Cinderella ? {Part 4}

cinderella part 4

Title :Cinderella ?

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Victoria Song

Other Cast :
*Im Yoona
*Seo Joo Hyun
*Kim Taeyeon
*Shim Changmin
*Lee Donghae
*Leeteuk

Type : Series

Genre : Romance, Comedy,Family,Friendship

Rating : PG-15

~Sooyoung POV~
Sesampainya di istana aku harus mengikuti pelatihan-pelatihan. Benar-benar melelahkan. Setelah pelatihan itu, aku pergi ke kamarku. Aku merebahkan diri di ranjang. Tiba-tiba kulihat namja itu keluar dari kamar mandi dengan baju handuk
“Kyaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”
“Ya! Kenapa kau berteriak? Aku kan memakai baju handuk!” tanyanya santai
“Pakai baju yang normal bodoh!” ujarku sambil menutup mata
“Mwo? Kau bilang aku bodoh? Ya! ini kamarku! Terserah aku untuk berbuat apapun!” ujarnya
“Cepat pakai bajumu!!”

—————————Cinderella ?——————————

~Kyuhyun POV~
Apa-apaan yeoja itu? Bisa-bisanya mengataiku bodoh dan memerintahkanku di kamarku sendiri
“Cepat pakai bajumu atau keluar dari kamarku!” ujarnya
“Mwoya! Sejak kapan ini menjadi kamarmu!”
“Sejak kemarin!” ujarnya
“Jelas-jelas di depan tertulis paviliun putra mahkota. Berarti ini kamarku bodoh! Kau yang keluar!” ujarku
“Jangan banyak bicara! Cepat pakai bajumu!”
Mwoya! Apa-apaan itu. Aku akhirnya terpikir akan sebuah ide
“Kyaa!!! Jangan mendekat!!” ujarnya
“Waeyo?”
“Keluar dari kamarku!! Ppaliiwa!!!” ujarnya
“Kamarmu? Itu kurang cocok chagi. Bagaimana kita mengubahnya menjadi kamar kita?”
“Kyaaa!!! Dasar putra mahkota pervert cepat keluar!!”
“Bwahahahahahahahahahahhahaha!” tawaku meledak
“Ya! Kenapa kau tertawa!” ujarnya
“Kau kira aku namja seperti itu hah?” ujarku
“Kau mempermainkanku!”
“1 : 1. Kurasa kita seri” ujarku
Kurasakan dia melemparku bantal
“Ini tidak lucu bodoh! Kau membuatku hampir mati ketakutan!”
“Hahahhahaa. begitu saja kau takut. Apa aku sudah gila melakukannya dengan yeoja jadi-jadian sepertimu?”
“YA! Apa katamu!”
Dia melemparku dengan bantal dan aku membalasnya. Tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan
“Kyaa!!!”
Dia refleks menarik tanganku sampai jatuh di atasnya
“Ada apa putri mahko.. omona!! Jeosonghamnida, saya pikir terjadi sesuatu..” ujar seorang dayang
“YA! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!” ujar  kami
“Jeosonghamnida, saya permisi” ujarnya
Seketika aku berdiri dari atasnya. Jantungku berdetak kencang. Bagaimana bisa dayang itu menyangka kami melakukan..aish!!
“Aku..keluar. Annyeong” ujarnya lalu pergi

~Sooyoung POV~
Aigo..bagaimana bisa dayang itu menyangka kami…aaa!! membayangkannya saja membuatku malu. berita ini pasti akan menyebar ke seluruh isi istana. Ini semua karena namja itu. Lihat saja..aku akan membalasnya

—————————Cinderella ?—————————

~Author POV~
“Jinjjayo?”
“Ne! Aku sendiri melihatnya! Putra mahkota memakai baju handuk dan dia menindih putri mahkota di springbed!” ujar seorang dayang pada yang lain
“Aigo..kalau menjadi putri mahkota kurasa aku akan benar-benar mati.. bayangkan saja. Rambut putra mahkota yang masih basah, wangi shamponya, aigo..pasti keren sekali…”ujar seorang dayang
“Ne, putra dan putri mahkota..”
“Ada apa dengan putra dan putri mahkota hah?” ujar kepala dayang Lee
“A..annyeonghaseyo kepala dayang lee..” ujar para dayang itu
“Kalian itu di sini untuk bekerja, bukannya menggossip arraseo?”
“Algesseumnida” ujar para dayang lalu pergi, tiba-tiba seorang dayang ditahan oleh kepala dayang Lee
“Ada apa..kepala dayang Lee?” ujarnya
“Memangnya..apa yang putra dan putri mahkota lakukan?” tanya kepala dayang Lee
“Bukankah tadi kepala dayang Lee memerintahkanku untuk..”
“Sudahlah itu bisa ditunda, bisa dikerjakan oleh yang lain. Ceritakan padaku, aku penasaran!”

—————————Cinderella ?—————————

~Sooyoung POV~
Aku sedang mempelajari buku tebal itu. Ini benar-benar gila. Bagaimana bisa aku mempelajari buku yang lebih tebal daripada novel Harry Potter dalam waktu 3 minggu lagi. Kulihat halmeoni masuk ke kamarku
“Annyeong,” ujarnya
“Annyeonghaseyo halmeoni,” ujarku
“Kau sudah belajar sampai mana?” tanyanya
“Baru 200 halaman halmeoni,” ujarku
“Waktumu tinggal 3 minggu, 200 halaman dari 2000 halaman masih sangat jauh putri mahkota,” ujarnya
“Ne, halmeoni,” ujarku
“Apa..kau menemukan kesulitan?” tanyanya
“Sejujurnya, aku sulit membagi waktu mempelajari pelajaran di istana dengan pelajaran di sekolah,” ujarku
“Sudah kuduga,” ujarnya
Aku tersenyum dan kembali membaca
“Kurasa aku punya solusinya,” ujarnya
“Jinjjayo halmeoni?”
Dia mengangguk
“Jangan memaksakan diri. Kalau sudah lelah beristirahatlah, aku tidak mau kau kelelahan putri mahkota,” ujarnya
“Gamsamida halmeoni,” ujarku

~Kyuhyun POV~
Aku masuk ke kamarku. Kulihat dia tertidur di meja. Aku melihat buku yang dia pegang. Ini..kitab aturan dan tradisi istana. Dasar babo, bagaimana bisa dia belajar sampai ketiduran di meja. Kulihat wajahnya kelelahan. Aish..benar-benar merepotkan. Aku terpaksa menggendongnya ke ranjang. Apa dia mau tulangnya sakit tidur di kursi semalaman? Aku merebahkannya di ranjang dan menyelimutinya. Tiba-tiba kurasakan dia memegang tanganku
“Kyuhyun..” gumamnya pelan
Mwo? Dia..menyebut namaku? Kurasakan jantungku berdetak kencang. Aigo…kenapa jadi begini. Tiba-tiba kudengar dia berkata lagi
“baboya..”
MWOYA? Bahkan di dalam mimpinya pun dia mengataiku bodoh? Aish..yeoja ini benar-benar… Aku melepaskan tangannya yang memegang tanganku dan tidur membelakanginya.

—————————Cinderella ?—————————

~Sooyoung POV~
Aku terbangun dari tidurku. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Bagaimana bisa..aku tidur di springbed? Kalau tidak saah kemarin aku ketiduran di kursi meja belajar. Aku menengok ke arah jam
“MWO? JAM 6?!”

~Kyuhyun POV~
“Putri mahkota tidak ikut sarapan?” tanya halmeoni padaku
Aku menggeleng
“Dia belum bangun,” ujarku
“MWO? Jam segini?” tanya eomma
Aku mengangguk. Kini giliran aku yang menyerangnya. Aku sengaja tidak membangunkannya dan sengaja menyuruh dayang membiarkannya tidur. Siapa suruh dia mengataiku bodoh, bahkan dalam mimpinya pun dia tetap mengataiku bodoh.  Sekitar 10 menit kemudian kudengar langkah kaki mendekat. Aku menengok ke arahnya. Dia duduk di sebelahku dan sarapan cepat-cepat. Para dayang sibuk menata rambutnya di meja makan. Eomma menggeleng sedangkan halmeoni tersenyum melihatnya
“Makannya pelan-pelan saja,” ujar halmeoni
Dia hanya tersenyum dan melanjutkan makan. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang asing padanya
“Kau salah seragam?” tanyaku
Dia menengok ke arah seragamnya dan sepertinya baru menyadarinya
“Aigo! Seragam siapa yang kupakai?” ujarnya
“Tenanglah putri mahkota, itu adalah seragam barumu,” ujar halmeoni
“Seragam..baru?”
Halmeoni mengangguk
“Mulai sekarang, kau dan putra mahkota sama-sama belajar di kelas khusus.”
“MWO?” ujar kami bersamaan
“Hahaha. Kau lihat Ratu Hana. Mereka bahkan sangat senang dengan kejutanku sampai kaget bersamaan,” ujar halmeoni
Omona..bencana apa lagi ini

—————————Cinderella ?—————————

~Sooyoung POV~
“Ya! Kenapa kau tidak membangunkanku!” ujarku kesal saat di perjalanan ke sekolah
“Kau tidak memintaku membangunkanmu,” ujarnya santai
“Apa kau tidak punya inisiatif hah?” ujarku
“Hm..kurasa begitu, karena aku bodoh,” ujarnya
“Mwo?”
“Ne, bahkan kemarin kau sendiri yang mengatakannya!” ujarnya sambil tersenyum
“Ne?”
“Putri mahkota, kemarin malam kau mengataiku bodoh dalam mimpimu,” ujarnya
“Mimpiku?”
“Ne, kau mengigau. Kau bilang padaku kemarin ‘kyuhyun, baboya’ ” ujarnya sambil tersenyum
“Kau membalas dendam padaku?”
“Hm..kurasa begitu,” ujarnya
“Benar-benar kekanak-kanakkan,” ujarku
“Mwo? Apa katamu?”
Aku mengisyaratkan tidak tahu. Kulihat mobil sudah terparkir di depan sekolah
“Dengar ya, aku tidak mau kau berbuat macam-macam di ruang belajar khusus nanti arraseo?” ujarnya
Aku mengangguk. Apa-apaan itu? Dia pikir aku anak kecil yang harus diberitahu tidak membuat masalah di sekolah? Akhirnya aku terpikir akan sebuah cara. Kalau kau memintaku tidak macam-macam, baiklah aku akan menurutinya Cho Kyuhyun

~Donghae POV~
“Ke mana anak itu, sampai sekarang belum datang?” ujar changmin
“Molla,” ujarku
“Paling sebentar lagi datang,” ujar leeteuk
Krek..kulihat pintu dibuka. Tapi yang berdiri di sana..bukan kyuhyun. Seorang yeoja berambut panjang dengan model yang indah berwarna kecoklatan dengan seragam yang mirip sepertiku, kemeja berdasi biru tua, berjas biru tua dengan lambang kelas khusus di bagian kirinya berwarna perak, dan rok bermotif kotak
“Apa aku bilang hah?” ujar leeteuk
“Itu bukan kyuhyun..” ujarku
“Mwo?” ujar changmin dan leeteuk.
Spontan mereka semua menoleh ke arah pintu. Tersentak melihat siapa yang datang. Tak lama kemudian kulihat kyuhyun masuk
“Annyeonghaseyo, joneun Cho Sooyoung imnida, mohon bantuannya,” ujarnya
Aku masih terpaku melihatnya. Kelas khusus yang hanya berisi aku, leeteuk, changmin, dan kyuhyun kini ditambah seorang yeoja..

~Leeteuk POV~
Kulihat yeoja itu merapikan barang-barangnya di meja kosong sebelah kyuhyun. Aku menatapnya tidak percaya
“Sepertinya sebuah sejarah baru dibuat disini,” ujarku
Changmin dan donghae mengangguk lalu menengok ke arah kyuhyun, meminta penjelasan
“Ini semua ide halmeoni,” ujarnya
“Maksudmu yang mulia ibu suri?” tanya changmin
Dia mengangguk
“Kurasa.tidak buruk juga,” ujar changmin
“Maksudmu?” tanya kyuhyun
“Sebenarnya aku juga bosan di sini hanya melihat namja setiap hari. Kurasa kelas ini akan menjadi lebih hidup dengan kedatangan seorang yeoja, apalagi secantik itu,” ujar changmin yang spontan mendapat pukulan koran dari kyuhyun
“Ya!”
“Bagaimana bisa kau mengatakan yeoja jadi-jadian itu cantik?” ujar kyuhyun
“Kau cemburu?” tanya donghae.
“MWOYA? Apa aku sudah gila?!” ujarnya
“Berarti tidak masalah kalau kami mendekatinya?” tanyaku
“MWOYA! Kalian semua, apa kalian salah makan tadi pagi?” ujarnya
Aku berniat menjahilinya
“Dia cemburu, tapi gengsi untuk mengakuinya,” bisikku pada donghae
“YA! Apa yang kau katakan ahjeossi!” ujarnya
“Kurasa kasihan kalau dia merapikan barang-barangnya sendirian,” ujar changmin lalu berdiri membantunya. Aku dan donghae mengikutinya
“Annyeong sooyoung ah, joneun shim changmin imnida.”
“Park Jungsoo imnida! Kau bisa memanggilku leeteuk”
“Lee Donghae imnida!!”
“Ne, changminssi, leeteukssi, donghaessi. Mannaseo panggapseumnida,” ujarnya sambil tersenyum
Bagaimana bisa kyuhyun mengatakannya ‘yeoja jadi-jadian’ jelas-jelas dia benar-benar cantik seperti malaikat. Sudah kuduga, dia memang cemburu. Aku jadi tambah semangat menjahilinya
“Ah, biar kami bantu membawakan barang-barangmu dari loker lamamu,” ujarku
“Jinjjayo?”
Kami mengangguk
“Gomawo~”

~Kyuhyun POV~
MWOYA! Apa-apaan itu! Bagaimana bisa mereka bertiga jadi semanis itu padanya. Aish.. Bagaimana juga yeoja itu bisa semanis itu di depan mereka. Mwo? Aku memujinya manis? Aish..cho kyuhyun apa ada yang salah dengan otakmu hah? Jam pelajaran dimulai. Jam pertama adalah table manner. Kulihat changmin mengajarinya
“Pertama kau buka kain ini, lalu letakkan di pangkuanmu,” ujarnya
“Gomawo changminssi”
“Nah, sendok yang bulat itu untuk makan sup. Sendok yang paling kecil untuk es krim. Sendok dengan tangkai panjang untuk mengaduk jus. Garpu kecil untuk memakan dessert seperti singkong Thailand. Kemudian pisau bergerigi untuk memakan daging, dan yang halus untuk selai,” ujar donghae
“Arraseo, gomawo donghaessi,” ujarnya sambil tersenyum
“Lalu kau harus ingat, membiarkan orang dengan posisi tertinggi di istana mengambil menunya terlebih dahulu. Kalau di istanamu berarti Ibu Suri, kemudian Raja, lalu Ratu, lalu Kyuhyun, dan kau terakhir,” ujar leeteuk
“Ah, ne, gomawo leeteukssi” ujarnya
Mwoya?! Kenapa dia seperti diperebutkan mereka bertiga? Aish..apa-apaan ini.. Dan kenapa dia bertingkah manis di depan mereka? Apa dia lupa ada aku di sini? Bel istirahat berbunyi, aku menarik tangannya ke dekat lift
“Ada apa?” ujarnya
“YA! Kenapa kau bertingkah seperti itu di depan mereka?” ujarku kesal
“YA! Kenapa kau membentakku! Tadi kau sendiri yang memerintahkanku untuk tidak berbuat macam-macam di kelas belajar khusus!” ujarnya
” Tadi itu sama saja macam-macam!”
“Wae? Aku tidak membuat masalah apa-apa berarti aku tidak berbuat macam-macam!” ujarnya
“Kau membuatku kesal bodoh!” ujarku
“YA! Kenapa kau mengataiku bodoh sekarang! Apa masalahmu!”ujarnya
“Kau bisa membuat mereka salah paham dengan sikap manismu!”
“Ya! Sebenarnya ada apa denganmu! Aku begini salah, begitu juga salah! Aku hanya berterima kasih pada mereka karena mereka mengajariku! Lalu apa salahnya..”
“Kau membuatku cemburu bodoh!”
“Mwo?” ujarnya
Aish..APA YANG KUKATAKAN! Bagaimana bisa aku mengatakan kalau aku cemburu? Apa aku sudah gila? Aish..ada apa dengan otakku hari ini!
“Kau….cemburu?”
“Maksudku..kau bisa membuat masalah di istana kalau kau terlalu dekat dengan mereka! Bagaimana kalau muncul skandal ‘Putri Mahkota selingkuh’ hah!” ujarku
“Memang ada yang seperti itu?” ujarnya
Aku mengangguk
“Aku…lapar. Aku ke kantin. Annyeong”

~Sooyoung POV~
Aku menatapnya melangkah pergi. Dia..cemburu? Aigo..kenapa jantungku berdetak kencang begini? Tidak..apa aku sudah tidak waras menyukai putra mahkota pervert dan menyebalkan itu. Tenangkan dirimu cho sooyoung..MWO? Apa yang kukatakan barusan! Kenapa aku sendiri jadi seolah-olah mengakui statusku sebagai istrinya dengan marga cho. Tidak, tidak.. Apa otakku sudah bermasalah? Aish..

—————————Cinderella ?—————————

~Victoria POV~
“Kau tahu? Katanya bahkan sekarang mereka satu ruang belajar!”
“Aigo.. aku iri! Dia berada di satu ruangan bersama 4 orang pangeran tampan. Benar-benar seperti cerita cinderella,” ujar seorang yeoja
Aku mendengarnya kesal. Bagaimana bisa yeoja seperti itu menjadi sainganku! Apalagi satu ruang belajar khusus dengan kyuhyun. Aish.. Kau benar-benar bodoh victoria. Kau menyia-nyiakan kyuhyun dulu hanya demi menjadi idol yang pada akhirnya kau tinggalkan. Aku harus mencari cara..

~Siwon POV~
Kulihat bangku di sebelahku kosong. Kenapa..dia tidak masuk hari ini? Apa dia sakit? Kudengar beberapa yeoja sibuk membicarakan sebuah hal
“Kau tahu, tadi pagi Changmin oppa, Donghae oppa, dan Leeteuk oppa ke kelas dan mengambilkan barang-barang di loker dan laci Cho Sooyoung,” ujar seorang yeoja
“Ne, kudengar dia pindah ke kelas khusus aigo.. senangnya..”
“Ne, dia benar-benar berbeda sekarang. Jadi jauh dari imagenya”
“Padahal dulu dia serampangan dan biasa saja. Sekarang dia sangat cantik, anggun, dan bahkan menjadi seorang putri mahkota. Benar-benar seperti cerita cinderella.”
Aku terdiam. Dia..pindah ke kelas khusus?
“Setelah ini kurasa putra mahkota akan semakin dekat dengannya. Dan bisa-bisa mereka saling mencintai betulan. Kyaa!! Aku tidak rela kyuhyunku mencintai yeoja lain” ujar seorang yeoja
“Dasar bodoh! Jelas-jelas mereka sudah menikah, sudah pasti saling mencintai!”
“YA! Bisa juga kan menikah karena dijodohkan! Apa kau tidak lihat dulu kyuhyun sangat membencinya sampai menempelkan pengumuman untuk mendiamkannya di papan pengumuman?”
“Ya, itu kan dulu.”
Entah kenapa akupun seperti tidak rela dia menjadi dekat dengan kyuhyun.. aish! Choi siwon ada apa denganmu!

~—————————Cinderella ?—————————

~Author POV~
Seorang yeosong melangkahkan kakinya ke apartment itu. Ia menekan bel pintu. Seoul. Sudah lama dia tidak ke sana. Dan sekarang ia kembali dengan ambisinya. Namja dari dalam apartment itu membukakan pintu, tersentak melihat siapa yang berdiri di sana
“Eo..eomma?”
Sementara itu seorang namja melangkahkan kakinya, memasuki sebuah ruangan yang sangat elegant, dengan hiasan klasik dan rapi. Kecuali satu bagian dari kamar itu. Meja belajar.
“Aish..serampangan sekali dia..” gumamnya pelan
Tiba-tiba matanya tertuju pada satu benda di meja belajar itu
“Ini..”

~Sooyoung POV~
Aku tersenyum sekilas melihat kalender yang kulingkari. Besok adalah hari ulang tahunku. Seharusnya aku ada di rumah dan menunggu jam 12 malam dimana tae, yoong, dan seo akan menelponku tengah malam dan mengucapkan saengil chukkhae. Tapi sekarang.. Aku menghela nafas. Bahkan hari ini aku tidak bisa bertemu dengan mereka. Benar-benar menyedihkan. Kulihat kyuhyun masuk. Aku buru-buru meletakkan kalender itu
“Kau masih belajar?” tanyanya
“ne” ujarku
“Tidak usah terlalu diforsir, nanti kau kelelahan,” ujarnya
“Kau..mempedulikanku?” ujarku
“YA! Kalau kau kelelahan lalu sakit aku juga yang repot,” ujarnya
“Aish..ternyata karena itu,” ujarku
“Hei,” ujarnya
“Wae?” ujarku
“Bagaimana kita barter lagi,” ujarnya
“Maksudmu?”
“Aku mengajarimu puisi lama, kau mengajariku bagaimana caranya kabur dari istana,” ujarnya
“MWO?”
“Kau pernah kabur kan? Aku ingin tahu caranya,” ujarnya

~Kyuhyun POV~
“Bumi berputar tahun ke tahun. Bumi tidak berubah. Ia selalu tetap. Tapi.. Kitalah yang mengubahnya. Kitalah yang menentukan, indah atau sebaliknya. Seperti bunga di taman istana. Kita menyiramnya untuk tumbuh, atau membiarkannya mati,” ujarnya
Aku bertepuk tangan
“Bagus, kau menghafalnya dengan baik,” ujarku
“Bagaimana? Apa gayaku sudah mirip Ibu Suri?” ujarnya
Aku menahan tawa
“Ne,ne,” ujarku
“Bagus,” ujarnya
“Sekarang giliranmu, ajari aku caranya kabur dari istana,” ujarku
“Kau..tidak akan benar-benar kabur dan tidak kembali kan?”
Aku menggeleng
“Mungkin hanya sesekali, untuk melihat saja,” ujarku
“Hm..baiklah. begini. pertama kau ke paviliun barat,” ujarnya
“Kenapa harus ke sana?” tanyaku
“Dengarkan dulu,” ujarnya
“ne.”
“Setelah itu, kau masukkan 2 bantal ke dalam selimut, sampai menyerupai dirimu,” ujarnya
“Lalu?”
“Lalu keluarlah dari jendela, kau akan melihat sebuah pohon. Panjatlah pohon itu sampai melompati pagar istana, jangan lupa tutup jendelanya,” ujarnya
“Hm..arraseo. Lalu bagaimana caranya aku kembali?” ujarku
“Kau tinggal memanjat pagar lalu masuk kembali lewat jendela itu,” ujarnya
“Arraseo. Oh ya! Menurutmu, tempat apa saja yang bagus di sekitar sini?” ujarku
“Hm..kurasa tidak banyak. Kemarin saja aku hanya melihat sebuah toko gift shop berjarak 100 m dari istana yang menjual banyak barang lucu. Dan oh kalau kau lapar, kau bisa pergi ke toko di sebelahnya, mereka menjual snack dan banyak jenis makanan,” ujarnya
“Arraseo, gomawoyo”
“Ne” ujarnya
Kulihat dia menguap
“Tidurlah, sudah malam” ujarku
“Ne,”

—————————Cinderella ?—————————

~Sooyoung POV~
“Irreona..” suara kyuhyun yang kudengar. Kurasakan dia menepuk pundakku
“Cho Sooyoung irreona!” suara seorang yeoja. Seperti suara tae.. apa aku sedang bermimpi
“Youngie! Irreona!!” sekarang suara itu seperti yoona dan seohyun.
Aku mengabaikannya. Jam berapa sekarang? Sepertinya aku belum lama tertidur..
“YA! IRREONA!” ujar mereka berempat yang membuatku bangun
“Aku masih mengan..tuk..”
Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat sekarang. Kyuhyun…dan.. TAE, YOONG, SEO ada di depanku!
“Saengil chukkhamnida!! Saengil chukkhamnida!! Saranghae uri youngie saengil chukkhamnida!!” ujar mereka
“Kalian..”
“Cepat buat permohonan!!” ujar seo
Aku membuat permohonan ‘semoga di ulang tahun kali ini..aku bisa menemukan takdir yang bahagia’. Aku meniupnya
“Yeay!!!” ujar mereka
“Bagaimana kalian bisa..”
“Awalnya kami bingung bagaimana cara menghubungimu. Karena kau sudah pindah kelas,” ujar tae
“Tapi kami ingin memberimu kejutan!” ujar yoona
“Akhirnya kami putuskan pergi ke istana,” ujar seo
“Sesampainya di sini, kami bingung harus menyelinap dari mana. Tiba-tiba aku melihat kyuhyun datang dari luar,” ujar tae
“Kau..”
“Aku..kabur dari istana,” ujarnya
“MWO?”
“Setelah bertemu dengannya, dia menunjukkan kami cara menyelinap dari paviliun barat, lalu kami pergi ke sini diam-diam, kami bersembunyi di balik selimut itu!” ujar yoona menunjuk sebuah selimut di bawahnya
“Dan Taraaa!! Kami sampai!” ujar seo yang membuatku menitikkan air mata
“Gomawo..jeongmal gomawo..”
Mereka memelukku
“Gwaenchanhayo~” ujar mereka bertiga lalu menyerahkan sebuah kado
“Nah sekarang, kami harus cepat-cepat pergi sebelum ketahuan orang di istana ini. Saengil chukkhae!! Annyeong!!” ujar mereka
“Jeongmal gomawo!! Aku mencintai kalian!!”
“Nado saranghaeyo!!”

~Kyuhyun POV~
Aku mengantar teman-temannya ke paviliun barat
“Jeongmal gomawo telah membuatnya bahagia,” ujarku
“Aigo..justru kami yang seharusnya berterima kasih padamu karena memberitahu kami caranya masuk ke sini,” ujar salah seorang di antara mereka yang dipanggil tae
“Gwaenchanhayo,” ujarku
“Kyuhyunssi, tolong jaga dia ya,” ujar yeoja yang dipanggilnya yoong. Aku tersenyum
“Ne,” ujarku
“Kami percaya kau akan membahagiakannya. Terkadang dia memang banyak ulah, tapi sebenarnya dia sangat baik dan manis,” ujar yeoja yang dipanggil seo olehnya
“Ne. Annyeong hati-hati ya,” ujarku
Setelah memastikan mereka pulang, aku kembali ke paviliunku. Kulihat dia sedang menyembunyikan kado yang diberikan mereka tadi di dalam lemari
“kadonya apa?” ujarku
“Ah..bukan apa-apa, mereka sudah pulang?” tanyanya
Aku mengangguk
“Gomawo..” ujarnya
“Untuk?”
“Mengantarkan mereka ke sini,” ujarnya
“Ne,” ujarku
“Oh ya, kau..pergi ke luar?” tanyanya
“Ah..itu.. ne,” ujarku
“Wuah!! Kau berhasil?” tanyanya
“YA! Kalau aku gagal aku tidak mungkin bertemu mereka!” ujarku
“Iya ya..” ujarnya
“Kau memang babo,” ujarku
“Mwo?”
Kulihat dia memperhatikan tanganku yang membawa sekotak hadiah berwarna perak
“Itu apa?” tanyanya
“Ah ini..”
Aigo..apa yang kulakukan. Kenapa aku membelikannya kado? Bisa-bisa dia menjadi tambah besar kepala
“Bukan apa-apa” ujarku
Kulihat dia memperhatikan kado itu
“Itu untukku?” tanyanya
“Ya! Siapa yang mengatakan ini..”
“Jelas-jelas di kartu itu ada tulisan namaku,” ujarnya
Aku menatap ke arah kartu ucapan yang tertempel di kado itu. Aish..benar-benar bodoh. Kenapa aku menulis namanya di sana. Kalau sudah begini mau tidak mau harus kuberikan..
“Ne,” ujarku
“Kau..kabur dari istana.untuk membelikan ini?” tanyanya
“Aku tidak tahu kau menyukainya atau tidak.. Tapi.. kurasa cocok untukmu. Sudah, aku lelah aku mau tidur dulu. Saengil chukkhae,” ujarku lalu pura-pura tidur. Kudengar dia berkata “Gomawo”. Aku hanya diam. Benar-benar bodoh..kenapa aku bertingkah begini, padahal aku sampai harus pergi dari istana, menyamar, berjalan kaki hanya untuk membelikan sebuah kado untuknya. Kenapa aku tidak bisa menjadi manis di depannya? Tunggu dulu…kenapa aku harus menjadi manis di depannya? Jangan bercanda..mana mungkin aku menyukai yeoja seperti itu. Benar-benar aneh

~Sooyoung POV~
Aku tidak tahu kau menyukainya atau tidak.. Tapi.. kurasa cocok untukmu. Sudah, aku lelah aku mau tidur dulu. Saengil chukkhae,”ujarnya lalu tidur
Ya! Apa-apaan itu. Apa dia tidak bisa mengatakannya lebih manis sedikit. Benar-benar dingin. Aku tersenyum kecil membaca kartu ucapannya. Dia bahkan bisa menggambarkan orang tersenyum di sini tapi dia mengatakannya dengan dingin padaku. Kotaknya cukup besar. Apa isinya? Aku jadi penasaran.. Aku membuka kotak itu perlahan. Kulihat di dalamnya ada sebuah dress putih lengkap dengan sepatunya yang senada. Dan sebuah boneka teddy bear kecil memakai baju yang sama persis dengan baju yang dia belikan. Seketika aku tersenyum melihatnya. Dia..kabur dari istana untuk membelikan hadiah ulang tahun ini padaku? Aku melihat diriku di cermin. Dan membayangkan jika baju itu kupakai. Aku sangat menyukainya
“Gomawo” ujarku
Kulihat dia sudah tertidur. Namja yang aneh

—————————Cinderella ?—————————

~Author POV~
“Bersulang untuk Putri Mahkota!”
Ballroom itu ramai, dipadati orang-orang yang datang ke pesta, pesta ulang tahun putri mahkota yang ke-18. Namun, bintang pesta itu justru belum juga muncul.
“Dimana putri mahkota?” tanya sang Ratu pada dayangnya
“Sebentar lagi beliau akan keluar yang mulia Ratu,” ujar dayang itu
Dan benar saja, tak lama kemudian muncullah seorang yeoja dari lantai atas. Turun mengenakan sebuah dress putih yang sangat anggun dipakainya beserta sebuah tiara di kepalanya. Semua undangan tercengang, terlebih sang putra mahkota. Tidak percaya. Sang putri mahkota mengenakan gaun pemberiannya, lengkap dengan sepatunya. Tak ada yang bisa melunturkan senyum di wajahnya. Ternyata memang sangat cocok dan sesuai ukurannya, batinnya

~Siwon POV~
Aku tersenyum melihatnya, dia benar-benar cantik hari ini. Dia, sang putri mahkota
“Jadi itu, putri mahkotanya?” tanya eomma
“Ne eomma,” ujarku
Kurasakan tangan eomma menarikku
“Kajja, kita ke halmeoni.”

~Sooyoung POV~
“Saengil chukkhae!!” ujar taeyeon, yoona, dan seohyun yang datang ke pestaku
“Gomawoyo~” ujarku
“Aku tidak percaya, pesta ini benar-benar keren,” ujar taeyeon
“Youngie kita sudah bukan anak kecil lagi,” ujar yoona yang membuatku tertawa
“Sepertinya baru kemarin kita masuk sma, sekarang kita semua sudah 18 tahun, waktu berjalan sangat cepat,” ujar seo bijaksana
Kulihat kyuhyun datang dengan leeteuk, donghae, dan changmin
“Annyeong” ujarku
“Saengil chukkhae!” ujar mereka
“Gomawo leeteuk, donghae, changmin a,” ujarku
Kulihat kyuhyun tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku
“Pesta dansanya akan segera dimulai,” ujarnya
Aku tersenyum sekaligus agak bingung dengan sikapnya. Aku meraih tangannya dan berjalan dengannya
“Gomawo, kukira kau akan memakai gaun yang lain,” ujarnya yang seketika membuatku mengerti perubahan sikapnya hari ini
“Ne, tentu saja. Gomawo aku sangat menyukainya,” ujarku
“Jinjjayo?”
Aigo..kenapa aku mengatakan hal seperti itu? Aku harus cepat-cepat mencari topik
“Ah, aku..tidak bisa ballroom dance,” ujarku
“Tenanglah, aku akan mengajarimu,” ujarnya
“Bagaimana caranya?”
“Pertama, lingkarkan kedua tanganmu di leherku,” ujarnya
“Lalu?”
“Kau tinggal mengikuti langkahku pelan-pelan,” ujarnya
“Arraseo.”
Kurasakan dia melingkarkan tangannya di pinggangku. Omona..kenapa jantungku berdetak kencang begini..ada apa denganku? Apa aku salah makan tadi pagi
“Aku..takut salah langkah,” ujarku
“Percayalah padaku, maka kau akan baik-baik saja,” ujarnya sambil tersenyum
“Ne”

~Seohyun POV~
“Mereka serasi sekali ya,” ujar tae
Aku dan yoona mengangguk
“Ini bahkan lebih dari dongeng cinderella, dia tidak akan berubah jam 12 malam,” ujar yoona
Aku dan tae mengangguk
“Kapan ya..kita bisa merasakannya,” ujarku
Tae dan yoona mengangguk dan kami bertiga menghela nafas bersamaan. Tiba-tiba kurasakan bahuku ditepak seseorang
“Kau..temannya sooyoung?” tanya namja itu. Kalau tidak salah namanya shim changmin. Dia populer di sekolahku, salah satu dari 4 pangeran itu. Seketika aku mengangguk
“Kau sudah punya partner berdansa?” tanyanya
Aku menggeleng
“Aku juga belum. Bagaimana kita berdansa?” tanyanya
Omona..apa aku akan mati hari ini?

~Yoona POV~
Kulihat namja itu meraih tangan seohyun pergi. Aku menatapnya
“Beruntung sekali dia,” ujar tae
“Ne. Itu Shim Changmin kan?” ujarku
“Ne. Kurasa setelah ini dia akan diburu banyak yeoja, seperti youngie,” ujar tae
“Aku..mengambil minum dulu ya,” ujarku
“Ne, jangan lama-lama,” ujar tae
Aku tersenyum lalu pergi. Aku mengambil jus dengan hiasan mangga di pinggirnya. Ini benar-benar enak. Aku berbalik dan tidak sengaja menabrak seorang namja. Kulihat bajunya terkena sedikit jusku
“Aigo..jeosonghamnida, aku tidak sengaja” ujarku lalu mengambil tissue untuk membersihkannya
“Ne, gwaenchanhayo,ini hanya basah sedikit. Kau..temannya soo kan?” tanyanya
“Ne?”
“Aku..salah orang ya?” ujarnya menggaruk tengkuknya
“Ah, ani. Aku temannya. Joneun im yoona imnida,” ujarku
“Lee donghae imnida,” ujarnya
Seketika aku tahu. Dia..namja yang dibicarakan sangat tampan dengan wajahnya yang seperti tokoh komik.Ternyata benar..

~Taeyeon POV~
Kemana anak ini? Sekarang dia juga menghilang. Aku merasa asing sekarang. Youngie dan seo berdansa. Yoona hilang entah kemana. Tiba-tiba kulihat seorang namja duduk di sebelahku
“Kau mencari siapa?” tanyanya
“Chinguku,” ujarku
“Yang…tadi berambut sebahu?” tanyanya
“Ne!”
“Ah, tadi dia sedang sibuk membersihkan baju donghae yang ketumpahan jusnya,” ujarnya
“Ne?”
“Sudah tenang saja, donghae tidak akan membunuhnya hanya karena menumpahkan jus. Haha,” ujarnya
Aku tersenyum
“Leeteuk imnida,” ujarnya
“Taeyeon imnida,” ujarku
“Kau tidak berdansa?”
Aku menggeleng
“Aku tidak bisa dan tidak terlalu suka,” ujarku
“Nado,” ujarnya
“Jinjjayo?”
Dia mengangguk
“Kau chingunya soo kan?” tanyanya
“Ne”
“Kalian sudah berapa lama kalian bersahabat?” tanyanya
“Hm..mungkin dari lahir? Kau sendiri?” ujarku
“Hm..sepertinya sama,” ujarnya
“Ya, itu ungkapan yang berarti kau sudah sangat mengenalnya luar dalam,” ujarku
“Kau benar, Haha,” ujarnya
Kami terus memperhatikan mereka
“Kurasa sebenarnya kyuhyun menyukainya, hanya gengsi mengakuinya,” ujarnya
Aku mengangguk setuju
“Mereka sangat manis,” ujarku

—————————Cinderella ?—————————

~Author POV~
Seorang yeosong menatap pemandangan di depannya dengan tatapan tidak suka. Kejutan yang tidak diharapkannya. Kedatangan orang yang tidak disukainya
“Lama tidak berjumpa, Hana, atau kurasa aku harus memanggilmu Ratu Hana?” ujar orang itu padanya
“Ne, Min Young,” ujar yeosong itu
“Min Young ah..lama tidak berjumpa,” ujar sang ibu suri
“Ne, yang mulia ibu suri,” ujar yeosong itu
“Kyuhyun sudah tumbuh dewasa. Istrinya cantik,” ujar yeosong itu
“Ne, kau benar. Dia menambah keceriaan di istana ini. Mereka benar-benar pasangan yang manis,” ujar ibu suri
Yeosong itu hanya tersenyum sekilas. Memorinya kembali berputar. Ia tidak akan pernah melupakan kejadian itu.. Seumur hidupnya tidak akan.. Ia memandang sang putra mahkota yang menjadi pusat perhatian semua orang. Seharusnya, itu bukan miliknya, batinnya

~Kyuhyun POV~
Pesta selesai. Kulihat dia merebahkan dirinya di kasur
“Akhirnya..selesai juga,” ujarnya
Aku menahan tawa mendengarnya
“Di mana-mana, orang akan sedih karena pestanya selesai, mungkin hanya kau yang akan senang” ujarku
Kulihat dia melepaskan heelsnya
“Aku pusing dengan keramaian seperti itu, bahkan tidak semuanya kukenal,” ujarnya
“Ne,” ujarku
“Ah..”kudengar dia meringis
“Kenapa?” tanyaku
“Kakiku sakit,” ujarnya
“Jinjjayo?”
Aku duduk di lantai
“Mana kakimu?” tanyanya
“Ani, gwaenchanhayo,” ujarnya
“Aish..” aku menaruh kakinya di tanganku. Kulihat kakinya lecet
“Aku..tidak biasa memakai heeels,” ujarnya
“Babo! Dan kau tetap memakainya sampai kakimu lecet?” tanyaku
“Ya! Siapa suruh kau membelikanku heels!” ujarnya
“Aku kan tidak memaksamu memakainya!”
“Kau sudah membelikan itu untukku sampai kabur dari istana, bagaimana bisa aku tidak menghargai usahamu!” ujarnya
“Kau..memakainya demi menghargai pemberianku?” tanyaku
“Tentu saja! Kau kan jarang baik padaku!” ujarnya
“Ya! Memangnya aku sejahat itu!” ujarku
Dia mengangguk
“Aish..sini aku obati kakimu,” ujarku
“Sudah biarkan saja,” ujarnya
“Mana bisa begitu! Kakimu lecet karena heels pemberianku, jadi aku harus bertanggung jawab,” ujarku
Aku mengambil obat tradisional buatan tabib istana dan mengoleskannya ke kakinya
“Kyaa!! Perih!!” ujarnya
Aku meniupnya
“Kau itu seperti anak kecil, memakai obat begini saja perih,” ujarku
“Ya! Kau sendiri bagaimana kalau di posisiku!” ujarnya
“Sudah tenang saja, yang penting lukanya segera sembuh,” ujarku
Setelah mengobatinya, aku beranjak pergi. Kurasakan dia menahan tanganku
“Ddo wae?” tanyaku
“Gomawo..” ujarnya
“Ne”

—————————Cinderella ?—————————

~Sooyoung POV~
Aku tidak bisa tidur. Aku membalik punggungku, guling yang membatasi kami kuturunkan. Kulihat dia sudah tidur. Kalau dilihat-lihat, sebenarnya dia tampan juga.. Aish! Apa yang kupikirkan? Kulihat wajah tidurnya sangat polos. Berbeda jauh dengan imagenya. Cho Kyuhyun, benar-benar namja yang aneh. Terkadang dia bisa menjadi namja yang menyebalkan. Terkadang juga, dia bisa menjadi namja yang baik. Keinginannya sulit dimengerti. Terkadang aku merasa dia memperhatikanku, terkadang juga aku merasa dia meremehkanku. Perkataannya dingin, meski sepertinya hatinya tidak begitu. Sikapnya bisa berubah setiap detik. Benar-benar aneh. Sebenarnya dia punya berapa kepribadian? Aku sendiri tidak mengerti. “Jaljayo”

~Kyuhyun POV~
Aku terbangun tengah malam. Apa dia sudah tidur? Aku membalik punggungku, kuturunkan guling yang membatasi kami. Ternyata dia sudah tertidur. Wajahnya sangat damai dan tenang, berbeda dengan imagenya yang serampangan. Kalau dilihat-lihat..sebenarnya dia sangat cantik dan manis, meski suka berdebat dan jail.. Tunggu dulu? Apa yang barusan kukatakan? Aku menatap wajahnya yang tidur dengan tenang. Cho Sooyoung, kalau menyebut nama itu terasa aneh bagiku. Bagaimana bisa aku menikah dengannya? Mungkin itu pertanyaan terlucu bagiku. Semuanya berjalan begitu saja. Yeoja yang unik.. Dia memiliki ide tak terduga, begitu pula tindakannya. Jujur, halmeoni benar. Dia menambah keceriaan di istana, tapi juga masalah yang aneh-aneh. Dia bisa menjadi yeoja yang manis dan anggun di depan banyak orang, tapi hanya di depanku, dia bisa berubah menjadi sangat jail dan menyebalkan. Dia yeoja yang sulit ditebak jalan pikirannya. Terkadang bodoh, terkadang juga manis. Kalau dia tahu sepatu itu bisa membuat kakinya lecet seharusnya tidak usah dipakai. Tapi jujur, aku senang dia menghargai pemberianku karena itu pertama kalinya aku kabur dari istana tengah malam hanya untuk membelikan kado bagi seorang yeoja. Aku sendiri tidak mengerti kenapa hanya kata-kata dingin yang kukeluarkan padanya, padahal sebenarnya dia yeoja yang baik. Terutama perasaanku, itulah yang paling tidak kumengerti..

~Sooyoung POV~
Aku terbangun dari tidurku. Hangat… itulah yang kurasakan. Hari ini hari minggu, jadi aku bisa tidur dengan tenang, tanpa mempedulikan bangun pagi ke sekolah. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku.. Apa ini mimpi? Aku dipeluk oleh seorang pangeran yang sangat tampan. Wajahnya tenang dan menghangatkan. Tunggu dulu? Pangeran? Aku mencoba mengusap mataku. Kurasakan tanganku tertahan dalam pelukan seseorang. Hingga kusadari siapa yang memelukku
“KYAAAAAAAAA!!!!!!”

—————————TBC—————————

^^ RCL~

51 thoughts on “Cinderella ? {Part 4}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s