Time Machine {Part 1-Everlasting}

time machine

Title :Time Machine

Main Cast Part 1 : TaeTeuk

Type : Series

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-17

~Author POV~
Setiap orang memiliki kisah cinta masing-masing.
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead
Itulah perumpamaannya. Ya, tak semua kisah cinta berakhir pada pernikahan dan hidup bahagia. Namun tak semua kisah cinta pula berakhir pada akhir yang kandas begitu saja. Kisah pertama… Everlasting

Part 1 – Everlasting

~All Taeyeon POV~
Aku memandang sekelilingku. Sesekali menghela nafas. Ini hari jadi kami ke 10 tahun. Tapi, mungkin hanya aku yang akan mengingatnya. Seharusnya, hari ini kami menikah. Ya, begitu seharusnya. Sesuai janji kami..kalau saja aku ini semua tidak terjadi. Kalau saja dia tidak ada. Dan kalau saja..aku bisa kembali.. ke masa itu..

—————————————————–

Aku ingat persis saat itu. Musim semi. Bunga bertumbuhan, sama seperti saat ini. Dan saat itu ada satu hal yang berbeda. Aku menggandeng tangannya. Tangan namjachinguku. Sambil bermain di Lotte World dengan bahagia.

Flashback
“Aaa..”
Aku memakan es krim itu dengan bahagia. Tersenyum ke arahnya. Ini adalah kencan pertama kami. Aku menggandeng tangannya. Aku ingin sekali berteriak di depan semua pengunjung sekarang
“INI NAMJACHINGUKU, NAMANYA LEETEUK OPPA”
Itulah yang ingin kuteriakkan. Tapi aku malu melakukannya. Ya, siapapun tidak akan mau melakukannya. Termasuk aku. Kulihat dia menatapku bahagia
“Aku ingin 100 tahun lagi kita tetap bersama seperti ini. Selamanya” ujarnya
Aku tersenyum dan merangkulnya
“nado”
“Taeyeon ah” ujarnya
“Ne?”
“Sekarang umurmu 15 tahun. Jika 10 tahun lagi kita masih bersama, aku akan menikah denganmu, tepat di hari jadi kita ke-10 tahun” ujarnya
“Kau…serius oppa?”
Dia mengangguk
“Aku berjanji” ujarnya sambil memberi kelingking
Aku melingkarkannya
Flashback End

———————————————–

Aku masuk ke rumahku yang kosong. Aku sendirian. Sama seperti hatiku yang kosong. Kalau saja leeteuk oppa menikah denganku hari ini..apa semuanya akan berbeda?

Flashback
“Wuah!! Neomu kwiyeoptaa~” ujarku sambil melihat seorang bayi yang tengah digendong di mall
“Suatu saat nanti kita juga akan seperti itu” ujarnya
Aku menyenggolnya
“Aku serius chagi” ujarnya
“Kuharap begitu” ujarku
“Kalau kau hamil nanti, aku akan membawakan semua makanan yang kau mau” ujarnya
“Semua?”
“Ya..selama bisa kucari” ujarnya sambil menggaruk tengkuk
“Oppa, darimana kau mendapat semua kata-kata manis itu? Dari donghae?”
Dia menggeleng
“Dari chagiku” ujarnya
“Kapan aku mengatakannya?”
“Hm..kau tidak mengatakannya, tapi kau lah yang membuatku memikirkannya”
Flashback End

Apa benar..dia akan memperhatikanku seandainya kami menikah? Apa pernikahanku akan bahagia? Aku tidak tahu dan tidak bisa menjawabnya.. Oppa…aku sangat merindukanmu.. Dan aku rindu..saat kita bersama. Saat kau masih menjadi oppaku,namjachinguku

———————————————

Aku melihat fotonya yang kusimpan dalam dompetku. Oppa..aku menyesal. Harus kuakui keputusanku memilih mimpiku menjadi penyanyi profesional adalah keputusan terbodoh seumur hidupku. Karena pada akhirnya aku telah kehilangan keduanya oppa. Aku kehilangan mimpiku. Dan aku kehilangan kau..

Flashback
“Oppa..aku akan debut” ujarku bahagia. Setelah melewati masa trainee ku yang lama, akhirnya aku debut! Ya, debut menjadi seorang penyanyi
“N..Ne?”
“Aku akan debut menjadi penyanyi profesional! Setelah bertahun-tahun menjadi trainee akhirnya aku debut oppa!” ujarku
Kulihat dia hanya diam
“Oppa! Memangnya oppa tidak senang! Kita harus merayakannya!” ujarku
“Taeyeon ah..”
“Ne?”
“Karena aku mencintaimu, aku akan jujur padamu” ujarnya
“Ne?”
“Aku..sebaiknya..”
“Sebaiknya?”
“Sebaiknya kau tolak tawaran itu” ujarnya
“Wae?”
“Kau sendiri tahu kan bagaimana beratnya dunia entertaint? Saat SMA mungkin kita menganggapnya keren, hebat, dan kagum. Tapi setelah kita kuliah, kita seharusnya sadar. Kehidupan mereka jauh dari semua kata itu. Aku tidak mau kau..”
“Oppa, apa kau mencintaiku?” tanyaku
“Ne taeyeon ah”
“Kalau begitu kau harus mendukungku dan mimpiku!” ujarku
“Tapi taeyeon ah..”
“Mianhae oppa, aku tidak ada pilihan lain selain membuatmu memilih. Kau pilih kita tetap bersama atau tidak? Kalau ya, kumohon dukung aku oppa.” ujarku
Kurasakan dia memelukku
“Ne..aku..mendukungmu” ujarnya
“Gomawo oppa..jeongmal gomawoyo” ujarku
“Tapi ingat pesanku. Hati-hati terhadap pergaulannya”
“Ne oppa. Arraseo”
Flashback End

Aku menyesal tidak menolak tawaran itu oppa. Aku ingin kembali ke masa itu dan mengatakan “Ne, aku akan menolaknya”. Tapi semuanya sia-sia. Aku tidak punya mesin waktu untuk kembali ke masa itu. Aku tidak bisa oppa.. Dan sekarang..aku bahkan tak pantas untukmu..oppa

———————————————

Aku melangkahkan kakiku ke supermarket. Tak lupa dengan penyamaranku. Aku membeli kebutuhan pokok. Kulihat pasangan yang tengah membeli kebutuhan pokok bersama. Aku iri melihatnya. Aku juga ingin seperti itu.. Tapi ini semua telah hancur. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku memutuskan tetap hidup sementara semua orang di posisiku kemungkinan besar sudah mengakhiri hidupnya…

Flashback
Aku melangkahkan kakiku masuk ke ruang itu. Kulihat di sana ada managerku dan seorang namja yang tidak kukenal.
“Taeyeonssi?” tanyanya
“Ne. Annyeonghaseyo” ujarku
“Duduklah” ujar managerku
Aku menurutinya
“Ada..apa?” tanyaku
“Begini taeyeonssi. Kau akan menjadi seorang bintang besar!” ujarnya
“JINJJAYO?”
Dia mengangguk
“Kau akan mengisi soundtrack di berbagai drama. Kau akan menjadi bintang besar yang dikenal semua orang” ujar namja itu
“JEONGMAL KAMSAMIDA!!” ujarku menjabat tangannya
“Dengarkan dulu nona” ujarnya
Aku kembali duduk
“Mianhaeyo..aku..terlalu senang” ujarku
“Produser akan mempromosikanmu, dengan satu syarat”
“Syarat..?”
“Ne, sangat mudah. Dan setelah itu soundtrack itu milikmu”

Flashback End

Aku menyesalinya. Menyesali keputusanku menerima syarat itu. Aku terlalu terobsesi dengan mimpi itu. Dan aku mendapat masalah besar. Aku keluar dari agensi dan meninggalkan leeteuk oppa begitu saja. Aku..tidak sanggup lagi bertemu dengannya

———————————————

Kudengar bel pintu berbunyi. Aku membuka pintu. Kulihat di sana, seorang yeoja tinggi yang kukenali berdiri di sana
“Annyeong~” ujarnya
“Seo..” lirihku pelan dan memeluknya
“Bogoshipo..” ujarku
“Nado taeyeon ah” ujarnya
Aku membiarkannya masuk ke dalam dan mengunci pintu
“Bagaimana kabarmu?” tanyanya
Aku menghela nafas
“Buruk” ujarku
“Aigo..kau tidak boleh berkata begitu. Kasihan dia” ujarnya
“Kau sendiri?” tanyaku
“Sebenarnya..akupun tidak bisa mengatakan kabarku baik-baik saja” ujarnya
Aku melihatnya dan dia mengeluarkan sebuah undangan
“Ini..”
“Aku akan menikah dengan Changmin oppa” ujarnya
“MWO?”
Kulihat dia menghela nafas
“Aku tidak menginginkannya taeyeon ah..” ujarnya sambil menangis. Aku memeluknya
“Kalaupun akan menikah..aku hanya ingin..menikah..dengan yonghwa oppa..” ujarnya
“Seo..”
Dia melepaskan pelukannya
“Ini..demi keluargaku” ujarnya
Aku menghapus air matanya
“Appaku..berhutang banyak pada appa changmin oppa.” ujar seo
“Dan..aku harus menikah dengannya demi orang tuaku” ujarnya
“Seo dengarkan aku” ujarku
“Perlahan, kau akan belajar mencintainya” ujarku
“Taeyeon ah, ini tidak semudah yang kau bayangkan” ujarnya
Aku tersenyum
“Ne, memang tidak mudah. Tapi setidaknya..kau bisa mencoba” ujarku
“Gomawo taeyeon ah.. gomawo”
“Ne.”
“Taeyeon ah..aku ke sini..juga ingin menyampaikan sesuatu” ujarnya
“Ne?”
“Leeteuk oppa mencarimu” ujarnya
Aku terdiam
“Dia mencarimu. Dia selalu bertanya padaku tentang keberadaanmu. Kurasa tidak baik terus menutupi ini darinya” ujarnya
“A..aku…dia terlalu sempurna untukku seohyun ah” ujarku
“Eonni..tidak ada yang terlalu sempurna atau terlalu tidak pantas dalam kata cinta” ujar seo menenangkanku
“Kurasa sebaiknya kau menemuinya, setidaknya kau tidak membiarkannya terperangkap dalam pertanyaan seumur hidupnya. Dimana orang yang dicintainya” ujar seo
Seketika aku menitikkan air mata. Aku juga ingin bertemu dengannya seo..tapi dia terlalu baik untukku

———————————————

Aku melihat kalenderku. Seharusnya hari ini aku ke dokter. Tapi kuurungkan niat itu. Hidupku seakan datar. Tidak ada keceriaan seperti dulu. Seperti saat bersama leeteuk oppa. Aku memutuskan pergi ke taman. Setidaknya mencari udara segar. Aku berpikir. Tabunganku, kian lama kian berkurang. Aku harus mencari pekerjaan. Aku melihat ke arah langit. Apa yang harus kulakukan.. Sebenarnya semangat hidupkupun sudah hilang. Tidak ada alasanku bertahan, tapi aku juga tidak punya alasan untuk mati sekarang. Tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku dari belakang. Aku terdiam
“Bogoshipo..jeongmal bogoshipoyo..”
Suara ini..kehangatan ini.. Seketika aku menitikkan air mata. Ini kyuhyun oppa. Aku membalikkan badan menghadapnya
“Kau kemana saja..Aku mencarimu kemana-mana” ujarnya memelukku
“Aku..”
Seketika tangisku pecah
“Aku tidak pantas lagi bersanding denganmu oppa. Kau terlalu sempurna untukku. Aku..”
“Aku sudah tahu semuanya dari seohyun” ujarnya
Aku terdiam
“Kenapa kau begitu babo hah? Aku mencintaimu, Kim Taeyeon apa adanya. Aku tidak peduli keadaanmu sekarang. Aku tidak peduli siapa appa dari anakmu. Dan aku tidak peduli pendapat orang lain tentangmu. Bagiku, kau adalah kau. Kau tetap Kim Taeyeonku.” ujarnya yang membuatku menangis
“Oppa..”
Kurasakan dia menyematkan sebuah cincin di jari manisku
“Marry me, Juliet?” tanyanya
“Apa ini mimpi?” tanyaku
“Ini nyata. Mungkin..agak aneh untuk dipercaya. Tapi seharusnya kita menikah kemarin, tepat di hari jadi kita ke-10 tahun” ujarnya
“Kau..mengingatnya?” tanyaku
Dia mengangguk
“Aku tidak akan pernah melupakan hari itu” ujarnya
Kurasakan dia memegang perutku
“This is our kid” ujarnya
Aku menitikkan air mata. Dia menghapusnya dan menatapku lekat-lekat. Dia menciumku perlahan. Ciuman yang sangat kurindukan
“I will, Romeo” ujarku
Kurasakan dia memelukku
“I know”

———————————————

Aku melangkahkan kakiku ke pelaminan. Kulihat dia mengenakan tuxedo putih yang membuatnya terlihat tampan. Aku tersenyum seketika. Gomawo oppa, telah mencintaiku seperti ini. Ini adalah anugrah terindah bagiku. Anugrah yang tak akan aku lupakan. Aku menggandeng tangannya. Aku tidak perlu mesin waktu untuk mengulang semuanya. Karena kurasa..aku tidak perlu kembali ke masa lalu untuk mendapatkan kebahagiaanku. karena kebahagiaanku sudah di depan mata. Dia, leeteuk oppa

TBC

RCL ^^

3 thoughts on “Time Machine {Part 1-Everlasting}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s