[Soowon Songfic] Speak Now

speak now

Title : Speak Now

Main Cast :
*Choi Siwon
*Choi Sooyoung

Other Cast :
*All SNSD Member
*All SJ Member

Type : Oneshoot

Genre : Romance,Family,Friendship

Rating : PG-15

Annyeong uri readers!!
Sebelumnya author mau ngucapin Happy Lunar New Year untuk yang merayakan ^^
Hari ini adalah hari yang sangat spesial
Soo eonni berulang tahun ke-24 di Korea dan Siwon oppa (registered birth) berumur ke-27 di Korea ^^ saengil chukhhae!!
Sebagai hadiah ulang tahun, author comeback FF nya soowon ^^
Speak Now! RCL ^^

I am not the kind of girl
Who should be rudely barging in
On a white veil occasion
But you are not the kind of boy
Who should be marrying the wrong girl

~Sooyoung POV~
Ting..tong..
Kudengar bel pintu berbunyi.
“Sebentar!!” ujarku
Aku membukakan pintu dorm. Seketika aku terdiam melihatnya berdiri di depan pintu dorm
“Oppa..”
“Wuah!! Kau sudah datang. Kaja! Kita pergi sekarang! Annyeong semua!!” ujar fany eonni lalu merangkul tangannya pergi
Kulihat dia menengok ke belakang dan memandangku. Aku hanya  menutup pintu dan menghela nafas dalam..

Flashback
“Youngie..mianhae kita harus mengakhiri semua ini,” ujarnya
Aku menatapnya
“Oppa..apa aku..melakukan sebuah kesalahan?” tanyaku
“Ani..Tapi akulah yang bersalah..” ujarnya
“Oppa..”
“Bumonimku menjodohkanku dengan Tiffany,” ujarnya
“N..Ne?”
“Appanya adalah rekan bisnis appaku..Kau tahu kan..kondisi perusahaan appa sangat buruk sekarang.. Appanya berjanji akan membantu asal aku menikah dengan fany….” ujarnya
“Oppa..”
Kurasakan dia memelukku
“Kau yeoja yang baik youngie…kau pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dariku..”
Flashback End

Kulihat hyoyeon membuang sesuatu ke tong sampah dengan kasar.Ia membuyarkan lamunanku. Kulihat dia membuang undangan pertunangan fany eonni dan siwon oppa
“Kau..membuangnya?” tanyaku
“Ne. Untuk apa aku datang ke acara pertunangan seorang pengkhianat? Jelas-jelas dia tahu seberapa kalian saling mencintai, tapi dia masih saja mau merebut siwon oppa darimu. Namanya sudah kucoret dari daftar sahabatku jadi aku tidak akan datang!” ujar hyoyeon
“Tapi hyo..”
“Youngie ah! Sudah tidak usah membelanya. Kau tidak lihat perlakuannya sok mesra di depan kita semua. Menggelikan,” ujar yuri
“Yul..”
“Youngie, dia telah menyakitimu. Sama saja dia menyakiti kami semua. Dia pikir dia pantas untuk siwon oppa?” ujar yoona
Aku hanya menghela nafas
“Mungkin..ini yang dinamakan takdir”

—————————————————-

I sneak in and see your friends
And her snotty little family
All dressed in pastel
And she is yelling at a bridesmaid
Somewhere back inside a room
Wearing a gown shaped like a pastry

~Sooyoung POV~

Aku melangkahkan kaki masuk ke ruangan itu. Kurasakan hyo menahanku
“Sudah sebaiknya kita pulang. Aku tidak mau melihatmu menangis karena pertunangan bodoh ini,” ujarnya
“Gwaenchanhayo. Aku harus melihatnya,” ujarku
Aku mencari sosoknya di tengah kerumunan orang. Tiba-tiba kurasakan seseorang menepuk pundakku
“Ah..annyeong kyuhyun oppa,” ujarku
“Annyeong,” ujarnya
Kulihat dia menatapku dengan ekspresi yang sulit diartikan. Aku bisa menebaknya. Aku mengabaikannya
“Dimana siwon oppa?” tanyaku
“Ah..dia..di ruang paling ujung,” ujarnya
“Gomawo,” ujarku
Aku berjalan ke arah ruangan itu. Kurasakan hyo menahan tanganku
“Sebaiknya kita pulang,” ujarnya
“Aniyo. Aku harus melihatnya..Setidaknya aku harus memastikan..reaksinya,” ujarku
Aku melangkahkan kaki ke sana. Tiba-tiba kudengar suara makian dari ruang di sebelahnya. Aku memberanikan diri mengintip dari celah. Kulihat fany eonni di sana, memangku tangannya dan terlihat kesal
“Apa kau ini bodoh hah! Aku sudah memerintahkanmu untuk membuat mini dress dengan kain panjang di belakangnya agar terkesan elegan! Bukan mini dress seperti anak-anak begini!” ujar fany eonni
“Algesseumnida, mianhaeyo,” ujar yeoja di depannya
“Apa menurutmu kata maafmu cukup hah?!”
“Saya..akan memperbaikinya secepatnya,” ujarnya
“Cepat!” ujarnya
“Ne,” ujarnya
“Dan kau! Cepat pijiti kakiku!” ujar fany eonni pada yeoja yang satu lagi
“Ne algesseumnida.”
Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat
“Belum menjadi istri siwon saja dia sudah menyuruh karyawannya aneh-aneh. Apalagi sudah menjadi istrinya,” ujar hyo
Aku berjalan ke arah ruangan siwon oppa. Kulihat dia terlihat sangat frustasi. Oppa..sebenarnya aku ingin sekali memelukmu..tapi aku tidak bisa lagi melakukannya.. Apalagi setelah mengetahui sifat fany eonni yang akan menjadi pendampingmu sangat mengecewakan. Oppa..apa yang harus kulakukan… Aku menghapus setetes air mata yang jatuh dari pelupuk mataku. Kurasakan hyo menarik tanganku
“Aku sudah tidak mau berada di tempat bodoh ini lebih lama lagi. Kali ini aku memerintahkanmu untuk pulang,”ujarnya
Aku menahannya
“Ani..aku harus melihatnya”

———————————————————

It seems that I was uninvited
By your lovely bride-to-be
She floats down the aisle
Like a pageant queen.
But I know you wish it was me
You wish it was me

~Siwon POV~
Aku menghela nafas panjang melihat yeoja di depanku. Sekarang, aku harus menyematkan cincin di jari manisnya. Youngie..jeongmal mianhaeyo..padahal aku sudah berjanji..kalau aku hanya akan menyematkan cincin di jari manismu. Bukan di jari manis Tiffany. Dan aku sangat berharap.. yeoja di depanku sekarang adalah kau..bukan fany

~Sooyoung POV~
Kulihat siwon oppa menatap cincin itu sangat lama. Oppa…kenapa kau seolah ingin mengatakan terus terang kau menolak pertunangan ini? Aku tahu oppa…kau tidak menginginkan semua ini. Tapi kenapa kau membuatku ingin membawamu kabur sekarang juga dari pertunangan konyol ini? Oppa…apa yang harus kulakukan
“Kaja hyo kita pulang”

——————————————————–

I hear the preacher say “Speak now or forever hold your peace”
There’s the silence, there’s my last chance
I stand up with shaking hands
All eyes on me
Horrified looks from
Everyone in the room
But I’m only looking at you.
~Sooyoung POV~
Aku menatap undangan itu. Setetes air mata jatuh dari pelupuk mataku. Aku pergi ke atas atap SM, menenangkan diriku. Aku menangis. Aku kesla pada diriku yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tiba-tiba kulihat sebuah sapu tangan di depan mataku
“Hapus air matamu. Kau jelek kalau menangis,” ujar kyuhyun oppa
“Gwaenchanha,” ujarku
“Kalau kau mau menangis..menangislah kalau itu bisa membuatmu lebih baik,” ujarnya
Aku terdiam
“Apa…kau sangat mencintainya?” tanyanya
“Kenapa..kau menanyakannya?” tanyaku
“Apa kau tidak bisa mencoba melupakannya?” tanyanya
“Entahlah..” ujarku
“Kau tahu sendiri kan.. Kami tumbuh bersama sejak trainee.. mungkin kehilangannya..sama seperti kehilangan sesuatu yang paling berharga bagiku,” ujarku
“Dia..sespesial itu untukmu?” tanyanya
“Ne..dia tidak tergantikan.mungkin selamanya,” ujarku
“Apa tidak ada bisa seorangpun yang bisa membuatmu melupakannya?” tanyanya
“Terlalu banyak hal yang kuingat bersamanya.. Kau tahu..melupakan seseorang yang sudah tumbuh bersama denganmu sangatlah sulit. Apalagi..melupakan kebahagiaan terbesar..dalam hidupmu,” ujarku
Kurasakan dia merangkulku
“Aku berjanji..akan membuat kebahagiaan itu kembali,” ujarnya
“Ne?”
“Datanglah ke pesta pernikahan mereka. Itu kesempatan terakhirmu membatalkan pernikahan itu..” ujarnya
“N..Ne?”

~Siwon POV~
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan yeoja itu. Aku membuang undangannya ke tempat sampah
“Arrghh!!!”
Aku benar-benar kesal pada diriku yang tidak berdaya, pada diriku yang menyakitinya… Youngie..mianhaeyo..jeongmal mianhaeyo..
“Apa hanya ini yang bisa kau lakukan hyung?”
Aku menengok ke arah pintu
“Kyu ah?”
Kulihat dia masuk dan tak lama kemudian member yang lain masuk
“Kami sudah tahu semua ceritanya,” ujar leeteuk hyung
“Dan kau mau menerima pernikahan ini begitu saja?” tanya yesung
Aku hanya diam
“Hyung, kalau alasanmu menikah dengannya hanya karena perusahaan appamu, aku akan memberi solusinya,” ujar kyuhyun
“N..Ne?”
“Syaratnya hanya satu : Batalkan pernikahan ini dan bahagiakan dia,” ujar kyuhyun
“Kau..serius?”

~Sooyoung POV~
Ting tong..
Bel pintu dorm berbunyi. Aku membukakan pintu. Kulihat kyuhyun oppa berdiri di sana
“MWOYA! Kenapa kau belum bersiap!” ujarnya
“Sudah kubilang..aku tidak sanggup pergi ke sana dan menerima idemu untuk membatalkan pernikahan mereka,Aku tidak akan meperburuk keadaan siwon oppa,” ujarku
“YA! Dengan kau tidak datang kau tambah memperburuk keadaan!” ujarnya lalu menarikku paksa keluar
“YA! Apa yang kau lakukan!” ujarku
“Aku sudah berjanji akan membuat kebahagiaanmu kembali, jadi kau ikuti saja,” ujarnya
“Apa maksudmu?” ujarku
Kulihat dia menghentikan langkahnya
“Aku akan membantu perusahaan siwon,” ujarnya
“N..Ne?”
“Jadi dia tidak pelru menikah dengan tiffany. Maka sekarang tugasmu hanya satu. Batalkan pernikahan ini,” ujarnya
“Kenapa..kau melakukan ini semua..?” tanyaku
Kulihat dia hanya tersenyum
“Kau tidak perlu mengetahuinya,sekarang aku akan membawamu ke salon terdekat dan menyulapmu menjadi center of attention arraseo?” ujarnya
~Kyuhyun POV~
“Kyu ah..apa ini tidak seperti wedding dress?” tanyanya
Aku tersenyum menatapnya. Dia mengenakan mini dress putih dengan model panjang di belakangnya. Seperti gaun pengantin..
“Kau cocok memakainya. Kaja, kita ke sana,” ujarku
Kulihat dia hanya mengikutinya
“Oppa..jeongmal gomawo,” ujarnya
“Ne,” ujarku
“Aku tidak tahu..bagaimana cara membalasnya..” ujarnya
“Kau mau tahu caranya?”tanyaku
“Ne?”
“Aku mau kau bahagia,” ujarku
Kulihat dia hanya diam, tidak mengerti dengan ucapanku
“Kalau siwon hyung berani menyia-nyiakanmu kupastikan dia berurusan denganku,” ujarku
“Kenapa..oppa sangat baik padaku?”
Karena aku mencintaimu soo ah..tapi aku tidak bisa membuatmu bahagia, seperti siwon hyung membuatmu bahagia di dekatnya. Dari jawabanmu..aku tahu kalau hanya siwon hyung yang bisa membuatmu bahagia..ada beribu kyuhyun pun tidak akan bisa membuatmu bahagia, tapi hanya dengan satu siwon hyung..kau bisa tersenyum ceria. Maka hanya ini satu-satunya cara untukku membahagiakanmu.. melalui siwon hyung. Tapi aku tidak bisa mengungkapkannya..karena aku..sudah tahu jawabannya. Hanya ada satu tempat di sana : Choi Siwon
~Sooyoung POV~
Kami akhirnya sampai di tempat pemberkatannya. Sebuah gereja..dimana siwon pernah berkata akan menikah dengan yeoja yang dicintainya di sini.. Kurasakan kyuhyun menarik tanganku
“Cepat! Pemberkatannya dimulai 5 menit lagi!” ujarnya
Aku menatapnya. Tuhan..terima kasih..telah memberiku seorang malaikat pelindung..
~Siwon POV~
Pintu terbuka. Aku berbalik ke arah pintu. Tapi aku bukan melihat yeoja yang akan menjadi istriku. Tapi aku mencari sosok seorang yang kucintai dari sisi altar. Kulihat dia mengenakan dress putih dan duduk di sana. Menatapku dengan tatapan yang tidak ingin kulepaskan. Dia mengenakan dress putih. Seperti wedding dress.. Jujur..aku ingin sekali dia yang berdiri di sampingku sekarang..Dan dialah yang berjalan ke altar.. Tapi keyataannya..bukan..
~Sooyoung POV~
Kulihat siwon oppa terus menatapku.Aku menarik nafas dalam. Kau pasti bisa youngie..
Kudengar pendeta berkata
“Sebelum saya memulai pemberkatan pernikahan. Saya ingin bertanya. Apakah ada yang keberatan atau apakah ada halangan bagi pernikahan ini?” tanyanya
Kurasakan kyuhyun oppa memegang tanganku
“Kau pasti bisa,” ujarnya
“Kalau tidak..”
“Saya keberatan dengan pernikahan ini,” ujarku
Kulihat semua orang melihatku kaget–dengan tatapan yang sulit diartikan
Tapi aku tidak mempedulikannya. Aku hanya menatapnya–yang kini tersenyum di depan altar melihatku. Kulihat kyuhyun oppa juga berdiri di sebelahku
“Saya juga keberatan dengan pernikahan ini,” ujarnya tersenyum
“Nado,” ujar hyo, sunny, yoonyul yang ternyata datang
“Kami keberatan dengan pernikahan ini,” ujar para member SJ

————————————————————

And you say
Let’s run away now
I’ll meet you when I’m out
Of my tux at the back door
Baby, I didn’t say my vows
So glad you were around when they said Speak Now

~Siwon POV~
Aku tersenyum melihatnya. Spontan, seperti ada kekuatan dalam diriku
“Ada apa ini?” ujar pendeta
Aku hanya terdiam. Kulihat fany terlihat sangat kaget
“Siwon ah! Katakan sesuatu!” ujar appa yang kudengar
Aku menatapnya. Aku tidak peduli semua orang akan memandangku seperti apa
Perlahan aku mengangkat tanganku
“Aku juga keberatan dengan pernikahan ini” ujarku
“MWO?” ujar para undangan yang kudengar
Aku berjalan ke arahnya dan menciumnya–di depan para undangan. Kulihat para undangan menatapku kaget
“Di depan para undangan, aku ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Tapi jujur..dari lubuk hatiku yang terdalam..aku mencintai yeoja ini,” ujarku menatapnya
Aku menariknya keluar gereja. Kudengar para member SJ dan yoonyulhyosun bersorak.
“OPPA! Berhenti!” ujar fany yang kudengar
Aku tidak mempedulikannya. Aku menutup pintu dan memegang tangannya. Kulihat dia tersenyum–matanya mengisyaratkan kebahagiaan
“I didn’t say my vows,” ujarku
“I’m afraid you will,” ujarnya
“It will, if the bride is Choi Sooyoung,” ujarku
Kulihat dia menitikkan air mata
“So glad you were around when they said speak now,” ujarku
Kulihat dia tertawa. Aku memeluknya
“I miss you,” ujarku
“I know”
————————————————–
~Sooyoung POV~
Aku tersenyum melihatnya berdiri di depan altar–menatap ke arahku dengan penuh keyakinan. Hari ini, mimpiku menjadi nyata. Aku menikah dengannya.Dengan namja yang kucintai, Choi Siwon. Aku tidak percaya..satu hal itu membawa dampak besar bagi kami. Perusahaan siwon sudah sangat membaik bahkan berkembang pesat. Semua member sudah menemukan pasangannya. Appa siwon mendukung pernikahan kami–setelah 1 tahun kami berjuang meminta restu mengingat siwon membatalkan pernikahannya dengan tiffany–dan itu merupakan masalah serius. Tapi syukurlah, akhirnya beliau mengerti dan mendukung kami. Tiffany? Tidak ada yang tahu dia dimana sekarang. Yang terakhir kudengar, dia kembali ke Amerika tanpa mengatakan apapun
~Siwon POV~
Aku meraih tangannya dan tersenyum padanya. Kami akan mengucap janji sebentar lagi
“Apa kau Choi Siwon bersedia menjadi nampyeon yang baik bagi choi sooyoung, menjadi appa yang baik bagi anak-anak kalian, menyayanginya, merawatnya dalam keadaan sakit maupun sehat, suka maupun duka, dan mencintainya selamanya sampai maut memisahkan kalian?”
“Ne saya bersedia,” ujarku dengan mantap
“Dan apa kau Choi Sooyoung bersedia menjadi buin yang baik bagi Choi Siwon, menjadi eomma yang baik bagi anak-anak kalian, menyayanginya, merawaynya dalam keadaan sakit maupun sehat, suka maupun duka, dan mencintainya selamanya sampai maut memisahkan kalian?”
Aku menatapnya
“Tidak..”
Aku membulatkan mata mendengarnya
“…mungkin tidak bersedia,” ujarnya
Seketika aku menghela nafas lega. Kulihat dia menatapku dan menjulurkan lidah. Lihat saja nanti, aku akan membalasnya
Setelah serangkaian proses selesai. Tiba saatnya aku membalas dendam
“Kau boleh menci…” ujar pendeta
Aku memegang wajahnya dan menciumnya–membuat para undangan tertawa karena aku melakukannya sebelum pendeta selesai berbicara. Kurasakan dia memukul bahuku–menandakan dia sesak nafas. Aku melepaskannya
“Oppa~!” ujarnya
Aku menjulurkan lidah padanya
“1 :1” ujarku
Ini baru permulaan, selanjutnya aku yakin akan terjadi banyak hal baru  yang menjadi memori tak terlupakan dalam hidup kami. Tapi aku tidak akan takut menghadapinya–karena ada dia. Yang membuatku berani berkata-kata, bertindak, dan bahkan memperjuangkan cinta. Dia–yang selalu di sampingku. Nae saranghaeyo, Choi Sooyoung

11 thoughts on “[Soowon Songfic] Speak Now

  1. kiyuu…
    Sunggu mulianya hatimu nak.
    Cinta memang tak harus memiliki :p xD

    Aku suka!
    Lg kesemsem ama soowon ni.
    Chingu,buat FF soowon yg special soo birthday dong?
    Ttg siwon kejepang buat ngerayain ultah soo.
    Yaya?
    Please…
    Ditunggu ya ^^

  2. keren thor ! tapi gatau kenapa habis baca ff kyuyoung trus soowon kok lbh dpt chemistry yg kyuyoung yaa? maaf thor bkn maksud gmana (bkn mslah kepenulisan) mungkin selama baca ak ngayal aslinya lebih cocok kyuyoung, tapi harapanku kok soowon yaaa real *galau* :(
    semangat buat ff lainnya thor ! kami tunggu heheee !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s