Love Destiny {Part 3}

love destiny

Title : Love Destiny

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Seo Joohyun
*Choi Siwon
*Victoria Song
*Shim Changmin

Other Cast :
*Kim Hyoyeon
*Kim Taeyeon
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Lee donghae
*Park Jungsoo
*Lee Sunkyu
*Lee Sungmin
*Ye Eun

Type : Series

Genre : Romance,Family,Friendship

Rating : PG-15

~Victoria POV~
Aku sedang berada di Nami Island untuk syuting
“CUT!” ujarnya
“Kita break 15 menit,” ujar siwon
Aku tersenyum dan membawakan kopi ke arahnya
“Gomawo,” ujarnya
“Ne,” aku duduk di sampingnya
“Soal kemarin..maafkan kelakuan youngie. Dia..tidak bermaksud begitu. Mianhae kalau dia membuatmu tersinggung,” ujarnya
“Gwaenchanha, aku mengerti,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Kurasa, sebenarnya dia anak yang baik dan cantik. Hanya agak tomboy,” ujarku
“Ne, kau benar,” ujarnya meneguk kopinya
“Kau tahu terkadang aku merasa tidak bisa menjadi appa yang baik baginya,” ujarnya
“Kau sudah menjadi appa yang baik baginya,” ujarku
“Ani. Aku..tidak bisa membesarkannya menjadi gadis feminim. Yoona meninggal setelah melahirkannya dan aku tidak tahu bagaimana cara mengurusnya. Memandikan atau membuatkannya susu saja aku tidak tahu caranya. Apalagi membesarkannya seperti sosok yoona,” ujarnya
“Kurasa..sebenarnya yang dia butuhkan hanya perhatian seorang eomma,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Putriku pun seperti itu,” ujarku
“Putrimu?”
“Ne. Aku punya seorang putri. Itulah yang memaksaku menikah dengan namja yang tidak kucintai,” ujarku
Kulihat dia menatapku
“Seohyun..sebenarnya anak yang baik. Hanya dia menjadi manja dan terlalu feminim karena kurang sosok seorang ayah yang nyaman baginya. Kau tahu, nampyeonku tidak peduli pada seohyun,” ujarku
“Ne?”
“Sejak kecil, aku yang mengurus seo. Changmin sama sekali tidak peduli padanya. Pada dasarnya..seo hanya halangan bagi karirnya,” ujarku
Kurasakan dia menepuk pundakku
“Kau yeoja yang tegar. Aku tahu itu,” ujarnya
Aku tersenyum
“Kau tahu..kurasa masalah yang dialami putrimu sama dengan putriku. Pada dasarnya seo kurang sosok seorang appa yang nyaman, begitu pula putrimu yang kurang sosok seorang eomma,” ujarku
Kulihat dia menatapku
“Victoria.”
“Ne?”
“Bagaimana..untuk menebus kesalahannya kemarin kita makan siang?”

——————————————————

~Changmin POV~
Aku melangkahkan kaki memasuki apartment. Setelah seminggu bekerja, akhrinya aku pulang. Untunglah lagu itu bisa selesai dengan cepat. Kulihat seohyun duduk di ruang tengah
“Annyeong seo~” ujarku
“Ne,” ujarnya sambil mengganti saluran televisi
Aku tersenyum tipis melihatnya. Sejak dewasa…seo berubah seperti eommanya. Dingin. Aku merindukan saat dia masih kecil. Saat kami bermain bersama. Tapi semua itu sudah lenyap…sejak dia mengetahui kenyataan bahwa dia adalah ‘penghalang’ kebahagiaan dan karier vict . Dia seakan memihak vict secara tidak langsung setelah itu. Apalagi setelah aku vakum, penghasilanku tidak mencukupi semua kebutuhan seo. Aku hanya bisa menghela nafas dan mengalah

———————————————-

~Sooyoung POV~
Aku melagkahkan kaki memasuki rumah
“Annyeonghaseyo Nona,” ujar para pelayan
“Ne, annyeonghaseyo,” ujarku
Aku mencari sosok appa di ruangannya. Kosong. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Bukankah syuting selesai jam 11? kenapa appa belum pulang? Kulihat kepala pelayan Kim datang
“Annyeonghaseyo nona,” ujarnya
“Annyeonghaseyo, Kepala pelayan Kim. Appa eodiyo?”ujarku
“Tuan belum pulang,” ujar Kepala pelayan Kim
“Mwo?”
Aku mengambil telepon rumah dan menelponnya. Kenapa appa tidak memberitahuku kalau pulang telat

~Siwon POV~
Aku sedang menyetir. Kudengar cellphoneku berbunyi
“Ini..Dari rumahmu,” ujar vict
“Tolong katakan aku akan pulang malam dan aku sedang menyetir,” ujarku
“Ne arraseo,” ujar vict

~Sooyoung POV~
“Yeobseyo?” ujar seorang yeoja
“Nuguseyo?” tanyaku
“Ah, kau pasti putrinya siwon. Aku Victoria,apa kau ingat?” ujarnya
“MWO?”
“Appamu sedang menyetir dan katanya ia akan pulang malam. Annyeong,
” ujar yeoja itu lalu menutup telepon
“YA!!”
Nut nut nut…
“Haish!!” aku menutup teleponnya dan masuk ke kamarku. Apa-apaan itu. Bahkan sekarang dia bisa mengangkat telepon appa. Aku menghempaskan tubuhku ke kasur dengan kesal. Menyebalkan sekali. Kurasa dugaanku benar. Yeoja centil itu pasti sedang mendekati appa. Aku mengambil foto eomma di sebelah tempat tidurku
“Eomma! Aku tidak mau appa dekat-dekat dengan yeoja centil itu! Lakukan sesuatu!!” ujarku

———————————————————

~Victoria POV~
“Youngie menelpon?” tanyanya
“Ne,” ujarku
“Anak itu tidak berubah. Sepulang sekolah pasti langsung mencariku hahaha,” ujarnya
Lebih tepatnya langsung mengganggumu. Aku pun mengalihkan topik
“Aku..bingung harus memanggilmu apa,” ujarku
“Ne?”
“Dulu..aku kan memanggilmu oppa. Kalau sekarang aku memanggilmu siwonssi, rasanya janggal. Apalagi sajangnim,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Betul juga. Kalau begitu..kau panggil yang membuatmu nyaman saja,” ujarnya
“Hm…oppa?” tanyaku
“As your wish,” ujarnya

~Siwon POV~
“Selamat makan!!” ujarku lalu memakan ramenku. Kulihat vict menatapku
“Kau juga makan,” ujarku
“Oppa, kau tidak berubah dari haggyo. Setiap kali makan ramen selalu seperti itu,” ujarnya
“Berantakan maksudmu?” candaku
“Ani, kurasa kau cocok memerankan CF ramen hahaha,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya. Setelah beberapa tahun tidak bertemu dengannya, dia tidak berubah. Tetap victoria yang ceria hanya mungkin lebih dewasa
“Vict.”
“Ne?”
“Jujur, aku merasa sangat berdosa padamu,” ujarku
“Soal apa?” tanyanya
“Soal..”
“Kalau soal meninggalkanku untuk yoona, kurasa itu memang jalan terbaik,” ujarnya
Aku menatapnya
“Yoona…memang sangat cantik dan baik. Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia,” ujarnya
“Mianhae,” ujarku
“Gwaenchanha. Kau tahu, aku senang asal kau bahagia,” ujar vict
“Nado,” ujarku
“Aku ingin sekali bisa dekat dengan putrimu,” ujar vict
“Aku juga ingin mengenal putrimu,” ujarku
Kulihat dia tersenyum. Tiba-tiba hujan turun deras
“Omona..” ujar vict

~Victoria POV~
Sudah 30 menit kami menunggu.Hujan tak kunjung reda. Akhirnya kami terjebak di sini. Dia terus melihat jam. Aku bisa mengetahui pikirannya
“Kurasa sebaiknya kau pulang, tidak perlu mengantarku,kasihan putrimu menunggumu,” ujarku
“Lalu kau bagaimana?” tanyanya
“Aku..bisa naik taksi,” ujarku
“Aku tidak mungkin membiarkan seorang yeoja naik taksi,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Gwaenchanha, aku sudah biasa. Tapi..”
“Tapi?”
“Apa kau ingat, kita pernah mengalami kejadian yang sama di haggyo saat makan jjangmyeon?” tanyaku
Kulihat dia tersenyum
“Kau masih mengingatnya?” tanyanya
“Ne. Kita hujan-hujanan ke sekolah setelah makan jjangmyeon dan besoknya kita berdua terkena flu,” ujarku
“Ingatanmu sangat hebat,” ujarnya
ne, siwon bahkan sampai ingatan tentangmu masih terekam semua..terutama saat kau meninggalkanku untuk yoona dan aku tidak akan membiarkan hal itu terus terjadi. Kulihat ada sebuah taksi datang
“Annyeong~” ujarku
Kulihat dia melepaskan jasnya dan memberikannya padaku
“Pakailah daripada kau kehujanan,” ujarnya
“Gomawo,” ujarku
Aku menaiki taksi dan melambaikan tangan padanya. Hari ini aku bersumpah, aku akan mendapatkan apa yang seharusnya jadi milikku choi siwon

———————————————————-

~Siwon POV~
Aku membuka pintu dan masuk ke dalam. Kulihat youngie duduk di ruang tamu dengan kesal
“Annyeong gongjunim,” ujarku
Kulihat dia menatapku kesal
“Kenapa yeoja itu yang mengangkat telepon appa?” tanyanya
Aku menghela nafas. Kurasa dia akan mengintrogasiku hari ini
“Appa mengajaknya makan siang,” ujarku
“MWO? Berdua?”
“Youngie..”
“Sekarang aku mengerti. Appa menyukainya?” tanyanya
“Dia teman lama appa. Sifatmu kemarin padanya sangat tidak sopan. Maka appa menebusnya dengan makan siang,” ujarku
“Sekarang aku disalahkan? Baiklah,” ujarnya
“Kenapa kau jadi sechildish ini padanya? Apa yang membuatmu kesal?” tanyaku
“Aku tidak suka dia dekat dengan appa!” ujarnya
“Youngie, kalau kau terus seperti ini bagaimana bisa kau menjadi produser? Sebagai produser kau harus ramah dan melakukan pendekatan yang baik pada main cast,” ujarku
“Terserah appa yang jelas bagiku eommaku tidak tergantikan!” ujarnya lalu pergi
Aku menatapnya bingung. Sebenarnya apa yang dipikirkan anak itu

—————————————

~Seohyun POV~
Aku sedang membaca katalog fashion di kamarku. Kulihat eomma masuk dan duduk di sebelahku. Aku memandangnya bingung
“Seohyun ah, ada yang ingin kubicarakan denganmu,” ujarnya sambil tersenyum
“N..ne?”
Kurasakan dia memelukku
“Mianhae..kalau aku bersalah banyak padamu,” ujarnya
“Eomma..”
“Aku.. akan menebusnya,” ujarnya
“Ne?”
“Apa kau..mau membantuku menebus kesalahnku,seohyun ah?”

~Yuri POV~
Aku memandang youngie yang terus memandang makanannya kesal
“YA! Shikshin! Kenapa makananmu hanya kau pandangi begitu! Kau membuatku kesal melihatmu diam begini!” ujarku
“Yuri ah!!!! Aku kesal pada yeoja itu!! Kesal kesal kesal!!!” ujarnya
“Kenapa tingkahmu menjadi anak berusia 5 tahun hah? Memangnya siapa?!” ujarku
“Siapa lagi?!” ujarnya
“Teman lama appamu itu? Youngie, appamu juga pintar. Kalau yeoja itu baik ya bukankah bagus kau punya seorang eomma yang bisa kaujadikan teman bercerita? Kalau yeoja itu jahat ya tidak mungkin appamu menikahinya,” ujarku
“Sampai kapanpun tidak ada yang pantas menjadi eommaku selain Im Yoona!” ujarnya
“Memang eomma terbaik adalah eommamu. Tapi bagaimana perasaan appamu. Apa kau tidak memikirkannya?” ujarku
“Maksudmu?” tanyanya
“Appamu pasti merasa sangat kesepian. Dia jauh lebih sedih kehilangan sosok yang dicintainya. Jika dia bisa menemukan sesosok yeoja yang bisa membuatnya bahagia, bukankah itu bagus? Kau harus mempertimbangkan aspek itu,” ujarku
Kulihat dia hanya diam
“Molla”

——————————————-

~Seohyun POV~
Aku memandang lokasi syuting ini dengan bingung. Ini pertama kalinya aku melihatnya. Terlihat sangat luar biasa. Orang-orang memakai baju hitam dan siap dengan kamera yang bisa bergerak. Banyak lampu dan kabel terpasang. Benar-benar menakjubkan
“Itu namja yang eomma ceritakan padamu,” ujar eomma
Aku menatapnya terkesan. Dia terlihat sangat berkharisma. Wajahnya tergolong tampan. Tubuhnya pun atletis. Eomma menggandeng tanganku padanya
“Annyeonghaseyo oppa,” ujar eomma
Kulihat dia menoleh
“Annyeonghaseyo..ahjeossi,” ujarku
“Ah, annyeonghaseyo, Kau pasti..seohyun,” ujarnya
Aku tersenyum
“Ne”

~Author POV~
Seorang namja duduk di kursinya sambil memainkan pen. Menunggu sebuah kabar. Seorang namja berpakaian hitam memasuki ruangan dan membungkuk
“Bagaimana? Apa ada perkembangan informasi yang kau dapat hari ini selain nama putrinya?” tanya namja itu membalik kursi padanya
“Usianya 17 tahun, ia bersekolah di Seoul Haggyo,” ujar namja berpakaian hitam itu memberikan sebuah foto
“Pekerjaan yang bagus. tolong cari informasi lebih lanjut tentangnya.”
“Algesseumnida,”ujar namja berpakaian hitam itu keluar dari ruangan
“unser Spiel wird bald spielen, lieben”

————————————————-

~Siwon POV~
Aku tersenyum memandang seohyun yang duduk di sampingku memandang eommanya kagum
“Eomma sangat hebat,” ujarnya
“Ne, dia sangat berbakat,” ujarku
“Tapi aku tidak ingin menjadi aktris,” ujarnya
“Waeyo? Kurasa kau bisa,” ujarku
“Aku ingin menjadi produser,” ujarnya
“Jinjjayo?”
Dia mengangguk
“Tapi untuk menjadi produser, kau bisa memulai karier menjadi model,” ujarku
“Model?”
aku mengangguk
“Itu awal karier yang bagus untuk mengenal banyak orang. Setelah itu kau bisa menjadi produser handal,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Kau sekolah dimana?” tanyaku
“Seoul Haggyo,” ujarnya
“Jinjjayo? Berapa umurmu?” tanyaku
“17 tahun,” ujarnya
“Wuah!! Berarti kau pasti mengenal putriku,” ujarku
“Putri?” tanyanya
“Ne. Choi Sooyoung,” ujarku
“N..ne?!” ujarnya
“Ah..mianhaeyo maksudku..aku tidak tahu,” ujarnya
Aku tersenyum
“Gwaenchanha. Banyak orang yang akan bereaksi sama denganmu hahaha,” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Dia memang tomboy tapi sebenarnya dia sangat cantik. Sekarang aku tidak heran, appanya adalah choi siwon bagaimana mungkin dia tidak cantik?” ujar seohyun
“Kau juga. Eommamu adalah song victoria, bagaimana mungkin kau tidak cantik?” ujarku
“Ahjeossi,” ujarnya
“Ne?”
“Aku ingin memiliki appa seperti ahjeossi,” ujarnya
“Ne?”
“Appaku…tidak memperhatikanku. Dia sibuk dengan musiknya. Kurasa..kelahiranku hanya membawa masalah baginya..dan aku juga menghalangi karier eomma,” ujarnya menghela nafas
Aku menepuk pundaknya
“Jangan berkata begitu, kelahiranmu sangat memberikan kekuatan bagi victoria,” ujarku
“Darimana..ahjeossi..berkata begitu?” tanyanya
“Dia berubah lebih tegar. Pasti sangat sulit di posisinya,” ujarku
“Ne. Aku juga berpikir begitu. Menikah dengan namja yang tidak dicintainya dan namja itu payah,” ujarnya
“Hei, kau tidak boleh mengatakan appamu seperti itu,”ujarku
“Memang begitu faktanya,” ujarnya
Aku menatapnya
“Terkadang..aku berpikir kenapa eomma tidak berpisah saja dengan appa?” tanyanya
“Kau tidak perlu memikirkan hal itu seohyun ah. Mereka punya rencana baik,” ujarku
“Kalau eomma dan appa akhirnya berpisah..aku ingin memiliki appa baru seperti ahjeossi,” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya. Tiba-tiba kudengar cellphoneku berbunyi
“Yeobseyo?”
“sajangnim. Nona belum pulang sampai sekarang,” ujar Kepala pelayan Kim
“Taeyeonssi, biarkan saja dia,” ujarku
“N..ne?”
“Dia pasti sedang melakukan aksi protes. Umurnya sudah 17 tahun(17 tahun korea : 16 tahun indonesia) sudah sepantasnya dia bersikap lebih dewasa. Tidak kekanakan seperti ini,” ujarku
“Tapi..”
“Sudah nanti dia juga pulang sendiri. Aku ingin dia belajar untuk bersikap lebih dewasa. Kita terlalu memanjakannya dan membuatnya semena-mena. Ini sebuah pelajaran baginya. Arraseo?”
“Ne”

—————————————————

~Sooyoung POV~
Aku melihat cellphoneku. Kosong tidak ada panggilan masuk. Aku menghela nafas dan memasukkan cellphoneku ke tas. Aku sedang duduk di taman sendirian. Jujur kuakui ini salah satu tingkah kekanak-kanakkanku yang mencari perhatian appa dengan pulang tanpa supir sebagai bentuk protes karena dia pergi dengan yeoja itu. Aku melihat sepasang kekasih yang tertawa bersama di depanku. Jujur, dengan kesal harus kuakui kalau yuri benar. Jika victoria bisa membuat appa bahagia kenapa aku menghalangi pendekatan mereka.. Tapi di satu sisi aku tidak terima eommaku digantikan. Aku menghela nafas. Aku merasa seperti anak umur 5 tahun yang mencari perhatian semua orang. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Sudah 1 jam aku duduk di sini. Seharusnya Kim ahjeossi mulai kebingungan mencariku atau kepala pelayan Kim Taeyeon akan menelpon appa untuk mencariku. Tapi nyatanya tidak. Aku akhirnya menyerah dan memutuskan untuk pulang. Aku melangkahkan kakiku kesal. Tiba-tiba kurasakan dua orang menarik tangan dan menutup mulutku
“Hm!!!”
Dia menarikku. Aku menggigit tangannya
“Aish..”
Aku berusaha melarikan diri. Tiba-tiba kurasakan seseorang menarik tanganku
“Kyaa!!”
“Apa kau masih mau hidup hah?!” ujar seorang namja memegang pisau di depanku
“A..apa maumu?” ujarku
Kulihat dia mendekat. Aku terus mundur ke belakang. Tuhan..sebenarnya ada apa ini
“Neomu yeppo,” ujarnya
“Menjauh atau aku akan berteriak!” ujarku
“Berteriak atau…hidup?” ujarnya
Eomma..eottokhe… Aku hanya bisa memejamkan mataku. Tiba-tiba kudengar suara keras
BRUK!
Aku membuka mataku. Kulihat seorang namja sedang menonjok namja itu dan menghempaskannya menindih temannya
“KALIAN BERDUA PERGI SEJAUH MUNGKIN SEBELUM KUHABISI NYAWA KALIAN!” ujar namja itu
Kulihat 2 orang itu pergi.
“Gwaenchanha?” tanyanya
“Ne..gamsamida,” ujarku
“Ne, lain kali kau harus lebih berhati-hati arraseo? Jangan pulang sendirian, pulanglah dengan chingumu,” ujarnya
“N..ne,” ujarku
Kulihat tangannya terluka
“Tanganmu..”
“Ini hanya goresan kecil,” ujarnya
Aku memegangnya
“YA! jangan dipegang juga!” ujarnya
“Mi..mianhae.. aku..akan mengobatinya,” ujarku
Aku mengeluarkan obat merah dari dalam tasku dan mengobatinya perlahan
“Mianhae..karenaku kau terluka,” ujarku
“Gwaenchanha,” ujarnya sambil tersenyum
“Kau..pasti murid Seoul Haggyo,” ujarnya
“Darimana..kau tahu?” tanyaku
“Seragammu,” ujarnya
“Ah..ne,” ujarku
“Bukankah itu sekolah elite? Kenapa kau pulang sendirian?” tanyanya
“Ah itu…aku sedang mood saja,” ujarku
“Arraseo..” ujarnya
Aku meniup lukanya
“Apa kau..seorang model?” tanyanya
“Ne?”
“Aku bertanya, apa kau seorang model?” tanyanya
“Ani. Waeyo?” tanyaku
“Karena kurasa kau bisa menjadi model profesional,” ujarnya
Aku hanya tersenyum tipis
“Kau tahu majalah Girls Chic?” tanyanya
“Ne?”
Bukankah itu..majalah yang sering dikatakan yuri….
“Aku adalah pemiliknya,” ujarnya
“MWO?!”
Kulihat dia tersenyum
“Aku sedang mencari inspirasi di daerah ini, mencari tempat photoshoot yang bagus tapi kudengar kau berteriak, jadi aku ke sini. Tak kusangka aku menemukan inspirasiku di sini,” ujarnya
“Ne?”
“Aku sedang mencari seorang model berumur kurang lebih 17 tahun untuk edisi bulan Februari. temanya adalah First Valentine jadi yang kubutuhkan adalah model yang masih berada di haggyo untuk mengesankan kesan cinta pertama. Valentine itu sangat spesial bagi yeoja bukan?” ujarnya
Aku mengangguk
“Kurasa aku sudah menemukannya. Apa kau tertarik?” tanyanya
“A..apa?”
“Kutanya, apa kau mau menjadi model untuk First Valentine? Kau bisa mendapatkan banyak dress cantik dan namamu..”
“Mianhae, aku tidak tertarik,” ujarku
“N..ne?” ujarnya
Aku memberikan obat merah itu padanya
“Aku sangat berterima kasih kau telah membantuku tapi aku tidak tertarik dengan tawaranmu,” ujarku
Kulihat dia tersenyum dan memberiku kartu nama
“Arraseo, kurasa memang kau butuh waktu berpikir. Aku tunggu kabar baikmu sampai 2 minggu lagi,” ujarnya lalu pergi
Aku menatapnya bingung. Namja macam apa itu. Apa dia sudah gila

———————-TBC————————-

RCL ^^

40 thoughts on “Love Destiny {Part 3}

  1. Aigooo.. Kayaknya siwon mulai terhipnotis oleh vict>< majalah girls chic itu siapa yg punya? Kyu kah? Aihh jinjja penasaran thoor ^^ lanjuut ya..

  2. hadeh seblibrit kayak baca sinopsis starway to heaven (bagian victseonya) sumpah sebel banget. pengen cepet-cepet nemu kyuyoung momentnya. aduuuh siwon mulai tergoda sama victseo
    seo anak durhaka pada changmin jadi apa kau nak kalau tak ada changmin

    nextnya ditunggu thor :)

  3. isshh pasti si ahjumma ama seo ngerencanain hal buruk, wonppa mulai terpengaruh sama ahjumma ntu,
    siapa namja yg nolongin soo eonnie ntu??
    d tunggu loh lanjutannya :D

  4. aigoo~ siwon oppa sepertinya udah mulai terpengaruh sama vic
    sebenernya apa yang direncanakan vic dan seo?
    wah…siapa pemilik majalah itu? kyuppa kah?

    ditunggu next partnya ^^

  5. apa aksi balas dendam Kyu itu pada keluarga Soo atau sama Vict?
    atau si kyu malah salah alamat?
    dan lagi informasi yang di cari ga sebutin nama-.-‘

    next di tunggu^^

  6. Ah jangan bilang nanti siwon bakalan nikan sama vic terus nanti perhatiannya soo unnie dari siwon jadi diambil seohyun dan vic aaaa andwae

  7. Wah vic ahjumma ma seo licik,soo eonni jd kesel ma vic dket’n ma siwon appa
    siapakah yg dah nolong soo eonni?jd pnasaran ne

  8. namja yang ngobrol ma soo itu siapa??trus yang mau bles dendam itu juga ma siapa??seoul haggyo??17th??soo atau seo??
    si seo juga mau-maunya bantuin rencana jahat vict padahal selama ini dia udah di sia-siakan vict,,,,kasian changmin,,,,
    update soon thor,,,,,

  9. vic-seo beraksi!!!! parah bgt?! scra gak lgsg vic ngebohongin anak jg. shrsnya emg siwon percaya sm soo aja -__-
    ini ceritanya kyu kan yg lg nyari info? tp siapa yg jd pemilik mjlh? aduh… msh bingung X-(

  10. Gemes deh! Kyu mau balas dendam sama sapa sih? Info trakhir, Yeoja 17th seoul hyaggo? Soo kah? Omo! Yg ada juga bakal jatuh cinta kau sama soo, kyu! :-P
    vict sama siwon? No way! Kkkk~
    oke, lanjut ya~

  11. aigoooo benci banget sama victoria n seohyun ibu dan anak sama ajaaa….
    masa appa’a dijelek2n…
    aduhh soo kalo aku jadi km ngambeknya gk bakal kabur tp bkal gak ngjak ngomong appa ku aja. appa cuek aq juga bakal ikut cuek, pokok’a eomma no 1 dihati. kalo appa mw nikah lagi harus aku yg pilihin hahahaha…biar gak terjadi kisah bawang merah bawang putih…kasian nanti soo

  12. vic kau kecentilan sama siwon,, sumpah aku ga rela..,
    YA..!! Seo apa-apaan kau,, pake blng changmin jahat,, trus sok2 pngen pnya appa ky siwon,,
    itu,, itu,, kyu kah,.?

  13. Bingung … Yg nyalmatin soo itu spa?
    N yg cari informasi anaknya 17 thun itu spa ?
    Bner” butuh baca lanjutannya :-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s