[Kyuhyun Special Story Hatred] Promise

wpsw

Title : Promise

Main Cast :
*Cho Kyuhyun
*Choi Sooyoung

Other Cast :
*Choi Siwon

*Lee Sungmin

Type : Oneshoot

Genre : Romance

Rating : PG-15

Annyeong readers ^^ Author balik bawa salah satu bagian dari FF Hatred
Banyak readers yang comment kalau ending Romantic Street gantung
Maka author datang dengan FF ini. Untuk menjelaskanSebenarnya apa pikiran kyuppa saat itu, sampai dia meninggalkan soo eon
Dan sampai ending hatred seakan berubah drastis dari romantic street yang bener-bener romantis..
Karena pada dasarnya, nggak ada yang bisa menebak hidup ini
Nggak ada seorang pun yang bisa menebak waktu, karena dia tidak akan berhenti
Tapi hanya kita, yang bisa mengubah takdir. Bukan waktu

———————————————

Indescribable pain spreads throughout the whole body though the daily life that I’ve dreamed look me up.

~All Kyuhyun POV~
Aku sedang berada di sebuah perahu dengannya. Hari ini, aku sudah bertekad. Aku akan melamarnya. Aku menarik nafas dalam. Tiba-tiba kudengar dia berkata
“Oppa…”
“Ne?”
“Ada yang harus..aku katakan,” ujarnya
“Ne?” tanyaku


“Aku..”
Kulihat dia menatapku dengan ekspresi yang sulit diartikan. Antara bingung, cemas, atau apapun aku tidak mengerti. Aku belum pernah melihatnya seperti ini
“Ne?” tanyaku
“Tidak jadi,” ujarnya
“Chagi, ingat. Kau tidak boleh menyembunyikan apapun dariku,” ujarku
Kulihat dia hanya diam, menggigit bibir bawahnya. Seakan tersudutkan
“Aku..”
“Ne?”
“Aku…sudah mengajukan permohonan keluar dari kuliah,” ujarnya yang membuatku kaget
” Waeyo? Bukankah itu mimpimu?” tanyaku
Kulihat dia tersenyum
“Itu memang mimpiku. Dan itulah kenapa aku bertahan 3 tahun di sekolah yang menyiksaku itu. Tapi…aku telah menemukan mimpi lain yang sekarang ada di depan mataku,” ujarnya
Kurasakan dia memegang tanganku
“Oppa, aku…hamil,” ujarnya yang membuatku tersentak
“Ne?”
Aku menatapnya. Kulihat dia tersenyum. Spontan aku memeluknya lembut
“Jeongmal gomawoyo,” ujarku mencium keningnya
Kulihat dia tersenyum
“Tapi, kau kan tidak perlu keluar dari kuliah,” ujarku
“Apa kau lupa oppa? Aku masuk karena beasiswa. Cepat atau lambat setelah mereka mengetahui ini semua, mereka pasti akan mencabut beasiswaku dan itu akan menjadi lebih buruk lagi. Sebelum itu semua terjadi, kurasa jalan terbaik adalah mengundurkan diri sendiri,” ujarnya
Aku memegang kedua tangannya
“Mianhae…aku,”
“Ssst..” ujarnya
“Aku hidup untuk bahagia oppa. Dan bagiku memilikinya dan kau sekarang, adalah kebahagiaanku,” ujarnya
Aku tersenyum padanya dan mengeluarkan sekotak cincin
“Choi Sooyoung. Hari ini, disaksikan oleh laut ini, perahu ini, mungkin Neptunus pun menyaksikannya. Aku ingin kau menjadi anaeku. Narang kyeorhonhae jullae?” tanyaku
Kulihat dia memandangku kaget. Di bawah matahari musim semi. Aku, menyatakan kesungguhanku padanya. Untuk menikah dengannya
“Ne,” ujarnya memelukku
Spontan aku menggendong dan memutarnya
“Kyaaa!! Oppaa!!! Nanti perahunya jatuh!!!”
Aku tetap bahagia mendengarnya. Setelah mengantarnya pulang, aku memutuskan akan bicara dengan bumonimku hari ini. Aku pulang ke rumah, setelah pergi 1 bulan dari rumah. Kulihat eomma di sana, berlari memelukku
“Kyu ah..jeongmal bogoshipo..jeongmal bogoshipoyo..”
Aku tersenyum dan mengajak eomma masuk. Kulihat appa duduk di sana, menatapku tajam
“Kemana saja kau 1 bulan kyu ah…eomma dan appa benar-benar khwatir,” ujarnya
“Mianhamnida eomma,appa..aku harus pergi demi mimpiku,” ujarku
“APA MAKSUDMU! 1 bulan hilang misterius. Tidak kuliah. Tidak memberi kabar! Tidak membawa ponsel! Bagaimana kami tidak khawatir! Dan kau pulang setelah berkata pergi demi  mimpimu? Kemana kau hah!” ujar appa
“Aku…appa. Selama ini appa mengajarkanku untuk mengejar cita-citaku, kemanapun,” ujarku
Kulihat appa dan eomma memandangku serius
“Appa,eomma. Untuk pertama kalinya, dari seorang yeoja aku mengenal kata cinta. And she’s the one and only for me. Maka kumohon appa, eomma. Hanya bersama dengannya aku bisa bahagia. Kumohon..tolong restui pernikahan ini,” ujarku
“KETERLALUAN!” ujar eomma
“Kau menghilang 1 bulan dan kembali dengan berkata ingin aku merestui pernikahanmu dengan yeoja itu! Apa kau sudah gila kyu ah! Dia berbeda jauh dengan kita!” ujar eomma
“Eomma..”
“SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK MERESTUI PERNIKAHAN INI!” ujar appa
“Dan sampai kapanpun juga, aku tidak akan menikah dengan yeoja lain, selain Choi Sooyoung,” ujarku
“KAU SUDAH BERANI MELAWAN BUMONIMMU KARENA YEOJA ITU!” ujar eomma
“Appa, eomma. Selama ini kalian sudah mengajariku untuk bertanggung jawab atas apapun yang kulakukan,” ujarku
“Apa maksudmu?” ujar appa
“Aku tidak akan lari dari masalahku. Aku akan menikah dengannya, terlepas appa dan eomma setuju atau tidak. Aku akan tetap menikah dengannya, karena dia adalah eomma dari anakku,” ujarku
PLAK! Kurasakan eomma menampar pipiku
“KETERLALUAN! KAU SANGAT BODOH! Bisa-bisanya kau terjebak dengan yeoja itu! Darimana kau tahu itu anakmu atau..”
“CUKUP EOMMA!” ujarku
“Kau..sekarang berani membentak eommamu sendiri karena yeoja itu? Hebat sekali dia,” ujar eomma
“Dia bukan yeoja seperti itu, Nyonya Cho Hana,” ujarku
“KAU..!”
“Ah..”
Kulihat appa memegang dada kirinya
“Appa!!!”

———————————————

Aku menunggu di luar kamar appa dengan cemas. Semoga tidak terjadi apa-apa pada appa..kumohon.. Kulihat euisa keluar dari kamar appa
“Bagaimana euisa?” tanya eomma
“Kondisinya baik-baik saja, tidak perlu dirawat di rumah sakit. Dia hanya shock,” ujarnya
Aku menghela nafas lega
“Tapi dia harus dikendalikan emosinya. Jangan membuatnya marah, saya khawatir jantungnya akan semakin parah,aku akan pulang, jika terjadi sesuatu lagi, tolong bawa dia saja ke rumah sakit,” ujar euisa
“Gamsamida euisa,” ujar eomma
Euisa pulang dan kulihat eomma menatapku tajam
“Kau puas melihat appamu? Oh, mungkin kau sedih karena dia tidak meninggal sekalian agar kau bisa menikah dengan yeoja itu dan mendapatkan warisan,” ujar eomma
“Eomma, pikiranmu benar-benar di luar batas,” ujarku
“Wow, sekarang kau berani berkata begitu padaku,” ujarnya
“Eomma..”
Kulihat eomma menyambar cellphoneku dan menelponnya. Aku hanya bisa terduduk diam
“Sebentar lagi dia akan datang. Sekarang pikirkan. Kau pilih bumonimmu atau yeojachingumu. Kalau kau masih mau melihat appamu hidup besok, kusarankan kau diam saja nanti. Dan satu lagi. Kalau kau memilihnya dan meninggalkan rumah ini, kupastikan aku berani membuat hidupmu dan hidupnya menderita. Aku akan menghancurkan usaha keluarganya, aku akan menghancurkan hidupnya, kalau perlu membunuhnya. Dan aku tidak main-main cho kyuhyun,” ujar eomma lalu masuk ke kamarnya. Youngie…apa yang harus kulakukan…

———————————————

“What about us? What about love?”

PLAK! Eomma menampar pipinya dengan sangat keras. Hatiku terasa sakit melihatnya. Tapi…aku memang tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tahu eomma tidak main-main dengan ucapannya. Aku tidak bisa membiarkan eomma membuatnya dan keluarganya menderita, apalagi membunuhnya. Aku ingin sekali memeluknya sekarang dan membelanya. Tapi aku tidak punya kekuatan melakukan itu semua. Aku di posisi serba salah
“KAU BENAR-BENAR TIDAK TAHU DIRI HAH! SAMPAI MATI PUN KAU TIDAK AKAN PERNAH PANTAS UNTUK ANAKKU!” ujar eomma
“EOMMA!” ujarku. Sepintar-pintarnya aku menutupinya, aku tidak bisa membiarkan eomma mengatakan hal kasar seperti itu padanya
“DIAM KAU CHO KYUHYUN!” ujar appa
“APPA, TAPI AKU TIDAK SUKA KALAU..”
“TUTUP MULUTMU! APA KAU TIDAK DENGAR HAH!”ujar appa
Aku terdiam. Aku takut penyakitnya kambuh lagi. Aku menatap youngie sendu. Youngie…mianhae..aku..tidak bisa berbuat apa-apa
“APA YANG KAU INGINKAN DARI ANAKKU HAH? HARTANYA?”ujar eomma
Kulihat air matanya menetes. Youngie…kumohon..jangan seperti ini..kau membuatku ingin membelamu sekarang. Tapi kalau kulakukan itu semua…maka kau akan menjadi korbannya
“Ahjumma..bahkan aku tidak pernah sekalipun..”
“Kau tidak perlu munafik!”ujar eomma
“Ani ahjumma. Aku..mencintainya. Dan itu..”
“Tulus? Baik kalau kau tulus. Cho Kyuhyun kalau begitu sekarang kau pergi dari rumah ini dengan yeoja ini dan lupakan kami!” ujar eommanya
Aku terdiam. Aku tahu eomma tidak main-main. Bukan masalah pergi dari rumah. Tapi yang kupermasalahkan bagaimana kami nanti setelah ini. Aku belum memiliki pekerjaan bagus untuknya dan kami. Dan eomma pasti akan menghancurkan karier orang tuanya. Aku takut eomma akan menyakitinya. Tapi sekarang, kalau aku memilih eomma dia juga akan tersakiti hatinya. Kalau aku pergi dari rumah, penyakit appa bisa kambuh dan aku tidak mau hal itu terjadi. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku kalau appa meninggal karenaku. Youngie..aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan
“Eomma..”
“PILIH CHO KYUHYUN! KAU PILIH DIA ATAU BUMONIMMU!” ujar eomma
Aku hanya diam dan menatap youngie. Youngie…mianhae..jeongmal mianhae….
“Kau lihat, dia diam. Berarti dia memilihku. Arraseo?”
“Oppa..”
“Mianhaeyo chagi..aku..tidak bisa berbuat apa-apa..” ujarku pelan menahan air mataku
PLAK. Kurasakan dia menamparku sangat keras. Tapi jujur, hatiku lebih terluka melihatnya menangis. Aku tidak sanggup melihatnya seperti ini. Aku tidak bisa melihatnya menderita. Tapi..dengan bersamanya aku justru akan lebih membuatnya menderita
“KAU KETERLALUAN OPPA!” ujarnya
“KAU YANG KETERLALUAN! BERANINYA KAU MENAMPAR PUTRAKU!” ujar eomma
“BAGAIMANA PERASAANMU AHJUMMA JIKA KAU DI POSISIKU?”
Kulihat eomma mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya padanya
“Isinya 10 juta won. Jauhi putraku, pergilah jauh dari Seoul, dan gugurkan”
Aku menatap eomma kaget. Keterlaluan. Ini benar-benar keterlaluan.  bagaimana bisa eomma menyuruhnya pergi dan membunuh janinnya. Kulihat dia melempar amplop itu padaku
“Kau dengar baik-baik Cho Kyuhyun, aku akan bertahan tanpa bantuan sedikitpun darimu. Memang dari awal, aku saja yang terlalu bodoh mencintaimu, padahal…aku memang tidak pantas denganmu..” ujarnya menitikkan air mata
Aku menatapnya. Youngie…apa kau tahu perasaanku sekarang? Aku juga hancur…dan aku terjebak
“Tapi kupastikan kau akan menyesal atas perbuatanmu. Dan untuk kalian semua, camkan hal ini! Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan kalian hari ini! Annyeonghigyeseyo” ujarnya
Kulihat dia pergi. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin mengejarnya, tapi eomma menahanku
“Kau berani keluar, kupastikan malam ini juga, kau tidak akan mendengar namanya lagi,” ujar eomma
Aku melepaskan tangan eomma dan pergi ke kamarku
“Cho Hana, anda adalah eomma tekejam yang pernah saya lihat. Dan bahkan anda tidak memikirkan perasaan anak anda demi ego anda. Saya benar-benar menyesal memiliki eomma seperti anda!” ujarku lalu membanting pintu kamar
Aku menghela nafas panjang. Seketika aku menitikkan air mata. Mianhaeyo chagi.. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Aku belum cukup dewasa untuk menghidupi kita.. Dan aku belum cukup kuat untuk menjagamu dari eomma. Kulihat hujan deras dari jendela. Tuhan..tolong lindungi mereka.. Dimana mereka sekarang… Kuputuskan untuk memberanikan diri keluar dari jendela kamar mandi. Aku keluar dari sana dan mulai mencarinya. Di tengah hujan..aku harus menemukannya..

Aku sudah berputar 1 jam lebih. Tubuhku kedinginan. Tapi kuyakin..dia pasti lebih kedinginan daripadaku. Tuhan…tolong beri keajaiban padanya.. Aku melihat penjepit dasi yang mempertemukan kami di dasiku. Youngie…apapun yang terjadi, aku serius dengan ucapanku. Selamanya..hanya akan ada nama satu yeoja di sini, di hatiku. Choi Sooyoung

———————————————

Aku menatap cincin di jari manisku. Ingin rasanya cincin ini kubuang jauh-jauh. Cincin tunangan ini. Dengan orang yang tidak kucintai. Sudah berbulan berlalu sejak dia pergi. Aku belum menemukannya, sampai saat ini. Bagaimana keadaannya dan bayiku? Apa mereka baik-baik saja? Chagi..aku benar-benar merindukanmu… Aku menatap fotonya
“Kau dimana chagi..” gumamku memeluk fotonya
Aku melempar cincin tunangan itu. Youngie…kalaupun aku akan menikah dengan yeoja ini, ketahuilah..aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai sebuah pernikahan

———————————————

Aku memandang diriku di cermin. Aku mengenakan tuxedo hitam. Dan hari ini aku menikah dengan yeoja yang tidak kucintai. Yeoja pilihan appa dan eomma. Tapi bukan pilihanku. Youngie…padahal aku selalu memimpikan hari ini akan datang. Hari dimana aku melihatmu mengenakan wedding dress untukku. Mengucap janji bersamaku…
“Kyuhyun ah! Ppaliwa!”
Aku menghela nafas panjang. Kalau bisa aku tidak ingin menikah dengan yeoja seperti itu. Kalau bisa, aku ingin kabur sekarang dan menjawab “Andwae, saya tidak bersedia” nanti. Tapi…appa, eomma…. Hatiku benar-benar terasa saki. Aku memandang foto yeoja yang kucintai
“Apa posisiku sudah terganti..chagi?”  tanyaku
Kulihat sungmin masuk ke ruanganku
“Kyu ah,” ujarnya
“Annyeong,” ujarku
Kulihat dia menutup pintu
“Jujur, aku bingung harus berkata apa,” ujar sungmin
“Seharusnya, hae dan yesung di sini karena kupaksa menyaksikan pernikahanku dan youngie,” ujarku
Kurasakan sungmin menepuk pundakku
“Kurasa, kau harus mulai membuka lembaran baru,” ujarnya
“Ming. Kau tahu..aku pernah berjanji padanya. Kalau aku hanya akan mencintainya seorang. Hanya dia yang akan kutatap, kupeluk, dan kucium sehangat itu. Tidak yang lain. Dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalaupun aku menikah, calonnya hanya ada satu. Cho Sooyoung,” ujarnya

———————————————

Aku sedang duduk di ruang makan. Aku tidak mempedulikan yeoja itu. Victoria. Dialah yang membuatku berpisah dengan youngie. Bagiku, selamanya. Janjiku padanya, pandanganku yang mencintainya, semua itu hanya akan kuberikan pada choi sooyoung seorang. Tidak pada yang lain
“Yeobo..apa kau ingat ini hari apa?” tanyanya yang membuatku berpikir
Aku melihat kalender. Kulihat tanggal 11 Juni. Seketika aku berpikir.. Sekarang sudah bulan Juni… Aku mengingat sesuatu. Chagi..jika anak kita bertahan..mungkin sebentar lagi dia lahir
“Hari ini peringatan pernikahan kita ke 2 bulan” ujarnya
“Oh,” ujarku tidak peduli lalu masuk ke kamarku
Aku melihat fotonya yang masih kupasang di dompetku. Chagi…kalau anak kita lahir…kau akan memberi namanya siapa?

———————————————

Aku menghela nafas panjang. Aku kembali melihat kalender. Youngie… sudah hampir setahun kita tidak bertemu. Apa kau masih mencintaiku? Aku memukul kepalaku sendiri. Pertanyaan yang bodoh. Sudah jelas dia sangat membenciku sekarang. Aku benar-benar bodoh. Aku telah membuatnya jatuh cinta, bahagia, meninggalkan mimpinya, dan berharap banyak padaku. Sedangkan yang kulakukan adalah meninggalkannya karena ketidakberdayaanku. Aku melihat fotonya
“Mianhae chagiya..” lirihku
Seharusnya..sekarang kita sedang bersenang-senang dengan bayi kecil kita.. Cinta kita

———————————————

I cannot control my sloping shoulders and empty mind.

Hari ini appa mengajakku menemui investor 40%. Aku duduk terdiam di ruangan itu. Sudah bertahun-tahun berlalu. Aku masih belum menemukannya. Tapi aku yakin, suatu saat nanti hatiku pasti menemukan pelabuhannya. Youngie..kalau kita bertemu lagi, kau pasti akan mengatakanku bodoh karena masih mengharapkanmu. Karena sekarang..kau pasti sudah memiliki hidup baru, mungkin cinta baru. Aku menghela nafas. Kebodohan terbesar dalam hidupku adalah meninggalkannya. Tapi kebencianku yang terbesar adalah diriku yang tidak berdaya. Kulihat pintu terbuka. Aku berdiri dan membungkuk
“Annyeonghase…yo”
Aku tersentak melihat sosok yeoja yang berdiri di depanku
“Annyeonghaseyo”
Kulihat dia merangkul tangan seorang namja. Namja itu tinggi, putih, tampan, berkarisma, dan matanya teduh. Sedangkan namja itu menggendong seorang anak perempuan yang sangat cantik. Aku menatapnya tidak percaya. Setelah bertahun-tahun tidak menemuinya..dia terlihat sangat berbeda. Dia terlihat semakin cantik. Namun dia masih memandangku dengan pandangan itu. Pandangan kecewanya. Pandangan kebenciannya. Tapi aku tidak mempedulikannya. Bertahun-tahun aku mencarinya..kini dia ada di depan mataku. Benar-benar kejutan terindah bagiku. Meski aku sudah menemukan jawabannya. Dia sudah memiliki cinta baru
“Annyeonghaseyo” ujar anak kecil itu
Kulihat eomma memandangnya kaget. Begitu pula appa tidak percaya
“Annyeonghaseyo kyuhyunssi” ujarnya
Aku tersenyum sekilas. Meski dia membenciku, meski jujur aku sakit melihatnya telah menggandeng tangan namja lain..aku senang melihatnya sudah memiliki hidup baru
“Kau mengenalnya yeobo?” tanya namja itu
“Ne yeobo. Dia temanku” ujarnya singkat dan membuatku lirih mendengarnya. Teman..? Youngie..apa kau tahu. Bagiku, selamanya, kau memiliki tempat spesial. Sebagai satu-satunya, dan hanya satu-satunya yang akan kucintai dan kulihat
“Annyeonghaseyo..sooyoungssi” ujarku
Kami duduk bersama. Aku tidak bisa memalingkan pandanganku darinya. Choi Sooyoungku.. yang kucintai. Bahkan hingga saat ini. Sebenarnya, aku ingin sekali memeluknya…saat ini juga. Dan mengatakan kalau aku…masih mencintainya. Dan aku memutuskan…kami harus bicara

———————————————

“Kenapa kau memanggilku?” tanyanya
Aku menatapnya… aku benar-benar merindukannya. Sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu. Meski dia hadir dalam sosok berbeda, bagiku, selamanya.. dia tetap choi sooyoungku. Dan aku seharusnya sedikit merasa beruntung. Karena hanya akulah yang tahu, sosok choi sooyoung tomboy yang sangat kusukai. Sosok yang ceria dan bawel. Sosok yang menghangatkan dan merindukan. Tapi juga sosok yang tenang, pintar, dan bijaksana.
“Sudah lama..kita tidak bertemu” ujarku
“Ne” ujarnya singkat
Aku terdiam beberapa saat. Aku harus memberanikan diri menanyakan padanya
“Kau memanggilku ke sini hanya untuk mengatakan itu?” tanyanya ketus
Aku menatapnya, memaklumi sikapnya..dia pasti masih membenciku sampai sekarang
“Ani. Aku ingin menanyakanmu soal satu hal” ujarku
Kulihat dia diam dan menatapku
“Anak kita” ujarku
“Kau masih bisa menyebutnya anak kita? Anakmu juga?” tanyanya
“Dia..dimana Youngie?”ujarku
Kulihat dia menatapku setelah itu memalingkan wajahnya
“Aku sibuk, maaf aku harus pulang” ujarnya
Aku menahan tangannya
“Jebal, aku hanya ingin tahu apa dia..”
“Dia sudah meninggal” ujarnya lalu menebas tanganku
“Dia sudah tidak ada di sini. jadi lupakan semua masa lalu kita dan jalani hidupmu sendiri. Jangan ganggu hidupku lagi” ujarnya
Aku menahan tangannya. Mustahil…dia pasti bohong..
“Kau..tidak serius kan?”
Kulihat dia menitikkan air mata dan menamparku
“DIMANA KAU SAAT ITU OPPA!” ujarnya
Aku hanya terdiam. Youngie..kumohon, beri aku balasan yang lebih setimpal…karena aku telah sangat berdosa, menyakiti orang yang kucintai. Menyakitimu. Dan apapun yang kau lakukan, asal itu bisa membuatmu memaafkanku..bahkan kalaupun harus mati aku rela melakukannya..karena aku tidak tahu bagaimana cara menebusnya
“DI SAAT KAU MASIH MEMILIKINYA KAU MENELANTARKANNYA. DAN SEKARANG KAU BILANG AKU TIDAK SERIUS KALAU DIA MEMANG SUDAH TIDKA ADA. AKU SERIUS OPPA!” ujarnya
“Youngie..”
“Dan jangan panggil aku dengan sebutan itu. Aku muak mendengarnya!” ujarnya lalu pergi
Aku duduk terdiam melihatnya. Youngie…katakan ini semua sandiwara

———————————————

You knock my mind I was hiding like a miracle in dark hours.

Aku makan sendirian di kedai itu. Kedai ramen bobrok..tempat dimana aku menyatakan perasaan padanya. Tempat yang menyaksikan kami, di bawah atap bocor, our romantic street. Youngie… apa kau masih mengingatnya? Sekarang, kedai ini sudah direnovasi menjadi lebih bagus..
“Aigo! Dompetku ketinggalan ahjumma” ujar seorang namja yang membuatku menatapnya
“YA! Kau tidak usah bohong!”
“Sungguh ahjumma! Dompetku ketinggalan di rumah!” ujarnya
Kulihat ahjumma itu memperhatikan namja itu. Namja itu..mungkin kurang lebih berusia 11 tahun
“Sepatumu bermerek, tasmu mahal, dan tampangmu, sepertinya kau anak orang kaya”
Kulihat namja itu hanya tertunduk
“Lalu kenapa kau makan di sini?”
“Ramen di sini paling enak. Aku bahkan berjalan kaki 30 menit ke sini dari sekolah hanya untuk makan.Jebal ahjumma..maafkan aku” ujar namja itu
Aku berdiri dan menatapnya
“Ada apa?” tanyaku
“Anak ini makan ramen kimchi dan tidak bisa membayar!” ujar ahjumma itu
“Aigo ahjumma, masalah seperti itu saja jangan membuatmu memarahinya” ujarku
“YA! KAU KIRA..”
“arraseo, berapa harganya?”
“2.000 won”
Aku mengeluarkan uang 4.000 won dari dompet untuk membayar makananku dan namja itu. Aku menggandeng tangan namja itu keluar
“Jeongmal gamsamida ahjeossi” ujar namja itu membungkuk
“Ne, lain kali jangan lupa bawa dompetmu. Ahjumma itu galak” ujarku
Kulihat dia tersenyum. Entah kenapa..mukanya mirip seseorang..
“Kau berjalan kaki 30 menit ke sini?”
Dia mengangguk
“Setelah ini aku akan kembali lagi ke sekolah. Karena eomma akan menjemputku di sana” ujarnya
“Eommamu tidak tahu kau ke sini?”
Dia menggeleng
“Kenapa kau tidak memberitahunya?”
“Eomma tidak suka makan di sini” ujarnya
“Lalu kau tahu tempat ini dari siapa?”
“Dari eomma”
Sekarang aku bingung
“Baiklah. Ahjeossi akan mengantarmu ke sekolahmu” ujarku
“Mianhaeyo. Aku tidak boleh ikut dengan seseorang yang tidak kukenal” ujarnya yang membuatku tersenyum kecil
Setelah aku membayar makannnya ia mengatakanku orang yang tidak dikenal
“Apa ramen tadi bukan salam perkenalan?” candaku
Kulihat dia menggaruk tengkuk. Seketika aku teringat seseorang yang memiliki kebiasaan seperti ini.. Youngieku..
“Aku..tidak suka berhutang budi. Aku akan menggantikan uang ahjeossi.” ujarnya
“Bagaimana kalau aku tidak mau diganti?” tanyaku
Kulihat dia diam
“Haha, aku hanya bercanda. Kyuhyun imnida” ujarku
“Kyungsan..imnida” ujarnya
Aku tersenyum menatapnya. Entah kenapa aku merasa hangat di dekatnya
“Kita sudah mengenal kan? kalau begitu kajja!!”
Aku masuk ke mobil bersamanya dan mulai bercerita
“Ahjeossi sudah menikah?”
Aku terdiam mendengarnya. Pertanyaan ini…membuatku mengingat alasan. Alasan aku meninggalkannya. Alasan aku tidak ada saat seharusnya aku ada.
“Ne” ujarku
“Umur ahjeossi berapa?” tanyanya
“36 tahun” ujarku
Kulihat dia mengangguk
“Bagaimana dengan appa dan eommamu?”
“Eommaku menikah dengan appa di usia 22 tahun, sekarang dia 33 tahun” ujarnya
“MWO?”
“Dan saat itu usia appa 25 tahun” ujarnya
Aku memandangnya
“Tapi aku kagum dengan mereka. Di saat orang-orang masih kuliah, eomma sudah menjadi manager hotel dan di saat orang-orang baru mulai bekerja, appa sudah menjadi presdir”
Aku terdiam mendengarnya. Profesinya..sama dengan youngie. Dan bahkan jurusan itu..adalah mimpinya. Dan aku..mengikhlaskannya membenciku. karena aku juga…telah merenggut mimpinya
“Siapa nama bumonimmu?”
“Kenapa ahjeossi menanyakannya?”
“Aku..hanya penasaran. Karena sepertinya mukamu tidak asing bagiku. Mungkin saja..bumonimmu temanku” ujarku
“Nama appaku Choi Siwon”
Seketika aku terdiam. Choi… CHOI SIWON?
“Choi..Siwon?”
“Ne, ahjeossi mengenal appaku?”
Aku masih mengingatnya. Ah, mungkin saja namanya sama
“Mungkin..namanya sama”
Aku memarkirkan mobil di sekolahnya.
“Gomawo ahjeossi telah mengantarku” ujarnya
“Ne” ujarku
Kulihat dia akan menutup pintu
“Kyungsan..”
“Ne ahjeossi?”
“Eommamu..menjemputmu?” tanyaku
“Ne, setelah menjemput yeodongsaengku” ujarku
Yeo..dongsaeng?
Aku melihat tukang es krim
“Baiklah, sambil menunggunya ahjeossi akan mentraktirmu es krim. bagaimana?”
“JINJJAYO? GOMAWOYO!!!”
Aku terseyum memandangnya
“Kau mau rasa apa?” tanyaku
“Chocomint!” ujarnya
Aku tersenyum memandangnya. Chocomint…kata kuncinya. Kata kunci kami berdua. Aku menatap anak itu. Kalau saja anakku masih hidup…mungkin umurnya sepantaran namja ini…Kami makan es krim bersama hingga sesosok yeoja yang sangat kukenal. Keluar dari sebuah mobil ferrari merah. Dengan rambut panjangnya yang wavy dan pakaiannya yang fashionable. Kulihat kyungsan menatapnya
“Ahjeossi, eommaku sudah datang!” ujarnya
Aku menatapnya. Melihat ke sekitar. Tidak ada yeoja lain..selain dia
“Apa..itu eommamu..”
“Ne!” ujarnya
Aku memandangnya tidak percaya. Kulihat youngie langsung menarik tangan kyungsan
“Kajja kyungsanie kita pulang” ujar youngie
“Eomma, ahjeossi ini tadi membantuku”
“Apa yang dia bantu kyungsanie?” tanyanya
“Dia membelikanku ramen dan es krim”
“Berapa harganya?” tanyaku
“2.500 won” ujarnya
Kulihat dia mengeluarkan 2.500 won dan memberinya ke tanganku
“Terima kasih. Permisi”
“youngie..” aku menahan tangannya dan dia menebasnya
“Jangan sentuh aku! Kajja kyungsanie” ujarnya lalu pergi
Aku menatapnya. Youngie…kyungsan… dan sikapnya padaku…
Aku masih mencerna semua hal ini. Apa aku boleh berharap kalau..kyungsan anakku? Aigo..apa yang kupikirkan. Lihat saja mukanya, dia sangat mirip dengan Choi Siwon. Bagaimana bisa aku mengatakan dia anakku? Aku sendiri sudah mendengar dari mulutnya, anak kami, sudah meninggal. Dan mungkin aku harus berhenti berharap. Tapi entah kenapa..hati kecilku menolak mempercayainya

———————————————

Hari ini aku menunggu di depan sekolahnya. Kulihat banyak siswa pulang. Aku melihat sosok yang kucari
“KYUNGSANIE!!” ujarku
Kulihat dia tidak mempedulikanku dan pergi.
“Kyungsanie.”
“Ahjeossi, jeongmal mianhamnida. Aku tidak bisa berbicara denganmu” ujarnya
“N..Ne?”
Kulihat dia masuk ke mobil itu. Aku menatapnya, sosok seorang yeoja di depan mobil itu. Aku menahannya agar tidak masuk mobil
“Mau apa lagi kau hah?” tanyanya
“Siapa Kyungsan?”
“Siapa kyungsan? Pertanyaan bodoh macam apa itu hah?” tanyanya
“Pertanyaan bodoh dariku yang ingin tahu, apa kau membohongiku?”
“Membohongimu apa?”
“Soal anak kita”
Kulihat dia diam
“Apa dia..anak..”
“Kuperingatkan kau baik-baik Cho Kyuhyun. Dia, adalah Choi Kyungsan. Anakku dan Choi Siwon. Dan kau jangan membuat fakta konyol yang membuat masalah arraseo?”
Kulihat dia masuk ke mobil itu dan berlalu. Aku masih menatapnya. Youngie kalau aku boleh jujur. Aku masih mencintaimu.. Aku masih mengingat semua kenangan kita. Aku masih belum bisa kehilanganmu. Dan aku..masih berharap.
“Uhuk..”
Kulihat cairan merah keluar dari mulutku. Aku mengusapnya. Tidak..aku harus kuat…sebelum semuanya jelas..sebelum dia memaafkanku..aku harus bertahan

———————————————

Aku masuk ke kantorku, kulihat semua pegawaiku berbisik dan menatapku dan appa. Aku terheran melihatnya. Aku ingin masuk ke ruanganku dan kulihat ada 2 namja berbadan besar, berbaju hitam, seperti bodyguard ada di ambang pintu
“SIAPA KALIAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI RUANGANKU!” ujar appa
“Anda tidak diperkenankan masuk ke ruang presdir”
“Mwo? Aku presdir di sini! !” ujar appa
Kulihat dua bodyguard itu tertawa
“Anda salah masuk sepertinya” ujarnya
“Mwoya?! Kau yang salah masuk ini kantorku!”
Kulihat seorang yeoja memakai rok hitam dan jas yang sangat match keluar dari ruangan presdir. Membuatku tersentak melihatnya
“Kau..”
“Selamat datang, Tuan Cho investor 49%” ujarnya
“Mwo?”
“Satu pelajaran untukmu. Sesulit apapun kondisi perusahaan, kau tidak boleh menjual saham lebih dari 49%, apalagi 51%” ujarnya
Kulihat dia masuk ke ruangannya
“MWOYA!” ujar appa
“Sebaiknya kalian keluar” ujar bodyguard itu
Aku memandangnya bingung. Youngie.. apa ini..pembalasan dendam? Aku dan appa akhirnya pulang ke rumah. Aku masih mencerna ini semua. Choi Sooyoungku..telah berubah.. dan yang pasti..hatinya telah berubah..menjadi dingin. Ini memang kesalahanku.. dan aku sudah siap dengan resikonya. Youngie.. Aku menerima ini..untuk membuatmu bahagia, setidaknya bisa menebus sedikit rasa bersalahku..pada Choi Sooyoungku yang kukenal

———————————————–

“Kau harus menjaga kesehatanmu kyu ah! Kondisimu semakin memburuk,” ujar sungmin
“Entahlah min,aku…sudah tidak punya alasan bertahan. Kau tahu itu kan?” tanyaku
Kulihat dia menggeleng
“Kyu.. youngie sudah menikah, hidupnya bahagia. Sekarang kau harus memikirkan hidupmu. Berbahagialah dengan victoria. Carilah pendonor hati untukmu. Lalu teruskan hidupmu!” ujarnya
“Ming… jujur, aku sudah tidak punya semangat hidup,” ujarnya
“Kyu..”
“Kau tahu kan, sebagaimana kami saling mencintai di daehaggyo? Kau tahu kan..bagaimana awal kami bertemu. Kami terjatuh di kolam renang, betemu di pesta topeng, menemukan takdir di segelas kopi dan hot chocolate. Memanjat pohon, naik bus, dan aku telah melakukan banyak hal baru dalam hidupku karenanya. Setelah itu, aku malah menghancurkan hidupnya. Setelah aku berjanji bersamanya, setelah dia menjawab ya, setelah aku memiliki kyungsan, dan setelah dia dekat dengan mimpinya, dia kehilangan semuanya. Dan itu semua karenaku. Dia sangat membenciku sekarang min. Dan sekarang..aku tenang. Aku sudah memastikannya bersama dengan namja yang baik, dan kini masalahku hanya satu.. sampai dia memaafkanku, barulah aku bisa benar-benar tenang.”
“Kyu…”
“Min, jebal kumohon. Rahasiakan ini dari siapapun, terutama darinya. Aku ingin semuanya berjalan sebagaimana takdir membawa kami. Dia yeoja yang baik, suatu saat nanti..dia pasti akan memaafkanku,” ujarku
“Seharusnya dia di sini dan mendengar ini semua,” ujarnya
“Sudah terlambat min..” ujarku
“Jika aku punya mesin waktu, aku akan kembali ke masa sebelum mengenalnya, jadi aku tidak akan pernah menyakitinya”

—————————————-

Aku duduk sendiri di kedai ramen tempat biasa kami makan. Di satu sisi aku bahagia karena dia membalas dendam, jika itu bisa meringankan sedikit rasa sakitnya. Dan di sisi lain, aku merasa kehilangan sosok choi sooyoung yang kukenal. Sosok yang membuatku mencintainya. Kulihat ahjeossi pemilik kedai itu duduk di depanku
“Apa kau bertengkar dengannya?”
Aku menatapnya
“Dulu setiap hari kau ke sini dengan yeojachingumu kan?”
Aku mengangguk
“Ne, kau masih mengingatnya?”
“Tentu.” ujarnya
“Kalian pasangan paling manis yang kulihat. Kau tampan dan dia cantik. Kalian sangat serasi”
“Gomawo” ujarku
“Jadi, kenapa kau terlihat muram, apa kau bertengkar dengannya?” tanyanya
“Bukan bertengkar, lebih tepatnya aku merasa kehilangan sosoknya” ujarku
“Sosoknya?”
“Ne. Menurutmu dulu dia seperti apa?”
“Hm.. dia manis meski agak tomboy, ceria, ramah, pengertian, dan tampaknya kalian saling mencintai” ujarnya
“Ne, tapi itu dulu. Sekarang dia berubah” ujarku
“Berubah?”
“Sekarang dia sangat feminim, cantik, dan fashionable ahjeossi. Tapi dia sudah tidak ramah, ceria, pengertian,dan yang jelas dia membenciku”
Kulihat ahjeossi itu menepuk pundakku
“Setiap orang berubah seiring berjalannya waktu” ujarnya
“Ne, aku ingin menghentikannya kalau bisa” ujarku
“Tapi seberapa pintar seseorang menutupi sifat aslinya, suatu saat itu semua akan kembali”
“Kurasa tidak ahjeossi”
“Dia adalah yeoja yang baik, dan aku percaya suatu saat nanti, sifat aslinya yang baik akan kembali. Percayalah”
“Kuharap aku bisa mempercayainya..”

———————————————–

Aku tertidur di kamar rumah sakitku. Aku sudah berpisah dari Victoria, setidaknya itu membuat satu bebanku hilang. Aku memegang dadaku yang terasa sakit.
“Sudah kukatakan, kau harus menjaga dirimu kyu ah! Jangan meminum soju! Apa kau ini bodoh! Kau benar-benar membuatku kesal!” ujar sungmin yang tak lain adalah euisaku
Aku hanya tersenyum tipis
“Aku sudah mengatakan padamu tidak punya alasan bertahan lagi min, jadi untuk apa aku menjaga diriku?” tanyaku
“Kau pasien paling keras kepala yang kutemui. Penyakitmu tambah parah karena perbuatanmu sendiri!” ujarnya
“Kalaupun aku meninggal, memang..apa yang akan berubah min?” tanyaku
“Kyuhyun, masih banyak yang bisa kau lakukan,” ujarnya
“Min, keberadaanku hanya akan membuat yeoja yang kucintai tersiksa,” ujarku
“Kyu, sooyoung sudah bahagia dengan nampyeonnya. Aku sudah bilang itu ribuan kali! Yang terpenting sekarang kau pulihkan dulu dirimu!” ujarnya
“Mungkin..ini karma bagiku karena menyakitinya,” ujarku
“Kyu..”
“Min..tolong jangan beri aku obat lagi. Biarkan semuanya terjadi secara alami,” ujarku
“YA! Apa kau gila! Sebagai sahabatmu aku sangat menolaknya! Kau ingin aku membunuhmu pelan-pelan?!” ujarnya
“Min..aku akan menandatangani surat persetujuan. Aku..ingin hanya infus saja yang diberikan padaku selama aku dirawat di sini. Sisanya aku ingin semuanya secara alami,” ujarku
“Min..aku sudah lelah dengan semua ini..”

—————————————————-
Just remember this only though I can’t tell how thankful I am.
You make me laugh. You’re my love.

Kulihat pintu kamar dimana aku dirawat terbuka.
“Ming, sudah kubilang aku…”
Aku menghentikan ucapanku. Kulihat di sana, youngie menggandeng tangan kyungsan. Bagaimana dia..bisa berada di sana..
“Youngie..”
Kurasakan dia memelukku. Apa..aku bermimpi..
“mianhaeyo..jeongmal mianhaeyo…” tangisnya
“Youngie..”
“Kalau dari awal aku tahu..aku tidak akan melakukan hal sekejam ini oppa..aku benar-benar jahat…aku benar-benar minta maaf..” ujarnya
“Aku tahu…kau memang baik youngie..” ujarku
“Mianhaeyo..jeongmal mianhaeyo..” ujarnya
“Gwaenchanhayo..aku tidak pernah merasa itu kesalahanmu. Itu..balasan untukku. Aku memang pantas mendapatkannya,” ujarku
“Oppa..”
Aku menghapus air matanya. Kulihat kyungsan menatapnya bingung
“Apa kau tidak malu dilihat olehnya?” tanyaku
Dia menghapus air matanya
“Kyungsanie..”
“Ahjeossi dan eommamu sudah baikan,” ujarku menyela omongannya
Kulihat dia memandangku. Aku mengisyaratkannya diam.
“Jadi..ajeossi baik?” tanya kyungsan polos
Kulihat youngie mengangguk
“Ne kyungsanie,” ujarnya
Aku memeluknya. Benar-benar hangat.
“Aku..akan menjemputnya nanti malam,” ujar youngie
“Gomawo,” ujarku
Dia tersenyum lalu pergi. Setelah itu kami bermain seharian. Bercerita, memainkan video game, dan lainnya. Akhirnya aku merasakan rasanya menjadi appa. Rasanya benar-benar bahagia.
“Siwon appa itu orang yang seperti apa?” tanyaku
“Dia sangat baik! Dia sangat menyayangiku, eomma, dan ye eun. Dia appa favoritku sepanjang masa karena dia appaku! Appa orang yang pintar, tampan, baik, dan bisa dikatakan sempurna. Aku ingin menjadinya kalau besar nanti,” ujarnya semangat
Aku tersenyum melihatnya. Kyungsan..dalam lubuk hatiku aku ingin mengatakan. Akulah appamu. Tapi itu hanya akan membuatmu sakit pada akhirnya. Karena tak lama lagi..aku akan pergi kyungsan.. Dan aku tidakbisa membiarkanmu mengetahui kenyataaan kalau appa kandungmu tidak sekuat choi siwon appa yang kau sukai…
“Kyungsan, apa kau berani berjanji padaku untuk menjaga, mencintai, dan membahagiakan eommamu?” tanyaku
“Ne, aku berjanji!” ujarnya
—————————————–
Kulihat mereka masuk ke ruanganku. Aku tersenyum pilu melihatnya. Tapi aku harus ingat…sekarang, hanya namja ini yang bisa membuat youngie bahagia. kyungsan tertidur di rangkulanku. Aku tersenyum memandangnya.. mungkin…ini akan menjadi yang terakhir kalinya
“Annyeong” ujarku
“Apa dia merepotkanmu hari ini?” tanya siwon
“Ani, dia sangat manis,” ujarku
Kulihat youngie tersenyum
“Kumohon pada kalian..jangan pernah katakan padanya kalau aku appa kandungnya,” ujarku
“Ne?”
Aku menarik nafas panjang
“Tak lama lagi..aku akan pergi,” ujarku
“Oppa..kumohon jangan katakan hal seperti itu..” ujarnya
“Please take care of them,” ujarku pada namja itu
“Absolutely,” ujarnya
Aku tersenyum sekilas
“Bisa tinggalkan aku bicara dengannya sebentar?” tanyaku
“Ne,” ujar namja lalu menggendong kyungsan perlahan. Aku mencium kening kyungsan dan kulihat namja itu membawanya keluar. Kyungsanie..
“Youngie..aku ingin jujur satu hal padamu,” ujarku
Dia terdiam dan menatapku. Aku tersenyum melihatnya, tatapannya yang hangat sudah kembali..semuanya seakan terjadi seperti arus sungai… Aku memandangnya..dan hanya ini yang bisa kukatakan padanya…
“Aku masih mencintaimu,” ujarku
“Oppa..”
“Dan aku tahu…aku tidak bisa menjagamu. Dan aku lega memberikanmu pada namja seperti siwon..” ujarku
“Kyu..kumohon jangan katakan itu..Aku..sudah sangat kejam padamu..aku..”
“Uljima..” ujarku menghapus air matanya
“Kalau kau menangis begini bagaimana aku bisa pergi dengan tenang?” tanyaku
“Kyu…kumohon jangan katakan itu..”
Aku memandangnya
“Aku ingin choi sooyoungku yang dulu kembali. Yang ceria, yang tegar tapi lembut, yang selalu tersenyum, dan yang selalu mendukung keputusanku,” ujarku
“Aku..”
“Aku ingin pergi dengan tenang youngie. Dan aku baru bisa pergi dengan tenang, kalau choi sooyoungku yang dulu kembali. Kalau kau seperti sekarang. Cengeng, rapuh, dan merasa bersalah padaku bagaimana bisa aku tenang?” tanyaku
“Kyu..aku terlambat menyadari ini semua..kalau dari awal aku tahu kau sakit aku akan..” ujarnya
“Kau tidak melakukan kesalahan apapun,” ujarku
Akulah yang banyak berdosa padamu chagi. Aku menghancurkan hidupmu, membuatmu melepaskan mimpimu, menyakitimu, membuatmu menanggung semuanya sendirian. Dan dosa terbesarku adalah masih mencintaimu sampai sekarang..
“Aku…merebut..perusahaan itu darimu. Aku…”
“Aku ingin perusahaan itu diteruskan oleh kyungsan, jadi untuk apa kau merasa bersalah?” ujarku
“Kyu..mianhae..” ujarnya
Aku mengelus kepalanya. Youngie..jebal..jangan buat aku bimbang..buat aku lega karena menyerahkanmu pada orang yang tepat…
“Youngie, siwon berjanji padaku akan menjagamu dan kyungsan. Kyungsan pun berjanji padaku,” ujarku
“Kyungsan?”
“Kalau mereka mengingkari janjinya, mereka berurusan denganku,” ujarku sambil tersenyum
Aku memegang tangannya
“I will always wish for your happiness,” ujarku
“Me too..” ujarnya
“Jadi Choi Sooyoungku yang dulu sudah kembali?” tanyaku
Dia mengangguk. Aku tersenyum padanya. Tuhan..setidaknya aku sudah lega..mungkin aku tidak bisa berada di sampingnya…tapi selamanya, aku akan menjadi malaikat pelindungnya..yang membuatnya bahagia
“Kalau begitu dia akan mendukung keputusanku,” ujarku
Aku mengusap tangannya
“Berbahagialah untukku,” ujarku
“Ne kyu…Pasti..”
Aku menghembuskan nafas lega. Kalau pun aku pergi sekarang… aku telah menjelaskan semuanya.. Dan aku sudah memastikan..dia akan baik-baik saja
“Terima kasih, sudah menjadi cinta pertama dan terakhirku, terima kasih atas kebahagiaan selama kita bersama. Berbahagialah dengan siwon arraseo?” ujarku sambil mengingat masa lalu kami
Dimana kami masuk ke kolam renang outdoor
Dimana aku membencinya
Dimana perkataan sungmin menjadi kenyataan
Dimana aku berdansa dengannya di pesta sekolah
Dimana aku jatuh cinta
Saat sebuah coklat panas dan kopi di musim gugur membuatku menemukan takdirku
Saat aku melakukan hal baru karenanya
Saat aku menyatakan cinta padanya di depan kedai beratap bocor dan menciumnya untuk pertama kali di balik jaket, di bawah hujan, di jalanan rusak, yang menjadi tempat rahasia kami
Ketika aku bersamanya, setiap hari adalah bahagia
Ketika aku melamarnya di sebuah perahu
Ketika aku bertemu dengannya kembali, setelah lama tidak bertemu
Ketika aku sakit, melihatnya membenciku
Ketika aku bahagia, melihatnya menemukan hidup baru
Ketika aku bertemu kyungsan, yang mengubah hidupku
Dan ketika sekarang dia berada di depan mataku
Semua saat itu. Dulu, sampai sekarang. Hanya satu hal yang tidak berubah.. Aku masih mencintai Choi Sooyoungku yang ceria, membuat hidupku berubah menjadi lebih berwarna, eomma dari anakku, kyungsan, dan satu-satunya yeoja yang bisa membuatku mencintainya dan mengejar sosoknya. Yeoja yang membuatku menepati janjiku sampai aku harus pergi.. bahwa aku akan mencintainya seorang, akan tetap melihatnya dengan pandangan penuh cinta, sampai 100 tahun pun, yang bermakna sampai aku meninggal. Dan aku..akan bahagia untuknya, meski aku hanya bisa mengawasi dalam diam, dalam cinta
“Katakan pada kyungsan, appanya mencintainya,” ujarku
Dia mengangguk
“Annyeong my love. You’ve gotta be happy,” ujarku
“Saranghae..” ujarku pelan
Perlahan aku memejamkan mataku dan u menitikkan air mata terakhir. Air mata bahagia. Karena aku tahu, dia sudah bahagia bersama hidup barunya. Bersama Choi Siwon dan keluarga barunya. Youngie…terima kasih telah membuatku mengenal kata cinta.. dan terima kasih telah membuatku memahami artinya. Kalau aku telah berjanji pada satu cinta, selamanya. Dan aku tidak akan pernah menyesal. Telah mencintai orang yang tepat. Orang yang bisa membuatku, memegang janjiku sampai aku meninggal. Dan kalau kyungsan bertanya..tentang appanya. Katakan hal ini padanya “Appanya sangat mencintainya” dan jika ada satu hal, dimana aku merasa pantas menjadi appa kyungsan adalah karena aku memegang teguh janjiku pada eommanya, My promise to you, to love you one, and only until the end of my life. Saranghae
The End

39 thoughts on “[Kyuhyun Special Story Hatred] Promise

  1. Nangis bacanya, kyuppa menderita banget gara2 orang tuanya, coba aja mereka berdua bisa happy ending T-T
    Nice story, d tunggu ff lainnya :)

  2. Hiks….hiks…nyesek bgt bcnya…..knp kyuyoung g berstu….ksian kyuppa….bener2 daebakk chingu…bener2 dpt feelnya……..

  3. Huweeeee… Nyesek bacanya, kasiaaaan kyu oppa ternyata dia juga tertekan.. Kasian kyuyoung jadi engga bisa bersatu padahal pas mereka pacaran so sweet banget, huweeee…

  4. sumpah sedih bgt. jujur aku sampe nangis. sbnrnya gak kuat bgt pas baca sampe akhir, krn kyu emg bener2 menderita. bener kata kyu, andai dia pnya mesin waktu, tp bkn untuk gak mengenalnya, maunya sih buat bikin ortu kyu bs nerima soo atau kyu yg tetep perjuangin cinta mereka. intinya sedih TT__TT

  5. adch kyuppa cintamu pada soo memang benar2 cinta pertama n terakhir tapi sayang tuhan berkehendak lain…………………

    tuhan tdk mengizinkan kalian bersatu sekarang tapi nanti# adch kk q nya ngaco bgt ya.

    abis nyesek bgt ni ff

  6. Sebel bgt sama ortunya kyu disini! Kejemnya kebangetan! Kyu juga! Babo! Kenapa dia bisa ingkarin janjinya gt.. Berasa pengen jmbak kyu :-P
    part ini membuat galau-galau ria! *apadeh :-D

  7. Sumpah nyesek bgt baca ny…
    Kyuppa mencintai soo begitu dalam..
    Smpe akhir hayat hanya ada 1 org yg mengisi hati ny…
    Cobaan yg di lalui mereka begitu byk..
    Klo saja ortu kyuppa gk misahin mereka mgkn mereka udah bahagia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s