Autumn Tale {Part 4-End}

autumn-tale

Title :Autumn Tale

Main Cast :
* Choi Sooyoung
* Cho Kyuhyun
* Choi Siwon

Other Cast :
*Seo Joo Hyun
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Choi Minho
*Lee Donghae

Cameo Part 3:
*Yonghwa
*Taeyeon
*Hyoyeon

Type : Series

Genre : Romance, Family, Friendship,Sad

Rating : PG-15

Part 1 | Part 2 | Part 3

~Sooyoung POV~
Aku menggandeng tangannya. Hari ini kami pergi ke Nami Island. Kulihat pohon pinus di sekeliling kami gugur dengan indahnya. Aku menyandarkan kepalaku ke bahunya
“Aku tidak menyangka, akhirnya kita ke sini”
Kurasakan tangannya mengelus kepalaku perlahan
“Nado. Biasanya aku hanya melihatnya di lukisan” ujarnya
Aku tersenyum dan menggandengnya duduk di salah satu bangku. Kulihat dia tersenyum dan mengeluarkan kanvas
“Aku ingin melukis kita” ujarnya
“Ne?”
“Lihat saja” ujarnya yang membuatku tersenyum. Aku melebarkan slayer yang kubawa dan menyelimuti kami.
“Di sini..dingin” ujarku
“gomawo” ujarnya sambil tersenyum
Aku terus melihatnya melukis. Dia terlihat sangat bahagia. Tuhan..aku belum siap kehilangannya. Tapi bagaimana caraku mengatakannya..

Flashback
“Kumohon..hanya kau yang bisa membujuknya, untuk menjalani operasi itu sooyoungssi” ujar appanya
Aku terdiam. Akupun tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepada kyuhyun oppa
Dan kurasa hanya ada satu cara..
“Ahjeossi.. apa aku boleh mengajaknya..ke Nami Island?”
Flashback End

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku tersenyum melihatnya tertidur di sampingku. Aku melanjutkan lukisanku. Lukisan ini..bagaimanapun caranya harus selesai hari ini. Kurasakan setetes darah jatuh dari hidungku. Aku cepat-cepat menghapusnya. Untunglah dia tertidur setidaknya aku tidak terlihat lemah di depannya. Tapi kusadari aku tidak bisa terus menutupi ini darinya. Sekilas aku melihat ke arah lukisanku. Aku menyentuhnya. Lukisan ini..harus selesai hari ini. Karena mungkin..ini terakhir kalinya aku bisa melukis. Dan mungkin…menjadi lukisan dan hadiah terakhir..untuknya

~Siwon POV~
Aku terus mencerna kata-kata dalam buku itu. Dan kesimpulanku..kyuhyun mengidap sebuah penyakit serius. Aku terdiam. Mustahil..bagaimana bisa? Dia terlihat sangat kuat. Aku harus mencari tahu..ini semua

~Sooyoung POV~
Aku terbangun. Kulihat dia terlelap di sampingku. Aku melihat ke arah lukisannya. Sudah jadi. Catnya masih basah, tapi sudah menunjukkan keindahannya. Sekilas aku tersenyum. Di lukisan itu, ada sepasang kekasih yang bergandengan tangan. Meski dia menggambar dari belakang, aku tahu siapa pemilik postur tubuhnya. Namja itu kyuhyun..dan yeoja itu adalah aku. Dia bahkan melukis sesuai baju yang kami kenakan hari ini. Aku memandangnya kagum. Kulihat warna daun pinus yang gugur tampak nyata. Aku melihatnya mendekat hingga kusadari..ada setetes darah di sana. Aku melihat ke arah kyuhyun yang di dekat hidungnya tampak bercak darah. Aku menitikkan air mata. Oppa.. aku benar-benar tidak siap kehilanganmu. Aku tidak siap duduk sendiri di sini. Di bangku ini. Di tengah pohon pinus Nami Island yang berusia panjang. Aku ingin usiamu sepertinya, seperti pinus. Perlahan aku membersihkan bercak itu. Hingga dia terbangun
“Oppa..”
“Taraaa!! Lukisannya selesai!” ujarnya
Aku tersenyum
“Ne, sangat indah” ujarku
“Ini untukmu” ujarnya
“JINJJAYO?”
Dia mengangguk
“Untuk hari jadi 1 bulan kita” ujarnya
Aku memeluknya
“Gomawo..” ujarku
“Ne”

~Kyuhyun POV~
Aku melihat senyumnya yang cerah. Seketika aku sadar..aku tidak ingin kehilangan senyuman itu.. Aku harus jujur
“Ada yang..ingin kukatakan padamu” ujarku
“Apa?”
“Aku mencintaimu..” ujarku
“I know” ujarnya
“Tapi ada satu hal juga yang harus kau tahu..” ujarku
“..Apa?”
“Aku tidak bisa seperti donghae yang senantiasa berada di samping yoona. Dan aku tidak bisa seperti minho yang bisa melindungi yuri setiap saat..karena…” ujarku
“Aku tidak pernah memintamu menjadi donghae atau minho yang selalu berada di sampingku dan melindungiku oppa. Aku hanya memintamu menjadi cho kyuhyunku yang mencintaiku. Itu semua sudah cukup” ujarnya
“Youngie…aku tidak bisa mencintaimu lebih lama dari waktu yang akan kau berikan untuk mencintaiku.. Karena.. umurku tidak akan lama” ujarku
Kurasakan dia memelukku
“Kau akan bertahan oppa.. Kau akan hidup..percayalah” ujarnya
“Youngie..”
“Aku sudah tahu semuanya..” ujarnya
Kulihat dia memegang wajahku
“Dan aku menerimamu, Cho Kyuhyun apa adanya. Aku tidak peduli dengan semua hal itu. Aku yakin, kau bertahan”
“Youngie..”
“Kau masih punya harapan. Aku yakin operasi itu akan berhasil oppa. Percayalah” ujarnya
Aku menatapnya. Dia menitikkan air mata
“Aku tidak suka melihatmu menangis..youngie”
“Aku menangis bukan karena tahu tentang penyakitmu. Aku menangis karena aku merasa gagal menjadi yeojachingumu, karena kau bahkan tidak menceritakan padaku dari awal” ujarnya
Aku memeluknya
“mianhae..” ujarku
“Aku yang seharusnya meminta maaf..” ujarnya
“Aku sangat beruntung..memiliki yeojachingu sepertimu”
“Aku yang beruntung..oppa..” ujarnya
Tuhan..aku tidak ingin menyakiti hati malaikat ini..saat aku pergi

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat dia pulang ke rumah. Dia tersenyum, meski bisa kulihat matanya bengkak. Aku mengikutinya ke kamar.
“Bagaimana kencanmu?” tanyaku
“Baik” ujarnya sambil memasang sebuah lukisan
Aku menatap lukisan itu
“Itu dari kyuhyun?”
Dia mengangguk dan tersenyum
“Aku ingin dia melukis lebih lama lagi” ujarnya
Kulihat setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya dan cepat-cepat dihapusnya. Aku sudah tidak tahan melihatnya begini.. Aku memeluknya
“Ceritakan padaku.. Apa kau ada masalah?”
“Aku..tidak siap kehilangannya..oppa” tangisnya
Seketika aku sadar..dugaanku tepat
“Kenapa harus dia yang sakit jantungnya? kenapa bukan aku oppa..” ujarnya
“Ssst.. kau tidak boleh bicara begitu”
“Aku ingin menggantikannya oppa.. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpanya” ujarnya
Aku terdiam
“Kenapa golongan darahnya harus berbeda resus denganku oppa..kenapa dia harus O resus negatif..kenapa tidak O resuspositif sepertiku..” ujarnya
“Youngie..”
“Kenapa aku tidak berguna untuk menyelamatkannya oppa..”
Aku menenagkannya. Meski hatiku sakit melihatnya bersama kyuhyun..hatiku jauh lebih sakit melihatnya menangis. Karena sampai kapanpun..perasaan cinta ini..tidak akan bisa kubuang

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini adalah hari kelulusan siwon oppa. Kami sekeluarga menemaninya. Dia akan kuliah di luar negeri. Katanya dia mendapat beasiswa. Sejujurnya aku cukup merasa kehilangan oppaku. Tapi ini demi masa depannya. Kami semua di bandara untuk melepas kepergiannya
“Annyeong!!” ujarnya
“Annyeong hati-hati ya” ujar eomma dan appa
Aku memeluk siwon oppa
“I will miss you”
Kurasakan dia melepaskan pelukanku
“Baik-baik ya..dengan kyuhyun”
Aku mengangguk dan melambaikan tangan

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Hari demi hari berlalu. Hari ini tepat hari jadi kami ke 100 hari. Aku tersenyum. Kini aku terbaring lemah..di rumah sakit. Tapi setiap hari dia selalu menengokku. Dengan sabar menemaniku, mengajakku ngobrol, dan menyuapiku. Jantungku kian melemah. Itulah hal yang membuatku kesal akan diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa melindunginya..dan mewujudkan mimpinya sebagai seorang yeoja untuk menikah dan hidup bahagia. Aku terus melihat ke arah kalender. Menurut euisa, sisa waktuku hanya kurang dari 2 bulan. Aku turun dari tempat tidurku. kalaupun waktuku kurang dari 2 bulan..setidaknya aku ingin memberinya sesuatu di hari jadi kami ke 100 hari

~Sooyoung POV~
“Annyeong!!” ujarku
Aku masuk ke kamarnya. Kulihat kamarnya kosong
“Oppa?”
Aku melihat ke sekitar. Aku mengetuk pintu toilet
“Oppa? Kau di dalam?”
Tidak ada jawaban. Seketika jantungku berdetak keras
“Oppa! Ini tidak lucu!” ujarku
Tidak ada jawaban. Aku membuka pintu kamar mandi. Tidak ada orang.
“Oppa eodiyo?”
Aku mencarinya ke setiap sudut ruangan bahkan lemari. Tapi dia tidak ada
“OPPA! KELUARLAH!” ujarku
Tetap tidak ada. Aku keluar dari kamarnya. Berusaha mencari sosoknya. Kemana dia?
“Suster, apa anda melihat pasien namja tingginya sekitar 180 cm, putih, dan dirawat di kamar ini?” tanyaku
“Cho..Kyuhyun?” tanyanya sambil melihat berkas yang dipegangnya
“ne” ujarku
“Tadi dia pergi ke ruangan Park euisa” ujarnya
“Kamsamida” ujarku
Aku berlari ke arah ruang dokter. Hingga kulihat seorang namja yang tak lain adalah namjachinguku, berjalan ke arahku dan menenteng sebuah tas karton. Aku memeluknya
“Oppa..”
“Youngie..”
“Kau kemana oppa? Aku mencarimu kemana-mana. Aku sangat khawatir” ujarku
Kulihat dia menyodorkan tas karton berwarna pink itu. Aku membukanya. Isinya sebuah boneka teddy bear dengan inisial KS
“Ini..”
“Hari ini hari jadi kita ke 100 hari. Kupikir kau akan senang kalau kuberi hadiah” ujarnya
Seketika aku menitikkan air mata. Oppa.. bahkan di saat seperti ini…Kau masih bisa memikirkanku..
“Ne, aku sangat senang. Jeongmal gomawoyo” ujarku
Dia memelukku, di tengah orang-orang yang memperhatikan kami

~Seohyun POV~
Aku tersenyum melihatnya yang berkeringat karena membantuku merapikan meja. Yonghwa oppa membantuku seharian. Yonghwa oppa namjachinguku. Dia lah si pelanggan misterius pembawa gitar itu. Karena musik, kami mengobrol dan akhirnya malah bersatu. Kini aku merasakan..bahagianya mencintai dan dicintai. Seketika aku terbayang pada Seoul. Bagaimana kabar mereka semua sekarang? Kulihat seorang pembeli masuk
“Selamat datang” ujarku
Hingga akhirnya aku melihat siapa yang datang
“O..Oppa”

~Siwon POV~
“Annyeong Joohyun ah” ujarku
“A..annyeong oppa” ujarnya
Aku duduk di depannya
“Kau sudah besar sekarang” ujarku
“YA! Memangnya dulu aku kecil?”
Aku tersenyum mendengarnya
“Kau tidak berubah” ujarku
“Bagaimana kabar semuanya?” tanyanya
“Baik” ujarku
Aku melihat seorang namja yang terus memperhatikan kami
“Siapa dia?” tanyaku
“Dia..”
“Annyeonghaseyo, joneun Yonghwa imnida. Aku namjachingunya seohyun” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Jadi kau sudah punya namjachingu..jadi joohyun kita sudah dewasa sekarang”
“YA! OPPA! Berhenti menggodaku” ujarnya
Aku mengelus kepalanya
“Kau tetap yeodongsaeng kecilku yang manja hahha”
“Sebenarnya..kenapa oppa ke sini..?” tanyanya

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kaki dan menarik nafas dalam sebelum membuka pintu kamar dimana dia dirawat. Aku tidak boleh menangis di depannya. Aku harus tegar. Saat akan membuka pintu kurasakan pundakku ditepuk seseorang
“Ajeossi..”
Kurasakan appanya memelukku
“Gomawo sooyoungssi..jeongmal gomawoyo..” ujarnya
Kulihat appanya menangis
“Ajeossi..ada apa?” tanyaku
“Donor untuknya..sudah ditemukan” ujarnya
“JINJJAYO?”
Ajeossi mengangguk dan seketika air mataku jatuh. Masih ada harapan untuknya..Itulah artinya..
“Dan dia mau melakukan operasi, itu semua berkatmu” ujar ajeossi
Aku tersenyum dan masuk ke ruangan itu. Kulihat kyuhyun tersenyum menatapku. Aku memeluknya
“Aku percaya..kau akan bertahan” ujarku
“Aku akan bertahan chagi..demi yeoja yang kucintai” ujarnya menghapus air mataku
Aku tersenyum menatapnya
“Operasinya akan dilaksanakan besok” ujarnya
“Aku pasti akan menemanimu..” ujarku memegang tangannya

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Terima kasih Tuhan..telah memberiku harapan.. di saat aku telah putus asa. Aku ingin mendampinginya, menjadi orang pertama yang dilihatnya ketika ia bangun, dan menjadi yang terbaik baginya. Dan semoga..operasi besok berhasil..karena aku berjanji..akan mencintainya..setia padanya..dan menjaganya seumur hidupku

~Sooyoung POV~
Aku masuk ke kamarnya. Kulihat dia tersenyum melihatku
“Kau siap?” tanyaku
Dia mengangguk
“100000% siap” ujarnya
Aku memegang tangannya
“Operasinya pasti berhasil” ujarku
“Ne” ujarnya
“Tapi..”
“Tapi?” tanyaku
“Sebenarnya aku ingin melihat…siapa pendonornya” ujarnya
“Kenapa tidak kau tanyakan saja pada euisa?”
“Dia bilang, pendonornya ingin dirahasiakan identitasnya” ujarnya
“Dia..pasti orang yang sangat baik dan tulus” ujarku
“Ne.. dan dia adalah malaikat bagiku” ujarnya memegang tanganku
Aku tersenyum menatapnya. Kulihat dia mendekatkan wajahnya padaku. Aku menutup mata. Kurasakan dia mencium pipiku
“I will kiss my princess, if it success” ujarnya
Aku tersenyum dan memegang tangannya. Suster mendorong ranjang pasiennya. Aku memegang tangannya dan melepaskannya ketika sampai di depan ruang operasi
“Saranghae”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku duduk di depan ruang operasi, ditemani appanya, yoonyul, donghae, dan minho. Aku menunggu dengan cemas. Tiada henti berdoa. Kulihat seorang euisa keluar dari ruang operasi setelah beberapa jam. Seketika aku berdiri
“Operasinya berjalan lancar”
Aku menghembuskan nafas lega dan menitikkan air mata. Terima kasih Tuhan..terima kasih..
“Dia sangat beruntung” ujar euisa itu menepuk pundakku lalu pergi. Kulihat suster mendorong ranjangnya dari ruang operasi. Dia masih terlelap. Aku memegang tangannya. Terima kasih sudah bertahan..dan terima kasih..sudah berjuang demiku..demi kita

~Kyuhyun POV~
Aku membuka mataku. Kulihat cahaya sangat terang. Apa aku meninggal? Apa operasinya gagal? Kulihat yeoja di sebelahku tertidur pulas. Seketika aku tersenyum. Terima kasih Tuhan..aku hidup. Operasinya berhasil. Kulihat dia terbangun dan tersenyum ceria padaku
“Gomawo..sudah bertahan” ujarnya
“Sudah kukatakan aku pasti bertahan..demimu. Demi kita” ujarku
Kulihat dia tersenyum dan menitikkan air mata bahagia.
“And for kissing my princess” candaku
“I know you will” ujarnya
Aku menciumnya lembut. Kurasakan jantungku berdetak kencang. Terima kasih..karena aku masih bisa merasakannya. Aku menaruh tangannya di jantungku
“Aku bersyukur masih bisa merasakannya. Tadinya aku takut karena katanya kalau menerima jantung orang lain bisa jadi aku tidak merasakan detakan apapun pada orang yang ku cintai”
“Itu kata orang, oppa” ujarnya
“Ne, but this is real”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku melangkahkan kakiku ke altar. Memakai wedding dress putih dan cantik yang kuidamkan. Aku tersenyum melihat namja yang kucintai menungguku di depan altar. Mimpiku menjadi nyata. Dan itu semua mujizat. Kyuhyun oppa bertahan. Setelah operasi itu tidak ada masalah apapun pada tubuhnya. Aku sangat bersyukur. Bagiku..dia anugrah terindah. Hari ini aku merasa sempurna. Kecuali satu hal. Di sini..tidak ada siwon oppa. Sejak kepergiannya ke luar negeri untuk kuliah, dia tidak pernah sekalipun memberi kabar. Kami berusaha mencarinya di kuliahnya, yang mengagetkan mereka berkata dia tidak menerima tawaran beasiswa itu. Ini sangat rumit dan sulit dipercaya. Dan menyedihkannya, sampai sekarang kami tidak tahu dia dimana. Aku sangat merindukannya. Aku ingin dia di sini, menyaksikan pernikahanku dengan kyuhyun oppa. Dan aku ingin dia menjadi orang pertama yang tahu tentang pernikahanku ..sayangnya..itu semua tidak terwujud.. Aku menggandeng tangan kyuhyun oppa dan mengucap janji bersamanya. Janji sehidup semati yang kuimpikan

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Kyuhyun POV~
“Hana dul set..!!” ujarku sambil memotret mereka. Mereka istriku, Cho Sooyoung dan anakku, Cho Soohyun
“KIMCHI!!” ujar mereka berdua
Mereka melihat hasil fotonya dan tertawa
“Eomma lucu di sini” ujar soohyun yang berumur 5 tahun
“Soohyun ah, kenapa kau tampan sekali?” tanyanya sambil menatapku
“Karena di mirip appanya” ujarku bangga
Kulihat mereka tertawa. Aku merasa sangat beruntung. Tak hanya diberikan umur panjang dan tubuh yang sehat sekarang. Aku bisa memiliki sebuah keluarga kecil bahagia dan bisa melindungi mereka. Siapapun pendonor itu aku berhutang budi padanya. Dan padanya aku berjanji akan menjaga youngie dan keluargaku. Kudengar bel pintu berbunyi. Aku membuka pintu
“Wuah!! Annyeong seohyun ah, yonghwa!” ujarku
“Annyeong lama tidak bejumpa”

~Seohyun POV~
Aku melangkahkan kaki ke rumah itu. Kulihat surat yang meski warnanya sudah agak pudar, namun tetap kujaga baik.. Oppa.. sudah bertahun-tahun berlalu sejak kepergianmu. Mereka sudah bahagia..dan sesuai permintaanmu..aku tidak membuka surat ini dan menyerahkan ini..pada pemiliknya

Flashback
“MWO? APA KAU GILA OPPA! Itu sama saja membunuh dirimu sendiri!” ujarku
“Seohyun ah..”
“ANDWAE OPPA!” ujarku sambil menangis
“Seohyun ah..apa perasaanmu..jika kau di posisiku”
Aku terdiam
“Kau sudah memiliki yonghwa.. Bagaimana perasaanmu..jika yeoja yang dicintai yonghwa adalah satu-satunya kebahagiaannya. Dan dia sakit keras?”
“Aku…”
“Kau akan melakukan hal yang sama kan?”
Aku mengangguk
“Begitu pula aku seohyun ah. Aku..sudah terlanjur mencintainya” ujarnya
“Oppa..”
“Dan hanya kau yang tahu dan sadar akan perasaanku. Seohyun ah” ujarnya
Aku mengangguk dan memeluknya
“Oppa..”
“Seohyun ah..berjanjilah untuk tidak mengatakan pada siapapun tentang hal ini. Termasuk eomma dan appa. Dan terutama youngie” ujarnya
“Oppa….aku..”
“Kumohon seohyun ah..” ujarnya
Aku mengangguk. Kulihat dia memberikan sebuah surat
“Aku ingin menitipkan ini padamu. Karena..hanya kau yang paling tepat untuk menyimpannya” ujarnya
“Ini..”
“Itu surat..untuk youngie. Aku minta kau memberikannya. Pastikan kau memberikannya saat dia sudah menikah dengan cho kyuhyun dan dia sudah bahagia” ujar siwon oppa
“Oppa..”
“Berjanjilah seohyun ah. Rahasiakan ini dari siapapun. Arraseo?”
“Ne oppa. Aku..berjanji”
Flashback End

~Sooyoung POV~
“Annyeong seohyun! Yonghwa!” ujarku
“Annyeong!!” ujar mereka
“Ayo masuk” ujarku
“Tidak usah. kami..hanya sebentar” ujar seohyun
“Hanya sebentar?”
Seohyun mengangguk pelan dan menyerahkan sebuah surat padaku
“Maksud kedatanganku ke sini..karena aku harus memastikan ini jatuh ke tanganmu dan dibaca olehmu..” ujarnya
Aku menatap surat itu.
“Ini..”
“Aku tidak membukanya jadi aku tidak tahu isinya” ujar seohyun
Kurasakan dia memelukku
“Kau beruntung..dicintai olehnya begitu dalam”
Aku bingung mendengar perkatannya
“Berjanjilah untuk bahagia, setelah membaca surat itu. Itu pesan dari penulisnya” ujar seohyun
“Ne” ujarku
“Baiklah.Tugasku selesai. Annyeong” ujar seohyun
Aku masuk ke dalam dan melihat surat itu. Amplopnya sudah pudar warnanya. Aku duduk di sofa dan menatap kyuhyun. Dia mengangguk mengisyaratkan padaku untuk membaca surat itu. Aku mengeluarkannya

Untuk, Choi Sooyoungku
Annyeong ^^. Youngie, di saat kau membaca surat ini aku percaya kalau kau sudah bahagia bersama cho kyuhyun. Kau pasti sudah menikah dengannya dan sudah tersenyum. Aku bahagia atas kebahagiaanmu.
Youngie..bagiku anugrah terindah dalam hidupku adalah mengenalmu. Apa kau ingat saat pertama kita bertemu di ruang lukis? Kau berkata aku orang yang dingin

Seketika aku menitikkan air mata dan menyadari siapa penulisnya.. Siwon..oppa. Aku melanjutkan membaca

Youngie, ada sebuah rahasia yang tidak pernah kuungkapkan padamu. Aku mencintai seorang yeoja. Tapi aku bertepuk sebelah tangan. Karena yeoja itu telah mencintai namja lain. Yeoja itu adalah yeoja pertama yang berhasil meluluhkan hatiku. Sejujurnya, dia cantik, pintar, anggun, baik, dan sempurna di mataku. Dari tangannya muncul banyak lukisan ajaib. Dia..bernama Choi Sooyoung
Tak cukup hidupku dibuat kacau karena yeoja yang kucintai telah menjadi milik orang lain. Aku harus menerima kenyataan kalau yeoja itu..adalah adik kandungku yang tertukar di rumah sakit. Awalnya aku marah dan tidak terima pada kenyataan ini. Perasanku kacau. Aku tidak tahu siapa yang harus kusalahkan. Hingga aku sadar. Akulah yang mencintai orang yang salah.

Seberapa keraspun aku berusaha menghapus perasaanku, semuanya sia-sia karena aku hanya mencintai satu nama. Choi Sooyoung. Kau. Hanya dia yang bisa membuatku melihatnya. Hanya dia yang bisa membuatku mengejar sosoknya. Dan hanya dia yang membuatku mencintainya.

Setelah aku tahu dia adikku, aku mencoba mengubah perasanku. Namun itu semua gagal. Aku malah tambah mencintainya. Aku tidak bisa menahan perasaanku yang tidak dapat kuartikan tiap melihatmu bersama cho kyuhyun. Aku benci mengakui kenyataan, hanya dialah satu-satunya kebahagiaanmu. Hanya dia namja yang ada di hatimu. Bukan aku

Hari itu aku bermaksud memberimu ucapan selamat hari jadi ke satu bulan, tapi aku tidak sengaja menemukan diarymu. Maaf atas kelancanganku membacanya.

Dari buku itu aku tahu, seberapa besar kalian saling mencintai dan aku menemukan kenyataan, kalau cho kyuhyun mengidap penyakit keras. Sejenak aku berpikir. Apa aku harus senang mendengar kabar ini? Bukan. Aku justru tambah tidak kuat menahan sakit melihatmu menangis. Kau takut kehilangannya. Itulah yang kuketahui. Karena kau mencintainya. Karena hanya dia kebahagiaanmu.

Youngie, saat kau mencintai kau tak hanya belajar untuk memahami. Tapi juga untuk kehilangan seseorang yang kau cintai. Aku akhirnya memutuskan, untuk memperjuangkan kebahagiaanmu. Melalui Cho Kyuhyun

Aku memutuskan untuk mendonorkan jantungku..pada cho kyuhyun

Agar dia bertahan. Agar mimpimu bersamanya terwujud. Dan agar kau bahagia. Meski aku tahu ini tindakan bodoh setelah kebodohanku mencintai adik kandungku sendiri. Tapi youngie, dari kau aku belajar kalau ini semua bukan tindakan bodoh. Melainkan pengorbanan, demi orang yang kau cintai

Aku tidak bisa membuatmu mencintaiku. Aku tidak bisa membuatmu tertawa seperti bagaimana cho kyuhyun melakukannya. Aku tidak bisa menjadi cho kyuhyun. Oleh karena itu aku memutuskan mencintaimu, melalui kyuhyun

Dari jantung itu, ia akan merasakan detakan yang sama seperti yang kualami tiap bersamamu. Dia bersama orang yang tepat, youngie. Orang yang akan membalas detakannya..

Aku meminta seohyun dan park euisa merahasiakan semua ini. Aku ingin memastikan kau tahu setelah bahagia bersamanya. Karena aku tidak mau kau terlarut dalam kesedihan. Aku sudah bahagia di sini, karena aku sudah memastikanmu bahagia

Youngie, mencintaimu adalah kebahagiaan terbesar bagiku. Dan saat terakhir aku menutup mataku, aku telah bahagia karena membiarkanmu bersama orang yang tepat, yang pasti akan menjagamu dan mencintaimu. Melebihi aku.

Kyuhyun, aku titip yeodongsaeng yang sangat kucintai padamu. Terima kasih telah mencintainya dan menjaganya. Terima kasih telah membahagiakannya. Dan terima kasih karena kau telah membuatku bahagia melihat youngie bahagia

Yeodongsangku..berbahagialah. Karena hanya dengan itu aku bisa menghembuskan nafas lega. Karena pengorbananku tidak sia-sia. Aku telah bahagia..karena kau mencintaiku..melalui dia

Youngie, ini hanya cerita tentang musim gugur. Sejenak kau akan sedih, tapi setelah itu kau akan tersenyum melihat pemandangan indah darinya. Begitupula kepergianku. Kau akan melihat hal yang indah, karena aku sudah bahagia melihatmu bahagia bersamanya. Youngie..aku ingin menuliskan satu kata yang tak pernah bisa kuungkapkan…

Saranghae

Choi Siwon, that will always love you till the end of his life

Aku menitikkan air mata. Oppaku yang menghilang dan membuatku kecewa karena dia tidak hadir di pernikahanku. Oppaku yang sangat kurindukan. Dan oppaku, yang telah banyak berkorban bagiku. Ternyata hadir dalam sosok cho kyuhyun di sampingku. Kurasakan dia merangkulku.
Siwon oppa..terima kasih telah memberikannya hidup
terima kasih.karena telah mencintaiku dan berkorban untukku
Aku..berjanji pada oppa. Aku..akan bahagia..bersama cho kyuhyun
Dan oppa..ini bukan hanya sekedar cerita tentang musim gugur. Karena bagiku, kau lebih dari sekedar daun yang gugur dari pohon pinus. Bagiku..kau adalah malaikat pelindung cintaku dan cho kyuhyun

Nado saranghae..oppa

——————————-———————The End———————————————————–

45 thoughts on “Autumn Tale {Part 4-End}

  1. huaa, wonppa baik banget rela mati demi kyuyoung,
    daebak ceritanya, gak tau mesti comment apa lagi, pokoknya daebak lah,
    d tunggu cerita lainnya :)

  2. nan neomu neomu neomu neomu joha
    terharu baca suratnya Siwon TT_TT
    meski ga ada Siwon, tapi wujud cintanya dari Kyu
    daebak chinguya^^
    di tunggu FF lainnya^^
    Fighting!!!!~

  3. Haaaah alhamdulillah kyu tetep hidup!? Kyuyoung roman abis! So sweet :-D
    wonppa baek bgt! Terharu deh :-)
    brkorban demi soo~
    Yups! Soo pasti bhagia ma kyu :-P

  4. ach hebat meski terkesan agk buru2 tapi salut ini perpaduan dari beberapa drama korea yang pnh q tonton…daebakk thor……………………

    siwon oppa baik dech…………………………..

  5. Daebak eon cerita nya…
    Q banjir air mata baca cerita ini. Rasa nya campur aduk bgt waktu baca nya. Ada rasa terharu tentang sebegitu besar’a cinta mereka bertiga, seneng, gembira(seneng ama gembira sama aja!), sedih waktu tau ternyata kyuppa punya penyakit, dan macem”. Intinya feel nya dapeeet bgt^_^

    butuh perjuangan(?) bwat baca ini FF, karna q mesti bolak balik ke warung beli tisu 5 bungkus lebih tepatnya 5 pack of tissue (Thor+Rders: emang kita tanya, ya?. Q: *ngibrit kepojokan meluk haeppa#ELFishy ngasah golok#Q: *piiss*_o.0_*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s