Time Machine {Part 2-Memory}

time machine

Title :Time Machine

Main Cast Part  2 :
*Seo Joo Hyun
*Shim Changmin
*Yonghwa

Type : Series

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-17

Part 2-Memory

~Author POV~
Seorang yeoja tengah tersenyum pilu melihat dirinya di cermin. Ia mengenakan wedding dress indah dan cantik. Tapi ia memakainya..bukan untuk orang yang dicintainya..

———————————————-

~All Seohyun POV~

“Annyeong” ujarnya
Aku terdiam, pura-pura mengabaikannya. Kulihat dia sudah pergi. Aku sendiri. Di rumah ini. Dengan hatiku yang kosong. Aku pergi ke kamarku. Aku menitikkan air mata. Sudah sebulan hidupku seperti ini, sejak menikah dengannya. Sejak namaku berganti menjadi Shim Joo Hyun. Aku menghela nafas. Bukan ini pernikahan yang kuharapkan. Aku melihat foto namja itu. Pernikahan yang kuidamkan..adalah bersama yonghwa oppa..

Flashback
Aku mengayunkan tangan kami saat berjalan di Nami Island. Kulihat dia memandangku bahagia
“kau senang?”
Aku mengangguk
“Tentu saja. Akhirnya kita ke sini!” ujarku
“Memang kenapa?”
“Pasangan kekasih belum bisa disebut pasangan kalau belum ke Nami” ujarku
“Jinjjayo?”
“Itu menurut kamusku!” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Seo..”
“Ne?”
“Beberapa tahun lagi aku pasti sudah menjadi musisi yang hebat. Dan setelah itu aku berjanji. Kita akan menikah” ujarnya
Aku tersenyum menatapnya
“Ne oppa”
Flashback End

Aku mencium fotonya. Oppa..aku sangat merindukanmu..Dimana kau sekarang

————————————-

Kami berdua sedang makan malam. Seperti biasa suasana canggung dan hening. Aku tidak bisa memulai percakapan. Aku membencinya. Itu kenyataannya. Karena dia aku dan yonghwa oppa tidak menikah. Karena dia, aku di sini dan terperangkap dalam rumah tangga yang menyebalkan. Dan membosankan. Rutinitas yang selalu sama, dan semua hal yang tidak romantis terjadi di sini. Aku berdiri setelah selesai makan dan segera pergi. Aku ingin mengakhiri ini semua kalau saja bisa..

————————————-

Aku terperangkap dalam acara keluarganya sekarang. Aku tidak mengenal siapapun di sini. Tidak, bahkan aku tidak mengenal dia, Shim Changmin, orang yang mengajakku ke sini. Tidak sengaja, seorang yeoja menyenggolku
“Jeosonghamnida” ujarnya
“ne jeosonghamnida” ujarku
“Kau..anaenya changmin kan?” ujarnya
“Ah, ne” ujarku
“Yoona imnida!! Aku sepupunya changmin. Mannaseo panggapseumnida!!” ujarnya
Aku menyalami tangannya dan tersenyum
“Seohyun imnida”
Kami berdua duduk dan berbincang-bincang. Dia orang yang cukup ramah dan baik. Mungkin dia satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara di sini
“Changmin itu sebenarnya baik, hanya memang agak pemalu” ujar yoona yang membuatku mengangguk
“Tapi kurasa dia pasti baik padamu” ujarnya
Aku tersenyum. Sejujurnya aku dan changmin tidak pernah mengobrol sekalipun. Selalu hening. Tapi harus kuakui, dia tak pantang menyerah mengucapkan annyeong padaku setiap pagi. Tapi tak pernah kubalas
“Kuharap kau menjaganya, dia namja yang baik” ujar yoona
Mianhae..tapi aku perlu waktu..atau mungkin aku tidak bisa melakukannya..yoonassi

————————————-

Aku sedang membersihkan kamarku, tiba-tiba kudengar suara bel pintu. Aku membukanya dan kulihat sica di sana
“Wuah!! Sica!!!! Bogoshipo!!” ujarku
“Nado!!!”ujarnya memelukku
“Ayo masuk! Kau mau minum apa?”
“Tidak usah seo..aku di sini hanya sebentar” ujarnya
“Sebentar?”
Dia mengangguk
“Aku ingin memberitahu..sesuatu tentang yonghwa” ujarnya
Seketika aku memandangnya
“Dimana dia sica?”
“Kurasa sebaiknya..kau tidak melihatnya lagi” ujar sica
“Wae..yo?” tanyaku
“Itu hanya akan menyakitimu seo, percayalah” ujarnya
Aku terdiam
“Dia…bukan namja yang baik” ujar sica
Aku menatapnya
“Sica..”
“Aku tidak mau kau tersakiti. Berbahagialah dengan nampyeonmu sekarang dan..”
“Aku ingin melihatnya sica..jebal. Apapun itu aku siap. Setidaknya aku tahu..dimana dia”
“Baiklah..”

————————————-

Aku menatap sica bingung. Kenapa aku dan sica hanya menunggu di mobil
“Sica..sebenarnya dia dimana?”
“Sebentar lagi dia akan keluar” ujar sica
Aku terus menatapnya. Hingga kudengar sica berteriak
“Itu dia!” ujarnya sambil menunjuk seorang namja. Aku membelalakkan mata melihatnya. Seketika air mataku menetes. Dia..yonghwa oppa..bersama yeoja lain..berciuman?
“Seo..”
Aku turun dari mobil dan menghampirinya. Aku menamparnya
“Annyeong seo~” ujarnya yang dapat kukenali dari baunya. Ini bau soju.Dia mabuk
“OPPA! KENAPA KAU BEGINI!”
“Aku..begini? Aku dari dulu begini. Apa yang berubah?”
“Oppa..kau bukan yonghwa oppaku yang..”
“Aku sudah muak dengan semua sandiwara itu!” ujarnya
“San..di..wara?” ujarku
“Ne. Aku bosan dengan yeoja kaku sepertimu. Kau lebih seperti ahjumma bagiku! Kau bawel, menyebalkan, dan terlalu lugu Seo Joohyun!” ujarnya
Aku terdiam dan menitikkan air mata. Aku menamparnya. Sica benar..dia..tidak pantas untukku
“Aku menyesal mencintai orang sepertimu oppa. Dan kutegaskan namaku sekarang adalah Shim Joo Hyun. Annyeonghaseyo” ujarku lalu pergi
Aku menangis sepuasnya di mobil
“Seo..”
“Antarkan aku pulang sica..”

————————————-

Aku memasuki pintu gerbang rumah. Kulihat sica ingin membantuku
“Aku bisa sendiri sica. Gomawo” ujarku
“Ne..hati-hati ya” ujarnya
Aku tersenyum dan menekan bel rumah. Kulihat namja itu membukakan pintu dan mukanya khawatir
“Kau darimana saja Joohyun ah? Aku sangat khawatir mencarimu. Aku..”
Aku memeluknya dan menangis di bahunya
“Changmin…mianhaeyo..” ujarku
“Joohyun ah..”
“Mianhaeyo karena aku dingin padamu..aku benar-benar minta maaf..” ujarku
“Aku tidak pernah merasa itu sebuah kesalahan” ujarnya menenangkanku
“Dia bukan namja yang baik changmin..” tangisku
Kurasakan dia mengelus kepalaku perlahan, membuatku merasa hangat
“Mulai sekarang..kau bisa menjadikanku sahabat”

————————————-

Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi bertemu yonghwa oppa. Namun, hubunganku dan changmin membaik. Kami mengobrol. Itu kemajuan besar. Yoona benar, dia baik. Aku merasa bersalah telah mendinginkannya. Hari demi hari berlalu. Hari ini tepat hari pernikahan kami ke 100 hari. Entah kenapa aku memasak beberapa menu kesukaannya, seolah ini memang hari spesial. Aku tidak mengerti pada diriku sendiri. Kulihat dia pulang ke rumah. Aku menyambutnya
“Annyeong!!” ujarku
“Annyeong” ujarnya sambil tersenyum. Kulihat dia membawa sebuah kotak
“Apa itu?” tanyaku
Dia hanya diam dan mengeluarkan isi kotak itu. Aku bingung harus berekspresi apa. Dia membawakan sebuah tart bertuliskan hari pernikahan ke-100 hari. Changmin-Joohyun. Aku tersenyum melihatnya. Tapi juga bingung. Entah kenapa perasaanku berdebar. Kulihat dia melihat ke arah meja. Dia tersenyum melihatku memasak menu favoritnya. Kami berdua tertawa. Seakan mengerti satu hal. Kami berdua saling jatuh cinta

————————————-

Aku menggandeng tangannya. Kami bertiga berjalan di Nami Island. Aku, dia, dan seorang malaikat kecil di perutku. Dia mengelus perutku yang membesar dan tersenyum.
“Kenapa kita piknik ke sini?” tanyanya
Aku kembali mengingat memori saat aku bersama yonghwa oppa. Memori yang hari ini ingin kubuang di Nami Island. Karena aku ingin  memiliki memori baru, membuka lembaran baru..aku berjalan di sini bersama kekasihku, nampyeonku, appa dari anakku..Shim Changmin

TBC
RCL ^^

One thought on “Time Machine {Part 2-Memory}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s