyun POV~
“Apa menurutmu ini cocok seohyun ah?” ujar eomma
“Ne!” ujarku
Kami sedang berada di sebuah bridal dan memilih baju pengantin. Sebentar lagi namaku akan menjadi Choi Seohyun, putri seorang produser ternama, Choi Siwon. Ini benar-benar menyenangkan
“Oh ya eomma kapan konferensi pers dilaksanakan?” tanyaku
“Secepatnya,” ujar eomma
“Eomma sudah siap mundur?” tanyaku
Dia mengangguk
“Untuk apa berkarier lagi? Eomma sudah lelah. Sekarang tanpa bekerja pun eomma bisa menikmati hasilnya. Kau mengerti maksudku kan, seohyun ah?” ujarnya
Aku mengangguk mengerti
“tentu saja”

———————————–

~Siwon POV~
Aku melihatnya masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun
“Choi Sooyoung dimana mannermu?” ujarku padanya yang berjalan di tangga. Dia tetap meneruskan langkahnya berjalan ke lantai atas. Aku menghempaskan tubuhku di sofa. Kenapa tingkah lakunya jadi seperti itu. Kulihat vict duduk di sebelahku
“Kurasa sebaiknya kau bicara baik-baik padanya. Membentaknya tidak akan memberi solusi oppa,” ujar vict
“Ne, kau benar”

~Sooyoung POV~
Aku melempar tasku dan menghempaskan tubuh ke ranjang. Aku mengambil foto eomma
“Eomma, apa aku bersalah pada appa?” ujarku
Jujur. Aku juga tidak berniat memperlakukannya seperti itu. Hanya saja aku tidak bisa menerima pernikahan appa dan victoria. Apalagi seohyun akan menjadi eonniku. Membayangkannya saja membuatku kesal. Aku tidak suka appa mengganti posisi eommaku. Selamanya. Di rumah ini hanya ada satu Nyonya Choi, Choi Yoona.

~Siwon POV~
Aku memutuskan membicarakan hal ini berdua dengannya. perlahan aku mengetuk pintu kamar. Kulihat dia menatapku kesal
“Appa ingin meminta maaf soal kemarin,” ujarku
“Untuk apa? Apa appa melakukan kesalahan? Kurasa memang sepantasnya aku ditampar karena menghina Nyonya Victoria,” ujarnya kesal lalu masuk ke selimut. Aku menghela nafas. Aku tidak boleh membentaknya. Vict benar, semakin dibentak dia akan semakin melawan
“Appa lepas kendali. Appa tidak suka sikapmu seperti itu. Memang salah appa karena selama ini selalu memanjakanmu. Tapi kau harus mencoba dewasa youngie,” ujarku
“Aku sudah dewasa. Makanya aku tidak masalah dengan sikap appa. Aku paham posisiku di sini hanya orang ke sekian,” ujarnya
“Hei, jangan bicara begitu. bagi appa kau lah yang terpenting,” ujarku
“Omong kosong,” ujarnya
Aku menghela nafas
“Youngie, apa kau senang jika appa bahagia?” ujarku
Dia hanya diam
“Jika ya, izinkan appa menikah dengan victoria. Dia akan menjadi eomma bagimu. Bukankah itu hal yang menyenangkan?” ujarku
“Bagiku tidak. Karena sampai kapanpun eommaku hanya Choi Yoona,” ujarnya
“Youngie, appa bukan bermaksud menggantikan posisi eommamu. Appa hanya ingin membentuk keluarga baru,” ujarku
“Tapi eomma..”
“Eommamu mencintai appa. Dia pasti bahagia melihat appa bahagia,” ujarku
“Kalau begitu apa appa mencintai eomma?” ujarnya
Aku terdiam. Apa maksudnya
“Kalau appa mencintai eomma, bukankah appa seharusnya bahagia melihat eomma bahagia dengan tidak menggantikan posisinya?” ujarnya
“Youngie, ini berbeda. Seseorang yang telah pergi tidak akan pernah kembali,” ujarku
Dia terdiam
“Terserah appa. Apapun yang kukatakan juga tidak ada artinya,” ujarnya
“Jadi, apa kau mengizinkan appa?” ujarku
Dia hanya diam
“Appa janji youngie. VIct akan menjadi eomma yang baik bagimu.”

———————————-

~Author POV~
Seorang namja tersenyum melihat sebuah undangan di depan matanya. Ia membacanya dengan seksama. Sabtu ini. Ia melipat kembali undangan itu dan menaruhnya di mejanya
“Permainan ini akan semakin menyenangkan chagi.”

~Sunny POV~
“Ini gila, benar-benar gila!” ujarku membanting undangan itu
“Kurasa yeoja itu sangat hebat menggodanya,” ujar hyo
“Bagaimana bisa sajangnim menikah dengan yeoja seperti itu. Haish.. Aku tidak habis pikir dia akan menjadi bos kita juga!” ujarku
“Ne, kurasa dia akan mencoba menepak kita satu per satu yang melawannya,” ujar hyo
“Dan mereka menyebut anak yeoja itu sebagai anak sajangnim. Haish..aku tidak habis pikir. Demi menjaga nama baik yeoja itu di depan media massa sajangnim rela menyakiti perasaan putrinya,” ujarku
“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan youngie sekarang.”
“Kurasa sebentar lagi.. posisinya terancam”

——————————-

~Sooyoung POV~
Aku melihat diriku di cermin. Aku mengenakan dress putih selutut. Aku menghela nafas. Kondisi hatiku sangat bertentangan dengan riasan yang kukenakan. Aku melangkahkan kaki ke arahnya. Ke arah seseorang..yang kurasa sebentar lagi akan menjadi satu-satunya orang yang membelaku di rumah ini
“Eomma, mianhae..aku tidak bisa mencegah appa,” ujarku
Aku menghapus air mataku
“Eomma, aku..takut appa..tidak mempedulikanku lagi setelah ini,” ujarku
“Tapi aku..paling takut..karena aku tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk eomma..jeongmal mianhae”
“Nona..”
Menyadari ada seseorang, aku cepat-cepat menghapus air mataku.
“Kepala pelayan kim..” ujarku
Kurasakan dia memelukku
“Nona tenang saja..sampai kapan pun, saya akan selalu berada di pihak Nona,” ujarnya
Tiba-tiba tangisku pecah di pelukannya
“Kepala Pelayan Kim..”
“Gwaenchanha Nona.. Uljima”

~Siwon POV~
Aku terdiam melihat diriku di cermin. Mengenakan tuxedo hitam. Apa ini..memang keputusan terbaik. Aku melangkahkan kaki ke balkon untuk menyegarkan pikiranku. Yoona.. bukan maksudku mengganti posisinya. Aku hanya ingin ada seseorang yang bisa membimbing putriku menjadi lebih baik. Menjadi gadis feminim yang anggun. Dan hanya vict orangnya. Tidak ada orang yang memperhatikan youngie seperti vict membaca kepribadiannya. Dan jujur, aku sudah kembali mencintainya. Victoria

~Seohyun POV~
“Eomma neomu yeppo!” ujarku
“Gomawo,” ujarnya sambil tersenyum
Aku melihat tumpukan majalah di depanku
“Semuanya tentang pernikahan eomma,” ujarku
“Ne,” ujarnya
Aku cukup lega disebutkan sebagai anak Choi Siwon yang pertama. Setidaknya nama eomma tidak tercoreng
“Nyonya Choi,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Berhenti menggodaku seohyun ah.”

~Changmin POV~
Aku membanting majalah di depanku. Bagaimana bisa mereka menyebut seohyun ku sebagai anak pertama dari namja bernama choi siwon. Ini benar-benar menyakitkan bagiku. Bagaimana bisa mereka menyetujui pernikahan ini? Aku menghela nafas. Victoria, Seohyun ah aku tidak akan membiarkan kalian mengkhianatiku seperti ini

—————————————-

~Sooyoung POV~
Aku duduk di salah satu kursi. Di sebelah sunny ahjumma. Aku mencoba tersenyum meski rasanya sangat pahit. Hal yang kubayangkan adalah.. bagaimana perasaan eomma melihat pernikahan ini. Sakit. Pasti.. Kulihat appa berdiri di depan dengan gagahnya dan tak lama kemudian yeoja itu masuk ke dalam. Appa tersenyum padanya. Aku tidak kuat melihat ini semua. Akhirnya aku memutuskan keluar
“Youngie..”
“Gwaenchanha,” ujarku pada sunny ahjumma. Aku tidak peduli appa melihatku atau tidak. Aku tidak kuat melihat ini semua. Aku berlari menuju taman gereja. Menangis di sana. Eomma…apa aku sedang merasakan perasaanmu melihat appa menikah dengan yeoja itu.. Tiba-tiba kulihat sebuah sapu tangan di depan mataku
“Kau jelek kalau menangis,” ujarnya
Aku memalingkan wajah
“Bagaimana bisa kau di sini,” ujarku
“Aku diundang,” ujarnya mengeluarkan sebuah undangan
Aku hanya diam
“Cepat hapus air matamu!” ujarnya
“Nanti sapu tanganmu kotor,” ujarku
“Haish..kau masih saja memikirkan hal yang tidak penting seperti itu,” ujarnya menghapus air mataku secara paksa
Entah kenapa aku menangis lagi di depannya
“Kyuhyun ah..kenapa aku tidak bisa mencegahnya..” ujarku
“Ini sudah takdir.. tapi pasti ada rencana indah di balik ini semua,” ujarnya
Aku terdiam. Tiba-tiba kurasakan dia memelukku
“You’re stronger than you think,” ujarnya
Aku terdiam mendengarnya. Tuhan..apa kau mengirimkan malaikat ini untuk senantiasa menemaniku saat aku menangis?
“Kyuhyun ah..aku merasa bersalah pada eommaku. Dia pasti sangat hancur sekarang,” ujarku
Dia mengelus kepalaku perlahan. Rasanya sangat nyaman. Kurasakan jantungku berdetak keras. Kenapa..aku merasa seperti ini. Kurasakan dia melepaskan pelukannya dan menarik tanganmu
“Kita mau kemana?” ujarku
“Sejauh mungkin dari pesta bodoh ini,” ujarnya membuang undangan itu ke tempat sampah
Aku tersenyum kecil melihatnya. Kenapa dia selalu ada..saat aku membutuhkan seseorang..

~Sunny POV~
“Bagaimana kau menemukannya?” tanyaku
“Ani. Eottokhe?!” ujar hyo
Aku benar-benar panik sekarang. Pemberkatan sudah selesai. Tapi Youngie hilang tanpa kabar. Dan tidak seorang pun menemukannya. Tiba-tiba kulihat putri victoria keluar dari gereja
“Anak itu melarikan diri? benar-benar kekanak-kanakkan. Apa dia pikir appanya akan mencarinya dan meninggalkan pernikahan ini?” ujarnya
Para kru menatapnya tajam. Apa-apaan yeoja itu. Baru menjadi anak tiri produser saja gayanya seperti itu. Pokoknya aku tidak akan membiarkan Choi corp jatuh ke tangannya
“Sudah tidak usah dicari. Nanti dia akan kembali sendiri. Kalian hanya buang-buang waktu,” ujar yeoja itu
“Ya! Anak bawang! Kami tidak bicara padamu jadi jangan ikut campur!” ujar hyo
“MWO? Kau berani mengataiku anak bawang?” ujarnya
“Ne. Adukan saja pada sajangnim!” ujarnya
Aku benar-benar pusing sekarang. Dimana youngie..

~Sooyoung POV~
Aku duduk di tepi sungai han bersamanya. Dia memberiku secangkir hot chocolate
“Gomawo,” ujarku
“Ne,” ujarnya lalu duduk di sebelahku
Aku melihat ke arah cellphoneku. Semua panggilan dari para kru dan sunny ahjumma. Tidak ada dari appa. Sudah kuduga..dia tidak mungkin pergi mencariku dan meninggalkan pernikahannya
“Ini sangat menyakitkan,” ujarku
“Ne?”
“Eommaku meninggal sejak aku kecil. Maka appa menjadi eomma dan appa bagiku. Ia sahabat terbaikku. Kami melewati banyak hari bersama. Juga…bersama harabeoji,” ujarku
“Harabeoji?” ujarnya
“Choi Jungsoo,” ujarku
Kulihat dia terdiam menatapku
“Setelah harabeoji meninggal, appa selalu menemaniku. kemanapun. kapanpun. Aku tidak punya siapa-siapa lagi kecuali appa. Tapi sekarang, appaku sudah tidak mempedulikanku. ia bahkan tidak mencariku. Ia bahkan menamparku untuk yeoja itu. Dan menyuruhku mengalah untuk seohyun. Aku tidak mengerti kenapa appa bisa melakukan semua hal itu padaku..” ujarku
Kulihat dia menghela nafas
“Rasa sakit itu..bukan hanya kau yang mengalami. Semua orang mengalaminya,” ujarnya
“Ne?”
“Kau tahu. Sejak kecil, aku tidak hidup bersama orang tuaku. Aku hidup bersama Mom yang merawatku dari kecil. Aku tidak tahu seperti apa bumonimku,” ujarnya
“Bumonimmu..”
“Mereka bunuh diri,” ujarnya yang membuatku tersentak
“Karena seseorang yang sangat kejam. Yang telah menghancurkan perusahaan mereka. Yang telah menjebak mereka. Hingga akhirnya appa bangkrut dan memutuskan bunuh diri bersama eomma,” ujarnya
“Mi..anhae..” ujarku
“Aku bersumpah akan membalas mereka dengan caraku sendiri,” ujarnya
Aku menatapnya. Matanya mengisyaratkan kesedihan, kekesalan, dan juga kemarahan. Aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Aku tidak menyangka..masa lalunya bahkan lebih buruk dariku. Kurasa sebaiknya aku mengalihkan topik
“Kau..ingat saat pertama kita bertemu?” ujarku
“Ne?”
“Dari dulu kau selalu membantuku. Kurasa Tuhan mengirimku seorang guardian angel. Apa kau tidak merasa semua kebetulan ini sangat ditakdirkan? Aku hampir dibunuh jika kau tidak menolongku saat pertemuan pertama. Seohyun hampir saja memggeser posisiku jika kau tidak memberiku tawaran menjadi model. Kau selalu datang saat aku sedih. Termasuk hari ini. Bagiku, semuanya seakan mimpi,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Entahlah,” ujarnya

———————————————————-

~Siwon POV~
Resepsi telah selesai. Aku pun pulang ke rumah bersama vict dan seo.
“Kau lelah?” ujarku pada vict
“Ne. Tamunya banyak sekali. Tapi aku sangat senang,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya.
“Tapi sejujurnya..aku cukup kecewa karena youngie pergi setelah pemberkatan,” ujar seo
Aku menghela nafas
“Aku akan mencoba bicara dengannya,” ujarku
Aku melangkahkan kaki ke kamarnya. Kulihat kamarnya kosong. Aish..dimana anak itu. Aku mendatangi kepala pelayan kim
“Kepala Pelayan Kim, dimana Nona?” ujarku
“Nona..bukankah bersama Tuan?”
Aku menghela nafasku. Masalah apa lagi kali ini

~Sooyoung POV~
Kyuhyun mengantarku sampai ke rumah. Aku menarik nafas dalam sebelum menekan bel pintu. Appa pasti akan memarahiku sesampainya nanti.  Kurasakan kyuhyun memegang tanganku
“Kau pasti bisa melewatinya. Ini rintangan kecil untuk seorang choi sooyoung yang kuat,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Gomawo,” ujarku
Setelah memastikan mobilnya pergi aku menekan bel pintu. Kulihat kepala pelayan Kim membukakan pintu
“Nona..akhirnya nona pulang juga. Saya panik mendengar nona tidak ada,” ujarnya memelukku
“Gwaenchanha,” ujarku
Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam. Kulihat appa di sana. Sudah memangku tangan melihatku kesal. Aku tidak mempedulikannya dan masuk ke dalam
“Kenapa kau pergi setelah pemberkatan?” ujarnya
“Apa lagi alasanku?” ujarku lalu masuk
“Choi Sooyoung aku belum selesai bicara denganmu,” ujarnya
Aku sudah tidak bisa menahan ini semua
“Aku tidak bisa melihat appa menikah dengan yeoja itu, appa puas?!” ujarku
Kurasakan air mataku menetes
“Youngie, sampai kapan kau akan terus berkata seperti itu?” ujarnya
Aku hanya diam dan tidak mempedulikannya. Kenapa semuanya menjadi seperti ini..

——————————————-

~Yuri POV~
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk. Aku tidak bisa membiarkan yeoja bernama Seohyun itu tertawa menyandang marga Choi dengan bahagianya. Ia telah merusak kebahagiaan youngie. Maka hanya ini yang bisa kulakukan untuk youngie. Media massa mengatakan bahwa Seohyun adalah anak pertama Choi Siwon. Jelas-jelas seohyun anak victoria. Untuk menutupi nama buruk vict, perasaan youngie dikorbankan. Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi. setidaknya orang terdekatnya–teman-teman kami sekelas harus tahu bahwa seohyun bukan putri keluarga choi yang sebenarnya. putri tunggal keluarga choi hanya satu. choi sooyoung.

~Seohyun POV~
Aku melangkahkan kaki menyusuri lorong. Kulihat banyak orang berbisik melihatku. Mereka pasti membicarakanku menjadi putri produser ternama. Aku melangkahkan kaki dengan santainya ke kelas. Kulihat seisi kelasku terdiam melihatku. Benar-benar menyenangkan menjadi orang yang disegani. Aku melihat ke arah cermin dan membenahi rambutku. Kudengar yeoja di belakangku berbisik
“Kasian sekali youngie.”
“Ne, sampai appanya menggeser posisinya.”
Aku terdiam. Apa maksudnya
“Kurasa eommanya telah menggoda appanya sampai bisa mengakui seohyun sebagai anak kandungnya. Benar-benar menggelikan”
“YA! APA YANG KAU KATAKAN!” ujarku pada yeoja itu
“Wae? Kau tersinggung?” ujarnya
“Jaga bicaramu!” ujarku
“Aku serius Nona.. Song Seohyun? Hahahhaha.”
Aku berniat menamparnya. Kurasakan dia menahan dan menepis tanganku
“Ouch..”
“Begitu saja sakit! Bagaimana perasaan youngie?!” ujarnya
“Kau dan eommamu merusak kebahagiaan orang lain. Menghancurkan keluarga orang lain. Benar-benar menggelikan!”
Aku keluar dari kelas. Apa-apaan itu
“Huuuu!!” ujar mereka
“Eommamu mengaku single dan memilikimu? Statusmu apa bodoh?!” ujarnya
Aku membuka cellphoneku. Ini pasti kerjaan yeoja itu. Tidak akan kubiarkan dia menang

~Siwon POV~
Aku sedang berada di lokasi syuting. Hari ini vict menemaniku–bukan sebagai aktris tapi sebagai istri produser. Aku mengatur scene. Tiba-tiba kulihat vict mendatangiku
“Siwonie..kurasa aku harus pulang,” ujarnya
“ada apa?” ujarku
“Seohyun..mengalami masalah di sekolah..karena youngie,” ujarnya
“Ne?”
“Chingunya..” kulihat dia menitikkan air mata
“Vict..uljima,” ujarku
“Chingunya tahu kenyataan bahwa seohyun bukan anak kandungmu dan mulai membicarakan hal negatif tentangnya,” ujar vict
“Ne?”
“Aku..harus pulang..” ujarnya
Aku benar-benar tidak menyangka youngie melakukan ini semua. Ini sudah keterlaluan

~Yuri POV~
Aku tersenyum puas melihat seohyun pulang hanya karena dibicarakan seperti itu. Dia harus merasakan perasaan youngie. Kulihat youngie hanya diam daritadi. Aku menghela nafas melihatnya. Kali ini aku tidak bisa memaksanya bicara.. Tapi youngie..aku akan membuat yeoja itu merasakan perasaanmu. pasti

————————————–

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki rumah. Kulihat appa di ruang tamu. Duduk di sana dan menatapku tajam. Aku menarik nafas dalam dan berjalan melaluinya. Kudengar dia berkata
“Masalah apa lagi yang kau buat pada seohyun?” ujar appa
“Masalah?” tanyaku
“Appa tahu kau tidak menyukainya. Appa tahu kau marah appa berbohong pada media massa. TAPI BUKAN BEGINI CARANYA!” ujarnya dengan suara meninggi
“AKU TIDAK MENGERTI DENGAN APPA! Aku tidak melakukan apa-apa padanya. kali ini apa lagi yang dia tuduh tentangku?!” ujarku
“Kau keterlaluan youngie! Kau tidak berperasaan! Bagaimana bisa kau mengungkapkan pada teman-temanmu bahwa seohyun anak kandung victoria dan membiarkan mereka mengejek seohyun?!” ujar appa
“N..ne?”
“Dan tidak usah berpura-pura bodoh,” ujar appa
“Aku benar-benar tidak melakukannya appa, demi apapun,” ujarku
“Hentikan omong kosongmu. Appa minta kau putihkan kembali nama seohyun dan meminta maaf padanya,” ujarnya
“Baik. Sekarang aku bersalah lagi. Sepertinya aku adalah anak tiri appa dan seohyun adalah anak kandung appa,” ujarku
“Jaga bicaramu choi sooyoung!”
“Appa selalu menyuruhku menjaga bicaraku! Wae?! Memang apa yang salah dari kata-kataku! Semua benar appa!” ujarku lalu berlari keluar rumah
“CHOI SOOYOUNG!”

—————————————–

~Sooyoung POV~
Aku berlari keluar rumah. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara mengatasi appa. Kurasakan seseorang menarikku dan menutup mulutku
“Hm..”
“Sst..” ujarnya
Setelah melihat siapa namja itu aku terdiam. Kulihat appa keluar rumah
“Haish! Cepat sekali larinya,” ujar appa lalu masuk ke rumah. Dia membuka mulutku
“Kenapa..kau bisa..”
“Aku mengkhawatirkanmu..apalagi sejak kemarin kau kabur dari pesta bodoh itu,” ujarnya menarikku ke mobil.
Aku mengikutinya. Kulihat dia mulai menyetir
“Kita…mau kemana?” tanyaku
“Kurasa aku punya rencana untukmu. Setidaknya agar appamu sedikit lebih mengindahkan kata-katamu,” ujarnya
“N..ne?”

~Siwon POV~
Aku melihat ke arah jam. Sudah jam 9 malam. Bagaimana bisa dia belum pulang?! Kemana dia? Aku sudah menghubungi chingunya. Tak satupun mengetahuinya. Aku mencoba melacak cellphonenya. Cellphonenya dimatikan. Haish..ini semua sangat menyebalkan
“Kurasa…aku dan seo membuat masalah di sini,” ujar vict
“Ani..anak itu memang sangat kekanak-kanakkan. Sesekali, dia harus belajar dewasa”

~Sooyoung POV~
Aku memandang takjub ruangan di depanku. Ini terlihat sangat indah. Dengan taman yang luas
“Mulai sekarang, anggaplah ini seperti rumahmu sendiri,” ujarnya
“Apa..aku tidak akan merepotkanmu?” ujarku
Dia menggeleng
“Aku sudah mengganggapmu seperti yeodongsaengku sendiri,” ujarnya mengelus kepalaku
“Gomawo..” ujarku
Entah kenapa aku merasa sedikit kecewa mendengarnya. Haish..apa yang kupikirkan
“Kurasa setelah ini, appamu pasti akan mencarimu. Kembalilah setelah ujian,” ujarnya
“N..ne?” ujarku
“Aku tahu sebentar lagi kau akan menjalani ujian penerimaan universitas. kau harus fokus. Kau bisa stress jika berada di rumah itu,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Gomawo,” ujarku
“Kalau kau pintar, kau bisa sepertiku. Lulus dalam 2 tahun,” ujarnya
“Ne, ne aku tahu oppa,” ujarku
“Oppa?” ujarnya
“Maksudku..kau kan bilang aku yeodongsaengmu. Berarti kau oppaku kan?” ujarku
“Ah..ne!” ujarnya
Kulihat dia tersenyum
“Sudah malam. Kurasa sebaiknya kau tidur. Annyeong, jaljayo,” ujarnya
“Ne.”

———————————————

~Seohyun POV~
Jujur sebenarnya aku cukup senang dia kabur dari rumah. Setidaknya aku tidak perlu melihatnya. Kulihat appa sangat khawatir. Aku menarik nafas dalam
“Kurasa dia di rumah chingunya,” ujarku
“Ne, kurasa juga begitu,” ujar appa
“Sudah appa tenang saja. Dia yeoja pintar. Dia bisa menjaga dirinya,” ujarku
“Ne. Kurasa..kau benar seohyun ah”

~Sooyoung POV~
Aku terbangun dari tidurku. Rasanya sangat nyaman. Aku membuka pintu. Kulihat kosong. Apa dia masih tertidur? Aku memutuskan membangunkannya. Tunggu dulu.. bukankah tidak sopan masuk ke kamar orang lain tanpa izin? Tapi… kalau aku tidak membangunkannya aku tidak bisa bersiap ke sekolah. Aku tidak tahu seluk beluk rumah ini.. Akhirnya aku memutuskan membangunkannya. Aku mengetuk pintu kamarnya
“Kyuhyun..irreona..” ujarku
Tidak ada jawaban. Aku memutuskan membuka pintu kamarnya. Aku memandang takjub kamar di depanku. Ini pertama kalinya aku memasuki kamar namja.. Di sini banyak rak buku, PSP, dan game lainnya. Di dindingnya terdapat guntingan majalah Girls’ Chic. Aku tersenyum melihat guntingan majalah edisi First Valentine dimana ada fotoku dan dia di sana. Aku berjalan mendekatinya. Kulihat dia masih tertidur. Wajahnya sangat tenang. Harus kuakui kalau dia tergolong tampan. Sangat tampan… haish! Apa yang kupikirkan. Aku menggoyangkannya perlahan
“Oppa, irreona,” ujarku
“Hmm..” ujarnya membalik posisi
“Oppa, irreonaseyo,” ujarku
“Aku masih mengantuk,” ujarnya menarikku
“Kyaa!!!”
BRUK! Aku jatuh di sebelahnya. Kurasakan dia memelukku erat
“Oppa!!”
“Biarkan seperti ini sebentar..” ujarnya memelukku
Aku terdiam. kenapa jantungku berdetak kencang. Ini pertama kalinya..aku dipeluk erat seorang namja.. Tunggu dulu.. DIPELUK!!
“KYAAA!!!!”

~Kyuhyun POV~
“Jeongmal mianhaeyo,” ujarku sambil membungkuk
“Ah..gwaenchanha. Aku yang seharusnya minta maaf masuk ke kamarmu tanpa izin,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya dan menariknya ke ruang makan
“Ppali, nanti kau terlambat,” ujarku
Aku menyuruhnya bersiap sedangkan aku membuatkan sarapan untuknya. Setelah di selesai bersiap, kulihat dia menghampiriku
“Apa kau mau dibantu?” tanyanya
“tidak perlu,” ujarku
“Mianhae..aku merepotkanmu. Dan..gomawo,” ujarnya
Seketika aku tersenyum. Mudah sekali membuatnya terlena. Setelah selesai membuatkan makanan untuknya kami makan bersama. Kulihat dia hanya diam. Seperti serba salah. Aku tersenyum menatapnya dia memang yeoja lugu. Aku mengambil tissue yang menghapus saos tomat di sudut bibirnya
“Makannya pelan-pelan saja,” ujarku
“Ne..” ujarnya
Wajahnya memerah. Benar-benar lucu. Kurasa…langkahku semakin pasti

————————TBC———————–

57 thoughts on “Love Destiny {Part 5}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s